20/04/13

02:06 pm - Saturday 20 April 2013

Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal - Syariah Publications

Home

Artikel

Berita
Sign In

Keluarga
Stay Connected

Kisah

Konsultasi
Entries RSS

Multimedia
Com m ents RSS

Muslimah

Opini

Resensi

Sastra

Teknologi

The New sPulse

Search...

Hom e » Muslim ah » Telaah Kritis » Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal

Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal
By FARIDM - Sun Apr 14, 1:16 am 0 Comments 0 view s Suka 11 Tw eet 0

Search for:

Search

Shopping Cart Your shopping cart is empty Visit the shop

Oleh : Siti Nafidah Anshory (Ketua MHTI Jawa Barat) Baru-baru ini, antaranews.com merilis berita soal pernyataan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang secara tidak langsung memberi dukungan atas penyelenggaraan puncak acara Miss World digelar di Sentul, 28 September 2013 nanti. Dukungan ini diberikan karena dua alasan. Pertama, menurutnya ajang Miss World ini berbeda dengan ajang sejenis lainnya karena saat puncak acara tidak akan menggunakan bikini dan akan lebih sopan. Kedua, acara ini bisa menjadi ajang promosi pariwisata Jawa Barat ke dunia internasional. Dalam berita tersebut, dikabarkan pula bahwa Gubernur menyatakan siap berkomitmen untuk menampilkan keramahtamahan masyarakat Jawa Barat selama menjadi tuan rumah acara ini. Bahkan pihaknya juga sempat mengusulkan agar selain menggunakan kebaya saat puncak pagelaran, salah satu rangkaian acara menuju Final Miss World bisa mengambil lokasi di tempat wisata Jawa Barat seperti Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Edited by faridm ALSO WROTE Menanamkan Adab Berbicara Kepada Anak Sebuah Puisi di Tanggal 3 Maret Makna Dakw ah Terbuka dan Umum Mencegah Keluarga dari Stres Buku: Kritik Hizbut Tahrir Terhadap UUD Mesir

Bukan Alasan Meski Gubernur sempat mengatakan bahwa perizinan bagi perhelatan bertaraf internasional seperti Miss World ini bukan termasuk wilayah kewenangannya, namun dukungannya atas acara ini merupakan langkah yang “berani” dan patut dikritisi. Kenapa? Karena selain akan menuai kontroversi, apa yang dijadikan alasan sebenarnya tak layak menjadi alasan. Pertama, soal “kesopanan” yang katanya dijamin akan diperhatikan dalam penyelenggaraan acara. Pertanyaannya, sopan menurut standar siapa? Sementara kita tahu, bahwa perhelatan semacam Miss World memiliki rangkaian tahapan yang harus dilalui setiap peserta, dan pada setiap tahapan penilaian, tentu sudah ada pakemnya. Antara lain soal apa yang dipakai, apa yang harus dilakukan, yang semuanya memakai standar “Barat” yang diketahui sangat liberal dan sekuler serta bertentangan dengan nilai-nilai yang dikukuhi masyarakat Jawa Barat, terutama Islam. Sebagai kader parpol Islam beliau tentu sangat memahami bahwa aktivitas semacam ini bertentangan dengan syariat Islam yang menjaga kemuliaan perempuan, di antaranya dengan pengaturan soal akhlak dalam pergaulan, soal aurat dan larangan menampakkan kecantikan kepada laki-laki bukan mahram (tabarruj). Dan nash-nash syara’ (al-Qur’an dan as-Sunnah) telah banyak menjelaskan hal ini dengan penunjukan yang qath’i (fixed). Jika demikian halnya, bukankah aktivitas memberi dukungan bahkan memfasilitasi aktivitas yang bertentangan dengan syariat merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah dan dicela dalam Islam? Terlebih dalam posisinya sebagai pemimpin yang punya kekuasaan untuk mencegah segala bentuk kemaksiatan. Kedua, soal promosi pariwisata yang terkesan mengada-ngada. Sesungguhnya masih banyak cara cerdas, elegan

Recent Posts Alhamdulillah, Facebook dan Twitter Resmi Amir Hizbut Tahrir al ‘Alim ‘Atha bin Kholil Abu Al Rasytah Diluncurkan Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal Nasionalisme Vs Ukhuwah Islamiyah Aborsi Mengancam Generasi Paskah Bukan Ajaran Yesus Din: Muhammadiyah Tolak RUU Ormas

syariahpublications.com/2013/04/14/soal-miss-world-jangan-biarkan-jabar-makin-liberal/

1/3

20/04/13

Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal - Syariah Publications
Kiprah Politik Perempuan Waspadai Rezim Represif Berkedok Pancasila Islam Menghapus Kekerasan Terhadap Anak Meninjau Ulang Keindonesiaan Kita Ribuan Wanita Suriah Dibunuh dan Diperkosa Terungkap: Mata Rantai Pusat-pusat Penyiksaan Irak dengan Pentagon Posisi Geografis Global Kaum Muslim Yang Strategis Harus Menjadi Kekuatan Pendorong Untuk Mendirikan Kembali Khilafah Rasyidah Jubir HTI: “Bantahan Mabes Polri terhadap Video Itu tidak Mengurangi Arti Kekerasan Aparat” Ormas Islam serukan Bubarkan Densus 88 Astagfirullah, Muslim Rohingya Makan Tikus untuk Bertahan Hidup Rakyat Suriah Runtuhkan Patung Ayah Bashar al-Assad Setelah Para Pejuang Memasuki Kota Raqqa Raib 33 tahun, tentara Soviet menetap di Afghanistan Buku: Kritik Hizbut Tahrir Terhadap UUD Mesir Wanita Iran di Stockholm Lepas Baju Menentang Hijab

dan halal yang bisa dilakukan untuk mempromosikan potensi Jawa Barat ke dunia internasional tanpa harus mengabaikan budaya luhur khususnya nilai-nilai Islam yang masih tertanam di masyarakat Jawa Barat. Selain bertentangan dengan visi Jawa Barat (yakni : “Dengan Iman dan Taqwa, Provinsi Jawa Barat Termaju di Indonesia”), bukankah wilayah ini merupakan salah satu gudang para intelektual dan teknokrat unggul yang diakui tak hanya di level nasional tapi juga di dunia internasional? Waspada Misi Penjajahan Diakui atau tidak, ajang putri-putrian semacam Miss World realitasnya telah menjadi simbol eksploitasi perempuan sekaligus menjadi jalan penyebaran budaya liberal dan hedonis yang lumrah dalam sistem kapitalisme. Betapa tidak? Seorang Miss World realitasnya hanya dipilih karena keseksian dan kadar kecerdasan yang tak jelas ukurannya dan dengan tahapan-tahapan yang seringkali mengabaikan nilai-nilai akhlak dan menodai kehormatan perempuan itu sendiri. Sementara yang meraup keuntungan besar dari ajang ini adalah pihak EO dan pihak sponsor dari kalangan produsen fashion, kosmetik, iklan/broadcast serta perusahaan-perusahaan film yang menjadikan “sang putri” sebagai kapstok atau etalase berjalan bagi produk-produk mereka. Di pihak lain, penyelenggaraan ajang ini telah berhasil memunculkan euforia. Begitu banyak perempuan di dunia yang akhirnya terobsesi menyandang gelar “miss world” dengan segala kemewahan hidup yang diraihnya. Bahkan kehidupan mereka yang serba glamour, hedon dan liberal baik dalam berperilaku, cara berpakaian, cara berpikir, otomatis menciptakan patron (role model) baru mengenai sosok perempuan modern yang seolah harus ditiru. Dampak dari semua itu, standar dan model kemajuan pun menjadi berubah dan kian menjauh dari nilai-nilai Ilahiyah yang justru menempatkan kaum perempuan dalam posisi strategis dan terhormat sebagai ibu generasi dan manajer keluarga. Hingga kebanyakan kaum perempuan sekarang justru lebih bangga mengejar karir dan materi demi memenuhi kesenangan jasadiyah sesaat hingga kerusakan akhlak dan segala dampaknya menjadi problem yang kian menyesaki ruang kehidupan keluarga dan masyarakat kita. Kita tentu tak ingin, virus liberalisme, hedonisme dan sekulerisme yang rusak dan merusak semacam ini makin menjangkiti anak-anak remaja perempuan khususnya di Jawa Barat. Bukankah selama ini kita belum mampu menyelesaikan persoalan moralitas remaja Jabar yang kian rusak akibat tata pergaulan dan budaya liberal yang merasuk lewat media televisi, radio dan internet? Bukankah kita ingin agar generasi Jawa Barat lebih mengedepankan kecerdasan dan kesantunan hakiki yang bersumber dari kesadaran ruhiyah sebagai hamba dan k halifah fil ardhi? Hingga ke depan Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya akan benar-benar menjadi bangsa terdepan dan menjadi pionir peradaban sebagaimana visi besarnya. Jadi, jangan menambah beban para orangtua terutama para ibu dalam mencetak anak-anak yang shaleh hanya demi menambah pendapatan daerah. Jangan pula korbankan masa depan generasi hanya demi meraih keridhaan bangsa asing dan memenuhi kerakusan para kapitalis. Karena bagi mereka, Jawa Barat –bahkan Indonesia– tak lebih dari pasar potensial, sekaligus objek jajahan produk pemikiran, budaya dan ekonomi, agar kapitalisme tetap menghegemoni. Cukuplah peringatan Allah swt dalam Al-Qur’anul Karim: “dan Allah sek ali-k ali tidak ak an pernah memberi jalan k epada orang k afir untuk menguasai orang-orang muk min” (TQS. An-Nisa :141). Sumber

0 Comments

(No Ratings Yet)

0 view s

Suka

11

Tw eet

0

More on Telaah Kritis

Jilbab, Antara Gaya dan Rekonstruksi Diri

Ketika Wanita Bicara

Dem okrasi Mengorbankan Perem puan

Khilafah Melindungi Perem puan Dari Kem iskinan dan Eksploitasi Kurikulum Pendidikan Khilafah: Solusi Tuntas Dekadensi Moral Perem puan Sejahtera dan Mulia dengan Khilafah

syariahpublications.com/2013/04/14/soal-miss-world-jangan-biarkan-jabar-makin-liberal/

2/3

20/04/13

Soal Miss World: Jangan Biarkan Jabar Makin Liberal - Syariah Publications

Syariah Publications
Suka 208 orang menyukai Syariah Publications.

P lugin sosial F acebook

Leave a Reply
Your name (Required) Your e-mail (Your email won't be published) (Required) Your website

Notify me of follow-up comments via e-mail address Submit Comment

Advertisement

Home

Artikel

Berita

Keluarga

Kisah

Konsultasi Archives

Multimedia Sitemap Help

Muslimah

Opini

Resensi Advertising

Sastra

Teknologi

Syariah Publications New s Netw ork

RSS feeds

Terms of Use

Copyright © 2013 Syariah Publications. All rights reserved. Pow ered by New sWorld CMS.

syariahpublications.com/2013/04/14/soal-miss-world-jangan-biarkan-jabar-makin-liberal/

3/3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful