DK3 week 8

DK 1 Week 8 UNCLEAR TERM : 1 Kanker nasofaring

mb Rina : kelainan yg terjadi berhubungan dengan hidung dan faring Mega : Dorland. Kelainan neoplastik pada bagian faring yang terletak diatas palatum lunak

2

Radioterapi

febri : Dorland : pengobatan penyakit dengan radiasi ionisasi yang dipajankan thd sinar radiasi yang dimasukkan langsung dalam jaringan

3

Formula enteral

Hana : kamus gizi (makanan dalam bentuk cair….) Nanda: tidak hanya lewat ngt tapi bisa lewat oral Mb riris : makanan yang dr tekstur berubah, dr ….. Mb Rosy : Makanan yang diberikn bertahap diberikn sesuai kondisi pasien Febri: perubahan tipe makanan dengan lebih dari satu cara yg dapat dugunakan bersamaan (krause) Friska : kamus gizi : makanan dlm bntuk caian infuse yang dimasukkan ke pembuluh darah vena Mega: diberikan melalui v.perifer atau sentral Febri: bntuk lengkap nutrient tdd protein gula lemak vit. Mineral melaui iv (thompson, 2011)

4

Makanan peralihan

5

Makanan parenteral

1. Mb Nanda - kanker nasofaring = mb Rina : kelainan yg terjadi berhubungan dengan hidung dan faring Mega : Dorland. Kelainan neoplastik pada bagian faring yang terletak diatas palatum lunak 2. Mb Rahma – radioterapi = febri : Dorland : pengobatan penyakit dengan radiasi ionisasi yang dipajankan thd sinar radiasi yang dimasukkan langsung dalam jaringan 3. Derinda – formula enteral = Hana : kamus gizi (makanan dalam bentuk cair….) 4. Suci – makanan peralihan = Mb riris : makanan yang dr tekstur berubah, dr ….. Mb Rosy : Makanan yang diberikn bertahap diberikn sesuai kondisi pasien 5. Febri – makanan parenteral = Friska : kamus gizi : makanan dlm bntuk caian infuse yang dimasukkan ke pembuluh darah vena

CUES : Mb rahma : u/ merencanakan formula makanan yang tepat untuk kanker nasofaring. Mega : AG mampu merencanakan asuhan gizi untuk tn AK yang menderita kanker nasofaring std IV dan menjalani radioterapi Febri : AG mampu merencanakan dan mengevaluasi jenis makanan yang sesuai untuk penderita kanker nasofaring agar keb zat gizi tercukupi dgn mndptkn makanan pealihan yg tepat Fildzah : lebih ke perencanaan makan secara langsung Mb riris : lebih setuju dgn febri, untuk upaya memperbaiki st gizi. Mega : lgsg ke bntuk makanan yng sesuai untuk pasien kanker nasofrg. Mb rahma : setuju dgn mega Mb aruni : AG mampu merencanakan dan membuat/memodifikasi Mb rosy : mengatasi kesulitan menelannya dl atw spt apa? Fildzah : kesulitan menelan dimasukkan ke cues atau dibahas di PI?

Kesimpulan : AG mampu merencanakan dan membuat makanan peralihan mulai dari formula parenteral – oral sesuai kondisi pasien kanker nasofaring std IV yg sdg menjalani radioterapi

PROBLEM IDENTIFICATION 1. (Febri) . bgmn patofis, ss, etiologi, faktor resiko, dan komplikasi kanker nasofrg tsb? Mb riris : etiologi - kemungkinan komplikasi dr sinusitis. Kesulitan menelan lebih kpada efek terapi radioterapi. Diah : komplikasi : kesulitan menelan  menurunkan status gizi Kes : etiologi - kemungkinan komplikasi dr sinusitis. Kesulitan menelan lebih kpada efek terapi radioterapi. Shg menurunkan status gizi

Patofis Febri: dimulai mutasi gen, pertumbuhan diluar kendali, metastase, nasofaring terjadi di sel2 mukosa Riris: mengaktikan virus melelui kons. Ikan asin, stimulasi pertumbuhan sel, aktivasi pertm. Sel kanker, penekan tuba eustachius dan penyumbatan tuba Friska: metastase sel kanker, pertumbuhan dan perkembangan sel kanker

Nanda: virus masuk dlm tubuh dlm bntuk tdk aktif, butuh mediator, sel limfosit menimbulkan infeksi baru (virus mati, virus hidup sel mati, interaksi sel dan virus menjadi sel ganas>sel kanker) Etiologi: Mega: ebv virus ada dlm tubuh, aktif jika ada mediator (ikan asin, nitrosamin, asap, bahan kimia Rina: genetik, radang kronis, lingkungan dan kebiasaan (merokok) Diah: kelaina HLA Type: kreatininisi-squmosa, non kreatinisi, undiferensial Ss Aruni: epitaksis, sumbatan pada hidung, pembesaran kel.limfa, menjalar ke syaraf, pusing, pendengaran berkurang Derinda: dini: tinitus, hdung tersumbat, gerakan bola mata terbatas, dll Mega: nyeri leher dan kepala, menurunnya daya penglihatan, kurang nafsu makan, rambut rontok, depresi Friska: sesak mimisan kehilangan bb Fktor resiko Suci: rokok, alkohol (cenderung lebih positif terkena kanker), usia, Rahma: makanan diawetkan dan diasap Rosy: etnis (amerika, cina), riwayat keluarga Febri: Aruni: zat karsinogen (sifat, jumlah, lama terpapar) Diah: terpapar formaldehid (debu kayu yg berterbangan) Komplikasi Hana: pasien mendapat radioterapi> xerostomia, hipoblastial, kehilangan pendengaran sensoneural Aruni: metastase ke paru2, tulang dan hati Rina: ke ginjal dan limfe

2. (Mega) Macam2 std kanker nasofrg dan penjelasannya? LO Fildzah: tnm Tumor, lokal nodul, metastase (stage 1-4c)

St.iv: tumor intrakrannial, mempengaruhi hipofaring Ada yg menyebar, ada yg belum, ada yg 1 atau kedua bagian Rosy: st.4a: tumor tumbuh menjalr di tengkorak, mata, kanker menjalar ke getah bening sekitar 6cm atau lebih 3. (Suci) . apa saja bentuk penanganan yang tepat dan dampaknya (thd zat gizi) untuk pasien kanker nasofaring std 4? Mb rosy : pembedahan, radioterapi, kemoterapi, imunoterapi. Dampaknya : LO Rahma: radioterapi dengan kemoterapi> meningkatkan angka hidup 5th dari 32-56% menjadi 71%. Kegagalan radioterapi sekitar 50-80% pada st.3 Dampak kemo: mengganggu sintesa dna, transkripsi dan kerja DNA Kronis: efek imunosupresi Radioterapi: kesulitan menelan akibat edma dan mukositis orofaring, menyebabkan disfagia dan penurunan saliva Diah: radio dan kemo Obat kemo dimasukkan, lalu disinari dan sbliknya Lebih efektif yg adjuvant Saat slsei disinari, kulit menjadi hitam Mega: Radio, kemo (mual, muntah, mukositis, penurunan absorb gizi), operasi

4. (Mb rosy). Apkh ada hubungan radioterapi yg dijalani pasien dengan kesulitan menelan? Mb riris : radioterapi efeknya mulut kering, luka, kehilangann nafsu makan, nausea, mempengaruhi penyerapan juga (zat gizi scara keseluruhan)

Suci: Rina: efek radio terapi menyebabkan kesulitan menelan akibat edema dan mukositis> penurunan saliva> disfagia Derinda: mulut meradang, sariawan, intake menurun

5. (Filzah). Bgmn hubungan kanker nasofrg dgn kesulitan menelan? Mb nanda : kesulitan menelan karena kanker dan bs juga karena radioterapi Mb rahma : kesulitan menelan lebih Karena radioterapi.

Mega : tdk ada benjolan pada daerah tsb.

Mega: kesulitan menelan terjadi karena sumbatan lumen esofagus> luka>makanan masuk> rasa sakit saat menelan Tumor> saraf n5,7,9,10,12 Nanda: gang.saraf 9> karena hemiparese, konstriktor faringeus> kesulitan menelan 10> disfagia Rahma: st.4>terjadi pembengkakan nasofaring>kesulitan menelan

6. (PARENTERAL) a. jumlah zat gizi b. jml cairan, c. frekuensi, d. jalur pemberian e. efek pemberian f. contoh formula g. macam/ jenis h. indikasi pemberian (parsial dan total) i. jangka waktu pemberian j. kapan bisa berpindah dari parenteral-enteral, parenteral- oral k. monev 7. (ENTERAL) a. jumlah zat gizi b. jml cairan, c. frekuensi, d. jalur pemberian e. efek pemberian f. contoh formula g. macam/ jenis h. indikasi pemberian i. jangka waktu pemberian j. kapan bisa berpindah dari enteral- oral k. monev PARENTERAL Lama pemberian : 3 hr (dlm bntuk as.amino saja, lemak saja)

-

Jka hanya dekstrose dpt diberikan > 3 hr Mb rina : Peralihan parenteral ke enteral : pencernaan belum optimal Mb riris : parenteral ke enteral bukan peralihan (bs diberikan barengan) Riris: pasien tdk bs menyerap nutrien mllui GIT Deri: pemberian nutrisi melalui aliran darah, meningkatkan hiperglikemi, parsial dan total Mega: parsial: tdk mmpu mencerna, istirahatka lmbung, terapi Total: malnutrisi berat, penurunan bb, sal cerna, suplementasi oral tdk cukup, ggl jantung, aids, dll Friska: cairan pekat>perifer, encer Osmolaritas 800-900

-

ENTERAL Lama pemberian : Status gizi baik diberian 7-9 hr. status gizi rendah dpt diberikan 57 hr. Friska: tinggi kalori, osmolaritas = cairan tubuh, cairan 350-400ml, mudah diabsorbsi, tanpa/ kurang laktosa, bebas purin dan kolesterol Fildzah: akses Lama pemberian, derajt,,,ada tidaknya penyerapan normal, operasi, viskositas formula Rahma: git baik, mmpertahankan cairan elektrolit, tdk dpt mngkonsumsi scra oral Rina: jalur masuk makanan, ukuran pipa maknan, volume formula yg dgunakan, toleransi sstem sal.cerna pasien, kondisi klinis Mega: hipermetab, asupan oral kurang mencukupi, osm = <500 mosm/kg air Cair 80% dari osmolaritasnya

-

ORAL Mb riris : Enteral ke oral (peralihan) Diberikan saat kondisi lambung sdh membaik dan fx menelan

Mb rina. Brp lama makanan parenteral – entral boleh diberikan untuk pasien? Diah: vena perifer max 2 minggu Mega: jika tdk mgkin> lwt vena sentral Enteral dan oral tdk mencukupi >5-7 hari Rahma: rute nasogastrik:3-4 mg, ....

Diah. Kapan mknn peralihan dapat diberikan? Rosy: fungsi git dapat berfungsi dengan baik Hana. Adakh efek pemberian formula enteral-parenteral jngka panjang? Friska: enteral: aspirasi, diare, konstipasi, mual muntah, kembung, kram, sembelit, refeeding s, hipoglikemi, dehidrasi Parenteral: infeksi dan sepsis, dehidrasi, uremia, hiperlipid, kelainan hati, atrofi Nanda: liver, empedu, osteoporosis, trombosis vena Mega:atrofi sel usus>penyerpan trganggu Riris: peningkatan GD, odem Febri : f75, f100, modisco Mb aruni : par – ada yg sndr2 (cth:as amino saja), ada yg campur. Yg komersil : cth diabetasol, entresol. Modisco : buatan RS (tergantung RS nya) Febri: Enteral: diabetasol nutrisol (kaseinat,dll, osm 230, pasien tdk mau mkn, susu bubuk, 2000ml, pemberian per100ml), peptisol (protein 20%, osm 400, cachexia, tetp Derinda: neromun(bedah, kanker) Riris: Blendered: makanan biasa diblender, peroral (susunannya masih kompleks) Polymeri: f75, modisco,dll (lebih mudah dicerna) Elemental:as. Amino (lebih sederhana) Formula spesifik Parenteral: tktp(insufiensi hati, ginjal) Dekstrose, AA, TG Aruni: KH 6gr, fruktosa 3 gr/kg bb, maltosa butuh insulin, lemak tg 500 mg/l, AA 50gr/hari, Ca 0,2-0,3meqxberat atom=mg, fosfat 30-4-mmol/day, zink 3-10mg, 4:2:1 glukosa: fruktosa:maltosa Fildzah:2 in 1 solution, 3in1 (1liter)

8. Intervensi diet yang tepat pada pasien a. tujuan, b. prinsip dan c. syarat dit yg sesuai dgn keadaan pasien sesuai kasus?

d. bentuk makanan yg sesuai e. perencanaan makanan peralihan f. kebutuhan suplementasi Diah: peroral> menunggu keluhan kesulitan menghilang> di coba mkanan oral ( cair jernih) Riris: benjolan, radioterapi dapat mengurangi benjolan> kesulitan makan dapat diberikan melalui sedotan Apakah semua bentuk makanan dapat diberikan bersamaan???? enteral-oral: tidak bisa diberikan bersamaan, jadi jika sudah bisa diberikan peroral makan enteral dihentikan Indikator yg digunakan untuk peningkatan perubahan bentuk makanan dari cairmakanan biasa????? Mb nanda : 30kkal x BB Mb aruni : dengan HBE (untuk BMR) kmdn dikalikan dengan Faktor Aktivitas dan Faktor Stres. FS = 2 Mega : 66,5 + (13,7 x BBI) + (5 x TB) – (6,8 x U). FA = bedrest (1)

Fildzah:kanker> persamaan ..... tidak dianjurkan HBE karena overestimate Bmr = 10bb+6,25tb-5u+5 Pakai Bba = 1267,5kkal Friska: 40kkal/bb = 1800kkal Mega: bba = 45 Aruni: af:1,2 fs: 1,4 tee= 2129,4kkal Hana: p=1,5 gr Lemak: 20% KH: sisa lemak dan protein (cukup) Fildzah : rekomendasi mkanan nya apa. Mb riris : tdk ada mslh pencernaan. Ent-par tdk terlalu lama, kalau bs diberi oral dengan bntuk yg mdh ditelan, dan dicerna. Bentuk : cair tdk terlalu panas/dingin dan mudah diserap Mega : oral makanan cair rendah kalori, apkh butuh tambahan enteral atw suplemen/spt apa. Mb rahma : pemberian makanan lumat tdk terlalu sering terkait kesulitan menelan dan bs ditambahkan enteral. Mb nanda : skrg pasien msh diberi ent-par, pemberian peralihan masih direncanakan.

Mb aruni : slama dirawat dan di RS- Sama. Status gizi sdh lbh baik dan sdh direncanakan makanan peralihan. Kemungkinan kesulitan menelan sdh tdk ada, shg bs direncanakan pemberian makann cair/lunak. Rosy: enteral parenteral, cairan continyu, langsung ke duodenum, harus dihentikan setiap 6 jam sekali Riris: enteral via oral untuk persiapan ke mknn peralihan Rina: Rosy: oral> tp masih ada kesulitan menelan, jadi tdk bisa dibekan oral (gastronomy) Aruni: gastronomi bs pakai makanan blendered (bolus) karena pipa lebih besar Diah: cair jernih diberikan pasca operasi Cair penuh: Aruni: blendered karena GIT masih berfungsi Perhatkan sosek pasien (dirawat di kelas 3), dan alasan pemberian bentuk makanannya Febri: formula komersial mahal shg tdk mmungkinkan jadi pakai makanan blender karena lebih terjangkau Bgmn kondisi pasien saat ini? (kesulitan menelan). Krn kesulitan menelan, dy mendpatkn ent-par, setelah radioterapi bgmn? Apakh bs mndpt oral, mix atw gmn. Mb riris : diberikn setiap 3-5 jam krg lbh 240 ml enteral Mb rosy : enteral via tube. Perlu kolaborasi dengan perawat mengenai pemberiannya. Mb aruni : menentukan melalui jalur apa bs dikolaborasikan dgn dokter, untuk pemberiannya bs dikolaborasikan dengan perawat, untuk mengetahui penyerapannya bs dengan kumbah lambung

Nanda: b12, folat, A,E,K, karnitin Friska: cromium, mangan, zink, Rahma: vit.c, vit A, vit E, kalium natrium, clorida (45-145), kalsium magnesium, fosfor Mega: entral:bolus 4-6 jam sekali, dinaikkan sampai Dinaikkan sampai 16cc per menit sampai kalori yg dikehendaki Riris: cairan 30-35ml/kgbb 1kkal=1cc Apakah enteral hanya lewat NGT saja? Dengan jalur yang bebeda, apakah sama pengaruhnya jika diberikan misal: Susu. Alasan dari dibuatnya masing2 jalur pemberian?(naso-gaster, naso-duodenal,dll.)

Mb aruni : enteral tp melalui oral (tepung susu, telur, minyak sayur dll) + parenteral (dekstrose) – (dr dekstrose 200kkal) Diberikan 3 – 4 jam sebanyak 200 ml Mb nanda: dilihat dr asupannya dan kemampuan menelannya Mb riris : dilihat dr kemampuan lambung pasien penyerapannya brp, Friska: bb 3x/mgg edema setiap hari, enteral 2x/mgg, elektrolit dll 2x/mgg Parenteral: bb setiap hari, serum elektrolit setiaphari, hb, hct, eritrosit,suhu Rina: residu lambung 4 hari (enteral) Derinda: keluhan pasien(setiap hari) Mega: enteral (residu <50 cc), kembung, distensi Enteral intermitten: sisa tidak boleh lebih dari 50%

Skill lab Hitung kebutuhan enteral pasien (frekuensi pemberian, bentuk (bolus, intermitten), dekstrose 5% = 200kkal, zat gizi makro mikro, densitas, Enteral bahan dasar susu, untuk 1x pemberian, biaya

NUMBER 1-4, 9-12, 17-20 2-8 9-12 13-16 17-20

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful