P. 1
Tetanus Sari

Tetanus Sari

|Views: 0|Likes:

More info:

Published by: Sari Bestya Rakhmaisya on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2014

pdf

text

original

TETANUS .

tanpa disertai gangguan kesadaran . dengan tanda utama kekakuan otot (spasme).• Tetanus adalah suatu penyakit toksemik akut yang disebabkan oleh Clostridium tetani.

50% = 5-9 tahun. • Insiden 6-7/100 kelahiran hidup di perkotaan dan 1123/100 kelahiran hidup di pedesaan.• Tetanus neonatorum menyebabkan 50% kematian perinatal dan menyumbangkan 20% kematian bayi. . 18% = > 10 tahun. 30% = 1-4 tahun. • Insiden tetanus pada anak di RS 7-40 kasus/tahun. • Angka kematian keseluruhan antara 6.7-30%. dan sisanya pada bayi < 12 bulan.

• Gejala awal adalah trismus. • kaku kuduk. • kejang apabila dirangsang atau menjadi makin berat dengan kejang spontan. akibat kekakuan otot masseter. Pada anak besar berupa trismus. gagal nafas nafas . mulut mencucu. perut papan. bahkan pada kasus berat terjadi status konvulsivus. • Spasme larynx merupakan penyebab kematian yang sering dijumpai.GEJALA KLINIK • Gejala klinik yang dominan adalah kekakuan otot bergaris yang disusul dengan kejang tonik dan klonik. • bronchopneumonia akibat kekakuan rongga dada. pada neonatus tidak dapat/sulit menetek. risus sardonikus (karena kekakuan otot mimik. opistotonus.

Derajat penyakit tetanus Surabaya Derajat I (tetanus ringan) • Trismus • Kekakuan umum • Tidak dijumpai disfagia • Tidak dijumpai kejang • Tidak dijumpai gangguan respirasi Derajat II (tetanus sedang) • Trismus • Kekakuan umum makin jelas • Dijumpai kejang rangsang. atau Hipotensi dan bradikardi Hipertensi berat atau hipotensi berat . tidak ada kejang spontan Derajat III a. tetanus berat • Trismus berat • Otot sangat spastis. takikardia • Apneic spell Derajat III b. tetanus dengan gangguan saraf otonom • • • • Gangguan otonom berat Hipertensi berat dan takikardi. timbul kejang spontan • Takipnea.

LANGKAH DIAGNOSTIK Anamnesis • Riwayat mendapat trauma (terutama luka tusuk). pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril. riwayat menderita otitis media supurativa kronik (OMSK). opisthotonus. • Riwayat anak tidak diimunisasi/tidak lengkap imunisasi tetanus/BUMIL/WUS Pemeriksaan fisik • • • • Adanya kekakuan lokal atau trismus Adanya kaku kuduk. atau gangren gigi. extensi kaki Adanya penyulit . perut papan Kekakuan extremitas yang khas : flexi tangan. risus sardonicus.

period of onset. otitis media – Pemeriksaan fsik : kekakuan otot. kesadaran baik. rabies • keracunan striknin. kejang. status imunisasi. luka tusuk. tidak ada pemeriksaan penunjang yang membantu Diagnosa banding • Trismus akibat abses gigi. . ensefalitis. meningitis bakterialis.DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING Diagnosis – Anamnesis : partus non steril. masa inkubasi. epilepsi. – Diagnosis berdasarkan data klinik. tetani. efek simpang fenotiazin. abses parafaring/retrofaring/peritonsiler • Sepsis neonatorum.

TATALAKSANA Terapi dasar tetanus • Antibiotik • Penisillin prokain 50. tiap 12 jam. atau • Metronidazol loading dose 15 mg/kg BB/jam.5 mg/kg BB tiap 6 jam • Catatan : Bila ada sepsis/pneumonia dapat ditambahkan antibiotika yang sesuai.000 IU/kg BB/kali i. • Imunisasi aktif-pasif • Anti konvulsi .m. selanjutnya 7.

Terapi suportif • Bebaskan jalan nafas • Hindarkan aspirasi dengan menghisap lendir perlahan-lahan & memindahmindahkan posisi pasien) • Pemberian oksigen • Perawatan dengan stimulasi minimal • Pemberian cairan dan nutrisi adekuat. asal tidak memperkuat kejang • Bantuan nafas pada tetanus berat atau tetanus neonatorum • Pemantauan/monitoring kejang dan tanda penyulit . bila perlu dapat dipasang sonde nasogastrik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->