Herpes zoster

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Herpes zoster
Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal

ICD-10 ICD-9

B02. 053

DiseasesDB 29119 MedlinePlus 000858 eMedicine med/1007 derm/180 emerg/823 oph/257 ped/996

Herpes zoster (nama lain: shingles atau cacar ular cacar api) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.[1] Setelah seseorang menderita cacar air, virus varicella-zoster akan menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif atau laten) pada satu atau lebih ganglia (pusat saraf) posterior.[2] Apabila seseorang mengalami penurunan imunitas seluler maka virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi ke kulit sehingga menimbulkan penyakit herpes zoster.[2] Di kulit, virus akan memperbanyak diri (multiplikasi) dan membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut.[2] Herper zoster cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti penderita AIDS, leukemia, lupus, dan limfoma.[1]

Daftar isi
[sembunyikan]

     

1 Epidemologi 2 Gejala 3 Deteksi 4 Pengobatan 5 Pencegahan 6 Referensi

[sunting] Epidemologi
Herpes zoster ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung, salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik di antara inang yang rentan. Resiko terjangkit herpes zoster terkait dengan pertambahan usia. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Selain itu, hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu. Penderita imunosupresi, seperti pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan CD4 sel-T, akan berpeluang lebih besar menderita herpes zoster sebagai bagian dari infeksi oportunistik.[3]

[sunting] Gejala
Hari 1 Perkembangan ruam herpes zoster Hari 2 Hari 5 Hari 6

Pada awal terinfeksi virus tersebut, pasien akan menderita rasa sakit seperti terbakar dan kulit menjadi sensitif selama beberapa hari hingga satu minggu. Penyebab terjadinya rasa sakit yang akut tersebut sulit dideteksi apabila ruam (bintil merah pada kulit) belum muncul. Ruam shingles mulai muncul dari lepuhan (blister) kecil di atas dasar kulit merah dengan lepuhan lainnya terus muncul dalam 3-5 hari. Lepuhan atau bintil merah akan timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang dan membentuk pola seperti pita pada area kulit. Penyebaran bintil-bintil tersebut menyerupai sinar (ray-like) yang disebut pola dermatomal. Bintil akan muncul di seluruh atau hanya sebagian jalur saraf yang terkait. Biasanya, hanya satu saraf yang terlibat, namun di beberapa kasus bisa jadi lebih dari satu saraf ikut terlibat. Bintil atau lepuh akan pecah dan berair, kemudian daerah sekitarnya akan mengeras dan mulai sembuh. Gejala tersebut akan terjadi dalam selama 3-4 minggu. Pada sebagian kecil kasus, ruam tidak muncul tetapi hanya ada rasa sakit.[4]

[sunting] Deteksi

pengobatan rasa sakit akut yang berkaitan dengan penyakit tersebut. kapsaisin.Untuk mendeteksi penyakit herpes zoster.  PCR PCR digunakan untuk mendeteksi DNA virus varicella-zoster di dalam cairan tubuh. carbamazepine. Penggunaan agen antiviral dalam kurun waktu 72 jam setelah terbentuk ruam akan mempersingkat durasi terbentuknya ruam dan meringankan rasa sakit akibat ruam tersebut. sampel dapat diletakkan pada es cair.[6] Untuk meringankan rasa sakit akibat herpes zoster. dan Valacyclovir. Contoh analgesik yang sering digunakan adalah krim (lotion) yang mengandung senyawa calamine. digunakan antikonvulsan seperti Phenytoin. Sel dari ruam atau lesi diambil dengan menggunakan scapel (semacam pisau) atau jarum kemudian dioleskan pada kaca dan diwarnai dengan antibodi monoklonal yang terkonjugasi dengan pewarna fluoresens. contohnya cairan serebrospina. antidepresan trisiklik. Apabila ruam telah pecah. Famciclovir.  Kultur virus Cairan dari lepuh yang baru pecah dapat diambil dan dimasukkan ke dalam media virus untuk segera dianalisa di laboratorium virologi. dan pencegahan terhadap neuralgia pascaherpes. Pertumbuhan virus varicella-zoster akan memakan waktu 3-14 hari dan uji ini memiliki tingkat sensitivitas 30-70% dengan spesifitas mencapai 100%. Sedangkan untuk mengatasi neuralgia pascaherpes digunakan analgesik (Topical agents). Nortriptyline. dan Nortriptyline.  Uji serologi Uji serologi yang sering digunakan untuk mendeteksi herpes zoster adalah ELISA. dan xylocaine. dan antikonvulsan (antikejang). Contoh antidepresan trisiklik yang digunakan untuk perawatan herpes zoster adalah Amitriptyline. sering digunakan kortikosteroid oral (contoh prednisone). maka penggunaan antiviral tidak efektif lagi.[6] . Uji ini akan mendeteksi glikoproten virus. dapat dilakukan beberapa macam tes.  Deteksi antigen Uji antibodi fluoresens langsung lebih sensitif bila dibandingkan dengan teknik kultur sel. Nortriptyline. Untuk mengontrol sakit neuropatik. yaitu.[5] [sunting] Pengobatan Pengobatan terhadap herpes zoster terdiri dari tiga hal utama yaitu pengobatan infeksi virus akut. Contoh beberapa antiviral yang biasa digunakan untuk perawatan herpes zoster adalah Acyclovir. Apabila waktu pengiriman cukup lama. Antidepresan trisiklik dapat aktif mengurangi sakit akibat neuralgia pascaherpes karena menghambat penyerapan kembali neurotransmiter serotonin dan norepinefrin. dan gabapentin.

^ Shingles (Herpes Zoster).hidung. Arbeit. MPH (2009). Oxman. diagnosing and treating herpes zoster. The New England Journal of Medicine 345 (5): 340-346. Boardman. Joseph G. Informa Healthcare. V Penyebab: Virus. 6. An internist’s guide to preventing. ^ a b JOHNW. Heather M. Levin. . bila cacar air menyerang kulit seluruh tubuh sedangkan virus varisela-zoster menyebabkan penyakit herpes zoster yang meyerang sebagian tubuh.1689 3.[7] Vaksin berfungsi untuk meningkatkan respon spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien seropositif usia lanjut. J Am Osteopath Assoc 109 (6): S2-S6. Ouslander (2006). Lawrence D. kanan atau kiri.278-279 2. 4. Yoshikawa. Richard N. Simberkoff. ^ a b c (Inggris)Suzanne C Smeltzer. Kathy D. ^ a b (Inggris)Thomas T.[8][5] [sunting] Referensi 1. Morrison. tetapi termasuk telinga. ^ Bethany A. kadang juga leher. . masih satu keluarga dengan virus varisela (penyebab penyakit cacar air). Kerry H Cheever (2009). bisa nagis saking nyerinya. Bedanya.[7] Vaksin herpes zoster dapat berupa virus herpes zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang berperan sebagai antigen. Melissa Conrad Stöppler.Page. Myron J. WHITLEY (Agustus 2002). mulut dan mata. ISBN 978-0-8493-9893-3. Janice L Hinkle. . Bukan hanya kulitnya lho. RICHARD J. Maksud sebagian tubuh adalah bagian tertentu dari tubuh kita dan hanya menyerang satu sisi. yaitu orang lanjut usia dan penderita imunokompeten. Michael N. Williams. MICHAEL DLUGOPOLSKI. Vicki A. Wah. serta imunosupresi. Marie R. GNANN JR. ^ a b Management of Herpes Zoster (Shingles) and Postherpetic Neuralgia. 5. DO. Paula W. . Brenda G Bare.[5] Penggunaan virus yang telah dilemahkan telah terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit tersebut pada pasien yang rentan. Davis. . Kenneth E. (Mei 2010). Lippincott Williams & Wilkins. Johnson. 7. DEBORAH PACKER. Griffin. . Weaver. nama virusnya adalah varisela-zoster.[sunting] Pencegahan Untuk mencegah herper zoster. ^ a b c Observer extra: Herpes zoster. Kathleen Neuzil. Robert D.Page. mulai ujung rambut sampai ujung dagu. Misalnya terkena daerah kepala. Gary R. nyerinya bukan main. Ann Intern Med 152: 545-554. salah satu cara yang dapat ditempuh adalah pemberian vaksinasi. Larry E. Gelb. Greenberg. 8. SETH JOHN STANKUS. Schmader. Susan Keay. MD. ISBN 978-0-7817-8589-1. maka akan timbul seperti gambar tetapi letaknya di kepala. ^ Michael S.

misalnya pemberian antinyeri atau penurun panas atau obat untuk mengurangi rasa gatal pada periode masa penyembuhan. bagian kiri atau kanan. makin hari menyebar dan membesar sampai sebesar biji jagung. kadang masih menyisakan nyeri. otomatis alat kelamin juga kena. Ujung-ujungnya ada di bagian depan depan tubuh kita dan tidak bersambung satu dengan lainnya. Mengapa hanya mengenai salah satu sisi bagian badan. koq tidak sekalian saja menyerang dua sisi kanan dan kiri (bilateral) ? Nah. . Saraf-saraf tersebut terbentuk secara melingkar dari induk saraf di dalam tulang belakang (medulla spinalis) dan kepala menyusuri bagian tubuh kanan dan kiri. artinya belum dapat dibuktikan bahwa pemakaiannya benar-benar bisa menyembuhkan. ( lihat gambar saja. karena sarafnya peka terhadap nyeri seperti daerah kepala. Keadaan ini disebut nyeri post herpetic. Antibiotika diberikan bila ada infeksi sekunder. Ada kepercayaan. terserah penyakitnya suka yang mana. hanya kiri atau kanan saja ? Di atas sudah disinggung bahwa yang diserang adalah saraf kulit. Pemakaian anti virus yang oleh beberapa ahli dikatakan bisa menghilangkan nyeri post herpetic ternyata masih memerlukan penelitian. Beberapa hari kemudian ( setiap orang tidak sama). Obat antivirus sendiri masih kontroversial. mengelupas (bahasa jawa: mlonyoh) dan tetap nyeri. Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa anti virus tidak dapat menghilangkan Neuralgia pasca herpetika. disertai nyeri di bagian tubuh yang nantinya timbul bercak. Sisa-sisa nteri adakalanya masih muncul bertahun-tahun kemudian. muncul bercak kemerahan di bagian tubuh yang neri tadi. Pengobatan: Hingga kini belum ada obat spesifik. Gejala: Mula-mula penderita mengalami demam atau panas. Setelah kering (ada yang seminggu. daripada membayangkan ) Makin lama. Mengapa hanya menyerang satu sisi saja (unilateral ). Penjelasan: Jelas tidak akan nyambung. misalnya kulit jadi bernanah atau terkelupas (mlonyoh). Bagian ini juga nyeri teramat sangat.Bila terkena bagian bokong. yang ini belum diketahui. ada pula 2 atau 3 minggu) dan sembuh. wong ujung saraf antara kanan dan kiri tidak nyambung. dikatakan bahaya atau bisa mati. Pengobatan lebih diarahkan untuk mengurangi gejala. bila menyerang dua sisi atau bila sampai bercak-bercak tersebut menyambung antara kiri dan kanan atau sebaliknya.

Selanjutnya setelah infeksi primer. semua boleh. Berdasarkan sifat biologisnya seperti siklus replikasi. Sedangkan dosis pada anak adalah: 20 mg per kg Berat Badan per dosis. pangsit. bergantung kepada julah virus yang menimbulkan infeksi. Herpes ditandai dengan adanya nyeri hebat unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang dipersarafi serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensorik dan nervus kranialis. asalkan bayar bila makan di rumah makan. Ada yang sembuh hanya seminggu. semur. misalnya: Acyclovir. penjamu. tidak ada perbedaan angka kesakitan antara pria dan wanita. pecel. virus ini berukuran 140-200 mm. Penulis juga menggunakannya. gule. Lebih dari 2/3 kasus berusia di atas 50 tahun dan kurang dari 10% kasus berusia di bawah 20 tahun. berat ringannya manifestasi klinis dan daya tahan tubuh masing-masing. yaitu virus varicella zoster. Anti virus yang lazim digunakan. 09 April 2011 ASKEP HERPES ZOSTER HERPES ZOSTER A. bukan. Makanan. inga inga obatnya: BUKAN DISEMBUR.Meski begitu. bukaaannnn. beta dan gamma. tidak ada pantangan lho ya. Dosis dewasa: 5 x 800 mg per hari selama 7-10 hari. maksimal 800 mg per hari. B. bakso. Makanan bebas. Masa penyembuhan.3-5 per 1000 orang per tahun. adapula hingga 3 minggu. sate. Angka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia. Sabtu. cap jai. Insiden herpes zoster tersebar merata diseluruh dunia. infeksi oleh virus herpes . diberikan 4 kali sehari selama 7-10 hari. Herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama dengan varicella. nasi goreng. koloke. Virus varicella zoster (VVZ) dalam subfamili alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel epitel yang menimbulkan lesi vaskuler. Diperkirakan terdapat antara 1. Mau makan soto. Setiap orang tidak sama. gado-gado. anti virus tetap digunakan untuk pengobatan Herpes zoster. PENGERTIAN Herpes zoster adalah peradangan akut pada kulit dan mukosa yang disebabkan oleh virus varicella zoster. yang termasuk subfamili alfa herpes viridae.ETIOLOGI Herpes zoser disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster (VVZ) dan tergolong virus berinti DNA. bukan. dalam praktek sehari-hari. sitotoksik dan sel tempat hidup laten diklasifikasikan kedalam 3 subfamili yaitu alfa.

Neuralgia hebat pada orang tua. Selama antibody yang beredar didalam darah masih tinggi.lesi mengering menjadi krusta. reaktivasi dan virus yang laten ini dapat dinetralisir. dan imunitas selular merupakan factor penting untuk pertahanan pejamu terhadap infeksi endogen.walaupun krustanya sudah menghilang.Rasa sakit segmental pada penderita lanjut usia dapat menetap. PATOFISIOLOGI Infeksi primer dari virus varicella zoster ini pertama kali terjadi didaerah nasofaring.dan sacral (5%). E. Aktivasi virus varicella zoster laten diduga karena keadaan tertentu yang berhubungan dengan imunosupresi.Keluhan yang berat biasanya terjadi pada penderita usia tua.cranial (20%). tetapi pada saat tertentu dimana antibodi tersebut turun dibawah titik kritis maka terjadilah reaktivitas dari virus sehingga terjadi herpes. Pada ganglion terjadi infeksi laten. Herpes zoster pada umumnya terjadi pada dermetom sesuai dengan lokasi ruam varicella yang terpadat.Seminggu sampai sepuluh hari kemudian. . dan demam. malaise. terjadi pada 5% penderita (terutama pada anak-anak) dan timbul 1-2 hari sebelum terjadi erupsi.alfa biasanya menetap dalam bentuk laten didalam neuron dari ganglion. Selama terjadi varicella.Gambaran paling khas pada herpes zoster adalah erupsi yang lokalisata dan unilateral. virus tersebut tidak lagi menular dan tidak bermultiplikasi. tetapi tetap mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi infeksius.Dua belas hingga dua puluh empat jam kemudian terbentuk vesikula yang dapat berubah menjadi pustula pada hari ketiga.Erupsi mulai dengan eritema makulopapular.Umumnya lesi terbatas pada daerah kulit yang di persarafi oleh salah satu ganglion saraf sensorik. Disini vivus mengadakan replikasi dan dilepas kedarah sehingga terjadi viremia permulaan yang sifatnya terbatas dan asimptomatif. Gejala ini terjadi beberapa hari menjelang timbulnya erupsi. Virus yang laten ini pada saatnya akan menimbulkan kekambuhan secara periodik.Jarang erupsi tersebut melewati garis tengah tubuh. Gejala konstitusi. MANIFESTASI KLINIS Gejala prodromal herpes zoster biasanya berupa rasa sakit dan parestesi pada dermatom yang terkena.keadaan ini diikuti masuknya virus kedalam Reticulo Endothelial Sytem (RES) yang kemudian mengadakan replikasi kedua yang sifat viremianya lebih luas dan simptomatik dengan penyebaran virus ke kulit dan mukosa.Krusta ini dapat menetap menjadi 2-3 minggu. Sebagian virus juga menjalar melalui serat-serat sesoris ke satu atau lebih ganglion sensoris dan berdiam diri atau laten didalam neuron.TANDA DAN GEJALA   Kadang-kadang didahului dengan demam. virus varicella zoster berpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujung saraf sensorik dan ditransportasikan secara sentripetal melalui serabut saraf sensoris ke ganglion sensoris.Frekuensi herpes zoster menurut dermatom yang terbanyak pada dermatom torakal (55%).lumbal (15%). D. C. Secara virus herpes alfa mempunyai jajaran penjamu yang relative luas dengan siklus pertumbuhan yang pendek serta mempunyai enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik DNA.dapat terjadi beberapa hari sebelum kelainan kulit atau bersama-sama.Pada anak-anak hanya timbul keluhan ringan dan erupsi cepat menyembuh. seperti sakit kepala.

Bila bercampur darah disebut herpes zoster haemoragik. Herpes zoster biasanya disertai dengan pembesaran kelenjar limfe. PENGKAJIAN Data Objektif     Erupsi berupa vesikel yang menggerombol Warna kulit kemerahan Pasien gelisah dan cemas Pasien menarik diri Data Subjektif     Pasien merasa kulitnya panas Pasien mengeluh gatal Pasien mengatakan malu untuk bergaul Pasien selalu menanyakan tentang penyakitnya DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. F. KOMPLIKASI   Infeksi bakteri sekunder Eritema multiforme postherpatika H.setelah beberapa hari menjadi keruh. PENATALAKSANAAN MEDIS    Yang paling penting istarahat Untuk mengurangi neuralgia diberikan analgetik Untuk mencegah pecahnya vesikel diberi bedak salisil 2%Bila terjadi infeksi sekunder dapt diberi antibiotika local.Erupsi berupa vesikel yang menggerombol .misalnya salep kloramfenikol2% I.Warna kulit kemerahan . Kerusakan integritas kulit b/d lesi dan respon peradangan ditandai dengan: DO: . PEMERIKSAAN LABORATORIUM     Apusan tzanek Penanaman virus tes serum antibody Pemeriksaan imunoklureserasi Pemeriksaan dengan mikroskop electron G.  Kelainan kulit mula-mula berbentuk eritema yang kemudian menjadi papel yang akan bersatu membentuk bulae.Isi vesikel mula-mula jernih dan translusen.

. Observasi kerusakan jaringan akibat pecahnya vesikel. Kriteria hasil :        Erupsi berkurang Kulit tidak kemerahan dan terjadi iritasi yang lebih parah Lakukan mobilisasi semaksimal mungkin untuk menghindari periode penekanan yang terlalu lama.DS: . sehingga dengan begitu tujuan dapat segera tercapai.pergeseran. Dengan meenjaga kulit yang senantiasa kering dan bersih hal ini akan dapat mempercepat penyembuhan dimana keadaan kulit pasien terutama luka/vesikel yang mudah pecah ( mencegah penularan dan penyebaran luka. Kriteria hasil : pasien tidak mengeluh gatal lagi Intervensi:     Anjurkan pasien untuk mandi air hangat dan sabun antiseptik ( hati-hati jangan sampai vesikel pecah ) Beritahu pasien agar tidak menggaruk dan menepuk kulit. Anjurkan pasien untuk memakai bedak ( salisil 2% ) untuk mengurangi rasa gatal. Memberikan dorongan pada pasien dan keluarga untuk secara aktif ikut serta dalam proses penyembuhan dan asuhan keperawatan. Ajarkan pada pasien untuk waspada terhadap tanda-tanda awal kerusakan jaringan. Ajarkan pada pasien atau keluarga pasien supaya mengerti tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah penekenan. 2.gesekan. Gangguan rasa nyaman (pruritus) yang berhubungan dengan erupsi dermal yang ditandai dengan: DO : Erupsi berupa vesikel yang menggerombol DS : Pasien mengeluh gatal Tujuan : Pasien tidak mengalami pruritus setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 5x24 jam. Ganti posisi sekurana-kurangnya tiap 2 jam Usahakan kulit klien selalu bersih dan kering Rasionalisasi :    Dengan dilakukan mobilisasi secara rutin (alih posisi) diharapkan kulit pasien tidak terlalu lama tertekan sehingga vaskularisasi menjadi lancar.Pasien merasa kulitnya panas Tujuan : Pasien tidak mengalami kerusakan intergritas kulit yang lebih parah setelah dilakukan tindakan keperawatan 7 X 24 jam.

Jernihkan kesalahan persepsi individu tentang dirinya.Bina hubungan saling percaya antara perawat dan klien.Rasionalisasi :  Anjurkan pasien untuk tidak menggaruk ( karena semakin digaruk akan semakin terasa gatal ) yang akhirnya akan lengket karena vesikel yang pecah. Kriteria hasil :     Pasien tidak malu mengenai penyakitnya Pasien mau bersosialisasi kembali Pasien tidak menarik diri Pasien tidak gelisah lagi Tujuan :     Berikan dorongan/support mental kepada pasien dan yakinkan bahwa penyakitnya dapat disembuhkan. Resiko terjadi gangguan konsep diri. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya terutama cara dia memandang dirinya setelah sakitnya. yang berhubungan dengan penampilan dan respon orang lain yang ditandai dengan: DO :     Erupsi berupa vesikel yang menggerombol Warna kulit kemerahan Pasien tampak menarik diri Pasin tampak gelisah DS :   Pasien mengeluh malu untuk bergaul Pasien selalu menanyakan tentang penyakitnya Tujuan : Pasien tidak mengalami gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan gambaran diri setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam. 3. Lindungi prifacy dan menjamin lingkungan yang kondusif. Rasionalisasi : .

Jakarta : EGC Price. Edisi 6. Jakarta : EGC . Edisi 8. Rencana Asuhan Keperawatan. Dengan membina hubungan saling percaya dan selalu memberikan support mental pada pasien diharapkan percaya diri pasien dapat kembali seperti semula dan pasien dapat bersosialisasi dengan baik kagi. 2005. Sylvia Anderson. 1999. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta : EGC Dongeus. Suzanne. DAFTAR PUSTAKA Smalt Zer. 2001.C. Buku ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart. Marilyn G.

A cluster of small bumps (1) turns into blisters (2). The blisters fill with .Progression of herpes zoster.

HSV2 (herpes genitalis) tidak bisa menular melalui udara. Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah. Herpes ini bisa muncul di vagina. komplikasi serta melindungi seseorang dari ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. penderita penyakit cacar (herpes) sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir. Postherpetic neuralgia can sometimes occur due to nerve damage (5). Sebaiknya pemberian obat Acyclovir saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit. antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Tipe 2. Ini juga tidak bisa sembuh. famciclovir. dan penciclovir) sebagai antiviral bertujuan untuk mengurangi demam. berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. biasanya bagian kelamin sehingga biasa disebut dengan Herpes Genitalis.lymph. tetapi bisa menular melalui hubungan sex. selangkangan kaki. Pemberian Acyclovir tablet (Desciclovir. 30% sampai 90% dari orang yang terkena herpes kulit lebih banyak pada orang dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa bertahan sampai 10 tahun. HSV 1 seperti sariawan di mulut bibir dan ruam lepuh lainnya. and finally disappear. Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster. break open (3). Penderita apabila tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi. valacyclovir. Pada laki-laki herpes ini bisa terlihat tapi pada perempuan tidak kelihatan. bisa diobati tapi tidak bisa sembuh secara total karena sewaktu-waktu kalau tubuh lemah bisa muncul lagi. Di Amerika Serikat. tidak perlu menunggu munculnya gelembung cairan (blisters). virus ini menyerang bagian pinggang ke bawah. walaupun banyak orang tidak pernah mengalami gejala. HSV-1 pada kenyataannya adalah infeksi yang sangat umum. biasa dikenal dengan HSV-2. Pada anak sehat usia 1 – 12 tahun diberikan satu kali. Penanganan dan Pengobatan Herpes Hal terpenting yang harus dilakukan oleh si penderita adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder). Tipe 1 atau dikenal dengan Herpes Simplex Virus-1 (HSV-1). Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% – 80%. misalnya diberikan paracetamol. . karena bisa menimbulkan shock. dubur. Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam. virus ini menyerang bagian mulut atau pinggang ke atas. nyeri. Herpes Simplex Herpes Simplex dibagi menjadi dua tipe. untuk menyempurnakannya. crust over (4). Setelah itu.

Sectio caesarea transperitonealis . Abdomen (sectio caesarea abdominalis) a.SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Read more: http://doktersehat.com/apa-itu-herpes/#ixzz1eONwKuMT enis – jenis operasi sectio caesarea 1. Kelebihan : -Mengeluarkan janin dengan cepat -Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik -Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan -Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik -Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan -SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : -Penjahitan luka lebih mudah -Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik -Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke .Yang paling penting adalah jika mencurigai seseorang memiliki infeksi herpes kulit. menginformasikan kepada dokter adalah hal yang terbaik agar identifikasi awal dan pengobatan infeksi kulit segera dilakukan demi kepentingan kesehatan penderita itu sendiri maupun kesehatan orang-orang disekitar ketika berinteraksi (mencegah penularan).

rongga peritoneum -Perdarahan tidak begitu banyak -Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : -Luka dapat melebar kekiri. . Sayatan melintang ( Transversal ) 3. . Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim. . kanan. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. Sayatan memanjang ( longitudinal ) 2. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. • Tahap a. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak -Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi b. jumlah meningkat saat berdiri.Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu.Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. darah dan limfe. b. Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal 2. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml.Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. Perubahan Fisik a. sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1. • Bau normal seperti menstruasi. Serosa (pink kecoklatan) c. TANDA DAN GEJALA 1. Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. Rubra (merah) : 1-3 hari. Sayatan huruf T ( T insicion ) D. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau .

tidak ditemukan pada minggu I post partum. RR : 16-24 x/menit. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. . dalam 6 sampai 8 minggu.Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. . Pada payudara yang tidak disusui.Jantung Kembali ke posisi normal. . . . bentuk distensi untuk beberapa hari.Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari.Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. COP meningkat dan normal 2-3 minggu.Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. Sistem Kardiovaskuler . kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. . puting mudah erektil bila dirangsang. Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. c.Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. f. LH. . keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum.Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. sesaria : 600 – 800 cc. Sistem Endokrin . struktur internal kembali dalam 2 minggu. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. Sistem Gastrointestinal . e. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.Perubahan hematologik Ht meningkat.Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. . • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal b. d. leukosit meningkat. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi.lebih. .Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. Ovulasi mungkin tidak terlambat. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III).Nafsu makan kembali normal. produksi mukus normal dengan ovulasi. bentuk ramping lebar. neutrophil meningkat. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah.

Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. Sistem Urinaria .Edema pada kandung kemih. h. Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. Diastasis rekti 2-4 cm. j..Kehilangan rata-rata berat badan 5. diuresis mulai 12 jam. g. Sistem Imun Rhesus incompability. diberikan anti RHO imunoglobin. .5 kg. kembali normal 6-8 minggu post partum. i.Pada fungsi ginjal: proteinuria. .Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. . urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma.

• Vagina . darah dan limfe. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. Ovulasi mungkin tidak terlambat. • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. jumlah meningkat saat berdiri. struktur internal kembali dalam 2 minggu. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari.• TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. • Bau normal seperti menstruasi. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. bentuk distensi untuk beberapa hari. • Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8.

• Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari.Nampak berugae kembali pada 3 minggu. bentuk ramping lebar. • Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. Pada payudara yang tidak disusui. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. LH. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. tidak ditemukan pada minggu I post partum. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. produksi mukus normal dengan ovulasi. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. . sesaria : 600 – 800 cc. puting mudah erektil bila dirangsang. dalam 6 sampai 8 minggu. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III).

diberikan anti RHO imunoglobin. • Jantung Kembali ke posisi normal. . • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. • Pada fungsi ginjal: proteinuria. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. RR : 16-24 x/menit. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. Diastasis rekti 2-4 cm. leukosit meningkat. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu.• Perubahan hematologik Ht meningkat.5 kg. kembali normal 6-8 minggu post partum. diuresis mulai 12 jam. neutrophil meningkat. • Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. • Nafsu makan kembali normal. • Sistem Imun Rhesus incompability.