You are on page 1of 39

LOMBA KARYA TULIS PENDIDIKAN NASIONAL UNYSEF 2013

“RUBBISH COLLECTING GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI”

Diusulkan Oleh: Dicky Pradana Siti Rokhimah Tri Lestari 10403244006/2010 09403244047/2009 10520241003/2010

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2013

LEMBAR PENGESAHAN 1. Judul Karya Tulis :“RUBBISH COLLECTING GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI” : Dicky Pradana : 10403244006 : Pendidikan Akuntansi/Ekonomi : Universitas Negeri Yogyakarta : Iromejan,GK III, 782, Yogyakarta : 085743301348 : dicky_imo@yahoo.com :1) Tri Lestari/Pendidikan Teknik Informatika/10520241003 :2) Siti Rokhimah/Pendidikan Akuntansi/09403244047 : Annisa Ratna Sari, M.S.Ed : 19800912 200501 2 002 : Kopen Rejo Maguwoharjo Depok Sleman DIY 55282 : 087739395666 : annisars.uny@gmail.com Yogyakarta, April 2013 Ketua Tim

2. Ketua a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan/Fakultas d. Universitas/Institut/politeknik e. Alamat f. No. Telp/HP g. email 4. Nama Anggota/Jurusan/Angkatan

5. Dosen Pembimbing a. Nama Lengkap b. NIP c. Alamat d. No. Telp/HP e. Email Menyetujui, Dosen Pembimbing

(Annisa Ratna Sari, M.S.Ed) NIP. 19800912 200501 2 002

(Dicky Pradana) NIM. 10403244006

Mengetahui . Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan

(Siswanto, M.Pd.) NIP.19780920 200212 1 001

i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PENDIDIKAN UNYSEF 2013 Judul karya tulis : “Rubbish Collecting Game sebagai Media untuk Mengembangkan Karakter Cinta Lingkungan pada Anak Usia Dini” Nama Ketua : Dicky Pradana Nama Anggota : 1) Siti Rokhimah 2) Tri Lestari Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul yang tersebut di atas memang benar merupakan karya orisinal yang dibuat oleh penulis dan belum pernah dipublikasikan dan/ atau dilombakan di luar kegiatan ”Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan UNYSEF 2013” yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya, dan apabila terbukti terdapat pelanggaran di dalamnya, maka kami siap untuk didiskualifikasi dari kompetisi ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Yogyakarta, 19 April 2013 Ketua Tim

Materai Rp.6000

Menyetujui, Dosen Pembimbing

(Annisa Ratna Sari, M.S.Ed) NIP. 19800912 200501 2 002

(Dicky Pradana) NIM. 10403244006

ii

Semoga karya ini bisa bermanfaat bagi semua.Ed. Semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya penulisan karya ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya ini. untuk itu kritik serta saran yang membangun senantiasa kami harapkan untuk membangun kesempurnaan karya ini. Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan kepada yang terhormat: 1. dukungan dan doa dari berbagai pihak. Sumaryanto.. Dr. 19 April 2012 Penulis iii . Rochmat Wahab.A.Pd. M. Prof. Siswanto..S.Pd. Annisa Ratna Sari. Yogyakarta.KATA PENGANTAR Puji syukur bagi Allah SwT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “RUBBISH COLLECTING GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI” Terselesaikannya karya ini tidak terlepas dari bimbingan. M. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta 2. yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. M. Dr. Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam karya ini.. Dosen Pendamping karya ini 5.Kes. M. M. Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta 4. Wakil Rektor III Universitas Negeri Yogyakarta 3.

....................................... Sampah.. C...... Cara Memainkan Rubbish Collecting Game............................................................ 16 B......................................................................................................................................... Proses Pembuatan Rubbish Collecting Game............................................................................. 14 A.... Game Edukasi untuk Anak Usia Dini............................................. Tujuan.......................................................... 4 B.................................................................................................... Pendidikan Karakter.................................................................................................... ii KATA PENGANTAR..... 4 A.................................................................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR................... Rubbish Collecting Game (RCG) sebagai Media untuk Mengembangkan Karakter Cinta Lingkungan pada Anak Usia Dini........................... Tampilan Singkat Game Edukasi Rubbish Collecting Game............................. 17 iv ................................................................................................ i LEMBAR PERNYATAAN................................................................................................... 1 1 3 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................................................. 16 A................ 9 C................... iii DAFTAR ISI............................................... vi BAB I PENDAHULUAN....... B........................................... Langkah-langkah Pengumpulan Data............................................................................................... A...... v RINGKASAN........................................................... 14 B................................................. 12 BAB IIIMETODE PENULISAN.................................................................................... Rumusan Masalah..... 14 BAB IVPEMBAHASAN............................ Latar Belakang Masalah............ 16 C......................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN................

.........................Grand design yang dikembangkan Kemendiknas............D......... 20 Gambar 11.................... Perubahan Karakter Cinta Lingkungan Anak Usia Dini Setelah Bermain Rubbish Collecting Game............... 5 Gambar 3... 19 Gambar 9.................. 4 Gambar 2.. 11 Gambar 4................. Diagram proses optimalisasi sampah............................... Contoh sampah organik.. 17 Gambar 6... 28 Gambar 8....................... 2010... 15 Gambar 5..... Tampilan halaman muka Rubbish Collecting Game.......................................................................... Tampilan pada saat game menjelang selesai.................................................. Contoh sampah anorganik.................................................... Tampilan Petunjuk Permainan..................Mind Mapping Rubbish Coll....... 19 Gambar 10........ 21 v ............................ 20 Gambar 12............ Keterkaitan Tiga Kerangka Pikir Lickona......... Tampilan pada saat game selesai................................ 21 DAFTAR GAMBAR Gambar1................................................................................... 18 Gambar 7................. Tampilan Pengenalan Rubbish Collecting Game...... Tampilan timer permainan pada saat permainann berjalan ......

Hal ini dikarenakan pada usia tersebut menurut Piaget anak sudah mulai bisa berfikir skematik terhadap hal-hal atau obyek-obyek yang konkrit. anak usia dini berada pada rentang umur 0-4 tahun untuk masa kanak-kanak. sampai anak-anak menjadi salah satu “aktor” yang merusak lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Pembuatan aplikasi Rubbish Collecting Game menggunakan software vi . baik orang tua. khususnya dalam rangka membangun persepsi anak sejak dini bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya dan juga harus dipisahkan sampah organik dan anorganik. serta 4-12 tahun untuk masa anakanak. Fakta tersebut diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk membuang sampah pada tempatnya. Target yang kami jadikan subjek untuk game edukasi ini adalah anak-anak pada usia 6 tahun (setara kelas 1 SD). Harian Neraca edisi 31 Oktober 2012 mengatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi sampah tahun 2011 dari 380 kota di Indonesia mencapai 80. banyak sekali dampak negatif yang disebabkan oleh pembuangan sampah sembarangan yaitu: pencemaran udara. Game ini kami peruntukkan untuk anak usia dini. Selain itu. baik negara berkembang maupun negara maju. Menurut Elizabeth B. Metode penulisan menggunakan observasi dan wawancara. kami juga menggunakan kajian literatur sebagai penunjang untuk mendukung karya tulis ilmiah ini. Game ini berisi sampah-sampah yang berserakan. pencemaran air dan menimbulkan banjir yang nantinya akan berdampak pada kesehatan manusia. remaja. Banyaknya jumlah sampah yang diproduksi Indonesia per hari yang diperparah dengan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh semua kalangan dari orang tua sampai anak-anak. tugas user adalah mengumpulkan sampah-sampah ini dalam tong sampah yang telah disediakan yaitu tong sampah hijau untuk sampah jenis organik dan tong sampah merah untuk sampah jenis anorganik. Padahal. dewasa.RINGKASAN Sampah merupakan masalah krusial yang dialami semua negara. Hurlock.000 ton lebih per hari. menjadikan penulis menggagas ide untuk membuat sebuah permainan berbasis teknologi yang kami rangkum dalam karya ilmiah berjudul “Rubbish Collecting Game sebagai Media untuk Mengembangkan Karakter Cinta Lingkungan pada Anak Usia Dini”.

dengan berkurangnya sampah yang berserakan dimana-mana.Adobe Flash CS5. Output yang ingin kami capai adalah lingkungan kita akan lebih terawat dan terjaga melalui pembentukan karakter cinta lingkungan pada anak usia dini. Tingkat penyebaran penyakit di Indonesia yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor akibat banyaknya sampah yang dibuang sembarangan akan menurun. Karakter. serta Adobe Photoshop CS 5. Adobe Audition CS 5. Indonesia akan menjadi negara yang lebih indah. Lingkungan vii . dan juga akan menebarkan senyum kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia dengan bersihnya negara ini. CorrelDraw X5. Kata kunci: Rubbish Collecting Game.

Pencemaran Air . Banyaknya sampah yang diproduksi oleh Indonesia. Faktanya. Latar Belakang Masalah Sampah merupakan sesuatu yang sering dianggap “enteng” oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. sedangkan secara lokal senyawa ini selain berbau tidak sedap/busuk. sehingga sampah kurang terurus dan menyebabkan berbagai dampak 1rganic1 terutama dalam pencemaran lingkungan. Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yang termasuk lima besar negara dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia. diperparah dengan banyaknya pula masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Harian Kompasiana edisi 21 Maret 2012 menyebutkan bahwa diperkirakan timbunan sampah pada tahun 2020 untuk tiap orang tiap hari di Indonesia mencapai 2. 2. gas-gas tersebut merupakan salah satu penyebab menurunnya kualitas lingkungan (udara) karena mempunyai efek rumah kaca (green house effect) yang menyebabkan peningkatan suhu dan menyebabkan hujan asam. Secara global.000 ton lebih per hari. dapat mengganggu kesehatan manusia.1 BAB I PENDAHULUAN A. Pencemaran Udara Sampah (1rganic dan padat) yang membusuk umumnya mengeluarkan gas seperti methan (CH4) dan karbondioksida (CO2) serta senyawa lainnya. Lebih lanjut.1 kg. Harian Neraca edisi 31 Oktober 2012 mengatakan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi sampah tahun 2011 dari 380 kota di Indonesia mencapai 80. Dampak sampah bagi pencemaran lingkungan menurut Imran SL Tobing antara lain: 1. sampah merupakan masalah krusial bagi setiap negara baik negara berkembang maupun negara maju. menjadikan jumlah sampah yang diproduksi oleh Indonesia semakin banyak pula.

Banjir tentunya akan mengakibatkan kerugian secara fisik dan mengancam kehidupan manusia. Penyebab Banjir Fisik sampah (sampah padat). khususnya anak kecil yang notabene “gampang” meniru apa saja yang dilakukan oleh orang yang ada disekitar mereka. yaitu masih banyaknya anak-anak. sehingga air menjadi tergenang dan meluap menyebabkan banjir. Seharusnya sejak dini. Pendangkalan mengakibatkan kapasitas sungai akan berkurang. mengakibatkan sungai-sungai di Indonesia mulai tercemar dan ada sekitar 600 sungai di seluruh Indonesia yang berpotensi banjir akibat penyumbatan limbah sampah. terutama juga sebagai penyebab timbulnya berbagai penyakit Fakta lain dalam Harian Kedaulatan Rakyat Edisi 1 Maret 2012 menyebutkan bahwa akibat limbah sampah yang ditimbulkan oleh masyarakat dengan membuang sampah sembarangan di sungai. 3. melainkan perkembangan kognitif juga dibangun pada masa ini.2 Proses pencucian sampah padat oleh air terutama air hujan merupakan sumber timbulnya pencemaran air. Uraian tersebut sudah menjadi alasan kuat bahwa masyarakat Indonesia harus mampu menjaga lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Akibatnya. sampai orang tua yang suka membuang sampah sembarangan. Orang tua seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi orang yang lebih muda. . Kenyataan di lapangan banyak sekali warga negara Indonesia yang kurang mempedulikan lingkungannya. orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan perkembangan anak usia dini tidak hanya perkembangan dalam hal fisik semata. berbagai sumber air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari (sumur) didaerah pemukiman telah terkontaminasi yang mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat kesehatan manusia/penduduk. anak sudah diberi contoh akan sikap-sikap positif yang salah satunya membuang sampah pada tempatnya. baik air permukaan maupun air tanah. Kurangnya kesadaran penduduk Indonesia akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya diperparah dengan banyaknya anak kecil yang “ikut-ikutan” membuang sampah sembarangan. baik yang masih segar maupun yang sudah membusuk yang terbawa masuk ke selokan dan sungai akan menghambat aliran air dan memperdangkal sungai.

Dukungan lingkungan untuk menunjang perkembangan kognitif anak sangat diperlukan. Rumusan Masalah 1) Bagaimana Rubbish Collecting Game dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakter cinta lingkungan pada anak usia dini? 2) Bagaimana perubahan karakter cinta lingkungan anak usia dini setelah bermain Rubbish Collecting Game? C. B. mereka aktif melakukan percobaan dan menganalisa apa yang ada di sekelilingnya. Teori lain menurut Piaget disebutkan bahwa pada tahap ini. disebutkan bahwa anak usia dini adalah peneliti kecil.3 Pada suatu situs resmi Ibu dan Balita. anak mencapai kemampuan untuk berfikir skematik terhadap hal-hal atau obyek-obyek yang konkrit. Berdasarkan uraian di atas. Tujuan 1) Mengetahui bagaimana Rubbish game dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakter cinta lingkungan pada anak usia dini 2) Mengetahui perubahan karakter cinta lingkungan anak usia dini setelah bermain Rubbish Collecting Game . Interaksi yang sehat antara anak dan lingkungan dapat mengoptimalkan perkembangan kognitifnya. menjadikan penulis untuk menggagas ide pembuatan game edukasi yang terangkum dalam karya ilmiah berjudul “RUBBISH COLLECTING GAME SEBAGAI MEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI” sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitude). Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY. dan perilaku moral (moral behavior). 2008). sikap moral (moral felling). motivasi (motivation) dan keterampilan (skill). orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia. Hal ini dilakukan untuk mengatasi krisis moral yang terjadi di bangsa ini. keinginan untuk berbuat baik. Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakan bahwa karakter yang baik didukung oleh pengetahuan tentang kebaikan. Sebaliknya. Pentingnya Pendidikan Karakter Gerakan untuk meningkatkan karakter anak bangsa sedang digalakkan oleh Indonesia. Pendidikan Karakter 1. karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing). rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. kejam. Menurut Lickona. perilaku (behavior). dan melakukan perbuatan kebaikan. Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku sehingga orang yang tidak jujur. Bagan dibawah ini merupakan bagan keterkaitan ketiga kerangka pikir ini: Konsep Moral Karakter /Watak Perilaku Moral Sikap Moral .4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

secara psikologis dan sosial-kultural. lingkungan. sikap. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosialkultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and Emotional Development). perkataan. Olah Raga dan Kinestetik (Physical and Kinestetic Development) dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity Development) yang secara diagramatik digambarkan sebagai berikut : Gambar 2. dan adat istiadat. dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama. 2010 Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. hukum. diri sendiri. sesama manusia.5 . 2. budaya. Keterkaitan Tiga Kerangka Pikir Lickona Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010). perasaan. pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif. afektif. sekolah dan masyarakat) yang berlangsung sepanjang hayat. Gambar 1. Grand design yang dikembangkan Kemendiknas. Olah Pikir (Intellectual Development). konatif dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga. Karakter Cinta Lingkungan Karakter merupakan ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu . tata krama. dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran.

6 tersebut. bersikap. tindakan. pendapat. dan pekerjaan. Terdapat delapan belas nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas. suku. etnis. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. 6. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan 5. sikap. serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Kreatif . dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. 2010). toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. 2. berucap. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak. Mulai tahun ajaran 2011. dan merespon sesuatu (Kertajaya. 4. Adapun 18 karakter yang harus dimiliki oleh siswa menurut Diknas adalah sebagai berikut : 1. seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan yang berkarakter. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. 3. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.

serta menghormati keberhasilan orang lain. budaya. Semangat Kebangsaan Cara berpikir. bertindak. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. 10. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. kepedulian. lingkungan fisik. dilihat. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. 7. . Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. 12. dan didengar. dan politik bangsa. 8.7 Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 11. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain 9. Cinta Tanah Air Cara berfikir. bersikap. Demokratis Cara berfikir. dan mengakui. sosial. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. ekonomi. bersikap.

bergaul.8 13. lingkungan (alam. masyarakat. 18. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Dari banyaknya karakter yang ingin dikembangkan oleh Diknas di atas. Hal ini dilatarbelakangi banyaknya dampak . sosial dan budaya). 15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. dan bekerja sama dengan orang lain. terhadap diri sendiri. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. perkataan. 16. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Cinta Damai Sikap. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi 17. yang seharusnya dia lakukan. nilai yang ingin dikembangkan penulis dalam karya tulis ini adalah karakter cinta lingkungan (peduli lingkungan). 14. Bersahabat/Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara.

sehingga Kemendiknas menerapkan materi pendidikan karakter dalam lembaga pendidikan. salah satunya yaitu karakter cinta lingkungan. Jumlah ini masih di bawah indeks kualitas lingkungan hidup dunia yang mencapai 80-90 persen pada 2010. . Hal tersebut seharusnya menjadi “pacuan” untuk kita supaya bisa menjaga lingkungan hidup agar keberlangsungannya terjaga untuk anak cucu kita. lingkungan yang bersih akan membuat penduduknya sehat pula. maka akan mengakar pada diri anak usia dini bahwa kita harus mencintai lingkungan. Hal ini agar lebih mudah diajarkan dan melekat dijiwa anak-anak itu hingga kelak ia dewasa. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang disebutkan dalam situs online UMM. Fakta di atas menunjukkan bahwa indeks kualitas lingkungan hidup harus ditingkatkan.07 persen pada 2010. lingkungan yang kotor akan membuat penduduknya kurang sehat. namun porsinya akan lebih besar diberikan pada Sekolah Dasar (SD). Seperti yang kita ketahui. Dengan adanya penanaman sejak dini kepada anak bahwa lingkungan harus dijaga. salah satunya dengan cara yang sejalan dengan program Kemendiknas yaitu melalui pembentukan karakter sejak dini lewat pembentukan karakter cinta lingkungan. Sebaliknya. Suatu situs berita online antaranews menyebutkan bahwa pendidikan karakter yang dicanangkan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Muhamad Nuh mengatakan pada jenjang SD ini porsinya mencapai 60 persen dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya. 3. Banyak sekali karakter yang ingin dikembangkan oleh Kemendiknas. indeks kualitas lingkungan hidup di Indonesia baru mencapai 61.9 negatif yang ditimbulkan oleh keberadaaan sampah yang banyak dibuang sembarangan oleh masyarakat Indonesia. Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan untuk Anak Usia Dini Pentingnya pembentukan karakter positif untuk warga Indonesia.

sisa makanan. atau materi berlebihan atau buangan. tepung. ada yang berupa sampah rumah tangga. pembungkus (selain kertas. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula. Sampah Non-organik dibedakan menjadi : sampah logam dan produk-produk olahannya. Jenis sampah yang ada disekitar kita cukup beraneka ragam. sayuran. Sampah Non-Organik Sampah Non-Organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahanbahan non-hayati. Istilah Lingkungan untuk Manajemen. daun dan ranting. . sampah peternakan. Sampah Organik Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. kulit buah.10 B. yang termasuk sampah organik lainnya seperti : sampah dari dapur. 2. Dr. Sampah Kamus Lingkungan (1994).Sc menjelaskan bahwa sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna lagi. sampah perkebunan. dan sebagainya. dan plastik). Berdasarkan asalnya. Tanjung. karet. sampah pertanian. sampah pasar. sampah industri. barang rusak atau cacat selama manufaktur. sampah plastik. sampah padat dapat digolongkan menjadi dua. Ecolink (1996). yaitu : 1. sampah institusi atau kantor atau sekolah. M. sampah rumah sakit. Sampah ini dengan mudah diuraikan melalui proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. baik berupa produk sintetik maupun hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. sampah kertas. Memuat istilah sampah yaitu bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau khusus dalam produksi atau pemakaian.

Sampai dengan saat ini. Padahal sampah masih dapat dioptimalkan fungsi dan kegunaannya. Recycle Recycle yaitu proses mengolah kembali sampah yang masih dapat diproses ulang menjadi barang lain yang bermanfaat pakai serta layak jual. Sebagian besar dari sampah ini tidak dapat diurai oleh alam atau mikroorganisme secara keseluruhan (unbiodegradable). . presentasenya masih sangatlah kecil. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik. dengan cara sebagai berikut : 1. 4. sebagian besar sampah. Jumlah sampah yang dikelola dengan benar. Sebagian besar masih dibuang begitu saja (disposal).11 sampah kaca dan keramik. Sampah-sampah tersebut dibuang apa adanya. Sementara sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. sampah detergen. tas plastik. dan kaleng. Reduce Reduce yaitu proses meminimalisasi jumlah timbunan sampah dari sumbernya 2. botol gelas. baik sampah rumah tangga maupun sampah non rumah tangga masih dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun ke transfer depo yang akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Disposal Disposal yaitu proses pembuangan akhir sampah yang memang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Reuse Reuse yaitu proses memilih dan memilah serta mengoptimalkan fungsi sampah yang masih bisa dioptimalkan 3. belum atau tidak dipisahkan sesuai jenisnya.

Diagram proses optimalisasi sampah Beberapa manfaat yang dapat kita rasakan apabila mengelola sampah dengan baik. juga dapat membebaskan partikel atau zat racun yang terkandung dalam sampah-sampah tersebut. 2. dengan cara memisahkan sampah organik dan non-organik yaitu : 1. . Membuat udara di lingkungan sekitar kita menjadi bersih. Mengurangi pemanasan lingkungan.12 Berikut ini adalah bentuk diagram proses optimalisasi sampah menurut Basriyanta: Reduce 5-10 % Reuse 10-15 % Recycle 20-25 % Disposal 65-70 % Gambar 3. membuat tumbuh-tumbuhan di lingkungan sekitar kita tumbuh subur akibat adanya pupuk kompos dari hasil sampah organik. hal ini akan mereduksi proses pembakaran sampah secara sembarangan oleh masyarakat yang dapat menyebabkan polusi tidak sehat.

4. tanpa ketakutan. seperti dalam hal pemilahan sampah. hal ini diindikasikan sebagai berikut: (1) gagasan dan minat anak merupakan sesuatu yang utama dalam permainan. tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak serta melibatkan peran aktif keikutsertaan anak. ilmu pembuatan kompos. Membuat kita semakin peduli dan sadar akan pentingya memelihara lingkungan di sekitar kita.13 3. (2) permainan menyediakan kondisi yang ideal untuk mempelajari dan meningkatkan mutu pembelajaran. (3) rasa memiliki merupakan hal yang pokok bagi pembelajaran yang diperoleh melalui permainan. (1) sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai intrinsik pada anak (2) tidak memiliki tujuan ekstrinsik. 5. (5) pembelajaran dengan permainan terjadi dengan mudah. (6) permainan memudahkan para guru untuk mengamati pembelajaran yang sesungguhnya dan siswa akan mengalami berkurangnya frustasi belajar. Game Edukasi untuk Anak Usia Dini Menurut Mulyadi (2004: 30) bermain secara umum sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan secara spontan yang terdapat lima pengertian bermain. dan sebagainya. motivasinya lebih bersifat intrinsik (3) bersifat spontan dan sukarela. Memberikan kesempatan untuk menimba dan berbagi ilmu. Membuat lingkungan kita selalu asri karena terhindar dari berbagai jenis sampah. belajar bahasa. pemecahan masalah. perkembangan sosial. dan (4) memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan suatu yang bukan bermain. C. Menurut Bennet (1998:46) diharapkan bahwa permainan dalam pendidikan untuk anak usia dini ataupun anak sekolah terdapat pandangan yang jelas tentang kualitas belajar. seperti kreativitas. . (4) anak akan mempelajari cara belajar dengan permainan serta cara mengingat pelajaran dengan baik. pupuk dari kompos.

Salah satunya adalah Edutainment Game yang dalam situs online rickyeagle4. Hal ini sangatlah cocok untuk menjadi media sosialisasi dan pembelajaram bagi anak usia dini. harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini agar benarbenar dapat mendidik. segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran. Developer yang membuatnya. mengenal huruf dan angka matematika.com dibuat dengan tujuan spesifik sebagai media belajar. Ada targettarget yang ingin dicapai pemainnya. Game juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. pada tingkat tertentu. lingkungan. Kelincahan intelektual. Target segmentasi pemain juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya. sampai belajar bahasa asing. Permainan diartikan sebagai “kelincahan intelektual” (intellectual playability).14 Game berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti dasar Permainan.blogspot. kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dikatakan sebagai game. menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan bagi anak yang memainkannya. Kita selalu berpikir game merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang dapat menyenangkan hati mereka. . Dapat diartikan bahwa. game identik dengan permainan anak-anak. merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Pada awalnya. baik untuk belajar mengenal warna untuk balita.

Wawancara dilakukan sebelum dan sesudah penerapan Rubbish Collecting Game untuk mengetahui perubahan karakter cinta lingkungan yang ada pada diri siswa. Langkah-langkah Pengumpulan Data 1. Setelah itu dilakukan implementasi Rubbish Collecting Game dalam suatu mata pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa. 2.15 BAB III METODE PENULISAN A. Kajian literatur yang digunakan dalam penulisan . Kajian Literatur Kajian Literatur digunakan untuk mencari sumber-sumber yang relevan guna mendukung karya tulis ini. Observasi Peneliti melakukan observasi di Sekolah Dasar kelas 1 untuk mengetahui bagaimana tingkat kepemahaman siswa sekolah dasar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Wawancara Wawancara dilakukan kepada anak Sekolah Dasar kelas 1 yang nantinya akan menjadi subjek penerapan Rubbish Collecting Game. B.

pada game ini user dimanta untuk menggolongkan sampah tersebut menjadi sampah organik dan non organik yang ditampilkan dengan gambar. Pencarian Materi Pencarian materi berfungsi untuk mengumpulkan semua materi yang terkait dengan game edukasi ini. 3.yang berjudul Rubbish Collecting Game. Meliputi pencarian naskah cerita. Pada multimedia interaktif ini terdapat tokoh anak perempuan dan sampah-sampah. serta kajian mengenai game edukasi untuk anak usia dini. C. pencarian tokoh-tokoh dan setting cerita. Adapun multimedia interaktif yang dibuat adalah Rubbish Collecting Game untuk anak Usia 6 Tahun. animasi dan suara. 4. teks. sampah sebagai bagian dari lingkungan. Proses Pembuatan Rubbish Collecting Game Proses yang dilakukan adalah membuat multimedia interaktif dengan Adobe Flash CS5.16 ini yaitu mengenai pendidikan karakter. Pemilihan Materi Materi yang telah terkumpul dipilih-pilih supaya dibentuk konsep materi. Menentukan Tema Langkah pertama dalam pembuatan multimedia interaktif ialah menentukan tema. Adobe Audition untuk pengolahan suara dan Adobe Flash CS 5 untuk pembuatan animasi. Berikut ini adalah langkah-langkah perancangan dalam membuat Rubbish Collecting Game : 1. Tema yang diambil ialah game edukasi untukanak usia5 tahun. 2. Sebagai Rubbish Collecting Game digunakan juga aplikasi seperti Coreldraw atau Photoshop (pengolah gambar). Menentukan Konsep .

flowchart view (diagram tampilan) adalah diagram yang memberikan gambaran alir dari satu scene (tampilan) ke scene lainnya. Mind Mapping Rubbish Coll . Konsep yang penyusun dan tim laksanakan ialah sebagai berikut: a) Scene 1 : Judul Game edukasi b) Scene 2 : Prolog c) Scene 3 : Petunjuk penggunaan d) Scene 4 : Tampilan Game 5. Hubungan atau aliran scene ke scene lain ditunjukkan dengan anak panah.17 Konsep dibuat dan disusun digunakan sebagai tolak ukur awal untuk membuat game edukasi. Pembuatan Flowchart/ Mind Mapping Menurut Ariesto Hadi Sutopo (2003:37). Untuk lebih jelasnya berikut gambar Mind Mapping Rubbish Coll : Gambar 4.

Tugas user adalah mengumpulkan sampah-sampah tersebut ke dalam tong sampah yang disediakan. Rubbish Collecting Game sebagai Media untuk Mengembangkan Karakter Cinta Lingkungan pada Anak Usia Dini Rubbish Collecting Game merupakan game dengan aplikasi pengumpulan sampah menurut jenis-jenisnya. Ada dua jenis tong sampah. yaitu warna hijau untuk sampah organik dan warna merah untuk sampah anorganik. Game ini dibuat sebagai media untuk menjembatani anak usia dini supaya mencintai lingkungan sekitar dengan cara mendidik mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. supaya bisa membuang sampah pada tempatnya. karena hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terawat keindahannya. Game ini dibuat untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini.18 BAB IV PEMBAHASAN A. Game ini terdiri dari beberapa sampah berserakan. .

Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan permainan adalah satu menit. Cara Memainkan Rubbish Collecting Game 1. terlihat banyak sampah yang berserakan. Tampilan menu utama kemudian akan muncul. klik lanjut 4. akan muncul contoh benda apa saja yang termasuk dalam kategori sampah organik. C.19 B. Jika dalam waktu satu menit user dapat memasukan 10 sampah ke dalam tong sampah dengan tepat. yaitu warna hijau untuk sampah organik dan warna merah untuk sampah non organik 7. Drag sampah ke dalam tong sampah yang sesuai dengan jenis sampah tersebut 8. Di sini disediakan dua buah tong sampah. maka ia bisa mengulangi kembali. akan muncul contoh benda apa saja yang termasuk dalam kategori sampah nonorganik. terdiri dari: a) Petunjuk permainan terdiri dari dua gambar tong sampah yang terdiri dari tong sampah organik berwarna hijau dan tong sampah nonorganik berwarna merah. Jika kurang dari itu. c) Ketika mengklik tong sampah berwarna merah. Bukalah Aplikasi Rubbish Collecting Game 2. klik tombol mulai 6. 5. Tampilan Singkat Game Edukasi Rubbish Collecting Game . Petunjuk permainan. Muncul halaman pengenalan game. Setelah tampilan muncul. klik tombol mulai 3. b) Ketika mengklik tong sampah berwarna hijau. Untuk memulai permainan. Tugas user adalah memasukkan benda-benda tersebut pada tong sampah yang telah disediakan. maka dia telah berhasil menyelesaikan permainan.

Tampilan halaman muka Rubbish Collecting Game 2.20 1. Tampilan Pengenalan Rubbish Collecting Game . Tampilan halaman muka Rubbish Collecting Game Gambar 5.

Tampilan Pengenalan Rubbish Collecting Game 3. Tampilan Petunjuk Permainan Gambar 7. Tampilan Petunjuk Permainan .21 Gambar 6.

Contoh sampah anorganik Gambar 9.22 Gambar 8. Contoh sampah organik .

23 5. Tampilan timer permainan Gambar 10. Tampilan timer permainan pada saat permainann berjalan .

Tampilan Skor permainan . Tampilan pada saat game menjelang selesai 6.24 Gambar 11.

Indonesia akan menjadi negara yang lebih indah. Pembentukan karakter pada masa usia dini sangat perlu. Tampilan pada saat game selesai D. dengan berkurangnya sampah yang berserakan sembarangan dimana-mana. karena watak seseorang akan tumbuh dan berkembang pada masa ini. secara tidak langsung akan membentuk pemikiran anak bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Melalui aplikasi yang kami buat. Perubahan Karakter Cinta Lingkungan Anak Usia Dini Setelah Bermain Rubbish Collecting Game Usia dini merupakan masa untuk memahami apa yang ada disekitarnya dan meniru apa saja yang dilakukan oleh orang disekitarnya. Tingkat penyebaran penyakit di Indonesia yang diakibatkan oleh lingkungan yang kotor akibat banyaknya sampah .25 Gambar 12. dengan berbagai gambar yang menarik yang notabene anak usia dini suka dengan gambar. Output yang ingin kami capai adalah lingkungan kita akan lebih terawat dan terjaga melalui pembentukan karakter cinta lingkungan pada anak usia dini. Rubbish Collecting Game merupakan salah satu media yang dibuat penulis dengan tujuan membentuk karakter anak usia dini supaya mencintai lingkungannya dengan menanamkan pemahaman bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya dan menurut jenis tong sampah yang disediakan.

26 yang dibuang sembarangan akan menurun. DAFTAR PUSTAKA . dan juga akan menebarkan senyum kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia dengan bersihnya negara ini.

html pada tanggal 18 April 2012 pukul 11. Yogyakarta : Kanisius Bennett.ac. (2005). 2013. Diakses dari http://biologi.pdf pada tanggal 20 April 2013 pukul 08. Perkembangan Anak pada Masa Usia Dini.id/harian/article/21021/Memburu. dkk. Diakses dari http://belajarpsikologi. Diakses dari http://www. Teaching through play teachers thinking and classroom practice. Elizabeth B.siagabencana.net/938/perkembangan-anak-pada-masa-usia dini. Haryanto. Jakarta: Erlangga. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2012. Memburu Energy Terbarukan dari Sampah Kota.com/pengertian-pendidikan-karakter/ pada tanggal 10 april 2013 pukul 21. Hurlock. 2012. 600 Sungai di Indonesia Potensi Banjir ._PEND. Dampak Sampah terhadap Kesehatan Lingkungan dan Manusia. 2012.Energi.Kota pada tanggal 18 April 2012 pukul 11.Edisi Pertama.27 Amri Sofan.00 WIB.da ri.30 WIB.unas. Diakses dari http://file.46 WIB.net/2012/03/600-sungai-di-indonesia-potensibanjir/ pada tanggal 12 April 2013 pukul 06.co. 2003. 2012. Psikologi Perkembangan.id:8080/publikasi/Dampak . Imran SL Tobing. Neville. 1980. Anonim. Memanen Sampah.36 WIB. Jakarta : Prestasi Pustaka Raya.edu/Direktori/FPTK/JUR. Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dalam Pendidikan Formal: Antara Harapan Dengan Kenyataan.00 WIB. 2011. Diakses dari http://www.Sampah. Anonim. 2005.(Terjemahan Nur Adi Trastria) USA: Open University press.upi._TEKNIK_ARSITEKTUR/1 96904111997031ASEP_YUDI_PERMANA/PAUD_DALAM_PENDIDIKA N_FORMAT_(ASEP_YUDI_PERMANA). Anonim.neraca. Ariesto Hadi Sutopo.ibudanbalita. Diakses dari http://jogja. Multimedia interaktif dengan Flash. 2007.Terbarukan. Basriyanta. Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran. Pengertian Pendidikan Karakter. Asep Yudi Permana.

Sampah Organik dan Non-Organik. Kemendiknas.com/polusi/2012/03/21/mengurangi-sampahbagian-dari-investasi-448768. Diakses dari http://green. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta Mulyadi.html pada tanggal 11 April 2013 pukul 21.30 WIB. Reiskyanna. Diakses dari http://www. 2011.html pada tanggal 10 April 2013 pukul 22.57 WIB. Diakses dari http://rickyeagle4.28 WIB. Apa Itu Game. Norma Rahmawati. .kompasiana. Ricky. 2012.blogspot. 2010.com/berita/1273933824/mendiknaspenerapan-pendidikan-karakter-dimulai-sd pada tanggal 17 april 2012 pukul 08. Mendiknas: Penerapan Pendidikan Karakter dimulai SD.antaranews. 2010. Bandung : Teman Belajar.28 %20sampah%20terhadap%20kesehatan%20lingkungan%20dan%20manusia %20(Tobing. Mengurangi Sampah Bagian dari Investas. (2004). Jakarta: Papas Sinar Sinanti.%202005). Ruslan Burhani. 2012. Tharsya. S.pdf pada tanggal 11 April 2013 pukul 21.10 WIB. Bermain dan kreativitas (Upaya Mengembangkan kreativitas anak melalui Kegiatan Bermain).com/2012/04/apa-itu-game.

Biodata Penulis 1. Gejayam Gg.id : Karya ilmiah yang pernah dibuat No. GK III 782. Yogyakarta : dicky_imo@yahoo. Endra no.29 LAMPIRAN A. Ketua Pelaksana Kegiatan Nama lengkap NIM Jurusan / Fakultas Institut HP Alamat Email Karya ilmiah yang pernah dibuat Penghargaan yang pernah diraih : Dicky Pradana : 10403244006 : Pendidikan Akuntansi/ FE : Universitas Negeri Yogyakarta : 085743301348 : Iromejan. 10403244006 2. Nama Karya Ilmiah Tahun 1.com : : Anggota Pelaksana Kegiatan (Dicky Pradana) NIM. PERMEN MADE Permen Herbal Berkhasiat Untuk 2012 Penyakit Dalam Sebagai Alternatif Usaha Yang Prospektif 2. Olimpiade Anak Nasional Sebagai Ajang 2012 .co.8. Anggota Pelaksana Kegiatan Nama lengkap NIM Jurusan / Fakultas Institut HP Alamat Email : Siti Rokhimah : 09403244047 : Pendidikan Akuntansi/ FE : Universitas Negeri Yogyakarta : 085729237020 : Jln. Yogyakarta : dcute_girl10@yahoo.

com . Pengaruh Partisipasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi pada Ormawa Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa 5. Pembinaan UMKM di Yogyakarta oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Meningkatkan Peran Fakultas Ekonomi dalam Masyarakat Penghargaan yang pernah diraih : 3. Penerima hibah dana PKM GT dari Dikti tahun 2012 4. 09403244047 a. Nama lengkap NIM Jurusan/Fakultas Institut HP Alamat E-mail : Tri Lestari : 10520241003 : Pend.30 Membangun Budaya Kritis Sejak Usia Dini Es Krim Jeruk Pecel Sebagai Alternatif Diet Tradisional 4. 2012 2012 2012 2012 1. Juara 3 Lomba Karya Tulis Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2012 2. Teknik Informatika/ FT : Universitas Negeri Yogyakarta : 085728778853 : Jl. Juara 1 Lomba PKM GT Pendidikan Ekonomi FE-UNY tahun 2012 Anggota Pelaksana Kegiatan (Siti Rokhimah) NIM. Manggis Blok D 14 H. Yogyakarta : trilestari0530@gmail. Finalis LKTI Nasional Universitas Negeri Padang 2012 3. Pengaruh Penggunaan Jejaring Sosial terhadap Minat Berbisnis Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta 6.

M. 10418244003 B.Ed Golongan/Pangkat NIP Jabatan Fungsional Fakultas/Program Studi Bidang Keahlian Alamat : IIIb/Penata Muda Tk.S.M.S.1 : 19800912 200501 2 002 : Asisten Ahli : Ekonomi/ Pendidikan Akuntansi : Komputer Akuntansi : Kopen Rejo Maguwoharjo Depok Sleman DIY 55282 Dosen Pendamping (Annisa Ratna Sari.31 Anggota Pelaksana Kegiatan (Tri Lestari) NIM. Biodata Pembimbing Nama Lengkap dan Gelar : Annisa Ratna Sari. 19800912 200501 2 002 .Ed) NIP.