Dra. Susana Elya Sudradjat, M.Farm.

, Apt

Resep

1

Tahap pengobatan
Dokter

Diagnosis Penyakit Penderita

Terapi

Obat

BSO

Resep

2

Definisi dan arti resep
Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada Apoteker Pengelola Apotik (APA)untuk menyediakan obat dan menyerahkannya pada penderita. Dokter resep keluhan APA
3

Penderita

Contoh resep RUMAH SAKIT HUSADA Jl. 500 mg No XV S 3 dd tab.I ------#-------paraf Pro : Ny. Mangga Besar 137-139 Jakarta 10730 Telp : 6260108 Dokter : Widyawati Bagian : Ilmu Penyakit Dalam Tanggal : 17 Agustus 2012 R/ Amoksisilin tab. Benita 4 .

dan Nomor Surat Izin Praktek Dokter • Tanggal penulisan resep • Nama obat / komponen obat • Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep • Tanda tangan / paraf dokter penulis resep • Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang obatnya melebihi dosis maksimum. Alamat. 5 .Tata cara penulisan resep Resep yang lengkap terdiri dari : • Nama.

terdiri dari nama obat. tempat dan tanggal penulisan resep.Pembagian resep Inscriptio Terdiri dari identitas dokter. serta tanda R/ Praescriptio Merupakan bagian utama resep. BSO dan dosis obat Signatura Berisi cara pemakaian resep Subscriptio Tanda tangan / paraf 6 .

Bahasa dalam resep • Bahasa Latin merupakan bahasa yang statis/mati • Bahasa Latin merupakan bahasa dunia untuk ilmu kesehatan • Bahasa Latin dapat merahasiakan sesuatu untuk kepentingan penderita. 7 .

Contoh singkatan bahasa Latin • • • • aa -ana a.c -ante coenam ad -ad a.n -ante noctem tidur • bdd -bis de die • C -Cochlear Cibarium sama banyak sebelum makan sampai malam sebelum 2 kali sehari sendok makan (15cc) 8 .

Constituen 9 .Fungsi obat dalam resep • • • • • • • Remedia Cardinale Remedia Adjuvantia Remedia Corrigensia (RC) R.C. Odoris R. Saporis R. Actionis R.C.C.

10 .

Cara pemberian obat • Tablet sublingual. bila sudah larut segera diminum 11 . tidak dikunyah • Tablet efferfescent. tablet dihisap sampai habis. harus dikunyah dulu baru ditelan • Tablet hisap. tablet dilarutkan dalam segelas air . caranya tablet diletakkan di bawah lidah sampai larut semua • Tablet salut enterik . harus langsung ditelan tidak boleh dikunyah • Tablet kunyah.

Waktu pemberian obat • waktu yang tepat bertujuan agar : – Efek yang optimal – Efek samping minimal – Tidak mengganggu kebiasaan penderita Sebelum makan (a.c) Pagi hari (mane) Malam hari (a n) 12 .c) Setelah makan (p.c) Pada waktu makan (d.

13 .

Pelepasan obat transvaginal .Sistim saluran cerna Oral : ditelan.Pelepasan obat transokular 8.Pelepasan obat lewat paru-paru 6.Pelepasan obat melalui kulit Transdermal 7.Transmukosa Bukal Sublingual Mukosa saluran cerna lambung / usus 4.Transnasal : diabsorbsi epitel olfactorius 5. diabsorbsi saluran cerna Rectal : absorbsi melalui epitel colon 2.Parenteral Injeksi subcutan / intra muscular/ intra vena / intra arteri Implant 3.Klasifikasi route sistim penghantaran obat : 1.

Peroral 15 .

Keuntungan penghantaran obat peroral • • • • Mudah dan nyaman digunakan pasien Area absorpsi luas (area usus kecil 200 m²) Banyak pembuluh darah Sustained release . mengurangi frekuensi pemberian obat . kontrol kadar obat dalam jangka waktu tertentu .mengurangi frekuensi pemberian obat • Controlled release .

fluktuasi pH di lambung dan usus kecil .s. dll • Reaksi tambahan . beberapa obat rusak karena asam lambung .o konvensional. iritasi lokal dan sensitisasi obat • pH .Kerugian penghantaran obat peroral • Variabilitas kecepatan dan jumlah obat yang diabsorpsi dari b.

2). larut di usus kecil • Tablet disalut polimer selulosa asetat ftalat ( larut pada PH 5. larut pada pH usus • Untuk obat yang .Tablet salut enterik • Tablet tahan terhadap cairan lambung . – mengiritasi lambung – menyebabkan muntah – rusak oleh asam / enzim lambung – Pelepasan obat diperlambat .

Transmukosa peroral Sublingual : melalui mukosa bawah dan dasar mulut Bukal : melalui mukosa pipi. gusi & bibir atas/bawah .

terhindar dari enzim lambung dan first pass effect • Variabilitas rendah. makanan . pH.Keuntungan transmukosa peroral • • • • Area luas permukaan utk absorpsi Mudah mencapai target Mudah digunakan : sprays. tidak ada pengaruh motilitas. patches Banyak pembuluh darah. onset cepat • Aktifitas metabolisme < . mudah diabsorpsi. tablet.

<) • Nitrogliserin : onset 2 menit . aerosol ( onset 2menit) • Fentanyl : sedasi sebelum pembedahan pada anak-anak BSO bukal • Prochlorperazine : antimuntah (bioavai.BSO sublingual • Nitrogliserin : tablet.

.

.

24 .

Insulin pump 25 .transdermal Levonorgestrol subdermally implanted in upper arm Provides contraceptive protection for ~5yrs.

Tablet vaginal 26 .

Tetes /guttae 27 .

28 .

Penghantaran obat melalui paru-paru • Nebulizers • Pressurized metered-dose inhaler (pMDI) • Dry powder inhaler (DPI) 29 .

30 .

Efek lokal dan sistemik • Lokal : guttae nasales Otrivin • Sistemik : tablet Paracetamol 31 .

Jumlah dan kecepatan obat dalam darah 32 .

. Biasanya 3x1 sehari dapat 1xsehari.Tablet dengan pelepasan terkontrol (controlled release tablet) Pelepasan dikontrol sesuai dgn dosis & waktu yang diinginkan.

jam 5.Kadar obat dalam plasma dari pemberian obat 4 x sehari ( jam 9. jam 1. jam 9 ) 34 .

toksisitas • Cara pemberian obat – Oral. topikal • Penderita – Umur. kimia. parenteral. kehamilan dll 35 . rectal. berat badan.Faktor-faktor yang mempengaruhi dosis obat • Obat – Fisika.

Dosis • Dosis lazim • Dosis maksimum 36 .

Dosis obat Sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik pada penderita dewasa 37 .

Dosis maksimum ( D.M ) • Batas dosis yang relatif masih aman diberikan pada penderita • > DM pakai ! Dan paraf 38 .

oral oral i.5g 5g 8 Luminal sedative antikonvue pileptik hipnotik.5-2g 4g 12 Tetracyclin HCl Oral Im iv 500mg 500 mg 1-3g (2g) 250-800mg 1-2g (1g) 39 .k 100-200mg 240mg 300.600mg 500 mg 1.v i.5g 4 Ephedrin HCl bronko simpatomi 10-30mg 10 mg 30-100mg 20mg 50mg 40mg 150mg 120mg 5 Codein HCl antitusif oral 10-20mg 30-60mg 60mg 300mg 6 Belladonnae extr.Dosis Lazim dan Dosis Maksimal Dewasa No 1 Nama zat Acetaminophen Guna analgetik antipiretik Analgetik Antipiretik Antirematik Cara pakai oral DL 1X 500 mg DL 1hari DM 1X DM 1 hari 500 mg-2g 2 Acidum acetylSalicylicum oral 500 mg 1.Doveri ekspektoran oral 100-200mg 200-600mg 1.m oral 15-30mg 50-100mg 50-100mg 100-200mg 45-90mg 150-300mg 300 mg 300 mg 9 CTM Anti histamin Oral im.m oral s.sk i.rektal i. spissum parasimpatolitik oral 10-20mg 30-60mg 20mg 80mg 7 Pulv.iv 250-500mg 500mg 1-2g 1.5 -8g 1g 8g 3 Aminophyllin bronkodilator oral.v 2-4mg 5-20mg 10mg 6-16mg 40mg 40mg 40mg 10 Diazepam sedativ oral 5-30mg 40mg 11 Ampicillin oral im.

Dosis obat untuk anak • Fungsi organ belum sempurna • Pola ADME • Sensitivitas obat 40 .

m 0.5 mg/kgbb tiap 6-8 jam 4 Ephedrin HCl bronkosimpatomimetik oral i.No 1 Nama zat Acetaminophen Guna analgetik antipiretik Cara oral Umur/bb 6-12 bl 1-5 th 5-10 th > 10 th DL 1X 50 mg 50 – 100 mg 100 – 200 mg 250 mg DL 1 hari Ket.6 mg/kg Dibagi 4 dosis 41 . 200 mg 200 – 400 mg 400 – 800 mg 1g 2 Asetosal antipiretik oral < 1 th 1-3 th 3-6 th 6-12 th demam rematik oral 10 mg / bl max 60 mg/th 50-60 mg/th 40-50 mg/th 30-40 mg/th 30-40 mg/bl 150-240 mg/th 120-200 mg/th 90-160 mg/th 100-120 mg/th dibagi 4-6 dosis 3 Aminophylin bronkodilator oral rectal i.v 5 mg/kgbb 7 mg/ kgbb 3.8-1.

Luminal sedative Oral 0 – 3bl 3.7 bl 7 – 12 bl > 1 th 0 – 6 bl 6.v 42 .m i.5 – 30 mg 30 – 40 mg 45 – 80 mg Max 200 mg anti konvulsan i.5 mg 10 mg 15-20 mg 15 mg 20 mg 30 – 100 mg 100 mg 15 – 20 mg 22.12 bl 1 – 5 th > 5 th 5 mg 7.

Cara menghitung dosis anak • Dibandingkan dengan dosis dewasa – Umur – Berat badan – Luas permukaaan tubuh (L.T.T) • Berdasarkan ukuran fisik anak – Berat badan – L. anak 43 .P.P.

Rumus menghitung dosis anak • Young – Da = (n/n+12).Dd LPT dws : 1. Dd Dws :70 kg • Crawford -Terry – Rourke – Da = (LPT anak / LPT dws).Dd Dws : 20 th • Dilling – Da = (n/20). Dd • Clark – Da = (w anak/w dws).73 m2 1.8 m2 44 .

Dilling > 8th • Dosis terapi (dewasa) glyceril guayacolat 100200 mg/ x • Dosis terapi untuk anak 8 th : • 8/20 x ( 100 – 200 )mgkali = 40 – 80 mg/ kali 45 .Dihitung dari dosis dewasa • Rumus Young utk anak ≤ 8 th.

BB anak ( rumus Clark) • Dosis terapi dewasa glyceril guayacolat 100 – 200 mg/ kali • Dosis terapi : anak 8 yahun . BB 21 kg • 21/70 x (100 – 200) mg/kali = 30 – 60 mg/kali 46 .

Luas Permukaan Tubuh anak ( Rumus Crawford-Terry-Rourke) • Dosis terapi dewasa glyceril guayacolat 100 – 200 mg / kali • Anak 8 tahun.9 m2 • 0. LPT 0.9/1.8 x (100-200 mg)kali = 50-100 mg/kali 47 .

13 2.54 15 % 6.5 % 4.98 25 % 48 .Tabel dosis anak dengan persentase dosis dewasa (ISO 2007) Umur Bayi prematur Bayu baru lahir 2 bulan 4 bulan 12 bulan BB(kg) Dosis anak /dws 1.18 12.27 5 – 10 % 3.35 20 % 9.5 -5 % 1.81 4–8 % 2.

43 33% 50% 60% 75% 80% 90% 49 .36 54.68 29.94 35.52 45.Tabel dosis anak dengan persentase dosis dewasa (ISO 2007) Umur 3 tahun 7 tahun 10 tahun 12 tahun 14 tahun 16 tahun BB(kg) Dosis anak /dws 14.7 22.

BB 10 kg • Dosis terapi : 10 x (10-25 )= 100-250mg/tiap 6-8 jam 50 .Perhitungan dgn ukuran BB anak • Dosis terapi Amoxycillin 10-25mg /kgBB/x diberikan 6-8 jam • Anak umur 2 th.

20/1. LPT 1.73 x 15 mg = 10.20m2 • Dosis : 1.4 mg 51 .Perhitungan dengan ukuran LPT anak • Dosis pemeliharaan metotreksat untuk penderita leukemia 15mg/m2 LPT/minggu • Anak 12 th.

2-3 kali/hari. Cara ini perlu diperhatikan terutama untuk obat dengan index terapi sempit 52 . max 16 mg/hari Kesimpulan : anak umur 2s/d 6 th dosisnya sama . 2-3 kali/hari. max 12 mg/hari 7-14 th : 4mg.Generalisasi dosis • Dosis cyproheptadin : Anak umur < 2 tahun tidak dianjurkan 2-6 th : 2mg.

Max gabungan = %DM obat I + %DM obat II + … = sebaiknya tidak lebih dari 100% 53 .DM gabungan ( obat sinergis yang memp.DM) D.

5 mg 10 mg qs 54 . dtd No.Anna 0.R/ Sulfas atropin Extract Belladonnae Sl mf caps. X S 3 dd pulv I Pro: Ny.

5/3 x 100%= 50% – BE = 3x10/80 x 100%= 37.5% • Jadi resep dapat dibuat 55 .5/1 x 100% = 50% – BE = 10/20 x 100%= 50% • DM gabungan 1x = 100% • DM 1hr – SA = 3x0.5% DM gabungan 1 hr =87.• DM dws – Sulfas atropin – Bell.extract 1mg/x 3mg/hr 20 mg/x 80mg/hr • DM 1x – SA = 0.

dtd No.5 mg 10 mg qs 56 . X S 3 dd pulv I Pro: Anna (10 tahun) 0.R/ Sulfas atropin Extract Belladonnae Sl mf caps.

5 mg 1 hr= 10/20 x 3 mg = 1.• DM dws – Sulfas atropin 1mg/x – Bell.5 mg Belladonnae extr 1 x = 10/20 x 20 mg = 10 mg 1 hr= 10/20 x 80 mg = 40 mg 57 .extract 20 mg/x DM anak 10 th 3mg/hr 80mg/hr Sulfas atropin 1 x = 10/20 x 1 mg = 0.

5/0.5/1.DM 1x SA = 0.5 x 100% = 100% BE = 10/10 x 100% = 100% DM gabungan 1x = 200% DM 1hr SA = 3x0.5x 100% BE = 3x10/40 x 100% DM gabungan 1 hr Jadi resep tidak dapat dibuat 58 = 100% = 7 5% =175% .

%b/b (g/100ml) …. %v/v (ml/100ml) Persen berat/berat. mg % ( mg/100 ml) 59 .v/v (ml/1000 ml) ….pervolume. %b/v (g/100ml) Persen vol.:….Ukuran kekuatan preparat farmasi • • • • • • • Persen bobot pervolume.:…b/b ( g/1000 g) Miligram persen.b/v (g/1000 ml) ….:….

60 .

INTERAKSI.DOSIS.Formula dalam resep • • • • FORMULA MAGISTRALIS / RACIKAN FORMULA SPECIALIATIS / PATEN FORMULA OFFICINALIS / R.BSO.OTT. WAKTU & CARA PEMBERIAN) 61 .STANDAR FORMULA KOMPREHENSIF (ES.

F. MAGISTRALIS • PULVERES • POTIO • KAPSUL 62 .

F.SPECIALITIS
• • • • • •

TABLET / T. sublingual CAPSULAE SUPPOSITORIA POTIO ( syrup,elixir,guttae ) INJECTIONES ( sub cutan, iv.) AEROSOL / INHALASI ( onset < 5 ‘ )
63

F.OFFICINALIS
• POTIO ALBA CONTRA TUSSIM • POTIO NIGRA CONTRA TUSSIM • SYRUPUS THYMI

64

POTIO ALBA CONTRA TUSSIM (OBAT BATUK PUTIH)
R/ Sol. Ammon.spir.anis. 2 Sir. Simplex 10 ml OL. Menth.pip gtt I Aq . ad 100 ml m.f potio S 3 dd cth I Khasiat : ekspektorant untuk anak-anak
65

d. ad 150 ml mf.anis 3 Aq. Spir. Ammon. C I Khasiat : Ekspectorant untuk dewasa 66 .POTIO NIGRA CONTRA TUSSIM ( OBAT BATUK HITAM ) R/ Succus Liquiritiae 3 Ammonii Chloridi 3 Sol. Potio S 3 d.

5 mg x 100’s Syr.25 mg/puff x 200 doses Canister 0. 0.25 mg /puff x 400 doses 67 .5 mg/ ml x 5’s Turbuhaler 0.3mg/ml x 100 ml Amp.BSO specialitis Bricasma (Terbutaline sulfat) • • • • • Tab 2. 0.

Bentuk sediaan obat BSO SIRUP Metampiron 250 mg/ 5ml sirup ( 60 ml ) Novalgin ( Aventis ) Paracetamol 120 mg/5ml syrup ( 60 ml ) Pamol ( Interbat ) Asam mefenamat 50 mg/5ml suspensi ( 60 ml ) Ponstan ( Pfizer ) BSO DROPS Paracetamol 60 mg/ 0.6 ml drops ( 15 ml ) Panadol ( Winthrop. Sterling ) 68 .

Specialitis tablet ASTHMA (Soho) C. 2x sehari (Retard film –coated) 69 .F. Anhydrous theophylline 250 mg Dws.5 mg Theophylline 125 mg EUPHYLLIN RETARD (Pharos) C. Ephedrine HCl 12.

9 Amlodipine Antihipertensi Tablet 5mg. 500mg 125mg/5ml (60ml) 500mg/vial . sistemik Kaplet Sirup kering Kaplet 11 Ampicillin Antibakteri. 70 . sistemik Sirup kering Serbuk inj. 10mg Kapsul 10 250mg 500mg 125mg/5ml (60ml) 250mg. 1000mg/vial Amoxycillin Antibakteri.

120mg/1. 80mg/0.2ml 71 . 60mg/0. 100mg/1ml Termagon drops (15ml) .8ml Sanmol drops (15ml) .BSO Tetes Oral Paracetamol (guttae/ oral drops) Panadol drops (15ml) .6ml Tempra drops (15ml) .

72 .

1 Paracetamol analgetik antipiretik oral 6-12 bl 1-5 th 5-10 th > 10 th 50 mg 50 – 100 mg 100 – 200 mg 250 mg 200 mg 200 – 400 mg 400 – 800 mg 1g 73 .Latihan Tulislah resep pulveres yang berisi Paracetamol untuk pasien anak ( 2 tahun ) No Nama zat Guna Cara Umur/bb DL 1X DL 1 hari Ke t.

Jawab : Obat : Paracetamol Dosis terapi : 60 mg / X Cara pemakaian : peroral . 74 . sehari 3 x Lama terapi : 3 hari Pulveres yang akan diberikan : 3 x 3 bungkus = 9 dibulatkan 10 bungkus.

R/ Paracetamol S.L 60 mg qs mfla pulv. X S 3 dd pulv I 75 . dtd No.

.Tulislah resep pulveres yang berisi Amoxycillin untuk pasien anak bernama Agus ( 2 tahun 12 kg) Dosis terapi 50 mg/kg bb/ hari ( pemakaian 3 x sehari ) Jawab : Obat : …………………………. sehari ……… X Lama terapi : 5 hari Pulveres yang akan diberikan : …………bungkus 76 .. Dosis terapi : ……………………. Cara pemakaian : …………….

PRAKTEK MENYUSUN RESEP POTIO Tentukan obat yang akan diberikan Tentukan dosis terapi sesuai umur dan berat badan Tentukan cara pemakaian dan lama terapi Perhatikan penambahan corrigens Contoh : Tulislah resep potio yang berisi Paracetamol untuk pasien anak ( 2 tahun ) 77 .

Jawab : Obat : Paracetamol Dosis terapi : 60 mg / X Cara pemakaian : peroral . corrigens dan suspending agent. sehari 3 x 1 cth Lama terapi : 3 hari Perhitungan jumlah obat. volume potio. Paracetamol 1 X minum : 60 mg Paracetamol 10 X minum : 600 mg Volume potio 1 X minum : 5 ml Volume potio 10 X minum : 50 ml Syrupus simplek : 10 % CMC : 1 % 78 .

R/ Paracetamol 600 mg Syrupus simplek 10 % CMC 1% Aqua S 3 dd cth I ad 50 ml 79 .

Amoxyl dry syrup Isi : Amoxycillin 125 mg/ 5ml Kemasan : 60 ml Paracetamol syrup Isi : Paracetamol 120 mg / 5 ml Kemasan : 60 ml 80 . Susunlah resep yang lengkap .PRAKTEK MENULIS RESEP FORMULA SPECIALITIS (CTH) Seorang anak umur 3 tahun 14 kg akan diberikan Amoxyl dry syrup dan Paracetamol syrup.

63 cth = 0.5 cth ( 2. 15 kg Dosis 1 X minum : 75 mg Volume 1 X minum : ( 75 mg / 120 mg ) = 0.4 fl = 1 fl 81 .5 botol atau 3 botol Anak 3 th.5 ml ) Jumlah botol ( fl ) : ( 10 x 2.Dosis 1 x minum : ( 15 X 50 ) : 3 = 250 mg Volume 1 X minum : ( 250 mg : 125 mg ) X 5 ml = 10 ml ( 2 Cth ) Jumlah botol ( fl ) : ( 15 x 10 ml ) : 60 ml = 2.5 ml ) : 60 ml = 0.

paraf 82 .5 -----------------//-------------------.paraf R/Paracetamol syr 120mg/5ml 60 ml fl no I S 3 dd cth 0.R/Amoxycillin dry syr 125mg/5ml 60ml fl no III S 3 dd cth II ------------------//------------------.

adsp 2% 200 Sue R/ Acid salicyl 2% Talc. Adsp Sue 83 . pulv.Pulv. adspersorius R/ Salicyl talc pulv. Venet ad 200 mf.

dtd no X S 3 dd caps I 84 .Contoh kapsul R/ Dextrometorphan HBr 15 mg S . qs m f. caps.L.

c 1% m.Potio alba + obat R/ Potio alba c.m. tussim 50 ml adde Dextrometorphan HBr 50 mg c.f potio S 3 dd cth I 85 .

Potio nigra + bahan obat
R / Potio nigra c. tussim 150 ml adde Dextrometorphan H Br 150 mg c.m.c 1% m f. potio S 3 dd C I

86

BSO TABLET GENERIK
BELLADONNAE EXTRACT 10, 20 mg EPHEDRIN 25 mg GLYCERIL GUAIACOLAS 100 mg DEXTROMETORPHAN HBr 15 mg CODEIN 10,15,20 mg DOVERI 100,150,200 mg PREDNISON 5 mg DEXAMETASON 0,5 mg CTM 4 mg
87

88

Inkompatibilitas Inkompatibilitas farmaseutik : diluar tubuh Pencegahan untuk zat-zat tersebut dengan cara : • Perubahan teknik mencampur • Diganti pelarutnya • Diganti bentuknya • Volume diubah • Dibuat emulsi atau suspensi • Menambah atau mengurangi zat indiferen • Dibuat terpisah 89 .

No. obat standar. obat asli dan obat baru. obat jadi.193/Keb/BVII/71 mengatur tentang obat. 90 .Peraturan -perUUan Pengelolaan obat dan penulisan resep diatur oleh undang-undang Penggolongan obat : S. obat paten.I.P Menkes R.

contoh : Oral kontrasepsi • Golongan Obat Bebas Terbatas. contoh : CTM • Golongan Obat bebas . contoh : Morfin. contoh : Antibiotika Obat Keras Wajib Apotik. contoh : Diazepam Obat Keras. Codein • Golongan Obat Keras : Obat Keras tertentu (OKT).Penggolongan obat berdasarkan UU • Golongan Obat Narkotika . contoh : Vit C tablet 91 .

Pengelolaan obat Pengadaan dan distribusi obat Pabrik Pengadaan / Permintaan PBF / KF Apotek RS Penderita Dokter Penderita P.eceran obat Depo RS Distribusi Puskesmas Dokter RS Penderita Penderita 92 .

Penyimpanan obat Berdasarkan : • Sifat bahan obat • Golongan obat • Bentuk obat 93 .

bahan obat. registrasi ( Dep.Kes RI ) – Nama dan alamat produsen – Cara penyimpanan 94 . dan sediaan tertentu – Nomor batch. bahan obat. atau sediaan Nama zat berkhasiat Jumlah zat berkhasiat dalam satuan tertentu Jumlah zat. bahan obat. atau sediaan dalam tiap kemasan Indikasi Cara penggunaan Tanggal daluwarsa untuk zat.Etiket – – – – – – – Nama zat.