Teori Belajar Sosial

Kelompok 5 Nama: Cristine Sartika (4554) Brigita Wuri H. (4568) Nur Arifianti W. (4573) Shanne Yunita (4574) Fellix yossy (4621)

dan cara berpikir yang kita miliki terhadap sesuatu maklumat dan juga sebaliknya. yaitu bagaimana tingkah laku kita mempengaruhi persekitaran dan menghasilkan peneguhan (reinforcement) dan peluang untuk diperhatikan oleh orang lain (observational opportunity). perilaku dan pengaruh lingkungan. Albert Bandura menghipotesiskan bahwa tingkah laku. tingkah laku sering dievaluasi. Melalui kognitif kita. perilaku yang ditentukan. Kondisi lingkungan sekitar individu sangat berpengaruh pada pola belajar sosial jenis ini. Albert Bandura membantah bahwa belajar . Teori pembelajaran sosial ini digunakan dengan mudah untuk perkembangan agresi. Albert Bandura memberi penekanan tentang bagaimana perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan melalui peneguhan (reinforcement) dan pembelajaran peniruan (observational learning). Albert Bandura berasumsi tentang pikiran manusia dan menafsirkan pengalaman mereka. pemahaman dan evaluasi. Teori Bandura dengan jelas menggunakan sudut pandang kognitif dalam menguraikan belajar dan perilaku. Contoh. Pengakuan sosial yang berbeda mempengaruhi konsepsi diri individu. yaitu bebas dari timbal balik sehingga boleh mengubah kesan-kesan personal seseorang. Menurut Albert Bandura lagi. Teori ini menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif. lingkungan dan kejadian-kejadian internal pada pelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh atau berkaitan (interlocking). Teori pembelajaran sosial ini juga dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana seseorang belajar dalam keadaan atau lingkungan sebenarnya. maka dia cenderung gemar merokok. ketekunan dan reaksi psikologis yang datar pada emosi.Teori pembelajaran sosial (social learning theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura adalah salah satu konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari pikiran. atau sebaliknya menganggap bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatannya. seseorang yang hidup di lingkungan orang-orang yang suka merokok. Contohnya.

kompleks hanya dapat terjadi ketika orang sadar dari apa yang dikuatkan. 2. reproduksi gerak. . Lebih mendalam lagi berikut faktor-faktor untuk mendapatkan perhatian : (1) penekanan penting dari perilaku menonjol (2) memperoleh perhatian dari ucapan /teguran (3) membagi aktivitas umum dalam bagian –bagian yang wajar jadi komponen keterampilan dapat menonjol. ingatan kesan visual atau symbol verbal dapat berlanjut dengan melatih kembali secara mental. dan motivasi. penyandian akan mencoba untuk berpikir giat mengenai tindakan dan memikirkan kembali penyandian verbal. dan dasar untuk penyimpanan merupakan metode yang digunakan untuk penyandian atau memasukkan respon. Atensi / Perhatian Jika reaksi baru yang dipelajari dari melihat/mendengar lainnya. Rangkaian kejadian itu merupakan perilaku ingin yang diikuti oleh penguatan tetapi Albert Bandura akan membantah bahwa penguatan seperti itu tidak akan memberikan pengaruh yang kuat pada perilaku. 1. Retensi Setiap gambaran perilaku disimpan dalam memori atau tidak. Menurut teori belajar sosial. perbuatan melihat saja menggunakan gambaran kognitif dari tindakan. retensi/mengingat. secara rinci dasar kognisi dalam proses belajar dapat diringkas dalam 4 tahap yaitu : atensi/perhatian. maka hal itu jelas bahwa tingkat memberi perhatian yang lain akan menjadi yang terpenting. Waktu respon yang diamati disandikan. Kita harus mengerti hubungan antara perilaku yang benar dan peristiwa penguatan. Penyandian dalam symbol verbal dipermudah oleh berpikir aktif orang atau ringkasan secara verbal tindakan yang mereka amati. Dengan begitu.

3. Penyesuaian dibuat dalam rangkaian tindakan baru. Perilaku sebenarnya dicatat oleh orang dan mungkin juga oleh pengamat yang memberikan timbal balik yang benar dari perilaku suka meniru. 4. dan rangkaian perilaku awal. Dasar penyesuaian dari timbal balik membuat pengaturan simbolik rangkaian tindakan baru. Asumsi pokok Teori Belajar Sosial Bandura bahwa model akan mempunyai pengaruh yang paling efektif apabila mereka dianggap atau dilihat sebagai orang yang mempunyai . Walaupun teori belajar social mengandung penguatan untuk tidak menambah pengetahuan guna “mengecap dalam perilaku”. Rangkaian tindakan baru merupakan symbol pertama pengaturan dan berlatih. itu peran utama memberi penguatan (hadiah dan hukuman) seperti seorang motivator. dan rangkaian perilaku dimulai lagi. Biasanya rangkaian perilaku model dalam penelitian Bandura buatan dari komponen perilaku yang sudah diketahui orang. orng harus memiliki komponen keterampilan. semua waktu dibandiungkan dengan ingatan/memori dari perilaku model. Ketika kita mencoba menstimulus orang untuk menunjukkan pengetahuan pada perilaku yang benar. Reproduksi Gerak Waktu fakta-fakta dari tindakan baru disandikan dalam memori. hasil yang dicapai dalam koordinasi penampilan/ pertuntukan memerlukan pergerakan individu yang dengan mudah tampak. retensi. Teori belajar sosial memperkenalkan tiga prasyarat utama untuk berhasil dalam proses ini. mereka harus dirubah kembali dalam tindakan yang tepat. Terakhir. orang harus memiliki kapasitas fisik untuk membawa komponen keterampilan dalam mengkoordinasikan gerakan. Kedua. Pertama. dan reproduksi gerak sebagian besar berhubungan dengan kemampuan orang untuk meniru perilaku penguatan menjadi relevan. Penguatan dan Motivasi Pokok persoalan dari atensi.

Gurunya dijadikan model dalam hal kerapihan dan perilaku peserta didik tersebut Contoh kasus Teori Pembelajaran Sosial: Dalam kasus yang terjadi pada Emily Dickinson ia tumbuh sebagai gadis yang pendiam dan tertutup sebagai pengaruh dari lingkungan terutama keluarganya. relasi. dunia ayahnya. Dickinson juga menarik diri dari publik. Dalam hal ini terbukti bahwa lingkungan mempengaruhi perilaku dan perilaku mempengaruhi lingkungan. dan hampir semua kehidupan sosial di Amherst. Oleh sebab itu. Karena lingkungan keluarganya mengajarkan sesuatu yang membuat Emily merasa inferior dan cenderung pendiam. kemampuan. Meskipun demikian Dickinson tetap berusaha untuk membina hubungan baik dengan sehabat. hanya belasan karyanya yang diterbitkan.kehormatan. Namun. ia membuat karya untuk mengekspresikan dirinya sebagai seorang seniman penyair dan . dan mentornya. Contoh Kasus : seorang peserta didik yang meniru kerapihan dan perilaku gurunya. Hal ini menunjukkan bahwa Dickinson melakukan pekerjaannya sebagai seorang penyair secara total. sehingga dalam banyak hal seorang guru bisa menjadi model yang paling berpengaruh. Dalam biografi diceritakan bahwa ia tidak dekat dengan ibunya. Hal ini dikarenakan bahwa Dickinson memiliki ekspektasi dan efikasi yang rendah terhadap dirinya sehingga ia tidak yakin untuk bersosialisasi dengan orang lain. Emily merasa kedekatan dengan kedua orang tuanya kurang harmonis karena banyak aturan dalam keluarga yang membuatnya tidak bisa secara bebas untuk mengembangkan minatnya. Selain itu. sedangkan ayahnya over protektif terhadapnya hingga Emily tidak diperbolehkan membaca sesuatu yang mungkin dikhawatirkan bisa bersinggungan dengan keyakianan agamanya. itu pun secara anonim. Peserta didik tersebut melihat dan kemudian berkehendak menampilkannya pada dirinya sendiri. dan juga kekuatan. status tinggi. Dickinson dianggap sebagai penyair terbesar Amerika ia menulis hampir 2000 puisi.

. ayahnya sempat melarangnya untuk membaca tulisan-tulisan yang dikhawatirkan akan bersinggungan dengan keyakinan agamanya. meskipun demikian ia tetap membaca banyak buku. Melalui membaca ia mendapatkan banyak pengetahuan sehingga ia dapat menciptakan karya-karya yang bagus.menunjukkan bahwa ia sangat menyenangi dunia tulis menulis. Hal tersebut sesuai dengan konsep teori belajar sosial dari Bandura tentang kognisi dan regulasi diri yang menempatkan manusia sebagai pribadi yang dapat mengatur diri sendiri (self regulation). Di awal karirnya. menciptakan dukungan kognitif dan mengadakan konsekuensi bagi tingkah lakunya sendiri. mempengaruhi tingkah laku dengan cara mengatur lingkungan.

Maria Natalia Damayanti Maer. 2008. (1977). Jakarta: Salemba Humanika. -West. Turner. Buku 2. New York: General Learning Press. Edisi 3. Richard & Lynn H. A. Social Learning Theory.Daftar Pustaka -Bandura. . Introducing Communication Theory: Analysis and Application. terj.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.