Cincin Waldeyer

Pembimbing : Dr. Yuswandi Affandi Sp.THT-KL Dr. Ivan Djajalaga, M.Kes, Sp.THT-KL

Penyusun : Yuriko Feris

Bagian THT Rumah Sakit Umum Daerah Karawang I Agustus 2011 – 10 September 201
KATA PENGANTAR
1

THT dan Dr. Ivan Djajalaga. Karawang. Yuswandi Affandi Sp. M. Semoga referat ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang THT khususnya dan bidang kedokteran yang lain pada umumnya. Penulis menyadari bahwa referat ini masih terdapat banyak kekurangan.THT selaku dokter pembimbing dalam kepaniteraan klinik THT ini dan rekan-rekan koas yang ikut membantu memberikan semangat dan dukungan moril. 4 July 2011 Penulis DAFTAR ISI 2 . Sp.Kes.Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan petunjuk-Nya penulis dapat menyelesaikan referat berjudul Cincin Waldeyer ini tepat pada waktunya. Referat ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik di bagian Telinga Hidung dan Tenggorok RSUD Karawang. Oleh karena itu. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I BAB II BAB III BAB IV Pendahuluan Embriologi Anatomi Fisiologi 1 2 3 4 5 12 DAFTAR PUSTAKA 15 BAB I PENDAHULUAN 3 .

Jaringan limfoid yang mengelilingi faring. pertama kali digambarkan anatominya oleh Heinrich von Waldeyer. Kelenjar ini tersebar dalam fossa Rossenmuler. dibawah mukosa dinding faring posterior faring dan dekat orifisium tuba eustachius (tonsil Gerlach’s). Jaringan limfoid lainnya yaitu tonsil lingual. BAB II EMBRIOLOGI 4 .Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus didalamnya. pita lateral faring dan kelenjar-kelenjar limfoid. tonsil palatina dan tonsil lingual yang ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin waldeyer. seorang ahli anatomi Jerman. Terdapat 3 macam tonsil yaitu tonsil faringeal (adenoid).

Bagian yang mengalami invaginasi akan membagi lagi dalam beberapa bagian. yang akhirnya terbentuk jaringan ikat limfoid. dengan demikian terbentuklah massa jaringan tonsil. berasal dari epitel permukaan. sehingga terjadi kripta. yang kemudian ditutupi epitel.6 kehidupan janin. Pada bulan ke 3 tumbuh limfosit di dekat epitel tersebut dan terjadi nodul pada bulan ke 6. Kripta tumbuh pada bulan ke 3 . Selanjutnya terbentuk fosa tonsil pada bagian dorsal kantong tersebut.Pada permulaan pertumbuhan tonsil. BAB III ANATOMI 5 . Kapsul dan jaringan ikat lain tumbuh pada bulan ke 5 dan berasal dari mesenkim. terjadi invaginasi kantong brakial ke II ke dinding faring akibat pertumbuhan faring ke lateral.

orofaring. Bagian bawah faring dikenal dengan nama hipofaring atau laringofaring. meluas dari batas bawah palatum molle sampai permukaan lingual epiglotis. faring dibagi menjadi 3 bagian utama: nasofaring. dan tonsila lingualis yang ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin Waldeyer. Unsur yang lain adalah tonsil lingual.Cincin waldeyer merupakan jaringan limfoid yang mengelilingi faring. Untuk kepentingan klinis. terdiri dari Tonsila pharingeal (adenoid). sedang tonsila faringeal lebih dikenal sebagai adenoid. Dalam pengertian sehari-hari yang dimaksud dengan tonsil adalah tonsila palatina. diliputi epitel skuamosa dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus didalamnya (UI). Bagian tengah faring disebut orofaring. menunjukkan daerah jalan nafas bagian atas yang terpisah dari saluran pencernaan bagian atas. Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid yang terdapat di dalam faring. dan Tonsila lingualis. Pada orofaring yang disebut juga mesofaring. di bawah mukosa dinding posterior faring dan dekat orifisium tuba eustachius. dan laringofaring. Satu pertiga bagian atas atau nasofaring adalah bagian pernafasan dari faring dan tidak dapat bergerak kecuali palatum molle bagian bawah. 6 . terdapat cincin jaringan limfoid yang melingkar dikenal dengan Cincin Waldeyer. tonsila palatina (tonsil faucium). Bagian terpentingnya adalah tonsil palatina dan tonsil faringeal (adenoid). gugus limfoid lateral faring dan kelenjar-kelenjar limfoid yang tersebar dalam fosa Rosenmuller. Tonsila palatina. Terdapat 3 macam tonsil yaitu tonsila faringeal (adenoid).

Epiglottis Tonsila Faringeal (adenoid) Adenoid merupakan masa limfoid yang berlobus dan terdiri dari jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat pada tonsil. Palatine tonsil 3. Jaringan adenoid di nasofaring terutama ditemukan pada dinding atas dan posterior. Tidak ada jaringan khusus yang memisahkan adenoid ini dengan m. Jugularis interna. Tonsila Lingualis Merupakan kumpulan jaringan limfoid yang tidak berkapsul dan terdapat pada basis lidah diantara kedua tonsil palatina dan meluas ke arah anteroposterior dari papilla sirkumvalata ke epiglottis. Lingual tonsil 4.1. Lobus ini tersusun mengelilingi daerah yang lebih rendah di bagian tengah. Apabila adenoid membesar maka akan tampak sebagai sebuah massa yang terdiri dari 4-5 lipatan longitudinal anteroposterior serta mengisi sebagian besar atas nasofaring. walaupun dapat meluas ke fosa Rosenmuller dan orifisium tuba eustachius Pada masa pubertas adenoid ini akan menghilang atau mengecil sehingga jarang sekali dijumpai pada orang dewasa. Lobus atau segmen tersebut tersusun teratur seperti suatu segmen terpisah dari sebuah ceruk dengan celah atau kantong diantaranya. Jaringan limfoid ini menyebar ke arah lateral dan ukurannya 7 . adenoid mengandung sedikit sekali kripta dan letak kripta tersebut dangkal. dikenal sebagai bursa faringeus. Berlainan dengan tonsil. Nasofaringeal yaitu cabang dari saraf otak ke IX dan juga melalui N. Adenoid mendapat darah dari cabang-cabang faringeal A. konstriktor superior sehingga pada waktu adenoidektomi sukar mengangkat jaringan ini secara keseluruhan. Sedangkan persarafan sensoris melelui N. Pada umumnya adenoid akan mencapai ukuran maksimal antara usia 3-7 tahun kemudian akan mengalami regresi. Karotis interna dan sebagian kecil dari cabang-cabang palatina A. Vagus. Maksilaris. Pharyngeal tonsil 2. Ukuran adenoid bervariasi pada masing-masing anak. Darah vena dialirkan sepanjang pleksus faringeus ke dalam V. Adenoid terletak pada nasofaring yaitu pada dinding atas nasofaring bagian belakang.

Dibatasi oleh: • • Lateral : M. berbentuk oval dengan ukuran dewasa panjang 20-25 mm. Tonsil tidak selalu mengisi seluruh fosa tonsilaris. bakteri. palatoglosus 8 . lebar 15-20 mm. dan dibatasi oleh pilar anterior (otot palatoglosus) dan pilar posterior (otot palatofaringeus). Jugularis interna. tebal 15 mm. Sel-sel limfoid ini sering mengalami degenerasi disertai deskuamasi selsel epitel dan bakteri. dan sisa makanan. Tonsila lingualis mendapat perdarahan dari A. daerah yang kosong diatasnya dikenal sebagai fosa supratonsilar Tonsil terletak di lateral orofaring. Kripta dengan ukuran terbesar terletak pada pole atas tonsil dan disebut kripta superior. yang akhirnya membentuk detritus. Jumlah kripta tonsil berkisar antara 20-30 buah. Beberapa kripta ada yang berjalan kearah dalam substansia tonsil dan berakhir dibawah permukaan kapsul. dan berat sekitar 1. Pada permukaannya terdapat kripta yang dangkal dengan jumlah yang sedikit. Tonsila Palatina Tonsil terletak di bagian samping belakang orofaring. Karotis eksterna.5 gram. IX. berbentuk celah kecil yang dilapisi oleh epitel berlapis gepeng. Darah vena dialirkan sepanjang V. sedangkan pada wanita berat bertambah pada masa pubertas dan kemudian menyusut kembali.. Berat tonsil pada laki-laki berkurang dengan bertambahnya umur. limfosit. Kripta superior sering menjadi tempat pertumbuhan kuman karena kelembaban dan suhunya sesuai untuk pertumbuhan kuman. Permukaan tonsil merupakan permukaan bebas dan mempunyai lekukan yang merupakan muara dari kripta tonsil. dalam fossa tonsilaris. Tonsil palatina adalah suatu massa jaringan limfoid yang terletak di dalam fosa tonsil pada kedua sudut orofaring. Dipisahkan dari otot-otot lidah oleh suatu lapisan jaringan fibrosa. Aliran limfe menuju ke kelenjar servikalis profunda. Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm. Lingualis yang merupakan cabang dari A. Lingualis ke V. juga karena tersedianya substansi makanan di daerah tersebut. normalnya mengandung sel-sel epitel. Persarafannya melalui cabang lingual N. antara 30-100 buah. Jumlahnya bervariasi.mengecil. konstriktor faring superior Anterior : M.

Kapsul tonsil tersebut masuk ke dalam jaringan tonsil.• • • Posterior : M. Pada saat tonsilektomi. yang penting peranannya dalam pembentukan abses peritonsil. palatofaringeus Superior : Palatum mole Inferior : Tonsil lingual Secara mikroskopik tonsil terdiri atas 3 komponen yaitu jaringan ikat. konstriktor faringeus. Plika ini penting karena sikatrik yang terbantuk setelah proses tonsilektomi dapat menarik folikel tersebut ke dalam fossa tonsilaris. folikel germinativum (merupakan sel limfoid) dan jaringan interfolikel (terdiri dari jaringan limfoid).5 Fossa tonsilaris di bagian depan dibatasi oleh pilar anterior (arkus plalatina anterior). Permukaan lateral tonsil ditutupi oleh kapsula fibrosa yang kuat dan berhubungan dengan fascia faringobasilaris yang melapisi M. jaringan areolar yang lunak antara tonsil dengan fosa tonsilaris mudah dipisahkan. yang kemudian bersatu di pole atas dan selanjutnya bersama-sama dengan m. Kutub bawah tonsil melekat pada lipatan mukosa yang disebut plika triangularis. Bagian atas fossa tonsilaris kosong dinamakan fossa supratonsiler yang merupakan jaringan ikat longgar. Palatina membentuk palatum molle. letaknya dekat dengan ruang supratonsil dan disebut glandula salivaris mukosa dari Weber. membentuk septa yang mengandung pembuluh darah dan saraf tonsil. Pada plika ini terdapat massa kecil lunak. disebut sebagai plika semilunaris. sedangkan di bagian belakang dibatasi oleh pilar posterior (arkus palatina posterior). Pole atas tonsil terletak pada cekungan yang berbentuk bulan sabit. 9 . sehingga dapat dikelirukan sebagai sisa tonsil. dimana pada bagian bawahnya terdapat folikel yang kadang-kadang membesar.

3. sehingga sulit dibedakan dengan abses peritonsil. palatoglosus . Ruang retromolar Terdapat tepat di belakang gigi molar 3. Ruang parafaring (ruang faringomaksila . Ruang peritonsil (ruang supratonsil) Berbentuk hampir segitiga dengan batas-batas : . berbentuk oval. 2. palatofaringeus . menjadi abses peritonsil. sehingga bila terjadi abses. temporalis.Lateral & posterior : m.Anterior : m. yang bila terinfeksi dapat menyebar ke ruang peritonsil.Dasar segitiga : pole atas tonsil Dalam ruang ini terdapat kelenjar salivarius Weber. Di sebelah medial terdapat m. Pterygoideus internus dan bagian atas terdapat fasikulus longus M. ruang pterygomandibula) Merupakan ruang yang lebih besar dan luas serta banyak terdapat pembuluh darah besar. Ketiga ruang potensial tersebut adalah : 1. sementara pada bagian postero-medialnya terdapat m. Adapun batas-batas ruang ini adalah 10 .Di sekitar tonsil terdapat 3 ruang potensial yang secara klinik sering menjadi tempat penyebaran infeksi dari tonsil. Bila terjadi abses hebat pada daerah ini akan menimbulkan gejala utama trismus disertai sakit yang amat sangat. Buccinator. berbahaya sekali. merupakan sudut yang dibentuk oleh ramus dan korpus mandibula.

lebih kecil. Vagus dan saraf-saraf simpatis. mastoiditis.Lateral : fascia m. Konstriktor faringeus superior : Ramus ascendens mandibula.Superior .Posterior : Otot-otot prevertebra Ruang parafaring ini terbagi 2 (tidak sama besar) oleh prosesus styloideus dan otot-otot yang melekat pada prosesus styloideus tersebut : Ruang pre-styloid. Aliran limfe dari parenkim tonsil ditampung pada ujung pembuluh limfe eferen yang terletak pada trabekula. parotitis. Pterygoideus interna dan bagian posterior kelenjar parotis .Inferior . N. Ruang retrofaring Batas-batasnya adalah sebagai berikut : . V.Superior . Konstriktor superior : fascia prevertebralis : basis cranii : mediastinum setinggi bifurkasio trakea : parafaringeal space Aliran Limfe Tonsil Tonsil tidak mempunyai sistem limfatik aferen.Inferior . Konstriktor faringeus superior. karies gigi atau tindakan operatif. abses dapat timbul oleh karena : radng tonsil. Jugularis. Ruang post-styloid. lebih besar. yang kemudian membentuk pleksus pada permukaan luar tonsil dan berjalan menembus M.Lateral : Basis kranii dekat foramen jugulare : Os hyoid : M. di dalamnya terdapat : A. Ruang parafaring ini hanya dibatasi oleh fascia yang tipis dengan ruang retro faring. karotis interna. selanjutnya menembus fascia bukofaringeus dan akhirnya menuju kelenjar 11 .Anterior .Posterior ..Medial . tempat m.

Tonsilaris. cabang A. cabang A. Lingualis Dorsalis. Vaskularisasi Tonsil Tonsil diperdarahi oleh beberapa cabang pembuluh darah. Lingualis dan pleksus venosus faringeal.servikalis profunda yang terletak sepanjang pembuluh darah besar leher.A. Palatida Descenden dan cabangnya. cabang A. Karotis Eksterna. Fasialis. glossopharingeus. Fasialis. BAB IV FISIOLOGI Fungsi jaringan limfoid faring adalah memproduksi sel-sel limfosit tetapi peranannya sendiri dalam mekanisme pertahanan tubuh masih diragukan. Penelitian menunjukkan bahwa 12 . memperdarahi daerah antero-superior Daerah vena dialirkan melalui pleksus venosus perikapsular ke V. Jugularis Interna. Faringeal Ascenden.A. Nervus trigeminus mempersarafi bagian atas tonsil melalui cabangnya yang melewati ganglion sphenopaltina yaitu n. Bagian bawah tonsil dipersarafi n. Persarafan Tonsil Persarafan tonsil berasal dari saraf trigeminus dan saraf glossopharingeus. Pembuluh vena tonsil berjalan dari palatum. Palatina Minor.A. A. memperdarahi daerah posterosuperior . cabang A. yang kemudian bermuara ke V. untuk selanjutnya bermuara ke dalam duktus torasikus. Maksilaris Interna. palatina. menyilang bagian lateral kapsula dan selanjutnya menembus dinding faring. memperdarahi daerah antero-inferior .A.A. Kemudian aliran limfe ini dilanjutkan ke nodulus limfatikus daerah dada. yaitu : . memperdarahi bagian postero inferior . Palatina Mayor dan A. di belakang dan di bawah arkus mendibula. Palatina Ascenden. memperdarahi daerah antero-media .

biasanya ukurannya kecil.1-0. dan APCs yang berperan dalam transportasi antigen ke sel limfosit sehingga terjadi sintesis imunoglobin spesifik. 2) sebagai organ utama produksi antibodi dan sensitisasi sel limfosit T dengan antigen spesifik. Sewaktu baru lahir tonsil secara histologis tidak mempunyai centrum germinativum. Tonsil merupakan organ limfotik sekunder yang diperlukan untuk diferensiasi dan proliferasi limfosit yang sudah disensitisasi. limfosit T. Dengan masuknya kuman ke dalam 13 . Tonsil merupakan jaringan limfoid yang mengandung sel limfosit. sedangkan di darah 55-75%:15-30%. sel plasma dan sel pembawa IgG. Pada beberapa tempat lapisan mukosa tonsil sangat tipis sehingga menjadi tempat yang lemah terhadap masuknya kuman ke dalam jaringan tonsil. yaitu : 1. barulah mulai terjadi pembesaran tonsil dan adenoid.2% dari keseluruhan limfosit tubuh pada orang dewasa.tonsil memegang peranan penting dalam fase-fase permulaan kehidupan terhadap infeksi mukosa nasofaring dari udara pernafasan sebelum masuk ke dalam saluran nafas bagian bawah. Pada tonsil terdapat sistem imun kompleks yang terdiri atas sel M (sel membran). yang menyebabkan jaringan lokal resisten terhadap organisme patogen. karena pada daerah ini terdapat mekanisme pertahanan dan hubungan timbal balik antara berbagai jenis kuman. Pada waktu pubertas atau sebelum masa pubertas. Juga terdapat sel limfosit B. sel dendrit. Proporsi limfosit B dan T pada tonsil adalah 50%:50%. 0. Terdapat 2 bentuk mekanisme pertahanan tubuh. Penelitian terakhir menyatakan bahwa tonsil memegang peranan dalam memproduksi Ig-A. makrofag. Mekanisme pertahanan non spesifik Berupa kemampuan sel limfoid untuk menghancurkan mikroorganisme. Tonsil mempunyai 2 fungsi utama yaitu 1) menangkap dan mengumpulkan bahan asing dengan efektif. terjadi kemunduran fungsi tonsil yang disertai proses involusi. Hasil penelitian mengenai kadar antibodi pada tonsil menunjukkan bahwa perenkim tonsil mempunyai kemampuan untuk memproduksi antibodi. yamg pada permulaan kehidupan masa kanak-kanak dianggap normal dan dipakai sebagai indeks aktifitas sistem imun. Setelah antibodi dari ibu habis. Kuman-kuman patogen yang terdapat dalam flora normal tonsil dan faring tidak menimbulkan peradangan.

2. Oleh karena itu. adenoid. anafilaksis. urtikaria. dan angioedema. dimana sel-sel tersebut mengandung granula yang berisi mediator vasoaktif. dalam hal ini adalah elemen tonsil. yaitu atopi. dan kripta tonsil. IgA mencegah terjadinya penyakit autoimun. maka dapat terjadi pembesaran tonsil.lapisan mukosa. Disamping itu. Bila ada alergen. bukanlah menghancurkan antigen akan tetapi mencegah substansi tersebut masuk ke dalam proses imunologi. IgA merupakan barier untuk mencegah reaksi imunologi serta untuk menghambat proses bakteriolisis. Mekanisme pertahanan spesifik Merupakan mekanisme pertahanan yang penting dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap udaran pernafasan sebelum masuk ke dalam saluran nafas bawah. Tonsil dapat memproduksi IgA yang akan menyebabkan resistensi jaringan lokal terhadap organisme patogen. Proses ini akan menyebabkan keluarnya histamin sehingga timbul reaksi hipersensitivitas tipe 1. Sedangkan mekanisme kerja IgA. Selanjutnya sel fagosit akan membunuh kuman dengan proses oksidasi dan digesti. 14 . maka kuman ini akan ditangkap oleh sel fagosit. Dengan teknik immunoperoksida. Sel basofil yang terutama adalah sel basofil dalam sirkulasi (sel basofil mononuklear) dan sel basofil dalam jaringan (sel mastosit). maka alergen tersebut akan bereaksi dengan IgE sehingga permukaan sel membrannya terangsang dan terjadilah proses degranulasi. Apabila terjadi peradangan tonsil palatina yang merupakan bagian dari cincin waldeyer. dapat diketahui bahwa IgE dihasilkan dari plasma sel terutama dari epitel yang menutupi permukaan tonsil. tonsil dan adenoid juga dapat menghasilkan IgE yang berfungsi untuk mengikat sel basofil dan sel mastosit. berikut pembagian menurut Thane & Cody : T1 : batas medial tonsil melewati pilar anterior sampai ¼ jarak pilar anterior-uvula T2 : batas medial tonsil melewati ¼ pilar anterior-uvula sampai ½ jarak pilar anterior-uvula T3 : batas medial tonsil melewati ½ pilar anterior-uvula sampai ¾ jarak pilar anterior-uvula T4 : batas medial tonsil melewati ¾ pilar anterior-uvula sampai uvula atau lebih. sehingga dalam proses netralisasi dari infeksi virus. yaitu histamin.

1990. Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga. Jakarta 15 .Gambar Anatomi Tonsil6 DAFTAR PUSTAKA 1. Edisi ke-5. Hidung dan Tenggorok. Efiaty Arsyad Soepardi. dkk. Balai Penerbit FKUI. Buku Ajar Penyakit THT edisi 6. 1997. Penerbit EGC 2. dkk. Boies A. Jakarta.

cfm%3FBR %3D4%26Proc%3D53&usg=__aE2i-xnhRaJH9IcdO8hxwl93AU=&h=180&w=250&sz=49&hl=id&start=10&zoom=1&tbnid=QLfn_04fe EQGM:&tbnh=80&tbnw=111&ei=InEOTuLeDM6urAeLrsiIBA&prev=/search%3Fq %3Danatomi%2Btonsil%26um%3D1%26hl%3Did%26client%3Dfirefox%26sa%3DN %26rls%3Dorg.yoursurgery.mozilla:enS:official%26channel%3Ds%26biw%3D999%26bih %3D395%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1&biw=999&bih=395.30 WIB 16 .jpg&imgrefurl=http://www.google.co.yoursurgery. Pada tanggal 10 sept 2011 pukul 08.com/ProcedureDetails.com/procedures/tonsillectomy/images/TonsilsAdenoidM outh.Anatomi Tonsil diunduh dari http://www.id/imgres? imgurl=http://www.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful