BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Indera penglihatan merupakan bagian fisik manusia yang

memerlukan perhatian. Kebutaan tidak hana menghambat produktivitas setiap penduduk yang menyandangnya, tetapi juga akan membebani keluarga dan masyarakat. Indera penglihatan merupakan perangkat tubuh yang berfungsi sengat penting, yang memungkinkan manusia menerima informasi dari lingkungan sekitarnya. Dari seluruh informasi yang diterima, 80% diterima melalui indera penglihatan5. Dengan indera penglihatan seseorang akan mendapatkan kontak dengan sekitarnya, sehingga mampu menyesuaikan dan mempertahankan kehidupannya dalam lingkungan tempat tinggalnya, serta mampu menghindari diri dari ancaman bahaya yang mungkin ada. Dengan bertambahnya usia seseorang akan tejadi banyak perubahan pada seluruh organ, terutama lensa baik secara morfologi maupun fungsional
6,7

. Lensa mata merupakan struktur globular yang transparan,

terletak dibelakang iris, didepan badan kaca. Bagian depan ditutupi kapsul anterior dan belakang oleh kapsul posterior. Dibagian dalam kapsul terdapat korteks dan nukleus1. Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina selain itu lensa berfungsi sebagai media refrakta. Kelainan pada lensa dapat berupa kekeruhan pada lensa yanng biasa disebut katarak2. Katarak berasal dari bahasa Yunani (Katarrhakies), Inggris (Cataract), dan Latin (Cataracta) yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak ialah setiap kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya3.

1

prevalensi katarak senilis menunjukan hasil 27. yang dilakukan dengan pemeriksaan slit lamp dan direct ophtalmoscopy. seperti jenis kelamin da umur. dan faktor ekstrinsik seperti diabetes mellitus.Katarak kerap disebut-sebut sebagai penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. kekurangan 2 . Pada penelitian lain oleh Nishikori dan Yamomoto. rasio pria dan wanita adalah 1:8 dengan dominasi pasien wanita yang berusia lebih dari 65 tahun dan menjalani operasi katarak4. dan hingga sekitar 70% untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun.1% dari seluruh penduduk. prevalensi kebutaan bilateral adalah 1. sedangkan prevalensi kebutaan unilateral adalah 2. maka dapat dipastikan bahwa jumlah buta katarak di Indonesia akan meningkat dua kali pada tahun 2012. Sperduto dan Hiller menyatakan bahwa katarak ditemukan lebih sering pada wanita dibanding pria.2% dari seluruh penduduk. Buta katarak merupakan kebutaan yang dapat direhabilitasi dengan tindakan bedah. Namun bila upaya penanggulangan buta katarak yang terjadi dari manjemen penyakit dan manajemen resiko tidak berhasil dilaksanakan. Menurut WHO di negara berkembang 1-3% penduduk mengalami kebutaaandan 50% penyebabnya adalah katarak.2% penyebab kebutaan adalah katarak. mengacu pada data World Health Organization (WHO). Menurut National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Penelitian-penelitian di Amerika Serikat mengidentifikasi adanya katarak pada sekitar 10% orang. Bahkan. Terjadinya katarak diduga karena proses multifaktor. katarak menyumbang sekitar 48% kasus kebutaan di dunia. Faktor intrinsik. sesuai dengan peningkatan jumlah kebutaan dunia dari 25 juta menjadi 50 juta8. Sedangkan untuk negara maju sekitar 1. yang terdiri dari faktor intrinsik dan ekstrinsik. dan angka kejadian ini meningkat hingga sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 sampai 74 tahun.6% pada usia 65-75 tahun dengan kriteria katarak yang didefinisikan sebagai kekeruhan lensa yang menyebabkan visus 20/25 atau kurang. Menurut survei Depkes RI tahun 1982 pada 8 Propinsi.

penuis bermaksud mengetahui faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian katarak senilis. alkohol. sinar matahari dan ruda paksa pada bola mata. Berdasarkan latar belakang tersebut. 1.2. terjadi secara akumulatif pada common biochemical molecular pathway sehingga mengganggu kejernihan lensa4. 3 .nutrisi. Tujuan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya katarak senilis. penggunaan obat. rokok.

25 pada bagian posterior. Lensa diliputi oleh kapsula lentis.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. ke belakang berhubungan dengan badan kaca. Anatomi Lensa Gambar : Anatomi Mata Lensa di dalam bola mata terletak di belakang iris dan terdiri dari zat tembus cahaya (transparan) berbentuk seperti cakram yang dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi1. lensa digantung pada prosesus siliaris oleh zonula Zinii (ligamentum suspensorium lentis). epitel lensa. korteks dam nucleus. lensa berhubungan dengan cairan bilik mata. Zonula Zini melekat pada bagian ekuator kapsul lensa. Pada manusia. Di sebelah anterior lensa terdapat humor akuous dan di sebelah posteriornya korpus vitreus. serta menghubungkannya dengan korpus siliare. yang 4 . dan tebal sekitar 5 mm. Permukaan lensa pada bagian posterior lebih cembung daripada permukaan anterior.5 mm pada bagian anterior dan 1. tembus pandang. lensa mata bikonveks. yang melekat pada ekuator lensa. Ke depan. Di belakang iris.1. 1. Lensa terdiri dari kapsul. tidak mengandung pembuluh darah. Zonula Zinni berasal dari lamina basal epitel tidak berpigmen prosesus siliare. dengan diameter 9 mm.

Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. Substansi lensa terdiri dari nukleus dan korteks. Perubahan daya refraksi lensa disebut akomodasi. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh. Di kapsul anterior depan terdapat selapis epitel subkapsular. yang berhubungan dengan epitel subkapsuler. Nukleus dan korteks terbentuk dari lamellae konsentris yang panjang. Serat-serat ini saling berhubungan di bagian anterior. termasuk biosintesa dari DNA. yang terdiri dari lamel-lamel panjang yang konsentris. maka daya refraksinya harus diubah-ubah sesuai dengan sinar yang datang sejajar atau divergen. daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya pararel akan terfokus ke 5 . RNA. Sebanyak 65% bagian dari lensa terdiri dari air. yang melalukan air dan elektrolit untuk makanannya. Sesuai dengan bertambahnya usia. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah lengkungnya lensa terutama kurvatura anterior8. Water soluble merupakan protein intraseluler yang terdiri dari alfa (α). Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. yang pipih dan terdapat di bagian pinggir lensa dekat ekuator. sedang yang termasuk dalam water insoluble adalah urea soluble dan urea insoluble. otot-otot siliaris relaksasi. sekitar 35% protein (kandungan protein tertinggi di antara jaringan-jaringan tubuh). Tiap serat mengandung inti. serat-serat lamellar subepitel terus diproduksi. menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil. Epitel ini berperan dalam proses metabolisme dan menjaga sistem normal dari aktivitas sel. dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. dalam posisi ini. Di bagian anterior terdapat epitel subkapsuler sampai ekuator8. protein dan lipid. sehingga lensa lama-kelamaan menjadi lebih besar dan kurang elastik.bekerja sebagai membran semipermeabel. Supaya hal ini dapat dicapai. Protein lensa terdiri dari water soluble dan water insoluble. beta (β) dan delta (δ) kristalin.

padahal salah. denaturasi protein lensa atau akibat keduaduanya3. Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh daya biasnya. yaitu 50% dari seluruh kasus yang berhubungan dengan penglihatan9. Berdasarkan usia katarak dapat diklasifikasikan dalam: 1 1. Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat. warna kekuning-kuningan. Katarak merupakan penyebab kebutaan di dunia saat ini yaitu setengah dari 45 juta kebutaan yang ada. Katarak senil. kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan akan berkurang2. lensa menjadi kurang elastis dan daya akomodasinya pun berkurang. kurang jernih dan tampak sebagai “ grey reflex” atau senile reflex” . Keadaan ini disebut presbiopia. Katarak ialah setiap kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa) lensa. 90% dari penderita katarak berada di negara berkembang seperti Indonesia. Katarak kongenital. otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. Inggris (Cataract). Pada orang tua lensa menjadi lebih besar. katarak yang sudah terlihat pada usia di bawah 1 tahun 2. dan Latin (Cataracta) yang berarti air terjun. Karena proses sklerosis ini. Katarak juga merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun 3. katarak setelah usia 50 tahun 6 . lebih gepeng. India dan lainnya. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. 2.retina. yang sering disangka katarak. zonula dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Seiring dengan pertambahan usia. Kerjasama fisiologik antara korpus siliaris. Katarak juvenil. Katarak Katarak berasal dari bahasa Yunani (Katarrhakies). pada orang Indonesia dimulai pada umur 40 tahun8.2.

Perbedaan stadium katarak senil dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 1 Insipien Kekeruhan Cairan lensa Iris COA Sudut bilik mata Shadow test Visus Penyulit Ringan Normal Normal Normal Normal (-) (+) (-) Imatur Sebagian Bertambah Terdorong Dangkal Sempit (+) < Glaukoma Matur Seluruh Normal Normal Normal Normal (-) << (-) Hipermatur Masif Berkurang Tremulans Dalam Terbuka +/<<< Uveitis+glaukoma Perbedaan Stadium Katarak Senil 1 Klasifikasi katarak berdasarkan lokasi terjadinya: 1. 3.Katarak senil adalah kekeruhan lensa dengan nukleus yang mengeras akibat usia lanjut yang biasanya mulai terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. Mulai dengan kekeruhan putih mulai dari tepi lensa dan berjalan ketengah sehingga mengganggu penglihatan. renitis pigmentosa dan pemakaian kortikosteroid dalam 7 . Lokasinya terletak pada nukleus atau bagian tengah dari lensa. imatur. Katarak Kortikal Katarak kortikal ini biasanya terjadi pada korteks. DM. Katarak Subkapsular. Banyak pada penderita DM. Mulai dengan kekeruhan kecil dibawah kapsul lensa. matur dan hipermatur. Biasanya karena proses penuaan. 2. tepat pada lajur jalan sinar masuk. Katarak senil secara klinik dibedakan dalam 4 stadium yaitu insipien. Katarak Inti ( Nuclear ) Merupakan yang paling banyak terjadi.

malahan hanya seperti melihat sinar di belakang kabut yang tebal. Selain itu penglihatan menjadi lebih terang pada waktu senja dibandingkan pada siang hari. tetapi bila letak kekeruhan di tengah lensa maka penglihatan tidak akan menjadi jernih. b. Bila katarak berkembang maka penglihatan akan seperti berasap. 2. 8 . Manifestasi Klinis Katarak Senilis Tanda-tanda katarak senilis diantaranya adalah1: a. Tanda dini ini dirasakan melihat lampu atau bulan yang banyak bila melihat dengan satu mata ditutup. Pasien perlahan-lahan akan mengeluh penglihatan seoerti terhalang tabir asap yang makin lama makin tebal. Hal ini terjadi karena refraksi (pembiasan) yang ireguler dari lensa mata.jangka waktu yang lama dapat mencetuskan kelainan ini. Mengeluh diplopia atau polipia Yaitu melihat ganda sebuah benda atau multipel. Menurunnya Tajam Penglihatan Bila katarak terjadi pada bagian tepi lensa maka tajam penglihatan tidak akan mengalami perubahan. Biasanya dapat terlihat pada kedua mata. Melihat bintik-bintik hitam pada suatu lapang pandang dengan posisi mata tertentu Keluhan ini biasanya terjadi pada stdium permulaan (insioien). Sering Merasa Silau Penglihatan untuk membaca dirasakan silau biala penerangan terlalu kuat. d. sehingga sering merasa senang membaca di tempat dengan penerangan kurang.3. Bila telah terbentuk katarak yang menutupi pupil hingga keruh dan tidak bening akan dapat mengganggu penyaluran sinar masuk ke dalam sehingga terjadi penurunan tajam penglihatan. erkabut. c.

yakni lensa mengabsorbsi cairan sehingga lensa menjadi cembung dan daya refraksi mata meningkat. Epitel lensa diduga mengalami perubahan yang berkaitan dengan usia. Lapisan kortikal baru akan terus bertambah dalam pola konsentris lensa. 2. Miopi Akibat proses terjadinya katarak. Beberapa mekanisme berkontribusi terhadap hilangnya secara progresif transparansi dari lensa. akumulasi kehilangan epitel dalam skala kecil dapat menyebabkan perubahan pembentukan serat lensa dan homeostasis yang selanjutnya dapat menyebabkan hilangnya transparansi lensa. dan 9 .e. lensa akan mengalami perubahan menjadi lebih berat dan tebal sedangkan kemampuan akomodasinya berkurang. Namun akan mengalami kesukaran melihat jauh karena terjadi miopisasi pada mata tersebut. Selanjutnya dengan bertambahnya usia.4.1. Faktor Resiko Katarak Senilis 2. Umur Dengan bertambahnya umur. Walaupun epitel dari lensa katarak mengalami kematian apoptosis dalam tingkat yang rendah yang tidak menyebabkan penurunan yang signifikan dalam kepadatan sel. nutrisi.4. terutama penurunan densitas sel epitel lensa dan diferensiasi menyimpang dari sel serat lensa. berikutnya ditingkat transportasi air. akibatnya bayangan akan jatuh di muka reina. Penderita katarak dini akan merasa senang melihat dekat tidak memerlukan kaca mata lagi. sedangkan nukelus sentral mengalami kompresi dan mengeras dalam proses yang disebut sklerosis nuklear. penurunantingkat di manaair dan metabolit dengan berat molekul rendah yang larut dalam air dapat masuk ke dalam sel inti lensa melalu iepitelium dan korteks terjadi dengan penurunan antioksidan.

keadaan ini disebut katarak seni. Tinngginya prevalensi pada perempuan terutama untuk resiko terjadinya katarak kortikal. Mungkin karena umur harapan hidup wanita lebih lama dibanding kaum pria.4. seperti hasil survey yang dilakukan NHANES. Tetapi belum ada penjelasan yang mendasari. lensa berkurang kebeningannya.Akibatnya kerusakan oksidatif progresif lensa yang berhubungan dengan penuaan terjadi yang selanjutnya mengarah berkembang menjadi katarak senilis. Seiring bertambahnya usia. 2.2. Dengan meningkatnya umur maka ukuran lensa akan bertambah dengan timbulnya serat-serat lensa yang baru. yang sering ditemukan mulai usia 40 tahun ke atas. Berbagai studi menunjukkan peningkatan produk oksidasi misalnya glutathione teroksidasi serta penurunan vitamin antioksidan dan enzim superoxida dismutase mempunyai peran penting dalam proses oksidatif dalam proses kataraktogenesis. penelitian di Punjab semuanya menunjukkan bahwa wanita prevalensinya lebih meningkat. Seratserat yang terbentuk lebih dahulu akan terdorong kearah tengah membentuk nukleus. menjadi kompak dan kesanggupan untuk berakomodasi menjadi turun. 10 . keadaan ini berkembang dengan bertambah beratnya katarak. Ada indikasi bahwa penderita katarak wanita lebih meningkat dibandingkan laki-laki terutama usia di atas 65 tahun. Nukleus ini akan memadat dan mengalami dehidrasi sehingga menjadi skelrosis. Framingham Eye Study. Proses normal ketuaan mengakibatkan lensa menjadi keras dan keruh. Pada golongan usia 60 tahun hampir 2/3 nya mulai mengalami katarak. Sklerosis ini menyebabkan lensa tidak elastis. Jenis Kelamin Tingginya resiko perempuan terkena katarak sebenarnya tidaklah terlalu besar tetapi secara konsisten dijumpai dalam banyak penelitian-penelitian.

Bukti epidemiologi menunjukkan bahwa paparan dengan waktu yang lama radiasi ultraviolet. fenil alanin. Reaksi oksidatif akan mengganggu struktur protein lensa sehiga terjadi cross link antar dan intra protein dan menambah jumlah high molecular weight protein sehingga terjadi agregasi protein tersebut. yaitu triptofan. Berbagai penelitian telah berhasil membuktikan adanya hubungan antara radiasi ultra violet yang berasal dari sinar matahari dan kejadian katarak. maka meningkat pula kadar glukosa dalam akuos humor. Sinar Ultraviolet Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat kekeruhan pada lensa mata. dan tirosin sehingga menimbulkan reaksi foto kimia dan menghasilkan fragmen molekul yang disebut radikal bebas. maka kadar glukosa dalam lensa juga meningkat.4.2. Hasil penelitian ilmu dasar seperti biokimia.4. indeks refraksi. kemudian akan menimbulkan kekeruhan lensa yang disebut katarak. Sinar ultra violet akan diserap oleh protein lensa terutama asama amino aromatik. 2. dihubungkan dengan peningkatan risiko dari katarak sub kapsular. dan histologi sangat menunjang konsep bahwa radiasi ultra violet dapat mempercepat proses terjadinya katarak. dan amplitudo akomodatif. Selanjutnya radikal bebas ini akan menimbulkna reaksi patologis dalam jaringan lensa dan senyawa toksis lainnya sehingga terjadi reaksi oksidatif pada gugus sulfhidril protein. fotokia.4. hidroksil dan spesies oksigen reaktif seperti hidrogen peroksida yang semuanya bersifat toksis.3. Oleh karena glukosa dari akuos masuk ke dalam lensa dengan cara difusi. Sebagian 11 . Penyakit Diabetes Mellitus Diabetes mellitus dapat mempengaruhi kejernihan lensa. Dengan meningkatnya kadar gula darah. seperti anion superoksida. Seseorang dengan pekerjaan sehari-hari sering terpapar sinar ultraviolet meningkatkan faktor resiko katarak.

maka perubahan glukosa oleh aldose reduktase menjadi sarbitol meningkat.5. Selain itu perubahan sorbitol menjadi fruktose relatif lambat dan tidak seimbang sehingga kadar sarbitol dalam lensa meningkat. yang menyebabkan terjadinya penguningan warna lensa. Indivu yang merokok 20 batang atau lebih jenis sigaret dalam sehari mempunyai risiko 2 kali lebih banyak mengalami katarak. Bila kadar gula meningkat. Sianat dalam rokok juga menyebabkan terjadinya karbamilasi dan denaturasi protein.4. penumpukan zat-zat sisa ini tidak terjadi. yang tidak dimetabolisme tapi tetap berada dalam lensa. tetapi penderita Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol dengan baik. Merokok Merokok dan mengunyah tembakau dapat menginduksi stress oksidatif dan dihubungkan dengan penurunan kadar antioksidan. Merokok menyebabkan penumpukan molekul berpigmen -3 hydroxykhynurine dan chromophores. Dalam keadaan kadar gula normal.glukosa tersebut dirubah oleh enzim aldose reduktase menjadi sorbitol. Diperkirakan bahwa proses terjadinya katarak pada penderita Diabetes Mellitus adalah akibat penumpukan zat-zat sisa metabolisme gula oleh sel-sel lensa mata. 12 . katarak dapat terjadi pada usia yang lebih muda. askorbat dan karetenoid. Katarak umumnya merupakan masalah bagi orang usia lanjut. Pengaruh klinis yang lama mengakibatkan terjadinya katarak lebih dini pada pasien diabetes dibandingkan pasien non diabetes. John J Harding dalam penelitiannya bersama Ruth van Heyningen di Oxford berkesimpulan terdapat hubungan antara perokok berat dengan katarak. 2. Disusun suatu hipotesa bahwa sarbitol menaikkan tekanan osose intraseluler dengan akibat meningkatkan water uptake dan selanjutnya secara langsung maupun tidak langsung terbentuklah katarak.

6. kemoterapi.8. dan peningkatan protein mempunyai efek protektif terhadap perkembangan katarak.7. Obat-obatan Data klinis dan laboratorium menunjukkan banyak obat yang mempunyai potensi kataraktogenik.4.Lovastatin (penurunan kolesterol). Obat-obatan yang meningkatkan resiko katarak adalah Amiodarone (obat untuk jantung). sayatan. 2. obat rematik. brokoli). Chlorpromazine (sedatif). dan penelitian terakhir menunjukkan adanya penurunan resiko katarak dengan peningkatan frekuensi asupan makanan tinggi lutein (bayam. tembus. niasin. kortikosteroid (penanganan radang akut dan kronis) .4. Nutrisi Walaupun defisiensi nutrisi dapat menyebabkan katarak pada hewan.4. 2. panas tinggi atau bahan kimia dapat mengakibatkan kerusakan lensa yang disebut katarak traumatika. riboflavin. Trauma Mata Trauma pada mata dapat mengakibatkan katarak pada semua umur. tiamin. Penggunanan obat kortikosteroid sebagai faktor risiko perkembangan katarak sub capsular posterior. vitamin C. Pada beberapa kasus kapsul lensa pecah oleh kekuatan luka tumpul. pengobatan epilepsi). obat penenang. Phenytoin (antiseizure. tapi etiologi ini sulit untuk dipastikan pada manusia. dan lain-lain. Trauma katarak dapat meliputi sebagian atau seluruh lensa. miotikum. fenotiazin. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa multivitamin. vitamin E. Lutein dan zeaxantin adalah satu-satunya karotenoid yang dijumpai dalam lensa manusia. 13 . pukulan keras. vitamin A. diuretik.2. beta karoten. Dengan memakan bayam yang telah dimasak lebih dari dua kali dalam semingu dapat menurunkan resiko katarak.

papiledema. Oftalmoskopi : mengkaji struktur internal okuler. 8. lensa. Darah lengkap. 2. kesalahan refraksi. Tes toleransi glukosa : kotrol DM 2.2. Penatalaksanaan Katarak senilis penanganannya harus dilakukan pembedahan atau operasi. 9. kolesterol serum. Tindakan bedah ini dilakukan bila telah ada indikasi bedah pada katarak senil. seperti katarak telah mengganggu pekerjaan sehari-hari walapun katarak belum matur. perdarahan. Kartu mata snellen /mesin telebinokuler : mungkin terganggu dengan kerusakan kornea. karena apabila telah menjadi hipermatur akan menimbulkan penyulit (uveitis atau glaukoma) dan katarak telah telah menimbulkan penyulit menimbulkan glaukoma1. penyakit sistem saraf. Pengukuran Tonografi : TIO (12 – 25 mmHg) 5. LED : menunjukkan anemi sistemik / infeksi. glukoma. EKG. 4.5.6. katarak matur. seperti katarak intumesen yang 14 . Slip lamp untuk melihat kekeruhan lensa dan menentukan letak kekeruhan lensa. karotis. Pengukuran Gonioskopi membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma. penglihatan ke retina.10. akueus/vitreus humor. 3. Pemeriksaan Diagnostik 1. atrofi lempeng optik. lipid 10. 6. Lapang Penglihatan : penurunan mungkin karena massa tumor. Tes Provokatif : menentukan adanya/ tipe glaukoma 7.

Prolap iris 15 .11 Meskipun demikian. Teknik ini lebih menjanjikan dengan insisi konvensional karena penyembuhan luka yang lebih cepat. kurang menginduksi astigmatisme. rehabilitasi yang lebih cepat dan tingkat komplikasi yang rendah. yaitu: 1 1. SICS (Small Incision Cataract Surgery).12 a. ECCE (Ekstra Capsular Cataract Extraction) yang terdiri dari ECCE konvensional. astigmatisme yang rendah. Endoftalmitis e. fekoemulsifikasi (Phaco Emulsification). dan tajam penglihatan tanpa koreksi yang lebih baik11. Perdarahan suprakoroidal f. Manual Small Incision Cataract Surgery ( MSICS) yang adalah modifikasi dari ekstraksi katarak ekstrakapsular merupakan salah satu teknik pilihan yang dipakai dalam operasi katarak dengan penanaman lensa intraokuler. Uveitis d. Ruptur kapsul posterior b. Komplikasi dari pembedahan katarak antara lain: 1. ICCE ( Intra Capsular Cataract Extraction) 2. Fekoemulsifikasi merupakan bentuk ECCE yang terbaru dimana menggunakan getaran ultrasonik untuk menghancurkan nukleus sehingga material nukleus dan kortek dapat diaspirasi melalui insisi ± 3 mm10. Fekoemulsifikasi merupakan teknik ekstraksi katarak terbaik yang pernah ada saat ini. Glaukoma c. Teknik ini di tangan operator yang berpengalaman menghasilkan rehabilitasi tajam penglihatan yang lebih cepat. memberikan prediksi refraksi pasca operasi yang lebih tepat.Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan.

obat-obatan. merokok. dan nutrisi. SICS (Small Incision Cataract Surgery). Katarak ialah setiap kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa) lensa. Katarak senil adalah kekeruhan lensa dengan nukleus yang mengeras akibat usia lanjut yang biasanya mulai terjadi pada usia lebih dari 60 tahun. yaitu 50% dari seluruh kasus yang berhubungan dengan penglihatan. Kesimpulan 1. 16 . sering merasa silau. imatur. dan katarak subkapsuler. Tanda-tanda katarak senilis diantaranya adalah : menurunnya tajam penglihatan. 6. 2. 7. dan miopi. Faktor resiko katarak senilis adalah : usia. Katarak senil secara klinik dibedakan dalam 4 stadium yaitu insipien.1. mengeluh diplopia atau polipia. Tatalaksana dari katarak adalah operasi yaitu : ICCE ( Intra Capsular Cataract Extraction). jenis kelamin. denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya. 3. 4. trauma mata. Klasifikasi katarak berdasarkan lokasi terjadinya yaitu : katarak initi / nuklear. Pemeriksaan diagnostik katarak senilis dapat digunakan slip lamp dan kartu snellen untuk melihat kekeruhan lensa dan nilai visus penderita. Katarak juga merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. fekoemulsifikasi (Phaco Emulsification). ECCE (Ekstra Capsular Cataract Extraction) yang terdiri dari ECCE konvensional. matur dan hipermatur. 5. penyakit DM. 8. katarak kortikal. melihat bintik-bintik hitam pada suatu lapang pandang dengan posisi mata tertentu. 9.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. sinar uv.

uveitis. endoftalmitis. dan prolap iris.10. 3. kapsul perdarahan suprakoroidal. glaukoma. 17 . Saran 1. Komplikasi dari pembedahan katarak antara lain: ruptur posterior.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful