Geographic tongue: Karakteristik klinis dari 188 kasus

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti karakteristik klinis dan meneliti faktor lain yang berhubungan dengan geographic tongue di Thailand. Seratus dan delapan puluh delapan orang Thailand dengan geographic tongue dan 188 kontrol diwawancarai berdasarkan riwayat medis mereka, gejala, dan sifat dan pola migrasi lesinya. Variasi dalam gambaran klinis, lokasi lesi, dan fissure tongue yang berhubungan dicatat. Rentang usia untuk 188 subyek adalah 9 hingga 79 tahun. Insidensi tertinggi (39,4%) terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun. Wanita lebih banyak terkena daripada laki-laki (1,5:1). Kelompok terbanyak dari kondisi medis terdiri dari gangguan yang berhubungan dengan alergi; tapi, insidensi masalah tersebut diantara kedua subyek dan kontrol adalah tidak berbeda secara signifikan (55,2% vs. 44,8%). Hasil kita menunjukkan ko-eksistensi signifikan geographic tongue dan fissured tongue. Sebagian besar lesi geographic tongue menunjukkan gambaran khusus yang mengandung area atrofik sentral yang dibatasi oleh garis putih timbul melingkar (69,1%) dengan banyak tempat pada lidah yang terkena (62,8%). Lokasi yang paling umum adalah pada margin lateral dan ujung lidah. Mayoritas subyek kita (75,5%) adalah asimtomatik. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan temuan peneiltian geographic tongue sebelumnya pada populasi lain.

Pendahuluan Geographic tongue adalah kondisi yang dimaksud dengan berbagai istilah seperti: benign migratory glossitis, erythema migrans, annulus migrans, atau ruam pada lidah. Ini merupakan kondisi jinak yang pada umumnya terjadi pada ujung, batas lateral, dan dorsum lidah; lesi kadang meluas ke bagian ventral juga. Gambarannya adalah bercak kemerahan multifocal, melingkar, dan tidak beraturan dibatasi oleh garis atau pita keratotik berwarna putih atau cream. Bercak kemerahan sentral/tengah

Lesi bermanifestasi sebagai bercak atrofi multipel yang dibatasi oleh pita putih timbul dan melingkar. kondisi lebih sering terjadi pada orang muda. Bila lesi kambuh. Geographic tongue dapat terjadi pada setiap usia dengan tanpa predileksi ras. dan stomatitis areata migrans digunakan. dan uvula. sensasi terbakar atau sensitivitas terhadap makanan panas atau pedas juga tercatat (gambar 2). menghasilkan pola migrasi (berpindah-pindah) (Gambar 3). Gambar 1. dasar mulut. kondisi sembuh tanpa pembentukan jaringan sisa parut. Jenis kelamin dari orang yang terkena bervariasi dengan penelitian yang berbeda. Selama penyembuhan. palatum lunak. Batas putih terdiri dari papilla filiformis yang beregenerasi dan campuran keratin dan neutrofil. oleh karena itu. Sebaliknya. Tempat selain lidah yang dilaporkan mencakup mukosa labial. Geographic tongue pada laki-laki berusia 18 tahun. Geographic tongue ditandai dengan periode sembuh (remisi) dan eksaserbasi berbagai durasi. bila zona atrofi papillary lebih banyak dan margin keratotik relatif lebih sedikit. Geographic tongue tercatat lebih banyak pada wanita daripada laki-laki. Perubahan pada lesi geographic tongue dari durasi satu minggu pada wanita usia 35 tahun. Kekambuhan lesi dipicu oleh makanan pedas. erythema migrans. lesi tanpak sebagai bercak merah.menunjukkan atrofi papilla filiformis. tapi. peneliti yang lain menemukan sebagian besar kasus tercatat pada pasien diatas usia 40 tahun. tapi. Geographic tongue biasanya asimtomatik. mukosa bukal. erythema areata migrans. Bila kondisi mencakup lesi pada tempat rongga mulut diluar/selain lidah. istilah berbeda seperti geographic stomatitis. Pada beberapa kasus. Sebagian besar pasien bermanifestasi satu atau lebih area lesi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya (Gambar 1). mereka cenderung terjadi pada lokasi baru. Gambar 2. gingiva. . Menurut beberapa peneliti. Hanya jarang terjadi rasa sakit yang signifikan dan menetap.

hubungan pasti sebab akibat belum ditemukan. Kondisi tersebut mencakup gangguan gastrointestinal yang berhubungan dengan anemia. Beberapa penelitii mengklasifikasikan kondisi ini sebagai anomaly konginetal. dan imunohistokimia. Peneliti lain juga mempostulatkan bahwa riwayat positif keluarga menunjukkan kemungkinan implikasi faktor genetik. Sebuah penelitian dari subyek orang Yunani dengan geographic tongue menujukkan peningkatan frekuensi dari antigen DR5 dan DRW6 bila dibandingkan dengan kontrol. Beberapa peneliti menujukkan geographic tongue merupakan manifestasi rongga mulut dari psoriasis.. peneliti tersebut menganggap psoriasis dan geographic stomatitis sebagi lesi yang saling berhubungan. histologi. Temuan ini mendukung teori faktor genetik berpartisipasi dalam patogenesa geographic tongue. Upaya telah dibuat untuk menunjukkan hubungan antara geographic tongue dan berbagai kondisi sistemik dan/atau psikologi. Etiologi geographic tongue masih tidak diketahui. tetapi. tidak ada penyebab yang ditunjukkan memberikan bukti yang jelas dari hubungan sebab akibat.beberapa peneliti melaporkan kondisi ini lebih sering pada anak laki-laki. dan selanjutnya mempostulatkan bahwa geographic tongue dan asma/rhinitis memiliki patogenesa yang sama. Espelid dkk.. Peneliti lain menemukan tidak terdapat predileksi pasti jenis kelamin. peneliti lain membahas peran herediter pada perkembangannya. Marks dkk. Eidelman dkk. melaporkan prevalensi geographic tongue pada kombinasi orang tua dan saudara kandung adalah lebih tinggi secara signifikan daripada pada populasi umum dan menyimpulkan bahwa kekeluargaan dan herediter tersebut memainkan peran etiologi yang signifikan. Karena kesamaan pada temuan klinis. Tapi. gagal menunjukkan . memberikan bukti tambahan untuk dasar genetik untuk geographic tongue dengan menunjukkan peningkatan HLA-B15 tipe jaringan pada pasien atopic dengan geographic tongue. menyimpulkan terdapat hubungan positif antara geographic tongue dan atopi. Marks dkk.. sindrom Reiter. Peningkatan frekuensi yang signifikan dari geographic tongue dilaporkan pada pasien atopic. diabetes. Tapi. Beberapa faktor etiologi yang berhubungan telah dikemukakan. dan gangguan hormonal..

gambaran melingkarnya.. menyimpulkan geographic tongue dan psoriasis terjadi secara kebetulan bersamaan daripada memiliki hubungan etiologi yang sama.. Lesi ini telah dilaporkan muncul dalam hubungannya dengan stress emosional.hubungan antara geographic tongue dan psoriasis karena HLA-DR tidak banyak diekspresikan pada keratinosit dalam sampel mereka. Mereka juga mencatat bahwa bila dibawah stress emosional kelompok mahasiswa dengan geographic tongue cenderung untuk memiliki lesi yang lebih parah. Temuan seperti itu mendukung kemungkinan peran faktor psikologis pada etiologi geographic tongue. penelitian saat ini oleh Guggenheimer dkk... menemukan prevalensi geographic tongue yang lebih tinggi pada pasien dengan penyakit mental daripada pada mahasiswa universitas. menyatakan hubungan yang dilaporkan secara tidak sengaja dari geographic stomatitis dengan psoriasis pada pasien tidak memberikan bukti yang cukup dari dasar etiologi umum untuk dua kondisi tersebut. Hedman dkk. Diagnosa geographic tongue adalah berdasarkan riwayat karakteristik migrasinya.. melaporkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara geographic tongue dan insulin-dependent diabetes mellitus. Wysocky dkk. Gen yang sama mungkin bertanggungjawab untuk kedua kondisi tersebut. Raghoebar dkk. Tapi. meneliti hubungan antara geographic tongue dan diabetes dan menemukan peningkatan empat kali lipat pada prevalensi geographic tongue pada kelompok pasien diabetes. dan kurang signifikannya rasa sakit (berlawanan dengan . Hubungan antara geographic tongue dan fissured tongue telah tercatat dan hubungan genetik antara dua kondisi pada laki-laki telah ditunjukkan. Perubahan migrasi (perpindahan) dari lesi geographic tongue pada wanita berusia 19 tahun. Faktor psikosomatis tampak berperan signifikan pada etiologi geographic tongue. Gambar 3. van der Wal dkk.

Oleh karena itu. kelompok penelitian dibagi menjadi 6 rentang usia: 1-19. Pada penelitian ini diagnosa geographic tongue dan fissured tongue adalah hanya berdasarkan pada riwayat dan gambaran klinis. 30-39. melakukan semua pemeriksaan klinis. ahli dalam bidang penyakit mulut. dan pembentukan mikroabses dekat permukaan. gejala. Subyek dan metode Sampel terdiri dari 188 orang Thailand dengan lesi geographic tongue dan kelompok kontrol yang terdiri dari 188 orang Thailand yang telah disesuaikan usia dan jenis kelaminnya tidak memiliki geographic tongue ataupun lesi rongga mulut lain. penelitian histopatologi tidak menghasilkan gambaran mikroskopis spesifik. Semua partisipan diwawancarai untuk riwayat medisnya. Garis melingkar putih menunjukkan hyperkeratosis periferal dan akantosis. Secara histologi. Terdapat sedikit informasi mengenai geographic tongue pada populasi Asia yang tinggal di Asia. sel plasma. dan tidak ada biopsy atau sitologi yang dilakukan. dan neutrofil terlihat pada jarigan ikat dibawahnya. Area kemerahan tengah menujukkan deskuamasi parakeratin dan eksositosis polymorphonuclear leukosit dan limfosit dalam epitel. 40-49. 20-29. Hanya satu pemeriksa. 50-59.rasa terbakar) sebagai keluhan subyektif. dan meneliti kemungkinan fakor penyebab pada kelompok populasi Thailand yang terkena. Hal ini sesuai dengan metode diagnosa . dan sifat dan pola migrasi lesi. ini ditandai dengan hilangnya papilla filiformis yang menyebabkan permukaan mukosa menjadi pipih dengan rete peg tidak beraturan. analisa data klinis kita berdasarkan kondisi ini karena ini terjadi di populasi thailand dapat menjadi tambahan literature yang bermanfaat. Terdapat penipisan suprapapillary. degenerasi sel epitel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti riwayat medis. Evaluasi tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan rutin rongga mulut dan prosedur rencana perawatan gigi dilakukan pada semua pasien yang dipilih untuk perawatan gigi di Chulalongkorn University Dental School. Campuran infiltasi radang limfosit. dan 60 tahun keatas dan lebih. mencatat karakteristik klinis.

lokasi lesi.6%). dan gejala dicatat.382). rhinitis. asma. fissured tongue yang berhubungan. Hasil Gambar 4 menunjukkan distribusi usia dan jenis kelamin pada subyek geographic tongue. P=0. ulserasi recurrent aphthous. dislipidemia. . dan ventral lidah (10. Masalah medis utama adalah kondisi yang berhubungan dengan alergi.6%).8%. Variasi pada gambaran klinis.05. Lima puluh delapan subyek (30. Uji Pearson chi-square digunakan untuk membandingkan perbedaan antara geographic tongue dan kelompok kontrol.167). Usia sebagian besar subyek berkisar dari 9-39 tahun (78.2% vs 44. insidensi diantara subyek dan kontrol tidak berbeda secara signifikan (55. gangguan tulang dan sendi.5%) dilaporkan dengan setidaknya satu kondisi medis.8%) dan 46 kontrol (24.3%).pada penelitian lain. Usia berkisar dari 9-79 tahun. obat dan alergi nonspesifik.5:1. dorsum lidah (42%0. Sebagian besar manifestasi geographic tongue terdiri dari lesi pada berbagai tempat pada lidah (62. dan penyakit hepatik. Kondisi tersebut mencakup makanan. penyakit tiroid. Signifikansi untuk perbedaan antara kelompok diatur pada P<0. Terdapat satu subyek perempuan dengan psoriasis. gangguan gastrointestinal. Tabel 2 berisi data lokasi geographic tongue pada subyek kita. Distribusi area yang terkena adalah sebagai berikut: lateral lidah (68. Insidensi tertinggi geographic tongue pada wanita (22. tidak terdapat perbedaan pada insidensi kondisi medis antara dua kelompok (P=0. dan sinusitis. rasio 1. diikuti oleh hipertensi. Tabel 1 menunjukkan distribusi kondisi medis diantara kelompok penelitian kita. Tidak ada lesi diluar lidah yang ditemukan. Data kita menunjukkan penurunan pada insidensi geographic tongue setelah usia 39 tahun pada kedua jenis kelamin.8%).9%) dan pada wanita (16. Gambaran klinis geographic tongue tercatat sebagai bentuk khas (bercak atrofi yang dibatasi oleh garis melingkar) atau sebagai bentuk atipikal (bercak atrofi tanpa garis melingkar). Terdapat 114 wanita dan 74 laki-laki.5%). Berdasarkan kondisi yang berhubungan dengan alergi. anterior lidah (58.5%) terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun.

pada beberapa aspek. Tabel 3. Gambar 4. Tabel 2. (62. Tabel 4 menunjukkan insidensi fissure pada subyek geographic tongue dan kontrol.Tabel 3 menunjukkan insidensi gambaran klinis dan hubungan variasi pada gambaran klinis geographic tongue dan gejala. Insidensi fissure adalah lebih tinggi pada subyek geographic tongue daripada pada kontrol (60.1% versus 27. Tabel 1. Tidak terdapat hubungan antara gejala dan variasi pada gambaran klinis pada sampel penelitian kita (P = 0. Sebagian besar lesi (69. Hasil kita menunjukkan insidensi .652).5%) yang melaporkan sensasi terbakar. Terdapat 46 subyek (24.1%) diuji dan tidak ada hubungan yang ditemukan (P = 0.059). sesuai dengan laporan sebelumnya dari penelitian dunia barat yang lain. Kondisi medis pada subyek geographic tongue dan kontrol.1%) bermanifestasi gambaran khas terdiri dari area atrofi sentral yang dibatasi oleh garis timbul melingkar putih.6% versus 50%. Distribusi subyek geographic tongue dalam hubungannya dengan usia dan jenis kelamin. P < 0.001).4%) versus laki-laki (58. Kita menemukan kejadian yang sedikit lebih tinggi fissure dengan bentuk khas geographic tongue daripada dengan bentuk atipikal (64. Gambaran klinis dan gejala pada geographic tongue. Kebanyakan subyek tidak memerlukan perawatan apapun kecuali tiga orang dimana rasa sakit merupakan keluhan utama dan antihistamin topikal diresepkan.6%. Insidensi fissure pada geographic tongue dan kontrol.124). P = 0.8% dari pasien menunjukkan lesi pada banyak tempat). khususnya terhadap makanan pedas dan atau asam. Tabel 4. lesi sisanya adalah ditandai hanya dengan bercak atrofi saja. Kejadian geographic tongue dan fissure pada wanita (61. Perbedaan tersebut menujukkan kejadian yang signifikan antara fissure dan geographic tongue. Distribusi geographic tongue pada lokasi yang berbeda. Pembahasan Temuan penelitian kita adalah.

pada beberapa penelitian temuan positif dicatat hanya bila fissure dengan dalam 2 mm atau lebih dan meluas lebih dari sepertiga atau lebih banyak pada dorsum dan. Temuan ini sesuai dengan peneltiian yang melaporkan insidensi tertinggi geographic tongue pada orang dibawah usia 29 tahun.5%). menemukan hubungan signifikan antara geographic dan fissured tongue pada anak- . Kita mengkonfirmasi temuan lesi geographic tongue pada umumnya muncul pada margin lateral dan ujung lidah. Salah satu penjelasan untuk diskrepansi tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan dalam kedalaman fissure yang dicatat. Kita mencatat temuan positif bila fissure ditemukan. bila kita tidak menyertakan subyek geographic tongue dengan fissure yang lebih dangkal dari 2 mm. Ghoose dkk. Sebagai contoh.atau batas lateral lidah. Oleh karena itu. Oleh karena itu. hasil kita tidak mendukung teori sebelumnya yang mempostulatkan hubungan antara geographic tongue dan alergi..1%) adalah lebih tinggi daripada 6. Pada sampel geographic tongue kita wanita juga terkena lebih banyak daripada laki-laki (1.5:1).2% versus 1.tertinggi geographic tongue terjadi pada orang berusia 20-29 thaun. Temuan tersebut sesuai dengan data yang dilaporkan pada sampel populasi dimanapun dan mendukung hipotesa bahwa geographic tongue dan fissured tongue memilki etiologi yang sama dan kemungkinan pengaruh genetik pada perkembangnnya. Selanjutnya.45% dari yang dilaporkan oleh peneliti lain.6%). Selain itu kita menemukan insidensi yang sangat tinggi dari fissure yang lebih dalam (3 mm atau lebih) pada subyek geographic tongue daripada pada kontrol (28. dan insidensi kondisi tersebut pada kelompok subyek adalah tidak secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol tersebut. Kita tidak menemukan perbedaan signifikan dalam insidensi masalah medis antara subyek geographic tongue dan kontrol. Temuan ini sesuai dengan kebanyakan penelitian. Kejadian geographic tongue dan fissure pada penelitian kita (60. kejadian geographic tongue dan fissure dalam penelitian kita adalah pada rentang yang sama dengan laporan lain (33. hasil kita menjelaskan kejadian signifikan geographic dan fissure tongue. tidak memperdulikan seberapa dalam atau seberapa luas lesi tersebut. Kondisi yang berhubungan dengan alergi merupakan masalah terbanyak.

ini tidak memungkinkan untuk meneliti atau menyimpulkan hubungan antara dua kondisi. Dan juga. tidak terdapat hubungan antara sensasi terbakar dan kedalaman fissure. Berdasarkan sampel penelitian kita. menyatakan bahwa gejala dapat lebih umum bila terdapat fissure dan terinfeksi dengan organisme candida.6% dibandingkan 50%). Regezi dkk. insidensi psoriasis ko-eksistensi adalah kurang dari satu persen. Identifikasi candida tidak dilakukan pada penelitian kita.5%) adalah asimtomatis. Apakah geographic tongue simtomatis atau tidak adalah berhubungan dengan infeksi kandida pada fissure memerlukan penelitian lebih lanjut. tapi. temuan ini sesuai dengan laporan peneliti lain. Hanya tiga pasien pada penelitian kita yang memerlukan perawatan paliatif. dan pengurangan rasa sakit simtomatis berhasil dicapai dengan antihistamin karena efek anastesi lokalnya. Pada keberhasilan penatalaksanaan kasus simtomatis tercapai dengan antihistamin topikal atau sistemik. Mayoritas subyek kita (75. Pada penelitian ini kejadian geographic tongue simtomatis tidak berbeda dengan ada atau tidak adanya fissure. temuan ini juga dilaporkan oleh Aboyan dkk. dan sesuai dengan penelitian lain. Kebanyakan penulis tidak mempertimbangkan keperluan perawatan tapi menganggapnya penting untuk memastikan pasien dengan sifat tidak berbahaya lesi untuk menjaga mereka dari kekhawatiran lebih lanjut dan/atau tindakan lanjutan dan terapetik yang tidak efektif. penelitian kita menujukkan tidak terdapat perbedaan jenis kelamin dalam hubungannya dengan dua kondisi antara jenis kelamin. beberapa pasien kita melaporkan jus asam atau makanan pedas memicu kekambuhan lesi dan sensasi terbakar. Sebaliknya.. .anak sekolah laki-laki dan menyatakan bahwa ini menunjukkan hubungan genetik antara dua kondisi tersebut pada laki-laki. Kita menemukan insidensi yang sedikit lebih tinggi fissure dengan bentuk khas geographic tongue daripada bentuk atipikal (64. Pada penelitian kita hanya terdapat satu pasien psoriasis dengan geographic tongue. oleh karena itu.

Dan juga. Kita tidak menemukan hubungan apapun antara geographic tongue dan penyakit sistemik. . Hasil kita menunjukkan ko-eksistensi signifikan geographic tongue dan fissured tongue.Kesimpulan Hasil penelitian kita sesuai dengan temuan yang dilaporkan pada populasi barat. Kita menemukan kejadian fissure yang lebih tinggi dengan gambaran khas area atrofi sentral yang dibatasi oleh garis timbul melingkar. tidak terdapat hubungan antara geographic tongue dan riwayat alergi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful