BAB I LAPORAN KASUS 1.1. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Umur Pekerjaan Alamat Nomor RM Tanggal pemeriksaan 1.2.

PEMERIKSAAN 1.2.1. Anamnesis • Tanggal 28 Agustus 2012 ± 2 hari SMRS, pasien mengeluh nyeri perut bagian bawah dan merasa kembung. Belum BAB dan tidak bisa kentut. Nyeri perut disertai dengan mual (+), muntah (+), BAK (+) sedikit-sedikit. ± 1 tahun yang lalu BAB sering tidak teratur, BAB sulit dan sedikit. Pasien memiliki riwayat hipertensi selama 2 tahun, dan post oprasi mioma uteri ± 3 tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan status lokalis didapatkan BU meningkat, Borborygmi (+), hipertympani, defens muskular (-), dan hipertensi grade 1. Oleh dokter IGD disarankan untuk mondok, dan di konsulkan ke dr spesialis bedah dan dr spesialis penyakit dalam. • Tanggal 29 Agustus 2012 Pasien masih merasa nyeri perut, BAB (-), flatus (-), mual (+), muntah (-). Setelah di konsulkan dr spesialis bedah dan dr spesialis penyakit dalam, pasien direncanakan program operasi laparotomy. • Tanggal 30 Agustus 2012 Dilakukan operasi Laparotomy. : Ny. M : Perempuan : 47 tahun : Ibu Rumah Tangga : Sawan Rungun, Kel. Ngepanrejo, Bandongan : 07.31.60 : 30 Agustus 2012

1

2. tidak mudah dicabut Kepala Mata Hidung Telinga Mulut Lidah Leher : mesocephale : conjunctiva anemis (-/-). M (-). tidak ada pembesaran kelenjar limfe Thorax Jantung Paru : BJ I-II reguler. kembung (+). bibir sianosis (-) : bentuk dan ukran normal.Sebelum operasi : Nyeri perut bagian bawah (+). BAK (+) sedikit-sedikit. hiperemis (-). Pemeriksaan Fisik Kesan Umum : compos mentis. distribusi merata. tampak sakit Tanda vital : Tekanan darah Nadi Laju nafas Suhu : 200/120 mmHg : 84 x/menit : 24 x/menit : 36° C Pemeriksaan Fisik Rambut : warna rambut hitam. sklera ikterik (-/-) : bentuk normal. sekret (-/-) : bentuk normal. G(-) : SD Vesikuler. discharge (-/-) : bibir kering (-). : simetris. muntah (-). W(-/-). Nyeri perut disertai dengan mual (+). BAB (-). lidah kotor (-). Rh (-/-) 2 .2. • Tanggal 31 Agustus 2012 Post laparotomy : Bekas operasi terasa sakit BAB (+) Flatus (+) Mual (-) muntah (-) Pusing (-) 1. flatus (-).

1. metalic sound (+) muskular (-) Genitalia Ekstremitas : Akral dingin Akral sianosis Oedem Capillary Refill 1. distensi (-). Sikatrik (+) di kuadran bawah : hipertimpani : nyeri tekan (+) kuadran bawah. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Foto Polos Abdomen Gambaran : • • • • Psoas line tak jelas Tampak dilatasi dan distensi usus halus Tampak coil spring dan hearing bone Udara dalam rectosigmoid (-) 3 .3. defans : dalam batas normal Superior (-/-) (-/-) (-/-) < 2” Inferior (-/-) (-/-) (-/-) < 2” Auskultasi : bising usus (+)↑↑.3.Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi : Datar.

0 – 106.5 4 .0 135.69 3.3 3 – 35 8 – 41 96.37 – 145.48 – 5.08 136.• • • Tak tampak free air Kesan : Ileus Obstruktivus letak tinggi Tak tampak pneumoperitoneum 1.9 16 9 107.0 3.2.3.7 Satuan mg/dl mg/dl mg/dl U/L U/L mmol/L mmol/L mmol/L Nilai Normal 70 – 115 0 – 150 1 – 1. Px Laboratorium Pemeriksaan Glucose Urea Creatinin SGOT SGPT Chlorida Natrium Kalium Nilai 65 95 1.

invaginasi. ± 1 tahun yang lalu BAB sering tidak teratur. sehingga pada daerah proksimal tersebut akan terjadi distensi atau dilatasi usus. BAK (+) sedikit-sedikit. Belum BAB dan tidak bisa kentut. Pada obstruksi harus dibedakan lagi obstruksi sederhana dari obstruksi strangulasi. metalic sound (+). Sedangkan obstruksi oleh 5 . Obstruksi usus yang disebabkan oleh hernia. Pengertian Ileus obstruktif Ileus obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. dan volvulus mungkin sekali disertai strangulasi. tampak coil spring. adhesi. dan post oprasi mioma uteri ± 3 tahun yang lalu. yang disebabkan oleh toksin dari jaringan gangren. RR 24 x/menit. Palpasi nyeri tekan (+) di kuadran bawah. defans muskular (-). Pada strangulasi ada pembuluh darah yang terjepit sehingga terjadi iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis atau gangren yang ditandai dengan gejala umum berat. Rintangan pada jalan isi usus akan menyebabkan isi usus terhalang dan tertimbun di bagian proksimal dari sumbatan. BAB sulit dan sedikit.BAB II PEMBAHASAN Berdasarkan laporan kasus yang telah diuraikan di atas. perkusi hipertimpani. Obstruksi usus juga disebut obstruksi mekanik misalnya oleh strangulasi. dan udara dalam rectosigmoid (-). distensi (-). didapatkan seorang pasien 47 th mengeluh nyeri perut bagian bawah dan merasa kembung. Pemeriksaan abdomen didapatkan dari inspeksi perut datar. Jadi strangulasi memperlihatkan kombinasi gejala obstruksi dengan gejala sistemik akibat adanya toksin dan sepsis. atau sumbatan di dalam lumen usus. Nyeri perut disertai dengan mual (+). Dari data anamnesa. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologi dapat ditegakkan diagnosis ileus obstruktifus. Pasien memiliki riwayat hipertensi selama 2 tahun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 200/120 mmHg. auskultasi didapatkan BU (+) ↑↑. dan suhu 36° C. muntah (+). nadi 84 x/menit. terdapat sikatrik di kuadran bawah. Obstruksi sederhana ialah obstruksi yang tidak disertai terjepitnya pembuluh darah. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan tampak adanya dilatasi usus. invaginasi.

Hernia inkaserata Suatu keadaan dimana isi kantong hernia tidak dapat masuk kembali ke rongga peritoneal akibat jepitan. ascariasis Dinding usus : stenosis (radang kronik). Proses yang langsung terjadi adalah gangguan aliran darah dan gangguan pasase segmen usus yang terjepit b. keganasan Ektra lumen : tumor intrabdomen Adhesi adalah pita fibrosa yang membentuk jaringan scarlike antara dua permukaan di dalam tubuh Invaginasi atau intususepsi adalah bagian usus masuk ke dalam usus dibagian belakangnya. Klasifikasi Berdasarkan Lokasi Obstruksi • • • Letak tinggi : Duodenum-jejunum Letak Tengah : Ileum Terminal Letak Rendah : Colon-sigmoid-rectum Berdasarkan Stadium • • • Parsial : menyumbat lumen sebagian Simple/komplit: menyumbat lumen total Strangulasi : simple dengan jepitan vasa Ileus Obstruktif a. sehingga menyebabkan hambatan 6 . Non-hernia : Penyempitan lumen usus • • • Isi lumen : benda asing. terjadi jepitan usus. skibala.tumor atau obstruksi oleh cacing askaris adalah obstruksi sederhana yang jarang menyebabkan strangulasi.

Akumulasi gas dan cairan di dalam lumen sebelah proksimal dari letak obstruksi Distensi usus Kehilangan H2O dan elektrolit Volume ECF ↓↓ Tekanan intralumen ↑↑ Proliferasi bakteri yang berlangsung cepat Syok Hipovolemik Iskemia dinding usus Pelepasan bakteri dan toksin dari usus yang nekrotik ke dalam peritoneum dan sirkulasi sistemik Kehilangan cairan yang menuju rongga peritoneum Peritonitis Septikemia 7 . Obstruksi usus Sebaliknya juga terjadi gerakan antiperistaltik. peristaltik sudah hilang oleh karena dinding usus kehilangan daya kontraksinya. Hal ini menyebabkan terjadi serangan kolik abdomen dan muntah-muntah. Patofisiologi Ileus obstruksi merupakan penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi karena adanya daya mekanik yang bekerja atau mempengaruhi dinding usus sehingga menyebabkan penyempitan/penyumbatan lumen usus. pada bagian proximal tempat penyumbatan. Akan terjadi pengumpulan isi lumen usus yang berupa gas dan cairan. Hal tersebut menyebabkan pasase lumen usus terganggu. Dengan demikian akumulasi cairan dan gas makin bertambah yang menyebabkan distensi usus tidak hanya pada tempat sumbatan tetapi juga dapat mengenai seluruh panjang usus sebelah proximal sumbatan. Pada obstruksi usus yang lanjut. mengelilingi mesenterium dari usus tersebut dengan mesenterium itu sendiri sebagai aksis longitudinal sehingga menyebabkan obstruksi saluran cerna. Sumbatan usus dan distensi usus menyebabkan rangsangan terjadinya hipersekresi kelenjar pencernaan. Sumbatan ini menyebabkan gerakan usus yang meningkat (hiperperistaltik) sebagai usaha alamiah.aliran usus dan menggangu aliran darah yang melalui bagian usus yang mengalami intususepsi atau bagian proksimal masuk ke bagian distal. yang menyebabkan pelebaran dinding usus (distensi). Volvulus adalah merupakan kelainan berupa puntiran dari segmen usus terhadap usus itu sendiri.

Biasanya penderita jatuh dalam keadaan syok. didapatkan bayi tampak gelisah dan tidak dapat ditenangkan. Anak biasanya muntah sewaktu serangan dan pada pemeriksaan perut dapat diraba massa yang biasanya memanjang dengan batas jelas seperti sosis. harus diingat kemungkinan terjadinya peritonitis setelah perforasi. biasanya keluar lendir campur darah (red currant jelly) per anum. Serangan klasik terdiri atas nyeri perut. atau mungkin sudah mengalami strangulasi. tidak berlangsung lama. Bila invaginasi disertai strangulasi. menetap. Pada volvulus didapatkan nyeri yang bermula akut.Gejala Klinis • • Nyeri Kolik Muntah Stenosis pilorus Obstruksi usus halus Obtruksi kolon : encer dan asam : bewarna kehijauan : onset muntah lama • Perut kembung • Konstipasi tidak ada defekasi • Tidak ada flatus • Obstruksi usus halus • Obtruksi kolon Diagnosis Obstruksi usus halus sering menimbulkan nyeri kolik dengan muntah hebat. terbendung. disertai muntah hebat. yang berasal dari intususeptum yang tertekan. gelisah sewaktu kolik. sedangkan diantara serangan biasanya anak tidur tenang karena sudah capai sekali. Pada anamnesis intususepsi. 8 . Juga didapatkan distensi perut dan bising usus meningkat.

muntah. kosntipasi. hernia Perkusi Hiperperistaltik. • • Auskultasi Hipertimpani Rectal Toucher 9 . Bila penyebabnya adalah volvulus sigmoid maka perut dapat besar sekali. Obyektif – Pmeriksaan Fisik • Inspeksi Perut distensi. Obstruksi usus halus : kolik dirasakan sekitar umbilikus.c peritonitis dapat diketahui riwayat nyeri perut kanan bawah yang menetap. Adanya benjolan di perut. dan femoralis yang tidak dapat kembali menandakan adanya hernia inkaserata. Strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti takikardia. rebound tenderness.Ileus obstruksi usus besar agak sering menyebabkan serangan kolik yang tidak terlalu hebat. hilangnya suara usus lokal. perut kembung (distensi). pireksia (demam). tetapi distensi tampak jelas. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. Penderita tidak dapat defekasi atau flatus. Pada ileus paralitik e. tidak ada defekasi. bising usus bernada tinggi. Pada fase lanjut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang. nyeri lokal. inguinal. Benjolan pada regio inguinal. invaginasi. tidak ada flatus. Riwayat operasi sebelumnya dapat menjurus pada adanya adhesi usus. Subyektif – Anamnesis Nyeri – kolik. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya. untuk mengetahui secara pasti hanya dengan laparotomi. borborhygmi. femoral dan skrotum menunjukkan suatu hernia inkarserata. Invaginasi dapat didahului oleh riwayat buanag air besar berupa lendir dan darah. obstruksi kolon : kolik dirasakan sekitar suprapubik. • • Palpasi Kadang teraba massa seperti pada tumor. Muntah tidak menonjol. Onset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat menjurus kepada ileus letak rendah 2. 1. lokal tenderness dan guarding. dapat ditemukan kontur dan steifung.

leukositosis dan nilai elektrolit yang abnormal. maka akan terlihat gambaran berupa hilangnya muosa yang reguler dan adanya gas dalam dinding usus.10 Leukositosis menunjukkan adanya iskemik atau strangulasi.. Pemeriksaan Penunjang • Laboratorium Tes laboratorium mempunyai keterbatasan nilai dalam menegakkan diagnosis. Pada kolon bisa saja tidak tampak gas. Peningkatan serum amilase sering didapatkan. dehidrasi dan ketosis.Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi. Selain itu dapat ditemukan adanya gangguan elektrolit.50% obstruksi strangulasi dibandingkan 27% . ditemukan hasil laboratorium yang normal. Udara bebas pada foto thoraks tegak menunjukkan adanya perforasi usus. tetapi hanya terjadi pada 38% . dengan alkalosis metabolik bila muntah berat dan metabolik asidosis bila ada tanda ± tanda shock. Jika terjadi stangulasi dan nekrosis. neoplasma Feses yang mengeras : skibala Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi Nyeri tekan : lokal atau general peritonitis 3. Selanjutnya ditemukan adanya hemokonsentrasi. Analisa gas darah mungkin terganggu. Pada foto polos pasien dengan obstruksi yang komplit akan tampak terjadi dilatasi dari usus bagian proksimal sampai ke tempat obstruksi dalam 3–5 10 . tetapi sangat membantu memberikan penilaian berat ringannya dan membantu dalam resusitasi.44% pada obstruksi non strangulata. Pada tahap awal. • Foto Polos Abdomen Dapat ditemukan gambaran ´step ladder dan air fluid level´ terutama pada obstruksi bagian distal. Penggunaan kontras tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan peritonitis akibat adanya perforasi. Hematokrit yang meningkat dapat timbul pada dehidrasi.

Jarak ini akan melebar pada keadaan distensi usus halus. Semakin distal letak obstruksi. dengan dekompresi dari kolon bagian distal. dengan tinggi yang berbeda-beda sehingga berbentuk step ladder appearanc. Usus bagian proksimal yang terdistensi oleh gas dan cairan. sedangkan usus sebelah distal dari obstruksi akan tampak kosong. Jarak valvula conniventes satu sama lain yang normal adalah 1–4 mm. akan tampak di foto sebagai gambaran sirip ikan yang disebut herringbone appearance. Usus halus bagian proksimal mungkin berdilatasi. Kolon bagian proksimal sampai letak obstruksi akan lebih banyak berisi cairan daripada feses. Pada foto posisi tegak akan tampak bayangan air fluid level yang banyak dibeberapa tempat (multiple fluid levels) yang tampak terdistribusi dalam susunan tangga (step ladder appearance). maka valvula conniventes agak teregang dan bersama-sama dengan valvula conniventes dari loop yang bertetangga. jumlah air fluid level akan semakin banyak. Akibat distensi usus halus. Bayangan udara di dalam kolon biasanya terletak lebih ke perifer dan biasanya berbentuk huruf “U” terbalik.jam Usus yang diameternya lebih dari 3 cm sering dikaitkan dengan obstruksi. Pada daerah rektum tidak tampak bayangan gas atau udara. Obstruksi kolon ditandai dengan dilatasi proksimal kolon sampai ke tempat obstruksi. Carcinoid gastrointestinal 2. sedangkan bila jumlah loop lebih banyak maka obstruksi usus halus letaknya rendah. Bila jumlah loop sedikit berarti obstruksi usus halus letaknya tinggi. akan tampak berdilatasi oleh timbunan udara intraluminer. pada usus bagian distal dari obstruksi tidak tampak bayangan gas. atau bila sumbatannya terjadi belum lama maka tampak bayangan gas yang sangat sedikit di bagian distal obstruksi. mungkin juga tidak. Penyakit Crohn 11 . Diagnosis Banding Ileus obstruksi harus dibedakan dengan : 1. Jumlah loop dari usus halus yang berdilatasi secara umum menunjukkan tingkat obstruksi. Sebaliknya.

Persiapan penderita Persiapan penderita berjalan bersama dengan usaha menegakkan diagnosa obstruksi ileus secara lengkap dan tepat. Penderita dipuasakan Kontrol status airway. Hal ini terutama disebabkan telah dipahaminya dengan tepat patogenesis penyakit serta perubahan homeostasis sebagai akibat obstruksi usus. Divertikulum Meckel 5. ada hal yang perlu di perhatikan: • • • • Berapa lama obstruksinya sudah berlangsung. Intravenous fluids and electrolyte Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan 2. Apakah ada risiko strangulasi Penderita dirawat di rumah sakit 12 . breathing and circulation. Tumor Ovarium 9. Ileus meconium 6. Dekompresi dengan nasogastric tube. obstruksinya berkurang atau hilang sama sekali. 1.3. Pada umumnya penderita mengikuti prosedur penatalaksanaan dalam aturan yang tetap. Sering dengan persiapan penderita yang baik. Bagaimana keadaan/fungsi organ vital lainnya. Operatif Bila telah diputuskan untuk tindakan operasi. Volvulus 7. baik sebagai akibat obstruksinya maupun kondisi sebelum sakit. Malignansi. Intussuscepsi pada anak 4. Infark Myocardial Akut 8. TBC Usus Penatalaksanaan Penatalaksanaan obstruksi ileus sekarang dengan jelas telah menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Persiapan penderita meliputi : • • • • • • Penderita dirawat di rumah sakit.

Pasca bedah tidak dapat diharapkan fisiologi usus kembali normal. Intravenous fluids and electrolyt Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan Kewaspadaan akan resiko strangulasi sangat penting. Membuat fistula entero-cutaneus pada bagian proximal dari tempat obstruksi. baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya. misalnya pada tumor intralurninal. Pada umumnya dikenal 4 macam (cara) tindakan bedah yang dikerjakan pada obstruksi ileus : a. Pada beberapa obstruksi ileus. Crohn disease. Pada obstruksi ileus yang ditolong dengan cara operatif pada saat yang tepat. 3. d. 13 .• • • • • Penderita dipuasakan Kontrol status airway. breathing and circulation. misalnya pada Ca stadium lanjut. kadang-kadang dilakukan tindakan operatif bertahap. mula-mula dilakukan kolostomi saja. Tindakan operatif by-pass. Pasca Operasi Suatu problematik yang sulit pada keadaan pasca bedah adalah distensi usus yang masih ada. Hal ini merupakan tindakan bedah sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan. Membuat saluran usus baru yang "melewati" bagian usus yang tersumbat. c. Dekompresi dengan nasogastric tube. kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis. misalnya pada carcinomacolon. misalnya pada hernia incarcerata non-strangulasi. dan sebagainya. sedangkan pada strangulasi angka kematian tersebut 31%. Pada tindakan operatif dekompressi usus. misalnya pada Ca sigmoid obstruktif. gas dan cairan yang terkumpul dalam lumen usus tidak boleh dibersihkan sama sekali oleh karena catatan tersebut mengandung banyak bahan-bahan digestif yang sangat diperlukan. Koreksi sederhana (simple correction). Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis ujungujung usus untuk mempertahankan kontinuitas lumen usus. angka kematiannya adalah 1% pada 24 jam pertama. b. jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus ringan. invaginasi strangulate dan sebagainya.

Hal tersebut bukan berarti peristaltik usus telah berfungsi dengan efisien.walaupun terdengar bising usus. Bahaya lain pada masa pasca bedah adalah toksinemia dan sepsis. Tindakan dekompressi usus dan koreksi air dan elektrolit serta menjaga keseimbangan asam basa darah dalam batas normal tetap dilaksanakan pada pasca bedahnya. Pada obstruksi yang lanjut. 14 . sementara ekskresi meninggi dan absorpsi sama sekali belum baik.7 hari pasca bedah. monitoring pasca bedah yang teliti diperlukan sampai selama 6 . Pemberian antibiotika dengan spektrum luas dan disesuaikan dengan hasil kultur kuman sangatlah penting. Sering didapati penderita dalam keadaan masih distensi dan disertai diare pasca bedah. Gambaran kliniknya biasanya mulai nampak pada hari ke 4-5 pasca bedah. apalagi bila telah terjadi strangulasi.

Obstruksi intestinal merupakan kegawatan dalam bedah abdominalis yang sering dijumpai dan memerlukan penanganan segera.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. dilakukan dekompresi lambung. Breathing. pemeriksaan fisik. kontrol status ABC (Airway. dan pemeriksaan penunjang radiologi pasien Ny. and Circulation). B. pasang kateter urin untuk menghitung balance cairan urin . KESIMPULAN Dari anamnesis.dan pikirkan untuk Laparotomy Explorative. cairan intravena dan elektrolit. 15 . SARAN Penderita dipuasakan. Munawaroh 47 th didiagnosa terkena ileus obstruktivus.

DAFTAR PUSTAKA 16 .

Lampiran Foto sebelum operasi Foto Operasi 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful