Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Makalah/Tulisan NORMA DAN ADAT

ISTIADAT KELUARGA MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA

Kelas : 1-IA21 Tanggal Penyerahan Makalah : 23 April 2013 Tanggal Upload Makalah : 24 April 2013

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain. Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

Penyusun

NPM 50412453

Nama Lengkap Ahmad Maruf

Tanda Tangan

Program Sarjana Teknik Informatika UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr Wb Segala puji bagi tuhan yang maha esa, yang telah melimpahkan karunia dan rahmatnya sehingga saya bisa menyusun makalah ini dengan baik. dalam penyusunan makalah ini penulis akan menjelaskan mengenai materi Ilmu Budaya Dasar yang sangat penting di dalam dunia pendidikan karena merupakan bekal dan pilar utama untuk bisa, mengenal budaya, mengenal kultur dan kebiasaan dari masing-masing masyarakat, serta bisa menambah wawasan bagi mahasiswa atau pelajar , untuk mengetahui latar belakang ilmu budaya yang ada di Indonesia serta menjadikannya sebagai aset atau icon penting yang harus di miliki suatu bangsa dan harus di ketahui, di pahami dan di lestarikan, supaya budaya itu mengakar dan bisa tumbuh serta bercabang dan di kembangkan tanpa melupakan nilai seni dan kultur budaya aslinya. pada dasarnya budaya merupakan warisan dan peninggalan nenek moyang, yang tercipta dari sebuah kebiasaan atau kepercayaan yang telah menyatu di setiap masyarakat, dan mengandung nilai seni yang di padukan dengan kultur setiap masyarakat yang berbeda. Pada makalah ini penulis akan membahas dan menjelasakan tentang” NORMA DAN ADAT ISTIADAT KELUARGA MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA ”. Peran keluarga dalam membentuk mahasiswa atau pelajar untuk berbudaya merupakan salah satu cara yang efektif, seperti halnya NORMA DAN ADAT ISTIADAT KELUARGA MEMBENTUK PRIBADI MAHASISWA BERBUDAYA serta seluruh warga gunadarma yang membentuk mahasiswa agar berbudaya sudah terbukti secara langsung maupun tidak langsung, yaitu dengan adanya, mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, teater budaya dan seni yang di adakan UKM TEMA, pelestarian Batik yang di haruskan di pakai setiap hari sabtu oleh mahasiswa serta seluruh keluarga besar gunadarma beserta stafnya . Penulis berharap dengan adanya Ilmu Budaya Dasar serta peran dari keluarga dapat membentuk budaya sehingga dapat berkontribusi untuk bangsa, dapat terwujud . Semoga makalah ini bermanfaat . Wassalamu’alaikum Wr. Wb ....... 

Bekasi, 22 April 2013

Ahmad Maruf

DAFTAR ISI Cover Pernyataan Kata pengantar Daftar is Bab I Pendahuluan 1. Latar belakang 2. Tujuan penulisan 3. Sasaran Bab II Permasalahan 1. Kekuatan (Strength) 2. Kelemahan (Weakness) 3. Peluang (Opportunity) 4. Tantangan (Threats) .........................................................................i .........................................................................ii .........................................................................iii ........................................................................ iv ........................................................................1 ........................................................................1 ........................................................................1 ........................................................................1 ........................................................................2 ........................................................................2 ........................................................................4 ........................................................................6 ........................................................................7

Bab III kesimpulan dan Rekomendasi 1. Kesimpulan ........................................................................ 8 2. Rekomendasi ........................................................................ 9 Daftar Pustaka ........................................................................10

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya, baik budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu ataupun budaya modern yang di kembangkan, budaya di Indonesia sangat di pengaruhi oleh masing-masing etnis atau kultur dari masing-masing daerah, yang di bentuk melalui manusia yang percaya atau berkeyakinan bahwa hal itu adalah warisan. Indonesia memang Negara yang kaya akan warisan, baik warisan budaya, pusaka, emas, perak mutiara, serta rempah-rempah. Dengan adanya kebudayaan, bangsa Indonesia bisa bersatu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi, walaupun setiap daerah memiliki budaya yang berbeda tetapi dengan adanya rasa kebersamaan saling memiliki dan melestarikan sehingga budaya tersebut dapat menyatukan Negara Indonesia tercinta ini . Lingkungan hidup merupakan faktor pembentuk budaya, terutama keluarga. Di dalam lingkungan keluarga kita di didik untuk bisa mengenal budaya, baik budaya yang ada di dalam lingkungan keluarga (internal) dan budaya masyarakat (eksternal).

B. TUJUAN Kebudayaan tercipta dengan berbagai cara, dan dari banyak aspek yang menyebabkan budaya itu tercipta. Awal tercipta kebudayaan adalah dari lingkungan keluarga yang membentuk budaya sejak kita dini, dari keluarga tersebut kita di didik untuk mengetahui kebiasaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Peran keluarga dalam pembentukan budaya sangatlah penting, karena di dalam lingkungan keluarga , kita di didik untuk membentuk karakter diri kita masing-masing, sifat, sikap dan pemikiran kita sangat di pengaruhi dari lingkungan keluarga . Jika lingkungan keluarga kita baik dan bisa membentuk karakter kita dengan baik, maka diri kita akan jadi baik, sebaliknya jika lingkungan keluarga kita buruk, maka diri kita akan jadi buruk. Keluarga sangat penting bagi kita, karena keluarga adalah tokoh utama pembentuk jati diri dan karakter, supaya bisa berbudaya .

C. SASARAN Ilmu budaya dasar ini perlu dimiliki atau dipelajari oleh setiap kalangan, baik mahasiswa, pelajar, dan masyarakat. karena dengan ilmu budaya dasar, kita bisa mengenal kebudayaan dan tahu tentang keanekaragaman budaya Indonesia yang semakin berkembang. Dengan berkembangya budaya itu menunjukan bahwa peran sebuah aspek perilaku dan tindakan sangat diperlukan untuk membuat budaya Indonesia tidak hilang karena perkembangan zaman . Semua warga negara indonesia di haruskan mengenal dan bisa mengerti tentang pengetahuan budaya agar bisa berbudaya dengan baik. Oleh sebab itu tidak ada pembatas dan bersifat bebas bagi kita untuk bisa mengetehai dan mengenal budaya, karena budaya milik semua.

BAB II PERMASALAHAN 1. KEKUATAN (STRENGTH)

A. Rasa Nasionalisme Budaya tumbuh dari rasa kebersamaan dan rasa kepercayaan yang di pengaruhi oleh nilai kultur budaya yang sudah menyatu. Dengan adanya keinginan dari masyarakat dan bangsa Indonesia, budaya dapat tetap tumbuh dan bisa di rasakan, itu merupakan wujud dan tindakan yang dilakukan nenek moyang atau leluhur sebelum kita, yang telah berjuang untuk mempertahankan keinginan dan keyakinan mereka dalam membentuk budaya. Sebuah cara yang sederhana tapi begitu besar manfaatnya merupakan pokok dasar tujuan besar dari sebuah unsur kebudayaan. Tanpa budaya Negara hanya sebuah perahu yang berjalan di tengah samudera tanpa sebuah gayung, karena tanpa gayung, perahu tersebut tidak terarah dan akan tebawa arus ombak, itulah gambaran betapa pentingnya budaya dan manfaat dari sebuah kebudayaan bagi bangsa, karena budaya tidak hanya sebuah aset atau kekayaan materil tetapi budaya merupakan penentu kemana bangsa ini akan berjalan mengikuti arus di kehidupan yang suatu saat akan berubah. budaya bukan hanya sebuah pakaian luar yang di kenakan, namun budaya itu adalah semua perangkat yang menjalankan aspek kehidupan sehingga masyarakat dapat hidup dengan memiliki rasa social serta kebijakan . manfaat budaya : 1. Dengan budaya, manusia dapat hidup bersama dengan tentram, tanpa ada rasa perbedaan dan diskriminasi social. 2. Budaya merupakan warisan , bukan pembeda mayoritas atau etnis dalam setiap suku, yang berada di belantara nusantara. 3. Budaya merupakan cerminan perilaku serta tindakan suatu bangsa. 4. Dengan budaya, dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang belum terjalin, Karena hal itu sudah biasa jadi akan melekat dan menjadi sesuatu yang tidak bias di tinggalkan. 5. Dengan adanya kebudayaan yang dimiliki suatu bangsa dapat menambah pemasukan Negara baik secara materi maupun aset Negara.

Awal dari tumbuhnya rasa nasionalisme salah satunya dengan adanya budaya, karena budaya merupakan jantung bagi Negara, tanpa jantung peredaran darah di tubuh tidak dapat beredar dengan baik.

B. Pelestarian keaneka ragaman budaya Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antar golongan mengandung potensi konflik yang besar.mengenai berbagai macam ragam budaya. Hanya saja kita belum mengenal dan tahu jelas kalau apa yang sedang kita lakukan dan kita rasakan merupakan bagian dari budaya Indonesia. Di jawa, budaya merupakan warisan leluhur yang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat setempat untuk di jaga dan di lestariakan. Seperti halnya tari dan perayaan. Di jawa, tari, perayaan, ibadah, ritual, acara tasyakurun, mitoni dan tingkeban, merupakan budaya, yang pernah dilakukan nenek moyang, dan di teruskan oleh generasi penerusnya. banyak sebagian dari budaya itu telah berubah tetapi tidak hilang, karena perkembangan zaman, budaya tetap ada, hanya saja cara mengapresiasikan dengan cara berbeda yaitu dengan cara menggunakan kemajuan dan teknologi.

C. Pengukuhannya dalam bentuk peraturan pemerintah Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Budaya Indonesia tidak hanya di akui oleh local saja, dunia pun mengakuinya dan di tetapkan sebagai budaya milik Indonesia. Seperti Unesco, menetepkan batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda warisan manusia merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

D. Kemudahan mengakses segala macam informasi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting serta sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan intelektualitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Keluarga, kembali mengmbil peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya teknologi yang mendukung, pembentukan budaya jadi lebih mudah, dan sangat membantu bagi orang tua untuk membentuk budaya anaknya, dan mengawasinya, sejauh mana pengetahuan dan wawasan yang di miliki oleh anaknya.

2. KELEMAHAN (WEAKNESS)

A. Pengaruh budaya asing Keluarga yang terlalu mengekang dan mendekte anak tentang budaya di masyarakat membuat anak memberontak dan cenderung membangkang. Sehingga anak mudah terpengaaruh dan mencari jalan keluar untuk menjadikan dirinya senang tanpa aturan orang tua, pada saat itu dengan mudah anak tersebut menerima budaya asing yang sebenarnya buruk.

B. Ketidak pedulian masyarakat Arus globalisasi yang menyerang di segala aspek kehidupan bermasyarakat,baik masyarakat kota maupun masyarakat perdesaan menyebabkan pendidikan moral dalam kelurga mulai luntur. Peran keluarga di dalam masyarakat sangat di perlukan, untuk menjaga budaya, tetapi masyarakat saat ini sudah tidak peduli terhadap kebudayaan sehingga menyebabkan budaya itu hilang atau tidak di kenal lagi oleh masyarakat selanjutnya. C. Kurangnya rasa kecintaan, apresiasi dan kebanggaan Kurangnya perhatian keluarga dalam pembentukan karakter dan moral anak menyebabkan anak mempunyai perilaku menyimpang. Dan tidak adanya rasa cinta yang tumbuh pada keluarga sehingga menyebabkan tumbuhnya perilaku menyimpang .

D. Kurangnya sosialisasi kebudayaan kepada masyarakat Kurangnya perhatian keluarga dalam pembentukan karakter dan moral anak menyebabkan anak mempunyai perilaku menyimpang. Peran dari masyarakat yang tidak memperhatikan kebudayaan menjadikan budaya sulit di kenal oleh lungkungannya . Sosialisasi sangat di perlukan untuk mengenalkan budaya terhadap lingkungan dan masyarakat sehingga budaya tetap bertahan .

3. Peluang (Opportunity) A. Pertumbuhan usaha jasa parawisata domestik dan mancanegara Dengan semakin berkembangnya minat mempelajari dan mengembangkan seni budaya, maka membuka peluang bagi terbukanya jasa-jasa pariwisata, baik domestic maupun mancanegara, yang pada akhirnya akan memberikan sumbangan devisa yang sangat besar bagi Negara. Oleh sebab itu di perlukan peran kita semua untuk mewujudkan, supaya kebudayaan menjadi bertumbuh dan bisa di kenal oleh lokal dan mancanegara. B. Makin solid dan kuatnya rasa persatuan dan kesatuan Di dalam lingkungan keluarga, budaya mudah sekali terbentuk, dengan terbentuknya karakter dan budaya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebersamaan dari masing-masing masyarakat . Kuatnya menjadikan budaya daerah menjadi budaya nasional, membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dapat memperkokoh ketahanan nasional.

C. Berkembangnya multimedia Zaman yang semakin maju, penggunaan teknologi sangat diperlukan untuk mengapresiasikan budaya. Seperti penggunaan multimedia untuk memudahkan sosialisasi dan pemanfaatan budaya, menjadi cara yang efisien dan efektif untuk mengembangan budaya. Dengan menggunakan multimedia, seperti halnya internet, budaya bisa dengan mudah di kenal dan di ketahui masyarakat luas, di samping membutuhkan waktu yang singkat, manfaatnya pun dapat di lihat dan di rasakan.

D. Terciptanya infrastruktur sarana dan prasarana mendukung parawisata Dunia internasional tidak menutup mata tentang keberadaan Indonesia, ini dikarenakan Indonesia dianggap mampu menjaga, melestarikan, mempertahankan kebudayaannya. Ini terbukti dari pengakuan-pengakuan dari lembaga internasional. Sarana dan prasarana untuk membentuk supaya budaya bisa lebih mudah di kunjungi oleh wisatawan, membutuhkan cara dan langkah yang baik, supaya tercipta budaya yang tersetruktur dan mudah di kenal oleh wisatawan, sehingga bisa meningkat pengunjungnya dan dapat melestarikan budaya yang menjadi tujuan utama. Penataan budaya yang di sediakan tempat, fasilitas yang memadai akan menambah ketertarikan pengunjung untuk datang lagi.

4. TANTANGAN (THREATS)

A. Perpecahan di dalam masyarakat itu sendiri Perbedaan cara pandang, antar generasi tentang kebudayaan bisa membawa kepada perpecahan. Hal ini sangat mungkinterjadi apabila tidak dilakukan pendekatan yang komprehensif untuk menyatukan persepsi tentang arti budaya itu sendiri.Perpedaan pendapat dan pemahaman menjadi factor utama munculnya perpecahan di dalam masyarakat, tetapi hal itu dapat di atasi dan bisa menumbuhkan rasa percaya, dengan memastikan bahwa setiap kebudayaan berbeda dan mengandung nilai yang terkandung di dalamnya.

B. Relatif minimnya filterisasi terhadap budaya Setiap budaya yang masuk harus kita filterisasi atau saring supaya budaya yang buruk tidak masuk ke masyarakat. Karena banyaknya budaya asing membuat, masyarakat kesusahaan untuk mengaturnya agar budaya asing tidak masuk, tetapi sangat sulit karena, lingkungan sudah mengubahnya. Dengan semakin pesatnya perkembangan zaman, maka akan membawa pengaruh pada masuknya budaya asing. Hal ini akan membawa dampak buruk bagi kehidupan generasi muda apabila system filteriasai tidak dikedepankan, karena masuknya budaya asing tidak selalu sejalan dengan pola hidup, cara pandang bangsa Indonesia. C. Banyaknya situs-situs dan benda-benda cagar budaya yang dirusak Di era yang modern, masyarakat seperti lupa apa yang telah di miliki, dan merasa tidak memiliki, sehingga segala sesuatu yang terjadi pada lingkungannya, budayanya, merasa, tidak mau tahu, dan tidak mau menjaganya, sehingga hal ini dapat menimbulkan, mudahanya situ budaya dan cagar benda budaya, di rusak oleh orang lain atau di ambil alih Negara lain. Seperti halnya, kepulauan Indonesia, batik Indonesia yang hampir di ambil orang Malaysia, serta lagu daerah yang berjudul “sayangku” hampir saja di ambil alih oleh negera lain. Setiap era budaya pasti ada tantangan yang berbeda, oleh sebab itu kita semua harus menanamkan rasa saling menjaga, memiliki dan melestarikan, supaya kebudayaan yang di miliki bangsa Indonesia tidak rusak dan tidak di kuasai oleh Negara lain.

D. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia Sumber daya manusia pada saat ini, sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi dengan adanya peningkatan sumber daya manusia, dapat membuat tumbuhnya rasa ego dan persaingan, sehingga melemahkan peran kita dalam melestarikan budaya, karena yang terpikirkan hanya kompetensi dan persaingan yang membuat kita lepas dari kehidupan social. Budaya yang di miliki bangsa akan meningkat jika di imbangi dengan sumber daya manusia yang tinggi serta rasa kebersamaan dalam mengapresiasikan kebudayaan, tetapi dengan meningkatnya Sumber Daya Manusia dapat mewujudkan tujuan Indonesia, dan lebih mudah untuk mensosialisasikan budaya.

BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Kebudayaan tercipta dari sebuah keyakinan serta kebiasaan, yang menganggap bahwa sesuatu yang di lakukan nenek moyang merupakan warisan dan peninggalan prasasti penting yang harus di jaga, oleh sebab itu budaya memiliki maksud dan tujuan yaitu untuk membentuk pribadi bangsa supaya bangsa ini menjadi bangsa yang kaya budaya dan dapat mengamalkan kepada anak cucunya. Ilmu budaya bagi mahasiswa merupakan factor pendukung untuk mengenal budaya , tidak hanya sekedar tahu tetapi menjaganya dan menjadikan budaya adalah warisan leluhur yang memiliki nilai seni dan nilai kultur supaya budaya tetap terjaga dan dapat menjadi karakter bangsa .

B. REKOMENDASI Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998. Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Budaya Indonesia tidak hanya di akui oleh local saja, dunia pun mengakuinya dan di tetapkan sebagai budaya milik Indonesia. Seperti Unesco, menetepkan batik Indonesia ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda warisan manusia merupakan pengakuan internasional terhadap mata budaya Indonesia.

Kurangnya perhatian keluarga dalam pembentukan karakter dan moral anak menyebabkan anak mempunyai perilaku menyimpang. Peran dari masyarakat yang tidak memperhatikan kebudayaan menjadikan budaya sulit di kenal oleh lungkungannya . Sosialisasi sangat di perlukan untuk mengenalkan budaya terhadap lingkungan dan masyarakat sehingga budaya tetap bertahan .

Dengan adanya keanekaragaman budaya dapat memberikan peluang untuk menarik minat turis dan wisatawan baik dari local maupun mancanegara, untuk berwisata dan melihat keanekaragaman budaya. Nilai unsur budaya yang terkandung menjadi salah satu yang membuat wisatawan dan turis tertarik, sehingga menambah penghasilan dan pemasukan Negara serta menjadikan masyarakat setempat sejahtera, dengan adanya pelestarian budaya. Sumber daya manusia pada saat ini, sudah lebih baik dari sebelumnya, tetapi dengan adanya peningkatan sumber daya manusia, dapat membuat tumbuhnya rasa ego dan persaingan, sehingga melemahkan peran kita dalam melestarikan budaya, karena yang terpikirkan hanya kompetensi dan persaingan yang membuat kita lepas dari kehidupan social. Budaya yang di miliki bangsa akan meningkat jika di imbangi dengan sumber daya manusia yang tinggi serta rasa kebersamaan dalam mengapresiasikan kebudayaan, tetapi dengan meningkatnya Sumber Daya Manusia dapat mewujudkan tujuan Indonesia, dan lebih mudah untuk mensosialisasikan budaya.

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/kebudayaan http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Benda_Cagar_Budaya_di_Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful