4/20/13

[102] Strategi Perlindungan Khilafah Terhadap Warganya Melalui Sistem Pengawasan (Al Hisbah)
Home Tentang Kami Daftar Agen Kontak Download

[102] Strategi Perlindungan Khilafah Terhadap Warganya Melalui Sistem Pengawasan (Al Hisbah)
Friday, 19 April 2013 20:08

SEARCH search...
Search

SEBARKAN ARTIKEL INI:

Pengawasan atas pelaksanaan peraturan dan perundangan merupakan faktor krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan pengawasan, berbagai bentuk penyimpangan dan pelanggaran aturan akan dapat diantisifasi. Hasilnya, kedhaliman dan tindakan merugikan orang lain dapat dicegah. Untuk itulah sejak awal, Islam telah mewajibkan amar ma’ruf nahyi munkar sebagai bentuk pengawasan (QS Ali Imran[3]:104). Rasulullah SAW adalah orang pertama yang membentuk sistem pengawasan dalam sejarah peradaban Islam. Dari Abu Hurairah ra, Ia berkata: ”Suatu saat Rasulullah SAW melewati ash Shub ra, tumpukan dari beberapa jenis makanan. Kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan makanan tersebut hingga jari-jemarinya basah. Lalu beliau bertanya: ”Wahai pemilik makanan, apa ini?” sang pemilik menjawab: ”Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah”. Kemudian beliau bersabda, ”Mengapa engkau tidak meletakkan ini (yang basah dan rusak) di atas makanan yang lain sehingga orang-orang dapat melihatnya. Barangsiapa yang melakukan penipuan, maka ia tidak termasuk golonganku.” (Shahih Muslim). Sa’id bin Al Ash adalah orang pertama yang diangkat menjadi pengawas di masa Rasulullah SAW. Dia bertugas mengawasi aktivitas pasar di Makkah pasca futuh. Tidak hanya laki-laki, Rasulullah SAW pun pernah mengangkat seorang pengawas dari kalangan wanita yaitu Samura binti Nahik Al Asadi. Ia tetap menjabat sebagai pengawas pasar hingga masa kekhilafahan Umar Ibnu al Khatthab ra. Pada masa kekhilafahan Abbasyiyah tugas pengawas semakin berkembang dan luas. Di samping mengontrol timbangan dan takaran, mencegah terjadinya monopoli, amar ma’ruf nahyi munkar, mereka juga mengawasi kebersihan pasar-pasar dan masjid, mengawasi para pekerja panggul agar mereka konsisten dengan pekerjaan mereka. Bahkan ia juga bertugas mengawasi para muadzin agar tepat waktu dan tidak telat dalam mengumandangkan azan untuk shalat. Bukan hanya itu, pengawas di masa Khilafah juga bertugas menerapkan hukuman dan menjatuhkan sanksisanksi terhadap para pemimpin dan penguasa yang melanggar hukum. Hal ini sebagaimana dilakukan oleh seorang pengawas terhadap Ali bin Nusytakin. Ali bin Nusytakin adalah seorang komandan senior yang membawahi seratus anggota pasukan berkuda (kavaleri). Ia juga termasuk kolega dekat Sultan Mahmud bin Malik Shah, dari Bani Saljuk. Setelah semalaman menemani Sultan Mahmud meminum khamer, Ali pulang memacu kudanya dengan diikuti kawalan seratus anggota pasukan di belakangnya. Seorang pengawas kekhalifahan yang melihat tanda-tanda mabuk pada Ali kemudian memberhentikan dan menurunkannya dari kuda seraya memerintahkan anak buahnya untuk memegangi kepala dan kaki Ali dan menderanya sebanyak empat puluh kali hingga gigi Ali patah. Sementara para pengawal dan pasukan militernya hanya bisa memandanginya tanpa berani berucap kata sedikitpun. Pengawas ini memberlakukan sanksi kepada seorang komandan di hadapan anak buahnya sendiri secara terbuka, agar menjadi pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Untuk itulah, para khalifah dan wali serta para penguasa yang lainnya berupaya mencari para pengawas yang memiliki ketrampilan, pengetahuan dan tekad yang kuat. Tidak diragukan lagi bahwa sistem pengawasan dalam Islam merupakan puncak obyektivitas dalam pemerintahan Khilafah untuk menjaga ketertiban masyarakat dan ketenangan mereka, menciptakan keamanan dan kenyamanan mereka, menjauhkan mereka dari segala hal yang dapat menimbulkan keresahan dan penderitaan, melindungi masyarakat baik materi maupun spiritual. Demikianlah strategi perlindungan Khilafah terhadap warganya melalui sistem pengawasan yang dikenalkan Islam. Wallahu ‘alam b i ash shawab . [] Roni ruslan.

TABLOID MEDIA UMAT

MediaUmat
MediaUmat [102] Strategi Perlindungan Khilafah Terhadap Warganya Melalui Sistem Pengawasan (Al Hisbah) ow.ly/2whtzS
6 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat [102] Sabar dan Ridha Terhadap Qadha’ - Sabar dan ridha terhada qadha’ (ketetapan) Allah SWT adalah di antara ... ow.ly/2whph0
7 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat [102] Membangun Pemikiran Ideologis Menuju Kebangkitan Realistis ow.ly/2whph3
7 hours ago · reply · retw eet · fav orite

MediaUmat [102] Ormas Dalam Bahaya - Sejak era reformasi pemaksaan setiap ormas untuk mencantumkan Pancasila sebagai asas ya... ow.ly/2whph1
7 hours ago · reply · retw eet · fav orite

Join the conversation

RUBRIK MEDIA UMAT
Anjangsana Aspirasi Bisnis Syariah Cermin Editorial Ekonomi Fokus Headline News Hikmah Konsultasi Kristologi Mancanegara Media Daerah Media Nasional Media Utama Mercusuar

mediaumat.com/cermin/4459-102-strategi-perlindungan-khilafah-terhadap-warganya-melalui-sistem-pengawasan-al-hisbah.html

1/2

4/20/13

[102] Strategi Perlindungan Khilafah Terhadap Warganya Melalui Sistem Pengawasan (Al Hisbah)
Muslimah News Dalam Negeri News Luar Negeri Opini Salam Redaksi Siyasah Syariyyah Sosok Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara

Anjangsana Aspirasi Bisnis Syariah Ekonomi Editorial Cermin Fokus Media Nasional Media Utama Mercusuar Muslimah News Dalam Negeri Telaah Wahyu Ustadz Menjawab Wawancara

Headline News Hikmah Konsultasi Kristologi Mancanegara Media Daerah News Luar Negeri Opini Salam Redaksi Siyasah Syariyyah Sosok

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

mediaumat.com/cermin/4459-102-strategi-perlindungan-khilafah-terhadap-warganya-melalui-sistem-pengawasan-al-hisbah.html

2/2