P. 1
ujian jiwa

ujian jiwa

|Views: 6|Likes:
Published by Ayu Lidya Rahmah
skizoafektif tipe manik
skizoafektif tipe manik

More info:

Published by: Ayu Lidya Rahmah on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2014

pdf

text

original

LONGCASE

GANGGUAN MANIK DENGAN GEJALA PSIKOTIK
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD Panembahan Senopati Bantul

Disusun oleh :
Ayu Lidya Rahmah 20070310047

Dokter Penguji :
dr. Vista Nurasti P,Sp.KJ

SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL 2013

Vista Nurasti P.KJ .HALAMAN PENGESAHAN GANGGUAN MANIK DENGAN GEJALA PSIKOTIK Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik Di Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD Panembahan Senopati Bantul Disusun Oleh: Ayu Lidya Rahmah 20070310047 Telah disetujui dan dipresentasikan pada tanggal Oleh : Dokter Penguji 15 April 2013 dr. Sp.

W 30 tahun perempuan 2 rumah sebelah pasien Ibu rumah tangga Tidak tamat SLTP Tetangga 30 tahun Dekat 2 .1. RM : Sdri.STATUS PSIKIATRI 1.xx Tanggal masuk rumah sakit : 23 Maret 2013 2. Bantul : 49. Riwayat Perjalanan Penyakit (Riwayat Penyakit Sekarang) sumber Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan pendidikan Hubungan Lama kenal Sifat perkenalan Ny. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Bangsa/suku Alamat No.xx. musik dan pembicaraan orang ditelinganya yang menurut pasien radio tersebut dipasang oleh tetangganya yang membenci pasien.M 32 tahun Perempuan Sebelah rumah pasien Ibu rumah tangga SLTP Adik kandung pasien Sejak lahir Dekat 1 Ny. Pasien saat ini merasa malas dan jenuh minum obat. namun masih sering mendengar bunyi-bunyi radio.2. ANAMNESIS 2. 2. H : Perempuan : 36 tahun : Islam : tidak tamat SD : Menganggur : Indonesia/Jawa : Seloharjo Pundong. Sebab Dibawa ke Rumah Sakit (Keluhan Utama) Pasien datang ke rumah sakit karena ingin meneruskan pengobatan rutin setiap bulannya. Saat ini OS masih merasa mendengar tidak bisa mendengar karena dibuat oleh orang.

Pasien berobat rutin di poli jiwa sejak kurang lebih 3 bulan yang lalu.Autoanamnesis Pasien datang ke poli jiwa RS Panembahan Senopati karena ingin meminta obat rutin. . pasien merasa takut dicelakakan selama dirawat. Kemudian setelah menyerang tetangga pasien tersebut. padahal menurut pasien. pasien dibawa ke RSUP Dr. dan majikannya di jakarta adalah seorang artis. Kemudian sejak pasien pulang pasien masih sering mendengar bisikan-bisikan tersebut kemudian 2 tahun yang lalu pasien merasa sakit mual dan pusing kemudian pasien dibawa ke puri nirmala. pasien mulai sering berbicara sendiri. Sebelumnya pasien bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan berpindah-pindah dari semarang. Sejak saat itu pasien rawat jalan namun tidak rutin kontrol. merasa ada yang berbisik-bisik ditelinganya. selama dirawat pasien tidak nafsu makan dan merasa takut karena menurut pasien teman sekamar pasien adalah orang-orang gila yang sering mengamuk. Saat ini sehari-hari pasien hanya membantu pekerjaan rumah tangga. pasien merasa ingin segera pulang saja karena menghabiskan uang dan dia merasa tidak sakit. pasien bisa memasak berbagai macam masakan. Sardjito dan mondok disana selama 1 minggu. Pasien bercerita majikannya adalah orang-orang terkenal. jogja dan terakhir di jakarta. dan sering dipuji karena kelezatannya. karena menurut pasien banyak yang datang melamar. Pasien gemar memasak. Pasien mencurigai tetangganya tersebut karena dianggap tidak menyukai dirinya dan sering mengejek dan menghina pasien karena tidak menikah sampai sekarang. Pasien merasa bingung mengapa dipondokkan disana. majikannya yang bertempat tinggal semarang adalah dosen besar di universitas. pasien memang sedang memilih-milih calonnya. Pasien senang berdandan menggunakan perhiasan dan berbelanja pakaian. 3 bulan yang lalu pasien menyerang tetangga pasien saat sedang menjemur karena dianggap dibuat tidak bisa mendengar dan merasa ditanami radio ditelinganya sehingga pasien mendengar bunyi-bunyian lagu-lagu dan orang-orang yang berbicara seperti siaran radio sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya 4 tahun yang lalu semenjak pulang bekerja dari jakarta.

Sardjito dan dipondokkan selama 1 minggu. Menurut tetangga pasien ini sebenarnya pasien lah yang menyukai lelaki tersebut namun lelaki tersebut tidak menyukai pasien sehingga melampiaskan amarahnya kepadanya. pilek(+) . Menurut keluarga awal mulanya pasien sering diejek atau dijodoh-jodohkan oleh tetangganya tersebut dengan seorang lelaki anak tetangga di dekat rumahnya. pasien sejak kecil sering tidak naik kelas karena sakit-sakitan sehingga malu dengan tetangga. batuk (-). edema kaki (-) Sistem Respirasi : sesak nafas (-). Pasien diakui keluarga memang senang berdandan dan membeli pakaian. dan merasa telinganya dipasangi radio.Alloanamnesis Alloanamnesis pertama dilakukan dengan adik pasien. kemudian sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu pasien tidak bisa mendengar. 2 tahun yang lalu oleh keluarga pasien dibawa ke puri nirmala untuk diperiksaan kejiwaannya. Anamnesis Sistem (Keluhan Fisik dan Dampak terhadap Fungsi Sosial dan Kemandirian) Sistem Saraf : nyeri kepala (-). kemudian pasien rawat jalan. Alloanamnesis yang kedua dengan tetangga pasien yang memiliki masalah dengan pasien. demam (-). pasien bercita-cita ingin menjadi orang kaya karena ingin berbelanja barang-barang yang diinginkannya. Kemudian sejak saat itu pasien tidak membaik. tremor (-) Sistem Kardiovaskular : nyeri dada (-). Jika malam pasien sering tidak bisa tidur dan berbicara tidak karuan. kemudian pasien juga pernah menyiapkan sesajen dikamarnya saat tengah malam. Kemudian pasien bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Pasien sering keluyuran tengah malam untuk mengambil tanah dari kuburan dan dilemparkan kerumah tetangga yang dia benci tersebut. pasien mulai menunjukkan gejala aneh seperti sering berbicara sendiri sejak 4 tahun yang lalu.3. 2. dan menurut pasien akibat tetangganya yang membenci dia. Menurut tetangga pasien. dan menuduh tetangga pasien berbicara buruk tentang pasien. pasien menjadi sering marah padanya. menurut adik pasien. semakin lama semakin parah. Kemudian 3 bulan yang lalu pasien menyerang dan memukul tetangga yang pasien benci tersebut saat sedang menjemur kemudian pasien dibawa ke RSUP Dr. Menurut tetangga pasien ini. Pasien sudah diperiksakan ke spesialis THT beberapa kali dan memang dikatakan terdapat gangguan pendengaran.

Pada pasien terdapat sedikit hambatan yang mengganggu dalam fungsi sosial yang disebabkan oleh gangguan dari aspek kejiwaan dan pendengaran.1.2. kelemahan otot (-). muntah (-). keringat (-). Secara organik. narasumber tidak mengetahui apa yang menjadi masalah. Pola Asuh Keluarga Autoanamnesis .Sistem Digestiva : BAB normal.4. diare (-). nyeri sendi (-). sulit makan (-).4. terdapat gangguang pada pendengaran.5.1. Hal-Hal yang Mendahului Penyakit  Faktor Organik Gangguan Pendengaran  Faktor Psikososial (Stressor Psikososial) Keinginan untuk menikah. biru-biru (-) Sistem Muskuloskeletal : edema (-). 2.  Faktor Presipitasi Dari penuturan narasumber alloanamnesis dan autoanamnesis.5. Secara sosial. Sardjito 3 bulan yang lalu. mual (-). 2. Hal-Hal yang Mendahului Penyakit dan Riwayat Penyakit Dahulu 2. permusuhan dengan tetangga  Faktor Predisposisi Penyakit keturunan disangkal oleh narasumber. Pasien hanya berinteraksi dengan tetangga yang jauh dari rumahnya dan keluarga saja 2.4. nyeri otot (+) . Sakit perut (-) Sistem Urogenital : BAK normal Sistem Integumentum : warna biru pada kuku (-). bengkak sendi (-). Riwayat Keluarga 2. Riwayat Penyakit Dahulu  Riwayat Penyakit Serupa Sebelumnya Tidak ada  Riwayat Sakit Berat/Opname Mondok di RSUP Dr. OS tidak pernah bergaul lagi dengan tetangga sejak ada masalah tersebut.

dan adik yang bersama suami dan anaknya tinggal disebelah rumah.2. Riwayat Penyakit Keluarga Dari hasil autoanamnesis didapatkan keluarga tidak ada yang memiliki kelainan serupa dengan pasien.5. S (24 maret 2013) Keterangan : : pasien : tinggal satu rumah : meninggal . Silsilah Keluarga Dari hasil autoanamnesis. 2. Pasien saat ini masih tinggal dengan orang tua.5. Pasien berada dalam keluarga yang demokratis dan tidak pernah mendapat tekanan apapun dari keluarga. 2.3. didapat informasi silsilah keluarga pasien adalah : GENOGRAM KELUARGA Tn P dan Ny.Pasien adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara.

5.Grafik Perjalanan Penyakit Gejala klinis 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Fungsi peran 2.4. Riwayat Pribadi 2. dengan keadaan sehat.6. Riwayat Pendidikan    SD : tidak lulus SMP : tidak sekolah SMA : tidak sekolah 2.1. .6.6. perkembangan mental pasien sejak kecil sama dengan teman-teman sebayanya yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. 2. Riwayat Kelahiran Pasien lahir di dukun. Perkembangan Awal Tumbuh kembang seperti anak-anak pada umumnya. 2.6. 2. semarang dan jakarta.5 Riwayat Pekerjaan : Pasien bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak berusia 20an tahun. Latar Belakang Perkembangan Mental Menurut pengakuan ibu pasien.6. 2.3. Pasien juga sempat bekerja di toko roti dan rumah makan.6.2.6. berpindah-pindah dari yogya. Riwayat Perkembangan Seksual Tidak ada deviasi seksual.

6. 2.6. namun setelah pulang dari jakarta. Sikap dan Kegiatan Moral Spiritual  Agama Islam  Sholat kadang-kadang  Kecenderungan ke arah fanatisme agama disangkal 2. Riwayat Kehidupan Emosional (Riwayat Kepribadian Premorbid)  Ramah  Ceria  tertutup 2. Hubungan Sosial Menurut autoanamnesis dan alloanamnesis pasien sebelum sakit memiliki hubungan yang baik dan tetangga sekitar.10.9.6. Kebiasaan Os senang memasak dan berbelanja pakaian.13.6.6. 2.6. dengan halaman yang dekat dengan sungai kecil. Bangunan rumahnya adalah bangunan permanen dan milik sendiri. Tingkat Kepercayaan Alloanamnesis Dapat dipercaya Lantai keramik . pasien menjadi jarang berinteraksi dengan tetangga. Riwayat Perkawinan : Pasien belum pernah menikah 2. 2.7.11.2.6.8. dan memiliki permusuhan dengan tetangga sebelah rumah.6.6. Riwayat Khusus Pengalaman militer (-) Urusan dengan polisi (-) 2.12. Status Sosial Ekonomi : Keluarga OS merupakan keluarga yang berkecukupan.

PEMERIKSAAN FISIK 3.1. Status Internus Tanggal Pemeriksaan: 24 maret 2013  Keadaan Umum : Compos Mentis  Bentuk Badan  Berat Badan  Tinggi Badan  Tanda Vital .1. : afebris : tidak ditemukan kelainan.Suhu  Kepala  Leher : : 78x/menit.Sistem Muskuloskeletal : tidak ditemukan kelainan. RBK (-).Sistem Kardiovaskuler : S1 S2 reguler . NT (-) : tidak dilakukan pemeriksaan : wheezing (-). keringat (-)  Kelainan Khusus: (-) Kesan Status Internus 3.Nadi . : dalam batas normal : bising usus (+).3.Tekanan Darah : 110/70 mmHg. Status Neurologis  Kepala dan Leher  Tanda Meningeal  Nervi Kranialis : Dalam batas normal : (-) : tidak dilakukan.Sistem Respirasi  Abdomen Sistem Gastrointestinal Sistem Urogenital  Ekstremitas . vesikuler (+) .2. nyeri tekan (-)  Sistem Integumentum : tidak ditemukan kelainan. : 20 x/menit. Status Praesens 3.1. . : tidak dilakukan pemeriksaan  Thorax .1. sklera ikterik (-) : Inspeksi JVP : leher tampak bersih. : tidak dilakukan pengukuran : tidak dilakukan pengukuran Inspeksi wajah : tidak ditemukan adanya kelainan Mata : conjunctiva anemis (-).Respirasi .

: tidak dilakukan : Hoffman-Trommner (-) : (-)  Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi Gerakan: (-) Kesan Status Neurologis normal. Kekuatan Motorik  Sensibilitas  Refleks Fisiologis  Refleks Patologis  Gerakan Abnormal : dalam batas normal : dalam batas normal  Fungsi Saraf Vegetatif : dalam batas normal. : pemeriksaan yang dilakukan dalam batas .

Kesan Umum Seorang wanita tampak sesuai umur. terawat mengenakan kaos berwarna merah muda dengan celana jins.3.Halusinasi auditorik (+) . dan mengenakan perhiasan cukup mencolok.1.2. Status Psikiatri Tanggal Pemeriksaan: 24 maret 2013 3.Halusinasi visual (-) Derajat 1 Mudah dibina hubunganya dengan pemeriksa OS mau menjawab bila ditanya dan mudah dalam memfokuskan diri pada pemeriksa OS memiliki halusinasi auditorik yaitu mendengar suara-suara seperti diradio Penyangkalan terhadap 11 Insight .2. Bentuk pikiran : non realistik b. Isi Pikir: c. No 1 Status Psikiatri Kesadaran Hasil Kuantitatif : GCS = E4V5M6 Kualitatif : Compos mentis Orang : Baik Waktu : Tempat : Situasi : Baik Baik Baik Keterangan OS sadar penuh tanpa rangsang apapun dapat diajak berkomunikasi dengan baik. Progresi pikir 7 Pikiran Kuantitatif: loggorhea Kualitatif : relevan dan koheren 8 9 10 Hubungan Jiwa Perhatian Persepsi Baik Mudah ditarik mudah dicantum Halusinasi : . dimana tempat tinggal orang tuanya OS dapat membedakan suasana saat di rumahnya atau saat pergoi ke rumah sakit Kooperatif : Dapat diajak bicara dengan baik Pasien terlihat rapi dan bersih Jika bercerita tampak sangat bersemangat dan bahagia Os menunjukkan ekspresi sesuai Apa yang diucapkan pasien sesuai tidakk sessuai dengan kenyataan Terdapat waham bizzare dan waham curigaa OS tidak dapat berhenti bicara jika tidak di stop atau ditepuk bahunya. OS dapat mengenal orang dengan baik OS dapat membedakan waktu dan kejadiankejadian penting dalam hidupnya OS mengetahui dimana sekarang ia berada. OS dapat dipahami bicaranya 2 Orientasi 3 4 5 6 Sikap/Tingkah laku Penampilan/rawat diri Mood Afek Kooperatif Cukup Cenderung euforik Appropriate a.

3.1. Lain-Lain Tidak ada.3.2. IQ Tidak dilakukan tes. Kepribadian Cenderung kearah kepribadian histrionik 3.2.3.Tidak ada. 3.2. 3. Mood dan Interest  Depresi Tidak ada  Kecemasan o Tidak  Iritabilitas/Sensitivitas o Mudah tersinggung 3.4.3. Gejala dan Tanda Lain yang Didapatkan . Gangguan Intelegensi Sesuai Umur / Pendidikan  Tidak ada 3. Hasil Pemeriksaan Sosiologis Tidak dilakukan pemeriksaan .3.4.2. 3.3.3. Hasil Pemeriksaan Psikologis 3.2.

b. pakaian biasa. c.4.3. pasien tidak tampak seperti orang sakit. g. kualitas) Kualitas : koheren.1. relevan Kuantitas : Loggorhea 4. gerakan tubuh biasa. senang membelanjakan uang dan boros yang disertai waham bizzare dan curiga juga terdapat halusinasi auditorik. b.0) . f.2. kecepatan produksi bicara. pasien terlihat tenang dan dapat bercerita tentang dirinya. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor Cara berjalan biasa. Kumpulan Gejala (Sindrom) Pada saat anamnesis. Gejala (Simtom) a. 5. d. perhiasan sedikit mencolok. Pembicaraan (kuantitas. mood yang cenderung euforik dengan peningkatan aktivitas yang menyebabkan berkurangnya kebutuhan tidur. berikut ini kumpulan gejala yang diperoleh dari anamnesis dengan pasien: Terdapat beberapa gejala mania antara lain. Penampilan Sikap baik. c. DIAGNOSIS BANDING Skizoafektif tipe manik (F25. e. RANGKUMAN DATA YANG DIDAPATKAN PADA PENDERITA 4. Tanda-Tanda (Sign) a.0) Skizofrenia paranoid (F20. pada pasien ini juga didapatkan rasa mudah tersinggung dan curiga. Mood cenderung euforik Peningkatan aktivitas Berkurangnya kebutuhan tidur Mudah tersinggung dan curiga Senang membelanjakan uang dan boros Terdapat waham bizzare dan waham curiga Halusinasi auditorik 4.

Jika diperlukan. dan gagasan yang takabur percepatan berbicaranya mengakibatkan individu tidak dapat dipahami lagi. Peningkatan pembicaraan (pressure speech) 3. atau suara-suara yang berbicara dengan individu tentang peristiwa yang tidak mengandung arti emosional khusus. Gambran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat daripada keadaan yang digambarkan pada mania tanpa gejala psikotik. Kriteria diagnostik : a. 5. serta ide-ide kebesaran. yang berakibat pada perilaku yang tidak sesuai dalam lingkungannya. flight of ideas. Peningkatan aktivitas atau agitasi 2. individu secara subjektif merasakan percepatan pikiran.6. bisa bormal. Penurunan kebutuhan tidur 6. “tidak serasi” hendaknya diartikan meliputi waham dan halusinasi yang afektif netral. PEMBAHASAN Ganguan manik dengan gejala psikotik Suasana alam perasaan (mood) bervariasi. misalnya waham rujukan tanpa makna bersalah atau menuduh. Hilangnya batasan normal sosial. minumdan kesehatan pribadi dapat berakibat keadaan dehidrasi dan kelalaian diri yang berbahaya. Pada kasus berat. individu kehilangan kontrol terhadap perasaannya tersebut timbullah penderitaan. Lompatan gagasan. menurun ataupun meningkat dan individu itu sendiri yang dapat mengontrol alam perasaannya. pengabaian makan. waham dan halusinasi dapat dibedakan sebagai yang serasi atau tidak serasi dengan suasana perasaan (mood). dan iritabilitas serta kecurigaan menjadi waham kejar. Peningkatan self esteem atau rasa kebesaran 7. Aktivitas dan eksitasi fisik yang hebat dan terus meneruts dapat menjurus kepada agresi dan kekerasan. Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham. Episode yang memenuhi kriteria mania tanpa gejala psikotik yaitu setidaknya 3 gejala dibawah ini harus ada yang secara nyata mempengaruhi fungsi kehidupan sehari-hari : 1. Penderita dengan mood yang meningkat menunjukkan expansiveness. Perubahan terus menerus dari aktivitas atau rencana . waham kebesaran atau religius tentang identitas atau peranan mungkin mencolok. peningkatan self esteem. penurunan tidur. 4. Bila terjadi gangguan alam perasaan.

2) : kecenderungan kepribadian histrionik Aksis III : terdapat gangguan pendengaran Aksis IV : masalah berkaitan dengan lingkungan sosial Aksis V : 60-51 gejala sedang (moderate). EKG. dikenal berkhasiat terutama untuk memperyahankan stabilitas suasana perasaan. 8. DIAGNOSIS Aksis I Aksis II : Gangguan mania dengan gejala psikotik (F30. Pada pasien ini didapatkan lebih dari 3 gejala yang kriteria diagnostik pasien dengan manik serta didapatkan halusinasi dalam waham.8. Paling sering bersifat kebesaran. Peningkatan energi seksual atau tidak hati-hati secara seksual b. terpusat pada dirinya senduru. terutama mencegah munculnya kondisi manik pada gangguan afektif bipolar. Pada . 9. RENCANA TERAPI/PENATALAKSANAAN Farmakoterapi Antimanik (mood stabilizer) Mood stabilizer adalah kelompok obat yang divergen. disabilitas sedang 9. EEG. CT Scan) Tidak perlu dilakukan karena pada pasien ini tidak terdapat gejala-gejala patologik pada organ.2. rencana rencana besar yang tidak matang. RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG 7.1. seperti pemakaian uang berlebihan. Sehingga pasien di diagnosis dengan mania dengan gejala psikotik. Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium. Pemeriksaan Psikologi 7. Terdapat halusinasi dan delusi yang bersifat tidak seperti pada skizofrenia (bersifat sangat tidak mungkin. 7. berkendara secara tidak hati-hati. erotik atau berisikan kecaman. atau tidak sesuai dengan latar belakang kulturnya dan bukan halusinasi sebagai orang keriga serta sedang dikomentari). Perilaku yang tidak binaksana dan tidak hati-hati yang risikonya tidak disadari oleh penderita.

Dukungan moral dan suasana kondusif sehingga membantu proses penyembuhan. . : memberikan nasehat dan pengertian kepada pasien mengenai realitas. risperidone merupakan antagonis monoaminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadapa reseptor serotonergi 5-HT2 dan dopaminergik D2.  Persidal (risperidone) 2mg 2x 1 tab - Anti parkinsonism Pada kasus ini diberikan juga anti parkinsonism karena pasien memiliki riwayat ekstrapiramidal sindrom sebelumnya yaitu terjadi kekakuan sehingga pemberian antiparkinson menjadi hal yang tepat. Risperidone berikatan dengan reseptor alpha1-adrenergik. dan pada pasien ini cukup sulit dilakukat pemantauan sehingga dipilih golongan valproat Depakote 250 mg 3x1 tab - Antipsikotik Pilihan terapi yang pertama adalah APG II (SDA = Serotonin dopamin Antagonis) Risperidone merupakan turunan benzioxazole. Pemilihan antipsikotik ini yang memiliki titik tangakp pada keempat jalur dopamin di otak yang menyebabkan rendahnya efek samping ekstrapiramidal sindrom dan sangat efektif mengusir gejala negatif. Trihexyphenidyl 2 mg 3x1 tab Psikoterapi o Ventilasi o Konselling o Sosioterapi : memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengungkapkan isi hati dan keinginannya supaya pasien merasa lega.pasien ini tidak diberikan lithium karena penggunaan lithium memilik jendela terapeutik yang sangat kecil. dan perasaannya saat ini : memberikan penjelasan kepada keluarga pasien dan orang sekitar agar member dukungan kepada pasien.

Dukungan keluarga 6. dan kemungkinan munculnya efek samping dari terapi yang diberikan. RENCANA FOLLOW UP Memantau keadaan umum pasien dan perkembangan penyakitnya serta efektivitas obat. Respon terhadap terapi FAKTOR MORBID 13. Sosioekonomi 7. . Riwayat disiplin kontrol 15. status perkawinan 9. PROGNOSIS Indikator 1. Riwayat gejala 16. Faktor organik 5. Beraktivitas Baik Baik peningkatan Baik Tidak Baik Baik Pada Pasien histrionik Tidak ada Demokratis ada Ada cukup Tidak diketahui Tidak menikah Kurang Kronik Manik Baik Buruk Prognosis Buruk Baik Baik Buruk Baik Baik Buruk Buruk Buruk buruk Buruk Baik Buruk Kesimpulan prognosis: Dubia ad bonam 11. Faktor genetik 3. Pastikan pasien mendapat psikoterapi.10. Pola asuh 4. Kegiatan spiritual 10. Perjalanan penyakit 11. Riwayat disiplin minum obat 14. Jenis penyakit 12. Faktor kepribadian FAKTOR PREMORBID 2. Faktor pencetus 8.

Cetakan Pertama. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Buku ajar psikiatri. “Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III”. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Maramis W. Jakarta : 2010.DAFTAR PUSTAKA Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI. Jakarta : Depkes RI. 1993. Surabaya : Airlangga university press 2005 . F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->