Artikel ini berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike .

Ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia pada " kanker Ginjal "Semua bahan yang digunakan diadaptasi dari Wikipedia tersedia di bawah persyaratan Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike . Wikipedia ® sendiri adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Inc www.meshio.com/list-of-covered-critical-illnesses-dread-diseases-in-malaysia/ www.scribd.com/doc/7493686/Cdk-028-Masalah-Penyakit-Ginjal-Dan-Saluran-Air-Kemih-Di-Indonesia ilmubedah.info/artikel/daftar+pustaka+kista+ginjal.html Kumpulan informasi tentang Patologi Karsinoma Sel Ginjal di irwanashari.com. Klik untuk

TUMOR GINJAL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumor ginjal merupakan tumor urogenitalia nomor tiga terbanyak setelah tumor prostat dan tumor kandung kemih. Semakin meluasnya penggunaan ultrasonografi abdomen sebagai salah satu pemeriksaan screening (penyaring) di klinik-klinik rawat jalan, makin banyak diketemukan kasus-kasus tumor ginjal yang masih dalam stadium awal. Karsinoma sel renal adalah jenis kanker ginjal yang banyak ditemukan pada orang dewasa. Wilms tumor atau nephroblastoma adalah jenis tumor yang sering terjadi pada anak-anak di bawah umur 10 tahun, jarang ditemukan pada orang dewasa. Kira-kira 500 kasus terdiagnosa tiap tahun di Amerika Serikat. 75% ditemukan pada anak-anak yang normal ; 25% nya terjadi dengan kelainan pertumbuhan pada anak. Tumor ini responsive dalam terapinya, 90% pasien bertahan hidup hingga 5 tahun. Di Amerika Serikat kanker ginjal meliputi 3% dari semua kanker, dengan rata-rata kematian 12.000 akibat kanker ginjal pertahun. Kanker ginjal sedikit lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding wanita (2:1) dan umumnya terdiagnosa pada usia antara 50 – 70 tahun, tapi dapat terjadi pada usia berapa saja juga. Tumor Wilms merupakan sekitar 10% keganasan pada anak. Paling sering dijumpai pada usia 3 tahun dan 10% nya merupakan lesi bilateral. 1.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui definisi, epidemiologi, etiologi, patologi, gejala klinis, pemeriksaan dan terapi pada tumor ginjal

Lebih ke kaudal facies posterior ren berbatas pada musculus quadratus lumborum. terdapat celah vertikal yang dikenal sebagai hilum renale. masing-masing di sisi kanan dan di sisi kiri columna vertebralis setinggi vertebra T12 sampai vertebrata L3. jejunum dan colon descendens (Keith. kira-kira 5 cm dari bidang median. 2002). Nervus subcostalis dan arteria subcostalis dan vena subcostalis serta nervus iliohypogastricus melintas ke kaudal dengan menyilang facies posterior ren secara diagonal. Ke arah kranial masing-masing ren berbatas pada diaphragma yang memisahkannya dari cavitas pleuralis dan costa XII. 2002). Hepar. pancreas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. saraf dan jaringan lemak yang banyaknya dapat berbedabeda (Keith. dan vena renalis serta pelvis renalis keluar. Di hilum renale vena renalis terletak ventral dari arteria renalis yang berada ventral dari pelvis renalis. duodenum dan colon ascendens terletak ventral berbatas pada gaster (ventriculus). Setiap calices renales minores memperlihatkan sebuah takik yang terjadi karena menonjolnya masuk puncak pyramis renalis yang disebut papilla renalis. margo medialis dan margo lateralis. Pars abdominalis ureter melintas amat dekat pada peritoneum parietale dan terletak retroperitoneal dalam seluruh panjangnya. pembuluh. Hilum renale memberi jalan ke suatu ruang dalam ren yang dikenal sebagai sinus renalis dan berisi pelvis renalis. extremitas superior dan extremitas inferior (Keith. Hilum renale sinistrum terletak dalam bidang transpilorik. Kedua ureter adalah pipa berotot sempit yang mengantar urin dari kedua ren ke vesica urinaria. Masing-masing ren memiliki facies anterior dan facies posterior. yakni pelvis renalis terjadi karena persatuan dua atau tiga callices renales majores yang masing-masing menghimpun dua atau tiga calices renales minores. yakni tempat arteria renalis masuk. setinggi vertebra L1. 2002). Pada tepi medial masing-masing ren yang cekung. Ren dexter terletak sedikit lebih rendah daripada ren sinister karena besarnya lobus hepatis dexter. Bagian kranial ureter yang lebar. splen (lien). calices renales.1 ANATOMI GINJAL Kedua ren terletak retroperitoneal pada dinding abdomen. Kedua ureter melintas ke arah mediokaudal sepanjang processus transversi vertebrarum lumbaliorum dan menyilang arteria iliaca externa tepat distal dari tempat arteria iliaca externa dipercabangkan dari .

terbanyak pembuluh-pembuluh ini berakhir dalam nodi lymphoidei lumbales (Keith. 2002). Arteri untuk pars adominalis ureter biasanya berasal dari tiga sumber: arteria renalis. Darah dari masing-masing glandula suprarenalis disalurkan keluar oleh vena suprarenalis yang besar dan seringkali banyak vena kecil. Kedua glandula suprarenalis dipersarafi secara luas dari pleksus coeliacus dan nervi splanchnici thoracici (Keith. arteria testicularis atau arteria ovarica dan aorta. Masing-masing glandula suprarenalis terbungkus dalam capsula fibrosa dan diliputi oleh fascia renalis.arteria iliaca communis. Glandula suprarenalis sinistra yang berbentuk seperti bulan sabit berbatas pada splen. artinya ialah bahwa arteri-arteri ini tidak beranostomasis. Vena renalis terletak ventralis terhadap arteria renalis dan vena renalis sinistra yang lebih panjang melintas ventral terhadap aorta. melalui arteria suprarenalis media (satu atau lebih) dari aorta abdominalis. Lalu masing-masing ureter menyusuri dinding pelvis lateral untuk bermuara dalam vesica urinaria (Keith. Pembuluh limfe dari bagian kranial uereter dapat bersatu dengan yang berasal dari ren atau langsung ditampung oleh nodi lymphoidei lumbales.2 FISIOLOGI GINJAL Fungsi utama ginjal adalah sebagai organ pengatur dalam mengekskresi bahan-bahan . Arteria segmentalis melintas ke segmenta renalia. Beberapa vena menyalurkan darah dari ren dan bersatu menurut pola yang berbeda-beda. Secara khas di dekat hilum renale masing-masing arteri bercabang menjadi 5 arteria segmentalis yang merupakan arteria akhir-akhir. Vena suprarenalis dextra yang pendek bermuara ke dalam vena cava inferior sedangkan yang lebih panjag di sebelah kiri bersatu dengan vena renalis sinistra (Keith. Masing-masing vena renalis bermuara ke dalam vena cava inferior (Keith. Kedua glandula suprarenalis (adrenalis) masing-masing terletak pada bagian kraniomedial ren. terletak ventral terhadap diaphragma dan ke arah ventral menyentuh vena cava inferior di sebelah medial dan hepar di sebelah lateral. Glandula suprarenalis dextra yang berbentuk segi tiga. Pembuluh limfe dari bagian tengah ureter biasanya ditampung oleh kelenjar limfe sepanjang arteria iliaca communis. Saraf-saraf untuk ren dan ureter berasal dari plexus renalis dan terdiri dari serabut simpatis dan parasimpatis. Pembuluh limfe ren mengikuti vena renalis dan ditampung oleh nodi lmphoidei lumbales aortici. 2. 2002). Pembuluh limfe dari glandula suprarenalis berasal dari pleksus di sebelah dalam capsula glandula suprarenalis dan dari pleksus di sebelah dalam medulla glandula suprarenalis. Kedua glandula suprarenalis memiliki vaskularisasi yang amat luas melalui arteria suprarenalis yakni cabang arteria phrenica inferior. Serabut aferen plexus renalis berasal dari nervi sphlanchnici thoracici. 2002). sedangkan yang berasal dari bagian kaudal ditampung oleh nodi lymphoidei iliaci interni (Keith. gaster. Arteria renalis dextra yang lebih panjang melintas dorsal dari vena cava inferior. Penyaluran balik darah dari kedua ureter terjadi melalui vena testicularis atau vena ovarica. pancreas dan crus diaphragma (Keith. 2002). Banyak pembuluh limfe keluar dari glandula suprarenalis . 2002). 2002). 2002). untuk membentuk vena renalis. Arteria renalis dilepaskan setingi discus intervertebralis antara vertebra L1 dan vertebra L2. Bentuk dan topografi masing-masing glandula suprarenalis berbeda. dan melalui arteria suprarenalis inferior dari arteria renalis.

Sekresi renin berlebihan yang mungkin penting pada etiologi beberapa bentuk hipertensi. 2. Prostaglandin mungkin berperan penting dalam pengaturan aliran darah ke ginjal.4. tetapi paling cocok disebut sebagai hamartoma. Hamartoma Ginjal Definisi Hamartoma atau angiomiolipoma ginjal adalah tumor ginjal yang terdiri atas komponen lemak. Lama hidup rata-rata penderita ini 6 – 12 bulan. Tentu saja ini dapat terlaksana dengan mengubah ekskresi air dan zat terlarut. Merokok mungkin mempunyai peran.000 laki-laki dan 3 tiap 100. karena itu periode sakit total bervariasi antara beberapa bulan dan beberapa tahun. Kekurangan prostagladin mungkin juga turut berperan dalam beberapa bentuk hipertensi ginjal sekunder. Progesifitasnya berbeda-beda. kecepatan filtrasi yang tinggi memungkinkan pelaksanaan fungsi ini dengan ketepatan tinggi. Sekitar 20% insulin yang dibentuk oleh pankreas didegradasi oleh sel-sel tubulus ginjal. Tumor ginjal padat jinak lebih jarang ditemukan dibanding tumor ganas (De Jong. Dengan frekuensi puncak antara 60 dan 70 tahun. Mengenai etiologinya hanya sedikit yang diketahui. meskipun bukti-bukti yang ada sekarang ini masih kurang memadai. Pada kira-kira 40% penderita telah ditemukan metastasis pada waktu tumor primer ditemukan. Hipotesis Grawitz (1883) bahwa tumor terjadi dari sisa adrenal di dalam ginjal ternyata tidak betul dan nama hipernefroma yang didasarkan atas ini tidak berlaku lagi. disamping sel-sel jernih (clear cell) dan eosinofil glandular (granular cell) terdapat lebih banyak sel polimorf. pegeluaran renin dan reabsorpsi Na+. Ginjal juga berperan penting dalam degradasi insulin dan pembentukan sekelompok senyawa yang mempunyai makna endokrin yang berarti. insidens tumor ginjal menempati urutan ke tiga dari tumor saluran kemih setelah tumor kandung kemih dan prostat. Karsinoma ginjal merupakan 2 – 3% semua malignitas. Lesi ini bukan merupakan tumor sejati. Pembentukan renin dan eritropoietin serta metabolisme vitamin D merupakan fungsi nonekskretor yang penting. Karsinoma ginjal terjadi di tubuli proksimal ginjal. 2. pembuluh darah dan otot polos. Bagianbagian karsinomatosa sering terdapat disamping bagian-bagian pseudosarkomatosa diselingi dengan nekrosis dan perdarahan. Tumor ini tiap tahun dijumpai pada 5 dari tiap 100. Tanpa penanganan proses lokal ini meluas dengan bertumbuh terus ke dalam jaringan sekelilingnya dan dengan bermetastasis menyebabkan kematian. Defisiensi eritropoietin dan pengaktifan vitamin D yang dianggap penting sebagai penyebab anemia dan penyakit tulang pada uremia. Kelainan ini dapat terjadi pada umur 17 – 70 tahun. tetapi fungsi yang paling utama adalah mempertahankan volume dan komposisi ECF dalam batas normal.000 wanita.kimia asing tertentu (misalnya obat-obatan) hormon dan metabolit lain. yaitu prostaglandin. 2000).4 KLASIFIKASI TUMOR GINJAL 2. Akibatnya penderita diabetes yang menderita payah ginjal membutuhkan insulin yang jumlahnya lebih sedikit. Prostaglandin merupakan hormon asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam banyak jaringan tubuh.3 EPIDEMIOLOGI. ETIOLOGI DAN PATHOLOGI UMUM Di rumah sakit.1 Tumor Jinak a. Tumor jinak ini biasanya bulat atau lonjong . Medula ginjal membentuk PGI dan PGE2 yang merupakan vasodilator potensial. fusiform dan sel-sel raksasa. Gambaran histologiknya heterogen.

sehingga pada ultasonografi akan terlihat gambaran hiperekoik dan jika dkonfirmasikan dengan CT scan tampak area yang menunjukkan densitas negatif. Secara histologis tidak jelas perbedaannya dengan karsinoma . Tumor tersusun atas sel spindel dengan kecenderungan mengelilingi tubulus di dekatnya. Adenoma Korteks Benigna Adenoma koreteks benigna merupakan tumor berbentuk nodulus berwarna kuning kelabu dengan diameter biasanya kurang dari 20 mm. pankreas dan ginjal. Fibroma renalis berupa benjolan massa yang kenyal keras. 2003). yang terletak dalam korteks ginjal. Lima puluh persen dari hamartoma ginjal adalah pasien Tuberous sklerosis atau penyakit Bournville yaitu suatu kelainan bawaan yang ditandai dengan retardasi mental. tulang. Diagnosis ditentukan dengan ditemukannya massa pada ginjal yang pada pielografi intravena terlihat sebagai massa yang mendesak pada sistem pielum dan kaliks. 2003). adenoma seseum dan terdapat hamartoma di retina. dengan diameter kurang dari 10 mm yang terletak dalam medula atau papilla. pada autopsi didapat sekitar 20% dari seluruh autopsi yang dilakukan. hamartoma ginjal sering tanpa menunjukkan gejala dan kadang-kadang didapatkan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin dengan ultrasonografi abdomen(Basuki. 2000). Gambaran ini patognomonis untuk suatu hamartoma(Basuki. Gambaran Klinis Jika tidak bersamaan dengan penyakit Tuberous sklerosis. hepar. Fibroma Renalis Tumor jinak ginjal yang paling sering ditemukan ialah fibroma renalis atau tumor sel interstisial reno-medulari. 2003). Dengan arteriografi sulit membedakan tumor ini dengan tumor ganas karena keduanya memberi bayangan hipervaskularisasi (De Jong. Gejala klinis yang mungkin dikeluhkan adalah : nyeri pinggang. 2003). Terapi Tumor kecil dan tanpa menimbulkan keluhan tidak perlu diobati. Pada pemeriksaan ultrasonografi dapat terlihat massa padat pada ginjal. Tumor ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja sewaktu melakukan autopsi. 2000). c. epilepsi. Tumor ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria dengan perbandingan 4 : 1 (Basuki. Kadang tumor ini ditemukan juga pada lokasi ektrarenal karena pertumbuhan yang multisentrik (De Jong. Tumor ini jarang ditemukan. 2003). b. Pencitraan Karena banyak mengandung komponen lemak inilah yang membedakan hamartoma dengan adenokarsinoma ginjal .dan menyebabkan terangkatnya simpai ginjal. hanya saja memerlukan evaluasi berkala yang teratur untuk mengetahui perkembangan besarnya massa tumor. hematuria. tanpa adanya tanda ataupun gejala klinis yang signifikan. gejala obstruksi saluran kemih bagian atas dan kadang kala terdapat gejala perdarahan rongga retroperitonial(Basuki. Jika tumor menjadi semakin besar dan sangat mengganggu perlu dipertimbangkan untuk tindakan nefrektomi(Basuki.

tetapi hingga saat ini belum ditemukan agen yang spesifik sebagai penyebabnya. Semakin lama merokok. Merokok merupakan faktor resiko yang paling dekat dengan timbulnya kanker ginjal. Beberapa menyebabkan masalah klinis. 2. Tumor Jinak Lainnya Tumor jinak dapat timbul dari jenis sel apapun dari dalam ginjal. sehingga memberikan rasa nyeri atau merupakan predisposisi kehilangan darah yang banyak sewaktu terjadi trauma. dan semakin muda seseorang mulai merokok semakin besar . tetapi dapat pula menyerang usia yang lebih muda. Jenis tumor lain yang pernah ditemui adalah lipoma dan leiomioma (De Jong. seperti hemangioma yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan.4. Proses ganas dapat terjadi pada adenoma korteks. Kejadian tumor pada kedua sisi (bilateral) terdapat pada 2% kasus (Basuki. yaitu tumor Wilms. Adenokarsinoma Ginjal Definisi Adenokarsinoma ginjal adalah tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimalis ginjal. Angka kejadian pada pria lebih banyak daripada wanita dengan perbandingan 2 : 1. 2000). 2000).Tumor yang jarang ditemukan ialah tumor sel jukstaglomerulor yang memproduksi renin yang merupakan penyebab terjadinya hipertensi (Underwood. 2003). Onkositoma Onkositoma merupakan subtipe dari adenoma yang sitoplasma granulernya (tanda terhadap adanya mitokondria yang cukup besar dan mengalami distorsi) banyak ditemukan. Meskipun tumor ini biasanya banyak diderita pada usia lanjut (setelah usia 40 tahun). Etiologi Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab timbulnya adenokarsinoma ginjal. 2003).2 Tumor Ganas (kanker) Tumor ginjal yang ganas biasanya berupa tumor padat yang berasal dari urotelium. Onkositoma kadang-kadang dapat begitu besar sehingga mudah dikacaukan dengan karsinoma sel renalis. keduanya tersusun atas sel besar jernih dengan inti kecil. Karsinoma sel Ginjal atau Internist tumor (Basuki. 2003). tumor yang berdiameter kurang dari 30 mm ditentukan sebagai tumor jinak. Perbedaan ini sepenuhnya tidak dapat dipegang sebab karsinoma stadium awal juga mempunyai diameter kurang dari 30 mm. Tumor ini merupakan 3% dari seluruh keganasan pada orang dewasa. Penemuan kasus baru meningkat setelah ditemukannya alat bantu diagnosa USG dan CT scan (Basuki. 2000). yaitu karsinoma sel transisional atau berasal dari sel epitel ginjal atau adenokarsinoma. Perbedaannya ditentukan hanya berdasarkan ukurannya . a. Hipernefroma. e. yaitu tumor Grawitz atau dari sel nefroblas. Tumor ini dikenal dengan nama lain sebagai : tumor Grawitz.tubulus renalis . d. Tumor ini paling sering ditemukan pada umur lebih dari 50 tahun. Serupa dengan sel korteks adrenal tumor ini diberi nama hipernefroma yang dipercaya berasal dari sisa kelenjar adrenal yang embrionik (Underwood.

papiler. yakni: clear cell (30 – 40%). angiomata retina dan tumor ginjal bilateral) suatu kelainan herediter yang jarang (Underwood. Tumor biasanya berbatas tegas. Hipernefroma kadang-kadang berbentuk kistik. diduga kejadian kanker ginjal berhubungan dengan konsumsi kopi. 2000). Patologi Tumor ini berasal dari tubulus proksimalis ginjal yang mula-mula berada di dalam korteks. Insidens pada ginjal tapal kuda dan ginjal polikistik pada orang dewasa lebih tinggi daripada ginjal normal (De Jong. 2003). 2000). Meskipun belum ada bukti kuat.Stadium II : tumor invasi ke jaringan lemak perirenal dengan fasia gerota masih utuh. 2003). Stadium Robson membagi derajat invasi adenokarsinoma ginjal dalam 4 stadium yaitu: . Perluasan ke dalam vena renalis kadangkadang dapat dilihat secara makroskopis sekali-sekali terlihat suatu massa tumor padat meluas ke dalam vena kava inferior dan jarang ke dalam atrium kanan (Underwood. 2000). Fasia Gerota merupakan barier yang menahan penyebaran tumor ke organ sekitarnya (Basuki. Secara makroskopis ginjal terlihat distorsi akibat adanya massa tumor besar yang berbenjolbenjol yang biasanya terdapat pada kutub atas (Underwood. 2000). dan bentuk campuran (Basuki. 2000). tetapi beberapa menembus kapsula ginjal dan menginfiltrasi jaringan lemak perinefrik.kemungkinan menderita kanker ginjal. sarkomatoid.Stadium 1 : tumor masih terbatas di dalam parenkim ginjal dengan fasia gerota masih utuh . Beberapa jenis tumor bisa berasal dari tubulus distal maupun duktus kolegentes. Jarang ditemukan bentuk familial yang mengikuti pola dominan autosomal. sel bergranula dan sel sarkomatoid (De Jong. Tidak jarang ditemukan kista-kista yang berasal dari tumor yang mengalami nekrosis dan diresorbsi.Stadium III : tumor invasi ke vena renalis/ vena kava atau limfonodi regional.Stadium IV : tumor ekstensi ke organ sekitarnya/ metastasis jauh (usus) IVA : dalam organ sekitarnya. 2000). dan kemudian menembus kapsul ginjal. obat-obatan jenis analgetika dan pemberian estrogen (Basuki. Disamping itu di beberapa kasus menunjukkan adanya eosinofilia atau reaksi leukemoid dalam darah dan pada sebagian kecil penderita timbul amiloidosis.renalis IIIB : kelenjar limfe regional IIIC : pembuluh darah lokal . Hal ini dapat memberikan masalah diagnostik. Yang diindikasikan sebagai faktor etiologi ialah predisposisi genetik yang diperlihatkan dengan adanya hubungan kuat dengan penyakit Hippel-Lindau (hemangioblastoma serebelum. Sitoplasma yang jernih diakibatkan adanya glikogen dan lemak. Yang paling sering adalah campuran sel jernih. 2003). Inti yang kecil menunjukkan sifat ganas tumor. Biasanya tumor ini disertai dengan pseudokapsul yang terdiri atas parenkim ginjal yang tertekan oleh jaringan tumor dan jaringan fibrosa. IIIA : tumor menembus fasia gerota dan masuk ke v. selain adrenal . sedangkan pada gambaran histopatologik terdapat berbagai jenis sel. granular (9 – 12%). . Pada irisan tampak berwarna kuning sampai oranye disertai daerah nekrosis dan perdarahan (Underwood.

Febris yang disebabkan karena nekrosis tumor atau terbebasnya pirogen endogen oleh tumor ginjal. Gejala dan Tanda Klinis Didapatkan ketiga tanda trias klasik berupa: nyeri pinggang. yang terdiri atas: (1) Sindroma Staufer (penurunan fungsi liver yang tidak ada hubungannya dengan metastasis pada hepar dengan disertai nekrosis pada berbagai area pada liver). Pemeriksaan PIV biasanya dikerjakan atas indikasi adanya hematuria tetapi jika diduga ada massa pada ginjal. terjadinya A-V (arteri-venous) shunting pada massa tumor atau hasil produksi subtansi pressor oleh tumor. (2) hiperkalsemia (terdapat pada 10% kasus kanker ginjal). Hipertensi yang mungkin disebabkan karena: oklusi vaskuler akibat penekanan oleh tumor. adrenal dan ginjal kontralateral (De Jong. tulang . TNM Tumor Grawitz T Tumor primer T1 Terbatas pada ginjal <2. paru. Varikokel ini terjadi akibat obstruksi vena spermatika interna karena terdesak oleh tumor ginjal atau tersumbat oleh trombus sel-sel tumor.5 cm T3 Keluar ginjal. sumbatan aliran urin atau massa tumor yang menyebabkan peregangan kapsula fibrosa ginjal. Renalis. kadang ke hati. Nyeri terjadi akibat invasi tumor ke dalam organ lain. Pencitraan Dengan meluasnya pemakaian ultrasonografi dan CT scan. 2003). 2000). tidak menembus fasia gerota T3a Masuk adren atau jaringan perinefrik T3b Masuk v.renalis/ v. 2003). hematuria dan massa pada pinggang merupakan tanda tumor dalam stadium lanjut.kava T4 Menembus fasia Gerota N Kelenjar regional/ hilus. para aorta. dan (4) hipertensi akibat meningkatnya kadar renin(Basuki.IVB : metastasis jauh (Basuki. Tanda-tanda metastasis ke paru atau hepar.5>2. (3) polisitemia akibat peningkatan produksi eritropoietin oleh tumor. . Anemi karena terjadinya perdarahan intra tumoral Varikokel akut yang tidak mengecil dengan posisi tidur. Kadang-kadang ditemukan sindroma paraneoplastik. Metastasis tersering ialah ke kelenjar getah bening ipsilateral. para kava N0 Tidak ada penyebaran N1 Kelenjar tunggal <>5 cm Cara penyebaran bisa secara langsung menembus simpai ginjal ke jaringan sekitarnya dan melalui pembuluh limfe atau v. kanker ginjal dapat ditemukan dalam keadaan stadium yang lebih awal. Secara klinis kelainan ini terpaparkan sebagai keluhan hematuria.

Beberapa kasus yang sudah dalam stadium lanjut tetapi masih mungkin unutk dilakukan operasi. 2003). 2.pemeriksaan dilanjutkan dengan CT scan atau MRI. 2003). vena cava. Pemberian imunoterapi dengan memakai interferon atau dikombinasikan dengan interleukin saat ini sedang dicoba di negara-negara maju. Penggunaan terapi hormonal belum banyak diketahui hasilnya. 2000). Terapi 1. Radiasi Eksterna. 5. Tumor yang masih dalam stadium dini dilakukan nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal beserta kapsula gerota. ekstensi perirenal dan metastasis pada kelenjar limfe retroperitoneal. arteriografi selektif merupakan pilihan untuk menegakkan diagnosis karsinoma ginjal. 2003). Gambaran klasik arteriogram pada karsinoma ini adalah: neovaskularisasi. masih dianjurkan untuk dilakukan nefrektomi paliatif. tetapi kelemahannya adalah kurang sensitif mengenali lesi solid yang berukuran kurang dari 3 cm(Basuki. 2003). 2003). Prognosis Pada penderita tanpa disertai metastasis kemungkinan hidup 5 tahun dapat mencapai 70%. Pemberian infus adrenalin menyebabkan konstriksi pembuluh darah normal tanpa diikuti konstriksi tumor(Basuki. Demikian pula pemakaian sitostatika tidak banyak memberikan manfaat pada tumor ginjal (Basuki. setelah tindakan nefrektomi ini sering didahului dengan embolisasi arteri renalis yang bertujuan untuk memudahkan operasi(Basuki. 2003). MRI dapat mengungkapkan adanya invasi tumor pada vena renalis dan vena cava tanpa membutuhkan kontras. Pada beberapa tumor yang telah mengalami metastasis. 2003). Keadaan ini bisa memburuk 15 – 20% apabila vena renalis ikut terkena atau ditemukan perluasan ke dalam jaringan lemak perinefrik (Underwood. ginjal polikistik dan tuberkulosis ginjal (De Jong. 3. Sitostatika. Preparat yang dipakai adalah hormon progestagen. Imunoterapi. Hormonal. CT scan merupakan pemeriksaan pencitraan yang dipilih pada karsinoma ginjal. Pemeriksaan ini mempunyai akurasi yang cukup tinggi dalam mengetahui adanya penyebaran tumor pada vena renalis. Sebelum pemakaian CT scan dan MRI berkembang luas. fistulae arterio-venous. . 4. derajat penyebaran dan derajat keganasan menentukan prognosis (De Jong. Radiasi eksterna tidak banyak memberi manfaat pada adenokarsinoma ginjal karena tumor ini adalah tumor yang radioresisten (Basuki. maka pemakaian obat ini masih sangat terbatas (Basuki. 2000). Dalam hal ini USG hanya dapat menerangkan bahwa ada massa solid atau kistik (Basuki. Nefrektomi. Dari berbagai literatur disebutkan bahwa pemberian preparat hormon tidak banyak memberi manfaat (Basuki. Karena harganya sangat mahal dan hasil terapi dengan obat-obatan imunoterapi masih belum jelas. pooling bahan kontras dan aksentuasi pembuluh darah pada kapsul ginjal. Stadium perkembangan. 2000). Diagnosis Banding Hidronefrosis. 2003).

Nefroblastoma sering dikenal dengan nama tumor Wilm atau karsinoma sel embrional. Otot serat lintang sering ditemukan pada tumor ini bersama dengan jaringan fibrosa miksoid. hati (10%) dan bahkan pada stadium lanjut menyebar ke ginjal kontralateral (Basuki. yaitu Favorable dan Unfavorable (Basuki. Tumor Wilm sering diikuti dengan kelainan bawaan berupa: anridia. hemihipertrofi dan anomali organ urogenitalia (Basuki. Nefroblastoma Definisi Nefroblastoma adalah tumor ginjal yang banyak menyerang anak berusia kurang dari 10 tahun dan paling sering dijumpai pada umur 3.5 tahun. 2003). 2003). 2003). 2000). Insiden puncaknya antara umur 1. Anak perempuan dan laki-laki sama banyaknya. Satu persen dari tumor Wilms ditemukan familial dan diturunkan secara dominan autosomal. Tumor Wilms merupakan 10% dari semua keganasan pada anak. Glomerolus dan tubulus terbentuk tidak sempurna yang terletak dalam stroma sel spindel. Secara histologis kedua jaringan epitel dan mesenkim dapat ditemukan dimana tumor berasal dari jaringan mesonefrik mesoderm. Potongannya menunjukkan berbagai macam gambaran yang merefleksikan jenis jaringan yang ditemukan pada pemeriksaan histologis. viseromegah dan hipoglikemia neonatal). tulang dan lemak. 2003). Patologi Tumor berasal dari blastema metanefrik dan terdiri atas blastema. keraguan genitalia pada anak dan sindrom Beckwith-Wiedemann (makroglosi. sehingga membentuk susunan campuran yang sedikit aneh. Stadium NWTS (National Wilm’s Tumor Study) membagi tingkat penyebaran tumor ini (setelah . Kurang lebih 10% tumor ini menyerang kedua ginjal secara bersamaan (Basuki. kartilago. Secara histopatologis dibedakan 2 jenis nefroblastoma. Penyebaran secara hematogen melalui vena renalis ke vena kava kemudian mengadakan metastasis ke paru (85%). stroma dan epitel. 2000). 2000) Penyebaran Setelah keluar dari kapsul ginjal tumor akan mengadakan invasi ke organ di sekitarnya dan menyebar secara limfogen melalui kelenjar limfe para aorta. Onkogen tumor Wilms telah dilokasi pada garis p 13 kromosom 11 (De Jong. Tumor ini merupakan tumor urogenitalia yang paling banyak menyerang anak-anak. Tumor ini mungkin ditemukan pada anak dengan kelainan aniridia. Secara makroskopis tumor ini tampak sebagai massa yang besar dan sering meluas menembus kapsula dan menginfiltrasi jaringan lemak perinefrik dan bahkan sampai ke dasar mesenterium.4 tahun. 2000). (Underwood. Daerah perdarahan dan nekrosis sering ditemukan menyatu dengan jaringan tumor solid yang berwarna putih bersama dengan daerah kartilago dan musinosa. (Underwood. omfalokel.b. Dari irisan berwarna abu-abu dan terdapat fokus nekrosis atau perdarahan. Kadang tidak tampak unsur epitel atau stroma (De Jong.

Pemeriksaan untuk mencari . Pielogram intravena juga dapat menunjukkan perubahan bayangan ginjal dan gambaran pelviokaliks dan sekaligus memberi kesan mengenai faal ginjal. atau otak (M+) V. Pemeriksaan PIV. 2003). Tumor bilateral (Basuki. 2003). tumor Wilm menunjukkan adanya distorsi sistem pelvikalis atau mungkin didapatkan ginjal non visualized. IV. Pada pemeriksaan ultrasonografi abdomen terdapat massa padat pada perut (retroperitonial) sebelah atas yang dalam hal ini harus dibedakan dengan neuroblastoma atau teratoma (Basuki. massa padat pada perut sebelah atas yang kadang-kadang telah melewati garis tengah dan sulit digerakkan. sedangkan pada neuroblastoma terjadi pendesakan sistem kaliks ginjal ke kaudo-lateral (Basuki. III. Nyeri abdomen dan obstruksi intestinal (Underwood. Metastasis hematogen ke paru. Gambaran Klinis Biasanya pasien dibawa ke dokter oleh orang tuanya karena diketahui perutnya membuncit. Stadium penyebaran tumor menurut TNM T Tumor primer T1 Unilateral permukaan (termasuk ginjal) <80>80 cm2 T3 Unilateral ruptur sebelum penanganan T4 Bilateral N Metastasis limf N0 Tidak ditemukan metastasis N1 Ada metastasis limf M Metastasis jauh M0 Tidak ditemukan M+ Ada metastasis jauh (De Jong. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari: biopsi atau ruptur yang terjadi sebelum atau selama operasi (N+). Tumor meluas keluar simpai ginjal dan dapat dieksisi sempurna mungkin telah mengadakan penetrasi ke jaringan lemak perirenal. ada benjolan di perut sebelah atas atau diketahui kencing berdarah. Pemeriksaan Pencitraan ginjal dapat dilakukan dengan ultrasonografi yang dapat menemukan tumor padat pada ginjal. limfonodi para aorta atau ke vasa renalis (N0). 2000). 2000). 2003). CT scan dapat memberi gambaran pembesaran ginjal dan sekaligus menunjukkan pembesaran kelenjar regional atau infiltrasi tumor ke jaringan sekitar. yang pada anak kemungkinan paling besar tumor Wilms.dilakukan nefrektomi) dalam 5 stadium: I. tidak ada metastasis limfogen (N0). tulang. Presentasi klinis yang sering adalah adanya massa dalam abdomen. Tumor terbatas pada ginjal dan dapat dieksisi sempurna. II. Gambaran klinis awalnya dapat sebagai hematuria. Pada pemeriksaan kadang-kadang didapatkan hipertensi.

Penatalaksanaan Jika secara klinis tumor masih berada dalam stadium dini dan ginjal di sebelah kontralateral normal. kmoterapi dan radiotrapi kemudian dialisis atau transplantasi ginjal (De Jong. Nefrektomi radikal merupakan terapi terpilih apabila tumor belum melewati garis tengah dan belum menginfiltrasi jaringan lain. Tumor Wilms merupakan tumor yang kemosensitif terhadap beberapa obat anti tumor. 2000). Jika ada sisa tumor pasca bedah juga diberikan radioterapi (De Jong. Apabila termasuk golongan prognosis baik. Pemeriksaan MRI tidak menambah banyak keterangan untuk tumor Wilms. Pengeluaran kelenjar limf retroperitoneal total tidak perlu dilakukan.metastasis biasanya dengan foto toraks dan CT scan otak (De Jong. Apabila ditemukan penjalaran tumor ke v. 2000). Pemberian sitostatika dimulai sebelum pembedahan dan dilanjutkan beberapas eri setelah pembedahan dengan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Pungsi dilakukan sekadar untuk mendapatkan sediaan patologik untuk kepastian diagnosis dan menentukan radiasi atau terapi sitostatika prabedah untuk mengecilkan tumor (De Jong. Tumor Wilm memberikan respon yang cukup baik terhadap radioterapi (bersifat radiosensitif). Oleh karena itu radioterapi hanya diberikan pada penderita dengan tumor yang termasuk golongan patologi prognosis buruk atau stadium III dan IV. Pada pembedahan perlu diperhatikan ginjal kontralateral karena kemungkinan lesi bilateral cukup tinggi (sampai 10%). Kava. Pembedahan ini kadang kala diawali dengan pemberian sitostatika atau radiasi (Basuki. (2) neuroblastoma intrarenal biasanya keadaan pasien lebiih buruk dan pada pemeriksaan laboratorium kadar VMA (Vanyl Mandelic Acid) dalam urin mengalami peningkatan dan (3) teratoma retroperitonium (Basuki. Akan tetapi radioterapi dapat mengganggu pertumbuhan anak dan menimbulkan penyulit jantung. Radiasi Eksterna. 2003). dapat diberikan kemoterapi disusul dengan nefrektomi parsial. 2000). Kava sebaiknya ditutup dengan klem. Pada awal pembedahan v. tumor tersebut harus diusahakan diangkat. 2000). 1. Sitostatika. Tumor Wilms dikenal sebagai tumor yang radiosensitif. 2003). Sitostatika yang dipergunakan adalah kombinasi dari Actinomisin D dengan Vincristine. Renalis dan v. Radiasi diberikan sebelum atau setelah operasi dan kadang kala diberikan berselingan dengan sitostatika sebagai terapi sandwich (Basuki. Pada waktu pembedahan harus diusahakan agar tidak terjadi penyebaran untuk mencegah kenaikan tingkat keganasan klinis. Pemeriksaan penunjang lain ialah biopsi jarum yang hanya dibenarkan apabila tumor sangat besar sehingga diperkirakan akan sukar untuk mengangkat seluruh tumor. 2003). 2. Kalau termasuk golongan prognosis buruk harus dilakukan nefrektomi bilateral. 3. paru dan hati. dilakukan nefrektomi radikal. tetapi biopsi kelenjar di daerah hilus dan paraaorta sebaiknya dilakukan. . Diagnosis Banding Benjolan pada perut sebelah atas yang terdapat pada anak-anak dapat disebabkan oleh karena: (1) hidronefrosis/ kista ginjal yang keduanya merupakan massa yang mempunyai konsistensi kistus. sebelum memanipulasi ginjal yang kena tumor. Pada tumor bilateral harus dilakukan pemeriksaan patologi dengan biopsi jarum untuk menentukan diagnosa dan perangai histologik.

inti yang atipik. Prognosis Tumor ini tumbuh dengan cepat dan agresif. khemoterapi dan pembedahan meningkatkan secara nyata prognosis penyakit ini. kelanjutan hidup 3 tahun adalah 80% (De Jong. 2000). pielum juga dilapisi oleh sel-sel transitional dan mempunyai kemungkinan untuk menjadi karsinoma transitional. Prognosis buruk menunjukkan gambaran histologik dengan bagian yang anaplastik. karena pertumbuhannya ke dalam rongga kaliks pelvis. 2000) Gambaran Klinis Yang paling sering dikeluhkan oleh pasien adalah kencing darah (80%). Melalui alat ureterorenoskopi dapat dilihat langsung keadaan pielum. atau hemangioma pada pielum ginjal. yang digunakan pada pielografi retrograde (Underwood. Pada tumor bilateral. suatu α-emiter. plastik dan industri gas. dimana sisanya yang paling banyak (5-10%) karsinoma sel transitional yang berasal dari urotelium pelvis renalis. Pemeriksaan sitologi urin dengan mengambil contoh urin langsung ke dalam pielum melalui kateter ureter. tuberkuloma. tumor ini secara dini akan ditandai dengan adanya hematuria atau obstruksi (Underwood. Pada pemeriksaan PIV terdapat filling defect yang nampak seolah-olah seperti batu radiolusen. Beberapa penderita dilaporkan mendapat karsinoma sel transisional beberapa tahun setelah menggunakan thorotrast. Jika dicurigai ada massa pada pielum diambil contoh jaringan untuk . Sesuai dengan jenis histopatologinya tumor ini dibedakan dalam dua jenis yaitu (1) karsinoma sel transitional dan (2) karsinoma sel skuamosa. 2000) Etiologi Ditemukan hubungan antara tumor ini dengan penyalahgunaan pemakaian obat analgesik. 2003). buli-buli dan uretra proksimal. 2003). Untuk itu bantuan ultrasonografi atau CT scan dapat membedakannya (Basuki. karet. c. 2000) Tumor ini sering menginfiltrasi dinding pelvis dan dapat mengenai vena renalis (Underwood. Keadaan tersebut disebabkan oleh massa tumor atau akibat obstruksi oleh tumor yang menimbulkan hidronefrosis (Basuki. Dengan terapi kombinasi seperti di atas dapat dicapai kelanjutan hidup lebih dari 90% dan bebas penyakit 85%. siklofosfamid dan sisplatin. doksorubisin.seperti aktinomisin D. 2003). dan terkena zat warna anilin yang digunakan pada pewarnaan. Kombinasi pengobatannya radioterapi. 2000). Karsinoma sel skuamosa biasanya merupakan metaplasia sel-sel pelvis renalis karena adanya batu yang menahun pada pelvis renalis (Basuki. vinkristin. Sebagian besar tumor renalis pada orang dewasa ialah karsinoma sel renalis. Pada waktu didiagnosis telah ditemukan penyebaran dalam paru. Seperti halnya mukosa yang terdapat pada kaliks. Biasanya kemoterapi diberikan prabedah selama 4 – 8 minggu. hiperdiploidi dan banyak translokasi kompleks (De Jong. kadang-kadang disertai dengan nyeri pinggang dan teraba massa pada pinggang. Tumor Pelvis Renalis Angka kejadian tumor ini sangat jarang.

lipoma dan leiomioma . 2003). Tumor jinak ginjal terdiri atas: hamartoma. hemangioma. serupa dengan tumor ureter dan vesika urinaria. tetapi dapat pula timbul langsung dari epitel transisional. fibroma renalis. Telah diketahui bahwa terjadinya karsinoma skuamosa ada hubungannya dengan terdapatnya batu dan infeksi kronis. 2000). Prognosis Prognosisnya kurang baik. adenoma korteks benigna.pemeriksaan histopatologi (Basuki. Bentuk papil tumor memudahkan terjadinya kerusakan pada massa tumor bagian ujungnya. Hal ini menyebabkan sel tumor yang atipik dapat dideteksi dalam urin penderita. terutama pada penderita dengan tumor yang berdiferensiasi buruk. Sering ditemukan karsinoma sel transisional pada seluruh traktus urinarius. yang sugestif adanya perubahan dari daerah urothelial. 2003). BAB III KESIMPULAN 1. sehingga memungkinkan tumor ini didiagnosis berdasarkan pemeriksaan sitologi urin dan dilakukan screening (Underwood. 2000). Dengan adanya batu pelvis. urothelium dapat mengalami metaplasia squamosa. Terapi Tumor ini kurang memberikan respon pada pemberian sitostatika maupun radiasi eksterna. Secara makroskopik biasanya tumor ini berbentuk datar dan infiltaratif dengan prognosisnya yang buruk (Underwood. Terapi yang paling baik untuk tumor ini pada stadium awal adalah nefroureterektomi dengan mengambil cuff dari buli-buli (Basuki. dan tumor multipel sering ditemukan pada ureter dan vesika urinaria. Tumor sel transisional tumbuh berpapil-papil. tumor sel jukstaglomerular. onkositoma. yang dapat terlepaskan.

nih.org/wiki/Renal_cell_carcinoma http://www. Patologi Umum dan Sistemik Volume 2 Edisi 2. Basuki. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2.2. Jakarta . et al. Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam Volume 3 Edisi 13. 2003. Tumor jinak yang paling sering ditemukan adalah fibroma renalis 5. Jakarta Underwood.wikipedia.com/Radio/topic484.html http://en. EGC.emedicinehealth.htm http://en.uni-bonn.emedicine.html http://www. Tumor ganas pelvis renalis mempunyai prognosis yang buruk DAFTAR PUSTAKA http://en. Sagung Seto.org/wiki/Oncocytoma Kasper. JCE. EGC.meb. 2005.gov/medlineplus/wilmstumor.de/cancer. 2003. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Dasar-Dasar Urologi Edisi 2. nefroblastoma(tumor wilms) dan tumor pelvis renalis 3. Jakarta Price. Diagnosa dini dalam penemuan tumor akan meningkatkan prognosisnya 4. Sylvia A. Tumor Wilms banyak ditemukan pada anak usia kurang dari 10 tahun.htm http://en. Jakarta Purnomo. jarang sekali pada orang dewasa 7.gov/CDR0000062937. 2000.wikipedia. Tumor ganas ginjal terdiri atas: adenokarsinoma ginjal.wikipedia.wikipedia.org/wiki/Wilms'_tumor http://www.com/renal_cell_cancer/article_em.nlm. EGC. Adenokarsinoma ginjal merupakan 3% dari seluruh keganasan pada orang dewasa 6. EGC.org/wiki/Hamartoma http://www. 2000. Jakarta Wim de Jong.