3.1 Evaluasi Pasien 3.1.

1 Evaluasi Klinis Tujuan mengetahui riwayat dari suatu kasus adalah untuk menilai gejala dan mengevaluasi komorbiditas terkait. Pasien ditanya mengenai gaya hidupnya untuk mendeteksi adanya perubahan progresif pada aktivitasnya sehari-hari untuk membatasi subjektivitas dalam menganalisis gejala,

khususnya pada orang tua. Pada kondisi yang kronis, adaptasi terhadap gejala dapat terjadi. Ini juga perlu dipertimbangkan. Adanya perkembangan gejala mendorong indikasi untuk dilakukannya

intervensi. Pasien yang saat ini menyangkal adanya gejala, tetapi telah dirawat untuk HF, harus diklasifikasikan sebagai simptomatik. Alasan dan derajat dari pembatasan fungsional harus didokumentasikan pada catatan (record). Adanya komorbiditas penting untuk mempertimbangkan penyebab dari suatu gejala. Pertanyaan pada pasien juga penting dalam memeriksa kualitas tindak lanjut, serta efektivitas dari profilaksis untuk pasien dengan endokarditis, dan jika perlu pada demam reumatik. Pada pasien yang menerima terapi antikoagulan kronis, maka perlu untuk menilai kepatuhan terhadap pengobatan dan mencari bukti adanya tromboemboli atau perdarahan Pemeriksaan klinis memainkan peran utama dalam mendeteksi adanya VHD pada pasien asimptomatik. Ini adalah langkah awal dalam diagnosis definitive dari VHD dan penilaian terhadap keparahannnya, dengan mengingat bahwa adanya murmur dengan intensitas rendah dapat muncul bersamaan dengan VHD berat, khususnya pada HF. Pada pasien dengan protesis katup jantung perlu disadari adanya perubahan murmur atau suara katup yang mengalami protesis. Sebuah elektrokardiogram (EKG) dan foto toraks biasanya digunakan dalam kaitanya dengan pemeriksaan klinis. Selain pembesaran jantung, analisis vaskularisasi paru pada foto toraks sangat penting ketika kita menduga adanya dispnea atau tanda-tanda klinis HF