You are on page 1of 5

ASIDI-ALKALIMETRI 1. A. Prinsip Percobaan Asidi-alkalimetri adalah salah satu metode analisis titrasi asam basa.

Prinsip dari titrasi ini adalah pembentukan elektrolit lemah seperti air, asam lemah, dan basa lemah. Titrasi ini sangat penting digunakan dalam analisis asam-basa yang belum diketahui jumlah dan konsentrasinya. Biasanya larutan baku primer digunakan dalam titrasi jenis ini. Larutan baku primer adalah larutan yang sudah diketahui dengan tepat konsentrasinya. Sebelum titrasi, titran harus distandardisasi terlebih dahulu. Standardisasi ini dilakukan untuk mengetahui kenormalan titran tersebut (Darusman 2003). Asidimetri adalah salah satu teknik titrasi yang yang menggunakan asam sebagai titran. Asam yang sering dipakai dalam analisis asidimetri adalah HCl. Asam ini harus distandardisasi dengan larutan baku primer. Larutan baku primer yang sering digunakan untuk standardisasi HCl adalah larutan boraks. HCl harus distandardisasi karena larutan ini mudah menguap dan mudah bereaksi dengan senyawa lain di udara (Mathias 2000). Alkalimetri adalah titrasi yang menggunakan basa sebagai titran. Basa yang sering dipakai dalam analisis alkalimetri adalah NaOH. Larutan baku primer yang sering digunakan untuk standardisasi NaOH adalah larutan asam oksalat. NaOH perlu distandardisasi karena senyawa ini bersifat higroskopis sehingga mudah mengikat air dan bereaksi dengan CO2 di udara (Mathias 2000). Satu hal yang perlu diperhatikan pada titrasi asidi-alkalimetri adalah perubahan pH. Titrasi asam basa dapat terjadi antara asam kuat dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan garam dari asam lemah, dan basa kuat dengan garam dari basa lemah. Titik akhir titrasi dapat ditentukan dengan indikator asam basa yang akan berubah warna apabila pH larutan berubah. Indikator yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Berubah warna tepat pada saat titran menjadi ekivalen dengan titrat. 2. Perubahan warna telah terjadi mendadak 3. Titik akhir tegas dan tajam. Indikator yang akan digunakan untuk menunjukkan titik akhir titrasi harus memiliki trayek pH yang mencakup pH pada saat titik ekivalen dan trayek indikator tersebut harus memotong bagian yang sangat curam dari kurva titrasi (Darusman 2003). 1. B. Tujuan Percobaan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa melakukan analisis asidi-alkalimetri sederhana. 1. C. Prosedur Langkah kerja sama dengan penuntun. 1. D. Data dan Hasil Percobaan

4 10.N2 2 = HCl = N2 = N2 1.3 10.2 17.8 16.1 0.097 Contoh Perhitungan 1.N2 2 = NaOH = N2 Normalitas NaOH (N) 0.8 34.0585 0.8 mL.3mL.1 0 17.4 22.1 Normalitas HCl (N) 0.1 17.097 0.0578 0.N1 = V2.N2 Keterangan : 1 = Larutan Boraks 10 mL.1 16.2 Normalitas Larutan Boraks (N) 0.0586 .1 0.1N = 10.N2 Keterangan : 1 = Larutan Oksalat 10 mL.0595 0.Tabel 1 Standardisasi HCl dengan larutan boraks Meniskus awal Meniskus Akhir Volume HCl terpakai (mL) 0.0.3 0.1 Rata-Rata Contoh Perhitungan : 1.1 Rata-Rata 11 21.3 10.0. Penentuan Normalitas HCl V1. Penentuan Normalitas NaOH V1.7 11.8 0.N1 = V2.1N = 16.096 0.2 0. Reaksi yang terjadi Indikator Perubahan warna : Na2B4O7 + 2 HCl + 5 H2O 2 NaCl + 4 H3BO3 : MM (Merah Metil) : Kuning – Jingga – Merah muda Tabel 2 Standardisasi NaOH dengan larutan asam oksalat Meniskus awal Meniskus Akhir Volume NaOH Normalitas terpakai (mL) Larutan Asam Oksalat (N) 0 16.8 32.097 0.

59772 Contoh Perhitungan 1.6 1. Penentuan Massa Cuka Keterangan : 1 = Larutan NaOH 2 = Larutan cuka M=n/V 0.01 L 9.7 Volume NaOH terpakai (mL) 1.56256 0.N2 x Faktor Pengenceran 1.376 x 10-7 mol = n Massa cuka = n x Mr = 0.0586 N = (10 mL.= N2 1.6 1.00009376 0. Penentuan Kadar Cuka Kadar cuka = = .6 mL x 0.009376 mol x 60 gram/mol = 5.N2) x 100 = N2 x 10 mL = N2 0.N1 = V2.00009962 Kadar Cuka (%) 0. 2 H2O + 2 NaOH Na2C2O4 + 4 H2O : PP (Phenolftalein) : Tak berwarna – Merah muda Tabel 3 Penentuan kadar asam cuka murni dan biang Ulangan 1 2 Meniskus Awal 0 0 Meniskus Akhir 1. Penentuan Normalitas Larutan Cuka V1.00009376 M = n x 0. Reaksi yang terjadi Indikator Perubahan warna : H2C2O4 .7 Konsentrasi Cuka (N) 0.6256 x 10-5 gram b.00009376 N = N2 b.

2 mL. F. Hasil ini memperlihatkan bahwa HCl yang distandardisasi dalam kondisi yang sesuai dengan konsentrasi yang tertera di label. Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk melatih mahasiswa melakukan analisis asidi-alkalimetri sederhana. Percobaan ini dilakukan dua kali ulangan.1 N. Pada ulangan pertama volume NaOH yang terpakai pada titrasi asam cuka dengan NaOH adalah 1. Hasil ini memperlihatkan bahwa NaOH yang distandardisasi dalam kondisi yang tidak sesuai dengan konsentrasi yang tertera di label. Reaksi yang terjadi antara HCl dan larutan boraks pada saat titrasi adalah Na2B4O7 + 2 HCl + 5 H2O 2 NaCl + 4 H3BO3 dengan perubahan warna Kuning – Jingga – Merah muda. Konsentrasi HCl dihitung melalui persamaan V1 x N1 = V2 x N2. Konsentrasi asam cuka yang diperoleh berturut-turut adalah 0. Percobaan kedua adalah percobaan mengenai standardisasi larutan baku primer NaOH dengan larutan baku primer asam oksalat.1 N. Volume HCl yang terpakai pada ulangan kedua adalah sebesar 10.0595 N. Volume NaOH yang terpakai pada ulangan kedua adalah sebesar 17. 0. Reaksi yang terjadi antara NaOH dan larutan boraks pada saat titrasi adalah H2C2O4 .097 N sehingga konsentrasi rata-rata HCl adalah 0. 0.00009962 N. Kadar cuka yang diperoleh dari percobaan ini berturut-turut adalah adalah 0.56256 % 1. 1.6 mL sedangkan pada ulangan kedua volume NaOH yang terpakai adalah 1. Hal ini disebabkan NaOH adalah senyawa higroskopis sehingga mudah mengikat air dan bereaksi dengan CO2 di udara. Konsentrasi NaOH ditentukan melalui persamaan V1 x N1 = V2 x N2. E. Larutan asam oksalat yang digunakan mempunyai konsentrasi sebesar 0. Persen kadar cuka ditentukan dengan cara membandingkan massa cuka dengan volume cuka dikalikan 100%. Percobaan ini menggunakan lindikator merah metil yang akan memberi warna merah muda ketika larutan bersifat asam dan berwarna kuning ketika larutan bersifat asam. Larutan boraks yang digunakan mempunyai konsentrasi sebesar 0.4 mL dan pada ulangan ketiga volume HCl yang terpakai adalah sebesar 10.2 mL.1 N. Hasil konsentrasi yang diperoleh mendekati 0. Percobaan pertama adalah percobaan mengenai standarisasi larutan baku primer HCl dengan larutan baku sekunder boraks.00009376 N dan 0. Percobaan ketiga adalah percobaan mengenai penentuan kadar asam cuka murni dan asam cuka biang. Hasil konsentrasi yang diperoleh tidak mendekati mendekati 0. Kesimpulan .3 mL dan pada ulangan ketiga volume NaOH yang terpakai adalah sebesar 17.7 mL.0585 N sehingga konsentrasi rata-rata NaOH adalah 0.096 N.097 N.0586 N. Pada ulangan pertama volume NaOH yang terpakai adalah sebesar 16.= 0. Indikator yang dipakai adalah Penolftalein (PP) yang pada larutan asam dan netral indikator ini tidak berwarna tetapi pada larutan yang bersifat basa indikator ini memberikan warna merah muda. Konsentrasi asam cuka ditentukan melalui persamaan V1 x N1 = V2 x N2 x faktor pengenceran.56256 % dan 0. Proses standardisasi ini dilakukan sebanyak tiga kali ulangan.8 mL.3 mL.1 N. 0.0578 N. 0.097 N. Konsentrasi NaOH yang diperoleh berturutturut adalah sebesar 0. 2 H2O + 2 NaOH Na2C2O4 + 4 H2O dengan perubahan warna tak berwarna – merah muda. Pada ulangan pertama volume HCl yang terpakai adalah sebesar 10. Konsentrasi HCl yang diperoleh berturut-turut adalah sebesar 0. Proses standardisasi ini dilakukan sebanyak tiga kali ulangan.59772 %.

097 N. 0. Konsentrasi NaOH yang diperoleh berturut-turut adalah sebesar 0. 1. 0. Bandung : FMIPA ITB Press. Konsentrasi asam cuka yang diperoleh berturut-turut adalah 0.097 N. .096 N. 0. 0. G. Bandung : Grafindo Media Utama.0585 N sehingga konsentrasi rata-rata NaOH adalah 0. 2000. Daftar Pustaka Darusman LK.59772 %.0586 N.0595 N. 2003.097 N sehingga konsentrasi rata-rata HCl adalah 0.00009376 N dan 0.7 mL.Proses standardisasi HCl dan NaOH dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Pada ulangan pertama volume NaOH yang terpakai pada titrasi asam cuka dengan NaOH adalah 1.56256 % dan 0. Mathias Laksi. Kadar cuka yang diperoleh dari percobaan ini berturut-turut adalah adalah 0. Kimia Analitik Dasar.00009962 N. Diktat Kimia Analitik.0578 N.6 mL sedangkan pada ulangan kedua volume NaOH yang terpakai adalah 1. Konsentrasi HCl yang diperoleh berturut-turut adalah sebesar 0.