Work : Contemporary and Emerging Perspective

DEFINISI PEKERJAAN
Super (1976) mendefinisikan pekerjaan sebagai serangkaian kegiatan secara sistematik untuk mencapai suatu tujuan yang dinilai oleh orang itu sendiri dan keinginan oleh orang lain yang membutuhkan sebuah usaha. (Sear 1982)mendefinisikan pekerjaan sebagai suatu tujuan utama, dan juga untuk kesenangan dan untuk menghasilkan keuntungan bagi orang itu sendiri dan orang lain

Pekerjaan adalah istilah yang banyak definisinya yang artinya berubah tergantung waktu dan elemen hirarki yang berbeda dalam dan berbagai masyarakat. Kesimpulannya: Pekerjaan adalah segala kegiatan yang dilakukan dengan usaha untuk mencapai tujuan tertentu baik untuk kepentingan pribadi, maupun orang lain.

KONSEP PEKERJAN
Berdasarkan sejarah yang tercatat pekerjaan merupakan hal yang kontroversi bisa dianggap sebagai hukuman atau cara untuk menyelesaikan masalah ini dipandang cuma cocok untuk para budak yang bekerja sehingga tuannya akan mendapatkan kepuasan atau sebagai kontek yang dapat dicapai manusia untuk dan mempengaruhi tujuan-tujuanya.

Ahli antropologi dan ahli sejarah beralasan bahwa pekerjaan merupakan instrumen untuk menciptakan peradaban manusia yang menyebabkan manusia berusaha bersama dan saling membutuhkan bersama untuk bertahan hidup dan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

KEPUASAN KERJA
Herzberg, Mausner, dan snyderman (1959) mengemukakan dua teori klasik( dikenal dengan istilah motivation hygiene theory) menerangkan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja adalah dua proses yang berbeda.

Motivation hygiene theory
Factor yang terkait dengan content pekerjaan: Prestasi, pengakuan, kemajuan, tanggung jawab, beban kerja adalah dorongan atau motivasi yang mengarah pada kepuasan kerja.  Faktor yang terkait dengan context pekerjaan: Kompensasi, supervisi, rekan kerja, kondisi kerja, kebijakan perusahaan dan kebiasaan-sebagai factor “tidak menyenangkan" atau “hygiene factor” yang menyebabkan ketidakpuasan.

Pritchard (1969) menambahkan factor lain dalam teori Herzberg bahwa terdapat juga factor yang dianggap relevan dengan kepuasan kerja yaitu “kepentingan”
Kepentingan adalah hal yg bisa memberi kepuasan tergantung bagaimana individu tersebut memandang kejujuran, keadilan, atau kewajaran ketika apa yang dia dapatkan dibanding dengan yg dia inginkan dan perasaanya ketika orang lain mendapatkan hal yang sama.

Work Pathology

Ada lima bentuk tingkah laku yang dapat menyebabkan kegagalan ditempat kerja oleh W. S. Neff (1977, 1985), yaitu:  Tipe 1 : orang yang kurangnya motivasi dalam bekerja dan memiliki konsepsi negatif tentang pekerjaan.  Tipe 2: orang yang mengalami ketakutan dan kecemasan sebagai respon yang dominan terhadap tuntutan untuk menjadi produktif.

Tipe 3 : tipe ini termasuk individual yang memiliki tingkah laku utama dalam permusuhan dan penyerangan.  Tipe 4 : yang termasuk tipe ini adalah orang yang tingkah lakunya dikarakteristikan oleh ketergantungan yang jelas.  Tipe 5 : orang yang menampilkan tingkat kenaifan masyarakat.

Work Pathology

1.

Concepts of Leisure.  Konsep penting tentang waktu luang adalah waktu yang digunakan secara rasional oleh sebuah komunitas.  Perencanaan kerja mengingatkan bagaimana seseorang dapat memanfaatkan waktu yang tersedia.

Work and Leisure

Topolgi suatu Waktu Luang.  Waktu luang yang murni.  Waktu luang anomi.  Waktu luang kelembagaan.  Waktu luang yang diasingkan. 3. Konseling Waktu Luang.  Membantu seseorang dalam menemukan waktu luang yang pas selama mereka menjalani aktifitas sehari-hari.
2.

Work and Leisure

1. 2.

3. 4. 5.

Awal Peralihan Kerja. Masalah Peralihan Jabatan.  Aspek Prestasi.  Aspek Organisasi.  Aspek Tanggung Jawab.  Aspek Afektif. Kecendrungan Kompetensi Kerja. Rintangan Kerja Multidimensi. Adult Career Problems.

The Transition to Work

 Personal

flexibility : tingkah laku, kemampuan, dan sikap yang harus ada pada masyarakat industri (Herr, 1990).

Counseling for Personal Flexibility

1.  

The Element of Personal Flexibility in a Global Economy. Basic Academic Skills. Adaptive Skills.

Career Motivation. Terdapat tiga motivasi karir yang behubungan dengan personal flexibility:  Tangguh dalam menghadapi perubahan.  Mempunyai wawasan diri sendiri dan lingkungan.  Mengidentifikasikan satu pekerjaan, organisasi, dan/atau tujuanfor dari pekerjaan. Counseling Personal Flexibility
2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful