UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Penyusun : Nur Atiqah Mohamed Nasir( 030.07.321 ) Yenovi Desy Selawani ( 030.06.280 )

anak-anak. rohani dan sosial yang merupakan aspek positif dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan yang merupakan aspek negatif. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu sejak janin yang masih dalam kandungan. .12 %. Cakupan jumlah pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun . dimanapun dan siapapun pasti membutuhkan badan yang sehat. bayi.BAB I PENDAHULUAN Sehat menurut badan dunia WHO adalah suatu keadaan sehat jasmani. Masalah gizi erat kaitannya dengan kemiskinan.Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam kehidupan setiap orang. Hal tersebut mengalami peningkatan tahun 2009 yang mencapai 66. baik jasmani maupun rohani guna menopang aktifitas kehidupan sehari-hari. Cakupan balita yang naik berat badannya hanya mencapai 51 % meskipun hal ini merupakan peningkatan dari tahun 2009 yang hanya mencapai 48. Begitu pentingnya nilai kesehatan ini. Ibu atau calon ibu merupakan kelompok rawan karena membutuhkan gizi yang cukup sehingga harus dijaga status gizi dan kesehatannya agar dapat melahirkan bayi yang sehat. aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. dewasa sampai usia lanjut.10 %. seperti melakukan penerapan pola hidup sehat dan pola makan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan gizi masyarakat akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan umur harapan hidup yang merupakan salah satu unsur utama oenentuan keberhasilan pembangunan negara yang dikenal dengan istilah Human Development Index (HDI).52 %. hal ini merupakan peningkatan dari tahun 2009 yang mencapai 3 kasus.masih di bawah target SPM (90 % ) yakni hanya sebesar 71.1. masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Dampak krisis ekonomi juga menurunkan kemampuan daya beli masyarakat. masa remaja.2 Meningkatnya kasus gizi buruk menunjukkan rendahnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Keadaan gangguan gizi telah lama menjadi perhatian pemerintah. 63 %. Cakupan pemberian tablet besi sudah mencapai target SPM (90%) yaitu sebesar 98. Hal ini mendasari masalah gizi menjadi salah satu faktor penting penentu pencapaian Millenium Development Goals.7 Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja.2 Angka balita gizi buruk di Tanjung Karang sebanyak 0 (nol) kasus pada tahun 2010. sehingga seseorang yang menginginkan agar dirinya tetap sehat harus melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

asuhan gizi keluarga dan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan. Jumlah balita yang memiliki KMS (K/S) pada tahun 2008 sebesar 18. 2 Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang mempunyai daya ungkit yang besar dalam mengatasi masalah gizi kurang.2 Berdasarkan Keputusan Menkes RI No. kemungkinan jumlah KMS masih kurang sehingga perlu dilakukan penambahan atau juga distribusi KMS yang belum merata. Untuk itu Pemerintah perlu menyediakan dukungan dana operasional posyandu. Menyikapi kondisi tersebut. maka cakupan jumlah balita yang memiliki KMS pada tahun 2008 lebih rendah. Selain itu dari kader posyandu sendiri bersama dengan PKK kelurahan juga dihimbau agar lebih memotivasi warganya untuk membawa balita ke posyandu setiap bulan. Jika dibandingkan dengan tahun 2004 sampai dengan tahun 2007.namun capaian ini masih di bawah target SPM YAKNI <15 %. salah satu indikator adalah 80% kecamatan bebas rawan gizi.240 orang. Sedangkan secara umum. Gambaran yang lebih akurat tentang situasi masalah gizi buruk di tingkat masyarakat akan didapat melalui pelaksanaan surveilens aktif dengan melakukan konfirmasi dan pelacakan kasus.55%.4%). cakupan balita yang memiliki KMS (K/S) dari tahun 2004 sampai dengan 2008 berada pada angka diatas 80%. Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.2 . Tahun 2008 jumlah balita yang ada di kota Tanjung pinang sebanyak 23.2 Banyak faktor yang menyebabkan masalah gizi kurang antara lain faktor ketersediaan pangan dalam rumah tangga. 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang kewenangan Wajib Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.2 Partisipasi masyarakat (D/S) pada tahun 2008 sebesar 62. telah terjadi penurunan pada tahun 2010 yang mencapai 4. Hal ini menggambarkan bahwa partisipasi masyarakat masih kurang.927 orang (81. maka persentase partisipasi masyarakat pada tahun 2008 ini memiliki angka yang paling kecil. SK Menkes RI no. Karena nilai persentase K/S kurang dari 100%.0%. menurunnya kinerja posyandu akan berdampak pada menurunnya status gizi.22 %. telah ditargetkan penurunan masalah gizi kurang pada tahun 2009 setinggi-tingginya 20%. Dalam dokumen RPJMN 2004-2009. 116/Menkes/SK/VIII/2003 tentang pedoman Penyelenggaraan Surveilens Epidemiologi Kesehatan.3/1116/SJ tentang revitalisasi posyandu yang merupakan upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyadu. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai kisaran 3. Untuk itu perlu dipelajari kenapa mereka tidak datang ke posyandu dan perlu dimotivasi. salah satu sasaran adalah pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Gizi termasuk Sistem Kewaspadaan Dini KLB Gizi Buruk.411. Jika dilihat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008.

MP-ASI tersebut khususnya bagi bayi dan anak usia 6-23 bulan dari keluarga miskin yang berat badannya berdasarkan hasil penimbangan di posyandu tidak naik (T1).2 .Salah satu upaya mempertahankan status gizi bayi dan anak usia 6-23 bulan dan juga untuk mencegah keadaan gizi menjadi lebih buruk. disediakan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Distribusi MP-ASI sampai ke sasaran memerlukan dukungan dana.

memelihara jaringan dan mengatur proses-proses tubuh.5 Gizi seimbang adalah istilah untuk menggambarkan susunan makanan dan minuman yang jenis maupun jumlahnya menjamin kebutuhan tenaga. membangun sel-sel. Kata gizi yang berasal dari bahasa Arab “gizzah” atau dalam bahasa latin “nutrire” artinya makanan atau zat makanan sehat. peran dan keseimbangannya. dan substansi yang terkandung didalamnya.6 . sumber pertumbuhan dan pemeliharaan untuk mencapai status kesehatan optimal. untuk kesehatan dan masalah kesehatan. 3 Perbaikan gizi merupakan suatu upaya perbaikan gizi masyarakat yang diselenggarakan secara menyeluruh dan terpadu dalam kerjasama lintas sektoral. zat-zat gizi. Malnutrisi (gizi salah ) adalah keadaan patologis akibat kekurangan/ kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zat gizi. Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsi yaitu menghasilkan energi.BAB II PENGERTIAN Kata gizi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah zat makanan pokok yg diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. peranan keluarga serta swadaya termasuk swasta untuk meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan. Status gizi adalah keadaan tubuh/ekspresi sebagai akibat komsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.

Meningkatnya kerjasama lintas program dan lintas sektoral. 4. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu. balita dan bufas. Meningkatnya status gizi pada balita gizi buruk melalui intervensi gizi. Diselenggarakannya pelayanan gizi di klinik gizi. 8.BAB III TUJUAN Tujuan Umum Tertanggulanginya masalah gizi di masyarakat dan meningkatnya status gizi masyarakat di wilayah Kecamatan Tebet Tujuan Khusus 1. 7. . Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan petugas gizi kelurahan dalam melaksanakan dan pelaporan kegiatan gizi. 9. Meningkatnya cakupan vitamin A pada bayi. Meningkatnya cakupan Fe pada ibu hamil dan buteki. Terlaksananya kegiatan Pos Gizi untuk menurunkan angka balita gizi buruk dengan dana swadaya masyarakat. 5. Meningkatnya pengetahuan dalam melaksanakan upaya perbaikan gizi di tingkat rumah tangga. 2. 3. 6.

Pengadaan bahan dan pangan MP-ASI . Penyuluhan gizi pada masyarakat sangat diperlukan karena pengetahuan orang tua dapat ditambah dengan cara memberikan penyuluhan setiap saat pertemuan. Pembinaan kader Posyandu dan petugas kelurahan d. Pemberian Vitamin A pada bufas 5.1 Kegiatan Rutin Program Gizi a. Pelacakan kasus gizi buruk yang ditemukan di wilayah Tebet b. Usaha Perbaikan Gizi Institusi ( UPGI ) 1. Pemantauan status gizi Balita di Posyandu 2. Melakukan survei konsumsi makanan pada masyarakat 3. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) 1.BAB IV KEGIATAN DAN SASARAN KEGIATAN DAN SASARAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET Kegiatan IV. Pengadaan vitamin A untuk bayi. Pemberian Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus pada anak . Pengadaan PM tambahan pemulihan untuk balita BGM 3. Pelayanan Gizi di Posyandu 3. Rapat koordinasi dengan sektoral 4. 2. balita. Pemberian tablet tambah darah pada bumil dan buteki dan bufas 6. Pelayanan gizi di klinis gizi Puskesmas Kecamatan Tebet c. Monitoring dan evaluasi kegiatan penimbangan balita di Posyandu 7. dan ibu hamil 2. Pemantauan status gizi anak sekolah dilaksanakan secara terpadu dengan program UKS melalui screening kesehatan 3.anak 4.2 Kegiatan Program Gizi dengan menggunakan anggaran subsidi 1. Therapy Fooding Centre (TFC) IV. Pembentukan pos gizi 4. Penyuluhan Gizi di SD / MI / SMP / SMA secara terpadu dengan program UKS/PKPR 2. Kegiatan SPGP ( Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi ) 1.

Lansia yang datang ke Posyandu lansia 3. remaja. Pada kelompok Pasien DM yang ada di Pasar Minggu 5. Kelompok anak dalam masyarat dengan gizi buruk 7. Gizi anak sekolah dengan program UKS 4. Gizi remaja dengan program PKPR 5. Posyandu dengan program PSM 3. Pada masyarakat umum . KP ibu dengan program kesehatan ibu 2. Gizi lansia dengan program lansia Sasaran 1. Ibu.3 Program Gizi yang berintegrasi dengan program lain 1.5. Panti Asuhan 6. Monitoring dan evaluasi program gizi IV. Pada kelompok sekolah. balita dan buteki yang datang ke Posyandu 2. Ibu hamil dengan class ANC 4. Pembinaan petugas gizi kelurahan 6.

balita. Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) Jenis Kegiatan Sasaran Tempat Waktu Pelaksana Penimbangan balita di Posyandu Bayi. Usaha perbaikan Gizi Sekolah (UPGS) Jenis kegiatan Sasaran Tempat Waktu Pelaksana . Usaha Perbaikan Gizi Pemuda (UPGP) Jenis kegiatan Penyuluhan gizi remaja( Posbindu) Sasaran Organisasi pemuda dan Tempat Kecamatan Waktu 2x per Pelaksana tahun Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Pembina bersama – sama Dokter Puskesmas Pembina sesuai jadwal remaja/karang taruna 3.BAB V PELAKSANAAN KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TEBET 1. ibu Penyuluhan gizi di Posyandu hamil. dan ibu Pemberian vitamin A pada balita di Posyandu menyusui Posyandu Satu bulan 1x Petugas kesehatan sesuai jadwal Puskesmas dan Kader kesehatan/Posyandu Pemberian tablet Fe pada balita di Posyandu dan PMT balita Pencatatan dan pelaporan Penataan kader 2.

BP. Pembina sesuai jam kerja Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Pembina . Dasar 4x tahun per Petugas kesehatan dan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) SLTP/Tsanawiyah. dan pesantren Pemberian tablet tambah darah pada Nakerwan Tenaga kerja wanita (Nakerwan) Tempat Waktu Pelaksana Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Pembina Institusi/perusahaan. SLTP/Tsanawiyah dan SLTA/Aliyah puskesmas Pemantauan status gizi 4. dll Riwayat kebiasaan makan dan intake Balita gizi buruk rujukan dari Tempat Poli Waktu Pelaksana Gizi 3 hari dalam Dokter puskesmas Puskesmas seminggu.Penyuluhan gizi pada masyarakat sekolah Masyarakat Sekolah Dasar/Madrasah Sekolah (SD). panti jompo. diagnose keluhan gizi dan nasihat dietetic Sasaran Pasien umum dengan kelainan gizi ganda (gizi lebih dan kurang) Pengukuran status gizi (antropometri dan Pasien rujukan laboratorium) dari RB. BKIA. sesuai SLTA/Aliyah jadwal Pemberian tablet tambah darah Ibtidiyah.Usaha Perbaikan Gizi Institusi (UPGI) Jenis kegiatan Penyuluhan gizi pada masyarakat institusi Sasaran Masyarakat panti asuhan. Klinik Gizi Jenis kegiatan Anamnesa. pesantren tahun sesuai jadwal Pemantauan gizi Nakerwan 5. 2x per panti.

Therapy Fooding Centre Jenis kegiatan Melacak anak dengan gizi buruk di Kecamatan tebet Merawat inap anak yang ditemui dengan gizi buruk Diberikan asupan gizi sesuai anak sehingga masalah gizi buruknya teratasi Sasaran Balita gizi buruk rujukan dari posyandu Tempat Puskesma Waktu Masa Perawatan Rawat Inap Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Pembina Pelaksana Dokter puskesmas .posyandu 6.

Meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Jumlah Posyandu yang rutin melaksanakan kegiatan 98.1 % da 200.2 % 2. 2 Saran 1.4 % 3.8% sedangkan targetnya 80 % VI. N/S = 41.5 % menjadi 24.3 % .2 % 6.3 % . Rata – rata kunjungan klinik gizi 110 orang/bulan 7.000 UI sebanyak 90. Cakupan D/S = 74. khususnya para ibu yang memiliki balita untuk pertumbuhan balitanya melalui kegiatan Posyandu 2. Cakupan Fe I ibu hamil = 81.1 % dan 200.4 % serta Agustus untuk 100.4 % 8. PMT – Pemulihan balita gizi buruk sebaiknya melalui klinik gizi Puskesmas kecamatan agar memudahkan monitoring dan evaluasi . N/D = 56. K/S = 89. Menjalin komunikasi dan kerjasama yang lebih efektif dengan lintas program dan lintas sector 3. Jumlah kader Posyandu yang aktif 71.6 % 4.0 % .0 % .000 UI sebanyak 99.000 UI sebanyak 93. Kegiatan intervensi gizi dapat memperbaiki gizi buruk dari 64. Cakupan ASI eksklusif masih rendah sekitar 36. Fe III = 80.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN VI.9 % 5.000 UI sebanyak 95.1 Kesimpulan 1. Cakupan vitamin A bulan Februari untuk 100.

2008 5. 2008 3.ac.DAFTAR PUSTAKA 1. Di unduh pada 3 Desember 2012. Diunduh pada 3 Desember 2012. Tersedia di : http://www. 2011 7. Petunjuk Teknis Bantuan Sosial Program Perbaikan Gizi Masyarakat.scribd. Jakarta .id/4246/1/LPM2_NEW. Suparjo. Prioritas Peningkatan Pengetahuan dalam Perbaikan Gizi Masyarakat. Jakarta . Jakarta . Kendari . Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.kamusbesar. Direktorat Bina Gizi Masyarakat Republik Indonesia. Konsep Sehat dan Sakit.unand. Persatuan Ahli Gizi Indonesia.pdf . Jakarta . Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Upaya Perbaikan Gizi Balita Melalui Gerakan Keluarga Sadar Gizi di RW 01 Kelurahan Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo Padang. Wuna. Tersedia di : http://repository. Jakarta . Diunduh pada 3 Desember 2012. Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Juknis SPM Gizi Masyarakat. Masalah Gizi di Indonesia dan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Standarisasi Pelayanan Kesehatan Puskesmas.com/12973/gizi 9. 2010 2. Tersedia di: http://id.com/doc/19629055/Konsep-sehat-sakit 8. 2008 4. Evaluasi Pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Masyarakat dalam Mencapai Visi Misi Indonesia Sehat 2010. 2007 6. Definisi gizi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful