Alvin Rachmanto 11/312956/TK/37727

KAPTEN KAPAL PESIAR DAN PROSEDUR KESELAMATAN

Kapten kapal/ Master/ Commandant adalah pemilik kapal, penguasa penuh dan pimpinan tertinggi untuk memberi order/ perintah disuatu kapal. Kapten kapal akan merencanakan dan menjalankan semua rencana pelayaran, memastikan, mempertanggung jawabkan perjalanan itu agar selamat sampai tujuan. Apabila semua prosedur emergency telah dijalankan para crew dan awak kapal yang telah terlatih akan secepat mungkin mengarahkan para penumpang/ tamu menuju muster station masing-masing sesuai dengan kode yang biasanya ditulis dengan huruf di life jacket yang telah terdapat dikamar mereka masing-masing. Dengan code huruf di life jacket itulah yang akan membawa mereka menuju muster station yang telah ditentukan untuk sesegera mungkin mereka masuk ke lifeboat/ sekoci penyelamat bila kapten kapal/ Master telah mengumumkan sinyal atau perintah untuk abandon ship.

Biasanya disetiap latihan/ drill exercize yang dilakukan 2 kali dalam 1 minggu, kita para crew diharuskan untuk sesegera mungkin menempati posisi-posisi yang telah ditentukan sebelum tanda sinyal bahaya general emergency dibunyikan. Code/ sinyal yang diberikan kepada crew memang akan lebih cepat beberapa menit daripada sinyal yang diperuntukan buat para penumpang karena kita mempunyai deskripsi tugas agar sesegera mungkin menolong penumpang menuju lifeboatnya. Dibawah ini adalah gambaran step by step life emergency drill.

Secepatnya kembali kekamar masing-masing untuk mengambil Life Jacket. Pada saat itu semua elevator akan mati.1. Emergency Signal Biasanya akan terdengar 7 kali suara alarm pendek diikuti 1 kali alarm panjang/ berulang-ulang. . jadi hanya dengan tangga satu-satunya cara kita dapat lakukan.

. Segera pakai Life Jacket dan pergi ke deck meeting point yang telah ditentukan. Dalam keadaan tertentu mungkin kita harus merangkak dan mengikuti arah dengan lampu penunjuk yang telah dipasang dibawah dekat lantai guna menuju meeting point yang yang biasanya berada dideck tengah/ deck 6. Life Jacket Biasanya Life Jacket akan berada diatas ataupun didalam lemari pakaian kamar dan dipintu kamar akan tertera arah tujuan muster station atau Lifeboat dengan code huruf. Meeting Point/ Muster Station Disinilah penumpang/ crew akan dikumpulkan dan dicheck sekali lagi agar sesegera mungkin mereka akan dapat masuk ke Lifeboat/ Liferaft sesuai daftar karena kapasitas Lifeboat/ Liferaft yang terbatas.2. Untuk penumpang tidak harus khawatir karena disetiap jalan menuju meeting point mereka akan dipandu oleh para crew yang memang bertugas untuk menunjukan arah kemana mereka harus pergi. 3.

. Perbedaan Lifeboat dan Liferaft : Lifeboat : Lifeboat modern sudah dilengkapi dengan motor dan bisa mengangkut 150 orang. Lifeboat / Liferaft Kapasitas Lifeboat dan Liferaft yang terbatas membuat kita tidak bisa membawa barang-barang yang kita miliki untuk dibawa. Lifeboat berada dibelakang dan mempunyai landasan untuk melontar/ meluncurkannya agar secepat mungkin menjauh dari kapal karena mungkin material/ muatan yang dibawa kapal tersebut berupa minyak.4. walaupun demikian ada jenis Lifeboat yang masih tetap membutuhkan tenaga manusia untuk melepas pin dikedua sisinya sebelum meluncurkannya kelaut. gas. ataupun barang yang mempunyai kadar bakar/ explosive yang tinggi. Dijenis lain yang biasanya digunakan untuk kapal tangker atau cargo.

. jangkar laut cadang. flare roket dan asap. dayung. 5. Jadi tidak akan ada perbedaan perlengkapan keselamatan antara Liferaft dan Lifeboat. Dan setiap 1 tahun sekali Liferaft harus dibawa kefasilitas bersertifikat khusus untuk membuka dan memeriksa liferaft beserta isinya. biasanya Lifeboat dan Liferaft akan mencoba agar selalu tetap berkumpul/ berdekatan agar lebih mudah ditemukan dan dilakukan pertolongan daripada tercerai-berai. lampu senter. Survival Eguipment Setelah berada dilaut. dan aluminized milar lembar/ selimut ruang/ selimut untuk membantu dalam merawat korban hipotermia. Liferaft standard hanya bisa mengangkut 25 orang didalamnya. Didalam Liferaft dan Lifeboat sendiri sudah tersimpan survival equipment yang berisi: manual reverse osmosis desalinator (MROD). kit/ alat memancing. baterai cadangan dan bohlam. cermin. kit pertolongan pertama.Liferaft : Liferaft adalah perahu karet yang telah berisi gas dan dilipat untuk disimpan/ dimasukan kedalam kapsul yang disegel. paket makanan. botol air tawar. Segel ini tidak boleh dibuka oleh crew kapal menurut peraturan SOLAS.

dengan kata lain seorang Kapten/ Nahkoda harus rela mati demi memastikan semua muatannya ( manusia) selamat. Media pelindung panas (Thermal Protective Aid): Gunanya sebagai pelindung tubuh. mengurangi hilangnya panas tubuh 4. Macam-Macam Alat Keselamatan diatas Kapal Pesiar 1. sementara 20% lainnya dibagi antara faktor teknis dan alam. Faktor human error memegang 80% kesalahan yang terjadi. Berdoa Hal terburuk yang mungkin terjadi bila semua survival equipment sudah habis digunakan. Seorang Kapten atau Nahkoda kapal adalah orang terakhir yang harus meninggalkan kapalnya setelah memastikan bahwa sudah tidak ada penumpang/ crew yang masih berada didalam kapal. saatnya kita berdoa agar sesegera mungkin seseorang datang menolong kita. Survival suit dan Immersion suit: Gunanya sebagai pelindung/pencegah suhu tubuh yang hilang akibat dinginnya air laut 3. Pelampung penolong dan jaket/rompi penolong (Life Jacket): Gunanya untuk mengapungkan orang yang menggunakannya diatas air 2. Isyarat visual (Pyrotechnis): Gunanya sebagai isyarat tanda bahaya bilamana penyelamat melihat ada kapal penolong.6. isyarat ini hanya dapat diliihat . Kapal Pesiar modern telah dibuat dan ditunjang peralatan didukung sistem yang canggih untuk pembuatan badan kapal ataupun sistem navigasinya. Keselamatan adalah hal utama yang paling dikedepankan.

Pada malam hari dapat digunakan obor tangan (red hand flare) atau obor parasut (parachute signal) 5. Sekoci penyelamat (life boat): Gunanya selain digunakan untuk menyelamatkan orang-orang dalam keadaan bahaya juga digunakan untuk memimpin pesawat luput maut 7.oleh mata pada siang hari digunakan isyarat asap apung (bouyant smoke signal). . Roket pelempar tali (line throwing appliances): Gunanya sebagai alat penghubung pertama antara kapal yang ditolong dengan yang menolong yang selanjutnya dipakai untuk keperluan lainnya. Pesawat luput maut (survival craft): Gunanya untuk menolong/mempertahankan jiwa orang-orang yang berada dalam bahaya dari sejak orang tersebut meninggalkan kapal 6.