You are on page 1of 26

12/3/2010

PENYAKIT HIDUNG LUAR

1. 2. 3. 4.

INFEKSI KELAINAN KONGENITAL NEOPLASMA TRAUMA

12/3/2010

INFEKSI
VESTIBULITIS
DEFINISI : INFEKSI PADA KULIT VESTIBULUM NASI ETIOLOGI : AKIBAT IRITASI SEKRET HIDUNG MIS : RINITIS SINUSITIS BENDA ASING TRAUMA GEJALA : HIPEREMIS INDURASI FLUKTUASI TERAPI : A.B. TOPIKAL A.B. ORAL (K/P) ; ANALGETIK

NASAL VESTIBULITIS

12/3/2010

FURUNKEL VESTIBULUM NASI


-

DEFINISI : INFEKSI AKUT KEL. SEBACEUS FOLIKEL RAMBUT


PADA VESTIBULUM NASI

ETIOLOGI : STAPHYLOCOCCUS AUREUS & STREPTOCOCCUS


FAKTOR PREDISPOSISI : TRAUMA BERULANG DIABETIK USIA TUA

GEJALA : NYERI PADA PUNCAK HIDUNG DIAGNOSA : HIPEREMIS INDURASI UDEM FLUKTUASI KOMPLIKASI : SECARA POTENSIAL BERBAHAYA INF. DAPAT MENYEBAR V. FASIALIS V. OFTALMIKA SINUS KAVERNOSUS THROMBOPLEBITIS SINUS KAVERNOSUS. TERAPI : - A.B. ADEKUAT
- KOMPRES HANGAT - FLUKTUASI (+) INSISI - DRAINASE

12/3/2010

SELULITIS

MENGENAI : PUNCAK HIDUNG & DORSUM NASI


AKIBAT PERLUASAN FURUNKEL PD VESTIBULUM NASI

PEMERIKSAAN : HIDUNG BENGKAK KEMERAHAN NYERI ETIOLOGI : STREPTOCOCCUS & STAPHYLOCOCCUS TERAPI : ANTIBIOTIKA SISTEMIK DOSIS

EKSEMA (DERMATITIS)
ETIOLOGI : STAPHYLOCOCCUS
STREPTOCOCCUS

KEJADIAN : ANAK OK TRAUMA CORPUS ALIENUM


PRIA > WANITA MENGUSAP HIDUNG

GEJALA :

NYERI PUNCAK HIDUNG, DENYUT, HIPEREMIS,


UDEM, CRUSTA, FISSURE

TERAPI :

- A.B. (ORAL)
- SYMTOMATIS - LOKAL

12/3/2010

ATRESIA NARES

ETIOLOGI : POST VARIOLA


TRAUMA

GEJALA :

PERNAFASAN HIDUNG / KERONGKONGAN KERING

TERAPI :

OPERATIF : - MEMBUANG JARINGAN YANG


MENUTUP LOBANG HIDUNG - PLASTIK

RHINOPHYMA (POTATO NOSE)


DEFINISI : HIPERTROFI KEL. SEBACEUS & JAR. IKAT PADA KULIT PUNCAK HIDUNG KULIT MENEBAL

NAMA LAIN : ELEPHANTIASIS ATAU CYSTADENOFIBROMA HIDUNG

ETIOLOGI : - ACNE ROSACEA (LAMA)


- DEFF. VIT.

INSIDEN :

PRIA > WANITA, USIA MENENGAH (40 TAHUN) PEMINUM ALKOHOL (BERAT & LAMA) P. DARAH MELEBAR DI EROPAH

12/3/2010

GEJALA / DIAGNOSA : - BENGKAK PADA SETENGAH BAWAH HIDUNG


TERUTAMA PUNCAK HIDUNG SECARA PERLAHAN & BERLANJUT

- MENJALAR PIPI / BIBIR KHAS - KULIT LEMBUT, MENEBAL, BENTUK KUTIL, MERAH, VENULA MELEBAR, KEL. MELEBAR.

TERAPI : OPERATIF MEMBUANG JAR. HIPERTROFI ATAU SKIN GRAFT.

12/3/2010

KOLAPS ALA NASI


-. -. -.

CUPING HIDUNG MELEKAT KE SEPTUM


SUKAR BERNAFAS HIDUNG KELIHATAN MANCUNG

TERAPI : OPERASI : MEMAKAI CINCIN KAWAT OPERASI PLASTIK : TL. RAWAN SEPTUM DITANAM KE CUPING HIDUNG ALA NASI KERAS

INFEKSI SPESIFIK
INF. : LEPRA, SIFILIS, TBC, DAPAT DESTRUKSI HIDUNG BAG. LUAR

KELAINAN KONGENITAL
-. CHOANAL ATRESIA -. KISTA DERMOID -. NASAL GLIOMA -. BIFID NOSE -. HUMP NOSE -. LABIOGNATOPALATO SCHIZIS -. GLIOMA NASO FRONTALIS

12/3/2010

NEOPLASMA

BENIGNA : - ANGIOMA - PAPILOMA - SENILE KERATOSIS MANIGNA : - BASAL CELL CA. - SQUAMOUS CELL CA.

BENIGNA ANGIOMA
TUMOR PEMB. DARAH, MERAH - UNGU SEJAK LAHIR ATAU BAYI BENTUK : KAPILER PICAK BESAR : VARIASI PERJALANAN : - REGRESI (PERTUMBUHAN) TERAPI : KECIL EKSISI INJ. SCLEROSERING FREEZING RADIASI

12/3/2010

P A P I LO M A
-. -. -. -.

PEDUNCULATED (BERTANGKAI)
LESI : MERAH JAMBU

LOKAL : VESTIBULUM NASI


TERAPI : EKSISI

SENILE KERATOSIS
-. -. PENONJOLAN KECIL KECOKLATAN

TERAPI : EKSISI

MALIGNA
BASAL CELL CA.
TONJOLAN DG. ULCERA & KRUSTA BISA >, WARNA : PUTIH MUTIARA MUDAH BERDARAH (KRUSTA DIANGKAT) DIAGNOSA : BIOPSI TERAPI : EKSISI BILA METASTASE (-) RADIASI METASTASE LYMPH NODE - AURICULAR - PAROTIS - SUB. MAKSILAR

12/3/2010

SQUAMOUS CELL CA.


- TONJOLAN DAN ULCERA JIKA ULCERA >> LESI LEBIH DALAM - DIAGNOSA : BIOPSI - TERAPI : EKSISI LEBAR K/P OPERASI PLASTIK - METASTASE : LYMPH NODE - AURICULAR - PAROTIS - SUB. MAKSILAR

PENYAKIT RONGGA HIDUNG / CAVUM NASI


RINITIS AKUT - RINITIS SIMPLEKS (PILEK, SALESMA, COMMOND COLD, CORYZA) RINITIS KRONIS : - RINITIS HIPERTROFI - RINITIS SIKA - RINITIS SPESIFIK : -

RINITIS DIFTERI RINITIS ATROFI RINITIS SIFILIS RINITIS TUBERKULOSA RINITIS KARENA JAMUR

10

12/3/2010

RINITIS AKUT

- RADANG AKUT MUKOSA HIDUNG : INF. VIRUS ATAU BAKTERI - SERING DITEMUKAN - MERUPAKAN MANIFESTASI DARI : RINITIS SIMPLEX (C.C) INFLUENSA PENY. EKSANTEM : MORBILI, VARIOLA, VARISELA, PERTUSIS PENYAKIT SPESIFIK SEKUNDER : IRITASI LOKAL ATAU TRAUMA

RINITIS SIMPLEKS
(PILEK, SELESMA, COMMON COLD, CORYZA) - ETIOLOGI : VIRUS SERING : RHINOVIRUS YANG LAIN : MYXO V., V. COXSACKIE & V. ECHO SANGAT MENULAR FAKTOR PREDISPOSISI : FISIK MIS : DINGIN, LELAH, PENYAKIT MENAHUN

11

12/3/2010

- GEJALA : PRODMORAL BEBERAPA JAM HIDUNG : PANAS, KERING, GATAL, BERSIN BERULANG, HIDUNG SUMBAT, SEKRET ENCER MUKOSA HIDUNG MERAH MEMBENGKAK DEMAM & NYERI KEPALA INF. SEK. BAKTERI : SEKRET KENTAL (MUKOPURULENT) SUMBATAN HIDUNG >> KOMPLIKASI (-) SEMBUH 5 10 HARI

KOMPLIKASI SINUSITIS, OTITIS MEDIA, FARINGITIS, BRONKITIS, PNEUMONI

TERAPI TERAPI KHUSUS (-) ISTIRAHAT CUKUP SIMPTOMATIK : ANALGESIK ANTIPIRETIK NASAL DEKONGESTAN ANTIHISTAMIN (K/P) A.B. BILA ADA KOMPLIKASI

12

12/3/2010

RINITIS INFLUENZA
ETIOL. : INFEKSI VIRUS GEJALA : = C.C TETAPI UMUMNYA LEBIH BERAT : DEMAM, MALAISE, SAKIT PADA OTOT TERAPI : AB + SIMPTOMATIK

RINITIS EKSANTEMATOUS
ETIOL. : VIRUS TERJADI SEBELUM TANDA KARAKTERISTIK ATAU SKIN RASH MUNCUL DISERTAI INFEKSI SEKUNDER

RINITIS BAKTERI
SULIT DIBEDAKAN DARI C.C. SEKUNDER INFEKSI DARI RINITIS VIRAL TERAPI : A.B. ORAL SIMPTOMATIK

RINITIS IRITAN
ETIOL. : DEBU, CHEMICAL FUMES, ASAP TEMBAKAU GEJALA : SEKRET ENCER & BERSIN TERAPI : ANTIHISTAMIN

13

12/3/2010

RINITIS KRONIS
TERMASUK : RINITIS HIPERTROFI RINITIS SIKA (SICCA) RINITIS SPESIFIK RINITIS : ALERGI VASOMOTOR MEDIKAMENTOSA KADANG-KADANG DIMASUKKAN, WALAU PENYEBABNYA BUKAN RADANG MERUPAKAN RADANG KRONIS MUKOSA HIDUNG BIASANYA : RINITIS AKUT YANG TIDAK SEMBUH ETIOLOGI
: OBSTRUKSI HIDUNG O.K SEPTUM DEVIASI KONKA HIPERTROFI POLIP CORPUS ALIENUM SEKITAR : ADENOID TONSIL SINUS UMUM : ALERGI - DAYA TAHAN - PERUBAHAN UDARA - IRITASI LOKAL

RINITIS HIPERTROFI
INFEKSI BERULANG DALAM HIDUNG & SINUS ATAU LANJUTAN RINITIS ALERGI & VASOMOTOR GEJALA : - HIDUNG TERSUMBAT (KU) - SEKRET >> MUKOPURULEN - NYERI KEPALA (SERING) PEMERIKSAAN
KONKA : HIPERTROFI TU. KONKA INF. PERMUKAAN BERBENJOL-BENJOL DITUTUPI MUKOSA YANG HIPERTROFI SALURAN UDARA SEMPIT MUKOSA : HIPEREMIS SEKRET : MUKOPURULEN , BANYAK DIANTARA KONKA INF. SEPTUM DAN DASAR RONGGA HIDUNG

14

12/3/2010

KONKA MUKOSA TES ADRENALIN

KONKA HIPERTROPI : TIDAK RATA : PUCAT (SEDIKIT) : TIDAK BERUBAH

KONKA UDEM RATA HIPEREMIS MENGECIL

TERAPI : - KAUSAL PENGOBATAN YANG SESUAI - KAUTERISASI KONKA : - KEMOKAUTER (NITRAS ARGENTI) ATAU ASAM TRIKLOR ASETAT - ELEKTROKAUTER - OPERATIF : LUKSASI KONKA ATAU KONKOTOMI / MUKOTOMI

THE NOSE IS IMFLAMED, SWOLLEN AND COVERED IN PURULENT EXUDATE

15

12/3/2010

RINITIS SIKA (SICCA)


MUKOSA HIDUNG KERING TU. : SEPTUM (BAG. DEPAN) KONKA INF. (UJUNG DEPAN) KRUSTA / GEJALA : IRITASI ATAU HIDUNG KERING EPISTAKSIS (KADANG-KADANG) TU. ORANG TUA : BEKERJA PD. LINGK. BERDEBU, PANAS DAN KERING, JUGA PADA PENDERITA ANEMIA, PEMINUM ALKOHOL DAN GIZI BURUK TERAPI
KAUSAL : MIS : PENYAKIT SISTEMIK TETES HIDUNG : (X) LOKAL : - CUCI HIDUNG - IODINE ORAL MERANGSANG SEKRESI MUKUS

RINITIS SPESIFIK INFEKSI SP. A.L. : -. RINITIS DIFTERI -. RINITIS ATROFI -. RINITIS SIFILIS -. RINITIS TBC -. RINITIS JAMUR

16

12/3/2010

RINITIS DIFTERI : DIFTERI HIDUNG


-. -. -. -. -.

OBSTRUKSI HIDUNG OLEH MEMBRAN : PUTIH KOTOR SEKRET : ADA DARAH (KADANG-KADANG).

ETIOLOGI : CORYNEBACTERIUM DIPHTERIAE


PRIMER PADA HIDUNG ATAU SEKUNDER DARI TENGGOROK

DAPAT AKUT ATAU KRONIK TU : PADA ANAK

-.

RINITIS DIFTERI AKUT :


DEMAM, TOKSEMIA, LIMFADENITIS & MUNGKIN PARALISIS PEMR. PADA HIDUNG : - INGUS BERCAMPUR DARAH - MUNGKIN DITEMUKAN PSEUDOMEMBRAN PUTIH YANG MUDAH BERDARAH DI KONKA INF. DAN SEKITAR - KRUSTA COKLAT DI NARES & CAVUM NASI DIAGNOSA : SWAB SEKRET HIDUNG CORYNEBACTERIUM DIPHTERIAE (+) TERAPI : ADS, PNC (LOKAL & IM),TETES HIDUNG ; PEND. DIISOLASI KUMAN (-)

17

12/3/2010

RINITIS DIFTERI KRONIK


LEBIH RINGAN, DAPAT SEMBUH SENDIRI DALAM KEADAAN KRONIK, MASIH MENULAR

RINITIS ATROFI (OZAENA)


-. -.

RADANG KRONIS MUKOSA HIDUNG


KHAS : - ATROFI PROGESIF MUKOSA & TL. KONKA - KERING KRUSTA PASASE TERGANGGU

-.

KLINIS : MUKOSA HID. : SEKRET KENTAL & CEPAT MENGERING


KRUSTA BERBAU BUSUK. OK INF. BACTERI GRAM (-) : OZAENA

-. -. -.

RIN. ATROFI DENGAN KRUSTA KERING : RIN. SIKA


PEREMPUAN >>, USIA 35 TAHUN, PUBERTAS

SERING PADA MASYARAKAT SOSIAL EKONOMI LEMAH DAN LINGKUNGAN YANG BURUK

18

12/3/2010

-.

HISTOPATH : 1. MUKOSA HIDUNG TIPIS 2. SILIA HILANG 3. METAPLASIA EPITEL TORAK BERSILIA EPITEL KUBIK ATAU GEPENG BERLAPIS 4. KELENJAR BERDEGENERASI & ATROFI. JUMLAHNYA BERKURANG & BENTUKNYA KECIL

ETIOLOGI : PASTI ?
FAKTOR YANG DIANGGAP SBG. PENYEBAB A.L. : 1. INFEKSI : KUMAN SPESIFIK : KLEBSIELLA OZAENA (SERING), YANG LAIN : STAFILOKOKKUS, STREPTOKOKUS,
PSEUDOMONAS AEROGINOSA, DLL.

2. DEFISIENSI FE 3. DEFISIENSI VIT. A 4. SINUSITIS KRONIS 5. KELAINAN HORMONAL : PUBERTAS, MENOPAUSE ( LK : PR = 1 : 3 ) 6. PENYAKIT KOLAGEN, TERMASUK PENY. AUTOIMUN 7. POST OP. : KONKOTOMI ATAU OP. HIDUNG LAINNYA 8. RINITIS ATROFI SEKUNDER : TBC, LEPROSY, SCLEROMA, DLL.

19

12/3/2010

GEJALA :
1. NAFAS BERBAU 2. SEKRET KENTAL, HIJAU DI NASAL & POST NASAL 3. KRUSTA HIJAU 4. GANGGUAN PENCIUMAN 5. SAKIT KEPALA 6. HIDUNG TERSUMBAT (PARADOXAL)

TANDA KLINIS :
PEM. THT : RONGGA HIDUNG SANGAT LAPANG KONKA INF. DAN MED. HIPO ATAU ATROFI SEKRET : PURULEN, HIJAU, KRUSTA HIJAU

PEMERIKSAAN PENUNJANG :
-. -. -. -. -. -. TRANSLUMINASI RO SINUS PARANASAL PEMERIKSAAN MIKROORGANISME & UJI RESISTENSI KUMAN DARAH TEPI Fe SERUM PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI

20

12/3/2010

TERAPI :
-. KAUSAL & MENGHILANGKAN GEJALA A. KONSERVATIF
AB SPEKTRUM LUAS, SESUAI UJI RESISTENSI KUMAN DGN DOSIS ADEKUAT TANDA INF. HILANG MENGHILANGKAN BAU BUSUK, MEMBERSIHKAN KRUSTA & SEKRET. DIPAKAI OBAT CUCI HIDUNG : 1. LAR. BETADIN 1 C DLM 100 cc AIR HANGAT, ATAU : R/ NaCl atau NH4Cl Na HCO3 aaa 8 Aqua ad 300 1 Sendok Makan Lar. Dicampur 9 Sendok Makan Air Hangat R/ Natrium Bicarbonat 28,4 gr Natrium Biborat 28,4 gr Natrium Klorida 56,7 gr 1 Sendok Makan dlm 200 cc Air Hangat

LAR. DIMASUKKAN (DIHIRUP) KE DLM RONGGA HIDUNG DAN DIKELUARKAN MELALUI MULUT ATAU DIKELUARKAN LAGI DAN MENGHEMBUSKANNYA DENGAN KUAT. DAPAT JUGA DILAKUKAN PENCUCIAN RONGGA HID. DGN LAR. GARAM HANGAT (GARAM DAPUR).
- NOSE DROPS STREPTO 1 OL. OLIVARUM NaCl FISIOL 30 HORMONAL R/ OESTRADIOL 10.000 U OL. SESAMI 1 CC S. NASAL SPRAY VIT. A 3 X 50.000 UNIT 2 MINGGU PREPARAT Fe PENGOBATAN SINUSITIS TUNTAS, BILA MENDERITA SINUSITIS MENGURANGI PENGERINGAN MENUTUP 1 LUBANG HIDUNG BERGANTIAN R/

21

12/3/2010

A. PENGOBATAN OPERATIF DILAKUKAN BILA DENGAN PENGOBATAN KONSERVATIF TIDAK MEMPEROLEH KEMAJUAN 1. OPERASI PENUTUPAN LUBANG HIDUNG PRINSIP : DGN MENGISTIRAHATKAN HIDUNG MUKOSA AKAN
KEMBALI NORMAL PENUTUPAN DILAKUKAN PADA NARES ANT. ATAU KOANA SELAMA 2 TAHUN

2. IMPLANTASI UNTUK MENYEMPITKAN RONGGA HIDUNG - IMPLANTASI AUTOGENOUS BONE PADA SEPTUM 3. LAUTEN SCHLAGER - MEDIALISASI KONKA INF. 4. MEMBUAT SALURAN YANG MENGHUBUNGKAN MULUT DAN HIDUNG RONGGA HIDUNG SELALU BASAH

RINITIS TUBERKULOSA
DIDAHULUI TBC PARU MENGENAI : - TULANG RAWAN SEPTUM BERBENTUK NODULER
ATAU ULKUS DAPAT PERFORASI - SINUS

PEMR. : - SEKRET MUKOPUS & KRUSTA SHG KELUHAN HIDUNG


TERSUMBAT, KDG DARAH (+) - JAR. GRANULASI PADA VESTIBULUM ATAU SEPTUM NASI

DIAGNOSA : BTA PD SEKRET HIDUNG (+) TERAPI : ANTI TBC & CUCI HIDUNG JAR. GRANULASI ELEKTROKAUTER

22

12/3/2010

RINITIS JAMUR
BENTUK : ASPERGILOSIS, BLASTOMIKOSIS, CANDIDIASIS DLL.

MENGENAI : TL. RAWAN SEPTUM MENGAKIBATKAN PERFORASI SEPTUM ATAU HIDUNG PELANA PEMR. : SEKRET MUKOPUS YANG BERBAU PSEUDOMEMBRAN (+) MUNGKIN TERLIHAT ULKUS ATAU PERFORASI PADA SEPTUM NASI ANTI JAMUR ORAL & TOPIKAL CUCI HIDUNG PEMBERSIHAN HIDUNG RUTIN GENTIAN VIOLET

TERAPI :

OBAT LOKAL HIDUNG


SYARAT
1. DAPAT MENGAKTIFKAN / MEMPERBAIKI GERAKAN CILIA KEMBALI

2. MENGHILANGKAN UDEM / VASOKONSTRIKTOR 3. DESINFEKTAN 4. PH NORMAL (5,5 6,5) PH ALKALIS - CILIARY ACTION << BACTERI (+) - IRITASI MUKOSA 5. TIDAK MERUSAK MUKOSA 6. SIDE EFEK LOKAL (-) 7. SIDE EFEK SISTEMIK (-) 8. OBAT DASAR TIDAK MENGANDUNG MINYAK

23

12/3/2010

BOLEH DI (+) : ANTI HISTAMIN, PREPARAT STEROID, AB (PNC), CORIGENTIA / PEWANGI OBAT LOKAL HIDUNG SEBAIKNYA : EFEDRIN (1/2 2 %) DLM LAR. NaCl PHYSIOL SEBAGAI VASOKONSTRIKTOR CONTOH : UNTUK SEKRET ENCER ANAK R/ SOL. HCL EPH. % CC 20 S3 dd gtt I R/ SOL HCL EPH. 2 %

DEWASA

SEKRET KENTAL (+) DESINFEKTAN R/ SOL. HCL EPH. (1/2 2 %) SOL. PROTARGOL (1/2 2 %) aa 15 S3 dd gtt I (HIDUNG)

OBAT-OBAT PATEN / KEMASAN ILIADIN NASAL DROPS / NASAL SPRAY (MERCK) TYZINE (PFIZER) AFRIN DROPS / SPRAY (SCHERING) VIBROCIL DROPS / SPRAY / MD (ZYMA) OTRIVIN (CIBA) BECONASE, FLIXONASE (GLAXO), DLL. DROPS ANAK SPRAY DEWASA PD PEND. HIPERTENSI : MENTHOL PARAFIN 1 % - 20 CC BILA SEKRET >>> GUTTAE NASAL TIDAK MEMBANTU PENCUCIAN HIDUNG CUCI HIDUNG : PRINSIP : MEMBERSIHKAN HIDUNG CARA : MENGHIRUP DARI HIDUNG DIKELUARKAN DARI MULUT

24

12/3/2010

CONTOH
1. LAR. GARAM PHYSIOL (DPT DIBUAT DIRUMAH) A. GARAM DAPUR AIR HANGAT ATAU B. GARAM DAPUR AIR HANGAT : 1 C RATA : 600 CC / 1 BOTOL : 1 CTH RATA : 250 CC / 1 GELAS

2. RESEP STANDART R/ CHLORET AMONII CHLORET NATRII BICARB. NATRICUS aaa 8 OL. LAVENDULAE GTT III AQUADEST 300 CC S2 dd 1 C DITAMBAH 9 C AIR HANGAT DIHIRUP DARI HIDUNG DIKELUARKAN DARI MULUT UNTUK SINUSITIS + PNC R/ PNC 100.000 U HCL EPH mg. 30 NaCl PHYSIOL CC 20 S4 dd gtt II

25

12/3/2010

26