Saturday, April 27th, 2013

Home

Tentang Drise

Donate 4 Drise

Tulisan DRise Lama

Nasyid Shoutul Khilafah

Search...

Bohlam Inspirasi

Bukamata

Konsultasi »

Girly

Media Watch

Tafakoor

Teknologi

The Most

Wawancara

Kiriman Driser »

Breaking News

Cowok Nangis, Tabu?

You are here: Home >> The Most >> Syaikh Abdullah Quilliam

Recent Posts
Remaja Maroko: Saya Bukan Teroris!
23/04/2013

Video Penistaan Agama SMA 2 ToliToli

Syaikh Abdullah Quilliam
Posted by: Redaksi on 26/03/2013 in The Most Leave a comment

18/04/2013

Fashion Paling Berbahaya Syaikh Abdullah Quilliam Perintis Islam di Inggris Sejak zaman jebot hingga zaman robot seperti sekarang ini, Kerajaan Inggris memang selalu berada di barisan terdepan dalam permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin. Tapi siapa sangka, banyak juga warganya yang justru malah tertarik dan berbalik menjadi pembela Islam. Berkembangnya Islam di kalangan pribumi Inggris, salah satu sebabnya adalah jasa sang pionir, Abdullah Quilliam, sang perintis dakwah di Inggris era Victoria. William Henry Quilliam, itulah nama beliau sebelum masuk Islam. Beliau lahir di Liverpool, 10 April 1856 dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahnya, Robert Quilliam, adalah seorang pembuat jam. Sejak kecil William sudah mendapatkan pendidikan yang memadai. Oleh kedua orang tuanya ia disekolahkan di Liverpool Institute dan King William’s College. Pada tahun 1878, William memulai karirnya sebagai seorang pengacara sukses. Selain sebagai pengacara handal beliau juga dikenal sebagai sastrawan, jurnalis, editor, filantropis, pembicara dan pebisnis. Ketika dalam perjalanan dari Gibraltar menuju Maroko, William menyaksikan beberapa orang muslim yang wudhu dan shalat di atas kapal. William sangat tersentuh dengan kekhusyuan shalat dan ketenangan wajah mereka, tak peduli kuatnya angin yang berhembus maupun goyangnya kapal diterpa gelombang. Sejak saat itulah William tertarik untuk mempelajari Islam lebih lanjut. Akhirnya pada tahun 1887 beliau bersaksi bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Setelah itu beliau aktif berdakwah kepada pribumi Inggris khususnya di Liverpool. Beliau mendirikan Liverpool Muslim Institute (LMI), sebuah pusat kajian keIslaman di Brougham Terrace No 8, West Derby Street, Liverpool. Islamic centre yang sekaligus berfungsi sebagai masjid ini tercatat sebagai Islamic centre dan masjid pertama di Inggris. Di masjid inilah umat Muslim biasa melaksanakan shalat berjama’ah dan shalat Jum’at, yang khutbahnya disampaikan dalam bahasa Arab dan Inggris. William juga mendirikan sekolah asrama untuk anak laki-laki dan sekolah siang untuk anak perempuan, serta panti asuhan bernama Medina Home untuk anak-anak terlantar. LMI semakin berkembang dengan menyelenggarakan pendidikan di berbagai bidang yang diikuti oleh masyarakat umum, baik muslim dan non muslim. Bahkan LMI kemudian membangun perguruan tinggi ynag mempunyai museum dan laboratorium sendiri. Berkat dakwah William, banyak orang pribumi Inggris yang menjemput hidayah Islam, tak terkecuali dari kalangan akademis dan bangsawan. Beberapa tokoh penting yang memeluk Islam berkat dakwah William diantaranya Gubernur Staleybridge, Resched P.Stanley dan Lord Stanley of Alderley, Cheshire, yang merupakan muslim pertama dari keluarga bangsawan (House of Lord).
13/04/2013

Cowok Nangis, Tabu?
09/04/2013

Seminar Sinematografi Bersama IMAGO
06/04/2013

Mengingatkan Aku Tentang Itu
04/04/2013

Islamic Youth Movement!
01/04/2013

Muhammad Fatih Karim
31/03/2013

Badai Matahari, Hati-Hati!
31/03/2013

BIG SALE, BIG PROBLEM
28/03/2013

Advertisement

drise-online.com/syaikh-abdullah-quilliam/

1/3

Tahun 1893 LMI menerbitkan majalah mingguan “the Crescent” dan tak lama kemudian majalah bulanan “The Islamic World”. Majalah-majalah ini dicetak sendiri oleh LMI dan didistribusikan ke lebih dari 20 negara. William juga menulis beberapa buku, salah satunya “Faith of Islam” yang telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa. Berkat aktifitas dakwah dan publikasi-publikasi tersebut Abdullah Quilliam semakin dikenal di berbagai negara sebagai tokoh Islam dari Inggris. Tahun 1894 Khalifah Abdul Hamid II secara resmi mengangkat Abdullah Quilliam sebagai Syaikhul Islam untuk Kepulauan Inggris. Meskipun minoritas, Syaikh Quilliam tak pernah segan menampakkan identitas keislamannya dan sering tampil mengenakan gamis dan sorban di acara resmi sekalipun. Statusnya sebagai warga Inggris tidak menghalangi beliau untuk menyuarakan penentangannya terhadap imperialisme dan kolonialisme Inggris. Tahun 1896, beliau menyerukan fatwa haramnya seorang muslim berpartisipasi sekecil apapun bersama Inggris untuk memerangi kaum muslimin di Sudan. Padahal, masa itu adalah puncak dari imperialisme dan kolonialisme inggris, dimana hampir 100 juta orang kaum muslimin berada di bawah kekuasaan Inggris. Fatwa ini tentunya mengundang kemarahan para loyalis Inggris. Ketika William Gladstone, Perdana Mentri Inggris, mendesak untuk “menindak” Khilafah Utsmani atas konflik Armenia, Syaikh Quilliam bangkit membuat pidato tandingan dan membela Khilafah, serta mempertanyakan kemunafikan Inggris yang membiarkan pembantaian-pembantaian yang dilakukan umat Kristen terhadap kaum Muslimin. “Seorang Armenia meledakkan bom di jalanan yang ramai di konstantinopel hingga membunuh wanita dan anak-anak tak berdosa, tapi karena dia Kristen, di Inggris dia dipuja sebagai pahlawan dan pejuang! Sementara seorang Afghan berperang demi kemerdekaannya, tapi karena dia Muslim dia dihujat sebagai pengkhianat dan pemberontak, hingga negerinya harus diserbu dan anak istrinya dibunuh. Beginilah logika Kristen Inggris!” tulisnya. Ketika itu Khilafah Utsmaniyah mengalami serangan bertubi-tubi dari negara-negara Eropa yang berusaha menghancurkan Khilafah dengan menebar bibit-bibit nasionalisme di setiap negeri jajahannya. Syaikh Quilliam menyerukan agar umat tetap bersatu dalam naungan Khilafah serta mengingatkan umat akan bahaya dari konspirasi Kristen yang berusaha memecah belah kesatuan umat Islam. Karena sikap tegas ini, Syaikh Quilliam dan LMI seringkali menjadi target anarkisme. Para jamaah masjid sering dilempari dengan batu, lumpur, bola salju dan sayuran busuk. Petasan dilempar ke dalam masjid dan pecahan gelas disebar di karpet untuk melukai jamaah yang shalat. Bahkan syaikh Quilliam pernah diancam untuk dibakar hidup-hidup. Seiring dengan meningkatnya ancaman dan permusuhan terhadapnya, Syaikh Quilliam meninggalkan Inggris tahun 1908 menuju Konstantinopel hingga berakhirnya Perang Dunia I. Syaikh Abdullah Quilliam Bey Effendi wafat pada 28 April 1932, setelah membantu sekitar 600 orang menjemput hidayah Islam. Subhanallah! [Ishak]

0

0

0

0

New

1
Like

0

Tagged with:

DAKWAH

INGGRIS

SYAIKH ABDULLAH QUILLIAM

About Redaksi
Redaktur majalah remaja Islam Drise yang sudah bergabung sejak tahun 2010. Berharap bisa berbagi inspirasi dan berkontribusi untuk kebaikan Islam, terutama remaja Islam dari serangan budaya sekular yang dijajakan melalui media.

«

Previous:

Next:

Pemberi Harapan Palsu (PHP)

Misteri Senyum Maharani

»
2/3

Related Articles
drise-online.com/syaikh-abdullah-quilliam/

Muhammad Fatih Karim
31/03/2013

Leave A Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked * Name *

Email *

Website

Share

Post Comment

Recent Posts
Remaja Maroko: Saya Bukan Teroris!
23/04/2013

News in Pictures

Recent Comments
bowo: wow keren. Berikan layanan terbaik untuk pelanggan maka keun...

Video Penistaan Agama SMA 2 ToliToli
18/04/2013

camd: Pantesan aja setiap abis nangis rasanya muka lebih seger :D ...

Fashion Paling Berbahaya
13/04/2013

Mr WordPress: Hi, this is a comment. To delete a comment, just log in and ...

Cowok Nangis, Tabu?
09/04/2013

Seminar Sinematografi Bersama IMAGO
06/04/2013

Silahkan mengcopy paste semua konten dengan mencantumkan sumber http://drise-online.com. | D'Rise-Online@2013 | Majalah Remaja Islam | | Modified by 341

drise-online.com/syaikh-abdullah-quilliam/

3/3

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful