You are on page 1of 10

PENETAPAN VISKOSITAS RELATIF LARUTAN GARAM 75%, 50%, DAN 25% TERHADAP AIR

I. TUJUAN 1. Mempelajari prinsip kerja Viskosimeter Ostwald. 2. Menentukan angka viskositas relatif larutan garam 100%, 75%, dan 50% terhadap air. II. DASAR TEORI A. Pengertian Viskositas. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliaran fluida yang merupakan gesekan antara molekul – molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan–bahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Pada hukum aliran viskos, Newton menyatakan hubungan antara gaya – gaya mekanika dari suatu aliran viskos sebagai : Geseran dalam (viskositas) fluida adalah konstan sehubungan dengan gesekannya. Hubungan tersebut berlaku untuk fluida Newtonian, dimana perbandingan antara tegangan geser dengan kecepatan gesernya adalah konstan. Parameter inilah yang disebut dengan viskositas. Indeks kekentalan atau indeks viskositas adalah perubahan nilai viskositas akibat adanya perubahan temperatur. Perubahan ini timbul akibat adanya perubahan ikatan molekul yang menyusun fluida tersebut. Akibatnya, apabila sebuah fluida, misalnya minyak pelumas, dikenakan sebuah temperatur yang berbeda, maka kekentalannya akan berubah. Perubahan tersebut tergantung dari sifat fisika maupun kimia fluida tersebut. Ada fluida yang jika terkena temperatur tinggi akan semakin mengental dan ada pula yang semakin encer. B. Menetapkan Viskositas Larutan Garam dengan Viskosimeter Ostwald. Menurut hukum Poiseuille besarnya kekentalan suatu cairan adalah: 1 Dengan P = ρ.g.h maka persamaan 1 bisa kita rubah menjadi berikut 2 Dengan, η = Kekentalan, (centipoises)
Hal 1

(detik) = waktu alir air sebanyak volume dengan beda tinggi h. v. (cm) = jari-jari pipa kapiler. h.P ρ g h r t v l = tekanan yang menyebabkan cairan mengalir. (m/s2) = tinggi zat alir. ⁄ ⁄ 3 Bila kita menggunakan alat yang sama dengan jumlah volume cairan yang sama maka faktor π. (centipoises) ηair ρc ρa tc ta = Kekentalan air. (cm) = waktu alir zat cair sebanyak volume dengan beda tinggi h. r. akan tetapi dengan menggunakan air sebagai pembanding maka kita bisa mencari kekentalan contoh yang diperiksa. ηcontoh = Kekentalan contoh. (g/ml) = waktu alir zat cair contoh sebanyak volume dengan beda tinggi h.cm pada kenyataannya untuk mengukur jari-jari pipa kapiler (r) dan panjang pipa kapiler (l) bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan dengan mudah. = densitas zat alir. (detik) Hal 2 . dan l adalah sama sehingga rumusnya dapat ditulis sebagai berikut. ⁄ ⁄ 4 Dengan. g. (g/ml) = densitas air. (centipoises) = densitas zat alir contoh. kekentalan ini disebut kekentalan jenis atau kekentalan relatif contoh terhadap air. (detik) = volume cairan. (ml) = panjang pipa kapiler. (g/ml) = gaya gravitasi bumi.

50%. Alat-alat yang Digunakan dalam Praktikum. Hal 3 . 4. 9. Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut: 1. maka besarnya ηcontoh akan dapat dihitung. (g/ml) = massa contoh dalam piknometer. ρc m v = densitas zat alir contoh. 2. Pembuatan larutan garam 75%. Garam dapur halus. 6. dimana 5 Dengan. 3. 7. Cawan Porselin Thermometer Piknometer 25 ml Gelas ukur 100 ml Sendok sungu Stop watch Batang magnet Viskosimeter Ostwald Piala gelas 100 dan 250 ml Gambar 2. 8. 2. Air (Aquadest). Diambil 100 ml aquadest dan dimasukkan ke dalam piala gelas 250 ml. LANGKAH PERCOBAAN A. III. (gram) = volume piknometer. IV. Ditambahkan garam dapur sedikit demi sedikit hingga larutan jenuh dan ada garam yang tidak terlarut (larutan garam 100%).nilai ρc dapat dicari dengan menggunakan piknometer. dan mendapatkan nilai ηair pada suhu tertentu dari tabel. 1. ALAT DAN BAHAN Alat alat yang digunakan dalam praktikum adalah sebagai berikut: Keterangan: 1. 5. nilai tc dan nilai ta dari percobaan. (ml) Setelah mendapatkan nilai ρc. dan 25%. 2.

Larutan garam 75% dibuat dengan cara memasukkan 30 ml larutan garam 100% ke dalam piala gelas 100 ml. 25% dan air. dan ditambahkan air sebanyak 20 ml. 50%. B. 5. Dilakukan langkah percobaan 1-6 untuk larutan garam 50% dan larutan garam 25% dan air. 6. 5. Larutan garam 50% dibuat dengan cara memasukkan 20 ml larutan garam 100% ke dalam piala gelas 100 ml. Larutan garam 25% dibuat dengan cara memasukkan 10 ml larutan garam 100% ke dalam piala gelas 100 ml. Batas bawah skala pengukuran (stop watch dimatikan).3. Percobaan penentuan waktu alir (t) larutan garam 75%. 4. 5. di catatat sebagai waktu alir larutan garam 75%. saat permukaan atas cairan berada tepat pada batas atas skala pengukuran (titik 4 pada Gambar 2) maka stop watch dinyalakan. Disaat permukaan atas cairan berada tepat pada batas bawah skala pengukuran (titik 5 pada Gambar 2) maka stop watch dimatikan. 4. Batas atas skala pengukuran (stop watch dinyalakan). Statif 2. Diambil 25 ml larutan garam 75% lalu dimasukkan ke dalam viskosimeter Ostwald melalui pipa yang berdiameter lebih besar. Tinggi pemipetan zat cair awal 4. Viskosimeter Ostwald. 2. Setelah selesai larutan garam dikembalikan ke dalam piala gelas 100 ml dan diukur suhunya. 7. Hal 4 . Larutan dibiarkan turun. Diulangi langkah 2-4 sampai diperoleh tiga (3) data percobaan. Viscosimeter Ostwald yang berisi contoh 3. Larutan dihisap dengan bantuan bulp pipet melalui ujung pipa viskosimeter yang lebih kecil hingga larutan garam naik melebihi batas skala atas (posisi 3 pada Gambar 2) Keterangan gambar: 1. 3. 1. dan ditambahkan air sebanyak 30 ml. Gambar 2. dan ditambahkan air sebanyak 10 ml.

Setelah selesai larutan dalam piknometer dibuang lalu piknometer dibersihkan dan dikeringkan. Bagian luar piknometer dibersihkan dari larutan garam yang muncrat hingga kering. Piknometer yang berisi larutan garam 75% lalu ditimbang dan dicatat sebagai bobot piknometer + contoh. dan 25%.483 18.04104 aquadest 138 138 138 24.C.8986 25 0. 50%.026 25 1. 4.09156 44. V.457 27.437 25 1.8180 cp Tabel 1.289 25 1. Dilakukan langkah percobaan 1-6 untuk larutan garam 50% dan larutan garam 25%. Data Hasil Pengamatan Percobaaan Viskositas. Ditimbang sebuah piknometer 25 ml yang masih kosong dan kering. 7. Dimasukkan larutan garam 75% ke dalam piknometer hingga penuh. DATA HASIL PERCOBAAN Berikut ini adalah data-data yang diperoleh dari hasil percobaan. Hal 5 .13748 Larutan garam 50% larutan 25% 161 146 160 145 160 144 45. Penentuan densitas larutan garam 75%.99594 massa pikno + zat cair massa pikno kosong (g) massa zat cair (g) volume zat cair (ml) densitas (g/ml) VI. 6. Piknometer ditutup hingga larutan garam muncrat dari dalam tutup piknometer. T air = 29 oC ρ air 29 oC = 0. Menghitung nilai viskositas larutan garam 75 % (untuk data percobaan ke satu).894 18.746 18. PENGOLAHAN DATA A. Data pengamatan Data ke1 2 3 waktu alir (detik) garam 75% 180 179 179 46.457 28. 2. 1. dicatat sebagai bobot piknometer kosong. 5. 3.99545 o η air 29 C = 0.457 26.

⁄ ⁄ Dengan cara yang sama maka akan kita dapatkan nilai ηcontoh untuk data ke-2 dan ke3 seperti pada tabel berikut. Tabel 3. Pengamatan Percobaan ke1 garam 75% 1.2186 1.8922 ηcontoh (cp) 2 3 Nilai rata-rata ηcontoh untuk larutan garam 75%: ( ) Nilai rata-rata ηcontoh untuk larutan garam 50%: ( ) Nilai rata-rata ηcontoh untuk larutan garam 25%: ( ) Hal 6 .0395 larutan 25% 0.2118 1.8984 0.0395 1.9046 0.0460 1. 50% dan 25%.2118 Larutan garam 50% 1. Hasil Perhitungan ηcontoh untuk Larutan Garam 75%.

0460 1.6422 1.0395 1. 50% dan 25%.00002025 0. Larutan data 1 2 3 Jumlah Rata-rata Deviasi Standar 1 2 3 Jumlah Rata-rata Deviasi Standar 1 2 3 Jumlah Rata-rata Deviasi Standar garam 75% η contoh 1.9046 0.0022 0.0062 0.0023 deviasi mutlak 0.00000939 0.0023 0.2141 deviasi -0.56267E-05 0.00001849 0.2118 3.2118 1.0000 0.02767E-05 0.00002817 0.8984 0.0045 0.0043 0.0062 Deviasi Standard untuk viskositas larutan garam 75% : √ √ s = 0.1249 1.00003844 0 0.0062 0.0022 0.6952 0.00000484 0.0045 0.0395 3.0051 garam 50% 1.0023 deviasi kuadrat 0.0416 -0.0032 centipoise Deviasi Standard untuk viskositas larutan garam 50% : √ √ = 0.8922 2.00000529 0.0022 0.00000484 0.8984 -0.0022 garam 25% 0.0023 0.2186 1.0031 0.00003844 0.00000529 0.00003083 1.00007688 2. Nilai Deviasi Kuadrat untuk ηcontoh larutan Garam 75%.0032 0.0062 0 0.0031 centipoise Hal 7 .Menghitung Nilai Ralat Rambang Tabel 4.0043 0.

0031 centipoise Nilai viskositas (η) untuk larutan garam 25% adalah: η contoh = 0.Deviasi Standard untuk viskositas larutan garam 25% : √ √ s = 0. Dari larutan tersebut lalu dibuatlah larutan garam 75% yaitu dengan mengencerkan larutan garam 100% (lebih tepat dianggap 100%) dengan mencampur 3 bagian larutan garam 75% dengan satu bagian air aquadest (3 : 1). Akan tetapi cara ini juga memiliki kelemahan karena menganggap air aquadest yang digunakan memiliki kesamaan dengan air murni yang digunakan sebagai standar dalam menentukan densitas air pada suhu tertentu. PEMBAHASAN Larutan garam 100% yang dimaksud dalam penetapan ini bukanlah 100 gram garam yang dilarutkan hingga volume 100 ml (% w/v) melainkan larutan garam yang dibuat jenuh.0416 ± 0. Hal 8 . diharapkan nilai yang diberikan akan mendekati dengan nilai benarnya.8984 ± 0.0051 centipoise VII. dengan mencari nilai densitas air pada suhu ruangan. Begitu pula dengan larutan 50% dan 25% yang dibuat dengan cara yang sama dengan komposisi larutan garam 100% dengan aquadest adalah 2 : 2 dan untuk 1 : 3. nilai tersebut diperoleh dari tabel dan tidak diukur dengan menggunakan piknometer.0032 centipoise Nilai viskositas (η) untuk larutan garam 50% adalah: η contoh = 1.0051 centipoise Nilai viskositas (η) untuk larutan garam 75% adalah: η contoh = 1.2141 ± 0. Untuk nilai densitas air. hal ini dilakukan untuk mengatasi adanya pengaruh suhu terhadap densitas larutan. padahal bisa saja air aquadest yang digunakan tidak sama mutunya dengan air murni sehingga memiliki nilai densitas yang berbeda walaupun nilainya kecil.

dan 25% masing-masing secara berurutan adalah 179. maka semakin lama pula waktu alir larutan tersebut. (cp) 1. Grafik Hubungan Antara Konsentrasi Larutan Garam (%) dengan Viskositas Larutan (η) Viskositas. 160. Grafik Hubungan Konsentrasi Larutan Garam dengan Waktu Alir 200 Waktu Alir. Dari data ini kita dapat mengetahui bahwa semakin tinggi kadar garam dalam larutan contoh. (%) Gambar 4. dan 145 detik. Hal 9 .33 detik.5 1 0. Grafik Hubungan Konsentrasi Larutan Garam (%) dengan Waktu Alir (detik). Hal ini dapat dimaklumi karena adanya garam dalam larutan air akan memperbesar gaya gesek antar partikel yang ada di dalam larutan tersebut sehingga waktu alir larutan akan semakin lama seiring dengan meningkatnya jumlah partikel garam di dalam larutan. (detik) 180 160 140 120 100 0 20 40 60 80 100 Kadar Garam (%) Gambar 3. 50%.Dari hasil percobaan diperoleh hasil waktu alir rata-rata larutan dengan kadar garam 75%. Untuk lebih jelasnya hubungan antara antara konsentrasi larutan garam dengan waktu alirnya dapat dilihat pada Gambar 3. Grafik Hubungan Konsentrasi Larutan Garam(%) dengan Viskositas Larutan(η).33 detik.5 0 0 20 40 60 80 100 Kadar Garam.

0051 centipoise. KESIMPULAN Nilai viskositas larutan garam 75% adalah sebesar 1. IX.wikipedia. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar.0031 centipoise. 1. 50%. 31-38 2. DAFTAR PUSTAKA 1. maka nilai viskositasnya akan semakin tinggi. dan 0. 2. Kisrahmawati.0031 centipoise. Artinya adalah bahwa semakin tinggi kandungan garam dalam larutan maka akan membuat larutan semakin kental. 3.org/wiki/Viskositas kata kunci: viskositas Yogyakarta.0416 ± 0.0051 centipoise.0032 centipoise. 1.8984 ± 0. Abidin.2141 ± 0. dan 25% masing-masing secara berurutan adalah 1. 2003. Zaenal. Dari data ini kita bisa mengetahui bahwa semakin tingginya kadar garam dalam larutan contoh. ST Haries Handoyo Hal 10 .0416 ± 0. Semakin tinggi konsentrasi larutan garam maka nilai viskositasnya semakin tinggi. 3.8984 ± 0. VIII. http://id. 4.0032 centipoise. Hubungan antara konsentrasi larutan garam dengan nilai viskositas larutan dapat dilihat pada Gambar 4.ccitonline. Praktikan. Nilai viskositas larutan garam 25% adalah sebesar 0. Semakin tinggi konsentrasi larutan garam maka waktu alir larutannya semakin lama.2141 ± 0. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir.Dari hasil percobaan diperoleh hasil nilai viskositas larutan dengan kadar garam 75%. 2 Januari 2009 Asisten. Laboratory Report Nuclear Chemistry Engineering: Kekentalan Larutan. Esis Witanto. Hal. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir. Nilai viskositas larutan garam 50% adalah sebesar 1. Dyah.com/mekanikal kata kunci: viskositas 4. 2005. 5. http://www.