Jlebb Moment

:

Duduk dekat-dekat di sebelahmu membuatku sangat berbahagia dan sedih secara bersamaan, karena aku tahu aku tak akan pernah memilikimu.

----------------

Love is powerful, that is why it hurts when it hurts, and it's exceedingly beautiful when it spoils you.

Love is beautifully powerful and powerfully beautiful.

Cinta itu perkasa, itu sebabnya mengapa ia pedih saat ia memedihkan, dan cinta amat sangat cantik saat ia memanjakanmu.

Cinta itu keperkasaannya cantik dan kecantikannya perkasa.

Mario Teguh – Loving you all as always

Mission HMI

oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 28 Oktober 2010 pukul 13:02 ·

Oleh : Ampuh Devayan

SEMUA YANG ADA PASTI DICIPTAKAN DAN SEMUA YANG DICIPTAKAN MESTI MEMILIKI TUJUAN.

Itulah mission. Himpunan Mahasiswa Islam yang dilahirkan di tengah pergolakan fisik dan ideologi bangsa (5 Februari 1947), menjadikan dua mainstream (arus besar pemikiran) ke-Islaman dan keBangsaanitu dalam landasan aksinya (eagen action), yakni sebagai interes group (kelompok kepentingan) dan preessure group ( kelompok penekan).

Kepentingan sasaran yang hendak diwujudkan adalah terutama nilai-nilai Islam secara normatif pada setiap level kemasyarakatan sedangkan pada posisi penekan keinginan sebagai pejuang Allah dalam melakukan pembebasan kepada kaum mustadafin (tertindas). Sedangkan sebagai khalifah, dituntut mengejawantahkan nilai-nilai ilahiyah di bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadiratnya meneladani dengan bingkai pengabdian kehadiratnya melahirkan konsekwensi untuk melakukan pembebasan (liberation) dari belenggu-belenggu selain Tuhan. Dalam kontek ini seluruh penindasan atas kemanusiaan adalah thagut yang harus dilawan.

Tugas yang lebih jelas dalam konsep khalifah di muka bumi adalah manusia harus tampil untuk melakukan sebuah perubahan sesuai misi yang diemban oleh para nabi yaitu menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ini bermakna, bahwa Islam adalah mencita-citakan terbentuknya suatu masyarakat yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan universal (universal broderhoood), egaliter (sejajar), demokratis, berkeadilan sosial (social justice), dan berkeadaban (social civilization) serta secara istikamah (ajeg) melakukan perjuangan untuk membebaskan kaum tertindaas (mustadafin)

Mission adalah cita-cita yang dirumuskan dalam tujuan. HMI adalah anak kandung revolusi sekaligus anak kandung umat Islam Indonesia yang resah atas gelagat sejarah. Itulah kemudian menetapkan cita-cita pada Kongres I HMI di Yogyakarta, 30 November 1947, yang tertuang dalam Pasal 4 AD, membalik rumusan menjadi: (1). Menegakkan dan Mengembangkan Agama Islam; dan (2). Mempertinggi Derajat Rakyat dan Negara Republik Indonesia. Intinya, HMI lebih memilih menjadi Anak Umat daripada Anak Bangsa. Kemudian disusul Kongres Bandung (4 Oktober 1955) yang memposisikan HMI sebagai Organisasi Kader,bukan organisasi massa yang sarat politik praktis. Maka

dirumuskan tujuan HMI menjadi "Ikut mengusahakan terbentuknya manusia akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam". Lalu disempurnakan dalam Kongres X di Palembang (10 Oktober 1971) dengan rumusan tujuan HMI berbunyi "Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala".

Sebagai organisasi Kader, mengemban beban tugas suci itu dituntut memiliki komitmen yang terus menerus (permanen), tidak mengenal semangat musiman, tapi utuh dan istiqamah dalam memperjuangkan dan melaksanakan kebenaran.

Seorang kader adalah tulang punggung atau kerangka yang mampu menyangga kesatuan komunitas manusia yang lebih besar. Fokusnya memiliki watak pejuang yang menjadikan Islam sebagaiu doktrin kekaderannya sumber kebenaran yang paling hakiki.

Ada dua cita yang dirumuskan, yaitu "insan cita" dan "masyarakat cita" secara eksplisit berbicara tentang fungsi perkaderan dan peran perjuangan. Artinya, kader HMI harus mampu mentransformasikan gagasan dan aksi terhadap rumusan yang ingin dibangun yakni: Terbinanya Insan Akademis Pencipta, Pengabdi yang Bernapaskan Islam dan bertanggungjawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil dan Makmur yang di Ridhai Alllah SWT (AD HMI).

INSAN CITA – adalah dunia cita, ideal yang ingin diwujudkan oleh HMI dalam pribadi seseorang manusia beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Dalam Tafsir Tujuan HMI, insan cita memiliki beberapa 17 kualitas pribadi yang intinya sebagai gambaran "man of future"; yaitu insan pelopor-- berpikiran luas dan berpandangan jauh, bersifat terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan untuk secara operatif bekerja sesuai dengan yang dicitacitakan.

Secara konkrit dirumuskan dalam lima kualitas, yaitu:

Masyarakat yang bebas dari bermacam bentuk belenggu penindasan. Dengan ditopang kemampuan akademisnya dia mampu melaksanakan kerja kemanusiaan (amal shaleh) yang disemangati ajaran Islam.masyarakat Adil dan Makmur yang diridhai Allah SWT yang dimimpikan untuk diwujudkannya. teratur mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan. (5) Kualitas Insan Bertanggungjawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang Diridhoi Allah SWT MASYARAKAT CITA-. masyarakat .(1) Berkualitas insane akademis yang ditandai dengan semangat pendidikan yang tinggi. tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik. (3) Kualitas Insan Pengabdi. Insan pencipta dan pengabdi adalah yang pasrah cita-citanya yang ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesamanya. Yaitu sanggup melihat kemungkinan kemungkinan yang lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan bertolak dari apa yang ada (yaitu Allah). Islam akan menjadi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan mission Islam. insan yang menyadri dengan sikap demikian potensi. Ajaran Islam telah berhasil membentuk "unity of personality" dalam dirinya. (2) Kualitas Insan Pencipta . tidak isolatif. berpengetahuan luas. Nafas islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari keterpecahan jati diri (spilit personaliti) tidak pernah ada dilema antara dirinya sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim. Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola pikir dan pola lakunya tanpa memaknai merk Islam. Sanggup berdiri sendiri dengan lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu yang dipilihnya. Bersikap independen dan terbuka. Memiliki kempuan teoritis serta mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirasakan. (4) Kualitas Insan Cita yang Bernafaskan Islam. selalu mencari perbaikan dan pembaharuan. Sadar membawa tugas insan pengabdi bukan hanya membuat dirinya baik. baik secara teoritis maupun teknis dan sangup bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap. kreatifnya dapat berkembang dan menemukan bentuk yang indah-indah. insan ini telah meng-integrasikan masalah suksesnya dalam pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat Islam Indonesia dan sebaliknya. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya dengan kesadaran. Berjiwa penuh dengan gagasan-gagsan kemajuan. Dengan demikian Islam telah menafasi dan menjiwai karyanya. berpikir rasional obyektif dan kritis.Yakni Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak atau untuk sesama umat.

kader biasa HMI) Sumber asli: http://www... mampu dan mandiri serta dapat menentukan hidupnya sendiri. bangsa dan agama. HMI masih mampu memberikan warna baru bagi dunia akademis dan gerakan mahasiswa? (Ditulis: Ampuh Devayan. apakah kader. Pertanyaannya. 28 Oktober 2010 pukul 13:08 melalui seluler · Suka · 1 . MymyAru Thu Bhawel Zangadh YAKUSA.yang berdaulat.com/notes/ampuh-devayan/mission-hmi/10150285538720043 Suka · · Bagikan 100 orang menyukai ini. masyarakat yang menjadi cita-cita kemerdekaan.!!!! 28 Oktober 2010 pukul 13:03 melalui seluler · Suka · 1 Udhawishdied Intheright Way Panjangnya `=P 28 Oktober 2010 pukul 13:05 melalui seluler · Suka · 1 Ahmad Yaman Rambe YakUSa.. masyarakat yang berdaya.... adakah hilai-nilai itu hidup ditubuh kader HMI masa kini? Sebagai komunitas terdidik yang memiliki kesadaran terhadap dirinya sendiri dan lingkuang sosial.facebook.

... 28 Oktober 2010 pukul 13:10 · Suka · 1 Fatmawatyy Binti Zainal Abidin -yakusa28 Oktober 2010 pukul 13:17 melalui seluler · Suka · 1 Ibnu Asysyahid Smwa tu g akan bisa berubah tanpa KehendakNYA . knp HMI haxa mementingkan urusan habluminannas dan kurunang memerhatikan urusan hablulminawAllah .. .Siti Maryam 'aya' Hutabarat Semoga masih ada 28 Oktober 2010 pukul 13:08 · Suka · 1 Meeta Ce Nyo YAKUSA 28 Oktober 2010 pukul 13:10 melalui seluler · Suka · 1 Tanpa Nama Riwayatmu.... jdi manusia haxa bisa berusaha .kini... 28 Oktober 2010 pukul 13:20 melalui seluler · Suka · 1 Aloq Natsar Desiland Menuju masyarakat cita HMI. 28 Oktober 2010 pukul 13:19 melalui seluler · Suka Burhan Zalemboe mantap. 28 Oktober 2010 pukul 13:26 · Suka · 1 ..

..... .......baik ka buruuukkkkkk..Syahroni Roni apa tujuan jin dan manusia kedunia ini? 28 Oktober 2010 pukul 13:33 · Suka · 1 Hendra Ns TOP BIN MARKOTOB 28 Oktober 2010 pukul 13:35 · Suka · 1 Faisal Gelamona Fais tujuan apaaaaa........ 28 Oktober 2010 pukul 14:52 · Suka · 1 Muhammad FurQan Kanda Ampuh Devayan Kader Luar Biasa! 29 Oktober 2010 pukul 0:52 · Suka · 1 Rusdi Aldi Pradana mantap... dan semua tujuan akan sampai dengan usaha (YAKUSA) 29 Oktober 2010 pukul 6:42 · Suka · 2 Ukhti Muslimah Ps benar sekali. yakusa....... 29 Oktober 2010 pukul 10:35 · Suka · 1 IcHan Ssfc karna ada niat disitu ada tujuan......

R Monoarfa katanya akan ada konsentrasi massa dari luar jawa yang di setting untuk mengchaos kan kongres ke 27 HMI di depok jika salah satu kandidat yang di usung ga menang..bahkan telah disiapkan kongres tandingannya.com/group. 2 November 2010 pukul 1:55 · Suka Lenka Moedzt madhan >>> betul. yg qt mw adalah pemimpin yg benar" mampu memimpin. ..php?gid=330202944288 31 Oktober 2010 pukul 19:35 · Suka · 1 Berlian Lubh Galegale yakusa 31 Oktober 2010 pukul 21:10 · Suka · 1 Dewi Emang Frustasi setuju 1 November 2010 pukul 10:55 · Suka · 1 Cakra G.... krn demokrasi yg sportif itu wajib. kali ini bukan dualisme yg terjadi karna asas.berdemokrasi lah dengan sportif kawaann. tapi lebih ke suku bangsa tertentu katanya.. 31 Oktober 2010 pukul 11:09 · Suka · 1 Rizal Tim http://www...facebook.. paraahh.30 Oktober 2010 pukul 15:40 · Suka · 1 Ika Ree Setuju.

.. Hmm. 2 November 2010 pukul 9:31 · Suka · 1 Ahady MoGers Purgatory sesuai pasal 4 AD.!. TETAPI MENGAPA PENGIKUT2 SEKARANG SALING MEMBENCI SATU SAMA LAIN???KIRA2 SAPA YANG SALAH YA??? 15 Desember 2010 pukul 21:22 · Suka · 1 .NIK di proses perkaderan.tpi isinya...pasti dan pastilah.sama2 punya kepala..HMI..pastilah beda meskipun dikaderkan di tempat yg sama.jika itu gak da jarak..sehingga masyarakat "Insan CIta" impian HMI dapat terwujud....Idealnya sih. 4 November 2010 pukul 3:42 · Suka · 1 Nur Hayani @2Ampuh : Siipp.nyata.....yee. pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yg di ridhoi ALLAH swt.bukuNIK HMI.yg bnar" mampu membina insan akademis.??.ada jarak yg terbentang. BUDDHA........ BRAHMANA. Bahagia. Tapi gunakanlah AGAMA untuk mensejahterahkan Bangsa INDONESIA 13 Desember 2010 pukul 20:35 · Suka Tanahairku Bangkit MUHAMMAD.dan kader HMI sendiri.bang.. YESUS....Antara. 6 November 2010 pukul 13:44 · Suka Tanahairku Bangkit Jangan Pernah menggunakan AGAMA untuk mencari keuntungan Pribadi ataupun Golongan.Bangg...HMI kmbli ke khittoh.KONGHUCU TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KEBENCIAN TERHADAP SESAMANYA. pencipta..

MISION HMI 13 September 2010 pada 12:33 (Tak Berkategori) .

104) “HMI adalah organisasi mahasiswa. menyuruh kepada yang baik (ma’ruf) dan mencegah yang buruk (munkar).MISION HMI Menegaskan Kembali Tujuan. surat Al Hudjurat. berfungsi sebagai organisasi perkaderan. sesungguhnya Kami (Tuhan) telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku ialah agar kamu saling kenalmengenal…” (Al-Qur’an. surat Ali Imran. Fungsi dan Peran HMI dalam Dinamika ke-Islaman. Kemahasiswaan dan ke-Indonesiaan[1] Oleh: Wahyu Minarno[2] “ Hai sekalian umat manusia. 13) “ Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok umat yang menyeru kepada keutamaan. berperan sebagai organisasi perjuangan” . merekalah orang-orang yang menang (falah)” (Al-Qur’an.

pasal 7. Berangkat dari sebuah keyakinan yang diletakkan sebagai prinsip dasar kesadaran dalam berfikir dan bertindak. Sebagai salah satu organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia. dan tua renta yang sangat . Tentu saja hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari beberapa syarat utama dari kelahiran sekaligus keberadaan HMI itu sendiri. HMI lahir. ber-Ilmu dan ber-Amal” (Nurcholis Madjid) “Hidup adalah ikhlas dalam berfikir dan bertindak. HMI didirikan berangkat dari kekhawatiran dan kesadaran kritis atas kondisi Islam dan Indonesia pada waktu itu. Kini. moral dan spiritual di Indonesia. kematangan atau kedewasaan. 8 dan 9: tentang status. Natsir) “Dengan demikian tugas hidup manusia menjadi sangat sederhana. fungsi dan peran) “Jangan pernah berhenti mendayung. yaitu keyakinan bahwa tidak ada kebenaran selain Islam. HMI didirikan bukan tanpa alasan yang jelas dan ideologis. Usia yang jika dianalogikan sebagai seorang anak manusia maka telah mengalami dua proses penting. jika engkau tidak ingin terbawa arus” (M. yang dimaknai sebagai komitmen terhadap kebenaran. HMI telah berusia 63 tahun.(AD HMI BAB IV. yaitu ber-Iman. itulah aktualisasi TAUHID” (WM) PENDAHULUAN Keberadaan HMI adalah keberadaan manifestasi atas gerakan intelektual.

Tahun 1947 (5 Februari 1947) Dasar : Islam Tujuan : Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. namun harus dilihat secara substantif dengan mengetahui latar belakang dari perubahan tersebut. dalam sebuah kerangka sebagai artikulasi sederhana dari MISI SUCI HMI. . secara bertahap dilihat perubahan-perubahan di dalam HMI terkait dengan misinya.rentan akan berbagai penyakit. 2. Tahun 1953 (5 Agustus 1953) Dasar : Islam Tujuan: kembali kepada Kongres ke-dua. dan untuk siapa HMI ada? Itulah yang akan coba kami sampaikan dalam tulisan sederhana ini. Berikut adalah misi HMI yang secara periodik mengalami perubahan. Tentu saja perubahan misi HMI tersebut tidak bisa hanya dilihat atau dipahami sebatas pada sisi perubahannya (maksudnya tekstual). menjadi penting untuk merevisit atau “mengunjungi” kembali beberapa syarat keberadaan HMI. 1. 3. Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Tahun 1947 (30 November 1947) Dasar : Islam Tujuan : Mempertegak dan mengembangkan Agama Islam Mempertinggi Derajat Rakyat dan Negara Republik Indonesia. Mengapa. khususnya jika dikontekstualisasikan dengan masa sekarang. Penting kiranya sebelum memahami lebih lanjut mengenai apa yang menjadi misi HMI. Hari ini.

Pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung Jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. 4. Tahun 1969 Dasar : Islam Tujuan : Terbinanya Insan Akademis. namun . juga secara isi (maksudnya adalah isi yang kemudian dalam tindakannya meniscayakan skala prioritas yang berbeda).HMI menyatakan tetap sebagai organisasi yang independent seperti awal lahirnya dan menyatakan HMI bukan underbouw dari Partai Masyumi. Tahun 1955 Dasar : Islam Tujuan : Ikut mengusahakan terbentuknya manusia akademis. Tahun 1966 Dasar : Islam Tujuan : Membina Insan Akademis Pencipta dan Pengabdi yang bernafaskan Islam menuju terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Pencipta. 5. Meskipun sempat mengalami beberapa perubahan secara tekstual. pengabdi yang bernafaskan Islam. pencipta. 6.

Namun lembaran-lembaran konstitusi HMI tersebut harus selalu dijadikan sebagai salah satu dasar dalam berorganisasi dan berjuang di HMI. tidak dikenal masyarakat karena tidak berbuat apa-apaa untuk mereka.[5] Bahwa misi HMI dibangun di atas alasan sangat transendental dan teologis. fungsi. apakah HMI kini telah menjalankan misi tersebut dengan sungguh-sungguh? Atau malah HMI sibuk bertengkar di dalam memperdebatkan dan berebut sesuatu yang sangat pragmatis dan tidak jelas? Sehingga secara perlahan HMI mengalami kemunduran. apa yang bisa dilakukan oleh HMI? Apakah hal itu masih relevan dengan kebutuhan Umat Islam. dan semuanya (dari mulai niat untuk berfikir hingga pelaksanaan tindakan) diletakkan sebagai suatu amal yang LIMARDHATILLAH. Secara tersurat. Selanjutnya. kemahasiswaan. sebagai landasan operasional. bukan orang lain. Saduran I: .[3] Untuk konteks sekarang. Di manapun dan kapanpun serta terhadap siapapun selama identitas KADER HMI melekat pada dirinya.*4+ Maksud saya adalah bahwa misi HMI itu sangat suci dan berat. dan beramal”.misi HMI tetap berada di atas tiga komitmen yang juga merupakan ranah gerakan atau ranah pengabdiannya. yaitu beriman. yaitu Islam. dank eIndonesiaan). Mahasiswa. bukan yang lain. seperti telah disebutkan di awal. kemudian apa yang yang harus dilakukan oleh HMI kini dan ke depan? Sehingga HMI masih memenuhi syarat keberadannya. terlebih demi kepentingan tertentu. di dalam lembaran-lembaran hasil-hasil kongres telah dijelaskan mengenai baik status. maupun tujuan. yaitu penjajahan dan PKI.[7] yang di dalamnya memuat tujuan dan usaha yang mesti dilakukan oleh HMI dalam rangka mencapai tujuan tersebut. berilmu. Nurcholis Madjid pernah menuliskan. “dengan demikian tugas hidup manusia menjadi sangat sederhanaa. dengan misi yang secara jelas tertulis di dalam lembaran hasil-hasil kongres. hingga selanjutnya mati… Kesemuanya itu adalah pilihan dan keputusan HMI. peran. memang tidak sesederhana dari apa yang selama ini dilakukan oleh HMI. marilah kita melihat sejenak beberapa bagian dari Anggaran Dasar HMI (AD HMI). dan Indonesia (atau ke-Islaman. secara kontekstual didasarkan atas situasi dan kondisi yang ada. Dulu musuh HMI sangat jelas. kemudian harus ditopang oleh keilmuan yang cukup. Jika memang demikian. Tentu saja. apalagi Negara!!! MEMBACA KEMBALI MISI HMI KINI Dalam salah satu pikirannya. bahwa perjuangan HMI. misi.[6] Harapannya adalah bahwa lembaran-lembaran tersebut jangan hanya digunakan kalau hanya dibutuhkan. mahasiswa dan masyarakat Indonesia? Jika memang masih relevan.

USAHA DAN SIFAT . WAKTU DAN TEMPAT Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Himpunan Mahasiswa Islam.BAB I NAMA. disingkat HMI Pasal 2 Waktu dan Tempat kedudukan HMI didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awwal 1366 H bertepatan dengan tanggal 5 Pebruari 1947 untuk waktu yang tidak ditentukan dan berkedudukan di tempat Pengurus Besar BAB II AZAS Pasal 3 HMI berazas Islam BAB III TUJUAN.

Mempelopori pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemaslahatan masa depan ummat manusia. Memperkuat ukhuwah Islamiyah sesama Umat Islam sedunia. keilmuan. pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata ’ala. bermasyarakat. pencipta.Pasal 4 Tujuan Terbinanya insan akademis. sosial dan budaya. Memajukan kehidupan umat dalam mengamalkan Dinnul Islam dalam kehidupan pribadi. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan huruf (a) s. Membina pribadi muslim untuk mencapai akhlaqul karimah. dan peran organisasi serta berguna untuk mencapai tujuan organisasi. Pasal 5 Usaha a. fungsi. Berperan aktif dalam dunia kemahasiswaan. Mengembangkan potensi kreatif. d.d. (e) dan sesuai dengan azas. perguruan tinggi dan kepemudaan untuk menopang pembangunan nasional g. Pasal 6 Sifat HMI bersifat independen . e. b. berbangsa dan bernegara. f. c.

BAB IV STATUS FUNGSI DAN PERAN Pasal 7 Status HMI adalah organisasi mahasiswa Pasal 8 Fungsi HMI berfungsi sebagai organisasi kader Pasal 9 Peran HMI berperan sebagai organisasi perjuangan Saduran II: (mengenai beberapa tafsir penjelasan AD HMI) .

maka pasti Aku tunjukkan jalannya (mencapai tujuan) sesungguhnya Tuhan itu cinta kepada orang-orang yang selalu berbuat (progresif) (QS. kepentingan. Substansi pada dimensi kemasyarakatan. ghafur (Pemaaaf). Fenomena ini ditandai dengan terjadinya mutual understanding antara Islam sebagai agama dan Pancasila sebagai ideologi. individu dan sosial. serta iman. kesempurnaan hidup terukur dari personality manusia yang integratif antara dimensi dunia dan ukhrawi. . dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu: (QS. Totalitas dari etika tersebut menjadi kerangka pembentukan manusia yang kafah (tidak boleh mendua) antara aspek ritual dengan aspek kemasyarakatan (politik. agama memberikan spirit pada pembentukan moral dan etika.TENTANG ISLAM SEBAGAI AZAS HMI “Hari ini telah Kusempurnakan bagi kamu agamamu. struktur dan pola aksi bersama demi tujuan-tujuan politik. “Dan mereka yang berjuang dijalan-Ku (kebenaran). Secara normatif Islam tidak sekedar agama ritual yang cenderung individual akan tetapi merupakan suatu tata nilai yang mempunyai komunitas dengan kesadaran kolektif yang memuat pemaham/kesadaran. Islam yang menetapkan Tuhan dari segala tujuan menyiratkan perlunya peniru etika ke Tuhanan yang meliputi sikap rahmat (Pengasih). Al-Maidah : 3). Iradat Allah Subhanu Wata’ala. Penempatan posisi yang antagonis sering terjadi karena berbagai kepentingan politik penguasa dari politisi-politisi yang mengalami split personality. barr (Pemula). ilmu dan amal yang semuanya mengarah terciptanya kemaslahatan hidup di dunia baik secara induvidual maupun kolektif. rahim (Penyayang) dan (Ihsan) berbuat baik. AlAnkabut : 69). Adanya kecenderungan bahwa peran kebangsaan Islam mengalami marginalisasi dan tidak mempunyai peran yang signifikan dalam mendesain bangsa merupakan implikasi dari proses yang ambigiutas dan distorsif. Islam sebagai ajaran yang haq dan sempurna hadir di bumi diperuntukkan untuk mengatur pola hidup manusia agar sesuai fitrah kemanusiaannya yakni sebagai khalifah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata ke hadirat-Nya. ekonomi dan sosial budaya).

tanggal 10 Oktober 1971 terjadilah proses justifikasi Pancasila dalam mukadimah Anggaran Dasar. Dan yang paling fundamental . Proses internalisasi dalam HMI yang sangat beragam dan suasana interaksi yang sangat plural menyebabkan timbulnya berbagai dinamika ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan didasari rasionalisasi menurut subyek dan waktunya. Konsekuensi yang dilakukan HMI adalah ditetapkannya Islam sebagai identitas yang mensubordinasi Pancasila sebagai azas pada Kongres XVI di Padang. Orientasi aktifitas HMI yang merupakan penjabaran dari tujuan organisasi menganjurkan terjadinya proses adaptasi pada jamannya. Islam yang senantiasa memberikan energi perubahan mengharuskan para penganutnya untuk melakukan invonasi. Maret 1986. internalisasi. Keyakinan Pancasila sebagai keyakinan ideologi negara pada kenyataannya mengalami proses stagnasi. Eksternalisasi yang muncul adalah kepercayaan diri organisasi untuk “bertarung” dengan komunitas lain yang mencapai titik kulminasinya pada tahun 1965. Hal ini memberikan tuntutan strategi baru bagi lahirnya metodologi aplikasi Pancasila. Keperluan sejarah (historical necessity) memberikan spirit proses ideologisasi organisasi.Kelahiran HMI dari rahim pergolakan revolusi phisik bangsa pada tanggal 5 Februari 1974 didasari pada semangat mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman dalam berbagai aspek ke Indonesian. Normatisasi Pancasila dalam setiap kerangka dasar organisasi menjadi suatu keharusan agar mampu mensuport bagi setiap institusi kemasyarakatan dalam mengimplementasikan tata nilai Pancasila. Seiring dengan kreatifitas intelektual pada Kader HMI yang menjadi ujung tombak pembaharuan pemikiran Islam dan proses transformasi politik bangsa yang membutuhkan suatu perekat serta ditopang akan kesadaran sebuah tanggung jawab kebangsaan. eksternalisasi maupun obyektifikasi. Semangat nilai yang menjadi embrio lahirnya komunitas Islam sebagai interest group (kelompok kepentingan) dan pressure group (kelompok penekanan). Pada tahun 1955 pola interaksi politik didominasi pertarungan ideologis antara nasionalis. komunis dan agama (Islam). maka pada Kongres ke-X HMI di Palembang. Dari sisi kepentingan sasaran yang hendak diwujudkan adalah terutangnya nilai-nilai tersebut secara normatif pada setiap level kemasyarakatan. sedangkan pada posisi penekan adalah keinginan sebagai pejuang Tuhan (sabilillah) dan pembelaan mustadh’afin.

AD ART HMI yaitu : . status dan fungsinga dalam totalitas dimana ia berada. sehingga peranan kaum intelektual yang semakin besar dimasa mendatang merupakan kebutuhan yang paling mendasar. berfungsi sebagai organisasi kader dan yang berperan sebagai organisasi perjuangan serta bersifat independen. maka pemilihan Islam sebagai azas merupakan pilihan dasar dan bukan implikasi dari sebuah dinamika kebangsaan. Motivasi dan inspirasi bahwa HMI berstatus sebagai organisasi mahasiswa. Atas faktor tersebut. Pemantapan fungsi kekaderan HMI ditambah dengan kenyataan bahwa bangsa Indonesia sangat kekurangan tenaga intelektual yang memiliki keseimbangan hidup yang terpadu antara pemenuhan tugas duniawi dan ukhrowi. Dengan demikian kader-kader HMI harus berani menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridho-Nya. maka HMI menetapkan tujuannya sebagaimana dirumuskan dalam pasal 4. Bahwa tujuan suatu organisasi dipengaruhi oleh suatu motivasi dasar pembentukan. iman dan ilmu. trasedental. Demi tercapainya idealisme ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. maka HMI bertekad Islam dijadikan sebagai doktrin yang mengarahkan pada peradaban secara integralistik. TAFSIR TUJUAN HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM PENDAHULUAN Tujuan yang jelas diperlukan untuk suatu organisasi.peningkatan gradasi umat diukur dari kualitas keimanan yang datang dari kesadaran paling dalam bukan dari pengaruh eksternal. maka HMI adalah organisasi yang menjadikan Islam sebagai sumber nilai. hingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat dilaksanakan dengan teratur. dengan semakin meningkatnya keyakinan akan Islam sebagai landasan teologis dalam berinteraksi secara vertikal maupun horizontal. Dalam totalitas kehidupan bangsa Indonesia. individu dan masyarakat. Perubahan bagi HMI merupakan suatu keharusan. humanis dan inklusif.

MOTIVASI DASAR KELAHIRAN DAN TUJUAN ORGANISASI Sesungghnya Allah SWT telah mewahyukan Islam sebagai agama yang Haq dan sempurna untuk mengatur umat manusia agar berkehidupan sesuai dengan fitrahnya sebagai Khalifatullah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadiratnya. Karena Islam adalah ajaran fitrah. Dengan demikian Islam bagi HMI merupakan pijakan dalam menetapkan tujuan dari usaha organisasi HMI.“TERBINANYA INSAN AKADEMIS. iman dan ilmu. Tujuan kehidupan manusia yang fitri adalah kehidupan yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara seimbang atau dengan kata lain kesejahteraan materiil dan kesejahteraan spirituil. . maka pada dasarnya tujuan dan mission Islam adalah juga merupakan tujuan daripada kehidupan manusia yang fitri. Kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia tersebut adalah kehidupan yang seimbang dan terpadu antara pemenuhan dan kalbu. Dengan rumusan tersebut. PENCIPTA. yaitu tunduk kepada fitrah kemanusiaannya. Bentuk kehidupan yang ideal secara sederhana kita rumuskan dengan “kehidupan yang adil dan makmur”. maka HMI menjadikan Islam selain sebagai motivasi dasar kelahiran juga sebagai sumber nilai. maka pada hakekatnya HMI bukanlah organisasi massa dalam pengertian fisik dan kualitatif. memimpin dan membimbing anggotaanggotanya untuk mencapai tujuan dengan cara-cara perjuangan yang benar dan efektif. Dalam amal kemanusiaan inilah manusia akan dapat kebahagian dan kehidupan yang sebaik-baiknya. Atas keyakinan ini. sebaliknya HMI secara kualitatif merupakan lembaga pengabdian dan pengembangan ide. PENGABDI YANG BERNAFASKAN ISLAM DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERWUJUDNYA MASYARAKAT ADIL MAKMUR YANG DIRIDHOI ALLAH SWT”. Kesejahteraan yang akan terwujud dengan adanya amal saleh (kerja kemanusiaan) yang dilandasi dan dibarengi dengan keimanan yang benar. motivasi dan inpirasi. bakat dan potensi yang mendidik. dalam mencapai kebaha giaan hidup di dunia dan ukhrowi. Dasar Motivasi yang paling dalam bagi HMI adalah ajaran Islam.

Perwujudan daripada pelaksanaan nilai-nilai tersebut adalah berupa amal saleh atau kerja kemanusiaan. Periode (Masa) Revolusi Periode ini adalah masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan. BASIC DEMAND BANGSA INDONESIA Sesunguhnya kelahiran HMI dengan rumusan tujuan seperti pasal 4 Anggaran Dasar tersebut adalah dalam rangka menjawab dan memenuhi kebutuhan dasar (basic need) bangsa Indonesia setelah mendapat kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 guna memformulasikan dan merealisasikan cita-cita hidupnya. Sejarah Indonesia dapat kita bagi dalam 3 (tiga) periode yaitu: a) Periode (Masa) Penjajahan Penjajahan pada dasarnya adalah perbudakaan. Oleh karena itu timbullah pergerakan nasional dimana pimpinan-pimpinan yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu menyadarkan hak-hak asasinya sebagai suatu bangsa. Persatuan Indonesia. Pengabdian dan bentuk amal saleh inilah pada hakekatnya tujuan hidup manusia. Karena inilah hakekat tujuan HMI tidak lain adalah pembentukan manusia yang beriman dan berilmu serta mampu menunaikan tugas kerja kemanusiaan (amal saleh). Untuk memahami kebutuhan dan tuntutan tersebut maka kita perlu melihat dan memahami keadaan masa lalu dan kini. Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa serta didoorong oleh keinginan yang luhur maka bangsa Indonesia memperoleh . Anggaran dasar menegaskan kesadaran mahasiswa Islam Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Easa. sebab dengan melalui kerja kemanusiaan. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Dalam Kebijaksanaan/Perwakilan serta mewujudkan Keadilan Bagi Seluruh Indonesia dalam rangka mengabdikan diri kepada Allah SWT. Idealisme dan tuntutan bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kemerdekaan. Kemanusian Yang Adil dan Beradab. Dan kerja kemanusiaan ini akan terlaksana secara benar dan sempurna apabila dibekali dan didasari oleh iman dan ilmu pengatahuan. b).Untuk menciptakaan kehidupan yang demikian. manusia mendapatkan kebahagiaan. Sebagai bangsa terjajah sebenarnya bangsa Indonesia pada waktu itu telah kehilangan kemauan dan kemerdekaan sebagai hak asasinya.

Karena periode ini adalah periode pengisian kemerdekaan. serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dengan tegas tertulis dalam Pembukaan UUD 1945 dalam alinea kedua. Maka mulailah pembangunan nasional. Tujuan 1 dan 2 secara formal telah kita capai tetapi tujuan ke-3 sekarang sedang kita perjuangkan. Manusia yang demikian mempunyai garansi yang obyektif untuk menghantarkan bangsa Indonesia ke dalam suatu kehidupan yang sejahtera adil dan makmur serta kebahagiaan. Suatu masyarakat atau kehidupan yang adil dan makmur hanya akan ter bina dan terwujud dalam suatu pembaharuan dan pembangunan terus menerus yang dilakukan oleh manusia-manusia yang beriman. yaitu guna menciptakan masyarakat atau kehidupan yang adil dan makmur. KUALITAS INSAN CITA HMI Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan. Kualitas Insan Akademis . c) Periode (Masa) Membangun Setelah Indonesia merdeka dan kemerdekaan itu mantap berada ditangannya maka timbullah citacita dan idealisme sebagai manusia yang bebas dapat direalisir dan diwujudkan. berilmu pengetahuan dan berkepribadian. dengan mengembangkan nilai-nilai kepribadian bangsa. Untuk melaksanakan pembangunan. Secara keseluruhan basic demand bangsa Indonesia adalah terwujudnya bangsa yang merdeka. faktor yang sangat diperlukan adalah ilmu pengetahuan. Untuk itu dibutuhkan adalah “solidarity making” diantara seluruh kekuatan nasional sehingga dibutuhkan adanya pimpinan nasional tipe solidarity maker. Dalam periode ini yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia adalah adanya persatuan solidaritas dalam bentuk mobilitas kekuatan fisik guna melawan dan menghancurkan penjajah.kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. menghargai HAM. Pimpinan nasional yang dibutuhkan adalah negarawan yang “problem solver” yaitu tipe “administrator” disamping ilmu pengetahuan diperlukan pula adanya iman/akhlak sehingga mereka mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan (amal saleh). Kualitas tersebut sebagaimana dalam pasal tujuan (pasal 5 AD HMI) adalah sebagai berikut : 1. bersatu dan berdaulat.

tidak isolatif. Memiliki kemampuan teoritis. · Sadar membawa tugas insan pengabdi. dan kritis. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana sekelilingnya dengan kesadaran. Berjiwa penuh dengan gagasan-gagasan kemajuan. . Kualitas Insan yang bernafaskan islam : Insan Akademis. Pencipta. · Insan akdemis. bukannya hanya membuat dirinya baik tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik. 2. mengarah pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan. Kualitas Insan Pengabdi : Insan Akdemis. berpengetahuan luas. selalu mencari perbaikan dan pembaharuan. · Ajaran Islam telah berhasil membentuk “unity personality” dalam dirinya. 3. mampu memformulasikan apa yang diketahui dan dirahasiakan. Pencipta · sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih dari sekedar yang ada dan bergairah besar untuk menciptakan bentuk-bentuk baru yang lebih baik dan bersikap dengan bertolak dari apa yang ada (yaitu Allah). 4. Dengan demikian Islam telah menafasi dan menjiwai karyanya. pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam · Islam yang telah menjiwai dan memberi pedoman pola fikir dan pola lakunya tanpa memakai merk Islam. Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis.· Berpendidikan Tinggi. Islam akan menajdi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan dengan nilai-nilai universal Islam. Kualitas insan ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya pembangunan nasional bangsa kedalam suksesnya perjuangan umat islam Indonesia dan sebaliknya. Pengabdi · Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak atau untuk sesama umat. baik secara teoritis maupun tekhnis dan sanggup bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap. · Dengan ditopang kemampuan akademisnya dia mampu melaksanakan kerja kemanusiaan yang disemangati ajaran islam. insan yang menyadari dengan sikap demikian potensi. Nafas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari split personality tidak pernah ada dilema pada dirinya sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim. · Sanggup berdiri sendiri dengan lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan ilmu pilihannya. obyektif. kreatifnya dapat berkembang dan menentukan bentuk yang indah-indah. · Bersifat independen dan terbuka. pencipta dan mengabdi adalah yang bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita dan ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesamanya. teratur. berfikir rasional.

Mereka itu manusia-manusia uang beriman berilmu dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan kamil) Dari lima kualitas insan cita tersebut pada dasarnya harus memahami dalam tiga kualitas insan Cita yaitu kualitas insan akademis. yang menggugah untuk mengambil peran aktif dalam suatu bidang dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.5. dinamis. · Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan usaha mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. terampil atau ahli dalam bidangnya. Penyuara “idea of progress” insan yang berkeperibadian imbang dan padu. adil dan jujur tidak takabur dan bertaqwa kepada Allah Allah SWT. Ideal tipe dari hasil perkaderan HMI adalah “man of inovator” (duta-duta pembantu). responsif dalam menghadapi persoalan-persoalan dan jauh dari sikap apatis. bersikap terbuka. Pada pokoknya insan cita HMI merupakan “man of future” insan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh. Kualitas Insan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT : · Insan akademis. · Rasa tanggung jawab. kritis. bimbingan dan kondusif bagi perkembangan potensi kualitas pribadi-pribadi anggota- . dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu bagaimana mencari ilmu perjuangan untuk secara kooperatif bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan. Ketiga insan kualitas pengabdi tersebut merupakan insan islam yang terefleksi dalam sikap senantiasa bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang ridhoi Allah SWT. kualitas insan pencipta dan kualitas insan pengabdi. TUGAS ANGGOTA HMI Setiap anggota HMI berkewajiban berusaha mendekatkan kualitas dirinya pada kualitas insan cita HMI seperti tersebut diatas. · Berwatak. Tetapi juga sebaliknya HMI berkewajiban untuk memberikan pimpinanpimpinan. · Spontan dalam menghadapi tugas. sanggup memikul akibat-akibat yang dari perbuatannya sadar bahwa menempuh jalan yang benar diperlukan adanya keberanian moral. taqwa kepada Allah SWT. · Percaya pada diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai “khallifah fil ard” yang harus melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. pencipta dan pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

anggota dengan memberikan fasilitas-fasilitas dan kesempatan-kesempatan. · Bersifat kritis dan berpikir bebas kreatif · Hal tersebut akan diperoleh antara lain dengan jalan: ° Senantiasa mempertinggi tingkat pemahaman ajaran Islam yang dimilikinya dengan penuh gairah. Untuk setiap anggota HMI harus mengembangkan sikap mental pada dirinya yang independen untuk itu : · Senantiasa memperdalam hidup kerohanian agar menjadi luhur dan bertaqwa kepada Allah SWT. ° Aktif berstudi dalam Fakultas yang dipilihnya. ° Mengadakan tentir club untuk studi ilmu jurusannya dan club studi untuk masalah kesejahteraan dan kenegaraan ° Salalu hadir dalam forum ilmiah ° Memelihara kesehatan badan dan aktif mengikuti karya bidang kebudayaan ° Selalu berusaha mengamalkan dan aktif dalam memngambil peran dalam kegiatan HMI ° Mengadakan kalaqah-kalaqah perkaderan dimasjid-masjid kampus Bahwa tujuan HMI sebagai dirumuskan dalam pasal AD HMI pada hakikatnya adalah merupakan tujuan dalam setiap Anggota HMI. Suksesnya seorang HMI dalam membina dirinya untuk mencapai Insan Cita HMI berarti dia telah mencapai tujuan HMI. Insan cita HMI adalah gambaran masa depan HMI. · Selalu tidak puas dan selalu mencari kebenaran · Teguh dalam pendirian dan obyektif rasional menghadapi pendirian yang berbeda. .

Kedua. kemudian mengenai relevansi dan kontekstualitasnya.Insan cita HMI pada suatu waktu akan merupakan “Intelektual community” atau kelompok intelegensi yang mampu merealisasi cita-cita umat dan bangsa dalam suatu kehidupan masyarakat yang sejahtera spritual adil dan makmur serta bahagia (masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT). Sebagai organisasi mahasiswa Islam.[9] HMI bukan partai politik. HMI ke depan harus meletakkan identitas dirinya sebagai Intelektual-Aktifis. Pertama. Atau lebih sederhananya pertanyaan tentang mengapa dan untuk siapa sebenarnya HMI ada? HMI MENJAWAB TANTANGAN JAMAN Beberapa hal yang harus dilakukan oleh HMI adalah. PENUTUP Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Sebab tiga hal itulah yang juga melatarbelakangi berdirinya HMI. khususnya HMI Cabang Yogyakarta. yang ditopang oleh basis moral dan spiritual. oleh karena itu dalam setiap aktifitas berfikir serta gerakannya harus meletakkan PERKADERAN dan PERJUANGAN tetap sebagai misinya. HMI harus mampu merumuskan metodologi gerakan yang relevan sehingga efektif. sebagai fungsi dan perannya. Ketiga. Melalui beberapa penggalan Anggaran Dasar HMI (AD HMI) serta beberapa memori penjelasannya. sekaligus sebagai ruh perkaderan dan perjuangan HMI dulu.[8] Keempat. Meskipun demikian. dan esok. maka HMI harus diartikulasikan ulang melalui objektifikasi. kini. setelah kita lihat lebih ke dalam. untuk dapat membumikan ide dan ruh perjuangan HMI. Karena dengan itulah HMI tetap sebagai agent of change dan agent of social control. atau Scholar Activist. Ke depan gerakan HMI adalah gerakan Intelektual-Moral-Spiritual (INTERAL). HMI tetap harus bersikap terbuka dan oto-kritik (mengkritik dan dikritik. inklusifisme positif). HMI harus tetap mampu menjaga keseimbangan antara intelektual (akademik) dan gerakan sosial (aktivisme). maka kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan apa yang menjadi misi HMI kini dan ke depan. sebagai jiwa gerakan. HMI harus meletakkan kemudian memantapkan kembali ideologinya sebagai basis nilai gerakannya demi mewujudkan tujuannya. semoga apa yang kami sampaikan mampu menjadi bahan fikiran untuk ke depan HMI menentukan titik pijak gerakannya. khususnya tentang Islam sebagai azas HMI dan tujuan serta beberapa usaha yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan HMI. juga bukan LSM. tentu apa yang kami sampaikan bukanlah petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis bagi sebuah organisasi besar dan hebat seperti HMI. yang diambil dari hasil-hasil kongres di atas. .

Wb. pada paragraph terakhir. alamat email: wahyoe_rakjat@yahoo. tanggal 28 Juli 2008. WM. [5] Kalau mau jujur. mengutip M. semoga apa yang kita fikirkan nanti. berilmu dan beramal. [1] Disampaikan dalam Latihan Kader I (LK I) HMI Komisariat di lingkungan HMI Cabang Yogyakarta. Apakah PKI yang dimaksud adalah organisasinya. [2] Kader HMI Cabang Yogyakarta.id. atau wilayah aktualisasinya. selamat berjuang bersama kami. Dan mereka merasakan perjuangan dan hasil perjuangan HMI sebagai hal yang wajar dan rasional. 2009). jika engkau tidak ingin terbawa arus”. juga apa yang menjadi tindakan kita. berbeda dengan HMI sejati. atau personalnya. HMI atau bukan HMI.Selamat datang di HMI. Terakhir. [3] PKI sebagai musuh HMI masih harus ditinjau ulang kevalidannyaa. Selamat berjuang. tanpa menganggap bahwa itu adalah hasil atau milik HMI. (Jakarta: PB HMI. Amin. namun seluruh masyarakat yang ada. atau ajaran dan nilai sosialismenya? [4] PB HMI. 2009). 081227880323/087839753004. 1971). Natsir. [7] PB HMI. HMI kini memang semakin pragmatis dan cenderung kepada hal-hal yang bersifat instant. Wassalamu’alaikum Wr. yaitu beriman. terlepas apakah mereka Islam atau bukan. pada wilayah dalam pembumiannya. (Jakarta: PB HMI. Hasil-hasil Kongres HMI ke-XXVI di Palembang. .co. Nilai-nilai Dasar Perjuangan HMI (NDP HMI). [8] Yang dimaksud dengan objektifikasi adalah bagaimana HMI. sebagaimana Islam. go ahead HMI. dengan demikian tugas hidup manusia menjadi sangat sederhana. Hasil-hasil Kongres HMI ke-XXVI di Palembang. “Jangan pernah berhenti mendayung. harus tidak hanya dirasakan “rahmatnya” oleh Umat Islam atau anggota HMI saja. tetap semata-mata hanya demi mendapatkan ridhlo dari Allah SWT. [6] PB HMI. tanggal 28 Juli 2008. Tetap selalu ikhlas dalam berfikir dan bertindak. (Jakarta: PB HMI.

2004). Makna HMI sebagai organisasi yang berasaskan Islam .dan politik. dapat juga ditemukan penjelasannya dalam karangan Kuntowijoyo. (Bandung: Mizan.Di sanalah letak dari ke-limardhatilah-an HMI. Mission HMI MISSION HMI 1.budaya. Di tengah realita sosial. Pada masa itu yang berstatus sebagai organisasi mahasiswa. Islam Sebagai Ilmu: Epistemologi. Mahasiswa. Mengenai objektifikasi ini. Hakekat Keberadaan HMI Makna HMI sebagai organisasi Mahasiswa HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang bernafaskan islam yang muncul dilingkungan mahasiswa-mahasiswa yang berbasis di kampus. dan Indonesia secara keseluruhan. 2006).memainkan peranya yang straregis yaitu pembentukan dan pembinaan mahasiswa kelas menengah masyarakat yang tinggal dikota. Atau dapat juga dilihat dalam Kuntowijoyo. Namun bagaimana identitas tersebut tersandang melalui fikiran dan gerakan yang murni dilakukan olah HMI untuk Islam. [9] Jangan sampai identitas sebagai agen perubahan sosial sekaligus agen control sosial hanya menjadi klaim dari HMI. (Yogyakarta: Tiara Wacana. Metodologi dan Etika. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. terdiri dari mahasiswa-mahasiswa calon cendikiawan dan pemimpin dimasa datang yang sehari-hari bergumul dan akrab dengan IPTEK sebagai penggerak modernisasi berdasarkan islam dalam bingkai Ideologi ke Islaman – ke Indonesian.

bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Independensi HMI mencerminkan sikap bebas merdeka dan tidak tergantung kecuali pada nilai-nilai kebenaran. Artinya terpenuhi segala aspek yang menyangkut dengan duniawi dan ukhrowi. Pengertian dan keyakinan islam adalah ajaran yang hak dan sempurna untuk mengatur ummat manusia berkehidupan sosial dengan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi. Insan akademis ialah insan yang berpendidikan yaitu yang mendapat pendidikan secara formal atau yang mengikuti pendidikan pada perguruan tinggi. pengabdi bernafaskan Islam dan bertanggung jawab. islam merupakan ciri utama karena islam diyakini sebagai sistem nilai absolut yang sekaligus memiliki nilai fungsional dan implementatis dalam segenap aspek kehidupan.Disamping HMI sebagai organisasi kemahasiswaan. Sifat dan watak HMI seperti ini sesungguhnya sangat bernilai dari gambaran keinginan organisasi terhadap manusia yang dicita-citakan. yang. Tujuan HMI ialah terbinanya insan akademis pencipta. . Dia menjadi penyegar kehidupan karena itu derajat dan kemuliaan amat ditentukan oleh jiwa yang merdeka dan ikhlas dengan kebenaran yang mengitarinya. HMI juga mengemban misi keislaman. Kehidupan yang sesuai dengan fitrahnya adalah perpaduan yang utuh antar aspek duniawi dan ukhrowi. Arti Insan akademis. pencipta. Watak itu tumbuh dari dalam budaya organisasi baik karena citra kehadiran ataupun disebabkan oleh proses perjuangan. Arti masyarakat adil dan makmur dapat dikatakan sebagai suatu keadaan atau kondisi kehidupan masyarakat yang kondusif. Makna Independensi HMI Sosio asperatif keindependensian merupakan sifat dan sikap organisasi dengan watak independen. Tujuan HMI Arti Masyarakat Adil dan Makmur bernafaskan islam yang bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai oleh Allah SWT. 2. Atas dasar itulah yang melatarbelakangi berdirinya HMI yang berfokuspada pemikiran keislaman dan keindonesiaan. Dari suasana kemerdekaan itulah muncul independensi. Bahwa manusia diciptakan dalam keadaaan bebas dan merdeka. Bagi HMI. pengabdi. Independensi juga mencerminkan kepercayaan diri akan kemampuan adanya potensi yang dimilikinya. individu dan sosial serta iman dan amal yang menjadi syarat mutlak bagi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Pengertian Peran HMI sebagai sumber insani pembangunan Adalah merupakan bentuk implementasi dari fungsi HMI yakni usaha-usaha yang dilakukan terdiri dari : Membina mahasiswa muslim untuk mencapai akhlakul kharimah Mengembangkan potensi kreatif keilmuan. Bertanggungjawab dapat diartikan untuk melaksanakan usaha secara sungguh-sungguh dengan tujuan yang ditetapkan. Yang bernafaskan islam yaitu sikap seorang akademis harus sesuai dengan nilai-nilai islam. Totalitas fungsi dan peran sebagai perwujudan dari tujuan HMI HMI merupakan organisasi mahasiswa yang bersifat independen dan berasaskan islam dalam menciptakan kader-kader yang berjuang untuk mencapai tujuannya yakni terbinanya insan akademis. pencipta. 4. tujuan. fungsi dan peran HMI secara integral. Dan juga insan yang dapat menciptakan hal-hal yang berguna bagi masyarakat. Insan pengabdi yaitu sikap untuk mengamalkan atau mengaplikasikan kemampuan kepada masyarakat dimana dia berada dan juga sebagai pengabdian dia terhadap bangsa dan negara. pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridoi oleh Allah SWT. Fungsi dan Peran HMI Pengertian fungsi HMI sebagai organisasi kader Berkaitan dengan tugas yang diemban oleh HMI dalam menciptakan kader-kader yang akademis.Insan pencipta yaitu kemampuan untuk mengembangkan suatu konsep bagi dirinya maupun untuk orang lain. Hubungan antara status. pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. Sebagai organisasi kader HMI bertugas atau berkewajiban untuk menciptakan kader sebanyak-banyaknya dengan memperhatikan tujuan HMI itu sendiri. sifat. . 3. sosial dan budaya Mempelopori pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi bagi kemashlahatan masa depan umat manusia. asas.

.Suatu alat untuk menjalankan roda organisasi dimana hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan sistem yang utuh yang tak dapat dipisahkan. Hal ini membawa konsekuensi logis pada setiap gerak organisasi yang . Mission HMI Implementasi Mission HMI dalam Masyarakat Transisi HMI adalah organisasi kader (sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan perubahan secara terus-menerus).

Selama ini manajemen pemerintahan tidak lebih hanya menuruti kepentingan elit penguasa sedangkan kepentingan masyarakat diabaikan. yaitu. perubahan dari orientasi otoritarian menjadi orientasi demokrasi. adanya ruang publik yang tersedia sebagai wahana partisipasi politik masyarakat. meminjam istilahnya Daniel Bell dan John Keane aktoraktor perubahan sosial disebut civil society. demi terwujudnya idealisme ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Salah satu ciri masyarakat transisi adalah munculnya banyak aspirasi masyarakat yang menuntut adanya perubahan dan pembaruan sebagai cerminan respons masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan zaman. bermasyarakat. Perubahan bagi HMI merupakan suatu keharusan. pemerintah melakukan perubahan orientasi dalam menata menejemen pemerintahan. perubahan orientasi menejemen pemerintahan dari orientasi state driven menjadi menejemen yang berorientasi ke pasar. maka perjuangan yang dilakukan setiap kader HMI secara individu maupun secara institusi harus senantiasa berpegang pada independensi organisasi (independensi etis dan independensi organisatoris). humanis. adanya kemampuan membatasi kekuasaan negara agar tidak menjadi kekuatan yang intervensionis. Dalam merespon kondisi transisi demokrasi. Kedua. Civil society sekurang-kurangnya memiliki tiga ciri pokok. Independensi bagi HMI merupakan karakter kepribadian yang implementasinya terwujud didalam bentuk pola pikir. pola sikap dan pola laku setiap kader HMI baik dalam dinamika dirinya sebagai kader HMI maupun dalam melaksanakan "Mission" HMI dalam kiprah hidup berorganisasi. Pertama. berbangsa. Untuk menjaga konsistensi dan kontinuitas gerakan. perubahan dari orientasi sentralisme menjadi orientasi desentralisasi. Dalam melakukan perjuangan. dalam rangka tawar menawar terhadap negara. Ketiga. dan bernegara. Ketiga. Aspirasi nasyarakat tersebut merupakan hasil proses sosiologis yang panjang yang melibatkan aktor-aktor perubahan sosial. tata pemerintahan). HMI meyakini bahwa Islam sebagai doktrin yang mengarahkan pada peradaban secara integralistik. Dalam perspektif inilah. kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dengan demikian kader-kader HMI harus berani menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridha-Nya. Kini masyarakat sedang mengalami situasi transisi demokrasi (budaya. Setiap perjuangan HMI harus selalu disesuaikan dengan konteks dan realitas sosial kekinian. dan inklusif. Beberapa perubahan tersebut antara lain. pertama.senantiasa harus diarahkan pada perbaikan kehidupan manusia. maka kebangkitan partisipasi masyarakat merupakan indikasi adanya semangat proses demokratisasi di Indonesia. Kedua. adanya kemandirian yang relatif tinggi dari individu-individu. Dari ketiga perubahan orientasi tersebut pada dasarnya ada kecenderungan . transenden. politik.

simpangsiurnya penegakkan hukum. konflik elit politik yang semakin tak terkendali. Realitas sosial yang terjadi pada era pemerintahan saat ini menunjukan terjadinya krisis ekonomi yang belum teratasi. . swasta dan masyarakat yang diantara ketiganya harus berjalan secara sinergis. dll. baru sebatas dalam peraturan perundangan itupun masih banyak kekuarangan. Dalam situasi demikian HMI beserta kekuatan kemahasiswaan dan kepemudaan mempunyai tanggungjawab besar untuk mengawal dan mewujudkan agenda reformasi yang sampai hari ini belum terwujud Kamis. Ikhwan. 03 Mei 2012 SINDIKAT MISSION HMI SINDIKAT MISSION HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) Muh. Sehingga ada tiga komponen pokok dalam pelaksanaan pembangunan yaitu pemerintah. meningkatnya kekerasan. Pemerintah hanya berfungsi sebagai fasilitator masyarakat. Perubahan diatas. belum menyentuh pada budaya masyarakat.untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. K Tujuan Umum : Memahami Mission Hmi sebagai langkah atas tujuan HMI yang telah disadari untuk dapat dilaksanakan dalam mewujudkan masyarakat Adil Makmur.

Keislaman Kebangsaan Kemahasiswaan Mission HMI pada hakekatnya untuk menumbuhkan kesadaran menyeluruh kader untuk senantiasa berjuang mewujudkan tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Diskusi. : Ceramah. derivasi atau turunan dari tujuan yang telah disadari merupakan bagian dari mission HMI. Sebagai organisasi kader yang memiliki platform yang jelas. dan Tanya Jawab. Insan akademis. Dalam setiap organisasi tentunya mempunyai tujuan yang jelas. 2. 1. pengabdi Pada lingkup ini menunjukan jati diri sebagai kaum intelektual atau mahasiswa. mission HMI dapat diartikan sebagai tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh orang-orang yang tergabung dalam wadah kemahasiswaan yang berasaskan Islam atau lebih dikenal dengan Kader HMI. Konsekuensi yang harus diemban ketika tujuan telah dimaknai secara sadar dan mendalam. : 2 jam : Papan Tulis dan spidol Metode Alokasi Waktu Bahan MISSION HMI Mission merupakan tugas dan tanggung jawab yang diemban. itulah bentuk pengabdiannya. pada AD HMI pasal 4 tercantum tujuan hmi yakni “ TERBINANYA INSAN AKADEMIS PENCIPTA PENGABDI YANG BERNAFASKAN ISLAM DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERWUJUDNYA MASYARAKAT ADIL MAKMUR YANG DIRIDHOI ALLAH SWT” Dalam tafsiran tujuan diatas kita dapat memilah-milah : 1.Tujuan Khusus : · · · Kader dapat memahami serta menjelaskan tafsir tujuan HMI Kader dapat mengerti dan sadar mengenai tujuan dan mission HMI Kader dapat menjelaskan sifat. 3. dengan kecerdasan yang dimiliki akan mampu menciptakan hal-hal yang baru dan bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. status. fungsi serta peran HMI. . pencipta. sejak awal berdirinya HMI (1947) mempunyai komitmen asasi yang disebut dengan try komitmen.

cerdas. nalar. Peran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi perjuangan dalam keberadaannya tidak bisa dilepas dari sejarah perjuangan bangsa. berani intelktual. Dari penjelasan diatas. kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam mission HMI ada dua tanggung jawab yang harus diemban yakni : 1. militant. 2. Bernafaskan islam Setiap anggota HmI menyandang status mahasiswa yang beragama dan harus senantiasa menegakkan nilai-nilai kebanaran Islam untuk mendapatkan ridho Illahi. Status. Bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur Sebagai warga Negara Indonesia maka mempunyai kewajiban untuk mewujudkan cita-cita Negara. dan berani untuk melawan demi kebenaran. Mahasiswa mempunyai peran sebagai agen of change atau moral force sebab mahasiswa tidak terikat kepentingan apapun.2. . Jiwa mudanya senantiasa progress dalam menghadapi situasi jaman. Dengan demikian proses pembelajarannya dapat menyeluruh kepada semua kader. radikal. kritis. bertaqwa kepada Allah SWT. baik dalam nilai keislaman. dan perilaku. Status Status HMI adalah organisasi kemahasiswaan. Itulah sebabnya kenapa HMI berstatuskan sebagai organisasi Mahasiswa. Dan dapat diterapkan pada konteks kontemporer. 3. kebangsaan dan kemahasiswaan. Dan HMI membutuhkan sosok jiwa muda. Fungsi dan Peran 1. Organisasi ini senantiasa terus berganti dengan pola dibina untuk kemudian membina. 3. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur (memusnahkan ketertindasan). Dan diharapkan akan terbentuk sosok kader-kader yang memiliki integritas pribadi yang tangguh. 2. Fungsi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader berfungsi dan berperan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia melalui olah sikap. Mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki tingkat kecerdasaan atau intelktual yang lebih dibandingkan pada masyarakat umum. maka sebagai kelompok cedikiawan. Proses pengkaderan HMI adalah menerapkan proses internalisasi nilai-nilai moral dan kebenaran. dalam menyerukan perubahanperubahan. Menegakan nilai-nilai Islam Menuntaskan ketertindasan atau membela kaum-kaum tertindas( ploretariat ) Dua hal tersebut mempunyai makna yang luas jika kita mencoba menjabarkannya. baik itu kepentingan parpol dan kepentingan lainnya terkecuali kepentingan kebenaran. dinamika HMI terkait erat dengan dinamika bangsa yang berkembang.

Sindikat Mission HMI AD/ART HMI Diposkan oleh ikhwan insan cita di 04:33 . Dibawah Naungan Cahaya Illahi. Surakarta: Nurulhuda Pers. 2002. REFERENSI Al Qur’an Tim Penyusun. HMI harus mampu memberikan warna dan pemaharuan terhadap bangsa dan dunia akademis pada khususnya. ANUNG RAZAINI FIRMANSYAH.Nilai-nilai yang tumbuh di HMi adalah Nilai-nilai yang hidup pada komunitas intelektual yang memilki kesadaran terhadap diri pribadi dan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful