P. 1
Protap Odontektomi Molar Ketig Protap odontektomi Molar ketiga rahang bawah erupsi sebagain kelas IAa Rahang Bawah Erupsi Sebagain Kelas IA

Protap Odontektomi Molar Ketig Protap odontektomi Molar ketiga rahang bawah erupsi sebagain kelas IAa Rahang Bawah Erupsi Sebagain Kelas IA

|Views: 79|Likes:
Published by Muhammad Dian
Protap odontektomi Molar ketiga rahang bawah erupsi sebagain kelas IA
Protap odontektomi Molar ketiga rahang bawah erupsi sebagain kelas IA

More info:

Published by: Muhammad Dian on Apr 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/30/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

PANDUAN SKILL LAB ODONTEKTOMI

TEORI Impaksi : gigi yang gagal erupsi sepenuhnya dalam rongga mulut pada saat waktu yang diperkirakan gigi tersebut harus erupsi dan diperkirakan tidak dapat erupsi lagi dalam periode yang lama Klasifikasi menurut Pell & Gregory (1933) I. Klas I : ruang cukup Klas II : ruang < Klas III : tdk ada ruang/M3 dlm ramus mand.

II. Berdasarkan Kedalaman relatif M3 dlm rhg : Posisi A : sama/di atas grs oklusal Posisi B : di atas grs servikal Posisi C : di bawah servikal

1975 Pengeluaran satu atau beberapa gigi secara bedah dengan cara membuka flap mukoperiosteal. posisinya terhadap gigi molar kedua dan ramus ascendens dan bentuk mahkota serta akar gigi molar ketiga impaksi melalui foto x-ray panoramik. KUNCI PENTING SEBELUM ODONTEKTOMI  Menentukan secara garis besar letak mahkota dan akar gigi terhadap kanalis mandibula. Pengamatan letak gigi impaksi pada proyeksi foto x-ray oklusal untuk melihat posisi gigi apakah terletak pada posisi lingual atau bukal dan melihat ketebalan tulang yang meliputi gigi yang impaksi.Bila menurut DEFINISI ODONTEKTOMI Archer. Menentukan arah jalan keluar/pengambilan dgn trauma minimal yi :  Approach IO atau EO  Searah dng arah erupsi Menentukan metode odontektomi yang dipilih dengan memperhatikan :  Faktor intrinsik : gigi  Faktor extrinsik : jar. 1996 Tindakan pembedahan untuk mengeluarkan gigi yang tidak dapat dilakukan dengan cara ekstraksi biasa atau dapat dilakukan pada gigi yang impaksi atau tertanam di bawah tulang atau mukosa. kemudian dilakukan pengambilan tulang yang menghalangi dengan tatah atau bur Pederson. sekitar gigi    .

kemudian diambil. PERENCANAAN UNTUK TINDAKAN PEMBEDAHAN  Ditentukan dengan metode bagaimana gigi impaksi akan dikeluarkan  Perencanaan pembuatan flap  Pembuatan insisi awal  Penentuan macam instrumentarium ODONTEKTOMI TEHNIK SPLIT membagi mahkota menjadi bagian-bagian kecil. 4. 3. tech) = split  Kombinasi cara a & b Menentukan apakah memungkinkan pembedahan dilakukan dengan anaesthesi lokal atau membutuhkan anaesthesi umum. Salam Informed consent Memakai handscon dan masker Menyiapkan alat yang diperlukan : Pre operasi :  Asepsis intraoral dengan povidon iodine 10%  Asepsis ekstraoral dengan alkohol 70 % . Dipotong-2 (tooth div. Keuntungan :  Daerah operasi lebih kecil  Tulang yang diambil sedikit  Waktu operasi pendek  Resiko trismus minimal  Tidak ada krusakan pada gigi & tulang yg berdekatan  Resiko fraktur rahang dpt dikurangi  Paraestesi bibir akibat kekuatan intrumen yg berlebih dapat dicegah Kerugian : o Tidak dapat dilakukan pada gigi dengan groove yang dangkal o Px dgn usia tua sulit dipecah o seringkali tidak dapat digunakan pada kasus dengan sumbu gigi panjang Protap odontektomi Molar ketiga rahang bawah erupsi sebagain kelas IA / IIA mesioangular dengan tehnik split 1. 5.  Ada 3 metode / cara :  Pengambilan tlg sekitar gigi yang cukup banyak  Gigi imp. 2.

Syarat : insisi harus sampai menyentuh tulang agar periosteum ikut terinsisi. Gambar :B  Gigi dilakukan separasi (displit) dengan menggunakan bur round. Pemasangan duk steril  Anestesi lokal : mandibular blok 6. Gambar : A   Flap dipisahkan dari tulang dengan menggunakan rasparatorium Tulang bagian bukal dan distal dikurangi dengan bur low speed. samapai batas cervical gigi. Durante operasi :  Insisi mukoperiosteal mulai dari distal gigi 38/48 kearah distobukal. dimulai dengan menempatkan mata bur pada pertengahan mahkota pada batas servical karena daerah tersebut tidak begitu keras seperti pada gambar berikut : C  Kemudian mata bur digerakkan kearah superior dan diperlebar sampai mesial distal terdapat gap seperti pada gambar berikut : D . untuk mempertahankan supply darah. desain flap. kemudian mulai dari distal menyusuri margin ginggiva kemudian menyerong ke arah mesiobukal gigi 37/47. dengan mata bur round. dasar harus lebih lebar.

0 7. kemudian diputar pada posisi terlentang. dilakukan pemecahan gigi dengan menggunakan bein dengan posisi mata bein miring. sehingga gigi 38/48 akan terpecah menjadi 2 bagian tepat dibifurkasi.Bila terdapat gap. Post operasi :  Instruksi post op  Pemberian resep  .  Dilakukan kuretase  Dilakukan irigasi salin  Flap dikembalikan dengan jahitan interrupted benang silk 3.  Bagian distal diungkit dengan bein dan keluarkan dengan tang dan bagian mesial diungkit dan dikeluarkan dengan tang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->