KEJANG PADA ANAK

Oleh: Nia Kania, dr., SpA., MKes

Kejang merupakan suatu manifestasi klinis yang sering dijumpai di ruang gawat darurat. Hampir 5% anak berumur di bawah 16 tahun setidaknya pernah mengalami sekali kejang selama hidupnya.1 Kejang penting sebagai suatu tanda adanya gangguan neurologis. Keadaan tersebut merupakan k eadaan darurat. Kejang mungkin sederhana, dapa t berhenti sendiri dan sedikit memerlukan pengobatan lanjutan, atau meru pakan gejala awal dari penyaki t berat, atau 2 cenderung menjadi status epileptikus. Tatalaksana kejang seringkali tidak dilakukan secara baik. K arena diagnosis yang salah atau penggunaan obat yang kurang tepat dapat menyebabkan kejang tidak terkontrol, depresi nafas dan rawat inap yang tidak perlu. Langkah awal dalam menghadapi kejang adalah m emastikan apakah gejala saat ini kejang atau bu kan. Selanjutnya melakukan ide ntifikasi 2 kemungkinan penyebabnya. PATOFISIOLOGI Kejang adalah manifestasi klinis khas yang berlangsung secara intermitten dapat berupa gangguan kesadaran, tingkah laku, emosi, motorik, sensorik, dan atau otonom yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik yang berlebihan di neuron otak. 1,3 Status epileptikus adalah kejang yang terjadi lebih dari 30 menit atu kejang berulang lebih dari 30 menit tanpa disertai pemulihan kesadaran.2 Mekanisme dasar terjadinya kejang adalah peningkatan aktifitas listrik yang berlebihan pada neuron-neuron dan mampu secara berurutan merangsang sel neuron lain secara bersama-sama melepaskan muatan listriknya. Hal tersebut diduga disebabkan oleh; 1] kemampuan membran sel sebagai pacemaker neuron untuk melepaskan muatan listrik yang berlebihan; 2] berkurangnya inhibisi oleh neurotransmitter asam gama ami no butirat [GABA]; atau 3] men ingkatnya eksitasi sinaptik oleh transmiter asam glutamat dan aspartat melalui jalur eksitasi yang berulang. 3,4,5 Status epileptikus terjadi oleh karena proses eksitasi yang berlebihan berlangsung terus menerus, di samping akibat ilnhibisi yang tidak sempurna. 6 KRITERIA KEJANG Diagnosis kejang ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan penunjang, sangat penting membedakan apakah serangan yang te rjadi adalah kejang atau serangan yang meny erupai kejang. Perbedaan diantara keduanya adalah pada tabel 1:

Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung, 12 Februari 2007.

1

Kejang parsial (fokal. Klasifikasi kejang I. Saat ini klasifikasi kejang yang umum digunakan adalah berdasarkan Klasifikasi International League Against Epilepsy of Epileptic Seizure [ILAE] 1981. Perbedaan antara kejang dan serangan yang menyerupai kejang Keadaan Onset Lama serangan Kesadaran Sianosis Gerakan ekstremitas Stereotipik serangan Lidah tergigit atau luka lain Gerakan abnormal bola mata Fleksi pasif ekstremitas Dapat diprovokasi Tahanan terhadap gerakan pasif Bingung pasca serangan Iktal EEG abnormal Pasca iktal EEG abnormal Sumber: Smith dkk (1998). 2 . Sumber: 7 Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung. Tabel 2. Absens B. yaitu dapat dilihat pada tabel 2. selanjutn ya perlu ditentukan jenis kejang. Kejang parsial kompleks C. III.Tabel 1. Tonik-klonik F. Mioklonik C.3 Kejang Tiba-tiba Detik/menit Sering terganggu Sering Sinkron Selalu Sering Selalu Gerakan tetap ada Jarang Jarang Hampir selalu Selalu selalu Menyerupai kejang Mungkin gradual Beberapa menit Jarang terganggu Jarang Asinkron Jarang Sangat jarang Jarang Gerakan hilang Hampir selalu Selalu Tidak pernah Hampir tidak pernah jarang KLASIFIKASI Setelah diyakini bahwa serangan ini adalah kejang. Klonik D. Kejang parsial yang menjadi umum Kejang umum A. Tonik E. 12 Februari 2007. lokal) A. Atonik Tidak dapat diklasifikasi II. Kejang fokal sederhana B.

dan hitung jenis. hiponatremia. infeksi. gagal hati. gangguan elektrolit. defisiensi piridoksin. pungsi lumbal. ga gal ginjal. 2 terpapar zat toksik. hipokalsemia. elektroensefalografi. obatobatan. ensefalitis Gangguan metabolik: hipoglikem ia. keluhan neurologis. setelah diyakini bahwa serangan saat ini adalah kejang adalah mencari penyebab kejang. dan neuroradiologi. Pemeriksaan yang dianjurkan pada pasien dengan kejang pertama adalah kadar glukosa darah. Untuk menentukan faktor penyebab dan komplikasi kejang pada anak. 2 Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung. nyeri atau cedera akibat kejang. trauma. Adapun etiologi kejang yang tersering pada anak dapat dilihat pada tabel 3. 8 Pemeriksaan fisis dimulai dengan tanda-tanda vital.2 karena kejang dapat diakibatkan berbagai macam etiologi. kondisi medis yang berhubungan. diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang yaitu: laboratorium. atau adanya kelainan neurologis fokal. mencari tanda-tanda trauma akut kepala dan adanya kelainan sistemik. 3 . Tabel 3. 2 Ditanyakan riwayat kejang sebelumnya. 12 Februari 2007. gangguan metabolik bawaan Trauma kepala Keracunan: alkohol. elektrolit. Pemilihan jenis pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan kebutuhan. Penyebab tersering kejang pada anak - - Kejang demam Infeksi: meningitis. hipoksemia. kemudian mencari kemungkinan adanya fakt or pencetus atau penyebab keja ng. idiopatik Sumber: 1 DIAGNOSIS Anamnesis dan pemeriksaan fisi s yang baik diper lukan untuk memilih pemeriksaan penunjang yang terarah dan tatalaksana selanjutnya. 8 Bila terjadi penurunan kesada ran diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari faktor penyebab. gejala-gejala infeksi. teofilin Penghentian obat anti epilepsi Lain-lain: enselopati hipertensi. Penentuan faktor peny ebab kejang sangat menentukan untuk tatala ksana selanjutnya. perdarahan intrakra nial. t umor otak. Anamnesis dimulai dari riwayat perjalanan penyakit sampai terjadinya kejang.ETIOLOGI Langkah selanjutnya.

5 menit: .Cari tanda-tanda trauma. .Bila kejang masih berlangsung siapkan intubasi dan kirim ke unit perawatan intensif. 12 Februari 2007.Berikan fenobarbital 10 mg/kgbb.Dapat diberikan dosis ulangan fenitoin 5 – 10 mg/kgbb sampai maksimum dosis 30 mg/kgbb. dapat diberikan dosis tambahan 5-10 mg/kg dengan interval 10 – 15 menit..Yakinkan bahwa aliran udara pernafasan baik . pemeriksaan umum dan neurologi secara cepat .Pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan. 30 menit .Pemasangan akses intarvena . kelumpuhan fokal dan tanda-tanda infeksi 5 – 10 menit: .Pengambilan darah untuk pemeriksaan: darah rutin. elektrolit. elektrolit . 10 – 15 menit . .Cenderung menjadi status konvulsivus . Lakukan koreksi sesuai kelainan yang ada. glukosa. Makin lama kejang berlangsung makin sulit menghentikannya.5 mg/kgbb (berat badan < 10 kg = 5 mg. Dosis diazepam intravena atau rektal dapat diulang satu – dua kali setelah 5 – 10 menit.Berikan fenitoin 15 – 20 mg/kgbb intravena diencerkan dengan NaCl 0. 9 Penghentian kejang: 7. berikan oksigen .Jika didapatkan hipoglikemia.9% . atau diazepam rektal 0. gula darah. seperti analisis gas darah.5 mg/kgbb secara intravena.2 – 0. 4 . Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung.Pemberian diazepam 0.Bila keadaan pasien stabil. berikan glukosa 25% 2ml/kgbb. oleh karena itu tatalaksana kejang umum yang lebih dari 5 menit adalah menghentikan kejang dan mencegah terjadinya status epileptikus.TATALAKSANA Status epileptikus pada anak m erupakan suatu kegawatan yang mengancam jiwa dengan resiko terjadinya gejala sisa neurologis. lakukan anamnesis terarah. . 9 0 .Monitoring tanda vital. berat badan > 10 kg = 10 mg). pertahankan perfusi oksigen ke jaringan. Awasi tanda -tanda depresi pernafasan.

3-0. 5 . 20 mg) atau DIAZEPAM (rektal 5 mg (BB<10kg) 10 mg (BB>10kg 0-5 menit KEJANG (-) KEJANG (+) (A) Diulang interval 5 menit 5-10 menit KEJANG (+) KEJANG (-) Fenitoin: 12 jam kemudian 5-7 mg/kgbb Fenitoin bolus IV 15-20 mg/kgBB Kecepatan: 25mg/menit KEJANG (+) 10-15menit Fenobarbital IV/IM 10-20 mg/kgbb KEJANG (-) Fenobarbital 12 jam kemudian 3-4 mg/kgbb KEJANG (+) ICU Midazolam: 0.2 mg/kgbb Fenobarbital: 5-10 mg/kgbb Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung. 12 Februari 2007.Penanganan kejang bisa dilihat pada algoritma penanganan kejang sebagai berikut: KEJANG DIAZEPAM(iv) 0.5 MG/KG (maks.

Pediatr Clin North Am 2001. DeAngelis CD. 7. Edisi ke-1. 5. Najm I. New York: MCGraw-Hill. Drislane FW. Smith DF. Propo sal for revised clinical and electroencephalographic classification of epileptic seizures. ed. dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi un tuk mencari penyebab kejang. Hanhan UA. 20:285-9. Ying Z. 1999. Mechanisms of epileptogenesis. Feigen RD. An Atlas o f epilepsy. 22:489-501. Em Med Clin North Am 1999. Selec ted topic in emergency medicin e. Orlowski JP. Seizures and epilepsy. Ed. Status epilepticus. Dalam: Kandel ER. pemeriksaan klinis neurologis. 3. Setelah kejang teratasi dilakukan anamnesis. 4. Zempsky WT. Tatalaksana kejang yang adekuat dibutuhkan untuk mencegah kejang menjadi status konvulsivus. Kejang dapat berhenti sendiri. Daftar Pustaka 1. Scwartz JH. h. 12 Februari 2007. Marland T. 6 . Neurol Clin 1998. Evaluatin and diagnostic testing evaluation of the patient with seizures. Janigro D. 16:257-84. Appleton PR. 9. An evidence based approach. 83:415-19. 19:237-50. Scott R. 2. Warshaw JB. h. Kyriakedes CG. Appleton RE. Roth HI. Commission on Classification a nd Terminology of the Internat ional League Against Epilepsy. Principal of neural scie nce. 940-55. Chadwick DW. Choonara I. Epilepsia 1981.KESIMPULAN Penanganan kejang pada anak dimulai dengan memastikan adanya kejang. Neurol Clin North Am 2001. Arch Dis Child 2000. Westbrook GL. 6. Jessel TM. 2000. Bradford JC. 1998.48:683-94. Seizures. Phillips B. 8. 15-23. Fiallos MR. Disampaikan pada acara Siang Klinik Penanganan Kejang Pada Anak di AMC Hospital Bandung. Oski’s pediatrics. Whitehouse W. MacKenzie JM. New York: The Parthenon Publishing Group. Philadelphia: Lippincot Williams & Wilkins. atau memerlukan pengobatan sa at kejang. h. Dalam: McMilan JA. The treatment of convulsive status epilepticus in children. Ev idence based emergency medicin e. Schweich PJ. 566-89.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful