GANGGUAN PENDENGARAN (TULI) Edi Kurnawan/I11110013 Definisi Gangguan pendengaran adalah ketidakmampuan secara parsial atau total

untuk mendengarkan suara pada salah satu atau kedua telinga. Pembagian gangguan pendengaran berdasarkan tingkatan beratnya gangguan pendengaran, yaitu mulai dari gangguan pendengaran ringan (20-39 dB), gangguan pendengaran sedang (40-69 dB) dan gangguan pendengaran berat (70-89 dB). Gangguan pendengaran dapat diklasifikasikan sebagai: 1. Tuli Konduktif Disebabkan oleh kondisi patologis pada kanal telinga eksterna, membran timpani atau telingan tengah. Gangguan pendengaran konduktif tidak melebih 60 dB karena dihantarkan menuju koklea melalui tulang bila intensitasnya tinggi. Telinga luar yang menyebabkan tuli konduktif adalah atresia liang telinga, sumbatan oleh serumen, otitis eksterna sirkumskripta, osteoma liang telinga. Kelainan di telingan tenga yang menyebabkan tuli konduktof ialah tuba katar/sumbatan tuba eustachius, otitis media, otosklerosis, timpanosklerosis, hemotimpanum dan dislokasi tulang pendengaran. 2. Tuli Sensorineural (persepsi) Disebabkan oleh kerusakan atau malfungsi koklea, saraf pendengaran dan batang otak sehingga bunyi tidak dapat diproses sebagaimana mestinya. Bila kerusakan terbatas pada sel rambut di koklea, maka sel ganglion dapat bertahan atau mengalami degenerasi transneursal. Bila sel ganglion rusak, maka nervus VIII akan mengalami degenerasi Wallerian. Penyebabnya antara lain adalah: kelainan bawaan, genetik, penyakit pada selama kehamilan, proses kelahiran, infeksi virus, pemakaian obat yang merusak koklea, radang selaput otak, kadar bilirubin yang tinggi. penyebab utama gangguan pendengaran ini disebabkan genetik atau infeksi, sedangkan penyebab yang lain lebih jarang. Tuli sensorineural (persepsi) dibagi dalam tuli sensorineural koklea dan retrokoklea. Tuli sensorineural koklea disebabkan oleh aplasia (kongenital), labirintitis (bakteri, virus), intoksikasi obat streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina, asetosal atau alkohol. Selain itu juga dapat disebabkan oleh tuli mendadak (sudden deafness), trauma kapitis, trauma akustik dan pajanan bising. Tuli sensorineural retrokoklea disebabkan oleh neuroma akustik, tumor sudut pons serebelum, mieloma multipel, cedera otak, perdarahan otak dan kelainan otak lainnya.

Jakarta: FKUI. Kepala dan Leher Edisi ke-6. Gangguan Pendengaran (Tuli) dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Hidung Telinga. Tenggorok. Jenny B.3. 2007. Hendarto H. Tuli campuran Bila gangguan pendengaran atau tuli konduktif dan sensorineural terjadi bersamaan. Sumber: Soetirto I. Hal. 10-22 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful