25/04/13

Home Streaming HTI Yogyakarta

Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini) | Al-Khilafah.org
Download Ebook Download MP3 Al Khilafah TV Pasar Al Khilafah Contact Us Go

HOME

BERITA »

KHILAFAH »

TSAQOFAH

ARTIKEL »

TAUSIYAH »

LINK

FAQ »

WALLPAPER

AL KHILAFAH TV Kamis, 25 April 2013 02:54:17 PM

You are here : Hom e » artikel, Headline, Opini » Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini)

Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini)
Posted by Admin on 4/22/2013 02:53:00 PM in artikel, Headline, Opini | 0 comments

A DS

TERPOPULER

TERBA RU

COMMENT

Live Streaming Angkringan Dakwah #10 "GELAP TERUS KAPAN TERANGNYA?" Ahad, 21 April 2013 Pukul 20.00-22.00 WIB

Mengapa harus Kartini? Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini? Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Di sini penulis tiada maksud sama sekali untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang ke-Indonesia-an.,tentang otentitas sejarah. Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya. Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Hab is Gelap Terb itlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu. Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini. Kalau Kartini hanya menyampaikan dalam surat, Sartika dan Rohana sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiran-pikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang

MP3 NEW!!! Tabligh Akbar bersama Ustadz Hari Moekti di Kampus ISI Yogyakarta Materi dan Rekaman MP3 Refleksi Akhir Tahun 2012 Yogyakarta + Foto IBC Gel. Pertama bersama Ustadz Dwi Condro Triono, PhD [update 2 minggu sekali] IBC Gel. Kedua bersama Ustadz Dwi Condro Triono, PhD [update 2 minggu sekali] Download Screensaver Ideologis "Kehancuran Kapitalisme" (untuk Windows) [6MB] Tesis "TSAQOFAH DAN METODE HIZBUT TAHRIR DALAM MENDIRIKAN NEGARA KHILAFAH ISLAMIYAH" (Arab dan Indonesia)

www.al-khilafah.org/2013/04/mengapa-harus-kartini-kritik-atas.html

dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak

1/4

25/04/13

Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini) | Al-Khilafah.org

dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fa -timah dari Aceh, klaimklaim ke terbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini. Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus. Jadi, secara sederhana kita bisa simpulkan bahwa disini banyak sekali terjadi Distorsi (pengkaburan) sejarah yang berlangsung secara sistematis, massif dan terstruktur. Kita selaku umat harus kritis menyikapi hal ini. Jan gan sampai senang terus-menerus dicekcoki oleh sejarah-sejarah manupulatif bikinan Kolonial penjajah beserta antek-anteknya. Masyarakat Indonesia, khususnya umat islam, sesungguhnya memiliki sejarah keemasan yang panjang. Baik pada zaman kerajaan-kerajaan, zaman pra kemerdekaan, serta pada saat perjuangan kemerdekaan. Namun, sepertinya banyak pihak yang ingin menegasikan hal tersebut. Banyak pihak yang sedari awal sampai dengan sekarang mencoba menjauhkan islam dari umat islam Indonesia (sekularisasi). Salah satu caranya adalah dengan mengkaburkan sejarah negeri mereka sendiri. Waspadalah ! [ Ahmad Fahrur Rozi] --tulisan ini seb agian b esar di nukil dari tulisan anwar b akhtiar di halaman insistent.com [www.al-khilafah.org]
44 orang menyarankan ini. Jadilah orang pertama di antara temanteman.

Gema Pembebasan Daerah Solo Tolak Kenaikan Harga BBM

Dapatkan update berita dan artikel situs ini melalui mobile device/handphone anda di www.al-khilafah.org?m=1

Muktamar Khilafah 2013: Testimoni 100 Tokoh Muslimah Indonesia [Bagian 4]

Sarankan

0

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini....

Dengarkan Lewat Winamp atau windows media player klik disini Muktamar Khilafah 2013: Testimoni 100 Tokoh Muslimah

Artikel Terkait lainnya
artikel "Ustadz, Saya Mau Break Dulu Dari Dakwah..." Mengapa Muktamar Khilafah (lagi)? Rencana Kenaikan Harga BBM : Rencana Bebani Rakyat Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia terhadap buku “Hizbut Tahrir Dalam Sorotan” Karya Idrus Ramli Rela Sekarat Agar Cantik Headline "Ustadz, Saya Mau Break Dulu Dari Dakwah..." Hukum Shalat Jum’at Tanpa Adanya Khalifah Mengapa Muktamar Khilafah (lagi)? Rencana Kenaikan Harga BBM : Rencana Bebani Rakyat Bantahan Hizbut Tahrir Indonesia terhadap buku “Hizbut Tahrir Dalam Sorotan” Karya Idrus Ramli Opini Mengapa Muktamar Khilafah (lagi)? Ajang Pamer Aurat Miss World, Hati-Hati Menjadi Syaithan Bisu Tanpa sadar Jawaban Ke#galauan Buah Dari Sekulerisme : Saat Sholat berkiblat ke Ka’bah, Namun Mu’amalah & ‘Uqubat berkiblat ke Barat Kepedihan Kan sirna

Indonesia Bagian 3

Select Language ​ ▼

www.al-khilafah.org/2013/04/mengapa-harus-kartini-kritik-atas.html

2/4

25/04/13

Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini) | Al-Khilafah.org
Followers (442)

0 COMMENTS TINGGALKAN Dari Abi Nadhrah KOMENTAR berkata: "Kami sedang berada
bersama Jabir bin Abdullah, rodhiyallahu 'anhuma, dia berkata. (Rasuulullah Saw Bersabda) : "Hampir saja tidak boleh dibawa masuk ke negeri Iraq (diboikot) makanan sepotong roti-pun (qafizh), diboikot pula masuknya dirham,". Kami lalu bertanya kepada beliau, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian?" Dia menjawab, "Orang orang 'Ajam (non Arab. Red. Amerika) yang memmboikotnya". Kemudiannya berkata lagi, " Hampir– Comment as: Beliau Google Account hampir saja tidak boleh dibawa masuk sekeping
Follow this blog

E n t e ry o u rc o m m e n t . . .

Publish dinar kepada Preview penduduk Syaam, tidak boleh pula
dibawa masuk (diboikot) kepada penduduk Syaam se-takar-an makanan pun (mudyun)." Kami bertanya lagi, "Dari mana (bangsa) yang melakukan demikian? Beliau menjawab, "Dari bangsa Ruum. (Note : kita tahu Israel adalah imigran dari Ruum, utamanya dari Eropa, yang datang menjajah Palestine sejak tahun 1917). Newer Post Kemudian diam sejenak. Lalu dia berkata, Bersabda Rasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Akan segera tegak berdiri di akhir Ummat-Ku seorang Kholiifah (red. Beberapa saat, setelah pemboikotan itu terjadi), Kholifah akan membagi bagikan harta, dengan tanpa menghitung-hitung jumlahnya. (Shohih Muslim : 5189) Dari Nu'man bin Basyir: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Masa Kenabian itu berlangsung di tengah-tengah kalian selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khilafah di atas manhaj Home Older Post

Hadist kenabian selama yang dikehendaki Allah,

Subscribe
Subscribe to RSS Feed Receive feed updates via your feed reader Email Subscription Receive feed updates via email Keep updates via Facebook Keep updates via Facebook Keep updates via Twitter Keep updates via Twitter

Fanspage

kemudian Dia mengangkatnya bila Allah hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia hendak mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki Allah, kemudian Dia mengangkatnya bila Ia hendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj kenabian." Kemudian beliau diam. [HR. Ahmad IV/273, Al-Baihaqi]

www.al-khilafah.org/2013/04/mengapa-harus-kartini-kritik-atas.html

3/4

25/04/13

Mengapa harus Kartini? (Kritik atas Perayaan Hari kartini) | Al-Khilafah.org
Find us on Facebook al-khilafah.org
Like 3,972 people like al-khilafah.org.

F acebook social plugin

Al Khilafah on Facebook

Copyleft 2009-2011. Al Khilafah Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT. Seluruh artikel di w ebsite ini silakan disebarluaskan tanpa perlu meminta izin kepada kami.

Edit by Cah Mbudur

www.al-khilafah.org/2013/04/mengapa-harus-kartini-kritik-atas.html

4/4

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful