ILMU PENYAKIT DALAM FK UNSRI-RSMH Tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan dokter Tingkat

Kemampuan 1
Dapat mengenali dan menempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenal gambaran klinik ini, dan tahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level. Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, Dokter segera merujuk.

Tingkat Kemampuan 2

Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya

Tingkat Kemampuan 3

3a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat). 3b. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

Tingkat Kemampuan 4

Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.

13. 12. 24. 30. 43. 2. 1. 15. 20. 34. 19. 11. 16. primary dan secondary Uncomplicated Pulmonary Tuberculosis TBC with HIV Acute Bronchitis Bronchial Asthma Status Asmaticus Lung Emphysema Atelectasis Bronchiectasis COPD SARS Pneumonia Pleurisy TBC Pneumothorax Aspiration Pneumonia Corrosive lesions of esophagus Reflux esophagitis Gastritis Gastric/Duodenal Ulcer Gastrointestinal bleeding Gastroenteritis Fatty liver Hepatitis A Uncomplicated Hepatitis B Amoebic Liver Abscess Acute Cholecystitis Enteritis Irritable bowel syndrome Necrotizing enetrocolitis 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A KOMPETENSI 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 . 25. 31. 9. 33. 36. 37. 18. 7.NO . 8. 42. 39. 27. JENIS PENYAKIT Angina Pectoris Unstable Angina Myocardial Infarction Heart failure Cardiorespiratory Arrest Supraventricular Tachycardia Ventricular Extrasystole Essential hypertension Secondary hypertension Septic shock Hypovolemick shock Thrombophlebitis Lymphangitis Lymphadenitis Lymphadema. 21. 38. 17. 5. 23. 14. 3. 10. 26. 35. 6. 29. 28. 32. 22. 4. 40. 41.

87. 50. 51. 71. 45. 85. 66. 56. 69. 72. 63.44. 53. 61. 49. 70. 46. 74. 68. 55. 62. 52. 76. 83 84. 47. 82. Diverticulosis/diverticulitis Colitis Rectal. 88. 57. 77. anal prolapsed Proctitis Hemorrhoids Arthritis Osteoporosis Osteomyelitis Arthritis Achilles tendonitis Thypoid Fever Acute Glomerulonephritis Chronic Glomerulonephritis Urinary Tract Infection Uncomplicated Pyelonephritis Prostatitis Iron Deficiency Anemia Macrocytic Anemia Hemolytic Anemia Anemia associated with Chronic Disease Uncomplicated SLE Polymyalgia rheumatic Rheumatoid arthritis Anaphylactic reaction Rheumatic fever Atopy Immunodeficiency-HIV IDDM NIDDM Complication of DM Hypoglicemia Hyperthyroidism Adrena Cortex Failure Hyperlipoproteinemia Gout Obesit Hyperparathyroidism Hypoparathyroidism Staphylococcal Pneumonia Rheumatic Fever Nasopharyngitis Thypoid Fever Dysentry Bacilli Cholera Leptosirosis Amebiasis Malaria 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 . 54. 73. 60. 80. 86. 48. 81. 59. 75. 64. 58. 90. 79. 67. 78. 65. 89.

102 Osteoporosis . 103 Osteomyelitis . Hookworm diseases 96.Leishmaniasis dan Tripanosomiasis 92. Strongyloidiasis 97. Schistosomiasis 100 Taeniaisis . 91. Ascariasis 98. 101 Arthritis . Toxoplasmosis 93. Filariasis 99. 104 Arthritis . 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3A 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 3B 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 . Giardiasis 94. Trichomoniasis 95.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful