You are on page 1of 20

MAKALAH IPS TENTANG KETENAGAKERJAAN

DISUSUN OLEH : Marisa Carolina K. Nadya Edita P

BAB I PENDAHULUAN

1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4

Latar Belakang Masalah Semakin banyaknya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Kurangnya perhatian dari pemerintah. Rendahnya Pendidikan masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia

1.2

Tujuan Penelitian

1.2.1 Untuk memberikan motivasi supaya masyarakat mengembangkan keahlian dan inovasi – inovasi untuk Indonesia yang lebih baik. 1.2.2 Untuk memberikan wawasan mengenai permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.

1.3

Metode yang digunakan

1.3.1 Mencari data – data mengenai permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia melalui sumber internet dan buku – buku. 1.3.2 Metode Dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan melihat catatan - catatan tentang permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. 1.3.3 Metode Analisis Data

Setelah data terkumpul barulah penulis menganalisis. Penganalisisan ini memerlukan adanya suatu kesimpulan yang merupakan inti analisa yang telah dilakukan.

Menurut pengertian ini.BAB II PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA A. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. para lansia (lanjut usia) dan anak-anak. 2. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. 13 Tahun 2003. mereka adalah penduduk di luar usia. Contoh kelompok ini adalah para pensiunan. Ada banyak pendapat mengenai usia dari para tenaga kerja ini. Berdasarkan batas kerja . meskipun ada permintaan bekerja. Menurut UU No. Berdasarkan Penduduknya Tenaga kerja Tenaga kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika tidak ada permintaan kerja. ada yang menyebutkan di atas 17 tahun ada pula yang menyebutkan di atas 20 tahun. Klasifikasi Tenaga Kerja 1. yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Pengertian Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja No. mereka yang dikelompokkan sebagai tenaga kerja yaitu mereka yang berusia antara 15 tahun sampai dengan 64 tahun. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok. B. Menurut Undang-Undang Tenaga Kerja. Bukan tenaga kerja Bukan tenaga kerja adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja. yaitu mereka yang berusia di bawah 15 tahun dan berusia di atas 64 tahun. setiap orang yang mampu bekerja disebut sebagai tenaga kerja. bahkan ada yang menyebutkan di atas 7 tahun karena anak-anak jalanan sudah termasuk tenaga kerja.

Contoh: kuli. Tenaga kerja terampil ini dibutuhkan latihan secara berulang-ulang sehingga mampu menguasai pekerjaan tersebut. guru. Contohnya: pengacara. Contoh kelompok ini adalah: anak sekolah dan mahasiswa para ibu rumah tangga dan orang cacat. mengurus rumah tangga dan sebagainya. Contohnya:apoteker. buruh angkut. Bukan angkatan kerja Bukan angkatan kerja adalah mereka yang berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah. pembantu rumah tangga. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang . Tenaga kerja tidak terdidik Tenaga kerja tidak terdidik adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. C. Tenaga kerja terampil Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerjayang memiliki keahlian dalam bidang tertentudengan melalui pengalaman kerja. Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar. Berdasarkan kualitasnya Tenaga kerja terdidik Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian atau kemahiran dalam bidang tertentu dengan cara sekolah atau pendidikan formal dan nonformal. maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. dan lain-lain.Angkatan kerja Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja. dokter. mekanik. dan para penganggur sukarela 3. dan sebagainya. dan lain-lain. ahli bedah. pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata.

Pengangguran di bagi menjadi 2 yaitu : 1. sumber utama kemiskinan. perkebunan. Pengangguran Penuh : Penduduk yang tidak bekerja sama sekali : Penduduk yang bekerja tapi masa kerjanya <35 jam per 2.ada. Padahal harapan pemerintah. Rendahnya kualitas tenaga kerja Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan denganmelihat tingkat pendidikan negara tersebut. banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi. dan kehutanan. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. a. tingkat pendidikannya masih rendah. Selain itu. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya . Berikut ini beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal. Pengangguran Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Persebaran tenaga kerja yang tidak merata Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. sehingga hal ini akan berpengaruh terhadaprendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak. Akibatnya. banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia. Pengangguran tidak penuh minggu. menjadi beban keluarga dan masyarakat. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja. terutama untuk sektor pertanian.

Pengangguran musiman adalah pengangguran yang disebabkan karena pergantian musim. 6) Pengangguran Voluntary . Pengangguran ini bersifat sementara dan terjadi karena adanya kesengajaan antara pencari kerja dan lowongan kerja.1) Pengangguran Konjungtor Pengangguran Konjungtor ( cyclical unemployment ) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan – perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. 5) Pengangguran teknologi Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena adanya perubahan tenaga manusia menjadi tenaga mesin. 2) Pengangguran Struktural Pengangguran Struktural merupakan pengangguran yang diakibatkan karena pergantian struktur. 3) Pengangguran Friksional Pengangguran Friksional adalah pengangguran yang disebabkan karena kesulitan temporer. 4) Pengangguran musiman.

Pengangguran Voluntary adalah pengangguran yang terjadi karena ada orang yang sebenarnya masih dapat bekerja . . menjadi beban keluarga dan masyarakat. Jenis Pengangguran Berdasarkan Sifatnya 1) Pengangguran Terbuka Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang benar – benar tidak mempunyai pekerjaan. Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja. 3) Pengangguran Terselubung Pengangguran terselubung adalah angkatan kerja yang bekerja tidak optimal sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja. sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup. sumber utama kemiskinan. dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal. Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak. b. dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. namun dengan sukarela ia berhenti bekerja. kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya. 2) Setengah Menganggur Setengah menganggur adalah angkatan kerja yang bekerja di bawah jam kerja normal.

. karena memeras keringat sendiri tapi untuk keuntungan orang/Negara lain…yah begitulah kira-kiranya dilematis yang dihadapi Negara kita. kita masih terkutat dengan permasalahan gimana caranya agar tenaga kerja di Indonesia menjadi sejahtera dan pengusahapun mengalami yang sama. Sampai-sampai banyak sekali demo dimanamana untuk menuntut hak tenaga kerja. D. Sudah berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah tenaga kerja. dalam hal ini saya coba fokuskan usaha pemerintah dalam mengatasai permasalahan tenaga kerja di Indonesia dengan mengeluarkan UU No 13 Tahun 2003 Mengenai Ketenagakerjaan. seperti buruh pabrik yang masih saja belum mendapatkan haknya. Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Permasalahan yang dilmatis bagi Indonesia apabila sangat berpihak ke pekerja maka ada kemungkinan pengusaha ngambek dan parahnya (mungkin) investor kabur semua. yaitu. Ketika Negara tetangga kita sedang menikmati keberhasilan sistem ketenagakerjaannya.. yah terutama para buruh yang selalu dikatakan menjadi sapi perah bagi para pengusaha. . kemudian tenaga kerja di luar negeri yang ternyata sampai sekarang masih terdapat kasus-kasus yang sangat memiriskan hati kita. mungkin sila Pancasila yang ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab akan berubah menjadi Kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab. Lapangan pekerjaan semakin sedikit Tingginya jumlah penggangguran massal. pendamping.Dalam pembangunan Nasional. kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Tenaga Kerja dan Permasalahannya Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis saya berangkat dari beberapa faktor.nah kali terlalu berpihak ke pengusaha. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses. pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung.

92 juta atau 20.Rendahnya tingkat pendidikan. Di sisi lain dibanding Februari 2008 sektor pertanian mengalami penurunan tenaga kerja sebanyak 1. jika anda melihat dari sumber lain mungkin angka pengangguran di Indonesia justru mengalami kenikan.08 juta orang.36 juta namun lapangan kerja sektor pertanian tetap yang terbesar 41.2% dan berusaha sendiri 20. Pengangguran menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan sosial. berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21.01 juta. (Data: Olahan dari BPS dan dai berbagai sumber) Sementara jumlah penduduk yang bekerja mencapai 102.93 orang kemudian pada tahun 2007 (bulan Agustus) sebesar 10.62 juta dibanding Agustus 2007.39 juta pada tahun 2008 mungkin angka ini sama dengan jumlah beberapa kota/kabupaten di Indonesia mungkin angka ini lebih besar dari beberapa daerah tersebut. Kemudian melihat angka yang masih sampai 9.39 juta. atau bertambah 2. antara lain : 1. pertukangan baik tukang kayu dan tukang batu dan jasa cleaning services yang naiak 1.01 juta orang dibanding Agustus 2007.33%. (Data: Olahan dari BPS dan dai berbagai sumber) Setelah melihat data tersebut angka pengangguran mengalami penurunan dari tahun ke tahun (saya percaya angka ini mungkin turun.18 juta atau 27. Rendahnya pendapatan perkapita penduduk. Saya sakin anda sebagai mahasiswa tidak mau masuk ke lapangan pekejaan in. pertukangan baik tukang kayu dan tukang batu dan jasacleaning services yang naiak 1. Apakah kita akan selalau berpikir seperti itu? Mungkin negaa ini akan tersu terkutat dengan masalah tersebut. Sektor yang mengalami peningkatan lapangan kerja pada Agustus 2008 dibanding Agustus 2007 adalah jasa kemasyarakatan yang terdiri dari pembantu rumah tangga.55 juta orang bertambah 503 ribu dibanding Februari 2008.5%.95 juta orang. Sedangkan berdasarkan data tersebut justru yang meningkat adalah jasa kemasyarakatan yang terdiri dari pembantu rumah tangga. Pada Agustus 2008 penduduk yang bekerja sebagai buruh atau karyawan sebanyak 28. Kemudian angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 9. Jika melihat data pengangguran di Indonesia pada Agustus tahun 2006 sebesar 10.33 juta orang atau 40.77 juta atau 21. Sehingga total jumlah angkatan kerja yang bekerja maupun pengangguran pada Agustus 2008 mencapai 111. Minimnya perlindungan hukum Upah kurang layak External factor (sepeti krisis global yang menurut beberapa ahli krisis ini masih terus terjadi hingga 2010) Tidak memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi Dari berbagai faktor tersebut mungkin kita akan mengatakan bahwa tenaga kerja justu menjadi masalah bagi bangsa ini.4%. . terutama angka kemiskinan). bertambah 470 ribu orang dibanding Februari 2008 atau bertambah 2.08 juta orang.

7. 3. 5. Meningkatnya kemiskinan Meningkatnya angka kriminalitas yang dipicu kesulitan ekonomi. 4. Rendahnya kualitas kehidupan masyarakat. Kecenderungan memperoleh uang dalam jumlah besar dengan melakukan prostitusi. Merebaknya kawasan slum ( lingkungan kumuh ) . Merosotnya moral yang ditandai dengan pelaku tindak asusila bermotifkan ekonomi. Kondisi keamanan yang tidak terjamin akibat dari meningkatnya angka kriminalitas.2. 6.

13 tahun 2003. Salah satu upayanya adalah dikeluarkan undang-undang No 12 Tahun 2003 tentang Ketenaga kerjaan. dan pasal 66 (terdiri dari 4 ayat). yang menyangkut outsourcing (Alih Daya) adalah pasal 64. Dalam pasal 64 dinyatakan bahwa: Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan outsourcing (Alih Daya) mengenai pemborongan pekerjaan dihapuskan. pasal 65 (terdiri dari 9 ayat). kemudian pada salah satu pasalnya yaitu 64. Pasal 64 adalah dasar dibolehkannya outsourcing. Berdasarka UU No. pekerjaan yang diserahkan pada pihak lain. Namun ingat dilema pemerintah adalah antara tenaga kerja atau kepada pengusaha (si pemiliki lapangan pekerjaan). akan diuraikan terlebih dahulu secara garis besar pengaturan outsourcing (Alih Daya) dalam UU No. Untuk mengkaji hubungan hukum antara karyawan outsourcing (Alih Daya) dengan perusahaan pemberi pekerjaan. membagi outsourcing (Alih Daya) menjadi dua bagian.” Pasal 65 memuat beberapa ketentuan diantaranya adalah: penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dilaksanakan melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis (ayat 1).13/2003. seperti yang dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : .BAB III PENANGGULANGAN PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA A. Pada perkembangannya dalam draft revisi Undang-Undang No. karena lebih condong ke arah sub contracting pekerjaan dibandingkan dengan tenaga kerja. yaitu: pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja/buruh. Outsourcing: Apakah Pemecahan Masalah? Pemerintah sudah berupaya untuk mengurangi angka pengangguran dan juga meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja di Indonesia. 65 dan pasal 66 memungkinkan perusahaan melakukan outsourcing. Dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai dasar hukum diberlakukannya outsourcing (Alih Daya) di Indonesia.

hubungan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan diatur dalam perjanjian tertulis antara perusahaan lain dan pekerja yang dipekerjakannya (ayat 6) hubungan kerja antara perusahaan lain dengan pekerja/buruh dapat didasarkan pada perjanjian kerja waktu tertentu atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (ayat 7).dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama. bila beberapa syarat tidak terpenuhi. tidak menghambat proses produksi secara langsung. kesejahteraan. antara lain. perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja pada perusahaan lain sama dengan perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja pada perusahaan pemberi pekerjaan atau sesuai dengan peraturan perundangan (ayat 4). (ayat 2) perusahaan lain (yang diserahkan pekerjaan) harus berbentuk badan hukum (ayat 3). . antara lain: adanya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan. dan syarat yang menentukan bahwa perusahaan lain itu harus berbadan hukum. syarat-syarat kerja serta perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh. syarat-syarat mengenai pekerjaan yang diserahkan pada pihak lain. maka hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja beralih menjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan perusahaan pemberi pekerjaan (ayat 8). merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan. perubahan atau penambahan syarat-syarat tersebut diatas diatur lebih lanjut dalam keputusan menteri (ayat 5). Perusahaan penyedia jasa untuk tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi juga harus memenuhi beberapa persyaratan. perlindungan upah. kecuali untuk kegiatan jasa penunjang yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Pasal 66 UU Nomor 13 tahun 2003 mengatur bahwa pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi. perjanjian kerja yang berlaku antara pekerja dan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja adalah perjanjian kerja untuk waktu tertentu atau tidak tertentu yang dibuat secara tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak.

Kemudian banyak perusahaan lainnya yang melakukan pelanggaran seperti ini. dimana hubungan hukumnya diwujudkan dalam suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain tentang jangka waktu . seperti penghematan biaya (cost saving). Namun dalam perkembangannya Outsourcing seringkali mengurangi hak-hak karyawan yang seharusnya dia dapatkan bila menjadi karyawan permanen (kesehatan. outsourching ini dilakukan.Di negara-negara maju seperti Amerika & Eropa. kelanjutan kontrak. yang seharusnya hanya diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan bukan inti. Outsourcing berasal dari bahasa Inggris yang berarti “alih daya”. Outsourcing pada umumnya menutup kesempatan karyawan menjadi permanen. Bahkan di beberapa perusahaan justru memberikan pekerjaan inti kepada karyawan dari outsourcing seperti PT KAI. Tenaga outsource juga tidak harus diangkat sebagai karyawan tetap sehingga beban perusahaan berkurang. seperti cleaning services atau satpam. Posisi outsourcing selain rawan secara sosial (kecemburuan antar rekan) juga rawan secara pragmatis (kepastian kerja. administrasi dan penjaga pintu masuk. dan akses kepada sumber daya (resources) yang tidak dimiliki oleh perusahaan. Padahal pekerjaanpekerjaan tersebut terkait langsung dengan jasa angkutan kereta api. jaminan pensiun). Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal lain. Disinlah mulai ada pergeseran mengenai fungsi outsourcing. benefit dkk). yang memperkerjakan tenaga outsourcing untuk bagian penjualan tiket. Berbagai manfaat dapat dipetik dari melakukan outsourcing. Pemanfaatan outsourcing sudah tidak dapat dihindari lagi oleh perusahaan di Indonesia.perjanjian antara perusahaan pengguna jasa pekerja/buruh dan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dibuat secara tertulis. Dalam melakukan outsourcing perusahaan pengguna jasa outsourcing bekerjasama dengan perusahaan outsourcing. porter. Maka dalam outsourcing (Alih daya) sebagai suatu penyediaan tenaga kerja oleh pihak lain dilakukan dengan terlebih dahulu memisahkan antara pekerjaan utama (core business) dengan pekerjaan penunjang perusahaan (non core business) dalam suatu dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen perusahaan. perusahaan bisa memfokuskan kepada kegiatan utamanya (core business). Inilah yang menjadi pemikiran bagi para karyawan. Umumnya tenaga kerja di outsource untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan karena perusahaan tidak berkewajiban menanggung kesejahteraan mereka. dimana outsourcing hanya dianggap sebagai suatu upaya bagi perusahaan untuk melepaskan tanggungjawabnya kepada kayawan. dengan alas an efesiensi dan efektifitas pekerjaan. pemanfaatan Outsourcing sudah sedemikian mengglobal sehingga menjadi sarana perusahaan untuk lebih berkonsentrasi pada core businessnya sehingga lebih fokus pada keunggulan produk servicenya. Outsourcing mempunyai nama lain yaitu “contracting out” merupakan sebuah pemindahan operasi dari satu perusahaan ke tempat lain.

Bagaimana agar kinerja wirausaha itu semakin memiliki dampak sosial yang besar. Pemecahan Masalah: Kewirausahaan Sosial Terlepas dari berbagai permasalahan pengangguan dan masalah lainnya yang terkait dengan tenaga kerja. Muhammad Yunus. David Bornstein memaparkan bagaimana para wirausahawan sosial dari berbagai belahan dunia yang hampir tak terliput oleh media namun telah mengubah aras sejarah dunia dengan terobosan berupa gagasan-gagasan inovatif. Karyawan outsourcing menandatangani perjanjian kerja dengan perusahaan outsourcing untuk ditempatkan di perusahaan pengguna outsourcing.perjanjian serta bidang-bidang apa saja yang merupakan bentuk kerjasama outsourcing. Karena baik Muh. bahwa kesuksesan mereka lahir dari pergumulan yang demikian intens dengan kemiskinan. Bahkan dari pihak swasta (perusahaan) melalui coorporate social responsibility (CSR) belum bisa menumbuhkan entrepeneur. Tentu dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan sosial di Indonesia. karena itulah mahasiswa sering disebut sebagai agent of change. Dengan jiwa social entrepreneurship tersebut akan mendorong masyarakat untuk membangun dan mengembangkan inovasi-inovasi baik yang diadopsi dari luar maupun dari lokal dan tentunya tanpa harus menanggalkan jati diri bangsa. Maka upaya untuk memasyarakatkan Social Entrepreneurship harus mendapatkan dukungan semua pihak yang mendambakan terwujudnya kesejahteraan rakyat yang merata.entrepeneur muda. Terutama mahasiswa yang memiliki jiwa ingin tahu dan ingin maju seta ingin memecahkan permasalahn-permasalahan sosial yang terjadi di sekitarnya. dan diharapkan tidak hanya berhenti dalam seminar ini saja tetapi dilanjutkan dengan rencana aksi yang nyata sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Yunus maupun tokoh-tokoh wirausaha sosial tak kan mengingkari. Namun di indonesia sendiri kegiatan ini masih belum mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah dan para tokoh masyarakat karena memang belum ada keberhasilan yang menonjol secara nasional. Maka diperlukan banyak terobosan. memutus sekat-sekat birokrasi. pendiri Grameen Bank di Bangladesh mendapatkan hadiah Nobel untuk perdamaian tahun 2006. Social Entrepreneurship akhir-akhir ini menjadi makin populer terutama setelah salah satu tokohnya Dr. B. seperti masalah pengangguran tadi. Maka diperlukan spirit kewirausahaan sosial pada para agen perubahan tersebut. karena CSR yang dikeluarkan lebih ditujukan untuk mengamankan perusahaan bukan memberdayakan masyarakat sekitarnya. dibutuhkan upaya-upaya untuk memadukan berbagai inisiatif. Oleh karena itu persoalan kita lebih pada bagaimana menemukan spirit daripadanya. mengusung komitmen moral . Sudah sepatutnya kita harus menjadi anak bangsa yang memiliki kreatifitas dan inovasi-inovasi (ini adalah satu permasalahan ketenaga kerjaan –kurang kreatifi dan inovatif-).

J. maka diperlukan penanganan khusus secara terpadu program aksi penciptaan dan perluasan kesempatan kerja khusus bagi kaum muda oleh semua pihak. Palgunadi. Walikota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H. puluhan kisah wirausahawan sosial lain. Berdasarkan kondisi diatas perlu dilakukan Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP) dengan mengerahkan semua unsur-unsur dan potensi di tingkat nasional dan daerah untuk menyusun kebijakan dan strategi serta melaksanakan program penanggulangan pengangguran. Rusli Zainal. merupakan kesegaran di tengah-tengah pembangunan yang terasa mengimpit. C. Para wirausahawan sosial (social entrepreneur) dengan komitmen kerja dan moral yang tinggi. 2004). Dengan demikian.P. T. Penanggulangan Permasalahan Ketenagakerjaan 1. Veronika Khosa (Afrika Selatan) yang membangun model perawatan yang berbasis rumah (home-based care model) untuk para penderita AIDS yang telah mengubah kebijakan pemerintah tentang kesehatan di negara tersebut. perwakilan pengusaha. kewirausahaan sosial merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan solusi baru pada masalah-masalah sosial. Dengan segala keterbatasaanya wirausahaan sosial dapat memberikan peluang-peluang di masyarakat untuk maju bersama. Lima orang tokoh dari pemerintah provinsi. seperti Fabio Rosa (Brasil) yang menciptakan sistem listrik tenaga surya yang mampu menjangkau puluhan ribu orang miskin di pedesaan. perwakilan perguruan tinggi. Gerakan Nasional Penanggulangan Pengangguran (GNPP). Jeroo Billimoria (India) yang bekerja keras membangun jaringan perlindungan anakanak telantar. Selain buah kerja brilian Muhammad Yunus. Zulkarnaen Karim.yang tinggi dan kepedulian (How to Change the World. Mengingat 70 persen penganggur didominasi oleh kaum muda. DR. Setyawan. Sitanggang. dan banyak lagi tokoh yang buah tangannya telah terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat. menandatangani deklarasi tersebut. Salah satu tolok ukur kebijakan nasional dan regional haruslah keberhasilan dalam perluasan kesempatan kerja atau penurunan pengangguran dan setengah pengangguran. pemerintah dapat memberikan dukungan penuh dengan mengeluarkan regulasi yang memberikan iklim kondusif bagi pertumbuhan kewiausahaan sosial di Indonesia. merekaadalah Gubernur Riau H. pengusaha.ABAC. pemerintah kabupaten/kota. Gerakan tersebut dicanangkan dalam satu Deklarasi GNPP yang diadakan di Jakarta 29 Juni 2004. . Kemudian dengan pentingnya posisi wirausahaan sosial yang dapat bersinegi dalam pencapaian MDGs.M.

bahwa secara konstitusional. Hal ini berarti. Kesadaran dan dukungan sebagaimana diwujudkan dalam kesepakatan GNPP tersebut. Dalam deklarasi itu ditegaskan. maupun dunia pendidikan. 2.UPN Veteran Jakarta. dunia usaha. Menakertrans Jacob Nuwa Wea dalam penjelasannya juga berkesempatan memaparkan konsepsi penanggulangan pengangguran di Indonesia. untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. serta masyarakat seluruhnya untuk berupaya mengatasi pengangguran. mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh yang memandang masalah ketenagakerjaan di Indonesia harus segera ditanggulangi oleh segenap komponen bangsa. sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. baik pemerintah maupun swasta harus dikaitkan dengan penciptaan kesempatan kerja yang seluas-luasnya. dalam penyusunan kebijakan dan program masing-masing pihak.. bahwa GNPP ini dimaksudkan untuk membangun kepekaan dan kepedulian seluruh aparatur dari pusat ke daerah. Bina Swadaya.. sebaiknya segera dibentuk Badan Koordinasi Perluasan Kesempatan Kerja. dan keadaan kesempatan kerja. Menyadari bahwa upaya penciptaan kesempatan kerja itu bukan semata fungsi dan tanggung jawab Depatemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara itu dalam Raker dengan Komisi VII DPR-RI 11 Pebruari 2004 yang lalu. pihak pemerintah baik pusat maupun daerah.. menunjukan suatu kepedulian dari segenap komponen bangsa terhadap masalah ketenagakerjaan.". akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Selanjutnya secara lebih konkrit pada Pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa : " tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan " dan pada Pasal 28 D ayat (2) menyatakan bahwa:" Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja". meliputi keadaan pengangguran dan setengah pengangguran. Oleh karena itu. Bambang Ismawan.. produktif dan remuneratif. keadaan angkatan kerja. Konsepsi. serta mendorong segera dapat dirumuskan Konsepsi Penanggulangan Pengangguran.. dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa . serta sasaran yang akan dicapai. utamanya upaya penanggulangan pengangguran. Kedua Pasal UUD 1945 ini perlu menjadi perhatian bahwa upaya-upaya penanganan pengangguran yang telah dilaksanakan selama ini masih belum memenuhi harapan. LSM. Dalam konteks ini kiranya paparan tersebut masih relevan untuk diinformasikan. bahwa pembukaan UUD 1945 mengamanatkan: ". pemerintah berkewajiban untuk menyediakan pekerjaan dalam jumlah yang cukup. Dalam salah satu bagian paparannya Menteri menyebutkan. . bahwa untuk itu. Menurut para deklarator tersebut.

perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif. Situasi seperti ini akan sangat berbahaya dan mengancam stabilitas nasional.7 juta penganggur merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (hopeless).13 juta penganggur terbuka. 4. dan juga pembahasan dengan beberapa Departemen dan Bappenas.78 juta) adalah pada usia muda (15-24 tahun). Bila dilihat dari usia penganggur sebagian besar (5. masih memerlukan waktu dan dukungan biaya sehingga pada akhirnya dapat dirumuskan suatu Konsepsi Penanggulangan Pengangguran di Indonesia yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat". Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Dalam proses penyusunan ini telah dilakukan beberapa kali pembahasan di lingkungan Depnakertrans sendiri. sekitar 450 ribu diantaranya adalah yang berpendidikan tinggi. dengan Tripartit secara terbatas (Apindo dan beberapa Serikat Pekerja).87 juta orang. yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Menurut data BPS angka pengangguran pada tahun 2002. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja. Dengan demikian masalah pengangguran terbuka dan setengah penganggur berjumlah 38 juta orang yang harus segera dituntaskan. pada tahun 2002 berjumlah 28. Depnakertrans dengan mengikut sertakan pihak-pihak terkait sedang menyusun konsepsi penanggulangan pengangguran. upah rendah. peraturan yang menghambat inventasi. Sebagian dari mereka ini adalah yang bekerja pada jabatan yang lebih rendah dari tingkat pendidikan. Keadaan Angkatan Kerja dan Keadaan Kesempatan Kerja. . yang mengakibatkan produktivitas rendah. 3. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain. Masalah lainnya adalah jumlah setengah penganggur yaitu yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam per minggu. tutur Menteri Jacob Nuwa Wea. hambatan dalam proses ekspor impor. Selain itu terdapat sebanyak 2. Keadaan Penganggur dan Setengah Pengangguran. " Memperhatikan kompleksnya permasalahan pengangguran. yang disebabkan antara lain. dll. sebesar 9. antara lain sangat dibutuhkan masukan dan dukungan sepenuhnya dari Anggotra DPR-RI yang terhormat khususnya Komisi VII. disadari bahwa penyusunan konsepsi tersebut masih perlu didiskusikan dan dikembangkan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang lebih luas.Selanjutnya Menakertrans menyatakan.

Sekitar 44. .65 persen menjadi 20 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009.5 persen pada tahun 2009. Seluruh gambaran di atas menunjukkan bahwa kesempatan kerja di Indonesia mempunyai persyaratan kerja yang rendah dan memberikan imbalan yang kurang layak. Ciri lain dari kesempatan kerja Indonesia adalah dominannya lulusan pendidikan SLTP ke bawah. Sasaran Sasaran yang diharapkan. 45. Ini menunjukkan bahwa kesempatan kerja yang tersedia adalah bagi golongan berpendidikan rendah.96 pesen menjadi 5. dirumuskan sebagai berikut : Menurunnya jumlah penganggur terbuka dari 0.8 juta orang.Masalah pengangguran dan setengah pengangguran tersebut di atas salah satunya dipengaruhi oleh besarnya angkatan kerja.97 juta orang. Selanjutnya 63. Keadaan lain yang juga mempengaruhi pengangguran dan setengah pengangguran tersebut adalah keadaan kesempatan kerja. Implikasinya adalah produktivitas tenaga kerja rendah.6 juta orang. Tingkatkan perluasan lapangan kerja dari 91. Meningkatnya jumlah tenaga kerja formal dari 36.54 persen menjadi 15 persen pada tahun 2009.71 persen menjadi 60 persen dari jumlah yang bekerja pada tahun 2009. Menurunnya jumlah angkatan kerja usia sekolah dari 20.33 juta orang hanya berpendidikan SD kebawah. Mereka ini didominasi oleh angkatan kerja usia sekolah (15-24 tahun) sebanyak 20. yang hingga saat ini tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Pada sisi lain.65 juta orang menjadi 108.79 juta dari kesempatan kerja yang tersedia tersebut berstatus informal.33 persen kesempatan kerja ini berada disektor pertanian. Menurunnya jumlah setengah penganggur dari 28. Angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2002 sebesar 100. jumlah orang yang bekerja adalah sebesar 91. Pada tahun 2002.7 juta. 5. ini berarti bahwa angkatan kerja di Indonesia kualitasnya masih rendah.

kebijakan dan program-program yang perlu terus dibahas untuk menjadi kesepakatan semua pihak. Untuk mencapai hal tersebut disusun strategi. peningkatan Efektivitas Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja.Terbangunnya jejaring antara pusat dengan seluruh Kabupaten/kota. meliputi Pengendalian Jumlah Angkatan kerja peningkatan Kualitas angkatan Kerja. pembinaan Hubungan Industrial. .

tingginya jimlah pengangguran massal dan sedikitnya masyarakat yang memiliki kreatifitas dan inivasi – inovasi. misalnya dengan meningkatkan kesejahteraan dengan cara bekerja. masyarakat juga merupakan salah satu penyebab terjadinya permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia yaitu rendahnya tingkat pendidikan. meningkatkan kualitas dan mobilitas tenaga kerja dan mendorong jiwa wira usaha bagi angkatan kerja. Saran : Peran dari pemerintah sangat di harapkan untuk mengurangi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. sekolah yang tinggi dan mengembangkan krearivitas – kreativitas dan inovasi mereka.BAB IV PENUTUP Kesimpulan : Dari laporan tentang “Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonsia“ tersebut dapat disimpulkan bahwa permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia yang disebabkan oleh pemerintah diantaranya kurangnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh negeri maupun swasta. . Selain peran pemerintah masyarakat juga ikut berperan dalam mengurangi permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. upah kurang layak dan External factor ( sepeti krisis global yang menurut beberapa ahli krisis ini masih terus terjadi hingga 2010 ) selain penyebab dari pemerntah. minimnya perlindungan hukum. misalnya dengan memperluas lapangan pekerjaan.