Bagian Pertama

,

Kinanti di Tepi Hutan Jati

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur’. (QS. AlAl-Araf : 10).

1.1

SUMBER HIDUP DAN KEHIDUPAN Pondok mungil berdinding kulit kayu jati, beratap genting dan jerami kering, menarik

perhatianku. Pondok itu berdiri di tengah hamparan lahan Perhutani, tepat di pinggir jalan Randublatung – Blora. Di lahan yang terbuka itu, tampak tanaman jati muda berdaun 5 – 10 helai dan tanaman cabai di sela-sela larikannya. Hamparan tanaman kacang tanah berdaun hijau terang dan tegakan batang Jagung kering sisa panen, tampak pula di sisi kiri kanannya. Sementara itu, cacahan kayu bakar teronggok di depannya. berdiameter 10 cm tampak berserak di samping pondok. Seorang laki-laki tua bertelanjang dada dengan celana komprang hitam, keluar dari pintu. Laki-laki berperawakan kurus dan berkulit hitam legam itu, menjawab salamku. Deretan gigi putih yang tampaknya masih lengkap, tampak jelas dalam senyuman lebarnya tatkala menjabat erat tanganku. Janggut putih didagunya memperjelas garis-garis tua di raut wajahnya. Sorot matanya tajam, namun ada keteduhan membayang didalamnya. Mbah Rus, demikian laki-laki itu biasa disapa, tinggal di pondok mungil di tepi hutan jati Randublatung bersama istrinya. Jarang sekali dia pulang kedesanya yang masih terletak di sekitar hutan itu. Terkadang, anak dan ketiga cucunya menyambanginya di pondok itu. “Keseharian saya ya di sini. Tinggal di sini. Malam juga tidur di sini” ujarnya seraya menunjuk dipan yang menempel pada dinding pondok. “Gak takut Mbah?” godaku disusul tawa renyahnya. “Wong kalau malam di sini rame ko. Pak Mandor dan Pak Mantri, kalau habis patroli ya ngumpul di sini. Pak Asper juga sering begadang di sini, bakar ubi sambil ngopi” ujarnya seraya menyebutkan bahwa masyarakat di sekitar hutan sering menjadikan pondoknya itu sebagai pos kumpul-kumpul untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul. Ada perubahan serius dalam mimik wajahnya, ketika aku tanya mengapa ia mau tinggal di hutan. Mbah Rus tampak diam sejenak, matanya menerawang menatap hamparan tegakan pohon jati yang siap tebang, lantas menarik nafas panjang dan dalam yang dihembuskannya perlahan-lahan. Beberapa batang kayu jati

2 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
“Sudah lebih dari 27 tahun saya tinggal di hutan” ujarnya lirih. Selama itu, lanjut lakilaki yang lahir di Pati 77 tahun lalu itu, hidup dan penghidupan saya ya di hutan. Seorang perempuan setengah baya mempersilahkan kami untuk mencicipi hidangan yang disuguhkannya. “Bagi saya, hutan adalah sumber hidup dan kehidupan” tandasnya perlahan. Sejenak aku tercenung mendengarnya, menatapnya dalam-dalam untuk mencoba mencari makna dibalik ucapannya tadi. Pasalnya, aku yakin ada sesuatu yang tidak sesederhana ucapannya itu. “Maksud Mbah, hutan merupakan sumber pendapatan Mbah untuk memenuhi kebutuhan hidup Mbah dan keluarga?” tanyaku memastikan. “Bukan, bukan itu maksud saya” tukasnya cepat. Hutan itu, lanjut Mbah Rus, sumber hidup dan kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dari hasil panen padi, jagung, kacang tanah, atau kayu bakar, empon-empon dan daun untuk di jual. Tapi, sumber hidup dan kehidupan manusia ! “Tanpa hutan, manusia mungkin saja masih bisa hidup, tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya” tandasnya penuh keyakinan. Aku masih tercenung, mencoba mencerna untaian kalimat yang dituturkannya, ketika laki-laki yang “dituakan” oleh masyarakat di sepanjang desa hutan itu melanjutkan tuturannya. Hutan menurutnya, merupakan alat yang sering digunakan oleh Tuhan Sang Pemilik Hutan, untuk menunjukkan keberkahan atau kemarahan-Nya. Tuhan memberikan berkah lewat hutan dan Tuhan juga menunjukan kemarahan-Nya lewat hutan” ujarnya pasti. Apa yang terjadi di Banjarnegara, Jember dan tempat-tempat lainnya, menurut keyakinan Mbah Rus adalah bentuk kemarahan Tuhan karena hutan milik-Nya diabaikan dan dirusak. Meskipun mungkin saja bukan masyarakat di sekitar hutan yang merusaknya, tapi tetap saja yang paling duluan merasakan dampak dari “kemarahan” itu adalah masyarakat desa di sekitar hutan. Oleh karena keyakinan seperti itulah, Mbah Rus mengaku selama 27 tahun mau tinggal dan turut menjaga hutan. Dalam kurun waktu selama itu, sering kali Mbah Rus ikut

menggagalkan pencurian kayu. Bahkan, sering kali apa yang dilakukannya itu mengancam keselamatan jiwanya sendiri. Seperti pada saat maraknya terjadi penjarahan, Mbah Rus sempat diikat tangan dan kakinya. Dia akan dibunuh oleh para penjarah hutan itu karena dianggap menghalang-halangi maksudnya. Beruntung, Tuhan masih melindungi dan menyelamatkannya. Apa yang dituturkan oleh Mbah Rus, sesungguhnya adalah sebuah kearifan dalam memandang fungsi hutan bagi diri dan masyarakat di sekitarnya. Bahkan, lebih jauh dari itu, kearifan itu menempatkan fungsi hutan dengan cakupan yang lebih luas dan global, yakni 3 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

resapan air. manusia mungkin saja masih bisa hidup. Keinginan untuk mewariskan Mata Air kepada anak cucunya kelak. menumpuknya karbondioksida tak terdaur serta analisa ilmiah lainnya yang memperjelas dan mendukung argumen dari kesimpulan sederhananya bahwa “tanpa hutan. Mungkin akan disampaikannya pula bagaimana dampak penggundulan hutan terhadap pemanasan global sebagai akibat dari menipisnya lapisan ozon. berkembang dan dipelihara masyarakat lokal. Mulai dari fungsi hutan dalam siklus hidroorologi. tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya”. membuktikan hal tersebut. dalam rangkaian bukti-bukti ilmiah.Kembara Tani - 4 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . tentu dengan fasih akan dijelaskannya makna kalimat “Hutan sebegai Sumber Hidup dan Kehidupan Manusia” dalam arti sesungguhnya tadi. seperti kutemukan di batas hutan Gunung Lasem. teori-teori lingkungan dan fenomena-fenomena alam semesta. warisan yang paling berharga bagi anak cucunya itu hanyalah Mata Air dan bukan Air Mata. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. merupakan sebuah kesadaran ekologis yang sudah sejak lama dimiliki. Sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai universal dalam memandang pentingnya fungsi hutan bagi kelangsungan hidup dan kehidupan umat manusia.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kepentingan hidup dan kehidupan umat manusia. berkurangnya produksi oksigen. penyedia Oksigen yang dihirup umat manusia dan penyerap polutan yang juga dibuat manusia. Kearifan lokal yang mereka miliki menegaskan bahwa. . akademisi atau ilmuwan pemerhati konservasi. Konsep pemahaman tentang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan. penahan run off. Bahkan. Andai saja Mbah Rus adalah seorang intelektual.

Masyarakat mengambil kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. G. KSS PHBM KPH Kebonharjo menyebutkan. mata air Jombok dan mata air Belik Puyung. lalu diaturnya menjadi sumbersumber-sumber air di bumi. Sedangkan tanaman yang tahan naungan seperti empon-empon dan 5 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sedangkan pada kawasan reforestasi. BUKAN AIR MATA Kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan. untuk memenuhi kebutuhan pangannya. (QS. interaksi masyarakat desa dengan hutan lebih tinggi. Hasil kajian pemetaan sosial sumberdaya alam dan lingkungan di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. menyebutkan bahwa masyarakat desa hutan melakukan aktivitas pembukaan lahan untuk tanaman pertanian seperti padi dan palawija. lanjut Ngadirin. interaksinya cukup tinggi. mata air Sumur Gandu. kemudian dengan air itu ditumbuhkanditumbuhkan-Nya tanamtanam-tanaman yang bermacambermacam-macam warnanya. Argopuro. berbeda dengan kawasan hutan tanaman dan kawasan hutan transisi (reforestasi). termasuk dalam wilayah BKPH Gunung Lasem KPH Kebonharjo. Menurut Ngadirin. kemudian menjadi kering. lalu engkau melihatnya kekuningkekuning-kuningan. G. Interaksi masyarakat desa dengan kawasan hutan tanaman terbatas pada rute jelajah (foot-path). G. aksesibilitas ke kawasan yang sulit juga turut berpengaruh” jelasnya. relatif utuh dan rimbun dibandingkan kawasan hutan lainnya. Disamping itu. Payon. Lumbung. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang-orang yang mempunyai akal sehat ”. yakni mata air Sumber Makam. Nangka. kemudian dijadikandijadikanNya hancur berderai berderairderai-derai. Pucang. ternyata berdampak positif.2 MATA AIR. mata air Duren Padu. masyarakat di sekitar hutan hampir tidak ada yang melakukan kegiatan usaha tani. Rembang. G. Kawasan hutan G. pemungutan hasil hutan atau kegiatan lainnya. Jaran dan G. tercatat ada 6 mata air yang mengalir jernih dari kawasan hutan Rembang itu. Setidaknya. AzAz-Zumar : 21) 1. bahwa Allah menur menurunkan unkan air dari langit.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “ Apakah engkau tidak memperhatikan. Pada kedua kawasan ini. kawasan ini masih dapat dipertahankan karena dampak positif dari berkembangnya nilai atau norma dalam kehidupan masyarakat dan kondisi biofisik hutan. Hutan lindung dengan vegetasi campuran itu. Ketumpal. Ngadirin. pada kawasan hutan yang bervegetasi campuran. Kondisi tersebut. “Nilai budaya dan kepercayaan yang berkembang bahwa kawasan tersebut ‘angker’. kembali kutemukan di lereng Pegunungan Lasem. G. mata iar Sumur Talang.

Kec. Pemahaman itu terus bergulir dari generasi ke generasi.Kembara Tani 6 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ beberapa komoditas hortikultura buah-buahan. leluhur Desa Watupecah. Kranggan. kami tanamkan kepada caloncalon generasi penerus kami melalui sosialisasi konstitusi yang melibatkan anak-anak. ditanam untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Hening menyergap kami dan semua yang ada di ruang sempit sekretariat PHBM itu. tapi mata air”.. Menurutnya. Rembang. Tapi. Bahkan. pemahaman itu pun sekarang mereka gulirkan pada generasi berikutnya. hingga sampai ke generasinya. Kegiatan tersebut memang secara ‘formal’ diijinkan oleh Perum Perhutani sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola kawasan Gunung Lasem. tatkala mengucapkan kalimat “tidak ingin mewariskan air mata. Kaslan tampak sangat antusias menjelaskan kondisi masyarakat Desa Watupecah. Menurut kajian yang dilakukan pada 2004 itu. beban berat mengambang di raut wajahnya. Ketua LMDH Sandi Mulyo. “Oh ya. Desa Watupecah. Sejurus kemudian. . Sebuah kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai universal dan tanggungjawab sosial untuk menyelamatkan hidup dan kehidupan generasi yang akan datang dari terkaman bencana. lanjut Kaslan. Nilai-nilai kearifan yang saat ini begitu sulit untuk ditemukan dan perlu perjuangan tiada henti dalam mengimplementasikannya. meniru leluhurnya. Nilai-nilai kearifan yang terkadang membuat mereka harus berhadapan dengan para penentu kebijakan. masyarakat Desa Rakitan yang menjadi pesanggem lebih kurang 60 % dari jumlah penduduknya. Menurutnya. Kutatap lekat wajah dua orang paruh baya yang berpenampilan sederhana ini. “Sudah sejak dulu kami menyadari bahwa menjaga kawasan hutan Gunung Lasem sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan kami sendiri” tuturnya. kehidupan warga Desa Watupecah sangat tergantung dengan hutan. Di tengah perbincangan tentang hutan Gunung Lasem. Ngadirin berdiri dan menyambut mereka. pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan. Sekilas. dua orang laki-laki setengah baya memasuki ruang sekretariat PHBM KPH Kebonharjo. Dan. Sekretaris LMDH” ujarnya memperkenalkan kedua orang itu. ini Pak Nartun. Saya Kembara Tani” balasku seraya menyodorkan tangan mengajak bersalaman. kami ingin mewariskan mata air’ tandasnya perlahan. berkembang di masyarakat sebagai warisan Mbah Sandi. “Ini Pak Kaslan. pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk generasi berikutnya. terima kasih. “Kami tidak ingin mewariskan air mata kepada anak cucu kami. kami pun kembali larut dalam perbincangan seputar sikap masyarakat desa hutan terhadap hutan yang ada disekelilingnya.

tak dapat dipanen karena kering kerontang. Akibatnya. Jember dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. dampak tersebut telah memakan korban harta dan nyawa. kondisi hutan yang berbatasan dengan desa mulai banyak yang gundul dan gersang karena pencurian dan pembukaan lahan untuk pertanian. maka setiap kali itu pula harus menuai bencana. hanyalah sedikit dari sekian banyak kerugian harta dan nyawa yang harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar hutan. beberapa kali terjadi bencana tanah longsor di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. kekeringan melanda desa-desa di kaki bukit. bukannya memandang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan bagi umat manusia saat ini dan masa yang akan datang. Cara pandang yang keliru tersebut telah menimbulkan dampak ikutan (multiple effect) yang mengancam kehidupan manusia. Memandang bahwa hutan adalah milik institusi negara dan turunannya yang tengah berkuasa saat ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ gunung-gunung yang “dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakan padanya gunung kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi menjadi pengajaran dan peringatan bagi tiaptiap-tiap hamba yang kembali (mengingat) Allah”. Bencana alam yang terjadi di Banjarnegara. 7 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .3 NILAI-NILAI KEARIFAN EKOLOGIS Nilai-nilai kearifan ekologis seperti yang dimiliki orang-orang seperti Mbah Rus dan masyarakat Desa Watupecah dalam memandang hutan. (QS. Penderitaan warga desa di batas hutan itu semakin berat akibat kemarau panjang yang terjadi pada 1997. Kondisi kekeringan terus berlanjut. Dalam rentang tahun 1945-1988. seringkali justru adalah jawaban atas akar masalah yang sesungguhnya. pada 1990-an sumber-sumber air yang ada mulai berkurang. Pada 1960. Masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem telah membuktikan bahwa setiap kali terjadi interaksi (eksploitasi) yang berlebihan pada hutan di sekitarnya. 1. Dan. kekurangan air mulai terasa. Puncaknya. Rembang. Pada tingkat lokal dan regional. pada 1969 terjadi kembali tanah longsor di kawasan Gunung Lasem. Nilai-nilai yang selama ini hilang terkubur keserakahan dalam mengelola sumberdaya hutan tanpa kearifan. Qaaf : 77-8). terjadi kegagalan panen padi pada 2003 yang harus diterima dengan lapang dada dan sebagai pelajaran berharga. Tanaman cengkeh yang menjadi primadona pada 1994.

TNI dan Perhutani itu sendiri. sendiri selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan lokal yang dimilikinya. Dalam pemahamannya. pemanfaatan itu Namun demikian. Upaya penyadaran untuk menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan fungsi-fungsinya. Oleh karena itu pula. hal tersebut sangat dipahami dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat desa hutan. sesungguhnya bukanlah untuk kepentingan masyarakat di sekitar hutan semata. Dalam beberapa kasus. “lahan-lahan yang dulunya hutan dan kini gundul karena kekhilafan kita semua. institusi dan lembagalembaga negara beserta turunannya. Namun lebih jauh dari itu. terkadang terkalahkan oleh nilai-nilai baru yang cenderung materialist dan kapitalistik. seringkali masyarakat di sekitar hutan tidak memeliki posisi tawar yang kuat manakala berhadapan dengan faktor-faktor eksternal yang menggangu keseimbangan fungsi-fungsi hutan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti yang diyakini oleh Mbah Rus dan masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Kini. Tidak terkecuali. bukan air mata. Sepanjang sejarahnya. Masyarakat desa di sekitar hutan Gunung Lasem. Mereka ingin mewariskan mata air. agar anak cucu kita dapat merasakan berkah dari Tuhan lewat Hutan”. serta pihak-pihak lain yang memiliki pemahaman yang sama. tampak mengakar dan menjadi kearifan yang dimiliki hampir seluruh warga. pemanfaatan hutan oleh masyarakat desa hutan selalu seiring dengan asas kelestarian dan keseimbangan fungsi-fungsi hutan. pelaku penjarahan datang dari luar komunitasnya dan ‘memaksa’ sebagian kecil oknum masyarakat di sekitar hutan untuk turut melakukan penjarahan. ‘paksaan’ itu pun terkadang dari oknum aparatur. Dan. Apa yang dilakukan Mbah Rus dalam menjaga kelestarian hutan bersama-sama dengan masyarakat di sekitar hutan. 8 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Maraknya penjarahan pada masa euphoria reformasi. Pada masa itu. dapat menjadi hutan kembali. harus ditujukan kepada semua pihak di semua arah. Pasalnya. Mbah Rus dengan tegas dan pasti menjawab. dapat memperjelas hal tersebut. justru akan menghancurkan kehidupan masyarakat desa hutan itu sendiri. bermuatan kepentingan politik dan kekuasaan yang memaksa masuk ke tengahtengah masyarakat desa hutan. ketika ditanya apa yang menjadi harapannya ke depan. kehidupan umat manusia akan musnah manakala tidak ada lagi hutan dan mata airnya di muka bumi ini. tidak ingin perjalanan dan pengalaman buruknya dialami oleh generasi berikutnya. Bahkan. kesadaran bahwa menjaga hutan Gunung Lasem adalah sama dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan masyarakat desa. baik Polisi. merupakan kepentingan kehidupan seluruh umat manusia. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengeksploitasi sumberdaya hutan tanpa kearifan.

Selamat Berjuang. ada bening mengambang dimataku. .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meninggalkan pondok mungil di tepi hutan Jati KPH Randublatung.Kembara Tani - 9 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Mbah Rus ! Selamat berjuang saudara-saudaraku Masyarakat Desa Hutan Watupecah. kekuatan keinginan warga Desa Watupecah untuk dapat mewariskan mata air kepada anak cucunya. Apalagi hanya dengan kekuatan seorang petani seperti Mbah Rus dan ‘anak-anak’nya yang membawa nilai-nilai kearifan yang ditanamkannya ke seluruh pelosok negeri. Tuhan selalu tahu. siapa yang sesungguhnya merusak atau memelihara hutan milik-Nya. Atau. Sebuah harapan mulia yang tidak mudah untuk terwujud.

pohonnya banyak berkurang. menurut Kasran. Oleh karena itu. MDH memiliki nilai-nilai kearifan sosial ekonomi dalam memandang hutan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya. telah berjalan cukup lama. Kasran. hutan merupakan sumber pendapatan satu-satunya yang sangat membantu sebagian besar masyarakat Desa Jegong dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mencari kayu bakar untuk menanak nasi saja susah” ujarnya. mengungkapkan bahwa jauh sebelum implementasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya. banyak orang luar yang datang dan mempengaruhi warga untuk melakukan penjarahan. kalau hutannya rusak. Desa Jegong Kec. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Dia lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. interaksi tersebut telah terjadi jauh sebelum bangsa dan negara ini lahir. lanjut tokoh agama yang berpembawaan tenang ini. (QS. walur. Kepedulian masyarakat Desa Jegong dalam menjaga hutannya. kami kehilangan salah satu sumber pendapatan. gemili dan daun jati. Jati Kab. dibuktikan pada waktu maraknya penjarahan hutan. emponempon. “Tentu saja masyarakat di sini menolak 10 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pada waktu itu. menurut Kasran. AlAl-Mulk : 15). masyarakat Desa Jegong memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui pengambilan kayu bakar. Dan hanya kepadakepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. “Karena. Khususnya pada musim paceklik. MDH telah menjadikan hutan sebagai bagian dari kehidupan sosial ekonominya. 1. Sementara nilai-nilai kearifan ekonomi MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab bersama untuk menjaga manfaat ekonomi sumberdaya hutan bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Bahkan. Dalam interaksinya tersebut. maka jelajahilah di segala penjurunya penjurunya dan makanlah sebagian rejekirejeki-Nya. Blora yang termasuk dalam kawasan KPH Randublatung. masyarakat Desa Jegong sangat menjaga kelestarian hutannya. masyarakat Desa Jegong sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kelestarian hutan. Moh. Ketua LMDH Wana Lestari.4 NILAI-NILAI KEARIFAN SOSIAL – EKONOMI Interaksi antara Masyarakat Desa Hutan (MDH) dengan hutan yang ada disekelilingnya. Nilai-nilai kearifan sosial MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab sosial untuk memelihara sumberdaya hutan yang digunakan atau dimanfaatkan bersama.

Disamping itu. Blora. Blora. Jiken Kab. Sehingga. Hal senada disampaikan pula oleh Suyitno. lanjutnya. mereka pun mengambil rumput dari hutan” paparnya. dijelaskan pula oleh Sinardi. malah mereka aktif memberikan informasi kepada petugas. maka yang rugi adalah masyarakat Jegong dan nasib anak cucu kami kelak” tuturnya seraya menyebutkan. masyarakat berkoordinasi dengan desa untuk dapat memanfaatkan kayunya. kambing dan sapi. terkait dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Namun. benar-benar telah terbukti dan dibuktikan oleh masyarakat Desa Jegong. Warga pun memblokir jalan dan beramai-ramai memukul kentongan tanda bahaya. masih termasuk dalam wilayah KPH Randublatung. Oleh karena itu. Kegiatan usaha lainnya yang dilakukan masyarakat Desa Gempol terkait dengan hutan adalah pembuatan arang kayu dan kerajinan dari tunggak kayu. otomatis interaksi masyarakat Nglebur dengan hutan yang melingkupinya adalah kehidupan kesehariannya. Desa Nglebur Kec. mengajaknya bicara baik-baik dan sopan. masyarakat Desa Gempol tidak ada yang ikut. menggantungkan tambahan pendapatannya dari hasil hutan. Tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian hutan karena didorong oleh kesadaran bahwa hutan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. untuk pakan ternaknya. baik untuk digunakan sendiri atau dijual. “Masyarakat Gempol sudah sejak lama memiliki kesadaran bahwa jika hutan rusak. Menurutnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dengan cara mencegahnya. Tanggung jawab yang muncul karena nilai-nilai kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan sebagai sumberdaya milik bersama. kami yang akan merasakan dampaknya. Masalahnya. Khususnya dampak ekonomi” tandasnya. pelopor sekaligus pendiri LMDH Wana Bersemi. biasanya mereka sadar dan membatalkan niatnya. Menurutnya. “Kami mengambil kayu bakar. Tidak hanya itu. pada saat maraknya penjarahan. Kami sampaikan bahwa apabila hutan rusak. Jika ada pencurian. Ketua LMDH Wana Tani Makmur. “Masyarakat Desa Nglebur yang sebagian besar petani dan buruh tani. Desa Nglebur berada di dalam kawasan hutan. apabila ada kebutuhan sarana umum. porang dan empon-empon yang banyak tumbuh liar di hutan juga dimanfaatkan. Sehingga banyak petani yang menggarap di kawasan hutan” jelas Sinardi. jika tetap memaksa. ujar lelaki yang masih tampak segar dalam usianya yang ke 70 tahun ini. luas lahan pertanian di desa dengan di kawasan hutan sama. lanjut Suyitno. 11 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Jati Kab. maka warga desa telah bersumpah untuk menghancurkan jembatan penghubung desa agar tidak dapat dilalui truk pengangkut kayu hasil jarahan. Ketergantungan MDH terhadap hutan. Desa Gempol Kec. yang berada dalam wilayah KPH Cepu. kesadaran itu muncul karena hampir seluruh masyarakat secara ekonomi tergantung pada keberadaan hutan. masyarakat menginformasikannya kepada petugas. sejak 1960-an masyarakat Desa Gempol sudah memiliki koordinasi yang baik.

hutan adalah pusat kegiatan ekonominya. Bahkan. tersebar di dalam kawasan hutan. Nilai-nilai kearifan sosial ekonomi yang dimiliki masyarakat Desa Nglebur tampak dalam mottonya. petani mendapat keuntungan ganda.Kembara Tani - 12 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sebab. menurut Sinardi. Setidaknya. Petani tidak perlu membayar pajak. itulah sebabnya mengapa interaksi MDH dengan hutan dapat terus berlangsung dengan selalu tetap mempertahankan kelestariannya dan keseimbangan fungsi-fungsinya. Sebelum adanya PHBM pun. Pada prakteknya. sebelum PHBM diimplementasikan. sewa lahan dan hasil panennya 100 % untuk petani sendiri. cara pandang MDH terhadap hutan dan pemanfaatannya selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan ekologis. jika hutan rusak. lanjut anggota TNI AD yang masih aktif ini. Petani hanya dititipi tanaman pokok Jati.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Warga Desa Nglebur termasuk warga yang lapar lahan. mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ekonominya. hal tersebut terus berlangsung sampai terjadinya “Revolusi” kehutanan yang dimulai sejak 1967. banyak yang merantau ke daerah lain hanya untuk memanfaatkan dan menggarap lahan-lahan hutannya. lanjutnya. Barangkali. berarti kegiatan ekonomi mereka pun turut terancam. Dengan menggarap lahan di kawasan hutan. Secara sosial. untuk dipelihara dan dijaga sampai akhir daur. sosial dan ekonomi. Hutan Lestari Rakyat Sejahtera. . Bagi mereka. masyarakat Desa Nglebur khususnya petani hutan sudah memiliki kesadaran dalam menjaga hutan. Lima ribu jiwa masyarakat Desa Nglebur yang terbagi dalam 4 pedukuhan.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Telah tampak tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. hutang-hutang luar negeri akan lunas dibayar dengan hasil-hasil hutan yang merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable). luasnya mencapai 120 juta hektar dan baru kurang dari 25 % yang diusahakan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. 13 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . berdatangan terutama dengan makin menciutnya kemungkinan mengusahakan hutan di kedua negara ASEAN itu. yaitu hampir sebesar US $ 1 Milyar pada tahun 1977. sesudah 1967 menjadi hanya salah satu pemegang HPH yang kurang berarti. sudah mulai terdengar suara-suara bahwa kalau pun minyak bumi kita habis. Dari jumlah yang tidak berarti menjadi nomor 2 setelah minyak bumi. sandang dan kemudian bahan-bahan lain dalam rangka pembangunan. maka ekspor hasil hutan tidak berarti dari segi penerimaan devisa negara.000 m3 dengan nilai rata-rata US $ 3-4 juta. Padahal. Demikianlah telah terjadi revolusi dalam sejarah kehutanan Indonesia. Produksi tahunan antara tahun 1970 – 1978 adalah pada tingat lebih dari 20 juta m3 dimana lebih dari 75 % nya diekspor. Tengkawang. Pengusaha-pengusaha asing dari Jepang. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“. Bagi Indonesia yang pada tahun 1966 – 1967 sangat memerlukan devisa untuk mengimpor pangan. Filipina dan Malaysia. ArAr-Rum : 41) 1.5 INTERVENSI KEKUASAAN DAN HILANGNYA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Mubyarto. seperti Getah. 5/1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. Inhutani yang sebelumnya memegang monopoli pengusahaan hutan. Dibanding dengan hasil hutan ikutan. Pada saat itu. produksi kehutanan sangat kecil. sumbangan yang diberikan oleh sumber daya hutan sungguh luar biasa. Dalam nilai devisa. Kulit binatang dan lain-lain yang mencapai antara US $ 6-9 juta. dalam Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (1983). Damar. Ekspornya pada 1964 kurang dari 100. Keadaan berubah sangat cepat setelah modal asing diundang masuk dan bersamaan dengan dikeluarkannya UU No. menyebutkan bahwa sebelum dikeluarkannya UU Penanaman Modal Asing 1967. sumbangan ekspor hasil hutan ini sungguh meningkat luar biasa. (QS.

manakala intervensi kekuatan eksternal menekan kelestarian sumberdaya hutan. Mereka tidak lagi memandang hutan sebagai milik bersama. kali ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang meniru ‘kelakuan’ institusi-institusi pemerintahnya. MDH tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai kearifannya dalam memandang hutan. Nilai ekonomi hutan menjadi lebih menonjol dibanding nilai-nilai sosial dan ekologisnya. murah dan cepat untuk dapat dikonversi menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Kembara Tani - 14 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Revolusi kehutanan seperti juga revolusi hijau dalam bidang pangan. Khususnya. Bedanya. digunakan dan dimanfaatkan bersama dan oleh karenanya harus dipelihara dan dijaga bersama pula untuk menjamin kelangsungan manfaatnya. Mencontoh dari perilaku yang ada. pada saat itu mereka memandang hutan sebagai sumber yang mudah. Eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran yang dilakukan atau setidaknya diijinkan oleh institusi negara. memiliki dampak sosial berupa pergeseran nilai-nilai kearifan MDH dalam memandang hutan. tidak sedikit meminta korban yang dari segi politik pertanian (baca: kehutanan) besar implikasinya. Maraknya kasus penjarahan pada kisaran 25 tahun setelah intervensi kekuasaan terhadap MDH. .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Namun seperti yang juga ditemukan pada hampir segala bidang. eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran kembali terjadi. setiap hasil pasti ada biayanya. Hilangnya nilai-nilai kearifan sosial. ekonomi dan ekologis yang dimiliki MDH adalah salah satu dari implikasi ‘revolusi’ kehutanan tersebut. untuk mengejar target devisa pada kurun waktu tersebut. lebih-lebih apabila hasil itu diperoleh dalam waktu yang singkat. intervensi politik kekuasaan dan kebijakan yang tidak sadar lingkungan dan tidak memiliki pemahaman bahwa Hutan adalah Sumber hidup dan kehidupan umat manusia. Sebagian dari kelompok masyarakat itu adalah bagian dari MDH yang sebelumnya sangat menjaga kelestarian hutan dengan nilai-nilai kearifannya.

Merenda Perubahan di Batas Hutan 15 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Kedua.

baik internal maupun eksternal. PHBM didefinisikan sebagai suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan (MDH) atau Perum Perhutani dan MDH dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi. lanjutnya. Menurutnya. merupakan koreksi atas kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan pada masa lalu yang cenderung timber oriented.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. perlu dipegang 3 hal yakni. mengetahui apa yang harus dilakukan. Pertama. kurangnya pemahaman ini pun masih tampak di kalangan internal Perhutani itu sendiri. Mantan Adm/KKPH Kuningan ini memaparkan banyak hal yang berkaitan dengan implementasi konsepsi PHBM sebagai sebuah paradigma. banyak pihak yang kurang memahami konsepsi yang sebenarnya dari PHBM. pepatah tersebut sangat tepat Pasalnya. yang belum memahami konsepsi PHBM yang sebenarnya. dan Ketiga.1 PHBM dan Politik Obat Nyamuk Ellan Barlian Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bahkan. proses pembelajaran dalam mengelola hutan (khususnya di P. mengakui pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam mengimplementasikan PHBM. Adm/KKPH Randublatung. sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat Sumberdaya Hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional. diterapkan pada Perum Perhutani. Ellan Barlian. yang berdampak pada kurang memperhitungkan variable sosial ekonomi dan budaya. telah melahirkan sebuah paradigma baru yang lebih selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Desa Hutan (MDH). pemahaman dan kesepahaman ini sangat penting dalam mengambil tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan besama” ujarnya menyesalkan. Jawa dan Madura) yang dipercayakan negara kepadanya. munculnya disvaritas dalam pemanfaatan sumberdaya hutan dan meningkatnya konflik pengelolaan sumberdaya hutan. Paradigma baru pengelolaan sumberdaya hutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. “Banyak pihak. Di kalangan internal. 16 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Kedua. Tampaknya. Dalam membangun kesepahaman. kesungguhan aparat/petugas Perhutani belum maksimal dan masih ada keraguan dalam mengimplementasikan PHBM secara konsepsi yang sebenarnya. mengetahui apa yang harus diyakini. Padahal. Implementasi paradigma baru tersebut melahirkan sebuah sistem yang dikenal dengan nama PHBM (Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat). mengetahui apa yang harus menjadi keinginan atau tujuan.

ilmu pengetahuan. tujuan ini adalah sasaran yang ingin dicapai oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dengan demikian. Padahal. harus dipandang sebagai prioritas dalam proses pembangunan daerah. rehabilitasi balai desa. sekira 70-80 % termasuk daerah tertinggal (IDT) dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relatif lebih rendah. PHBM memiliki tujuan mulia yakni mewujudkan Masyarakat Desa Hutan yang Maju. MDH yang sebagian besar. Hampir seluruh LMDH yang mendapat dana sharing hasil produksi. telah mengalokasikan sebagian dananya itu untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana (jalan. Mandiri dan Sejahtera. Bagi Pemerintah Daerah. baik informasi. Sementara bagi Perhutani sendiri. lanjut penggemar bulu tangkis ini. harus dibangun di atas nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa hutan. implementasi PHBM dapat menjadi program yang sangat strategis dam berdampak politis. sarana pendidikan. dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut menjadi bukti kemandirian masyarakat desa hutan dalam pembangunan di desanya dengan tanpa membebani APBD Pemerintah Daerah setempat. Pasalnya. seharusnya menjadi beban APBD Pemerintah Daerah sebagai bentuk pegembalian pajak yang dibayarkan. 17 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . PHBM sebagai stimulan dapat membantu meringankan beban Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil di sepanjang batas hutan. Ellan menyebutnya sebagai teori politik obat nyamuk. Keyakinan dari semua pihak. yakni mensejahterakan masyarakat desa (hutan) sebagai bagian dari warga bangsa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sementara bagi pihak eksternal. dll). sebagai warga masyarakat mereka pun memiliki hak yang sama dengan masyarakat daerah-daerah lainnya. teknologi. pemahaman internal dan eksternal ini justru merupakan titik kritis dari keberhasilan implementasi konsepsi PHBM. Bahkan. keagamaan. yakni memulai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari daerah atau desa terpencil yang notabene memiliki lebih banyak keterbatasan. MDH dipandang strategis baik karena letak geografisnya maupun tingkat interaksinya terhadap kawasan hutan. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana itu. Masalahnya. Bagi eksternal. maupun aksesibilitas. PHBM masih terkesan program milik Perhutani. menurut Ellan. tuturnya. ada pula yang membebaskan warganya dari PBB dan biaya pengobatan di Puskesmas. PHBM hanya sebuah stimulan dalam menggerakan pembangunan pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu. masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan tujuan yang sama. Sebenarnya. belum terbangun sebagai bagian integral dan internalisasi dalam sistem pembangunan hutan dan daerah secara umum. Pernyataan Ellan tersebut memang sesuai dengan fakta di lapangan.

Memandang dan memperlakukan LMDH sebagai sebuah entitas sosial ekonomi MDH. menjadi entri point bagi keberhasilan implementasi PHBM. Pertama. 2003). beranggapan bahwa tindakan ekonomi 18 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Masalahnya adalah apakah LMDH mampu menjadi filter bagi penetrasi kapital global. Yogyakarta. lembaga kekerabatan dan jaminan sosial yang berbasis pada kebersamaan (Heru Nugroho dalam Pembaharuan Desa secara Partisipatif. PHBM hanyalah sebuah konsepsi belaka. Mazhab Substantivist ? Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meningkatnya keberdayaan masyarakat desa hutan yang ditunjukan dengan kemandirian dalam membangun sarana fisik maupun non fisik adalah sesuatu yang harus jujur diakui sebagai salah satu dampak dari stimulasi implementasi PHBM. Mazhab Formalist. LMDH dibentuk sebagai sebuah payung hukum Masyarakat Desa Hutan (MDH) untuk dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan institusi Perhutani dalam pengelolaan sumberdaya hutan. Budaya subsisten melahirkan bentuk tindakan saling tolong menolong sesama warga.1 LMDH. Pemisahan orientasi sosial ekonomi LMDH menjadi orientasi sosial saja atau ekonomi saja. justru akan menghilangkan budaya subsisten yang menjadi nilai-nilai kearifan lokalnya. Tanpa kebersamaan itu. sinergitas yang selaras dalam melaksanakan konsepsi PHBM diantara semua elemen bangsa.1. Kehadiran LMDH di tengah-tengah MDH diharapkan dapat menjamin kemajuan. Dengan demikian. kemandirian dan kesejahteraan bagi warga MDH itu sendiri. ada 3 pendekatan yang sering digunakan untuk memahami ekonomi. Oleh karenanya. sesungguhnya LMDH adalah sebuah entitas sosial ekonomi masyarakat yang berperan sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa hutan. regional dan nasional ke dalam ekonomi tingkat lokal? Penetrasi tersebut dikhawatirkan dapat memacetkan fungsi LMDH sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa (hutan). Pasalnya. harus dipandang sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab bersama. kegiatan ekonomi masyarakat desa dibangun di atas moralitas subsisten yang mendasarkan pada orientasi kecukupan pemenuhan kebutuhan rumah tangganya dan tidak untuk meraih keuntungan secara ekonomi. tidak terlepas dari implementasi PHBM itu sendiri. Menurut Heru Nugroho (2003). Menyadari hal tersebut. 2. Sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat. apa yang menjadi tujuan PHBM seharusnya juga secara otomatis menjadi tujuan dari LMDH. LMDH lahir karena implementasi PHBM memerlukan institusi yang secara hukum dapat bertindak mewakili dan mengatasnamakan MDH.

politik dan ekologi. menurut Heru. Unit analis pendekatan formalist adalah individu dengan mengesampingkan faktor sosial. Kekuasaan (Marxist) dan Kelembagaan (Substantivist). Mempertahakan dan menjaga LMDH dalam tataran perannya sebagai entitas sosial ekonomi MDH yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. menyatakan bahwa tindakan ekonomi didasarkan pada mode of production yang dianut oleh suatu masyarakat dan unit analis yang dipakai adalah kelas dan totalitas sosial. Figur Kepala Desa dan Personifikasi Ketua LMDH. “Dulu. maupun pengurus LMDH itu sendiri. Artinya. Lha. 19 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . kearifan untuk menjaga agar LMDH tidak terperangkap pada sifat individualistik formalist atau alat kekuasaan dalam totalitas sosial adalah tanggung jawab kita bersama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ merupakan tindakan rasional yang mendasarkan pada rasionalitas sarana-tujuan yang melahirkan perhitungan-perhitungan untung rugi. Mazhab Substantivist berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi tidak melulu berurusan dengan rasionalitas dan perjuangan kelas. Desa Singonegoro. Dan Ketiga. Kec. Kedua. 2. tetapi juga berkaitan dengan variable kelembagaan. menjadi sebuah keniscayaan dan merupakan tantangan tersendiri bagi para implementator PHBM. menegaskan bahwa peran Asper/KBKPH sangat besar dalam pelaksanaan PHBM. sosialisasi dari tingkat KRPH kurang jelas dan pelibatan LMDH dalam perencanaan pun tidak sebagaimana mestinya. sangat mempengaruhi tingkat kemajuan implementasi PHBM. rencana itu dibuat oleh mereka. lajut Agus. baik itu petugas Perhutani. Sehingga waktu itu. Agus Marwan. merupakan suatu proses yang terlembagakan dan unit analisnya adalah institusi-institusi. Bagaimana pun. gimana kami mau pinter?” akunya. Blora yang berada dalam wilayah KPH Cepu. budaya.1. kegiatan ekonomi menurut mazhab ini. Ketua LMDH Wana Bestari. pada awal pembentukan LMDH. Mazhab Marxian. aparatur desa. Apalagi pihak desa pun sangat pasif. karena SDM Kepala Desa yang tidak dapat memahami apa itu PHBM dan apa fungsi LMDH. kami merasa sangat kesulitan untuk mengembangkan diri. Pasalnya.2 Membangun Sinergitas yang Selaras Keberhasilan implementasi PHBM sangat tergantung dari pemahaman para pelaku di lapangan. Menurutnya. fakta di lapangan menunjukan bahwa sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). kami tahunya sudah jadi. realitas ekonomi desa tidak dapat dipisahkan dari unsur Rasionalist (Formalist). Jiken Kab. Berkaitan dengan hal tersebut.

“Sebenarnya bukan tidak ikhlas. dirinya justru sangat terbantu apabila LMDH mampu mengerjakan sesuai dengan ketentuan dan menjamin keberhasilannya. Selain itu. Priyono pun menegaskan pentingnya pemahaman Kepala Desa terhadap PHBM dan fungsi LMDH. Menurutnya. Priyono memaparkan pentingnya BKPH bagi kelestarian hutan itu sendiri. Pekerjaan di Perhutani sudah habis. dan 3). “Kerelaan Asper untuk berbagi pekerjaan dengan LMDH dalam mengelola hutan sangat berpengaruh terhadap kemajuan LMDH. aktivitas LMDH sangat tergantung dari Aspernya. Menurutnya. maka kami juga kena dampak. kami mendapat dukungan dari Asper. “Kami kan nantinya tinggal melakukan pengawasan. pada saat awal pembentukan kami berjuang keras. Suparman mengaku. Sementara itu. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak. Masalahnya. apabila hasil tanaman tidak sesuai ketentuan. bagi kami disini tidak pernah merasa harus berebut pekerjaan dengan LMDH. Pekerjaan-pekerjaan seperti pemeliharaan. Asper/KBKPH Nglawungan KPH Blora. khususnya dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang bisa digarap oleh LMDH” ujarnya. “Berbeda dengan sekarang ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Berbeda dengan sekarang ini. Oleh karena itu. Masalahnya. harus mengganti. jika ada kendala yang terkait dengan Perhutani selalu dikomunikasikan dengan Aspernya itu. Pak Asper sangat dekat dengan kami. lanjut Asper yang pernah menangkap oknum polisi yang mencuri kayu Jati di wilayahnya ini. misalnya persentase tumbuh. Apa mungkin masyarakat akan mengganti apabila nanti tanamannya gagal?“ tanya Suparman. dari sebelum adanya PHBM. Oknum Perhutani ikut main dengan cara menjadikan oknum MDH sebagai tangan kanannya. Apalagi pada saat awal pembentukan dimana LMDH belum mendapatkan dana sharing hasil produksi. Jadi. Selain menghadapi masyarakat dan aparatur desa yang belum paham. memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan LMDH. Menurutnya. aparatur desanya kurang dapat memahami tujuan 20 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 2). meningkatnya pencurian pada tahun 2005 terkait dengan internal Perhutani sendiri. meluruskan adanya anggapan bahwa Asper tidak rela menyerahkan pekerjaan kepada LMDH. Kami di sini. lanjut Priyono. dapat menjadi sumber untuk mengisi kas LMDH yang dapat digunakan untuk operasional mensosialisasikan PHBM dan LMDH ke masyarakat” tuturnya. menurutnya. Suparman. masih dalam wilayah KPH Cepu. pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang menyangkut tanaman selalu melibatkan masyarakat. sehingga kami dapat melakukan pembenahan internal dan menyusun rencana-rencana yang dapat dilakukan untuk mengembangkan LMDH” jelas Agus seraya menyebutkan. Lebih jauh. tapi kami pun dituntut standar sesuai ketentuan dalam keberhasilan tanaman. yakni : 1) kepakuman di BKPH karena Aspernya meninggal. pengontrolan dan pembinaan lainnya. pembabatan. kami pun berhadapan dengan internal Perhutani itu sendiri. tanya saja sama mereka” tandasnya. Hal yang sama dikemukakan Priyono.

Kami berharap. juga banyak dialami LMDH-LMDH lainnya. selalu dimusyawarahkan dan melibatkan desa. lanjutnya. Sebagai contoh. KSS PHBM KPH Cepu. Desa Banglean Kec. tutur Priyono. Termasuk. manajemen bersikap sangat jelas dan tegas menghadapi kendala internal seperti itu” tandasnya. Dukungan yang diberikan oleh aparatur desa. dalam alokasi sharing untuk desa. LMDH yang dipimpinnya mendapat dukungan dari semua pihak. Kepala Desa menganggap hal itu sebagai sebuah arogansi LMDH. Kec. Jati Kab. Komunikasi ini sangat penting untuk memupuk kesepahaman dalam mengimplementasikan PHBM’ ujarnya pasti. sebagai kendala kelembagaan dalam mengimplementasikan PHBM. Sinardi secara rutin menyelenggarakan sambung rasa dengan MDH dan stakeholder. Setiap ada permasalahan atau merencanakan sesuatu. 21 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Kami ingin semuanya serba transparant” pungkas Ketua LMDH yang mewajibkan semua pengurusnya berfoto memakai dasi dan mengenakan jas untuk papan struktur organisasinya. adanya komunikasi yang intensif dengan semua pihak. “Agar PHBM ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh MDH” tandasnya. Hal tersebut diakui oleh Zenal Abidin. Kepala Desa sangat kooperatif dan bersikap Tut Wuri Handayani terhadap LMDH. akhirnya semua pihak memahami maksud kami” jelasnya. Blora yang berada di wilayah KPH Cepu. “Sambung rasa kami lakukan untuk mengetahui keinginan semua pihak. Salah satunya di desa Bangoan. Blora yang berada dalam wilayah KPH Randublatung. Dukungan desa terhadap LMDH juga diungkapkan oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki. Jiken Kab. khususnya stakeholder PHBM termasuk desa. Hal tersebut menunjukan. Tapi. khususnya MDH. Seperti yang baru saja dilakukan. Kepala Desa Bangoan justru bertindak sebagai pelopor dan pendiri LMDH Wana Asri yang mewadahi MDH di desa yang dipimpinnya. khususnya Kepala Desa terhadap LMDH dan PHBM. Untuk memelihara hal tersebut. banyak ditemui di tempat-tempat lainnya. betapa sinergitas yang selaras masih perlu terus dibentuk dan diperjuangkan. pengurus LMDH menyerahkan alokasi untuk desa dari hasil sharing dengan disaksikan oleh Muspika setempat. Berbeda dengan keduanya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sebenarnya dari PHBM. “Tapi. Bahkan. Sinardi menyodorkan fakta lain yang menunjukan bahwa sejak awal pembentukannya. LMDH menghendaki adanya rencana penggunaan yang jelas dan pertanggungjawabannya. kesalahpahaman ini pun sempat sampai ke tingkat kecamatan. Apa yang dialami Agus dan Priyono. penggunaan alokasi desa dari hasil sharing. khususnya pada saat awal pembentukan LMDH. lanjut Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. Menurutnya. lanjut Sinardi. “Namun setelah dijelaskan dengan baik.

tokoh agama. Desa. tidak melibatkan MDH dan tidak transparan dalam pengelolaan organisasi. berbanding lurus dengan tingkat kemajuan LMDH dan keberhasilan implementasi PHBM. diakui oleh Ellan Barlian. kelembagaan yang ada dalam kepengurusannya masih didominasi oleh elite desa. Fenomena elite desa memegang kendali kepengurusan LMDH ini. menjelaskan bahwa banyaknya guru yang terlibat dalam LMDH. khususnya fungsi ekologis. hal yang sangat berpengaruh adalah personifikasi Ketua LMDH itu sendiri. menjadi salah satu bukti kemungkinan benarnya sinyalemen tersebut. Pasalnya. Tapi. transparansi dan akuntabilitas kelembagaan yang dipimpinnya. 2. khususnya penggunaan dana sharing yang diterima LMDH. LMDH yang relatif lebih maju. Bagaimana pun. Pemerintah Daerah (Kepala Desa) dan Personifikasi ketua LMDH.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Fakta dilapangan menunjukan bahwa segitiga sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). Kritikal pointnya adalah bukan terletak pada keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH. aparat desa. tokoh petani dan bahkan ada pula anggota TNI yang masih aktif. ditemukan juga penggunaan dana sharing oleh pengurus di luar alokasi insentif/gaji yang telah disepakati. Sementara itu Trisno Aji.3 Pentingnya Personifikasi Ketua LMDH Disamping sinergitas segitiga (Perhutani. banyak pula LMDH yang dipimpin elite desa justru relatif lebih maju dengan tingkat pelibatan MDH 22 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Adanya kasus Ketua LMDH yang dilengserkan MDH karena tidak menyampaikan dana sharing kepada MDH. keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH berdampak positif. Asper Pucung KPH Randublatung. karena pertimbangan tertentu elite desa tersebut memang sengaja tidak mau melibatkan MDH. Atau. guru mendapat tempat khusus dalam strata sosial MDH. bisa jadi karena elite desa berjalan tidak selaras dengan keinginan MDH. selalu dipimpin oleh elite desa yang memiliki pengaruh cukup kuat di MDH. personifikasi ini justru menjadi energi awal terbentuknya sinergitas segitiga tersebut. LMDH) dalam implementasi PHBM. Uniknya. Sebagian besar dari figur-figur itu adalah kalangan pendidik (guru. kepala sekolah). menurutnya. Menurutnya. Sinyalemen yang disampaikan Ellan Barlian bahwa keterlibatan masyarakat dalam penentuan kebijakan relatif masih sangat rendah. belum merupakan kooperatif dari semua anggota yang ada. Tapi pada sisi lain. beberapa kasus menunjukan mengarahnya LMDH menjadi lembaga yang elitis. sangat membantu dalam proses sosialisasi fungsi-fungsi hutan. rasa kepemilikan MDH terhadap LMDH rendah dan bersikap masa bodoh.1. Sehingga. Pada kasus-kasus lainnya. Pada satu sisi. khususnya pada saat membangun komunikasi sinergis dengan stakeholder dan MDH itu sendiri.

Merenda perubahan memang perlu kehati-hatian dan ketekunan. dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan LMDH. Adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada setiap tutup tahun. LMDH Wana Sumber Rejeki KPH Randublatung (kepala sekolah).Kembara Tani - 23 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . LMDH Wana Lestari KPH Randublatuing (tokoh agama). Pada tataran ini. fungsi pengawasan terhadap LMDH dan evaluasi kinerjanya oleh MDH dan stakeholder harus lebih dioptimalkan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ yang cukup tinggi dalam setiap proses pengambilan keputusannya. Semoga Mimpi tentang Sabuk Kesejahteraan di Batas Hutan yang tengah kita renda bersama. Selamat Berjuang Kawan. . dan LMDH Wana Tani Makmur (TNI Aktif). dapat benar-benar terwujud. Seperti. sebelum menyampaikan dana sharing untuk tahun berikutnya.

sebuah pembaharuan sedang terjadi di sepanjang batas hutan. kompleks. Tapi. infrastruktur dan kualitas SDM yang rendah. Sebuah Gerakan Sosio-Ekonomi “Yakin ! Saya yakin sekali PHBM dapat mensejahterakan MDH” tegas Priyono. bahwa PHBM terbukti mensejahterakan masyarakat. MS Ka’ban. Pasalnya. sebuah Gerakan Sosio Ekonomi Masyarakat Desa. pemuda lulusan SLTA ini meyakini bahwa Desa Gempol yang termasuk desa IDT akan mampu mengejar ketertinggalannya. dampak PHBM yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah Masyarakat Desa Hutan lebih dari sekedar kesejahteraan. pembangunannya tertinggal dan letaknya terpencil di pelosok. dalam beberapa hal memang benar adanya. PHBM sebagai stimulator telah terbukti dapat menstimulir kemandirian masyarakat desa (hutan) dalam menentukan arah pembangunan yang diinginkannya. Ucapannya itu diiringi sorot mata yang optimis. sumberdaya alam yang kami miliki berlimpah. masalah di desa kami cukup banyak dan Padahal potensi Khususnya. tengah berlangsung dan bergulir cepat di batas hutan. pemanfaatan dana hasil sharing produksi benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagian besar dari Desa Hutan adalah desa yang relatif memiliki keterbatasan aksesibilitas dan sumberdaya. Namun demikian. lanjut pemuda lulusan STIPER Jogjakarta ini. Sebuah proses sosial yang mengarah kepada percepatan kemandirian pembangunan ekonomi desa. PHBM mendorong MDH untuk lebih intens berinteraksi dan berintegrasi dengan kekuatan ekonomi eksternal.2. di desa yang sebelumnya memiliki banyak keterbatasan. 24 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pernyataan Menteri Kehutanan RI. Keyakinan yang sama ditegaskan Wahyu. Didampingi Martedjo.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Dengan adanya PHBM dan dana sharing yang kami terima. 2. Entah disadari atau tidak. Dan. Dengan catatan. “Sebagai desa IDT.1 Wajah Lesu Masyarakat Desa Hutan Desa Hutan dalam konsepsi PHBM didefinisikan sebagai wilayah desa yang secara geografis dan administratif berbatasan dengan kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan. Wakil Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol di wilayah KPH Randublatung. Ketua LMDH Wana Bersemi. pada saat mengunjungi lokasi PHBM di Blitar dan Kediri pada 2004 lalu. adanya dukungan semua pihak untuk sama-sama mewujudkan tujuan dari PHBM itu sendiri. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak di wilayah KPH Cepu. saya yakin roda perekonomian Desa Gempol akan berputar lebih cepat” tandasnya. relatif lebih jauh dari pusat pemerintahan.2 PHBM.

Ketinggian dpl .628 jiwa : 8 jiwa per km2 : 20 km dari Kecamatan Jati (Doplang) : : Kapur : 150 cm : Subur : 75 m dpl : 15 % • • • • • Luas Penggunaan lahan Lahan Sawah Lahan Kering > Tegalan > Pemukiman > Hutan Negara > Lain-lain • Lembaga-Lembaga - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bersemi Forum Komunikasi PHBM (FK PHBM) Desa Gempol Pemerintahan Desa Gempol Badan Perwakilan Desa Gempol (BPD) 25 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .020 Ha : 3.Kabupaten Luas Desa Jumlah Penduduk .Kemiringan Iklim • Curah hujan Hari hujan Tipe Iklim Suhu : : : : : : 50.000.Perempuan Kepadatan Penduduk Letak Desa Kondisi Tanah .875 Ha : 70. SDM yang terbatas dan didominasi oleh kaum petani dan buruh tani.345 Hektar : 3.845 Ha : 268.246 jiwa : 1.200 Ha : 5.Kesuburan Tanah Topografi .750 Ha : 27 mm/th 12 hari/bulan Tropis 32 oC : : : : BKPH Selogender Gempol Jati Blora • • : 3.Desa .618 jiwa : 1.Kecamatan . Sebagai gambaran.344.Laki-laki . • Lokasi .5 Ha : 3. Kondisi umum MDH memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah. berikut ini kondisi bio fisik wilayah hutan pangkuan Desa Gempol beserta “wajah lesu” masyarakatnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Masyarakat Desa Hutan (MDH).395.Kedalaman .Jenis Tanah . didefinisikan sebagai sekelompok orang yang bertempat tinggal di desa hutan dan melakukan kegiatan yang berinteraksi dengan sumberdaya hutan untuk mendukung kehidupannya.

Tamat SLTP .Lainnya Jenis Produk Pertanian • • • Kepemilikan Ternak . Jagung.Jasa : Rp 762.( 6.0 %) .Buruh bangunan .500.(17.255 orang : 3 orang : 15 orang : 35 orang : 27 orang : 386 orang : Padi.Belum Tamat SD .Pendidikan : Rp 1.675.Tidak Sekolah .Pengusaha . sebagai berikut : .Tamat SLTA .Jajan.Makanan ternak : Rp 167.( 0.122 ekor.500.7 %) .Biaya sosial : Rp 1.500.Buruh tani : Rp 1.Lainnya : Rp 862.875.350.(20. Judi.(45. Rata-rata pemilikan ternak kecil : 2 ekor/KK Rata-rata pendapatan penduduk dalam satu keluarga per tahun sebesar Rp 8.5 %) .8 %) . dll.000.525 orang : 1.(18.Jumlah ternak kecil : 1.Jumlah ternak besar : 875 ekor.Tamat SD .(17.6 %) 26 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah • • .Pedagang .315 orang : 66 orang : 48 orang : 16 orang : 1.412.Petani .Buruh tani .5 %) Pola konsumsi penduduk merupakan alokasi pengeluaran dari pendapatan yang diterima dalam satu rumah tangga dalam satu tahun.1 %) .Buah : Rp 41. Jeruk.( 2.8 %) .675.( 2.000.( 9.456. Tingkat Pendidikan .PNS/TNI/POLRI .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Karang Taruna Kelompok Tani Hutan (KTH) Kelompok Tani (Poktan) Kelompok Kesenian Kelompok Pengrajin Takmir Masjid : 186 orang : 356 orang : 216 orang : 1.000.Kayu : Rp 1.500. Kacang tanah.500.Dagang : Rp 1.8 %) .7 %) .6 %) . Kedelai.bersumber dari : .(16.750.Tidak Tamat SD .Pangan : Rp 3.875.375.Tumbuhan obat : Rp 42.039.Buruh bangunan : Rp 1.000.6 %) .Tamat Akademi Mata Pencaharian .875.8 %) .354.(10.(16. Rata-rata pemilikan ternak besar : 1 ekor/KK .8 %) .Kayu bakar : Rp 224. Rokok : Rp 538. Alokasi pengeluaran penduduk Desa Gempol dalam satu tahun.501.500. Ubi kayu.( 0.

207. roda ekonomi desa pun berputar sangat lambat yang pada gilirannya menghasilkan akumulasi berupa rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya. termasuk mustahil.2. membuat roda ekonomi dan pembangunan desa di sekitar hutan berjalan relatif lebih lambat.87.5 %) ( 1.7 %) ( 3.173. yang menunjukan nilai minus. Perpaduan dari karakteristik wilayah dan kondisi masyarakat yang memiliki banyak sekali keterbatasan. tampak lesu kurang darah.000. Termasuk. Dana segar yang bersumber dari sharing hasil produksi kayu Perhutani ini.28.000.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sandang Kesehatan Perbaikan rumah Energi Angsuran Pajak Transportasi : : : : : : : Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 301. Wajah kehidupan sebagian besar masyarakat desa (hutan). Sementara itu. Dukungan infrastruktur.250. rata-rata penduduk mengeluarkan Rp 8. memiliki prosentasi yang tidak proporsional bagi desa di sekitar hutan. Kondisi tersebut diperparah dengan daya dukung APBD bagi keuangan Pemerintahan Desa yang tidak memungkinkan untuk melakukan percepatan pembangunan di desa. besaran dana sharing hasil produksi ini sangat tergantung dari besaran nilai produksi kayu dalam kurun waktu 27 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .500.6 %) ( 2.2 Transfusi “darah” Segar Salah satu dampak dari implementasi PHBM adalah mengalirnya dana segar ke tengah- tengah MDH yang dikelola oleh sebuah institusi bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).216. Keterbatasan sumberdaya manusia dan aksesibilitas yang dimilikinya. Akibatnya. membuat MDH memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas permasalahan yang tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosialnya.( 3. Bahkan. khususnya jalan sebagai nadi perekonomian desa.250.18. Kerjasama Cifor-Cirad-UGM-Perhutani). diterima MDH melalui LMDH setiap tahun dengan jumlah yang tidak sama.2 %) Dalam satu rumah tangga. jelas-jelas sangat tidak mungkin atau bahkan. 2. sangat tidak memadai.500.000/tahun sumber : Hasil survei Desa Gempol Tahun 2004 (LPF Project. Pasalnya.500. merupakan gambaran kondisi nyata masyarakat desa (hutan). rata-rata pendapatan dan rata-rata pengeluaran penduduk dalam satu keluarga dalam satu tahun di Desa Gempol.290. mengandalkan swadaya masyarakat yang tengah berada dalam kondisi serba sulit dan tekanan kebutuhan hidup sehari-hari. distribusi dana hasil Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) yang diterima oleh Pemda.1 %) ( 0.6 %) ( 2.3 %) ( 0.

beberapa diantaranya mampu melesat cepat menangkap peluang pengembangan dengan optimisme perencanaan-perencanaan pembangunan di desanya secara swadaya. Sebagai contoh. karena nilai produksi kayu nihil. diolah. tapi pada kurun waktu lainnya LMDH bisa saja tidak mendapatkan sharing. mandiri dan sejahtera.(terbilang: Satu Milyar Empat Belas Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah). LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. pada satu kurun waktu LMDH dapat memperoleh nilai sharing yang cukup mengejutkan untuk ukuran satu desa.560.88. data sharing hasil produksi di KPH Randublatung (2002 – 2005) dengan nilai terbesar dan terkecil.- 2005 793.440. dana 1 Milyar lebih itu. Pasalnya. LMDH tersebut menerima dana sharing sebesar Rp 1. Data Sharing Hasil Produksi Terbesar dan Terkecil di KPH Randublatung Tahun Sharing 2002 2003 2004 SHARING TERBESAR Lokasi Nama LMDH Nilai Sharing Desa/Kec/Kab Jegong / Jati / Wana Lestari 4. Secara kumulatif (2002 – 2005). Sedangkan nilai sharing terkecil diterima oleh LMDH Wana Asri Desa Wulung.013. tercatat sebagai penerima sharing terbesar.624.SHARING TERKECIL Lokasi Nilai Nama LMDH Desa/Kec/Kab Sharing Wono Dadi Wana Asri Pengkol Jegong / Jati / Blora Wulung / Randublatung / Blora Sambongwonja / Randublatung / Blora 153.337.819. Dengan dana segar di tangan LMDH.Blora Wana Bersemi Wana Bersemi Gempol / Jati / Blora Gempol / Jati / Blora 203.014. Sehingga. yakni sebesar Rp 88.- Sumber KPH Randublatung. sungguh merupakan sebuah nilai yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan dimiliki oleh salah satu institusi miliknya. 28 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .896 (terbilang : Delapan Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah).805.387.Blora Jegong / Jati / Wana Lestari 51.154. masyarakat desa (hutan) mampu melihat titik terang jalan menuju harapan membangun dan mewujudkan sebuah desa yang maju. dana yang diterima LMDH jauh lebih besar. tampak dalam tabel berikut : Tabel 1. Wajah ‘lesu kurang darah’ yang semula menghiasi MDH (Gempol) mulai tampak ‘sumringah’ manakala konsepsi PHBM memberikan ‘transfusi darah segar’ melalui sharing hasil produksi kayu itu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ satu tahun tersebut dan luasan pangkuan (wengkon) yang dikelolanya bersama-sama Perhutani. Bagi masyarakat Desa Gempol. bahkan berlipat-lipat bila dibandingkan dengan dana yang diterima oleh Pemerintahan Desa-nya yang bersumber dari APBD Pemda.896. Bahkan.- Jati Makmur 153.629.579.329.

beberapa diantaranya sudah memiliki rencana untuk sepuluh tahun ke depan. menunjukan hal tersebut. 2. Pemanfaatan ruang kelola ini dapat memberikan hasil bagi masyarakat. tampak jelas pada saat musyawarah perencanaan penggunaan dana hasil sharing produksi dilakukan. apalagi kepentingan pribadi. Kab. Sebuah ‘APBD’ versi masyarakat desa di batas hutan yang lebih menampakan kejujuran dan keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan masyarakat banyak. 29 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pati. Padahal. Pasalnya. banyak LMDH yang tidak menyadarinya. batas andil. yang mungkin saja lebih besar dari nilai dana segar dengan tanpa tergantung pada sharing produksi kayu dan jumlah tegakan yang akan ditebang.3 Kemampuan Memotret Diri Keinginan MDH untuk segera terbebas dari keterbatasan yang telah puluhan tahun melingkupinya. Disinilah muncul kreativitas dan keragaman pemanfaatan dana yang diterima oleh LMDH. memang telah membawa perubahan bagi geliat semangat pembangunan sosial ekonomi masyarakat di desa hutan. Tlogowungu. di atas kepentingan golongan. bahwa implementasi konsepsi PHBM itu ternyata lebih dari sekedar dana segar yang diperoleh dari sharing hasil produksi kayu. Optimalisasi lahan yang dilakukan oleh LMDH Aman Sentosa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ ‘Transfusi Darah Segar’ konsepsi PHBM sebagaimana yang dialami LMDH Wana Bersemi dan LMDH-LMDH lainnya yang menerima sharing relatif cukup besar. Dengan dana dan peluang yang ada. Peluang pemanfaatan ruang kelola kawasan hutan melalui optimalisasi lahannya. Namun demikian.2. Desa Guwo Kec. Nilai kearifan sosial ekonomi MDH untuk mendahulukan membangun fasilitas yang paling dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga masyarakat. Kesadaran bahwa dana yang mereka terima tidak akan selamanya ada dan berjumlah sama besar pada setiap tahunnya. misi. memiliki potensi hasil yang jauh lebih besar bila dapat dikelola secara profesional. pemanfaatan ruang kelola ini dapat menjamin kontinuitas dan kuantitas (nilai pendapatan) hasil yang lebih stabil. memaksa mereka untuk dapat menetapkan prioritas-prioritas yang harus dikerjakan. satu per satu benang kusut keterbatasan dan permasalahannya mulai terurai dan dibenahi. kelompok. LMDH Aman Sentosa hanya memanfaatkan lahan-lahan disepanjang sungai. dapat menciptakan aliran dana milyaran rupiah setiap tahunnya selama kurun waktu 30 tahun kedepan. tampak mulai dapat terwujud. batas wengkon dan lahan di tepi jalan dalam wengkonnya dengan menanam kapuk randu. Bahkan. srategi dan alokasi dananya. Lengkap dengan visi. Perubahan itu tampak dalam kreativitas penggunaan dana sharing tersebut dan semakin terbukanya aksesibilitas terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan dalam membangun desanya.

Kembara Tani - 30 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . mengorganisasikan pelaksana-pelaksananya. Bahkan. Keinginan yang telah lama terpendam dan menjadi energi yang tersimpan. tengah berlangsung. Dan. Mandiri dan Sejahtera. Sebuah pembaharuan desa (hutan) yang berawal dari gerakan sosio ekonomi PHBM yang mengarah kepada kemandirian masyarakat untuk mewujudkan sebuah Desa yang Maju. menetapkan sebuah tujuan bersama. Melintas di batas-batas hutan dan melindas siapa pun yang mencoba menghalangi jalan yang dibentuknya. termasuk pemerintahan desa setempat. dan akan bergulìr dengan sangat cepat. hanya mau menyerahkan dananya apabila proposal rencana penggunaan alokasi dana yang diajukan pemerintah desa setempat. tentu saja dengan dana yang mereka miliki bersama pula. melakukan pengontrolan ketat bagi dana-dana yang diserahkan kepada institusi lainnya. . dan pada akhirnya mengawasi pelaksanaannya secara bersamasama pula. Sebuah sikap kemandirian pembangunan tanpa menggantungkan dan membebani APBD pemerintahan setempat. Beberapa LMDH. melaksanakannya sesuai dengan rencana yang disepakati. kemudian menyusun sebuah rencana yang menjadi strategi bersama untuk mencapai tujuan bersamanya. secara khusus pula LMDH-LMDH ini mengalokasikan dana untuk membantu Pemerintahan Desa dan lembaga-lembaga lain yang ada didesanya. LMDH-LMDH itu. Bola salju itu telah digulirkan. Apalagi menghentikan arus percepatannya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ MDH ter-stimulir untuk mampu memotret diri mereka sendiri. dinilainya memang benar-benar menyentuh dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Ketiga. Kreativitas Sosial Ekonomi 31 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

khususnya dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. jalan dengan kondisi yang baik memudahkan aksesibilitas warga MDH ke pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di sekitarnya. bahwa Desa Gempol yang berjarak sekitar 20 km dari ibu kota kecamatan. Banyak ojeg atau kendaraan yang enggan ke Gempol kalau harganya tidak ditambah. dengan adanya fasilitas jalan yang baik. hal tersebut dapat mempermudah proses sosialisasi tentang PHBM dan memperkuat eksistensi LMDH di tengah-tengah warga MDH. Dapat kiranya dipahami. Kedua. Murtedjo. Beberapa kreatifitas sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan dana shasing hasil produksi kayu yang diterima LMDH.1 Penggunaan Dana Sharing Hasil Produksi Implementasi PHBM menstimulir masyarakat desa di sekitar hutan untuk dapat memotret diriya sendiri. Pembuatan dan Rehabilitasi Jalan Desa Keberadaan jalan dengan kondisi yang memadai di desanya. manfaat PHBM dapat dengan cepat dirasakan oleh warga MDH. harga barang-barang kebutuhan menjadi lebih mahal karena ongkos transportasi naik. beberapa diantaranya berada dalam kondisi yang rusak parah dan tidak bisa dilalui.1 Kreativitas Sosial 1. diantaranya tergambar sebagai berikut di bawah ini. khususnya ibu kota kecamatan.1. kelompok dan golongan. jalan pun dapat meningkatkan aksesibilitasnya. Dan. Pertama. 3. Pasalnya. selain sebagai urat nadi ekonomi warga desa. terdapat dua alasan mengapa pengadaan dan rehabilitasi jalan ini banyak dijadikan prioritas oleh LMDH-LMDH di wilayah KPH Blora. Soalnya Jalannya rusak” jelasnya. dirasakan warga masyarakat desa di sekitar hutan (MDH) sebagai sebuah prioritas yang sangat mendesak. 32 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Nilai kearifan sosial ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan dalam menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Bahkan. Potret diri itu kemudian memunculkan kreativitas dalam menetapkan prioritasprioritas program.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. mengingat sebagian besar desa hutan memiliki sarana jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol menyatakan. Pada dasarnya. “Selain itu. mendasari dan menjiwai musyawarah yang dilakukan dalam menetapkan prioritas-prioritas tersebut. KPH Randublatung dan KPH Cepu. Menurutnya. relatif terisolir karena kondisi jalan yang rusak parah. hal itu membuat warga MDH harus mengeluarkan dana lebih banyak jika hendak bepergian keluar desa.

melakukan pengaspalan jalan sepanjang 1. Keberadaan jalan dengan kondisi relatif lebih baik yang langsung menembus jalur utama itu. atau dari hasil usaha produktif milik LMDH. Jalan itu akan membebaskannya dari keterisoliran. Sumarlan melihat bahwa banyak warga masyarakat desa lain yang masuk ke wilayah PHBM yang dikelolanya untuk mengambil kayu bakar (rence). Dian. LMDH pernah merampas rence yang diambil tidak sesuai dengan ketentuannya. kemudian dikumpulkan dan dibelikan batu untuk pengerasan jalan. ternyata tidak saja menjadi milik LMDH-LMDH “Gemuk” dengan nilai sharing ratusan juta rupiah. fungsi karcis itu pun sebagai kontrol bagai para pengambil kayu bakar.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH Wana Bersemi berencana untuk membuat jalan sepanjang 16 km secara bertahap. kapan selesainya Mas. Dana hasil pungutan karcis itu. Sumarlan. Maksudnya. Dia bermusyawarah dengan warganya untuk mengeluarkan karcis yang akan dikenakan kepada para pengambil kayu bakar itu. nanti kalau sudah agak banyak warga akan gotong royong” jelasnya seraya menunjuk gundukan batu putih di tepi jalan. memiliki “trik” cerdik lain untuk mewujudkan harapan warga MDHnya untuk memiliki jalan dengan kondisi yang memadai. LMDH Wana Tani Makmur yang wilayahnya tidak jauh dari jalur utama Blora – Cepu. 33 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ketua LMDH Wana Gemilang Desa Wotbakah yang nilai sharingnya tidak sampai puluhan juta. Sementara itu. Ditemui di lokasi pembuatan jalan yang menghubungkan Wotbakah dengan Sumberrejo. Dia menetapkan tarif sebesar Rp 500 per pikulan rence. Sedangkan pengerjaannya. lebih memprioritaskan pembuatan jalan di pedukuhannya masingmasing. benar-benar mengambil sesuai dengan ketentuan. tokoh petani yang memiliki pengaruh kuat di desanya itu memaparkan trik cerdiknya. “Agar warga MDH dapat lebih cepat merasakan hasil dari PHBM” ujar Gunawan Wibisono. “Baru dapat sedikit itu lho Mas. Menurutnya. “Kalau mengandalkan dana sharing. menunggu aliran dana berikut. dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga MDH secara bergiliran. Ketua LMDH Wana Alam Subur. LMDH Wana Alam Subur Desa Pelem yang sudah memiliki jalan desa yang relatif lebih baik. misalnya yang benar-benar sudah tua. wong ‘ndak cukup ko” ujarnya dalam logat Jawa yang kental. selain sebagai sumber kas bagi pembuatan jalan. menjadi harapan Sinardi. Karcis Rence untuk bikin jalan Memprioritaskan pembuatan dan rehabilitasi jalan. Anggaran sebesar 70 juta telah disiapkan untuk memulai pengerasan jalan sepanjang 8 km. agar warga MDH yang mengambil rence.4 km. KRPH Wotbakah menambahkan. Sisanya.

3. nanti Puskesmas yang nagih ke LMDH dan dana sebesar Rp 4. khususnya dalam menjaga dan melestarikan hutan. Desa Banglean mendapat insentif yang lumayan dari Pemda untuk menambah kas operasional desa. Dan Kedua. Bedanya. Tapi. Dan. pelunasan PBB lebih cepat akan meningkatkan prestise desanya di mata Pemerintah Daerah. Beban PBB warga MDH untuk tahun 2005 – 2006 sebesar Rp 13. termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). sekaligus mensosialisakan manfaat PHBM secara menyeluruh ke seluruh warga MDH. Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. Membayar pajak merupakan kewajiban warga negara. bila ada anggota warga MDH yang sakit dan berobat di Puskesmas. “Kami memberi pinjaman kepada desa senilai tagihan target PBB di desa untuk dapat dibayarkan sekaligus ke Pemerintah Daerah. Menurut Ketua LMDH yang juga pengrajin mebeulair berbahan kayu Jati ini. program pengobatan Puskesmas gratis ini ternyata tidak muncul karena alasan warga MDHnya sering atau banyak yang sakit. Puskesmas Gratis versi Wana Alam Subur Kreativitas sosial ini muncul di Desa Pelem dan dimotori oleh LMDH Wana Alam Subur yang dikomandoi Gunawan Wibisono. warga desa pun terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan. Justru sebaliknya. diharapkan dapat turut serta dalam programprogram LMDH.5 juta sudah disiapkan untuk menanggulangi tagihan-tagihan tersebut. Didampingi Sukardi.5 juta ditanggulangi oleh LMDH. kecilnya pendapatan warga MDH membuat kewajiban itu dirasakan berat. Selain itu. Nanti dikembalikan setelah seluruh warga membayar lunas PBBnya” ujar Kasdi. Namun uniknya. Apabila seluruh warga sudah merasakan manfaat langsung dari PHBM. Gunawan menjelaskan bahwa LMDH Wana Alam Subur menanggung biaya berobat anggotanya di Puskesmas. LMDH nalangin beban pajak warganya sebesar Rp 23 juta rupiah. Dengan melunasi PBB jauh sebelum jatuh tempo. dana yang sudah 34 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Martedjo adalah salah satunya. LMDH ini hanya nalangin warga untuk membayar PBB melalui desa. lanjut Kasdi. keuntungan membebaskan warga dari kewajiban membayar PBB memiliki dua manfaat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Rupanya. Menurut Kasdi. tidak dipungut biaya pengobatan. Namun terkadang. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol ini mengungkapkan. Pertama. mengurangi beban warga MDH yang tidak mampu. Menurutnya. Bebas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Warga Desa Hutan. sekretarisnya. Hal yang sama dilakukan pula oleh LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Banglean. hal tersebut tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH.

5. juga merupakan sebuah strategi yang menyentuh hati. Ketua LMDH. seraya menyebutkan. terpaksa harus ditandu ke luar desa untuk mencari bidan di desa tetangga. Menurutnya. seraya mengisahkan pernah ada warganya yang mau melahirkan. Satu bulan sekali. atau makanan lainnya sesuai anjuran pembina Pos Yandu setempat. lanjutnya. pengurus memutuskan untuk membantu 8 Pos Yandu di 4 pedukuhan dalam memberikan makanan tambahan bagi balita. “Kami membantu mereka dengan harapan mau terus bersekolah. Peningkatan Gizi Balita gaya Wana Bersemi Kasus busung lapar yang terjadi di NTB dan membuat banyak pihak gerah itu. Posyandu dulu saja” papar Wahyu. Usut punya usut. urusan kualitas SDM generasi yang akan datang sebagai pewaris PHBM. “Tapi. Faktanya. kalau sudah begitu. ini sangat 35 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Selain bertujuan untuk membantu warganya yang kurang mampu. 4. seperti bubur kacang ijo dan susu. “Perbaikan kualitas SDM warga harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizinya. mungkin mengilhami Suyitno. di 8 Pos Yandu itu disediakan dan dibagikan gratis untuk anak-anak balita makanan penambah gizi. Sepatu. anak-anak fakir banyak yang tidak mau sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membeli sepatu. khususnya gizi anak-anak” ujar Martedjo.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dialokasikan tersebut malah sering sisa alias tidak habis. ternyata program itu merupakan salah satu strategi LMDH untuk menjaring warga MDH menjadi anggotanya. proses sosialisasi tentang manfaat hutan dan fungsi-fungsinya menjadi lebih mudah. Bagi anak-anak yang kebetulan orang tuanya tidak mampu. baju seragam dan alat tulisnya secara gratis ini. harus menjadi salah satu prioritas. warga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari PHBM dan LMDHnya mendapat promosi gratis karena dibicarakan dari mulut ke mulut oleh warganya. bidan saja tidak ada yang betah. sebesar Rp 4 juta. seragam dan alat tulisnya. Menurut Sinardi. Sekolahnya kan sudah gratis dengan dana BOS itu. Wakli Ketua LMDH. “Strategi itu ternyata berhasil. Harapan kami. Jadi untuk sementara. tinggal sarana yang dibutuhkan anak-anak untuk belajarnya yang harus dicukupi. Ketua LMDH Wana Bersemi. Mendukung opini Suyitno. ingin memberi jaminan pengobatan gratis. Seragam Sekolah dan Alat Tulis Gratis versi Wana Tani Makmur Trik yang cukup cerdik ini dilakukan oleh LMDH Wana Tani Makmur Desa Nglebur. jumlah warga yang mendaftar menjadi anggota LMDH dan terlibat dalam kegiatan-kegiatannya terus bertambah” ujar Sukardi sumringah. pemberian sepatu. disini tidak ada Puskesmas. pelopor LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Dengan memberikan pengobatan gratis.

36 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 7. menjadi landasan dialokasikannya dana perbaikan sarana pendidikan. Maksudnya. dapat pula menjadi sarana efektif dalam mensosialisasikan PHBM dan LMDHnya” harap Priyono. harus dimulai dari sejak dini. LMDH dan khususnya manfaat hutan” tuturnya seraya menyebutkan. Bantuan Rehabilitasi Bangunan Sekolah (SD dan SMP) yang rusak. benar-benar menjadi perhatian serius para pengurus LMDH. pernah ada orang tua yang datang ke kantor LMDH untuk mengucapkan terima kasih karena anaknya dibantu. orang tuanya itu akan tersentuh hatinya dan mengetahui bahwa PHBM dan LMDH memberikan manfaat langsung baginya. masalah kualitas SDM di desanya perlu peningkatan. “Kesadaran untuk menjaga hutan. diantaranya adalah : 1. Program ini dilaksanakan bersama dengan Paguyuban Guru di Desa Nglebur. Hal senada dikemukakan Priyono. Pengadaan dan Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Harapan atas semakin meningkatnya kualitas SDM warga MDH. lanjut Sinardi. Tampaknya. Bea siswa itu untuk 3 SD yang ada” jelasnya. ternyata tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. Menurutnya. bantuan alat tulis untuk siswa warga MDH terkait dengan strategi untuk mensosialisasikan LMDH melalui siswa. dilakukan pula oleh LMDH Wana Lestari. “Dan itu memudahkan proses sosialisasi tentag PHBM. Mudah-mudahan bantuan tersebut selain meringankan beban orang tua siswa. Selain itu. LMDH Wana Alam Subur. Mereka berharap pada masa yang akan datang akan lahir generasi-generasi baru dengan kualitas yang lebih baik didesanya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ membantu mereka” jelasnya. “Siswa SD yang memiliki peringkat 1 sampai 3 diberi bea siswa selama 2 semester. diharapkan anak-anak ini akan memberitahu orang tuanya tentang bantuan yang diberikan oleh LMDH. Pemberian Bea siswa untuk siswa berprestasi dan sarana prasarana pendidikannya. LMDH Wana Bakti Desa Cabak. Menurut Wahyu. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. kesadaran bahwa salah satu penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan warga MDH adalah kualitas SDMnya. LMDH Wana Tani Makmur dan banyak LMDH-LMDH lainnya di lingkungan KPH Randublatung dan Cepu. Pemberian bea siswa bagi siswa yang berprestasi di harapkan dapat memacu prestasi belajar generasi penerus warga MDH. Bea Siswa bagi Rangking Kelas Memacu prestasi siswa-siswi warga MDH. Beberapa kreativitas sosial dalam upaya meningkatkan kualitas SDM warganya. 6.

Rehabilitasi dan Pemeliharaan Balai Desa Pentingnya Balai Desa/Kantor Kepala Desa sebagai pusat pelayanan Pemerintahan Desa bagi warga MDH. hampir semua LMDH mengalokasikan dana yang diterimanya untuk peningkatan kualitas sarana keagamaan. sangat disadari oleh LMDH. 4. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Belajar Mengajar untuk SD dan SMP. Sementara itu. Bantuan dana untuk penyelenggaraan pengajian-pengajian rutin. Beberapa kreativitas yang dilakukan LMDH dalam hal tersebut diantaranya adalah : a. 9. b. LMDH bekerjasama dengan paguyuban guru di desanya atau dengan persatuan orang tua wali murid dari sekolah yang akan dibantu. d. Alokasi dana dari APBD Pemerintah Daerah sangat terbatas. sebagian digunakan untuk merehabilitasi bangunan Balai Desa. Oleh karenanya. dipandang para pengurus LMDH sebagai basis moralitas yang harus mendapat prioritas. sekaligus untuk membantu proses sosialisasi tentang PHBM dan penguatan eksistensi LMDH itu sendiri. Perbaikan Mesjid Desa dan Musholla di tiap pedukuhan. Alokasi dana sebesar 20 % untuk desa. 8. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Bermain anak untuk TK 3. membebankan dana perbaikan dan pemeliharaan Balai Desa kepada masyarakat seperti yang biasa dilakukan. e.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. 37 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bantuan untuk Kesejahteraan Guru (honor). Biasanya. Mendirikan Madrasyah Diniyah gratis. Pasalnya. Upaya ini. dana sebesar Rp 41 juta dialokasikan untuk memperbaiki Balai Desa Gempol. c. semakin sulit dilakukan karena akan semakin membebani warga. Seperti yang dilakukan oleh LMDH Wana Bersemi. banyak Pemerintah Desa (hutan) tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan dan memelihara Balai Desanya. Adanya bantuan untuk memperbaiki Balai Desa dirasakan sangat membantu Pemerintah Desa. Bantuan dana untuk penyelenggaraan hari-hari besar agama. Rehabilitasi dan Pembangunan Sarana Keagamaan Kehidupan keagamaan yang masih sangat kental terasa di tengah-tengah warga MDH. Mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) gratis.

sampai barang-barang tidak bergerak yang dimiliki warga. Pengadaan Sarana Olah raga dan Kesenian. kini mulai ditanggulangi oleh LMDH sehingga semakin mengurangi beban warga MDH. seperti TV. d. e. c. Aktivitas-aktivitas sosial yang kebutuhan dana penyelenggaraannya biasa dibebankan kepada warga MDH. Mendirikan Radio Amatir sebagai sarana komunikasi warga dan media penyuluhan dan informasi. Seperti layaknya sebuah Pegadaian. Usaha ini sangat membantu warga MDH yang sebagian besar adalah petani dalam melakukan 38 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Lemari. karakteristik wilayah masing-masing LMDH. Emas. menjadi ajang kreativitas penggunaan dana sosial LMDH. Penyedia Sarana Produksi Pertanian dengan pola bayar setelah panen (Yarnen). setiap aktivitas sosial masyarakat mulai dari kebutuhan yang paling mendasar sampai yang sifatnya seremonial rutin. Bantuan (dana) Kematian. serta barang berharga lainnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 10. Namun dalam beberapa hal. keragaman ini pun menunjukan kesamaan pola penanganan permasalahan yang dihadapi yakni. Pertama. agunan yang diterima mulai dari sertifikat tanah dan surat-surat berharga lainnya. f.2 Kreativitas Ekonomi Upaya untuk mempercepat putaran roda perekonomian desa. 2. berbasis pada sumberdaya hutan dan lahan. dan Ketiga. Uniknya. Simpan Pinjam dengan suku bunga beragam. Meja dan Kursi. khususnya HUT RI b. barang-barang jaminan tersebut masih boleh dipinjam pakai oleh warga yang menjaminkannya. Penyelenggaraan Sedekah Bumi dan upacara-upacara adat lainnya. Penyelenggaraan Hari-hari Besar Nasional. berupa dukungan pinjaman modal kerja. Dalam kondisi tertentu. beberapa LMDH mewajibkan adanya agunan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. BPKB. Bantuan operasional bagi lembaga-lembaga lain yang ada di desa. bercirikan pertanian dalam arti luas. Beberapa aktivitas sosial yang dana penyelenggaraannya diambil alih oleh LMDH adalah sebagai berikut : a. Kedua. Kreativitas Sosial lainnya Pada dasarnya. Beberapa Usaha Produktif yang dilakukan LMDH diantaranya adalah : 1. mulai dari 1 – 2 %. SK Pegawai atau Pesiunan. 3. memunculkan kreativitas Keragaman ini sesuai dengan kondisi dan pengembangan usaha produktif yang beragam.1.

5. Ubi kayu. setelah dikurangi biaya pembelian awal. kemudian Petani memelihara ternak tersebut sampai dianggap menguntungkan bila dijual (gemuk). LMDH dan Petani bersama-sama membeli Sapi atau Kambing dengan harga yang disepakati bersama. Mendirikan toko koperasi yang melayani kebutuhan sehari-hari warga MDH sampai pada jasa pelayanan pembayaran listrik. juga menjadi salah satu pilihan LMDH. Pengrajin Ukiran Tunggak Kayu. Sayangnya. 7. 4. Kopi. Pinjaman Modal Kerja untuk industri rumah tangga (home industri) yang diusahakan warga. Setelah itu. wijen dan lebah madu. pembuatan tanaman.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ usaha tani. Tembakau. Makanan. pemetikan daun dan penyulingan kayu putih. Budidaya ini dilakukan anggota LMDH (pesanggem) dengan dukungan dana dari LMDH. Setiap Keluarga Tani yang berminat. Nilam. Industri kecil seperti Kerupuk. Empon-empon. Buahbuahan. dilakukan LMDH dalam rangka memanfaatkan potensi lahan di kawasan hutan. Kerja sama itu berupa. Palawija. hampir seluruh petani warga MDH (KTH) tidak pernah mendapatkan pupuk dengan harga subsidi pemerintah. Rebung bambu kuning. Bubut. sebagian besar usaha ini belum memiliki jaminan pasar dan harga hasil panennya. 3. banyak pula yang dilakukan LMDH. pemeliharaan atau penyediaan tenaga kerja tebangan. Jagung. 39 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . paling banyak diterapkan. kemudian dibagi dua antara LMDH dan Petani. Biasanya. baik di lahan Perhutani maupun lahan di luar kawasan hutan. Pengrajin Tahu Tempe. kontrak angkutan hasil hutan tebangan. menjadi pilihan usaha produktif beberapa LMDH. banyak yang mendapat pinjaman modal. Cincau hitam. Pisang. LMDH dan Petani bersama-sama menjual ternak tersebut dan hasinya. tenaga sadapan karet dan getah pinus. Pola bagi hasil maro (50:50) antara LMDH dengan petani pemelihara ternak. Porang. Kerjasama dengan Perhutani berupa penyediaan jasa borongan. Penggemukan Sapi dan Kambing menjadi pilihan LMDH karena melimpahnya sumber pakan ternak seperti rumput dan daun-daunan di sekitar hutan. Sayangnya. Tebu. Jarak pagar dan kepyar. Penjualan Kayu Bakar dan Arang Kayu. biasanya mendapat jatah 1 – 2 ekor. Pengrajin Anyaman Bambu. serta Mebeulair. Budidaya Kapuk Randu. 6.

Namun demikian. kayu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 8. khususnya Jahe dan Kunyit (simplisia. Jarak Pagar (bio diesel sebagai bahan bakar) . minuman).Kembara Tani - 40 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . minyak biji. optimalisasi penggunaan dana tersebut. khususnya alokasi usaha produktif masih dibatasi oleh jiwa kewirausahaan masyarakat. ada juga yang dilakoni LMDH. 9. cangkang buah. kreativitas sosial ekonomi LMDH dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. kemudian membayar rekening air sesuai penggunaannya. sale. Beberapa komoditas yang sebenarnya dapat dijadikan unggulan bagi usaha LMDH dan pengembangan agroindustri diantaranya adalah : Kapuk Randu (serat kapuk. Demikian pula dengan terbatasnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. Warga MDH pengguna air bersih ini. menjadi usaha yang cukup menarik. termasuk harga dan pangsa pasarnya. Pada dasarnya. serbuk. dimaksudkan agar PHBM secara signifikan dapat segera dirasakan manfaatnya. Persewaan kursi dan alat-alat hajatan. atas komoditaskomoditas yang diusahakan oleh petani pesanggem warga MDH. Warga LMDH dapat memanfaatkan jasa ini dengan harga yang lebih murah dibanding dengan menyewa kepada pihak lain. lebah madu) Cincau Hitam (gelatin cincau hitam dan serbuk cincau hitam) Pisang (tepung pisang. keripik dan kerupuk) Rebung Bambu Kuning (dijual segar) Empon-empon. jamu. Pengelolaan Air Bersih untuk warga yang diambil dari sumber air dan disalurkan ke rumah-rumah warga. membuat optimalisasi ruang kelola menjadi potensi yang kurang diperhatikan LMDH.

diarahkan dengan cara pemberian rangsangan (stimulan) yang sesuai dengan kebutuhan mereka.2. Manakala masyarakat menilai stimulus PHBM (misal dengan bagi hasil kayu) akan memberikan keuntungan bagi mereka. Apa yang dilakukan oleh Widianto. Pendekatan Khusus untuk LMDH “kurus” Sinyalemen Ellan Barlian. telah menunjukan bahwa PHBM memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat (desa hutan). manakala PHBM (melalui bagi hasil kayu) tidak memberikan manfaat yang signifikan kepada masyarakat. Kemampuan untuk memadukan antara peluang usaha dengan potensi lahan (ruang kelola) yang dilakukan LMDH. yakni optimalisasi ruang kelola. Menurutnya. Lantas. LMDH-LMDH ‘gemuk’ yang memiliki wilayah pangkuan (wengkon) dengan potensi produksi (kayu) yang masih tinggi dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang besar. harus jujur diakui. Bekerja sama dengan LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. Masalahnya adalah bagaimana halnya dengan LMDH-LMDH yang memiliki wengkon dengan produksi (kayu) yang sudah habis dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang kecil? Tentunya. LMDH-LMDH ‘kurus’ ini. menarik untuk dicermati. Widianto memulainya dengan Program Pengembangan Kebun Bibit Jarak Pagar (Jatropha Curcas). apakah akan dibiarkan menunggu pohon tumbuh dan ditebang? Sementara fakta signifikasi manfaat PHBM bagi MDH mendesak untuk segera dibuktikan. Meskipun pada bagian lain Ellan mengkritisi bahwa penggunaan dana hasil sharing pada LMDH belum efektif dikembangkan ke arah usaha produktif atau koperasi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. kesulitan untuk melakukan kreativitas sosial ekonomi seperti yang dilakukan oleh saudaranya LMDH-LMDH yang ‘gemuk’. menjadi kunci dari optimalisasi ini. diubah.2 Optimalisasi Lahan / Ruang Kelola 3. tentang keterkaitan antara perubahan perilaku masyarakat (desa hutan) dengan manfaat stimulus PHBM yang dirasakannya. merupakan salah satu solusi atas masalah tersebut.1 Jarak Pagar di KPH Purwodadi 1. Kreativitas sosial ekonomi seperti dipaparkan dalam bagian sebelumnya. KPH 41 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . secara umum perilaku masyarakat (desa hutan) dapat dibentuk. Rangsangan yang tepat dengan kebutuhan masyarakat akan memperoleh respon dari masyarakat. memang dapat berbuat banyak dalam memberikan kemanfaatan PHBM bagi masyarakat. Demikian pula sebaliknya. Adm/KKPH Purwodadi. Adm/KKPH Randublatung. maka pada gilirannya masyarakat akan merubah perilakunya guna mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut. maka program akan ditolak.

Kec. maka fungsi ekologis secara bertahap dapat diperbaiki. KPH Purwodadi yang dipimpinnya berinteraksi dengan LMDH-LMDH ‘kurus’ dengan nilai sharing yang kecil-kecil. Widianto menuturkan tentang pentingnya optimalisasi ruang kelola dalam implementasi PHBM. tanaman Jarak Pagar mempunyai potensi tinggi sebagai biodiesel dan dapat dikembangkan sebagai energi alternatif. pengembangan tanaman ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Pertama. 42 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Kondisi tersebut menyebabkan kawasan tertentu secara ekologis tidak dapat berfungsi dengan baik dan perlu adanya vegetasi untuk menutup area. Brati Kab. Kebun ini dijadikan sebagai Starter dan Stimulan pengembangan.324. juga merupakan perwujudan dari program PHBM” ujarnya seraya berharap program ini dapat mengangkat citra perusahaan (corporate image). Mengapa Jarak Pagar yang dipilih? Widianto menyebut dua alasan pokok mengapa komoditas Jarak Pagar yang diandalkannya dalam membantu MDH dalam mewujudkan tujuan implementasi PHBM.7 hektar yang direncanakan akan selesai direhabilitasi sampai dengan 2008. “Pengembangan Jarak Pagar dengan melibatkan secara aktif LMDH ini. sehingga dalam implementasinya harus didekati dengan cara yang khusus. sehingga Perhutani dapat lebih diterima oleh masyarakat dan stake holder secara luas. selain sebagai bagian dari peran sosial yang harus diembannya dalam mensukseskan program energi nasional. Peluang Jarak Pagar sebagai Komoditas Unggulan Ditemui di kebun bibit tanaman jarak pagar yang dikelola oleh LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. karena tanaman ini memiliki rendemen minyak sampai 40 % dan mudah ditanam. bahkan di lahan-lahan kritis sekalipun. Dengan sifat Jarak Pagar yang dapat tumbuh pada kondisi lahan marginal. di beberapa tempat secara sporadis terdapat pula lahan kritis yang tidak dapat direboisasi. Menurutnya. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan yang menjanjikan dalam program penanaman Jarak Pagar ini. Kedua. 2. menjadi sumber energi bagi kebutuhan internal Perhutani dan masyarakat di sekitar hutan. Tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kreativitas seperti yang lainnya. Selain masih mempunyai lahan kosong seluas 4. Grobogan. dan optimalisasi ruang kelola adalah salah satunya” jelas Adm/KKPH yang dikenal ‘gaul’ oleh anak buahnya ini. Pasalnya. Perhutani sebagai BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola hutan di Jawa dan Madura. sangat berkepentingan dalam pengembangan tanaman ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Purwodadi membuat Kebun Bibit sebagai sumber perbanyakan Stek untuk pengembangan program. “Nilai sharing hasil produksi yang mereka terima kecil sekali.

Widianto dan Team KPHnya tengah merintis pembuatan Kebun Bibit Tanaman Jarak Pagar. Secara bertahap. dimana Presiden telah menginstruksikan kepada 13 menteri dan seluruh Gubernur untuk mengembangkan minyak jarak. 500 per kg biji kering. Pengakuan Karmadi sungguh sangat mengagetkan. apabila memungkinkan. bisa sampai 40 – 50 tahun. dapat mengancam program yang telah dijadikan Gerakan Nasional dengan target luas tanam 10 juta hektar lahan kritis. RNI dan beberapa pihak yang sempat dihubunginya mematok harga sebesar Rp. PT. 43 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pasalnya. RNI untuk mendirikan pabrik pengolahan biji jarak menjadi biodiesel di Ngaringan Wirosari Kab. sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh LMDH. Hal ini terkait dengan rencana PT. Muh. Kondisi yang dialami Jumadi dan LMDH lainnya dalam hal penanaman Jarak Pagar ini. panen. menuturkan keyakinannya bahwa pengembangan tanaman Jarak Pagar ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. atau rata-rata sebesar Rp 5 juta per hektar per tahun.. Menurutnya. handling dan bagi hasil produksi. jangan seperti yang sudah-sudah” tandasnya seraya menyebutkan. Jarak Pagar ini dapat menggantikan tanaman palawija karena umurnya yang cukup panjang. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Jumadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan program ini yang diakibatkan oleh rendahnya nilai jual biji jarak. 1 Tahun 2006. Padahal. Selain itu. tanaman Jarak Pagar ini terus disosialisasikan kepada LMDH. sebanyak 60 orang ketua dan pengurus LMDH telah melakukan study banding ke PT.5 juta per hektar. pemeliharaan. untuk mendukung program tersebut. Jumadi Ketua LMDH Ngudi Makmur didampingi sekretarisnya Karmadi.5 juta – Rp 7. Bahkan. sehingga saya khawatir dengan harga itu masyarakat akan menolak menanam karena dianggap tidak menguntungkan. kami ingin ada jaminan pembelian hasil panen yang jelas. LMDHnya bermaksud mengolah sendiri biji jaraknya dan menjualnya sudah dalam bentuk minyak. 3. terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. biaya produksi. Namun demikian.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Saat ini. 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden No. dirinya bersama warga MDH sangat berharap. Grobogan. dengan harga Rp 500 per kg biji kering dan potensi produksi sebesar 5 – 15 ton per hektar setelah usia tanaman 5 tahun. Itu pun belum dikurangi susut bobot. “Harga yang ditawarkan kepada kami murah sekali. menanam Jarak Pagar tidak memerlukan pengetahuan khusus. Harga yang Tidak Menggairahkan Sementara itu. Pantas saja apabila Jumadi dan Karmadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan dari program penanaman Jarak Pagar ini. maka petani hanya akan mendapatkan hasil panen setara dengan Rp 2. tentang kebijakan energi. Pasalnya. Program ini pun telah mendapatkan tanggapan serius Presiden. pemupukan.

belum adanya jaminan pasar dan harga yang layak ini menyulitkan dalam meyakinkan petani untuk mau menanamnya. “Harus ada yang mensuplai kebutuhan itu. seperti cengkeh misalnya yang ternyata justru menyengsarakan petani. Mencermati hal tersebut. Padahal. untuk memenuhi target 10 juta hektar dengan asumsi populasi sebanyak 2. Jika tidak. teknik budidayanya. Gubernur NTB sudah mengeluarkan surat keputusan yang melarang (bibit) stek Jarak Pagar di wilayahnya keluar dari NTB yang selama ini menjadi sumber tanaman” jelasnya. Pasalnya. Saat ini. teknologi pengolahannya dan potensi lahan yang dimiliki menjadi sebuah peluang usaha bersama. kembali pemerintah akan dianggap memberikan angin surga yang berakhir dengan kekecewaan petani? Widianto mencemaskan hal tersebut. Peluang ini. menurutnya. Oleh karena itu. Widianto lebih mengarahkan penanaman Jarak Pagar yang dilakukan LMDH sebagai Kebun Bibit yang menyediakan stek bibit untuk dijual. tidak heran apabila kemudian Jarak Pagar ini akan dijadikan komoditas unggulan KPH Purwodadi. Apabila melihat rendahnya nilai jual biji jarak seperti yag dituturkan Jumadi.500 pohon per hektar (jarak tanam 2x2 m). kemampuan untuk memadukan aksesibilitas terhadap informasi pasar. kendala program Jarak Pagar tidak terletak pada sisi budidaya dan pengembangannya. Bagaimanapun. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan seluas 142 hektar yang siap dijadikan kebun bibit untuk memenuhi kebutuhan stek tanaman. . Bagi Perhutani sendiri. dua sasaran sekaligus ingin dicapai yaitu penanggulangan kemiskinan dan penyediaan sumber energi terbarukan untuk mengatasi krisis BBM di masa kini dan masa yang akan datang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Melalui program tersebut. seperti komoditas mengkudu dan mahkota dewa yang setelah dikembangkan secara besar-besaran. merupakan syarat pokok yang harus dimiliki Perhutani dan LMDH dalam melakukan optimalisasi ruang kelola. LMDH Ngudi Makmur memiliki 200 ribu pohon sebagai sumber stek di lahannya. Pada tahap selanjutnya. petani masih trauma dengan program-program budidaya yang dikendalikan pusat. Atau. diperlukan tanaman (bibit) sebanyak 25 milyar pohon. Menurutnya.Kembara Tani 44 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . manfaat PHBM tidak akan pernah benarbenar dapat dirasakan oleh masyarakat (desa hutan). Kebun bibit itu menjadi starter sekaligus percontohan bagi pengembangan Jarak Pagar bagi MDH di wengkonnya. Pasalnya. bila pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk mengatasinya. akankah dua sasaran itu dapat tercapai? Atau. dalam jangka pendek akan lebih menguntungkan. tetapi pada tidak adanya jaminan pasar dan harga yang menggairahkan petani. malah harga anjlok dan bahkan tidak laku.

memanfaatkan lahan untuk sesegera mungkin menunjukan dampak PHBM kepada masyarakat desa hutan. “Komoditas ekspor seperti porang menjadi pilihan” tutur Sudarto. lanjut Sudarto. konsep itu merupakan sebuah pemikiran baru. Sudarto yakin bahwa nilai sharing yang akan diterimanya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil pemanfaatan lahan diwengkonnya.2 RINDU MENUNGGU KAPUK RANDU “Nunggu sharing? No Way!” ujar Sudarto. mencoba merubah komoditas yang biasa ditanam para pesanggem dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. semua berawal dari konsep PHBM yang ditawarkan Perhutani dalam sosialisasinya. masyarakat kurang yakin terhadap niat Perhutani untuk berbagi. Ditemui di SD yang dipimpinannya. Hasil pengamatan inilah yang kemudian melahirkan kebijakan dasar Menurutnya. Para pengurus LMDH kemudian berembug untuk mencari jalan keluarnya. Sudarto didampingi Hadi. Hal pertama yang dilakukan pengurus. Pasalnya. Awalnya. diperlukan cara yang tepat dan cepat dalam optimalisasi ruang kelola. sekarang turut terlibat dan menikmati hasilnya” jelas penyuluh swadaya masyarakat ini. menginventarisir sumberdaya hutan yang masuk dalam wengkonnya. tidak saja dari hasil produksi kayu tetapi juga pemanfaatan lahan yang ditanami sesuai dengan keinginan masyarakat. Alhasil.2. 45 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . lanjut Sudarto. tanaman kapuk randu menjadi harapan bagi kas LMDH. Hasilnya. Sebuah prasangka yang baik. Ketua LMDH Aman Sentosa Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. seksi reboisasi LMDH Aman Sentosa. Dengan fasilitasi Perhutani. Menurutnya. Sudarto segera menangkap peluang itu. “Bagi masyarakat. semua itu hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var. Selain porang. optimalisasi lahan gaya Ketua Paguyuban LMDH se-KPH Pati ini. Faktanya. LMDH Aman Sentosa berhasil dibentuk dan diaktenotariskan. upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat bila menunggu sharing hasil produksi kayu.000 pohon kapuk randu yang ditanam secara bertahap di sepanjang tepi sungai dan tepi hutan. menuturkan awal mula berdirinya LMDH yang pernah meraih juara pertama tingkat Unit I itu. Pasalnya. Indica (DC) Bakh).___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. mampu menghasilkan aliran dana dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH. Dan boleh percaya atau tidak. Setelah yakin. potensi tegakan yang ada di wengkonnya tidak akan mungkin memberikan nilai sharing yang tinggi dalam waktu yang cepat. Pengurus dipilih dari para pesanggem dan tokoh-tokoh desa yang peduli terhadap kelestarian hutan. Di wengkonnya terdapat lebih dari 9. kalau dulu masyarakat desa hutan hanya melihat.

akan mengalirkan dana sebesar Rp 1 Milyar per tahun ke Kas LMDH.000 pohon saja. LMDH Sumber Rejeki memiliki 4. LMDH Amana Sentosa telah menanam randu yang dititipkan kepada pesanggem sebanyak 9. Sedangkan pesanggem yang dititipi randu oleh LMDH mendapat bagian dari LMDH yang besarnya tergantung dari jumlah pohon dan keberhasilannya menjaga pohon tersebut. AWAS TANAMAN BERACUN. Hal yang sama dikemukakan Jono.900. Optimalisasi ruang kelola telah terbukti memberikan hasil yang lebih tinggi bagi LMDH dibandingkan dengan sharing hasil produksi. Artinya. 70 % untuk LMDH dan 30 % untuk Perhutani. Padahal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Menurut Hadi. Kapuk randu menurut Sudarto. Buah berbentuk kapsul itu. Kecamatan Margorejo.500 sampai Rp 1. dipanen satu tahun sekali dan hasil panennya dibagi dengan pola. kami akan memiliki sumber dana yang relatif lebih besar dibanding sharing.000. penebas itu bisa menghasilkan sebesar Rp 300. hitungannya menembus angka Milyaran rupiah untuk setiap tahunnya.000 pohon. Menurutnya. Berdasarkan pengalamannya sebagai petani randu yang biasa dalam bisnis tanaman industri serat ini. itu akan berlangsung terus secara rutin selama daur randu yang bisa mencapai umur 30 – 50 tahun.000 pohon randu yang merupakan hasil tanam tahun 2004. Desa Banyuurip. Jono sependapat bahwa tanaman kapuk randu sangat prospektif sebagai sumber pendapatan LMDH. Tapi saya akali dengan granule.000 setelah menunggu selama enam bulan” jelasnya.000 – Rp 500. setiap pohon famili Padahal.500/kg. Dan. Bahkan. menurut Hadi. Kabupaten Pati. tutur Sudarto. “Tapi. seraya menyebutkan dirinya sudah memasang papan peringatan berbunyi. Bombacaceae itu. laku dijual dengan harga Rp 2. Dengan dana segar sebesar itu. Meskipun menyodorkan data dengan hitungan yang berbeda. satu pohon randu menghasilkan 200 kg buah. akan menghasilkan Rp 350. dengan 4. bisa menghasilkan buah randu sebanyak 140 kg. Pengembala sering mengambil daun randu untuk pakan kambingnya. Untuk dua tahun ke depan. Apabila diambil rata-rata per pohon menghasilkan Rp 250. dijamin kambing yang makan daun itu pasti mati” ujarnya tertawa. LMDH Aman Sentosa dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki. sehingga kalau daunnya diambil untuk pakan kambing. Satu pohon randu. Harga per kilo berkisar anatara Rp 1. kalau tebasan hanya laku Rp 150. menanam randu termasuk mudah dan hasilnya tinggi. agar pengembala tidak mengambil daun randu untuk ternaknya. Usut punya usut. 46 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Hamanya hanya orang Mas. dana tersebut ternyata dari hasil panen randu.000 per pohon.000.

Perhutani 47 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . kapuk randu menyebar kemana-mana. “Selain itu. Menurut Soni. harga kapuk randu relatif lebih stabil. banyak pohon randu yang ditebang karena kebutuhan kayu untuk pembangunan. Namun. hampir ke setiap propinsi di Jawa. permintaan kapuk untuk kasur. “Kapuk dikirim ke Karaban. masyarakat Pati sudah sejak lama bergelut dengan randu. makanya ditanam di tepi-tepi sungai. Optimalisasi ruang kelola dengan memilih komoditas yang Soalnya. Menurut Hadi. Menurutnya. memiliki beberapa keunggulan. “Saat ini. bijinya pun dapat menghasilkan minyak. dan Kelima. LMDH Aman Sentosa dapat mengolah sendiri buah kapuk randu dan mendistribusikannya langsung kepada konsumen di luar daerah. masyarakat lebih memilih kasur kapuk randu dibandingkan berbahan busa atau serat berbahan sintesis lainnya. Permintaannya terus meningkat” papar Soni seraya menyebutkan. jadi randu yang ditanam di lahan masyarakat semakin berkurang. waktu panen lebih singkat (5 tahun) dengan daur pohon bisa mencapai 50 tahun. merupakan station market yang menjamin penyerapan hasil panen kapuk randu. yakni : Pertama. terus prospektif menjadi satu-satunya cara mempercepat dampak PHBM terhadap masyarakat. mudah dibudidayakan. menyebutkan prospek komoditas ini sebagai basis bisnis LMDH. Keempat. kami belum tahu cara mengolah biji kapuk randu menjadi minyak dan pasar hasil produksinya nanti “ ujarnya diujung perbincangan. Sudarto berharap. Padahal permintaan kapuk terus meningkat. membenarkan prospek kapuk randu ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan. KSS PHBM KPH Pati. LMDH di wilayah KPH Pati termasuk LMDH dengan sharing kecil. Kapuk randu. termasuk tanaman konservasi. Pengembangan selanjutnya dari kapuk randu ini. bantal. Kapuk randu adalah salah satu komoditas yang dipilih oleh masyarakat. Soni Diantoro. di sana menerima buah kapuk dengan jumlah tak terbatas. Jika Karaban panen. Selain itu. lanjut KSS PHBM peraih penghargaan terbaik se Unit I ini. Pangsa pasarnya terbuka luas. ‘mantri randu’ LMDH Aman Sentosa. masyarakat juga menganggapnya menaungi ketela yang jadi tanaman pokoknya. “Dari Karaban itu. Kedua.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 1. memberikan keuntungan lain berupa industri lebah madu bagi masyarakat. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki yang juga “pemain” kapuk randu. harga kapuk tinggi” jelasnya. “Lebih empuk dan hangat” ujarnya tersenyum. selain mudah tumbuh. Sementara itu. Menurut Jono. Karaban sebagai pusat kapuk randu. Prospektif Kapuk randu memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan LMDH. meningkat” paparnya. harga buah randu relatif lebih stabil dengan pangsa pasar yang terjamin. Ketiga. Jono.

Buah berbentuk kaspul. Meninggalkan Guwo. LMDH-LMDH berkategori “kurus” dapat melakukan kreativitas sosial ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh LMDH-LMDH ‘gemuk’. upaya untuk mempercepat berputarnya roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. sebagian berwarna tua kecoklatan dengan gumpalan putih serat kapuk bertabur bulir biji hitam. mulailah dengan pasar. Jangan biarkan berkah itu berubah menjadi musibah. . Selamat Berjuang Sahabat ! Tuhan telah memberikan berkah lewat hutan. “Tidak ada instruksi. Jadi. Rindu menyaksikan geliat kesejahteraan masyarakat di tepi hutan dengan baris tegakan kapuk randu. Di kiri kanan jalan ku lihat pohon kapuk randu tegak dengan gagahnya. Ada rindu yang menggantung di kelopak bunga randu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menyerahkan sepenuhnya pemilihan komoditas ini kepada LMDH. Bahkan. Semilir angin mengiringi senyumku tetkala melaju meninggalkan Pati menuju Semarang. berwarna hijau. berhiaskan bunga putih kekuningan yang menggantung. panjang dan keras. baru kemudian budidayanya” ujarnya menutup perbincangan. Percabangan mendatar seperti jeruji roda pedati.Kembara Tani - 48 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . lonjong. kami hanya mengarahkan bahwa pemilihan komoditas harus mempertimbangkan aspek pasar. Dengan dana segar sebesar itu. NASHA melaju perlahan. dapat dilakukan secara terus menerus dengan jaminan kontinuitas pasokan dana yang relatif lebih stabil kepada kas LMDH hingga akhir daur hidup randu. melambai di ujung tangkai yang panjang. Daun majemuk menjari dengan 5-8 anak daun. menyembul dari cangkang yang membuka.

Memasuki pemukiman masyarakat desa hutan Sambong. Intonasi suaranya 49 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Untuk saja. Meja panjang dengan kursi-kursi kayu berjejer di sisi kiri ruangan. Disamping truk. Satu stel kursi tamu sederhana tampak di pojok ruangan di samping lemari kayu berisi berkas-berkas organisasi. NASHA aku parkir di depan sebuah toko kecil. Padahal. ANTARA TELAWA DAN SEMARANG (Bersulam Rebung Bambu Kuning) Atas saran Hadi Prayitno. Ternyata. peta pangkuan. pemandangan itu terus terulang entah sejak kapan dan sampai kapan. sang pengemudi memiliki keahlian khusus. tidak mungkin dilalui oleh motor roda 3. 1. Rupanya. Jutaan Rupiah Lewat Depan Rumah Sekretariat LMDH Wono Lestari berupa sebuah rumah dengan ruangan tanpa sekat yang cukup lapang. merupakan pemandangan yang kusaksikan sepanjang perjalanan. Kira-kira seratus meter dari pertigaan jalan. NASHA adalah motor roda 3 yang aku desain khusus utuk dapat melaju di segala medan. Sugeng Sudjiwo. jalan menuju LMDH yang dipimpin Sugeng Sudjiwo. Dindingnya penuh dengan papan organisasi.3 PISANG.2. kepada seorang lelaki muda di atas truk. memang rusak parah. Tandan pisang yang bertumpuk di depan rumah sederhana berdinding kayu dan bambu milik masyarakat Sambong. Sarat dengan tumpukan tandan pisang hingga melebihi batas baknya. tampaknya sudah terbiasa dan lumayan akrab dengan medan seperti itu. Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. tandan pisang itu tengah menunggu jemputan truk yang akan membawanya ke pasar Kecamatan Juwangi. jalan dari pertigaan itu menuju sekretariat LMDH Wana Lestari. Beberapa diantaranya bertambal batu koral. aku baru paham mengapa Hadi melarangku membawa NASHA ke lokasi. Jalan tanah bergelombang dengan lubang-lubang memanjang yang cukup dalam. Disodorkannya tandan pisang yang berisi 7 – 10 sisir itu. Ketua LMDH Wana Lestari. menuturkan banyak hal tentang pisang yang dihasilkan warga masyarakat Sambong yang menjadi anggotanya. grafik. Truk itu berada tepat di tengah jalan cor beton yang membelah pemukiman. tepat di pertigaan menuju Desa Sambong. “Nanti malah gak bisa pulang” ujarnya khawatir dan aku pun menyerah berpindah keboncengan salah satu mandor yang menjadi ‘tukang ojeg’ dadakan. bergerombol perempuan desa setengah baya dengan tandan pisang di tangannya. KSS PHBM KPH Telawa. tapi tetap saja tidak membantu. papan kegiatan dan informasi-informasi lainnya. Pasalnya. terbentang di hadapanku. sebuah truk menghalangi laju motor kami. Setiap hari pasaran wage dan legi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3.

terkadang pula seperti tidak mampu menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi warganya itu. masyarakat tidak melihat hal tersebut sebagai kontribusi kami. Hadi sangat menyadari. tidak 50 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . penghasilan pokok warga Sambong adalah pisang. Hal tersebut merupakan kontribusi langsung Perhutani kepada masyarakat. pisang yang ditanam masyarakat di lahan Perhutani. Hening pun menyelimuti ruang sekretariat yang sekaligus rumah pribadinya itu. Jika setiap pasaran dikirim rata-rata 400 tandan dengan harga rata-rata Rp 10. “Nilai yang cuikup tinggi. Sugeng tampak diam sejenak. 2. dana sebesar itu hanya lewat saja di depan sekretarian ini. Setiap pasaran. dengan harga penjualan rata-rata Rp 10. “Tiap rumpun terdapat 3-5 pohon.000. nilai sebesar itu belum cukup untuk memutar roda perekonomian desa lebih cepat. karena kalau lebih akan mengganggu tanaman pokok” jelasnya.000. LMDH saat ini memiliki potensi sebanyak 60. Potensi terpendam Hadi Pratiknyo. Hanya saja. Sugeng mengaku. maka setiap lima hari sekali dana yang mengalir ke Sambong sebesar Rp 8 juta (2 kali pasaran x 400 tandan x Rp 10. Ditanya mengapa LMDH tidak mendapat bagian. lanjut Sugeng. 300 – 500 tandan pisang dikirim ke pasar Juwangi. tergantung jenis dan jumlah sisirnya. Artinya.000. Menurut Sugeng. PHBM harus membawa dampak yang sangat nyata bagi masyarakat. maksimal 5 pohon. Kreativitas sosial ekonomi yang dilakukan oleh LMDH dengan sharing besar. Pasar Juwangi yang ramai setiap hari pasaran wage dan legi (2 kali dalam kurun 5 hari) adalah satu-satunya penyerap hasil panen pisang. Penghasilan lainnya dari palawija.000 rumpun. Jogja dan kota-kota lainnya. apalagi jika dikurangi untuk LMDH” ujarnya perlahan. Semarang. khususnya jagung setiap 3 bulan sekali” jelasnya. Potensi yang ada di wengkon LMDH Wana Lestari tidak kurang dari 20.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kadang meninggi. gak pernah mampir” ujarnya tertawa. Terkadang. pisang Sambong menyebar ke Solo.000) atau sekitar Rp 48 juta per bulan. sebetulnya memiliki prospek yang cukup baik sebagai sumber kas LMDH. “Jadi. kadang lirih. “Saya tidak tega mengambilnya.000 – 100.000 pohon pisang. Uang hasil penjualan pisang itu. LMDH tidak memungut sepeser pun dari aliran dana pisang tersebut. Satu tandan pisang dihargai rata-rata Rp 10. untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya saja tidak pernah cukup. lanjut Hadi. KSS PHBM KPH Telawa menuturkan. karena memang sudah terbiasa dan tidak signifikan membuat sebuah perubahan” ujarnya menjelaskan. maka nilainya setara dengan Rp 600 juta – Rp 1 Milyar. Dari pasar itu. “Pisang itu penghasilan harian warga disamping mencari kayu bakar untuk dijual. Apabila dikonversi dengan nilai uang.

Selisih penjualan itu yang digunakan LMDH untuk mengisi kas dan membangun desa” harap Sugeng seraya menyebutkan keinginan untuk mengembangkan industri rumahan berbahan baku pisang. lanjutnya. Bahkan. mengelola hasil panen mereka dan menjualnya langsung kepada pedagang besar.917 ribu ton dan nilai impornya hanya 0. sehingga neracanya bernilai 24. Jika LMDH mendapat keuntungan Rp 1. Pada 1993. menunjukkan bahwa neraca ekspor-import untuk komoditas pisang ini terus menerus mengalami penurunan yang sangat tajam. walau pun sebenarnya pendapatan mereka itu ya juga hasil PHBM” ujar Sugeng membenarkan ucapan Hadi. “Bahan baku yang berlimpah itu tidak dapat memberikan nilai tambah bagi LMDH” ujarnya menyesalkan. sebulan akan diperoleh Rp 4.000 saja per tandan.8 juta atau setara dengan 56 juta rupiah setahun. Desember 2004. Mereka tidak mau mengurangi pendapatan yang sudah rutin diperoleh masyarakat dari hasil pisang itu dan mengalihkannya dalam wujud perbaikan sarana jalan misalnya” papar Hadi. kita hitung dari hal yang kecil saja yaitu selisih harga penjualan tandan pisang. Meskipun potensi ke arah itu cukup esar. Departemen Pertanian RI. LMDH memiliki kearifan lain dalam upaya meraih dampak positif dari implementasi PHBM. Jalan keluar satu-satunya. Tapi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ mungkin dilakukan oleh LMDH di wilayah KPH Telawa. Sugeng mengaku tidak menguasai teknologi dan pangsa pasar hasil olahannya kelak. nilai ekspor pisang sebanyak 24. 3. Menurutnya. nilai ekspor pisang tersebut 51 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . menurut Hadi adalah lemahnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. sale pisang atau bentuk lainnya. lanjut Sugeng. kalau mungin menjadi tepung pisang sebagai bahan baku industri penghasil makanan bayi” tutur Hadi bersemangat. Namun. kalau LMDH bisa menjual langsung. Namun. nanti malah LMDH dianggap beban. makanya harganya murah. Perlu Bapak Angkat Data dan Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 2004.887 ribu ton. PHBM akan dirasa mengurangi pendapatan masyarakat. jika dipaksakan justru akan dirasakan sebagai beban baru oleh masyarakat. “Apalagi apabila bahan baku tersebut diolah menjadi keripik pisang. yang diterbitkan oeh Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. harga yang diterima bisa lebih tinggi. maka tiap 5 hari kas LMDH akan terisi 800 ribu rupiah. dalam kurun waktu 10 tahun kemudian (2003). “Masalahnya. Padahal. Sugeng pun berharap dapat mengolah pisang menjadi bentuk lain agar memiliki nilai tambah. “Iya Mas. Komoditas pisang adalah salah satu komoditas yang memiliki prospek itu.03 ribu ton saja. Kendala pokok yang dihadapi LMDH. teknologi dan permodalan. “Selama ini kan yang beli itu tengkulak.

khususnya mengolahnya menjadi tepung pisang. yakni 0. masalahnya adalah siapa yang dapat mengajari Sugeng cara membuatnya. bisa jadi benar-benar memiliki prospek yang cerah. Barangkali. Bahkan. menjadi kunci percepatan signifikasi dampak PHBM bagi warga Sambong. sehingga memiliki nilai neraca terbesar yakni 102. informasi pasar dan modal. Setidaknya. menjadi komoditas yang dapat mendongkrak neraca ekspor impor pisang kita.05 kg dan terus menurun sampai 2002 hanya sebesar 2. khususnya tepung pisang. menunjukan pangsa pasarnya dan menyediakan permodalan yang dibutuhkannya. Banyak hal bisa dijelaskan dari angka-angka ini. Pasalnya.5636 ribu ton. dalam kasus yang dihadapi Sugeng Sudjiwo dan LMDHnya.39 kg.2447 ribu ton. industri pengolahan Keripik Pisang tercatat sebanyak 93 buah. aksesibilitas pasar dan permodalan. Introduksi teknologi pengolahan. sehingga neracanya minus 0. nilai ekspor pisang terus menurun dan nilai impornya justru terus menanjak. Keinginan Hadi dan Sugeng untuk mengolah pisang menjadi penganan yang siap hidang. atau produksi buah pisang kita menurun drastis karena petani tidak mau menanam pisang lagi. yakni 2 berbentuk perusahaan (CV. 52 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .3 ribu ton dengan nilai impor sebesar 0. Namun setelah itu. Nilai tertinggi ekspor pisang kita terjadi pada 1996. Departemen Pertanian RI.3189 ribu ton. penurunan nilai neraca ekspor impor pisang itu pun ternyata diiringi pula oleh turunnya konsumsi perkapitanya. Pada 1996.0669. sehingga masyarakat yang mengkonsumsi buah pisang segar semakin berkurang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menurun tajam menjadi hanya 0. petani kita memandang pisang sebagai komoitas yang tidak menguntungkan. sedangkan nilai impornya justru malah naik lebih dari 18 kalinya. mencapai nilai 102. Kerupuk Pisang 2 buah. Sehingga neraca pisang kita terus melorot sampai puncaknya pada 2003 yang menunjukan nilai minus. Uniknya. menunjukan bahwa optimalisasi ruang kelola (lahan) masih harus diikuti oleh stimulan lainnya seperti teknologi. Mulia Donan Mas di Cilacap) serta 2 lagi berbentuk lembaga masyarakat di Kalimanatan Selatan (Poktan Wanita Tani Durian dan Kelompok Maju Bersama). Tepung Pisang 4 buah. Untuk tepung pisang hanya terdapat 4 buah industri. Getuk Pisang 7 buah. Mulai dari anggapan bahwa bangsa kita sudah tidak suka lagi makan pisang. Sale Pisang 33 buah.23 ribu ton. Mura Jaya Seraya di Palembang dan PT. konsumsi perkapita pisang sebesar 9. masih sangat sedikit. banyaknya produk olahan berbahan baku pisang. Berdasarkan data Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. industri pengolahan berbahan baku pisang di Indonesia. Meskipun di Telawa bahan baku pisang tersedia dan melimpah. Kue Pisang 2 buah dan Dodol Pisang 1 buah.

Banyumeneng memang terkenal penghasil rebung bambu. Masalah yang dihadapinya. Setelah berumur 1 tahun. tambahnya. “Dulu. Atau. Naim. tanaman pisang akan hilang sendiri tergantikan bambu kuning. lanjut H. panen dilakukan seminggu 2 kali sebanyak 20 kg dan dijual dengan harga Rp 2000 per kg.000 pohon pisang. sudah ada yang mulai panen. Menurutnya. 4. sekitar 4 andil” jelas H. 53 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Desa Banyumeneng. H. Dengan adanya industri yang mengolah pisang menjadi bentuk lain yang dibutuhkan pasar. Selain dapat meningkatkan nilai jual hasil panennya. Lain halnya. Naim yakin roda perekonomian desa akan lebih cepat berputar. adanya bapak angkat yang dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki LMDHLMDH. Satu rumpun bambu ratarata terdapat 3 batang. Padahal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sepertinya. ternyata juga dihadapi oleh H. “Selain itu. Naim. saat ini banyak petani yang mencoba mengganti pisang dengan bambu kuning karena harganya relatif lebih baik dan memberikan pendapatan lebih besar bagi pesanggem. di wengkonnya terdapat kurang ebih 25. yakni menumpangsarikan pisang dengan bambu kuning. kecuali kalau ada industrinya” tandasnya. stakeholder yang disebutkan dalam konsepsi PHBM. Saya takut malah akan jadi masalah. Naim seraya menunjukan rebung di salah satu rumpun bambu kuning miliknya. LMDH sangat perlu sumber pemasukan bagi kas” paparnya. Bahkan. Bedanya. Lama kelamaan. H. Naim menuturkan hal yang sama dengan Sugeng. untuk menampung hasil panen pisang pun LMDH tidak melakukannya. Naim sudah melangkah dengan solusi temuannya. Menurut H. Ketua LMDH Giri Indah Makmur. Hampir setiap hari. seharusnya dapat dengan leluasa mengambil peran dalam optimalisasi ruang kelola ini. “LMDH tidak mengambil apa pun dari hasil panen pisang ini. lahan yang tersedia cukup untuk menjamin pasokan bahan baku. kalau LMDH punya pabrik pengolahan pisang. Diganti Bambu Kuning Sugeng ternyata tidak sendirian. Saat ini. Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Didampingi Budi. KSS PHBM KPH Semarang. “Habis pisang murah sih. Naim. menjadi sebuah harapan bagi percepatan signifikasi dampak PHBM. LMDH pun akan memiliki pemasukan dengan tanpa merebut lahan usaha orang lain yang sudah berjalan. H. pisang-pisang milik pesanggem ini dibawa tengkulak ke Semarang. baru dapat diambil rebungnya. Menurutnya. juga akan membuka lapangan kerja bagi penduduk di sini” ujarnya yakin. khususnya pemerintah daerah setempat. Pondok Pesantren Giri Kusumo. Bambu kuning ditanam pesanggem untuk diambil rebungnya. warga sini juga. Pasalnya. wong yang biasa nampung pisang dan membawanya ke Semarang itu ya tetangga sendiri. Tidak enak.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
Di lahan yang digarapnya, tampak tanaman pisang berpadu dengan rumpun bambu kuning di sela-sela tanaman jati. Sebagian lainnya, tampak hamparan kunyit di bawah tegakan jati berumur 3 tahun. Teknik tumpangsari yang dilakukan H. Naim ini, ternyata terbukti tidak mengganggu tanaman pokok jati. “Malah memperkuat, kuncinya adalah menanam pisang atau bambu kuning setelah tanaman jati berumur 1 tahun dan jangan lebih dari 3 – 5 pohon per rumpun” ujarnya menjelaskan. Budi menuturkan, dulu tanaman pisang dan bambu kuning dilarang karena takut mengganggu tanaman pokok. Tapiu, apa yang terjadi dilahannya H. Naim, mematahkan

kekhawatiran itu. “Karena masyarakat menghendaki menanam pisang dan bambu kuning, serta terbukti tidak mengganggu tanaman pokok, akhirnya ya diijinkan” papar Budi. 5. Suling Kayu Putih Sendiri Introduksi teknologi bagi LMDH ternyata telah dilakukan oleh KPH Telawa. Narto, Ketua LMDH Wono Mulyo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, memaparkan hal tersebut. Menurutnya, anggota LMDH yang dipimpinnya diberi kesempatan penyulingan daun kayu putih milik KPH Telawa. “Kami punya alat suling sendiri yang dibuat secara swadaya” jelasnya. Diawali oleh kontrak kerja antara LMDH dan Perhutani, LMDH menyiapkan 3 tempat penyulingan dengan 6 buah ketel (alat penyulingan dari besi), berkapasitas 4,5 ton daun. “Hasil penyulingan berupa minyak kayu putih di setorkan ke Pak Mantri sebanyak 150 – 200 kg per periode. Saat ini kami sudah menghasilkan 1,5 – 2 ton minyak kayu putih” papar Narto. Dari tiap kg minyak yang dihasilkan, LMDH mendapat jasa sebesar Rp 18.150 dipotong PPN 6 %. Dalam satu tahun, LMDH mendapat hasil sebesar Rp 36 juta. Saat ini KPH Telawa memiliki 143 hektar tanaman kayu putih dengan produksi sebesar 230 ton daun per tahun. Pengembangan selanjutnya direncanakan seluas 3000 – 4000 hektar sampai tahun 2012. Menurut Hadi, kayu putih akan mencapai BEP pada tahun ketujuh dengan catatan tidak melakukan investasi. “Penyulingan biar dilakukan oleh LMDH dengan

pengawasan standarisasi proses dari kami” tuturnya. Selain itu, upaya ini pun dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi LMDH, pendapatan masyarakat dan sebagai bagian dari reboisasi dan recovery. Sementara itu, Sulis, pelaksana operasional penyulingan menuturkan, bahan baku belum maksimal, sehingga alat peyulingan hanya digunakan 4 - 5 bulan dalam setahun. “Rencananya, akan diperluas sampai 1.000 hektar pada 2008. Bila benar terbukti, maka kami akan

mendapatkan jasa sekitar Rp 216 juta per tahun” jelasnya. Namun, Sulis mengaku khawatir 54 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
dengan beberapa hal, yakni kekurangan bahan baku bila LMDH lain yang wengkonnya juga ditanami kayu putih, menghendaki memiliki penyulingan sendiri. Menurutnya, hal itu akan membuat tidak optiumalnya alat karena kurangnya bahan baku. “Kami berharap ada ketetapan yang menunjuk kami kami sebagai penyuling dan yang lainnya hanya mendapat jasa pengambilan daunnya saja” paparnya. Narto dan Sulis menyampaikan keinginan unuk dapat menjual sendiri produk minyak kayu putihnya. Bahkan, bermaksud membuat kemasan dan label sendiri yakni kayu putih Wono Mulyo. Caranya dengan membeli minyak kayu putih berkonsentrasi tinggi hasil sulingannya kepada Perhutani. Hanya saja, mereka mengaku tidak tahu bagaimana cara melakukan

pengenceran dan pengemasannya. Introduksi teknologi, aksesibilitas pasar dan permodalan, kembali menjadi masalah bagi LMDH dalam upaya meakukan optimalisasi ruang kelola. Seperti halnya Sugeng, H. Naim, Narto dan Sulis pun tengah menunggu tahap selanjutnya dari implementasi konsepsi PHBM, yakni sinergitas yang selaras dari semua komponen bangsa, termasuk didalamnya pemerintah daerah dengan keterkaitan program sektor-sektornya, legislatif dengan kebijakan legislasinya khususnya pengalokasian dana dalam APBD untuk LMDH, dan komunitas non goverment dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat desa hutan dan kelestarian alam. Semoga !

- Kembara Tani -

55 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
3.2.4 GULA GUNDIH, MANISNYA TEBU PAHITNYA NASIB PETANI Hamparan tanaman tebu di kaki bukit, membuatku takjub. Hamparan itu bak permadani hijau, tebal dan berkilau tersapu matahari pagi Gundih. Petakan tebu berselang palawija, tampak seperti kotak-kotak hijau yang berjejer di sepanjang punggung gunung Randurejo, Pulokulon, Grobogan. Tepat dipertigaan jalan masuk ke Desa Randurejo, sebuah papan nama bertuliskan LMDH Wana Sejati, menyambutku. Parno, Ketua LMDH, menuturkan bahwa penanaman tebu di lahan kering itu, merupakan kerjasama segi tiga antara Perhutani, LMDH dan Pabrik Gula Gondangbaru Klaten. Ditanam dengan sistem plong-plongan selebar 11 meter untuk tebu dan 11 meter untuk tanaman pokok, berselang-seling sepanjang petak. “Area penanamannya di RPH Pondok dan RPH Ngantru BKPH Panunggalan. Luasnya 130,30 hektar, tapi itu luas baku, luas efektif tebunya hanya 62,9 hektar” ujar Parno. Kerjasama yang dilakukan Parno dengan pabrik gula disepakati untuk lima kali masa tanam. Dan, setiap akhir masa tanam dilakukan evaluasi pelaksanaannya. Menurutnya, masingmasing pihak mendapat bagian sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama agribisnis tebu. Perhutani, lanjut Ketua LMDH yang berprofesi guru itu, mendapat bagi hasil tiap akhir tahun panen yang nilainya tidak sama. Tahun panen pertama, mendapat Rp 200.000 per hektar, tahun panen kedua mendapat Rp 300.000 per hektar, tahun panen ketiga dan keempat mendapat nilai yang sama yakni Rp 400.000 per hektar dan pada tahun panen kelima kembali ke nilai Rp 200.000 per hektar. Sedangkan LMDH, mendapat bagian berupa management fee dengan perhitungan, tahun pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun kedua sebesar Rp 40.000 per hektar, tahun ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 per hektar, dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000 per hektar. Sehingga, total penerimaan LMDH sebesar Rp 11.951.000. “Untuk meningkatkan pendapatan ini, kami sedang mengajukan tambahan luas penanaman sebanyak 206 hektar” ujar Parno. Selain itu, pihak lain yang mendapat bagian dari kerjasama ini adalah stakehoder yang terdiri dari para pembina di lapangan, baik dari Perhutani maupun Pemda cq Dinas Perkebunan dan desa. Perhitungannya, untuk desa bernilai tetap sebesar Rp 5.000 per hektar pada setiap tahun panen. Sedangkan untuk yang lainnya, pada tahun panen pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun panen kedua sebesar Rp 35.000, tahun panen ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000. 56 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

Dengan berhubungan langsung. Parno berharap dapat langsung berhubungan dengan pabrik gula. Biaya yang dibutuhkan hanya pemeliharaan dan pemupukan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Semua pembagian tersebut sesuai dengan nilainya masing-masing. LMDH juga masih mendapatkan sisa hasil usaha dari pabrik gula setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya. LMDH memang mendapatkan pinjaman untuk biaya garap lahan. Sedangkan biaya lainnya. lanjut Parno. merupakan sisa dari nilai penjualan hasil gilingan tebu yang dilakukan oleh pabrik gula. pasalnya. pada tahun panen pertama petani nombok. Pabrik gula hanya menalanginya untuk sementara waktu saja. “Pabrik gula mendapat upah giling dan petani mendapatkan sisa 60 % dari nilai jualnya” papar Parno. Industri gula ini hanya menyalurkan saja. Parno mengaku bahwa para petani sudah sanggup menanggulanginya sendiri. Setelah akhir perjanjian. pupuk dan sewa lahan. Pasalnya. bila pabrik gula hanya mendapat upah giling. molase atau tetes tebu yang selama ini tidak pernah dinikmati petani. LMDH akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam membela kepentingan petani. Paket pinjaman tersebut harus dikembalikan melalui perhitungan sisa hasil usaha atau dipotong dari hasil panennya. nilai pembagian itu menjadi biaya produksi yang ditanggung petani penggarap. harga yang kami peroleh akan lebih tinggi. menggunakan jasa pihak lain yang disebutnya investor. selama ini LMDH yang berdiri 18 Juni 2002 ini. tentunya dengan imbalan. Hasil kembali turun pada tahun kelima. Dalam perjanjian tersebut. agar tidak tandasnya. diatur dan disalurkan oleh pabrik gula. “Dengan berhubungan langsung tanpa perantara. petani mendapatkan untung sekitar 3 juta dan tahun panen ketiga sampai keempat. Tingginya biaya pada tahun pertama. mendapatkan enam juta. Menurutnya. seringkali petani dirugikan. modal yang dibutuhkan investasi awal sebesar Rp 7 – 7.8 juta per hektar dengan rendemen sekitar 6. Tapi hasil akhirnya hanya sekitar 5. Pada tahun panen kedua. Sisa hasil usaha yang diterima petani. LMDH harus menyediakan bibit sendiri. Terkadang. Disamping itu. Sedangkan pada tahun kedua dan seterusnya petani tidak mengeluarkan biaya bibit.5 juta per hektar. bibit dan pupuk dari pabrik gula sesuai dengan kebutuhannya. Rendemen itu ditentukan oleh pabrik gula dan kadang bisa dibeli dengan meminta nilai khusus. garap lahan dan penanaman. tutur Parno. Ternyata. selain mendapat management fee. lanjut Parno. garap. tergantung dengan investor atau terikat dengan pabrik gula. 57 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . menurut Parno. Misalnya. harga gula dan penentuan rendemen sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pendapatan petani. tentunya sisa limbah harus menjadi milik petani. karena biaya bibit. dalam penentuan rendemen. Kami hanya akan menjual ke pabrik yang mau membeli dengan harga tertinggi” Hanya saja. Contohnya. setelah dikurangi biaya produksi.

Selamat Berjuang Pak Guru ! Jangan sampai manisnya tebu Gundih terasa pahit di lidah petani penggarap lahan. untuk memenuhi kebutuhan bibit tebu bagi anggotanya sendiri. untuk 20 hektar kebun bibit tebu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Untuk mewujudkan keinginannya itu. memang lebih bijak daripada meratapinya. Perhutani tidak akan mampu menanganinya sendiri” tandasnya. Satu hektar kebun bibit itu. Parno bersama tim LMDHnya. semua berjalan sesuai dengan komitmen yang dijanjikan dan dilaksanakan bersama-sama. ternyata memang menuntut sinergitas yang selaras dari semua pihak. Optimalisasi ruang kelola untuk mempercepat dampak PHBM terhadap pembangunan desa hutan. Hitung punya hitung. “Dana itu. dibutuhkan sebesar Rp 1 juta per hektar untuk bibit tebu. “Dengan catatan. termasuk pemerintah daerah. Mentertawakan kesulitan dan masalah yang kita hadapi. . tengah bersiap-siap untuk membuat kebun bibit sendiri. Barangkali ada yang mau ngutangi kami Mas ?” tanyanya disusul tawa kami berbarengan. Parno memerlukan suntikan dana sebesar Rp 200 juta. “Kebun bibit itu dapat menambah penghasilan LMDH dengan cara menjualnya kepada pabrik gula atau ke anggota LMDH yang andilnya ditanami tebu” papar Parno. dapat mensuplai kebutuhan 10 hektar tanaman tebu. berusaha mencari kambing hitam untuk tumbal kegundahan. Parno menyampaikan keyakinannya terhadap implementasi konsepsi PHBM ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (hutan) Randurejo. Dengan kata lain. Biaya unuk membuat 1 hektar kebun bibit dibutuhkan sebesar Rp 10 juta. Atau.Kembara Tani - 58 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Di ujung perbincangan.

Pasalnya. menjadi kunci sekaligus energi bagi berjalannya sistem PHBM. 59 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pengusaha dan perusahaan swasta). maka perlu dilakukan pendekatan komprehensif. baik itu Perum Perhutani. PHBM menuntut optimalisasi. sebagai sebuah mozaik yang belum selesai. Pasalnya. antara lain melalui pendekatan sistem sosial budaya. kelembagaan yang telah dibangun itu dalam pembinaannya masih terasa lambat dan lemah. apa yang ditemui di lapangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan optimaliasi kelembagaan. penguatan kelembagaan masih belum opimal dilakukan dan belum maksimal melibatkan stakeholder yang ada. Ellan pun menyebutkan perlunya melengkapi kebutuhan kelembagaan yang ada. sehingga semua penyelenggaraan kegiatan terkoordinasikan dengan baik. LMDH itu sendiri. Adm/KKPH Randublatung. Dalam hal pendekatan kelembagaan. Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Goverment Organisation lainnya. secara berkelanjutan. Di sisi lain. dalam optimalisasi kelembagaan ini.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. dipaparkan potongan-potongan kisah yang berdiri sendiri. dalam konsepsi PHBM hanyalah salah satu institusi dari sekian institusi yang turut berperan dan menentukan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan konsepsi PHBM. Masalahnya. masing-masing institusi tersebut memiliki kepentingan dan alur kerja sendiri (ego sektoral) yang terkadang sulit untuk diselaraskan. dan lembaga terkait lainnya. banyak ditemukan fakta bahwa betapa sulit membangun apa yang disyaratkan oleh Ellan Barlian tersebut. pendekatan pengembangan ekonomi wilayah dan pendekatan kelembagaan. Pemerintah daerah setempat. Ellan mensyaratkan adanya mekanisme untuk mengkonversikan aspirasi dan kebutuhan objektif masyarakat. dan pengaturan wahana struktural organisasi yang ada serta adanya suritauladan birokrasi dalam melakukan capasity building.3 OPTIMALISASI KELEMBAGAAN Implementasi PHBM tidak dapat berhenti pada telah terbentuknya LMDH di setiap desa hutan. Pada bagian ini. Tampaknya. Dalam perjalanan Kembara Tani. menyebutkan bahwa dalam percepatan “membudayakan” PHBM terbangun sebagai suatu sistem. sinergis. Institusi yang lainnya adalah Perhutani. Kesadaran bahwa kontribusi yang diberikan oleh masing-masing institusi itu memiliki dampak yang signifikan bagi keberhasilannya. memobilisasikan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut. optimalisai kelembagaan menjadi tahap yang sangat kritis bagi upaya mewujudkan tujuan dari konsepsi PHBM yang sebenarnya. Ellan Barlian. status dan sifat dari masing-masing institusi yang terlibat didalamnya. diperlukan adanya peningkatan kapasitas kelembagaan yang terlibat dalam PHBM. dan komunitas bisnis (investor. Sebagai sebuah sistem. Pemerintah Daerah setempat. pengakuan dan kejelasan peran.

Adm/KKPH Pati. Halaman luas dengan taman yang lapang tepat didepannya. menyambutku ramah di ruang kerjanya. apakah benar PHBM mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar hutan? Dan apakah bagi Perhutani sendiri PHBM itu selaras dengan visi. misi dan tujuan yang diembannya sebagai BUMN. “Paradigma dulu yang dikoreksi kan timber oriented. jalan masuk dan keluar satu arah berbentuk setengah lingkaran. khususnya pemerintah daerah. Sehingga perlu ada introduksi ilmu-ilmu sosial budaya pada SDMnya” papar Insad seraya berujar. Insad mengakui. maupun stakeholder lain. “Dalam beberapa hal dan di beberapa lokasi. Dalam proses pembelajaran tersebut. Masyarakat menunggu jawaban. sekarang Perhutani lebih banyak ngurus masyarakat daripada ngurusin kayu. community based management. PHBM ini merupakan media pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat dalam implementasinya. akan memerlukan waktu yang cukup panjang. berbasis pada masyarakat sebagai bagian dari komunitas yang turut terlibat dalam pengelolaan suberdaya hutan. Sekarang paradigmanya berubah. forest based management. “Tapi juga tidak boleh terlalu lama” tandasnya. pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah terjawab. pohon rindang di kiri kanan pembatas. Tapi. percepatan itu diperlukan karena masyarakat memerlukan pembuktian. Adm yang pernah menjadi KSPH Bandung itu menuturkan kondisi umum LMDH di wilayahnya. jawabannya seperti yang kita harapkan” jelasnya. “Sebenarnya. menguatkan tuturannya itu dengan contoh-contoh yang terjadi di lapangan. terdapat sebuah masjid yang semakin menguatkan kesan elegan tersebut.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. tentu tidak akan langsung klop. Dalam logat sunda yang kental. Sesekali. SDM Perhutani dipersiapkan untuk mengelola hutan yang orientasinya kayu dan produk olahan tanaman kehutanan. Di sisi kiri pintu masuk. Baik itu Perhutani. Menurutnya. Mohamad Ihsad Setiawan. Dan. masyarakat desa hutan dalam LMDHnya.1 PEMBELAJARAN BERSAMA DAN SAMA-SAMA BELAJAR Gedung KPH Pati berdiri kokoh dan sangat megah. Sejak awal pendiriannya. tidak semudah membalik telapak tangan. Soni Diantoro. 60 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . lanjut Insad. menambah kesan elegan. sedang sama-sama belajar bagaimana membentuk sinergitas dalam mengelola sumberdaya hutan yang lebih menjamin keseimbangan fungsi-fungsinya” papar Adm yang baru beberapa bulan memimpin KPH Pati ini. proses pembelajaran itu lebih banyak menyangkut peningkatan kualitas SDM internal. sehingga SDMnya lebih ke forester. KSS PHBM KPH Pati.3. bagi Perhutani sendiri.

menyegarkan kembali pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya” jelas Insad. karena sudah beberapa kali digali sampai tidak dapat mengeluarkan air lagi. “Tapi. saat ini banyak Petinggi yang melarang masyarakatnya menggarap lereng Gunung Muria karena alasan ekologis. Hal itu karena mereka sadar. Makanya menggarap di desa lainnya dengan pikiran kalau pun terjadi bencana tidak menimpa desanya. “Warna yang putih di puncak itu adalah pemukiman dan disekelilingnya hutan” ujarnya. kalau menggarap lahan dekat desanya akan berdampak pada meningkatnya bencana longsor didesanya. Konservasi vs Kemiskinan Terkadang. tambahnya. forester tdak banyak belajar bagaimana memasukan variable-variable sosial. ”Dulu Pati tidak pernah banjir. ada fenomena silang garap di masyarakat lereng Gunung Muria. lanjut Insad. tapi kita pun sadar bahwa itu merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya” paparnya seraya menunjuk peta pangkuan. lanjut Insad. Apalagi dengan PHBM. variable-variable tersebut terkadang sangat dominan. ekonomi dan budaya kondisinya berbeda-beda “ sela Soni. tapi menggarap lahan yang berada di desa lainnya. tapi sekarang banjir sampai ke tengah kota” tuturnya. Banyak sumur yang sudah pensiun. apa yang terjadi di lereng Gunung Muria merupakan contoh bagaimana benturan itu terjadi. upaya melakukan konservasi berbenturan dengan kondisi kemiskinan masyarakat di sekitar hutan. Ada yang unik terkait dengan kesadaran ekologis masyarakat dan tuntutan kebutuhan hidupnya. Menurut Insad. beberapa waktu lalu KPH Pati menggelar pelatihan penyuluhan untuk para mandor. “Masyarakat masih menggarap lahan di situ untuk usaha tani. Bahkan. termasuk didesanya” paparnya diiringi 61 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Padahal di lapangan. Sebetulnya tidak boleh.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Hartus jujur diakui. sehingga akhirnya bencana terjadi dimana-mana. untuk membekali aparatur Perhutani di lapangan dengan ilmu-ilmu baru. Menurut Soni. penyadaran ekologis di masyarakat sudah mulai berkembang karena dampak dari rusaknya hutan sangat terasa. warga desa lain pun berpikir hal yang sama. Oleh karena itu. Masyarakat di satu desa tidak mau menggarap lahan hutan yang berdekatan dengan desanya. Namun demikian. ekonomi dan budaya dalam mengelola hutan. Sebagian besar desa yang berbatasan dengan hutan termasuk dalam kategori desa tertinggal dan kondisi kesejahteraan masyarakatnya relatif rendah. “Ini salah satu upaya internal. 1. Atau setidaknya. aparatur Perhutani mau tidak mau dan harus mampu berinteraksi dengan masyarakat yang secara sosial.

2. Pendekatan Ekonomi sebagai Solusi Salah satu solusi yang kini tengah menjadi perhatiannya adalah mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa hutan. Pada dasarnya. mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada. jumlah penduduk padat dan terus bertambah. menyebabkan meningkatnya masalah-masalah sosial yang pada akhirnya terkonversi pada tekanan terhadap hutan yang semakin kuat. tidak ada masyarakat di sekitar hutan yang secara sengaja ingin merusak hutan yang ada di sekitarnya. mengurangi tekanan terhadap hutan hanya dapat dilakukan dengan pendekatan ekonomi dengan cara mencari upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. saat ini banyak LMDH yang mengolah sendiri hasil panennya. Ada kopi Sekar produk LMDH Pati yang bekerja sama dengan investor. LMDH harus memiliki peran dan berfungsi untuk dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi anggotanya” ujar Insad. Di lereng Muria.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ tawa kami. Insad yakin. akan dapat mempercepat terwujudnya tujuan PHBM. Banyak yang dulu merantau ke Jakarta. “Dengan adanya investor. bisa menjadi salah satu pilihan dalam rangka optimalisasi itu. tapi bagaimana lagi. sehingga banyak wilayah pemukiman yang berada di dalam wilayah hutan. dengan melakukan optimalisasi kelembagaan yang tepat dan terarah bagi semua lembaga yang terkait dalam PHBM. Kedua. luas wilayah desa lebih kecil dari luas hutannya. “Kami datangkan investor untuk mengolah kopinya MDH menjadi produk jadi. Setidaknya. mereka pun perlu mempertahankan hidup” ujar Insad lirih. Sementara itu. petani dapat berkonsentrasi pada masalah budidaya dan hasil panennya diurus oleh investor tadi. Ketiga. karena hasil panen diserap dan diolah langsung. “Mereka merasa bersalah telah menggarap lahan. didesanya juga lebih sulit lagi mencari pekerjaan. “Wah. “Memutus rantai tata niaga hasil panen petani. pendapatan petani bertambah dengan tanpa menambah luas lahan penanaman. Setidaknya. menurut Insad. analisa Pak Adm sudah seperti sosiolog nih” ujarku menggoda. ada tiga hal pokok yang menjadi penyebabnya. Menurutnya. Dalam pandangannya. ada kopi seluas 750 hektar. sekarang kembali lagi karena pekerjaan di kota pun sulit. pekerjaan sulit. investor ini punya kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah yang dihadapi MDH” jeasnya. Itu kan artinya. Akumulasi dari tiga hal tadi. hampir dua kali lipatnya” tutur Insad bangga. tutur Insad. lanjut Insad. Pasar pun terjamin dan dengan memutus rantai tataniaganya. “Lho. Bahkan. harga yang diterima petani pun menjadi jauh lebih tinggi. Kebetulan. seperti membuat keripik singkong atau talas. kan belajar dari PHBM” balasnya disusul tawa kami berbarengan. Pertama. Pasalnya. tambah Insad. mereka sangat menyadari bahwa mereka 62 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

. Sebagai BUMN. Perhutani harus mampu menstimulir dan memberikan penyadaran pada semua lembaga yang terlibat. untuk dapat lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem PHBM ini. Insad menyadari pula bahwa Perhutani tidak mungkin mengatasi persoalan tersebut sendirian. menurutnya. Bencana-bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini. Meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan.Kembara Tani - 63 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sendiri yang akan pertama-tama merasakan dampak dari kerusakan itu. Jika berani memulai. Kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah berani kita mulai. merupakan tanggung jawab semua pihak. “Mau tidak mau. apalagi berhenti di tengah-tengah” tandasnya di akhir perbincangan. kita pun harus berani menyelesaikannya sampai benar-benar tuntas. Hanya saja. telah cukup memberi pelajaran yang berharga. Selamat Berjuang Kang ! Semoga hutan Pati kembali lebat dan lestari. Perhutani hanya memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama dengan pihak lainnya mewujudkan hal itu. jangan setengah-setengah. menurutnya.

urusan Perhutani ya biarin saja Perhutani yang repot sendiri” ujarnya menirukan salah satu stakeholder. Lebih jauh.3. LMDH dan Perhutani beserta pemerintah daerah dengan instansi-instansi terkaitnya. Jika ada masalah. Minimal harus ada 60 % masyarakat desa hutan yang paham PHBM. harus ada yang proaktif dan jemput bola untuk menciptakan sinergitas di lapangan. Ngadirin ‘memaksa’ stakeholder. mandiri dan sejahtera itu tugas bersama. Dalam sosialisasi ini pun harus melibatkan stakeholder. saya selalu melibatkan pihak Pemkab. punya tips yang unik dalam ngurus LMDH yang kebanyakan berkategori ‘kurus’ di wilayah kerjanya. meski terpaksa” ujarnya diiringi tawa. dapat menjamin sinergitas antara LMDH. “Tidak mungkin kita hanya menunggu dan berharap stakeholder mau ikut terlibat. Kalau perlu. ada 3 hal yang menjadi kunci pokok dalam ‘ngurus’ LMDH yang telah dilakukannya. Kedua. membangun masyarakat desa hutan yang maju. otomatis camat. kades dan instansi-instansi terkaitnya juga pada datang. Seharusnya semua itu dilakukan sejak dari awal. lanjutnya. Pertama. Disangkanya PHBM ini program Perhutani.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Biarkan LMDH terbentuk secara alami dan jangan ditarget buru-buru harus terbentuk LMDH. Ketiga.2 PEMBELAAN BERBUAH LOYALITAS Ngadirin. Menurut Ngadirin. “Jika ada kegiatan LMDH. Muspika akan menjadi mediator yang strategis. gambaran isi AD/ART LMDH dan penjelasan-penjelasan lainnya. Asper sebagai Pembina dan Muspika sebagai Pengarah/Penasehat. mau tidak mau semua akan turun tangan. Padahal. 64 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . menyusun Participatory Conservation Planning sebagai sebuah rencana strategis. Optimalisasi kelembagaan. sampai melabrak komisi B DPRD karena aspirasi LMDHnya tidak ditanggapi. KSS PHBM KPH Kebonharjo. langka kerja pertama adalah melakukan inventarisasi potensi desa hutan. Menurutnya. menurut Ngadirin. termasuk jajaran aparatur pemerintah daerah setempat untuk mau turun langsung dan terlibat dalam PHBM. setidaknya Asda I atau II. instansi terkait dan LSM. Tidak tanggung-tanggung. sehingga tidak menyulitkan dalam pembinaannya. Sehingga. karena LMDH dikembangkan harus berdasarkan potensinya dan nilai-nilai lokal yang dimilikinya. Formula seperti itu. Ketua BPD dan Kepala Desa sebagai Pelindung. serta Sekretaris Desa sebagai Ketua Forkom PHBM Desa. mutlak diperlukan. libatkan semua stakeholder lapangan dalam struktur LMDH. Perhutani dan Desa. Kebanyakan dari mereka belum paham apa dan bagaimana sistem PHBM ini. awali dengan sosialisasi yang benar tentang PHBM. Inventarisasi ini penting sebagai data awal menyusun rencana. baru LMDH terbentuk dengan sendirinya.

Di lapangan. Apa yang akan dilakukan pemerintah daerah melalui dinas instansi terkait untuk memanfaatkan potensi-potensi tadi” papar Ngadirin bersemangat. Mandiri. “Ada juga yang menganggap LMDH itu illegal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dari rencana strategis itu. Akhirnya. Sejahtera Program-program di serahkan ke setiap sektor / instansi terkait Terkait dengan pelaksanaan Social Mapping dan Participatory Conservation Planning. sebagaimana tergambar di bawah ini. Ngadirin mengaku masih menemukan kendala-kendala. siapa yang harus memfasilitasi. terkait dengan instansi mana aspirasi yang itu. Saya bawa SK Gubernur tentang PHBM dan saya jelaskan bahwa secara struktural dirinya ikut bertanggungjawab untuk mengamankan sk tersebut dan menjamin keberhasilan PHBM” tandasnya. “Dana-dana untuk masyarakat banyak yang tidak terserap dan dikembalikan karena aspirasinya tidak masuk. Secara garis besar. “Keikutsertaan LSM ini penting karena biasanya mereka tahu bocoran-bocoran informasi yang menguntungkan masyarakat desa hutan” ujarnya tersenyum penuh arti. Ngadirin membuat bagan yang menggambarkan alur optimalisasi kelembagaan yang telah dilakukannya. pernah pula sampai ke DPRD untuk meminta dukungan APBD dan APBN dengan dikawal oleh LSM. diantaranya ego sektoral yang masih kental dan pemahaman pejabat setempat yang kurang terhadap sistem PHBM. program-program kemudian ditawarkan kepada setiap instansi. Ini lho aspirasi masyarakat desa hutan. dengan begitu semua pihak akan dipaksa ikut terlibat. semua tersusun dalam program-program yang dibuatnya. Perhutani cukup menjadi mediator dan melakukan pendekatan ke stakeholder. Bahkan. 65 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Siapa yang akan membiayai aspirasi masyarakat yang ini. pejabat itu paham dan mendukung program-program LMDH. siapa leading sektornya. Ngadirin menyebutkan bahwa sampai pada 2009 direncanakan 58 desa sudah selesai melakukannya. Social Mapping & PCP LMDH Perhutani Stakeholder RENSTRA RENSTRA Pemerintah Daerah Masyarakat Desa Hutan yang Maju. lanjut Ngadirin. Menurutnya. bawa LSM dan wartawan biar jelas arahnya.

Beri Kami Kesibukan Di tempat terpisah. yang jauh lebih penting adalah berbagi hati untuk bersama-sama menciptakan hutan yang lestari” tandasnya menutup perbincangan. ada pemerintah desa yang menolak PHBM. harus menjadi satu kesatuan pangkuan hutan. pengakuan Ngadirin perihal pembelaan terhadap kepentingan masyarakat desa hutan. 2. Menurutnya. tetapi setelah didekati dan dijelaskan. kami pun belajar bagaimana bersinergis dengan kehidupan dan nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. secara swadaya LMDH-LMDH itu melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif. loyalitas masyarakat desa hutan pun berdampak pada rasa aman aparatur Perhutani di lapangan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dulu. “Kuncinya adalah komunikasi yang proaktif dan intensif. Tapi karena kesadaran tadi. Sumardi. warga desa yang diajak mencuri tadi melaporkan kepada LMDHnya dan pengurus LMDH kemudian memberi tahu LMDH lain yang wengkonnya menjadi target pencurian. Saling berbagi pengetahuan. menjaga kelestarian hutan tidak terbatas pada wengkonnya. Bagi mereka. mereka berani menangkap truk sendiri. lalu pengurus LMDH melakukan investigasi kejadian khusus dan menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu dalam hal pengamanan hutan. tutur Ngadirin. Padahal. kayu dan lahan. 1. Pengamanan hutan yang dilakukan oleh LMDH itu merambah ke wengkon LMDH lainnya. Salah satunya. Berbagi itu kan tidak hanya berkonotasi fisik. pada akhirnya melahirkan loyalitas yang mengagumkan. Berbuah Loyalitas Upaya gigih Perhutani dalam membela kepentingan masyarakat desa hutan yang dilihat dan dirasakan masyarakat. Ada training yang diperuntukan bagi pengurus LMDH. Ketua 66 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dan. Pernah ada petugas yang dikeroyok warga yang bukan anggota LMDH. akhirnya malah berinisitaif untuk membentuk LMDH dan mengimplementasikan PHBM. para pencuri itu sering menggunakan dan mempengaruhi warga desa hutan untuk mau mencuri di wengkon LMDH lainnya. Seringkali mereka lebih dahulu tahu bila ada rencana pencurian dan melaporkannya kepada kami” tutur Ngadirin membanggakan kesadaran LMDH-LMDH di wilayah kerjanya. dulu termasuk rengking satu kerawanan di Jateng” tuturnya. dibenarkan para pengurus LMDH Reksa Wana Kumala. “Tidak ada instruksi dari Perhutani untuk melakukan pengamanan terpadu seperti itu. Tapi. jangan menunggu” tandasnya. Selain itu. “Kami menganggap LMDH itu teman dan mitra kerja. Tapi. “Komunikasi seperti itu yang membuat kondusif. seperti yang ditunjukkan oleh LMDH Karangtengah misalnya. Bahkan. Oknum-oknum pencuri kayu sekarang takut sama LMDH karena mereka kompak dan berani.

Tapi justru dalam hal ini lah kami memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus ditanggulangi bersama” paparnya. Menurutnya. memang tidak mudah dan perlu perjuangan yang tiada kenal lelah. Reksa berarti menjaga dan Wana Kumala berarti hutan yang indah. maka dengan sendirinya mereka akan merespon program-program yang tertuang dalam renstra. Mereka ulet dan keinginan untuk maju sangat besar serta memiliki greget yang tinggi. daya survival masyarakat desa hutan itu sebetulnya tinggi karena ditempa oleh keterbatasan alam. Reksa Wana Kumala. . terkadang ada oknum-oknum yang bersikap kontra produktif dengan cara mengompori warga. tekanan terhadap hutan akan semakin berkurang hingga sampai titik tidak ada lagi pencurian. Oleh karena itu. sebuah nama penuh arti sekaligus mengandung konsekwensi yang tidak ringan. menuturkan bahwa prioritas LMDH adalah memberi kesibukan produktif bagi warga masyarakat. aspirasi warga masyarakat desa hutan kami perjuangkan sekuat tenaga. lanjut Bambang. Tidak menyerah pada alam dan tidak pula berhenti karena menghadapi segudang masalah. “Padahal kami juga ada pengertian untuk internal” ujarnya diplomatis. Potensi yang dimiliki warga. lanjut Sumardi. Menjaga agar hutan tetap indah dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. kami fasilitasi untuk dikembangkan. mensejahterakan masyarakat adalah tugas pokok pemerintah yang diamanatkan undang-undang dan sebagai bagian dari masyarakat kami berperan aktif membantu tugas itu” ujarnya menutup perbincangan. Bahkan. “Bagaimana pun. Termasuk memahami kondisi sosial masyarakat dan aspirasi yang muncul darinya. Bambang berharap agar dinas instansi terkait memberikan kemudahan regulasi.Kembara Tani 67 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Masalahnya. Berkaitan dengan upaya memberikan lapangan pekerjaan. tutur Sumardi. Namun Sumardi mengaku. Menurutnya. Menurut kedua insan pendidikan itu. Mentari semakin redup tatkala NASHA ku pacu meninggalkan Kebonharjo menuju Mantingan. Pasalnya. rembug masalah dapat menjadi semacam integrated stakeholder yang menelurkan solusi-solusi bagi masalah yang dihadapi bersama dalam mewujudkan tujuan PHBM itu sendiri. dengan adanya sumber pendapatan bagi warga masyarakat desa hutan. diantara oknum-oknum tersebut ada pula yang aparatur Perhutani. bagaimana kita mengarahkan dan memfasilitasi aspirasinya. Wakil Ketua. “Renstra kami harus mendapat respon dan difasilitasi dengan dukungan dananya” ujar Bambang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH didampingi Bambang. pemahaman dari seluruh pejabat instansi terkait sangat berpengaruh terhadap keberhasilan PHBM. Apabila warga masyarakat merasa kepentingannya diprioritaskan.

Ternyata. menanam pagar kesejahteraan ditepian batas hutan. atau angan-angan menuai kesejahteraan di batas hutan. dimana sejuta tangan lemah terkulai merenda perubahan agar luka tak semakin menganga. Meretas jalan menuju desa maju. Garuda.… Kinanti di tepi hutan jati mengalun lirih mengukir hati. mandiri dan sejahtera. Maret 2006 Kembara Tani 68 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dendang kearifan membasuh luka lama dengan rasa menabur benih harapan.… Meski sedikit yang ku saksikan dari bukti ketulusan untuk berbagi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dari Merpati kepada Garuda Garuda. bukan sekedar alat menggapai mimpi hutan lestari.… Kepakan sayapmu dan hinggaplah di bats hutan Jawa dimana rentang benang kusut masai tengah terurai. Sebuah pembaharuan tengah bergulir di sepanjang batas hutan. agar kekhilafan tak lagi terulang dan berulang-ulang. Garuda. membangun kemandirian bangsa. tapi satu keyakinan yang mengiringi langkah anak negeri. Semoga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful