BED SITE TEACHING

I. IDENTIFIKASI PENDERITA Nama Umur Jenis kelamin Agama Warganegara Alamat Pendidikan akhir Pekerjaan Status perkawinan Nomor CM Diperiksa oleh : Suherman : 26 tahun : Laki-laki : Islam : Indonesia, suku Lampung : Jabung, Lampung Timur : SMA tidak selesai : Petani : Belum menikah : : Fachry Rafiq Iwan M, S. Ked Gilda Putri A, S.Ked Tanggal pemeriksaan Tanggal penyajian : 4 april 2013 :

II. PEMERIKSAAN FISIK A. STATUS INTERNUS Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan Sistem Respiratorik Sistem Kardiovaskuler Sistem Gastrointestinal Sistem Urogenital : Baik : Compos mentis : 120 / 70 mmHg : 80 x/menit : 36,5 °C : 20 x/menit : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

Hendri. PEMERIKSAAN PSIKIATRI A. LABORATORIUM Hb Ht LED 1 jam Leukosit GDS Protein total SGPT/SGOT Ureum Kolesterol total Uric acid Trigliserida : 14. 30 tahun ( kakak kandung pasien ) Tinggal satu rumah dengan pasien di kecamatan Jabung . STATUS NEUROLOGIKUS Rangsang meningeal Urat saraf kepala Sistem motorik Saraf vegetatif Fungsi luhur C. ALLOANAMNESA Diperoleh dari : 1.Kelainan Khusus Berat Badan : tidak ada : 65 kg B.6 gr % ::: 8000/mm ::: 20 U/L ::::: tidak ada : normal : normal : normal : normal III.

dan tidak mau mengurus diri sendiri. Namun menurut kakak pasien sikap dan tingkah laku pasien mulai mengalami perubahan. dan akhirnya kabur dari rumah selama beberapa hari.ibu pun mengatakan pada pasien niatan untuk membeli motor ditunda dulu. dan dimandikan. kakak kandung pasien menceritakan bahwa pasien sempat meminta dibelikan motor kepada bapaknya. pasien kembali ke rumah orang tuanya. Pasien menjadi tidak suka bicara sendiri. setelah itu pasien diajak pulang ke rumah kakak perempuanya dan tinggal selama beberapa minggu.tetapi karena uang yang terkumpul habis untuk berobat bapaknya. mengucapkan kata-kata yang kotor. Pasien menjadi sering marah-marah. SEBAB DIBAWA KE RSJP LAMPUNG :      Sering bicara sendiri Sering berontak dan marah-marah Sering melamun Sulit tidur Selalu menyendiri A2. tetapi karena kondisi keuangan yang belum cukup bapak korban mengatakan untuk sabar sekitar setengah bulan lagi sampai uang terkumpul. dan pasien pun bisa bekerja dikebun selama 1 minggu. sering berbicara sendiri. pasien diberi ramuan. dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Kemudian setengah bulan berlalu pasien menagih janjinya kepada orangtuanya. Tidak terima dengan hal tersebut pasien cekcok dengan bapaknya. Kemudian keluarga pasien membawa pasien ke dukun. sulit berkomunikasi dengan orang lain. Kondisi pasien ini membaik selama ½ bulan. Namun perbaikan kondisi pasien ini tidak . Pada bulan Desember 2013.A1. setelah itu kondisi pasien sudah mulai membaik. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG DAN STRESSOR: Sekitar bulan november 2012.tidak mau makan dan minum.

hubungan sosial pasien dengan bapak. keluarga. GAF 80-71 A6. 4 april 2013. Pasien memiliki kebiasaan merokok Sebelum sakit. ataupun obat penghilang nyeri. ibu. psikotropika. mengamuk dan sulit tidur. RIWAYAT PRAMORBID . sesak nafas atau dirawat karena penyakit atu kelainan fisik lain. hubungan sosial pasien telah mengalami perubahan terutama dengan bapak dan teman-temanya. TARAF FUNGSI PENYESUAIAN DALAM 1 TAHUN TERAKHIR Pasien mempunyai sifat pendiam. Dalam 5 bulan terakhir semenjak pasien menjadi lebih pendiam.sering marah. Riwayat epilepsi tidak ada. RIWAYAT PENYAKIT FISIK & PEMAKAIAN OBAT TERLARANG Keluarga menyatakan pasien tidak pernah menderita sakit panas tinggi hingga kejang-kejang. namun tidak pernah mengkonsumsi obatobat tertentu seperti narkotika. A5. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU : Tidak ada A4. dan pasien kembali berobat ke dukun yang sama. dan tetangga menjadi menurun. Namun keadaan pasien justru menjadi lebih buruk. tampak bingung. pasien pernah sesekali meminum minuman keras. menurut kakak kandungnya. Dirumah pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan 1 orang kakaknya Beberapa bulan sebelum pasien sakit. pasien dibawa oleh kakaknya ke poliklinik RSJP Lampung A3.bertahan lama. sering melamun.

bergerak. anak yang sangat diharapkan. Riwayat bayi dan balita Pertumbuhan dan perkembangan normal. RIWAYAT KELUARGA Pasien merupakan anak ke-5 dari lima bersaudara. RIWAYAT PEKERJAAN Pasien belum bekerja. ibu dalam keadaan sehat. Semua jenjang pendidikan (SD dan SMP) diselesaikan pasien sesuai dengan waktunya. seperti bayi pada umumnya.a. A8. minum cukup. Riwayat pendidikan Pasien sekolah sampai kelas III SMA dan tak dapat menyelesaikannya karena berhenti. RIWAYAT PERKAWINAN Pasien belum menikah A9. b. mulai berbicara. cukup bulan dan lahir spontan dengan bantuan bidan. merangkak dan berjalan dapat dilakukan sesuai waktunya. Riwayat anak dan remaja Pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Riwayat kehamilan dan persalinan Merupakan kehamilan ke-5. . sejak kecil ikut bersama kedua orang tuanya dan disekolahkan hingga berhenti pada kelas II SMA. Makan. c. Merupakan anak yang aktif dan pandai bergaul. . d. A7.

RIWAYAT SOSIAL EKONOMI Ayah dan Ibu sudah tidak bekerja lagi. Pasien merupakan anak ke-5 dari 5 bersaudara. Meskipun demikian. penghasilannya dirasakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. B. Ayah sudah tidak kuat lagi bekerja karena penyakit jantungnya.Skema pohon keluarga : Herediter tidak ada... : Nama Mas siapa? : Namanya Suherman : Mas usianya berapa? : 26 tahun (sesuai dengan identitas pasien) : Tanggal lahirnya kapan ya ?? . Kakak kandung pasien bekerja sebagai kuli petani. A10. saya dokter muda disini. Ayah pasien memiliki penyakit Jantung dan Darah Tinggi. AUTOANAMNESIS T : Siang Mas. mau ngobrol sebentar bisa ya? J T J T J T : Bisa dok. Pasien dan kedua orang tuanya hidup dalam tanggungan salah satu kakak kandungnya. Tidak ada anggota keluarga pasien yang lain yang mederita gangguan jiwa atau keluahan sakit seperti pasien.

J : tanggal lahirnya 20 Mei 1987..257462 : Coba diulangi lagi... atu malam? : Tau dok. : Koq temen? Itukan kakak ? : iya kakak dok…(tersenyum) : Mas sekarang merasa sehat apa sakit? : Sehat lah mas.. : Sekarang lagi ngomong dengan siapa ya? : Dengan dokter. Sekarang ini kita lagi ngapain ya? : lagi ngobrol. (orientasi waktu baik) : Kira-kira ini jam berapa? : sekitar jam 10 siang.saya gak sakit jiwa (kesan : insight buruk) : Mas pernah denger bisikan-bisikan gak? . (orientasi waktu baik) : tau gak sekarang mas lagi dimana? : Di rumah sakit jiwa. : Makannya pakek apa? : nasi sama sayur sama tempe.... 257462.(kesan: orientasi orang baik) : Ini disebelah mas siapa ya? (menunjuk kakak pasien) : teman saya dok.257462? : Iya..(kesan daya ingat jangka panjang baik) T J T J T J : Mas sekolah terakhirnya apa? : SMA kelas 2 : Tadi pagi udah makan belum? : udah.. : Oy mas... diinget ya.....(orientasi tempat baik) : Tau kenapa dibawa kesini? : karena saya ngamuk dan berontak. siang....(kesan: daya ingat jangka pendek baik) T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T J T : Mas ini saya kasih angka. siang boy..... : 257462 ( daya ingat cukup baik ) : Nah sekarang tau gak mas ini pagi.

... ( halusinasi visual) : Bayangannya kayak apa? : cewek cantik kayak putri raja : sering cium bau-bau busuk atau yang aneh-aneh gitu juga gak ? : Enggak pernah....(tersenyum) : mas pernah ngerasa hidup tak berguna gak ? J T J T ... yang gak dimiliki orang lain? : enggak dok saya orang biasa… : punya cita-cita apa? : apa ya. sekarang mas liat apa yang saya pegang.(sambil tersenyum lebar. rasanya apa ya? : ya kayak ludah laah dok.(Halusinasi olfaktorik negatif) : pernah ngerasa ada yang pegang-pegang atau peluk mas gak? : enggak dok...(halusinasi akustik) : Kayak mana bisikannya? : suara tertawa perempuan dok . ini apa? : kertas..... inapropiate (+)) : Oy mas pernah ngerasa punya kemampuan hebat gak.. yang terus berdengung kaya suara speker T J T J T J T J T J T : Udah sejak kapan mas sering denger suara-suara tadi? : sering dok.J T J : Sering dok...( daya nilai baik) : Klo menelan ludah sendiri.(ilusi visual negatif) : gunanya untuk apa mas? : ya buat ditulis dok.... kira-kira keluarga mas senang atau sedih ? J T : Sedih dok..(Halusinasi taktil negatif) : pernah liat benda atau barang yang ngomong atau gerak-gerak gak? J T J T J T J T : gak pernah dok.. : Pernah liat bayang-bayangan juga gak? : pernah dok..( ilusi tidak ada) : Hmm.(Halusinasi Gustatorik negatif) : Oy sekarang kondisi mas seperti ini.

: Klo ada banyak orang disekeliling mas...(thought broadcasting (+)) : Sekarang coba saya tanya.J : iya dok.. kebersihan cukup... pasien kooperatif. saya ini gak punya cewek...(Daya konsentrasi cukup baik) Secara keseluruhan.. perawakan kurus. STATUS PSIKIATRIKUS 1..bapak saya gk beliin saya motor. Kesan Pertama 2. T J : pernah ngerasa ada yang mengancam atau menyuruh-nyuruh gak? :Pernah dok.. T J : mas pernah merasa ada yang merasuki tubuh mas gak? : ada dok saya jadi pingin loncat-loncat biar terbang ke awan karna saya itu dikejar dok. kalo mas ketemu dompet di jalan.(waham dipengaruhi). ilmu kebatinan katanya.. klo 100-7 berapa? : 93.. putih... menjawab semua pertanyaan.karena saya ini gak berguna.kontak verbal cukup. T J : pernah merasa mau mati atau mau bunuh diri gak? : pernah dok.mana ada cewek mau sama saya. C... merasa ada yang ngomong-ngomongin mas gak? J T J T : Enggak ada. Komunikasi baik dan lancar...(skala diffrensiasi luas) : Sekarang kita hitung-hitungan ya...malu lah saya sama temen..saya itu disuruh cari ilmu di gunung kalianda.malu saya padahal temanteman saya punya semua. .. cukup terawat.. mau mas apakan dompet dan uangnya? J T J T J : dibalikin lah dok itu kan bukan hak saya. : Mas sering merasa gak klo saya bisa baca pikiran mas? : iya dok. : klo 93-3 ? : 90. Keadaan Umum : Seorang laki2.(waham dikendalikan) T J T : dikejar apa mas? : dikejar tombak besar mau nusuk perut saya. terus ada isi uangnya.

Gangguan Proses Pikir Bentuk Pikiran Kecepatan Proses pikir Mutu proses pikir  Jelas dan tajam  Sirkumstansial  retardasi  terhambat  meloncat-loncat  perseverasi  verbigerasi  asosiasi longgar  jawaban irrelevan  inkoheren  bloking isi pikiran  pola sentral  fobia  obsesi  waham         : tidak realistik : tidak ada hambatan : cukup jelas. cukup tajam : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada konfabulasi Thought broadcasting rasa permusuhan rasa bersalah rasa rendah diri rasa takut hipokondri kemiskinan isi pikiran : tidak ada : tidak ada : tidak ada : wahamdikendalikan waham dipengaruhi waham kejar : tidak ada : ada : tidak ada : tidak ada : ada : ada : tidak ada : tidak ada c. Afek dan Reaksi Emosional afek hidup emosi : inapropiate : tidak stabil . Gangguan Persepsi Halusinasi : halusinasi visual ada. halusinasi akustik ada Ilusi : tidak ada b.Kesadaran Sikap Roman Muka Tingkah Laku Pembicaraan : kompos mentis : kooperatif : Cemas : biasa : kuantitas cukup. Keadaan Spesifik a. kualitas cukup 3.

.berontak dan mudah marah. Kesadaran kompos mentis. laki-laki dengan perawakan gemuk. sulit tidur dan selalu menyendiri. suhu 36. tekanan darah 120/80 mmHg. Anxietas : ada IV. Pasien juga sering melamun. Perhatian : cukup : tidak stabil : dangkal : biasa : dapat dirabarasakan : luas : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada cukup wajar : cukup g. Kontak Psikis f. Inisiatif : kurang j. Gangguan instink dan dorongan instinktual hipobulia : tidak ada Raptus impulsilvus : ada Deviasi seksual : tidak ada Stupor : tidak ada Vagabondage : tidak ada k.pengendalian stabilitas dalam dan dangkal arus emosi empati skala diferensiasi d.4 0C dan pernapasan 20x/menit. Kemunduran intelek : tidak ada i. FORMULASI DIAGNOSTIK Pasien bernama Suherman usia 26 tahun datang dengan kondisi fisik. cukup terawat dan kebersihan cukup. nadi 80x/menit. Gangguan Orientasi waktu tempat orang e. Gangguan Kecerdasan dan intelektual daya ingat : baik daya konsentrasi : baik daya nilai : baik daya pengertian diri : kurang h. Pasien datang ke RSJP Lampung karena pasien sering berbicara sendiri. putih.

Keadaan Umum Kesadaran Sikap Roman Muka Tingkah Laku Pembicaraan 2. kualitas kurang : tidak jelas. hypochondri : ada : ada : ada .Riwayat Pramorbid Status internus dan Neurologis Stressor : : : dalam batas normal dalam batas normal takut ingin dikeroyok massa Pada pemeriksaan psikiatri didapatkan: 1. Keadaan Spesifik  Gangguan Persepsi Halusinasi : halusinasi visual ada. halusinasi akustik ada Ilusi : sulit dinilai  Mutu proses pikir  Jelas dan tajam  retardasi  verbigerasi  jawaban irrelevan isi pikiran  waham  rasa takut  hipokondri  kemiskinan isi pikiran  Afek dan Reaksi Emosional afek hidup emosi pengendalian stabilitas eecht. kurang tajam : ada : ada : ada : waham kejar.un eecht dalam dan dangkal arus emosi empati skala diferensiasi  Gangguan Orientasi waktu : tidak ada : anxiety : tidak stabil : cukup : tidak stabil : un echt : dangkal : biasa : dapat dirabarasakan : sulit dinilai : Bingung : Berubah-ubah : Cemas : Verbigerasi dan Echolalia : kuantitas cukup.

namun ketika diperjalanan ia menabrak seorang anak SD dan hampir dihakimi massa. Id merupakan bagian penting primitif dalam kepribadian dorongan-dorongan untuk memenuhi kebutuhan psikologi dasarnya.tempat orang    Kontak Psikis Perhatian : ada : ada : buruk : kurang Gangguan Kecerdasan dan intelektual daya ingat daya konsentrasi daya nilai daya pengertian diri : buruk : kurang : buruk : kurang : ada : kurang    Kemunduran intelek Inisiatif Gangguan instink dan dorongan instinktual hipobulia Raptus impulsilvus Deviasi seksual Stupor Vagabondage : tidak ada : ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : ada  Anxietas V. Sejak saat itu sikap dan perilaku pasien berubah menjadi tak wajar. Saat itu ia baru pulang dari mengikuti UAN di sekolahnya. . Ia sering ketakutan dan sering menyendiri. sebelum sakit pasien adalah seorang anak yang aktif dan pandai bergaul. Kejadian bermula saat 1 hari ia mengikuti UAN. Ini adalah suatu dorongan kejiwaan yang meluap-luap dengan tujuan untuk melepaskan ketegangan. Pasien sekolah hingga kelas III SMA kemudian berhenti. Id pasien adalah ingin dimaafkan oleh keluarga korban yang ditabraknya dan dimaafkan oleh warga sekitar korban tersebut. Dalam kasus ini. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin segera dipuaskan. Id terletak di alam bawah sadar. PSIKODINAMIKA Berdasarkan alloanamnesa yang dilakukan.

TERAPI Psikofarmaka    : Haloperidol 5 mg 2x1 Trihexipenidil 2 mg 2x1 CPZ 100 mg 0-1/2-1/2 Psikoterapi VIII. Superego. Fungsi ego itu untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I Sindroma Klinik Diagnosa banding Aksis II : F20. oleh karena itu. superego berorientasi pada kesempurnaan. Fungsi ego terdapat dalam alam bawah sadar.0 Skizofrenia Paranoid : F25. pada bagian ini terdapat nilai-nilai normal yang memberikan batasan yang baik dan buruk. Ego pasien adalah ingin menjelaskan permasalahan dan meminta maaf kepada keluarga pasien.Ego adalah bagian ekskutif dari kepribadian. Superego pasien adalah pasien ingin sembuh seperti kehidupan normal dan dapat diterima selayaknya manusia normal di lingkungan masyarakat.1 Skizoafektif tipe depresif : Tidak ada diagnosa Gangguan Kepribadian Aksis III Gangguan dan kondisi Fisik: Aksis IV Aksis V Stressor psikososial : Tidak ada diagnosa Tidak dibelikan motor Taraf tertinggi Penyesuaian dalam satu tahu terakhir: GAF 60-51 gejala sedang (moderate) disabilitas sedang VII. USUL_USUL Rencana EEG Rencana EKG . VI. Nilai yang ada pada superego mewakili nilai-nilai ideal.

IX. PROGNOSA Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad malam : dubia ad bonam : dubia ad bonam .

KJ dr. Sp. High Boy RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2013 .STATUS BED SIDE TEACHING PSIKOTIK Oleh Gilda Putri A 0718011014 Fachry Rafiq Iwan M 0718011055 Preseptor : dr. Woro Pramesti.