Bagian Pertama

,

Kinanti di Tepi Hutan Jati

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur’. (QS. AlAl-Araf : 10).

1.1

SUMBER HIDUP DAN KEHIDUPAN Pondok mungil berdinding kulit kayu jati, beratap genting dan jerami kering, menarik

perhatianku. Pondok itu berdiri di tengah hamparan lahan Perhutani, tepat di pinggir jalan Randublatung – Blora. Di lahan yang terbuka itu, tampak tanaman jati muda berdaun 5 – 10 helai dan tanaman cabai di sela-sela larikannya. Hamparan tanaman kacang tanah berdaun hijau terang dan tegakan batang Jagung kering sisa panen, tampak pula di sisi kiri kanannya. Sementara itu, cacahan kayu bakar teronggok di depannya. berdiameter 10 cm tampak berserak di samping pondok. Seorang laki-laki tua bertelanjang dada dengan celana komprang hitam, keluar dari pintu. Laki-laki berperawakan kurus dan berkulit hitam legam itu, menjawab salamku. Deretan gigi putih yang tampaknya masih lengkap, tampak jelas dalam senyuman lebarnya tatkala menjabat erat tanganku. Janggut putih didagunya memperjelas garis-garis tua di raut wajahnya. Sorot matanya tajam, namun ada keteduhan membayang didalamnya. Mbah Rus, demikian laki-laki itu biasa disapa, tinggal di pondok mungil di tepi hutan jati Randublatung bersama istrinya. Jarang sekali dia pulang kedesanya yang masih terletak di sekitar hutan itu. Terkadang, anak dan ketiga cucunya menyambanginya di pondok itu. “Keseharian saya ya di sini. Tinggal di sini. Malam juga tidur di sini” ujarnya seraya menunjuk dipan yang menempel pada dinding pondok. “Gak takut Mbah?” godaku disusul tawa renyahnya. “Wong kalau malam di sini rame ko. Pak Mandor dan Pak Mantri, kalau habis patroli ya ngumpul di sini. Pak Asper juga sering begadang di sini, bakar ubi sambil ngopi” ujarnya seraya menyebutkan bahwa masyarakat di sekitar hutan sering menjadikan pondoknya itu sebagai pos kumpul-kumpul untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul. Ada perubahan serius dalam mimik wajahnya, ketika aku tanya mengapa ia mau tinggal di hutan. Mbah Rus tampak diam sejenak, matanya menerawang menatap hamparan tegakan pohon jati yang siap tebang, lantas menarik nafas panjang dan dalam yang dihembuskannya perlahan-lahan. Beberapa batang kayu jati

2 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
“Sudah lebih dari 27 tahun saya tinggal di hutan” ujarnya lirih. Selama itu, lanjut lakilaki yang lahir di Pati 77 tahun lalu itu, hidup dan penghidupan saya ya di hutan. Seorang perempuan setengah baya mempersilahkan kami untuk mencicipi hidangan yang disuguhkannya. “Bagi saya, hutan adalah sumber hidup dan kehidupan” tandasnya perlahan. Sejenak aku tercenung mendengarnya, menatapnya dalam-dalam untuk mencoba mencari makna dibalik ucapannya tadi. Pasalnya, aku yakin ada sesuatu yang tidak sesederhana ucapannya itu. “Maksud Mbah, hutan merupakan sumber pendapatan Mbah untuk memenuhi kebutuhan hidup Mbah dan keluarga?” tanyaku memastikan. “Bukan, bukan itu maksud saya” tukasnya cepat. Hutan itu, lanjut Mbah Rus, sumber hidup dan kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dari hasil panen padi, jagung, kacang tanah, atau kayu bakar, empon-empon dan daun untuk di jual. Tapi, sumber hidup dan kehidupan manusia ! “Tanpa hutan, manusia mungkin saja masih bisa hidup, tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya” tandasnya penuh keyakinan. Aku masih tercenung, mencoba mencerna untaian kalimat yang dituturkannya, ketika laki-laki yang “dituakan” oleh masyarakat di sepanjang desa hutan itu melanjutkan tuturannya. Hutan menurutnya, merupakan alat yang sering digunakan oleh Tuhan Sang Pemilik Hutan, untuk menunjukkan keberkahan atau kemarahan-Nya. Tuhan memberikan berkah lewat hutan dan Tuhan juga menunjukan kemarahan-Nya lewat hutan” ujarnya pasti. Apa yang terjadi di Banjarnegara, Jember dan tempat-tempat lainnya, menurut keyakinan Mbah Rus adalah bentuk kemarahan Tuhan karena hutan milik-Nya diabaikan dan dirusak. Meskipun mungkin saja bukan masyarakat di sekitar hutan yang merusaknya, tapi tetap saja yang paling duluan merasakan dampak dari “kemarahan” itu adalah masyarakat desa di sekitar hutan. Oleh karena keyakinan seperti itulah, Mbah Rus mengaku selama 27 tahun mau tinggal dan turut menjaga hutan. Dalam kurun waktu selama itu, sering kali Mbah Rus ikut

menggagalkan pencurian kayu. Bahkan, sering kali apa yang dilakukannya itu mengancam keselamatan jiwanya sendiri. Seperti pada saat maraknya terjadi penjarahan, Mbah Rus sempat diikat tangan dan kakinya. Dia akan dibunuh oleh para penjarah hutan itu karena dianggap menghalang-halangi maksudnya. Beruntung, Tuhan masih melindungi dan menyelamatkannya. Apa yang dituturkan oleh Mbah Rus, sesungguhnya adalah sebuah kearifan dalam memandang fungsi hutan bagi diri dan masyarakat di sekitarnya. Bahkan, lebih jauh dari itu, kearifan itu menempatkan fungsi hutan dengan cakupan yang lebih luas dan global, yakni 3 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

seperti kutemukan di batas hutan Gunung Lasem. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. Konsep pemahaman tentang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan. Sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai universal dalam memandang pentingnya fungsi hutan bagi kelangsungan hidup dan kehidupan umat manusia. berkembang dan dipelihara masyarakat lokal. penyedia Oksigen yang dihirup umat manusia dan penyerap polutan yang juga dibuat manusia. tentu dengan fasih akan dijelaskannya makna kalimat “Hutan sebegai Sumber Hidup dan Kehidupan Manusia” dalam arti sesungguhnya tadi. dalam rangkaian bukti-bukti ilmiah. menumpuknya karbondioksida tak terdaur serta analisa ilmiah lainnya yang memperjelas dan mendukung argumen dari kesimpulan sederhananya bahwa “tanpa hutan. berkurangnya produksi oksigen. membuktikan hal tersebut. teori-teori lingkungan dan fenomena-fenomena alam semesta.Kembara Tani - 4 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . merupakan sebuah kesadaran ekologis yang sudah sejak lama dimiliki. manusia mungkin saja masih bisa hidup. Kearifan lokal yang mereka miliki menegaskan bahwa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kepentingan hidup dan kehidupan umat manusia. tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya”. warisan yang paling berharga bagi anak cucunya itu hanyalah Mata Air dan bukan Air Mata. Andai saja Mbah Rus adalah seorang intelektual. Bahkan. Mungkin akan disampaikannya pula bagaimana dampak penggundulan hutan terhadap pemanasan global sebagai akibat dari menipisnya lapisan ozon. . Keinginan untuk mewariskan Mata Air kepada anak cucunya kelak. resapan air. penahan run off. akademisi atau ilmuwan pemerhati konservasi. Mulai dari fungsi hutan dalam siklus hidroorologi.

Interaksi masyarakat desa dengan kawasan hutan tanaman terbatas pada rute jelajah (foot-path). Sedangkan tanaman yang tahan naungan seperti empon-empon dan 5 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sedangkan pada kawasan reforestasi. Lumbung. Disamping itu. “Nilai budaya dan kepercayaan yang berkembang bahwa kawasan tersebut ‘angker’. lalu diaturnya menjadi sumbersumber-sumber air di bumi. G. Pucang. lalu engkau melihatnya kekuningkekuning-kuningan. (QS. aksesibilitas ke kawasan yang sulit juga turut berpengaruh” jelasnya. yakni mata air Sumber Makam. Jaran dan G. pemungutan hasil hutan atau kegiatan lainnya. Nangka. Kondisi tersebut. bahwa Allah menur menurunkan unkan air dari langit. kemudian dijadikandijadikanNya hancur berderai berderairderai-derai. G. Argopuro. BUKAN AIR MATA Kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan. berbeda dengan kawasan hutan tanaman dan kawasan hutan transisi (reforestasi). lanjut Ngadirin. mata air Sumur Gandu. Ngadirin. termasuk dalam wilayah BKPH Gunung Lasem KPH Kebonharjo. Hasil kajian pemetaan sosial sumberdaya alam dan lingkungan di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. Ketumpal. Rembang. untuk memenuhi kebutuhan pangannya. kemudian dengan air itu ditumbuhkanditumbuhkan-Nya tanamtanam-tanaman yang bermacambermacam-macam warnanya. menyebutkan bahwa masyarakat desa hutan melakukan aktivitas pembukaan lahan untuk tanaman pertanian seperti padi dan palawija. Setidaknya. mata iar Sumur Talang. mata air Duren Padu. masyarakat di sekitar hutan hampir tidak ada yang melakukan kegiatan usaha tani. G. ternyata berdampak positif. kembali kutemukan di lereng Pegunungan Lasem. Hutan lindung dengan vegetasi campuran itu. Masyarakat mengambil kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. G. tercatat ada 6 mata air yang mengalir jernih dari kawasan hutan Rembang itu. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang-orang yang mempunyai akal sehat ”. mata air Jombok dan mata air Belik Puyung. KSS PHBM KPH Kebonharjo menyebutkan. G. Payon. Kawasan hutan G. AzAz-Zumar : 21) 1. interaksinya cukup tinggi.2 MATA AIR. interaksi masyarakat desa dengan hutan lebih tinggi. kawasan ini masih dapat dipertahankan karena dampak positif dari berkembangnya nilai atau norma dalam kehidupan masyarakat dan kondisi biofisik hutan. relatif utuh dan rimbun dibandingkan kawasan hutan lainnya. pada kawasan hutan yang bervegetasi campuran. Menurut Ngadirin. kemudian menjadi kering.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “ Apakah engkau tidak memperhatikan. Pada kedua kawasan ini.

Kegiatan tersebut memang secara ‘formal’ diijinkan oleh Perum Perhutani sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola kawasan Gunung Lasem. Pemahaman itu terus bergulir dari generasi ke generasi. Sejurus kemudian. berkembang di masyarakat sebagai warisan Mbah Sandi. kami ingin mewariskan mata air’ tandasnya perlahan. Kec. . kami pun kembali larut dalam perbincangan seputar sikap masyarakat desa hutan terhadap hutan yang ada disekelilingnya. Kutatap lekat wajah dua orang paruh baya yang berpenampilan sederhana ini. meniru leluhurnya.Kembara Tani 6 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .. Di tengah perbincangan tentang hutan Gunung Lasem. lanjut Kaslan. beban berat mengambang di raut wajahnya. masyarakat Desa Rakitan yang menjadi pesanggem lebih kurang 60 % dari jumlah penduduknya. Menurut kajian yang dilakukan pada 2004 itu. “Ini Pak Kaslan. Bahkan. pemahaman itu pun sekarang mereka gulirkan pada generasi berikutnya. Desa Watupecah. Rembang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ beberapa komoditas hortikultura buah-buahan. Dan. “Sudah sejak dulu kami menyadari bahwa menjaga kawasan hutan Gunung Lasem sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan kami sendiri” tuturnya. ditanam untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. “Oh ya. pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan. Hening menyergap kami dan semua yang ada di ruang sempit sekretariat PHBM itu. Saya Kembara Tani” balasku seraya menyodorkan tangan mengajak bersalaman. Dan. Tapi. Ngadirin berdiri dan menyambut mereka. Menurutnya. Nilai-nilai kearifan yang saat ini begitu sulit untuk ditemukan dan perlu perjuangan tiada henti dalam mengimplementasikannya. Sebuah kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai universal dan tanggungjawab sosial untuk menyelamatkan hidup dan kehidupan generasi yang akan datang dari terkaman bencana. Menurutnya. Sekretaris LMDH” ujarnya memperkenalkan kedua orang itu. dua orang laki-laki setengah baya memasuki ruang sekretariat PHBM KPH Kebonharjo. pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk generasi berikutnya. kami tanamkan kepada caloncalon generasi penerus kami melalui sosialisasi konstitusi yang melibatkan anak-anak. hingga sampai ke generasinya. Nilai-nilai kearifan yang terkadang membuat mereka harus berhadapan dengan para penentu kebijakan. tapi mata air”. Sekilas. tatkala mengucapkan kalimat “tidak ingin mewariskan air mata. kehidupan warga Desa Watupecah sangat tergantung dengan hutan. leluhur Desa Watupecah. terima kasih. Ketua LMDH Sandi Mulyo. Kranggan. “Kami tidak ingin mewariskan air mata kepada anak cucu kami. ini Pak Nartun. Kaslan tampak sangat antusias menjelaskan kondisi masyarakat Desa Watupecah.

Penderitaan warga desa di batas hutan itu semakin berat akibat kemarau panjang yang terjadi pada 1997.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ gunung-gunung yang “dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakan padanya gunung kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Dalam rentang tahun 1945-1988. Kondisi kekeringan terus berlanjut. maka setiap kali itu pula harus menuai bencana. 1. Untuk menjadi menjadi pengajaran dan peringatan bagi tiaptiap-tiap hamba yang kembali (mengingat) Allah”. kekurangan air mulai terasa. 7 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Qaaf : 77-8). Rembang. hanyalah sedikit dari sekian banyak kerugian harta dan nyawa yang harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar hutan. Dan. Akibatnya. dampak tersebut telah memakan korban harta dan nyawa. Masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem telah membuktikan bahwa setiap kali terjadi interaksi (eksploitasi) yang berlebihan pada hutan di sekitarnya. terjadi kegagalan panen padi pada 2003 yang harus diterima dengan lapang dada dan sebagai pelajaran berharga. kekeringan melanda desa-desa di kaki bukit. Puncaknya. beberapa kali terjadi bencana tanah longsor di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. Jember dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Nilai-nilai yang selama ini hilang terkubur keserakahan dalam mengelola sumberdaya hutan tanpa kearifan. Pada tingkat lokal dan regional. kondisi hutan yang berbatasan dengan desa mulai banyak yang gundul dan gersang karena pencurian dan pembukaan lahan untuk pertanian. Cara pandang yang keliru tersebut telah menimbulkan dampak ikutan (multiple effect) yang mengancam kehidupan manusia. seringkali justru adalah jawaban atas akar masalah yang sesungguhnya. pada 1969 terjadi kembali tanah longsor di kawasan Gunung Lasem. Memandang bahwa hutan adalah milik institusi negara dan turunannya yang tengah berkuasa saat ini. pada 1990-an sumber-sumber air yang ada mulai berkurang. Tanaman cengkeh yang menjadi primadona pada 1994. Bencana alam yang terjadi di Banjarnegara. Pada 1960. bukannya memandang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan bagi umat manusia saat ini dan masa yang akan datang. tak dapat dipanen karena kering kerontang. (QS.3 NILAI-NILAI KEARIFAN EKOLOGIS Nilai-nilai kearifan ekologis seperti yang dimiliki orang-orang seperti Mbah Rus dan masyarakat Desa Watupecah dalam memandang hutan.

justru akan menghancurkan kehidupan masyarakat desa hutan itu sendiri. sesungguhnya bukanlah untuk kepentingan masyarakat di sekitar hutan semata. Oleh karena itu pula. ‘paksaan’ itu pun terkadang dari oknum aparatur. sendiri selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan lokal yang dimilikinya. ketika ditanya apa yang menjadi harapannya ke depan. Sepanjang sejarahnya. TNI dan Perhutani itu sendiri. harus ditujukan kepada semua pihak di semua arah. Apa yang dilakukan Mbah Rus dalam menjaga kelestarian hutan bersama-sama dengan masyarakat di sekitar hutan. Namun lebih jauh dari itu. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengeksploitasi sumberdaya hutan tanpa kearifan. Masyarakat desa di sekitar hutan Gunung Lasem. pemanfaatan hutan oleh masyarakat desa hutan selalu seiring dengan asas kelestarian dan keseimbangan fungsi-fungsi hutan. tampak mengakar dan menjadi kearifan yang dimiliki hampir seluruh warga. baik Polisi. Bahkan. institusi dan lembagalembaga negara beserta turunannya. Pada masa itu. “lahan-lahan yang dulunya hutan dan kini gundul karena kekhilafan kita semua. Dan. bermuatan kepentingan politik dan kekuasaan yang memaksa masuk ke tengahtengah masyarakat desa hutan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti yang diyakini oleh Mbah Rus dan masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem. seringkali masyarakat di sekitar hutan tidak memeliki posisi tawar yang kuat manakala berhadapan dengan faktor-faktor eksternal yang menggangu keseimbangan fungsi-fungsi hutan. Upaya penyadaran untuk menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan fungsi-fungsinya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Kini. pelaku penjarahan datang dari luar komunitasnya dan ‘memaksa’ sebagian kecil oknum masyarakat di sekitar hutan untuk turut melakukan penjarahan. 8 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dalam beberapa kasus. agar anak cucu kita dapat merasakan berkah dari Tuhan lewat Hutan”. merupakan kepentingan kehidupan seluruh umat manusia. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. tidak ingin perjalanan dan pengalaman buruknya dialami oleh generasi berikutnya. Mereka ingin mewariskan mata air. terkadang terkalahkan oleh nilai-nilai baru yang cenderung materialist dan kapitalistik. dapat menjadi hutan kembali. Mbah Rus dengan tegas dan pasti menjawab. Tidak terkecuali. dapat memperjelas hal tersebut. kehidupan umat manusia akan musnah manakala tidak ada lagi hutan dan mata airnya di muka bumi ini. bukan air mata. Maraknya penjarahan pada masa euphoria reformasi. kesadaran bahwa menjaga hutan Gunung Lasem adalah sama dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan masyarakat desa. pemanfaatan itu Namun demikian. hal tersebut sangat dipahami dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat desa hutan. Dalam pemahamannya. Pasalnya. serta pihak-pihak lain yang memiliki pemahaman yang sama.

ada bening mengambang dimataku.Kembara Tani - 9 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meninggalkan pondok mungil di tepi hutan Jati KPH Randublatung. Selamat Berjuang. Mbah Rus ! Selamat berjuang saudara-saudaraku Masyarakat Desa Hutan Watupecah. Tuhan selalu tahu. Apalagi hanya dengan kekuatan seorang petani seperti Mbah Rus dan ‘anak-anak’nya yang membawa nilai-nilai kearifan yang ditanamkannya ke seluruh pelosok negeri. . Atau. kekuatan keinginan warga Desa Watupecah untuk dapat mewariskan mata air kepada anak cucunya. siapa yang sesungguhnya merusak atau memelihara hutan milik-Nya. Sebuah harapan mulia yang tidak mudah untuk terwujud.

Sementara nilai-nilai kearifan ekonomi MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab bersama untuk menjaga manfaat ekonomi sumberdaya hutan bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Mencari kayu bakar untuk menanak nasi saja susah” ujarnya. Kepedulian masyarakat Desa Jegong dalam menjaga hutannya. Nilai-nilai kearifan sosial MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab sosial untuk memelihara sumberdaya hutan yang digunakan atau dimanfaatkan bersama. Dan hanya kepadakepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Dia lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. kami kehilangan salah satu sumber pendapatan. AlAl-Mulk : 15). “Karena. pohonnya banyak berkurang. Jati Kab. Moh. maka jelajahilah di segala penjurunya penjurunya dan makanlah sebagian rejekirejeki-Nya. masyarakat Desa Jegong sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kelestarian hutan. kalau hutannya rusak. interaksi tersebut telah terjadi jauh sebelum bangsa dan negara ini lahir. hutan merupakan sumber pendapatan satu-satunya yang sangat membantu sebagian besar masyarakat Desa Jegong dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ketua LMDH Wana Lestari. banyak orang luar yang datang dan mempengaruhi warga untuk melakukan penjarahan.4 NILAI-NILAI KEARIFAN SOSIAL – EKONOMI Interaksi antara Masyarakat Desa Hutan (MDH) dengan hutan yang ada disekelilingnya. Blora yang termasuk dalam kawasan KPH Randublatung. Kasran. Oleh karena itu. gemili dan daun jati. Pada waktu itu. 1. Dalam interaksinya tersebut. walur. Desa Jegong Kec. “Tentu saja masyarakat di sini menolak 10 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . mengungkapkan bahwa jauh sebelum implementasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya. masyarakat Desa Jegong memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui pengambilan kayu bakar. masyarakat Desa Jegong sangat menjaga kelestarian hutannya. emponempon. dibuktikan pada waktu maraknya penjarahan hutan. Bahkan. Menurutnya. Khususnya pada musim paceklik. MDH memiliki nilai-nilai kearifan sosial ekonomi dalam memandang hutan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya. (QS. lanjut tokoh agama yang berpembawaan tenang ini. menurut Kasran. telah berjalan cukup lama. MDH telah menjadikan hutan sebagai bagian dari kehidupan sosial ekonominya. menurut Kasran.

Kegiatan usaha lainnya yang dilakukan masyarakat Desa Gempol terkait dengan hutan adalah pembuatan arang kayu dan kerajinan dari tunggak kayu. benar-benar telah terbukti dan dibuktikan oleh masyarakat Desa Jegong. otomatis interaksi masyarakat Nglebur dengan hutan yang melingkupinya adalah kehidupan kesehariannya. Warga pun memblokir jalan dan beramai-ramai memukul kentongan tanda bahaya. 11 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Menurutnya. Oleh karena itu. Kami sampaikan bahwa apabila hutan rusak. “Masyarakat Gempol sudah sejak lama memiliki kesadaran bahwa jika hutan rusak. maka yang rugi adalah masyarakat Jegong dan nasib anak cucu kami kelak” tuturnya seraya menyebutkan. terkait dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Namun. Masalahnya. masyarakat menginformasikannya kepada petugas. maka warga desa telah bersumpah untuk menghancurkan jembatan penghubung desa agar tidak dapat dilalui truk pengangkut kayu hasil jarahan. porang dan empon-empon yang banyak tumbuh liar di hutan juga dimanfaatkan. kambing dan sapi. yang berada dalam wilayah KPH Cepu. Tanggung jawab yang muncul karena nilai-nilai kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan sebagai sumberdaya milik bersama. Tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian hutan karena didorong oleh kesadaran bahwa hutan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. pelopor sekaligus pendiri LMDH Wana Bersemi. Desa Gempol Kec. biasanya mereka sadar dan membatalkan niatnya. Jati Kab. “Masyarakat Desa Nglebur yang sebagian besar petani dan buruh tani. menggantungkan tambahan pendapatannya dari hasil hutan. lanjutnya. untuk pakan ternaknya. Ketua LMDH Wana Tani Makmur. ujar lelaki yang masih tampak segar dalam usianya yang ke 70 tahun ini. sejak 1960-an masyarakat Desa Gempol sudah memiliki koordinasi yang baik. apabila ada kebutuhan sarana umum. masih termasuk dalam wilayah KPH Randublatung. “Kami mengambil kayu bakar. Desa Nglebur Kec. masyarakat berkoordinasi dengan desa untuk dapat memanfaatkan kayunya. lanjut Suyitno. luas lahan pertanian di desa dengan di kawasan hutan sama. kami yang akan merasakan dampaknya. Jiken Kab. Blora. mengajaknya bicara baik-baik dan sopan. Khususnya dampak ekonomi” tandasnya. Blora. mereka pun mengambil rumput dari hutan” paparnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dengan cara mencegahnya. masyarakat Desa Gempol tidak ada yang ikut. baik untuk digunakan sendiri atau dijual. Desa Nglebur berada di dalam kawasan hutan. dijelaskan pula oleh Sinardi. Tidak hanya itu. jika tetap memaksa. Menurutnya. Disamping itu. malah mereka aktif memberikan informasi kepada petugas. Sehingga banyak petani yang menggarap di kawasan hutan” jelas Sinardi. Jika ada pencurian. kesadaran itu muncul karena hampir seluruh masyarakat secara ekonomi tergantung pada keberadaan hutan. Hal senada disampaikan pula oleh Suyitno. Sehingga. pada saat maraknya penjarahan. Ketergantungan MDH terhadap hutan.

Sebelum adanya PHBM pun. jika hutan rusak. Lima ribu jiwa masyarakat Desa Nglebur yang terbagi dalam 4 pedukuhan. Dengan menggarap lahan di kawasan hutan.Kembara Tani - 12 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Nilai-nilai kearifan sosial ekonomi yang dimiliki masyarakat Desa Nglebur tampak dalam mottonya. Petani tidak perlu membayar pajak. menurut Sinardi. untuk dipelihara dan dijaga sampai akhir daur. lanjutnya. petani mendapat keuntungan ganda. berarti kegiatan ekonomi mereka pun turut terancam. Setidaknya. hal tersebut terus berlangsung sampai terjadinya “Revolusi” kehutanan yang dimulai sejak 1967. cara pandang MDH terhadap hutan dan pemanfaatannya selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan ekologis. Secara sosial. Sebab. tersebar di dalam kawasan hutan. sosial dan ekonomi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Warga Desa Nglebur termasuk warga yang lapar lahan. Bahkan. Barangkali. sebelum PHBM diimplementasikan. masyarakat Desa Nglebur khususnya petani hutan sudah memiliki kesadaran dalam menjaga hutan. Pada prakteknya. . itulah sebabnya mengapa interaksi MDH dengan hutan dapat terus berlangsung dengan selalu tetap mempertahankan kelestariannya dan keseimbangan fungsi-fungsinya. sewa lahan dan hasil panennya 100 % untuk petani sendiri. Hutan Lestari Rakyat Sejahtera. lanjut anggota TNI AD yang masih aktif ini. banyak yang merantau ke daerah lain hanya untuk memanfaatkan dan menggarap lahan-lahan hutannya. mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ekonominya. Bagi mereka. hutan adalah pusat kegiatan ekonominya. Petani hanya dititipi tanaman pokok Jati.

produksi kehutanan sangat kecil. Tengkawang. Ekspornya pada 1964 kurang dari 100. (QS. yaitu hampir sebesar US $ 1 Milyar pada tahun 1977. Inhutani yang sebelumnya memegang monopoli pengusahaan hutan. sumbangan yang diberikan oleh sumber daya hutan sungguh luar biasa. menyebutkan bahwa sebelum dikeluarkannya UU Penanaman Modal Asing 1967. Produksi tahunan antara tahun 1970 – 1978 adalah pada tingat lebih dari 20 juta m3 dimana lebih dari 75 % nya diekspor. Demikianlah telah terjadi revolusi dalam sejarah kehutanan Indonesia. Dibanding dengan hasil hutan ikutan. sudah mulai terdengar suara-suara bahwa kalau pun minyak bumi kita habis. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. berdatangan terutama dengan makin menciutnya kemungkinan mengusahakan hutan di kedua negara ASEAN itu. dalam Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (1983). luasnya mencapai 120 juta hektar dan baru kurang dari 25 % yang diusahakan. sandang dan kemudian bahan-bahan lain dalam rangka pembangunan. seperti Getah. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“. Padahal. Keadaan berubah sangat cepat setelah modal asing diundang masuk dan bersamaan dengan dikeluarkannya UU No. Bagi Indonesia yang pada tahun 1966 – 1967 sangat memerlukan devisa untuk mengimpor pangan. hutang-hutang luar negeri akan lunas dibayar dengan hasil-hasil hutan yang merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable). Damar. sesudah 1967 menjadi hanya salah satu pemegang HPH yang kurang berarti. Dalam nilai devisa. maka ekspor hasil hutan tidak berarti dari segi penerimaan devisa negara. Kulit binatang dan lain-lain yang mencapai antara US $ 6-9 juta. Pada saat itu. 13 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 5/1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan.000 m3 dengan nilai rata-rata US $ 3-4 juta.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Telah tampak tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. sumbangan ekspor hasil hutan ini sungguh meningkat luar biasa. Pengusaha-pengusaha asing dari Jepang. Filipina dan Malaysia. ArAr-Rum : 41) 1. Dari jumlah yang tidak berarti menjadi nomor 2 setelah minyak bumi.5 INTERVENSI KEKUASAAN DAN HILANGNYA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Mubyarto.

Mencontoh dari perilaku yang ada. murah dan cepat untuk dapat dikonversi menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. MDH tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai kearifannya dalam memandang hutan. untuk mengejar target devisa pada kurun waktu tersebut. Sebagian dari kelompok masyarakat itu adalah bagian dari MDH yang sebelumnya sangat menjaga kelestarian hutan dengan nilai-nilai kearifannya. Mereka tidak lagi memandang hutan sebagai milik bersama. . intervensi politik kekuasaan dan kebijakan yang tidak sadar lingkungan dan tidak memiliki pemahaman bahwa Hutan adalah Sumber hidup dan kehidupan umat manusia. setiap hasil pasti ada biayanya. ekonomi dan ekologis yang dimiliki MDH adalah salah satu dari implikasi ‘revolusi’ kehutanan tersebut. memiliki dampak sosial berupa pergeseran nilai-nilai kearifan MDH dalam memandang hutan. Hilangnya nilai-nilai kearifan sosial. digunakan dan dimanfaatkan bersama dan oleh karenanya harus dipelihara dan dijaga bersama pula untuk menjamin kelangsungan manfaatnya.Kembara Tani - 14 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . tidak sedikit meminta korban yang dari segi politik pertanian (baca: kehutanan) besar implikasinya. kali ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang meniru ‘kelakuan’ institusi-institusi pemerintahnya. Nilai ekonomi hutan menjadi lebih menonjol dibanding nilai-nilai sosial dan ekologisnya. Eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran yang dilakukan atau setidaknya diijinkan oleh institusi negara. eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran kembali terjadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Namun seperti yang juga ditemukan pada hampir segala bidang. Bedanya. lebih-lebih apabila hasil itu diperoleh dalam waktu yang singkat. Khususnya. manakala intervensi kekuatan eksternal menekan kelestarian sumberdaya hutan. Revolusi kehutanan seperti juga revolusi hijau dalam bidang pangan. Maraknya kasus penjarahan pada kisaran 25 tahun setelah intervensi kekuasaan terhadap MDH. pada saat itu mereka memandang hutan sebagai sumber yang mudah.

Merenda Perubahan di Batas Hutan 15 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Kedua.

mengetahui apa yang harus menjadi keinginan atau tujuan. Tampaknya. 16 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . munculnya disvaritas dalam pemanfaatan sumberdaya hutan dan meningkatnya konflik pengelolaan sumberdaya hutan. mengakui pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam mengimplementasikan PHBM. pemahaman dan kesepahaman ini sangat penting dalam mengambil tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan besama” ujarnya menyesalkan.1 PHBM dan Politik Obat Nyamuk Ellan Barlian Pengalaman adalah guru yang terbaik. sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat Sumberdaya Hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. Kedua. yang berdampak pada kurang memperhitungkan variable sosial ekonomi dan budaya. PHBM didefinisikan sebagai suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan (MDH) atau Perum Perhutani dan MDH dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi. diterapkan pada Perum Perhutani. mengetahui apa yang harus dilakukan. Implementasi paradigma baru tersebut melahirkan sebuah sistem yang dikenal dengan nama PHBM (Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat). Dalam membangun kesepahaman. dan Ketiga. baik internal maupun eksternal. telah melahirkan sebuah paradigma baru yang lebih selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Desa Hutan (MDH). kesungguhan aparat/petugas Perhutani belum maksimal dan masih ada keraguan dalam mengimplementasikan PHBM secara konsepsi yang sebenarnya. banyak pihak yang kurang memahami konsepsi yang sebenarnya dari PHBM. kurangnya pemahaman ini pun masih tampak di kalangan internal Perhutani itu sendiri. Ellan Barlian. Adm/KKPH Randublatung. pepatah tersebut sangat tepat Pasalnya. Di kalangan internal. Pertama. Paradigma baru pengelolaan sumberdaya hutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Bahkan. Menurutnya. lanjutnya. proses pembelajaran dalam mengelola hutan (khususnya di P. “Banyak pihak. merupakan koreksi atas kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan pada masa lalu yang cenderung timber oriented. Padahal. mengetahui apa yang harus diyakini. Jawa dan Madura) yang dipercayakan negara kepadanya. Mantan Adm/KKPH Kuningan ini memaparkan banyak hal yang berkaitan dengan implementasi konsepsi PHBM sebagai sebuah paradigma.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. yang belum memahami konsepsi PHBM yang sebenarnya. perlu dipegang 3 hal yakni.

PHBM hanya sebuah stimulan dalam menggerakan pembangunan pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat. Pasalnya. sarana pendidikan. tujuan ini adalah sasaran yang ingin dicapai oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. dll). keagamaan. menurut Ellan. ada pula yang membebaskan warganya dari PBB dan biaya pengobatan di Puskesmas. sebagai warga masyarakat mereka pun memiliki hak yang sama dengan masyarakat daerah-daerah lainnya. MDH yang sebagian besar. harus dipandang sebagai prioritas dalam proses pembangunan daerah. 17 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . implementasi PHBM dapat menjadi program yang sangat strategis dam berdampak politis. Oleh karena itu. sekira 70-80 % termasuk daerah tertinggal (IDT) dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relatif lebih rendah. PHBM memiliki tujuan mulia yakni mewujudkan Masyarakat Desa Hutan yang Maju. ilmu pengetahuan. MDH dipandang strategis baik karena letak geografisnya maupun tingkat interaksinya terhadap kawasan hutan. Mandiri dan Sejahtera. Sebenarnya. Pernyataan Ellan tersebut memang sesuai dengan fakta di lapangan. Hal tersebut menjadi bukti kemandirian masyarakat desa hutan dalam pembangunan di desanya dengan tanpa membebani APBD Pemerintah Daerah setempat. Masalahnya. Bahkan. masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan tujuan yang sama. pemahaman internal dan eksternal ini justru merupakan titik kritis dari keberhasilan implementasi konsepsi PHBM. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana itu. Dengan demikian. Ellan menyebutnya sebagai teori politik obat nyamuk. maupun aksesibilitas. tuturnya. PHBM sebagai stimulan dapat membantu meringankan beban Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil di sepanjang batas hutan. yakni memulai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari daerah atau desa terpencil yang notabene memiliki lebih banyak keterbatasan. Keyakinan dari semua pihak. telah mengalokasikan sebagian dananya itu untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana (jalan. teknologi. yakni mensejahterakan masyarakat desa (hutan) sebagai bagian dari warga bangsa. lanjut penggemar bulu tangkis ini. Bagi eksternal. dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sementara bagi pihak eksternal. Hampir seluruh LMDH yang mendapat dana sharing hasil produksi. Sementara bagi Perhutani sendiri. Bagi Pemerintah Daerah. rehabilitasi balai desa. Padahal. harus dibangun di atas nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa hutan. PHBM masih terkesan program milik Perhutani. belum terbangun sebagai bagian integral dan internalisasi dalam sistem pembangunan hutan dan daerah secara umum. baik informasi. seharusnya menjadi beban APBD Pemerintah Daerah sebagai bentuk pegembalian pajak yang dibayarkan.

sinergitas yang selaras dalam melaksanakan konsepsi PHBM diantara semua elemen bangsa. Menyadari hal tersebut. regional dan nasional ke dalam ekonomi tingkat lokal? Penetrasi tersebut dikhawatirkan dapat memacetkan fungsi LMDH sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa (hutan). Menurut Heru Nugroho (2003). apa yang menjadi tujuan PHBM seharusnya juga secara otomatis menjadi tujuan dari LMDH. kemandirian dan kesejahteraan bagi warga MDH itu sendiri. menjadi entri point bagi keberhasilan implementasi PHBM. tidak terlepas dari implementasi PHBM itu sendiri. Dengan demikian. sesungguhnya LMDH adalah sebuah entitas sosial ekonomi masyarakat yang berperan sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa hutan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meningkatnya keberdayaan masyarakat desa hutan yang ditunjukan dengan kemandirian dalam membangun sarana fisik maupun non fisik adalah sesuatu yang harus jujur diakui sebagai salah satu dampak dari stimulasi implementasi PHBM. Sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat. LMDH dibentuk sebagai sebuah payung hukum Masyarakat Desa Hutan (MDH) untuk dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan institusi Perhutani dalam pengelolaan sumberdaya hutan. Memandang dan memperlakukan LMDH sebagai sebuah entitas sosial ekonomi MDH. ada 3 pendekatan yang sering digunakan untuk memahami ekonomi. Kehadiran LMDH di tengah-tengah MDH diharapkan dapat menjamin kemajuan. Budaya subsisten melahirkan bentuk tindakan saling tolong menolong sesama warga. 2003). Masalahnya adalah apakah LMDH mampu menjadi filter bagi penetrasi kapital global. beranggapan bahwa tindakan ekonomi 18 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pemisahan orientasi sosial ekonomi LMDH menjadi orientasi sosial saja atau ekonomi saja. harus dipandang sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab bersama.1 LMDH. Mazhab Substantivist ? Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Tanpa kebersamaan itu. Oleh karenanya. Yogyakarta. lembaga kekerabatan dan jaminan sosial yang berbasis pada kebersamaan (Heru Nugroho dalam Pembaharuan Desa secara Partisipatif.1. LMDH lahir karena implementasi PHBM memerlukan institusi yang secara hukum dapat bertindak mewakili dan mengatasnamakan MDH. Mazhab Formalist. Pertama. Pasalnya. PHBM hanyalah sebuah konsepsi belaka. justru akan menghilangkan budaya subsisten yang menjadi nilai-nilai kearifan lokalnya. 2. kegiatan ekonomi masyarakat desa dibangun di atas moralitas subsisten yang mendasarkan pada orientasi kecukupan pemenuhan kebutuhan rumah tangganya dan tidak untuk meraih keuntungan secara ekonomi.

aparatur desa. Mempertahakan dan menjaga LMDH dalam tataran perannya sebagai entitas sosial ekonomi MDH yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.2 Membangun Sinergitas yang Selaras Keberhasilan implementasi PHBM sangat tergantung dari pemahaman para pelaku di lapangan. Desa Singonegoro. menurut Heru. Kec. kearifan untuk menjaga agar LMDH tidak terperangkap pada sifat individualistik formalist atau alat kekuasaan dalam totalitas sosial adalah tanggung jawab kita bersama. sosialisasi dari tingkat KRPH kurang jelas dan pelibatan LMDH dalam perencanaan pun tidak sebagaimana mestinya. Berkaitan dengan hal tersebut. menyatakan bahwa tindakan ekonomi didasarkan pada mode of production yang dianut oleh suatu masyarakat dan unit analis yang dipakai adalah kelas dan totalitas sosial. Dan Ketiga. Mazhab Marxian. rencana itu dibuat oleh mereka. Artinya. fakta di lapangan menunjukan bahwa sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). Kekuasaan (Marxist) dan Kelembagaan (Substantivist). kami tahunya sudah jadi. sangat mempengaruhi tingkat kemajuan implementasi PHBM.1. “Dulu. Unit analis pendekatan formalist adalah individu dengan mengesampingkan faktor sosial. Kedua. budaya. Agus Marwan. Mazhab Substantivist berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi tidak melulu berurusan dengan rasionalitas dan perjuangan kelas. menegaskan bahwa peran Asper/KBKPH sangat besar dalam pelaksanaan PHBM. kegiatan ekonomi menurut mazhab ini. gimana kami mau pinter?” akunya. Blora yang berada dalam wilayah KPH Cepu. politik dan ekologi. 2. Figur Kepala Desa dan Personifikasi Ketua LMDH. Ketua LMDH Wana Bestari. kami merasa sangat kesulitan untuk mengembangkan diri. Bagaimana pun. merupakan suatu proses yang terlembagakan dan unit analisnya adalah institusi-institusi. Sehingga waktu itu. Pasalnya. 19 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Lha. karena SDM Kepala Desa yang tidak dapat memahami apa itu PHBM dan apa fungsi LMDH. realitas ekonomi desa tidak dapat dipisahkan dari unsur Rasionalist (Formalist). lajut Agus. pada awal pembentukan LMDH. Menurutnya. maupun pengurus LMDH itu sendiri. baik itu petugas Perhutani. Jiken Kab. Apalagi pihak desa pun sangat pasif. menjadi sebuah keniscayaan dan merupakan tantangan tersendiri bagi para implementator PHBM. tetapi juga berkaitan dengan variable kelembagaan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ merupakan tindakan rasional yang mendasarkan pada rasionalitas sarana-tujuan yang melahirkan perhitungan-perhitungan untung rugi.

sehingga kami dapat melakukan pembenahan internal dan menyusun rencana-rencana yang dapat dilakukan untuk mengembangkan LMDH” jelas Agus seraya menyebutkan. Menurutnya. aparatur desanya kurang dapat memahami tujuan 20 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . apabila hasil tanaman tidak sesuai ketentuan. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak. “Berbeda dengan sekarang ini. Oleh karena itu. dirinya justru sangat terbantu apabila LMDH mampu mengerjakan sesuai dengan ketentuan dan menjamin keberhasilannya. “Kami kan nantinya tinggal melakukan pengawasan. menurutnya. lanjut Asper yang pernah menangkap oknum polisi yang mencuri kayu Jati di wilayahnya ini. Apalagi pada saat awal pembentukan dimana LMDH belum mendapatkan dana sharing hasil produksi. pembabatan. Menurutnya. tanya saja sama mereka” tandasnya. pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang menyangkut tanaman selalu melibatkan masyarakat. memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan LMDH. dan 3). Selain itu. Lebih jauh. kami pun berhadapan dengan internal Perhutani itu sendiri. Selain menghadapi masyarakat dan aparatur desa yang belum paham. Sementara itu. lanjut Priyono. Pekerjaan-pekerjaan seperti pemeliharaan. dapat menjadi sumber untuk mengisi kas LMDH yang dapat digunakan untuk operasional mensosialisasikan PHBM dan LMDH ke masyarakat” tuturnya. bagi kami disini tidak pernah merasa harus berebut pekerjaan dengan LMDH. yakni : 1) kepakuman di BKPH karena Aspernya meninggal. dari sebelum adanya PHBM. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Berbeda dengan sekarang ini. Hal yang sama dikemukakan Priyono. jika ada kendala yang terkait dengan Perhutani selalu dikomunikasikan dengan Aspernya itu. meningkatnya pencurian pada tahun 2005 terkait dengan internal Perhutani sendiri. Priyono memaparkan pentingnya BKPH bagi kelestarian hutan itu sendiri. Masalahnya. “Kerelaan Asper untuk berbagi pekerjaan dengan LMDH dalam mengelola hutan sangat berpengaruh terhadap kemajuan LMDH. Pak Asper sangat dekat dengan kami. Suparman mengaku. kami mendapat dukungan dari Asper. Pekerjaan di Perhutani sudah habis. Masalahnya. maka kami juga kena dampak. meluruskan adanya anggapan bahwa Asper tidak rela menyerahkan pekerjaan kepada LMDH. 2). harus mengganti. khususnya dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang bisa digarap oleh LMDH” ujarnya. pada saat awal pembentukan kami berjuang keras. masih dalam wilayah KPH Cepu. Oknum Perhutani ikut main dengan cara menjadikan oknum MDH sebagai tangan kanannya. Apa mungkin masyarakat akan mengganti apabila nanti tanamannya gagal?“ tanya Suparman. pengontrolan dan pembinaan lainnya. aktivitas LMDH sangat tergantung dari Aspernya. Jadi. Suparman. “Sebenarnya bukan tidak ikhlas. Priyono pun menegaskan pentingnya pemahaman Kepala Desa terhadap PHBM dan fungsi LMDH. Asper/KBKPH Nglawungan KPH Blora. misalnya persentase tumbuh. tapi kami pun dituntut standar sesuai ketentuan dalam keberhasilan tanaman. Kami di sini.

banyak ditemui di tempat-tempat lainnya. Kami berharap. Seperti yang baru saja dilakukan. adanya komunikasi yang intensif dengan semua pihak. Tapi. Untuk memelihara hal tersebut. Sinardi menyodorkan fakta lain yang menunjukan bahwa sejak awal pembentukannya. “Kami ingin semuanya serba transparant” pungkas Ketua LMDH yang mewajibkan semua pengurusnya berfoto memakai dasi dan mengenakan jas untuk papan struktur organisasinya. Salah satunya di desa Bangoan. Dukungan desa terhadap LMDH juga diungkapkan oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki. Blora yang berada dalam wilayah KPH Randublatung. Jiken Kab. Kec. Blora yang berada di wilayah KPH Cepu. Hal tersebut diakui oleh Zenal Abidin. lanjut Sinardi. KSS PHBM KPH Cepu. Apa yang dialami Agus dan Priyono.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sebenarnya dari PHBM. Menurutnya. 21 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Kepala Desa sangat kooperatif dan bersikap Tut Wuri Handayani terhadap LMDH. lanjutnya. kesalahpahaman ini pun sempat sampai ke tingkat kecamatan. khususnya Kepala Desa terhadap LMDH dan PHBM. Bahkan. Setiap ada permasalahan atau merencanakan sesuatu. Sinardi secara rutin menyelenggarakan sambung rasa dengan MDH dan stakeholder. lanjut Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. selalu dimusyawarahkan dan melibatkan desa. Termasuk. Dukungan yang diberikan oleh aparatur desa. “Sambung rasa kami lakukan untuk mengetahui keinginan semua pihak. Komunikasi ini sangat penting untuk memupuk kesepahaman dalam mengimplementasikan PHBM’ ujarnya pasti. LMDH yang dipimpinnya mendapat dukungan dari semua pihak. akhirnya semua pihak memahami maksud kami” jelasnya. LMDH menghendaki adanya rencana penggunaan yang jelas dan pertanggungjawabannya. khususnya MDH. khususnya pada saat awal pembentukan LMDH. betapa sinergitas yang selaras masih perlu terus dibentuk dan diperjuangkan. pengurus LMDH menyerahkan alokasi untuk desa dari hasil sharing dengan disaksikan oleh Muspika setempat. penggunaan alokasi desa dari hasil sharing. juga banyak dialami LMDH-LMDH lainnya. tutur Priyono. Hal tersebut menunjukan. “Tapi. manajemen bersikap sangat jelas dan tegas menghadapi kendala internal seperti itu” tandasnya. “Namun setelah dijelaskan dengan baik. dalam alokasi sharing untuk desa. “Agar PHBM ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh MDH” tandasnya. sebagai kendala kelembagaan dalam mengimplementasikan PHBM. khususnya stakeholder PHBM termasuk desa. Desa Banglean Kec. Kepala Desa menganggap hal itu sebagai sebuah arogansi LMDH. Jati Kab. Kepala Desa Bangoan justru bertindak sebagai pelopor dan pendiri LMDH Wana Asri yang mewadahi MDH di desa yang dipimpinnya. Berbeda dengan keduanya. Sebagai contoh.

hal yang sangat berpengaruh adalah personifikasi Ketua LMDH itu sendiri. ditemukan juga penggunaan dana sharing oleh pengurus di luar alokasi insentif/gaji yang telah disepakati. kepala sekolah). aparat desa. belum merupakan kooperatif dari semua anggota yang ada. LMDH yang relatif lebih maju. Tapi.1. rasa kepemilikan MDH terhadap LMDH rendah dan bersikap masa bodoh. Sementara itu Trisno Aji. diakui oleh Ellan Barlian. Pada satu sisi. sangat membantu dalam proses sosialisasi fungsi-fungsi hutan. Pemerintah Daerah (Kepala Desa) dan Personifikasi ketua LMDH. guru mendapat tempat khusus dalam strata sosial MDH. banyak pula LMDH yang dipimpin elite desa justru relatif lebih maju dengan tingkat pelibatan MDH 22 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Tapi pada sisi lain. khususnya pada saat membangun komunikasi sinergis dengan stakeholder dan MDH itu sendiri. 2. LMDH) dalam implementasi PHBM. Fenomena elite desa memegang kendali kepengurusan LMDH ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Fakta dilapangan menunjukan bahwa segitiga sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH berdampak positif. karena pertimbangan tertentu elite desa tersebut memang sengaja tidak mau melibatkan MDH. Sinyalemen yang disampaikan Ellan Barlian bahwa keterlibatan masyarakat dalam penentuan kebijakan relatif masih sangat rendah. Kritikal pointnya adalah bukan terletak pada keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH. khususnya penggunaan dana sharing yang diterima LMDH. Atau. Menurutnya. berbanding lurus dengan tingkat kemajuan LMDH dan keberhasilan implementasi PHBM. bisa jadi karena elite desa berjalan tidak selaras dengan keinginan MDH. Adanya kasus Ketua LMDH yang dilengserkan MDH karena tidak menyampaikan dana sharing kepada MDH. Pada kasus-kasus lainnya. kelembagaan yang ada dalam kepengurusannya masih didominasi oleh elite desa. Sehingga. Pasalnya. Bagaimana pun. Desa. Uniknya. beberapa kasus menunjukan mengarahnya LMDH menjadi lembaga yang elitis. khususnya fungsi ekologis. tidak melibatkan MDH dan tidak transparan dalam pengelolaan organisasi. menurutnya. Sebagian besar dari figur-figur itu adalah kalangan pendidik (guru. transparansi dan akuntabilitas kelembagaan yang dipimpinnya. Asper Pucung KPH Randublatung. tokoh petani dan bahkan ada pula anggota TNI yang masih aktif. menjadi salah satu bukti kemungkinan benarnya sinyalemen tersebut. selalu dipimpin oleh elite desa yang memiliki pengaruh cukup kuat di MDH. menjelaskan bahwa banyaknya guru yang terlibat dalam LMDH. personifikasi ini justru menjadi energi awal terbentuknya sinergitas segitiga tersebut. tokoh agama.3 Pentingnya Personifikasi Ketua LMDH Disamping sinergitas segitiga (Perhutani.

fungsi pengawasan terhadap LMDH dan evaluasi kinerjanya oleh MDH dan stakeholder harus lebih dioptimalkan. Merenda perubahan memang perlu kehati-hatian dan ketekunan. LMDH Wana Lestari KPH Randublatuing (tokoh agama). sebelum menyampaikan dana sharing untuk tahun berikutnya. LMDH Wana Sumber Rejeki KPH Randublatung (kepala sekolah). dan LMDH Wana Tani Makmur (TNI Aktif). Seperti.Kembara Tani - 23 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Semoga Mimpi tentang Sabuk Kesejahteraan di Batas Hutan yang tengah kita renda bersama. . Pada tataran ini. Adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada setiap tutup tahun. dapat benar-benar terwujud.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ yang cukup tinggi dalam setiap proses pengambilan keputusannya. dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan LMDH. Selamat Berjuang Kawan.

2. pemuda lulusan SLTA ini meyakini bahwa Desa Gempol yang termasuk desa IDT akan mampu mengejar ketertinggalannya. bahwa PHBM terbukti mensejahterakan masyarakat. PHBM sebagai stimulator telah terbukti dapat menstimulir kemandirian masyarakat desa (hutan) dalam menentukan arah pembangunan yang diinginkannya. sumberdaya alam yang kami miliki berlimpah. Ucapannya itu diiringi sorot mata yang optimis. Pasalnya. Dengan catatan. dampak PHBM yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah Masyarakat Desa Hutan lebih dari sekedar kesejahteraan. MS Ka’ban.1 Wajah Lesu Masyarakat Desa Hutan Desa Hutan dalam konsepsi PHBM didefinisikan sebagai wilayah desa yang secara geografis dan administratif berbatasan dengan kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan. Wakil Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol di wilayah KPH Randublatung. Tapi. Namun demikian. Sebuah proses sosial yang mengarah kepada percepatan kemandirian pembangunan ekonomi desa. Keyakinan yang sama ditegaskan Wahyu. Sebagian besar dari Desa Hutan adalah desa yang relatif memiliki keterbatasan aksesibilitas dan sumberdaya.2. infrastruktur dan kualitas SDM yang rendah. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak di wilayah KPH Cepu. Dan. adanya dukungan semua pihak untuk sama-sama mewujudkan tujuan dari PHBM itu sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. sebuah pembaharuan sedang terjadi di sepanjang batas hutan. Ketua LMDH Wana Bersemi. Pernyataan Menteri Kehutanan RI. tengah berlangsung dan bergulir cepat di batas hutan. Entah disadari atau tidak. Sebuah Gerakan Sosio-Ekonomi “Yakin ! Saya yakin sekali PHBM dapat mensejahterakan MDH” tegas Priyono. PHBM mendorong MDH untuk lebih intens berinteraksi dan berintegrasi dengan kekuatan ekonomi eksternal. “Sebagai desa IDT. pembangunannya tertinggal dan letaknya terpencil di pelosok.2 PHBM. relatif lebih jauh dari pusat pemerintahan. lanjut pemuda lulusan STIPER Jogjakarta ini. 24 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pada saat mengunjungi lokasi PHBM di Blitar dan Kediri pada 2004 lalu. di desa yang sebelumnya memiliki banyak keterbatasan. masalah di desa kami cukup banyak dan Padahal potensi Khususnya. sebuah Gerakan Sosio Ekonomi Masyarakat Desa. Didampingi Martedjo. dalam beberapa hal memang benar adanya. kompleks. Dengan adanya PHBM dan dana sharing yang kami terima. saya yakin roda perekonomian Desa Gempol akan berputar lebih cepat” tandasnya. pemanfaatan dana hasil sharing produksi benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perempuan Kepadatan Penduduk Letak Desa Kondisi Tanah .Kabupaten Luas Desa Jumlah Penduduk .Laki-laki . Sebagai gambaran.Jenis Tanah . SDM yang terbatas dan didominasi oleh kaum petani dan buruh tani.5 Ha : 3.000.750 Ha : 27 mm/th 12 hari/bulan Tropis 32 oC : : : : BKPH Selogender Gempol Jati Blora • • : 3.Kecamatan . • Lokasi .246 jiwa : 1.395.Kemiringan Iklim • Curah hujan Hari hujan Tipe Iklim Suhu : : : : : : 50.Kesuburan Tanah Topografi .628 jiwa : 8 jiwa per km2 : 20 km dari Kecamatan Jati (Doplang) : : Kapur : 150 cm : Subur : 75 m dpl : 15 % • • • • • Luas Penggunaan lahan Lahan Sawah Lahan Kering > Tegalan > Pemukiman > Hutan Negara > Lain-lain • Lembaga-Lembaga - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bersemi Forum Komunikasi PHBM (FK PHBM) Desa Gempol Pemerintahan Desa Gempol Badan Perwakilan Desa Gempol (BPD) 25 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Masyarakat Desa Hutan (MDH).345 Hektar : 3.200 Ha : 5.Ketinggian dpl . berikut ini kondisi bio fisik wilayah hutan pangkuan Desa Gempol beserta “wajah lesu” masyarakatnya.020 Ha : 3.Desa . Kondisi umum MDH memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah.618 jiwa : 1.875 Ha : 70.Kedalaman .845 Ha : 268.344. didefinisikan sebagai sekelompok orang yang bertempat tinggal di desa hutan dan melakukan kegiatan yang berinteraksi dengan sumberdaya hutan untuk mendukung kehidupannya.

000.8 %) .Jasa : Rp 762.525 orang : 1.Tamat SLTP .(16. Jeruk.0 %) . Ubi kayu.( 0.501.PNS/TNI/POLRI .Petani .( 9.354.6 %) . sebagai berikut : .000.675.6 %) 26 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah • • .8 %) .Buruh tani : Rp 1.Makanan ternak : Rp 167.Tumbuhan obat : Rp 42.8 %) .Buruh bangunan : Rp 1.5 %) .500.7 %) .( 2. Judi.(45.000.315 orang : 66 orang : 48 orang : 16 orang : 1. Rata-rata pemilikan ternak kecil : 2 ekor/KK Rata-rata pendapatan penduduk dalam satu keluarga per tahun sebesar Rp 8.Lainnya Jenis Produk Pertanian • • • Kepemilikan Ternak .Jajan.875.Biaya sosial : Rp 1.Pendidikan : Rp 1.500.Dagang : Rp 1.( 0.Buruh bangunan .Tidak Tamat SD .500.6 %) .350.Pangan : Rp 3.Buah : Rp 41.500.675.122 ekor.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Karang Taruna Kelompok Tani Hutan (KTH) Kelompok Tani (Poktan) Kelompok Kesenian Kelompok Pengrajin Takmir Masjid : 186 orang : 356 orang : 216 orang : 1.(17.875.500.Tamat Akademi Mata Pencaharian .750.Tamat SLTA .Kayu bakar : Rp 224.(18.5 %) Pola konsumsi penduduk merupakan alokasi pengeluaran dari pendapatan yang diterima dalam satu rumah tangga dalam satu tahun.255 orang : 3 orang : 15 orang : 35 orang : 27 orang : 386 orang : Padi.Pengusaha .875.500. Alokasi pengeluaran penduduk Desa Gempol dalam satu tahun.456.412.Tidak Sekolah . Kedelai.(10.Kayu : Rp 1.039.8 %) .Buruh tani .1 %) .375.000.(20.Lainnya : Rp 862.Jumlah ternak besar : 875 ekor. dll.Jumlah ternak kecil : 1. Rata-rata pemilikan ternak besar : 1 ekor/KK .Pedagang .( 2.Tamat SD . Rokok : Rp 538. Tingkat Pendidikan .( 6. Kacang tanah.(16.bersumber dari : .8 %) .Belum Tamat SD .7 %) .(17. Jagung.

merupakan gambaran kondisi nyata masyarakat desa (hutan).6 %) ( 2.2 %) Dalam satu rumah tangga.2 Transfusi “darah” Segar Salah satu dampak dari implementasi PHBM adalah mengalirnya dana segar ke tengah- tengah MDH yang dikelola oleh sebuah institusi bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). khususnya jalan sebagai nadi perekonomian desa.216.500.( 3.3 %) ( 0. termasuk mustahil. Kondisi tersebut diperparah dengan daya dukung APBD bagi keuangan Pemerintahan Desa yang tidak memungkinkan untuk melakukan percepatan pembangunan di desa.5 %) ( 1.000. Termasuk. Akibatnya. yang menunjukan nilai minus. membuat roda ekonomi dan pembangunan desa di sekitar hutan berjalan relatif lebih lambat. sangat tidak memadai.18.500.207.250.1 %) ( 0.000/tahun sumber : Hasil survei Desa Gempol Tahun 2004 (LPF Project.87. distribusi dana hasil Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) yang diterima oleh Pemda.28. Keterbatasan sumberdaya manusia dan aksesibilitas yang dimilikinya. Pasalnya. Wajah kehidupan sebagian besar masyarakat desa (hutan). membuat MDH memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas permasalahan yang tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosialnya.173.6 %) ( 2. rata-rata pendapatan dan rata-rata pengeluaran penduduk dalam satu keluarga dalam satu tahun di Desa Gempol. diterima MDH melalui LMDH setiap tahun dengan jumlah yang tidak sama. mengandalkan swadaya masyarakat yang tengah berada dalam kondisi serba sulit dan tekanan kebutuhan hidup sehari-hari. tampak lesu kurang darah. rata-rata penduduk mengeluarkan Rp 8. Dana segar yang bersumber dari sharing hasil produksi kayu Perhutani ini. roda ekonomi desa pun berputar sangat lambat yang pada gilirannya menghasilkan akumulasi berupa rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya.250. Bahkan. Sementara itu.2. 2. Kerjasama Cifor-Cirad-UGM-Perhutani).290.7 %) ( 3. jelas-jelas sangat tidak mungkin atau bahkan.500. besaran dana sharing hasil produksi ini sangat tergantung dari besaran nilai produksi kayu dalam kurun waktu 27 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . memiliki prosentasi yang tidak proporsional bagi desa di sekitar hutan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sandang Kesehatan Perbaikan rumah Energi Angsuran Pajak Transportasi : : : : : : : Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 301. Perpaduan dari karakteristik wilayah dan kondisi masyarakat yang memiliki banyak sekali keterbatasan.000. Dukungan infrastruktur.

28 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . sungguh merupakan sebuah nilai yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan dimiliki oleh salah satu institusi miliknya. Sehingga.(terbilang: Satu Milyar Empat Belas Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah). beberapa diantaranya mampu melesat cepat menangkap peluang pengembangan dengan optimisme perencanaan-perencanaan pembangunan di desanya secara swadaya. Pasalnya. masyarakat desa (hutan) mampu melihat titik terang jalan menuju harapan membangun dan mewujudkan sebuah desa yang maju.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ satu tahun tersebut dan luasan pangkuan (wengkon) yang dikelolanya bersama-sama Perhutani. pada satu kurun waktu LMDH dapat memperoleh nilai sharing yang cukup mengejutkan untuk ukuran satu desa.- Sumber KPH Randublatung.- Jati Makmur 153.805.896 (terbilang : Delapan Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah). dana 1 Milyar lebih itu.337.560.329. data sharing hasil produksi di KPH Randublatung (2002 – 2005) dengan nilai terbesar dan terkecil.387. Data Sharing Hasil Produksi Terbesar dan Terkecil di KPH Randublatung Tahun Sharing 2002 2003 2004 SHARING TERBESAR Lokasi Nama LMDH Nilai Sharing Desa/Kec/Kab Jegong / Jati / Wana Lestari 4.819.88. bahkan berlipat-lipat bila dibandingkan dengan dana yang diterima oleh Pemerintahan Desa-nya yang bersumber dari APBD Pemda.579.896.013. tampak dalam tabel berikut : Tabel 1. diolah. Wajah ‘lesu kurang darah’ yang semula menghiasi MDH (Gempol) mulai tampak ‘sumringah’ manakala konsepsi PHBM memberikan ‘transfusi darah segar’ melalui sharing hasil produksi kayu itu.440. dana yang diterima LMDH jauh lebih besar.Blora Jegong / Jati / Wana Lestari 51. Secara kumulatif (2002 – 2005).014. tercatat sebagai penerima sharing terbesar. karena nilai produksi kayu nihil. Dengan dana segar di tangan LMDH. LMDH tersebut menerima dana sharing sebesar Rp 1. Bagi masyarakat Desa Gempol. tapi pada kurun waktu lainnya LMDH bisa saja tidak mendapatkan sharing. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Bahkan. yakni sebesar Rp 88. Sebagai contoh.624.Blora Wana Bersemi Wana Bersemi Gempol / Jati / Blora Gempol / Jati / Blora 203. Sedangkan nilai sharing terkecil diterima oleh LMDH Wana Asri Desa Wulung.154. mandiri dan sejahtera.- 2005 793.SHARING TERKECIL Lokasi Nilai Nama LMDH Desa/Kec/Kab Sharing Wono Dadi Wana Asri Pengkol Jegong / Jati / Blora Wulung / Randublatung / Blora Sambongwonja / Randublatung / Blora 153.629.

memang telah membawa perubahan bagi geliat semangat pembangunan sosial ekonomi masyarakat di desa hutan. Lengkap dengan visi. batas wengkon dan lahan di tepi jalan dalam wengkonnya dengan menanam kapuk randu. Perubahan itu tampak dalam kreativitas penggunaan dana sharing tersebut dan semakin terbukanya aksesibilitas terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan dalam membangun desanya. Peluang pemanfaatan ruang kelola kawasan hutan melalui optimalisasi lahannya. Tlogowungu. memaksa mereka untuk dapat menetapkan prioritas-prioritas yang harus dikerjakan. dapat menciptakan aliran dana milyaran rupiah setiap tahunnya selama kurun waktu 30 tahun kedepan.2. Kab. memiliki potensi hasil yang jauh lebih besar bila dapat dikelola secara profesional. Pati. banyak LMDH yang tidak menyadarinya. pemanfaatan ruang kelola ini dapat menjamin kontinuitas dan kuantitas (nilai pendapatan) hasil yang lebih stabil. Padahal. Desa Guwo Kec. tampak mulai dapat terwujud. Sebuah ‘APBD’ versi masyarakat desa di batas hutan yang lebih menampakan kejujuran dan keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan masyarakat banyak. satu per satu benang kusut keterbatasan dan permasalahannya mulai terurai dan dibenahi. Namun demikian. srategi dan alokasi dananya. misi. tampak jelas pada saat musyawarah perencanaan penggunaan dana hasil sharing produksi dilakukan. yang mungkin saja lebih besar dari nilai dana segar dengan tanpa tergantung pada sharing produksi kayu dan jumlah tegakan yang akan ditebang. 29 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .3 Kemampuan Memotret Diri Keinginan MDH untuk segera terbebas dari keterbatasan yang telah puluhan tahun melingkupinya. Disinilah muncul kreativitas dan keragaman pemanfaatan dana yang diterima oleh LMDH. Nilai kearifan sosial ekonomi MDH untuk mendahulukan membangun fasilitas yang paling dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga masyarakat. 2. batas andil. menunjukan hal tersebut. Kesadaran bahwa dana yang mereka terima tidak akan selamanya ada dan berjumlah sama besar pada setiap tahunnya. apalagi kepentingan pribadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ ‘Transfusi Darah Segar’ konsepsi PHBM sebagaimana yang dialami LMDH Wana Bersemi dan LMDH-LMDH lainnya yang menerima sharing relatif cukup besar. LMDH Aman Sentosa hanya memanfaatkan lahan-lahan disepanjang sungai. di atas kepentingan golongan. Bahkan. Pemanfaatan ruang kelola ini dapat memberikan hasil bagi masyarakat. Pasalnya. bahwa implementasi konsepsi PHBM itu ternyata lebih dari sekedar dana segar yang diperoleh dari sharing hasil produksi kayu. beberapa diantaranya sudah memiliki rencana untuk sepuluh tahun ke depan. Dengan dana dan peluang yang ada. kelompok. Optimalisasi lahan yang dilakukan oleh LMDH Aman Sentosa.

Apalagi menghentikan arus percepatannya. Bahkan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ MDH ter-stimulir untuk mampu memotret diri mereka sendiri. melaksanakannya sesuai dengan rencana yang disepakati. tengah berlangsung. Beberapa LMDH. dan akan bergulìr dengan sangat cepat. Keinginan yang telah lama terpendam dan menjadi energi yang tersimpan. menetapkan sebuah tujuan bersama. Dan. Sebuah sikap kemandirian pembangunan tanpa menggantungkan dan membebani APBD pemerintahan setempat. Mandiri dan Sejahtera. secara khusus pula LMDH-LMDH ini mengalokasikan dana untuk membantu Pemerintahan Desa dan lembaga-lembaga lain yang ada didesanya. mengorganisasikan pelaksana-pelaksananya. tentu saja dengan dana yang mereka miliki bersama pula. Bola salju itu telah digulirkan. termasuk pemerintahan desa setempat. kemudian menyusun sebuah rencana yang menjadi strategi bersama untuk mencapai tujuan bersamanya. dinilainya memang benar-benar menyentuh dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. hanya mau menyerahkan dananya apabila proposal rencana penggunaan alokasi dana yang diajukan pemerintah desa setempat. Sebuah pembaharuan desa (hutan) yang berawal dari gerakan sosio ekonomi PHBM yang mengarah kepada kemandirian masyarakat untuk mewujudkan sebuah Desa yang Maju. dan pada akhirnya mengawasi pelaksanaannya secara bersamasama pula. LMDH-LMDH itu. .Kembara Tani - 30 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . melakukan pengontrolan ketat bagi dana-dana yang diserahkan kepada institusi lainnya. Melintas di batas-batas hutan dan melindas siapa pun yang mencoba menghalangi jalan yang dibentuknya.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Ketiga. Kreativitas Sosial Ekonomi 31 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

Dan. 3. 32 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Soalnya Jalannya rusak” jelasnya. mengingat sebagian besar desa hutan memiliki sarana jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. terdapat dua alasan mengapa pengadaan dan rehabilitasi jalan ini banyak dijadikan prioritas oleh LMDH-LMDH di wilayah KPH Blora.1 Penggunaan Dana Sharing Hasil Produksi Implementasi PHBM menstimulir masyarakat desa di sekitar hutan untuk dapat memotret diriya sendiri. hal itu membuat warga MDH harus mengeluarkan dana lebih banyak jika hendak bepergian keluar desa. dirasakan warga masyarakat desa di sekitar hutan (MDH) sebagai sebuah prioritas yang sangat mendesak. Pasalnya.1 Kreativitas Sosial 1. Pada dasarnya. bahwa Desa Gempol yang berjarak sekitar 20 km dari ibu kota kecamatan. hal tersebut dapat mempermudah proses sosialisasi tentang PHBM dan memperkuat eksistensi LMDH di tengah-tengah warga MDH. Dapat kiranya dipahami. jalan dengan kondisi yang baik memudahkan aksesibilitas warga MDH ke pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di sekitarnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. kelompok dan golongan. Menurutnya. jalan pun dapat meningkatkan aksesibilitasnya.1. harga barang-barang kebutuhan menjadi lebih mahal karena ongkos transportasi naik. relatif terisolir karena kondisi jalan yang rusak parah. Nilai kearifan sosial ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan dalam menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Kedua. dengan adanya fasilitas jalan yang baik. Banyak ojeg atau kendaraan yang enggan ke Gempol kalau harganya tidak ditambah. Murtedjo. Pembuatan dan Rehabilitasi Jalan Desa Keberadaan jalan dengan kondisi yang memadai di desanya. KPH Randublatung dan KPH Cepu. manfaat PHBM dapat dengan cepat dirasakan oleh warga MDH. Beberapa kreatifitas sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan dana shasing hasil produksi kayu yang diterima LMDH. Pertama. Potret diri itu kemudian memunculkan kreativitas dalam menetapkan prioritasprioritas program. “Selain itu. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol menyatakan. mendasari dan menjiwai musyawarah yang dilakukan dalam menetapkan prioritas-prioritas tersebut. beberapa diantaranya berada dalam kondisi yang rusak parah dan tidak bisa dilalui. khususnya dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. Bahkan. khususnya ibu kota kecamatan. diantaranya tergambar sebagai berikut di bawah ini. selain sebagai urat nadi ekonomi warga desa.

LMDH Wana Alam Subur Desa Pelem yang sudah memiliki jalan desa yang relatif lebih baik. Ketua LMDH Wana Alam Subur. selain sebagai sumber kas bagi pembuatan jalan. Maksudnya. Sumarlan. ternyata tidak saja menjadi milik LMDH-LMDH “Gemuk” dengan nilai sharing ratusan juta rupiah. Dana hasil pungutan karcis itu. menunggu aliran dana berikut. Karcis Rence untuk bikin jalan Memprioritaskan pembuatan dan rehabilitasi jalan. Keberadaan jalan dengan kondisi relatif lebih baik yang langsung menembus jalur utama itu. wong ‘ndak cukup ko” ujarnya dalam logat Jawa yang kental. Jalan itu akan membebaskannya dari keterisoliran. Sedangkan pengerjaannya. fungsi karcis itu pun sebagai kontrol bagai para pengambil kayu bakar. Sumarlan melihat bahwa banyak warga masyarakat desa lain yang masuk ke wilayah PHBM yang dikelolanya untuk mengambil kayu bakar (rence). nanti kalau sudah agak banyak warga akan gotong royong” jelasnya seraya menunjuk gundukan batu putih di tepi jalan. “Agar warga MDH dapat lebih cepat merasakan hasil dari PHBM” ujar Gunawan Wibisono. benar-benar mengambil sesuai dengan ketentuan. agar warga MDH yang mengambil rence. atau dari hasil usaha produktif milik LMDH. Dia menetapkan tarif sebesar Rp 500 per pikulan rence. Dia bermusyawarah dengan warganya untuk mengeluarkan karcis yang akan dikenakan kepada para pengambil kayu bakar itu. Sisanya. menjadi harapan Sinardi. lebih memprioritaskan pembuatan jalan di pedukuhannya masingmasing. kemudian dikumpulkan dan dibelikan batu untuk pengerasan jalan. misalnya yang benar-benar sudah tua. Ketua LMDH Wana Gemilang Desa Wotbakah yang nilai sharingnya tidak sampai puluhan juta. 33 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ditemui di lokasi pembuatan jalan yang menghubungkan Wotbakah dengan Sumberrejo.4 km. KRPH Wotbakah menambahkan. tokoh petani yang memiliki pengaruh kuat di desanya itu memaparkan trik cerdiknya. dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga MDH secara bergiliran. “Kalau mengandalkan dana sharing. Menurutnya. Dian. LMDH pernah merampas rence yang diambil tidak sesuai dengan ketentuannya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH Wana Bersemi berencana untuk membuat jalan sepanjang 16 km secara bertahap. melakukan pengaspalan jalan sepanjang 1. LMDH Wana Tani Makmur yang wilayahnya tidak jauh dari jalur utama Blora – Cepu. kapan selesainya Mas. Sementara itu. memiliki “trik” cerdik lain untuk mewujudkan harapan warga MDHnya untuk memiliki jalan dengan kondisi yang memadai. “Baru dapat sedikit itu lho Mas. Anggaran sebesar 70 juta telah disiapkan untuk memulai pengerasan jalan sepanjang 8 km.

khususnya dalam menjaga dan melestarikan hutan.5 juta ditanggulangi oleh LMDH. Beban PBB warga MDH untuk tahun 2005 – 2006 sebesar Rp 13. Desa Banglean mendapat insentif yang lumayan dari Pemda untuk menambah kas operasional desa. sekretarisnya. tidak dipungut biaya pengobatan. warga desa pun terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan. dana yang sudah 34 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dengan melunasi PBB jauh sebelum jatuh tempo. bila ada anggota warga MDH yang sakit dan berobat di Puskesmas. kecilnya pendapatan warga MDH membuat kewajiban itu dirasakan berat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Menurut Ketua LMDH yang juga pengrajin mebeulair berbahan kayu Jati ini. Namun uniknya. Rupanya. Selain itu. Nanti dikembalikan setelah seluruh warga membayar lunas PBBnya” ujar Kasdi. Bedanya. Pertama. Martedjo adalah salah satunya. Namun terkadang. Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. LMDH nalangin beban pajak warganya sebesar Rp 23 juta rupiah. Apabila seluruh warga sudah merasakan manfaat langsung dari PHBM. termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Puskesmas Gratis versi Wana Alam Subur Kreativitas sosial ini muncul di Desa Pelem dan dimotori oleh LMDH Wana Alam Subur yang dikomandoi Gunawan Wibisono. Bebas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Warga Desa Hutan. Membayar pajak merupakan kewajiban warga negara. Hal yang sama dilakukan pula oleh LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Banglean. diharapkan dapat turut serta dalam programprogram LMDH. 3. Menurutnya. nanti Puskesmas yang nagih ke LMDH dan dana sebesar Rp 4. keuntungan membebaskan warga dari kewajiban membayar PBB memiliki dua manfaat. Gunawan menjelaskan bahwa LMDH Wana Alam Subur menanggung biaya berobat anggotanya di Puskesmas. Menurut Kasdi. sekaligus mensosialisakan manfaat PHBM secara menyeluruh ke seluruh warga MDH. program pengobatan Puskesmas gratis ini ternyata tidak muncul karena alasan warga MDHnya sering atau banyak yang sakit. LMDH ini hanya nalangin warga untuk membayar PBB melalui desa.5 juta sudah disiapkan untuk menanggulangi tagihan-tagihan tersebut. Dan. pelunasan PBB lebih cepat akan meningkatkan prestise desanya di mata Pemerintah Daerah. mengurangi beban warga MDH yang tidak mampu. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol ini mengungkapkan. hal tersebut tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. Dan Kedua. Didampingi Sukardi. Justru sebaliknya. “Kami memberi pinjaman kepada desa senilai tagihan target PBB di desa untuk dapat dibayarkan sekaligus ke Pemerintah Daerah. Tapi. lanjut Kasdi.

pengurus memutuskan untuk membantu 8 Pos Yandu di 4 pedukuhan dalam memberikan makanan tambahan bagi balita. bidan saja tidak ada yang betah. urusan kualitas SDM generasi yang akan datang sebagai pewaris PHBM. 5. Peningkatan Gizi Balita gaya Wana Bersemi Kasus busung lapar yang terjadi di NTB dan membuat banyak pihak gerah itu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dialokasikan tersebut malah sering sisa alias tidak habis. Ketua LMDH. Menurutnya. mungkin mengilhami Suyitno. Harapan kami. ingin memberi jaminan pengobatan gratis. atau makanan lainnya sesuai anjuran pembina Pos Yandu setempat. pelopor LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Seragam Sekolah dan Alat Tulis Gratis versi Wana Tani Makmur Trik yang cukup cerdik ini dilakukan oleh LMDH Wana Tani Makmur Desa Nglebur. baju seragam dan alat tulisnya secara gratis ini. terpaksa harus ditandu ke luar desa untuk mencari bidan di desa tetangga. Sekolahnya kan sudah gratis dengan dana BOS itu. jumlah warga yang mendaftar menjadi anggota LMDH dan terlibat dalam kegiatan-kegiatannya terus bertambah” ujar Sukardi sumringah. harus menjadi salah satu prioritas. Bagi anak-anak yang kebetulan orang tuanya tidak mampu. Usut punya usut. Ketua LMDH Wana Bersemi. Selain bertujuan untuk membantu warganya yang kurang mampu. Wakli Ketua LMDH. seragam dan alat tulisnya. khususnya gizi anak-anak” ujar Martedjo. Faktanya. disini tidak ada Puskesmas. tinggal sarana yang dibutuhkan anak-anak untuk belajarnya yang harus dicukupi. di 8 Pos Yandu itu disediakan dan dibagikan gratis untuk anak-anak balita makanan penambah gizi. ternyata program itu merupakan salah satu strategi LMDH untuk menjaring warga MDH menjadi anggotanya. “Perbaikan kualitas SDM warga harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizinya. “Kami membantu mereka dengan harapan mau terus bersekolah. ini sangat 35 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Strategi itu ternyata berhasil. warga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari PHBM dan LMDHnya mendapat promosi gratis karena dibicarakan dari mulut ke mulut oleh warganya. lanjutnya. seraya mengisahkan pernah ada warganya yang mau melahirkan. pemberian sepatu. proses sosialisasi tentang manfaat hutan dan fungsi-fungsinya menjadi lebih mudah. juga merupakan sebuah strategi yang menyentuh hati. Posyandu dulu saja” papar Wahyu. Menurut Sinardi. 4. sebesar Rp 4 juta. seperti bubur kacang ijo dan susu. Jadi untuk sementara. Dengan memberikan pengobatan gratis. seraya menyebutkan. “Tapi. Satu bulan sekali. Sepatu. Mendukung opini Suyitno. kalau sudah begitu. anak-anak fakir banyak yang tidak mau sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membeli sepatu.

masalah kualitas SDM di desanya perlu peningkatan. Bea siswa itu untuk 3 SD yang ada” jelasnya. lanjut Sinardi. Menurutnya. Bantuan Rehabilitasi Bangunan Sekolah (SD dan SMP) yang rusak. Beberapa kreativitas sosial dalam upaya meningkatkan kualitas SDM warganya. “Dan itu memudahkan proses sosialisasi tentag PHBM. Pemberian bea siswa bagi siswa yang berprestasi di harapkan dapat memacu prestasi belajar generasi penerus warga MDH. ternyata tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. Menurut Wahyu. “Kesadaran untuk menjaga hutan. orang tuanya itu akan tersentuh hatinya dan mengetahui bahwa PHBM dan LMDH memberikan manfaat langsung baginya. 36 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Selain itu. Maksudnya. Program ini dilaksanakan bersama dengan Paguyuban Guru di Desa Nglebur. diharapkan anak-anak ini akan memberitahu orang tuanya tentang bantuan yang diberikan oleh LMDH. LMDH dan khususnya manfaat hutan” tuturnya seraya menyebutkan. Tampaknya. dilakukan pula oleh LMDH Wana Lestari. diantaranya adalah : 1. “Siswa SD yang memiliki peringkat 1 sampai 3 diberi bea siswa selama 2 semester.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ membantu mereka” jelasnya. menjadi landasan dialokasikannya dana perbaikan sarana pendidikan. Pengadaan dan Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Harapan atas semakin meningkatnya kualitas SDM warga MDH. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Hal senada dikemukakan Priyono. Bea Siswa bagi Rangking Kelas Memacu prestasi siswa-siswi warga MDH. harus dimulai dari sejak dini. Mudah-mudahan bantuan tersebut selain meringankan beban orang tua siswa. Mereka berharap pada masa yang akan datang akan lahir generasi-generasi baru dengan kualitas yang lebih baik didesanya. dapat pula menjadi sarana efektif dalam mensosialisasikan PHBM dan LMDHnya” harap Priyono. bantuan alat tulis untuk siswa warga MDH terkait dengan strategi untuk mensosialisasikan LMDH melalui siswa. benar-benar menjadi perhatian serius para pengurus LMDH. Pemberian Bea siswa untuk siswa berprestasi dan sarana prasarana pendidikannya. LMDH Wana Bakti Desa Cabak. 7. LMDH Wana Tani Makmur dan banyak LMDH-LMDH lainnya di lingkungan KPH Randublatung dan Cepu. kesadaran bahwa salah satu penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan warga MDH adalah kualitas SDMnya. 6. LMDH Wana Alam Subur. pernah ada orang tua yang datang ke kantor LMDH untuk mengucapkan terima kasih karena anaknya dibantu.

sebagian digunakan untuk merehabilitasi bangunan Balai Desa. Adanya bantuan untuk memperbaiki Balai Desa dirasakan sangat membantu Pemerintah Desa. e. Rehabilitasi dan Pembangunan Sarana Keagamaan Kehidupan keagamaan yang masih sangat kental terasa di tengah-tengah warga MDH. Mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) gratis. 9. Alokasi dana dari APBD Pemerintah Daerah sangat terbatas. semakin sulit dilakukan karena akan semakin membebani warga. Pasalnya. d. Bantuan dana untuk penyelenggaraan hari-hari besar agama. dipandang para pengurus LMDH sebagai basis moralitas yang harus mendapat prioritas. b. dana sebesar Rp 41 juta dialokasikan untuk memperbaiki Balai Desa Gempol. c. Oleh karenanya. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Balai Desa Pentingnya Balai Desa/Kantor Kepala Desa sebagai pusat pelayanan Pemerintahan Desa bagi warga MDH. Alokasi dana sebesar 20 % untuk desa. Beberapa kreativitas yang dilakukan LMDH dalam hal tersebut diantaranya adalah : a. Upaya ini. banyak Pemerintah Desa (hutan) tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan dan memelihara Balai Desanya. LMDH bekerjasama dengan paguyuban guru di desanya atau dengan persatuan orang tua wali murid dari sekolah yang akan dibantu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. 37 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . sekaligus untuk membantu proses sosialisasi tentang PHBM dan penguatan eksistensi LMDH itu sendiri. Seperti yang dilakukan oleh LMDH Wana Bersemi. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Belajar Mengajar untuk SD dan SMP. sangat disadari oleh LMDH. Bantuan dana untuk penyelenggaraan pengajian-pengajian rutin. Perbaikan Mesjid Desa dan Musholla di tiap pedukuhan. Biasanya. Sementara itu. hampir semua LMDH mengalokasikan dana yang diterimanya untuk peningkatan kualitas sarana keagamaan. Mendirikan Madrasyah Diniyah gratis. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Bermain anak untuk TK 3. 8. Bantuan untuk Kesejahteraan Guru (honor). 4. membebankan dana perbaikan dan pemeliharaan Balai Desa kepada masyarakat seperti yang biasa dilakukan.

setiap aktivitas sosial masyarakat mulai dari kebutuhan yang paling mendasar sampai yang sifatnya seremonial rutin. kini mulai ditanggulangi oleh LMDH sehingga semakin mengurangi beban warga MDH. Seperti layaknya sebuah Pegadaian. e. 2. Kedua. Dalam kondisi tertentu. sampai barang-barang tidak bergerak yang dimiliki warga. Beberapa aktivitas sosial yang dana penyelenggaraannya diambil alih oleh LMDH adalah sebagai berikut : a. memunculkan kreativitas Keragaman ini sesuai dengan kondisi dan pengembangan usaha produktif yang beragam.2 Kreativitas Ekonomi Upaya untuk mempercepat putaran roda perekonomian desa. SK Pegawai atau Pesiunan. Pertama. beberapa LMDH mewajibkan adanya agunan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Mendirikan Radio Amatir sebagai sarana komunikasi warga dan media penyuluhan dan informasi. Pengadaan Sarana Olah raga dan Kesenian. Kreativitas Sosial lainnya Pada dasarnya. dan Ketiga. Penyedia Sarana Produksi Pertanian dengan pola bayar setelah panen (Yarnen). berbasis pada sumberdaya hutan dan lahan. BPKB. serta barang berharga lainnya. seperti TV. Penyelenggaraan Hari-hari Besar Nasional. Uniknya. Bantuan operasional bagi lembaga-lembaga lain yang ada di desa. d. agunan yang diterima mulai dari sertifikat tanah dan surat-surat berharga lainnya. berupa dukungan pinjaman modal kerja. karakteristik wilayah masing-masing LMDH. Aktivitas-aktivitas sosial yang kebutuhan dana penyelenggaraannya biasa dibebankan kepada warga MDH. Beberapa Usaha Produktif yang dilakukan LMDH diantaranya adalah : 1. mulai dari 1 – 2 %.1. Penyelenggaraan Sedekah Bumi dan upacara-upacara adat lainnya. Meja dan Kursi. 3. keragaman ini pun menunjukan kesamaan pola penanganan permasalahan yang dihadapi yakni. Simpan Pinjam dengan suku bunga beragam. Namun dalam beberapa hal. khususnya HUT RI b. f. Lemari. Bantuan (dana) Kematian. c. barang-barang jaminan tersebut masih boleh dipinjam pakai oleh warga yang menjaminkannya. bercirikan pertanian dalam arti luas.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 10. menjadi ajang kreativitas penggunaan dana sosial LMDH. Usaha ini sangat membantu warga MDH yang sebagian besar adalah petani dalam melakukan 38 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Emas.

Cincau hitam. 5. Pengrajin Ukiran Tunggak Kayu. Tembakau. banyak yang mendapat pinjaman modal. paling banyak diterapkan. Pengrajin Anyaman Bambu. Pisang. Pinjaman Modal Kerja untuk industri rumah tangga (home industri) yang diusahakan warga. tenaga sadapan karet dan getah pinus. Bubut. 7. sebagian besar usaha ini belum memiliki jaminan pasar dan harga hasil panennya. wijen dan lebah madu. Penggemukan Sapi dan Kambing menjadi pilihan LMDH karena melimpahnya sumber pakan ternak seperti rumput dan daun-daunan di sekitar hutan. kemudian Petani memelihara ternak tersebut sampai dianggap menguntungkan bila dijual (gemuk). Industri kecil seperti Kerupuk. Setelah itu. dilakukan LMDH dalam rangka memanfaatkan potensi lahan di kawasan hutan. Biasanya. 39 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . LMDH dan Petani bersama-sama menjual ternak tersebut dan hasinya. Jagung. pemetikan daun dan penyulingan kayu putih. Empon-empon. pembuatan tanaman. 4. kontrak angkutan hasil hutan tebangan. pemeliharaan atau penyediaan tenaga kerja tebangan. kemudian dibagi dua antara LMDH dan Petani. Porang. Tebu. juga menjadi salah satu pilihan LMDH. setelah dikurangi biaya pembelian awal. Sayangnya. Jarak pagar dan kepyar. Budidaya Kapuk Randu. biasanya mendapat jatah 1 – 2 ekor. Penjualan Kayu Bakar dan Arang Kayu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ usaha tani. Rebung bambu kuning. Budidaya ini dilakukan anggota LMDH (pesanggem) dengan dukungan dana dari LMDH. Pengrajin Tahu Tempe. LMDH dan Petani bersama-sama membeli Sapi atau Kambing dengan harga yang disepakati bersama. menjadi pilihan usaha produktif beberapa LMDH. 6. baik di lahan Perhutani maupun lahan di luar kawasan hutan. Mendirikan toko koperasi yang melayani kebutuhan sehari-hari warga MDH sampai pada jasa pelayanan pembayaran listrik. banyak pula yang dilakukan LMDH. 3. Buahbuahan. Ubi kayu. Kerja sama itu berupa. Kerjasama dengan Perhutani berupa penyediaan jasa borongan. hampir seluruh petani warga MDH (KTH) tidak pernah mendapatkan pupuk dengan harga subsidi pemerintah. Palawija. serta Mebeulair. Makanan. Pola bagi hasil maro (50:50) antara LMDH dengan petani pemelihara ternak. Setiap Keluarga Tani yang berminat. Kopi. Nilam. Sayangnya.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 8. Pada dasarnya. khususnya alokasi usaha produktif masih dibatasi oleh jiwa kewirausahaan masyarakat. optimalisasi penggunaan dana tersebut. atas komoditaskomoditas yang diusahakan oleh petani pesanggem warga MDH. sale. minuman). Warga MDH pengguna air bersih ini. kreativitas sosial ekonomi LMDH dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. cangkang buah. ada juga yang dilakoni LMDH. Namun demikian. Beberapa komoditas yang sebenarnya dapat dijadikan unggulan bagi usaha LMDH dan pengembangan agroindustri diantaranya adalah : Kapuk Randu (serat kapuk. Persewaan kursi dan alat-alat hajatan. 9. kemudian membayar rekening air sesuai penggunaannya. termasuk harga dan pangsa pasarnya. Pengelolaan Air Bersih untuk warga yang diambil dari sumber air dan disalurkan ke rumah-rumah warga. menjadi usaha yang cukup menarik. kayu. membuat optimalisasi ruang kelola menjadi potensi yang kurang diperhatikan LMDH. minyak biji. Demikian pula dengan terbatasnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. khususnya Jahe dan Kunyit (simplisia. jamu. serbuk. lebah madu) Cincau Hitam (gelatin cincau hitam dan serbuk cincau hitam) Pisang (tepung pisang. Jarak Pagar (bio diesel sebagai bahan bakar) .Kembara Tani - 40 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . keripik dan kerupuk) Rebung Bambu Kuning (dijual segar) Empon-empon. dimaksudkan agar PHBM secara signifikan dapat segera dirasakan manfaatnya. Warga LMDH dapat memanfaatkan jasa ini dengan harga yang lebih murah dibanding dengan menyewa kepada pihak lain.

maka program akan ditolak.2 Optimalisasi Lahan / Ruang Kelola 3. LMDH-LMDH ‘kurus’ ini. secara umum perilaku masyarakat (desa hutan) dapat dibentuk.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Bekerja sama dengan LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. harus jujur diakui. merupakan salah satu solusi atas masalah tersebut. telah menunjukan bahwa PHBM memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat (desa hutan). Pendekatan Khusus untuk LMDH “kurus” Sinyalemen Ellan Barlian. Adm/KKPH Purwodadi. Demikian pula sebaliknya. Kreativitas sosial ekonomi seperti dipaparkan dalam bagian sebelumnya. Manakala masyarakat menilai stimulus PHBM (misal dengan bagi hasil kayu) akan memberikan keuntungan bagi mereka. menjadi kunci dari optimalisasi ini.1 Jarak Pagar di KPH Purwodadi 1. memang dapat berbuat banyak dalam memberikan kemanfaatan PHBM bagi masyarakat. Rangsangan yang tepat dengan kebutuhan masyarakat akan memperoleh respon dari masyarakat. manakala PHBM (melalui bagi hasil kayu) tidak memberikan manfaat yang signifikan kepada masyarakat. yakni optimalisasi ruang kelola. menarik untuk dicermati. diarahkan dengan cara pemberian rangsangan (stimulan) yang sesuai dengan kebutuhan mereka. LMDH-LMDH ‘gemuk’ yang memiliki wilayah pangkuan (wengkon) dengan potensi produksi (kayu) yang masih tinggi dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang besar.2. Adm/KKPH Randublatung. kesulitan untuk melakukan kreativitas sosial ekonomi seperti yang dilakukan oleh saudaranya LMDH-LMDH yang ‘gemuk’. Kemampuan untuk memadukan antara peluang usaha dengan potensi lahan (ruang kelola) yang dilakukan LMDH. Apa yang dilakukan oleh Widianto. Widianto memulainya dengan Program Pengembangan Kebun Bibit Jarak Pagar (Jatropha Curcas). apakah akan dibiarkan menunggu pohon tumbuh dan ditebang? Sementara fakta signifikasi manfaat PHBM bagi MDH mendesak untuk segera dibuktikan. diubah. maka pada gilirannya masyarakat akan merubah perilakunya guna mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut. Lantas. tentang keterkaitan antara perubahan perilaku masyarakat (desa hutan) dengan manfaat stimulus PHBM yang dirasakannya. Meskipun pada bagian lain Ellan mengkritisi bahwa penggunaan dana hasil sharing pada LMDH belum efektif dikembangkan ke arah usaha produktif atau koperasi. Masalahnya adalah bagaimana halnya dengan LMDH-LMDH yang memiliki wengkon dengan produksi (kayu) yang sudah habis dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang kecil? Tentunya. Menurutnya. KPH 41 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

KPH Purwodadi yang dipimpinnya berinteraksi dengan LMDH-LMDH ‘kurus’ dengan nilai sharing yang kecil-kecil. Kec. “Pengembangan Jarak Pagar dengan melibatkan secara aktif LMDH ini. pengembangan tanaman ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. tanaman Jarak Pagar mempunyai potensi tinggi sebagai biodiesel dan dapat dikembangkan sebagai energi alternatif. Kebun ini dijadikan sebagai Starter dan Stimulan pengembangan. Tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kreativitas seperti yang lainnya. bahkan di lahan-lahan kritis sekalipun.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Purwodadi membuat Kebun Bibit sebagai sumber perbanyakan Stek untuk pengembangan program. Pertama. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan tertentu secara ekologis tidak dapat berfungsi dengan baik dan perlu adanya vegetasi untuk menutup area. Kedua.324. sehingga Perhutani dapat lebih diterima oleh masyarakat dan stake holder secara luas. Pasalnya. selain sebagai bagian dari peran sosial yang harus diembannya dalam mensukseskan program energi nasional. “Nilai sharing hasil produksi yang mereka terima kecil sekali. menjadi sumber energi bagi kebutuhan internal Perhutani dan masyarakat di sekitar hutan. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan yang menjanjikan dalam program penanaman Jarak Pagar ini. karena tanaman ini memiliki rendemen minyak sampai 40 % dan mudah ditanam. Selain masih mempunyai lahan kosong seluas 4. 2. Perhutani sebagai BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola hutan di Jawa dan Madura. Mengapa Jarak Pagar yang dipilih? Widianto menyebut dua alasan pokok mengapa komoditas Jarak Pagar yang diandalkannya dalam membantu MDH dalam mewujudkan tujuan implementasi PHBM. Brati Kab. di beberapa tempat secara sporadis terdapat pula lahan kritis yang tidak dapat direboisasi. sangat berkepentingan dalam pengembangan tanaman ini. sehingga dalam implementasinya harus didekati dengan cara yang khusus. 42 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dengan sifat Jarak Pagar yang dapat tumbuh pada kondisi lahan marginal. Grobogan. Peluang Jarak Pagar sebagai Komoditas Unggulan Ditemui di kebun bibit tanaman jarak pagar yang dikelola oleh LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. Widianto menuturkan tentang pentingnya optimalisasi ruang kelola dalam implementasi PHBM.7 hektar yang direncanakan akan selesai direhabilitasi sampai dengan 2008. dan optimalisasi ruang kelola adalah salah satunya” jelas Adm/KKPH yang dikenal ‘gaul’ oleh anak buahnya ini. juga merupakan perwujudan dari program PHBM” ujarnya seraya berharap program ini dapat mengangkat citra perusahaan (corporate image). maka fungsi ekologis secara bertahap dapat diperbaiki. Menurutnya.

1 Tahun 2006. Pantas saja apabila Jumadi dan Karmadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan dari program penanaman Jarak Pagar ini. menuturkan keyakinannya bahwa pengembangan tanaman Jarak Pagar ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. dimana Presiden telah menginstruksikan kepada 13 menteri dan seluruh Gubernur untuk mengembangkan minyak jarak. 43 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .5 juta – Rp 7. maka petani hanya akan mendapatkan hasil panen setara dengan Rp 2. Grobogan. Pasalnya. bisa sampai 40 – 50 tahun. LMDHnya bermaksud mengolah sendiri biji jaraknya dan menjualnya sudah dalam bentuk minyak. sehingga saya khawatir dengan harga itu masyarakat akan menolak menanam karena dianggap tidak menguntungkan.5 juta per hektar. Widianto dan Team KPHnya tengah merintis pembuatan Kebun Bibit Tanaman Jarak Pagar. 500 per kg biji kering. panen. Menurutnya. Padahal. kami ingin ada jaminan pembelian hasil panen yang jelas. Jarak Pagar ini dapat menggantikan tanaman palawija karena umurnya yang cukup panjang. Itu pun belum dikurangi susut bobot. tentang kebijakan energi. sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh LMDH. “Harga yang ditawarkan kepada kami murah sekali. Secara bertahap.. Harga yang Tidak Menggairahkan Sementara itu. pemupukan. 3. biaya produksi. dirinya bersama warga MDH sangat berharap. atau rata-rata sebesar Rp 5 juta per hektar per tahun. dengan harga Rp 500 per kg biji kering dan potensi produksi sebesar 5 – 15 ton per hektar setelah usia tanaman 5 tahun. dapat mengancam program yang telah dijadikan Gerakan Nasional dengan target luas tanam 10 juta hektar lahan kritis. Hal ini terkait dengan rencana PT. pemeliharaan. handling dan bagi hasil produksi. apabila memungkinkan. Kondisi yang dialami Jumadi dan LMDH lainnya dalam hal penanaman Jarak Pagar ini. jangan seperti yang sudah-sudah” tandasnya seraya menyebutkan. RNI untuk mendirikan pabrik pengolahan biji jarak menjadi biodiesel di Ngaringan Wirosari Kab. untuk mendukung program tersebut. Bahkan. PT. terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. Pasalnya. Namun demikian. sebanyak 60 orang ketua dan pengurus LMDH telah melakukan study banding ke PT. Jumadi Ketua LMDH Ngudi Makmur didampingi sekretarisnya Karmadi. Muh.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Saat ini. Jumadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan program ini yang diakibatkan oleh rendahnya nilai jual biji jarak. Selain itu. Program ini pun telah mendapatkan tanggapan serius Presiden. Pengakuan Karmadi sungguh sangat mengagetkan. 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden No. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). tanaman Jarak Pagar ini terus disosialisasikan kepada LMDH. RNI dan beberapa pihak yang sempat dihubunginya mematok harga sebesar Rp. menanam Jarak Pagar tidak memerlukan pengetahuan khusus.

“Harus ada yang mensuplai kebutuhan itu. menurutnya. Gubernur NTB sudah mengeluarkan surat keputusan yang melarang (bibit) stek Jarak Pagar di wilayahnya keluar dari NTB yang selama ini menjadi sumber tanaman” jelasnya. LMDH Ngudi Makmur memiliki 200 ribu pohon sebagai sumber stek di lahannya. akankah dua sasaran itu dapat tercapai? Atau. teknologi pengolahannya dan potensi lahan yang dimiliki menjadi sebuah peluang usaha bersama. Atau. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan seluas 142 hektar yang siap dijadikan kebun bibit untuk memenuhi kebutuhan stek tanaman. Menurutnya. Jika tidak. merupakan syarat pokok yang harus dimiliki Perhutani dan LMDH dalam melakukan optimalisasi ruang kelola. Peluang ini. diperlukan tanaman (bibit) sebanyak 25 milyar pohon. kendala program Jarak Pagar tidak terletak pada sisi budidaya dan pengembangannya. dalam jangka pendek akan lebih menguntungkan. Pada tahap selanjutnya. tidak heran apabila kemudian Jarak Pagar ini akan dijadikan komoditas unggulan KPH Purwodadi.500 pohon per hektar (jarak tanam 2x2 m). Mencermati hal tersebut. kembali pemerintah akan dianggap memberikan angin surga yang berakhir dengan kekecewaan petani? Widianto mencemaskan hal tersebut. petani masih trauma dengan program-program budidaya yang dikendalikan pusat. bila pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk mengatasinya. seperti komoditas mengkudu dan mahkota dewa yang setelah dikembangkan secara besar-besaran. . seperti cengkeh misalnya yang ternyata justru menyengsarakan petani. belum adanya jaminan pasar dan harga yang layak ini menyulitkan dalam meyakinkan petani untuk mau menanamnya. tetapi pada tidak adanya jaminan pasar dan harga yang menggairahkan petani. Pasalnya. Oleh karena itu. Bagaimanapun. Padahal. Apabila melihat rendahnya nilai jual biji jarak seperti yag dituturkan Jumadi. Widianto lebih mengarahkan penanaman Jarak Pagar yang dilakukan LMDH sebagai Kebun Bibit yang menyediakan stek bibit untuk dijual. manfaat PHBM tidak akan pernah benarbenar dapat dirasakan oleh masyarakat (desa hutan). dua sasaran sekaligus ingin dicapai yaitu penanggulangan kemiskinan dan penyediaan sumber energi terbarukan untuk mengatasi krisis BBM di masa kini dan masa yang akan datang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Melalui program tersebut. teknik budidayanya. Kebun bibit itu menjadi starter sekaligus percontohan bagi pengembangan Jarak Pagar bagi MDH di wengkonnya. untuk memenuhi target 10 juta hektar dengan asumsi populasi sebanyak 2. kemampuan untuk memadukan aksesibilitas terhadap informasi pasar. malah harga anjlok dan bahkan tidak laku. Saat ini. Pasalnya. Bagi Perhutani sendiri.Kembara Tani 44 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

lanjut Sudarto. Pasalnya. sekarang turut terlibat dan menikmati hasilnya” jelas penyuluh swadaya masyarakat ini.000 pohon kapuk randu yang ditanam secara bertahap di sepanjang tepi sungai dan tepi hutan. Selain porang. upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat bila menunggu sharing hasil produksi kayu. menuturkan awal mula berdirinya LMDH yang pernah meraih juara pertama tingkat Unit I itu. Hal pertama yang dilakukan pengurus. Awalnya. seksi reboisasi LMDH Aman Sentosa. Hasilnya. memanfaatkan lahan untuk sesegera mungkin menunjukan dampak PHBM kepada masyarakat desa hutan. kalau dulu masyarakat desa hutan hanya melihat. “Komoditas ekspor seperti porang menjadi pilihan” tutur Sudarto. masyarakat kurang yakin terhadap niat Perhutani untuk berbagi. Sudarto didampingi Hadi. mencoba merubah komoditas yang biasa ditanam para pesanggem dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. Ditemui di SD yang dipimpinannya. Sebuah prasangka yang baik. LMDH Aman Sentosa berhasil dibentuk dan diaktenotariskan. Dengan fasilitasi Perhutani. Sudarto segera menangkap peluang itu. Hasil pengamatan inilah yang kemudian melahirkan kebijakan dasar Menurutnya. “Bagi masyarakat. Pasalnya. tidak saja dari hasil produksi kayu tetapi juga pemanfaatan lahan yang ditanami sesuai dengan keinginan masyarakat. menginventarisir sumberdaya hutan yang masuk dalam wengkonnya. 45 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pengurus dipilih dari para pesanggem dan tokoh-tokoh desa yang peduli terhadap kelestarian hutan. potensi tegakan yang ada di wengkonnya tidak akan mungkin memberikan nilai sharing yang tinggi dalam waktu yang cepat.2 RINDU MENUNGGU KAPUK RANDU “Nunggu sharing? No Way!” ujar Sudarto. konsep itu merupakan sebuah pemikiran baru. Sudarto yakin bahwa nilai sharing yang akan diterimanya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil pemanfaatan lahan diwengkonnya. tanaman kapuk randu menjadi harapan bagi kas LMDH. lanjut Sudarto. optimalisasi lahan gaya Ketua Paguyuban LMDH se-KPH Pati ini. Faktanya. Setelah yakin. semua berawal dari konsep PHBM yang ditawarkan Perhutani dalam sosialisasinya. Di wengkonnya terdapat lebih dari 9. semua itu hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var.2. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Ketua LMDH Aman Sentosa Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. diperlukan cara yang tepat dan cepat dalam optimalisasi ruang kelola. Alhasil. Dan boleh percaya atau tidak. mampu menghasilkan aliran dana dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH. Indica (DC) Bakh). Para pengurus LMDH kemudian berembug untuk mencari jalan keluarnya.

Untuk dua tahun ke depan. “Hamanya hanya orang Mas. Optimalisasi ruang kelola telah terbukti memberikan hasil yang lebih tinggi bagi LMDH dibandingkan dengan sharing hasil produksi. setiap pohon famili Padahal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Menurut Hadi. penebas itu bisa menghasilkan sebesar Rp 300. Bombacaceae itu. Buah berbentuk kapsul itu. Dengan dana segar sebesar itu. kami akan memiliki sumber dana yang relatif lebih besar dibanding sharing. satu pohon randu menghasilkan 200 kg buah. 46 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pengembala sering mengambil daun randu untuk pakan kambingnya. LMDH Aman Sentosa dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. dijamin kambing yang makan daun itu pasti mati” ujarnya tertawa. Dan. Satu pohon randu. Kapuk randu menurut Sudarto.000 pohon randu yang merupakan hasil tanam tahun 2004. Bahkan.000 – Rp 500. Hal yang sama dikemukakan Jono.000 per pohon. menurut Hadi. Meskipun menyodorkan data dengan hitungan yang berbeda. sehingga kalau daunnya diambil untuk pakan kambing. Desa Banyuurip. LMDH Sumber Rejeki memiliki 4.500 sampai Rp 1.900. akan mengalirkan dana sebesar Rp 1 Milyar per tahun ke Kas LMDH. dipanen satu tahun sekali dan hasil panennya dibagi dengan pola. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki.000 pohon. dana tersebut ternyata dari hasil panen randu. Sedangkan pesanggem yang dititipi randu oleh LMDH mendapat bagian dari LMDH yang besarnya tergantung dari jumlah pohon dan keberhasilannya menjaga pohon tersebut. Menurutnya. Padahal. Kecamatan Margorejo.500/kg. itu akan berlangsung terus secara rutin selama daur randu yang bisa mencapai umur 30 – 50 tahun. menanam randu termasuk mudah dan hasilnya tinggi. kalau tebasan hanya laku Rp 150. “Tapi. Kabupaten Pati. Tapi saya akali dengan granule. akan menghasilkan Rp 350. agar pengembala tidak mengambil daun randu untuk ternaknya. Artinya. Apabila diambil rata-rata per pohon menghasilkan Rp 250. Usut punya usut.000.000 pohon saja. 70 % untuk LMDH dan 30 % untuk Perhutani. seraya menyebutkan dirinya sudah memasang papan peringatan berbunyi.000 setelah menunggu selama enam bulan” jelasnya. tutur Sudarto. LMDH Amana Sentosa telah menanam randu yang dititipkan kepada pesanggem sebanyak 9.000. bisa menghasilkan buah randu sebanyak 140 kg. hitungannya menembus angka Milyaran rupiah untuk setiap tahunnya. Jono sependapat bahwa tanaman kapuk randu sangat prospektif sebagai sumber pendapatan LMDH. AWAS TANAMAN BERACUN. laku dijual dengan harga Rp 2. dengan 4. Harga per kilo berkisar anatara Rp 1. Berdasarkan pengalamannya sebagai petani randu yang biasa dalam bisnis tanaman industri serat ini.

membenarkan prospek kapuk randu ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan. Jono. permintaan kapuk untuk kasur. KSS PHBM KPH Pati. Ketiga.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 1. waktu panen lebih singkat (5 tahun) dengan daur pohon bisa mencapai 50 tahun. bantal. Kapuk randu adalah salah satu komoditas yang dipilih oleh masyarakat. dan Kelima. Optimalisasi ruang kelola dengan memilih komoditas yang Soalnya. Pengembangan selanjutnya dari kapuk randu ini. Menurut Hadi. menyebutkan prospek komoditas ini sebagai basis bisnis LMDH. Kedua. “Saat ini. Soni Diantoro. Sudarto berharap. Prospektif Kapuk randu memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan LMDH. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki yang juga “pemain” kapuk randu. yakni : Pertama. masyarakat juga menganggapnya menaungi ketela yang jadi tanaman pokoknya. selain mudah tumbuh. kami belum tahu cara mengolah biji kapuk randu menjadi minyak dan pasar hasil produksinya nanti “ ujarnya diujung perbincangan. harga kapuk randu relatif lebih stabil. Namun. LMDH Aman Sentosa dapat mengolah sendiri buah kapuk randu dan mendistribusikannya langsung kepada konsumen di luar daerah. Karaban sebagai pusat kapuk randu. Selain itu. kapuk randu menyebar kemana-mana. makanya ditanam di tepi-tepi sungai. banyak pohon randu yang ditebang karena kebutuhan kayu untuk pembangunan. “Kapuk dikirim ke Karaban. termasuk tanaman konservasi. lanjut KSS PHBM peraih penghargaan terbaik se Unit I ini. “Dari Karaban itu. merupakan station market yang menjamin penyerapan hasil panen kapuk randu. Sementara itu. “Selain itu. memberikan keuntungan lain berupa industri lebah madu bagi masyarakat. Keempat. bijinya pun dapat menghasilkan minyak. Menurut Jono. Menurutnya. memiliki beberapa keunggulan. hampir ke setiap propinsi di Jawa. Padahal permintaan kapuk terus meningkat. harga buah randu relatif lebih stabil dengan pangsa pasar yang terjamin. meningkat” paparnya. Perhutani 47 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Lebih empuk dan hangat” ujarnya tersenyum. harga kapuk tinggi” jelasnya. terus prospektif menjadi satu-satunya cara mempercepat dampak PHBM terhadap masyarakat. di sana menerima buah kapuk dengan jumlah tak terbatas. Jika Karaban panen. ‘mantri randu’ LMDH Aman Sentosa. mudah dibudidayakan. Pangsa pasarnya terbuka luas. masyarakat Pati sudah sejak lama bergelut dengan randu. LMDH di wilayah KPH Pati termasuk LMDH dengan sharing kecil. Permintaannya terus meningkat” papar Soni seraya menyebutkan. Menurut Soni. jadi randu yang ditanam di lahan masyarakat semakin berkurang. masyarakat lebih memilih kasur kapuk randu dibandingkan berbahan busa atau serat berbahan sintesis lainnya. Kapuk randu.

Selamat Berjuang Sahabat ! Tuhan telah memberikan berkah lewat hutan. kami hanya mengarahkan bahwa pemilihan komoditas harus mempertimbangkan aspek pasar. NASHA melaju perlahan. Di kiri kanan jalan ku lihat pohon kapuk randu tegak dengan gagahnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menyerahkan sepenuhnya pemilihan komoditas ini kepada LMDH. Rindu menyaksikan geliat kesejahteraan masyarakat di tepi hutan dengan baris tegakan kapuk randu. Daun majemuk menjari dengan 5-8 anak daun.Kembara Tani - 48 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Tidak ada instruksi. menyembul dari cangkang yang membuka. berhiaskan bunga putih kekuningan yang menggantung. mulailah dengan pasar. Jadi. baru kemudian budidayanya” ujarnya menutup perbincangan. sebagian berwarna tua kecoklatan dengan gumpalan putih serat kapuk bertabur bulir biji hitam. Meninggalkan Guwo. . Percabangan mendatar seperti jeruji roda pedati. upaya untuk mempercepat berputarnya roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. berwarna hijau. Semilir angin mengiringi senyumku tetkala melaju meninggalkan Pati menuju Semarang. Buah berbentuk kaspul. dapat dilakukan secara terus menerus dengan jaminan kontinuitas pasokan dana yang relatif lebih stabil kepada kas LMDH hingga akhir daur hidup randu. melambai di ujung tangkai yang panjang. lonjong. Bahkan. Jangan biarkan berkah itu berubah menjadi musibah. Dengan dana segar sebesar itu. Ada rindu yang menggantung di kelopak bunga randu. LMDH-LMDH berkategori “kurus” dapat melakukan kreativitas sosial ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh LMDH-LMDH ‘gemuk’. panjang dan keras.

peta pangkuan. Disamping truk. NASHA adalah motor roda 3 yang aku desain khusus utuk dapat melaju di segala medan. Setiap hari pasaran wage dan legi. pemandangan itu terus terulang entah sejak kapan dan sampai kapan. Dindingnya penuh dengan papan organisasi. Beberapa diantaranya bertambal batu koral. Jutaan Rupiah Lewat Depan Rumah Sekretariat LMDH Wono Lestari berupa sebuah rumah dengan ruangan tanpa sekat yang cukup lapang. Padahal. Memasuki pemukiman masyarakat desa hutan Sambong. 1. Pasalnya. Sarat dengan tumpukan tandan pisang hingga melebihi batas baknya.2. jalan dari pertigaan itu menuju sekretariat LMDH Wana Lestari. Jalan tanah bergelombang dengan lubang-lubang memanjang yang cukup dalam. Truk itu berada tepat di tengah jalan cor beton yang membelah pemukiman. jalan menuju LMDH yang dipimpin Sugeng Sudjiwo. sebuah truk menghalangi laju motor kami. Kira-kira seratus meter dari pertigaan jalan. ANTARA TELAWA DAN SEMARANG (Bersulam Rebung Bambu Kuning) Atas saran Hadi Prayitno. Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. tidak mungkin dilalui oleh motor roda 3. Disodorkannya tandan pisang yang berisi 7 – 10 sisir itu. Ketua LMDH Wana Lestari. aku baru paham mengapa Hadi melarangku membawa NASHA ke lokasi. sang pengemudi memiliki keahlian khusus. “Nanti malah gak bisa pulang” ujarnya khawatir dan aku pun menyerah berpindah keboncengan salah satu mandor yang menjadi ‘tukang ojeg’ dadakan. merupakan pemandangan yang kusaksikan sepanjang perjalanan. tapi tetap saja tidak membantu. NASHA aku parkir di depan sebuah toko kecil. bergerombol perempuan desa setengah baya dengan tandan pisang di tangannya. Ternyata.3 PISANG. Rupanya. memang rusak parah.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. terbentang di hadapanku. Intonasi suaranya 49 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Satu stel kursi tamu sederhana tampak di pojok ruangan di samping lemari kayu berisi berkas-berkas organisasi. Untuk saja. Tandan pisang yang bertumpuk di depan rumah sederhana berdinding kayu dan bambu milik masyarakat Sambong. KSS PHBM KPH Telawa. Sugeng Sudjiwo. Meja panjang dengan kursi-kursi kayu berjejer di sisi kiri ruangan. tampaknya sudah terbiasa dan lumayan akrab dengan medan seperti itu. tepat di pertigaan menuju Desa Sambong. papan kegiatan dan informasi-informasi lainnya. kepada seorang lelaki muda di atas truk. tandan pisang itu tengah menunggu jemputan truk yang akan membawanya ke pasar Kecamatan Juwangi. menuturkan banyak hal tentang pisang yang dihasilkan warga masyarakat Sambong yang menjadi anggotanya. grafik.

“Tiap rumpun terdapat 3-5 pohon. Semarang. KSS PHBM KPH Telawa menuturkan. lanjut Sugeng. Apabila dikonversi dengan nilai uang. Jogja dan kota-kota lainnya. Pasar Juwangi yang ramai setiap hari pasaran wage dan legi (2 kali dalam kurun 5 hari) adalah satu-satunya penyerap hasil panen pisang. Setiap pasaran. pisang Sambong menyebar ke Solo. maksimal 5 pohon. Dari pasar itu. LMDH tidak memungut sepeser pun dari aliran dana pisang tersebut. Penghasilan lainnya dari palawija.000 pohon pisang. Hanya saja.000) atau sekitar Rp 48 juta per bulan. untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya saja tidak pernah cukup. terkadang pula seperti tidak mampu menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi warganya itu. pisang yang ditanam masyarakat di lahan Perhutani. Sugeng tampak diam sejenak. Potensi terpendam Hadi Pratiknyo.000. “Nilai yang cuikup tinggi. sebetulnya memiliki prospek yang cukup baik sebagai sumber kas LMDH. Menurut Sugeng. dengan harga penjualan rata-rata Rp 10. dana sebesar itu hanya lewat saja di depan sekretarian ini. PHBM harus membawa dampak yang sangat nyata bagi masyarakat.000. Potensi yang ada di wengkon LMDH Wana Lestari tidak kurang dari 20. apalagi jika dikurangi untuk LMDH” ujarnya perlahan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kadang meninggi. Hening pun menyelimuti ruang sekretariat yang sekaligus rumah pribadinya itu. Uang hasil penjualan pisang itu. penghasilan pokok warga Sambong adalah pisang. khususnya jagung setiap 3 bulan sekali” jelasnya. “Saya tidak tega mengambilnya. lanjut Hadi. Satu tandan pisang dihargai rata-rata Rp 10. Ditanya mengapa LMDH tidak mendapat bagian. LMDH saat ini memiliki potensi sebanyak 60. Hadi sangat menyadari. Terkadang. 300 – 500 tandan pisang dikirim ke pasar Juwangi.000 rumpun. maka nilainya setara dengan Rp 600 juta – Rp 1 Milyar.000 – 100. Sugeng mengaku. masyarakat tidak melihat hal tersebut sebagai kontribusi kami.000. gak pernah mampir” ujarnya tertawa. karena memang sudah terbiasa dan tidak signifikan membuat sebuah perubahan” ujarnya menjelaskan. “Jadi. “Pisang itu penghasilan harian warga disamping mencari kayu bakar untuk dijual. Kreativitas sosial ekonomi yang dilakukan oleh LMDH dengan sharing besar. Artinya. tergantung jenis dan jumlah sisirnya. 2. tidak 50 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . maka setiap lima hari sekali dana yang mengalir ke Sambong sebesar Rp 8 juta (2 kali pasaran x 400 tandan x Rp 10. nilai sebesar itu belum cukup untuk memutar roda perekonomian desa lebih cepat. Hal tersebut merupakan kontribusi langsung Perhutani kepada masyarakat. karena kalau lebih akan mengganggu tanaman pokok” jelasnya. Jika setiap pasaran dikirim rata-rata 400 tandan dengan harga rata-rata Rp 10. kadang lirih.

menurut Hadi adalah lemahnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. Departemen Pertanian RI. PHBM akan dirasa mengurangi pendapatan masyarakat. Tapi. sale pisang atau bentuk lainnya. jika dipaksakan justru akan dirasakan sebagai beban baru oleh masyarakat. kalau mungin menjadi tepung pisang sebagai bahan baku industri penghasil makanan bayi” tutur Hadi bersemangat. Jalan keluar satu-satunya. nilai ekspor pisang sebanyak 24. harga yang diterima bisa lebih tinggi.887 ribu ton. Selisih penjualan itu yang digunakan LMDH untuk mengisi kas dan membangun desa” harap Sugeng seraya menyebutkan keinginan untuk mengembangkan industri rumahan berbahan baku pisang. makanya harganya murah. Komoditas pisang adalah salah satu komoditas yang memiliki prospek itu. Meskipun potensi ke arah itu cukup esar. Mereka tidak mau mengurangi pendapatan yang sudah rutin diperoleh masyarakat dari hasil pisang itu dan mengalihkannya dalam wujud perbaikan sarana jalan misalnya” papar Hadi. Sugeng mengaku tidak menguasai teknologi dan pangsa pasar hasil olahannya kelak. lanjutnya. Menurutnya. “Bahan baku yang berlimpah itu tidak dapat memberikan nilai tambah bagi LMDH” ujarnya menyesalkan. sebulan akan diperoleh Rp 4. kita hitung dari hal yang kecil saja yaitu selisih harga penjualan tandan pisang. menunjukkan bahwa neraca ekspor-import untuk komoditas pisang ini terus menerus mengalami penurunan yang sangat tajam. maka tiap 5 hari kas LMDH akan terisi 800 ribu rupiah. lanjut Sugeng. Kendala pokok yang dihadapi LMDH. Pada 1993.917 ribu ton dan nilai impornya hanya 0. nilai ekspor pisang tersebut 51 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 3. Namun. Bahkan.000 saja per tandan. “Selama ini kan yang beli itu tengkulak. mengelola hasil panen mereka dan menjualnya langsung kepada pedagang besar. Namun. walau pun sebenarnya pendapatan mereka itu ya juga hasil PHBM” ujar Sugeng membenarkan ucapan Hadi. nanti malah LMDH dianggap beban. yang diterbitkan oeh Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. “Masalahnya. kalau LMDH bisa menjual langsung. “Iya Mas.8 juta atau setara dengan 56 juta rupiah setahun. Sugeng pun berharap dapat mengolah pisang menjadi bentuk lain agar memiliki nilai tambah.03 ribu ton saja. Jika LMDH mendapat keuntungan Rp 1. dalam kurun waktu 10 tahun kemudian (2003). teknologi dan permodalan. “Apalagi apabila bahan baku tersebut diolah menjadi keripik pisang. sehingga neracanya bernilai 24.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ mungkin dilakukan oleh LMDH di wilayah KPH Telawa. LMDH memiliki kearifan lain dalam upaya meraih dampak positif dari implementasi PHBM. Desember 2004. Padahal. Perlu Bapak Angkat Data dan Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 2004.

05 kg dan terus menurun sampai 2002 hanya sebesar 2. Untuk tepung pisang hanya terdapat 4 buah industri. Meskipun di Telawa bahan baku pisang tersedia dan melimpah. sehingga memiliki nilai neraca terbesar yakni 102. banyaknya produk olahan berbahan baku pisang. nilai ekspor pisang terus menurun dan nilai impornya justru terus menanjak. bisa jadi benar-benar memiliki prospek yang cerah. informasi pasar dan modal.2447 ribu ton. Mura Jaya Seraya di Palembang dan PT. aksesibilitas pasar dan permodalan.5636 ribu ton. dalam kasus yang dihadapi Sugeng Sudjiwo dan LMDHnya. sedangkan nilai impornya justru malah naik lebih dari 18 kalinya. Kerupuk Pisang 2 buah. Getuk Pisang 7 buah. Bahkan. Mulia Donan Mas di Cilacap) serta 2 lagi berbentuk lembaga masyarakat di Kalimanatan Selatan (Poktan Wanita Tani Durian dan Kelompok Maju Bersama). sehingga neracanya minus 0. industri pengolahan Keripik Pisang tercatat sebanyak 93 buah. menunjukan pangsa pasarnya dan menyediakan permodalan yang dibutuhkannya. masih sangat sedikit.3189 ribu ton. industri pengolahan berbahan baku pisang di Indonesia. masalahnya adalah siapa yang dapat mengajari Sugeng cara membuatnya. Tepung Pisang 4 buah. Namun setelah itu. yakni 2 berbentuk perusahaan (CV.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menurun tajam menjadi hanya 0. petani kita memandang pisang sebagai komoitas yang tidak menguntungkan. Nilai tertinggi ekspor pisang kita terjadi pada 1996. 52 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Departemen Pertanian RI. Sale Pisang 33 buah. yakni 0.0669. Keinginan Hadi dan Sugeng untuk mengolah pisang menjadi penganan yang siap hidang. Berdasarkan data Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.23 ribu ton. Barangkali. konsumsi perkapita pisang sebesar 9. khususnya tepung pisang. menjadi kunci percepatan signifikasi dampak PHBM bagi warga Sambong. Mulai dari anggapan bahwa bangsa kita sudah tidak suka lagi makan pisang. penurunan nilai neraca ekspor impor pisang itu pun ternyata diiringi pula oleh turunnya konsumsi perkapitanya. khususnya mengolahnya menjadi tepung pisang. Uniknya. mencapai nilai 102. Sehingga neraca pisang kita terus melorot sampai puncaknya pada 2003 yang menunjukan nilai minus. menunjukan bahwa optimalisasi ruang kelola (lahan) masih harus diikuti oleh stimulan lainnya seperti teknologi. Banyak hal bisa dijelaskan dari angka-angka ini. sehingga masyarakat yang mengkonsumsi buah pisang segar semakin berkurang. menjadi komoditas yang dapat mendongkrak neraca ekspor impor pisang kita. Introduksi teknologi pengolahan.39 kg. Kue Pisang 2 buah dan Dodol Pisang 1 buah.3 ribu ton dengan nilai impor sebesar 0. atau produksi buah pisang kita menurun drastis karena petani tidak mau menanam pisang lagi. Setidaknya. Pasalnya. Pada 1996.

juga akan membuka lapangan kerja bagi penduduk di sini” ujarnya yakin. “LMDH tidak mengambil apa pun dari hasil panen pisang ini. Naim seraya menunjukan rebung di salah satu rumpun bambu kuning miliknya. Atau. tanaman pisang akan hilang sendiri tergantikan bambu kuning. khususnya pemerintah daerah setempat. Tidak enak. adanya bapak angkat yang dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki LMDHLMDH. KSS PHBM KPH Semarang. Saya takut malah akan jadi masalah. sekitar 4 andil” jelas H. Lain halnya. Naim yakin roda perekonomian desa akan lebih cepat berputar. Pasalnya. Menurutnya. sudah ada yang mulai panen. Diganti Bambu Kuning Sugeng ternyata tidak sendirian. yakni menumpangsarikan pisang dengan bambu kuning. Ketua LMDH Giri Indah Makmur. Didampingi Budi. kalau LMDH punya pabrik pengolahan pisang. Setelah berumur 1 tahun. Bahkan. Naim. Hampir setiap hari. baru dapat diambil rebungnya. Menurutnya. di wengkonnya terdapat kurang ebih 25. Banyumeneng memang terkenal penghasil rebung bambu. “Habis pisang murah sih. Menurut H. Padahal. H. Bambu kuning ditanam pesanggem untuk diambil rebungnya. Dengan adanya industri yang mengolah pisang menjadi bentuk lain yang dibutuhkan pasar. lahan yang tersedia cukup untuk menjamin pasokan bahan baku. Pondok Pesantren Giri Kusumo. stakeholder yang disebutkan dalam konsepsi PHBM. ternyata juga dihadapi oleh H. Naim. tambahnya. lanjut H. H. menjadi sebuah harapan bagi percepatan signifikasi dampak PHBM. Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. wong yang biasa nampung pisang dan membawanya ke Semarang itu ya tetangga sendiri. untuk menampung hasil panen pisang pun LMDH tidak melakukannya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sepertinya. Satu rumpun bambu ratarata terdapat 3 batang. Saat ini. Desa Banyumeneng. H. Naim sudah melangkah dengan solusi temuannya. Masalah yang dihadapinya. panen dilakukan seminggu 2 kali sebanyak 20 kg dan dijual dengan harga Rp 2000 per kg. Naim menuturkan hal yang sama dengan Sugeng. 53 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Lama kelamaan. “Dulu. LMDH pun akan memiliki pemasukan dengan tanpa merebut lahan usaha orang lain yang sudah berjalan. seharusnya dapat dengan leluasa mengambil peran dalam optimalisasi ruang kelola ini. Naim. 4. Bedanya.000 pohon pisang. Selain dapat meningkatkan nilai jual hasil panennya. “Selain itu. LMDH sangat perlu sumber pemasukan bagi kas” paparnya. kecuali kalau ada industrinya” tandasnya. pisang-pisang milik pesanggem ini dibawa tengkulak ke Semarang. warga sini juga. saat ini banyak petani yang mencoba mengganti pisang dengan bambu kuning karena harganya relatif lebih baik dan memberikan pendapatan lebih besar bagi pesanggem.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
Di lahan yang digarapnya, tampak tanaman pisang berpadu dengan rumpun bambu kuning di sela-sela tanaman jati. Sebagian lainnya, tampak hamparan kunyit di bawah tegakan jati berumur 3 tahun. Teknik tumpangsari yang dilakukan H. Naim ini, ternyata terbukti tidak mengganggu tanaman pokok jati. “Malah memperkuat, kuncinya adalah menanam pisang atau bambu kuning setelah tanaman jati berumur 1 tahun dan jangan lebih dari 3 – 5 pohon per rumpun” ujarnya menjelaskan. Budi menuturkan, dulu tanaman pisang dan bambu kuning dilarang karena takut mengganggu tanaman pokok. Tapiu, apa yang terjadi dilahannya H. Naim, mematahkan

kekhawatiran itu. “Karena masyarakat menghendaki menanam pisang dan bambu kuning, serta terbukti tidak mengganggu tanaman pokok, akhirnya ya diijinkan” papar Budi. 5. Suling Kayu Putih Sendiri Introduksi teknologi bagi LMDH ternyata telah dilakukan oleh KPH Telawa. Narto, Ketua LMDH Wono Mulyo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, memaparkan hal tersebut. Menurutnya, anggota LMDH yang dipimpinnya diberi kesempatan penyulingan daun kayu putih milik KPH Telawa. “Kami punya alat suling sendiri yang dibuat secara swadaya” jelasnya. Diawali oleh kontrak kerja antara LMDH dan Perhutani, LMDH menyiapkan 3 tempat penyulingan dengan 6 buah ketel (alat penyulingan dari besi), berkapasitas 4,5 ton daun. “Hasil penyulingan berupa minyak kayu putih di setorkan ke Pak Mantri sebanyak 150 – 200 kg per periode. Saat ini kami sudah menghasilkan 1,5 – 2 ton minyak kayu putih” papar Narto. Dari tiap kg minyak yang dihasilkan, LMDH mendapat jasa sebesar Rp 18.150 dipotong PPN 6 %. Dalam satu tahun, LMDH mendapat hasil sebesar Rp 36 juta. Saat ini KPH Telawa memiliki 143 hektar tanaman kayu putih dengan produksi sebesar 230 ton daun per tahun. Pengembangan selanjutnya direncanakan seluas 3000 – 4000 hektar sampai tahun 2012. Menurut Hadi, kayu putih akan mencapai BEP pada tahun ketujuh dengan catatan tidak melakukan investasi. “Penyulingan biar dilakukan oleh LMDH dengan

pengawasan standarisasi proses dari kami” tuturnya. Selain itu, upaya ini pun dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi LMDH, pendapatan masyarakat dan sebagai bagian dari reboisasi dan recovery. Sementara itu, Sulis, pelaksana operasional penyulingan menuturkan, bahan baku belum maksimal, sehingga alat peyulingan hanya digunakan 4 - 5 bulan dalam setahun. “Rencananya, akan diperluas sampai 1.000 hektar pada 2008. Bila benar terbukti, maka kami akan

mendapatkan jasa sekitar Rp 216 juta per tahun” jelasnya. Namun, Sulis mengaku khawatir 54 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
dengan beberapa hal, yakni kekurangan bahan baku bila LMDH lain yang wengkonnya juga ditanami kayu putih, menghendaki memiliki penyulingan sendiri. Menurutnya, hal itu akan membuat tidak optiumalnya alat karena kurangnya bahan baku. “Kami berharap ada ketetapan yang menunjuk kami kami sebagai penyuling dan yang lainnya hanya mendapat jasa pengambilan daunnya saja” paparnya. Narto dan Sulis menyampaikan keinginan unuk dapat menjual sendiri produk minyak kayu putihnya. Bahkan, bermaksud membuat kemasan dan label sendiri yakni kayu putih Wono Mulyo. Caranya dengan membeli minyak kayu putih berkonsentrasi tinggi hasil sulingannya kepada Perhutani. Hanya saja, mereka mengaku tidak tahu bagaimana cara melakukan

pengenceran dan pengemasannya. Introduksi teknologi, aksesibilitas pasar dan permodalan, kembali menjadi masalah bagi LMDH dalam upaya meakukan optimalisasi ruang kelola. Seperti halnya Sugeng, H. Naim, Narto dan Sulis pun tengah menunggu tahap selanjutnya dari implementasi konsepsi PHBM, yakni sinergitas yang selaras dari semua komponen bangsa, termasuk didalamnya pemerintah daerah dengan keterkaitan program sektor-sektornya, legislatif dengan kebijakan legislasinya khususnya pengalokasian dana dalam APBD untuk LMDH, dan komunitas non goverment dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat desa hutan dan kelestarian alam. Semoga !

- Kembara Tani -

55 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
3.2.4 GULA GUNDIH, MANISNYA TEBU PAHITNYA NASIB PETANI Hamparan tanaman tebu di kaki bukit, membuatku takjub. Hamparan itu bak permadani hijau, tebal dan berkilau tersapu matahari pagi Gundih. Petakan tebu berselang palawija, tampak seperti kotak-kotak hijau yang berjejer di sepanjang punggung gunung Randurejo, Pulokulon, Grobogan. Tepat dipertigaan jalan masuk ke Desa Randurejo, sebuah papan nama bertuliskan LMDH Wana Sejati, menyambutku. Parno, Ketua LMDH, menuturkan bahwa penanaman tebu di lahan kering itu, merupakan kerjasama segi tiga antara Perhutani, LMDH dan Pabrik Gula Gondangbaru Klaten. Ditanam dengan sistem plong-plongan selebar 11 meter untuk tebu dan 11 meter untuk tanaman pokok, berselang-seling sepanjang petak. “Area penanamannya di RPH Pondok dan RPH Ngantru BKPH Panunggalan. Luasnya 130,30 hektar, tapi itu luas baku, luas efektif tebunya hanya 62,9 hektar” ujar Parno. Kerjasama yang dilakukan Parno dengan pabrik gula disepakati untuk lima kali masa tanam. Dan, setiap akhir masa tanam dilakukan evaluasi pelaksanaannya. Menurutnya, masingmasing pihak mendapat bagian sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama agribisnis tebu. Perhutani, lanjut Ketua LMDH yang berprofesi guru itu, mendapat bagi hasil tiap akhir tahun panen yang nilainya tidak sama. Tahun panen pertama, mendapat Rp 200.000 per hektar, tahun panen kedua mendapat Rp 300.000 per hektar, tahun panen ketiga dan keempat mendapat nilai yang sama yakni Rp 400.000 per hektar dan pada tahun panen kelima kembali ke nilai Rp 200.000 per hektar. Sedangkan LMDH, mendapat bagian berupa management fee dengan perhitungan, tahun pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun kedua sebesar Rp 40.000 per hektar, tahun ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 per hektar, dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000 per hektar. Sehingga, total penerimaan LMDH sebesar Rp 11.951.000. “Untuk meningkatkan pendapatan ini, kami sedang mengajukan tambahan luas penanaman sebanyak 206 hektar” ujar Parno. Selain itu, pihak lain yang mendapat bagian dari kerjasama ini adalah stakehoder yang terdiri dari para pembina di lapangan, baik dari Perhutani maupun Pemda cq Dinas Perkebunan dan desa. Perhitungannya, untuk desa bernilai tetap sebesar Rp 5.000 per hektar pada setiap tahun panen. Sedangkan untuk yang lainnya, pada tahun panen pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun panen kedua sebesar Rp 35.000, tahun panen ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000. 56 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

57 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sedangkan biaya lainnya. lanjut Parno. bibit dan pupuk dari pabrik gula sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan pada tahun kedua dan seterusnya petani tidak mengeluarkan biaya bibit. tentunya dengan imbalan.8 juta per hektar dengan rendemen sekitar 6. diatur dan disalurkan oleh pabrik gula. menggunakan jasa pihak lain yang disebutnya investor. bila pabrik gula hanya mendapat upah giling. Dalam perjanjian tersebut. Ternyata. pupuk dan sewa lahan. harga gula dan penentuan rendemen sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pendapatan petani. menurut Parno. setelah dikurangi biaya produksi. Dengan berhubungan langsung. “Dengan berhubungan langsung tanpa perantara. Paket pinjaman tersebut harus dikembalikan melalui perhitungan sisa hasil usaha atau dipotong dari hasil panennya. pada tahun panen pertama petani nombok. pasalnya. merupakan sisa dari nilai penjualan hasil gilingan tebu yang dilakukan oleh pabrik gula. Setelah akhir perjanjian. tergantung dengan investor atau terikat dengan pabrik gula. Tapi hasil akhirnya hanya sekitar 5. LMDH akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam membela kepentingan petani. Misalnya. LMDH harus menyediakan bibit sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Semua pembagian tersebut sesuai dengan nilainya masing-masing. Kami hanya akan menjual ke pabrik yang mau membeli dengan harga tertinggi” Hanya saja. agar tidak tandasnya. “Pabrik gula mendapat upah giling dan petani mendapatkan sisa 60 % dari nilai jualnya” papar Parno. Parno berharap dapat langsung berhubungan dengan pabrik gula. Pasalnya. lanjut Parno. Industri gula ini hanya menyalurkan saja. Hasil kembali turun pada tahun kelima. Terkadang. modal yang dibutuhkan investasi awal sebesar Rp 7 – 7. LMDH juga masih mendapatkan sisa hasil usaha dari pabrik gula setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya. karena biaya bibit. Sisa hasil usaha yang diterima petani. selama ini LMDH yang berdiri 18 Juni 2002 ini. nilai pembagian itu menjadi biaya produksi yang ditanggung petani penggarap. Rendemen itu ditentukan oleh pabrik gula dan kadang bisa dibeli dengan meminta nilai khusus. Pabrik gula hanya menalanginya untuk sementara waktu saja. mendapatkan enam juta. selain mendapat management fee. Disamping itu. Biaya yang dibutuhkan hanya pemeliharaan dan pemupukan. molase atau tetes tebu yang selama ini tidak pernah dinikmati petani. garap. tutur Parno. Contohnya. Menurutnya. LMDH memang mendapatkan pinjaman untuk biaya garap lahan.5 juta per hektar. seringkali petani dirugikan. dalam penentuan rendemen. Parno mengaku bahwa para petani sudah sanggup menanggulanginya sendiri. Tingginya biaya pada tahun pertama. petani mendapatkan untung sekitar 3 juta dan tahun panen ketiga sampai keempat. garap lahan dan penanaman. Pada tahun panen kedua. harga yang kami peroleh akan lebih tinggi. tentunya sisa limbah harus menjadi milik petani.

Hitung punya hitung. dapat mensuplai kebutuhan 10 hektar tanaman tebu. Di ujung perbincangan. untuk memenuhi kebutuhan bibit tebu bagi anggotanya sendiri. termasuk pemerintah daerah. “Kebun bibit itu dapat menambah penghasilan LMDH dengan cara menjualnya kepada pabrik gula atau ke anggota LMDH yang andilnya ditanami tebu” papar Parno. Selamat Berjuang Pak Guru ! Jangan sampai manisnya tebu Gundih terasa pahit di lidah petani penggarap lahan.Kembara Tani - 58 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Optimalisasi ruang kelola untuk mempercepat dampak PHBM terhadap pembangunan desa hutan. Dengan kata lain. berusaha mencari kambing hitam untuk tumbal kegundahan. untuk 20 hektar kebun bibit tebu. Perhutani tidak akan mampu menanganinya sendiri” tandasnya. memang lebih bijak daripada meratapinya. Atau. Barangkali ada yang mau ngutangi kami Mas ?” tanyanya disusul tawa kami berbarengan. Parno bersama tim LMDHnya. semua berjalan sesuai dengan komitmen yang dijanjikan dan dilaksanakan bersama-sama. Biaya unuk membuat 1 hektar kebun bibit dibutuhkan sebesar Rp 10 juta. Mentertawakan kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Parno menyampaikan keyakinannya terhadap implementasi konsepsi PHBM ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (hutan) Randurejo. “Dengan catatan. dibutuhkan sebesar Rp 1 juta per hektar untuk bibit tebu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Untuk mewujudkan keinginannya itu. Satu hektar kebun bibit itu. tengah bersiap-siap untuk membuat kebun bibit sendiri. . “Dana itu. ternyata memang menuntut sinergitas yang selaras dari semua pihak. Parno memerlukan suntikan dana sebesar Rp 200 juta.

sebagai sebuah mozaik yang belum selesai. secara berkelanjutan. dipaparkan potongan-potongan kisah yang berdiri sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Pada bagian ini. Ellan mensyaratkan adanya mekanisme untuk mengkonversikan aspirasi dan kebutuhan objektif masyarakat. baik itu Perum Perhutani. Ellan pun menyebutkan perlunya melengkapi kebutuhan kelembagaan yang ada. Pasalnya. optimalisai kelembagaan menjadi tahap yang sangat kritis bagi upaya mewujudkan tujuan dari konsepsi PHBM yang sebenarnya. Pemerintah daerah setempat. sehingga semua penyelenggaraan kegiatan terkoordinasikan dengan baik. LMDH itu sendiri. Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Goverment Organisation lainnya. Sebagai sebuah sistem. Tampaknya. Masalahnya. penguatan kelembagaan masih belum opimal dilakukan dan belum maksimal melibatkan stakeholder yang ada. Pasalnya. diperlukan adanya peningkatan kapasitas kelembagaan yang terlibat dalam PHBM. sinergis. Institusi yang lainnya adalah Perhutani. dan pengaturan wahana struktural organisasi yang ada serta adanya suritauladan birokrasi dalam melakukan capasity building. PHBM menuntut optimalisasi. kelembagaan yang telah dibangun itu dalam pembinaannya masih terasa lambat dan lemah. menjadi kunci sekaligus energi bagi berjalannya sistem PHBM. Dalam hal pendekatan kelembagaan. menyebutkan bahwa dalam percepatan “membudayakan” PHBM terbangun sebagai suatu sistem. dan komunitas bisnis (investor. apa yang ditemui di lapangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan optimaliasi kelembagaan. dalam konsepsi PHBM hanyalah salah satu institusi dari sekian institusi yang turut berperan dan menentukan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan konsepsi PHBM. dalam optimalisasi kelembagaan ini. maka perlu dilakukan pendekatan komprehensif. banyak ditemukan fakta bahwa betapa sulit membangun apa yang disyaratkan oleh Ellan Barlian tersebut. Di sisi lain. dan lembaga terkait lainnya. 59 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ellan Barlian. pengusaha dan perusahaan swasta). masing-masing institusi tersebut memiliki kepentingan dan alur kerja sendiri (ego sektoral) yang terkadang sulit untuk diselaraskan. antara lain melalui pendekatan sistem sosial budaya. pendekatan pengembangan ekonomi wilayah dan pendekatan kelembagaan. Adm/KKPH Randublatung. memobilisasikan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut. status dan sifat dari masing-masing institusi yang terlibat didalamnya.3 OPTIMALISASI KELEMBAGAAN Implementasi PHBM tidak dapat berhenti pada telah terbentuknya LMDH di setiap desa hutan. Pemerintah Daerah setempat. Dalam perjalanan Kembara Tani. pengakuan dan kejelasan peran. Kesadaran bahwa kontribusi yang diberikan oleh masing-masing institusi itu memiliki dampak yang signifikan bagi keberhasilannya.

jawabannya seperti yang kita harapkan” jelasnya. khususnya pemerintah daerah. apakah benar PHBM mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar hutan? Dan apakah bagi Perhutani sendiri PHBM itu selaras dengan visi. Sekarang paradigmanya berubah. Di sisi kiri pintu masuk. pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah terjawab. 60 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . masyarakat desa hutan dalam LMDHnya. community based management. menambah kesan elegan. Insad mengakui. akan memerlukan waktu yang cukup panjang. sekarang Perhutani lebih banyak ngurus masyarakat daripada ngurusin kayu. “Paradigma dulu yang dikoreksi kan timber oriented. Adm/KKPH Pati. sehingga SDMnya lebih ke forester. sedang sama-sama belajar bagaimana membentuk sinergitas dalam mengelola sumberdaya hutan yang lebih menjamin keseimbangan fungsi-fungsinya” papar Adm yang baru beberapa bulan memimpin KPH Pati ini. Sehingga perlu ada introduksi ilmu-ilmu sosial budaya pada SDMnya” papar Insad seraya berujar. Soni Diantoro. “Tapi juga tidak boleh terlalu lama” tandasnya. “Dalam beberapa hal dan di beberapa lokasi. Sesekali. Menurutnya. maupun stakeholder lain. Masyarakat menunggu jawaban. pohon rindang di kiri kanan pembatas. “Sebenarnya. percepatan itu diperlukan karena masyarakat memerlukan pembuktian. tentu tidak akan langsung klop. Dan.3. Baik itu Perhutani. proses pembelajaran itu lebih banyak menyangkut peningkatan kualitas SDM internal. Adm yang pernah menjadi KSPH Bandung itu menuturkan kondisi umum LMDH di wilayahnya. Tapi. Dalam proses pembelajaran tersebut. tidak semudah membalik telapak tangan. Halaman luas dengan taman yang lapang tepat didepannya. bagi Perhutani sendiri. lanjut Insad. Dalam logat sunda yang kental. KSS PHBM KPH Pati. menyambutku ramah di ruang kerjanya. forest based management. terdapat sebuah masjid yang semakin menguatkan kesan elegan tersebut. Sejak awal pendiriannya. menguatkan tuturannya itu dengan contoh-contoh yang terjadi di lapangan.1 PEMBELAJARAN BERSAMA DAN SAMA-SAMA BELAJAR Gedung KPH Pati berdiri kokoh dan sangat megah. Mohamad Ihsad Setiawan. misi dan tujuan yang diembannya sebagai BUMN. PHBM ini merupakan media pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat dalam implementasinya. SDM Perhutani dipersiapkan untuk mengelola hutan yang orientasinya kayu dan produk olahan tanaman kehutanan. berbasis pada masyarakat sebagai bagian dari komunitas yang turut terlibat dalam pengelolaan suberdaya hutan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. jalan masuk dan keluar satu arah berbentuk setengah lingkaran.

penyadaran ekologis di masyarakat sudah mulai berkembang karena dampak dari rusaknya hutan sangat terasa. beberapa waktu lalu KPH Pati menggelar pelatihan penyuluhan untuk para mandor. lanjut Insad. tambahnya. tapi menggarap lahan yang berada di desa lainnya. Masyarakat di satu desa tidak mau menggarap lahan hutan yang berdekatan dengan desanya. saat ini banyak Petinggi yang melarang masyarakatnya menggarap lereng Gunung Muria karena alasan ekologis. Menurut Soni. forester tdak banyak belajar bagaimana memasukan variable-variable sosial. Apalagi dengan PHBM. kalau menggarap lahan dekat desanya akan berdampak pada meningkatnya bencana longsor didesanya. Menurut Insad. “Padahal di lapangan. “Ini salah satu upaya internal. “Tapi. Banyak sumur yang sudah pensiun. ”Dulu Pati tidak pernah banjir.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Hartus jujur diakui. “Warna yang putih di puncak itu adalah pemukiman dan disekelilingnya hutan” ujarnya. variable-variable tersebut terkadang sangat dominan. Sebetulnya tidak boleh. tapi sekarang banjir sampai ke tengah kota” tuturnya. termasuk didesanya” paparnya diiringi 61 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Konservasi vs Kemiskinan Terkadang. menyegarkan kembali pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya” jelas Insad. Ada yang unik terkait dengan kesadaran ekologis masyarakat dan tuntutan kebutuhan hidupnya. Bahkan. 1. Namun demikian. ada fenomena silang garap di masyarakat lereng Gunung Muria. Atau setidaknya. sehingga akhirnya bencana terjadi dimana-mana. Hal itu karena mereka sadar. apa yang terjadi di lereng Gunung Muria merupakan contoh bagaimana benturan itu terjadi. Makanya menggarap di desa lainnya dengan pikiran kalau pun terjadi bencana tidak menimpa desanya. “Masyarakat masih menggarap lahan di situ untuk usaha tani. untuk membekali aparatur Perhutani di lapangan dengan ilmu-ilmu baru. upaya melakukan konservasi berbenturan dengan kondisi kemiskinan masyarakat di sekitar hutan. tapi kita pun sadar bahwa itu merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya” paparnya seraya menunjuk peta pangkuan. ekonomi dan budaya dalam mengelola hutan. karena sudah beberapa kali digali sampai tidak dapat mengeluarkan air lagi. warga desa lain pun berpikir hal yang sama. lanjut Insad. Oleh karena itu. ekonomi dan budaya kondisinya berbeda-beda “ sela Soni. Sebagian besar desa yang berbatasan dengan hutan termasuk dalam kategori desa tertinggal dan kondisi kesejahteraan masyarakatnya relatif rendah. aparatur Perhutani mau tidak mau dan harus mampu berinteraksi dengan masyarakat yang secara sosial.

LMDH harus memiliki peran dan berfungsi untuk dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi anggotanya” ujar Insad. ada kopi seluas 750 hektar. mereka pun perlu mempertahankan hidup” ujar Insad lirih. tutur Insad. sekarang kembali lagi karena pekerjaan di kota pun sulit. Menurutnya. Kedua. bisa menjadi salah satu pilihan dalam rangka optimalisasi itu. Setidaknya. “Memutus rantai tata niaga hasil panen petani. Pasalnya. Pada dasarnya. didesanya juga lebih sulit lagi mencari pekerjaan. Ada kopi Sekar produk LMDH Pati yang bekerja sama dengan investor. Insad yakin. investor ini punya kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah yang dihadapi MDH” jeasnya. menyebabkan meningkatnya masalah-masalah sosial yang pada akhirnya terkonversi pada tekanan terhadap hutan yang semakin kuat. harga yang diterima petani pun menjadi jauh lebih tinggi. jumlah penduduk padat dan terus bertambah. tapi bagaimana lagi. karena hasil panen diserap dan diolah langsung. lanjut Insad. mereka sangat menyadari bahwa mereka 62 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Dengan adanya investor. Pasar pun terjamin dan dengan memutus rantai tataniaganya. Itu kan artinya. Di lereng Muria. luas wilayah desa lebih kecil dari luas hutannya. pekerjaan sulit. tidak ada masyarakat di sekitar hutan yang secara sengaja ingin merusak hutan yang ada di sekitarnya. “Lho. analisa Pak Adm sudah seperti sosiolog nih” ujarku menggoda. menurut Insad. tambah Insad. Ketiga.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ tawa kami. Pendekatan Ekonomi sebagai Solusi Salah satu solusi yang kini tengah menjadi perhatiannya adalah mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa hutan. ada tiga hal pokok yang menjadi penyebabnya. Setidaknya. petani dapat berkonsentrasi pada masalah budidaya dan hasil panennya diurus oleh investor tadi. 2. Bahkan. dengan melakukan optimalisasi kelembagaan yang tepat dan terarah bagi semua lembaga yang terkait dalam PHBM. sehingga banyak wilayah pemukiman yang berada di dalam wilayah hutan. seperti membuat keripik singkong atau talas. Kebetulan. Banyak yang dulu merantau ke Jakarta. hampir dua kali lipatnya” tutur Insad bangga. saat ini banyak LMDH yang mengolah sendiri hasil panennya. “Wah. Sementara itu. Akumulasi dari tiga hal tadi. pendapatan petani bertambah dengan tanpa menambah luas lahan penanaman. Dalam pandangannya. mengurangi tekanan terhadap hutan hanya dapat dilakukan dengan pendekatan ekonomi dengan cara mencari upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. kan belajar dari PHBM” balasnya disusul tawa kami berbarengan. akan dapat mempercepat terwujudnya tujuan PHBM. “Mereka merasa bersalah telah menggarap lahan. “Kami datangkan investor untuk mengolah kopinya MDH menjadi produk jadi. mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada. Pertama.

Kembara Tani - 63 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Mau tidak mau. Perhutani harus mampu menstimulir dan memberikan penyadaran pada semua lembaga yang terlibat. .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sendiri yang akan pertama-tama merasakan dampak dari kerusakan itu. untuk dapat lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem PHBM ini. jangan setengah-setengah. Hanya saja. apalagi berhenti di tengah-tengah” tandasnya di akhir perbincangan. merupakan tanggung jawab semua pihak. menurutnya. Meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan. telah cukup memberi pelajaran yang berharga. Selamat Berjuang Kang ! Semoga hutan Pati kembali lebat dan lestari. Insad menyadari pula bahwa Perhutani tidak mungkin mengatasi persoalan tersebut sendirian. kita pun harus berani menyelesaikannya sampai benar-benar tuntas. Kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah berani kita mulai. Sebagai BUMN. menurutnya. Perhutani hanya memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama dengan pihak lainnya mewujudkan hal itu. Jika berani memulai. Bencana-bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Tidak tanggung-tanggung. setidaknya Asda I atau II. sampai melabrak komisi B DPRD karena aspirasi LMDHnya tidak ditanggapi. urusan Perhutani ya biarin saja Perhutani yang repot sendiri” ujarnya menirukan salah satu stakeholder. Menurutnya.3. Disangkanya PHBM ini program Perhutani. 64 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . termasuk jajaran aparatur pemerintah daerah setempat untuk mau turun langsung dan terlibat dalam PHBM. Asper sebagai Pembina dan Muspika sebagai Pengarah/Penasehat. LMDH dan Perhutani beserta pemerintah daerah dengan instansi-instansi terkaitnya. awali dengan sosialisasi yang benar tentang PHBM. gambaran isi AD/ART LMDH dan penjelasan-penjelasan lainnya. Jika ada masalah. KSS PHBM KPH Kebonharjo. punya tips yang unik dalam ngurus LMDH yang kebanyakan berkategori ‘kurus’ di wilayah kerjanya. langka kerja pertama adalah melakukan inventarisasi potensi desa hutan. menyusun Participatory Conservation Planning sebagai sebuah rencana strategis. Kalau perlu. “Jika ada kegiatan LMDH. Seharusnya semua itu dilakukan sejak dari awal. Ngadirin ‘memaksa’ stakeholder. Perhutani dan Desa. otomatis camat. instansi terkait dan LSM. Menurut Ngadirin. Minimal harus ada 60 % masyarakat desa hutan yang paham PHBM. menurut Ngadirin. libatkan semua stakeholder lapangan dalam struktur LMDH. Formula seperti itu. Kebanyakan dari mereka belum paham apa dan bagaimana sistem PHBM ini. Dalam sosialisasi ini pun harus melibatkan stakeholder. dapat menjamin sinergitas antara LMDH. meski terpaksa” ujarnya diiringi tawa. Ketua BPD dan Kepala Desa sebagai Pelindung. karena LMDH dikembangkan harus berdasarkan potensinya dan nilai-nilai lokal yang dimilikinya.2 PEMBELAAN BERBUAH LOYALITAS Ngadirin. Ketiga. mandiri dan sejahtera itu tugas bersama. sehingga tidak menyulitkan dalam pembinaannya. harus ada yang proaktif dan jemput bola untuk menciptakan sinergitas di lapangan. kades dan instansi-instansi terkaitnya juga pada datang. mutlak diperlukan. Sehingga. “Tidak mungkin kita hanya menunggu dan berharap stakeholder mau ikut terlibat. Lebih jauh. baru LMDH terbentuk dengan sendirinya. Optimalisasi kelembagaan. Biarkan LMDH terbentuk secara alami dan jangan ditarget buru-buru harus terbentuk LMDH. saya selalu melibatkan pihak Pemkab. ada 3 hal yang menjadi kunci pokok dalam ‘ngurus’ LMDH yang telah dilakukannya. Muspika akan menjadi mediator yang strategis. Pertama. Padahal. serta Sekretaris Desa sebagai Ketua Forkom PHBM Desa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. membangun masyarakat desa hutan yang maju. Inventarisasi ini penting sebagai data awal menyusun rencana. mau tidak mau semua akan turun tangan. lanjutnya. Kedua.

diantaranya ego sektoral yang masih kental dan pemahaman pejabat setempat yang kurang terhadap sistem PHBM. siapa leading sektornya. Siapa yang akan membiayai aspirasi masyarakat yang ini. siapa yang harus memfasilitasi. “Ada juga yang menganggap LMDH itu illegal. Perhutani cukup menjadi mediator dan melakukan pendekatan ke stakeholder. 65 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ini lho aspirasi masyarakat desa hutan. Ngadirin menyebutkan bahwa sampai pada 2009 direncanakan 58 desa sudah selesai melakukannya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dari rencana strategis itu. Di lapangan. pejabat itu paham dan mendukung program-program LMDH. program-program kemudian ditawarkan kepada setiap instansi. semua tersusun dalam program-program yang dibuatnya. Akhirnya. “Keikutsertaan LSM ini penting karena biasanya mereka tahu bocoran-bocoran informasi yang menguntungkan masyarakat desa hutan” ujarnya tersenyum penuh arti. Sejahtera Program-program di serahkan ke setiap sektor / instansi terkait Terkait dengan pelaksanaan Social Mapping dan Participatory Conservation Planning. sebagaimana tergambar di bawah ini. “Dana-dana untuk masyarakat banyak yang tidak terserap dan dikembalikan karena aspirasinya tidak masuk. Ngadirin mengaku masih menemukan kendala-kendala. Ngadirin membuat bagan yang menggambarkan alur optimalisasi kelembagaan yang telah dilakukannya. dengan begitu semua pihak akan dipaksa ikut terlibat. terkait dengan instansi mana aspirasi yang itu. bawa LSM dan wartawan biar jelas arahnya. Mandiri. Secara garis besar. Menurutnya. Apa yang akan dilakukan pemerintah daerah melalui dinas instansi terkait untuk memanfaatkan potensi-potensi tadi” papar Ngadirin bersemangat. Saya bawa SK Gubernur tentang PHBM dan saya jelaskan bahwa secara struktural dirinya ikut bertanggungjawab untuk mengamankan sk tersebut dan menjamin keberhasilan PHBM” tandasnya. pernah pula sampai ke DPRD untuk meminta dukungan APBD dan APBN dengan dikawal oleh LSM. Bahkan. lanjut Ngadirin. Social Mapping & PCP LMDH Perhutani Stakeholder RENSTRA RENSTRA Pemerintah Daerah Masyarakat Desa Hutan yang Maju.

Seringkali mereka lebih dahulu tahu bila ada rencana pencurian dan melaporkannya kepada kami” tutur Ngadirin membanggakan kesadaran LMDH-LMDH di wilayah kerjanya. Ketua 66 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Tapi. “Kuncinya adalah komunikasi yang proaktif dan intensif. Beri Kami Kesibukan Di tempat terpisah. Berbagi itu kan tidak hanya berkonotasi fisik. warga desa yang diajak mencuri tadi melaporkan kepada LMDHnya dan pengurus LMDH kemudian memberi tahu LMDH lain yang wengkonnya menjadi target pencurian. yang jauh lebih penting adalah berbagi hati untuk bersama-sama menciptakan hutan yang lestari” tandasnya menutup perbincangan. loyalitas masyarakat desa hutan pun berdampak pada rasa aman aparatur Perhutani di lapangan. Bagi mereka. kami pun belajar bagaimana bersinergis dengan kehidupan dan nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. Pengamanan hutan yang dilakukan oleh LMDH itu merambah ke wengkon LMDH lainnya. Padahal. lalu pengurus LMDH melakukan investigasi kejadian khusus dan menyelesaikan masalahnya. pada akhirnya melahirkan loyalitas yang mengagumkan. “Kami menganggap LMDH itu teman dan mitra kerja. menjaga kelestarian hutan tidak terbatas pada wengkonnya. Oleh karena itu dalam hal pengamanan hutan. secara swadaya LMDH-LMDH itu melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif. harus menjadi satu kesatuan pangkuan hutan. “Komunikasi seperti itu yang membuat kondusif. Pernah ada petugas yang dikeroyok warga yang bukan anggota LMDH. para pencuri itu sering menggunakan dan mempengaruhi warga desa hutan untuk mau mencuri di wengkon LMDH lainnya. Tapi. Selain itu. Salah satunya. Menurutnya. Dan. Berbuah Loyalitas Upaya gigih Perhutani dalam membela kepentingan masyarakat desa hutan yang dilihat dan dirasakan masyarakat. seperti yang ditunjukkan oleh LMDH Karangtengah misalnya. “Tidak ada instruksi dari Perhutani untuk melakukan pengamanan terpadu seperti itu. dibenarkan para pengurus LMDH Reksa Wana Kumala. akhirnya malah berinisitaif untuk membentuk LMDH dan mengimplementasikan PHBM. Bahkan. pengakuan Ngadirin perihal pembelaan terhadap kepentingan masyarakat desa hutan. 1. Tapi karena kesadaran tadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dulu. Oknum-oknum pencuri kayu sekarang takut sama LMDH karena mereka kompak dan berani. tetapi setelah didekati dan dijelaskan. Ada training yang diperuntukan bagi pengurus LMDH. ada pemerintah desa yang menolak PHBM. Saling berbagi pengetahuan. jangan menunggu” tandasnya. kayu dan lahan. dulu termasuk rengking satu kerawanan di Jateng” tuturnya. tutur Ngadirin. mereka berani menangkap truk sendiri. 2. Sumardi.

tutur Sumardi. Masalahnya. Reksa berarti menjaga dan Wana Kumala berarti hutan yang indah. menuturkan bahwa prioritas LMDH adalah memberi kesibukan produktif bagi warga masyarakat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH didampingi Bambang.Kembara Tani 67 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . mensejahterakan masyarakat adalah tugas pokok pemerintah yang diamanatkan undang-undang dan sebagai bagian dari masyarakat kami berperan aktif membantu tugas itu” ujarnya menutup perbincangan. maka dengan sendirinya mereka akan merespon program-program yang tertuang dalam renstra. Menurutnya. Berkaitan dengan upaya memberikan lapangan pekerjaan. Bahkan. “Bagaimana pun. dengan adanya sumber pendapatan bagi warga masyarakat desa hutan. Menjaga agar hutan tetap indah dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Namun Sumardi mengaku. kami fasilitasi untuk dikembangkan. Reksa Wana Kumala. . aspirasi warga masyarakat desa hutan kami perjuangkan sekuat tenaga. Mereka ulet dan keinginan untuk maju sangat besar serta memiliki greget yang tinggi. Tidak menyerah pada alam dan tidak pula berhenti karena menghadapi segudang masalah. “Padahal kami juga ada pengertian untuk internal” ujarnya diplomatis. Bambang berharap agar dinas instansi terkait memberikan kemudahan regulasi. bagaimana kita mengarahkan dan memfasilitasi aspirasinya. sebuah nama penuh arti sekaligus mengandung konsekwensi yang tidak ringan. rembug masalah dapat menjadi semacam integrated stakeholder yang menelurkan solusi-solusi bagi masalah yang dihadapi bersama dalam mewujudkan tujuan PHBM itu sendiri. Apabila warga masyarakat merasa kepentingannya diprioritaskan. terkadang ada oknum-oknum yang bersikap kontra produktif dengan cara mengompori warga. pemahaman dari seluruh pejabat instansi terkait sangat berpengaruh terhadap keberhasilan PHBM. Menurutnya. lanjut Sumardi. diantara oknum-oknum tersebut ada pula yang aparatur Perhutani. Termasuk memahami kondisi sosial masyarakat dan aspirasi yang muncul darinya. Wakil Ketua. daya survival masyarakat desa hutan itu sebetulnya tinggi karena ditempa oleh keterbatasan alam. Menurut kedua insan pendidikan itu. Mentari semakin redup tatkala NASHA ku pacu meninggalkan Kebonharjo menuju Mantingan. Oleh karena itu. memang tidak mudah dan perlu perjuangan yang tiada kenal lelah. Pasalnya. Tapi justru dalam hal ini lah kami memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus ditanggulangi bersama” paparnya. tekanan terhadap hutan akan semakin berkurang hingga sampai titik tidak ada lagi pencurian. “Renstra kami harus mendapat respon dan difasilitasi dengan dukungan dananya” ujar Bambang. Potensi yang dimiliki warga. lanjut Bambang.

bukan sekedar alat menggapai mimpi hutan lestari. Maret 2006 Kembara Tani 68 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . atau angan-angan menuai kesejahteraan di batas hutan. Semoga.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dari Merpati kepada Garuda Garuda. menanam pagar kesejahteraan ditepian batas hutan. dimana sejuta tangan lemah terkulai merenda perubahan agar luka tak semakin menganga.… Meski sedikit yang ku saksikan dari bukti ketulusan untuk berbagi. Garuda.… Kepakan sayapmu dan hinggaplah di bats hutan Jawa dimana rentang benang kusut masai tengah terurai.… Kinanti di tepi hutan jati mengalun lirih mengukir hati. Meretas jalan menuju desa maju. tapi satu keyakinan yang mengiringi langkah anak negeri. Sebuah pembaharuan tengah bergulir di sepanjang batas hutan. Ternyata. membangun kemandirian bangsa. agar kekhilafan tak lagi terulang dan berulang-ulang. mandiri dan sejahtera. dendang kearifan membasuh luka lama dengan rasa menabur benih harapan. Garuda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful