INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18

1. Memahami dan menjelaskan pendarahan pervaginam
1.1.Definisi Adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Ada dua macam perdarahan di luar haid yaitu metroragia dan menometroragia 1. Metroragia adalah perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid. Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Penyebabnya adalah kelainan organik (polip endometrium, karsinoma endometrium, karsinoma serviks), kelainan fungsional dan penggunaan estrogen eksogen 2. Menoragia adalah Perdarahan siklik yang berlangsung lebih dari 7 hari dengan jumlah darah kadang-kadang cukup banyak. Penyebab dan pengobatan kasus ini sama dengan hipermenorea. 1.2.Etiologi Sebab – sebab organic Perdarahan dari uterus, tuba dan ovarium disebabkan olah kelainan pada:
 

serviks uteri; seperti polip servisis uteri, erosio porsionis uteri, ulkus pada portio uteri, karsinoma servisis uteri. Korpus uteri; polip endometrium, abortus imminens, abortus insipiens, abortus incompletus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korpus uteri, sarkoma uteri, mioma uteri. Tuba fallopii; kehamilan ekstopik terganggu, radang tuba, tumor tuba. Ovarium; radang overium, tumor ovarium. Pemakaian alat kontrasepsi (IUD, hormonal) Obesitas Faktor kejiwaan Trombositopenia

 

Sebab lain    

1.3.Patologi Menurut schroder pada tahun 1915, setelahpenelitian histopatologik pada uterus dan ovario pada waktu yang sama, menarik kesimpulan bahwa gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemorrágica terjadi karena persistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasidan pembentukan corpus luteum. Akibatnya terjadilah hiperplasia endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan dan terus menerus. Penelitian menunjukan pula bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan dengan berbagai jenis endometrium yaitu endometrium atropik, hiperplastik, ploriferatif, dan sekretoris, dengan endometrium jenis non sekresi merupakan bagian terbesar. Endometrium jenis nonsekresi dan jenis sekresi penting
1

INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18

artinya karena dengan demikian dapat dibedakan perdarahan anovulatori dari perdarahan ovuloatoir. Klasifikasi ini mempunyai nilai klinik karena kedua jenis perdarahan disfungsional ini mempunyai dasar etiologi yang berlainan dan memerlukan penanganan yang berbeda. Pada perdarahan disfungsional yang ovulatoir gangguan dianggap berasal dari factor-faktor neuromuskular, vasomotorik, atau hematologik, yang mekanismenya Belem seberapa dimengerti, sedang perdarahan anovulatoir biasanya dianggap bersumber pada gangguan endokrin.

2. Memahami dan menjelaskan ca serviks
1.1 Definisi Kanker leher rahim (serviks) atau karsinoma serviks uterus merupakan kanker pembunuh wanita nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Di Indonesia, kanker leher rahim bahkan menduduki peringkat pertama. Kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat. Kanker serviks uterus adalah keganasan yang paling sering ditemukan dikalangan wanita. Penyakit ini merupakan proses perubahan dari suatu epithelium yang normal sampai menjadi Ca invasive yang memberikan gejala dan merupakan proses yang perlahan-lahan dan mengambil waktu bertahuntahun. Serviks atau leher rahim/mulut rahim merupakan bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke liang sanggama (vagina). Kanker serviks berkembang secara bertahap, tetapi progresif. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia. Dimulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya menjadi karsinoma in-situ (KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif. Tingkat displasia dan KIS dikenal juga sebagai tingkat pra-kanker. Dari displasia menjadi karsinoma in-situ diperlukan waktu 1-7 tahun, sedangkan karsinoma in-situ menjadi karsinoma invasif berkisar 3-20 tahun. Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita. Etiologi 1. Faktor Penyebab HPV (Human Papiloma Virus) merupakan penyebab terbanyak. Sebagai tambahan perokok sigaret telah ditemukan sebagai penyebab juga. Wanita perokok mengandung konsentrat nikotin dan kotinin didalam serviks mereka yang merusak sel. Laki-laki perokok juga terdapat konsetrat bahan ini pada sekret genitalnya, dan dapat memenuhi servik selama intercourse.Defisiensi beberapa nutrisional dapat juga menyebabkan servikal displasia.National Cancer Institute merekomendasikan bahwa wanita sebaiknya mengkonsumsi lima kali buah-buahan segar dan sayuran setiap hari. Jika anda tidak dapat melakukan ini, pertimbangkan konsumsi multivitamin dengan antioksidan seperti vitamin E atau beta karoten setiap hari.
2

1.2

(Schiffman. dan 56 dan biasanya akan menyebabkan lesi dengan grade tinggi pada intraepitel squamus dan dapat juga menyebabkan invasive kanker.7% pada invasive Ca Cerviks didapatkan positif HPV DNA. E 7 yang mana mempengaruhi infeksi dan replikasi virus. 31. yaitu kurang dari 20 tahun. Semakin sering melahirkan. Dari study epidemiologi didapatkan bahwa 99. Hal ini diuga ada hubungannya dengan belum matangnya daerah transformas pada sia tesebut bila sering terekspos. Dimana E6 dan E7 nantinya akan berikatan dengan p53 dan retinoblastoma (Rb) yang merupakan tumor supresor gen.aktifitas seksual yang dimulai pada usia dini. 51 dan 52 yang beresiko intermediate untuk terjadinya invasive carcinoma. Setelah berintegrasi akan menghasilkan overexpresidari E6 dan E7 yang berguna untuk infeksi dan replikasi virus dan juga akan menonaktivkan protein tumor suppressor.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 HPV menginfeksi epitel sel dari kulit dan mukosa membrane. 18. Dan yang terakhir intermediate yakni type 33. Pola hubungan seksual Studi epidemiologi mengungkapkan bahwa resiko terjangkit kanker serviks meningkat seiring meningkatnya jumlah pasangan.maka semain besar resiko terjangkit kanker serviks. 35. 39. Sehingga akan menyebabkan neoplastic transformasi. E 3. Penelitian di Amerika Latin menunjukkan hubungan antara resiko dengan multiparitas setelah dikontrol dengan infeksi HPV. Onkogenik tinggi yakni type 16. 45. Faktor Resiko a. 3 . Hal ini dipengaruhi oleh tingkat affinity E6 dan E7 dengan p53 dan Rb. terpajan oleh obat hormonal diethylstilbestrol (DES) Virus Herpes Simpleks tipe II 2.E 2. HPV memiliki genom yang terdiri dari 3 region. Infeksidari HPV dapat menyebabkan translasi dantranskripsi dari early protein. Type HPV dibagi menjadi 3 grup berdasarkan proses neoplastic dan malignannya. HPV type 16 dan 18 kira-kira 67% dapat menyebabkan invasive kancer cerviks. 42. dan 44 dan biasanya hanya akan menyebabkan condiloma acuminate dan beberapa dapat juga menyebabkan lesi kecil pada intraepitel squamous. Late region mengkode protein L1dan L2 yang mana berfungsi sebagain mayor dan minor kapsaid virus. Frekuensi hubungan seksual juga berpengaruh pada lebih tingginya resiko pada usia tersebut. b.1996). E 6. E 4.juga dapat dijadkan sebagai faktor resko terjadinya kanker servks. Region upstream regulatory (URR) yang berfungi dalam mengontrol produksi viral protein. 11. Onkogenik rendah yakni type 6. tetapi tidak pada kelompok usia lebih tua. E 5. early region berfungsi mengkode protein E1 . yang mana semakin kuat maka dapat menyebabkan semakin onkogenik. Paritas Kanker serviks sering dijumpai pada wanita yang sering melahirkan.

multilaritas dan kebersihan genitalia juga diduga berhubungan dengan masalah tersebut. adanya kemungkinan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral lain lebih sering melakukan pemeriksaan smera serviks. Penelitian tersebut juga mendapatkan bahwa semua kejadian kanker serviks invasive terdapat pada pengguna kontrasepsi oral. Penemuan lain memperlihatkan ditemukan nikotin pada cairan serviks wanita perokok bahan ini bersifat sebagai kokassnoen dan bersama-sama dengan kasinogen yan telah ada selanjutnya mendorong pertumbuhan ke arah kanker. berhubungna dengan peningkatan resiko terhadap displasia ringan dan sedang.1996) mendapatkan bahwa peningkatan insiden kanker serviks dipengaruhi oleh lama pemakaian kontrasepsi oral. Diperlukan kehati-hatian dalam menginterpretasikan asosiasi antara lama penggunaan kontrasepsi oral dengan resiko kanker serviks karena adanya bias dan faktor confounding. Defisiensi gizi Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi zat gizi tertentu seperti betakaroten dan vitamin A serta asam folat. Merokok Beberapa peneitian menunjukan hubungan yang kuat antara merokok dengan kanker serviks. d.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 c. Penggunaan kondom yang frekuen ternyata memberi resiko yang rendah terhadap terjadinya kanker 4 . Kontrasepsi oral Penelitian secara perspektif yang dilakukan oleh Vessey dkk tahun 1983 (Schiffman. Namun penelitian serupa yang dilakukan oleh peritz dkk menyimpulkan bahwa aktifitas seksual merupakan confounding yang erat kaitannya dengan hal tersebut. f. Pasangan seksual Peranan pasangan seksual dari penderita kanker serviks mulai menjadi bahan yang menarik untuk diteliti. Namun sampai saat ini tidak ada indikasi bahwa perbaikan defisensi gizi tersebut akan menurunkan resiko. WHO mereview berbagai peneltian yang menghubungkan penggunaan kontrasepsi oral dengan risko terjadinya kanker serviks. Penelitian lain mendapatkan bahwa insiden kanker setelah 10 tahun pemakaian 4 kali lebih tinggi daripada bukan pengguna kontrasepsi oral. g. e. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi HPV lebih prevalen pada wanita dengan tingkat pendidkan dan pendapatan rendah. Sosial ekonomi Studi secara deskrptif maupun analitik menunjukkan hubungan yang kuat antara kejadian kanker serviks dengan tingkat social ekonomi yang rendah. Faktor defisiensi nutrisi. menyimpulkan bahwa sulit untuk menginterpretasikan hubungan tersebut mengingat bahwa lama penggunaan kontraseps oral berinteraksi dengan factor lain khususnya pola kebiasaan seksual dalam mempengaruhi resiko kanker serviks.sehingga displasia dan karsinoma in situ nampak lebih frekuen pada kelompok tersebut. bahkan setelah dikontrol dengan variabel konfounding sepert pola hubungan seksual. Selain itu.

Rendahnya kebersihan genetalia yang dikaitkan dengan sirkumsisi juga menjadi pembahasan panjang terhadap kejadian kanker serviks. eksofitik mulai dari SCJ kea rah lumen vagina sebagai massa proliferative yang engalami infeksi sekunder dan nekrosis. II. Dengan masuknya mutagen. dan yang paling jarang adalah sarkoma. Serviks yang normal. Tumor dapat tumbuh: 1. Umumnya fase prainvasif berkisar antara 3-20 tahun (rata-rata 5-10 tahun). clear cell carcinoma/mesonephroid carcinoma. ulseratif mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jarigan serviks dengan melibatkan awal fornises vagina untuk menjadi ulkus yang luas. Histopalogik sebagian terbesar (95-97%) berupa epidermoid atau squamous cell carcinoma. Periode laten (dari NIS-I s/d KIS) tergantung dari daya tahan tubuh penderita. Maka untuk melakukan pap smear yang efektif. yang dapat mengusap zona transformasi. porsio yang erosive (metaplasia skuamosa) yang semua faali/fisiologik dapat berubah menjadi patologik (displastikdiskariotik) melalui tingkatan NIS-1. tampak sebagai porsio yang erosive (metaplasia skuamosa) yang fisiologik atau patologik. Pada wanita muda.000 penduduk pertahun. proses keganasan akan berjalan terus. Ciptomangunkusumo Patofisiologi Karsinoma serviks timbul di batas antara epitel yang melapisi ektoserviks (porsio) dan endoserviks kanalis servikalis yang disebut sebagai squamocolumnar junction (SCJ). sisanya adenokarsinoma. Perubahan epitel displastik serviks secara kontinyu yang masih memungkinkan terjadinya regresi spontan dengan pengobatan/tanpa diobati itu dikenal dengan Unitarian concept dari Richart. 1. Pada awalnya perkembangan kanker serviks tak memberi tanda-tanda dan keluhan.4 .INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 serviks. secara alami mengalami proses metaplasia (erosio) akibat saling desak mendesaknya kedua jenis epitel yang melapisi.3 Epidemiologi Departemen Kesehatan RI memperkirakan insidens dari kanker serviks adalah 100 per 100. sedang pada wanita berusia > 35 tahun. III dan KIS untuk akhirnya menjadi karsinoma invasive. Histologik antara epitel gepeng berlapis (squamous complex) dari porsio dengan epitel kuboid/silindris pendek selapis bersilia dari endoserviks kanalis servikalis. SCJ ini berada diluar ostium uteri eksternum. 2. Pada pemeriksaan dengan speculum. Data yang dikumpulkan dari 13 laboratorium patologi-anatomi di Indonesia menunjukkan bahwa frekuensi kanker serviks tertinggi di antara kanker yang ada di Indonesia maupun di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. SCJ berada di dalam kanalis servikalis. endofitik mulai dari SCJ tumbuh ke dalam stroma serviks dan cenderung untuk mengadakan infiltrasi menjadi ulkus 3. harus dikerjakan dengan skraper dari Ayre atau cytobrush sikat khusus. Sekali menjadi mikroinvasif atau invasive. Jumlah pasangan ganda selain istri juga merupakan factor resiko yang lain. 5 1.

namun ada variasi yang luas pada hal ini. perkembangan dari displasia menjadi kanker invasif memerlukan beberapa tahun. 6 . yang dalam banyak kasus diikuti infeksi HPV. kekebalan host.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Squamous sel karsinoma pada serviks biasanya muncul di skuamocolumnar junction (SCJ) dari lesi displastik yang sudah ada sebelumnya. Meskipun sebagian besar perempuandapat dengan segera membersihkan virus ini. dan variasi sel somatik genom. namun mereka yang dengan infeksi persisten dapat mengembangkan penyakit servikal displastik preinvasive. Diduga karsinogenesis merupakan hasil dari efek interaktif antara pengaruh lingkungan. Secara umum. Perubahan molekular yang terlibat dengan karsinogenesis serviks sangat kompleks dan tidak sepenuhnya dipahami.

Karsinoma serviks umumnya terbatas pada daerah panggul saja. maka prosesnya sudah invasif. Penyebaran Pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah: a) kea rah fornises dan dinding vagina. dan c) ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut menginfiltrasi septum rektovaginal dan kandung kemih. Tergantung dari kondisi imunologik tubuh penderita KIS akan berkembang menjadi mikro invasive dengan menembus membrane basalis dengan kedalaman invasi < 1 mm dan sel tumor belum terlihat dalam pembuluh limfa atau darah. akan tetapi scara klinis belum tampak sebagai karsinoma. meskipun pada pemeriksaan ini ada kemungkinan terjadi false negative atau false positive. Tumor mungkin telah menginfiltrasi stroma serviks. Oleh sebab itu. Penting untuk dapat menggaet sel-sel dari SCJ untuk pemeriksaan eksfoliatif sitologi. b) kea rah korpus uterus. Jika sel tumor sudah terdapat > 1 mm dari membrana basalis. perlu tindak lanjut upaya diagnostic biopsy. Melalui pembuluh getah bening dalam parametrium kanan dan kiri sel tumor dapat menyebar ke kelenjar iliak dalam (hipogastrika). Perlu ditekankan bahwa penanganan/terapi hanya boleh dilakukan atas dasar bukti histopatologik. Penyebaran melalui pembuluh darah (bloodborne metastasis) tidak lazim. Tumor yang demikian disebut sebagai ganas praklinik (tingkat IB-occult).INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Tingkatan pra-maligna Porsio yang erosive dengan ektropion bukanlah termasuk lesi pramaligna. Sesudah tumor 7 . selama tak ada bukti adanya perubahan displastik dari SCJ. untuk konfirmasi hasil pap smear. atau < 1 mm tetapi sudah tampak berada dalam pembuluh limfa atau darah.

yang pada tingkat akhir 9terminal stage) dapat menimbulkan fistula rectum atau kandung kemih. korpus uterus. dan seterusnya secara teoretis dapat lanjut melalui trunkus limfatikus di kanan dan vena subklavia di kiri mencapai paru-paru. atau secara mikroskopik kedalamannya >3-5 mm dari epitel basal dan memanjang tidak lebih dari 7 mm IB II Lesi invasive > 5 mm.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 menjadi invasive. kelenjar-kelenjar iliak. hanya dapat didiagnosis secara mikroskopik. namun tidak sampai ke dinding panggul Tumor meluas sampai dinding panggul. parametrium masih bebas dari infiltasi tumor Tumor meluas ke parametrium. hipograstika. rectum dan kandung kemih. ginjal. uni atau bilateral. prasakral. Penyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar limfa regional melalui ligamentum latum. tetapi belum sampai dinding panggul III Tumor meluas sampai 1/3 distal vagina atau ke parametrium sampai dinding panggul IIIA IIIB Tumor meluas 1/3 distal vagina. dibagi atas lesi < 4 cm dan > 4 cm Tumor invasi keluar dari serviks dan menjalar ke 2/3 bagian atas vagina dan atau ke parametrium tetapi tidak sampai ke dinding panggul IIA IIB Tumot invasi hanya ke vagina. tidak ditemukan daerah bebas infiltrasi antara tumor dengan dinding panggul atau proses pada tingkat I atau II. hati. penyebaran secara limfogen menuju kelenjar limfa regional dan secara perkontinuitatum (menjalar) menuju fornises vagina. lesi tidak lebih dari 3mm. tetapi sudah ada gangguan faal ginjal/hidronefrosis 8 . Biasanya penderita sudah meninggal lebih dahulu disebabkan oleh perdarahanperdarahan yang eksesif dan gagal ginjal menahun akibat uremia oleh karena obstruksi ureter di tempat ureter masuk ke dalam kandung kemih 1. obturator. praaorta. tulang dan otak.5 Klasifikasi dan stadium Klasifikasi menurut FIGO 1978 Tingkat 0 I IA Kriteria Karsinoma insitu atau karsinoma intraepitel Tumor terbatas pada serviks (perluasan ke korpus uteri tidak dinilai) Karsinoma serviks preklinis.

Karsinoma telah melibatkan 1/3 bagian distal vagina atau telah mencapai dinding panggul (tak ada celah bebas antara tumor dengan dinding panggul). menyebabkan kasus dianggap sebagai sebagai T3 meskipun pada penemuan lain kasus itu seharusnya masuk kategori yang lebih rendah (T1 atau T2) 9 . atau karsinoma telah menjalar ke vagina. ialah CIS (Carcinoma In Situ) Karsinoma terbatas pada serviks. Pra-klinik adalah karsinoma yang invasif dibuktikan dengan pemeriksaan histologik T1b T2 Secara klinis jelas karsinoma yang invasif. Karsinoma telah menginfiltrasi parametrium. Karsinoma telah meluas sampai di luar serviks. NB: Adanya hidronefrosis atau gangguan faal ginjal akibat stenosis ureter karena infiltrasi tumor. tetapi belum sampai dinding panggul.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 IV Tumor telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan mukosa rectum dan atau vesika urinaria (dibuktikan secara histology) atau telah bermetastasis keluar panggul atau ke tempat yang jauh IVA IVB Tumor telah bermetastasis ke organ sekitar Tumor telah bermetastasis jauh Pembagian tingkat keganasan menurut system TNM Tingkat T T1S T1 T1a Kriteria Tak ditemukan tumor primer Karsinoma pra-invasif. tetapi belum sampai 1/3 bagian distal. walaupun adanya perluasan ke korpus uteri. T2a T2b T3 Karsinoma belum menginfiltrasi parametrium.

M0 M1 Tidak ada metastasis berjarak jauh. jadi: NX + atau NX -. Ditemukannya edema bullosa tidak cukup bukti untuk mengklasifikasi sebagai T4. Pembesaran uterus saja belum ada alasan untuk memasukkannya sebagai T4 Bila tidak memungkinkan untuk menilai kelenjar limfa regional. T1-3N1M0 Stadium 4 : T4N0-N1M0 . T4b NB: NX Karsinoma telah meluas sampai di luar panggul. Terdapat metastasis berjarak jauh. atau meluas sampai di luar panggul. T1-T4N0-1M1 10 . CT-scan panggul). Kelenjar limfa regional berubah bentuk sebagaimana ditunjukkan oleh caracara diagnostic yang tersedia (misalnya limfografi. Stadium 0 : Tis N0M0 Stadium 1 : T1N0M0 Stadium 2 : T1N0M0 Stadium 3 : T3N0M0 .INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 T4 Karsinoma telah menginfiltrasi mukosa rectum atau kandung kemih. N2 Teraba massa yang padat dan melekat pada dinding panggul dengan celah bebas infiltrate diantara massa ini dengan tumor. T4a Karsinoma melibatkan kandung kemih atau rectum saja dan dibuktikan secara histologik. N0 N1 Tidak ada deformitas kelenjar limfa pada limfografi. termasuk kelenjar limfa di atas bifurkasio arteri iliaka komunis./ + ditambahkan untuk tambahan ada/tidak adanya informasi mengenai pemeriksaan histologik. Tanda .

mesonephric • Serous • Intestinal 3. Sel ini berasal dari sel basal atau reserved cell . yaitu ± 90% merupakan karsinoma sel skuamosa (KSS). Adeno carcinoma • Endocervical • Endometroid (adenocanthoma) • Clear cell . berbentuk kumparan atau kecil serta bulat seta mempunyai batas tumor stroma tidak jelas.paramesonephric • Clear cell . atau dari kelenjar endoserviks yang mengeluarkan mukus (Notodiharjo. Skuamous carcinoma • Keratinizing • Large cell non keratinizing • Small cell non keratinizing • Verrucous 2.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Jenis histopatologis pada kanker serviks Jenis skuamosa merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Sedang adenokarsinoma terlihat sebagai sel-sel yang berasal dari epitel torak endoserviks. adenokarsinoma 5% dan jenis lain sebanyak 5%. 2002). Mixed carcinoma • Adenosquamous • Mucoepidermoid • Glossy cell • Adenoid cystic 11 . dan kadangkadang tumor itu sendiri berdiferensiasi buruk atau dari sel-sel yang disebut small cell. Karsinoma skuamosa terlihat sebagai jalinan kelompok sel-sel yang berasal dari skuamosa dengan pertandukan atau tidak. Klasifikasi histologik kanker serviks ada beberapa. di antaranya : 1.

Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah. rhabdomyosarcoma • Lymphoma 1. Sering hanya sebagai fluos dengan sedikit darah.6 Manifestasi klinis Tidak khas pada stadium dini. edema kaki. Pada fase prakanker. fluor albus yang berbau dan rasa sakit yang sangat hebat. kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut : 2. ektropion atau servisitis. 7. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. baik berupa perdarahan yang hebat (terutama dalam bentuk eksofitik). 8. 4. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis. badan menjadi kurus kering karena kurang gizi. leiomysarcoma. atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh. Getah yang keluar dari vagina ini makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan 3. berbau dan dapat bercampur dengan darah. Undifferentiated carcinoma 5. Pada stadium lanjut baru terlihat tandatanda yang lebih khas. 5. pendarahan pastkoital atau perdarahan pervagina yang disangka sebagai perpanjangan waktu haid. Pada stadium lanjut. 1. bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya. 6. sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. Tetapi tidak demikian halnya pada tingkat lanjut dimana porsio terlihat benjol-benjol menyerupai bunga kol (pertumbuhan eksofitik) atau mungkin juga ditemukan fistula rektovaginal ataupun vesikovagina. erosi.Pada keadaan ini porsio mudah sekali berdarah karena kerapuhan sel sehingga pada pemeriksaan ginekologi 12 .7 Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Ginekologi Pada pemeriksaan makroskopis/inspekulo mungkin tidak ditemukan kelainan porsio pada lesi tingkat prakan-ker dan kadang hanya menunjukkan gambaran khas seperti leukoplakia. timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum).INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 4. kemungkinan terjadi hidronefrosis. terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal. Carcinoma tumor 6. Perdarahan setelah sanggama (post coital bleeding) yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal. Namun. Maliganant non-epithelial tumors • Sarcoma : mixed mullerian. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan. Malignant melanoma 7. Selain itu.

radiasi. macam kontrasepsi (bila ada). Sediaan segera difiksasi dalam alkohol 96% selama 30 menit dan dikirim (bisa melalui pos) ke laboratorium sitologi terdekat.dan endoserviks. dan data klinis yang meliputi gejala dan hasil pemeriksaan ginekologik. NIS lebih mungkin terjadi pada SSK sehingga komponen endoserviks menjadi sangat penting dan harus tampak dalam sediaan. serta tentu saja interpretasi yang tepat. Sediaan sitologi harus meliputi komponen ekto. maka informasi klinis penting sekali. kehamilan. fiksasi dan pewarnaan yang baik. hari pertama haid terakhir. seperti usia. Sediaan harus diambil sebelum pemeriksaan dalam. Sitodiagnosis didasarkan pada kenyataan. Supaya ada pengertian yang baik antara dokter dan laboratorium. spekulum yang dipakai harus kering tanpa pelumas. Sel-sel yang dieksfoliasi atau dikerok dari permukaan epitel serviks merupakan mikrobiopsi yang memungkinkan kita mempelajari proses dalam keadaan seha dan sakit. Pap smear : 13 . Dokter yang mengirim sediaan harus memberikan informasi klinis yang lengkap.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 dianjurkan mulai dengan pemeriksaan inspekulo yang dilanjutkan dengan pemeriksaan vagina bimanual untuk eksplorasi vagina. sedangkan komponen ektoserviks dengan ujung spatula Ayre yang tumpul. Sitologi adalah cara skrining sel-sel serviks yang tampak sehat dan tanpa gejala untuk kemudian diseleksi. Komponen endoserviks didapat dengan menggunakan ujung spatula Ayre yang tajam atau kapas lidi. hasil sito-logi sebelumnya. tingkat ketelitiannya melebihi 90% bila dilakukan dengan baik. pembedahan. Untuk mendapatkan informasi sitologi yang baik dianjur-kan melakukan beberapa prosedur. kemoterapi. terapi hormon. Sitodiagnosis yang tepat tergantung pada sediaan yang representatif. Kanker hanya dapat didiagnosis secara histologik. pemeriksaan penunjang Sitologi Pemeriksaan ini yang dikenal sebagai tes Papanicolaou (tes Pap) sangat bermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini. Bila komponen endoserviks saja yang diperiksa kemungkinan negatif palsu dari NIS kira-kira 5%. Enam puluh dua persen kesalahan disebabkan karena pengambilan sampel yang tidak adekuat dan 23 % karena kesalahan interpretasi. bahwa sel-sel permukaan secara terus menerus dilepaskan oleh epitel dari permukaan traktus genitalis.

INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Hasil pemeriksaan sitologi Pap smear normal : Hasil pemeriksaan sitologi Pap smear abnormal : 14 .

Deteksi DNA HPV bisa dengan menggunakan PCR dan Hybrid Capture II. apakah terdapat kemungkinan pasien tersebut sudah terinfeksi HPV. teknik HC-II memeriksa pada kondisi yang lebih awal yaitu terdapatnya kemungkinan seseorang terinfeksi HPV di dalam 15 .INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Thin Prep Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. HC-II pada intinya adalah melakukan teknik hibridisasi yang dapat mendeteksi semua tipe HPV high risk pada seseorang yang diduga memiliki virus HPV dalam tubuhnya. Sedangkan teknik pemeriksaan dengan hibridisasi dikenal dengan istilah teknik Hybrid Capture II System (HC-II). Prosedur ini memastikan agar sebanyak mungkin sel dapat disimpan untuk dibawa laboratorium pemeriksaan dan dalam kondisi sangat baik. Metode tersebut dikembangkan dengan mengidentifikasi suatu daerah homologi di dalam genom tipe-tipe HPV yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk mendesain primer untuk amplifikasi. sel-sel yang telah diambil tidak diletakkan dan diratakan di preparat kaca. maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Deteksi dengan tes DNA HPV adalah salah satu jenis tes pelengkap tes sitologi seperti pap smear. Tes ini dapat dilakukan pada sediaan apusan atau cairan vagina dan sel sisa bahan pada sediaan sitologi Pap smear ataupun dengan biopsis. Penggunaan teknik komputerisasi dilakukan untuk pemeriksaan di tingkat DNA dan RNA. tetapi dimasukkan ke dalam tabung yang berisi cairan yang berfungsi menstabilkan dan menjaga kondisi sel-sel tersebut agar pada saat diperiksa akan tetap sama dengan kondisi saat diambil. PCR pertama kali dikembangkan oleh Kary Mullis pada tahun 1985. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat. Kelebihan Thin Prep ThinPrep Test. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim. Jika teknik Pap smear memeriksa adanya perubahan pada sel (sitologi). Pada tahun 1990 Ting dan Manos telah mengembangkan suatu metode deteksi human papilloma virus dengan PCR. Pemeriksaan DNA HPV Pemeriksaan ini dimasukkan pada skrining bersama-sama dengan Pap‘s smear untuk wanita dengan usia di atas 30 tahun.

Dikenal ada beberapa prosedur biopsy. Jika SSK tidak terlihat seluruhnya atau hanya terlihat sebagian sehingga kelainan di dalam kanalis servikalis tidak dapat dinilai. dengan bantuan kolposkop bila sarana memungkinkan. Kalau pemeriksaan sitologi menilai perubahan morfologi sel-sel yang mengalami eksfoliasi. maka kolposkopi menilai perubahan pola epitel dan vaskular serviks yang mencerminkan perubahan biokimia dan perubahan metabolik yang terjadi di jaringan serviks. Hampir semua NIS terjadi di daerah transformasi. Jadi tujuan pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosis histologik tetapi menentukan kapan dan di mana biopsi harus dilakukan.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 tubuhnya sebelum virus tersebut membuat perubahan pada serviks yang akhirnya dapat mengakibakan terjadinya kanker serviks. sehingga biopsi dapat dilakukan lebih terarah. Teknik HCII adalah sebuah antibody capture/solution hybridization/signal amplication assay yang memakai deteksi kualitatif chemiluminescence terhadap DNA HPV namun secara umum HC-II ialah suatu teknik berbasis DNA-RNA yang dapat mendeteksi secara akurat dan cepat. yaitu: 16 . yaitu daerah yang terbentuk akibat proses metaplasia. Kolposkopi Tes diagnostik lain ialah kolposkopi. maka contoh jaringan diambil secara konisasi. Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop. Biopsi harus dilakukan dengan tepat dan alat biopsi harus tajam sehingga harus diawetkan dalam larutan formalin 10 %. Pemeriksaan kolposkopi dapat mempertinggi ketepatan diagnosis sitologi menjadi hampir mendekati 100%. Daerah ini dapat dilihat seluruhnya dengan alat kolposkopi. Pengembangan teknik deteksi DNA HPV akhir-akhir ini berupa HC-II merupakan teknik sederhana dan cara alternatif yang menarik. seperti produk HC-II. Biopsi Biopsi dilakukan di daerah abnormal jika sambungan skuamosakolumnar (SSK) terlihat seluruhnya dengan kolposkopi. suatu alat yang dapat disamakan dengan sebuah mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya di dalamnya (pembesaran 6-40 kali).

Lesi tidak tampak seluruhnya dengan pemeriksaan kolposkopi. 2. dapat dilakukan tes Schiller. yang disebut kuret untuk mengikis jaringan dari dalam serviks. Loop electrosurgical excision procedure (LEEP): prosedur yang menggunakan kabel yang berbentuk ikal untuk mengambil jaringan. Konisasi diagnostik dilakukan pada keadaankeadaan sebagai berikut : 1. 4. Proses dicurigai berada di endoserviks. Ada kesenjangan antara hasil sitologi dan histopatologik. dengan kanalis servikalis sebagai sumbu kerucut. Diagnostic mikroinvasi ditegakkan atas dasar specimen biopsy. penentuan tingkat keganasan secara klinis didasarkan atas hasil pemeriksaan histologik.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18  Cone biopsy (atau cold cone biopsy atau cold knife cone biopsy): prosedur yang menggunakan laser atau scalpel bedah untuk mengambil jaringan. Untuk tujuan diagnostik. Pemeriksaan ini dikerjakan dengan sebelumnya memulas porsio dengan larutan lugol dan jaringan yang akan diambil hendaknya pada batas antara jaringan normal (berwarna coklat tua karena menyerap Iodium) dengan bagian porsio yang pucat (jaringan abnormal yang tidak menyerap Iodium). Batas jaringan yang dikeluarkan ditentukan dengan pemeriksaan kolposkopi.   Konisasi (Cone biopsy atau cold cone biopsy atau cold knife cone biopsy) Konisasi serviks ialah pengeluaran sebagian jaringan serviks sedemikian rupa sehingga yang dikeluarkan berbentuk kerucut (konus). Ia. Jika karena suatu hal pemeriksaan kolposkopi tidak dapat dilakukan. 3. tindakan konisasi harus selalu dilanjutkan dengan kuretase. Pada tingkat klinik 0. Perlu disadari mengerjakan biopsy yang benar dan tidak mengambil bagian yang nekrotik. Ib-occ. Endocervical curettage: prosedur yang menggunakan instrument kecil berbentuk sendok. Kemudian jaringan direndam dalam larutan formalin 10% untuk dikirim ke Laboratorium Patologi Anatomi. Oleh karena itu untuk konfirmasi diagnosis yang tepat sering diperlukan tindak 17 .

Keunggulan papnet terutama dalam menemukan sel-sel prekanker. Hongkong. Pemeriksaan PAPNET saat ini dapat dilakukan di New York. CT scan. Radiologi a) Pelvik limphangiografi. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Untuk Indonesia. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. MRI. maka epitel porsio yang normal menjadi berwarna coklat tua. dan Australia. hanya dengan 5 sel abnormal di antara 100. Amsterdam.7 Apabila permukaan porsio dicat/dipulas dengan larutan lugol (gram iodine solution).000 sel normal sudah dapat diketahui adanya kelainan.6 IVA IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. b) Pemeriksaan intravena urografi. dapat mengenali pola-pola yang sangat variabel dan rumit. maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan. Pemeriksaan radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung kemih 18 . 5. Jika terlihat tanda yang mencurigakan. Percobaan Schiller hanya dapat dilakukan apabila sebagia besar porsio masih normal. yang dapat menunjukkan adanya obstruksi pada ureter terminal. Jika tidak ada perubahan warna. sampel dapat dikirim ke Australia. yang dilakukan pada kanker serviks tahap lanjut. Imaging studies — x-ray dada.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 lanjut seperti kuretase endoserviks (ECC = Endo-Cervical Curretage) atau konisasi serviks.7 Papnet Adalah metode yang lebih maju dalam pemeriksaan kanker servikal dengan menggunakan teknologi jaringan komputer. Porsio dioles dengan kapas yang dicelup dalam larutan Lugol atau lebih baik disemprotkan pada porsio dengan semprit 10 ml dan jarum panjang. Akurasinya 97% dan dirancang secara khusus untuk mendeteksi abormalitas yang besar kemungkinannya luput dari pap smear. sedang daerah-daerah yang tidak normal berwarna kurang coklat dan tampak pucat. sedang sel-sel abnormal tidak. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada saluran pelvik atau peroartik limfe. Schiller Test Merupakan cara pemeriksaan yang sederhana berdasarkan kenyataan bahwa sel epitel berlapis gepeng dengan porsio yang normal mengandung glikogen. dan PET untuk mengetahui adanya penyebaran sel-sel kanker. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini.

7 DIAGNOSIS BANDING Diagnosa banding dari karsinoma serviks.7 iv. 1. gaya hidup seperti perokok.8 Diagnosis dan diagnosis banding A.3. 1. kecuali bila sudah ada penyebaran ke rektum menimbulkan obstipasi. 1999). waktu koitus pertama kali. Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau scan CT abdomen / pelvis digunakan untuk menilai penyebaran lokal dari tumor dan / atau terkenanya nodus limpa regional (Gale & charette. dan di antara kedua paha untuk melihat ada tidaknya benjolan untuk meyakinkan ada tidaknya metastase. ileus obstruktif. Palpasi hepar.Status praesens : i. infeksi HPV. Ada/tidaknya anemia. supraklavikula. Status lokalis abdomen: umumnya tak khas. Tanda-tanda metastase di paru seperti: sesak napas. hygiene. Gejala klinik kurang menunjang sebagai petunjuk diagnostik karena lesi pra kanker umumnya asimptomatik kecuali pada keganasan yang sudah lanjut.Pemeriksaan tanda vital seperti tensi. Pemeriksaan Fisik . suhu badan. pielogram intravena (IVP). Anamnesis Pada anamnesis perlu diidentifikasi data mengenai riwayat perkawinan dan persalinan. respirasi.3.5.3.7 iii. batuk darah. jarang menimbulkan kelainan berupa benjolan. yaitu:8      Servikal ektopi Servisitis akut atau kronik Kondiloma akuminata Tuberkulosis serviks Ulserasi sekunder serviks karena sexual transmitted disease: o Sifilis o Granuloma inguinal o Limfogranuloma venereum o Kankroid  Abortus akibat kehamilan serviks  Koriokarsinoma yang bermetastase  Lesi yang jarang pada Aktinomikosis atau Skistosomiasis. perilaku seks yang sering berganti-ganti pasangan (promiskusitas). enema barium.3 .3.7 ii. nadi.9  Tatalaksana Menurut tingkat keganasan klinik:5 Tingkat klinik KIS : Usia muda dan ingin punya anak Konisasi 19 . jenis makanan dan sosial ekonomi rendah.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 dan rektum yang meliputi sitoskopi. juga keluhan perdarahan spontan ataupun pasca senggama.3. servisitis kronis. dan sigmoidoskopi.7 B. penyakit yang pernah dialami misalnya herpes genitalis.

Jika masih. dan preferensi Anda sendiri. Pasca bedah biasanya dilanjutkan dengan penyinaran. Tingkat klinik IV : dapat dipertimbangkan. dokter dapat mempertimbangkan kemo dengan kombinasi obat. Radiasi bersifat paliatif. radioterapi. Seringkali cukup bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) yang memberikan Anda perspektif lain dari penyakit Anda.Hal ini disebut perawatan paliatif. tergantung ada/tidak adanya sel tumor dalam kelenjar limfa regional yang diangkat.IIA : Histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul. Faktor-faktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda termasuk usia Anda. Untuk stadium IB dan IIA kanker serviks:   Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa kemo Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin. Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ad adi dalam leher rahim (stadium 0). dan kemoterapi. kesehatan Anda secara keseluruhan. dilakukan konisasi. Tingkat klinik IIB–IIIB: Tidak dilakukan tindakan bedah. primer adalah radioterapi.  Pembedahan untuk Kanker Serviks Cryosurgery Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina dan pada leher rahim. ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi Kanker serviks stadium lanjut (IIB-IVA) dapat diobati dengan radioterapi dan kemo berbasis cisplatin. tapi bukan kanker invasif yang telah menyebar ke luar leher rahim. Bedah Laser Sebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil dari jaringan sel rahim untuk dipelajari. pemberian kemoterapi    Tiga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi. Stadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukan mereka. misalnya hycamtin dan cisplatin.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Usia lanjut atau sudah mempunyai cukup anak Histerektomi sederhana  Tingkat klinik IA : Bila kedalaman invasi kurang ≤ 1 mm dan tidak meliputi area yang luas serta tidak melibatkan pembuluh limfe / pembuluh darah  dilakukan histerektomi apabila fungsi reproduksi sudah tidak diperlukan lagi. Tingkat klinik IB. Jika kesembuhan tidak dimungkinkan.Bila pasien masih ingin memiliki anak. 20 .Kadang-kadang pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala.Pada stadium sangat lanjut (IVB).Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan untuk kanker serviks pra-invasif (stadium 0). metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan. tujuannya pengobatan adalah untuk mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. histerektomi.

Operasi ini dilakukan baik melalui vagina ataupun perut. Seorang wanita tidak memerlukan rahim untuk mencapai orgasme. Baik vagina maupun kelenjar getah bening panggul tidak diangkat.Hal ini jarang digunakan sebagai satu-satunya pengobatan kecuali untuk wanita dengan kanker serviks stadium dini yang mungkin ingin memiliki anak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis yang dipanaskan oleh listrik (prosedur ini disebut LEEP atau LEETZ). Jika kanker telah menyebabkan rasa sakit atau perdarahan. Histerektomi  Histerektomi sederhana: Rahim diangkat. dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim.Risiko kanker kambuh kembali sesudah pendekatan ini cukup rendah. jaringan di dekatnya. Rahim dapat diangkat dengan cara operasi di bagian depan perut (perut) atau melalui vagina. bagian atas vagina yang berbatasan dengan leher rahim.  Dampak seksual dari histerektomi: Setelah histerektomi. Histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul: pada operasi ini.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Konisasi Sepotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim.Dalam sebuah penelitian. dan lebih jarang juga digunakan pada beberapa kasus stadium II. dan beberapa kelenjar getah bening yang berada di daerah panggul. operasi sebenarnya bisa memperbaiki kehidupan seksual seorang wanita dengan cara menghentikan gejala-gejala ini.Metode ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam rahim. Trachelektomi Sebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan wanita muda tertentu dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. namun risiko keguguran lebih tinggi daripada wanita normal pada umumnya. Operasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan melalui bagian depan perut dan kurang sering melalui vagina. pengobatan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh sel-sel kankernya telah diangkat. tingkat kehamilan setelah 5 tahun lebih dari 50%. Hal ini juga digunakan untuk stadium pra-kanker serviks (o).Kelenjar getah bening di dekatnya juga diangkat. seorang wanita tidak bisa menjadi hamil.Setelah biopsi.Pendekatan ini dapat digunakan untuk menemukan atau mengobati kanker serviks tahap awal (0 atau I). Histerektomi digunakan untuk mengobati beberapa kanker serviks stadium awal (I). Sebuah histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul adalah pengobatan yang umum digunakan untuk kanker serviks stadium I. Setelah operasi ini. jaringan (berbentuk kerucut) diangkat untuk diperiksa di bawah mikroskop. meskipun demikian. tetapi tidak mencakup jaringan yang berada di dekatnya. Jika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker atau pra-sel kanker. beberapa wanita dapat memiliki kehamilan jangka panjang dan melahirkan bayi yang sehat melalui operasi caesar. jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi konisasi. terutama pada wanita muda. Setelah operasi ini. seorang wanita masih dapat merasakan kenikmatan seksual. seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. Setelah operasi ini. 21 .

Radioterapi ada 2 jenis.Akhir-akhir ini. kesenangan. Jika kandung kemih telah diangkat. Salah satu metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy. yaitu dibuat lubang pembukaan di perut dimana kotoran dapat dikeluarkan. Hal ini dilakukan dengan kolostomi. Urine dapat dikosongkan dengan menempatkan sebuah tabung kecil (disebut kateter) ke dalam lubang kecil di perut tersebut (disebut: urostomi). dan orgasme. Jika rektum dan sebagian usus besar diangkat. Sepotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih baru. dubur. Atau urin bisa mengalir ke kantong plastik kecil yang ditempatkan di bagian depan perut. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada umumnya menderita Anemia. untuk pulih dari operasi ini. dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk mengobati kanker serviks yang berada antara stadium IB hingga IVA. Yaitu. sebuah cara baru untuk menyimpan dan membuang air kecil diperlukan.Baik radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioaktif untuk memberikan radiasi 22 . Jika vagina diangkat. pada jenis operasi ini: kandung kemih.Namun wanita yang pernah menjalani operasi ini tetap dapat menjalani kehidupan bahagia dan produktif. antara lain bila ukuran tumornya lebih besar dari 4 cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke jaringan lainnya (di luar serviks). misalnya ke kandung kemih atau usus besar. biasanya dokter akan memberikan radioterapi (external maupun internal).Atau ahli bedah mungkin dapat menyambung kembali usus besar sehingga tidak ada kantung di luar tubuh yang diperlukan. Sebelum radioterapi dilakukan. biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda menderita Anemia. sebuah vagina baru yang terbuat dari kulit atau jaringan lain dapat dibuat/direkonstruksi.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Ekstenterasi Panggul Selain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas. sebuah cara baru untuk melewati kotoran/feses diperlukan. transfusi darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi dijalankan. vagina. Operasi ini digunakan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya.Sedangkan radioterapi internal berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam rahim/leher rahim Anda selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya. Diperlukan waktu lama. Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan. dan sebagian usus besar juga diangkat.  Radioterapi untuk Kanker Serviks Radioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ kewanitaan. 6 bulan atau lebih.Dengan latihan dan kesabaran.Untuk itu.Radioterapi eksternal berarti sinar X diarahkan ke tubuh Anda (area panggul) melalui sebuah mesin besar. yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal. Pada kanker serviks stadium awal.  Brachytherapy untuk Kanker Serviks Brachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak awal abad ini. mereka juga dapat memiliki gairah seksual. Beberapa mengatakan butuh waktu sekitar 1-2 tahun untuk benar benar menyesuaikan diri dengan perubahan radikal ini.

ekonomis. perbaikan dalam aspek psikologis.Untuk pasien kanker serviks. dan berapa lama pengobatan berlangsung. Menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain yang mengganggu 23 . Kadangkadang beberapa obat diberikan dalam satu waktu. Biasanya obat-obatan diberikan melalui infuse ke pembuluh darah atau melalui mulut. Tidak mempercepat atau menunda kematian 3. Waktu dimana aplikator berada di saluran kewanitaan (vagina. Yang cukup memegang peranan penting bagi kesuksesan brachytherapy adalah pengalaman dokter yang menangani. Keuntungan HDR brachytherapy adalah antara lain: pasien cukup rawat jalan. sosial dan spiritual untuk mencapai kualitas hidup yang maksimal bagi penderita dan keluarganya kalaupun meninggal penderita meninggal dalam iman.  Kemoterapi untuk Kanker Serviks Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Untuk pasien kanker endometrium yang menerima brachytherapy saja atau dalam kombinasi dengan radioterapi external. leher rahim dan/atau rahim) untuk setiap insersi adalah sekitar 2. Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian adalah proses yang normal 2. Ifosfamid. Setelah obat masuk ke aliran darah. standar perawatannya adalah 5 insersi. Sejak tahun 1960-an di Eropa dan Jepang. mereka menyebar ke seluruh tubuh.5 jam. maka biasanya HDR brachytherapy diberikan dalam beberapa insersi. HDR brachytherapy diberikan hanya dalam hitungan menit. tidak ada kemungkinan bergesernya aplikator.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 internal. Efek samping ini akan tergantung pada jenis obat yang diberikan. dosis radiasi bisa disesuaikan. Pola dasar perawatan paliatif adalah:5 1. tujuannya untuk meringankan rasa nyeri dan keluhan lain. jumlah/dosis yang diberikan. Perawatan paliatif Ditujukan pada penderita kanker terutama yang tidak mungkin sembuh. maka diperlukan total 2 insersi dengan masing-masing waktu sekitar 1 jam. Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping. Obat yang dapat diberikan antara lain Cisplatin. Carboplatin. mulai diperkenalkan sistem HDR(high dose rate) brachytherapy.Untuk mencegah komplikasi potensial dari HDR brachytherapy.

24 .10 Prognosis Prognosis sangat baik pada kanker tingkat awal di mana angka kesembuhan hampir 100% pada stadium prainvasif. Umur penderita 2.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 4. Kemampuan tim yang menangani 8. Keadaan umum penderita 3. Berusaha memberikan dukungan kepada keluarga yang berduka.5 Pencegahan sekunder dengan melakukan skrining/deteksi dini melalui pemeriksaaan sitologi vagina (Pap Smear) pada orang-orang yang belum menunjukkan gejala-gejala klinik.11 : 90%-100% : 80%-90% : 60%-70% : 30%-40% : 0%-10%. 1. Tujuan dilakukan skrining untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas dalam masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan berupa promosi/penyuluhan mengenai:5 ● ● ● ● ● Menghindari kawin muda Menghindari ganti-ganti pasangan seksual Menjaga kesehatan secara umum Jangan melahirkan banyak anak Tidak merokok Penyebaran informasi ini dilakukan seluas-luasnya kepada masyarakat melalui media massa maupun lewat kegiatan Posyandu. PKK. perkembangan. Ciri-ciri histologi sel tumor 7. Darma Wanita. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya 6. Status sosioekonomi penderita 4. Tingkat keganasan klinik 6. Gambaran makroskopis kanker 5. Sarana pengobatan yang ada Angka kelangsungan hidup lima tahun (five years survival rate)5 Stadium 0 Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV 1. bahayanya pada stadium lanjut serta pencegahannya) dan membangkitkan peran serta masyarakat sehingga mampu dan mau ikut serta menyampaikan pesan-pesan kanker. Faktor-faktor menentukan antara lain: 8 1. Menjaga keseimbangan dalam aspek psikologi dan aspek spiritual 5. dan sebagainya. Kegiatan ini hendaknya dapat memberi pengertian akan sifatsifat kanker ( penyebab. pencegahan Pencegahan primer yaitu segala kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan/mengurangi resiko terjadinya Karsinoma Serviks.

deteksi dini. kemauan. sepakat untuk mengembangkan suatu model Penanggulangan Kanker Terpadu (PKTP) dalam skala yang lebih kecil yaitu di tingkat Dati II.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Dengan pemeriksaan Pap Smear. Lokakarya kanker tahun 1993. telah dipilih Kabupaten Sidoarjo Propinsi Jawa Timur dan selanjutnya akan dikembangkan secara nasional.Sariawan . dan membina partisipasi masyarakat. Strategi penanggulangan kanker melalui model PKTP ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu penurunan angka kesakitan dan kematian akibat kanker dan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker.Menopause dini . Uji coba PKPT.7 Penanggulangan kanker di Indonesia telah dirintis oleh pemerintah sejak tahun 1988.Meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi (kekurangan sel darah putih) .Trauma syaraf 2. cepat. karsinoma serviks dalam stadium dini dapat ditemukan sehingga banyak wanita diselamatkan dari kanker. Dengan dukungan WHO. yaitu: pencegahan primer. Pasca kemoteraphy .Sakit maag dan muntah (dokter bisa memberikan obat mual/muntah) . Pemeriksaan ini sederhana. yaitu meningkatkan kesadaran. Menurut GBHN 1993 dan Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 menekankan pentingnya menggerakkan . mendorong. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan kesehatan.5 1.Kelelahan . Persyaratan lain untuk melakukan Pap Smear adalah dilakukan pada setiap saat kecuali pada masa haid.Emboli paru . Pasca radiotheraphy 25 . tetapi pada wanita kelompok resiko tinggi pemeriksaan lebih sering yaitu 3-6 bulan. terapi serta rehabilitasi dan perawatan paliatif/bebas nyeri. pada tahun 1989 disusun Pokok-pokok Penanggulangan Kanker di Indonesia yang menggambarkan upaya kesehatan paripurna dalam penanggulangan kanker. tidak sakit dan tidak merusak jaringan serta biayanya relatif murah. dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat.Hilangnya kemampuan menjadi hamil (infertilitas) 3. yaitu dengan dibentuknya Komite Nasional Penanggulangan Kanker.Gangguan berkemih .Pendarahan atau memar bila terjadi luka (akibat kurang darah) . Pasca operatif .12 komplikasi 1.Fistula ureter atau kandung kemih . Dianjurkan dilakukan sekali dalam setahun bagi wanita yang sudah melakukan senggama.Sesak napas (dari rendahnya jumlah sel darah merah) .Kehilangan nafsu makan .Kerontokan rambut jangka pendek .Obstruksi saluran cerna .

sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". 26 . Islam telah melarang pergaulan yang dipenuhi dengan ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita).Yakni untuk menjaga kehormatan dan menghindarkan dari perbuatan yang mengarah dosa dan kekejian."Saudara ipar adalah maut (petaka).‖ maka seorang sahabat dari Anshar bertanya. hubungan antara pria dan wanita telah diatur dengan batasan-batasan. PANDANGAN ISLAM TERHADAP IKHTILAT Pembahasan tentang ikhtilat sangat penting untuk menjawab persoalan di atas. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.‖ [HR Bukhari dan Muslim]. Karenanya. untuk membentengi gejolak fitnah yang membahayakan dan mengacaukan kehidupan."Bagaimana pendapat engkau tentang saudara ipar. yaitu ditetapkannya larangan mengumbar aurat dan perintah untuk menjaga pandangan mata kepada obyek yang tidak diperbolehkan. yang rambu-rambunya sangat mendapat perhatian dalam Islam.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 - Kelelahan Sakit maag Sering ke belakang (diare) Mual Muntah Perubahan warna kulit (seperti terbakar) Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama menyakitkan Menopause dini Masalah dengan buang air kecil Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia) Rendahnya jumlah sel darah putih Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema) 3. yaitu berduanya seorang lelaki dengan seorang perempuan di tempat sepi. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang artinya): Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. Yaitu berkait dengan ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi manusia dari segala gangguan. Dalam hadits di bawah ini. wahai Rasulullah?‖Rasulullah menjawab.Yang dimaksud ikhtilat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan kaum lelaki untuk lebih berhati-hati dalam masalah wanita. Dalam Islam. Terlebih lagi dalam masalah mu'amalah (pergaulan) dengan lain jenis. "Berhati-hatilah kalian dari menjumpai para wanita.Dalam hal ini menyangkut pergaulan antara sesama manusia. lantaran perbuatan itu hanya akan mencelakakan diri dan agamanya. dan memelihara kemaluannya. PERINTAH MENJAGA AURAT DAN MENAHAN PANDANGAN Di antara keindahan syariat Islam. Memahami dan menjelaskan etika pelayanan kesehatan dari sudut pandang agama islam.

maka menjadi kewajiban kaum Muslimah untuk menjatuhkan pilihan kepadanya. Seorang muslimah yang keadaannya benar-benar dalam kondisi terhimpit dan tidak ada pilihan. akan tetapi Islam pun menetapkan larangan melihat aurat sesama jenis. bila seorang wanita mudah menemukan dokter wanita yang cakap menangani penyakitnya. semisal persalinan ataupun jika harus melakukan pembedahan. [HR Muslim] IDEALNYA MUSLIMAH BEROBAT KE DOKTER WANITA Hukum asalnya. atau ayah suami mereka. flu batuk pilek sampai pada keadaan genting. atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayanpelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita . dan dokter lelaki melayani kaum lelaki secara khusus kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. . apabila ada dokter umum dan dokter spesialis dari kaum Muslimah. Bila memang dalam keadaan darurat dan terpaksa. Lajnah Dâ-imah juga menfatwakan. (maka) ia boleh pergi ke dokter lelaki.Allah Ta`ala menyebutkan dalam firman-Nya surat al-An'âm/6 ayat 119: "(padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu.Bagian pelayanan lelaki dan bagian pelayanan wanita masing-masing disendirikan. baik karena tidak ada ada seorang dokter muslimah yang mengetahui penyakitnya maupun memang belum ada yang ahli. atau ayah mereka. seperti untuk pemeliharaan dan penyelamatan jiwa dan raganya. bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ―Janganlah seorang lelaki melihat kepada aurat lelaki (yang lain). atau wanita-wanita Islam. atau putera-putera suami mereka. dan janganlah seorang wanita melihat kepada aurat wanita (yang lain)". maupun antara sesama wanita. Syaikh Bin Bâz rahimahullah mengatakan: ―Seharusnya para dokter wanita menangani kaum wanita secara khusus. . dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka. atau putera-putera saudara perempuan mereka. dan memelihara kemaluan mereka. tidak bisa ditawar-tawar. agar masyarakat terjauhkan dari fitnah dan ikhtilat yang bisa mencelakakan. baik antara lelaki dengan lelaki lainnya. Islam memang membolehkan untuk menggunakan cara yang mulanya tidak diperbolehkan. tidak hanya untuk yang berlawan jenis. atau saudara-saudara mereka.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka. dan janganlah menampakkan perhiasan mereka.Selama mendatangkan maslahat. kecuali kepada suami mereka. dari ayahnya. Larangan melihat aurat. Disebutkan dalam sebuah hadits: "Dari ‗Abdir-Rahman bin Abi Sa`id al-Khudri. tetapi harus mengikuti rambu-rambu yang wajib untuk ditaati. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. atau putera-putera mereka.Meski hanya sekedar keluhan yang paling ringan.Keberadaan mahram adalah keharusan.Inilah kewajiban semua orang‖. ia tidak boleh membuka aurat atau berobat ke seorang dokter lelaki. Sehingga tatkala seorang muslimah terpaksa 27 ." [an-Nûr/24: 30-31]. Kalau tidak memungkinkan maka ia boleh melakukannya. Berkaitan dengan masalah itu. kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya)" Meskipun dibolehkan dalam kondisi yang betul-betul darurat.Tidak berlaku secara mutlak.

meskipun sudah ada perawat wanita –umpamanya. dan ini lebih baik untuk menjauhkan dari kecurigaan. Tidak berduaan dengan sang dokter di kamar praktek atau ruang periksa. dan kaki. ia harus didampingi mahram atau suaminya saat pemeriksaan.INDAH KUSUMO WARDANI PUTERI 1102010129 A18 harus bertemu dan berobat kepada dokter lelaki. tangan. Jika obyek pemeriksaan menyangkut aurat wanita. 28 .Syarat ini disebutkan Syaikh Bin Bâz rahimahullah untuk pengobatan pada bagian tubuh yang nampak.maka keberadaan suami atau wanita lain (selain perawat) tetap diperlukan. seperti kepala.