You are on page 1of 2

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi Sektor Publik


.mekanisma teknik & analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana masyarakatdi lembaga-lembaga tinggi negara, BUMN, BUMD, LSM, termasuk yayasan yayasan sosial [Indra Bastian, 2006]

Karakteristik Organisasi Sektor Publik


Karakteristik
Tujuan Aktivitas Sumber pembiayaan Mensejahterakan masyarakat secara bertahap Layanan publik Dari dana masyarakat berwujud pajak dan, retribusi, laba perusahaan negara, pinjaman pemerintah, dan pendapat lain-lain yang sah & tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku Kepada masyarakat melalui DPR, DPRD, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Birokratis, formal & berjenjang Masyarakan Indonesia, pegawai organisasi, kreditor, investor, lembaga internasional dan pemerintah luar negeri

Fadli

Pola pertanggungjawaban Kultur organisasi Stakeholders

Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik


Organisasi sektor publik dibatasi dengan organisasiorganisasi yang menggunakan dana masyarakat, sehingga perlu melakukan pertanggungjawaban ke masyarakat Di Indonesia, Akuntansi sektor publik mencakup beberapa bidang utama: Akuntansi pemerintah pusat Akuntansi pemerintah daerah Akuntansi parpol dan LSM Akuntansi yayasan Akuntansi pendidikan dan kesehatan Akuntansi tempat peribadatan: masjid, gereja, viara, kuil

Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta
Perbedaan Tujuan Organisasi Sumber pendanaan Sektor Publik Nonprofit motif Pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara, dsb. Sektor Swasta Profit motif Pembiayaan internal: Modal sendiri, laba ditahan, penjualan aktiva Pembiayaan eksternal: Utang bank,obligasi, penerbitan saham

Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta
Perbedaan Struktur Organisasi Karakteristik anggaran Sistem akuntansi Sektor Publik Birokratis, hierarkis Terbuka untuk publik Accrual Accounting dan Cash Accounting Sektor swasta Fleksibel: piramid, lintas fungsional, dsb. Tertutup untuk publik Accrual Accounting

Pertanggungjawaban

Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban kepada kepada pemegang masyarakat(publik) dan saham dan kreditor parlemen (DPR/DPRD)

Persamaan Organisasi Sektor Publik dengan Perusahaan:


Bagian tidak terpisahkan dari suatu sistem perekonomian nasional Menghadapi sumberdaya yang terbatas untuk mencapai tujuannya Pola manajemen keuangan sama Beberapa mempunyai output produk yang sama Diatur oleh peraturan perundangan

REGULASI SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA


TAP MPR No XV/MPR/1998: Penyelenggaraan otonomi daerah, pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan serta perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam kerangka NKRI. UU No. 22 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 32 Tahun 2004 dan diubah dengan UU No. 8 Tahun 2005; tentang Pemerintah Daerah UU No. 25 Tahun 1999 yang diubahn dengan UU No. 33 Tahun 2004; tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. UU No. 17 Tahun 2003; tentang Keuangan Negara UU No. 1 Tahun 2004; tentang Perbendaharaan Negara UU No. 15 Tahun 2004; tentang Pemeriksaan Pengelolaan & Tanggungjawab Keuangan Negara

PP No. 23 Tahun 2005; tentang pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. PP No. 24 Tahun 2005; tentang SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan) di ubah dengan PP No. 71 Tahun 2010 PP No. 54 Tahun 2005; tentang Pinjaman Daerah PP No. 55 Tahun 2005; tentang Dana Perimbangan PP No. 58 Tahun 2005; tentang Pengelolaan KeuanganDaerah PP No. 8 Tahun 2006; tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah

Ciri Manajemen KeuDa Prareformasi


Pemda = kepala daerah dan DPRD (UU No. 5 th. 1975 ps 13 (1)) Bentuk Laporan Perhitungan APBD, terdiri dari: Perhitungan APBD ; Nota Perhitungan APBD; dan Perhitungan kas dan pencocokan sisa kas dan sisa perhitungan; Ringkasan perhitungan Pendapatan & Belanja

Pinjaman diperhitungkan sebagai Pendapatan.Kepmendagri No. 903-057 th 1988, sebagai Penerimaan Pembangunan Unsur-unsur penyusunan APBD: pemda kepala daerah & DPRD), belum melibatkan masyarakat Indikator kinerja Pemda: Perbandingan anggaran & realisasi Perbandingan standar biaya & realisasinya Target & persentase fisik proyek

Ciri Manajemen KeuDa Era (Pasca) Reformasi


Daerah = propinsi dan kota atau kabupaten (tidak ada lagi Dati I / II) Pemda = kepala daerah beserta perangkat lainnya (Badan Eksekutif) , DPRD adalah Badan Legislatif UU no. 22 th 1999,ps. 14. Laporan pertajaban akhir tahun anggaran : Lap Perhitungan APBD; Nota Perhitungan APBD; Lap Aliran Kas; Neraca Daerah, dilengkapi Penilaian Kinerja (PP No 105 th 2000,ps 38) Masyarakat masuk dalam unsur penyusunan APBD Indikator kinerja pemda, ditambah dengan standar pelayanan yang diharapkan Menggunakan Akuntansi dalam mengelola KeuDa

6 Pergeseran Pengelolaan Anggaran Daerah


Vertical accountability menjadi horizontal accountability Traditional budget menjadi performance budget Dari pengendalian & audit keuangan, ke pengendalian dan audit keuangan dan kinerja Lebih menerapkan konsep value for money Perubahan sistem akuntansi: Single entry double entry Cash basis accrual dan cash basis

Masa reformasi lanjutan (2004-sekarang)


Kepmendagri No. 29 th 2002 diganti Permendagri No. 13 th 2006 (implementasi PP no. 58 th 2005), ketegasan penggunaan Akuntansi, bukan Pembukuan PP No 24 th 2005 Standar Akuntansi Pemerintahan di ubah dengan PP No. 71 Tahun 2010

Badan yang Terkait Akuntansi Sektor Publik di Indonesia


Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN) Kompartemen Akuntan Sektor Publik (KASP) yang berada di bawah IAI Pemerintah Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP)

PSAP
Kerangka Konseptual
PSAP 01 PSAP 02 PSAP 03 PSAP 04 PSAP 05 PSAP 06 PSAP 07 PSAP 08 PSAP 09 PSAP 10 PSAP 11 PSAP 12 Penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Laporan Realisasi Anggaran Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan Akuntansi Persediaan Akuntansi Investasi Akuntansi Aset Tetap Akuntansi Konstruksi dlm Pengerjaan Akuntansi Kewajiban Kebijakan Akuntansi, Dan Peristiwa Luar Biasa Konsolidasi LAPORAN OPERASIONAL

Basis Akuntansi
Sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara, pemerintah diwajibkan menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh atas pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja negara paling lambat tahun anggaran 2008. Sedangkan basis akuntansi yang sekarang ini diterapkan oleh pemerintah dalam pembuatan laporan keuangan pemerintah sesuai dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam Standar Akuntansi Pemerintahan adalah dual basis. Yang dimaksud dengan dual basis adalah pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran menggunakan basis kas, sedangkan untuk pengakuan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dalam Neraca menggunakan basis akrual.

Basis Akuntansi
Penggunaan dual basis tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa pemerintah diwajibkan membuat neraca yang hanya dapat dibuat dengan akuntansi berbasis akrual, sedangkan di sisi lain juga wajib membuat laporan realisasi anggaran atau yang dulu di kenal dengan nama Perhitungan Anggaran Negara (PAN) yang dibuat dengan akuntansi berbasis kas.