Bagian Pertama

,

Kinanti di Tepi Hutan Jati

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur’. (QS. AlAl-Araf : 10).

1.1

SUMBER HIDUP DAN KEHIDUPAN Pondok mungil berdinding kulit kayu jati, beratap genting dan jerami kering, menarik

perhatianku. Pondok itu berdiri di tengah hamparan lahan Perhutani, tepat di pinggir jalan Randublatung – Blora. Di lahan yang terbuka itu, tampak tanaman jati muda berdaun 5 – 10 helai dan tanaman cabai di sela-sela larikannya. Hamparan tanaman kacang tanah berdaun hijau terang dan tegakan batang Jagung kering sisa panen, tampak pula di sisi kiri kanannya. Sementara itu, cacahan kayu bakar teronggok di depannya. berdiameter 10 cm tampak berserak di samping pondok. Seorang laki-laki tua bertelanjang dada dengan celana komprang hitam, keluar dari pintu. Laki-laki berperawakan kurus dan berkulit hitam legam itu, menjawab salamku. Deretan gigi putih yang tampaknya masih lengkap, tampak jelas dalam senyuman lebarnya tatkala menjabat erat tanganku. Janggut putih didagunya memperjelas garis-garis tua di raut wajahnya. Sorot matanya tajam, namun ada keteduhan membayang didalamnya. Mbah Rus, demikian laki-laki itu biasa disapa, tinggal di pondok mungil di tepi hutan jati Randublatung bersama istrinya. Jarang sekali dia pulang kedesanya yang masih terletak di sekitar hutan itu. Terkadang, anak dan ketiga cucunya menyambanginya di pondok itu. “Keseharian saya ya di sini. Tinggal di sini. Malam juga tidur di sini” ujarnya seraya menunjuk dipan yang menempel pada dinding pondok. “Gak takut Mbah?” godaku disusul tawa renyahnya. “Wong kalau malam di sini rame ko. Pak Mandor dan Pak Mantri, kalau habis patroli ya ngumpul di sini. Pak Asper juga sering begadang di sini, bakar ubi sambil ngopi” ujarnya seraya menyebutkan bahwa masyarakat di sekitar hutan sering menjadikan pondoknya itu sebagai pos kumpul-kumpul untuk sekedar ngobrol ngalor ngidul. Ada perubahan serius dalam mimik wajahnya, ketika aku tanya mengapa ia mau tinggal di hutan. Mbah Rus tampak diam sejenak, matanya menerawang menatap hamparan tegakan pohon jati yang siap tebang, lantas menarik nafas panjang dan dalam yang dihembuskannya perlahan-lahan. Beberapa batang kayu jati

2 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
“Sudah lebih dari 27 tahun saya tinggal di hutan” ujarnya lirih. Selama itu, lanjut lakilaki yang lahir di Pati 77 tahun lalu itu, hidup dan penghidupan saya ya di hutan. Seorang perempuan setengah baya mempersilahkan kami untuk mencicipi hidangan yang disuguhkannya. “Bagi saya, hutan adalah sumber hidup dan kehidupan” tandasnya perlahan. Sejenak aku tercenung mendengarnya, menatapnya dalam-dalam untuk mencoba mencari makna dibalik ucapannya tadi. Pasalnya, aku yakin ada sesuatu yang tidak sesederhana ucapannya itu. “Maksud Mbah, hutan merupakan sumber pendapatan Mbah untuk memenuhi kebutuhan hidup Mbah dan keluarga?” tanyaku memastikan. “Bukan, bukan itu maksud saya” tukasnya cepat. Hutan itu, lanjut Mbah Rus, sumber hidup dan kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan dari hasil panen padi, jagung, kacang tanah, atau kayu bakar, empon-empon dan daun untuk di jual. Tapi, sumber hidup dan kehidupan manusia ! “Tanpa hutan, manusia mungkin saja masih bisa hidup, tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya” tandasnya penuh keyakinan. Aku masih tercenung, mencoba mencerna untaian kalimat yang dituturkannya, ketika laki-laki yang “dituakan” oleh masyarakat di sepanjang desa hutan itu melanjutkan tuturannya. Hutan menurutnya, merupakan alat yang sering digunakan oleh Tuhan Sang Pemilik Hutan, untuk menunjukkan keberkahan atau kemarahan-Nya. Tuhan memberikan berkah lewat hutan dan Tuhan juga menunjukan kemarahan-Nya lewat hutan” ujarnya pasti. Apa yang terjadi di Banjarnegara, Jember dan tempat-tempat lainnya, menurut keyakinan Mbah Rus adalah bentuk kemarahan Tuhan karena hutan milik-Nya diabaikan dan dirusak. Meskipun mungkin saja bukan masyarakat di sekitar hutan yang merusaknya, tapi tetap saja yang paling duluan merasakan dampak dari “kemarahan” itu adalah masyarakat desa di sekitar hutan. Oleh karena keyakinan seperti itulah, Mbah Rus mengaku selama 27 tahun mau tinggal dan turut menjaga hutan. Dalam kurun waktu selama itu, sering kali Mbah Rus ikut

menggagalkan pencurian kayu. Bahkan, sering kali apa yang dilakukannya itu mengancam keselamatan jiwanya sendiri. Seperti pada saat maraknya terjadi penjarahan, Mbah Rus sempat diikat tangan dan kakinya. Dia akan dibunuh oleh para penjarah hutan itu karena dianggap menghalang-halangi maksudnya. Beruntung, Tuhan masih melindungi dan menyelamatkannya. Apa yang dituturkan oleh Mbah Rus, sesungguhnya adalah sebuah kearifan dalam memandang fungsi hutan bagi diri dan masyarakat di sekitarnya. Bahkan, lebih jauh dari itu, kearifan itu menempatkan fungsi hutan dengan cakupan yang lebih luas dan global, yakni 3 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

Kembara Tani - 4 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bahkan. Keinginan untuk mewariskan Mata Air kepada anak cucunya kelak. resapan air. Kearifan lokal yang mereka miliki menegaskan bahwa. tapi tidak akan memiliki kehidupan seperti sebelumnya”. teori-teori lingkungan dan fenomena-fenomena alam semesta. penyedia Oksigen yang dihirup umat manusia dan penyerap polutan yang juga dibuat manusia. menumpuknya karbondioksida tak terdaur serta analisa ilmiah lainnya yang memperjelas dan mendukung argumen dari kesimpulan sederhananya bahwa “tanpa hutan. seperti kutemukan di batas hutan Gunung Lasem. tentu dengan fasih akan dijelaskannya makna kalimat “Hutan sebegai Sumber Hidup dan Kehidupan Manusia” dalam arti sesungguhnya tadi. dalam rangkaian bukti-bukti ilmiah. manusia mungkin saja masih bisa hidup. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya. Mungkin akan disampaikannya pula bagaimana dampak penggundulan hutan terhadap pemanasan global sebagai akibat dari menipisnya lapisan ozon. merupakan sebuah kesadaran ekologis yang sudah sejak lama dimiliki. akademisi atau ilmuwan pemerhati konservasi. Mulai dari fungsi hutan dalam siklus hidroorologi. berkembang dan dipelihara masyarakat lokal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kepentingan hidup dan kehidupan umat manusia. berkurangnya produksi oksigen. Andai saja Mbah Rus adalah seorang intelektual. . warisan yang paling berharga bagi anak cucunya itu hanyalah Mata Air dan bukan Air Mata. Sebuah kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai universal dalam memandang pentingnya fungsi hutan bagi kelangsungan hidup dan kehidupan umat manusia. Konsep pemahaman tentang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan. penahan run off. membuktikan hal tersebut.

Ketumpal. aksesibilitas ke kawasan yang sulit juga turut berpengaruh” jelasnya. yakni mata air Sumber Makam. mata iar Sumur Talang. Jaran dan G. “Nilai budaya dan kepercayaan yang berkembang bahwa kawasan tersebut ‘angker’. kemudian menjadi kering. Pucang. Interaksi masyarakat desa dengan kawasan hutan tanaman terbatas pada rute jelajah (foot-path). kemudian dengan air itu ditumbuhkanditumbuhkan-Nya tanamtanam-tanaman yang bermacambermacam-macam warnanya. G. G.2 MATA AIR. Argopuro. Menurut Ngadirin. lalu diaturnya menjadi sumbersumber-sumber air di bumi. kembali kutemukan di lereng Pegunungan Lasem. Kawasan hutan G. Payon. mata air Duren Padu. (QS. Lumbung. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orangorang-orang yang mempunyai akal sehat ”. Sedangkan pada kawasan reforestasi. Disamping itu. mata air Sumur Gandu. G. Hutan lindung dengan vegetasi campuran itu. berbeda dengan kawasan hutan tanaman dan kawasan hutan transisi (reforestasi). Ngadirin. Masyarakat mengambil kayu bakar dan rumput untuk ternaknya. lalu engkau melihatnya kekuningkekuning-kuningan. interaksi masyarakat desa dengan hutan lebih tinggi. Nangka. relatif utuh dan rimbun dibandingkan kawasan hutan lainnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “ Apakah engkau tidak memperhatikan. kemudian dijadikandijadikanNya hancur berderai berderairderai-derai. Setidaknya. pemungutan hasil hutan atau kegiatan lainnya. tercatat ada 6 mata air yang mengalir jernih dari kawasan hutan Rembang itu. Kondisi tersebut. untuk memenuhi kebutuhan pangannya. menyebutkan bahwa masyarakat desa hutan melakukan aktivitas pembukaan lahan untuk tanaman pertanian seperti padi dan palawija. ternyata berdampak positif. KSS PHBM KPH Kebonharjo menyebutkan. G. pada kawasan hutan yang bervegetasi campuran. interaksinya cukup tinggi. Rembang. Hasil kajian pemetaan sosial sumberdaya alam dan lingkungan di Desa Rakitan Kecamatan Sluke. kawasan ini masih dapat dipertahankan karena dampak positif dari berkembangnya nilai atau norma dalam kehidupan masyarakat dan kondisi biofisik hutan. BUKAN AIR MATA Kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan. masyarakat di sekitar hutan hampir tidak ada yang melakukan kegiatan usaha tani. lanjut Ngadirin. bahwa Allah menur menurunkan unkan air dari langit. AzAz-Zumar : 21) 1. mata air Jombok dan mata air Belik Puyung. termasuk dalam wilayah BKPH Gunung Lasem KPH Kebonharjo. G. Pada kedua kawasan ini. Sedangkan tanaman yang tahan naungan seperti empon-empon dan 5 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .

Tapi. Saya Kembara Tani” balasku seraya menyodorkan tangan mengajak bersalaman. lanjut Kaslan. kami ingin mewariskan mata air’ tandasnya perlahan. Dan. “Ini Pak Kaslan. ditanam untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. kehidupan warga Desa Watupecah sangat tergantung dengan hutan. Bahkan. tapi mata air”. kami pun kembali larut dalam perbincangan seputar sikap masyarakat desa hutan terhadap hutan yang ada disekelilingnya. hingga sampai ke generasinya. . Pemahaman itu terus bergulir dari generasi ke generasi. Kegiatan tersebut memang secara ‘formal’ diijinkan oleh Perum Perhutani sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola kawasan Gunung Lasem. Rembang. Sebuah kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai universal dan tanggungjawab sosial untuk menyelamatkan hidup dan kehidupan generasi yang akan datang dari terkaman bencana. berkembang di masyarakat sebagai warisan Mbah Sandi. leluhur Desa Watupecah.. pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan. Menurut kajian yang dilakukan pada 2004 itu. Ketua LMDH Sandi Mulyo. Menurutnya. Hening menyergap kami dan semua yang ada di ruang sempit sekretariat PHBM itu. Kaslan tampak sangat antusias menjelaskan kondisi masyarakat Desa Watupecah. Dan. ini Pak Nartun. terima kasih. Sekretaris LMDH” ujarnya memperkenalkan kedua orang itu. “Kami tidak ingin mewariskan air mata kepada anak cucu kami. Menurutnya. beban berat mengambang di raut wajahnya. Di tengah perbincangan tentang hutan Gunung Lasem.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ beberapa komoditas hortikultura buah-buahan. meniru leluhurnya. Sekilas. pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk generasi berikutnya. Nilai-nilai kearifan yang saat ini begitu sulit untuk ditemukan dan perlu perjuangan tiada henti dalam mengimplementasikannya. Kec. Kutatap lekat wajah dua orang paruh baya yang berpenampilan sederhana ini. Kranggan. kami tanamkan kepada caloncalon generasi penerus kami melalui sosialisasi konstitusi yang melibatkan anak-anak. Sejurus kemudian. dua orang laki-laki setengah baya memasuki ruang sekretariat PHBM KPH Kebonharjo. pemahaman itu pun sekarang mereka gulirkan pada generasi berikutnya. “Sudah sejak dulu kami menyadari bahwa menjaga kawasan hutan Gunung Lasem sama artinya dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan kami sendiri” tuturnya. “Oh ya. masyarakat Desa Rakitan yang menjadi pesanggem lebih kurang 60 % dari jumlah penduduknya. Nilai-nilai kearifan yang terkadang membuat mereka harus berhadapan dengan para penentu kebijakan. Ngadirin berdiri dan menyambut mereka. tatkala mengucapkan kalimat “tidak ingin mewariskan air mata.Kembara Tani 6 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Desa Watupecah.

Tanaman cengkeh yang menjadi primadona pada 1994. Bencana alam yang terjadi di Banjarnegara. (QS. seringkali justru adalah jawaban atas akar masalah yang sesungguhnya. kekeringan melanda desa-desa di kaki bukit. kondisi hutan yang berbatasan dengan desa mulai banyak yang gundul dan gersang karena pencurian dan pembukaan lahan untuk pertanian. kekurangan air mulai terasa. Dan. 7 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . bukannya memandang hutan sebagai sumber hidup dan kehidupan bagi umat manusia saat ini dan masa yang akan datang. hanyalah sedikit dari sekian banyak kerugian harta dan nyawa yang harus ditanggung oleh masyarakat di sekitar hutan. Qaaf : 77-8). tak dapat dipanen karena kering kerontang. Penderitaan warga desa di batas hutan itu semakin berat akibat kemarau panjang yang terjadi pada 1997. Cara pandang yang keliru tersebut telah menimbulkan dampak ikutan (multiple effect) yang mengancam kehidupan manusia. Rembang. Pada 1960. pada 1969 terjadi kembali tanah longsor di kawasan Gunung Lasem. Akibatnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ gunung-gunung yang “dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakan padanya gunung kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Nilai-nilai yang selama ini hilang terkubur keserakahan dalam mengelola sumberdaya hutan tanpa kearifan. dampak tersebut telah memakan korban harta dan nyawa. 1. Pada tingkat lokal dan regional. maka setiap kali itu pula harus menuai bencana. Memandang bahwa hutan adalah milik institusi negara dan turunannya yang tengah berkuasa saat ini. Dalam rentang tahun 1945-1988. Jember dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat. Masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem telah membuktikan bahwa setiap kali terjadi interaksi (eksploitasi) yang berlebihan pada hutan di sekitarnya.3 NILAI-NILAI KEARIFAN EKOLOGIS Nilai-nilai kearifan ekologis seperti yang dimiliki orang-orang seperti Mbah Rus dan masyarakat Desa Watupecah dalam memandang hutan. Puncaknya. pada 1990-an sumber-sumber air yang ada mulai berkurang. Kondisi kekeringan terus berlanjut. terjadi kegagalan panen padi pada 2003 yang harus diterima dengan lapang dada dan sebagai pelajaran berharga. Untuk menjadi menjadi pengajaran dan peringatan bagi tiaptiap-tiap hamba yang kembali (mengingat) Allah”. beberapa kali terjadi bencana tanah longsor di Desa Rakitan Kecamatan Sluke.

kesadaran bahwa menjaga hutan Gunung Lasem adalah sama dengan menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan masyarakat desa. terkadang terkalahkan oleh nilai-nilai baru yang cenderung materialist dan kapitalistik. Mbah Rus dengan tegas dan pasti menjawab. Upaya penyadaran untuk menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan fungsi-fungsinya. tidak ingin perjalanan dan pengalaman buruknya dialami oleh generasi berikutnya. baik Polisi. bukan air mata. pemanfaatan itu Namun demikian. institusi dan lembagalembaga negara beserta turunannya. Tidak terkecuali. Pada masa itu. Upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan dalih meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengeksploitasi sumberdaya hutan tanpa kearifan. harus ditujukan kepada semua pihak di semua arah. seringkali masyarakat di sekitar hutan tidak memeliki posisi tawar yang kuat manakala berhadapan dengan faktor-faktor eksternal yang menggangu keseimbangan fungsi-fungsi hutan. dapat memperjelas hal tersebut.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Kini. TNI dan Perhutani itu sendiri. Sepanjang sejarahnya. ‘paksaan’ itu pun terkadang dari oknum aparatur. Oleh karena itu pula. Apa yang dilakukan Mbah Rus dalam menjaga kelestarian hutan bersama-sama dengan masyarakat di sekitar hutan. Bahkan. Pasalnya. Dalam pemahamannya. Dalam beberapa kasus. hal tersebut sangat dipahami dan diyakini oleh sebagian besar masyarakat desa hutan. Namun lebih jauh dari itu. justru akan menghancurkan kehidupan masyarakat desa hutan itu sendiri. ketika ditanya apa yang menjadi harapannya ke depan. “lahan-lahan yang dulunya hutan dan kini gundul karena kekhilafan kita semua. tampak mengakar dan menjadi kearifan yang dimiliki hampir seluruh warga. bermuatan kepentingan politik dan kekuasaan yang memaksa masuk ke tengahtengah masyarakat desa hutan. Mereka ingin mewariskan mata air. merupakan kepentingan kehidupan seluruh umat manusia. Masyarakat desa di sekitar hutan Gunung Lasem. sesungguhnya bukanlah untuk kepentingan masyarakat di sekitar hutan semata. sendiri selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan lokal yang dimilikinya. Maraknya penjarahan pada masa euphoria reformasi. agar anak cucu kita dapat merasakan berkah dari Tuhan lewat Hutan”. serta pihak-pihak lain yang memiliki pemahaman yang sama. dapat menjadi hutan kembali. kehidupan umat manusia akan musnah manakala tidak ada lagi hutan dan mata airnya di muka bumi ini. 8 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pelaku penjarahan datang dari luar komunitasnya dan ‘memaksa’ sebagian kecil oknum masyarakat di sekitar hutan untuk turut melakukan penjarahan. Dan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti yang diyakini oleh Mbah Rus dan masyarakat desa hutan di kaki Gunung Lasem. pemanfaatan hutan oleh masyarakat desa hutan selalu seiring dengan asas kelestarian dan keseimbangan fungsi-fungsi hutan. kelangsungan hidup dan kehidupan generasi berikutnya.

kekuatan keinginan warga Desa Watupecah untuk dapat mewariskan mata air kepada anak cucunya. Apalagi hanya dengan kekuatan seorang petani seperti Mbah Rus dan ‘anak-anak’nya yang membawa nilai-nilai kearifan yang ditanamkannya ke seluruh pelosok negeri.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meninggalkan pondok mungil di tepi hutan Jati KPH Randublatung. . Sebuah harapan mulia yang tidak mudah untuk terwujud. Atau. ada bening mengambang dimataku. Selamat Berjuang.Kembara Tani - 9 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Tuhan selalu tahu. siapa yang sesungguhnya merusak atau memelihara hutan milik-Nya. Mbah Rus ! Selamat berjuang saudara-saudaraku Masyarakat Desa Hutan Watupecah.

masyarakat Desa Jegong sangat menjaga kelestarian hutannya. Khususnya pada musim paceklik. telah berjalan cukup lama. pohonnya banyak berkurang. Bahkan. Desa Jegong Kec. Nilai-nilai kearifan sosial MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab sosial untuk memelihara sumberdaya hutan yang digunakan atau dimanfaatkan bersama. “Karena. Jati Kab. Moh. menurut Kasran. (QS. hutan merupakan sumber pendapatan satu-satunya yang sangat membantu sebagian besar masyarakat Desa Jegong dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mencari kayu bakar untuk menanak nasi saja susah” ujarnya. kami kehilangan salah satu sumber pendapatan. Menurutnya. emponempon.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Dia lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi. masyarakat Desa Jegong memperoleh manfaat ekonomi secara langsung melalui pengambilan kayu bakar. 1. walur. Kepedulian masyarakat Desa Jegong dalam menjaga hutannya. banyak orang luar yang datang dan mempengaruhi warga untuk melakukan penjarahan. lanjut tokoh agama yang berpembawaan tenang ini.4 NILAI-NILAI KEARIFAN SOSIAL – EKONOMI Interaksi antara Masyarakat Desa Hutan (MDH) dengan hutan yang ada disekelilingnya. mengungkapkan bahwa jauh sebelum implementasi Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya. Blora yang termasuk dalam kawasan KPH Randublatung. interaksi tersebut telah terjadi jauh sebelum bangsa dan negara ini lahir. Dan hanya kepadakepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. MDH telah menjadikan hutan sebagai bagian dari kehidupan sosial ekonominya. dibuktikan pada waktu maraknya penjarahan hutan. maka jelajahilah di segala penjurunya penjurunya dan makanlah sebagian rejekirejeki-Nya. kalau hutannya rusak. masyarakat Desa Jegong sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi kelestarian hutan. Ketua LMDH Wana Lestari. Kasran. Pada waktu itu. gemili dan daun jati. MDH memiliki nilai-nilai kearifan sosial ekonomi dalam memandang hutan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu. menurut Kasran. “Tentu saja masyarakat di sini menolak 10 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dalam interaksinya tersebut. Sementara nilai-nilai kearifan ekonomi MDH dalam memandang hutan didasari atas tanggung jawab bersama untuk menjaga manfaat ekonomi sumberdaya hutan bagi kelangsungan pemenuhan kebutuhan hidupnya. AlAl-Mulk : 15).

lanjut Suyitno. jika tetap memaksa. sejak 1960-an masyarakat Desa Gempol sudah memiliki koordinasi yang baik. kami yang akan merasakan dampaknya. malah mereka aktif memberikan informasi kepada petugas. Desa Nglebur Kec. masyarakat berkoordinasi dengan desa untuk dapat memanfaatkan kayunya. biasanya mereka sadar dan membatalkan niatnya. Disamping itu. “Masyarakat Desa Nglebur yang sebagian besar petani dan buruh tani. Blora. otomatis interaksi masyarakat Nglebur dengan hutan yang melingkupinya adalah kehidupan kesehariannya. Tidak hanya itu. Kami sampaikan bahwa apabila hutan rusak. Hal senada disampaikan pula oleh Suyitno. 11 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . masyarakat menginformasikannya kepada petugas. luas lahan pertanian di desa dengan di kawasan hutan sama. Oleh karena itu. Desa Nglebur berada di dalam kawasan hutan. lanjutnya. untuk pakan ternaknya. Warga pun memblokir jalan dan beramai-ramai memukul kentongan tanda bahaya. benar-benar telah terbukti dan dibuktikan oleh masyarakat Desa Jegong. Jati Kab. apabila ada kebutuhan sarana umum. maka yang rugi adalah masyarakat Jegong dan nasib anak cucu kami kelak” tuturnya seraya menyebutkan. kambing dan sapi. Namun. Kegiatan usaha lainnya yang dilakukan masyarakat Desa Gempol terkait dengan hutan adalah pembuatan arang kayu dan kerajinan dari tunggak kayu. Ketergantungan MDH terhadap hutan. mengajaknya bicara baik-baik dan sopan. Sehingga banyak petani yang menggarap di kawasan hutan” jelas Sinardi. Jika ada pencurian. terkait dengan upaya menjaga kelestarian hutan. Blora. pelopor sekaligus pendiri LMDH Wana Bersemi. Desa Gempol Kec. “Masyarakat Gempol sudah sejak lama memiliki kesadaran bahwa jika hutan rusak. Jiken Kab. masih termasuk dalam wilayah KPH Randublatung. maka warga desa telah bersumpah untuk menghancurkan jembatan penghubung desa agar tidak dapat dilalui truk pengangkut kayu hasil jarahan. porang dan empon-empon yang banyak tumbuh liar di hutan juga dimanfaatkan. menggantungkan tambahan pendapatannya dari hasil hutan. baik untuk digunakan sendiri atau dijual. masyarakat Desa Gempol tidak ada yang ikut. Tanggung jawab yang muncul karena nilai-nilai kearifan masyarakat desa hutan dalam memandang hutan sebagai sumberdaya milik bersama. mereka pun mengambil rumput dari hutan” paparnya. dijelaskan pula oleh Sinardi. Menurutnya. yang berada dalam wilayah KPH Cepu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dengan cara mencegahnya. Tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian hutan karena didorong oleh kesadaran bahwa hutan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. kesadaran itu muncul karena hampir seluruh masyarakat secara ekonomi tergantung pada keberadaan hutan. pada saat maraknya penjarahan. Menurutnya. ujar lelaki yang masih tampak segar dalam usianya yang ke 70 tahun ini. Ketua LMDH Wana Tani Makmur. “Kami mengambil kayu bakar. Sehingga. Khususnya dampak ekonomi” tandasnya. Masalahnya.

hutan adalah pusat kegiatan ekonominya. untuk dipelihara dan dijaga sampai akhir daur. tersebar di dalam kawasan hutan. Sebab. Petani hanya dititipi tanaman pokok Jati. hal tersebut terus berlangsung sampai terjadinya “Revolusi” kehutanan yang dimulai sejak 1967. Barangkali.Kembara Tani - 12 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dengan menggarap lahan di kawasan hutan. mereka tahu persis apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelangsungan kegiatan ekonominya. Secara sosial. Setidaknya. menurut Sinardi. Nilai-nilai kearifan sosial ekonomi yang dimiliki masyarakat Desa Nglebur tampak dalam mottonya. masyarakat Desa Nglebur khususnya petani hutan sudah memiliki kesadaran dalam menjaga hutan. berarti kegiatan ekonomi mereka pun turut terancam. itulah sebabnya mengapa interaksi MDH dengan hutan dapat terus berlangsung dengan selalu tetap mempertahankan kelestariannya dan keseimbangan fungsi-fungsinya. Sebelum adanya PHBM pun. petani mendapat keuntungan ganda. Hutan Lestari Rakyat Sejahtera. Petani tidak perlu membayar pajak. jika hutan rusak.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Warga Desa Nglebur termasuk warga yang lapar lahan. lanjut anggota TNI AD yang masih aktif ini. cara pandang MDH terhadap hutan dan pemanfaatannya selalu dibatasi oleh nilai-nilai kearifan ekologis. sosial dan ekonomi. Lima ribu jiwa masyarakat Desa Nglebur yang terbagi dalam 4 pedukuhan. sewa lahan dan hasil panennya 100 % untuk petani sendiri. Bahkan. lanjutnya. Pada prakteknya. Bagi mereka. . banyak yang merantau ke daerah lain hanya untuk memanfaatkan dan menggarap lahan-lahan hutannya. sebelum PHBM diimplementasikan.

berdatangan terutama dengan makin menciutnya kemungkinan mengusahakan hutan di kedua negara ASEAN itu. luasnya mencapai 120 juta hektar dan baru kurang dari 25 % yang diusahakan. Ekspornya pada 1964 kurang dari 100. Dari jumlah yang tidak berarti menjadi nomor 2 setelah minyak bumi. Kulit binatang dan lain-lain yang mencapai antara US $ 6-9 juta. Demikianlah telah terjadi revolusi dalam sejarah kehutanan Indonesia. seperti Getah. hutang-hutang luar negeri akan lunas dibayar dengan hasil-hasil hutan yang merupakan sumber alam yang dapat diperbaharui (renewable). agar mereka kembali (ke jalan yang benar)“. 13 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .5 INTERVENSI KEKUASAAN DAN HILANGNYA NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL Mubyarto. maka ekspor hasil hutan tidak berarti dari segi penerimaan devisa negara. Damar. Produksi tahunan antara tahun 1970 – 1978 adalah pada tingat lebih dari 20 juta m3 dimana lebih dari 75 % nya diekspor. Padahal. Dibanding dengan hasil hutan ikutan. 5/1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. sesudah 1967 menjadi hanya salah satu pemegang HPH yang kurang berarti. sumbangan yang diberikan oleh sumber daya hutan sungguh luar biasa. produksi kehutanan sangat kecil. Pengusaha-pengusaha asing dari Jepang. Bagi Indonesia yang pada tahun 1966 – 1967 sangat memerlukan devisa untuk mengimpor pangan. yaitu hampir sebesar US $ 1 Milyar pada tahun 1977. Keadaan berubah sangat cepat setelah modal asing diundang masuk dan bersamaan dengan dikeluarkannya UU No. Inhutani yang sebelumnya memegang monopoli pengusahaan hutan. Dalam nilai devisa. ArAr-Rum : 41) 1. sumbangan ekspor hasil hutan ini sungguh meningkat luar biasa. sandang dan kemudian bahan-bahan lain dalam rangka pembangunan. Tengkawang. dalam Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (1983). supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. Filipina dan Malaysia. (QS. menyebutkan bahwa sebelum dikeluarkannya UU Penanaman Modal Asing 1967.000 m3 dengan nilai rata-rata US $ 3-4 juta.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Telah tampak tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. sudah mulai terdengar suara-suara bahwa kalau pun minyak bumi kita habis. Pada saat itu.

lebih-lebih apabila hasil itu diperoleh dalam waktu yang singkat. tidak sedikit meminta korban yang dari segi politik pertanian (baca: kehutanan) besar implikasinya. Khususnya. Revolusi kehutanan seperti juga revolusi hijau dalam bidang pangan. Hilangnya nilai-nilai kearifan sosial. Maraknya kasus penjarahan pada kisaran 25 tahun setelah intervensi kekuasaan terhadap MDH. pada saat itu mereka memandang hutan sebagai sumber yang mudah. MDH tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk mempertahankan nilai-nilai kearifannya dalam memandang hutan. memiliki dampak sosial berupa pergeseran nilai-nilai kearifan MDH dalam memandang hutan. . intervensi politik kekuasaan dan kebijakan yang tidak sadar lingkungan dan tidak memiliki pemahaman bahwa Hutan adalah Sumber hidup dan kehidupan umat manusia. ekonomi dan ekologis yang dimiliki MDH adalah salah satu dari implikasi ‘revolusi’ kehutanan tersebut. eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran kembali terjadi. setiap hasil pasti ada biayanya. Sebagian dari kelompok masyarakat itu adalah bagian dari MDH yang sebelumnya sangat menjaga kelestarian hutan dengan nilai-nilai kearifannya. murah dan cepat untuk dapat dikonversi menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kali ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang meniru ‘kelakuan’ institusi-institusi pemerintahnya. manakala intervensi kekuatan eksternal menekan kelestarian sumberdaya hutan. Mereka tidak lagi memandang hutan sebagai milik bersama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Namun seperti yang juga ditemukan pada hampir segala bidang. Nilai ekonomi hutan menjadi lebih menonjol dibanding nilai-nilai sosial dan ekologisnya. Eksploitasi sumberdaya hutan besar-besaran yang dilakukan atau setidaknya diijinkan oleh institusi negara. untuk mengejar target devisa pada kurun waktu tersebut.Kembara Tani - 14 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Mencontoh dari perilaku yang ada. digunakan dan dimanfaatkan bersama dan oleh karenanya harus dipelihara dan dijaga bersama pula untuk menjamin kelangsungan manfaatnya. Bedanya.

Merenda Perubahan di Batas Hutan 15 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Kedua.

Padahal. mengetahui apa yang harus dilakukan. Dalam membangun kesepahaman. Jawa dan Madura) yang dipercayakan negara kepadanya. kesungguhan aparat/petugas Perhutani belum maksimal dan masih ada keraguan dalam mengimplementasikan PHBM secara konsepsi yang sebenarnya. Tampaknya. Di kalangan internal. Ellan Barlian. PHBM didefinisikan sebagai suatu sistem pengelolaan sumberdaya hutan yang dilakukan bersama oleh Perum Perhutani dan Masyarakat Desa Hutan (MDH) atau Perum Perhutani dan MDH dengan pihak yang berkepentingan (stakeholder) dengan jiwa berbagi. merupakan koreksi atas kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan pada masa lalu yang cenderung timber oriented. Paradigma baru pengelolaan sumberdaya hutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. “Banyak pihak. proses pembelajaran dalam mengelola hutan (khususnya di P. Implementasi paradigma baru tersebut melahirkan sebuah sistem yang dikenal dengan nama PHBM (Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat). perlu dipegang 3 hal yakni. baik internal maupun eksternal. yang berdampak pada kurang memperhitungkan variable sosial ekonomi dan budaya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. pepatah tersebut sangat tepat Pasalnya. Kedua. Mantan Adm/KKPH Kuningan ini memaparkan banyak hal yang berkaitan dengan implementasi konsepsi PHBM sebagai sebuah paradigma. pemahaman dan kesepahaman ini sangat penting dalam mengambil tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan besama” ujarnya menyesalkan. 16 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . yang belum memahami konsepsi PHBM yang sebenarnya. munculnya disvaritas dalam pemanfaatan sumberdaya hutan dan meningkatnya konflik pengelolaan sumberdaya hutan. kurangnya pemahaman ini pun masih tampak di kalangan internal Perhutani itu sendiri. Menurutnya. telah melahirkan sebuah paradigma baru yang lebih selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Masyarakat Desa Hutan (MDH).1 PHBM dan Politik Obat Nyamuk Ellan Barlian Pengalaman adalah guru yang terbaik. mengakui pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam mengimplementasikan PHBM. mengetahui apa yang harus menjadi keinginan atau tujuan. banyak pihak yang kurang memahami konsepsi yang sebenarnya dari PHBM. lanjutnya. diterapkan pada Perum Perhutani. mengetahui apa yang harus diyakini. Bahkan. dan Ketiga. Pertama. Adm/KKPH Randublatung. sehingga kepentingan bersama untuk mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat Sumberdaya Hutan dapat diwujudkan secara optimal dan proporsional.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sementara bagi pihak eksternal. dalam proses untuk mencapai tujuan tersebut. ilmu pengetahuan. Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana itu. Pernyataan Ellan tersebut memang sesuai dengan fakta di lapangan. Bagi Pemerintah Daerah. pemahaman internal dan eksternal ini justru merupakan titik kritis dari keberhasilan implementasi konsepsi PHBM. sekira 70-80 % termasuk daerah tertinggal (IDT) dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang relatif lebih rendah. PHBM sebagai stimulan dapat membantu meringankan beban Pemerintah Daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di desa terpencil di sepanjang batas hutan. rehabilitasi balai desa. 17 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sebenarnya. yakni mensejahterakan masyarakat desa (hutan) sebagai bagian dari warga bangsa. keagamaan. Hampir seluruh LMDH yang mendapat dana sharing hasil produksi. tujuan ini adalah sasaran yang ingin dicapai oleh semua pihak dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. belum terbangun sebagai bagian integral dan internalisasi dalam sistem pembangunan hutan dan daerah secara umum. ada pula yang membebaskan warganya dari PBB dan biaya pengobatan di Puskesmas. harus dibangun di atas nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa hutan. Pasalnya. yakni memulai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dari daerah atau desa terpencil yang notabene memiliki lebih banyak keterbatasan. Bagi eksternal. PHBM masih terkesan program milik Perhutani. Ellan menyebutnya sebagai teori politik obat nyamuk. Keyakinan dari semua pihak. lanjut penggemar bulu tangkis ini. tuturnya. Hal tersebut menjadi bukti kemandirian masyarakat desa hutan dalam pembangunan di desanya dengan tanpa membebani APBD Pemerintah Daerah setempat. Bahkan. telah mengalokasikan sebagian dananya itu untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana (jalan. Masalahnya. menurut Ellan. harus dipandang sebagai prioritas dalam proses pembangunan daerah. PHBM hanya sebuah stimulan dalam menggerakan pembangunan pedesaan melalui pemberdayaan masyarakat. sarana pendidikan. sebagai warga masyarakat mereka pun memiliki hak yang sama dengan masyarakat daerah-daerah lainnya. Dengan demikian. Mandiri dan Sejahtera. MDH yang sebagian besar. Padahal. teknologi. maupun aksesibilitas. masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan tujuan yang sama. MDH dipandang strategis baik karena letak geografisnya maupun tingkat interaksinya terhadap kawasan hutan. baik informasi. seharusnya menjadi beban APBD Pemerintah Daerah sebagai bentuk pegembalian pajak yang dibayarkan. implementasi PHBM dapat menjadi program yang sangat strategis dam berdampak politis. PHBM memiliki tujuan mulia yakni mewujudkan Masyarakat Desa Hutan yang Maju. dll). Oleh karena itu. Sementara bagi Perhutani sendiri.

Dengan demikian. regional dan nasional ke dalam ekonomi tingkat lokal? Penetrasi tersebut dikhawatirkan dapat memacetkan fungsi LMDH sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa (hutan). kemandirian dan kesejahteraan bagi warga MDH itu sendiri. harus dipandang sebagai sebuah kewajiban dan tanggung jawab bersama. Yogyakarta. Pemisahan orientasi sosial ekonomi LMDH menjadi orientasi sosial saja atau ekonomi saja. Kehadiran LMDH di tengah-tengah MDH diharapkan dapat menjamin kemajuan. Pasalnya. Oleh karenanya. beranggapan bahwa tindakan ekonomi 18 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . justru akan menghilangkan budaya subsisten yang menjadi nilai-nilai kearifan lokalnya. kegiatan ekonomi masyarakat desa dibangun di atas moralitas subsisten yang mendasarkan pada orientasi kecukupan pemenuhan kebutuhan rumah tangganya dan tidak untuk meraih keuntungan secara ekonomi. Masalahnya adalah apakah LMDH mampu menjadi filter bagi penetrasi kapital global. Tanpa kebersamaan itu. menjadi entri point bagi keberhasilan implementasi PHBM. sinergitas yang selaras dalam melaksanakan konsepsi PHBM diantara semua elemen bangsa. Sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat. sesungguhnya LMDH adalah sebuah entitas sosial ekonomi masyarakat yang berperan sebagai motor penggerak pembangunan sosial ekonomi desa hutan. PHBM hanyalah sebuah konsepsi belaka. Menurut Heru Nugroho (2003). LMDH lahir karena implementasi PHBM memerlukan institusi yang secara hukum dapat bertindak mewakili dan mengatasnamakan MDH. LMDH dibentuk sebagai sebuah payung hukum Masyarakat Desa Hutan (MDH) untuk dapat melakukan perjanjian kerja sama dengan institusi Perhutani dalam pengelolaan sumberdaya hutan. apa yang menjadi tujuan PHBM seharusnya juga secara otomatis menjadi tujuan dari LMDH. lembaga kekerabatan dan jaminan sosial yang berbasis pada kebersamaan (Heru Nugroho dalam Pembaharuan Desa secara Partisipatif. 2. Pertama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Meningkatnya keberdayaan masyarakat desa hutan yang ditunjukan dengan kemandirian dalam membangun sarana fisik maupun non fisik adalah sesuatu yang harus jujur diakui sebagai salah satu dampak dari stimulasi implementasi PHBM. Mazhab Substantivist ? Pembentukan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).1 LMDH. ada 3 pendekatan yang sering digunakan untuk memahami ekonomi.1. Mazhab Formalist. Memandang dan memperlakukan LMDH sebagai sebuah entitas sosial ekonomi MDH. Budaya subsisten melahirkan bentuk tindakan saling tolong menolong sesama warga. 2003). Menyadari hal tersebut. tidak terlepas dari implementasi PHBM itu sendiri.

Kekuasaan (Marxist) dan Kelembagaan (Substantivist). Berkaitan dengan hal tersebut. Figur Kepala Desa dan Personifikasi Ketua LMDH. Menurutnya. tetapi juga berkaitan dengan variable kelembagaan. baik itu petugas Perhutani. Mazhab Substantivist berkeyakinan bahwa kegiatan ekonomi tidak melulu berurusan dengan rasionalitas dan perjuangan kelas. Kedua. 19 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . menjadi sebuah keniscayaan dan merupakan tantangan tersendiri bagi para implementator PHBM. Artinya. merupakan suatu proses yang terlembagakan dan unit analisnya adalah institusi-institusi. Pasalnya.2 Membangun Sinergitas yang Selaras Keberhasilan implementasi PHBM sangat tergantung dari pemahaman para pelaku di lapangan. realitas ekonomi desa tidak dapat dipisahkan dari unsur Rasionalist (Formalist). Unit analis pendekatan formalist adalah individu dengan mengesampingkan faktor sosial. kearifan untuk menjaga agar LMDH tidak terperangkap pada sifat individualistik formalist atau alat kekuasaan dalam totalitas sosial adalah tanggung jawab kita bersama. lajut Agus. Ketua LMDH Wana Bestari.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ merupakan tindakan rasional yang mendasarkan pada rasionalitas sarana-tujuan yang melahirkan perhitungan-perhitungan untung rugi. Lha. sangat mempengaruhi tingkat kemajuan implementasi PHBM. Sehingga waktu itu. 2.1. Jiken Kab. Mempertahakan dan menjaga LMDH dalam tataran perannya sebagai entitas sosial ekonomi MDH yang berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal. rencana itu dibuat oleh mereka. Desa Singonegoro. Dan Ketiga. sosialisasi dari tingkat KRPH kurang jelas dan pelibatan LMDH dalam perencanaan pun tidak sebagaimana mestinya. menyatakan bahwa tindakan ekonomi didasarkan pada mode of production yang dianut oleh suatu masyarakat dan unit analis yang dipakai adalah kelas dan totalitas sosial. karena SDM Kepala Desa yang tidak dapat memahami apa itu PHBM dan apa fungsi LMDH. kami tahunya sudah jadi. Blora yang berada dalam wilayah KPH Cepu. maupun pengurus LMDH itu sendiri. kegiatan ekonomi menurut mazhab ini. Kec. “Dulu. Agus Marwan. kami merasa sangat kesulitan untuk mengembangkan diri. Mazhab Marxian. menegaskan bahwa peran Asper/KBKPH sangat besar dalam pelaksanaan PHBM. politik dan ekologi. Apalagi pihak desa pun sangat pasif. gimana kami mau pinter?” akunya. menurut Heru. budaya. pada awal pembentukan LMDH. aparatur desa. Bagaimana pun. fakta di lapangan menunjukan bahwa sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH).

yakni : 1) kepakuman di BKPH karena Aspernya meninggal. “Berbeda dengan sekarang ini. Priyono pun menegaskan pentingnya pemahaman Kepala Desa terhadap PHBM dan fungsi LMDH. Selain itu. maka kami juga kena dampak. aparatur desanya kurang dapat memahami tujuan 20 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . bagi kami disini tidak pernah merasa harus berebut pekerjaan dengan LMDH. pengontrolan dan pembinaan lainnya. Apalagi pada saat awal pembentukan dimana LMDH belum mendapatkan dana sharing hasil produksi. dari sebelum adanya PHBM. Menurutnya. dapat menjadi sumber untuk mengisi kas LMDH yang dapat digunakan untuk operasional mensosialisasikan PHBM dan LMDH ke masyarakat” tuturnya. Selain menghadapi masyarakat dan aparatur desa yang belum paham. kami pun berhadapan dengan internal Perhutani itu sendiri. lanjut Priyono. Kami di sini. Pekerjaan di Perhutani sudah habis. Menurutnya. harus mengganti. Suparman. masih dalam wilayah KPH Cepu. misalnya persentase tumbuh. memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan LMDH. kami mendapat dukungan dari Asper.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ “Berbeda dengan sekarang ini. “Sebenarnya bukan tidak ikhlas. Priyono memaparkan pentingnya BKPH bagi kelestarian hutan itu sendiri. tapi kami pun dituntut standar sesuai ketentuan dalam keberhasilan tanaman. dan 3). Oknum Perhutani ikut main dengan cara menjadikan oknum MDH sebagai tangan kanannya. Masalahnya. aktivitas LMDH sangat tergantung dari Aspernya. khususnya dalam hal pekerjaan-pekerjaan yang bisa digarap oleh LMDH” ujarnya. tanya saja sama mereka” tandasnya. Masalahnya. Sementara itu. lanjut Asper yang pernah menangkap oknum polisi yang mencuri kayu Jati di wilayahnya ini. menurutnya. Suparman mengaku. Lebih jauh. dirinya justru sangat terbantu apabila LMDH mampu mengerjakan sesuai dengan ketentuan dan menjamin keberhasilannya. pada saat awal pembentukan kami berjuang keras. meningkatnya pencurian pada tahun 2005 terkait dengan internal Perhutani sendiri. pembabatan. sehingga kami dapat melakukan pembenahan internal dan menyusun rencana-rencana yang dapat dilakukan untuk mengembangkan LMDH” jelas Agus seraya menyebutkan. Pekerjaan-pekerjaan seperti pemeliharaan. Jadi. Oleh karena itu. jika ada kendala yang terkait dengan Perhutani selalu dikomunikasikan dengan Aspernya itu. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak. Apa mungkin masyarakat akan mengganti apabila nanti tanamannya gagal?“ tanya Suparman. 2). “Kerelaan Asper untuk berbagi pekerjaan dengan LMDH dalam mengelola hutan sangat berpengaruh terhadap kemajuan LMDH. Hal yang sama dikemukakan Priyono. “Kami kan nantinya tinggal melakukan pengawasan. pekerjaan-pekerjaan di lapangan yang menyangkut tanaman selalu melibatkan masyarakat. Pak Asper sangat dekat dengan kami. apabila hasil tanaman tidak sesuai ketentuan. Asper/KBKPH Nglawungan KPH Blora. meluruskan adanya anggapan bahwa Asper tidak rela menyerahkan pekerjaan kepada LMDH. Menurutnya.

“Namun setelah dijelaskan dengan baik. Sinardi secara rutin menyelenggarakan sambung rasa dengan MDH dan stakeholder. penggunaan alokasi desa dari hasil sharing. dalam alokasi sharing untuk desa. “Tapi. Bahkan. LMDH menghendaki adanya rencana penggunaan yang jelas dan pertanggungjawabannya. Hal tersebut diakui oleh Zenal Abidin. Setiap ada permasalahan atau merencanakan sesuatu. Seperti yang baru saja dilakukan. 21 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . adanya komunikasi yang intensif dengan semua pihak. Kepala Desa Bangoan justru bertindak sebagai pelopor dan pendiri LMDH Wana Asri yang mewadahi MDH di desa yang dipimpinnya. Sinardi menyodorkan fakta lain yang menunjukan bahwa sejak awal pembentukannya. “Agar PHBM ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh MDH” tandasnya. LMDH yang dipimpinnya mendapat dukungan dari semua pihak. Untuk memelihara hal tersebut. selalu dimusyawarahkan dan melibatkan desa. manajemen bersikap sangat jelas dan tegas menghadapi kendala internal seperti itu” tandasnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sebenarnya dari PHBM. khususnya MDH. Komunikasi ini sangat penting untuk memupuk kesepahaman dalam mengimplementasikan PHBM’ ujarnya pasti. Desa Banglean Kec. KSS PHBM KPH Cepu. Menurutnya. Blora yang berada di wilayah KPH Cepu. Kami berharap. “Sambung rasa kami lakukan untuk mengetahui keinginan semua pihak. khususnya pada saat awal pembentukan LMDH. sebagai kendala kelembagaan dalam mengimplementasikan PHBM. Termasuk. juga banyak dialami LMDH-LMDH lainnya. akhirnya semua pihak memahami maksud kami” jelasnya. betapa sinergitas yang selaras masih perlu terus dibentuk dan diperjuangkan. Apa yang dialami Agus dan Priyono. Jiken Kab. lanjut Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. Jati Kab. khususnya Kepala Desa terhadap LMDH dan PHBM. Kepala Desa menganggap hal itu sebagai sebuah arogansi LMDH. Blora yang berada dalam wilayah KPH Randublatung. Kepala Desa sangat kooperatif dan bersikap Tut Wuri Handayani terhadap LMDH. Salah satunya di desa Bangoan. pengurus LMDH menyerahkan alokasi untuk desa dari hasil sharing dengan disaksikan oleh Muspika setempat. “Kami ingin semuanya serba transparant” pungkas Ketua LMDH yang mewajibkan semua pengurusnya berfoto memakai dasi dan mengenakan jas untuk papan struktur organisasinya. Berbeda dengan keduanya. lanjut Sinardi. banyak ditemui di tempat-tempat lainnya. kesalahpahaman ini pun sempat sampai ke tingkat kecamatan. lanjutnya. Dukungan desa terhadap LMDH juga diungkapkan oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki. Kec. Tapi. tutur Priyono. khususnya stakeholder PHBM termasuk desa. Sebagai contoh. Hal tersebut menunjukan. Dukungan yang diberikan oleh aparatur desa.

LMDH) dalam implementasi PHBM. diakui oleh Ellan Barlian. menjelaskan bahwa banyaknya guru yang terlibat dalam LMDH. Tapi pada sisi lain. Fenomena elite desa memegang kendali kepengurusan LMDH ini. 2. Pemerintah Daerah (Kepala Desa) dan Personifikasi ketua LMDH. Sehingga. belum merupakan kooperatif dari semua anggota yang ada. Pada satu sisi. Asper Pucung KPH Randublatung. menurutnya. transparansi dan akuntabilitas kelembagaan yang dipimpinnya. Tapi. khususnya pada saat membangun komunikasi sinergis dengan stakeholder dan MDH itu sendiri. tokoh petani dan bahkan ada pula anggota TNI yang masih aktif. Pasalnya.1. banyak pula LMDH yang dipimpin elite desa justru relatif lebih maju dengan tingkat pelibatan MDH 22 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH berdampak positif. berbanding lurus dengan tingkat kemajuan LMDH dan keberhasilan implementasi PHBM. personifikasi ini justru menjadi energi awal terbentuknya sinergitas segitiga tersebut. ditemukan juga penggunaan dana sharing oleh pengurus di luar alokasi insentif/gaji yang telah disepakati. Adanya kasus Ketua LMDH yang dilengserkan MDH karena tidak menyampaikan dana sharing kepada MDH. khususnya fungsi ekologis. selalu dipimpin oleh elite desa yang memiliki pengaruh cukup kuat di MDH. guru mendapat tempat khusus dalam strata sosial MDH. Sinyalemen yang disampaikan Ellan Barlian bahwa keterlibatan masyarakat dalam penentuan kebijakan relatif masih sangat rendah. kepala sekolah). Menurutnya. hal yang sangat berpengaruh adalah personifikasi Ketua LMDH itu sendiri. beberapa kasus menunjukan mengarahnya LMDH menjadi lembaga yang elitis. Kritikal pointnya adalah bukan terletak pada keterlibatan elite desa dalam kepengurusan LMDH. Bagaimana pun.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Fakta dilapangan menunjukan bahwa segitiga sinergitas antara frontline Perhutani (Asper/KBKPH). menjadi salah satu bukti kemungkinan benarnya sinyalemen tersebut. khususnya penggunaan dana sharing yang diterima LMDH. tidak melibatkan MDH dan tidak transparan dalam pengelolaan organisasi. Sementara itu Trisno Aji.3 Pentingnya Personifikasi Ketua LMDH Disamping sinergitas segitiga (Perhutani. kelembagaan yang ada dalam kepengurusannya masih didominasi oleh elite desa. karena pertimbangan tertentu elite desa tersebut memang sengaja tidak mau melibatkan MDH. Pada kasus-kasus lainnya. sangat membantu dalam proses sosialisasi fungsi-fungsi hutan. tokoh agama. rasa kepemilikan MDH terhadap LMDH rendah dan bersikap masa bodoh. Sebagian besar dari figur-figur itu adalah kalangan pendidik (guru. bisa jadi karena elite desa berjalan tidak selaras dengan keinginan MDH. Desa. aparat desa. LMDH yang relatif lebih maju. Atau. Uniknya.

Seperti. Merenda perubahan memang perlu kehati-hatian dan ketekunan. fungsi pengawasan terhadap LMDH dan evaluasi kinerjanya oleh MDH dan stakeholder harus lebih dioptimalkan. Selamat Berjuang Kawan. Pada tataran ini. LMDH Wana Lestari KPH Randublatuing (tokoh agama). dapat benar-benar terwujud. dapat dijadikan salah satu cara untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan LMDH. . LMDH Wana Sumber Rejeki KPH Randublatung (kepala sekolah). Semoga Mimpi tentang Sabuk Kesejahteraan di Batas Hutan yang tengah kita renda bersama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ yang cukup tinggi dalam setiap proses pengambilan keputusannya.Kembara Tani - 23 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada setiap tutup tahun. sebelum menyampaikan dana sharing untuk tahun berikutnya. dan LMDH Wana Tani Makmur (TNI Aktif).

PHBM sebagai stimulator telah terbukti dapat menstimulir kemandirian masyarakat desa (hutan) dalam menentukan arah pembangunan yang diinginkannya. Dengan catatan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. dalam beberapa hal memang benar adanya. tengah berlangsung dan bergulir cepat di batas hutan. Keyakinan yang sama ditegaskan Wahyu. Ketua LMDH Wana Bersemi. pada saat mengunjungi lokasi PHBM di Blitar dan Kediri pada 2004 lalu. sebuah Gerakan Sosio Ekonomi Masyarakat Desa. Sebuah proses sosial yang mengarah kepada percepatan kemandirian pembangunan ekonomi desa. Ketua LMDH Wana Bakti Desa Cabak di wilayah KPH Cepu. pemanfaatan dana hasil sharing produksi benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PHBM mendorong MDH untuk lebih intens berinteraksi dan berintegrasi dengan kekuatan ekonomi eksternal. 24 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pemuda lulusan SLTA ini meyakini bahwa Desa Gempol yang termasuk desa IDT akan mampu mengejar ketertinggalannya. pembangunannya tertinggal dan letaknya terpencil di pelosok. Entah disadari atau tidak. 2. Wakil Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol di wilayah KPH Randublatung. sumberdaya alam yang kami miliki berlimpah. masalah di desa kami cukup banyak dan Padahal potensi Khususnya. Sebagian besar dari Desa Hutan adalah desa yang relatif memiliki keterbatasan aksesibilitas dan sumberdaya. Sebuah Gerakan Sosio-Ekonomi “Yakin ! Saya yakin sekali PHBM dapat mensejahterakan MDH” tegas Priyono. Namun demikian. “Sebagai desa IDT. Ucapannya itu diiringi sorot mata yang optimis. MS Ka’ban.2 PHBM. Dengan adanya PHBM dan dana sharing yang kami terima. saya yakin roda perekonomian Desa Gempol akan berputar lebih cepat” tandasnya.1 Wajah Lesu Masyarakat Desa Hutan Desa Hutan dalam konsepsi PHBM didefinisikan sebagai wilayah desa yang secara geografis dan administratif berbatasan dengan kawasan hutan atau di sekitar kawasan hutan. dampak PHBM yang sebenarnya sedang terjadi di tengah-tengah Masyarakat Desa Hutan lebih dari sekedar kesejahteraan. relatif lebih jauh dari pusat pemerintahan. Dan. kompleks. adanya dukungan semua pihak untuk sama-sama mewujudkan tujuan dari PHBM itu sendiri. infrastruktur dan kualitas SDM yang rendah. di desa yang sebelumnya memiliki banyak keterbatasan. Pasalnya. lanjut pemuda lulusan STIPER Jogjakarta ini. Pernyataan Menteri Kehutanan RI. Tapi.2. Didampingi Martedjo. sebuah pembaharuan sedang terjadi di sepanjang batas hutan. bahwa PHBM terbukti mensejahterakan masyarakat.

628 jiwa : 8 jiwa per km2 : 20 km dari Kecamatan Jati (Doplang) : : Kapur : 150 cm : Subur : 75 m dpl : 15 % • • • • • Luas Penggunaan lahan Lahan Sawah Lahan Kering > Tegalan > Pemukiman > Hutan Negara > Lain-lain • Lembaga-Lembaga - Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Bersemi Forum Komunikasi PHBM (FK PHBM) Desa Gempol Pemerintahan Desa Gempol Badan Perwakilan Desa Gempol (BPD) 25 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .845 Ha : 268.246 jiwa : 1.5 Ha : 3. berikut ini kondisi bio fisik wilayah hutan pangkuan Desa Gempol beserta “wajah lesu” masyarakatnya.Kesuburan Tanah Topografi .Kedalaman .395.020 Ha : 3.Ketinggian dpl . Kondisi umum MDH memiliki tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah.618 jiwa : 1.875 Ha : 70.Kemiringan Iklim • Curah hujan Hari hujan Tipe Iklim Suhu : : : : : : 50.344. SDM yang terbatas dan didominasi oleh kaum petani dan buruh tani. • Lokasi .Laki-laki .Jenis Tanah .Desa . Sebagai gambaran.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Masyarakat Desa Hutan (MDH).000. didefinisikan sebagai sekelompok orang yang bertempat tinggal di desa hutan dan melakukan kegiatan yang berinteraksi dengan sumberdaya hutan untuk mendukung kehidupannya.750 Ha : 27 mm/th 12 hari/bulan Tropis 32 oC : : : : BKPH Selogender Gempol Jati Blora • • : 3.Kecamatan .345 Hektar : 3.Kabupaten Luas Desa Jumlah Penduduk .Perempuan Kepadatan Penduduk Letak Desa Kondisi Tanah .200 Ha : 5.

Tamat SLTA .255 orang : 3 orang : 15 orang : 35 orang : 27 orang : 386 orang : Padi.6 %) .Lainnya : Rp 862.Buruh bangunan .Tamat SD . Jagung. dll.039.Makanan ternak : Rp 167.Buruh tani : Rp 1.500.6 %) .Jajan.875.8 %) .Dagang : Rp 1.350.( 0.750.Buah : Rp 41.7 %) . Rata-rata pemilikan ternak kecil : 2 ekor/KK Rata-rata pendapatan penduduk dalam satu keluarga per tahun sebesar Rp 8.(17.000.0 %) .( 2.Jasa : Rp 762.Pedagang .(10.456.354.( 0. Kedelai.675.525 orang : 1.5 %) Pola konsumsi penduduk merupakan alokasi pengeluaran dari pendapatan yang diterima dalam satu rumah tangga dalam satu tahun. Alokasi pengeluaran penduduk Desa Gempol dalam satu tahun.500.500. Jeruk. sebagai berikut : .Belum Tamat SD .Tamat Akademi Mata Pencaharian .412.000.5 %) .500.Kayu : Rp 1.500.501.1 %) .8 %) . Judi.Tidak Tamat SD .(16.8 %) .Tidak Sekolah .000.Pangan : Rp 3.8 %) . Ubi kayu.(17.(20.Buruh tani .Kayu bakar : Rp 224.Buruh bangunan : Rp 1.122 ekor.000.Pengusaha .(45.8 %) .( 6.Tumbuhan obat : Rp 42.7 %) .Lainnya Jenis Produk Pertanian • • • Kepemilikan Ternak . Tingkat Pendidikan .6 %) 26 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah • • .Jumlah ternak kecil : 1.875.Jumlah ternak besar : 875 ekor.315 orang : 66 orang : 48 orang : 16 orang : 1. Kacang tanah.500.Tamat SLTP .( 9.( 2.675. Rata-rata pemilikan ternak besar : 1 ekor/KK .Petani .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Karang Taruna Kelompok Tani Hutan (KTH) Kelompok Tani (Poktan) Kelompok Kesenian Kelompok Pengrajin Takmir Masjid : 186 orang : 356 orang : 216 orang : 1.Pendidikan : Rp 1.PNS/TNI/POLRI .875.bersumber dari : . Rokok : Rp 538.(16.375.(18.Biaya sosial : Rp 1.

87.500. khususnya jalan sebagai nadi perekonomian desa. sangat tidak memadai. memiliki prosentasi yang tidak proporsional bagi desa di sekitar hutan.250. jelas-jelas sangat tidak mungkin atau bahkan. rata-rata pendapatan dan rata-rata pengeluaran penduduk dalam satu keluarga dalam satu tahun di Desa Gempol. mengandalkan swadaya masyarakat yang tengah berada dalam kondisi serba sulit dan tekanan kebutuhan hidup sehari-hari. roda ekonomi desa pun berputar sangat lambat yang pada gilirannya menghasilkan akumulasi berupa rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Dukungan infrastruktur.000. Wajah kehidupan sebagian besar masyarakat desa (hutan). Keterbatasan sumberdaya manusia dan aksesibilitas yang dimilikinya. rata-rata penduduk mengeluarkan Rp 8. Pasalnya. membuat MDH memiliki tingkat kesulitan dan kompleksitas permasalahan yang tinggi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosialnya. Dana segar yang bersumber dari sharing hasil produksi kayu Perhutani ini.18.500.500.( 3. termasuk mustahil.1 %) ( 0. Sementara itu.5 %) ( 1. Akibatnya.173. merupakan gambaran kondisi nyata masyarakat desa (hutan).2 %) Dalam satu rumah tangga. Bahkan. Perpaduan dari karakteristik wilayah dan kondisi masyarakat yang memiliki banyak sekali keterbatasan. Kondisi tersebut diperparah dengan daya dukung APBD bagi keuangan Pemerintahan Desa yang tidak memungkinkan untuk melakukan percepatan pembangunan di desa.207. membuat roda ekonomi dan pembangunan desa di sekitar hutan berjalan relatif lebih lambat.6 %) ( 2.3 %) ( 0.28.6 %) ( 2.216. besaran dana sharing hasil produksi ini sangat tergantung dari besaran nilai produksi kayu dalam kurun waktu 27 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sandang Kesehatan Perbaikan rumah Energi Angsuran Pajak Transportasi : : : : : : : Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 301.000/tahun sumber : Hasil survei Desa Gempol Tahun 2004 (LPF Project.000. diterima MDH melalui LMDH setiap tahun dengan jumlah yang tidak sama.2. distribusi dana hasil Provisi Sumberdaya Hutan (PSDH) yang diterima oleh Pemda.2 Transfusi “darah” Segar Salah satu dampak dari implementasi PHBM adalah mengalirnya dana segar ke tengah- tengah MDH yang dikelola oleh sebuah institusi bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Termasuk. tampak lesu kurang darah.290.7 %) ( 3. Kerjasama Cifor-Cirad-UGM-Perhutani).250. 2. yang menunjukan nilai minus.

tercatat sebagai penerima sharing terbesar. tampak dalam tabel berikut : Tabel 1. Sedangkan nilai sharing terkecil diterima oleh LMDH Wana Asri Desa Wulung.440.805. mandiri dan sejahtera.560.896 (terbilang : Delapan Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Rupiah). Wajah ‘lesu kurang darah’ yang semula menghiasi MDH (Gempol) mulai tampak ‘sumringah’ manakala konsepsi PHBM memberikan ‘transfusi darah segar’ melalui sharing hasil produksi kayu itu.624. Data Sharing Hasil Produksi Terbesar dan Terkecil di KPH Randublatung Tahun Sharing 2002 2003 2004 SHARING TERBESAR Lokasi Nama LMDH Nilai Sharing Desa/Kec/Kab Jegong / Jati / Wana Lestari 4. pada satu kurun waktu LMDH dapat memperoleh nilai sharing yang cukup mengejutkan untuk ukuran satu desa.819.88.014. data sharing hasil produksi di KPH Randublatung (2002 – 2005) dengan nilai terbesar dan terkecil. diolah.- 2005 793. Pasalnya. Sebagai contoh.SHARING TERKECIL Lokasi Nilai Nama LMDH Desa/Kec/Kab Sharing Wono Dadi Wana Asri Pengkol Jegong / Jati / Blora Wulung / Randublatung / Blora Sambongwonja / Randublatung / Blora 153. karena nilai produksi kayu nihil.329. beberapa diantaranya mampu melesat cepat menangkap peluang pengembangan dengan optimisme perencanaan-perencanaan pembangunan di desanya secara swadaya. Bagi masyarakat Desa Gempol.154.- Sumber KPH Randublatung.013. LMDH tersebut menerima dana sharing sebesar Rp 1. 28 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . dana yang diterima LMDH jauh lebih besar. Secara kumulatif (2002 – 2005). yakni sebesar Rp 88. tapi pada kurun waktu lainnya LMDH bisa saja tidak mendapatkan sharing.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ satu tahun tersebut dan luasan pangkuan (wengkon) yang dikelolanya bersama-sama Perhutani.Blora Jegong / Jati / Wana Lestari 51.896. dana 1 Milyar lebih itu.579.- Jati Makmur 153.(terbilang: Satu Milyar Empat Belas Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tujuh Rupiah). Dengan dana segar di tangan LMDH. Bahkan. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol.629. Sehingga. bahkan berlipat-lipat bila dibandingkan dengan dana yang diterima oleh Pemerintahan Desa-nya yang bersumber dari APBD Pemda.337. sungguh merupakan sebuah nilai yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan dimiliki oleh salah satu institusi miliknya. masyarakat desa (hutan) mampu melihat titik terang jalan menuju harapan membangun dan mewujudkan sebuah desa yang maju.Blora Wana Bersemi Wana Bersemi Gempol / Jati / Blora Gempol / Jati / Blora 203.387.

Dengan dana dan peluang yang ada. LMDH Aman Sentosa hanya memanfaatkan lahan-lahan disepanjang sungai. kelompok. tampak mulai dapat terwujud. Padahal. Optimalisasi lahan yang dilakukan oleh LMDH Aman Sentosa. Tlogowungu. 2. srategi dan alokasi dananya. Sebuah ‘APBD’ versi masyarakat desa di batas hutan yang lebih menampakan kejujuran dan keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan masyarakat banyak. misi. Kab. Peluang pemanfaatan ruang kelola kawasan hutan melalui optimalisasi lahannya. Bahkan. satu per satu benang kusut keterbatasan dan permasalahannya mulai terurai dan dibenahi. bahwa implementasi konsepsi PHBM itu ternyata lebih dari sekedar dana segar yang diperoleh dari sharing hasil produksi kayu. Kesadaran bahwa dana yang mereka terima tidak akan selamanya ada dan berjumlah sama besar pada setiap tahunnya. Namun demikian. Pati. memiliki potensi hasil yang jauh lebih besar bila dapat dikelola secara profesional. batas andil. Lengkap dengan visi. memang telah membawa perubahan bagi geliat semangat pembangunan sosial ekonomi masyarakat di desa hutan. pemanfaatan ruang kelola ini dapat menjamin kontinuitas dan kuantitas (nilai pendapatan) hasil yang lebih stabil. batas wengkon dan lahan di tepi jalan dalam wengkonnya dengan menanam kapuk randu. menunjukan hal tersebut. yang mungkin saja lebih besar dari nilai dana segar dengan tanpa tergantung pada sharing produksi kayu dan jumlah tegakan yang akan ditebang. Desa Guwo Kec. Pasalnya.2. beberapa diantaranya sudah memiliki rencana untuk sepuluh tahun ke depan.3 Kemampuan Memotret Diri Keinginan MDH untuk segera terbebas dari keterbatasan yang telah puluhan tahun melingkupinya. 29 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . tampak jelas pada saat musyawarah perencanaan penggunaan dana hasil sharing produksi dilakukan. Perubahan itu tampak dalam kreativitas penggunaan dana sharing tersebut dan semakin terbukanya aksesibilitas terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan dalam membangun desanya. Disinilah muncul kreativitas dan keragaman pemanfaatan dana yang diterima oleh LMDH. apalagi kepentingan pribadi. Nilai kearifan sosial ekonomi MDH untuk mendahulukan membangun fasilitas yang paling dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak warga masyarakat. di atas kepentingan golongan. banyak LMDH yang tidak menyadarinya. memaksa mereka untuk dapat menetapkan prioritas-prioritas yang harus dikerjakan. Pemanfaatan ruang kelola ini dapat memberikan hasil bagi masyarakat.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ ‘Transfusi Darah Segar’ konsepsi PHBM sebagaimana yang dialami LMDH Wana Bersemi dan LMDH-LMDH lainnya yang menerima sharing relatif cukup besar. dapat menciptakan aliran dana milyaran rupiah setiap tahunnya selama kurun waktu 30 tahun kedepan.

dan akan bergulìr dengan sangat cepat. termasuk pemerintahan desa setempat. Mandiri dan Sejahtera.Kembara Tani - 30 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . kemudian menyusun sebuah rencana yang menjadi strategi bersama untuk mencapai tujuan bersamanya. melaksanakannya sesuai dengan rencana yang disepakati. LMDH-LMDH itu. Apalagi menghentikan arus percepatannya. Sebuah pembaharuan desa (hutan) yang berawal dari gerakan sosio ekonomi PHBM yang mengarah kepada kemandirian masyarakat untuk mewujudkan sebuah Desa yang Maju. menetapkan sebuah tujuan bersama. Dan. dan pada akhirnya mengawasi pelaksanaannya secara bersamasama pula. secara khusus pula LMDH-LMDH ini mengalokasikan dana untuk membantu Pemerintahan Desa dan lembaga-lembaga lain yang ada didesanya. tengah berlangsung. . mengorganisasikan pelaksana-pelaksananya. Melintas di batas-batas hutan dan melindas siapa pun yang mencoba menghalangi jalan yang dibentuknya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ MDH ter-stimulir untuk mampu memotret diri mereka sendiri. dinilainya memang benar-benar menyentuh dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. hanya mau menyerahkan dananya apabila proposal rencana penggunaan alokasi dana yang diajukan pemerintah desa setempat. Bola salju itu telah digulirkan. tentu saja dengan dana yang mereka miliki bersama pula. Bahkan. melakukan pengontrolan ketat bagi dana-dana yang diserahkan kepada institusi lainnya. Sebuah sikap kemandirian pembangunan tanpa menggantungkan dan membebani APBD pemerintahan setempat. Beberapa LMDH. Keinginan yang telah lama terpendam dan menjadi energi yang tersimpan.

Kreativitas Sosial Ekonomi 31 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Bagian Ketiga.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. relatif terisolir karena kondisi jalan yang rusak parah. Pembuatan dan Rehabilitasi Jalan Desa Keberadaan jalan dengan kondisi yang memadai di desanya. mendasari dan menjiwai musyawarah yang dilakukan dalam menetapkan prioritas-prioritas tersebut.1 Penggunaan Dana Sharing Hasil Produksi Implementasi PHBM menstimulir masyarakat desa di sekitar hutan untuk dapat memotret diriya sendiri. mengingat sebagian besar desa hutan memiliki sarana jalan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. 3. Kedua. Pasalnya. Soalnya Jalannya rusak” jelasnya. Banyak ojeg atau kendaraan yang enggan ke Gempol kalau harganya tidak ditambah. “Selain itu. Beberapa kreatifitas sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan dana shasing hasil produksi kayu yang diterima LMDH. terdapat dua alasan mengapa pengadaan dan rehabilitasi jalan ini banyak dijadikan prioritas oleh LMDH-LMDH di wilayah KPH Blora. khususnya ibu kota kecamatan. harga barang-barang kebutuhan menjadi lebih mahal karena ongkos transportasi naik. Dan. dengan adanya fasilitas jalan yang baik. KPH Randublatung dan KPH Cepu. hal tersebut dapat mempermudah proses sosialisasi tentang PHBM dan memperkuat eksistensi LMDH di tengah-tengah warga MDH. Dapat kiranya dipahami. Pada dasarnya. Murtedjo. kelompok dan golongan. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol menyatakan. jalan dengan kondisi yang baik memudahkan aksesibilitas warga MDH ke pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan di sekitarnya. selain sebagai urat nadi ekonomi warga desa. Bahkan. diantaranya tergambar sebagai berikut di bawah ini. Pertama. beberapa diantaranya berada dalam kondisi yang rusak parah dan tidak bisa dilalui. bahwa Desa Gempol yang berjarak sekitar 20 km dari ibu kota kecamatan. dirasakan warga masyarakat desa di sekitar hutan (MDH) sebagai sebuah prioritas yang sangat mendesak. khususnya dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. jalan pun dapat meningkatkan aksesibilitasnya. Potret diri itu kemudian memunculkan kreativitas dalam menetapkan prioritasprioritas program. manfaat PHBM dapat dengan cepat dirasakan oleh warga MDH. 32 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Nilai kearifan sosial ekonomi masyarakat desa di sekitar hutan dalam menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.1 Kreativitas Sosial 1. hal itu membuat warga MDH harus mengeluarkan dana lebih banyak jika hendak bepergian keluar desa. Menurutnya.1.

selain sebagai sumber kas bagi pembuatan jalan. menjadi harapan Sinardi. Dana hasil pungutan karcis itu. nanti kalau sudah agak banyak warga akan gotong royong” jelasnya seraya menunjuk gundukan batu putih di tepi jalan. Sumarlan. LMDH pernah merampas rence yang diambil tidak sesuai dengan ketentuannya. 33 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH Wana Bersemi berencana untuk membuat jalan sepanjang 16 km secara bertahap. LMDH Wana Tani Makmur yang wilayahnya tidak jauh dari jalur utama Blora – Cepu. Anggaran sebesar 70 juta telah disiapkan untuk memulai pengerasan jalan sepanjang 8 km. KRPH Wotbakah menambahkan. Sumarlan melihat bahwa banyak warga masyarakat desa lain yang masuk ke wilayah PHBM yang dikelolanya untuk mengambil kayu bakar (rence). Keberadaan jalan dengan kondisi relatif lebih baik yang langsung menembus jalur utama itu. kemudian dikumpulkan dan dibelikan batu untuk pengerasan jalan. wong ‘ndak cukup ko” ujarnya dalam logat Jawa yang kental. Ditemui di lokasi pembuatan jalan yang menghubungkan Wotbakah dengan Sumberrejo. Dia bermusyawarah dengan warganya untuk mengeluarkan karcis yang akan dikenakan kepada para pengambil kayu bakar itu. kapan selesainya Mas. memiliki “trik” cerdik lain untuk mewujudkan harapan warga MDHnya untuk memiliki jalan dengan kondisi yang memadai. menunggu aliran dana berikut. “Kalau mengandalkan dana sharing.4 km. melakukan pengaspalan jalan sepanjang 1. Jalan itu akan membebaskannya dari keterisoliran. atau dari hasil usaha produktif milik LMDH. Ketua LMDH Wana Gemilang Desa Wotbakah yang nilai sharingnya tidak sampai puluhan juta. Sisanya. “Agar warga MDH dapat lebih cepat merasakan hasil dari PHBM” ujar Gunawan Wibisono. Menurutnya. Ketua LMDH Wana Alam Subur. Dia menetapkan tarif sebesar Rp 500 per pikulan rence. benar-benar mengambil sesuai dengan ketentuan. dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga MDH secara bergiliran. ternyata tidak saja menjadi milik LMDH-LMDH “Gemuk” dengan nilai sharing ratusan juta rupiah. Karcis Rence untuk bikin jalan Memprioritaskan pembuatan dan rehabilitasi jalan. tokoh petani yang memiliki pengaruh kuat di desanya itu memaparkan trik cerdiknya. lebih memprioritaskan pembuatan jalan di pedukuhannya masingmasing. “Baru dapat sedikit itu lho Mas. agar warga MDH yang mengambil rence. Sedangkan pengerjaannya. LMDH Wana Alam Subur Desa Pelem yang sudah memiliki jalan desa yang relatif lebih baik. Maksudnya. Dian. misalnya yang benar-benar sudah tua. Sementara itu. fungsi karcis itu pun sebagai kontrol bagai para pengambil kayu bakar.

Justru sebaliknya. kecilnya pendapatan warga MDH membuat kewajiban itu dirasakan berat. sekretarisnya.5 juta sudah disiapkan untuk menanggulangi tagihan-tagihan tersebut. Martedjo adalah salah satunya. diharapkan dapat turut serta dalam programprogram LMDH. hal tersebut tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. “Kami memberi pinjaman kepada desa senilai tagihan target PBB di desa untuk dapat dibayarkan sekaligus ke Pemerintah Daerah. lanjut Kasdi. Bedanya. Bebas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi Warga Desa Hutan. Selain itu. 3. keuntungan membebaskan warga dari kewajiban membayar PBB memiliki dua manfaat. Menurutnya. Gunawan menjelaskan bahwa LMDH Wana Alam Subur menanggung biaya berobat anggotanya di Puskesmas. Rupanya. bila ada anggota warga MDH yang sakit dan berobat di Puskesmas. Membayar pajak merupakan kewajiban warga negara. Menurut Ketua LMDH yang juga pengrajin mebeulair berbahan kayu Jati ini. Pertama. Ketua LMDH Wana Bersemi Desa Gempol ini mengungkapkan. Dan Kedua. termasuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).5 juta ditanggulangi oleh LMDH. mengurangi beban warga MDH yang tidak mampu. Beban PBB warga MDH untuk tahun 2005 – 2006 sebesar Rp 13. dana yang sudah 34 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Apabila seluruh warga sudah merasakan manfaat langsung dari PHBM. Dengan melunasi PBB jauh sebelum jatuh tempo. pelunasan PBB lebih cepat akan meningkatkan prestise desanya di mata Pemerintah Daerah. LMDH nalangin beban pajak warganya sebesar Rp 23 juta rupiah. tidak dipungut biaya pengobatan. Dan. Namun uniknya. Didampingi Sukardi. khususnya dalam menjaga dan melestarikan hutan. Desa Banglean mendapat insentif yang lumayan dari Pemda untuk menambah kas operasional desa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Hal yang sama dilakukan pula oleh LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Banglean. nanti Puskesmas yang nagih ke LMDH dan dana sebesar Rp 4. Nanti dikembalikan setelah seluruh warga membayar lunas PBBnya” ujar Kasdi. sekaligus mensosialisakan manfaat PHBM secara menyeluruh ke seluruh warga MDH. LMDH ini hanya nalangin warga untuk membayar PBB melalui desa. Ketua LMDH yang juga Kepala Sekolah ini. warga desa pun terbebas dari Pajak Bumi dan Bangunan. Namun terkadang. Tapi. Puskesmas Gratis versi Wana Alam Subur Kreativitas sosial ini muncul di Desa Pelem dan dimotori oleh LMDH Wana Alam Subur yang dikomandoi Gunawan Wibisono. program pengobatan Puskesmas gratis ini ternyata tidak muncul karena alasan warga MDHnya sering atau banyak yang sakit. Menurut Kasdi.

anak-anak fakir banyak yang tidak mau sekolah karena orang tua mereka tidak mampu membeli sepatu. Satu bulan sekali. Faktanya. lanjutnya. tinggal sarana yang dibutuhkan anak-anak untuk belajarnya yang harus dicukupi. Harapan kami. “Perbaikan kualitas SDM warga harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizinya. pemberian sepatu. Peningkatan Gizi Balita gaya Wana Bersemi Kasus busung lapar yang terjadi di NTB dan membuat banyak pihak gerah itu. “Strategi itu ternyata berhasil.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dialokasikan tersebut malah sering sisa alias tidak habis. Jadi untuk sementara. ingin memberi jaminan pengobatan gratis. Wakli Ketua LMDH. “Kami membantu mereka dengan harapan mau terus bersekolah. ternyata program itu merupakan salah satu strategi LMDH untuk menjaring warga MDH menjadi anggotanya. Seragam Sekolah dan Alat Tulis Gratis versi Wana Tani Makmur Trik yang cukup cerdik ini dilakukan oleh LMDH Wana Tani Makmur Desa Nglebur. terpaksa harus ditandu ke luar desa untuk mencari bidan di desa tetangga. jumlah warga yang mendaftar menjadi anggota LMDH dan terlibat dalam kegiatan-kegiatannya terus bertambah” ujar Sukardi sumringah. 5. pengurus memutuskan untuk membantu 8 Pos Yandu di 4 pedukuhan dalam memberikan makanan tambahan bagi balita. harus menjadi salah satu prioritas. seraya mengisahkan pernah ada warganya yang mau melahirkan. Mendukung opini Suyitno. sebesar Rp 4 juta. pelopor LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Sekolahnya kan sudah gratis dengan dana BOS itu. 4. atau makanan lainnya sesuai anjuran pembina Pos Yandu setempat. Menurut Sinardi. seragam dan alat tulisnya. seraya menyebutkan. Dengan memberikan pengobatan gratis. Ketua LMDH. kalau sudah begitu. juga merupakan sebuah strategi yang menyentuh hati. Posyandu dulu saja” papar Wahyu. Bagi anak-anak yang kebetulan orang tuanya tidak mampu. disini tidak ada Puskesmas. mungkin mengilhami Suyitno. seperti bubur kacang ijo dan susu. Usut punya usut. Ketua LMDH Wana Bersemi. urusan kualitas SDM generasi yang akan datang sebagai pewaris PHBM. ini sangat 35 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Tapi. Sepatu. warga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari PHBM dan LMDHnya mendapat promosi gratis karena dibicarakan dari mulut ke mulut oleh warganya. di 8 Pos Yandu itu disediakan dan dibagikan gratis untuk anak-anak balita makanan penambah gizi. Selain bertujuan untuk membantu warganya yang kurang mampu. khususnya gizi anak-anak” ujar Martedjo. Menurutnya. proses sosialisasi tentang manfaat hutan dan fungsi-fungsinya menjadi lebih mudah. bidan saja tidak ada yang betah. baju seragam dan alat tulisnya secara gratis ini.

benar-benar menjadi perhatian serius para pengurus LMDH. Pemberian bea siswa bagi siswa yang berprestasi di harapkan dapat memacu prestasi belajar generasi penerus warga MDH. 6. Selain itu. diantaranya adalah : 1. diharapkan anak-anak ini akan memberitahu orang tuanya tentang bantuan yang diberikan oleh LMDH. Tampaknya. 36 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Bea siswa itu untuk 3 SD yang ada” jelasnya. Maksudnya. LMDH Wana Alam Subur. Mudah-mudahan bantuan tersebut selain meringankan beban orang tua siswa.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ membantu mereka” jelasnya. dapat pula menjadi sarana efektif dalam mensosialisasikan PHBM dan LMDHnya” harap Priyono. Menurut Wahyu. LMDH dan khususnya manfaat hutan” tuturnya seraya menyebutkan. masalah kualitas SDM di desanya perlu peningkatan. “Dan itu memudahkan proses sosialisasi tentag PHBM. Pengadaan dan Perbaikan Sarana Prasarana Pendidikan Harapan atas semakin meningkatnya kualitas SDM warga MDH. Bantuan Rehabilitasi Bangunan Sekolah (SD dan SMP) yang rusak. menjadi landasan dialokasikannya dana perbaikan sarana pendidikan. “Kesadaran untuk menjaga hutan. orang tuanya itu akan tersentuh hatinya dan mengetahui bahwa PHBM dan LMDH memberikan manfaat langsung baginya. harus dimulai dari sejak dini. LMDH Wana Bakti Desa Cabak. Mereka berharap pada masa yang akan datang akan lahir generasi-generasi baru dengan kualitas yang lebih baik didesanya. Program ini dilaksanakan bersama dengan Paguyuban Guru di Desa Nglebur. lanjut Sinardi. dilakukan pula oleh LMDH Wana Lestari. kesadaran bahwa salah satu penyebab rendahnya tingkat kesejahteraan warga MDH adalah kualitas SDMnya. pernah ada orang tua yang datang ke kantor LMDH untuk mengucapkan terima kasih karena anaknya dibantu. Pemberian Bea siswa untuk siswa berprestasi dan sarana prasarana pendidikannya. ternyata tidak luput dari perhatian para pengurus LMDH. Hal senada dikemukakan Priyono. bantuan alat tulis untuk siswa warga MDH terkait dengan strategi untuk mensosialisasikan LMDH melalui siswa. LMDH Wana Tani Makmur dan banyak LMDH-LMDH lainnya di lingkungan KPH Randublatung dan Cepu. 7. Menurutnya. Bea Siswa bagi Rangking Kelas Memacu prestasi siswa-siswi warga MDH. “Siswa SD yang memiliki peringkat 1 sampai 3 diberi bea siswa selama 2 semester. LMDH Wana Bersemi Desa Gempol. Beberapa kreativitas sosial dalam upaya meningkatkan kualitas SDM warganya.

sangat disadari oleh LMDH. Bantuan dana untuk penyelenggaraan pengajian-pengajian rutin. hampir semua LMDH mengalokasikan dana yang diterimanya untuk peningkatan kualitas sarana keagamaan. Seperti yang dilakukan oleh LMDH Wana Bersemi. Perbaikan Mesjid Desa dan Musholla di tiap pedukuhan. dana sebesar Rp 41 juta dialokasikan untuk memperbaiki Balai Desa Gempol. Mendirikan Madrasyah Diniyah gratis. e. Pasalnya. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Belajar Mengajar untuk SD dan SMP. Alokasi dana sebesar 20 % untuk desa. Adanya bantuan untuk memperbaiki Balai Desa dirasakan sangat membantu Pemerintah Desa. 9. sekaligus untuk membantu proses sosialisasi tentang PHBM dan penguatan eksistensi LMDH itu sendiri. Bantuan dana untuk penyelenggaraan hari-hari besar agama. Upaya ini. c. membebankan dana perbaikan dan pemeliharaan Balai Desa kepada masyarakat seperti yang biasa dilakukan. d. Oleh karenanya. semakin sulit dilakukan karena akan semakin membebani warga.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 2. Beberapa kreativitas yang dilakukan LMDH dalam hal tersebut diantaranya adalah : a. Bantuan Rehabilitasi dan Pengadaan Sarana Bermain anak untuk TK 3. 37 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . LMDH bekerjasama dengan paguyuban guru di desanya atau dengan persatuan orang tua wali murid dari sekolah yang akan dibantu. banyak Pemerintah Desa (hutan) tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan dan memelihara Balai Desanya. Rehabilitasi dan Pembangunan Sarana Keagamaan Kehidupan keagamaan yang masih sangat kental terasa di tengah-tengah warga MDH. 4. Biasanya. sebagian digunakan untuk merehabilitasi bangunan Balai Desa. dipandang para pengurus LMDH sebagai basis moralitas yang harus mendapat prioritas. Bantuan untuk Kesejahteraan Guru (honor). b. Mendirikan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) gratis. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Balai Desa Pentingnya Balai Desa/Kantor Kepala Desa sebagai pusat pelayanan Pemerintahan Desa bagi warga MDH. 8. Sementara itu. Alokasi dana dari APBD Pemerintah Daerah sangat terbatas.

c. berbasis pada sumberdaya hutan dan lahan. Penyedia Sarana Produksi Pertanian dengan pola bayar setelah panen (Yarnen). kini mulai ditanggulangi oleh LMDH sehingga semakin mengurangi beban warga MDH. Namun dalam beberapa hal. Mendirikan Radio Amatir sebagai sarana komunikasi warga dan media penyuluhan dan informasi. mulai dari 1 – 2 %. Uniknya. Dalam kondisi tertentu. setiap aktivitas sosial masyarakat mulai dari kebutuhan yang paling mendasar sampai yang sifatnya seremonial rutin. Usaha ini sangat membantu warga MDH yang sebagian besar adalah petani dalam melakukan 38 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . seperti TV. Emas. keragaman ini pun menunjukan kesamaan pola penanganan permasalahan yang dihadapi yakni. Lemari. agunan yang diterima mulai dari sertifikat tanah dan surat-surat berharga lainnya. 3. e. f. Seperti layaknya sebuah Pegadaian. Meja dan Kursi. beberapa LMDH mewajibkan adanya agunan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. khususnya HUT RI b. serta barang berharga lainnya. memunculkan kreativitas Keragaman ini sesuai dengan kondisi dan pengembangan usaha produktif yang beragam. berupa dukungan pinjaman modal kerja. Penyelenggaraan Sedekah Bumi dan upacara-upacara adat lainnya. Kedua. Beberapa aktivitas sosial yang dana penyelenggaraannya diambil alih oleh LMDH adalah sebagai berikut : a. karakteristik wilayah masing-masing LMDH. Simpan Pinjam dengan suku bunga beragam. menjadi ajang kreativitas penggunaan dana sosial LMDH. Aktivitas-aktivitas sosial yang kebutuhan dana penyelenggaraannya biasa dibebankan kepada warga MDH. Pengadaan Sarana Olah raga dan Kesenian. Beberapa Usaha Produktif yang dilakukan LMDH diantaranya adalah : 1. Pertama. Bantuan (dana) Kematian. BPKB. SK Pegawai atau Pesiunan. 2. Penyelenggaraan Hari-hari Besar Nasional.2 Kreativitas Ekonomi Upaya untuk mempercepat putaran roda perekonomian desa. bercirikan pertanian dalam arti luas. Bantuan operasional bagi lembaga-lembaga lain yang ada di desa. Kreativitas Sosial lainnya Pada dasarnya. dan Ketiga. d.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 10. sampai barang-barang tidak bergerak yang dimiliki warga. barang-barang jaminan tersebut masih boleh dipinjam pakai oleh warga yang menjaminkannya.1.

Kerjasama dengan Perhutani berupa penyediaan jasa borongan. 6. Setelah itu. LMDH dan Petani bersama-sama menjual ternak tersebut dan hasinya. sebagian besar usaha ini belum memiliki jaminan pasar dan harga hasil panennya. Budidaya ini dilakukan anggota LMDH (pesanggem) dengan dukungan dana dari LMDH. Mendirikan toko koperasi yang melayani kebutuhan sehari-hari warga MDH sampai pada jasa pelayanan pembayaran listrik. Industri kecil seperti Kerupuk. wijen dan lebah madu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ usaha tani. Pola bagi hasil maro (50:50) antara LMDH dengan petani pemelihara ternak. Sayangnya. Jagung. juga menjadi salah satu pilihan LMDH. Porang. Rebung bambu kuning. Cincau hitam. Makanan. Ubi kayu. Kerja sama itu berupa. LMDH dan Petani bersama-sama membeli Sapi atau Kambing dengan harga yang disepakati bersama. 7. Penjualan Kayu Bakar dan Arang Kayu. Biasanya. 4. banyak pula yang dilakukan LMDH. Sayangnya. tenaga sadapan karet dan getah pinus. Palawija. Empon-empon. Setiap Keluarga Tani yang berminat. Jarak pagar dan kepyar. kemudian dibagi dua antara LMDH dan Petani. 3. Pinjaman Modal Kerja untuk industri rumah tangga (home industri) yang diusahakan warga. Tebu. Pisang. baik di lahan Perhutani maupun lahan di luar kawasan hutan. 5. dilakukan LMDH dalam rangka memanfaatkan potensi lahan di kawasan hutan. pembuatan tanaman. biasanya mendapat jatah 1 – 2 ekor. kemudian Petani memelihara ternak tersebut sampai dianggap menguntungkan bila dijual (gemuk). pemetikan daun dan penyulingan kayu putih. Budidaya Kapuk Randu. Kopi. Bubut. Pengrajin Tahu Tempe. menjadi pilihan usaha produktif beberapa LMDH. setelah dikurangi biaya pembelian awal. Tembakau. Buahbuahan. Penggemukan Sapi dan Kambing menjadi pilihan LMDH karena melimpahnya sumber pakan ternak seperti rumput dan daun-daunan di sekitar hutan. Nilam. 39 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . pemeliharaan atau penyediaan tenaga kerja tebangan. Pengrajin Ukiran Tunggak Kayu. kontrak angkutan hasil hutan tebangan. Pengrajin Anyaman Bambu. hampir seluruh petani warga MDH (KTH) tidak pernah mendapatkan pupuk dengan harga subsidi pemerintah. serta Mebeulair. paling banyak diterapkan. banyak yang mendapat pinjaman modal.

Beberapa komoditas yang sebenarnya dapat dijadikan unggulan bagi usaha LMDH dan pengembangan agroindustri diantaranya adalah : Kapuk Randu (serat kapuk. jamu. Warga LMDH dapat memanfaatkan jasa ini dengan harga yang lebih murah dibanding dengan menyewa kepada pihak lain. termasuk harga dan pangsa pasarnya. dimaksudkan agar PHBM secara signifikan dapat segera dirasakan manfaatnya. 9. Pengelolaan Air Bersih untuk warga yang diambil dari sumber air dan disalurkan ke rumah-rumah warga. optimalisasi penggunaan dana tersebut. serbuk. membuat optimalisasi ruang kelola menjadi potensi yang kurang diperhatikan LMDH. kemudian membayar rekening air sesuai penggunaannya. Pada dasarnya. sale. khususnya Jahe dan Kunyit (simplisia. minuman). kayu. Persewaan kursi dan alat-alat hajatan. cangkang buah. lebah madu) Cincau Hitam (gelatin cincau hitam dan serbuk cincau hitam) Pisang (tepung pisang. menjadi usaha yang cukup menarik. ada juga yang dilakoni LMDH. Demikian pula dengan terbatasnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. atas komoditaskomoditas yang diusahakan oleh petani pesanggem warga MDH. minyak biji.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 8. Warga MDH pengguna air bersih ini.Kembara Tani - 40 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Jarak Pagar (bio diesel sebagai bahan bakar) . keripik dan kerupuk) Rebung Bambu Kuning (dijual segar) Empon-empon. kreativitas sosial ekonomi LMDH dalam penggunaan dana sharing hasil produksi. Namun demikian. khususnya alokasi usaha produktif masih dibatasi oleh jiwa kewirausahaan masyarakat.

Rangsangan yang tepat dengan kebutuhan masyarakat akan memperoleh respon dari masyarakat. telah menunjukan bahwa PHBM memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat (desa hutan).2 Optimalisasi Lahan / Ruang Kelola 3. Menurutnya. KPH 41 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . memang dapat berbuat banyak dalam memberikan kemanfaatan PHBM bagi masyarakat. harus jujur diakui. secara umum perilaku masyarakat (desa hutan) dapat dibentuk. diarahkan dengan cara pemberian rangsangan (stimulan) yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kemampuan untuk memadukan antara peluang usaha dengan potensi lahan (ruang kelola) yang dilakukan LMDH. menarik untuk dicermati. apakah akan dibiarkan menunggu pohon tumbuh dan ditebang? Sementara fakta signifikasi manfaat PHBM bagi MDH mendesak untuk segera dibuktikan. Kreativitas sosial ekonomi seperti dipaparkan dalam bagian sebelumnya. Pendekatan Khusus untuk LMDH “kurus” Sinyalemen Ellan Barlian. diubah. kesulitan untuk melakukan kreativitas sosial ekonomi seperti yang dilakukan oleh saudaranya LMDH-LMDH yang ‘gemuk’. tentang keterkaitan antara perubahan perilaku masyarakat (desa hutan) dengan manfaat stimulus PHBM yang dirasakannya. Manakala masyarakat menilai stimulus PHBM (misal dengan bagi hasil kayu) akan memberikan keuntungan bagi mereka. menjadi kunci dari optimalisasi ini. Meskipun pada bagian lain Ellan mengkritisi bahwa penggunaan dana hasil sharing pada LMDH belum efektif dikembangkan ke arah usaha produktif atau koperasi. yakni optimalisasi ruang kelola. Apa yang dilakukan oleh Widianto. Adm/KKPH Purwodadi. maka program akan ditolak. LMDH-LMDH ‘gemuk’ yang memiliki wilayah pangkuan (wengkon) dengan potensi produksi (kayu) yang masih tinggi dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang besar. Masalahnya adalah bagaimana halnya dengan LMDH-LMDH yang memiliki wengkon dengan produksi (kayu) yang sudah habis dan oleh karenanya mendapat dana sharing yang kecil? Tentunya. Lantas. Demikian pula sebaliknya. Widianto memulainya dengan Program Pengembangan Kebun Bibit Jarak Pagar (Jatropha Curcas). Bekerja sama dengan LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan.2.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. manakala PHBM (melalui bagi hasil kayu) tidak memberikan manfaat yang signifikan kepada masyarakat. merupakan salah satu solusi atas masalah tersebut. LMDH-LMDH ‘kurus’ ini. Adm/KKPH Randublatung. maka pada gilirannya masyarakat akan merubah perilakunya guna mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut.1 Jarak Pagar di KPH Purwodadi 1.

selain sebagai bagian dari peran sosial yang harus diembannya dalam mensukseskan program energi nasional. KPH Purwodadi yang dipimpinnya berinteraksi dengan LMDH-LMDH ‘kurus’ dengan nilai sharing yang kecil-kecil. di beberapa tempat secara sporadis terdapat pula lahan kritis yang tidak dapat direboisasi. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan tertentu secara ekologis tidak dapat berfungsi dengan baik dan perlu adanya vegetasi untuk menutup area.324. dan optimalisasi ruang kelola adalah salah satunya” jelas Adm/KKPH yang dikenal ‘gaul’ oleh anak buahnya ini. Tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kreativitas seperti yang lainnya. Mengapa Jarak Pagar yang dipilih? Widianto menyebut dua alasan pokok mengapa komoditas Jarak Pagar yang diandalkannya dalam membantu MDH dalam mewujudkan tujuan implementasi PHBM. maka fungsi ekologis secara bertahap dapat diperbaiki. Menurutnya. pengembangan tanaman ini juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. tanaman Jarak Pagar mempunyai potensi tinggi sebagai biodiesel dan dapat dikembangkan sebagai energi alternatif. Dengan sifat Jarak Pagar yang dapat tumbuh pada kondisi lahan marginal. Pertama. Widianto menuturkan tentang pentingnya optimalisasi ruang kelola dalam implementasi PHBM. 42 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Nilai sharing hasil produksi yang mereka terima kecil sekali. menjadi sumber energi bagi kebutuhan internal Perhutani dan masyarakat di sekitar hutan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Purwodadi membuat Kebun Bibit sebagai sumber perbanyakan Stek untuk pengembangan program. Kec. juga merupakan perwujudan dari program PHBM” ujarnya seraya berharap program ini dapat mengangkat citra perusahaan (corporate image). sangat berkepentingan dalam pengembangan tanaman ini.7 hektar yang direncanakan akan selesai direhabilitasi sampai dengan 2008. Brati Kab. 2. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan yang menjanjikan dalam program penanaman Jarak Pagar ini. karena tanaman ini memiliki rendemen minyak sampai 40 % dan mudah ditanam. Perhutani sebagai BUMN yang dipercaya pemerintah untuk mengelola hutan di Jawa dan Madura. Pasalnya. Kebun ini dijadikan sebagai Starter dan Stimulan pengembangan. Selain masih mempunyai lahan kosong seluas 4. sehingga dalam implementasinya harus didekati dengan cara yang khusus. Peluang Jarak Pagar sebagai Komoditas Unggulan Ditemui di kebun bibit tanaman jarak pagar yang dikelola oleh LMDH Ngudi Makmur Desa Katekan. Kedua. Grobogan. “Pengembangan Jarak Pagar dengan melibatkan secara aktif LMDH ini. sehingga Perhutani dapat lebih diterima oleh masyarakat dan stake holder secara luas. bahkan di lahan-lahan kritis sekalipun.

Pengakuan Karmadi sungguh sangat mengagetkan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Saat ini. sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh LMDH. Pasalnya.5 juta per hektar. Jumadi Ketua LMDH Ngudi Makmur didampingi sekretarisnya Karmadi. kami ingin ada jaminan pembelian hasil panen yang jelas. 43 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Selain itu. Jumadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan program ini yang diakibatkan oleh rendahnya nilai jual biji jarak. biaya produksi. pemeliharaan. Muh. RNI untuk mendirikan pabrik pengolahan biji jarak menjadi biodiesel di Ngaringan Wirosari Kab. bisa sampai 40 – 50 tahun. apabila memungkinkan. Harga yang Tidak Menggairahkan Sementara itu. tanaman Jarak Pagar ini terus disosialisasikan kepada LMDH. maka petani hanya akan mendapatkan hasil panen setara dengan Rp 2.5 juta – Rp 7. LMDHnya bermaksud mengolah sendiri biji jaraknya dan menjualnya sudah dalam bentuk minyak. menanam Jarak Pagar tidak memerlukan pengetahuan khusus. 3. panen. handling dan bagi hasil produksi. Hal ini terkait dengan rencana PT. PT. terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 5 tahun 2006 dan Instruksi Presiden No. dimana Presiden telah menginstruksikan kepada 13 menteri dan seluruh Gubernur untuk mengembangkan minyak jarak. Pasalnya. Widianto dan Team KPHnya tengah merintis pembuatan Kebun Bibit Tanaman Jarak Pagar. untuk mendukung program tersebut. 500 per kg biji kering.. Pantas saja apabila Jumadi dan Karmadi sangat mengkhawatirkan kelangsungan dari program penanaman Jarak Pagar ini. Padahal. Jarak Pagar ini dapat menggantikan tanaman palawija karena umurnya yang cukup panjang. Kondisi yang dialami Jumadi dan LMDH lainnya dalam hal penanaman Jarak Pagar ini. dengan harga Rp 500 per kg biji kering dan potensi produksi sebesar 5 – 15 ton per hektar setelah usia tanaman 5 tahun. sehingga saya khawatir dengan harga itu masyarakat akan menolak menanam karena dianggap tidak menguntungkan. Program ini pun telah mendapatkan tanggapan serius Presiden. tentang kebijakan energi. Itu pun belum dikurangi susut bobot. sebanyak 60 orang ketua dan pengurus LMDH telah melakukan study banding ke PT. “Harga yang ditawarkan kepada kami murah sekali. menuturkan keyakinannya bahwa pengembangan tanaman Jarak Pagar ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. 1 Tahun 2006. Grobogan. Namun demikian. dirinya bersama warga MDH sangat berharap. Secara bertahap. RNI dan beberapa pihak yang sempat dihubunginya mematok harga sebesar Rp. pemupukan. atau rata-rata sebesar Rp 5 juta per hektar per tahun. Bahkan. Menurutnya. jangan seperti yang sudah-sudah” tandasnya seraya menyebutkan. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). dapat mengancam program yang telah dijadikan Gerakan Nasional dengan target luas tanam 10 juta hektar lahan kritis.

diperlukan tanaman (bibit) sebanyak 25 milyar pohon. kemampuan untuk memadukan aksesibilitas terhadap informasi pasar. LMDH Ngudi Makmur memiliki 200 ribu pohon sebagai sumber stek di lahannya. Pada tahap selanjutnya. bila pemerintah tidak segera mengambil langkah untuk mengatasinya. Bagi Perhutani sendiri. . Kebun bibit itu menjadi starter sekaligus percontohan bagi pengembangan Jarak Pagar bagi MDH di wengkonnya. akankah dua sasaran itu dapat tercapai? Atau. teknik budidayanya. teknologi pengolahannya dan potensi lahan yang dimiliki menjadi sebuah peluang usaha bersama. Atau. Gubernur NTB sudah mengeluarkan surat keputusan yang melarang (bibit) stek Jarak Pagar di wilayahnya keluar dari NTB yang selama ini menjadi sumber tanaman” jelasnya. Jika tidak. Oleh karena itu. manfaat PHBM tidak akan pernah benarbenar dapat dirasakan oleh masyarakat (desa hutan). seperti komoditas mengkudu dan mahkota dewa yang setelah dikembangkan secara besar-besaran. Widianto lebih mengarahkan penanaman Jarak Pagar yang dilakukan LMDH sebagai Kebun Bibit yang menyediakan stek bibit untuk dijual. belum adanya jaminan pasar dan harga yang layak ini menyulitkan dalam meyakinkan petani untuk mau menanamnya. kembali pemerintah akan dianggap memberikan angin surga yang berakhir dengan kekecewaan petani? Widianto mencemaskan hal tersebut.500 pohon per hektar (jarak tanam 2x2 m). Peluang ini. petani masih trauma dengan program-program budidaya yang dikendalikan pusat. Mencermati hal tersebut. Padahal. kendala program Jarak Pagar tidak terletak pada sisi budidaya dan pengembangannya. seperti cengkeh misalnya yang ternyata justru menyengsarakan petani. Saat ini. Pasalnya. Apabila melihat rendahnya nilai jual biji jarak seperti yag dituturkan Jumadi. dalam jangka pendek akan lebih menguntungkan. merupakan syarat pokok yang harus dimiliki Perhutani dan LMDH dalam melakukan optimalisasi ruang kelola. tidak heran apabila kemudian Jarak Pagar ini akan dijadikan komoditas unggulan KPH Purwodadi. KPH Purwodadi memiliki potensi lahan seluas 142 hektar yang siap dijadikan kebun bibit untuk memenuhi kebutuhan stek tanaman. Bagaimanapun. untuk memenuhi target 10 juta hektar dengan asumsi populasi sebanyak 2. menurutnya. Pasalnya.Kembara Tani 44 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Melalui program tersebut. Menurutnya. malah harga anjlok dan bahkan tidak laku. “Harus ada yang mensuplai kebutuhan itu. tetapi pada tidak adanya jaminan pasar dan harga yang menggairahkan petani. dua sasaran sekaligus ingin dicapai yaitu penanggulangan kemiskinan dan penyediaan sumber energi terbarukan untuk mengatasi krisis BBM di masa kini dan masa yang akan datang.

Sebuah prasangka yang baik. Faktanya. Pasalnya. Dan boleh percaya atau tidak. LMDH Aman Sentosa berhasil dibentuk dan diaktenotariskan. Awalnya. semua itu hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var. semua berawal dari konsep PHBM yang ditawarkan Perhutani dalam sosialisasinya. mampu menghasilkan aliran dana dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH.000 pohon kapuk randu yang ditanam secara bertahap di sepanjang tepi sungai dan tepi hutan. mencoba merubah komoditas yang biasa ditanam para pesanggem dengan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. diperlukan cara yang tepat dan cepat dalam optimalisasi ruang kelola. masyarakat kurang yakin terhadap niat Perhutani untuk berbagi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. tanaman kapuk randu menjadi harapan bagi kas LMDH. Hasilnya. Dengan fasilitasi Perhutani. menginventarisir sumberdaya hutan yang masuk dalam wengkonnya. sekarang turut terlibat dan menikmati hasilnya” jelas penyuluh swadaya masyarakat ini. seksi reboisasi LMDH Aman Sentosa.2. Sudarto didampingi Hadi. Sudarto segera menangkap peluang itu. lanjut Sudarto. Menurutnya. konsep itu merupakan sebuah pemikiran baru. Para pengurus LMDH kemudian berembug untuk mencari jalan keluarnya. Alhasil. Setelah yakin. Ketua LMDH Aman Sentosa Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati. 45 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ditemui di SD yang dipimpinannya. upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat akan berjalan lambat bila menunggu sharing hasil produksi kayu. Pasalnya. Hasil pengamatan inilah yang kemudian melahirkan kebijakan dasar Menurutnya. Sudarto yakin bahwa nilai sharing yang akan diterimanya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil pemanfaatan lahan diwengkonnya. Hal pertama yang dilakukan pengurus. menuturkan awal mula berdirinya LMDH yang pernah meraih juara pertama tingkat Unit I itu. potensi tegakan yang ada di wengkonnya tidak akan mungkin memberikan nilai sharing yang tinggi dalam waktu yang cepat. lanjut Sudarto. kalau dulu masyarakat desa hutan hanya melihat. “Bagi masyarakat. “Komoditas ekspor seperti porang menjadi pilihan” tutur Sudarto. optimalisasi lahan gaya Ketua Paguyuban LMDH se-KPH Pati ini.2 RINDU MENUNGGU KAPUK RANDU “Nunggu sharing? No Way!” ujar Sudarto. memanfaatkan lahan untuk sesegera mungkin menunjukan dampak PHBM kepada masyarakat desa hutan. tidak saja dari hasil produksi kayu tetapi juga pemanfaatan lahan yang ditanami sesuai dengan keinginan masyarakat. Indica (DC) Bakh). Selain porang. Di wengkonnya terdapat lebih dari 9. Pengurus dipilih dari para pesanggem dan tokoh-tokoh desa yang peduli terhadap kelestarian hutan.

000 pohon saja. akan mengalirkan dana sebesar Rp 1 Milyar per tahun ke Kas LMDH. dipanen satu tahun sekali dan hasil panennya dibagi dengan pola. Optimalisasi ruang kelola telah terbukti memberikan hasil yang lebih tinggi bagi LMDH dibandingkan dengan sharing hasil produksi. Jono sependapat bahwa tanaman kapuk randu sangat prospektif sebagai sumber pendapatan LMDH. Harga per kilo berkisar anatara Rp 1. menurut Hadi. Dan. LMDH Aman Sentosa dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Sedangkan pesanggem yang dititipi randu oleh LMDH mendapat bagian dari LMDH yang besarnya tergantung dari jumlah pohon dan keberhasilannya menjaga pohon tersebut. 46 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .000.900. laku dijual dengan harga Rp 2. Padahal. Artinya. 70 % untuk LMDH dan 30 % untuk Perhutani. Menurutnya.000 – Rp 500. itu akan berlangsung terus secara rutin selama daur randu yang bisa mencapai umur 30 – 50 tahun. Desa Banyuurip. Meskipun menyodorkan data dengan hitungan yang berbeda. kami akan memiliki sumber dana yang relatif lebih besar dibanding sharing. satu pohon randu menghasilkan 200 kg buah. Berdasarkan pengalamannya sebagai petani randu yang biasa dalam bisnis tanaman industri serat ini. seraya menyebutkan dirinya sudah memasang papan peringatan berbunyi. Buah berbentuk kapsul itu.000 setelah menunggu selama enam bulan” jelasnya. akan menghasilkan Rp 350. “Hamanya hanya orang Mas.500/kg.000 pohon. Apabila diambil rata-rata per pohon menghasilkan Rp 250. Pengembala sering mengambil daun randu untuk pakan kambingnya. dijamin kambing yang makan daun itu pasti mati” ujarnya tertawa. menanam randu termasuk mudah dan hasilnya tinggi. “Tapi. Bombacaceae itu. dana tersebut ternyata dari hasil panen randu. Usut punya usut. Bahkan. Hal yang sama dikemukakan Jono. Tapi saya akali dengan granule. Kecamatan Margorejo. bisa menghasilkan buah randu sebanyak 140 kg. Dengan dana segar sebesar itu. agar pengembala tidak mengambil daun randu untuk ternaknya.000. kalau tebasan hanya laku Rp 150. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki.000 pohon randu yang merupakan hasil tanam tahun 2004. penebas itu bisa menghasilkan sebesar Rp 300. setiap pohon famili Padahal. hitungannya menembus angka Milyaran rupiah untuk setiap tahunnya. sehingga kalau daunnya diambil untuk pakan kambing. Untuk dua tahun ke depan. Kabupaten Pati. LMDH Amana Sentosa telah menanam randu yang dititipkan kepada pesanggem sebanyak 9. tutur Sudarto.000 per pohon. AWAS TANAMAN BERACUN. Satu pohon randu. Kapuk randu menurut Sudarto.500 sampai Rp 1. dengan 4. LMDH Sumber Rejeki memiliki 4.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Menurut Hadi.

Menurut Soni. LMDH Aman Sentosa dapat mengolah sendiri buah kapuk randu dan mendistribusikannya langsung kepada konsumen di luar daerah. termasuk tanaman konservasi. di sana menerima buah kapuk dengan jumlah tak terbatas. memberikan keuntungan lain berupa industri lebah madu bagi masyarakat. Soni Diantoro. permintaan kapuk untuk kasur. Pangsa pasarnya terbuka luas. Perhutani 47 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . meningkat” paparnya. memiliki beberapa keunggulan. “Kapuk dikirim ke Karaban. Pengembangan selanjutnya dari kapuk randu ini. jadi randu yang ditanam di lahan masyarakat semakin berkurang.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 1. Menurut Hadi. menyebutkan prospek komoditas ini sebagai basis bisnis LMDH. Namun. LMDH di wilayah KPH Pati termasuk LMDH dengan sharing kecil. Ketiga. Wakil Sekretaris LMDH Sumber Rejeki yang juga “pemain” kapuk randu. Karaban sebagai pusat kapuk randu. lanjut KSS PHBM peraih penghargaan terbaik se Unit I ini. masyarakat juga menganggapnya menaungi ketela yang jadi tanaman pokoknya. “Lebih empuk dan hangat” ujarnya tersenyum. Keempat. mudah dibudidayakan. ‘mantri randu’ LMDH Aman Sentosa. bantal. membenarkan prospek kapuk randu ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi lahan. terus prospektif menjadi satu-satunya cara mempercepat dampak PHBM terhadap masyarakat. Sementara itu. banyak pohon randu yang ditebang karena kebutuhan kayu untuk pembangunan. masyarakat Pati sudah sejak lama bergelut dengan randu. Jono. kapuk randu menyebar kemana-mana. “Dari Karaban itu. yakni : Pertama. merupakan station market yang menjamin penyerapan hasil panen kapuk randu. Kapuk randu. dan Kelima. “Selain itu. harga buah randu relatif lebih stabil dengan pangsa pasar yang terjamin. makanya ditanam di tepi-tepi sungai. Jika Karaban panen. kami belum tahu cara mengolah biji kapuk randu menjadi minyak dan pasar hasil produksinya nanti “ ujarnya diujung perbincangan. harga kapuk randu relatif lebih stabil. Optimalisasi ruang kelola dengan memilih komoditas yang Soalnya. Padahal permintaan kapuk terus meningkat. Kapuk randu adalah salah satu komoditas yang dipilih oleh masyarakat. Prospektif Kapuk randu memiliki prospek yang baik sebagai sumber pendapatan LMDH. selain mudah tumbuh. bijinya pun dapat menghasilkan minyak. Sudarto berharap. “Saat ini. Permintaannya terus meningkat” papar Soni seraya menyebutkan. Kedua. waktu panen lebih singkat (5 tahun) dengan daur pohon bisa mencapai 50 tahun. Menurutnya. harga kapuk tinggi” jelasnya. Selain itu. masyarakat lebih memilih kasur kapuk randu dibandingkan berbahan busa atau serat berbahan sintesis lainnya. Menurut Jono. KSS PHBM KPH Pati. hampir ke setiap propinsi di Jawa.

menyembul dari cangkang yang membuka. berwarna hijau. Rindu menyaksikan geliat kesejahteraan masyarakat di tepi hutan dengan baris tegakan kapuk randu. Jangan biarkan berkah itu berubah menjadi musibah. melambai di ujung tangkai yang panjang. Di kiri kanan jalan ku lihat pohon kapuk randu tegak dengan gagahnya. Ada rindu yang menggantung di kelopak bunga randu. mulailah dengan pasar.Kembara Tani - 48 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Buah berbentuk kaspul. dapat dilakukan secara terus menerus dengan jaminan kontinuitas pasokan dana yang relatif lebih stabil kepada kas LMDH hingga akhir daur hidup randu. . berhiaskan bunga putih kekuningan yang menggantung. Percabangan mendatar seperti jeruji roda pedati. Jadi. panjang dan keras. Selamat Berjuang Sahabat ! Tuhan telah memberikan berkah lewat hutan. Dengan dana segar sebesar itu. “Tidak ada instruksi. LMDH-LMDH berkategori “kurus” dapat melakukan kreativitas sosial ekonomi sebagaimana yang dilakukan oleh LMDH-LMDH ‘gemuk’. Bahkan. baru kemudian budidayanya” ujarnya menutup perbincangan. sebagian berwarna tua kecoklatan dengan gumpalan putih serat kapuk bertabur bulir biji hitam. upaya untuk mempercepat berputarnya roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Semilir angin mengiringi senyumku tetkala melaju meninggalkan Pati menuju Semarang. lonjong.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menyerahkan sepenuhnya pemilihan komoditas ini kepada LMDH. NASHA melaju perlahan. Daun majemuk menjari dengan 5-8 anak daun. Meninggalkan Guwo. kami hanya mengarahkan bahwa pemilihan komoditas harus mempertimbangkan aspek pasar.

Sarat dengan tumpukan tandan pisang hingga melebihi batas baknya. ANTARA TELAWA DAN SEMARANG (Bersulam Rebung Bambu Kuning) Atas saran Hadi Prayitno. jalan menuju LMDH yang dipimpin Sugeng Sudjiwo. tampaknya sudah terbiasa dan lumayan akrab dengan medan seperti itu. jalan dari pertigaan itu menuju sekretariat LMDH Wana Lestari. Meja panjang dengan kursi-kursi kayu berjejer di sisi kiri ruangan. aku baru paham mengapa Hadi melarangku membawa NASHA ke lokasi. NASHA adalah motor roda 3 yang aku desain khusus utuk dapat melaju di segala medan. merupakan pemandangan yang kusaksikan sepanjang perjalanan. Kira-kira seratus meter dari pertigaan jalan.3 PISANG. memang rusak parah. 1. Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Pasalnya. Setiap hari pasaran wage dan legi. Truk itu berada tepat di tengah jalan cor beton yang membelah pemukiman. Jalan tanah bergelombang dengan lubang-lubang memanjang yang cukup dalam. Padahal.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. tepat di pertigaan menuju Desa Sambong. tandan pisang itu tengah menunggu jemputan truk yang akan membawanya ke pasar Kecamatan Juwangi. grafik. Rupanya. Satu stel kursi tamu sederhana tampak di pojok ruangan di samping lemari kayu berisi berkas-berkas organisasi. pemandangan itu terus terulang entah sejak kapan dan sampai kapan. tidak mungkin dilalui oleh motor roda 3. kepada seorang lelaki muda di atas truk. Disodorkannya tandan pisang yang berisi 7 – 10 sisir itu. bergerombol perempuan desa setengah baya dengan tandan pisang di tangannya. Memasuki pemukiman masyarakat desa hutan Sambong. Tandan pisang yang bertumpuk di depan rumah sederhana berdinding kayu dan bambu milik masyarakat Sambong. papan kegiatan dan informasi-informasi lainnya. “Nanti malah gak bisa pulang” ujarnya khawatir dan aku pun menyerah berpindah keboncengan salah satu mandor yang menjadi ‘tukang ojeg’ dadakan. Dindingnya penuh dengan papan organisasi. Intonasi suaranya 49 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Ketua LMDH Wana Lestari. Untuk saja. terbentang di hadapanku. menuturkan banyak hal tentang pisang yang dihasilkan warga masyarakat Sambong yang menjadi anggotanya. Disamping truk. Beberapa diantaranya bertambal batu koral. Ternyata. peta pangkuan. tapi tetap saja tidak membantu. sebuah truk menghalangi laju motor kami. Jutaan Rupiah Lewat Depan Rumah Sekretariat LMDH Wono Lestari berupa sebuah rumah dengan ruangan tanpa sekat yang cukup lapang. NASHA aku parkir di depan sebuah toko kecil. sang pengemudi memiliki keahlian khusus. KSS PHBM KPH Telawa.2. Sugeng Sudjiwo.

“Nilai yang cuikup tinggi. gak pernah mampir” ujarnya tertawa. tidak 50 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Saya tidak tega mengambilnya. KSS PHBM KPH Telawa menuturkan. Satu tandan pisang dihargai rata-rata Rp 10. Setiap pasaran. masyarakat tidak melihat hal tersebut sebagai kontribusi kami. 300 – 500 tandan pisang dikirim ke pasar Juwangi. Jika setiap pasaran dikirim rata-rata 400 tandan dengan harga rata-rata Rp 10.000 rumpun. Potensi terpendam Hadi Pratiknyo. “Tiap rumpun terdapat 3-5 pohon. “Jadi. 2. terkadang pula seperti tidak mampu menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi warganya itu. Pasar Juwangi yang ramai setiap hari pasaran wage dan legi (2 kali dalam kurun 5 hari) adalah satu-satunya penyerap hasil panen pisang. Dari pasar itu. Hadi sangat menyadari. karena memang sudah terbiasa dan tidak signifikan membuat sebuah perubahan” ujarnya menjelaskan.000 pohon pisang. maksimal 5 pohon. pisang yang ditanam masyarakat di lahan Perhutani. maka nilainya setara dengan Rp 600 juta – Rp 1 Milyar. Hal tersebut merupakan kontribusi langsung Perhutani kepada masyarakat.000. lanjut Hadi. tergantung jenis dan jumlah sisirnya. karena kalau lebih akan mengganggu tanaman pokok” jelasnya. LMDH saat ini memiliki potensi sebanyak 60.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ kadang meninggi.000 – 100.000) atau sekitar Rp 48 juta per bulan. Artinya. Jogja dan kota-kota lainnya. Potensi yang ada di wengkon LMDH Wana Lestari tidak kurang dari 20. maka setiap lima hari sekali dana yang mengalir ke Sambong sebesar Rp 8 juta (2 kali pasaran x 400 tandan x Rp 10. Menurut Sugeng. Hening pun menyelimuti ruang sekretariat yang sekaligus rumah pribadinya itu. nilai sebesar itu belum cukup untuk memutar roda perekonomian desa lebih cepat. Semarang.000. “Pisang itu penghasilan harian warga disamping mencari kayu bakar untuk dijual. PHBM harus membawa dampak yang sangat nyata bagi masyarakat. Sugeng mengaku. Sugeng tampak diam sejenak. untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya saja tidak pernah cukup. Kreativitas sosial ekonomi yang dilakukan oleh LMDH dengan sharing besar. sebetulnya memiliki prospek yang cukup baik sebagai sumber kas LMDH. dengan harga penjualan rata-rata Rp 10. LMDH tidak memungut sepeser pun dari aliran dana pisang tersebut. Hanya saja. Apabila dikonversi dengan nilai uang. dana sebesar itu hanya lewat saja di depan sekretarian ini. Ditanya mengapa LMDH tidak mendapat bagian. apalagi jika dikurangi untuk LMDH” ujarnya perlahan.000. kadang lirih. pisang Sambong menyebar ke Solo. Uang hasil penjualan pisang itu. khususnya jagung setiap 3 bulan sekali” jelasnya. Terkadang. lanjut Sugeng. Penghasilan lainnya dari palawija. penghasilan pokok warga Sambong adalah pisang.

mengelola hasil panen mereka dan menjualnya langsung kepada pedagang besar. kalau LMDH bisa menjual langsung. “Bahan baku yang berlimpah itu tidak dapat memberikan nilai tambah bagi LMDH” ujarnya menyesalkan. sebulan akan diperoleh Rp 4. Sugeng pun berharap dapat mengolah pisang menjadi bentuk lain agar memiliki nilai tambah.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ mungkin dilakukan oleh LMDH di wilayah KPH Telawa. lanjut Sugeng. maka tiap 5 hari kas LMDH akan terisi 800 ribu rupiah. Pada 1993. Tapi. “Apalagi apabila bahan baku tersebut diolah menjadi keripik pisang. walau pun sebenarnya pendapatan mereka itu ya juga hasil PHBM” ujar Sugeng membenarkan ucapan Hadi. nilai ekspor pisang sebanyak 24. Desember 2004. “Iya Mas. yang diterbitkan oeh Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.917 ribu ton dan nilai impornya hanya 0.03 ribu ton saja. Kendala pokok yang dihadapi LMDH. jika dipaksakan justru akan dirasakan sebagai beban baru oleh masyarakat. LMDH memiliki kearifan lain dalam upaya meraih dampak positif dari implementasi PHBM. makanya harganya murah. Menurutnya. Jika LMDH mendapat keuntungan Rp 1. menunjukkan bahwa neraca ekspor-import untuk komoditas pisang ini terus menerus mengalami penurunan yang sangat tajam. kalau mungin menjadi tepung pisang sebagai bahan baku industri penghasil makanan bayi” tutur Hadi bersemangat. kita hitung dari hal yang kecil saja yaitu selisih harga penjualan tandan pisang. sehingga neracanya bernilai 24. Komoditas pisang adalah salah satu komoditas yang memiliki prospek itu. “Masalahnya. Meskipun potensi ke arah itu cukup esar. lanjutnya. Mereka tidak mau mengurangi pendapatan yang sudah rutin diperoleh masyarakat dari hasil pisang itu dan mengalihkannya dalam wujud perbaikan sarana jalan misalnya” papar Hadi.000 saja per tandan. menurut Hadi adalah lemahnya aksesibilitas terhadap informasi pasar. dalam kurun waktu 10 tahun kemudian (2003).887 ribu ton. nilai ekspor pisang tersebut 51 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . teknologi dan permodalan. sale pisang atau bentuk lainnya. 3. Namun. Perlu Bapak Angkat Data dan Informasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 2004. Namun. harga yang diterima bisa lebih tinggi.8 juta atau setara dengan 56 juta rupiah setahun. Jalan keluar satu-satunya. Selisih penjualan itu yang digunakan LMDH untuk mengisi kas dan membangun desa” harap Sugeng seraya menyebutkan keinginan untuk mengembangkan industri rumahan berbahan baku pisang. Bahkan. PHBM akan dirasa mengurangi pendapatan masyarakat. nanti malah LMDH dianggap beban. Sugeng mengaku tidak menguasai teknologi dan pangsa pasar hasil olahannya kelak. Departemen Pertanian RI. Padahal. “Selama ini kan yang beli itu tengkulak.

atau produksi buah pisang kita menurun drastis karena petani tidak mau menanam pisang lagi.0669. Mulai dari anggapan bahwa bangsa kita sudah tidak suka lagi makan pisang. Departemen Pertanian RI. Namun setelah itu. masalahnya adalah siapa yang dapat mengajari Sugeng cara membuatnya. menunjukan pangsa pasarnya dan menyediakan permodalan yang dibutuhkannya. Tepung Pisang 4 buah. yakni 2 berbentuk perusahaan (CV. sedangkan nilai impornya justru malah naik lebih dari 18 kalinya. Sehingga neraca pisang kita terus melorot sampai puncaknya pada 2003 yang menunjukan nilai minus. Kerupuk Pisang 2 buah.3189 ribu ton. Kue Pisang 2 buah dan Dodol Pisang 1 buah. informasi pasar dan modal. Keinginan Hadi dan Sugeng untuk mengolah pisang menjadi penganan yang siap hidang. Bahkan. yakni 0. 52 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .39 kg. sehingga neracanya minus 0. menunjukan bahwa optimalisasi ruang kelola (lahan) masih harus diikuti oleh stimulan lainnya seperti teknologi. Mura Jaya Seraya di Palembang dan PT. Uniknya. Meskipun di Telawa bahan baku pisang tersedia dan melimpah. Introduksi teknologi pengolahan. petani kita memandang pisang sebagai komoitas yang tidak menguntungkan.5636 ribu ton.3 ribu ton dengan nilai impor sebesar 0. sehingga memiliki nilai neraca terbesar yakni 102. industri pengolahan berbahan baku pisang di Indonesia. Pada 1996. Banyak hal bisa dijelaskan dari angka-angka ini. banyaknya produk olahan berbahan baku pisang. menjadi komoditas yang dapat mendongkrak neraca ekspor impor pisang kita. aksesibilitas pasar dan permodalan. khususnya mengolahnya menjadi tepung pisang. konsumsi perkapita pisang sebesar 9. Getuk Pisang 7 buah. nilai ekspor pisang terus menurun dan nilai impornya justru terus menanjak.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ menurun tajam menjadi hanya 0. Nilai tertinggi ekspor pisang kita terjadi pada 1996. Pasalnya. masih sangat sedikit. khususnya tepung pisang. mencapai nilai 102. penurunan nilai neraca ekspor impor pisang itu pun ternyata diiringi pula oleh turunnya konsumsi perkapitanya. Mulia Donan Mas di Cilacap) serta 2 lagi berbentuk lembaga masyarakat di Kalimanatan Selatan (Poktan Wanita Tani Durian dan Kelompok Maju Bersama). industri pengolahan Keripik Pisang tercatat sebanyak 93 buah. Untuk tepung pisang hanya terdapat 4 buah industri. menjadi kunci percepatan signifikasi dampak PHBM bagi warga Sambong. bisa jadi benar-benar memiliki prospek yang cerah. Sale Pisang 33 buah.23 ribu ton.05 kg dan terus menurun sampai 2002 hanya sebesar 2. Setidaknya. dalam kasus yang dihadapi Sugeng Sudjiwo dan LMDHnya.2447 ribu ton. Barangkali. Berdasarkan data Dirjen Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. sehingga masyarakat yang mengkonsumsi buah pisang segar semakin berkurang.

Satu rumpun bambu ratarata terdapat 3 batang. menjadi sebuah harapan bagi percepatan signifikasi dampak PHBM. Lama kelamaan. saat ini banyak petani yang mencoba mengganti pisang dengan bambu kuning karena harganya relatif lebih baik dan memberikan pendapatan lebih besar bagi pesanggem. warga sini juga. lahan yang tersedia cukup untuk menjamin pasokan bahan baku. Saya takut malah akan jadi masalah. stakeholder yang disebutkan dalam konsepsi PHBM. Naim yakin roda perekonomian desa akan lebih cepat berputar. baru dapat diambil rebungnya. Lain halnya. untuk menampung hasil panen pisang pun LMDH tidak melakukannya. kecuali kalau ada industrinya” tandasnya. Naim. Bahkan. Naim seraya menunjukan rebung di salah satu rumpun bambu kuning miliknya. Atau. yakni menumpangsarikan pisang dengan bambu kuning. H. Setelah berumur 1 tahun. Banyumeneng memang terkenal penghasil rebung bambu. Menurutnya. 4. Bedanya. Naim menuturkan hal yang sama dengan Sugeng. Menurutnya. pisang-pisang milik pesanggem ini dibawa tengkulak ke Semarang. LMDH pun akan memiliki pemasukan dengan tanpa merebut lahan usaha orang lain yang sudah berjalan. Padahal. H. LMDH sangat perlu sumber pemasukan bagi kas” paparnya. Naim sudah melangkah dengan solusi temuannya. Saat ini. Dengan adanya industri yang mengolah pisang menjadi bentuk lain yang dibutuhkan pasar. Diganti Bambu Kuning Sugeng ternyata tidak sendirian. seharusnya dapat dengan leluasa mengambil peran dalam optimalisasi ruang kelola ini. Desa Banyumeneng. KSS PHBM KPH Semarang. Masalah yang dihadapinya. adanya bapak angkat yang dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki LMDHLMDH. “Habis pisang murah sih. Selain dapat meningkatkan nilai jual hasil panennya. Hampir setiap hari. tambahnya. ternyata juga dihadapi oleh H. Pasalnya. sekitar 4 andil” jelas H. “LMDH tidak mengambil apa pun dari hasil panen pisang ini. H. panen dilakukan seminggu 2 kali sebanyak 20 kg dan dijual dengan harga Rp 2000 per kg. wong yang biasa nampung pisang dan membawanya ke Semarang itu ya tetangga sendiri. di wengkonnya terdapat kurang ebih 25. Tidak enak. Pondok Pesantren Giri Kusumo. tanaman pisang akan hilang sendiri tergantikan bambu kuning. Didampingi Budi. Menurut H. Ketua LMDH Giri Indah Makmur. juga akan membuka lapangan kerja bagi penduduk di sini” ujarnya yakin. 53 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Naim. khususnya pemerintah daerah setempat. kalau LMDH punya pabrik pengolahan pisang.000 pohon pisang. lanjut H. Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. sudah ada yang mulai panen. Naim. Bambu kuning ditanam pesanggem untuk diambil rebungnya. “Selain itu. “Dulu.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Sepertinya.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
Di lahan yang digarapnya, tampak tanaman pisang berpadu dengan rumpun bambu kuning di sela-sela tanaman jati. Sebagian lainnya, tampak hamparan kunyit di bawah tegakan jati berumur 3 tahun. Teknik tumpangsari yang dilakukan H. Naim ini, ternyata terbukti tidak mengganggu tanaman pokok jati. “Malah memperkuat, kuncinya adalah menanam pisang atau bambu kuning setelah tanaman jati berumur 1 tahun dan jangan lebih dari 3 – 5 pohon per rumpun” ujarnya menjelaskan. Budi menuturkan, dulu tanaman pisang dan bambu kuning dilarang karena takut mengganggu tanaman pokok. Tapiu, apa yang terjadi dilahannya H. Naim, mematahkan

kekhawatiran itu. “Karena masyarakat menghendaki menanam pisang dan bambu kuning, serta terbukti tidak mengganggu tanaman pokok, akhirnya ya diijinkan” papar Budi. 5. Suling Kayu Putih Sendiri Introduksi teknologi bagi LMDH ternyata telah dilakukan oleh KPH Telawa. Narto, Ketua LMDH Wono Mulyo, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, memaparkan hal tersebut. Menurutnya, anggota LMDH yang dipimpinnya diberi kesempatan penyulingan daun kayu putih milik KPH Telawa. “Kami punya alat suling sendiri yang dibuat secara swadaya” jelasnya. Diawali oleh kontrak kerja antara LMDH dan Perhutani, LMDH menyiapkan 3 tempat penyulingan dengan 6 buah ketel (alat penyulingan dari besi), berkapasitas 4,5 ton daun. “Hasil penyulingan berupa minyak kayu putih di setorkan ke Pak Mantri sebanyak 150 – 200 kg per periode. Saat ini kami sudah menghasilkan 1,5 – 2 ton minyak kayu putih” papar Narto. Dari tiap kg minyak yang dihasilkan, LMDH mendapat jasa sebesar Rp 18.150 dipotong PPN 6 %. Dalam satu tahun, LMDH mendapat hasil sebesar Rp 36 juta. Saat ini KPH Telawa memiliki 143 hektar tanaman kayu putih dengan produksi sebesar 230 ton daun per tahun. Pengembangan selanjutnya direncanakan seluas 3000 – 4000 hektar sampai tahun 2012. Menurut Hadi, kayu putih akan mencapai BEP pada tahun ketujuh dengan catatan tidak melakukan investasi. “Penyulingan biar dilakukan oleh LMDH dengan

pengawasan standarisasi proses dari kami” tuturnya. Selain itu, upaya ini pun dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi LMDH, pendapatan masyarakat dan sebagai bagian dari reboisasi dan recovery. Sementara itu, Sulis, pelaksana operasional penyulingan menuturkan, bahan baku belum maksimal, sehingga alat peyulingan hanya digunakan 4 - 5 bulan dalam setahun. “Rencananya, akan diperluas sampai 1.000 hektar pada 2008. Bila benar terbukti, maka kami akan

mendapatkan jasa sekitar Rp 216 juta per tahun” jelasnya. Namun, Sulis mengaku khawatir 54 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
dengan beberapa hal, yakni kekurangan bahan baku bila LMDH lain yang wengkonnya juga ditanami kayu putih, menghendaki memiliki penyulingan sendiri. Menurutnya, hal itu akan membuat tidak optiumalnya alat karena kurangnya bahan baku. “Kami berharap ada ketetapan yang menunjuk kami kami sebagai penyuling dan yang lainnya hanya mendapat jasa pengambilan daunnya saja” paparnya. Narto dan Sulis menyampaikan keinginan unuk dapat menjual sendiri produk minyak kayu putihnya. Bahkan, bermaksud membuat kemasan dan label sendiri yakni kayu putih Wono Mulyo. Caranya dengan membeli minyak kayu putih berkonsentrasi tinggi hasil sulingannya kepada Perhutani. Hanya saja, mereka mengaku tidak tahu bagaimana cara melakukan

pengenceran dan pengemasannya. Introduksi teknologi, aksesibilitas pasar dan permodalan, kembali menjadi masalah bagi LMDH dalam upaya meakukan optimalisasi ruang kelola. Seperti halnya Sugeng, H. Naim, Narto dan Sulis pun tengah menunggu tahap selanjutnya dari implementasi konsepsi PHBM, yakni sinergitas yang selaras dari semua komponen bangsa, termasuk didalamnya pemerintah daerah dengan keterkaitan program sektor-sektornya, legislatif dengan kebijakan legislasinya khususnya pengalokasian dana dalam APBD untuk LMDH, dan komunitas non goverment dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat desa hutan dan kelestarian alam. Semoga !

- Kembara Tani -

55 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________
3.2.4 GULA GUNDIH, MANISNYA TEBU PAHITNYA NASIB PETANI Hamparan tanaman tebu di kaki bukit, membuatku takjub. Hamparan itu bak permadani hijau, tebal dan berkilau tersapu matahari pagi Gundih. Petakan tebu berselang palawija, tampak seperti kotak-kotak hijau yang berjejer di sepanjang punggung gunung Randurejo, Pulokulon, Grobogan. Tepat dipertigaan jalan masuk ke Desa Randurejo, sebuah papan nama bertuliskan LMDH Wana Sejati, menyambutku. Parno, Ketua LMDH, menuturkan bahwa penanaman tebu di lahan kering itu, merupakan kerjasama segi tiga antara Perhutani, LMDH dan Pabrik Gula Gondangbaru Klaten. Ditanam dengan sistem plong-plongan selebar 11 meter untuk tebu dan 11 meter untuk tanaman pokok, berselang-seling sepanjang petak. “Area penanamannya di RPH Pondok dan RPH Ngantru BKPH Panunggalan. Luasnya 130,30 hektar, tapi itu luas baku, luas efektif tebunya hanya 62,9 hektar” ujar Parno. Kerjasama yang dilakukan Parno dengan pabrik gula disepakati untuk lima kali masa tanam. Dan, setiap akhir masa tanam dilakukan evaluasi pelaksanaannya. Menurutnya, masingmasing pihak mendapat bagian sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama agribisnis tebu. Perhutani, lanjut Ketua LMDH yang berprofesi guru itu, mendapat bagi hasil tiap akhir tahun panen yang nilainya tidak sama. Tahun panen pertama, mendapat Rp 200.000 per hektar, tahun panen kedua mendapat Rp 300.000 per hektar, tahun panen ketiga dan keempat mendapat nilai yang sama yakni Rp 400.000 per hektar dan pada tahun panen kelima kembali ke nilai Rp 200.000 per hektar. Sedangkan LMDH, mendapat bagian berupa management fee dengan perhitungan, tahun pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun kedua sebesar Rp 40.000 per hektar, tahun ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 per hektar, dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000 per hektar. Sehingga, total penerimaan LMDH sebesar Rp 11.951.000. “Untuk meningkatkan pendapatan ini, kami sedang mengajukan tambahan luas penanaman sebanyak 206 hektar” ujar Parno. Selain itu, pihak lain yang mendapat bagian dari kerjasama ini adalah stakehoder yang terdiri dari para pembina di lapangan, baik dari Perhutani maupun Pemda cq Dinas Perkebunan dan desa. Perhitungannya, untuk desa bernilai tetap sebesar Rp 5.000 per hektar pada setiap tahun panen. Sedangkan untuk yang lainnya, pada tahun panen pertama sebesar Rp 25.000 per hektar, tahun panen kedua sebesar Rp 35.000, tahun panen ketiga dan keempat masing-masing sebesar Rp 50.000 dan tahun panen kelima sebesar Rp 25.000. 56 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah

LMDH harus menyediakan bibit sendiri. Pada tahun panen kedua. Disamping itu. Hasil kembali turun pada tahun kelima. karena biaya bibit. Tapi hasil akhirnya hanya sekitar 5. Setelah akhir perjanjian.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Semua pembagian tersebut sesuai dengan nilainya masing-masing. tentunya dengan imbalan. setelah dikurangi biaya produksi. seringkali petani dirugikan. lanjut Parno.8 juta per hektar dengan rendemen sekitar 6. garap. harga gula dan penentuan rendemen sangat berpengaruh terhadap hasil akhir pendapatan petani. bila pabrik gula hanya mendapat upah giling. diatur dan disalurkan oleh pabrik gula. Dalam perjanjian tersebut. Pabrik gula hanya menalanginya untuk sementara waktu saja. agar tidak tandasnya. “Pabrik gula mendapat upah giling dan petani mendapatkan sisa 60 % dari nilai jualnya” papar Parno. LMDH memang mendapatkan pinjaman untuk biaya garap lahan. bibit dan pupuk dari pabrik gula sesuai dengan kebutuhannya. dalam penentuan rendemen. Contohnya. pada tahun panen pertama petani nombok. harga yang kami peroleh akan lebih tinggi. Industri gula ini hanya menyalurkan saja. Menurutnya. LMDH akan memiliki posisi tawar yang kuat dalam membela kepentingan petani. Sedangkan biaya lainnya. 57 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . lanjut Parno. Terkadang. tutur Parno. selain mendapat management fee. Parno mengaku bahwa para petani sudah sanggup menanggulanginya sendiri. Sisa hasil usaha yang diterima petani. selama ini LMDH yang berdiri 18 Juni 2002 ini. petani mendapatkan untung sekitar 3 juta dan tahun panen ketiga sampai keempat. modal yang dibutuhkan investasi awal sebesar Rp 7 – 7. merupakan sisa dari nilai penjualan hasil gilingan tebu yang dilakukan oleh pabrik gula. Kami hanya akan menjual ke pabrik yang mau membeli dengan harga tertinggi” Hanya saja. Biaya yang dibutuhkan hanya pemeliharaan dan pemupukan. Rendemen itu ditentukan oleh pabrik gula dan kadang bisa dibeli dengan meminta nilai khusus. Dengan berhubungan langsung. menurut Parno. menggunakan jasa pihak lain yang disebutnya investor. garap lahan dan penanaman. mendapatkan enam juta. Ternyata. Paket pinjaman tersebut harus dikembalikan melalui perhitungan sisa hasil usaha atau dipotong dari hasil panennya. Tingginya biaya pada tahun pertama. pasalnya. Misalnya. molase atau tetes tebu yang selama ini tidak pernah dinikmati petani. “Dengan berhubungan langsung tanpa perantara. pupuk dan sewa lahan. nilai pembagian itu menjadi biaya produksi yang ditanggung petani penggarap. tergantung dengan investor atau terikat dengan pabrik gula. tentunya sisa limbah harus menjadi milik petani. Parno berharap dapat langsung berhubungan dengan pabrik gula. Sedangkan pada tahun kedua dan seterusnya petani tidak mengeluarkan biaya bibit.5 juta per hektar. Pasalnya. LMDH juga masih mendapatkan sisa hasil usaha dari pabrik gula setelah dikurangi kewajiban-kewajibannya.

. Hitung punya hitung. semua berjalan sesuai dengan komitmen yang dijanjikan dan dilaksanakan bersama-sama.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Untuk mewujudkan keinginannya itu. termasuk pemerintah daerah. berusaha mencari kambing hitam untuk tumbal kegundahan. Parno bersama tim LMDHnya. Selamat Berjuang Pak Guru ! Jangan sampai manisnya tebu Gundih terasa pahit di lidah petani penggarap lahan. Barangkali ada yang mau ngutangi kami Mas ?” tanyanya disusul tawa kami berbarengan. untuk memenuhi kebutuhan bibit tebu bagi anggotanya sendiri. “Dengan catatan. tengah bersiap-siap untuk membuat kebun bibit sendiri. dibutuhkan sebesar Rp 1 juta per hektar untuk bibit tebu. Parno memerlukan suntikan dana sebesar Rp 200 juta. memang lebih bijak daripada meratapinya. Parno menyampaikan keyakinannya terhadap implementasi konsepsi PHBM ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa (hutan) Randurejo. dapat mensuplai kebutuhan 10 hektar tanaman tebu. Biaya unuk membuat 1 hektar kebun bibit dibutuhkan sebesar Rp 10 juta. ternyata memang menuntut sinergitas yang selaras dari semua pihak. Di ujung perbincangan. Atau. “Dana itu. Dengan kata lain. Optimalisasi ruang kelola untuk mempercepat dampak PHBM terhadap pembangunan desa hutan. untuk 20 hektar kebun bibit tebu. Satu hektar kebun bibit itu. Perhutani tidak akan mampu menanganinya sendiri” tandasnya.Kembara Tani - 58 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . “Kebun bibit itu dapat menambah penghasilan LMDH dengan cara menjualnya kepada pabrik gula atau ke anggota LMDH yang andilnya ditanami tebu” papar Parno. Mentertawakan kesulitan dan masalah yang kita hadapi.

___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. sinergis. Dalam perjalanan Kembara Tani. diperlukan adanya peningkatan kapasitas kelembagaan yang terlibat dalam PHBM. dan lembaga terkait lainnya. sehingga semua penyelenggaraan kegiatan terkoordinasikan dengan baik. penguatan kelembagaan masih belum opimal dilakukan dan belum maksimal melibatkan stakeholder yang ada. antara lain melalui pendekatan sistem sosial budaya. dan komunitas bisnis (investor. Institusi yang lainnya adalah Perhutani. Pada bagian ini. Pemerintah daerah setempat. Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Goverment Organisation lainnya. kelembagaan yang telah dibangun itu dalam pembinaannya masih terasa lambat dan lemah. pengusaha dan perusahaan swasta). Tampaknya. optimalisai kelembagaan menjadi tahap yang sangat kritis bagi upaya mewujudkan tujuan dari konsepsi PHBM yang sebenarnya. Ellan mensyaratkan adanya mekanisme untuk mengkonversikan aspirasi dan kebutuhan objektif masyarakat. Di sisi lain. banyak ditemukan fakta bahwa betapa sulit membangun apa yang disyaratkan oleh Ellan Barlian tersebut. Ellan pun menyebutkan perlunya melengkapi kebutuhan kelembagaan yang ada. sebagai sebuah mozaik yang belum selesai.3 OPTIMALISASI KELEMBAGAAN Implementasi PHBM tidak dapat berhenti pada telah terbentuknya LMDH di setiap desa hutan. Dalam hal pendekatan kelembagaan. status dan sifat dari masing-masing institusi yang terlibat didalamnya. 59 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pasalnya. baik itu Perum Perhutani. pengakuan dan kejelasan peran. Pasalnya. dalam optimalisasi kelembagaan ini. maka perlu dilakukan pendekatan komprehensif. Masalahnya. menjadi kunci sekaligus energi bagi berjalannya sistem PHBM. dan pengaturan wahana struktural organisasi yang ada serta adanya suritauladan birokrasi dalam melakukan capasity building. menyebutkan bahwa dalam percepatan “membudayakan” PHBM terbangun sebagai suatu sistem. Pemerintah Daerah setempat. secara berkelanjutan. apa yang ditemui di lapangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan optimaliasi kelembagaan. Sebagai sebuah sistem. PHBM menuntut optimalisasi. pendekatan pengembangan ekonomi wilayah dan pendekatan kelembagaan. Kesadaran bahwa kontribusi yang diberikan oleh masing-masing institusi itu memiliki dampak yang signifikan bagi keberhasilannya. LMDH itu sendiri. dalam konsepsi PHBM hanyalah salah satu institusi dari sekian institusi yang turut berperan dan menentukan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan konsepsi PHBM. Adm/KKPH Randublatung. masing-masing institusi tersebut memiliki kepentingan dan alur kerja sendiri (ego sektoral) yang terkadang sulit untuk diselaraskan. dipaparkan potongan-potongan kisah yang berdiri sendiri. Ellan Barlian. memobilisasikan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut.

Dan. tentu tidak akan langsung klop. jawabannya seperti yang kita harapkan” jelasnya. “Paradigma dulu yang dikoreksi kan timber oriented. “Dalam beberapa hal dan di beberapa lokasi. Di sisi kiri pintu masuk. sekarang Perhutani lebih banyak ngurus masyarakat daripada ngurusin kayu. 60 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Dalam proses pembelajaran tersebut. menguatkan tuturannya itu dengan contoh-contoh yang terjadi di lapangan. Tapi. pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah terjawab. sehingga SDMnya lebih ke forester. khususnya pemerintah daerah. Sekarang paradigmanya berubah.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Baik itu Perhutani. forest based management. PHBM ini merupakan media pembelajaran bersama bagi semua pihak yang terlibat dalam implementasinya. menambah kesan elegan. community based management. bagi Perhutani sendiri. berbasis pada masyarakat sebagai bagian dari komunitas yang turut terlibat dalam pengelolaan suberdaya hutan. Sejak awal pendiriannya. Soni Diantoro. SDM Perhutani dipersiapkan untuk mengelola hutan yang orientasinya kayu dan produk olahan tanaman kehutanan. Masyarakat menunggu jawaban. proses pembelajaran itu lebih banyak menyangkut peningkatan kualitas SDM internal. lanjut Insad. akan memerlukan waktu yang cukup panjang.3. Adm/KKPH Pati. percepatan itu diperlukan karena masyarakat memerlukan pembuktian. pohon rindang di kiri kanan pembatas. Adm yang pernah menjadi KSPH Bandung itu menuturkan kondisi umum LMDH di wilayahnya. Menurutnya. sedang sama-sama belajar bagaimana membentuk sinergitas dalam mengelola sumberdaya hutan yang lebih menjamin keseimbangan fungsi-fungsinya” papar Adm yang baru beberapa bulan memimpin KPH Pati ini. Insad mengakui. terdapat sebuah masjid yang semakin menguatkan kesan elegan tersebut. jalan masuk dan keluar satu arah berbentuk setengah lingkaran. apakah benar PHBM mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar hutan? Dan apakah bagi Perhutani sendiri PHBM itu selaras dengan visi. Sesekali. menyambutku ramah di ruang kerjanya.1 PEMBELAJARAN BERSAMA DAN SAMA-SAMA BELAJAR Gedung KPH Pati berdiri kokoh dan sangat megah. Sehingga perlu ada introduksi ilmu-ilmu sosial budaya pada SDMnya” papar Insad seraya berujar. maupun stakeholder lain. Dalam logat sunda yang kental. masyarakat desa hutan dalam LMDHnya. Halaman luas dengan taman yang lapang tepat didepannya. Mohamad Ihsad Setiawan. misi dan tujuan yang diembannya sebagai BUMN. tidak semudah membalik telapak tangan. KSS PHBM KPH Pati. “Sebenarnya. “Tapi juga tidak boleh terlalu lama” tandasnya.

forester tdak banyak belajar bagaimana memasukan variable-variable sosial. Menurut Insad. lanjut Insad. ekonomi dan budaya dalam mengelola hutan. Sebetulnya tidak boleh. saat ini banyak Petinggi yang melarang masyarakatnya menggarap lereng Gunung Muria karena alasan ekologis. kalau menggarap lahan dekat desanya akan berdampak pada meningkatnya bencana longsor didesanya. ”Dulu Pati tidak pernah banjir. Masyarakat di satu desa tidak mau menggarap lahan hutan yang berdekatan dengan desanya. Ada yang unik terkait dengan kesadaran ekologis masyarakat dan tuntutan kebutuhan hidupnya. Atau setidaknya. tapi sekarang banjir sampai ke tengah kota” tuturnya. tambahnya. 1. ekonomi dan budaya kondisinya berbeda-beda “ sela Soni. Makanya menggarap di desa lainnya dengan pikiran kalau pun terjadi bencana tidak menimpa desanya. Menurut Soni. lanjut Insad. “Tapi. Konservasi vs Kemiskinan Terkadang. apa yang terjadi di lereng Gunung Muria merupakan contoh bagaimana benturan itu terjadi.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Hartus jujur diakui. variable-variable tersebut terkadang sangat dominan. Sebagian besar desa yang berbatasan dengan hutan termasuk dalam kategori desa tertinggal dan kondisi kesejahteraan masyarakatnya relatif rendah. ada fenomena silang garap di masyarakat lereng Gunung Muria. “Ini salah satu upaya internal. aparatur Perhutani mau tidak mau dan harus mampu berinteraksi dengan masyarakat yang secara sosial. Hal itu karena mereka sadar. tapi menggarap lahan yang berada di desa lainnya. Namun demikian. “Warna yang putih di puncak itu adalah pemukiman dan disekelilingnya hutan” ujarnya. “Masyarakat masih menggarap lahan di situ untuk usaha tani. Banyak sumur yang sudah pensiun. Oleh karena itu. karena sudah beberapa kali digali sampai tidak dapat mengeluarkan air lagi. upaya melakukan konservasi berbenturan dengan kondisi kemiskinan masyarakat di sekitar hutan. warga desa lain pun berpikir hal yang sama. sehingga akhirnya bencana terjadi dimana-mana. termasuk didesanya” paparnya diiringi 61 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . untuk membekali aparatur Perhutani di lapangan dengan ilmu-ilmu baru. Bahkan. Apalagi dengan PHBM. tapi kita pun sadar bahwa itu merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya” paparnya seraya menunjuk peta pangkuan. “Padahal di lapangan. beberapa waktu lalu KPH Pati menggelar pelatihan penyuluhan untuk para mandor. penyadaran ekologis di masyarakat sudah mulai berkembang karena dampak dari rusaknya hutan sangat terasa. menyegarkan kembali pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya” jelas Insad.

Sementara itu. dengan melakukan optimalisasi kelembagaan yang tepat dan terarah bagi semua lembaga yang terkait dalam PHBM. Di lereng Muria. Kedua. Kebetulan. bisa menjadi salah satu pilihan dalam rangka optimalisasi itu. akan dapat mempercepat terwujudnya tujuan PHBM. kan belajar dari PHBM” balasnya disusul tawa kami berbarengan. Pasalnya. sehingga banyak wilayah pemukiman yang berada di dalam wilayah hutan. Pertama. “Wah. Pasar pun terjamin dan dengan memutus rantai tataniaganya. saat ini banyak LMDH yang mengolah sendiri hasil panennya. Akumulasi dari tiga hal tadi. “Lho. mereka sangat menyadari bahwa mereka 62 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Pendekatan Ekonomi sebagai Solusi Salah satu solusi yang kini tengah menjadi perhatiannya adalah mencari sumber-sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa hutan. didesanya juga lebih sulit lagi mencari pekerjaan. harga yang diterima petani pun menjadi jauh lebih tinggi. Banyak yang dulu merantau ke Jakarta. Dalam pandangannya. Insad yakin. “Memutus rantai tata niaga hasil panen petani. “Dengan adanya investor.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ tawa kami. investor ini punya kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah yang dihadapi MDH” jeasnya. Menurutnya. Setidaknya. tambah Insad. karena hasil panen diserap dan diolah langsung. mereka pun perlu mempertahankan hidup” ujar Insad lirih. luas wilayah desa lebih kecil dari luas hutannya. menurut Insad. 2. mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada. seperti membuat keripik singkong atau talas. pekerjaan sulit. Itu kan artinya. petani dapat berkonsentrasi pada masalah budidaya dan hasil panennya diurus oleh investor tadi. tutur Insad. lanjut Insad. analisa Pak Adm sudah seperti sosiolog nih” ujarku menggoda. Ada kopi Sekar produk LMDH Pati yang bekerja sama dengan investor. ada tiga hal pokok yang menjadi penyebabnya. “Kami datangkan investor untuk mengolah kopinya MDH menjadi produk jadi. LMDH harus memiliki peran dan berfungsi untuk dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat yang menjadi anggotanya” ujar Insad. ada kopi seluas 750 hektar. Bahkan. jumlah penduduk padat dan terus bertambah. tidak ada masyarakat di sekitar hutan yang secara sengaja ingin merusak hutan yang ada di sekitarnya. tapi bagaimana lagi. Pada dasarnya. sekarang kembali lagi karena pekerjaan di kota pun sulit. mengurangi tekanan terhadap hutan hanya dapat dilakukan dengan pendekatan ekonomi dengan cara mencari upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya. pendapatan petani bertambah dengan tanpa menambah luas lahan penanaman. hampir dua kali lipatnya” tutur Insad bangga. Ketiga. “Mereka merasa bersalah telah menggarap lahan. menyebabkan meningkatnya masalah-masalah sosial yang pada akhirnya terkonversi pada tekanan terhadap hutan yang semakin kuat.

Hanya saja. Sebagai BUMN. Perhutani hanya memiliki kewajiban moral untuk bersama-sama dengan pihak lainnya mewujudkan hal itu. telah cukup memberi pelajaran yang berharga. menurutnya. jangan setengah-setengah. Kita harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah berani kita mulai. Meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan. Bencana-bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini. apalagi berhenti di tengah-tengah” tandasnya di akhir perbincangan. Insad menyadari pula bahwa Perhutani tidak mungkin mengatasi persoalan tersebut sendirian. merupakan tanggung jawab semua pihak.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ sendiri yang akan pertama-tama merasakan dampak dari kerusakan itu. menurutnya. kita pun harus berani menyelesaikannya sampai benar-benar tuntas. untuk dapat lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing dalam sistem PHBM ini. Selamat Berjuang Kang ! Semoga hutan Pati kembali lebat dan lestari. Perhutani harus mampu menstimulir dan memberikan penyadaran pada semua lembaga yang terlibat.Kembara Tani - 63 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Jika berani memulai. . “Mau tidak mau.

3. menurut Ngadirin. LMDH dan Perhutani beserta pemerintah daerah dengan instansi-instansi terkaitnya. Asper sebagai Pembina dan Muspika sebagai Pengarah/Penasehat. Perhutani dan Desa. mau tidak mau semua akan turun tangan. setidaknya Asda I atau II. libatkan semua stakeholder lapangan dalam struktur LMDH. kades dan instansi-instansi terkaitnya juga pada datang. punya tips yang unik dalam ngurus LMDH yang kebanyakan berkategori ‘kurus’ di wilayah kerjanya. Muspika akan menjadi mediator yang strategis. membangun masyarakat desa hutan yang maju. “Tidak mungkin kita hanya menunggu dan berharap stakeholder mau ikut terlibat. ada 3 hal yang menjadi kunci pokok dalam ‘ngurus’ LMDH yang telah dilakukannya. Kebanyakan dari mereka belum paham apa dan bagaimana sistem PHBM ini. mandiri dan sejahtera itu tugas bersama. baru LMDH terbentuk dengan sendirinya. Jika ada masalah. Disangkanya PHBM ini program Perhutani. urusan Perhutani ya biarin saja Perhutani yang repot sendiri” ujarnya menirukan salah satu stakeholder.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ 3. Ketua BPD dan Kepala Desa sebagai Pelindung. meski terpaksa” ujarnya diiringi tawa. Dalam sosialisasi ini pun harus melibatkan stakeholder. instansi terkait dan LSM. langka kerja pertama adalah melakukan inventarisasi potensi desa hutan. mutlak diperlukan. termasuk jajaran aparatur pemerintah daerah setempat untuk mau turun langsung dan terlibat dalam PHBM. KSS PHBM KPH Kebonharjo.2 PEMBELAAN BERBUAH LOYALITAS Ngadirin. dapat menjamin sinergitas antara LMDH. Pertama. gambaran isi AD/ART LMDH dan penjelasan-penjelasan lainnya. Inventarisasi ini penting sebagai data awal menyusun rencana. awali dengan sosialisasi yang benar tentang PHBM. “Jika ada kegiatan LMDH. harus ada yang proaktif dan jemput bola untuk menciptakan sinergitas di lapangan. sehingga tidak menyulitkan dalam pembinaannya. saya selalu melibatkan pihak Pemkab. 64 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Sehingga. Ketiga. Optimalisasi kelembagaan. Lebih jauh. Kedua. serta Sekretaris Desa sebagai Ketua Forkom PHBM Desa. lanjutnya. Menurutnya. Minimal harus ada 60 % masyarakat desa hutan yang paham PHBM. Formula seperti itu. Biarkan LMDH terbentuk secara alami dan jangan ditarget buru-buru harus terbentuk LMDH. Menurut Ngadirin. Padahal. Tidak tanggung-tanggung. sampai melabrak komisi B DPRD karena aspirasi LMDHnya tidak ditanggapi. karena LMDH dikembangkan harus berdasarkan potensinya dan nilai-nilai lokal yang dimilikinya. otomatis camat. menyusun Participatory Conservation Planning sebagai sebuah rencana strategis. Ngadirin ‘memaksa’ stakeholder. Seharusnya semua itu dilakukan sejak dari awal. Kalau perlu.

pejabat itu paham dan mendukung program-program LMDH. Saya bawa SK Gubernur tentang PHBM dan saya jelaskan bahwa secara struktural dirinya ikut bertanggungjawab untuk mengamankan sk tersebut dan menjamin keberhasilan PHBM” tandasnya. dengan begitu semua pihak akan dipaksa ikut terlibat. Menurutnya. sebagaimana tergambar di bawah ini. semua tersusun dalam program-program yang dibuatnya. “Ada juga yang menganggap LMDH itu illegal. Bahkan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dari rencana strategis itu. Ngadirin membuat bagan yang menggambarkan alur optimalisasi kelembagaan yang telah dilakukannya. pernah pula sampai ke DPRD untuk meminta dukungan APBD dan APBN dengan dikawal oleh LSM. Di lapangan. “Dana-dana untuk masyarakat banyak yang tidak terserap dan dikembalikan karena aspirasinya tidak masuk. program-program kemudian ditawarkan kepada setiap instansi. terkait dengan instansi mana aspirasi yang itu. Ini lho aspirasi masyarakat desa hutan. siapa yang harus memfasilitasi. Akhirnya. Social Mapping & PCP LMDH Perhutani Stakeholder RENSTRA RENSTRA Pemerintah Daerah Masyarakat Desa Hutan yang Maju. Ngadirin mengaku masih menemukan kendala-kendala. siapa leading sektornya. “Keikutsertaan LSM ini penting karena biasanya mereka tahu bocoran-bocoran informasi yang menguntungkan masyarakat desa hutan” ujarnya tersenyum penuh arti. Siapa yang akan membiayai aspirasi masyarakat yang ini. Perhutani cukup menjadi mediator dan melakukan pendekatan ke stakeholder. lanjut Ngadirin. diantaranya ego sektoral yang masih kental dan pemahaman pejabat setempat yang kurang terhadap sistem PHBM. Sejahtera Program-program di serahkan ke setiap sektor / instansi terkait Terkait dengan pelaksanaan Social Mapping dan Participatory Conservation Planning. Ngadirin menyebutkan bahwa sampai pada 2009 direncanakan 58 desa sudah selesai melakukannya. Mandiri. Apa yang akan dilakukan pemerintah daerah melalui dinas instansi terkait untuk memanfaatkan potensi-potensi tadi” papar Ngadirin bersemangat. bawa LSM dan wartawan biar jelas arahnya. 65 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Secara garis besar.

seperti yang ditunjukkan oleh LMDH Karangtengah misalnya. yang jauh lebih penting adalah berbagi hati untuk bersama-sama menciptakan hutan yang lestari” tandasnya menutup perbincangan. 1. tetapi setelah didekati dan dijelaskan. Berbagi itu kan tidak hanya berkonotasi fisik. jangan menunggu” tandasnya. Ketua 66 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . 2. kami pun belajar bagaimana bersinergis dengan kehidupan dan nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. Tapi. para pencuri itu sering menggunakan dan mempengaruhi warga desa hutan untuk mau mencuri di wengkon LMDH lainnya. Beri Kami Kesibukan Di tempat terpisah. Tapi. Tapi karena kesadaran tadi. kayu dan lahan. loyalitas masyarakat desa hutan pun berdampak pada rasa aman aparatur Perhutani di lapangan. harus menjadi satu kesatuan pangkuan hutan. Selain itu. Salah satunya. Menurutnya. lalu pengurus LMDH melakukan investigasi kejadian khusus dan menyelesaikan masalahnya. menjaga kelestarian hutan tidak terbatas pada wengkonnya.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ Dulu. Bagi mereka. Oknum-oknum pencuri kayu sekarang takut sama LMDH karena mereka kompak dan berani. Seringkali mereka lebih dahulu tahu bila ada rencana pencurian dan melaporkannya kepada kami” tutur Ngadirin membanggakan kesadaran LMDH-LMDH di wilayah kerjanya. Pernah ada petugas yang dikeroyok warga yang bukan anggota LMDH. mereka berani menangkap truk sendiri. “Kuncinya adalah komunikasi yang proaktif dan intensif. dibenarkan para pengurus LMDH Reksa Wana Kumala. Bahkan. “Komunikasi seperti itu yang membuat kondusif. warga desa yang diajak mencuri tadi melaporkan kepada LMDHnya dan pengurus LMDH kemudian memberi tahu LMDH lain yang wengkonnya menjadi target pencurian. ada pemerintah desa yang menolak PHBM. secara swadaya LMDH-LMDH itu melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif. Dan. Pengamanan hutan yang dilakukan oleh LMDH itu merambah ke wengkon LMDH lainnya. “Tidak ada instruksi dari Perhutani untuk melakukan pengamanan terpadu seperti itu. tutur Ngadirin. Berbuah Loyalitas Upaya gigih Perhutani dalam membela kepentingan masyarakat desa hutan yang dilihat dan dirasakan masyarakat. pada akhirnya melahirkan loyalitas yang mengagumkan. dulu termasuk rengking satu kerawanan di Jateng” tuturnya. pengakuan Ngadirin perihal pembelaan terhadap kepentingan masyarakat desa hutan. akhirnya malah berinisitaif untuk membentuk LMDH dan mengimplementasikan PHBM. “Kami menganggap LMDH itu teman dan mitra kerja. Sumardi. Oleh karena itu dalam hal pengamanan hutan. Saling berbagi pengetahuan. Ada training yang diperuntukan bagi pengurus LMDH. Padahal.

diantara oknum-oknum tersebut ada pula yang aparatur Perhutani. Mentari semakin redup tatkala NASHA ku pacu meninggalkan Kebonharjo menuju Mantingan. Berkaitan dengan upaya memberikan lapangan pekerjaan. tutur Sumardi. Masalahnya. daya survival masyarakat desa hutan itu sebetulnya tinggi karena ditempa oleh keterbatasan alam. Potensi yang dimiliki warga. Reksa berarti menjaga dan Wana Kumala berarti hutan yang indah. sebuah nama penuh arti sekaligus mengandung konsekwensi yang tidak ringan. Wakil Ketua. Menurut kedua insan pendidikan itu. aspirasi warga masyarakat desa hutan kami perjuangkan sekuat tenaga. terkadang ada oknum-oknum yang bersikap kontra produktif dengan cara mengompori warga. Tidak menyerah pada alam dan tidak pula berhenti karena menghadapi segudang masalah. Apabila warga masyarakat merasa kepentingannya diprioritaskan.___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ LMDH didampingi Bambang. “Renstra kami harus mendapat respon dan difasilitasi dengan dukungan dananya” ujar Bambang. Bambang berharap agar dinas instansi terkait memberikan kemudahan regulasi. menuturkan bahwa prioritas LMDH adalah memberi kesibukan produktif bagi warga masyarakat. Menurutnya. Pasalnya.Kembara Tani 67 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah . Oleh karena itu. “Bagaimana pun. Menjaga agar hutan tetap indah dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya. memang tidak mudah dan perlu perjuangan yang tiada kenal lelah. rembug masalah dapat menjadi semacam integrated stakeholder yang menelurkan solusi-solusi bagi masalah yang dihadapi bersama dalam mewujudkan tujuan PHBM itu sendiri. Mereka ulet dan keinginan untuk maju sangat besar serta memiliki greget yang tinggi. lanjut Sumardi. Bahkan. . tekanan terhadap hutan akan semakin berkurang hingga sampai titik tidak ada lagi pencurian. Termasuk memahami kondisi sosial masyarakat dan aspirasi yang muncul darinya. maka dengan sendirinya mereka akan merespon program-program yang tertuang dalam renstra. Menurutnya. “Padahal kami juga ada pengertian untuk internal” ujarnya diplomatis. Namun Sumardi mengaku. mensejahterakan masyarakat adalah tugas pokok pemerintah yang diamanatkan undang-undang dan sebagai bagian dari masyarakat kami berperan aktif membantu tugas itu” ujarnya menutup perbincangan. Tapi justru dalam hal ini lah kami memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus ditanggulangi bersama” paparnya. pemahaman dari seluruh pejabat instansi terkait sangat berpengaruh terhadap keberhasilan PHBM. kami fasilitasi untuk dikembangkan. dengan adanya sumber pendapatan bagi warga masyarakat desa hutan. lanjut Bambang. Reksa Wana Kumala. bagaimana kita mengarahkan dan memfasilitasi aspirasinya.

Garuda. agar kekhilafan tak lagi terulang dan berulang-ulang. bukan sekedar alat menggapai mimpi hutan lestari. Semoga. dimana sejuta tangan lemah terkulai merenda perubahan agar luka tak semakin menganga. Meretas jalan menuju desa maju. mandiri dan sejahtera. atau angan-angan menuai kesejahteraan di batas hutan.… Kinanti di tepi hutan jati mengalun lirih mengukir hati. Ternyata.… Meski sedikit yang ku saksikan dari bukti ketulusan untuk berbagi. Garuda. Maret 2006 Kembara Tani 68 Catatan Perjalanan Kembara Tani di Batas Hutan Jawa Tengah .___________________Pagar Kesejahteraan di Batas Hutan_____________________ dari Merpati kepada Garuda Garuda. menanam pagar kesejahteraan ditepian batas hutan. membangun kemandirian bangsa. Sebuah pembaharuan tengah bergulir di sepanjang batas hutan.… Kepakan sayapmu dan hinggaplah di bats hutan Jawa dimana rentang benang kusut masai tengah terurai. dendang kearifan membasuh luka lama dengan rasa menabur benih harapan. tapi satu keyakinan yang mengiringi langkah anak negeri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful