SEJARAH MARITIM INDONESIA: MERETAS SEJARAH, MENEGAKKAN MARTABAT BANGSA

Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh Ketua Badan Pembina - Institute for Maritime Studies

LATAR BELAKANG Bangsa Indonesia seharusnya dapat menghargai dan mensyukuri suatu anugerah yang sangat besar, yaitu hidup dalam suatu Negara Kepulauan yang merupakan wilayah sepanjang 3.000 mil laut berupa hamparan laut luas dari Merauke sampai Sabang. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.500 meliputi wilayah laut yurisdiksi nasional lebih kurang 5,8 juta km2, Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia terletak pada posisi yang sangat strategis, yaitu pada persilangan dua benua dan dua samudera, serta memiliki wilayah laut yang memiliki kekayaan laut yang besar, sekaligus sebagai urat nadi perdagangan dunia. Posisi Indonesia yang sangat strategis tersebut memberikan konsekuensi bagi bangsa Indonesia yaitu untuk menjalankan aturan sebagaimana yang termaktub dalam United Nation Convention on the Law of the Sea 1982. Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 dengan mengukuhkannya ke dalam UU RI No 17 tahun 1985, sehingga telah resmi mempunyai hak dan kewajiban mengatur, mengelola, dan memanfaatkan kekayaan laut nasional untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Geografi Indonesia yang sangat bersifat kelautan, seharusnya membuat Bangsa Indonesia terus mengembangkan tradisi, budaya dan kesadaran bahari serta menjadikan laut sebagai tali kehidupannya. Namun, Indonesia juga wajib memperhatikan kepentingan dunia internasional terutama dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran internasional dalam wilayah kedaulatan dan wilayah berdaulatnya. Kewajiban ini tersurat dalam pasal-pasal UNCLOS 1982, serta tidak kalah pentingnya, merupakan salah satu tujuan nasional seperti termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang antara lain berbunyi:…… ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, …….. Dengan latar belakang demikian, cukup jelas terlihat bahwa aspek alamiah geografi Indonesia (bentuk dan posisinya), kekayaan alamnya dan demografinya sangat menentukan kebijakan pembangunan nasional Indonesia.

1

Sri Lanka. oleh penjajah kolonial. dan Vietnam Selatan. Keempat. jaringan perdagangan Laut Sulu. yang mengakibatkan menurunnya jiwa bahari. Selain itu. Tentu pengaruh dan kekuasaan tersebut dapat diperoleh bangsa Indonesia waktu itu karena kemampuan membangun kapal dan armada yang layak laut. Kelima. Jaringan perdagangan ini berada di bawah hegemoni Kerajaan Majapahit.000 sebelum masehi! Bukti sejarah tersebut berupa gua yang dipenuhi lukisan perahu layar. bangsa Indonesia didesak ke darat. bahkan mampu berlayar sampai lebih dari 4. Jaringan ini juga dikenal sebagai jaringan perdagangan Laut Cina Selatan. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antarbangsa. serta pesisir utara dan barat Sumatera. Jawa. Afrika Selatan. Ada pula peninggalan sejarah sebelum masehi berupa bekas kerajaan Marina yang didirikan perantau dari Nusantara yang ditemukan di wilayah Madagaskar. jaringan perdagangan Teluk Bengal.000 mil. Namun. sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang mencintai laut sejak dahulu merupakan masyarakat bahari. jaringan perdagangan Selat Malaka. Mindoro. yang meliputi kepulauan Nusa Tenggara. pesisir barat Kalimantan. Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara. Majapahit maupun kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar. Pada sekitar abad ke-14 dan permulaan abad ke-15 terdapat lima jaringan perdagangan (commercial zones). dan pesisir utara Kalimantan (Brunei Darussalam). dan bagian selatan Sumatera. jaringan perdagangan yang meliputi pesisir timur Semenanjung Malaka. yang meliputi pesisir barat Luzon. Seram dan Arguni yang diperkirakan merupakan hasil budaya manusia sekitar tahun 10. Pertama. seperti perdagangan dan komunikasi. Nusantara diwarnai dengan berbagai pergumulan kehidupan di laut. baik di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Thailand. bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar. Ketiga. Mindanao. Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita. lebih merupakan penguasaan de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi kewilayahan dan hukum. Akan tetapi. 2 . Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara. Wilayah laut Indonesia yang merupakan dua pertiga wilayah Nusantara mengakibatkan sejak masa lampau.CATATAN PENTING DALAM SEJARAH MARITIM INDONESIA Sejarah menunjukkan bahwa pada masa lalu. terutama melalui kekuatan maritim besar di bawah Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit. banyak bukti prasejarah di pulau Muna. Kedua. yang meliputi pesisir Koromandel di India Selatan. Burma (Myanmar). kepulauan Maluku. jaringan Laut Jawa. Cebu.

pada tahun 1982. terutama setelah masuknya VOC dan kekuasaan kolonial Belanda ke Indonesia.Selain Sriwijaya dan bahkan sebelum Majapahit. Bung Karno saat pembukaan Lemhanas tahun 1965 mengatakan bahwa "Geopolitical Destiny" dari Indonesia adalah maritim. Kerajaan Majapahit telah banyak mengilhami pengembangan dan perkembangan nilai-nilai luhur kebudayaan Bangsa Indonesia sebagai manifestasi sebuah bangsa bahari yang besar. Pada tahun 1957. membentuk budaya bahari bangsa Indonesia. yang memandang bahwa wilayah laut di antara pulaupulau Indonesia sebagai satu-kesatuan wilayah nusantara. Kita mengetahui strategi besar Majapahit mempersatukan wilayah Indonesia melalui Sumpah Amukti Palapa dari Mahapatih Gajah Mada. terjadi penurunan semangat dan jiwa bahari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia mendeklarasikan Wawasan Nusantara. dasar laut dan tanah yang ada di bawahnya serta seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya sebagai kekayaan nasional yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Melalui suatu perjuangan panjang dan bersejarah di forum internasional. Sayangnya. Sejak itu. udara. budaya bahari Indonesia tidak boleh hilang karena alamiah Indonesia sebagai negara kepulauan terus menginduksi. Indonesia terus mengalami kemunduran. Sulawesi Selatan. Indonesia memiliki keunggulan aspek budaya bahari bentukan secara alamiah oleh aspek-aspek alamiah Indonesia. Berkurangnya budaya bahari lebih disebabkan berkurangnya perhatian Pemerintah terhadap pembangunan maritim. dari budaya bahari ke budaya daratan. secara pemikiran dan konsepsi. Catatan penting sejarah maritim ini menunjukkan bahwa dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Bangsa Indonesia sudah lama ingin kembali ke laut. BJ Habibie sebagai Menristek membacakan pidato Presiden RI yang dikenal dengan pembangunan 3 . Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 antara Belanda dengan Raja Surakarta dan Yogyakarta mengakibatkan kedua raja tersebut harus menyerahkan perdagangan hasil wilayahnya kepada Belanda. sehingga wilayah laut tersebut merupakan satu keutuhan dengan wilayah darat. setelah mencapai kejayaan budaya bahari. Namun demikian. dan pergeseran nilai budaya. MENUMBUHKAN KEMBALI KESADARAN BAHARI Sesungguhnya. gagasan Negara Nusantara yang dipelopori Indonesia berhasil mendapat pengakuan Internasional dalam kovensi PBB tentang hukum laut. Pada 18 Desember 1996 di Makassar. Kerajaan Singosari juga memiliki armada laut yang kuat dan mengadakan hubungan dagang secara intensif dengan wilayah sekitarnya.

dan sejak awal tahun 2001 berubah lagi menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) hingga sekarang. Namun penerapan Inpres ini berjalan sangat lamban. mengembangkan kehidupan yang lebih layak. 5 tahun 2005. Jakarta tahun 1999. terutama karena dukungan Kementerian Keuangan dalam hal kebijakan keuangan dan perpajakan untuk pengadaan. Inti dari deklarasi tersebut adalah laut merupakan peluang. Kita perlu mengembangkan kesadaran bahari Bangsa Indonesia. Budaya bahari bangsa Indonesia belum tumbuh kembali. dan menjadikan tanggal tersebut sebagai hari resmi perayaan nasional. Sejak tahun 1999 Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan komitmennya terhadap pembangunan kelautan. Penerapan asas cabotage adalah kebijakan fundamental bagi pembangunan industri maritim nasional. Komitmen pembangunan pemerintah di bidang kelautan. Dalam tataran strategik operasional. 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara. 4 . tetapi juga pada tataran pembuat kebijaksanaan sehingga Indonesia belum mampu memanfaatkan kelautan sebagai sumber kesejahteraannnya. Aturan pelaksanaannya berupa Inpres tentang Pengembangan Industri Pelayaran Nasional yang akhirnya ditandatangani oleh oleh Presiden berikutnya yaitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berupa Inpres No. Demi menggemakan semangat pembangunan nasional yang berdasarkan kelautan. Pada bulan Desember nama departemen ini berubah menjadi Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan. terutama dengan menerapkan kebijakan pembangunan maritim nasional berdasarkan konsepsi yang jelas sesuai aspek-aspek alamiah (Tri Gatra) Indonesia. Dengan pencetusan kebijakan penerapan asas cabotage dengan Seruan Sunda Kelapa tersebut. Visi pembangunan kelautan Gus Dur kemudian diteruskan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Selanjutnya pada tahun 1998 Presiden BJ Habibie mendeklarasikan visi pembangunan kelautan Indonesia dalam “Deklarasi Bunaken”. budaya bahari bangsa Indonesia masih memprihatinkan. dengan menetapkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara berdasarkan Keppres No. tantangan dan harapan untuk masa depan persatuan. Kebijakan yang sangat penting di bidang maritim yang dibuat oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001 yaitu dalam Seruan Sunda Kelapa menyatakan penerapan asas cabotage sebagai suatu keharusan. apalagi bila kita sependapat bahwa budaya adalah semua hasil olah pikir. pengoperasian dan pemeliharaan kapal. diwujudkan dengan dibentuknya Departemen Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999 dan menempatkan Sarwono Kusumaatmadja sebagai menteri pertama. Presiden KH Abdurrahman Wahid mencanangkan 13 Desember sebagai Hari Nusantara dan memperingatinya untuk pertama kali di Istana Negara. sikap dan perilaku masyarakat yang diyakini dan dikembangkan bersama untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi.“Benua Maritim Indonesia”. dan beradaptasi terhadap situasi lingkungan hidup. kesatuan dan pembangunan bangsa Indonesia. bukan saja di tengah masyarakat. Pemerintah kemudian segera memulai penyusunan aturan pelaksanaannya.

melalui majalah internal Maritim Indonesia edisi Juli 2007 menyebutkan bahwa laut Indonesia menyimpan potensi kekayaan yang dapat dieksploitasi senilai 156.456 triliun. dan sistem pertahanan dan keamanan nasional.78 persen disumbangkan oleh subsektor pertambangan minyak dan gas bumi di laut. ekonomi. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 9. Ini menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia yang sangat besar itu masih disiasiakan. tampak jelas bahwa Indonesia membutuhkan segera adanya kebijakan pembangunan maritim nasional yang dimulai dengan perumusan persepsi bangsa Indonesia dalam melihat pengaruh laut terhadap kehidupan politik. sudah saatnya Bangsa Indonesia membangkitkan kembali kesadaran bahwa laut harus dipandang sebagai kesatuan wilayah dan sumber kehidupan. angka itu setara dengan Rp 1.06 persen terhadap PDB. Sepanjang berkaitan dengan kebijakan pertahanan nasional. Kedudukan Indonesia pada posisi silang perdagangan dan memiliki 4 dari 9 Sea Lines of Communication dunia mengakibatkan Indonesia mempunyai kewajiban yang sangat besar untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran internasional di Selat Malaka/ Singapura dan 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).578. kontribusi sektor kelautan terhadap PDB nasional dinilai masih rendah. Berbeda dengan negara maritim lain seperti RRC. apalagi untuk menjaga kedaulatan di seluruh wilayah laut yurisdiksinya. sosial budaya. MENEGAKKAN MARTABAT BANGSA Estimasi yang dikeluarkan oleh Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) ketika masih bernama Dewan Maritim Indonesia (DMI). Indonesia harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kontingensi. AS. media perhubungan utama. Indonesia memiliki pulau-pulau yang jauh terutama di Laut Natuna dan Sulawesi. itupun sebagian besarnya atau 49. 400 US dollar per tahun. wahana untuk merebut pengaruh politik dan wilayah pertahanan penyanggah utama. Pada tahun 1998 sektor kelautan hanya menyumbang 20. Akan tetapi. Indonesia harus memiliki kesiagaan dan kemampuan 5 . pada dasarnya Indonesia adalah negara yang cinta damai dan tidak memiliki ambisi untuk menguasai negara atau wilayah bangsa lain. Walaupun demikian. Indonesia belum mempunyai kemampuan pertahanan dan keamanan laut yang memadai untuk hal tersebut. dan masih ada wilayah perbatasan yang belum ditetapkan serta wilayah dengan potensi sengketa.300 per 1 dollar AS. yang sudah memanfaatkan laut sedemikian rupa hingga memberikan kontribusi di atas 30 persen terhadap PDRB nasional mereka. Dengan melihat kenyataan seperti ini. Oleh karena itu. dan Norwegia.Mengalir dari uraian di atas.651.

Kasus Ambalat dan 6 . sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kepentingan nasional yang sangat besar di laut. Bahkan Indonesia belum secara tegas menyatakan kepentingan nasionalnya di laut dan belum menetapkan National Ocean Policy. serta pada ekploitasi sumber daya laut dan bawah laut serta membangun industri maritim yang tangguh. kelanjutan kemajuan Indonesia akan makin bergantung pada perdagangan dan angkutan laut dan ketersediaan energi. Sebagai hal yang mendasari kepentingan Indonesia di laut. Martabat bangsa memerlukan kekuatan ekonomi dan pertahanan. Menjamin kelestarian marine mega biodiversity dan lingkungan laut. serta mempunyai strategi untuk menjaga kepentingan maritimnya dalam segala situasi. Jangankan memiliki kemampuan maritim yang memadai. sedangkan pengelolaan yang baik dan benar sangat ditentukan oleh konsepsi pembangunan maritim. 2. Sebagi suatu Negara dengan kekuatan ekonomi yang terus berkembang.untuk dapat mengendalikan lautnya dan memproyeksikan kekuatannya melalui laut dalam rangka memelihara stabilitas dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia. kebijakan dan strategi yang tepat. usaha-usaha ke arah itupun belum tampak jelas. mulai dari persepsi. MEMPERTAHANKAN KEPENTINGAN NASIONAL DI LAUT Dalam kepentingan menjaga keselamatan. Oleh karena itu. Indonesia harus memiliki kemerdekaan atau kebebasan menggunakan laut wilayahnya untuk memperjuangkan tujuan nasionalnya. misi. Pertanyaannya sekarang adalah. 3. Membangun dan mengembangkan Ekonomi Maritim untuk memperkuat pembangunan ekonomi nasional. Pada dasarnya ada tiga kepentingan nasional Indonesia di laut yaitu: 1. apakah Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memanfaatkan lautnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan kepentingan masyarakat internasional? Rasanya masih jauh panggang dari api. Oleh karenanya apabila dikelola dengan baik dan benar. keamanan dan pertahanan Negara di laut. TNI AL sebagai tulang punggung upaya pertahanan dan keamanan di laut masih belum memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan penguasaan laut di bawah yurisdiksi nasional. potensi maritim dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang kompetitif. Industri maritim mempunyai potensi yang sangat besar. Memelihara keselamatan dan keamanan serta mempertahankan kepentingan Indonesia di dan lewat laut.

TNI AL hanya memiliki sekitar 130 kapal dengan komposisi dan kemampuan yang dirasa belum memadai. Kita perlu mempertimbangkan strategi pertahanan yang bersifat deterrent dan denial. Kekuatan TNI AL tertinggal dari negara-negara tetangga. efektif dan efisien. Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya kapasitas kapal nasional. karena masih mengandalkan kapal-kapal tua. yang jelas bersifat offensive. Thailand saja memiliki kapal induk. Maritime security arrangement Indonesia perlu ditata kembali agar lebih efisien dengan membentuk Indonesian Sea and Coast Guard. Kepentingan mengamankan kegiatan ekonomi dan kedaulatan di laut yurisdiksi Indonesia yang sangat luas membutuhkan sistem yang profesional. Selain itu. MEMBANGUN EKONOMI MARITIM Dari sisi pembangunan ekonomi maritim. bagaimana resiko yang harus diterima bila Indonesia tidak memiliki armada perang yang kuat dan kemampuan pengamanan laut yang handal. penangkapan petugas Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Kepulauan Riau oleh Polisi Laut Diraja Malaysia hanyalah beberapa contoh. Indonesia juga masih menghadapi banyak kendala. bukan hanya untuk mendukung pertahanan di darat. serta memperkuat kemampuan dan posisi TNI-AL yang memiliki fungsi diplomasi. sedangkan pembangunan kapal baru dihadang oleh tidak adanya keringanan pajak dan sulitnya kredit serta tingginya bunga kredit untuk usaha di bidang maritim mengingat usaha jenis ini memiliki tingkat resiko tinggi dan slow yielding.yang terakhir. Kalau musuh bisa ditangkal dan dicegah di laut. kita tidak perlu berperang di darat. Dari kebutuhan sekitar 300 kapal kombatan. Sebagai contoh. terutama dari sisi teknologi. Azas cabotage seperti yang diamanatkan oleh UU RI No: 17/2008 tentang Pelayaran masih perlu diperjuangkan agar dapat diterapkan dengan baik. polisional dan militer. armada nasional baru mampu mengangkut 7 . sesuai dengan UNCLOS 1982. Untuk angkutan domestik. Pembangunan TNI AL pun seharusnya lebih bersifat outward looking. sedangkan kapal kombatan Indonesia masih terbatas sampai jenis Korvet. Contohnya. yaitu berdasarkan kebutuhan pengendalian laut nasional sampai ke batas wilayah Zona Ekonomi Eksklusif. kewenangan penegakan hukum di laut oleh kapal pemerintah atau government ship masih lemah karena tersebar pada beberapa instansi. Sektor perhubungan laut yang dapat menjadi multiplier effect karena perkembangannya akan diikuti oleh pembangunan dan pengembangan industri dan jasa maritim lainnya masih dikuasai oleh kapal niaga asing. Singapura menganut doktrin pertahanan forward defence. sebagai single agency dengan multi task yang memiliki kemampuan penegakan hukum di laut yang mumpuni. kewenangan menegakkan hukum di laut tersebar di 13 instansi.

karena Indonesia belum mampu memperkuat armada perikanan nasional dan belum mampu mengawasi dan mengendalikan lautnya secara optimal. Jumlah ini terlihat besar. armada Indonesia hanya kebagian jatah sekitar 10 persen.000 keluarga. Sisi lain dari laut yang memberikan peluang kesejahteraan dan kemakmuran. karena pemberlakuan prinsip Freight on Board (FoB). keamanan dan efisiensi pelabuhan Indonesia masih diragukan. Thailand memiliki sekitar 30. Kecelakaan laut yang menimpa angkutan antar pulau yang memakan korban jiwa yang besar masih terus terjadi. Sebagai perbandingan. Selain itu. tidak dilengkapi peralatan keselamatan. pembudi daya ikan. mengakibatkan kerugian devisa sebesar 40 miliar USD! Kita juga masih prihatin terhadap kondisi pelabuhan nasional yang belum tertata secara konseptual tentang pelabuhan utama ekspor-impor dan pengumpan. Indonesia bahkan masih mengalami kesulitan untuk memanfaatkan wilayah lautnya yang kaya dengan sumber daya perikanan. Peranan armada nasional dalam angkutan laut internasional baik ekspor maupun impor menunjukkan kenyataan yang lebih memprihatinkan. Di Taiwan. terdapat sekitar 8. pemasar dan pedagang hasil perikanan. bukan Cost and Freight (CnF). Indonesia memiliki Zona Ekonomi Eksklusif yang terbentang seluas 2. bahkan tidak layak laut. Illegal. Diperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 22. Namun disadari bahwa Indonesia kekurangan kemampuan teknologi untuk memanfaatkan kekayaan bawah lautnya. Sedangkan di Indonesia. Unregulated and Unreported fishing masih terjadi secara luas. sekaligus buah pertikaian pada masa depan adalah sumber daya laut dan bawah laut. Dari ekspor dan impor nasional.000 kapal ikan yang resmi dan konon sekitar 20.7 juta km persegi dan keberhasilan untuk mengekploitasi wilayah ini dapat membantu mengangkat Indonesia keluar dari keterbelakangan ekonomi. mengingat kapal yang digunakan adalah kapal tua. Asas cabotage yang telah secara tegas diatur untuk diterapkan adalah kebijakan 8 . Dari jumlah tersebut 32 persen masuk kategori miskin. pengolah. namun sesungguhnya merupakan estimasi minimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya survey. terutama bila dihadapkan pada pemenuhan persyaratan International Ship and Port Safety (ISPS) Code.42 juta warga yang bermata pencarian sebagai nelayan. research dan sumber daya manusia di bidang maritim.090 desa pesisir di 300 kabupaten dan kota di mana bermukim sekitar 16. usaha perikanan dapat memberikan penghidupan yang layak bagi tidak kurang dari 300.sekitar 60 persen.000 kapal ikan dengan kapasitas masing-masing di atas 100 ton.000 yang tidak terdaftar. Dari uraian pembangunan ekonomi maritim ini terlihat jelas bahwa kekuatan armada pelayaran niaga dan perikanan adalah ujung tombak dan tolok ukur keberhasilan pembangunan ekonomi atau industri maritim nasional.

17/2008 tentang Pelayaran telah mengatur masalah ini. Cukup jelas bahwa pembangunan kelautan harus dilaksanakan secara berkelanjutan (sustainable). Sulawesi. Indonesia memiliki lebih dari 80. 9 . serta melindungi pantai dari abrasi dan erosi. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi dengan industri perikanan dan kelautan serta wisata bahari di Indonesia. Perusakan dan pencemaran lingkungan laut dan pantai akan sangat merugikan usaha perikanan dan pariwisata bahari yang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.fundamental untuk pembangunan industri maritim karena multiplier effect nya yang sangat luas. untuk membangun ekonomi atau industri maritim. Terdapat hutan bakau seluas 2. menjadikan wilayah ini sebagai wilayah prioritas untuk memelihara kelestarian marine biodiversity di Asia-Pasifik yang dikenal sebagai “Coral Triangle”. Bali. Indonesia mengalami degradasi lingkungan laut yang sangat serius. Maluku. Tanpa upaya yang cepat dan serius maka seluruh terumbu karang Indonesia akan lenyap dalam 20 sampai 40 tahun. pembesaran dan mencari makan bagi ikan. udang dan organisme laut lain. dan Papua. Dalam kenyataannya. Intinya. Apabila hal ini diberikan perhatian khusus dan sungguh-sungguh oleh pemerintah. wilayah Indonesia merupakan 35% wilayah terumbu karang dunia. Hutan bakau di Indonesia juga berkurang dengan cepat karena pembangunan fasilitas pantai dan tambak liar. Hutan bakau antara lain berfungsi sebagai daerah pembiakan. yang juga mengancam kelangsungan kehidupan mega biodiversity di Asia-Pasifik. MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT Indonesia juga masih mengalami kesulitan untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dan marine mega biodiversity nya. Inpres V/2005 dan UU RI No. Bersama Phillipina dan Papua New Guinea. Kalimantan. Rumput laut juga tumbuh di banyak pantai di Indonesia.5 juta hektar di Sumatera. Dalam 50 tahun terakhir.000 km persegi daerah terumbu karang atau sekitar 14 persen terumbu karang dunia. kerusakan terumbu karang meningkat dari sekitar 10% menjadi 50%. pengoperasian dan pemeliharaan kapal sebagaimana diterapkan oleh pemerintah dari negara-negara lain yang menjadi saingan armada pelayaran niaga kita. Jawa. pemerintah perlu segera menerapkan kebijakan insentif kredit dan pajak untuk pengadaan. pengembangan wilayah pantai yang tidak terkendali dan sedimentasi serta polusi. pembangunan industri maritim akan segera menggeliat secara nyata. Penyebab utama kerusakan karang dan lingkungan laut adalah penangkapan ikan yang merusak.

Menyadarkan bahwa laut adalah aspek alamiah yang paling mempengaruhi kehidupan poleksosbudhankam nasional merupakan isu yang paling utama dan menarik perhatian. 2.PENUTUP 1. masyarakat. karena sepertinya kita tidak lagi memiliki budaya bahari. baik niaga. Lingkungan bahari yang dimaksud adalah semua area dan hal-hal yang berhubungan. yang tujuan akhirnya tentulah penguasaan laut nasional yang dapat menegakkan harga diri bangsa. sekaligus untuk mengembangkan kembali budaya bahari bangsa. Kebijakan nasional yang tertuang dalam konsideran Perpres No. berkaitan. berdekatan atau berbatasan dengan laut. ekonomi dan lingkungan hidup bangsa Indonesia. sehingga perlu dibangun kembali melalui upaya penyadaran. dan untuk itu pemerintah Indonesia perlu segera menetapkan sebuah National Ocean Policy dalam rangka pemanfaatan laut bagi sebesar-besarnya kemakmuran bangsa. Pemerintah harus menjadi ujung tombak. muatan kapal. termasuk semua kegiatan yang berhubungan dengan maritim. Hal ini diperlukan. atau kesadaran lingkungan maritim. samudera atau semua perairan yang dapat dilayari. seluruh komponen bangsa harus segera membangkitkan maritime domain awareness. SARAN Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan merumuskan dan memasyarakatkan persepsi kelautan yang tepat bagi bangsa Indonesia. yakni laut sebagai tali kehidupan dan masa depan bangsa. infrastruktur. serta menunjang upaya menegakkan harga diri bangsa. Dengan persepsi demikian tersebut dapat memacu kesadaran akan arti penting dan strategis masalah maritim dalam pembangunan nasional. keselamatan. maupun armada perang. 10 . KESIMPULAN Untuk mengatasi semua tantangan di bidang kelautan ini maka tidak dapat tidak. armada. 19 Tahun 1960 Tentang Pembentukan Dewan Maritim yang berbunyi: Indonesia sebagai negara maritim memiliki nilai yang unik dan sangat penting sehingga segala sesuatu yang bersangkut-paut dengan masalah maritim harus diberikan perhatian khusus dan sungguh-sungguh. Upaya menyadarkan masyarakat terhadap arti penting lingkungan maritim haruslah sampai kepada penyadaran yang efektif terhadap segala sesuatu yang menyangkut lingkungan maritim merupakan hal yang vital bagi keamanan. perikanan.

2. 10. page 12. and Challenges”. Koran Rakyat Merdeka. Zhang Xuegang. No. dan mempertahankan martabat bangsa. “South Asia and Energy. 2005. February 12. October 2007. 7. UU. 11. Edited by Derek Johnson and Mark Valencia. “Combating Piracy: Cooperation Needs. Ketut Sarjana Putra.00pm (AEDT). Perpres No. Nasru Alam Aziz. National Geographic. 11 . Jumat 23 November 2007. Djoko Pramono. webarchive Kompas. page 19. Jatna Supriatna. 4. Inpres V Tahun 2005 Tentang Pengembangan Industri Pelayaran Niaga Nasional. 19 Tahun 1960 Tentang Pembentukan Dewan Maritim. Catatan dan Referensi: 1. 3 No 2. Gateway to Stability”. 2005. Mark Edmann and Laure Katz. 9. 6. Efforts. Rabu 18 Februari 2004. tidak kalah pentingnya memperkuat wawasan nusantara untuk mempercepat terbentuknya keunggulan kompetitif Indonesia dalam persaingan internasional. Vol.Memperkuat kembali kebijakan yang memberi perhatian khusus dan sungguh-sungguh terhadap masalah maritim. Indonesian Navy plans fleet expansion. ABC News Online. 5. Menuju Kejayaan Bangsa Bahari. Hasyim Djalal. 8. “Budaya Bahari” Gramedia Pustaka Utama. Coservation International (CI) Indonesia. 30 May 2009. 6. 12. “Cross-sector Partnership in Conserving Indonesia’s Marine and Coastal Biodiversity: A Lesson Learned from Raja Ampat Bird’s Head Seascape Indonesia”. Piracy in South Asia. Status. ISEAS Publications. Last Update: Saturday. and Responses. merupakan keputusan yang tepat dan sangat relevan. Security and Environment Protection”. Di samping hal tersebut di atas. Majalah Berita Indonesia. China Security. 3. 4 – 6 September 2007. Sabei. Singapore Meeting on the Straits of Malacca and Singapore: “Enhancing Safety. 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Jakarta. “The Strait of Malacca Dark Passage”. 2005. Issues. Peter Gwin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful