SKDI : Level kompetensi 3B Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat).

Postpartum : • periode setelah persalinan selesai dan berakhir 6 minggu setelahnya.1 • 6-12 minggu setelah persalinan.2 • Postpartum  semua perubahan yag terjadi pada kehamilan akan kembali seperti sebelum hamil.2

Alba (putih). • L. LOKIA (cairan dari kavum uteri dan vagina pada masa nifas) • L. 2 minggu postpartum. hari berikutnya.PERUBAHAN NORMAL UTERUS kembali mengecil. Sanguinolenta (darah+lendir). • L. • Setelah plasenta lahir : TFU 2 jari di bawah pusat. KOMPLIKASI • < 24 jam  TFU lebih besar : Atonia Uteri. hari 1-2 postpartum. • 5 hari postpartum : TFU pertengahan simfisis pubis dengan pusat. Rubra (darah+sisa persalinan). • Bila masih lokia rubra  darah (+) : Perdarahan Postpartum • Bila lokia putih seperti nanah dan berbau : Infeksi puerperalis. 1 minggu postpartum. Serosa (tidak ada darah). • L. . • Setelah bayi lahir : TFU setinggi pusat. • > 24 jam  TFU lebih besar : Subinvolusio Uteri. • 12 hari postpartum : tidak dapat diraba.

.

4 • Perdarahan pervaginam lebih dari 500 ml setelah selesainya KALA III persalinan.5 .Perdarahan postpartum : • Perdarahan yang terjadi melebihi 500 ml.3 • Perdarahan lebih dari 500 ml setelah persalinan pervaginam dan 1000 ml untuk persalinan seksio sesarea. dapat terjadi setelah bayi dan plasenta lahir pada 24 jam pertama (PP Primer) dan setelah 24 jam pascapersalinan (PP Sekunder).

DIC . • Tissue (Sisa Plasenta atau Selaput Ketuban).Penyebab Perdarahan Postpartum : 4 T :ST • Tonus (Atonia Uteri). • Trombine (Gangguan Pembekuan Darah). • Trauma (Laserasi Jalan Lahir). Masalah Kegawatdaruratan : Perdarahan  Syok Hipovolemia.

menggunakan oksitosin.1. persalinan lama.ST. Anamnese  Keluar darah dari kemaluan setelah bayi dan plasenta lahir. uterus overdistensi (gemeli. bayi lahir hidup.W. HDK.  Riwayat persalinan : paritas > 5. • Diagnosa : a. infeksi. air ketuban banyak. kembar. persalinan dengan oksitosin. anemia. bayi besar. polihidramnion). partus lama.C • Penyebab : Grandemultipara. . ATONIA UTERI • Definisi : keadaan tidak adanya kontraksi uterus setelah bayi dan plasenta lahir.

FN ). Pemeriksaan Penunjang  Hb . gelisah.  Abdomen : TFU lebih besar dari normal. Anamnese  plasenta lahir spontan dan lengkap. b. TD . jumlah trombosit. Pemeriksaan  Tanda vital : bila perdarahan banyak  tanda syok hipovolemia (ibu bingung. Ht  (10%).a. golongan darah  Uji Pembekuan Darah . uterus lembek.  Genitalia : laserasi jalan lahir (-)  Plasenta : lengkap c.

.

Penanganan atonia uteri  kembalikan kontraksi uterus. pasang urine kateter dan rujuk. b. 16/18. Segera evaluasi hemodinamik ibu. bila tidak berhasil rujuk. • Jika tidak stabil : pasang infus (abocath no. . Ringer Laktat). • Jika stabil : tangani sementara atonia uteri.• Penatalaksanaan : a.

CARI PENYEBAB LAIN • BERSIHKAN BEKUAN DARAH DARI VAGINA & SERVIKS • KOSONGKAN KANDUNG KEMIH • LAKUKAN KBI (5 MNT) • LANJUTKAN LAGI 2 MNT • AWASI KETAT KALA IV • KBE OLEH KELUARGA • KELUARKAN TANGAN • MISOPROSTOL 600 mcg REKTAL (METERGIN 0. 500 cc/JAM . KECUALI KI) • INFUS RL + OKSITOSIN 20 U.2 mg. TTS CEPAT • ULANGI KBI AWASI KETAT KALA IV • RUJUK • INFUS RL+OKSITOSIN 20 U.PIJAT FU 15 DETIK • EVALUASI RUTIN • JIKA PERDARAHAN (+).

.

penanganan KALA III yang salah. Anamnese  Keluar darah dari kemaluan setelah bayi dan plasenta lahir.  Riwayat persalinan kehamilan sebelumnya : plasenta sulit lahir (+). pankreta). • Diagnosa : a. SISA PLASENTA ATAU SELAPUT KETUBAN • Definisi : keadaan adanya sisa plasenta atau selaput ketuban di dalam kavum uteri setelah plasenta lahir.ST • Penyebab : kelainan kedalaman implantasi plasenta (plasenta akreta. inkreta. .2.

Pemeriksaan Penunjang  Laboratorium : Hb . golongan darah. Ht  (10%).  Genitalia : laserasi jalan lahir (-)  Plasenta : ada robekan pada kotiledon. gelisah. Pemeriksaan  Tanda vital : bila perdarahan banyak  tanda syok hipovolemia (ibu bingung. FN ).b. TD .  USG : melihat sisa plasenta di kavum uteri. Uji Pembekuan Darah. kontraksi uterus baik.  Abdomen : TFU sedikit lebih besar atau normal. c. jumlah trombosit. .

.

• pasang infus (abocath no. b. Penanganan sisa plasenta (RS) : • Bila serviks masih terbuka  kuretase digitalis • Bila serviks telah tertutup  dilatasi dan kuretase. 16/18.• Penatalaksanaan : a. . Segera evaluasi hemodinamik ibu. Ringer Laktat). • Rujuk untuk konfirmasi diagnostik (USG) dan penanganan selanjutnya. pasang urine kateter.

persalinan dengan EV/EF. • Penyebab : bayi besar. persalinan dengan alat.3. Anamnese  Keluar darah dari kemaluan setelah bayi dan plasenta lahir. persalinan yang terlalu cepat. . perineum yang kaku.  Riwayat persalinan : BBL ≥ 4000 gr. LASERASI JALAN LAHIR • Definisi : terputusnya kontinuitas jaringan jalan lahir. • Diagnosa : a.

c. Pemeriksaan  Tanda vital : bila perdarahan banyak  tanda syok hipovolemia (ibu bingung. kontraksi uterus baik. vagina. gelisah. perineum).  Abdomen : TFU normal. FN ).  Genitalia : dijumpai laserasi jalan lahir (serviks. golongan darah.  Plasenta : lengkap. TD .b. jumlah trombosit. Pemeriksaan Penunjang  Laboratorium : Hb . Ht  (10%). Uji Pembekuan Darah .

• pasang infus (abocath no. Segera evaluasi hemodinamik ibu. 16/18. • Rujuk :  jika belum pernah melakukan penjahitan jalan lahir. pasang urine kateter.• Penatalaksanaan : a.  Laserasi di Serviks. .  Ruptur perineum III dan IV. Ringer Laktat).

• Tehnik :  Jahitan jelujur (continues) atau jelujur terkunci (continues interlocking). Penanganan Laserasi : • Alat : Jarum. . ujung rounded (nontraumatik) dan benang chromic catgut 2.  Untuk laserasi vagina. mulai jahitan 1 cm di atas ujung luka.• Penatalaksanaan : b.0.

.

.

.

Anamnese  Keluar darah dari kemaluan setelah bayi dan plasenta lahir. GANGGUAN PEMBEKUAN DARAH • Definisi : perdarahan setelah melahirkan akibat berkurangnya faktor-faktor pembekuan darah.  Riwayat persalinan : bayi lahir mati.4. solusio plasenta. emboli air ketuban. • Diagnosa : a. sepsis. . • Penyebab : PE/E.  Riwayat kehamilan : hipertensi. biram-biram. KJDK.  Riwayat gosok gigi berdarah.

b. kontraksi uterus baik. Pemeriksaan Penunjang  Laboratorium : Hb . Uji Pembekuan Darah (memanjang). D-Dimer (+) .  Genitalia : laserasi jalan lahir (-). FN ). TD . gelisah.  Abdomen : TFU normal.  Plasenta : lengkap. golongan darah. Ht  (10%). jumlah trombosit . tampak darah mengalir dari OUE. c. Pemeriksaan  Tanda vital : bila perdarahan banyak  tanda syok hipovolemia (ibu bingung.

• pasang infus (abocath no.• Penatalaksanaan : Segera evaluasi hemodinamik ibu. Ringer Laktat). . 16/18. pasang urine kateter. cari keluarga dekat yang golongan darahnya sama  Rujuk.

.

Complications of Labor and Delivery. Dalam : Ilmu Kebidanan. In: Current Obstetric and Gynecologic Diagnosis & Treatment. Szymanski LM. Adam Malik.. 10th Ed. The Normal Puerperium. 6. Dalam: Standar Pelayanan Medis. 3.DAFTAR PUSTAKA 1. Novy MJ. Bienstock JL. In: Williams Obstetric Kapernick PS. Puerperium Normal dan Penanganannya. Postpartum Hemorrhage and The Abnormal Puerperium. Perdarahan Postpartum. Wiknjosastro H. In: The Johns Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics. . Ed. 2007. 3rd Ed. 1997. Departemen Obstetri dan Ginekologi. 3. In: Current Obstetric and Gynecologic Diagnosis & Treatment. Poggi SBH. RSUP H. 2. Obstetrical Hemorrhage. 2007. 4. 2007. 10th Ed. 5. Lipscomb K.

.

32 x/mnt. hidup. Nikita. 5 jam yang lalu. Ny. 35 tahun. melahirkan bayi laki-laki 2 jam yang lalu. 120 x/mnt. mengaku hamil 30 minggu. P6A0. disertai rasa nyeri di perut. 80/50 mmHg. nyeri tekan. 28 x/mnt. FN. keringat dingin. Hasil pemeriksaan Sens. warna merah kehitaman. 2. Datang ke Puskesmas DoSa dengan keluhan perdarahan dari kemaluan. 100/60 mmHg. TFU 3 jari atas pusat. DJJ (-). bibir kerig. FP. datang ke Puskesmas Sering dengan keluhan perdarahan dari kemaluan. TD. plasenta lahir lengkap. robekan vagina (-). Compos mentis lemah. ibu gelisah kesakitan. 38 tahun. FP. Ny. Pemeriksaan abdomen : uterus keras. Pemeriksaan obstetri : abdomen lemas.KOMPETENSI AKHIR KULIAH 1. BBL : 4000 gr. . Pada pemeriksaan dijumpai Sens. G5P3A1. TD. FN. Jenifer Cortez. 112 x/mnt. bagian-bagian bayi sulit diraba.

setelah melahirkan bayi perempuan. Ny. tidak ada komplikasi dalam kehamilannya. Agnes Monica. Riwayat persalinan dukun mengaku menarik-narik tali pusat saat melahirkan plasenta. hidup. Compos mentis. karena sudah ditunggu 1 jam plasenta tidak juga lahir. dirujuk oleh dukun kampung karena keluar darah dari kemaluan 3 jam yang lalu. 100/70 mmHg. Pemeriksaan obstetri : TFU 1 jari di bawah pusat. BBL 3500 gr. kontraksi baik. . pemeriksaan plasenta terdapat bagian kotiledon yang tidak lengkap. robekan jalan lahir (-). P3A1. FN. 35 tahun. 28 x/mnt.KOMPETENSI AKHIR KULIAH 3. FP. Pada pemeriksaan dijumpai Sens. 100 x/mnt. TD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful