Bagian Pertama

,

Kinanti di Tepi Hutan Jati

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur’. (QS. AlAl-Araf : 10).

1.1

SUMBER HIDUP DAN KEHIDUPAN Pondok mungil berdinding kulit kayu jati, beratap genting dan jerami kering, menarik

perhatianku. Pondok itu berdiri di tengah hamparan lahan Perhutani, tepat di pinggir jalan Randublatung – Blora. Di lahan yang terbuka itu, tampak tanaman jati muda berdaun 5 – 10 helai dan tanaman cabai di sela-sela larikannya. Hamparan tanaman kacang tanah berdaun hijau terang dan tegakan batang Jagung kering sisa panen, tampak pula di sisi kiri kanannya. Sementara itu, cacahan kayu bakar teronggok di depannya. berdiameter 10 cm tampak berserak di samping pondok. Seorang laki-laki tua bertelanjang dada dengan celana komprang hitam, keluar dari pintu. Laki-laki berperawakan kurus dan berkulit hitam legam itu, menjawab salamku. Deretan gigi putih yang tampaknya masih lengkap, tampak jelas dalam senyuman lebarnya tatkala menjabat erat tanganku. Janggut putih didagunya memperjelas garis-garis tua di raut wajahnya. Sorot matanya tajam, namun ada keteduhan membayang didalamnya. Mbah Rus, demikian laki-laki itu biasa disapa, tinggal di pondok mungil di tepi hutan jati Randublatung bersama istrinya. Jarang sekali dia pulang kedesanya yang masih terletak di sekitar hutan itu. Terkadang, anak dan ketiga cucunya menyambanginya di pondok itu. “Keseharian saya ya di sini. Tinggal di sini. Malam juga tidur di sini” ujarnya seraya menunjuk dipan yang menempel pada dinding pondok. “Gak takut Mbah?” godaku disusul tawa renyahnya. “Wong kalau malam di sini rame ko. Pak Mandor dan Pak Mantri, kalau habis patroli ya ngumpul di sini. Pak Asper juga sering begadang di sini, bakar ubi sambil ngopi” ujarnya seraya menyebutkan bahwa masyarakat di sekitar hutan sering menjadikan pondoknya itu sebagai pos kumpul-kumpul untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul. Ada perubahan serius dalam mimik wajahnya, ketika aku tanya mengapa ia mau tinggal di hutan. Mbah Rus tampak diam sejenak, matanya menerawang menatap hamparan tegakan pohon jati yang siap tebang, lantas menarik nafas panjang dan dalam yang dihembuskannya perlahan-lahan. Beberapa batang kayu jati

2 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
“Sudah lebih dari 27 tahun saya tinggal di hutan” ujarnya lirih. Selama itu, lanjut lakilaki yang lahir di Pati 77 tahun lalu itu, hidup dan penghidupan saya ya di hutan. Seorang perempuan setengah baya mempersilahkan kami untuk mencicipi hidangan yang disuguhkannya. “Bagi saya, hutan adalah sumber hidup dan kehidupan” tandasnya perlahan. Sejenak aku tercenung mendengarnya, menatapnya dalam-dalam untuk mencoba mencari makna dibalik ucapannya tadi. Pasalnya, aku yakin ada sesuatu yang tidak sesederhana ucapannya itu. “Maksud Mbah, hutan merupakan sumber pendapatan Mbah untuk memenuhi kebutuhan hidup Mbah dan keluarga?” tanyaku memastikan. “Bukan, bukan itu maksud saya” tukasnya cepat. Hutan itu, lanjut Mbah Rus, sumber hidup dan kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dari hasil panen padi, jagung, kacang tanah, atau kayu bakar, empon-empon dan daun untuk di jual. Tapi, sumber hidup dan kehidupan manusia ! “Tanpa hutan, manusia mungkin saja masih bisa hidup, tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya” tandasnya penuh keyakinan. Aku masih tercenung, mencoba mencerna untaian kalimat yang dituturkannya, ketika laki-laki yang “dituakan” oleh masyarakat di sepanjang desa hutan itu melanjutkan tuturannya. Hutan menurutnya, merupakan alat yang sering digunakan oleh Tuhan Sang Pemilik Hutan, untuk menunjukkan keberkahan atau kemarahan-Nya. Tuhan memberikan berkah lewat hutan dan Tuhan juga menunjukan kemarahan-Nya lewat hutan” ujarnya pasti. Apa yang terjadi di Banjarnegara, Jember dan tempat-tempat lainnya, menurut keyakinan Mbah Rus adalah bentuk kemarahan Tuhan karena hutan milik-Nya diabaikan dan dirusak. Meskipun mungkin saja bukan masyarakat di sekitar hutan yang merusaknya, tapi tetap saja yang paling duluan merasakan dampak dari “kemarahan” itu adalah masyarakat desa di sekitar hutan. Oleh karena keyakinan seperti itulah, Mbah Rus mengaku selama 27 tahun mau tinggal dan turut menjaga hutan. Dalam kurun waktu selama itu, sering kali Mbah Rus ikut

menggagalkan pencurian kayu. Bahkan, sering kali apa yang dilakukannya itu mengancam keselamatan jiwanya sendiri. Seperti pada saat maraknya terjadi penjarahan, Mbah Rus sempat diikat tangan dan kakinya. Dia akan dibunuh oleh para penjarah hutan itu karena dianggap menghalang-halangi maksudnya. Beruntung, Tuhan masih melindungi dan menyelamatkannya. Apa yang dituturkan oleh Mbah Rus, sesungguhnya adalah sebuah kearifan dalam memandang fungsi hutan bagi diri dan masyarakat di sekitarnya. Bahkan, lebih jauh dari itu, kearifan itu menempatkan fungsi hutan dengan cakupan yang lebih luas dan global, yakni 3 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. penahan run off. membuktikan hal tersebut. Sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai universal dalam memandang pentingnya fungsi hutan bagi kelangsungan hidup dan kehidupan umat manusia. Kearifan lokal yang mereka miliki menegaskan bahwa. Konsep pemahaman tentang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan. Mulai dari fungsi hutan dalam siklus hidroorologi. merupakan sebuah kesadaran ekologis yang sudah sejak lama dimiliki. tentu dengan fasih akan dijelaskannya makna kalimat “Hutan sebegai Sumber Hidup dan Kehidupan Manusia” dalam arti sesungguhnya tadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kepentingan hidup dan kehidupan umat manusia. penyedia Oksigen yang dihirup umat manusia dan penyerap polutan yang juga dibuat manusia. Mungkin akan disampaikannya pula bagaimana dampak penggundulan hutan terhadap pemanasan global sebagai akibat dari menipisnya lapisan ozon. tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya”. Keinginan untuk mewariskan Mata Air kepada anak cucunya kelak. Andai saja Mbah Rus adalah seorang intelektual. berkurangnya produksi oksigen. warisan yang paling berharga bagi anak cucunya itu hanyalah Mata Air dan bukan Air Mata. berkembang dan dipelihara masyarakat lokal.Kembara Tani - 4 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . teori-teori lingkungan dan fenomena-fenomena alam semesta. Bahkan. menumpuknya karbondioksida tak terdaur serta analisa ilmiah lainnya yang memperjelas dan mendukung argumen dari kesimpulan sederhananya bahwa “tanpa hutan. seperti kutemukan di batas hutan Gunung Lasem. resapan air. dalam rangkaian bukti-bukti ilmiah. manusia mungkin saja masih bisa hidup. akademisi atau ilmuwan pemerhati konservasi. .

G. interaksi masyarakat desa dengan hutan lebih tinggi. aksesibilitas ke kawasan yang sulit juga turut berpengaruh” jelasnya. pada kawasan hutan yang bervegetasi campuran. bahwa Allah menur menurunkan unkan air dari langit. kembali kutemukan di lereng Pegunungan Lasem. lanjut Ngadirin. Hutan lindung dengan vegetasi campuran itu. Argopuro.2 MATA AIR. yakni mata air Sumber Makam. untuk memenuhi kebutuhan pangannya. lalu engkau melihatnya kekuningkekuning-kuningan. interaksinya cukup tinggi. Payon. kemudian dijadikandijadikanNya hancur berderai berderairderai-derai. Sedangkan tanaman yang tahan naungan seperti empon-empon dan 5 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pucang. mata air Duren Padu. pemungutan hasil hutan atau kegiatan lainnya. Menurut Ngadirin. relatif utuh dan rimbun dibandingkan kawasan hutan lainnya. KSS PHBM KPH Kebonharjo menyebutkan. Kawasan hutan G. Setidaknya. mata air Jombok dan mata air Belik Puyung. Nangka. kemudian dengan air itu ditumbuhkanditumbuhkan-Nya tanamtanam-tanaman yang bermacambermacam-macam warnanya. berbeda dengan kawasan hutan tanaman dan kawasan hutan transisi (reforestasi). “Nilai budaya dan kepercayaan yang berkembang bahwa kawasan tersebut ‘angker’. lalu diaturnya menjadi sumbersumber-sumber air di bumi. G.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “ Apakah engkau tidak memperhatikan. Pada kedua kawasan ini. Interaksi masyarakat desa dengan kawasan hutan tanaman terbatas pada rute jelajah (foot-path). Sedangkan pada kawasan reforestasi. Kondisi tersebut. Masyarakat mengambil kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. G. ternyata berdampak positif. Jaran dan G. Hasil kajian pemetaan sosial sumberdaya alam dan lingkungan di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. kawasan ini masih dapat dipertahankan karena dampak positif dari berkembangnya nilai atau norma dalam kehidupan masyarakat dan kondisi biofisik hutan. BUKAN AIR MATA Kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan. Lumbung. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang-orang yang mempunyai akal sehat ”. Disamping itu. G. Ngadirin. kemudian menjadi kering. Rembang. termasuk dalam wilayah BKPH Gunung Lasem KPH Kebonharjo. Ketumpal. AzAz-Zumar : 21) 1. menyebutkan bahwa masyarakat desa hutan melakukan aktivitas pembukaan lahan untuk tanaman pertanian seperti padi dan palawija. G. mata air Sumur Gandu. mata iar Sumur Talang. masyarakat di sekitar hutan hampir tidak ada yang melakukan kegiatan usaha tani. tercatat ada 6 mata air yang mengalir jernih dari kawasan hutan Rembang itu. (QS.

tapi mata air”. Sekilas. . kehidupan warga Desa Watupecah sangat tergantung dengan hutan. Di tengah perbincangan tentang hutan Gunung Lasem. Nilai-nilai kearifan yang saat ini begitu sulit untuk ditemukan dan perlu perjuangan tiada henti dalam mengimplementasikannya. Desa Watupecah. “Sudah sejak dulu kami menyadari bahwa menjaga kawasan hutan Gunung Lasem sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan kami sendiri” tuturnya. berkembang di masyarakat sebagai warisan Mbah Sandi. beban berat mengambang di raut wajahnya. kami tanamkan kepada caloncalon generasi penerus kami melalui sosialisasi konstitusi yang melibatkan anak-anak. Ngadirin berdiri dan menyambut mereka. Kaslan tampak sangat antusias menjelaskan kondisi masyarakat Desa Watupecah. tatkala mengucapkan kalimat “tidak ingin mewariskan air mata. ini Pak Nartun. “Oh ya. “Kami tidak ingin mewariskan air mata kepada anak cucu kami. masyarakat Desa Rakitan yang menjadi pesanggem lebih kurang 60 % dari jumlah penduduknya. Pemahaman itu terus bergulir dari generasi ke generasi. “Ini Pak Kaslan.Kembara Tani 6 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dan. lanjut Kaslan. Sekretaris LMDH” ujarnya memperkenalkan kedua orang itu. Kec. pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan. Menurutnya. Sebuah kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai universal dan tanggungjawab sosial untuk menyelamatkan hidup dan kehidupan generasi yang akan datang dari terkaman bencana. Menurut kajian yang dilakukan pada 2004 itu. dua orang laki-laki setengah baya memasuki ruang sekretariat PHBM KPH Kebonharjo. Kutatap lekat wajah dua orang paruh baya yang berpenampilan sederhana ini. Hening menyergap kami dan semua yang ada di ruang sempit sekretariat PHBM itu. leluhur Desa Watupecah. Nilai-nilai kearifan yang terkadang membuat mereka harus berhadapan dengan para penentu kebijakan. Tapi. meniru leluhurnya.. Kranggan. Kegiatan tersebut memang secara ‘formal’ diijinkan oleh Perum Perhutani sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola kawasan Gunung Lasem. Rembang. hingga sampai ke generasinya. Dan. terima kasih. Bahkan. kami pun kembali larut dalam perbincangan seputar sikap masyarakat desa hutan terhadap hutan yang ada disekelilingnya. Menurutnya. Saya Kembara Tani” balasku seraya menyodorkan tangan mengajak bersalaman. ditanam untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Sejurus kemudian. pemahaman itu pun sekarang mereka gulirkan pada generasi berikutnya. pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk generasi berikutnya. Ketua LMDH Sandi Mulyo.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ beberapa komoditas hortikultura buah-buahan. kami ingin mewariskan mata air’ tandasnya perlahan.

Bencana alam yang terjadi di Banjarnegara. kekeringan melanda desa-desa di kaki bukit. 1. kekurangan air mulai terasa. Dan. Pada tingkat lokal dan regional. dampak tersebut telah memakan korban harta dan nyawa. pada 1990-an sumber-sumber air yang ada mulai berkurang. pada 1969 terjadi kembali tanah longsor di kawasan Gunung Lasem. Rembang. seringkali justru adalah jawaban atas akar masalah yang sesungguhnya. maka setiap kali itu pula harus menuai bencana. Kondisi kekeringan terus berlanjut.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ gunung-gunung yang “dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakan padanya gunung kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Tanaman cengkeh yang menjadi primadona pada 1994. beberapa kali terjadi bencana tanah longsor di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. hanyalah sedikit dari sekian banyak kerugian harta dan nyawa yang harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar hutan. Jember dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Qaaf : 77-8). Nilai-nilai yang selama ini hilang terkubur keserakahan dalam mengelola sumberdaya hutan tanpa kearifan. terjadi kegagalan panen padi pada 2003 yang harus diterima dengan lapang dada dan sebagai pelajaran berharga. tak dapat dipanen karena kering kerontang. Masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem telah membuktikan bahwa setiap kali terjadi interaksi (eksploitasi) yang berlebihan pada hutan di sekitarnya. 7 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . (QS. Untuk menjadi menjadi pengajaran dan peringatan bagi tiaptiap-tiap hamba yang kembali (mengingat) Allah”. Akibatnya. Dalam rentang tahun 1945-1988. Cara pandang yang keliru tersebut telah menimbulkan dampak ikutan (multiple effect) yang mengancam kehidupan manusia. Pada 1960.3 NILAI-NILAI KEARIFAN EKOLOGIS Nilai-nilai kearifan ekologis seperti yang dimiliki orang-orang seperti Mbah Rus dan masyarakat Desa Watupecah dalam memandang hutan. Memandang bahwa hutan adalah milik institusi negara dan turunannya yang tengah berkuasa saat ini. bukannya memandang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan bagi umat manusia saat ini dan masa yang akan datang. kondisi hutan yang berbatasan dengan desa mulai banyak yang gundul dan gersang karena pencurian dan pembukaan lahan untuk pertanian. Penderitaan warga desa di batas hutan itu semakin berat akibat kemarau panjang yang terjadi pada 1997. Puncaknya.

Mbah Rus dengan tegas dan pasti menjawab. institusi dan lembagalembaga negara beserta turunannya. hal tersebut sangat dipahami dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat desa hutan. kesadaran bahwa menjaga hutan Gunung Lasem adalah sama dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan masyarakat desa. Upaya penyadaran untuk menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan fungsi-fungsinya. Namun lebih jauh dari itu. Masyarakat desa di sekitar hutan Gunung Lasem. terkadang terkalahkan oleh nilai-nilai baru yang cenderung materialist dan kapitalistik. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. ketika ditanya apa yang menjadi harapannya ke depan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Kini. sendiri selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan lokal yang dimilikinya. pemanfaatan itu Namun demikian. Dalam beberapa kasus. merupakan kepentingan kehidupan seluruh umat manusia. dapat memperjelas hal tersebut. kehidupan umat manusia akan musnah manakala tidak ada lagi hutan dan mata airnya di muka bumi ini. “lahan-lahan yang dulunya hutan dan kini gundul karena kekhilafan kita semua. 8 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pelaku penjarahan datang dari luar komunitasnya dan ‘memaksa’ sebagian kecil oknum masyarakat di sekitar hutan untuk turut melakukan penjarahan. sesungguhnya bukanlah untuk kepentingan masyarakat di sekitar hutan semata. pemanfaatan hutan oleh masyarakat desa hutan selalu seiring dengan asas kelestarian dan keseimbangan fungsi-fungsi hutan. Sepanjang sejarahnya. Apa yang dilakukan Mbah Rus dalam menjaga kelestarian hutan bersama-sama dengan masyarakat di sekitar hutan. serta pihak-pihak lain yang memiliki pemahaman yang sama. Oleh karena itu pula. TNI dan Perhutani itu sendiri. Dalam pemahamannya. agar anak cucu kita dapat merasakan berkah dari Tuhan lewat Hutan”. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengeksploitasi sumberdaya hutan tanpa kearifan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti yang diyakini oleh Mbah Rus dan masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem. ‘paksaan’ itu pun terkadang dari oknum aparatur. Tidak terkecuali. Pada masa itu. tidak ingin perjalanan dan pengalaman buruknya dialami oleh generasi berikutnya. dapat menjadi hutan kembali. Bahkan. seringkali masyarakat di sekitar hutan tidak memeliki posisi tawar yang kuat manakala berhadapan dengan faktor-faktor eksternal yang menggangu keseimbangan fungsi-fungsi hutan. Pasalnya. bermuatan kepentingan politik dan kekuasaan yang memaksa masuk ke tengahtengah masyarakat desa hutan. Maraknya penjarahan pada masa euphoria reformasi. harus ditujukan kepada semua pihak di semua arah. bukan air mata. Dan. Mereka ingin mewariskan mata air. tampak mengakar dan menjadi kearifan yang dimiliki hampir seluruh warga. baik Polisi. justru akan menghancurkan kehidupan masyarakat desa hutan itu sendiri.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meninggalkan pondok mungil di tepi hutan Jati KPH Randublatung. Atau. Apalagi hanya dengan kekuatan seorang petani seperti Mbah Rus dan ‘anak-anak’nya yang membawa nilai-nilai kearifan yang ditanamkannya ke seluruh pelosok negeri. . Selamat Berjuang. Mbah Rus ! Selamat berjuang saudara-saudaraku Masyarakat Desa Hutan Watupecah. siapa yang sesungguhnya merusak atau memelihara hutan milik-Nya.Kembara Tani - 9 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . kekuatan keinginan warga Desa Watupecah untuk dapat mewariskan mata air kepada anak cucunya. ada bening mengambang dimataku. Tuhan selalu tahu. Sebuah harapan mulia yang tidak mudah untuk terwujud.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Dia lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. kami kehilangan salah satu sumber pendapatan. AlAl-Mulk : 15). MDH telah menjadikan hutan sebagai bagian dari kehidupan sosial ekonominya. pohonnya banyak berkurang. lanjut tokoh agama yang berpembawaan tenang ini. interaksi tersebut telah terjadi jauh sebelum bangsa dan negara ini lahir. masyarakat Desa Jegong sangat menjaga kelestarian hutannya. Sementara nilai-nilai kearifan ekonomi MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab bersama untuk menjaga manfaat ekonomi sumberdaya hutan bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Ketua LMDH Wana Lestari. Moh. walur. Kepedulian masyarakat Desa Jegong dalam menjaga hutannya. Khususnya pada musim paceklik. menurut Kasran. Oleh karena itu. maka jelajahilah di segala penjurunya penjurunya dan makanlah sebagian rejekirejeki-Nya. gemili dan daun jati. Nilai-nilai kearifan sosial MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab sosial untuk memelihara sumberdaya hutan yang digunakan atau dimanfaatkan bersama. banyak orang luar yang datang dan mempengaruhi warga untuk melakukan penjarahan. (QS. Dan hanya kepadakepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. “Karena. Bahkan. masyarakat Desa Jegong sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kelestarian hutan. menurut Kasran. dibuktikan pada waktu maraknya penjarahan hutan. telah berjalan cukup lama. Kasran. masyarakat Desa Jegong memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui pengambilan kayu bakar. 1. Menurutnya. Desa Jegong Kec. emponempon.4 NILAI-NILAI KEARIFAN SOSIAL – EKONOMI Interaksi antara Masyarakat Desa Hutan (MDH) dengan hutan yang ada disekelilingnya. mengungkapkan bahwa jauh sebelum implementasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya. Jati Kab. Mencari kayu bakar untuk menanak nasi saja susah” ujarnya. Dalam interaksinya tersebut. hutan merupakan sumber pendapatan satu-satunya yang sangat membantu sebagian besar masyarakat Desa Jegong dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. MDH memiliki nilai-nilai kearifan sosial ekonomi dalam memandang hutan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya. Pada waktu itu. Blora yang termasuk dalam kawasan KPH Randublatung. kalau hutannya rusak. “Tentu saja masyarakat di sini menolak 10 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

kami yang akan merasakan dampaknya. “Kami mengambil kayu bakar. dijelaskan pula oleh Sinardi. Desa Nglebur Kec. Desa Gempol Kec. otomatis interaksi masyarakat Nglebur dengan hutan yang melingkupinya adalah kehidupan kesehariannya. Tanggung jawab yang muncul karena nilai-nilai kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan sebagai sumberdaya milik bersama. jika tetap memaksa. pada saat maraknya penjarahan. Desa Nglebur berada di dalam kawasan hutan. Sehingga. benar-benar telah terbukti dan dibuktikan oleh masyarakat Desa Jegong. kambing dan sapi. luas lahan pertanian di desa dengan di kawasan hutan sama. maka yang rugi adalah masyarakat Jegong dan nasib anak cucu kami kelak” tuturnya seraya menyebutkan. 11 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . mengajaknya bicara baik-baik dan sopan. apabila ada kebutuhan sarana umum. biasanya mereka sadar dan membatalkan niatnya. Oleh karena itu. “Masyarakat Gempol sudah sejak lama memiliki kesadaran bahwa jika hutan rusak. sejak 1960-an masyarakat Desa Gempol sudah memiliki koordinasi yang baik. menggantungkan tambahan pendapatannya dari hasil hutan. mereka pun mengambil rumput dari hutan” paparnya. lanjut Suyitno. Khususnya dampak ekonomi” tandasnya. masyarakat menginformasikannya kepada petugas. “Masyarakat Desa Nglebur yang sebagian besar petani dan buruh tani. pelopor sekaligus pendiri LMDH Wana Bersemi. ujar lelaki yang masih tampak segar dalam usianya yang ke 70 tahun ini. Namun. maka warga desa telah bersumpah untuk menghancurkan jembatan penghubung desa agar tidak dapat dilalui truk pengangkut kayu hasil jarahan. Ketergantungan MDH terhadap hutan. Hal senada disampaikan pula oleh Suyitno. Tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian hutan karena didorong oleh kesadaran bahwa hutan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. yang berada dalam wilayah KPH Cepu. Jati Kab. Menurutnya. masyarakat berkoordinasi dengan desa untuk dapat memanfaatkan kayunya. untuk pakan ternaknya. terkait dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Kami sampaikan bahwa apabila hutan rusak. malah mereka aktif memberikan informasi kepada petugas. Tidak hanya itu. Disamping itu. Sehingga banyak petani yang menggarap di kawasan hutan” jelas Sinardi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dengan cara mencegahnya. kesadaran itu muncul karena hampir seluruh masyarakat secara ekonomi tergantung pada keberadaan hutan. lanjutnya. Ketua LMDH Wana Tani Makmur. Jiken Kab. Masalahnya. baik untuk digunakan sendiri atau dijual. Jika ada pencurian. porang dan empon-empon yang banyak tumbuh liar di hutan juga dimanfaatkan. Blora. Kegiatan usaha lainnya yang dilakukan masyarakat Desa Gempol terkait dengan hutan adalah pembuatan arang kayu dan kerajinan dari tunggak kayu. Blora. Menurutnya. Warga pun memblokir jalan dan beramai-ramai memukul kentongan tanda bahaya. masyarakat Desa Gempol tidak ada yang ikut. masih termasuk dalam wilayah KPH Randublatung.

Barangkali. hal tersebut terus berlangsung sampai terjadinya “Revolusi” kehutanan yang dimulai sejak 1967. menurut Sinardi. . Hutan Lestari Rakyat Sejahtera. cara pandang MDH terhadap hutan dan pemanfaatannya selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan ekologis. jika hutan rusak. Nilai-nilai kearifan sosial ekonomi yang dimiliki masyarakat Desa Nglebur tampak dalam mottonya. Dengan menggarap lahan di kawasan hutan. sewa lahan dan hasil panennya 100 % untuk petani sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Warga Desa Nglebur termasuk warga yang lapar lahan. Petani tidak perlu membayar pajak. mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ekonominya. Secara sosial. lanjut anggota TNI AD yang masih aktif ini. lanjutnya. Sebab. Lima ribu jiwa masyarakat Desa Nglebur yang terbagi dalam 4 pedukuhan. banyak yang merantau ke daerah lain hanya untuk memanfaatkan dan menggarap lahan-lahan hutannya. itulah sebabnya mengapa interaksi MDH dengan hutan dapat terus berlangsung dengan selalu tetap mempertahankan kelestariannya dan keseimbangan fungsi-fungsinya. petani mendapat keuntungan ganda. Bahkan. Setidaknya. Bagi mereka. sebelum PHBM diimplementasikan. masyarakat Desa Nglebur khususnya petani hutan sudah memiliki kesadaran dalam menjaga hutan. Sebelum adanya PHBM pun. Petani hanya dititipi tanaman pokok Jati. untuk dipelihara dan dijaga sampai akhir daur. sosial dan ekonomi. Pada prakteknya.Kembara Tani - 12 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . berarti kegiatan ekonomi mereka pun turut terancam. hutan adalah pusat kegiatan ekonominya. tersebar di dalam kawasan hutan.

luasnya mencapai 120 juta hektar dan baru kurang dari 25 % yang diusahakan. Bagi Indonesia yang pada tahun 1966 – 1967 sangat memerlukan devisa untuk mengimpor pangan. ArAr-Rum : 41) 1. (QS. Demikianlah telah terjadi revolusi dalam sejarah kehutanan Indonesia. Produksi tahunan antara tahun 1970 – 1978 adalah pada tingat lebih dari 20 juta m3 dimana lebih dari 75 % nya diekspor. produksi kehutanan sangat kecil. Dari jumlah yang tidak berarti menjadi nomor 2 setelah minyak bumi. sumbangan yang diberikan oleh sumber daya hutan sungguh luar biasa. Dalam nilai devisa. Padahal.000 m3 dengan nilai rata-rata US $ 3-4 juta. sumbangan ekspor hasil hutan ini sungguh meningkat luar biasa. seperti Getah. Kulit binatang dan lain-lain yang mencapai antara US $ 6-9 juta.5 INTERVENSI KEKUASAAN DAN HILANGNYA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Mubyarto. Damar. Pada saat itu. sesudah 1967 menjadi hanya salah satu pemegang HPH yang kurang berarti.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Telah tampak tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Ekspornya pada 1964 kurang dari 100. Keadaan berubah sangat cepat setelah modal asing diundang masuk dan bersamaan dengan dikeluarkannya UU No. hutang-hutang luar negeri akan lunas dibayar dengan hasil-hasil hutan yang merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable). Dibanding dengan hasil hutan ikutan. Inhutani yang sebelumnya memegang monopoli pengusahaan hutan. Tengkawang. Pengusaha-pengusaha asing dari Jepang. menyebutkan bahwa sebelum dikeluarkannya UU Penanaman Modal Asing 1967. maka ekspor hasil hutan tidak berarti dari segi penerimaan devisa negara. Filipina dan Malaysia. sandang dan kemudian bahan-bahan lain dalam rangka pembangunan. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“. berdatangan terutama dengan makin menciutnya kemungkinan mengusahakan hutan di kedua negara ASEAN itu. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. 5/1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. 13 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . yaitu hampir sebesar US $ 1 Milyar pada tahun 1977. dalam Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (1983). sudah mulai terdengar suara-suara bahwa kalau pun minyak bumi kita habis.

Eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran yang dilakukan atau setidaknya diijinkan oleh institusi negara. Sebagian dari kelompok masyarakat itu adalah bagian dari MDH yang sebelumnya sangat menjaga kelestarian hutan dengan nilai-nilai kearifannya. Hilangnya nilai-nilai kearifan sosial. Mereka tidak lagi memandang hutan sebagai milik bersama. untuk mengejar target devisa pada kurun waktu tersebut. Mencontoh dari perilaku yang ada. digunakan dan dimanfaatkan bersama dan oleh karenanya harus dipelihara dan dijaga bersama pula untuk menjamin kelangsungan manfaatnya.Kembara Tani - 14 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bedanya. kali ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang meniru ‘kelakuan’ institusi-institusi pemerintahnya. . Revolusi kehutanan seperti juga revolusi hijau dalam bidang pangan. Nilai ekonomi hutan menjadi lebih menonjol dibanding nilai-nilai sosial dan ekologisnya. eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran kembali terjadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Namun seperti yang juga ditemukan pada hampir segala bidang. memiliki dampak sosial berupa pergeseran nilai-nilai kearifan MDH dalam memandang hutan. MDH tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai kearifannya dalam memandang hutan. manakala intervensi kekuatan eksternal menekan kelestarian sumberdaya hutan. intervensi politik kekuasaan dan kebijakan yang tidak sadar lingkungan dan tidak memiliki pemahaman bahwa Hutan adalah Sumber hidup dan kehidupan umat manusia. Khususnya. tidak sedikit meminta korban yang dari segi politik pertanian (baca: kehutanan) besar implikasinya. setiap hasil pasti ada biayanya. ekonomi dan ekologis yang dimiliki MDH adalah salah satu dari implikasi ‘revolusi’ kehutanan tersebut. Maraknya kasus penjarahan pada kisaran 25 tahun setelah intervensi kekuasaan terhadap MDH. lebih-lebih apabila hasil itu diperoleh dalam waktu yang singkat. pada saat itu mereka memandang hutan sebagai sumber yang mudah. murah dan cepat untuk dapat dikonversi menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Merenda Perubahan di Batas Hutan 15 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Kedua.

Pertama. “Banyak pihak. PHBM didefinisikan sebagai suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan (MDH) atau Perum Perhutani dan MDH dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi. banyak pihak yang kurang memahami konsepsi yang sebenarnya dari PHBM. yang berdampak pada kurang memperhitungkan variable sosial ekonomi dan budaya. Di kalangan internal. 16 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . yang belum memahami konsepsi PHBM yang sebenarnya. baik internal maupun eksternal. sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat Sumberdaya Hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. pepatah tersebut sangat tepat Pasalnya. Ellan Barlian. merupakan koreksi atas kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan pada masa lalu yang cenderung timber oriented. mengetahui apa yang harus diyakini. munculnya disvaritas dalam pemanfaatan sumberdaya hutan dan meningkatnya konflik pengelolaan sumberdaya hutan. diterapkan pada Perum Perhutani. Mantan Adm/KKPH Kuningan ini memaparkan banyak hal yang berkaitan dengan implementasi konsepsi PHBM sebagai sebuah paradigma. Paradigma baru pengelolaan sumberdaya hutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Adm/KKPH Randublatung. Implementasi paradigma baru tersebut melahirkan sebuah sistem yang dikenal dengan nama PHBM (Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat). Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2.1 PHBM dan Politik Obat Nyamuk Ellan Barlian Pengalaman adalah guru yang terbaik. mengakui pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam mengimplementasikan PHBM. mengetahui apa yang harus dilakukan. kurangnya pemahaman ini pun masih tampak di kalangan internal Perhutani itu sendiri. perlu dipegang 3 hal yakni. kesungguhan aparat/petugas Perhutani belum maksimal dan masih ada keraguan dalam mengimplementasikan PHBM secara konsepsi yang sebenarnya. Padahal. telah melahirkan sebuah paradigma baru yang lebih selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Desa Hutan (MDH). dan Ketiga. pemahaman dan kesepahaman ini sangat penting dalam mengambil tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan besama” ujarnya menyesalkan. Bahkan. mengetahui apa yang harus menjadi keinginan atau tujuan. Jawa dan Madura) yang dipercayakan negara kepadanya. lanjutnya. Dalam membangun kesepahaman. Kedua. Tampaknya. proses pembelajaran dalam mengelola hutan (khususnya di P.

Sebenarnya. Bagi eksternal. PHBM masih terkesan program milik Perhutani. PHBM memiliki tujuan mulia yakni mewujudkan Masyarakat Desa Hutan yang Maju. sekira 70-80 % termasuk daerah tertinggal (IDT) dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relatif lebih rendah. tujuan ini adalah sasaran yang ingin dicapai oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. seharusnya menjadi beban APBD Pemerintah Daerah sebagai bentuk pegembalian pajak yang dibayarkan. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana itu. Pernyataan Ellan tersebut memang sesuai dengan fakta di lapangan. sarana pendidikan. harus dipandang sebagai prioritas dalam proses pembangunan daerah. yakni memulai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari daerah atau desa terpencil yang notabene memiliki lebih banyak keterbatasan. Padahal. Masalahnya. dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut. ada pula yang membebaskan warganya dari PBB dan biaya pengobatan di Puskesmas.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sementara bagi pihak eksternal. PHBM sebagai stimulan dapat membantu meringankan beban Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil di sepanjang batas hutan. Oleh karena itu. keagamaan. ilmu pengetahuan. rehabilitasi balai desa. lanjut penggemar bulu tangkis ini. Dengan demikian. Sementara bagi Perhutani sendiri. Hampir seluruh LMDH yang mendapat dana sharing hasil produksi. teknologi. Mandiri dan Sejahtera. implementasi PHBM dapat menjadi program yang sangat strategis dam berdampak politis. Bahkan. menurut Ellan. tuturnya. Bagi Pemerintah Daerah. telah mengalokasikan sebagian dananya itu untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana (jalan. harus dibangun di atas nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa hutan. dll). Pasalnya. pemahaman internal dan eksternal ini justru merupakan titik kritis dari keberhasilan implementasi konsepsi PHBM. MDH yang sebagian besar. masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan tujuan yang sama. 17 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . baik informasi. yakni mensejahterakan masyarakat desa (hutan) sebagai bagian dari warga bangsa. maupun aksesibilitas. belum terbangun sebagai bagian integral dan internalisasi dalam sistem pembangunan hutan dan daerah secara umum. Keyakinan dari semua pihak. MDH dipandang strategis baik karena letak geografisnya maupun tingkat interaksinya terhadap kawasan hutan. Hal tersebut menjadi bukti kemandirian masyarakat desa hutan dalam pembangunan di desanya dengan tanpa membebani APBD Pemerintah Daerah setempat. Ellan menyebutnya sebagai teori politik obat nyamuk. sebagai warga masyarakat mereka pun memiliki hak yang sama dengan masyarakat daerah-daerah lainnya. PHBM hanya sebuah stimulan dalam menggerakan pembangunan pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat.

kemandirian dan kesejahteraan bagi warga MDH itu sendiri. Yogyakarta. Mazhab Substantivist ? Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). PHBM hanyalah sebuah konsepsi belaka. Budaya subsisten melahirkan bentuk tindakan saling tolong menolong sesama warga. Sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat. Mazhab Formalist.1. tidak terlepas dari implementasi PHBM itu sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meningkatnya keberdayaan masyarakat desa hutan yang ditunjukan dengan kemandirian dalam membangun sarana fisik maupun non fisik adalah sesuatu yang harus jujur diakui sebagai salah satu dampak dari stimulasi implementasi PHBM. menjadi entri point bagi keberhasilan implementasi PHBM. Oleh karenanya. harus dipandang sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab bersama. lembaga kekerabatan dan jaminan sosial yang berbasis pada kebersamaan (Heru Nugroho dalam Pembaharuan Desa secara Partisipatif. LMDH lahir karena implementasi PHBM memerlukan institusi yang secara hukum dapat bertindak mewakili dan mengatasnamakan MDH. Menurut Heru Nugroho (2003). beranggapan bahwa tindakan ekonomi 18 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Kehadiran LMDH di tengah-tengah MDH diharapkan dapat menjamin kemajuan. Masalahnya adalah apakah LMDH mampu menjadi filter bagi penetrasi kapital global. Tanpa kebersamaan itu. 2003). sinergitas yang selaras dalam melaksanakan konsepsi PHBM diantara semua elemen bangsa. 2.1 LMDH. Memandang dan memperlakukan LMDH sebagai sebuah entitas sosial ekonomi MDH. Pertama. Pemisahan orientasi sosial ekonomi LMDH menjadi orientasi sosial saja atau ekonomi saja. sesungguhnya LMDH adalah sebuah entitas sosial ekonomi masyarakat yang berperan sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa hutan. Pasalnya. Menyadari hal tersebut. apa yang menjadi tujuan PHBM seharusnya juga secara otomatis menjadi tujuan dari LMDH. ada 3 pendekatan yang sering digunakan untuk memahami ekonomi. Dengan demikian. LMDH dibentuk sebagai sebuah payung hukum Masyarakat Desa Hutan (MDH) untuk dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan institusi Perhutani dalam pengelolaan sumberdaya hutan. kegiatan ekonomi masyarakat desa dibangun di atas moralitas subsisten yang mendasarkan pada orientasi kecukupan pemenuhan kebutuhan rumah tangganya dan tidak untuk meraih keuntungan secara ekonomi. justru akan menghilangkan budaya subsisten yang menjadi nilai-nilai kearifan lokalnya. regional dan nasional ke dalam ekonomi tingkat lokal? Penetrasi tersebut dikhawatirkan dapat memacetkan fungsi LMDH sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa (hutan).

kami merasa sangat kesulitan untuk mengembangkan diri. Figur Kepala Desa dan Personifikasi Ketua LMDH. Kedua. menyatakan bahwa tindakan ekonomi didasarkan pada mode of production yang dianut oleh suatu masyarakat dan unit analis yang dipakai adalah kelas dan totalitas sosial. budaya. Lha. Sehingga waktu itu. lajut Agus. Apalagi pihak desa pun sangat pasif.2 Membangun Sinergitas yang Selaras Keberhasilan implementasi PHBM sangat tergantung dari pemahaman para pelaku di lapangan. Jiken Kab. Dan Ketiga. Desa Singonegoro. kami tahunya sudah jadi. sosialisasi dari tingkat KRPH kurang jelas dan pelibatan LMDH dalam perencanaan pun tidak sebagaimana mestinya. tetapi juga berkaitan dengan variable kelembagaan. Pasalnya. maupun pengurus LMDH itu sendiri. Berkaitan dengan hal tersebut. Bagaimana pun. Mempertahakan dan menjaga LMDH dalam tataran perannya sebagai entitas sosial ekonomi MDH yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. karena SDM Kepala Desa yang tidak dapat memahami apa itu PHBM dan apa fungsi LMDH. pada awal pembentukan LMDH. kearifan untuk menjaga agar LMDH tidak terperangkap pada sifat individualistik formalist atau alat kekuasaan dalam totalitas sosial adalah tanggung jawab kita bersama. baik itu petugas Perhutani. Mazhab Marxian. menegaskan bahwa peran Asper/KBKPH sangat besar dalam pelaksanaan PHBM.1. rencana itu dibuat oleh mereka. “Dulu. Blora yang berada dalam wilayah KPH Cepu. Unit analis pendekatan formalist adalah individu dengan mengesampingkan faktor sosial. Mazhab Substantivist berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi tidak melulu berurusan dengan rasionalitas dan perjuangan kelas. Artinya. Kec. realitas ekonomi desa tidak dapat dipisahkan dari unsur Rasionalist (Formalist). menjadi sebuah keniscayaan dan merupakan tantangan tersendiri bagi para implementator PHBM. aparatur desa. Menurutnya. Ketua LMDH Wana Bestari. 19 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Agus Marwan. kegiatan ekonomi menurut mazhab ini. gimana kami mau pinter?” akunya. fakta di lapangan menunjukan bahwa sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). politik dan ekologi. 2.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ merupakan tindakan rasional yang mendasarkan pada rasionalitas sarana-tujuan yang melahirkan perhitungan-perhitungan untung rugi. Kekuasaan (Marxist) dan Kelembagaan (Substantivist). sangat mempengaruhi tingkat kemajuan implementasi PHBM. merupakan suatu proses yang terlembagakan dan unit analisnya adalah institusi-institusi. menurut Heru.

Asper/KBKPH Nglawungan KPH Blora. Masalahnya. meningkatnya pencurian pada tahun 2005 terkait dengan internal Perhutani sendiri. lanjut Priyono. aparatur desanya kurang dapat memahami tujuan 20 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . jika ada kendala yang terkait dengan Perhutani selalu dikomunikasikan dengan Aspernya itu. misalnya persentase tumbuh. pengontrolan dan pembinaan lainnya. Kami di sini. maka kami juga kena dampak. kami mendapat dukungan dari Asper. Oleh karena itu. masih dalam wilayah KPH Cepu. Sementara itu. Masalahnya. meluruskan adanya anggapan bahwa Asper tidak rela menyerahkan pekerjaan kepada LMDH. “Sebenarnya bukan tidak ikhlas. Menurutnya. dirinya justru sangat terbantu apabila LMDH mampu mengerjakan sesuai dengan ketentuan dan menjamin keberhasilannya. “Kerelaan Asper untuk berbagi pekerjaan dengan LMDH dalam mengelola hutan sangat berpengaruh terhadap kemajuan LMDH. Suparman. dari sebelum adanya PHBM. tapi kami pun dituntut standar sesuai ketentuan dalam keberhasilan tanaman. harus mengganti. “Kami kan nantinya tinggal melakukan pengawasan. sehingga kami dapat melakukan pembenahan internal dan menyusun rencana-rencana yang dapat dilakukan untuk mengembangkan LMDH” jelas Agus seraya menyebutkan. Pak Asper sangat dekat dengan kami. Menurutnya. pembabatan. khususnya dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang bisa digarap oleh LMDH” ujarnya. bagi kami disini tidak pernah merasa harus berebut pekerjaan dengan LMDH. apabila hasil tanaman tidak sesuai ketentuan. memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan LMDH. Priyono memaparkan pentingnya BKPH bagi kelestarian hutan itu sendiri. Jadi. Oknum Perhutani ikut main dengan cara menjadikan oknum MDH sebagai tangan kanannya. dan 3). aktivitas LMDH sangat tergantung dari Aspernya. dapat menjadi sumber untuk mengisi kas LMDH yang dapat digunakan untuk operasional mensosialisasikan PHBM dan LMDH ke masyarakat” tuturnya. lanjut Asper yang pernah menangkap oknum polisi yang mencuri kayu Jati di wilayahnya ini. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak. menurutnya. Apalagi pada saat awal pembentukan dimana LMDH belum mendapatkan dana sharing hasil produksi. Hal yang sama dikemukakan Priyono. kami pun berhadapan dengan internal Perhutani itu sendiri. tanya saja sama mereka” tandasnya. Apa mungkin masyarakat akan mengganti apabila nanti tanamannya gagal?“ tanya Suparman. Pekerjaan-pekerjaan seperti pemeliharaan. Lebih jauh. Pekerjaan di Perhutani sudah habis. pada saat awal pembentukan kami berjuang keras.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Berbeda dengan sekarang ini. yakni : 1) kepakuman di BKPH karena Aspernya meninggal. Selain itu. Priyono pun menegaskan pentingnya pemahaman Kepala Desa terhadap PHBM dan fungsi LMDH. 2). Menurutnya. Selain menghadapi masyarakat dan aparatur desa yang belum paham. pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang menyangkut tanaman selalu melibatkan masyarakat. Suparman mengaku. “Berbeda dengan sekarang ini.

Sebagai contoh. Setiap ada permasalahan atau merencanakan sesuatu. Desa Banglean Kec. Hal tersebut diakui oleh Zenal Abidin. sebagai kendala kelembagaan dalam mengimplementasikan PHBM. pengurus LMDH menyerahkan alokasi untuk desa dari hasil sharing dengan disaksikan oleh Muspika setempat. khususnya MDH. Dukungan desa terhadap LMDH juga diungkapkan oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki. Kepala Desa sangat kooperatif dan bersikap Tut Wuri Handayani terhadap LMDH. Komunikasi ini sangat penting untuk memupuk kesepahaman dalam mengimplementasikan PHBM’ ujarnya pasti. Berbeda dengan keduanya. Jati Kab. khususnya pada saat awal pembentukan LMDH. Dukungan yang diberikan oleh aparatur desa. Kec. LMDH yang dipimpinnya mendapat dukungan dari semua pihak.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sebenarnya dari PHBM. banyak ditemui di tempat-tempat lainnya. Blora yang berada di wilayah KPH Cepu. “Tapi. selalu dimusyawarahkan dan melibatkan desa. Kami berharap. lanjut Sinardi. Hal tersebut menunjukan. tutur Priyono. manajemen bersikap sangat jelas dan tegas menghadapi kendala internal seperti itu” tandasnya. Tapi. Salah satunya di desa Bangoan. Jiken Kab. Kepala Desa Bangoan justru bertindak sebagai pelopor dan pendiri LMDH Wana Asri yang mewadahi MDH di desa yang dipimpinnya. Menurutnya. Termasuk. penggunaan alokasi desa dari hasil sharing. LMDH menghendaki adanya rencana penggunaan yang jelas dan pertanggungjawabannya. Untuk memelihara hal tersebut. 21 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Apa yang dialami Agus dan Priyono. Sinardi secara rutin menyelenggarakan sambung rasa dengan MDH dan stakeholder. kesalahpahaman ini pun sempat sampai ke tingkat kecamatan. Blora yang berada dalam wilayah KPH Randublatung. Bahkan. khususnya Kepala Desa terhadap LMDH dan PHBM. khususnya stakeholder PHBM termasuk desa. dalam alokasi sharing untuk desa. “Sambung rasa kami lakukan untuk mengetahui keinginan semua pihak. Seperti yang baru saja dilakukan. betapa sinergitas yang selaras masih perlu terus dibentuk dan diperjuangkan. adanya komunikasi yang intensif dengan semua pihak. lanjut Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. Sinardi menyodorkan fakta lain yang menunjukan bahwa sejak awal pembentukannya. akhirnya semua pihak memahami maksud kami” jelasnya. “Kami ingin semuanya serba transparant” pungkas Ketua LMDH yang mewajibkan semua pengurusnya berfoto memakai dasi dan mengenakan jas untuk papan struktur organisasinya. lanjutnya. “Namun setelah dijelaskan dengan baik. juga banyak dialami LMDH-LMDH lainnya. KSS PHBM KPH Cepu. Kepala Desa menganggap hal itu sebagai sebuah arogansi LMDH. “Agar PHBM ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh MDH” tandasnya.

transparansi dan akuntabilitas kelembagaan yang dipimpinnya. Fenomena elite desa memegang kendali kepengurusan LMDH ini. aparat desa. personifikasi ini justru menjadi energi awal terbentuknya sinergitas segitiga tersebut. tokoh petani dan bahkan ada pula anggota TNI yang masih aktif. karena pertimbangan tertentu elite desa tersebut memang sengaja tidak mau melibatkan MDH.3 Pentingnya Personifikasi Ketua LMDH Disamping sinergitas segitiga (Perhutani. 2. Uniknya. beberapa kasus menunjukan mengarahnya LMDH menjadi lembaga yang elitis.1. menurutnya. tokoh agama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Fakta dilapangan menunjukan bahwa segitiga sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). Atau. menjadi salah satu bukti kemungkinan benarnya sinyalemen tersebut. Tapi pada sisi lain. belum merupakan kooperatif dari semua anggota yang ada. rasa kepemilikan MDH terhadap LMDH rendah dan bersikap masa bodoh. Pasalnya. Sementara itu Trisno Aji. sangat membantu dalam proses sosialisasi fungsi-fungsi hutan. ditemukan juga penggunaan dana sharing oleh pengurus di luar alokasi insentif/gaji yang telah disepakati. Sehingga. bisa jadi karena elite desa berjalan tidak selaras dengan keinginan MDH. Kritikal pointnya adalah bukan terletak pada keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH. kepala sekolah). Desa. selalu dipimpin oleh elite desa yang memiliki pengaruh cukup kuat di MDH. Pemerintah Daerah (Kepala Desa) dan Personifikasi ketua LMDH. Pada kasus-kasus lainnya. diakui oleh Ellan Barlian. Adanya kasus Ketua LMDH yang dilengserkan MDH karena tidak menyampaikan dana sharing kepada MDH. menjelaskan bahwa banyaknya guru yang terlibat dalam LMDH. kelembagaan yang ada dalam kepengurusannya masih didominasi oleh elite desa. Pada satu sisi. khususnya pada saat membangun komunikasi sinergis dengan stakeholder dan MDH itu sendiri. Asper Pucung KPH Randublatung. LMDH yang relatif lebih maju. banyak pula LMDH yang dipimpin elite desa justru relatif lebih maju dengan tingkat pelibatan MDH 22 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bagaimana pun. keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH berdampak positif. khususnya fungsi ekologis. Sebagian besar dari figur-figur itu adalah kalangan pendidik (guru. Sinyalemen yang disampaikan Ellan Barlian bahwa keterlibatan masyarakat dalam penentuan kebijakan relatif masih sangat rendah. Menurutnya. berbanding lurus dengan tingkat kemajuan LMDH dan keberhasilan implementasi PHBM. hal yang sangat berpengaruh adalah personifikasi Ketua LMDH itu sendiri. Tapi. LMDH) dalam implementasi PHBM. khususnya penggunaan dana sharing yang diterima LMDH. tidak melibatkan MDH dan tidak transparan dalam pengelolaan organisasi. guru mendapat tempat khusus dalam strata sosial MDH.

Pada tataran ini. Semoga Mimpi tentang Sabuk Kesejahteraan di Batas Hutan yang tengah kita renda bersama. dapat benar-benar terwujud. Merenda perubahan memang perlu kehati-hatian dan ketekunan. sebelum menyampaikan dana sharing untuk tahun berikutnya. LMDH Wana Lestari KPH Randublatuing (tokoh agama).___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ yang cukup tinggi dalam setiap proses pengambilan keputusannya.Kembara Tani - 23 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Seperti. . fungsi pengawasan terhadap LMDH dan evaluasi kinerjanya oleh MDH dan stakeholder harus lebih dioptimalkan. Adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada setiap tutup tahun. Selamat Berjuang Kawan. dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan LMDH. dan LMDH Wana Tani Makmur (TNI Aktif). LMDH Wana Sumber Rejeki KPH Randublatung (kepala sekolah).

PHBM sebagai stimulator telah terbukti dapat menstimulir kemandirian masyarakat desa (hutan) dalam menentukan arah pembangunan yang diinginkannya. 24 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . saya yakin roda perekonomian Desa Gempol akan berputar lebih cepat” tandasnya. masalah di desa kami cukup banyak dan Padahal potensi Khususnya. lanjut pemuda lulusan STIPER Jogjakarta ini. pembangunannya tertinggal dan letaknya terpencil di pelosok. bahwa PHBM terbukti mensejahterakan masyarakat. Wakil Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol di wilayah KPH Randublatung. infrastruktur dan kualitas SDM yang rendah. dalam beberapa hal memang benar adanya. Sebagian besar dari Desa Hutan adalah desa yang relatif memiliki keterbatasan aksesibilitas dan sumberdaya. sumberdaya alam yang kami miliki berlimpah. Keyakinan yang sama ditegaskan Wahyu.2. Namun demikian. 2. Pernyataan Menteri Kehutanan RI. sebuah Gerakan Sosio Ekonomi Masyarakat Desa. Tapi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. pemanfaatan dana hasil sharing produksi benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ketua LMDH Wana Bersemi. Dengan adanya PHBM dan dana sharing yang kami terima. sebuah pembaharuan sedang terjadi di sepanjang batas hutan. Dan. pemuda lulusan SLTA ini meyakini bahwa Desa Gempol yang termasuk desa IDT akan mampu mengejar ketertinggalannya. relatif lebih jauh dari pusat pemerintahan. Pasalnya. Ucapannya itu diiringi sorot mata yang optimis. kompleks. Dengan catatan. Sebuah proses sosial yang mengarah kepada percepatan kemandirian pembangunan ekonomi desa. MS Ka’ban. Entah disadari atau tidak. Sebuah Gerakan Sosio-Ekonomi “Yakin ! Saya yakin sekali PHBM dapat mensejahterakan MDH” tegas Priyono. di desa yang sebelumnya memiliki banyak keterbatasan. pada saat mengunjungi lokasi PHBM di Blitar dan Kediri pada 2004 lalu. adanya dukungan semua pihak untuk sama-sama mewujudkan tujuan dari PHBM itu sendiri. tengah berlangsung dan bergulir cepat di batas hutan. Didampingi Martedjo. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak di wilayah KPH Cepu.1 Wajah Lesu Masyarakat Desa Hutan Desa Hutan dalam konsepsi PHBM didefinisikan sebagai wilayah desa yang secara geografis dan administratif berbatasan dengan kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan. dampak PHBM yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah Masyarakat Desa Hutan lebih dari sekedar kesejahteraan. “Sebagai desa IDT.2 PHBM. PHBM mendorong MDH untuk lebih intens berinteraksi dan berintegrasi dengan kekuatan ekonomi eksternal.

didefinisikan sebagai sekelompok orang yang bertempat tinggal di desa hutan dan melakukan kegiatan yang berinteraksi dengan sumberdaya hutan untuk mendukung kehidupannya.Ketinggian dpl .628 jiwa : 8 jiwa per km2 : 20 km dari Kecamatan Jati (Doplang) : : Kapur : 150 cm : Subur : 75 m dpl : 15 % • • • • • Luas Penggunaan lahan Lahan Sawah Lahan Kering > Tegalan > Pemukiman > Hutan Negara > Lain-lain • Lembaga-Lembaga - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bersemi Forum Komunikasi PHBM (FK PHBM) Desa Gempol Pemerintahan Desa Gempol Badan Perwakilan Desa Gempol (BPD) 25 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .Kedalaman .Perempuan Kepadatan Penduduk Letak Desa Kondisi Tanah .200 Ha : 5.246 jiwa : 1.345 Hektar : 3.000.Laki-laki .Kemiringan Iklim • Curah hujan Hari hujan Tipe Iklim Suhu : : : : : : 50.Kecamatan . berikut ini kondisi bio fisik wilayah hutan pangkuan Desa Gempol beserta “wajah lesu” masyarakatnya.Kabupaten Luas Desa Jumlah Penduduk .395.750 Ha : 27 mm/th 12 hari/bulan Tropis 32 oC : : : : BKPH Selogender Gempol Jati Blora • • : 3.875 Ha : 70.Kesuburan Tanah Topografi . • Lokasi .Desa .618 jiwa : 1. Sebagai gambaran.5 Ha : 3.Jenis Tanah .845 Ha : 268.344.020 Ha : 3. Kondisi umum MDH memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah. SDM yang terbatas dan didominasi oleh kaum petani dan buruh tani.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Masyarakat Desa Hutan (MDH).

(20.(16.( 0.Jajan.255 orang : 3 orang : 15 orang : 35 orang : 27 orang : 386 orang : Padi.( 9. Tingkat Pendidikan .(17.Makanan ternak : Rp 167. Alokasi pengeluaran penduduk Desa Gempol dalam satu tahun.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Karang Taruna Kelompok Tani Hutan (KTH) Kelompok Tani (Poktan) Kelompok Kesenian Kelompok Pengrajin Takmir Masjid : 186 orang : 356 orang : 216 orang : 1.Pengusaha .Buruh tani : Rp 1.000.500.354. Jeruk.Jasa : Rp 762.Buruh bangunan : Rp 1.5 %) .000.500.(18.Jumlah ternak kecil : 1.0 %) .Petani .bersumber dari : .412.Tidak Tamat SD .Tamat SD . Rata-rata pemilikan ternak kecil : 2 ekor/KK Rata-rata pendapatan penduduk dalam satu keluarga per tahun sebesar Rp 8.456. Jagung.750.8 %) .Kayu : Rp 1.501. Judi.6 %) . sebagai berikut : .Tumbuhan obat : Rp 42.7 %) .(17.875.1 %) .PNS/TNI/POLRI .Belum Tamat SD . Rokok : Rp 538.500.5 %) Pola konsumsi penduduk merupakan alokasi pengeluaran dari pendapatan yang diterima dalam satu rumah tangga dalam satu tahun.875.122 ekor. Rata-rata pemilikan ternak besar : 1 ekor/KK . dll.500.875.8 %) .6 %) .Kayu bakar : Rp 224.000.( 6.Pangan : Rp 3.Lainnya : Rp 862.675.Biaya sosial : Rp 1.Jumlah ternak besar : 875 ekor.(45. Ubi kayu.Tamat Akademi Mata Pencaharian .Dagang : Rp 1.(10.8 %) . Kedelai.Lainnya Jenis Produk Pertanian • • • Kepemilikan Ternak .( 2.Tamat SLTP .500.500.Buruh bangunan .315 orang : 66 orang : 48 orang : 16 orang : 1.350.Buruh tani . Kacang tanah.Pedagang .Tidak Sekolah .7 %) .039.Tamat SLTA .8 %) .Pendidikan : Rp 1.8 %) .675.(16.6 %) 26 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah • • .000.Buah : Rp 41.375.( 2.( 0.525 orang : 1.

Sementara itu. tampak lesu kurang darah. membuat roda ekonomi dan pembangunan desa di sekitar hutan berjalan relatif lebih lambat.500. merupakan gambaran kondisi nyata masyarakat desa (hutan). Wajah kehidupan sebagian besar masyarakat desa (hutan).500.18.2 Transfusi “darah” Segar Salah satu dampak dari implementasi PHBM adalah mengalirnya dana segar ke tengah- tengah MDH yang dikelola oleh sebuah institusi bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). rata-rata pendapatan dan rata-rata pengeluaran penduduk dalam satu keluarga dalam satu tahun di Desa Gempol.28. Termasuk. jelas-jelas sangat tidak mungkin atau bahkan.000. membuat MDH memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas permasalahan yang tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosialnya. khususnya jalan sebagai nadi perekonomian desa. memiliki prosentasi yang tidak proporsional bagi desa di sekitar hutan. Perpaduan dari karakteristik wilayah dan kondisi masyarakat yang memiliki banyak sekali keterbatasan. roda ekonomi desa pun berputar sangat lambat yang pada gilirannya menghasilkan akumulasi berupa rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya.87.000. Kerjasama Cifor-Cirad-UGM-Perhutani).250.250. 2.5 %) ( 1. Dukungan infrastruktur.2 %) Dalam satu rumah tangga. rata-rata penduduk mengeluarkan Rp 8.7 %) ( 3. Bahkan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sandang Kesehatan Perbaikan rumah Energi Angsuran Pajak Transportasi : : : : : : : Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 301. sangat tidak memadai.( 3.2.290. yang menunjukan nilai minus. Keterbatasan sumberdaya manusia dan aksesibilitas yang dimilikinya.1 %) ( 0. Kondisi tersebut diperparah dengan daya dukung APBD bagi keuangan Pemerintahan Desa yang tidak memungkinkan untuk melakukan percepatan pembangunan di desa. diterima MDH melalui LMDH setiap tahun dengan jumlah yang tidak sama.207.000/tahun sumber : Hasil survei Desa Gempol Tahun 2004 (LPF Project. termasuk mustahil. mengandalkan swadaya masyarakat yang tengah berada dalam kondisi serba sulit dan tekanan kebutuhan hidup sehari-hari.216. Pasalnya. besaran dana sharing hasil produksi ini sangat tergantung dari besaran nilai produksi kayu dalam kurun waktu 27 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dana segar yang bersumber dari sharing hasil produksi kayu Perhutani ini.6 %) ( 2.173.3 %) ( 0.500.6 %) ( 2. distribusi dana hasil Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) yang diterima oleh Pemda. Akibatnya.

Pasalnya. Sebagai contoh. beberapa diantaranya mampu melesat cepat menangkap peluang pengembangan dengan optimisme perencanaan-perencanaan pembangunan di desanya secara swadaya.SHARING TERKECIL Lokasi Nilai Nama LMDH Desa/Kec/Kab Sharing Wono Dadi Wana Asri Pengkol Jegong / Jati / Blora Wulung / Randublatung / Blora Sambongwonja / Randublatung / Blora 153. Data Sharing Hasil Produksi Terbesar dan Terkecil di KPH Randublatung Tahun Sharing 2002 2003 2004 SHARING TERBESAR Lokasi Nama LMDH Nilai Sharing Desa/Kec/Kab Jegong / Jati / Wana Lestari 4.013.387. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Dengan dana segar di tangan LMDH.Blora Wana Bersemi Wana Bersemi Gempol / Jati / Blora Gempol / Jati / Blora 203.337. tercatat sebagai penerima sharing terbesar. Wajah ‘lesu kurang darah’ yang semula menghiasi MDH (Gempol) mulai tampak ‘sumringah’ manakala konsepsi PHBM memberikan ‘transfusi darah segar’ melalui sharing hasil produksi kayu itu. tampak dalam tabel berikut : Tabel 1. karena nilai produksi kayu nihil.624. sungguh merupakan sebuah nilai yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan dimiliki oleh salah satu institusi miliknya. Sedangkan nilai sharing terkecil diterima oleh LMDH Wana Asri Desa Wulung. bahkan berlipat-lipat bila dibandingkan dengan dana yang diterima oleh Pemerintahan Desa-nya yang bersumber dari APBD Pemda.- 2005 793. Secara kumulatif (2002 – 2005). tapi pada kurun waktu lainnya LMDH bisa saja tidak mendapatkan sharing.579. Sehingga. diolah.014. pada satu kurun waktu LMDH dapat memperoleh nilai sharing yang cukup mengejutkan untuk ukuran satu desa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ satu tahun tersebut dan luasan pangkuan (wengkon) yang dikelolanya bersama-sama Perhutani.88.805. dana yang diterima LMDH jauh lebih besar.- Sumber KPH Randublatung.(terbilang: Satu Milyar Empat Belas Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah).Blora Jegong / Jati / Wana Lestari 51.896 (terbilang : Delapan Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah).819. data sharing hasil produksi di KPH Randublatung (2002 – 2005) dengan nilai terbesar dan terkecil. 28 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .- Jati Makmur 153.154. LMDH tersebut menerima dana sharing sebesar Rp 1. dana 1 Milyar lebih itu.560.629. yakni sebesar Rp 88. Bagi masyarakat Desa Gempol. masyarakat desa (hutan) mampu melihat titik terang jalan menuju harapan membangun dan mewujudkan sebuah desa yang maju. mandiri dan sejahtera.440.329. Bahkan.896.

Tlogowungu. satu per satu benang kusut keterbatasan dan permasalahannya mulai terurai dan dibenahi. banyak LMDH yang tidak menyadarinya.2. Dengan dana dan peluang yang ada. LMDH Aman Sentosa hanya memanfaatkan lahan-lahan disepanjang sungai. kelompok. pemanfaatan ruang kelola ini dapat menjamin kontinuitas dan kuantitas (nilai pendapatan) hasil yang lebih stabil. Kab. Disinilah muncul kreativitas dan keragaman pemanfaatan dana yang diterima oleh LMDH. dapat menciptakan aliran dana milyaran rupiah setiap tahunnya selama kurun waktu 30 tahun kedepan. beberapa diantaranya sudah memiliki rencana untuk sepuluh tahun ke depan. misi. srategi dan alokasi dananya.3 Kemampuan Memotret Diri Keinginan MDH untuk segera terbebas dari keterbatasan yang telah puluhan tahun melingkupinya. 2. yang mungkin saja lebih besar dari nilai dana segar dengan tanpa tergantung pada sharing produksi kayu dan jumlah tegakan yang akan ditebang. Pemanfaatan ruang kelola ini dapat memberikan hasil bagi masyarakat. memaksa mereka untuk dapat menetapkan prioritas-prioritas yang harus dikerjakan. Namun demikian. batas andil. Optimalisasi lahan yang dilakukan oleh LMDH Aman Sentosa. tampak mulai dapat terwujud. bahwa implementasi konsepsi PHBM itu ternyata lebih dari sekedar dana segar yang diperoleh dari sharing hasil produksi kayu. Pati. Pasalnya. batas wengkon dan lahan di tepi jalan dalam wengkonnya dengan menanam kapuk randu. Nilai kearifan sosial ekonomi MDH untuk mendahulukan membangun fasilitas yang paling dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga masyarakat. Desa Guwo Kec. Lengkap dengan visi. Bahkan. menunjukan hal tersebut. apalagi kepentingan pribadi. Peluang pemanfaatan ruang kelola kawasan hutan melalui optimalisasi lahannya. Sebuah ‘APBD’ versi masyarakat desa di batas hutan yang lebih menampakan kejujuran dan keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan masyarakat banyak. Kesadaran bahwa dana yang mereka terima tidak akan selamanya ada dan berjumlah sama besar pada setiap tahunnya. Padahal. Perubahan itu tampak dalam kreativitas penggunaan dana sharing tersebut dan semakin terbukanya aksesibilitas terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan dalam membangun desanya. 29 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . tampak jelas pada saat musyawarah perencanaan penggunaan dana hasil sharing produksi dilakukan. di atas kepentingan golongan. memiliki potensi hasil yang jauh lebih besar bila dapat dikelola secara profesional.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ ‘Transfusi Darah Segar’ konsepsi PHBM sebagaimana yang dialami LMDH Wana Bersemi dan LMDH-LMDH lainnya yang menerima sharing relatif cukup besar. memang telah membawa perubahan bagi geliat semangat pembangunan sosial ekonomi masyarakat di desa hutan.

Beberapa LMDH. dinilainya memang benar-benar menyentuh dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mandiri dan Sejahtera. LMDH-LMDH itu. Melintas di batas-batas hutan dan melindas siapa pun yang mencoba menghalangi jalan yang dibentuknya. dan pada akhirnya mengawasi pelaksanaannya secara bersamasama pula.Kembara Tani - 30 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dan akan bergulìr dengan sangat cepat. tengah berlangsung. menetapkan sebuah tujuan bersama. Keinginan yang telah lama terpendam dan menjadi energi yang tersimpan. secara khusus pula LMDH-LMDH ini mengalokasikan dana untuk membantu Pemerintahan Desa dan lembaga-lembaga lain yang ada didesanya. Dan. Sebuah pembaharuan desa (hutan) yang berawal dari gerakan sosio ekonomi PHBM yang mengarah kepada kemandirian masyarakat untuk mewujudkan sebuah Desa yang Maju. kemudian menyusun sebuah rencana yang menjadi strategi bersama untuk mencapai tujuan bersamanya. termasuk pemerintahan desa setempat. mengorganisasikan pelaksana-pelaksananya. . Bola salju itu telah digulirkan. melakukan pengontrolan ketat bagi dana-dana yang diserahkan kepada institusi lainnya. Bahkan. tentu saja dengan dana yang mereka miliki bersama pula. Sebuah sikap kemandirian pembangunan tanpa menggantungkan dan membebani APBD pemerintahan setempat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ MDH ter-stimulir untuk mampu memotret diri mereka sendiri. melaksanakannya sesuai dengan rencana yang disepakati. Apalagi menghentikan arus percepatannya. hanya mau menyerahkan dananya apabila proposal rencana penggunaan alokasi dana yang diajukan pemerintah desa setempat.

Kreativitas Sosial Ekonomi 31 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Ketiga.

Pembuatan dan Rehabilitasi Jalan Desa Keberadaan jalan dengan kondisi yang memadai di desanya. Pada dasarnya. Menurutnya. diantaranya tergambar sebagai berikut di bawah ini. khususnya ibu kota kecamatan. 32 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . khususnya dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. Murtedjo.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. hal tersebut dapat mempermudah proses sosialisasi tentang PHBM dan memperkuat eksistensi LMDH di tengah-tengah warga MDH. terdapat dua alasan mengapa pengadaan dan rehabilitasi jalan ini banyak dijadikan prioritas oleh LMDH-LMDH di wilayah KPH Blora. bahwa Desa Gempol yang berjarak sekitar 20 km dari ibu kota kecamatan. selain sebagai urat nadi ekonomi warga desa. jalan pun dapat meningkatkan aksesibilitasnya. dengan adanya fasilitas jalan yang baik. Potret diri itu kemudian memunculkan kreativitas dalam menetapkan prioritasprioritas program. hal itu membuat warga MDH harus mengeluarkan dana lebih banyak jika hendak bepergian keluar desa.1 Kreativitas Sosial 1.1 Penggunaan Dana Sharing Hasil Produksi Implementasi PHBM menstimulir masyarakat desa di sekitar hutan untuk dapat memotret diriya sendiri. KPH Randublatung dan KPH Cepu. 3. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol menyatakan. Dapat kiranya dipahami. Pertama.1. mendasari dan menjiwai musyawarah yang dilakukan dalam menetapkan prioritas-prioritas tersebut. relatif terisolir karena kondisi jalan yang rusak parah. harga barang-barang kebutuhan menjadi lebih mahal karena ongkos transportasi naik. Kedua. Bahkan. dirasakan warga masyarakat desa di sekitar hutan (MDH) sebagai sebuah prioritas yang sangat mendesak. Nilai kearifan sosial ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan dalam menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Soalnya Jalannya rusak” jelasnya. beberapa diantaranya berada dalam kondisi yang rusak parah dan tidak bisa dilalui. Pasalnya. Dan. Banyak ojeg atau kendaraan yang enggan ke Gempol kalau harganya tidak ditambah. kelompok dan golongan. jalan dengan kondisi yang baik memudahkan aksesibilitas warga MDH ke pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di sekitarnya. “Selain itu. Beberapa kreatifitas sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan dana shasing hasil produksi kayu yang diterima LMDH. mengingat sebagian besar desa hutan memiliki sarana jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. manfaat PHBM dapat dengan cepat dirasakan oleh warga MDH.

Keberadaan jalan dengan kondisi relatif lebih baik yang langsung menembus jalur utama itu. Anggaran sebesar 70 juta telah disiapkan untuk memulai pengerasan jalan sepanjang 8 km. Sumarlan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH Wana Bersemi berencana untuk membuat jalan sepanjang 16 km secara bertahap. Dia menetapkan tarif sebesar Rp 500 per pikulan rence. LMDH Wana Alam Subur Desa Pelem yang sudah memiliki jalan desa yang relatif lebih baik. Dia bermusyawarah dengan warganya untuk mengeluarkan karcis yang akan dikenakan kepada para pengambil kayu bakar itu. dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga MDH secara bergiliran. Dian. wong ‘ndak cukup ko” ujarnya dalam logat Jawa yang kental. agar warga MDH yang mengambil rence. “Baru dapat sedikit itu lho Mas. nanti kalau sudah agak banyak warga akan gotong royong” jelasnya seraya menunjuk gundukan batu putih di tepi jalan. Dana hasil pungutan karcis itu.4 km. kapan selesainya Mas. selain sebagai sumber kas bagi pembuatan jalan. Ditemui di lokasi pembuatan jalan yang menghubungkan Wotbakah dengan Sumberrejo. Jalan itu akan membebaskannya dari keterisoliran. Sedangkan pengerjaannya. Menurutnya. “Kalau mengandalkan dana sharing. LMDH Wana Tani Makmur yang wilayahnya tidak jauh dari jalur utama Blora – Cepu. Ketua LMDH Wana Gemilang Desa Wotbakah yang nilai sharingnya tidak sampai puluhan juta. kemudian dikumpulkan dan dibelikan batu untuk pengerasan jalan. tokoh petani yang memiliki pengaruh kuat di desanya itu memaparkan trik cerdiknya. Sumarlan melihat bahwa banyak warga masyarakat desa lain yang masuk ke wilayah PHBM yang dikelolanya untuk mengambil kayu bakar (rence). Sisanya. melakukan pengaspalan jalan sepanjang 1. KRPH Wotbakah menambahkan. atau dari hasil usaha produktif milik LMDH. lebih memprioritaskan pembuatan jalan di pedukuhannya masingmasing. menjadi harapan Sinardi. 33 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . fungsi karcis itu pun sebagai kontrol bagai para pengambil kayu bakar. Ketua LMDH Wana Alam Subur. LMDH pernah merampas rence yang diambil tidak sesuai dengan ketentuannya. ternyata tidak saja menjadi milik LMDH-LMDH “Gemuk” dengan nilai sharing ratusan juta rupiah. “Agar warga MDH dapat lebih cepat merasakan hasil dari PHBM” ujar Gunawan Wibisono. memiliki “trik” cerdik lain untuk mewujudkan harapan warga MDHnya untuk memiliki jalan dengan kondisi yang memadai. Karcis Rence untuk bikin jalan Memprioritaskan pembuatan dan rehabilitasi jalan. menunggu aliran dana berikut. Maksudnya. benar-benar mengambil sesuai dengan ketentuan. Sementara itu. misalnya yang benar-benar sudah tua.

Desa Banglean mendapat insentif yang lumayan dari Pemda untuk menambah kas operasional desa. Beban PBB warga MDH untuk tahun 2005 – 2006 sebesar Rp 13. Selain itu. Pertama. Gunawan menjelaskan bahwa LMDH Wana Alam Subur menanggung biaya berobat anggotanya di Puskesmas. diharapkan dapat turut serta dalam programprogram LMDH. mengurangi beban warga MDH yang tidak mampu. Puskesmas Gratis versi Wana Alam Subur Kreativitas sosial ini muncul di Desa Pelem dan dimotori oleh LMDH Wana Alam Subur yang dikomandoi Gunawan Wibisono. Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. Namun terkadang. Dan. pelunasan PBB lebih cepat akan meningkatkan prestise desanya di mata Pemerintah Daerah. sekaligus mensosialisakan manfaat PHBM secara menyeluruh ke seluruh warga MDH. “Kami memberi pinjaman kepada desa senilai tagihan target PBB di desa untuk dapat dibayarkan sekaligus ke Pemerintah Daerah. Dengan melunasi PBB jauh sebelum jatuh tempo. nanti Puskesmas yang nagih ke LMDH dan dana sebesar Rp 4. Apabila seluruh warga sudah merasakan manfaat langsung dari PHBM. Dan Kedua. Menurut Kasdi. Nanti dikembalikan setelah seluruh warga membayar lunas PBBnya” ujar Kasdi. Rupanya.5 juta sudah disiapkan untuk menanggulangi tagihan-tagihan tersebut. tidak dipungut biaya pengobatan. Didampingi Sukardi. kecilnya pendapatan warga MDH membuat kewajiban itu dirasakan berat. LMDH nalangin beban pajak warganya sebesar Rp 23 juta rupiah. LMDH ini hanya nalangin warga untuk membayar PBB melalui desa. sekretarisnya. lanjut Kasdi. hal tersebut tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. warga desa pun terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan. termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 3. Martedjo adalah salah satunya. khususnya dalam menjaga dan melestarikan hutan. Bebas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Warga Desa Hutan. Justru sebaliknya. keuntungan membebaskan warga dari kewajiban membayar PBB memiliki dua manfaat. Bedanya. dana yang sudah 34 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol ini mengungkapkan. bila ada anggota warga MDH yang sakit dan berobat di Puskesmas. program pengobatan Puskesmas gratis ini ternyata tidak muncul karena alasan warga MDHnya sering atau banyak yang sakit. Menurut Ketua LMDH yang juga pengrajin mebeulair berbahan kayu Jati ini. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Hal yang sama dilakukan pula oleh LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Banglean.5 juta ditanggulangi oleh LMDH. Tapi. Membayar pajak merupakan kewajiban warga negara. Namun uniknya.

5. seraya menyebutkan. Harapan kami. Sepatu. pemberian sepatu. Jadi untuk sementara. Wakli Ketua LMDH. harus menjadi salah satu prioritas. Bagi anak-anak yang kebetulan orang tuanya tidak mampu. disini tidak ada Puskesmas. Faktanya. khususnya gizi anak-anak” ujar Martedjo. seperti bubur kacang ijo dan susu. mungkin mengilhami Suyitno. Peningkatan Gizi Balita gaya Wana Bersemi Kasus busung lapar yang terjadi di NTB dan membuat banyak pihak gerah itu. “Perbaikan kualitas SDM warga harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizinya. ingin memberi jaminan pengobatan gratis. sebesar Rp 4 juta. Menurutnya. urusan kualitas SDM generasi yang akan datang sebagai pewaris PHBM. Posyandu dulu saja” papar Wahyu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dialokasikan tersebut malah sering sisa alias tidak habis. seragam dan alat tulisnya. tinggal sarana yang dibutuhkan anak-anak untuk belajarnya yang harus dicukupi. Ketua LMDH. “Kami membantu mereka dengan harapan mau terus bersekolah. 4. bidan saja tidak ada yang betah. Satu bulan sekali. Ketua LMDH Wana Bersemi. kalau sudah begitu. jumlah warga yang mendaftar menjadi anggota LMDH dan terlibat dalam kegiatan-kegiatannya terus bertambah” ujar Sukardi sumringah. Sekolahnya kan sudah gratis dengan dana BOS itu. atau makanan lainnya sesuai anjuran pembina Pos Yandu setempat. anak-anak fakir banyak yang tidak mau sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membeli sepatu. Seragam Sekolah dan Alat Tulis Gratis versi Wana Tani Makmur Trik yang cukup cerdik ini dilakukan oleh LMDH Wana Tani Makmur Desa Nglebur. warga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari PHBM dan LMDHnya mendapat promosi gratis karena dibicarakan dari mulut ke mulut oleh warganya. “Strategi itu ternyata berhasil. di 8 Pos Yandu itu disediakan dan dibagikan gratis untuk anak-anak balita makanan penambah gizi. Menurut Sinardi. Usut punya usut. Mendukung opini Suyitno. juga merupakan sebuah strategi yang menyentuh hati. terpaksa harus ditandu ke luar desa untuk mencari bidan di desa tetangga. Selain bertujuan untuk membantu warganya yang kurang mampu. proses sosialisasi tentang manfaat hutan dan fungsi-fungsinya menjadi lebih mudah. baju seragam dan alat tulisnya secara gratis ini. lanjutnya. “Tapi. seraya mengisahkan pernah ada warganya yang mau melahirkan. Dengan memberikan pengobatan gratis. pelopor LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. ternyata program itu merupakan salah satu strategi LMDH untuk menjaring warga MDH menjadi anggotanya. ini sangat 35 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pengurus memutuskan untuk membantu 8 Pos Yandu di 4 pedukuhan dalam memberikan makanan tambahan bagi balita.

benar-benar menjadi perhatian serius para pengurus LMDH. bantuan alat tulis untuk siswa warga MDH terkait dengan strategi untuk mensosialisasikan LMDH melalui siswa. diantaranya adalah : 1. Program ini dilaksanakan bersama dengan Paguyuban Guru di Desa Nglebur. LMDH Wana Tani Makmur dan banyak LMDH-LMDH lainnya di lingkungan KPH Randublatung dan Cepu. Pemberian Bea siswa untuk siswa berprestasi dan sarana prasarana pendidikannya. dapat pula menjadi sarana efektif dalam mensosialisasikan PHBM dan LMDHnya” harap Priyono. Menurut Wahyu. LMDH dan khususnya manfaat hutan” tuturnya seraya menyebutkan. Pengadaan dan Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Harapan atas semakin meningkatnya kualitas SDM warga MDH. Tampaknya. harus dimulai dari sejak dini. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. dilakukan pula oleh LMDH Wana Lestari. lanjut Sinardi. orang tuanya itu akan tersentuh hatinya dan mengetahui bahwa PHBM dan LMDH memberikan manfaat langsung baginya. kesadaran bahwa salah satu penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan warga MDH adalah kualitas SDMnya. ternyata tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. LMDH Wana Alam Subur. “Kesadaran untuk menjaga hutan. Mereka berharap pada masa yang akan datang akan lahir generasi-generasi baru dengan kualitas yang lebih baik didesanya. Selain itu. Pemberian bea siswa bagi siswa yang berprestasi di harapkan dapat memacu prestasi belajar generasi penerus warga MDH. Menurutnya. Beberapa kreativitas sosial dalam upaya meningkatkan kualitas SDM warganya. Bea Siswa bagi Rangking Kelas Memacu prestasi siswa-siswi warga MDH. 36 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 6. “Siswa SD yang memiliki peringkat 1 sampai 3 diberi bea siswa selama 2 semester. Maksudnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ membantu mereka” jelasnya. 7. “Dan itu memudahkan proses sosialisasi tentag PHBM. diharapkan anak-anak ini akan memberitahu orang tuanya tentang bantuan yang diberikan oleh LMDH. menjadi landasan dialokasikannya dana perbaikan sarana pendidikan. Bantuan Rehabilitasi Bangunan Sekolah (SD dan SMP) yang rusak. masalah kualitas SDM di desanya perlu peningkatan. Mudah-mudahan bantuan tersebut selain meringankan beban orang tua siswa. LMDH Wana Bakti Desa Cabak. Hal senada dikemukakan Priyono. pernah ada orang tua yang datang ke kantor LMDH untuk mengucapkan terima kasih karena anaknya dibantu. Bea siswa itu untuk 3 SD yang ada” jelasnya.

c. Adanya bantuan untuk memperbaiki Balai Desa dirasakan sangat membantu Pemerintah Desa. d. LMDH bekerjasama dengan paguyuban guru di desanya atau dengan persatuan orang tua wali murid dari sekolah yang akan dibantu. Pasalnya. 9. Sementara itu. dipandang para pengurus LMDH sebagai basis moralitas yang harus mendapat prioritas. dana sebesar Rp 41 juta dialokasikan untuk memperbaiki Balai Desa Gempol. Perbaikan Mesjid Desa dan Musholla di tiap pedukuhan. banyak Pemerintah Desa (hutan) tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan dan memelihara Balai Desanya. Alokasi dana dari APBD Pemerintah Daerah sangat terbatas. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Balai Desa Pentingnya Balai Desa/Kantor Kepala Desa sebagai pusat pelayanan Pemerintahan Desa bagi warga MDH. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Belajar Mengajar untuk SD dan SMP. Mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) gratis. 4. semakin sulit dilakukan karena akan semakin membebani warga. hampir semua LMDH mengalokasikan dana yang diterimanya untuk peningkatan kualitas sarana keagamaan. Bantuan untuk Kesejahteraan Guru (honor). Seperti yang dilakukan oleh LMDH Wana Bersemi. sekaligus untuk membantu proses sosialisasi tentang PHBM dan penguatan eksistensi LMDH itu sendiri. 37 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Mendirikan Madrasyah Diniyah gratis. Alokasi dana sebesar 20 % untuk desa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. b. Beberapa kreativitas yang dilakukan LMDH dalam hal tersebut diantaranya adalah : a. Oleh karenanya. Rehabilitasi dan Pembangunan Sarana Keagamaan Kehidupan keagamaan yang masih sangat kental terasa di tengah-tengah warga MDH. 8. Bantuan dana untuk penyelenggaraan pengajian-pengajian rutin. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Bermain anak untuk TK 3. Biasanya. membebankan dana perbaikan dan pemeliharaan Balai Desa kepada masyarakat seperti yang biasa dilakukan. sebagian digunakan untuk merehabilitasi bangunan Balai Desa. Upaya ini. Bantuan dana untuk penyelenggaraan hari-hari besar agama. sangat disadari oleh LMDH. e.

Seperti layaknya sebuah Pegadaian. Usaha ini sangat membantu warga MDH yang sebagian besar adalah petani dalam melakukan 38 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . setiap aktivitas sosial masyarakat mulai dari kebutuhan yang paling mendasar sampai yang sifatnya seremonial rutin. sampai barang-barang tidak bergerak yang dimiliki warga. bercirikan pertanian dalam arti luas. Emas. d. Kedua. Meja dan Kursi. Mendirikan Radio Amatir sebagai sarana komunikasi warga dan media penyuluhan dan informasi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 10. 3. khususnya HUT RI b. serta barang berharga lainnya. 2. Namun dalam beberapa hal. Penyelenggaraan Sedekah Bumi dan upacara-upacara adat lainnya. dan Ketiga. beberapa LMDH mewajibkan adanya agunan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. keragaman ini pun menunjukan kesamaan pola penanganan permasalahan yang dihadapi yakni. kini mulai ditanggulangi oleh LMDH sehingga semakin mengurangi beban warga MDH. berbasis pada sumberdaya hutan dan lahan. mulai dari 1 – 2 %. Beberapa aktivitas sosial yang dana penyelenggaraannya diambil alih oleh LMDH adalah sebagai berikut : a. menjadi ajang kreativitas penggunaan dana sosial LMDH. SK Pegawai atau Pesiunan. agunan yang diterima mulai dari sertifikat tanah dan surat-surat berharga lainnya. Kreativitas Sosial lainnya Pada dasarnya. Simpan Pinjam dengan suku bunga beragam. Pertama. berupa dukungan pinjaman modal kerja. Aktivitas-aktivitas sosial yang kebutuhan dana penyelenggaraannya biasa dibebankan kepada warga MDH. Uniknya. Bantuan (dana) Kematian. seperti TV. karakteristik wilayah masing-masing LMDH. Penyedia Sarana Produksi Pertanian dengan pola bayar setelah panen (Yarnen). Bantuan operasional bagi lembaga-lembaga lain yang ada di desa.2 Kreativitas Ekonomi Upaya untuk mempercepat putaran roda perekonomian desa. Dalam kondisi tertentu. f. BPKB. e. memunculkan kreativitas Keragaman ini sesuai dengan kondisi dan pengembangan usaha produktif yang beragam. barang-barang jaminan tersebut masih boleh dipinjam pakai oleh warga yang menjaminkannya. c.1. Lemari. Pengadaan Sarana Olah raga dan Kesenian. Beberapa Usaha Produktif yang dilakukan LMDH diantaranya adalah : 1. Penyelenggaraan Hari-hari Besar Nasional.

Buahbuahan. hampir seluruh petani warga MDH (KTH) tidak pernah mendapatkan pupuk dengan harga subsidi pemerintah. pemeliharaan atau penyediaan tenaga kerja tebangan. Industri kecil seperti Kerupuk. pembuatan tanaman. Sayangnya. Makanan. pemetikan daun dan penyulingan kayu putih. banyak yang mendapat pinjaman modal. Penjualan Kayu Bakar dan Arang Kayu. menjadi pilihan usaha produktif beberapa LMDH. kemudian dibagi dua antara LMDH dan Petani. sebagian besar usaha ini belum memiliki jaminan pasar dan harga hasil panennya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ usaha tani. setelah dikurangi biaya pembelian awal. Cincau hitam. Jagung. banyak pula yang dilakukan LMDH. Pengrajin Anyaman Bambu. 4. Pengrajin Ukiran Tunggak Kayu. tenaga sadapan karet dan getah pinus. Kerjasama dengan Perhutani berupa penyediaan jasa borongan. Porang. Budidaya Kapuk Randu. Pisang. kontrak angkutan hasil hutan tebangan. 3. Empon-empon. LMDH dan Petani bersama-sama menjual ternak tersebut dan hasinya. 5. juga menjadi salah satu pilihan LMDH. Jarak pagar dan kepyar. Pengrajin Tahu Tempe. biasanya mendapat jatah 1 – 2 ekor. 6. Sayangnya. wijen dan lebah madu. Setiap Keluarga Tani yang berminat. Budidaya ini dilakukan anggota LMDH (pesanggem) dengan dukungan dana dari LMDH. Penggemukan Sapi dan Kambing menjadi pilihan LMDH karena melimpahnya sumber pakan ternak seperti rumput dan daun-daunan di sekitar hutan. Ubi kayu. 39 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Kerja sama itu berupa. Kopi. Pinjaman Modal Kerja untuk industri rumah tangga (home industri) yang diusahakan warga. Pola bagi hasil maro (50:50) antara LMDH dengan petani pemelihara ternak. Setelah itu. kemudian Petani memelihara ternak tersebut sampai dianggap menguntungkan bila dijual (gemuk). serta Mebeulair. Tebu. LMDH dan Petani bersama-sama membeli Sapi atau Kambing dengan harga yang disepakati bersama. paling banyak diterapkan. 7. Rebung bambu kuning. Nilam. baik di lahan Perhutani maupun lahan di luar kawasan hutan. Mendirikan toko koperasi yang melayani kebutuhan sehari-hari warga MDH sampai pada jasa pelayanan pembayaran listrik. Tembakau. Bubut. Palawija. Biasanya. dilakukan LMDH dalam rangka memanfaatkan potensi lahan di kawasan hutan.

Persewaan kursi dan alat-alat hajatan. atas komoditaskomoditas yang diusahakan oleh petani pesanggem warga MDH. khususnya alokasi usaha produktif masih dibatasi oleh jiwa kewirausahaan masyarakat. cangkang buah.Kembara Tani - 40 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . optimalisasi penggunaan dana tersebut. kayu. Pada dasarnya. Demikian pula dengan terbatasnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. minuman). dimaksudkan agar PHBM secara signifikan dapat segera dirasakan manfaatnya. ada juga yang dilakoni LMDH.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 8. termasuk harga dan pangsa pasarnya. keripik dan kerupuk) Rebung Bambu Kuning (dijual segar) Empon-empon. membuat optimalisasi ruang kelola menjadi potensi yang kurang diperhatikan LMDH. sale. minyak biji. kreativitas sosial ekonomi LMDH dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. jamu. Warga MDH pengguna air bersih ini. Beberapa komoditas yang sebenarnya dapat dijadikan unggulan bagi usaha LMDH dan pengembangan agroindustri diantaranya adalah : Kapuk Randu (serat kapuk. Pengelolaan Air Bersih untuk warga yang diambil dari sumber air dan disalurkan ke rumah-rumah warga. lebah madu) Cincau Hitam (gelatin cincau hitam dan serbuk cincau hitam) Pisang (tepung pisang. 9. serbuk. Jarak Pagar (bio diesel sebagai bahan bakar) . menjadi usaha yang cukup menarik. Warga LMDH dapat memanfaatkan jasa ini dengan harga yang lebih murah dibanding dengan menyewa kepada pihak lain. kemudian membayar rekening air sesuai penggunaannya. khususnya Jahe dan Kunyit (simplisia. Namun demikian.

Rangsangan yang tepat dengan kebutuhan masyarakat akan memperoleh respon dari masyarakat. LMDH-LMDH ‘gemuk’ yang memiliki wilayah pangkuan (wengkon) dengan potensi produksi (kayu) yang masih tinggi dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang besar. Pendekatan Khusus untuk LMDH “kurus” Sinyalemen Ellan Barlian. Meskipun pada bagian lain Ellan mengkritisi bahwa penggunaan dana hasil sharing pada LMDH belum efektif dikembangkan ke arah usaha produktif atau koperasi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Masalahnya adalah bagaimana halnya dengan LMDH-LMDH yang memiliki wengkon dengan produksi (kayu) yang sudah habis dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang kecil? Tentunya. Lantas. Bekerja sama dengan LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. yakni optimalisasi ruang kelola.1 Jarak Pagar di KPH Purwodadi 1. Kreativitas sosial ekonomi seperti dipaparkan dalam bagian sebelumnya. harus jujur diakui. Apa yang dilakukan oleh Widianto. Adm/KKPH Purwodadi. memang dapat berbuat banyak dalam memberikan kemanfaatan PHBM bagi masyarakat. Demikian pula sebaliknya. Widianto memulainya dengan Program Pengembangan Kebun Bibit Jarak Pagar (Jatropha Curcas). KPH 41 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .2. merupakan salah satu solusi atas masalah tersebut. secara umum perilaku masyarakat (desa hutan) dapat dibentuk. telah menunjukan bahwa PHBM memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat (desa hutan). LMDH-LMDH ‘kurus’ ini. Manakala masyarakat menilai stimulus PHBM (misal dengan bagi hasil kayu) akan memberikan keuntungan bagi mereka. menarik untuk dicermati. Adm/KKPH Randublatung. maka pada gilirannya masyarakat akan merubah perilakunya guna mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut. tentang keterkaitan antara perubahan perilaku masyarakat (desa hutan) dengan manfaat stimulus PHBM yang dirasakannya. kesulitan untuk melakukan kreativitas sosial ekonomi seperti yang dilakukan oleh saudaranya LMDH-LMDH yang ‘gemuk’. menjadi kunci dari optimalisasi ini. apakah akan dibiarkan menunggu pohon tumbuh dan ditebang? Sementara fakta signifikasi manfaat PHBM bagi MDH mendesak untuk segera dibuktikan. diarahkan dengan cara pemberian rangsangan (stimulan) yang sesuai dengan kebutuhan mereka. diubah. Kemampuan untuk memadukan antara peluang usaha dengan potensi lahan (ruang kelola) yang dilakukan LMDH. maka program akan ditolak.2 Optimalisasi Lahan / Ruang Kelola 3. Menurutnya. manakala PHBM (melalui bagi hasil kayu) tidak memberikan manfaat yang signifikan kepada masyarakat.

Selain masih mempunyai lahan kosong seluas 4. Dengan sifat Jarak Pagar yang dapat tumbuh pada kondisi lahan marginal.7 hektar yang direncanakan akan selesai direhabilitasi sampai dengan 2008. Pasalnya. “Nilai sharing hasil produksi yang mereka terima kecil sekali. sangat berkepentingan dalam pengembangan tanaman ini. Brati Kab. Widianto menuturkan tentang pentingnya optimalisasi ruang kelola dalam implementasi PHBM. 2. karena tanaman ini memiliki rendemen minyak sampai 40 % dan mudah ditanam. pengembangan tanaman ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. sehingga Perhutani dapat lebih diterima oleh masyarakat dan stake holder secara luas. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan tertentu secara ekologis tidak dapat berfungsi dengan baik dan perlu adanya vegetasi untuk menutup area. dan optimalisasi ruang kelola adalah salah satunya” jelas Adm/KKPH yang dikenal ‘gaul’ oleh anak buahnya ini. bahkan di lahan-lahan kritis sekalipun.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Purwodadi membuat Kebun Bibit sebagai sumber perbanyakan Stek untuk pengembangan program. Kec. 42 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . KPH Purwodadi yang dipimpinnya berinteraksi dengan LMDH-LMDH ‘kurus’ dengan nilai sharing yang kecil-kecil. maka fungsi ekologis secara bertahap dapat diperbaiki. Tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kreativitas seperti yang lainnya. Kedua. Grobogan. “Pengembangan Jarak Pagar dengan melibatkan secara aktif LMDH ini. Menurutnya. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan yang menjanjikan dalam program penanaman Jarak Pagar ini. tanaman Jarak Pagar mempunyai potensi tinggi sebagai biodiesel dan dapat dikembangkan sebagai energi alternatif. sehingga dalam implementasinya harus didekati dengan cara yang khusus. Pertama. selain sebagai bagian dari peran sosial yang harus diembannya dalam mensukseskan program energi nasional.324. Kebun ini dijadikan sebagai Starter dan Stimulan pengembangan. Perhutani sebagai BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola hutan di Jawa dan Madura. Mengapa Jarak Pagar yang dipilih? Widianto menyebut dua alasan pokok mengapa komoditas Jarak Pagar yang diandalkannya dalam membantu MDH dalam mewujudkan tujuan implementasi PHBM. di beberapa tempat secara sporadis terdapat pula lahan kritis yang tidak dapat direboisasi. juga merupakan perwujudan dari program PHBM” ujarnya seraya berharap program ini dapat mengangkat citra perusahaan (corporate image). menjadi sumber energi bagi kebutuhan internal Perhutani dan masyarakat di sekitar hutan. Peluang Jarak Pagar sebagai Komoditas Unggulan Ditemui di kebun bibit tanaman jarak pagar yang dikelola oleh LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan.

43 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . sebanyak 60 orang ketua dan pengurus LMDH telah melakukan study banding ke PT. maka petani hanya akan mendapatkan hasil panen setara dengan Rp 2. Pengakuan Karmadi sungguh sangat mengagetkan. 1 Tahun 2006. pemupukan.5 juta – Rp 7. Program ini pun telah mendapatkan tanggapan serius Presiden. Kondisi yang dialami Jumadi dan LMDH lainnya dalam hal penanaman Jarak Pagar ini. panen. LMDHnya bermaksud mengolah sendiri biji jaraknya dan menjualnya sudah dalam bentuk minyak. untuk mendukung program tersebut. RNI untuk mendirikan pabrik pengolahan biji jarak menjadi biodiesel di Ngaringan Wirosari Kab. “Harga yang ditawarkan kepada kami murah sekali.. 3. 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden No. dimana Presiden telah menginstruksikan kepada 13 menteri dan seluruh Gubernur untuk mengembangkan minyak jarak. atau rata-rata sebesar Rp 5 juta per hektar per tahun. menanam Jarak Pagar tidak memerlukan pengetahuan khusus. dirinya bersama warga MDH sangat berharap. biaya produksi. PT. RNI dan beberapa pihak yang sempat dihubunginya mematok harga sebesar Rp. Padahal. jangan seperti yang sudah-sudah” tandasnya seraya menyebutkan. Harga yang Tidak Menggairahkan Sementara itu. Secara bertahap. Pantas saja apabila Jumadi dan Karmadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan dari program penanaman Jarak Pagar ini. kami ingin ada jaminan pembelian hasil panen yang jelas. sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh LMDH. bisa sampai 40 – 50 tahun. Grobogan. pemeliharaan. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). tentang kebijakan energi. Pasalnya. Namun demikian. sehingga saya khawatir dengan harga itu masyarakat akan menolak menanam karena dianggap tidak menguntungkan. Muh. Jarak Pagar ini dapat menggantikan tanaman palawija karena umurnya yang cukup panjang. handling dan bagi hasil produksi. Widianto dan Team KPHnya tengah merintis pembuatan Kebun Bibit Tanaman Jarak Pagar.5 juta per hektar. Hal ini terkait dengan rencana PT. Pasalnya. Selain itu. dapat mengancam program yang telah dijadikan Gerakan Nasional dengan target luas tanam 10 juta hektar lahan kritis. apabila memungkinkan. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Saat ini. Jumadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan program ini yang diakibatkan oleh rendahnya nilai jual biji jarak. Jumadi Ketua LMDH Ngudi Makmur didampingi sekretarisnya Karmadi. menuturkan keyakinannya bahwa pengembangan tanaman Jarak Pagar ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. tanaman Jarak Pagar ini terus disosialisasikan kepada LMDH. dengan harga Rp 500 per kg biji kering dan potensi produksi sebesar 5 – 15 ton per hektar setelah usia tanaman 5 tahun. Itu pun belum dikurangi susut bobot. 500 per kg biji kering. terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. Bahkan.

kemampuan untuk memadukan aksesibilitas terhadap informasi pasar. Jika tidak. belum adanya jaminan pasar dan harga yang layak ini menyulitkan dalam meyakinkan petani untuk mau menanamnya. “Harus ada yang mensuplai kebutuhan itu. merupakan syarat pokok yang harus dimiliki Perhutani dan LMDH dalam melakukan optimalisasi ruang kelola.Kembara Tani 44 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . KPH Purwodadi memiliki potensi lahan seluas 142 hektar yang siap dijadikan kebun bibit untuk memenuhi kebutuhan stek tanaman. Pasalnya. menurutnya. kembali pemerintah akan dianggap memberikan angin surga yang berakhir dengan kekecewaan petani? Widianto mencemaskan hal tersebut. Oleh karena itu. Padahal. petani masih trauma dengan program-program budidaya yang dikendalikan pusat. Menurutnya. Bagaimanapun. Bagi Perhutani sendiri. Mencermati hal tersebut. malah harga anjlok dan bahkan tidak laku. tidak heran apabila kemudian Jarak Pagar ini akan dijadikan komoditas unggulan KPH Purwodadi. Saat ini. Pasalnya. kendala program Jarak Pagar tidak terletak pada sisi budidaya dan pengembangannya. manfaat PHBM tidak akan pernah benarbenar dapat dirasakan oleh masyarakat (desa hutan). Atau.500 pohon per hektar (jarak tanam 2x2 m). dalam jangka pendek akan lebih menguntungkan. diperlukan tanaman (bibit) sebanyak 25 milyar pohon. bila pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk mengatasinya. akankah dua sasaran itu dapat tercapai? Atau. Apabila melihat rendahnya nilai jual biji jarak seperti yag dituturkan Jumadi. Gubernur NTB sudah mengeluarkan surat keputusan yang melarang (bibit) stek Jarak Pagar di wilayahnya keluar dari NTB yang selama ini menjadi sumber tanaman” jelasnya. tetapi pada tidak adanya jaminan pasar dan harga yang menggairahkan petani. Pada tahap selanjutnya. LMDH Ngudi Makmur memiliki 200 ribu pohon sebagai sumber stek di lahannya. untuk memenuhi target 10 juta hektar dengan asumsi populasi sebanyak 2. Peluang ini. teknologi pengolahannya dan potensi lahan yang dimiliki menjadi sebuah peluang usaha bersama. . dua sasaran sekaligus ingin dicapai yaitu penanggulangan kemiskinan dan penyediaan sumber energi terbarukan untuk mengatasi krisis BBM di masa kini dan masa yang akan datang. Widianto lebih mengarahkan penanaman Jarak Pagar yang dilakukan LMDH sebagai Kebun Bibit yang menyediakan stek bibit untuk dijual. seperti cengkeh misalnya yang ternyata justru menyengsarakan petani. seperti komoditas mengkudu dan mahkota dewa yang setelah dikembangkan secara besar-besaran.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Melalui program tersebut. teknik budidayanya. Kebun bibit itu menjadi starter sekaligus percontohan bagi pengembangan Jarak Pagar bagi MDH di wengkonnya.

Sudarto segera menangkap peluang itu. Sudarto yakin bahwa nilai sharing yang akan diterimanya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil pemanfaatan lahan diwengkonnya. Sebuah prasangka yang baik. Para pengurus LMDH kemudian berembug untuk mencari jalan keluarnya. konsep itu merupakan sebuah pemikiran baru. mencoba merubah komoditas yang biasa ditanam para pesanggem dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. tidak saja dari hasil produksi kayu tetapi juga pemanfaatan lahan yang ditanami sesuai dengan keinginan masyarakat. lanjut Sudarto. Dan boleh percaya atau tidak. Pengurus dipilih dari para pesanggem dan tokoh-tokoh desa yang peduli terhadap kelestarian hutan. Sudarto didampingi Hadi. Pasalnya. Setelah yakin. LMDH Aman Sentosa berhasil dibentuk dan diaktenotariskan. Hasilnya. optimalisasi lahan gaya Ketua Paguyuban LMDH se-KPH Pati ini. tanaman kapuk randu menjadi harapan bagi kas LMDH. Ketua LMDH Aman Sentosa Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.2.000 pohon kapuk randu yang ditanam secara bertahap di sepanjang tepi sungai dan tepi hutan. menuturkan awal mula berdirinya LMDH yang pernah meraih juara pertama tingkat Unit I itu. masyarakat kurang yakin terhadap niat Perhutani untuk berbagi. kalau dulu masyarakat desa hutan hanya melihat. Dengan fasilitasi Perhutani. Alhasil. Di wengkonnya terdapat lebih dari 9. memanfaatkan lahan untuk sesegera mungkin menunjukan dampak PHBM kepada masyarakat desa hutan. potensi tegakan yang ada di wengkonnya tidak akan mungkin memberikan nilai sharing yang tinggi dalam waktu yang cepat. upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat bila menunggu sharing hasil produksi kayu. mampu menghasilkan aliran dana dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH.2 RINDU MENUNGGU KAPUK RANDU “Nunggu sharing? No Way!” ujar Sudarto. Pasalnya. Hasil pengamatan inilah yang kemudian melahirkan kebijakan dasar Menurutnya. lanjut Sudarto. Selain porang. semua berawal dari konsep PHBM yang ditawarkan Perhutani dalam sosialisasinya. menginventarisir sumberdaya hutan yang masuk dalam wengkonnya. Faktanya. “Bagi masyarakat. Hal pertama yang dilakukan pengurus. Ditemui di SD yang dipimpinannya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. sekarang turut terlibat dan menikmati hasilnya” jelas penyuluh swadaya masyarakat ini. diperlukan cara yang tepat dan cepat dalam optimalisasi ruang kelola. Awalnya. Indica (DC) Bakh). 45 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Menurutnya. seksi reboisasi LMDH Aman Sentosa. “Komoditas ekspor seperti porang menjadi pilihan” tutur Sudarto. semua itu hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var.

LMDH Amana Sentosa telah menanam randu yang dititipkan kepada pesanggem sebanyak 9.000 pohon saja. Meskipun menyodorkan data dengan hitungan yang berbeda. menanam randu termasuk mudah dan hasilnya tinggi. AWAS TANAMAN BERACUN. Jono sependapat bahwa tanaman kapuk randu sangat prospektif sebagai sumber pendapatan LMDH. itu akan berlangsung terus secara rutin selama daur randu yang bisa mencapai umur 30 – 50 tahun. setiap pohon famili Padahal. akan menghasilkan Rp 350. Hal yang sama dikemukakan Jono. Apabila diambil rata-rata per pohon menghasilkan Rp 250. Harga per kilo berkisar anatara Rp 1. Kecamatan Margorejo. dipanen satu tahun sekali dan hasil panennya dibagi dengan pola. LMDH Aman Sentosa dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Pengembala sering mengambil daun randu untuk pakan kambingnya. LMDH Sumber Rejeki memiliki 4. kami akan memiliki sumber dana yang relatif lebih besar dibanding sharing. seraya menyebutkan dirinya sudah memasang papan peringatan berbunyi. tutur Sudarto. Artinya. Bahkan. Kapuk randu menurut Sudarto. “Hamanya hanya orang Mas. Bombacaceae itu. Kabupaten Pati. dijamin kambing yang makan daun itu pasti mati” ujarnya tertawa. Berdasarkan pengalamannya sebagai petani randu yang biasa dalam bisnis tanaman industri serat ini. agar pengembala tidak mengambil daun randu untuk ternaknya. Dengan dana segar sebesar itu.000. Padahal. sehingga kalau daunnya diambil untuk pakan kambing. kalau tebasan hanya laku Rp 150. “Tapi. Desa Banyuurip.000 pohon randu yang merupakan hasil tanam tahun 2004. bisa menghasilkan buah randu sebanyak 140 kg. laku dijual dengan harga Rp 2. hitungannya menembus angka Milyaran rupiah untuk setiap tahunnya.000 – Rp 500. Buah berbentuk kapsul itu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Menurut Hadi.000 pohon. penebas itu bisa menghasilkan sebesar Rp 300.000. Tapi saya akali dengan granule. menurut Hadi.500 sampai Rp 1. 46 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Satu pohon randu. Dan. Usut punya usut. 70 % untuk LMDH dan 30 % untuk Perhutani. satu pohon randu menghasilkan 200 kg buah. dengan 4. Sedangkan pesanggem yang dititipi randu oleh LMDH mendapat bagian dari LMDH yang besarnya tergantung dari jumlah pohon dan keberhasilannya menjaga pohon tersebut.900.000 per pohon.000 setelah menunggu selama enam bulan” jelasnya. Untuk dua tahun ke depan. Menurutnya. dana tersebut ternyata dari hasil panen randu. Optimalisasi ruang kelola telah terbukti memberikan hasil yang lebih tinggi bagi LMDH dibandingkan dengan sharing hasil produksi. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki. akan mengalirkan dana sebesar Rp 1 Milyar per tahun ke Kas LMDH.500/kg.

lanjut KSS PHBM peraih penghargaan terbaik se Unit I ini. makanya ditanam di tepi-tepi sungai. Soni Diantoro. ‘mantri randu’ LMDH Aman Sentosa. Keempat. Kapuk randu adalah salah satu komoditas yang dipilih oleh masyarakat. termasuk tanaman konservasi. dan Kelima. Selain itu. Sementara itu. kami belum tahu cara mengolah biji kapuk randu menjadi minyak dan pasar hasil produksinya nanti “ ujarnya diujung perbincangan. masyarakat juga menganggapnya menaungi ketela yang jadi tanaman pokoknya. masyarakat Pati sudah sejak lama bergelut dengan randu. harga buah randu relatif lebih stabil dengan pangsa pasar yang terjamin. Kapuk randu. Permintaannya terus meningkat” papar Soni seraya menyebutkan. Menurut Soni. bijinya pun dapat menghasilkan minyak. Kedua. Padahal permintaan kapuk terus meningkat. Ketiga. Jono. mudah dibudidayakan. menyebutkan prospek komoditas ini sebagai basis bisnis LMDH. harga kapuk tinggi” jelasnya. terus prospektif menjadi satu-satunya cara mempercepat dampak PHBM terhadap masyarakat. meningkat” paparnya. “Saat ini. membenarkan prospek kapuk randu ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan. LMDH di wilayah KPH Pati termasuk LMDH dengan sharing kecil. Menurut Hadi. “Selain itu. Perhutani 47 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pangsa pasarnya terbuka luas. masyarakat lebih memilih kasur kapuk randu dibandingkan berbahan busa atau serat berbahan sintesis lainnya. permintaan kapuk untuk kasur. harga kapuk randu relatif lebih stabil. Menurutnya. memberikan keuntungan lain berupa industri lebah madu bagi masyarakat. memiliki beberapa keunggulan. KSS PHBM KPH Pati. Menurut Jono. Optimalisasi ruang kelola dengan memilih komoditas yang Soalnya. Namun. selain mudah tumbuh. Karaban sebagai pusat kapuk randu. waktu panen lebih singkat (5 tahun) dengan daur pohon bisa mencapai 50 tahun. Sudarto berharap. Jika Karaban panen. merupakan station market yang menjamin penyerapan hasil panen kapuk randu. banyak pohon randu yang ditebang karena kebutuhan kayu untuk pembangunan. “Dari Karaban itu. di sana menerima buah kapuk dengan jumlah tak terbatas. Pengembangan selanjutnya dari kapuk randu ini. hampir ke setiap propinsi di Jawa. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki yang juga “pemain” kapuk randu. bantal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 1. “Kapuk dikirim ke Karaban. LMDH Aman Sentosa dapat mengolah sendiri buah kapuk randu dan mendistribusikannya langsung kepada konsumen di luar daerah. kapuk randu menyebar kemana-mana. yakni : Pertama. “Lebih empuk dan hangat” ujarnya tersenyum. Prospektif Kapuk randu memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan LMDH. jadi randu yang ditanam di lahan masyarakat semakin berkurang.

upaya untuk mempercepat berputarnya roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jadi. “Tidak ada instruksi. dapat dilakukan secara terus menerus dengan jaminan kontinuitas pasokan dana yang relatif lebih stabil kepada kas LMDH hingga akhir daur hidup randu. Semilir angin mengiringi senyumku tetkala melaju meninggalkan Pati menuju Semarang.Kembara Tani - 48 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . . berwarna hijau. LMDH-LMDH berkategori “kurus” dapat melakukan kreativitas sosial ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh LMDH-LMDH ‘gemuk’. Ada rindu yang menggantung di kelopak bunga randu. kami hanya mengarahkan bahwa pemilihan komoditas harus mempertimbangkan aspek pasar. Meninggalkan Guwo. sebagian berwarna tua kecoklatan dengan gumpalan putih serat kapuk bertabur bulir biji hitam. panjang dan keras. Selamat Berjuang Sahabat ! Tuhan telah memberikan berkah lewat hutan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menyerahkan sepenuhnya pemilihan komoditas ini kepada LMDH. NASHA melaju perlahan. lonjong. Bahkan. menyembul dari cangkang yang membuka. melambai di ujung tangkai yang panjang. Daun majemuk menjari dengan 5-8 anak daun. Di kiri kanan jalan ku lihat pohon kapuk randu tegak dengan gagahnya. baru kemudian budidayanya” ujarnya menutup perbincangan. Buah berbentuk kaspul. Dengan dana segar sebesar itu. berhiaskan bunga putih kekuningan yang menggantung. mulailah dengan pasar. Rindu menyaksikan geliat kesejahteraan masyarakat di tepi hutan dengan baris tegakan kapuk randu. Percabangan mendatar seperti jeruji roda pedati. Jangan biarkan berkah itu berubah menjadi musibah.

tandan pisang itu tengah menunggu jemputan truk yang akan membawanya ke pasar Kecamatan Juwangi. jalan dari pertigaan itu menuju sekretariat LMDH Wana Lestari. NASHA aku parkir di depan sebuah toko kecil. pemandangan itu terus terulang entah sejak kapan dan sampai kapan. Disodorkannya tandan pisang yang berisi 7 – 10 sisir itu. tidak mungkin dilalui oleh motor roda 3. menuturkan banyak hal tentang pisang yang dihasilkan warga masyarakat Sambong yang menjadi anggotanya. Dindingnya penuh dengan papan organisasi. tapi tetap saja tidak membantu. Kira-kira seratus meter dari pertigaan jalan. Sarat dengan tumpukan tandan pisang hingga melebihi batas baknya. jalan menuju LMDH yang dipimpin Sugeng Sudjiwo. Memasuki pemukiman masyarakat desa hutan Sambong. Jalan tanah bergelombang dengan lubang-lubang memanjang yang cukup dalam. Meja panjang dengan kursi-kursi kayu berjejer di sisi kiri ruangan. merupakan pemandangan yang kusaksikan sepanjang perjalanan. bergerombol perempuan desa setengah baya dengan tandan pisang di tangannya. tampaknya sudah terbiasa dan lumayan akrab dengan medan seperti itu. Untuk saja. sebuah truk menghalangi laju motor kami.3 PISANG. Disamping truk. “Nanti malah gak bisa pulang” ujarnya khawatir dan aku pun menyerah berpindah keboncengan salah satu mandor yang menjadi ‘tukang ojeg’ dadakan. Pasalnya. Ketua LMDH Wana Lestari. memang rusak parah. peta pangkuan. 1. Satu stel kursi tamu sederhana tampak di pojok ruangan di samping lemari kayu berisi berkas-berkas organisasi. Tandan pisang yang bertumpuk di depan rumah sederhana berdinding kayu dan bambu milik masyarakat Sambong. KSS PHBM KPH Telawa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. papan kegiatan dan informasi-informasi lainnya. Padahal. tepat di pertigaan menuju Desa Sambong. Truk itu berada tepat di tengah jalan cor beton yang membelah pemukiman. kepada seorang lelaki muda di atas truk. Sugeng Sudjiwo. ANTARA TELAWA DAN SEMARANG (Bersulam Rebung Bambu Kuning) Atas saran Hadi Prayitno. terbentang di hadapanku. Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Intonasi suaranya 49 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . aku baru paham mengapa Hadi melarangku membawa NASHA ke lokasi. Setiap hari pasaran wage dan legi. Ternyata.2. NASHA adalah motor roda 3 yang aku desain khusus utuk dapat melaju di segala medan. Rupanya. Beberapa diantaranya bertambal batu koral. grafik. Jutaan Rupiah Lewat Depan Rumah Sekretariat LMDH Wono Lestari berupa sebuah rumah dengan ruangan tanpa sekat yang cukup lapang. sang pengemudi memiliki keahlian khusus.

000 – 100. penghasilan pokok warga Sambong adalah pisang.000 pohon pisang. Penghasilan lainnya dari palawija. “Pisang itu penghasilan harian warga disamping mencari kayu bakar untuk dijual. karena memang sudah terbiasa dan tidak signifikan membuat sebuah perubahan” ujarnya menjelaskan. masyarakat tidak melihat hal tersebut sebagai kontribusi kami. “Jadi. gak pernah mampir” ujarnya tertawa.000) atau sekitar Rp 48 juta per bulan. Setiap pasaran. maka nilainya setara dengan Rp 600 juta – Rp 1 Milyar. Artinya. Hanya saja. dengan harga penjualan rata-rata Rp 10. Menurut Sugeng.000.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kadang meninggi. karena kalau lebih akan mengganggu tanaman pokok” jelasnya. kadang lirih. Semarang. tidak 50 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 2. maksimal 5 pohon.000. nilai sebesar itu belum cukup untuk memutar roda perekonomian desa lebih cepat. “Saya tidak tega mengambilnya.000. pisang Sambong menyebar ke Solo. khususnya jagung setiap 3 bulan sekali” jelasnya. sebetulnya memiliki prospek yang cukup baik sebagai sumber kas LMDH. untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya saja tidak pernah cukup. Potensi terpendam Hadi Pratiknyo. apalagi jika dikurangi untuk LMDH” ujarnya perlahan. LMDH tidak memungut sepeser pun dari aliran dana pisang tersebut. lanjut Hadi. Terkadang. Satu tandan pisang dihargai rata-rata Rp 10. Apabila dikonversi dengan nilai uang. “Nilai yang cuikup tinggi. Hal tersebut merupakan kontribusi langsung Perhutani kepada masyarakat. Ditanya mengapa LMDH tidak mendapat bagian. tergantung jenis dan jumlah sisirnya. pisang yang ditanam masyarakat di lahan Perhutani. dana sebesar itu hanya lewat saja di depan sekretarian ini. Uang hasil penjualan pisang itu. Sugeng tampak diam sejenak.000 rumpun. Sugeng mengaku. “Tiap rumpun terdapat 3-5 pohon. Pasar Juwangi yang ramai setiap hari pasaran wage dan legi (2 kali dalam kurun 5 hari) adalah satu-satunya penyerap hasil panen pisang. Jika setiap pasaran dikirim rata-rata 400 tandan dengan harga rata-rata Rp 10. Jogja dan kota-kota lainnya. lanjut Sugeng. maka setiap lima hari sekali dana yang mengalir ke Sambong sebesar Rp 8 juta (2 kali pasaran x 400 tandan x Rp 10. Dari pasar itu. Potensi yang ada di wengkon LMDH Wana Lestari tidak kurang dari 20. Hadi sangat menyadari. terkadang pula seperti tidak mampu menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi warganya itu. Hening pun menyelimuti ruang sekretariat yang sekaligus rumah pribadinya itu. LMDH saat ini memiliki potensi sebanyak 60. Kreativitas sosial ekonomi yang dilakukan oleh LMDH dengan sharing besar. KSS PHBM KPH Telawa menuturkan. PHBM harus membawa dampak yang sangat nyata bagi masyarakat. 300 – 500 tandan pisang dikirim ke pasar Juwangi.

Selisih penjualan itu yang digunakan LMDH untuk mengisi kas dan membangun desa” harap Sugeng seraya menyebutkan keinginan untuk mengembangkan industri rumahan berbahan baku pisang. walau pun sebenarnya pendapatan mereka itu ya juga hasil PHBM” ujar Sugeng membenarkan ucapan Hadi. Tapi. Bahkan. Pada 1993. menunjukkan bahwa neraca ekspor-import untuk komoditas pisang ini terus menerus mengalami penurunan yang sangat tajam. Namun. Perlu Bapak Angkat Data dan Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 2004.887 ribu ton.917 ribu ton dan nilai impornya hanya 0. dalam kurun waktu 10 tahun kemudian (2003). “Selama ini kan yang beli itu tengkulak. PHBM akan dirasa mengurangi pendapatan masyarakat. Namun. Kendala pokok yang dihadapi LMDH. kalau LMDH bisa menjual langsung. jika dipaksakan justru akan dirasakan sebagai beban baru oleh masyarakat. sale pisang atau bentuk lainnya. menurut Hadi adalah lemahnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. LMDH memiliki kearifan lain dalam upaya meraih dampak positif dari implementasi PHBM. 3.8 juta atau setara dengan 56 juta rupiah setahun. Mereka tidak mau mengurangi pendapatan yang sudah rutin diperoleh masyarakat dari hasil pisang itu dan mengalihkannya dalam wujud perbaikan sarana jalan misalnya” papar Hadi. Padahal. lanjutnya.03 ribu ton saja. Jika LMDH mendapat keuntungan Rp 1. Sugeng pun berharap dapat mengolah pisang menjadi bentuk lain agar memiliki nilai tambah. mengelola hasil panen mereka dan menjualnya langsung kepada pedagang besar. nanti malah LMDH dianggap beban.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ mungkin dilakukan oleh LMDH di wilayah KPH Telawa. “Iya Mas. “Apalagi apabila bahan baku tersebut diolah menjadi keripik pisang. sebulan akan diperoleh Rp 4. Desember 2004. nilai ekspor pisang tersebut 51 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . kita hitung dari hal yang kecil saja yaitu selisih harga penjualan tandan pisang. Komoditas pisang adalah salah satu komoditas yang memiliki prospek itu. sehingga neracanya bernilai 24.000 saja per tandan. Departemen Pertanian RI. maka tiap 5 hari kas LMDH akan terisi 800 ribu rupiah. “Masalahnya. “Bahan baku yang berlimpah itu tidak dapat memberikan nilai tambah bagi LMDH” ujarnya menyesalkan. harga yang diterima bisa lebih tinggi. Meskipun potensi ke arah itu cukup esar. Sugeng mengaku tidak menguasai teknologi dan pangsa pasar hasil olahannya kelak. Jalan keluar satu-satunya. lanjut Sugeng. makanya harganya murah. nilai ekspor pisang sebanyak 24. kalau mungin menjadi tepung pisang sebagai bahan baku industri penghasil makanan bayi” tutur Hadi bersemangat. Menurutnya. yang diterbitkan oeh Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. teknologi dan permodalan.

Kerupuk Pisang 2 buah. sedangkan nilai impornya justru malah naik lebih dari 18 kalinya. sehingga neracanya minus 0. menunjukan pangsa pasarnya dan menyediakan permodalan yang dibutuhkannya. khususnya tepung pisang. Introduksi teknologi pengolahan. konsumsi perkapita pisang sebesar 9. bisa jadi benar-benar memiliki prospek yang cerah. Untuk tepung pisang hanya terdapat 4 buah industri. sehingga masyarakat yang mengkonsumsi buah pisang segar semakin berkurang. menjadi kunci percepatan signifikasi dampak PHBM bagi warga Sambong. nilai ekspor pisang terus menurun dan nilai impornya justru terus menanjak. Bahkan. Nilai tertinggi ekspor pisang kita terjadi pada 1996. menjadi komoditas yang dapat mendongkrak neraca ekspor impor pisang kita. yakni 2 berbentuk perusahaan (CV. masih sangat sedikit. 52 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pada 1996. Uniknya. Setidaknya. Sale Pisang 33 buah. industri pengolahan Keripik Pisang tercatat sebanyak 93 buah. Mulia Donan Mas di Cilacap) serta 2 lagi berbentuk lembaga masyarakat di Kalimanatan Selatan (Poktan Wanita Tani Durian dan Kelompok Maju Bersama).5636 ribu ton.3 ribu ton dengan nilai impor sebesar 0.23 ribu ton. atau produksi buah pisang kita menurun drastis karena petani tidak mau menanam pisang lagi. masalahnya adalah siapa yang dapat mengajari Sugeng cara membuatnya.2447 ribu ton.05 kg dan terus menurun sampai 2002 hanya sebesar 2.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menurun tajam menjadi hanya 0. sehingga memiliki nilai neraca terbesar yakni 102. dalam kasus yang dihadapi Sugeng Sudjiwo dan LMDHnya. aksesibilitas pasar dan permodalan. informasi pasar dan modal. Meskipun di Telawa bahan baku pisang tersedia dan melimpah. Barangkali. Getuk Pisang 7 buah. Namun setelah itu. Tepung Pisang 4 buah.39 kg. Keinginan Hadi dan Sugeng untuk mengolah pisang menjadi penganan yang siap hidang. industri pengolahan berbahan baku pisang di Indonesia. petani kita memandang pisang sebagai komoitas yang tidak menguntungkan. yakni 0. Banyak hal bisa dijelaskan dari angka-angka ini. Kue Pisang 2 buah dan Dodol Pisang 1 buah. Pasalnya. mencapai nilai 102. menunjukan bahwa optimalisasi ruang kelola (lahan) masih harus diikuti oleh stimulan lainnya seperti teknologi. Mura Jaya Seraya di Palembang dan PT. Departemen Pertanian RI. Mulai dari anggapan bahwa bangsa kita sudah tidak suka lagi makan pisang.0669. banyaknya produk olahan berbahan baku pisang.3189 ribu ton. Berdasarkan data Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. penurunan nilai neraca ekspor impor pisang itu pun ternyata diiringi pula oleh turunnya konsumsi perkapitanya. khususnya mengolahnya menjadi tepung pisang. Sehingga neraca pisang kita terus melorot sampai puncaknya pada 2003 yang menunjukan nilai minus.

di wengkonnya terdapat kurang ebih 25. Dengan adanya industri yang mengolah pisang menjadi bentuk lain yang dibutuhkan pasar. Hampir setiap hari. Atau. Padahal. lanjut H. Pondok Pesantren Giri Kusumo. Bahkan. Setelah berumur 1 tahun. Menurut H. Tidak enak. LMDH sangat perlu sumber pemasukan bagi kas” paparnya. Naim. Naim menuturkan hal yang sama dengan Sugeng. Naim yakin roda perekonomian desa akan lebih cepat berputar.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sepertinya. khususnya pemerintah daerah setempat. Pasalnya. Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. baru dapat diambil rebungnya. Menurutnya. Naim seraya menunjukan rebung di salah satu rumpun bambu kuning miliknya. 53 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bambu kuning ditanam pesanggem untuk diambil rebungnya. “Habis pisang murah sih. yakni menumpangsarikan pisang dengan bambu kuning. Bedanya. pisang-pisang milik pesanggem ini dibawa tengkulak ke Semarang. 4. Naim sudah melangkah dengan solusi temuannya. Didampingi Budi. “Selain itu. juga akan membuka lapangan kerja bagi penduduk di sini” ujarnya yakin. Menurutnya. seharusnya dapat dengan leluasa mengambil peran dalam optimalisasi ruang kelola ini. H. warga sini juga. saat ini banyak petani yang mencoba mengganti pisang dengan bambu kuning karena harganya relatif lebih baik dan memberikan pendapatan lebih besar bagi pesanggem. “LMDH tidak mengambil apa pun dari hasil panen pisang ini. LMDH pun akan memiliki pemasukan dengan tanpa merebut lahan usaha orang lain yang sudah berjalan. Diganti Bambu Kuning Sugeng ternyata tidak sendirian. Naim. Lama kelamaan. H. Desa Banyumeneng. tanaman pisang akan hilang sendiri tergantikan bambu kuning. kecuali kalau ada industrinya” tandasnya.000 pohon pisang. sudah ada yang mulai panen. Satu rumpun bambu ratarata terdapat 3 batang. KSS PHBM KPH Semarang. “Dulu. Saat ini. ternyata juga dihadapi oleh H. Masalah yang dihadapinya. Ketua LMDH Giri Indah Makmur. untuk menampung hasil panen pisang pun LMDH tidak melakukannya. sekitar 4 andil” jelas H. stakeholder yang disebutkan dalam konsepsi PHBM. lahan yang tersedia cukup untuk menjamin pasokan bahan baku. Lain halnya. Banyumeneng memang terkenal penghasil rebung bambu. menjadi sebuah harapan bagi percepatan signifikasi dampak PHBM. kalau LMDH punya pabrik pengolahan pisang. Selain dapat meningkatkan nilai jual hasil panennya. adanya bapak angkat yang dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki LMDHLMDH. tambahnya. panen dilakukan seminggu 2 kali sebanyak 20 kg dan dijual dengan harga Rp 2000 per kg. wong yang biasa nampung pisang dan membawanya ke Semarang itu ya tetangga sendiri. Naim. H. Saya takut malah akan jadi masalah.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
Di lahan yang digarapnya, tampak tanaman pisang berpadu dengan rumpun bambu kuning di sela-sela tanaman jati. Sebagian lainnya, tampak hamparan kunyit di bawah tegakan jati berumur 3 tahun. Teknik tumpangsari yang dilakukan H. Naim ini, ternyata terbukti tidak mengganggu tanaman pokok jati. “Malah memperkuat, kuncinya adalah menanam pisang atau bambu kuning setelah tanaman jati berumur 1 tahun dan jangan lebih dari 3 – 5 pohon per rumpun” ujarnya menjelaskan. Budi menuturkan, dulu tanaman pisang dan bambu kuning dilarang karena takut mengganggu tanaman pokok. Tapiu, apa yang terjadi dilahannya H. Naim, mematahkan

kekhawatiran itu. “Karena masyarakat menghendaki menanam pisang dan bambu kuning, serta terbukti tidak mengganggu tanaman pokok, akhirnya ya diijinkan” papar Budi. 5. Suling Kayu Putih Sendiri Introduksi teknologi bagi LMDH ternyata telah dilakukan oleh KPH Telawa. Narto, Ketua LMDH Wono Mulyo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, memaparkan hal tersebut. Menurutnya, anggota LMDH yang dipimpinnya diberi kesempatan penyulingan daun kayu putih milik KPH Telawa. “Kami punya alat suling sendiri yang dibuat secara swadaya” jelasnya. Diawali oleh kontrak kerja antara LMDH dan Perhutani, LMDH menyiapkan 3 tempat penyulingan dengan 6 buah ketel (alat penyulingan dari besi), berkapasitas 4,5 ton daun. “Hasil penyulingan berupa minyak kayu putih di setorkan ke Pak Mantri sebanyak 150 – 200 kg per periode. Saat ini kami sudah menghasilkan 1,5 – 2 ton minyak kayu putih” papar Narto. Dari tiap kg minyak yang dihasilkan, LMDH mendapat jasa sebesar Rp 18.150 dipotong PPN 6 %. Dalam satu tahun, LMDH mendapat hasil sebesar Rp 36 juta. Saat ini KPH Telawa memiliki 143 hektar tanaman kayu putih dengan produksi sebesar 230 ton daun per tahun. Pengembangan selanjutnya direncanakan seluas 3000 – 4000 hektar sampai tahun 2012. Menurut Hadi, kayu putih akan mencapai BEP pada tahun ketujuh dengan catatan tidak melakukan investasi. “Penyulingan biar dilakukan oleh LMDH dengan

pengawasan standarisasi proses dari kami” tuturnya. Selain itu, upaya ini pun dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi LMDH, pendapatan masyarakat dan sebagai bagian dari reboisasi dan recovery. Sementara itu, Sulis, pelaksana operasional penyulingan menuturkan, bahan baku belum maksimal, sehingga alat peyulingan hanya digunakan 4 - 5 bulan dalam setahun. “Rencananya, akan diperluas sampai 1.000 hektar pada 2008. Bila benar terbukti, maka kami akan

mendapatkan jasa sekitar Rp 216 juta per tahun” jelasnya. Namun, Sulis mengaku khawatir 54 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
dengan beberapa hal, yakni kekurangan bahan baku bila LMDH lain yang wengkonnya juga ditanami kayu putih, menghendaki memiliki penyulingan sendiri. Menurutnya, hal itu akan membuat tidak optiumalnya alat karena kurangnya bahan baku. “Kami berharap ada ketetapan yang menunjuk kami kami sebagai penyuling dan yang lainnya hanya mendapat jasa pengambilan daunnya saja” paparnya. Narto dan Sulis menyampaikan keinginan unuk dapat menjual sendiri produk minyak kayu putihnya. Bahkan, bermaksud membuat kemasan dan label sendiri yakni kayu putih Wono Mulyo. Caranya dengan membeli minyak kayu putih berkonsentrasi tinggi hasil sulingannya kepada Perhutani. Hanya saja, mereka mengaku tidak tahu bagaimana cara melakukan

pengenceran dan pengemasannya. Introduksi teknologi, aksesibilitas pasar dan permodalan, kembali menjadi masalah bagi LMDH dalam upaya meakukan optimalisasi ruang kelola. Seperti halnya Sugeng, H. Naim, Narto dan Sulis pun tengah menunggu tahap selanjutnya dari implementasi konsepsi PHBM, yakni sinergitas yang selaras dari semua komponen bangsa, termasuk didalamnya pemerintah daerah dengan keterkaitan program sektor-sektornya, legislatif dengan kebijakan legislasinya khususnya pengalokasian dana dalam APBD untuk LMDH, dan komunitas non goverment dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat desa hutan dan kelestarian alam. Semoga !

- Kembara Tani -

55 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
3.2.4 GULA GUNDIH, MANISNYA TEBU PAHITNYA NASIB PETANI Hamparan tanaman tebu di kaki bukit, membuatku takjub. Hamparan itu bak permadani hijau, tebal dan berkilau tersapu matahari pagi Gundih. Petakan tebu berselang palawija, tampak seperti kotak-kotak hijau yang berjejer di sepanjang punggung gunung Randurejo, Pulokulon, Grobogan. Tepat dipertigaan jalan masuk ke Desa Randurejo, sebuah papan nama bertuliskan LMDH Wana Sejati, menyambutku. Parno, Ketua LMDH, menuturkan bahwa penanaman tebu di lahan kering itu, merupakan kerjasama segi tiga antara Perhutani, LMDH dan Pabrik Gula Gondangbaru Klaten. Ditanam dengan sistem plong-plongan selebar 11 meter untuk tebu dan 11 meter untuk tanaman pokok, berselang-seling sepanjang petak. “Area penanamannya di RPH Pondok dan RPH Ngantru BKPH Panunggalan. Luasnya 130,30 hektar, tapi itu luas baku, luas efektif tebunya hanya 62,9 hektar” ujar Parno. Kerjasama yang dilakukan Parno dengan pabrik gula disepakati untuk lima kali masa tanam. Dan, setiap akhir masa tanam dilakukan evaluasi pelaksanaannya. Menurutnya, masingmasing pihak mendapat bagian sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama agribisnis tebu. Perhutani, lanjut Ketua LMDH yang berprofesi guru itu, mendapat bagi hasil tiap akhir tahun panen yang nilainya tidak sama. Tahun panen pertama, mendapat Rp 200.000 per hektar, tahun panen kedua mendapat Rp 300.000 per hektar, tahun panen ketiga dan keempat mendapat nilai yang sama yakni Rp 400.000 per hektar dan pada tahun panen kelima kembali ke nilai Rp 200.000 per hektar. Sedangkan LMDH, mendapat bagian berupa management fee dengan perhitungan, tahun pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun kedua sebesar Rp 40.000 per hektar, tahun ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 per hektar, dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000 per hektar. Sehingga, total penerimaan LMDH sebesar Rp 11.951.000. “Untuk meningkatkan pendapatan ini, kami sedang mengajukan tambahan luas penanaman sebanyak 206 hektar” ujar Parno. Selain itu, pihak lain yang mendapat bagian dari kerjasama ini adalah stakehoder yang terdiri dari para pembina di lapangan, baik dari Perhutani maupun Pemda cq Dinas Perkebunan dan desa. Perhitungannya, untuk desa bernilai tetap sebesar Rp 5.000 per hektar pada setiap tahun panen. Sedangkan untuk yang lainnya, pada tahun panen pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun panen kedua sebesar Rp 35.000, tahun panen ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000. 56 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

tutur Parno. LMDH harus menyediakan bibit sendiri. Dalam perjanjian tersebut. Industri gula ini hanya menyalurkan saja. Dengan berhubungan langsung. Tingginya biaya pada tahun pertama. molase atau tetes tebu yang selama ini tidak pernah dinikmati petani. pada tahun panen pertama petani nombok. Setelah akhir perjanjian. pasalnya. Tapi hasil akhirnya hanya sekitar 5.8 juta per hektar dengan rendemen sekitar 6. agar tidak tandasnya. Pasalnya. Terkadang. Disamping itu. pupuk dan sewa lahan. karena biaya bibit. seringkali petani dirugikan. lanjut Parno. Sedangkan biaya lainnya. tentunya dengan imbalan. menggunakan jasa pihak lain yang disebutnya investor. bila pabrik gula hanya mendapat upah giling. Paket pinjaman tersebut harus dikembalikan melalui perhitungan sisa hasil usaha atau dipotong dari hasil panennya. selama ini LMDH yang berdiri 18 Juni 2002 ini.5 juta per hektar. modal yang dibutuhkan investasi awal sebesar Rp 7 – 7. Kami hanya akan menjual ke pabrik yang mau membeli dengan harga tertinggi” Hanya saja. setelah dikurangi biaya produksi. “Dengan berhubungan langsung tanpa perantara. garap lahan dan penanaman. tentunya sisa limbah harus menjadi milik petani. 57 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sisa hasil usaha yang diterima petani. Misalnya. Pada tahun panen kedua.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Semua pembagian tersebut sesuai dengan nilainya masing-masing. mendapatkan enam juta. petani mendapatkan untung sekitar 3 juta dan tahun panen ketiga sampai keempat. menurut Parno. harga gula dan penentuan rendemen sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pendapatan petani. Hasil kembali turun pada tahun kelima. “Pabrik gula mendapat upah giling dan petani mendapatkan sisa 60 % dari nilai jualnya” papar Parno. Rendemen itu ditentukan oleh pabrik gula dan kadang bisa dibeli dengan meminta nilai khusus. Biaya yang dibutuhkan hanya pemeliharaan dan pemupukan. lanjut Parno. Menurutnya. merupakan sisa dari nilai penjualan hasil gilingan tebu yang dilakukan oleh pabrik gula. Contohnya. dalam penentuan rendemen. Sedangkan pada tahun kedua dan seterusnya petani tidak mengeluarkan biaya bibit. harga yang kami peroleh akan lebih tinggi. Pabrik gula hanya menalanginya untuk sementara waktu saja. LMDH memang mendapatkan pinjaman untuk biaya garap lahan. tergantung dengan investor atau terikat dengan pabrik gula. Ternyata. nilai pembagian itu menjadi biaya produksi yang ditanggung petani penggarap. Parno mengaku bahwa para petani sudah sanggup menanggulanginya sendiri. diatur dan disalurkan oleh pabrik gula. LMDH juga masih mendapatkan sisa hasil usaha dari pabrik gula setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya. selain mendapat management fee. garap. LMDH akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam membela kepentingan petani. Parno berharap dapat langsung berhubungan dengan pabrik gula. bibit dan pupuk dari pabrik gula sesuai dengan kebutuhannya.

tengah bersiap-siap untuk membuat kebun bibit sendiri. Parno memerlukan suntikan dana sebesar Rp 200 juta.Kembara Tani - 58 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dibutuhkan sebesar Rp 1 juta per hektar untuk bibit tebu. ternyata memang menuntut sinergitas yang selaras dari semua pihak. Dengan kata lain. termasuk pemerintah daerah. Optimalisasi ruang kelola untuk mempercepat dampak PHBM terhadap pembangunan desa hutan. “Dengan catatan. memang lebih bijak daripada meratapinya. Barangkali ada yang mau ngutangi kami Mas ?” tanyanya disusul tawa kami berbarengan. dapat mensuplai kebutuhan 10 hektar tanaman tebu. Perhutani tidak akan mampu menanganinya sendiri” tandasnya. . untuk memenuhi kebutuhan bibit tebu bagi anggotanya sendiri. Parno bersama tim LMDHnya. semua berjalan sesuai dengan komitmen yang dijanjikan dan dilaksanakan bersama-sama. “Dana itu. Di ujung perbincangan. Satu hektar kebun bibit itu. Selamat Berjuang Pak Guru ! Jangan sampai manisnya tebu Gundih terasa pahit di lidah petani penggarap lahan. Atau. berusaha mencari kambing hitam untuk tumbal kegundahan. “Kebun bibit itu dapat menambah penghasilan LMDH dengan cara menjualnya kepada pabrik gula atau ke anggota LMDH yang andilnya ditanami tebu” papar Parno. Hitung punya hitung. Biaya unuk membuat 1 hektar kebun bibit dibutuhkan sebesar Rp 10 juta.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Untuk mewujudkan keinginannya itu. Mentertawakan kesulitan dan masalah yang kita hadapi. Parno menyampaikan keyakinannya terhadap implementasi konsepsi PHBM ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (hutan) Randurejo. untuk 20 hektar kebun bibit tebu.

Institusi yang lainnya adalah Perhutani. menyebutkan bahwa dalam percepatan “membudayakan” PHBM terbangun sebagai suatu sistem. secara berkelanjutan. Dalam perjalanan Kembara Tani. diperlukan adanya peningkatan kapasitas kelembagaan yang terlibat dalam PHBM. Pasalnya. penguatan kelembagaan masih belum opimal dilakukan dan belum maksimal melibatkan stakeholder yang ada. masing-masing institusi tersebut memiliki kepentingan dan alur kerja sendiri (ego sektoral) yang terkadang sulit untuk diselaraskan. dipaparkan potongan-potongan kisah yang berdiri sendiri. LMDH itu sendiri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. apa yang ditemui di lapangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan optimaliasi kelembagaan. Adm/KKPH Randublatung. Pemerintah daerah setempat. pengusaha dan perusahaan swasta). sinergis. dan komunitas bisnis (investor. Sebagai sebuah sistem. menjadi kunci sekaligus energi bagi berjalannya sistem PHBM. dalam konsepsi PHBM hanyalah salah satu institusi dari sekian institusi yang turut berperan dan menentukan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan konsepsi PHBM. banyak ditemukan fakta bahwa betapa sulit membangun apa yang disyaratkan oleh Ellan Barlian tersebut.3 OPTIMALISASI KELEMBAGAAN Implementasi PHBM tidak dapat berhenti pada telah terbentuknya LMDH di setiap desa hutan. 59 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dan pengaturan wahana struktural organisasi yang ada serta adanya suritauladan birokrasi dalam melakukan capasity building. dalam optimalisasi kelembagaan ini. memobilisasikan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut. PHBM menuntut optimalisasi. baik itu Perum Perhutani. dan lembaga terkait lainnya. maka perlu dilakukan pendekatan komprehensif. Kesadaran bahwa kontribusi yang diberikan oleh masing-masing institusi itu memiliki dampak yang signifikan bagi keberhasilannya. Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Goverment Organisation lainnya. sehingga semua penyelenggaraan kegiatan terkoordinasikan dengan baik. Pemerintah Daerah setempat. sebagai sebuah mozaik yang belum selesai. status dan sifat dari masing-masing institusi yang terlibat didalamnya. kelembagaan yang telah dibangun itu dalam pembinaannya masih terasa lambat dan lemah. Masalahnya. optimalisai kelembagaan menjadi tahap yang sangat kritis bagi upaya mewujudkan tujuan dari konsepsi PHBM yang sebenarnya. Ellan Barlian. antara lain melalui pendekatan sistem sosial budaya. Ellan mensyaratkan adanya mekanisme untuk mengkonversikan aspirasi dan kebutuhan objektif masyarakat. Pada bagian ini. Dalam hal pendekatan kelembagaan. Tampaknya. pengakuan dan kejelasan peran. Ellan pun menyebutkan perlunya melengkapi kebutuhan kelembagaan yang ada. Pasalnya. pendekatan pengembangan ekonomi wilayah dan pendekatan kelembagaan. Di sisi lain.

menguatkan tuturannya itu dengan contoh-contoh yang terjadi di lapangan. sehingga SDMnya lebih ke forester. masyarakat desa hutan dalam LMDHnya. jawabannya seperti yang kita harapkan” jelasnya. pohon rindang di kiri kanan pembatas. Baik itu Perhutani. Insad mengakui. jalan masuk dan keluar satu arah berbentuk setengah lingkaran. forest based management. khususnya pemerintah daerah. Tapi. apakah benar PHBM mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar hutan? Dan apakah bagi Perhutani sendiri PHBM itu selaras dengan visi. sekarang Perhutani lebih banyak ngurus masyarakat daripada ngurusin kayu. berbasis pada masyarakat sebagai bagian dari komunitas yang turut terlibat dalam pengelolaan suberdaya hutan. lanjut Insad. PHBM ini merupakan media pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat dalam implementasinya. 60 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .3. “Tapi juga tidak boleh terlalu lama” tandasnya. community based management. Sesekali. tentu tidak akan langsung klop. tidak semudah membalik telapak tangan. Adm yang pernah menjadi KSPH Bandung itu menuturkan kondisi umum LMDH di wilayahnya. sedang sama-sama belajar bagaimana membentuk sinergitas dalam mengelola sumberdaya hutan yang lebih menjamin keseimbangan fungsi-fungsinya” papar Adm yang baru beberapa bulan memimpin KPH Pati ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. menambah kesan elegan. menyambutku ramah di ruang kerjanya. percepatan itu diperlukan karena masyarakat memerlukan pembuktian. “Sebenarnya. Dalam proses pembelajaran tersebut. SDM Perhutani dipersiapkan untuk mengelola hutan yang orientasinya kayu dan produk olahan tanaman kehutanan. misi dan tujuan yang diembannya sebagai BUMN. Dalam logat sunda yang kental. Sejak awal pendiriannya. Adm/KKPH Pati. Sehingga perlu ada introduksi ilmu-ilmu sosial budaya pada SDMnya” papar Insad seraya berujar. Masyarakat menunggu jawaban. Soni Diantoro. bagi Perhutani sendiri. terdapat sebuah masjid yang semakin menguatkan kesan elegan tersebut. Sekarang paradigmanya berubah. Mohamad Ihsad Setiawan.1 PEMBELAJARAN BERSAMA DAN SAMA-SAMA BELAJAR Gedung KPH Pati berdiri kokoh dan sangat megah. Di sisi kiri pintu masuk. maupun stakeholder lain. KSS PHBM KPH Pati. pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah terjawab. Dan. proses pembelajaran itu lebih banyak menyangkut peningkatan kualitas SDM internal. akan memerlukan waktu yang cukup panjang. “Dalam beberapa hal dan di beberapa lokasi. Halaman luas dengan taman yang lapang tepat didepannya. “Paradigma dulu yang dikoreksi kan timber oriented. Menurutnya.

tapi kita pun sadar bahwa itu merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya” paparnya seraya menunjuk peta pangkuan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Hartus jujur diakui. tapi sekarang banjir sampai ke tengah kota” tuturnya. “Tapi. 1. “Warna yang putih di puncak itu adalah pemukiman dan disekelilingnya hutan” ujarnya. untuk membekali aparatur Perhutani di lapangan dengan ilmu-ilmu baru. Menurut Insad. ada fenomena silang garap di masyarakat lereng Gunung Muria. warga desa lain pun berpikir hal yang sama. sehingga akhirnya bencana terjadi dimana-mana. “Ini salah satu upaya internal. Banyak sumur yang sudah pensiun. ”Dulu Pati tidak pernah banjir. lanjut Insad. aparatur Perhutani mau tidak mau dan harus mampu berinteraksi dengan masyarakat yang secara sosial. Ada yang unik terkait dengan kesadaran ekologis masyarakat dan tuntutan kebutuhan hidupnya. Apalagi dengan PHBM. Sebagian besar desa yang berbatasan dengan hutan termasuk dalam kategori desa tertinggal dan kondisi kesejahteraan masyarakatnya relatif rendah. karena sudah beberapa kali digali sampai tidak dapat mengeluarkan air lagi. variable-variable tersebut terkadang sangat dominan. “Masyarakat masih menggarap lahan di situ untuk usaha tani. Namun demikian. termasuk didesanya” paparnya diiringi 61 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . tambahnya. Hal itu karena mereka sadar. apa yang terjadi di lereng Gunung Muria merupakan contoh bagaimana benturan itu terjadi. Menurut Soni. lanjut Insad. Bahkan. beberapa waktu lalu KPH Pati menggelar pelatihan penyuluhan untuk para mandor. ekonomi dan budaya dalam mengelola hutan. menyegarkan kembali pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya” jelas Insad. forester tdak banyak belajar bagaimana memasukan variable-variable sosial. Oleh karena itu. Atau setidaknya. Makanya menggarap di desa lainnya dengan pikiran kalau pun terjadi bencana tidak menimpa desanya. penyadaran ekologis di masyarakat sudah mulai berkembang karena dampak dari rusaknya hutan sangat terasa. tapi menggarap lahan yang berada di desa lainnya. Masyarakat di satu desa tidak mau menggarap lahan hutan yang berdekatan dengan desanya. kalau menggarap lahan dekat desanya akan berdampak pada meningkatnya bencana longsor didesanya. saat ini banyak Petinggi yang melarang masyarakatnya menggarap lereng Gunung Muria karena alasan ekologis. ekonomi dan budaya kondisinya berbeda-beda “ sela Soni. upaya melakukan konservasi berbenturan dengan kondisi kemiskinan masyarakat di sekitar hutan. “Padahal di lapangan. Sebetulnya tidak boleh. Konservasi vs Kemiskinan Terkadang.

Menurutnya. analisa Pak Adm sudah seperti sosiolog nih” ujarku menggoda. mengurangi tekanan terhadap hutan hanya dapat dilakukan dengan pendekatan ekonomi dengan cara mencari upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya. Di lereng Muria. akan dapat mempercepat terwujudnya tujuan PHBM. pendapatan petani bertambah dengan tanpa menambah luas lahan penanaman. Dalam pandangannya. luas wilayah desa lebih kecil dari luas hutannya. Pendekatan Ekonomi sebagai Solusi Salah satu solusi yang kini tengah menjadi perhatiannya adalah mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa hutan. Ada kopi Sekar produk LMDH Pati yang bekerja sama dengan investor. ada kopi seluas 750 hektar. lanjut Insad. “Kami datangkan investor untuk mengolah kopinya MDH menjadi produk jadi. Setidaknya. tidak ada masyarakat di sekitar hutan yang secara sengaja ingin merusak hutan yang ada di sekitarnya. Ketiga. Setidaknya. kan belajar dari PHBM” balasnya disusul tawa kami berbarengan. Banyak yang dulu merantau ke Jakarta. sehingga banyak wilayah pemukiman yang berada di dalam wilayah hutan. “Wah. Pasar pun terjamin dan dengan memutus rantai tataniaganya. jumlah penduduk padat dan terus bertambah. Pertama. dengan melakukan optimalisasi kelembagaan yang tepat dan terarah bagi semua lembaga yang terkait dalam PHBM. tambah Insad. Akumulasi dari tiga hal tadi. petani dapat berkonsentrasi pada masalah budidaya dan hasil panennya diurus oleh investor tadi. mereka sangat menyadari bahwa mereka 62 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . hampir dua kali lipatnya” tutur Insad bangga. tapi bagaimana lagi. “Memutus rantai tata niaga hasil panen petani. LMDH harus memiliki peran dan berfungsi untuk dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi anggotanya” ujar Insad. “Dengan adanya investor. Sementara itu. bisa menjadi salah satu pilihan dalam rangka optimalisasi itu. 2. mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada. Kedua. tutur Insad. pekerjaan sulit. didesanya juga lebih sulit lagi mencari pekerjaan. Kebetulan. Pada dasarnya. menurut Insad. mereka pun perlu mempertahankan hidup” ujar Insad lirih. Insad yakin. investor ini punya kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah yang dihadapi MDH” jeasnya. “Mereka merasa bersalah telah menggarap lahan. Itu kan artinya. saat ini banyak LMDH yang mengolah sendiri hasil panennya. harga yang diterima petani pun menjadi jauh lebih tinggi. karena hasil panen diserap dan diolah langsung. sekarang kembali lagi karena pekerjaan di kota pun sulit. ada tiga hal pokok yang menjadi penyebabnya. “Lho. menyebabkan meningkatnya masalah-masalah sosial yang pada akhirnya terkonversi pada tekanan terhadap hutan yang semakin kuat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ tawa kami. Bahkan. seperti membuat keripik singkong atau talas.

merupakan tanggung jawab semua pihak. telah cukup memberi pelajaran yang berharga. untuk dapat lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem PHBM ini. apalagi berhenti di tengah-tengah” tandasnya di akhir perbincangan. Selamat Berjuang Kang ! Semoga hutan Pati kembali lebat dan lestari.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sendiri yang akan pertama-tama merasakan dampak dari kerusakan itu. Kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah berani kita mulai. Jika berani memulai. Sebagai BUMN. jangan setengah-setengah. Perhutani hanya memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama dengan pihak lainnya mewujudkan hal itu. Hanya saja. “Mau tidak mau. Meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan. Bencana-bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini. kita pun harus berani menyelesaikannya sampai benar-benar tuntas. .Kembara Tani - 63 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Insad menyadari pula bahwa Perhutani tidak mungkin mengatasi persoalan tersebut sendirian. Perhutani harus mampu menstimulir dan memberikan penyadaran pada semua lembaga yang terlibat. menurutnya. menurutnya.

instansi terkait dan LSM. Padahal. Menurut Ngadirin. karena LMDH dikembangkan harus berdasarkan potensinya dan nilai-nilai lokal yang dimilikinya. Muspika akan menjadi mediator yang strategis. “Tidak mungkin kita hanya menunggu dan berharap stakeholder mau ikut terlibat. LMDH dan Perhutani beserta pemerintah daerah dengan instansi-instansi terkaitnya. KSS PHBM KPH Kebonharjo. Tidak tanggung-tanggung. mau tidak mau semua akan turun tangan. Ngadirin ‘memaksa’ stakeholder. Disangkanya PHBM ini program Perhutani. sampai melabrak komisi B DPRD karena aspirasi LMDHnya tidak ditanggapi. Perhutani dan Desa. Optimalisasi kelembagaan. Formula seperti itu. Seharusnya semua itu dilakukan sejak dari awal. gambaran isi AD/ART LMDH dan penjelasan-penjelasan lainnya. dapat menjamin sinergitas antara LMDH. ada 3 hal yang menjadi kunci pokok dalam ‘ngurus’ LMDH yang telah dilakukannya. “Jika ada kegiatan LMDH. Menurutnya. saya selalu melibatkan pihak Pemkab. 64 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Lebih jauh. Biarkan LMDH terbentuk secara alami dan jangan ditarget buru-buru harus terbentuk LMDH. Ketiga. urusan Perhutani ya biarin saja Perhutani yang repot sendiri” ujarnya menirukan salah satu stakeholder. termasuk jajaran aparatur pemerintah daerah setempat untuk mau turun langsung dan terlibat dalam PHBM. langka kerja pertama adalah melakukan inventarisasi potensi desa hutan. meski terpaksa” ujarnya diiringi tawa. Dalam sosialisasi ini pun harus melibatkan stakeholder. libatkan semua stakeholder lapangan dalam struktur LMDH. menyusun Participatory Conservation Planning sebagai sebuah rencana strategis. mutlak diperlukan. baru LMDH terbentuk dengan sendirinya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. sehingga tidak menyulitkan dalam pembinaannya. Kebanyakan dari mereka belum paham apa dan bagaimana sistem PHBM ini. Kalau perlu. harus ada yang proaktif dan jemput bola untuk menciptakan sinergitas di lapangan. Sehingga. Kedua. serta Sekretaris Desa sebagai Ketua Forkom PHBM Desa.2 PEMBELAAN BERBUAH LOYALITAS Ngadirin.3. awali dengan sosialisasi yang benar tentang PHBM. Pertama. Jika ada masalah. otomatis camat. lanjutnya. membangun masyarakat desa hutan yang maju. Asper sebagai Pembina dan Muspika sebagai Pengarah/Penasehat. setidaknya Asda I atau II. menurut Ngadirin. Inventarisasi ini penting sebagai data awal menyusun rencana. mandiri dan sejahtera itu tugas bersama. punya tips yang unik dalam ngurus LMDH yang kebanyakan berkategori ‘kurus’ di wilayah kerjanya. kades dan instansi-instansi terkaitnya juga pada datang. Minimal harus ada 60 % masyarakat desa hutan yang paham PHBM. Ketua BPD dan Kepala Desa sebagai Pelindung.

Ini lho aspirasi masyarakat desa hutan. Perhutani cukup menjadi mediator dan melakukan pendekatan ke stakeholder. Saya bawa SK Gubernur tentang PHBM dan saya jelaskan bahwa secara struktural dirinya ikut bertanggungjawab untuk mengamankan sk tersebut dan menjamin keberhasilan PHBM” tandasnya. Sejahtera Program-program di serahkan ke setiap sektor / instansi terkait Terkait dengan pelaksanaan Social Mapping dan Participatory Conservation Planning. diantaranya ego sektoral yang masih kental dan pemahaman pejabat setempat yang kurang terhadap sistem PHBM. pejabat itu paham dan mendukung program-program LMDH.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dari rencana strategis itu. Secara garis besar. sebagaimana tergambar di bawah ini. program-program kemudian ditawarkan kepada setiap instansi. Ngadirin menyebutkan bahwa sampai pada 2009 direncanakan 58 desa sudah selesai melakukannya. siapa leading sektornya. Ngadirin membuat bagan yang menggambarkan alur optimalisasi kelembagaan yang telah dilakukannya. siapa yang harus memfasilitasi. lanjut Ngadirin. Bahkan. pernah pula sampai ke DPRD untuk meminta dukungan APBD dan APBN dengan dikawal oleh LSM. Menurutnya. “Ada juga yang menganggap LMDH itu illegal. terkait dengan instansi mana aspirasi yang itu. Ngadirin mengaku masih menemukan kendala-kendala. Social Mapping & PCP LMDH Perhutani Stakeholder RENSTRA RENSTRA Pemerintah Daerah Masyarakat Desa Hutan yang Maju. semua tersusun dalam program-program yang dibuatnya. “Dana-dana untuk masyarakat banyak yang tidak terserap dan dikembalikan karena aspirasinya tidak masuk. “Keikutsertaan LSM ini penting karena biasanya mereka tahu bocoran-bocoran informasi yang menguntungkan masyarakat desa hutan” ujarnya tersenyum penuh arti. bawa LSM dan wartawan biar jelas arahnya. Akhirnya. 65 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Mandiri. dengan begitu semua pihak akan dipaksa ikut terlibat. Apa yang akan dilakukan pemerintah daerah melalui dinas instansi terkait untuk memanfaatkan potensi-potensi tadi” papar Ngadirin bersemangat. Di lapangan. Siapa yang akan membiayai aspirasi masyarakat yang ini.

jangan menunggu” tandasnya. harus menjadi satu kesatuan pangkuan hutan. Beri Kami Kesibukan Di tempat terpisah. mereka berani menangkap truk sendiri. pengakuan Ngadirin perihal pembelaan terhadap kepentingan masyarakat desa hutan. Pengamanan hutan yang dilakukan oleh LMDH itu merambah ke wengkon LMDH lainnya. warga desa yang diajak mencuri tadi melaporkan kepada LMDHnya dan pengurus LMDH kemudian memberi tahu LMDH lain yang wengkonnya menjadi target pencurian. Tapi. yang jauh lebih penting adalah berbagi hati untuk bersama-sama menciptakan hutan yang lestari” tandasnya menutup perbincangan. Bahkan. Selain itu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dulu. Berbagi itu kan tidak hanya berkonotasi fisik. pada akhirnya melahirkan loyalitas yang mengagumkan. dibenarkan para pengurus LMDH Reksa Wana Kumala. loyalitas masyarakat desa hutan pun berdampak pada rasa aman aparatur Perhutani di lapangan. Oleh karena itu dalam hal pengamanan hutan. Tapi. tutur Ngadirin. Pernah ada petugas yang dikeroyok warga yang bukan anggota LMDH. Padahal. kami pun belajar bagaimana bersinergis dengan kehidupan dan nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. lalu pengurus LMDH melakukan investigasi kejadian khusus dan menyelesaikan masalahnya. Menurutnya. secara swadaya LMDH-LMDH itu melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif. Tapi karena kesadaran tadi. “Kuncinya adalah komunikasi yang proaktif dan intensif. kayu dan lahan. Sumardi. Ketua 66 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dulu termasuk rengking satu kerawanan di Jateng” tuturnya. Oknum-oknum pencuri kayu sekarang takut sama LMDH karena mereka kompak dan berani. 2. Salah satunya. 1. Dan. “Komunikasi seperti itu yang membuat kondusif. akhirnya malah berinisitaif untuk membentuk LMDH dan mengimplementasikan PHBM. Berbuah Loyalitas Upaya gigih Perhutani dalam membela kepentingan masyarakat desa hutan yang dilihat dan dirasakan masyarakat. Bagi mereka. tetapi setelah didekati dan dijelaskan. seperti yang ditunjukkan oleh LMDH Karangtengah misalnya. ada pemerintah desa yang menolak PHBM. “Kami menganggap LMDH itu teman dan mitra kerja. Seringkali mereka lebih dahulu tahu bila ada rencana pencurian dan melaporkannya kepada kami” tutur Ngadirin membanggakan kesadaran LMDH-LMDH di wilayah kerjanya. para pencuri itu sering menggunakan dan mempengaruhi warga desa hutan untuk mau mencuri di wengkon LMDH lainnya. Saling berbagi pengetahuan. menjaga kelestarian hutan tidak terbatas pada wengkonnya. “Tidak ada instruksi dari Perhutani untuk melakukan pengamanan terpadu seperti itu. Ada training yang diperuntukan bagi pengurus LMDH.

pemahaman dari seluruh pejabat instansi terkait sangat berpengaruh terhadap keberhasilan PHBM. menuturkan bahwa prioritas LMDH adalah memberi kesibukan produktif bagi warga masyarakat. Menurutnya. mensejahterakan masyarakat adalah tugas pokok pemerintah yang diamanatkan undang-undang dan sebagai bagian dari masyarakat kami berperan aktif membantu tugas itu” ujarnya menutup perbincangan. Berkaitan dengan upaya memberikan lapangan pekerjaan. “Padahal kami juga ada pengertian untuk internal” ujarnya diplomatis. Menurutnya. tutur Sumardi. Bambang berharap agar dinas instansi terkait memberikan kemudahan regulasi. Mereka ulet dan keinginan untuk maju sangat besar serta memiliki greget yang tinggi. kami fasilitasi untuk dikembangkan. Termasuk memahami kondisi sosial masyarakat dan aspirasi yang muncul darinya. “Bagaimana pun. dengan adanya sumber pendapatan bagi warga masyarakat desa hutan. lanjut Bambang. maka dengan sendirinya mereka akan merespon program-program yang tertuang dalam renstra. sebuah nama penuh arti sekaligus mengandung konsekwensi yang tidak ringan. Tidak menyerah pada alam dan tidak pula berhenti karena menghadapi segudang masalah. Mentari semakin redup tatkala NASHA ku pacu meninggalkan Kebonharjo menuju Mantingan. tekanan terhadap hutan akan semakin berkurang hingga sampai titik tidak ada lagi pencurian. Pasalnya. Oleh karena itu. Menurut kedua insan pendidikan itu. Bahkan. Reksa Wana Kumala. “Renstra kami harus mendapat respon dan difasilitasi dengan dukungan dananya” ujar Bambang. Wakil Ketua. . Potensi yang dimiliki warga. Namun Sumardi mengaku. Masalahnya. daya survival masyarakat desa hutan itu sebetulnya tinggi karena ditempa oleh keterbatasan alam. Tapi justru dalam hal ini lah kami memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus ditanggulangi bersama” paparnya. lanjut Sumardi. bagaimana kita mengarahkan dan memfasilitasi aspirasinya. Menjaga agar hutan tetap indah dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. terkadang ada oknum-oknum yang bersikap kontra produktif dengan cara mengompori warga. Reksa berarti menjaga dan Wana Kumala berarti hutan yang indah. rembug masalah dapat menjadi semacam integrated stakeholder yang menelurkan solusi-solusi bagi masalah yang dihadapi bersama dalam mewujudkan tujuan PHBM itu sendiri. aspirasi warga masyarakat desa hutan kami perjuangkan sekuat tenaga.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH didampingi Bambang.Kembara Tani 67 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . memang tidak mudah dan perlu perjuangan yang tiada kenal lelah. Apabila warga masyarakat merasa kepentingannya diprioritaskan. diantara oknum-oknum tersebut ada pula yang aparatur Perhutani.

… Kinanti di tepi hutan jati mengalun lirih mengukir hati. Maret 2006 Kembara Tani 68 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .… Meski sedikit yang ku saksikan dari bukti ketulusan untuk berbagi. bukan sekedar alat menggapai mimpi hutan lestari. Ternyata. tapi satu keyakinan yang mengiringi langkah anak negeri.… Kepakan sayapmu dan hinggaplah di bats hutan Jawa dimana rentang benang kusut masai tengah terurai. dimana sejuta tangan lemah terkulai merenda perubahan agar luka tak semakin menganga. dendang kearifan membasuh luka lama dengan rasa menabur benih harapan. menanam pagar kesejahteraan ditepian batas hutan. atau angan-angan menuai kesejahteraan di batas hutan. membangun kemandirian bangsa. Garuda. Meretas jalan menuju desa maju. Semoga. mandiri dan sejahtera.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dari Merpati kepada Garuda Garuda. Garuda. agar kekhilafan tak lagi terulang dan berulang-ulang. Sebuah pembaharuan tengah bergulir di sepanjang batas hutan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful