Minggu ke II November 2010

E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Harga Rp.5000,-

Untuk Pengaduan dugaan tindak pidana korupsi
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK: Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 E-mail: pengaduan@kpk.go.id KPK On-line Monitoring System: www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi, Hubungi Biro Humas KPK: Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592 E-mail: informasi@kpk.go.id Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.com Sms: 0818418944

REDAKSIKU
Editorial
Ada Apa dengan Air Mata Presiden SBY?
MUSIBAH demi musibah tak henti-hentinya melanda negeri tercinta ini. Mulai dari banjir tsunami, longsor, kebakaran, kecelakaan pesawat terbangkereta api-kapal laut-bis, gunung meletus dan lain sebagainya. Akibatnya, ratusan ribu korban meninggal dan luka parah/ringan jika ditotal sejak peristiwa tsunami Aceh. Jika dikumpulkan air mata yang tumpah selama ini mungkin sudah mampu mengimbangi derasnya aliran sungai Musi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat menitikkan air mata setelah menyaksikan kondisi korban gunung merapi Sleman, Jawa Tengah. Sungguh luar biasa dan terkesan terharu Presiden SBY memeluk sejumlah pengungsi Gunung Merapi di penampungan di antara deraian air mata. Bahkan selama beberapa hari ia tinggal sekaligus berkantor di Gedung Agung DI Yogyakarta. Istana Negara ditinggalkan, dan sementara waktu ia melaksanakan tugas pemerintahan di Gedung Agung Yogyakarta. Kemudian setelah meletus Gunung Merapi yang merenggut nyawa ratusan korban tiba-tiba presiden SBY mengeluarkan kebijakan baru dengan membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipimpin setingkat menteri. Syamsul Maarif yang diangkat sebagai Kepala BNPB diminta Presiden agar memperkuat Institusi BNPB. Menurut presiden, Kepala BNPB yang berhubungan langsung dengan Presiden seperti BNP2TKI nantinya akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) serta pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi banyaknya korban jika terjadi bencana alam. Pembentukan BNPB dinilai cukup positip namun yang paling penting adalah hasil kinerjanya. Seperti dibentuknya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang dinilai belum juga mampu menyelesaikan berbagai permasalahan TKI di luar negeri. Yang menjadi pertanyaan kenapa baru sekarang atau lebih tepatnya setelah Gunung Merapi meletus baru terpikir oleh Presiden SBY untuk membentuk BNPB? Padahal bukan hanya sekarang saja terjadi bencana alam melainkan sudah sejak pertama sekali SBY dilantik jadi Presiden yakni tahun 2004. Yang paling parah dan sangat memprihatinkan sebenarnya justru musibah banjir tsunami di Aceh yang merenggut nyawa ratusan ribu korban. Dan setelah itu terus menerus negeri ini dilanda bencana seperti Maluku, Padang Sumatera Barat, Gunung Sinabung, Kepulawan Mentawai serta masih banyak lagi dan terakhir Gunung Merapi Sleman Jawa Tengah. Mestinya sejak terjadinya tsunami di Aceh sudah langsung dibentuk BNPB, bukan setelah negeri ini porak poranda. Anehnya lagi, baru kali ini terlihat jelas rasa pilu Presiden SBY hingga meneteskan air mata menyaksikan para korban di lokasi penampungan. Selama ini, meskipun ada musibah yang paling memprihatinkan seperti tsunami Aceh dan gempa bumi di Padang tapi Presiden SBY tidak sampai meneteskan air mata. Atau mungkin lolos dari sorotan kamera wartawan? Namun yang pasti Presiden SBY tampaknya memberikan perhatian khusus buat korban Gunung Merapi hingga rela menginap beberapa hari di Gedung Agung DI Yogyakarta. Tentu hal ini jadi pertanyaan besar, “ada apa di balik air mata presiden SBY dan kenapa baru sekarang terpikir olehnya untuk membentuk BNPB”?. Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja Presiden memang lamban. Kemudian, barangkali harus satu suku sama dia yang jadi korban yakni warga Jawa agar terbuka pikirannya untuk menciptakan program khusus penanggulangan bencana. Momen tersebut jelas memperlihatkan siapa dan bagaimana sebenarnya kinerja presiden SBY… redaksi

Minggu ke II November 2010

2

Surat Pembaca
Siswa Berseragam di Warnet Mohon Ditertibkan Sebagai orangtua saya sangat kecewa terhadap pengusaha warung internet (Warnet) yang hanya memikirkan keuntungan tanpa peduli terhadap masa depan anak bangsa khususnya para siswa-siswi. Pasalnya, para pengusaha warnet menampung sekaligus melayani para siswa yang masih mengenakan seragam sekolah. Mereka tidak tahu apakah siswa tersebut sudah pulang sekolah atau memang sengaja bolos. Seperti di Kec. Jatiasih, Kota Bekasi semakin marak warnet apakah semuanya memiliki ijin atau tidak. Parahnya, selain melayani anak siswa berpakaian seragam juga sepertinya tidak ada batas waktu beroperasi. Ada sebagian warnet buka 24 jam tanpa ada tindakan tegas dari pihak petugas. Akibatnya banyak siswa yang sampai menginap di warnet tersebut terutama pada malam Minggu. Untuk itu, kami orangtua siswa memohon kepada pihak Polsek Jatiasih agar menertibkan warnet demi masa depan anak-anak. Masalahnya, usaha warnet kami anggap merusak anak-anak apalagi beroperasi hingga larut malam bahkan sampai pagi. Kami minta, selain menertibkan, petugas kepolisian juga menindak tegas pengusaha warnet yang tak taat pada aturan. Kami tunggu realisasinya, dan atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. (Ibu Maryati warga Jatiasih)

Pojok RaNus

Ngoceh Aahhh…
BELUM lama ini seorang ibu bersama anaknya keluar dari salah satu kantor UPTD Pendidikan di Wilayah Kota Bekasi. Sembari menghidupkan mesin sepeda motornya, dengan wajah agak kesal ia memperhatikan beberapa orang Pegawai berseragam Pemkot Bekasi sedang asyik duduk dan ngobrol di warung kopi. “Enak amat nyantai aja di warung kopi pada jam kerja, padahal mereka nggak sadar gajinya dari saya juga”, gerutu ibu tersebut. “Lho…ibu perhatikan juga rupanya ya, dan sepertinya ibu pintar?” kata RaNus mengomentari. “Ya yalah…gaji mereka itu kan dari setoran pajak saya setiap bulan dan pertahun. Makanya, kalau melihat seperti ini jadi malas rasanya bayar pajak, soalnya kita butuh pelayanan tapi mereka malah nyantai di warung”, sahutnya sembari pergi. Setelah diselidiki, ternyata ada urusan Administrasi yang dibutuhkan ibu tersebut di kantor UPTD itu. Staf kantor bilang bahwa petugasnya sedang keluar kantor. Setelah lama menunggu rupanya petugasnya adalah orang yang duduk santai di warung kopi tersebut. Akibatnya ibu itu kesal soalnya masih pagi dan saat jam kerja tapi sudah nyantai tanpa perduli akan tugas dan kewajibannya. mad RaNus

Telepon Penting Kantor Polisi
TMC Polda Metro Jaya Telp. (021) 527001 Piket Laka Polda Metro Jaya Telp. (021) 83791946 Piket Res. Polda Metro Jaya Telp. (021) 5234080 SPK Polres Jakarta Barat Telp. (021) 5482371 SPK polres Jakarta Selatan Telp. (021) 7200110 SPK Polres Metro Jakut Telp. (021) 4391017 SPK Polres Metro Jakpus Telp. (021) 3450410 SPK Polres Metro Jaktim Telp. (021) 8191476-8192262 SPK Polres Depok Telp. (021) 77202414 SPK Polres Kab. Bekasi Telp. (021) 89110249 SPK Polres Metro Bekasi Telp. (021) 8841110 SPK Polres Metro Tangereang Telp. (021) 5523160 SPK Polres Metro Tangerang Telp. (021) 5995550

TARIF IKLAN
Iklan halaman Fullcolor (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 40.000.000 Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 20.000.000 Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 10.000.000 IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 72.00 0.000 Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 36.000.000 Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp18.000.000 IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)

Diterbitkan Oleh: CV. Nadya Tama Globalindo Pimpinan Perusahaan: Eslyna, T Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Shindak, SH Wakil Pemimpin Umum: Parulian Silalahi, Drs, Benny, S. Wakil Pimpinan Redaksi: TAHI.BP.SITOMPUL, Redaktur: Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Charles P, Drs. Beny, S Sekretaris Redaksi: Rohmah, Ayu Bendahara: Wanti, Partini Dewan Penasehat: Afandi.SH, Manjadi.Silalahi,SH, Ferdinan.SH,Iyus Faundra.SH,MA, Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, SP, Silalahi.SH, M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, Haposan Marbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, Jonny Manulang. SH Dewan Redaksi: P. Manalu, Swindak Marbun, Ery Safrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, W.Bakara, Herman Pribadi. Libank: R.Pictor Simatupang Sirkulasi: Anto, Adi, Feri Design/Layout: Ifank (08561245731) Nomor Rekning: Bank Mandiri No Reg. 1250007565427 Bank BRI No.Reg. 722901000683534 Bank BCA No.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH

HUBUNGI: Partini: 081313936905 - 081510730302 - 93576028 - 96813377

STAF REDAKSI: Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH,Ir.Effendi,Fahrudin,Albero Simbolon,Junaidi,Titin Rukmini, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang,Mulyono,Deni saputra, Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho,Jejen, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto, Parulian.Smjk.SE, Drs.Walinton S, R,Wijaya.S, Budi Santoso.SE, Henri Pakpahan, Nofal, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Jalentar, Anto, Rohmayanti, Andini, Yono, Maringan,Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady. Claudius. S BIRO-BIRO DAERAH: Sulawesi : Jarwo, Irwansyah, Maluku : Budiman, Irian Jaya : Wilman, Budi, Papua : Wati, Herman, Jawa Tengah : Sugiarto, Hartoyo, Jogya : Sulaeman, Danuri, Jawa Timur: Binsar,Reno, Bangkalan: Sudirman.Wanti, Magelang: Kardi,SH.Dasila,Banyuwangi: Budiman,Robi.SE, Blitar: Hasbi.SE, Bojonegoro: Burhan.Bertus. Bondowoso: Sugeng, Gersik: Maulana, Ibrahim Jombang: Kusnadi,Hadiro, Kediri : Sugeng, Ramlan,SH Makasar: Yudi, Arifin, Sorong: Antonius, Yudika, Fakfak: Saor,SH,Didi, Sorong: Leo,Fernando,Mandailing Natal; Julius. SH, Maria. Langkat: Sorta,Jonny Pardede.SE,Karo: Kondy. Elly,Dairi: Imam.SH,Budiman, Asahan: Patar,Gukis,Marta Nias: Samsul, Ikhmal, Bengkulu: Radit, Samsudin, Tebing Tinggi: Rizal Budi, Medan: T. Edi. S. Sianturi, (perwakilan) Gorontalo: Nikmal, Wawan, Batam: Presly sitompul,Serdang Bedage: Edy Saputra, Majalengka: Drs. S. Simatupang, Karawang: Hasudungan pardede, Deni Maret. S, Deliserdang: Jenting, Nangro Aceh Darusalam: Budiman.Jamin.Ginting. Aceh Tenggara: Edison Nabaan,Mindo.Riau: Robinson Sirait.Waldimar.P, Lampung: Marto,Budiman,Merry,Bali: Henri, Agung, Bandung: Cecep. Iwan, Cirebon: Carles, Biman, Ciamis: waluyo, Marto, Banjar: Yansen Napitupulu: Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian,Banten: Yogi. Sudirman, Lebak: Burhan Samosir. Ricardo, Tangerang: Abner,Yunus, Pandeglang: Justin Simamora, SE. Marlon. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH, Tanggamus: Lambok,Rico.Sarden, Merto: Darwin.SH. Pekan Baru: Aminuddin Sitompul

Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021)96813377- 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Seluruh Wartawan Radar Nasional Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

RADAR UTAMA

Minggu ke II November 2010

3

ISTANA MENANGIS
Jakarta, RadarNusantaraGempa fulkanik Gunung Merapi Sleman, Jawa Tengah mengundang rasa prihatin serta pilu masyarakat Indonesia setelah sebelumnya gempa tsunami melanda Kepulawan Mentawai, Sumatera Barat. Akibatnya ratusan korban meninggal dan ratusan korban mengalami luka. Jumlah korban gempa fulkanik Gunung Sinabung, Sumatera Utara belum lama ini tidak seberapa jika disbanding dengan korban tsunami Mentawai dan letusan Gunung Merapi.

Gubernur Sumbar Masabodo...?

Gunung Semeru Diantisipasi
Surabaya, Radar NusantaraSampai saat ini Gunung Semeru masih terus beraktivitas dan pemerintah menetapkan status waspada terhadap gunung tertinggi di Pulau Jawa. Jika terjadi bencana di Semeru, Polda Jatim sudah menyiapkan 1 kompi personel untuk membantu penanganan. “Kita siap sewaktu-waktu ada bencana alam. 1 kompi bisa digunakan bencana apa saja. Misalnya di Yogyakarta minta kita siap. Misalnya di sini bencana, kita siap,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti kepada wartawan usai melepas pengiriman bantuan bencana Gunung Merapi, di mapolda, Jalan Ahmad Yani, baru-baru ini. Kapolda mengaku sampai saat ini, pihaknya masih mendapatkan informasi tentang lahar dingin yang meluncur dari Gunung Semeru. Namun, pihaknya tetap memantau perkembangannya. “Kita sudah sampaikan ke Polres Lumajang, untuk selalu memantau perkembangannya. Apakah aktivitasnya terus meningkat atau tidak,” tuturnya. Sedangkan untuk langkah-langkah yang akan dilakukan bagi warga untuk mengungsi, mantan Kapolres Probolinggo itu mengaku, akan berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah Jawa Timur. “Nanti kita koordinasikan dengan badan penanggulangan bencana daerah. Kita bekerja bukan sendiri-sendiri. Kita siap sewaktu-waktu ada bencana,” jelasnya. Gunung Semeru saat ini statusnya masih waspada. Lidah lava di Gunung Semeru rawan longsor dan dapat menimbulkan awan panas guguran maupun longsoran lahar dingin. (reno)

MELIHAT gempa demi gempa beruntun di negeri ini yang jarak waktunya tidak begitu lama sekilas kita bertanya, kenapa dan apa sebenarnya yang bakal terjadi. Pasalnya, bumi negeri ini nyaris porak poranda akibat sederetan peristiwa gempa yang membuat banjir air mata serta jeritan tangis di mana-mana. Bahkan tak ketinggalan pula presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus melap air mata saat menyampaikan pidato kenegaraan dari istana Negara. Sembari menyeka air mata SBY menghimbau agar warga segera meninggalkan Gunung Merapi dan berkumpul di lokasi penampungan yang sudah disiapkan pemerintah setempat, sebab kemungkinan besar akan terjadi gempa susulan. Dan memang benar, tiap hari Gunung Merapi meletus mengeluarkan lahar panas, kadang lahar dingin, lumpur panas disertai asap tebal dan hitam. Bahkan se-

makin lama letusan Gunung Merapi semakin ganas dan semakin jauh mencapai radius 20 Km. Akibatnya korban semakin bertambah dan khabarnya sudah hampir 200 an meninggal dan sekitar 300 mengalami luka. Mendengar korban semakin bertambah, Presiden langsung turun ke lokasi penampungan korban Gunung Merapi. Di antara Deraian air mata, Presiden SBY berbincang-bincang dengan para korban. Bahkan sebagai bentuk perhatian khususnya, SBY terpaksa menginap di Gedung Agung DI Yogyakarta. Selama beberapa hari di sana ia melakukan tugas Pemerintahan Negara. Ia juga ikut langsung memantau situasi dan kondisi korban di penampungan sekaligus mengamati proses penyaluran bantuan terhadap para korban. Pada kesempatan itu juga Presiden berjanji akan mengganti ternak warga yang mati akibat gempa dengan harga standart pasaran umum. Namun sampai saat ini belum juga terealisasi janji dari Presiden tersebut. Para korban mengharapkan secepatnya terealisasi agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sejumlah kalangan menilai bah-

wa tertundanya pencairan ganti rugi ternak warga tersebut disebabkan masalah harga. Masalahnya Presiden berjanji akan mengganti sesuai dengan harga pasaran umum, sementara warga berpatokan pada situasi sekarang ini menjelang Lebaran Haji dimana harga sapi dan Kambing melonjak tinggi. Sehingga belum ada titik temu antara warga dan Pemerintah soal kesepakatan harga. Pergi ke Jerman Saat Presiden SBY memberikan motivasi dan semangat kepada para korban bencana Gunung Merapi, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Praiytno justru jalan-jalan ke Munchen, Jerman. Padahal, wilayahnya yakni Kep. Mentawai juga baru saja dilanda bencana tsunami yang mengakibatkan ratusan korban meninggal dan ratusan mengalami luka. Belum juga kering air mata para korban tapi Gubernur Sumbar seakan tak perduli, malah bersantai melakukan kunjungan ke Jerman. Mengetahui hal ini, mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla (JK) merasa kecewa dan kesal. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini menyesalkan sikap Ir-

wan Prayitno yang seolah-olah lebih mementingkan jalan-jalan ke luar negeri dibanding mengurusi sekaligus menyelesaikan permasalahan di wilayahnya. “Mestinya dia (Irwan Prayitno-red) tak perlu pergi ke Jerman meskipun ada undangan resmi sementara warganya masih berduka karena baru saja mengalami musibah bencana tsunami. Lebih baik diurusi saja dulu para korban yang saat ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan”, tandas pria yang akrab disapa JK ini. Dikhabarkan bahwa sampai saat ini situasi dan kondisi Kep. Mentawai belum pulih dan normal akibat bencana tsunami. Selain butuh tempat tinggal, para korban juga masih butuh sandang pangan kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, proses pengiriman bantuan tidak bias lancar disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga mengganggu penerbangan. Begitu juga pengiriman bantuan lewat laut terganggu akibat angin kencang dan ombak besar. Hal tersebut membuat suplay kebutuhan sehari-hari para korban tersendat-sendat. Mensesneg Sudi Silalahi juga sangat menyesalkan kepergian Gub. Sumbar ke Jerman dalam kondisi warganya kena musibah. (BS)

Warga Pinggiran Pantai Mentawai Direlokasi
Sumbar, Radar NusantaraWarga dusun-dusun terparah di Mentawai yang terkena dampak gempa dan tsunami akan segera direlokasi. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, sore kemarin. Menurutnya mengingat desadesa terparah yang terkena tsunami ini memang tak layak lagi dijadikan pemukiman. “Kita akan merelokasi semua warga dusun-dusun Mentawai yang terkena sapuan tsunami 25 oktober lalu. Kita akan merelokasi mereka ke desa Taikako yang merupakan bekas pemukiman warga trans dari Jawa,” paparnya. Di desa Taikako tersebut bisa menampung sekitar lebih kurang 600 kepala keluarga. Soal status tanah ulayat daerah ini akan dibicarakan dengan Bupati Mentawai . “Menurut bupati pemukiman trans ini sudah ditinggal pergi penduduknya sejak lama. Jadi untuk status tanah ulayat ini sudah tidak ada masalah lagi,” paparnya. Diharapkan dengan direlokasinya warga di beberapa dusun ini pada satu tempat bisa mendorong kemajuan di Kepulauan Mentawai. Selama ini yang menjadi penghambat berkembangnya dusun-dusun di Mentawai karena terlalu berpencarnya penduduk. “Kebanyakkan desa-desa di Mentawai hanya berpenduduk rata-rata 30 KK. Karena terlalu sedikitnya jumlah penduduk ini, membuat pemerintah serba salah dalam membangun. Jika dibangun prasarana seperti jaringan telpon, akses transportasi, yang bagus atau prasarana lainya takut mubazir. Namun jika tidak dibangun ya seperti ini jadinya, desa tersebut tak kunjung berkembang dan saat terjadi bencana semuanya menjadi rumit dan banyak memakan korban,” jelas Irwan. (amri)

RADAR UTAMA
Walikota Kangkangi PP48 Tahun 2005

Minggu ke II November 2010

4

Ratusan Guru TKK Dinas Pendidikan “Fiktip”
Bekasi, Radar NusantaraRatusan guru status tenaga kontrak kerja (TKK) dilingkungan dinas pendidikan diduga fiktip, hal ini terungkap saatsejumlah kelompok tenaga pendidik dan kependidikan melakukan unjuk rasa kekantor walikota dan dinas pendidikan baru-baru ini,
dan kependidikan dari tenaga sukarelawan (Sukwan) yang bekerja pada sekolah negeri dilingkungan pemkot bekasi menjadi tenaga kontrak kerja.. Sejak bulan Juli hingga Desember 2008 walikota Muchtar Mohammad mengangkan 3002 tenaga pendidik (Guru) dan kependidikan dari status sukwan menjadi TKK namun dari 3002 guru TKK yang diangkat sebanyak 310 diduga fiktip, hal ini dapat dibuktikan setelah tim dari dinas pendidikan melakukan verifikasi. Tindakan walikota bekasi dalam pengangkatan tenaga kontrak kerja (TKK) dinilai sejumlah aktivis sangat arogan dan bertentangan dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Didalam pasal 8 berbunyi sejak ditetapkannya peraturan pemerintah ini, semua pejabat pembina kepegawaiann dan pejabat lain dilingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Larangan dalam PP 48 tersebut sudah sangat jelas namun janji politik kepada para guru sukwan saat kampanye pilkada harus ditepati, terpaksa walikota Muchtar Mohamad pasrah mengangkangi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, celutuk para aktivis usai unjuk rasa para guru TKK. Kasubag kepegawaian dinas pendidikan Yanti Mariawati,SPd saat ditanya Radar Nusantara perihal ke absahan sejumlah tenaga pendidik dan kependidikan menjelaskan, jumlah guru honorer/tkk (non PNS) 9750 orang, guru status PNS 6236 orang. Yanti mengaku hasil verifikasi jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dalam keputusan walikota, ditemukan pengangkatan gelombang pertama dari 2049 orang ternyata hanya 1919 dan gelombang kedua 953 setelah di verifikasi tinggal 773 orang. Menyinggung amburadul bio data pengangkatan guru TKK dan Staf tata usaha di sekolah-sekolah, Yanti enggan berkomentar, seraia menyarankan agar Radar Nusantara menanyakan masalah ini kepada kepala dinas pendidikan serta badan kepegawaian daerah (BKD), ucapnya. Ribuan guru tenaga kontrak kerja (TKK) dan guru honorer saat ini resah disebabkan edaran direktorat jenderal anggaran departemen keuangan, dimana dalam surat edaran tersebut memerintahkan kepada kepala daerah agar tidak membiayai pegawai honorer dalam APBD tahun anggaran 2011. Akibatnya para guru status honorer, TKK bingung akan nasib mereka pada tahun mendatang, selama ini gaji yang kami terima sangat kecil bahkan tidak dapat mencukupi kebutuhan seharihari, apa mungkin pihak sekolah tempat kami mengajar mampu menggaji Rp.300.000/bulan sama dengan honor dari pemda yang selama ini kami dapatkan, keluh Darmini salah seorang guru TKK dikota bekasi. ( Anton )

Properti Semrawut, Boediono Janji Benahi Kebijakan
Jakarta, Radar NusantaraPemerintah mengakui lemahnya kebijakan soal tata ruang sehingga kondisi letak pemukiman dan bangunan properti lain masih semrawut alias berantakan dan tak tertata rapi. Karena itu Wakil Presiden Boediono berjanji memperbaiki kebijakannya. “Pemerintah pusat dan daerah harus koreksi. Supaya tidak terjadi lagi kesemrawutan karena tidak ada rencana rasional terhadap tata kota,” ungkap wapres dalam sambutan Munas REI ke-3 di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta baru-baru ini. Boediono menambahkan, masih banyaknya masalah dalam interseksi kawasan perkotaan sebagai wilayah sentral seperti lalu lintas yang padat, hingga banjir. Selain janjinya untuk memperbaiki kebijakan tersebut, Boediono juga mengajak seluruh pelaku pemukiman, dalam hal ini Real Estate Indonesia (REI), juga bahu membahu mengatasi kesemrawutan pemukiman di Indonesia. “Ini kelemahan negara berkembang (tata ruang). Ada yang sedang proses. Hal ini harus bersama-sama karena cita-cita mewujudkan rencana jangka panjang sebagai warisan anak cucu,” ungkapnya. “Pemerintah difokuskan pada tanggung jawab dan tugasnya. Juga bagi pelaku, hingga semua mencapai titik temu. Tidak hanya koordinasi kebijakan, tapi juga implementasi dari kebijakan. Kelemahan kebijakan harus dituntaskan,” tegas Boediono. Munas Ke13 REI ini rencananya akan diikuti oleh 875 orang dari DPD REI seluruh Indonesia dari total anggota sekitar 1.700-an perusahaan. Penyelanggaraan Munas kali ini, DPP REI menghabiskan dana Rp 2 miliar. Menurut Ketua Umum DPP REI F. Teguh Satria, anggaran memang meningkat dibandingkan Munas sebelumnya, tiga tahun lalu. Pasalnya proses mekanisme pemilihan calon ketua umum baru memang mengalami penyesuaian. Terdapat empat nama calon ketua REI periode 2010-2013, mereka diantaranya Alwi Bagir Mulachela, Komisaris PT Umawar Isasabluza. Juga ada Djoko Slamet Utomo, Direktur Utama Umawar. Ditambah, Muhammad Nawir Komisaris PT Wika Realty Tbk, dan Setyo Maharso, Direktur PT Cakra Sarana Persada. (darmawan) meskipun sebenarnya pada hari kerja (dinas). Masalahnya, bukan tidak mungkin selain dari mereka ini masih banyak kepala sekolah lain yang memiliki bakat dan keterampilan olah raga bulu tangkis. Hanya saja, mereka lebih mementingkan tugas dan kewajiban sehari-hari sehingga memilih waktu olah raga di luar jam kerja. Hal ini sekedar masukan buat Walikota dan Kadisdik Kota Bekasi, mudahmudahan ditindak lanjuti dan direalisasikan. (tim)

SESUAI keputusan walikota bekasi nomor.814.1/Kep.106A/ BKD/XII/2008 tentang peningkatan status tenaga pendidik

Terkait Main Badminton pada Hari Kerja
Bekasi, Radar NusantaraSeperti diberitakan RaNus pada edisi sebelumnya, banyak kepala sekolah dan guru di Jatiasih, Kota Bekasi memanfaatkan hari kerja yakni pada hari Jumat untuk olah raga badminton (bulu tangkis). Artinya, para Kepala Sekolah dan guru tersebut dinilai tidak disiplin melaksanakan tugas dan kewajibannya sehari-hari. Waktu yang seharusnya untuk Dinas (kerja) justru digunakan buat kegiatan olah raga bulu tangkis. Parahnya lagi, sehabis olah raga badminton dan sholat Jumat mereka tidak kembali lagi ke Sekolah, melainkan pergi ke acaranya masing-masing. Kemudian sesuai hasil Investigasi RaNus, ternyata bukan hanya Kepala Sekolah dan guru di Jatiasih saja melakukan hal itu tapi juga Kecamatan lain di wilayah Kota Bekasi. Terlepas dari masalah pelanggaran disiplin kerja dengan mencuri waktu untuk olah raga, dipandang dari sisi positipnya ternyata banyak Kepala Kekolah dan guru memiliki bakat dan kemampuan di bidang olah raga khususnya bulu tangkis. Hal itu dibuktikan dengan semangat serta rutinuitas mereka main bulu tangkis setiap hari Jumat. Hanya saja pada saat ini sifatnya Perorangan saja di samping menyalurkan hoby juga untuk kesehatan. Mestinya, ada semacam pembinaan khusus sekaligus sering diadakan kompetisi antar Kepala Sekolah dan guru tingkat Kecamatan, Kota/Kabupaten, Propinsi maupun Tingkat Nasional. Hal itu

Perlu Pengawas Bidang Olah Raga
bertujuan untuk mencari bibit bibit pemain bulu tangkis handal, berprestasi serta professional. Persoalannya hanya masalah waktu untuk latihan maupun pendalaman keterampilan. Mengingat jam kerja Kepala Sekolah dan guru 6 hari yakni dari Senen sampai Sabtu, sehingga mereka terpaksa mencuri waktu yang tepat utnuk menyalurkan bakatnya. Dan waktu yang paling tepat bagi mereka adalah hari Jumat. Tentu untuk mengapresiasikan bakat olah raga masingmasing Kepala Sekolah dan guru tersebut, Walikota melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi, Kodrato perlu membuat kebijakan dengan memberikan waktu sehari dalam seminggu khusus kegiatan olah raga. Dengan demikian untuk ke depan tidak ada lagi pelanggaran disiplin kerja mencuri waktu untuk kegiatan olah raga khususnya bulu tangkis. Seperti disebutkan di atas, menuju ke tingkat Professional dibutuhkan pembinaan yang serius. Selanjutnya dibutuhkan juga beberapa personil yang bertugas di bidang pengawasan olah raga baik di Disdik maupun lingkungan UPTD Kecamatan. Sesuai hasil pemantauan RaNus selama ini yang layak diangkat jadi pengawas olah raga dari Kec. Jatiasih antara lain, Latiyo S, SPd, H. Achmadi, Uca Junaidi, Dai Rohiman serta beberapa guru. Sebab mereka ini dinilai cukup potensial dilihat dari semangatnya melakukan olah raga bulu tangkis setiap Jumat

Persediaan Stok BBM Pertamina Tak Ingin Disalahkan
Jakarta, Radar NusantaraPT Pertamina (Persero) merasa tak diuntungkan karena dianggap paling bertanggung jawab terhadap stok BBM nasional. Perseroan berharap pemerintah mulai berlaku sebagai penanggung jawab ketersediaan stok BBM nasional. Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan, Pertamina akan siap bertanggung jawab hanya kepada stok penjualan. “Dalam ketersediaan BBM tidak ada kejelasan mengenai siapa yang tanggung jawab dalam ketersediaan BBM. Pertamina diposisikan untuk tanggung jawab terhadap stok BBM. Harapannya pemerintah yang bertanggung jawab stok, Pertamina bertanggung jawab terhadap stok penjualannya,” tutur Harun dalam diskusi di Hotel Nikko, Jakarta, baru-baru ini. Banyak keluhan-keluhan yang disampaikan Harun mengenai tugas Pertamina. Karena Pertamina merupakan BUMN yang 100% dikuasai oleh negara, Harun berharap Pertamina mendapatkan perlakuan khusus (privillage) soal pelaksanaan tugasnya sebagai penyalur BBM bersubsidi. Menurutnya pengaturan penyaluran BBM bersubsidi belum jelas. “Diharapkan Pertamina dapat privilege untuk pelaksanaan PSO dengan teteap memperhatikan marjin yang menguntungkan bagi Pertamina selaku BUMN. Apabila Pertamina tidak diberikan privillage, maka pada perusahaan lain harus diberikan perlakuan pertanggungjawaban yang sama dengan Pertamina,” tutur Harun. Dalam kesempatan itu, Harun meminta pemerintah juga ikut mengatur harga BBM non subsidi. Carangan dengan menetapkan batas atas dan bawah harga BBM non subsidi yang dijual setiap pelaku ritel BBM di Indonesia. Di sektor hulu, Pertamina juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan insentif terhadap pembangunan kilang-kilang baru. Sehingga pembangunan kilang dapat menjadi prioritas bagi perusahaan migas. (candra)

RADAR UTAMA

Minggu ke II November 2010

5

Korban Bencana Jangan Diberi Raskin
Padang, Radar NusantaraKomisi IV DPR meminta Bulog tetap siaga mencukupi kebutuhan beras bagi para korban bencana di Wasior Provinsi Papua Barat, Mentawai Provinsi Sumatera Barat, dan kawasan Gunung Merapi di Jogjakarta. Stok beras bagi para korban bencana juga diminta tidak diambil dari raskin melainkan dari cadangan beras nasional.
untuk korban bencana. Sebab Indonesia masih swasembada beras hingga Januari 2011. Masalah yang dikhawatirkan justru stok beras nasional ke depan yang diprediksi akan terganggu dengan terjadinya bencana letusan Gunung Merapi. “Wilayah Klaten itu dikenal sebagai sentra beras untuk Jawa Tengah. Setelah wilayah itu terkena abu vulkanik, diperkirakan akan berpengaruh pada stok beras nasional di masa mendatang,” papar Zaini. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DRR RI Herman Khoeron meminta Kementerian Pertanian segera mendistribusikan varietas padi yang tahan terhadap genangan air. Berdasarkan hasil kunjungan anggota komisi ke beberapa daerah selama reses, mereka banyak menerima keluhan dari petani soal padi mereka yang tergenang air akibat hujan yang terus-menerus mengguyur. “Kalau petani di daerah banjir tetap menanam padi yang tidak tahan terhadap genangan air, dikhawatirkan mereka akan gagal panen. Sehingga target produksi padi dalam negeri yang meningkat 2 persen dari tahun lalu akan meleset. Akibatnya, stok beras nasional tidak aman,” kata Herman. (ari)

Mengenang Masa Silam, Obama Santap Bakso
Jakarta, Radar NusantaraAsosiasi Pedagang Mi dan Bakso (Apmiso) menyatakan sudah mendapat respon terkait kepastian penyajian bakso untuk Presiden Barack Obama. Namun bakso yang dihidangkan adalah bakso yang dibuat oleh Istana, bukan dari pedagang bakso yang tergabung dalam Apmiso. “Saya sudah dapat jawaban dari Bu Ani Yudhoyono, bakso memang dihidangkan kepada Barack Obama,” kata Ketua Umum Apmiso Trisetyo Budiman kepada detikFinance, Selasa (9/11/2010) Ia mengatakan jawaban ini langsung ia peroleh dari Ibu Negara Ani Yudhoyono melalui pesan singkat. Rencananya pedagang bakso melalui Apmiso akan diundang ke Istana nanti malam pada acara makan malam kenegaraan. “Apmiso diundang ke istana, nanti malam,” katanya Tri mengatakan pihaknya tak terlalu mempermasalahkan masalah ini. Menurutnya yang terpenting keinginan pedagang bakso sudah bisa dipenuhi. Berikut ini petikan SMS dari Ibu Negara Ani Yudhoyono; “Bapak Trisetyo Budiman, benar kami menghidangkan Nasi Goreng dan Mie Bakso untuk Presiden Barrack Obama dan Ibu Michelle. Bapak (SBY) dan saya sangat menghargai niat baik Bapak dan teman-teman. Namun dengan permohonan maaf mi bakso yang akan dihidangkan sudah kami pesan, ini semua sudah dicek oleh pihak kedutaan. Barangkali tidak selezat yang diproduksi oleh teman-teman, namun semuanya memang harus memenuhi standard dan aturan kesehatan dan keamanan yang telah ditetapkan”, demikian disampaikan. (reni)

“Kami sudah menghubungi Bulog dan mereka menyatakan stok beras untuk korban bencana cukup. Kalau kurang bisa meminta tambahan karena Bulog siaga,” kata Zaini Rahman, anggo-

ta Komisi IV dari Fraksi PPP. Dia menjelaskan, jumlah cadangan beras nasional yang dikirimkan kepada korban bencana tergantung permintaan pemerintah daerah masing-masing.

Yang jelas, beras itu tidak diambil dari raskin. “Kualitasnya lebih baik dari raskin,” kata Zaini. Dia melanjutkan, yang dikhawatirkan saat ini sebenarnya bukan kurangnya stok beras

RI Kaji Samurai Bond di Tahun 2011
gelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, banyak instrumen surat utang yang sedang dikaji pemerintah. Beberapa di antaranya adalah Samurai Bond dalam denominasi Yen dan Euro bond yang membidik pasar Eropa. “Kita belum menentukan jumlah, rinciannya, waktunya. Karena kita setelah ditetapkan defisitnya berapa dan lain sebagainya baru kita tahu jumlahnya. Kalau total sekitar Rp 200 triliun mungkin baru kita tentukan berapa yang domestik, berapa yang internasional, berapa yang ritel, berapa yang non ritel, kira-kira itu. Berapa yang konvensional, berapa yang syariah,” jelasnya. Untuk Samurai Bond, saat ini masih cukup aman karena dijamin oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Namun jika tahun depan pemerintah mendapatkan investment grade, maka tak perlu lagi penjaminan dari JBIC. Rahmat menyatakan, pemerintah juga tetap melakukan pengkajian terhadap instrumen lain, termasuk Euro Bond. Namun, untuk tahun depan, lanjut Rahmat, pihaknya memastikan belum ada instrumen baru untuk pembiayaan melalui utang. “Ya itu semua kita kaji, cuma mana yang mau kita terbitkan keputusannya nanti,” tukasnya. (jejen)

Jakarta, Radar NusantaraPemerintah berencana untuk menerbitkan surat utang Rp 200 triliun di 2011. Jumlah yang san-

gat besar ini akan ditutup dengan berbagai instrumen surat utang termasuk Samurai Bond yang terbit di Jepang. Dirjen Pen-

Hari Raya Idul Adha Ditetapkan 17 November
Jakarta, Radar NusaantaraKementerian Agama (Kemenag RI) menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu (17/11). Sedangkan pemerintah Arab Saudi dan Muhammadiyah menetapkan pada Selasa (16/11). Karena itu Kemenag RI berharap perbedaaan ini jangan sampai membuat perpecahan. Perbedaan adalah hal yang biasa. Pemerintah juga tidak bisa memaksakan keyakinan masyarakat agar mengikuti ketetapan pemerintah untuk merayakan Idul Adha pada 17 November tersebut. Demikian hasil sidang istbat Kementerian Agama bersama sejumlah ormas Islam menetapkan perayaan Idul Adha jatuh pada hari Rabu (17/11).Pemerintah mengimbau kepada umat Islam agar memilih pelaksanaa Idul Adha sesuai keyakinannya. “Majelis Ulama, ormas Islam, dan pemerintah menetapkan tanggal 17 November. Berbeda dengan Muhammadiyah. Tergantung keyakinannya masing-masing untuk memilih,” tandas Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar pada wartawan di Gedung Depag RI Jakarta, baru-baru ini. Menurut Mustasyar PBNU ini pada Sabtu 6 November lalu, pemerintah sudah melakukan rukyat di 36 titik. Namun tidak ada satu pun yang melihat hilal. Begitu juga dengan seluruh menteri-menteri agama di berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. ”Tidak ada satu pun yang melihat bulan. Karena posisi bulan yang disepakati ormas Islam itu 2 derajat. Sedangkan posisi hilal kemarin itu hanya 0 derajat 19 menit sampai ke Indonesia bagian barat 1 derajat 21 menit,”ujar Guru Besar UIN Syahid Ciputat Jakarta itu. Pemerintah Arab Saudi menetapkan hari raya Idul Adha (korban) jatuh pada hari Selasa, tanggal 16 November 2010. Kantor berita Arab Saudi, SPA menyebutkan, penetapan itu dilakukan setelah otoritas berwenang di Saudi setelah melakukan pengamatan bulan pada Sabtu (6/11) malam lalu yang diperkuat dengan hasil perhitungan para astronom resmi di Saudi Arabia. Dengan demikian, sekitar 1,5 juta jamaah calon haji dari seluruh dunia akan memulai ritual haji diawali dengan wukuf di Arafah pada hari Senin, tanggal 15 November 2010. Saat ini, sebagian besar calon jamaah haji Indonesia telah berada di Makkah untuk menunggu hari puncak haji, atau haji di Arafah tersebut. Kedatangan terakhir jamaah haji Indonesia di bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Rabu (10/11), bersamaan dengan closing date bandara tersebut bagi kedatangan jamaah haji pada pukul 24.00 WAS. (tim)

RADAR UTAMA
PT Pana Cipta Abaikan UUK

Minggu ke II November 2010

6

Disnaker Kab Bekasi Diminta Jangan Tutup Mata

PLN Siapkan “Pasukan Berani Mati”
Jakarta, Radar NusantaraPT PLN (Persero) menyiapkan ‘pasukan berani mati’. Mereka sebagian merupakan didikan negara asing dan akan ditugaskan untuk melakukan pemeliharaan listrik tanpa mematikan listrik. Dirut PLN Dahlan Iskan mengatakan, para ‘pasukan berani mati’ ini sebagian dididik di Korea Selatan dan Brasil, dan sebagian lagi merupakan didikan dari Pusdiklat PLN di Semarang. Mereka juga telah dikarantina dan dididik mentalnya di Markas Kopassus Batujajar selama 3 hari. “Itulah pasukan berani mati yang dibentuk PLN untuk memasuki babak baru pemeliharaan tanpa mematikan listrik,” ujar Dahlan kepada wartawan baru-baru ini. Untuk saat ini, lanjut Dahlan, ‘pasukan berani mati’ PLN itu masih berjumlah 600 orang dan akan disebar di seluruh wilayah Indonesia. PLN berniat menambah jumlah ‘pasukan berani mati’ itu hingga 5.000 orang. Nama resmi dari ‘pasukan berani mati’ PLN itu adalah Pasukan Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Rencananya, PLN akan menggelar apel besar Pasukan PDKB ini pada Rabu, 10 November 2010 besok di Parkir Timur Senayan, Jakarta. “Dalam apel besar besok, saya akan dikukuhkan sebagai anggota kehormatan PDKB, dengan syarat harus menjalani inisiasi dengan cara berani memegang kabel listrik dalam keadaan bertegangan,” ujar Dahlan. Rencananya, inisiasi yang akan dilakukan oleh Dahlan Iskan itu akan disaksikan oleh seluruh peserta apel. (agus)

Aksi damai yang dilakukan Karang Taruna Telaga Asih di halaman Perusahaan

Bekasi, Radar NusantaraSungguh memprihatinkan nasib ratusan karyawan atau Pekerja PT. Pana Cipta yang berlokasi di Kawasan Gobel Cibitung.
PASALNYA pihak Pengusaha menganggap Undang-Undang Ketenagakerjaan hanya sebagai Simbolis dalam pelaksanaan penggunaan Tenaga kerja agar Pemerintah dapat menyetujui segala urusan penggunaan Tenaga Kerja serta urusan lainnya yang berkaitan kepada kepentingan perusahaan serta meraih keuntungan dari Tenaga Kerja, namun dalam Prakteknya Undangundang Ketenagakerjaan di PT. Pana Cipta tidak berfungsi. Bahkan sama sekali sekali pihak perusahaan mengabaikannya, hanya yang diperlakukan serta diterapkan oleh pihak pengusaha

adalah peraturan yang dikeluarkannya. Bukti pengabaian UUK di PT. Pana Cipta Industri Spare Part Motor tersebut adalah dalam sistem rekrutmen Tenaga Kerja PT. Pana Cipta merekrut karyawannya melalui Yayasan dari luar Bekasi dengan sistem pemagangan dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan ditempatkan tidak ada bedanya dengan karyawan biasa. Kurang lebih 500 orang Karyawan Bekerja di PT. Pana Cipta, 60% dari pekerja tersebut adalah Karyawan terselubung yang direkrut dari beberapa SMK oleh pihak ketiga atau Yayasan Mitra Perusahaan Industri Spare Part Motor tersebut. Pekerja pemagangan dan PKL adalah Karyawan yang ditempatkan salah satu Pengusaha pengelola Tenaga Kerja yang bernama Eko dari Cikarang. Mereka direkrut dari Jawa Tengah dari beberapa SMK dengan perjanjian tiga bulan dimagangkan atau PKL. Setelah itu akan diangkat Kontrak Perusahaan. Namun mereka sudah bekerja satu setengah tahun tetapi tidak ada perubahan statusnya di dalam pe-

rusahaan bahkan ada yang keluar dari perusahaan setelah masa perpanjangan tiga bulan selesai. Hal ini dikatakan salah satu Karyawan yang tidak mau disebut namanya. Narasumber lain juga mengatakan PT. Pana Cipta mempekerjakan karyawan di tempat resiko yang sangat tinggi di dalam pabrik sangat rawan, namun selain hal Normatif Karyawan dilecehkan Manajemen, juga Kelengkapan Pengamanan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pun diabaikan di dalam Perusahaan. Selain ini kepedulian terhadap lingkungan PT. Pana Cipta tidak ada. Akibat pengabaian Undangundang Ketenagakerjaan dan perhatian terhadap lingkungan tidak ada sehingga membuat amarah terhadap Karang Taruna Kelurahan Telaga Asih, Cikarang Barat, mereka menuntut pihak Manajemen supaya agar memberikan kesempatan kepada Putra Daerah sebagai Kompensasi Lingkungan atau sesuai kesepakatan terlebih dahulu. Tuntutan ini disampaikan Karang Taruna Telaga Asih melalui unjuk rasa di halaman

Pabrik selama dua hari yakni Senin tanggal 1 Oktober 2010 hingga Selasa tanggal 2 Oktober 2010. Pelaksanaan demo unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari anggota Polsek Cikarang Barat serta anggota Koramil. Usainya unjuk rasa tersebut adalah setelah turun tangannya Lurah Telaga Asih Cikarang Barat untuk mengadakan negosiasi terhadap perusahaan PT. Pana Cipta dan pengunjuk rasa. Sesuai dengan pengabaian undang-undang tenaga kerja yang dilakukan PT.Pana Cipta, Ketua LSM- Tenaga Kerja Indonesia Sindak Silalahi,SH menghimbau Instansi Disnaker Kab. Bekasi serta unsur terkait Penegakan Undang-Undang Tenaga Kerja sebagai Perlindungan Hak Buruh agar mengadakan pemeriksaan terhadap Manajemen PT. Pana Cipta yang menganggap Undang-Undang Tenaga Kerja hanya sebagai alat Simbolis dan Penekan Buruh serta UndangUndang Tenaga Kerja tersebut dikembalikan kepada Fungsinya, karena Undang-Undang adalah suatu Dasar Hukum yang tidak bisa diingkar siapapun. (well)

Korban Tsunami Mentawai Ditampung
Mentawai, Radar NusantaraPemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, membangun perkampungan baru di perbukitan Pagai Utara bekas areal pengusahaan hutan untuk menampung korban-korban tsunami yang kehilangan tempat tinggal. ”Sudah terdata 280 kepala keluarga (KK) korban tsunami yang akan menempati kampung baru itu,” kata Bupati Mentawai Edison Saleleubaj di Sikakap, baru-baru ini.Edison menjelaskan, korban yang terdata itu adalah yang kehilangan tempat tinggalnya akibat dilanda tsunami belum lama ini. Para korban itu sebelumnya tinggal di Dusun Muntei Besar, Muntei Kecil, Eruk Parobat, dan Sabiret.Mereka selama ini bermukim di wilayah pesisir pantai dan dulu menolak direlokasi ke perbukitan yang aman dari tsunami. Namun, setelah terjadinya tsunami, warga setempat bersedia dipindahkan.Pemkab secepatnya membangun tempat hunian sementara bagi 280 KK yang telah bersedia direlokasi ke perbukitan itu.Tempat hunian sementara dibangun sebanyak 280 unit sesuai dengan jumlah warga yang direlokasi. Setiap KK selain mendapat satu unit hunian dan lahan untuk kebun seluas 25x30 meter.Warga nanti juga didampingi untuk memulai usaha baru di sektor perkebunan dan pertanian. Relokasi ini akan dilaksanakan dengan sistim ala transmigrasi. Sementara itu, data Posko Utama Penanggulangan Bencana Tsunami menyebutkan, memasuki hari ke-12 pasca tsunami yang terjadi Senin (25/10), pencarian terhadap korban hilang tetap dilakukan oleh tim SAR gabunga, relawan dibantu masyarakat.Sebelumnya, dari pencarian tim SAR polisi menemukan dua jasad korban tsunami di pantai Sabeu Gunggung yang langsung dimakamkan di sekitar tempat penemuan mayat. Dengan tambahan dua jasad itu maka secara total jumlah korban yang telah ditemukan sebanyak 447 orang dalam kondisi telah meninggal dunia. Sedangkan korban hilang yang masih harus dicari tercatat sebanyak 57 orang.Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Ade Edwar, mengeluhkan tanggapan masyarakat tentang prediksi yang disampaikan kepada media massa soal gempa di wilayah Sumatera Barat. ”Kita serba salah memberi tahu prediksi potensi bencana dan gempa pada masyarakat, karena dampaknya kita yang disalahkan. Padahal yang kita sampaikan kejujuran terhadap hasil penelitian para ahli,” katanya, Minggu (7/11). Padahal, kata Ade, para ahli berniat baik agar masyarakat tetap siaga dalam menyikapi bencana alam. “Kalau ahli ngomong pasti disalahkan, publik mengatakan hanya menakut-nakuti, tapi kalau tidak ngomong akan menjadi ancaman bagi masyarakat,” ujarnya.Ade khawatir, kejadian ini akan berdampak para ahli akan malas berbicara dan mengeluarkan tanggapan terkait hasil penelitiannya soal ancaman bencana alam. Bisa jadi, hasil penelitian yang dilakukan hanya dibahas di tingkatan para ahli dan tidak sampai ke masyarakat. “Kalau mau mendengar silahkan, kalau tidak mau juga silahkan,” celotehnya.Menurut Ade, peluang akan terjadi bencana daerah di Sumatera Barat masih ada, mengingat Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana. “Tapi kita tidak tahu bagaimana kedepannya, kita juga serba salah,” tutur Ade. (amri)

RADAR PARLEMENT

Minggu ke II November 2010

7

Apakan Irwan Prayitno dan Anggota DPR Pahlawan?
Padang, Radar NusantaraSudah bisa dibayangkan pada 10 November 2010 akan dilaksanakan berbagai kegiatan atau acara formal memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang para pejuang yang gugur membela Tanah Air. Acara-acara formalitas itu biasanya diselenggarakan mulai dari mengunjungi taman makam pahlawan, tabur bunga di laut hingga pemberian santunan kepada anak cucu keluarga pahlawan serta mengheningkan cipta di jalan-jalan. Namun kemudian akan muncul beberapa pertanyaan, misalnya apakah acara-acara formal itu sudah cukup atau tidak atau masih adakah tokoh masyarakat di era ini yang patut dijadikan “pahlawan” karena sekarang sudah tidak ada lagi perjuangan secara fisik atau bersenjata melawan penjajah. Saat ini kalau kita membaca atau mendengar berita baik di media cetak maupun media elektronika, maka bisa dilihat begitu banyak tokoh masyarakat baik dalam pemerintahan, organisasi agama maupun lsm yang bicaranya seolah-olah membela kepentingan orang banyak mulai dari masalah politik, sosial budaya, hukum, hingga pertahanan keamanan. Namun akibat mendengar atau membaca berita-berita semacam ini, ternyata banyak yang mencibirkan bibirnya atau menggeleng-gelengkan kepala mendengar ucapan para tokoh itu yang amat nyaring “membela” kepentingan mayoritas masyarakat. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno baru saja mengunjungi Jerman untuk mempromosikan provinsi “rendang” itu di bidang pariwisata serta investasi kepada para pengusaha Jerman. Kader Partai Keadilan Sejahtera itu mengaku bahwa undangan Kedutaan Besar Indonesia untuk Jerman itu suda lama dilayangkan sehingga patut diterima. Namun kepergian gubernur itu mengundang pertanyaan, kritik bahkan cemoohan dari berbagai kalangan, karena beberapa ratus warga Kepulauan Mentawai baru saja ditelan ombak akibat gelombang laut yang mencapai ketinggian tidak kurang dari 10 meter. Bahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sempat mengatakan kepergian penggantinya itu belum mendapat izin baik dari dirinya maupun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun kemudian ucapan Mendagri itu akhirnya diralat dengan menyatakan kepergian pejabat negara asal Sumbar itu sudah keluar izinnya. Sementara itu, ketika masih berada di luar negeri, Irwan mengatakan bahwa dirinya tetap pergi memenuhi undangan KBRI Berlin karena acara ini sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing serta menarik minat pengusaha Jerman dan asing lainnya untuk berinvestasi di “Ranah Minang”. Sementara itu, ketika menanggapi kemarahan bahwa dia tidak menaruh perhatian terhadap para korban bencana tsunami, Irwan menyebutkan dirinya sudah mengunjungi Mentawai dan persoalan akan ditangani para pembantunya sehingga tidak ada persoalan. Untuk meredakan kritik dan kemarahan berbagai pihak, akhirnya Irwan Prayitno mempersingkat lawatannya itu. han orang ke Tanah Suci untuk “memantau” pelaksanaan ibadah haji yang diselenggarakan Kementerian Agama. Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengungkapkan bahwa Senayan hanya membiayai 18 anggota tim pengawas. “Di luar itu, tidak menjadi tanggungan DPR,” kata Pamono baru-baru ini. Pernyataan Pramono itu muncul karena ternyata ada saja wakil-wakil rakyat yang membawa istri atau kerabatnya. Mereka menyatakan bahwa keluarga atau kerabatnya itu mengeluarkan uang dari “koceknya” sendiri dan mereka itu hanya “sekalian diuruskan” visanya. Entah sudah berapa belasan kali “wakil-wakil” rakyat yang terhormat dikritik, diomeli hingga dikecam karena memanfaatkan uang negara yang berasal dari keringat rakyat untuk kepentingan yang tidak jelas. Seperti studi banding ke luar negeri misalnya ke Yunani untuk mempelajari sistem poliik disana, kemudan studi perbandingan tentang kepanduan ke Afrika Selatan. Adakah kaitan antara Hari Pahlawan yang begitu sakral itu dengan kunjungan-kunjungan ke luar seperti yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang jelas merupakan seorang kader partai politik dan juga “penghunipenghuni” Senayan, Jakarta itu? Jika dahulu masyarakat mengenal nama Panglima Besar Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Jenderal Gatot Subroto dan ribuan pahlawan lainnya yang rela atau ikhlas menyerahkan nyawanya demi bangsa ini, maka banyak warga di Tanah Air tercinta ini yang kini bertanya-tanya apakah masih ada pejabat negara. Juga wakil rakyat yang sudi mengorbankan “sedikit saja” kepentingan mereka untuk membela orang yang tidak punya cukup uang untuk membeli makanan setiap hari yang nilai gizinya cukup, membayar uang sekolah anak-anak mereka. Kalau tidak ada lagi pejabat negara yang bisa dijadikan pahlawan atau contoh keteladanan, maka masih pentingkah peingatan hari pahlawan setiap bulan November. Pertanyaan demi pertanyaan dari orang awam patut direnungkan oleh tokoh-tokoh masyarakat, karena sekalipun bangsa Indonesia sudah pintar atau mahir menggunakan komputer, internet, modem atau internet dalam kehidupan sehari-harinya, tetap saja orang awam masih menginginkan adanya orang yang bisa dijadikan “pahlawan”. Masak dari 237 juta jiwa penduduk Indonesia yang terdiri atas 119 juta lelaki dan 118 juta perempuan tidak ada yang bisa dijadikan “idola atau pahlawan”. Mumpung Hari Pahlawan sudah “diambang mata” maka patutlah para pejabat eksekutif, legislatif serta yudikatif mengambil “kaca” untuk melihat apakah dirinya sudah berbuat “sedikit saja” untuk orang banyak di negara ini. Sehingga masyarakat tidak ragu untuk mengangkat mereka sebagai pahlawan yang tidak kalah jasanya dibanding dengan Imam Bonjol, Pangeran Diponogoro, serta syuhada-syuhada lainnya yang memang “pahlawan” untuk mengusir penjajah dan mendirikan republik ini. (aris)

Irwan Prayitno

Sekalipun Irwan sudah pulang, ada beberapa pertanyaan yang layak diajukan kepada dirnya. Kalaupun dia membatalkan kunjungannya ke Jerman akibat musibah Mentawai maka apakah para pengusaha Jerman akan memarahinya atau membatalkan investasinya. Apabila kunjungan itu ditunda, maka bukannya para pengusaha asing justru akan menghargainya, karena berani mengambil keputusan yang “tidak populer” tapi sangat membantu para warga Mentawai yang hingga kini masih menghadapi masalah demi masalah. DPR dan haji Karena sekarang musim haji, maka para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) mengirimkan pulu-

RADAR HUKUM

Minggu ke II November 2010

8

SANG KORUPTOR SIAP MAJU DI PILKADA KOTA BATAM
Batam, Radar NusantaraBukan Rahasia lagi,yang namanya bantua-bantuan dari Pemerinta Daerah ( Pemda ) yang di salurkan ke Organisasi ISM,OKP,dan lain sebagainya, di saat menerima bantuan pasti akan selalu membubuhkan tanda tangan kuitansi kosong dan hal seperti ini bukan menjadi rahasia lagi namun sudah terjadi dimanamana dan kejadian seperti ini bukan hanya di Kota Batam saja.
DARI sinilah mereka munutupi seluruh pengeluaran yang gak jelas dan modus ini sudah lama berjalan sampai ada juga yang berani membuat proposal fiktif. Artinya jika pihak KPK ingin dan benar-benar serius untuk menyusut dana-dana bantuan pemda yang di salurkan ke Ormas,OKP,dan SLM,”sudah pasti dapat di jamin semua Pemda di provinsi Kepri ini bahkan kena semua dan kemungkinan Kantor Gubernur sudah menjadi hal yang sama.bisa jadi,putihnya Batam sudah menjadi dan saat ini masih dalam tingkat proses Hukum, ”ungkap Agus Saiman yang saat ini menjabat sekertaris daera Kota Batam( Sekdako )ketika wartawan Radar Nusantara menghubungi melalui ponsel tanggal 28 Oktober 2010,Agus Saiman mengatakan saya tidak bisa memberikan komentar mengenai pencalonan Bapak Wali Kota Batam yang ke dua kalinya yang akan di adakan pada tanggal 5 Januari 2011 saya selaku Sekdako tidak siap di kompermasih tersangkut kasus Bansosgate karma itu sudah masuk Kerana Hukum,jadi biarlah proses hukum yang menentukan siapa-siapa yang terlibat yang pasti saya tidak terlibat dalam kasus ini. sudahlah saya lagi mengikuti rapat di Medan kata Agus Saiman sambil mematikan ponsel. Ironisnya meskipun sudah jelas ketahuan para pejabat papan atas di pemerintahan Kota Pemko Batam sampai saat ini masih saja bebas menghirup udara segar. dan sangat luar biasa kelakuanya yang sanggup menilap dana bantuan Sosial yang diperuntukan untuk anak yatim dan Rumah Ibadah, seperti yang telah di tetapkan sebagai tersangka oleh Kajeri Batam,para koruptor Pemko Batam yaitu: Halidah Herzamri dan Erwinta Marius, yang sampai hari ini tidak di tahan.lalu bagaimana dengan Wali Kota Batam dan sekda Agus Saiman, ada apa?atau benarkah begitu besar Intervensi dalam kasus ini? Wali Kota Batam Ahmad Dahlan,Wawako Ria Saptarika dan Sekdako Agus Saiman sempat di sebut-sebut masyarakat batam sebagai actor intelektual penyimpangan dan penilapan agaran Dana Basos tersebut.hal inilah yang menjadi sejumlah pertanyaan masyarakat Batam yang masih belum terjawab oleh Kajari Batam yang menangani kasus Bansos berjemaah ini.lain halnya dengan mantan Kajari Batam Tatang Sutarna,yang sempat berjanji kepada seluruh masyarakat Batam bahwah dirinya akan menyeret kasus ini hingga ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).untuk di tindak lanjuti.menurut Tatang pada saat itu,karma kasus ini bertanggung jawabanya bukan saja terkait soal duniawi tetapi khususnya sudah menyangkut akhirat. Jadi siapapun pelakunya saya akan menjebloskan ke penjara tanpa pandang bulu. tapi sampai sejauh ini janji Kajari yang sempat mendapat ancungan jempol dari masyarakat Batam itu semangkin meredup ibarat pribahasa Indonesia mengatakan Tatang Sutarna bagaikan tong kosong nyaring bunyinya. Kajari yang baru Adhyaksa saat di

Pedagang Minuman Dianiaya DPO Polisi
Tanjungpinang, Radar NusantaraDavid, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi, menganiaya Armansyah,28, penjual minuman di Bintan Plaza, Minggu (7/11) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Akibat kejadian ini, Armansyah mengalami cedera di bagian kepala dan pipi kanan terkena pukulan botol bir bintang. Menurut keterangan Armansyah saat melapor ke Mapolsek Bukit Bestari, kejadian dipicu karena ia tidak memberi David utang minuman. “Soalnya utang sebelumnya sebanyak Rp130 ribu belum dibayar. Jadi saya tidak mau malam itu ia berutang lagi,” kata Armansyah, kemarin. Saat itu David kesal dan pergi meninggalkan warung Armansyah. Namun tak lama berselang, ia datang lagi. Kali ini David berdua dengan temannya yang bernama Ipul. Teman David ini menanyakan kenapa Armansyah tidak mau memberi dua kaleng bir yang dipesan David. Armansyah lalu menjelaskan bahwa David masih mempunyai utang yang belum dibayar. Setelah mendengar keterangan Armansyah, Ipul menyanggupi membayar minuman yang saat itu dipesan David dan mengeluarkan uang Rp100 ribu. Namun belum sempat uang tersebut diambil Asrmansyah, David memukulkan botol bir bintang ke kepala Asrmansyah. Sebanyak empat kali botol tersebut dipukulkan ke kepala Asrmansyah hingga pecah. Setelah botol pecah, David melemparkan pecahan botol tersebut ke arah muka Armansyah, sehingga bagian pipinya luka robek. Kejadian tersebut langsung dilaporkan Armansyah ke Polsek Bukit Bestari yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian. Sementara itu David langsung menghilang. Kapolsek Bukit Bestari AKP Renan, mengatakan tersangka David adalah DPO kasus yang sama. “Kalau tidak salah dia DPO sejak kasus penganiayaan yang dilakukannya sekitar dua bulan lalu,” ujar Renan. Hingga saat ini, polisi belum mendapat informasi keberadaan tersangka. Namun dugaan sementara, Renan mengatakan tersangka kabur ke Batam. “Informasi terakhir mengatakan, pelaku kabur ke Batam,” kata Renan. (robinson)

Sekdako Batam Agus Saiman Tidak Bisa Berkomentar Terkait Dana BansosGate
konfirmasi melalui telepon cekulernya di nomor 081213252xxx beberapa kali selalu tidak aktip. sedangkan Kasi. Pidum. Agus melalui telp cekulernya mengatakan kalau masalah Dana Bansos sama sekali tidak mengetahui sejauh mana penyelidikannya dan agus menambahkan kalau masalah Dana Bansos tidak dilibatkan sama sekali. Kasi Pidsus juga mengatakan hal yang sama dan tidak mau berkomentar mengakhiri pembicaraannya. Salah satu penerima bantuan fiktif Dana Bantuan Sosial Ustad Baasir mengatakan kalau masalah itu sudah beberapa kali di periksa kejaksaan sebagai saksi dan mengakui kalau dana bantuan itu tidak pernah dia terimah dan mengakui kalau bukti-bukti kwatansi yang di sodorkan kepadanya saat pemeriksaan tidak pernah diterimah Ustad Baasir juga mengakui kalau yang di periksa sudah banyak terkait Dana Bantuan Sosial yang di permasalahkan. dan pesimis kalau masalah ini dapat di usut sampai tuntas. karena masalah ini sudah masuk ranah politik. Menurut sumber yang dapat di percaya mengatakan kepada Koran ini ketika Bincang-bincang mengenai penyaluran Dana Bansos di depan Maimat Batam Center,”bahwa Dana bantuan ke Organisasi kemasyakatan oleh pemerinta Kota Batam sudah sangat keterlaluan kita juga mengetahui adanya Manipulasi angka-angka dana Bansos pada saat itu setelah kita beraudensi bersama mantan Kajari Batam Tatang Sutarna.kata sumber menjelaskan sabtu 30 Oktober 2010,sebagai contoh Bantuan yang disalurkan Cuma Rp 2 juta namun tertulis Rp.20 juta,Rp.3 juta tertulis Rp.30 juta,”Ujar sumber sedikit kesal melihat Wali Kota dan Wawako yang maju sebagai calon Wali Kota Batam tanggal 25 Januari 2011 yang akan datang. Sumber dari salah satu LSM yang tidak ingin di tulis jati dirinya di Koran ini pun menghimbau kepada masyarakat kota Batam agar jangan mudah terpengaruh dengan hadirnya baliho-baliho yang terpampang di

setiap pingiran jalan yang bertuliskan ini dan itu.semua itu hanyala janji-janji manis yang membuat kita percaya dan terpedaya.dan kita semua masyarakat Batam sudah merasakan selam 5 Tahun kepemimpinanya apa yang kita dapat dan apa yang dia perbuat selaku kepala daerah? jadi.harapan saya agar masyarakat lebih sadar,jelih dan memahami dan apa itu Pilkada?toh kan masih ada kandidat yang lain yang bisah kita yakini untuk memimpin Kota Batam ini,kenapa harus memilih yang terlibat Korupsi sambil mengahiri bincang-bincangnya. (team)

Oknum Wartawan YS Diduga Kuat Palsukan Dokumen Negara
Bekasi, Radar NusantaraMalang melintang dalam dunia jurnalis tidak membuat sang oknum YS semakin berahlak baik dan dewasa, belum lama ini oknum YS ini dilaporkan terkait penipuan yang dilakukan dengan modus kerjasama bagi hasil dari keuntungan bisnis yang di percaya sang pemodal/pengusaha Syamsudin yang tinggal di kota bekasi ini namun, berakhir suram ratusan juta uang yang di tanamkan ke sang jurnalis YS habis tanpa ada wujud dan pangkalnya alias di telan bumi. Syamsudin dalam keterangan Persnya mengatakan kepada media ini kalau perbuatan oknum YS ini sudah tidak manusia lagi dan tidak tau diri.udah di bantu dikasih kepercayaan untuk buka usaha namun hasilnya seperti ini.namun saya berharap semoga sadar akan apa yang telah di lakukannya, ungkapnya kepada media ini.dan berharap kalau duit yang saya berikan menjadi berkah buat keluarganya. Syamsudin juga mengatakan kalau oknum YS ini Diduga kuat tidak tamat Sekolah Menengah Atas [SMA] karena Ijazah yang dia miliki tidak di lengkapi dengan stempel pengesahan dari sekolah maupun dinas terkait seperti lazimnya ijazah yang lain dan masih banyak kejanggalan dalam ijazah oknum wartawan YS tersebut. Syamsudin juga berharap kalau masalah ini tidak sampai disini karena saya (red) yakin akan kebenaran yang sebenarnya akan terungkap seperti apa sebenarnya perilaku oknum Wartawan YS ini.sampai berita ini di turunkan beberapa tanggapan dari kalangan kepala sekolah terkait ijazah oknum YS mengatakan kalau photo kopi ijazah selalu di bubuhi tanda stempel sekolah yang bersangkutan atau dinas pendidikan yang mengeluarkan karena ini adalah menyangkut dokumen Negara.Oknum YS ini saat ini berstatus mahasiswa di salah satu Universitas Swasta di Kota Bekasi. (team)

Ilustrasi

RADAR HUKUM

Minggu ke II November 2010

9

Perkosa Artis Dangdut, Bos SPBU Dilaporkan
Sidoarjo, Radar Nusantara Nasib kelabu menimpa Dyah Tristia (23) gadis asal Desa Punggul Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, yang kini menetap di Jakarta. Salah satu personel Trio Denok (grup penyanyi dangdut) itu mengaku menjadi korban perkosaan. Pelakunya, disebutsebut bernama H Cho (51), seorang pengusaha SPBU asal Sedati, Sidoarjo. Tatkala perbuatan tersebut berbuah janin, H Cho ternyata ogah bertanggung jawab. Sikap itu memaksa artis berjuluk Titin Kharisma melapor ke polisi.
saat itu mengenalkan seseorang bernama H. Cho, yang berjanji mempromosikan album perdananya. “Tanggal 29 Agustus, Dil dan H. Cho datang ke rumah. Aku kemudian izin Bunda, ikut Dil dan H. Cho mau promosi album dan jual kaset. Bunda pun memberi izin,” jujurnya. Namun di tengah jalan, tepatnya di kawasan Jl Raya Sruni, Gedangan, Dil turun dari mobil. Ia berjanji akan menemui di Veranza (sebuah pub di Surabaya, red). Setelah itu, H. Cho dan Titin meluncur dan berhenti di Hotel Sinar, Sedati, untuk berbincang-bincang. Saat itu, H. Cho sempat menyatakan bakal menikahi Titin dan membelikan rumah serta mobil sport. “Tapi aku bilang saat itu, dia kan sudah punya istri? Malah dia bilang dua istrinya adalah mantan orang tidak bener,” ujar Titin. Dari Hotel Sinar, keduanya menuju Veranza. Dalihnya, untuk menawarkan kaset. Namun sesampai di Veranza, Titin tak mau turun mobil. Ia mengaku malu, lantaran biasa menjadi bintang tamu di lokasi tersebut. H. Cho-pun masuk sendiri, dan minum-minum minuman beralkohol. “Sepulang dari Veranza, aku dibawa ke sebuah hotel yang berjarak sekitar 1 jam dari Veranza. Setelah masuk dan menutup rolling door, H. Cho langsung telanjang dan mengajak begituan. Tapi aku berontak dan sempat terjadi perang mulut,” paparnya. Sambil marah-marah, H. Cho akhirnya keluar hotel dan mengunci Titin sendirian di dalam kamar. Titin mengaku tak bisa berbuat apa-apa, karena pintu rolling door dijaga dua orang bodyguard. “Mau menghubungi keluarga juga tidak bisa, karena aku saat itu tidak bawa ponsel. Sekitar pukul 04.00 pagi, H. Cho datang dan langsung memperkosa aku. Aku sudah berusaha melawan dan menendang tapi tetap tidak berdaya. Aku akhirnya berhasil dinodai dan dipulangkan pukul 15.00 sore,” tuturnya. Usai peristiwa itu, H. Cho sudah tak bisa dihubungi lagi, sementara perut semakin membuncit telah hamil sekitar 3 bulan. (hadiro)

Pengolahan Kayu Ilegal Dibrebek Polres Bintan
Tanjunguban, Radar NusantaraJajaran Polsek Bintan Utara dan Polres Bintan menggerebek sawmill atau pabrik penggergajian kayu tanpa izin di Kampung Jago, Desa Lancang Kuning, Tanjunguban, Senin (8/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Ironisnya, sawmill ini berada tak jauh dari Mapolres Bintan. “Ada laporan dari masyarakat ke Polsek Bintan Utara. Setelah ditindaklanjuti ternyata benar ada sawmill ilegal,” ujar Kapolres Bintan AKBP Yohanes S Widodo, di saat dijumpai di lokasi sawmil, kemarin. Menurut Yohanes, saat digerebek ada tiga orang pekerja tengah menggergaji kayu gelondongan menjadi broti. “Tiga pekerja tersebut kemudian diamankan untuk dimintai keterangan,” ujarnya. Dari keterangan tiga pekerja ini, diperoleh informasi bahwa pemilik sawmill adalah Ml. Menurut mereka, saat polisi datang MI tidak berada di sawmill namun sedang ke Tanjungpinang. Selain mengamankan tiga pekerja, polisi juga mengamankan barang bukti kayu gelondongan yang akan diolah menjadi broti sebanyak 111 batang. Barang bukti lainnya yaitu kayu broti sebanyak 194 batang berbagai ukuran. Selain itu, mesin dompeng dan piringan gergaji yang digunakan untuk membelah kayu juga turut diamankan untuk dijadikan barang bukti. Mengenai asal muasal kayu yang diolah pelaku, Kapolres mengatakan masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan, sebagian besar kayu yang diolah menjadi broti berasal dari hutan lindung di daerah Bintan. Namun, bila kayu tersebut diperoleh dari lahan garapan masyarakat, kasusnya tetap diproses karena si pemilik tidak memiliki izin sama sekali membuka sawmil atau tempat pengolahan kayu. Berdasarkan pengakuan pekerja yang diamankan, sawmill ini telah berjalan sejak 3 bulan lalu. Aksi mereka sempat tak tercium aparat karena mesin dompeng yang digunakan pelaku memakai peredam, dengan cara knalpot dihubungkan ke drum yang ditanam ke tanah sehingga suaranya tak terlalu bising. Sementara itu, salah seorang pekerja bernama Budi, mengaku ia hanya pekerja yang mendapatkan upah membelah kayu sebesar Rp300 ribu per ton yang dibagi bertiga. Dalam sehari, mereka bisa mengolah 1 ton kayu dan selama beroperasi mereka telah berhasil menjual kayu sebanyak 11 lori. Soal ke mana saja kayu-kayu tersebut dijual, Budi mengatakan, hanya dititipkan ke sejumlah toko bangunan. Sedangkan Pjs Kapolsek Bintan Utara AKP Y Sukmayadi, menduga kayu-kayu yang diolah itu diambil dari hutan lindung. “Ada yang melihat lori mengangkut kayu dari arah hutan lindung,” ucapnya. (robinson)

PADA 17/12, Titin datang ke Unit SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polres Sidoarjo, didampingi ibunya. Tapi karena dugaan perkosaan itu diduga dilakukan di wilayah Surabaya, pihak SPK akhirnya mengarahkan ke pihak Sat Intel Polres Sidoarjo, yang kemudian mengarahkannya untuk melapor ke PPT (Pusat Pelayanan Terpadu) Polda Jatim. “Korban mengaku perkosaan itu dilakukan di sebuah hotel di Surabaya. Jadi kita tidak berwenang menangani kasus ini. Tapi yang jadi masalah, korban tidak tahu persis apa nama hotel tempat terjadinya perkosaan dan lokasinya di mana. Jadi kita arahkan dia untuk melapor ke PPT Polda Jatim,” ujar Kasat Intel Polres Sidoarjo, AKP Azizudin Patty, kemarin. Diceritakan Titin, peristiwa berawal ketika ia bersama grupnya, Trio Denok, dibooking DPD

PAN Sidoarjo untuk nyanyi pada acara khitanan massal Pakde Karwo, di Tanggulangin, 26 April 2008 silam. Usai manggung, Titin ternyata tak langsung dipulangkan. Bersama Dara, personel Trio Denok lainnya, ia diajak jalanjalan oleh H Khu dan Dil, dua pengurus harian DPD PAN Sidoarjo. “Ayo belanja buat oleholeh ke Jakarta,” kata Titin menirukan ajakan H. Khu. Awalnya, mereka makan-makan di RM Pak Sholeh di Pandaan, Pasuruan. Namun ajakan belanja, diduga hanya tipu muslihat. Lantaran usai makan, mereka tak diajak ke pasar, mal, atau semacamnya. Tapi malah diajak naik ke kawasan Tretes. Bahkan di lokasi yang identik dengan tempat mesum tersebut, H. Khu

dan Dil sudah menyiapkan sebuah villa. “Ayo kita check in dulu,” kata Titin, masih menirukan ucapan H. Khu. Namun ucapan yang diartikan sebagai ajakan berbuat mesum itu ditolak mentah-mentah Titin dan Dara. Titin-pun mengontak ibundanya, yang kontan marah-marah dan menyuruhnya pulang. “Bunda marah-marah kepada Dil, yang akhirnya mengontak H. Khu untuk membawa pulang aku dan Dara. Lalu aku bersama Trio Denok akhirnya pulang ke Jakarta. Padahal uang booking Rp 3 juta sampai sekarang belum dibayar,” tuturnya. Tanggal 27 Agustus 2008, Titin pulang ke Sidoarjo. Kepulangannya ini diketahui Dil, yang kemudian mengontaknya. Dil

Pembunuh Baihaqi Terus Diburu Polisi
Banjarmasin, Radar NusantaraSampai saat ini polisi terus memburu tiga orang pembunuh M Baihaqi. Belum lama ini seorang pembunuh M Baihaqi, warga Kertakmakmur, Kabupaten Banjar, diamankan polisi. Setelah Khairani (32), kini giliran A Khalik (35), diamankan jajaran Reskrim Polsek Kertakhanyar. A Khalik, warga Desa Tatahanpalam, Tatah Pemangkih Tengah RT5, Kecamatan Tatahmakmur, Kabupaten Banjar, ini menyerahkan diri ke Polsek Kertakhanyar, Sabtu (6/11). “Awalnya, Khalik kami periksa sebagai saksi. Namun dari hasil pemeriksaan, kami menyimpulkan Khalik terlibat dalam pembunuhan tersebut,” kata Kapolres Banjar, AKBP Ebed Gunanjar, melalui Kapolsek Kertakhanyar, Iptu Edi Rahmat Mulyana, Senin (8/11). Khalik, penjaga malam di pabrik karet yang tak jauh dari warung milik Baihaqi, menyerahkan diri atas arahan pembekal dan nasihat kepala desa setempat. Saya takut dikejar polisi, mau lari ke mana padahal ujung-ujungnya tertangkap juga,” kata Khalik saat ditemui di Polsek Kertakhanyar. Khalik mengatakan, masih ada beberapa teman yang belum menyerahkan diri. Mereka adalah Muslih, Jumran, Tajudin dan Amat. “Mereka semua keluarga dari Kurau,” ujarnya. Menyinggung pembunuhan terhadap Baihaqi, Khalik mengaku tidak sempat memukul korban. “Waktu itu korban sempat bilang menyerah, jadi saya tidak menyerang. Muslih dan Jamran datang dan menyerang Baihaqi hingga terjatuh,” ujar Khalik. Yang ikut memukul Baihaqi, kata Khalik, adalah Khairani, Amat, Muslih dan Jumran. “Saya waktu itu hanya bilang bunuh saja, bunuh saja,” ujarnya. Dari keterangan Khalik, Polsek Kertakhanyar sudah mengantongi identitas semua lelaki yang ikut membunuh Baihaqi di kawasan Kertakmakmur, Kabupaten Banjar, Sabtu (6/11/2010) lalu. “Sementara ini, empat pelaku lainnya masih kami cari,” ujar Edi. Dua orang sudah ditangkap, khairani dan Khalik, kata Edi, sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Mereka minimal terancam 15 tahun penjara. Maksimalnya seumur hidup,” ujarnya. Edi menjelaskan, sebelum terjadi pembunuhan, Khalik, yang tinggal satu kampung dengan Baihaqi (32), sudah beberapa kali menagih janji Baihaqi. Namun Baihaqi tak memenuhinya. “Baihaqi berjanji akan memberi uang duka Rp 15 juta atas meninggalnya Abdul Karim, saudara Khairani. Abdul Karim tewas setelah ditabrak Baihaqi pada 25 Oktober lalu,” ujarnya. Sementara Jumat (5/11) malam, kata Edi, Khairani tidur di rumah Khalik. “Malam itu mereka merencanakan membuat perhitungan kepada Baihaqi,” ujar Edi. Sementara itu, kondisi tersangka Khairani terus membaik. Luka-lukanya yang ada di tubuhnya sudah mulai mengering. Meski demikian, Khairani belum diizinkan meninggalkan RS Bhayangkara. Pantauan Metro Banjar di RS Bhayangkara, seorang anggota Samapta Polsek Kertakhanyar masih berjaga-jaga di depan kamar Khairani. Khairani sendiri masih tergolek di tempat tidur. Mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, salah satu tangan Khairani diborgol dan dikaitan ke besi ranjang. (bayu)

RADAR PENDIDIKAN
Berdalih Bayar Gaji Pegawai Honorer

Minggu ke II November 2010

10

UPTD PNFI Medan Satria Pungli Murid TK
Bekasi, Radar NusantaraProgram pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa seperti hanya slogan atau lipstik dibibir saja, para pejabat maupun pengelola satuan/ lembaga pendidikan di semua tingkatan tidak mendukung program tersebut hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
la UPTD PNFI medan satria Hj. Nunung Hasanah,S.Sos saat dikonfirmasi Radar Nusantara membantah pemotongan insentif para guru TK. Lebih jauh Hj. Nunung Hasanah menerangkan mungkin saja kepala TK yang bersangkutan membagi rata uang insentif tersebut kepada para guru-gurunya, sebab bisa saja yang diajukan kepala TK lebih dari lima orang, namun yang mendapat uang insentif hanya tiga orang saja. Untuk memelihara kebersamaan akhir nya pengelola TK membagi rata para guru-gurunya, menyangkut masalah pungutan Rp.1000/murid TK setiap bulan, Hj. Nunung Hasanah mengaku terus terang bahwa pungutan tersebut dilakukan untuk membayar gaji dua orang pegawai honorer dikantor UPTD PNFI medan satria. Membayar gaji pegawai honorer saja masih kurang terpaksa ditambah dari gaji saya, terang Hj. Nunung Hasanah merasa tindakan nya legal. Menurut Drs. Sudaryanto, SH sekretaris LSM lembaga independen pemantau pendidikan (Lipdik) sewaktu dikonfirmasi Radar Nusantara peri hal pungutan yang dilakukan UPTD PINF medan satria mengatakan sangat menyayangkan pungutan ilegal tersebut. Seharusnya pejabat dilingkungan dinas pendidikan berakhlak mulia, bukan menghalalkan segala pungutan dengan dalih macam-macam. LSM LIPDIK menghimbau kepada walikota agar memerintahkan jajaran inspektorat untuk memeriksa kepala UPTD PNFI medan satria, apabila pungutan terbukti tanpa didasari payung hukum, sebaiknya walikota Mochtar Muhamad mencopot pejabat yang bersangkutan tegas Drs. Sudaryanto. Salah seorang kepala UPTD PNFI yang minta namanya dirahasiakan kepada Radar Nusantara memohon agar pungutan yang dilakukan UPTD PNFI kecamatan medan satria tidak di publikasikan. Jika masalah ini terungkap maka semua kepala UPTD PNFI kecamatan-kecamatan akan kena getahnya, sebab praktek pungut memungut dari lembaga TK, kelompok bermain (KB), PAUD,kursus dan PKBM sudah berlangsung beberapa tahun. Bahkan untuk pengajuan surat proposal pun ada sejumlah UPTD PNFI memungut biaya adminitrasi persetujuan, sekali lagi mohon jangan diberitakan, tutur sumber Radar Nusantara di sela-sela ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) di gedung SMP Tunas Harapan minggu lalu. ( Anton )

Diduga Sarat KKN

Pembangunan 3 RKB Madrasah Aliah Negeri 1 Kota Bekasi

Pembangunan 3 RKB

PEMKOT bekasi dibawah kepemimpinan walikota Mochtar Muhamad dan wakil walikota Rahmat Efendi menetapkan motto bekasi Cerdas, Sehat & Ihsan, bahkan biaya untuk pendidikan dasar SD Negeri,SMP Negeri sejak tahun anggaran 2008/2009 sudah digratiskan melalui program sekolah bebas biaya (sbb). Semenjak kewenangan UPTD Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) setiap kecama-

tan diperluas kewenangannya untuk mengelola lembaga Taman Kanak-kanak (TK) tahun 2008 membuat para kepala UPTD PNFI seperti mendapat rezeki durian runtuh. Seperti pungutan liar yang dilakukan oleh kepala UPTD PNFI kecamatan medan satria kepada seluruh yayasan pengelola TK diwilayahnya, pungli tersebut terungkap berawal dari keluhan salah seorang guru TK yang tidak bersedia ditulis namanya. Keluhan tersebut tentang pembagian insentif guru TK tahun 2010 hanya diterima sebesar Rp.300.000, namun kepa-

Bupati Karawang
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya meningkatkan daya tampung sekolah SMP dalam rangka menunjang program Wajar Dikdas 9 Tahun, Pemerintah Kabupaten Karawang membangun beberapa Unit Sekolah baru termasuk SMPN 2 Teluk Jambe Timur. Peresmian Kelembagaan SMPN 2 Telukjambe Timur tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Eka Sanatha, serta perwakilan dari

Resmikan SMPN 2 Teluk Jambe Timur
DPRD, Rabu (27/10). Bupati Dadang S. Muchtar mengatakan, saat ini program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Menteri, Gubernur, maupun Kepala Daerah serta para pejabat Dinas Pendidikan lainnya. Namun demikian, program Wajar Dikdas tidak mungkin bisa berhasil dilaksanakan apabila kita tidak mengetahui permasalahan yang sesungguhnya. “Program Wajar Dikdas tidak mungkin berhasil bila tidak didukung oleh Infrastruktur yang memadai,” ujarnya. Bupati mencontohkan, untuk setiap Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk sebesar 2 juta orang, maka setidaknya terdapat sekitar 35 ribu lulusan SD untuk setiap tahunnya. Di Kabupaten Karawang sendiri jumlah lulusan SD mencapai 39 ribu per tahun. Sedangkan daya tampung SMP yang ada hanya sekitar 25 ribu siswa per tahun. Dengan demikian terdapat sekitar 18 ribu siswa lulusan SD yang tidak tertampung di SMP. “Dengan kondisi ini, tentunya tidak mungkin program Wajar Dikdas dapat berhasil, karena masih ada 18 ribu yang tidak bisa melanjutkan ke SMP,” jelasnya. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, lanjut Bupati, Pemkab Karawang berupaya meningkatkan daya tampung SMP yang ada dengan menggunakan 7 langkah yang Integral dan Komprehensif, dimana salah satunya adalah membangun 12 unit Sekolah SMP baru. Langkah lainnya adalah dengan membangun 839 unit ruang kelas baru, 18 SMP Dobelshift, 3 SMP Kelas Jauh, 32 SMP Terbuka, 10 SMP Satu Atap, serta memanfaatkan Program Kejar Paket B untuk 120 siswa per Kecamatan. (hp)

Bekasi, Radar NusantaraKegiatan pembangunan ruang laboratorium, Ruang Kelas Baru (RKB) dan rehabilitasi ruang kelas Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 yang berada di Taman Wisma Asri, Kel Teluk Pucung, Kec Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat yang dianggarkan dari dana DIPA pos Kementrian Agama tahun 2010 sebesar RP.730.055.000 ( tujuh ratus tiga puluh juta lima puluh lima ribu rupiah) disinyalir sarat akan penyimpangan. Pasalnya, dalam pelaksanaan pembangunannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan syarat akan penyimpangan. Hasil investigasi Radar Nusantara dilapangan ditemukan, yakni konstruksi besi cor yang dipakai tidak standar ukuran 10 dan 12 (banci), talang penyanggah genteng menggunakan kayu bekas. Sementara untuk pembangunan gedung berlantai 2 yang seharusnya memakai besi cor ukuran 19 ulir (full), ternyata besi cor yang dipakai dilantai 1 dan lantai 2 tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga terkesan dikerjakan asal– asalan, bahkan tidak professional. Dengan pelaksanaan pekerjaan yang asal jadi dan tidak spesifikasi, hal ini membuktikan lemahnya pengawasan aparat kantor Kementerian Agama Kota Bekasi untuk memonitoring sekolah yang mendapat anggaran dana DIPA dari kementrian agama khususnya Madrasah Aliah Negri (MAN). Ketika hal ini dikonfirmasikan Radar Nusantara kepada CV. Bayu Perdana, Candra selaku pelaksana kegiatan pembangunan MAN 1 Kota Bekasi berdalih, bahwa pembangunannya sudah sesuai RAB, kalau tidak percaya tanyakan saja kepada konsultannya. (gani)

SMP Negri 21 Kota Bekasi Gelar Kegiatan Ekskul
KEGIATAN acara pemantapan extrakulikuler untuk kelas VII yang di gelar di halaman sekolah SMP Negri 21 Bekasi Sabtu 30 Oktober 2010 berlangsung meriah diantaranya kegiatan pramuka, PMR, Paskibra, Seni Tari, Seni Trasdisional, Drumband, Bola Basket, Futsal, Seni Rupa, Angklung, Marawis, Tekwondo. Ketika di konfirmasi Radar Nusantara di ruang kerjanya M. Sutoyo Sukardi.Spd wakil kepala sekolah SMP Negri 21 Bekasi Menyatakan acara yang di selenggarakan adalah pemantapan extra kulikuler dan pengurus OSIS serta latihan dasar kepemimpinan, dari peserta exkul yang hadir berjumlah 520 Siswa kelas VII serta pengurus OSIS ada 50 siswa kelas VIII dan kelas IX, dikatakan juga oleh Sutoyo sudah banyak prestasi yang di raih oleh SMP N 21 di bidang exra kulikuler diantaranya kegiatan Pramuka mendapat juara 2 korpoint tingkat se Jawa Barat, DKI dan Propinsi Banten, Marcing Band Juara ke 2 tinggkat SMP se-Bekasi yang diadakan di UNISMA, Tekwondo mendapat juara ke 2 antar perkumpulan Tekwondo se DKI Jakarta Selain itu juga dikatakan oleh kepala sekolah SMP Negri 21 Bekasi Eius Siti Halimah Spd pada Radar Nusantara, dengan diadakanya kegiatan extrakulikuler untuk melatih kedisiplinan siswa dan pemantapan idiologi serta pembinaan budaya karakter untuk mengenal dan mencintai lingkunganya serta menciptakan sumberdaya manusia Indonesia untuk dapat bersaing di ajang internasional dalam era globalisasi sekarang ini. Di tambahkan pula oleh ketua komite yang disapa akrab I Gede Sanjaya berharap terjalin kemitraan yang baik dengan insan pers untuk mendukung kegiatan pendidikan di kota bekasi khususnya SMP Negeri 21, tidak hanya mengorek-ngorek kesalahan tetapi harus disertakan dengan bukti- bukti yang benar ungkapnya kepada Radar Nusantara. (gani) M Sutoyo Sukardi Spd

Eius Siti Halimah Spd

RADAR PENDIDIKAN
Jumlah Murid SDN Digelembungkan

Minggu ke II November 2010

11

Penerima Sekolah Bebas Biaya (SBB) Tidak Sesuai APBD
Bekasi, Radar NusantaraSesuai janji politik walikota Bekasi H. Muchtar Mohamad saat pilkada tahun 2008 untuk menggratiskan pendidikan dasar 9 tahun, yaitu SD/SMP Negeri ternyata sudah diwujudkan.
bas Biaya (SBB). Pada tahun 2008 pemkot Bekasi mengalokasikan anggaran utuk setiap siswa SDN sebesar Rp. 30.000/ siswa, sedangkan tahun 2009 dikurangi menjadi Rp.21.000, namun bagi siswa SMPN diberikan Rp.100.000/siswa hingga saat ini. Namun ironisnya, program sekolah bebas biaya disinyalir digelembungkan untuk dikorup oleh oknum-oknum pejabat dinas pendidikan, sebab pada tahun 2010 anggaran sekolah bebas biaya untuk murid SDN yang dialokasikan dari APBD Kota Bekasi sebesar Rp 47.861.856.000,diduga jadi bancakan kepala dinas pendidikan, Drs. H. Korato,MM,MBA. Betapa tidak, saat mengajukan anggaran ke DPRD, jumlah murid SDN penerima SBB sengaja digelembungkan, hal ini dibuktikan jumlah anggaran dan jumlah murid disetiap kecamatan tidak sesuai dengan APBD. Pengakuan Jalih Rodjali, SAg kepala UPTD SD Kecamatan Rawa Lumbu saat dihubungi Radar Nusantara menyebutkan, jumlah murid SDN di Kecamatan Rawa Lumbu sekitar 17.100 siswa. Namun, didalam APBD tahun 2010 bertambah menjadi 18.762 dengan nilai pagu Rp.4.743.137.400, pihaknya tidak mengetahui bertambahnya jumlah murid penerima SBB di Kecamatan Rawa Lumbu. Sementara kepala UPTD pembinaan SD Kecamatan Medan Satria, Nyi Rodemah SPdi kepada Radar Nusantara menjelaskan, bahwa jumlah murid SD Negeri penerima sekolah bebas biaya (SBB) 9540 orang. Jika jumlah nya lebih banyak saat pengesahan APBD tahun 2010, karena pada saat pengajuan masih menggunakan daftar murid tahun ajaran 2009. Didalam APBD 2010 kuota murid penerima SBB di Kecamatan Medan Satria sekitar 9919 siswa dengan pagu anggaran Rp.2.514.676.200. Adanya perbedaan jumlah siswa saat pengajuan dengan yang ada di APBD, silahkan dikonfirmasi kepihak dinas pendidikan, tutur Nyi Rodemah. Ketika hal itu dikonfirmasi Radar Nusantara kepada kabid Dikdas, Neneng Junarsih saat sebelum cuti menunaikan haji menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh kepala UPTD pembinaan SD beserta pengawas agar mendata jumlah murid SD Negeri penerima SBB berdasarkan absensi di sekolah masing-masing. Neneng Junarsih menambahkan, terkait penetapan biaya umum (BU) program sekolah bebas biaya (SBB) silahkan ditanyakan kepada kasubag keuangan dinas pendidikan, karena yang menetapkan jumlah biaya umum adalah kepala dinas pendidikan dan kasubag keungan, ujar Neneng. Sementara kasubag Keuangan Disdik Kota Bekasi, Endang Cahyaningsih MSi mengatakan, penetapan besaran biaya umum khususnya program sekolah bebas biaya (SBB) ditetapkan oleh Bappeda. Lebih detailnya, silahkan tanyakan kepada ibu Nimas selaku kepala seksi program, tegas Endang. Sedangkan Drs. Hanan Sutarya kabid bina program saat dikonfirmasi Radar Nusantara tentang biaya umum (BU) sekolah bebas biaya untuk SD Negeri bungkam seribu bahasa, hingga berita ini diturunkan kabid bina program tidak bersedia memberikan keterangan perihal masalah ini. (aya naooon akang)...?. ( Anton )

PLN Berikan Bantuan Pada Sektor Pendidikan
Jakarta, Radar NusantaraSeperti beberapa instansi lain, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga tidak mau ketinggalan memberikan bantuan pada sektor pendidikan. Salah satu perusahaan milik Negara ini menunjukkan rasa kepeduliannya pada dunia pendidikan terlebih-lebih sekolah yang berada di bawah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET). Bentuk bantuan tersebut sesuai kebutuhan sekolah seperti toilet, pengecatan gedung sekolah, perbaikan pagar dan lain sebagainya. Hal itu disampaikan oleh staf Humas PLN Pusat, Agus Trimurti kepada RaNus di kantornya baru-baru ini. Mewakili Kahumas PLN, Bambang Widiyanto yang bertepatan sedang mengikuti rapat, Agus mengaku bahwa selama ini sudah banyak sekolah dibantu PLN terutama di bawah jalur SUTET seperti di daerah Gandul Cinere, Depok. Ia menyampaikan itu menanggapi pemberitaan RaNus pada edisi sebelumnya soal keluhan siswa dan guru-guru sekolah yang berada di bawah tegangan tinggi SUTET. Seperti diberitakan sebelumnya bahwa para siswa dan guru-guru SDN Jatirahayu V Pondok Melati dan SDN Jatikramat V Kec. Jatiasih, Kota Bekasi mengeluh karena tempat mereka belajar berada persis di bawah tegangan tinggi SUTET. Mereka takut terhadap dampak radisi arus listrik terutama sambaran petir saat musim hujan. Namun Agus membantah dan menjamin tidak akan membahayakan terhadap rumah, gedung maupun penduduk di bawah SUTET tersebut. Sebab menurut dia, sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih untuk mengantisipasi radiasi. “Jadi saya pikir tidak perlu khawatir soal dampak radiasi”, tegasnya. Ketika ditanya soal kompensasi dampak radiasi terhadap siswa dan guru, ia mengatakan bahwa duluan SUTET dibangun dari pada gedung sekolah. “Pihak PLN tidak bisa disalahkan karena duluan SUTET baru sekolah. Namun bukan berarti tidak peduli terhadap dunia pendidikan apalagi sekolah yang berada di bawah SUTET, jika ada permohonan bantuan dari pihak sekolah PLN tidak akan tutup mata tetap diperhatikan. Apalagi sudah ada sejumlah sekolah yang dibantu PLN seperti di Gandul Cinere”, tandasnya. Sementara soal rencana penarikan kabel SUTET melalui RW.06 Kel. Jatiasih, Kota Bekasi yang sampai saat ini masih terbengkalai, Agus mengatakan akan dilanjutkan pembangunannya. Hanya saja, menurut dia, ada wilayah lain yang lebih diutamakan dulu sehingga untuk Jatiasih diundur waktunya. “Untuk lebih jelasnya silahkan dikonfirmasi ke bagian teknis yang berkantor di Gandul Cinere, Depok”, katanya. (Jama/Benny)

HAL itu dibuktikan saat anggaran tahun 2008 murid Sekolah Dasar dibebaskan dari semua pungutan termasuk iuran bulanan, sementara tahun 2009 giliran SMP Negeri dibiayai oleh Pemkot Bekasi, sehingga para orangtua murid tidak dipungut biaya operasional pendidikan lagi. Program tersebut dinamakan Sekolah Be-

Bupati Resmikan SMPN 2 Teluk Jambe Timur
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya meningkatkan daya tampung siswa SMP sekaligus menunjang program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang membangun beberapa unit sekolah baru termasuk SMPN 2 Teluk Jambe timur. Peresmian Kelembagaan SMPN 2 Telukjambe Timur tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Eka Sanatha, serta perwakilan dari DPRD, Rabu (27/10). Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Menteri, Gubernur, maupun kepala daerah serta para pejabat dinas pendidikan lainnya. Namun demikian, program Wajar Dikdas tidak mungkin bisa berhasil dilaksanakan apabila kita tidak mengetahui permasalahan yang sesungguhnya. “Program Wajar Dikdas tidak mungkin berhasil bila tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai,” ujarnya. Bupati mencontohkan, untuk setiap kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sebesar 2 juta orang, maka setidaknya terdapat sekitar 35 ribu lulusan SD untuk setiap tahunnya. Di Kabupaten Karawang sendiri jumlah lulusan SD mencapai 39 ribu per tahun. Sedangkan daya tampung SMP yang ada hanya sekitar 25 ribu siswa per tahun. Dengan demikian terdapat sekitar 18 ribu siswa lulusan SD yang tidak tertampung di SMP. “Dengan kondisi ini, tentunya tidak mungkin program Wajar Dikdas dapat berhasil, karena masih ada 18 ribu yang tidak bisa melanjutkan ke SMP,” jelasnya. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, lanjut Bupati, Pemkab Karawang berupaya meningkatkan daya tampung SMP yang ada dengan menggunakan 7 langkah yang integral dan komprehensif, dimana salah satunya adalah membangun 12 unit sekolah SMP baru. Langkah lainnya adalah dengan membangun 839 unit ruang kelas baru, 18 SMP dobelshift, 3 SMP Kelas Jauh, 32 SMP Terbuka, 10 SMP Satu Atap, serta memanfaatkan program Kejar Paket B untuk 120 siswa per kecamatan. (Dms)

Pungutan SMAN 2 Babelan Beratkan Siswa
Bekasi, Radar NusantaraTerkait pungutan yang di lakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Babelan, seperti yang dimuat Radar Nusantara pada edisi III (pekan lalu) saat diminta tanggapannya kepala sekolah SMAN 2 Babelan, Abu Darda salah seorang stafnya mengaku, kepala sekolah lagi ada rapat di Pemkab Bekasi. Sementara beberapa kepala sekolah yang sempat dikonfirmasi Radar Nusantara terkait pungutan yang di lakukan SMAN 2 Babelan mengatakan, pihak SMAN 2 jika benar melakukan pungutan itu, dianggap sudah terlalu berani dan berlebihan. Sebab, sumbangan dana awal tahun yang telah dipungut pihak sekolah terhadap orangtua siswa beberapa waktu lalu sudah termasuk biaya perawatan AC, computer dan lainnya. Namun ironisnya, mengapa pihak SMAN 2 Babelan masih memungut biaya Perawatan AC Rp 10.000,persiswa setiap bulan, sehingga jika dihitung jumlah siswa sebanyak 650 siswa maka Rp. 6.500.000 setiap bulannya pungutan itu, bila dikalikan pertahunnya pungutan itu mencapai Rp 78.000.000,-. Belum lagi pungutan Computer sebesar Rp 15.000,yang jika dijumlahkan mencapai Rp 117.000.000 pertahunnya. Sementara iuran SPP Rp 90.000,- sedangkan pungutan awal tahun para siswa kelas I (250 orang) sebesar Rp 1.500.000 persiswa sehinngga jika dijumlahkan pungutan awal tahun itu mencapai Rp 375.000.000. Sehingga total uang pungutan yang dilakukan pihak SMAN 2 babelan mecapai Rp 498.500.000,-. Total uang itu sangat fantastis dan sangat mampu membiayai operasional sekolah selama setahun, jika dipergunakan dengan professional oleh pihak sekolah tanpa ada kepentingan untuk mengeruk keuntungan. Hal itu belum lagi termasuk dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi pertahunnya yang diambil dari APBD Kab Bekasi untuk kepentingan dunia pendidikan. Ada Pihak “Kebangkaran Jenggot” Akibat adanya pemberitaan Radar Nusantara pada Edisi III dengan Judul “SMAN 2 Babelan Terus Lakukan Pungutan Uang Gedung” tampak membuat beberapa pihak kebangkaran jenggot. Pasalnya, Hand Phone (HP) salah seorang staff Radar Nusantara mendapatkan Service Mesagge Shortime (SMS) dari orang yang mengaku masyarakat Babelan, SMS yang dikirim dari nomor telepon selular 0812 9488 XXX itu berbunyi “kalau muat berita komfirmasi dan cari dulu data yang akurat baru muat”. Padahal data yang diterima Radar Nusantara berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan SMAN 2 Babelan, dimana surat itu di tandatangani Kepala sekolah SMAN 2 Babelan, Abu Darda dan komite sekolah, Abddul Hadi. Menanggapi sejumlah pungutan itu, Wardja Mihardja ketua komisi D Kab Bekasi yang sempat dikonfirmasi Radar Nusantar mengatakan, pungutan yang di lakukan sekolah SMAN 2 Babelan dengan dalih biaya pembangunan ruang kelas itu, tidak dibenarkan. Sebab, pembangunan ruang kelas merupakan tanggungjawab pemerintah, bukannya pihak sekolah. Adanya pungutan dengan dalih untuk biaya pembangunan sekolah, seperti yang diungkapkan wakil kepala sekolah SMAN 2 Babelan, Fatuh Rohman kepada Radar Nusantara saat dikomfirmasi beberapa waktu lalu yang mengatakan, bahwa pungutan yang dilakukan pihak sekolah itu digunakan untuk, pembangunan sekolah, sedangkan 30% lagi untuk oprasional sekolah dan gaji guru honor. (tim)

RADAR PENDIDIKAN
SMPN 40 Kota Bekasi

Minggu ke II November 2010

12

MILIKI GEDUNG BARU
Bekasi, Radar NusantaraHampir dapat dipastikan pada semester dua awal tahun 2011 nanti SMPN 40 Jatiasih, Kota Bekasi tidak lagi menumpang di gedung SD karena gedung baru yang berlokasi di Perum Asabri Jatiluhur, Jatiasih sudah menanti. Pembangunan gedung baru SMPN 40 tersebut saat ini sudah mencapai 90% tinggal perapian saja. Sehingga dapat dipastikan pada semester kedua nanti sudah dapat dimanfaatkan.
Kabid Dikmenti Disdik Kota Bekasi, H. Dedi Djunaedi (kiri) bersama stafnya

Lepas Sambut Kepsek SMKN 1 Taruma Jaya

HAL itu disampaikan Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan Kota Bekasi, H. Dedi Djunaedi saat melakukan kunjungan ke gedung baru SMPN 40 baru-baru ini. H. Dedi panggilan seharihari ini mengaku kedatangannnya dalam rangka meninjau langsung kondisi gedung tersebut entah sampai di mana. Pasalnya, mungkin, sesuai kontrak kerja pelaksana anggaran PT. Panca Putra Harapan (PPH) No. 602.1/27-SPPP/PPK-Perkim/Distawasbang/V/2010 yang berarti mulai bulan Mei dengan masa pengerjaan selama 150 hari kalender berarti bulan Oktober mestinya sudah selesai. Sehingga ia didampingi salah seorang stafnya turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah sudah rampung atau belum. Dan nyatanya memang pelaksanaan pembangunan gedung bernilai anggaran Rp1.083.230.100 yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2010 ini sudah rampung

dan dapat digunakan. Ia juga sempat memuji hasil kerja PT. PPH tersebut yang dinilai cukup bagus dan rapi. “Memang kalau dari luar kelihatan mulus paka haji, tapi di balik tembok kita tidak tahu kan, ha..ha..ha..!”, ujar RaNus bergurau. Selanjutnya H. Dedi mempertanyakan pada PLH Kepala SMPN 40, Samsu soal bangku siswa. “Cuma bingung nih, bangku sudah ada apa belum ya?”, kata Dedi. Samsu hanya tersenyum dan berjanji akan mengupayakan menunggu keriman dari Disdik. Makin Maju Meskipun Samsu diangkat sebagai PLH Kepala SMPN 40 namun secara administratif masih berinduk pada SMPN 24 yang dipimpin oleh Dedi Hermayadi, MPd. Sehingga masalah tanggung jawab bagi Dedi Hermayadi bukan hanya SMPN 24 saja tapi juga SMPN 40, hanya saja soal teknis diserahkan kepada Samsu.

Namun perlu disadari juga tidak tanggung-tanggung perjuangan dan pengabdian Samsu terhadap SMPN 40 hingga sekarang memiliki gedung sendiri. “Sehingga layak kalau Samsu nantinya dilantik sebagai Kep. SMPN 40 definitif, sebab perjuangan dan pengorbanannya harus dihargai”, ujar Ketua LSM Peduli Anak Bangsa (PAB) Benny Sinurat kepada RaNus baru-baru ini. Kendati tugas dan tanggung jawab Dedi Hermayadi terbagi dua yakni SMPN 24 dan 40 bukan berarti ada yang terbengkalai atau ketinggalan. Bahkan setiap tahun SMPN 24 selalu mengalami peningkatan dan kemajuan terutama soal pembangunan sarana prasarana gedung. Termasuk juga peningkatan kwalitas pendidikan di SMPN 24 tetap diutamakan. Dedi tidak mau ketinggalan dengan sekolah-sekolah lain khususnya di wilayah Bekasi dalam hal berkreasi demi peningkatan mutu pendidikan agar

mampu berkompetisi dengan sekolah lain. Dedi termasuk salah seorang kepala sekolah yang konsisten serta disiplin dalam tugas sehari-hari. Selain ramah dan murah senyum, ia dikenal loyal terhadap siapapun. “Orang takut karena ada yang dihindari atau dibayangi kesalahan, sementara saya merasa tidak bersalah untuk apa saya takut sehingga harus menghindar, hadapi dan layani saja siapapun mana tahu itu jalan rezeki”, ujar Dedi di antara senyum merekah. Terbukti memang, sarana dan prasarana SMPN 24 sudah hamper lengkap, termasuk juga masjid berdiri kokoh dan megah. Tentu para siswa dan guru tidak perlu lagi keluar untuk sholat sebab masjid sudah ada di dalam sekolah. Saat ini di SMPN 24 tinggal program peningkatan kwalitas pendidikan saja agar mampu meraih status Sekolah Berstandar Nasional (SSN) atau SBI. Amin…mudahmudahan tercapai. (Topas/BS)

Bekasi,Radar NusantaraBertempat diaula SMK.Negri 1 Tarumajaya, 3/11 dilangsungkan acara lepas sambut Kepala sekolah yang lama Drs. Teguh Wahyudi, MPd,. kepada kepala sekolah yang baru H. Saparudin, SPd, MM. yang dihadiri kepala UPTD Tarumajaya H. Kasir, SPd, Kapolsek Tarumajaya, dan segenap jajaran guru di wilayah Tarumajaya. Dalam kata sambutannya Drs. Teguh Wahyudi, MPd mengatakan bahwa dirinya sudah enam tahun menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Tarumajaya dari sejak sekolah belum berdiri karena belum ada lahan dan akhirnya diusulkan ke Pemda serta ke Dinas Pendidikan Kab. Bekasi. Maka di berikan lahan di wilayah Kec. Tarumajaya yaitu Tanah Kas Desa (TKD) seluas kurang lebih 6000 M2, melalui Camat dan Kepala Desa setempat, di katakannya lagi banyak suka dan duka serta kenangan manis yang dialami selama kurang lebih enam tahun menjabat sebagai kepala sekolah SMK 1 Tarumajaya. Dengan perasaan sedih terpaksa sekarang harus meninggalkan sekolah dan segenap guru serta semua murid yang dicintainya untuk tugas baru di SMK 1 Cikarang Barat serta ucapan permintaan maaf kepada segenap guru dan murid selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah apabila ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak sengaja. Keluarga besar SMK 1 Tarumajaya mengucapkan selamat jalan kepada Drs. Teguh Wahyudi, MPd, selamat bertugas pada tempat yang baru, terima kasih atas jasa dan pengabdiannya selama ini dan mohon jangan lupakan kami segenap guru dan murid SMK 1 Tarumajaya apabila ada waktu tengoklah kami. Demikian juga di katakana oleh kepala sekolah yang baru H. Saparudin, SPd, MM, bahwa dirinya akan melaksanakan tugasnya sebagai kepala sekolah SMK 1 Tarumajaya dan berkordinasi dengan segenap guru serta akan membenahi adminstrasi sekolah yang sudah berjalan dengan baik dan melanjutkan program kebijakan kepala sekolah yang terdahulu Drs. Teguh Wahyudi, MPd. Harapan ke depan semoga sekolah yang akan dipimpinnya lebih maju dan berkualitas dalam pendidikan serta terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang Profesional yang nantinya dapat bersaing diajang Internasional Di era globalisasi sekarang ini. (gani)

Merasa Dibeking Bupati Bekasi

Kepala UPTD PAUD TK/SD Babelan Doyan Uang Haram
Bekasi, Radar NusantaraPungutan yang di lakukan pengawas UPTD Paud TK/SD Babelan mengatas Namakan Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi hanya untuk menjatuhkan Sa’dudin Calon Bupati Bekasi pada Pilkada 2011. Sertifikasi pemberkasan Guru dan kepala sekolah Dasar Negeri Babelan Kabupaten Bekasi bukan rahasia umum lagi, baik itu pungutan uang pelicin atau uang “cecebelece” lainnya telah dihalalkan berbagai cara untuk mengeruk keuntungan. Menurut keterangan salah seorang sumber Kepada Wartawan Radar Nusantara yang tidak mau ditulis namanya mengatakan, kalau Engkar Sukarya Alias Mr.Black Ka UPTD Paud-TK/SD Kecamatan Babelan bersama staf terutama Kasubag Tata Uasaha (TU), R Dani Hudaya kerap melakukan pungutan yang mengatasnamakan Kadis Pendidikan Kab Bekasi, Rusdi M Biomed. Masih menurut sumber, Engkar juga pernah melakukan pungutan kepada camemerintahkan orang kelon kepala sekolah SD percayaannya, Makmun Negeri. Saat itu, pungutan sebagai kordinator yang yang dilakukan jumlahjuga pengawas di UPTD nya mencapai ratusan paud TK/SD di Kecamajuta rupiah, dan itu masih tan Babelan, dan itu jelas terbersit dalam benak diketahui Kasubag Tata para kepala sekolah. segUsaha, R Dani Hudaya itu pongahnya orang keyang sempat direkam percayaan Bupati Bekasi Wartawan Radar Nusantitu, atau memang dia ara dalam pengakuannya. (Engkar Sukarya/ Sementara Staf UPTD Mr.Black) kebal hukum, melalui Short Message seperti yang kerap dikaServis (SMS) mengatakan, takan banyak kalangan. Engkar Sukarya kalau saya sudah tidak Informasi yang dihimpun Radar Nusantara mengatakan, pada memungut itu lagi, sementara dari data saat diadakannya rapat dan penandatan- dan laporan yang di dapatkan Redaksi ganan MoU dana Bos Provinsi sekitar Radar Nusantara di lapangan kalau bulan September 2010 bertempat di SDN yang memungut kepada setiap sekolah Sriamur 03 dan 01 Kecamatan Tambun adalah Makmun selaku kordinator Utara, Kabupaten Bekasi, pihak Kepala Pengawas. Sedangkan pungutan biaya UPTD memungut biaya sebesar Rp. Sertifikasi dan pemberkasan tersebut 200.000,-. Sementara saat para guru me- semuanya di lakukan oleh kordinator nerima uang tunjangan fungsional dipo- pengawas UPTD. Sampai berita ini di turunkan Wartong Rp. 50.000 per orang. Tiap ada pungutan, Engkar Sukarya tawan Radar Nusantara belum dapat menjumpai Ka UPTD Paud TK/SD Kecamatan Babelan, Engkar Sukarya karena kerap keluar kantor. Hal itu seperti yang selalu diungkapkan salah seorang stafnya yang mengatakan, “Bapak sudah keluar tadi pagi.” Sementara itu, Wartawan Radar Nusantara saat menyambangi kepala dinas pendidikan Kabupaten Bekasi, Rusdi M Biomed untuk mengkonfirmasi berdasarkan keterangan dan pengakuan salah seorang Staf UPTD Paud TK/SD tentang setoran yang terus bergulir masuk kantong Pribadi dan golongan yang tidak pernah digubris orang nomor satu didinas pendidikan. Rusdi berkilah, kalau dari pihak dinas pendidikan tidak pernah menganjurkan adannya pungutan kepada pihak sekolah apalagi kepada guru. Keterangan dari salah satu nara sumber Radar Nusantara mengatakan, kalau pada saat Sertifikasi Pemberkasan setiap Guru dan Kepala sekolah di kenakan biaya Sebesar Rp 150.000,- per orang dengan alasan di suruh oleh pihak dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Eangkar Sukarya bukan kali pertama ini saja melakukan pungutan uang haram, namun hingga saat ini sangsi maupun teguran yang diberikan Kadis Pendidikan maupun Bupati Bekasi hanya sebatas akan…dan itupun tidak menutup kemungkinan Ka UPTD yang satu ini terus melakukan pendekatan dengan juru selamat yang juga kakak tertua Sa’dudin. Lalu siapa yang pantas di vonis maling dengan kedok dunia pendidikan, apakah Engkar atau Oknum Dinas pendidikan Kabupaten atau juga orang ketiga yang mengatasnamakan kepercayaan sekaligus kepanjangan tangan Bupati Bekasi. Sampai berita ini diturunkan, Redaksi Radar Nusantara membuka Pengaduan terkait prilaku Engkar Sukarya alias Mr Black yang suka makan uang haram tanpa memperhatikan dampaknya di lingkungan UPTD Dinas Pendidikan Kab. Bekasi dengan SMS 0818418944 atau Email. radarnusantara@yahoo.com (nop/hen)

EKONOMI & BISNIS

Minggu ke II November 2010

13

Pertumbuhan Ekonomi Padangpanjang Capai 6,32% pada 2009
Sumut, Radar Nusantara Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan pada 2000, pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padangpanjang 2009 tercatat sebesar 6,32 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Muhammad Hudaya, mengatakan berdasarkan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi kota berhawa sejuk itu menunjukkan trend positif. “Pertumbuhan ekonomi di kota ini sedikit mengalami kenaikan dibanding 2008, yang hanya sebesar 6,27 persen,” jelas Hudayana didampingi Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Lina Ferdianty. Berdasarkan nilai PDRB atas dasar harga yang berlaku pada 2009, jumlah nilai tambah seluruh sektor ekonomi di Kota Padangpanjang mencapai Rp847.535,18 miliar. Nilai yang dicapai tersebut cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat hanya sekitar Rp730.320,31 miliar. “Perkembangan tersebut dapat diartikan bahwa secara absolut, PDRB Kota Padangpanjang tumbuh sebesar 16,05 persen,” jelasnya. Lanjut Hudaya, secara keseluruhan perekonomian Padangpanjang berkembang dengan baik. Namun, bila dicermati dari masing-masing sektor, pertumbuhannya masih relatif bervariasi. “Terdapat sektor yang pertumbuhannya naik dibanding tahun sebelumnya, seperti di antaranya sektor industri dan pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih. Juga dari sektor bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa,” urainya. Namun, beberapa sektor lainnya yang mengalami pertumbuhan lebih rendah dari 2008, seperti sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Pada 2009 ini, sektor yang mengalami pertumbuhan di atas rata-rata secara keseluruhan yakni 6,32 persen, adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 6,44 persen, berikutnya adalah sektor bangunan 6,80 persen, sektor jasajasa sebesar 7,21 persen, sektor perdangangan, hotel dan restoran dengan pertumbuhan mencapai 7,28 persen dan terakhir adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 7,89 persen. “Sedangkan untuk sektor lainnya hanya mampu tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi secara umum di kota ini,” kata Hudayana saat ditemui di kantornya. Hudayana menjelaskan, sektor yang mengalami pertumbuhan di bawah rata-rata tersebut, yakni sektor listrik dan air bersih sebesar 6,25 persen, pertanian sebesar 3,05 persen, pertambangan dan penggalian 1,79 persen dan begitu juga dengan sektor industri pengolahan yang hanya tumbuh sebesar 4,11 persen. “Dibadingkan dengan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Sumbar, berdasarkan data pada 2008, Kota Padangpanjang berada diperingkat 8 setelah Kabupaten Solok. Untuk 2009, belum dirangking karena data daerah lainnya ada yang belum final,” katanya. (ari)

Bengkel Karoseri CV. Bagus Jaya Karoseri

Pakai Tenaga Profesional
Bekasi, Radar NusantaraPelayanan maksimal dan memuaskan merupakan strategi yang diterapkan CV. Bagus Jaya (BJ), sebuah Perusahaan Karoseri yang berdomisili di Jl. Raya Narogong KM 7, Kota Bekasi.
BJ, tak heran jika setiap hari menerima puluhan pesanan reparasi/pembuatan bak berbagai jenis kendaraan beroda empat hingga dump Truck dan Container. Sesuai pemantauan Radar Nusantara, CV.BJ juga melayani reperasi/pembuatan tangki Minyak dan Air. “Saya akui memang hasil kerja para teknisi CV. BJ terutama tukang las sangat bagus dan rapi. Bos saya juga memujinya, makanya hampir semua Mobil Truck Bos saya diserahkan pengerjaannya ke CV. BJ, disamping itu soal biaya terjangkau dan Standart”, ujar Budi, salah seorang sopir truck di depan bengkel Karoseri CV. BJ barubaru ini. Ia juga menambahkan, pelayanan para karyawan CV. BJ pun cukup menyenangkan karena ramah dan sabar. Berdasarkan hasil investigasi Radar Nusantara terhadap sejumlah warga dilingkungan perusahaan, ternyata pihak managemen CV. BJ juga menunjukkan rasa kepeduliannya terutama pada saat menjelang Lebaran. CV. BJ telah mempersiapkan dengan matang untuk menghindari keresahan warga sekitar terutama soal penanganan limbah dan kebisingan yang ditimbulkan saat melakukan kegia-

CV. Bagus Jaya Karoseri Puaskan Pengguna Jasa

YANG dimaksud dengan pelayanan maksimal selain lama pengerjaan tepat waktu juga kwalitasnya terjamin sehingga memuaskan para konsumen. Sementara untuk menciptakan kwalitas baik dan terjamin tidak terlepas dari peran tenaga teknis yang Profesional dan Berpengalaman. CV. Bagus Jaya melayani antara lain Reperasi dan pembuatan Bak Dump Truck, Container, Mobil Box dari bahan Aluminium dan Besi dengan biaya terjangkau dan Standart. Berkat pelayanan maksimal yang dilakukan pihak managemen CV.

tan. Tentu saja sampai saat ini belum ada warga yang mengeluh, sebab kehadiran CV. BJ dinilai belum mangganggu serta meresahkan. Agar warga setempat tidak terganggu, perusahaan dilengkapi dengan alat peredam suara. Begitu juga limbah perusahaan tidak sempat menumpuk karena langsung ditangani secara Profesional. Sampai sejauh ini pihak Managemen CV. BJ tidak mau berspekulasi dan anggap remeh terhadap dampak lingkungan. Hal tersebut juga diakui oleh Ketua (Plh) LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Benny Sinurat ketika diminta tanggapannya baru-baru ini di kantornya. Menurut Benny, berdasarkan

hasil Investigasinya bersama para anggotanya di lapangan sampai saat ini belum ada keluhan dari warga setempat. “Sebenarnya Perusahaan Karoseri itu memiliki dampak lingkungan yang cukup besar terutama soal limbah dan kebisingan. Tapi ternyata belum ada warga yang mengeluh bahkan melapor, berarti aman-aman saja. Sepertinya pihak managemen CV. BJ sudah mempersiapkan sebelumnya secara matang dengan melengkapi berbagai peralatan untuk mengantisipasi dampak lingkungan, padahal setiap hari ordernya cukup banyak”, tutur Benny sembari mengaku bahwa sebenarnya belum mengenal pemilik perusahaan. (topas/bs)

Cuaca Buruk Sebabkan Hasil Nelayan Pangkalpinang Menurun
Pangkalpinang, Radar NusantaraHasil tangkapan nelayan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, mengalami penurunan akibat cuaca buruk, sehingga persediaan ikan segar di pasaran berkurang. Kepala UPT Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kota Pangkalpinang, Hari Koestiawan di Pangkalpinang, Minggu menyatakan, hasil tangkapan nelayan yang bongkar di TPI Ketapang dalam sepekan terakhir berkisar delapan ton, jika dibandingkan sebelumnya mencapai 18 ton perminggu. ”Dalam sepekan terakhir cuaca di perairan terus memburuk seperti tinggi gelombang yang mencapai dua hingga tiga meter, disertai hujan dan angin kencang yang berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan yang hanya mengandalkan alat tangkap pancing dan jaring,” ujarnya. Ia mengatakan, memburuknya cuaca mengakibatkan sebagian nelayan tidak melaut karena sudah membahayakan keselamatan nelayan. “Nelayan yang memiliki kapal berkapasitas lima ton ke bawah tidak berani melaut dan hanya nelayan yang memiliki kapal dengan kapasitas di atas lima ton yang masih melaut, sehingga pasokan ikan masih ada meski belum memenuhi kosumsi ikan warga yang cukup tinggi,” ujarnya.Ia menjelaskan, selama 2010, tangkapan nelayan Kota Pangkalpinang mengalami penurunan rata-rata 210 ton perbulan, jika dibandingkan pada 2009 mencapai 420 ton perbulan. ”Terhitung Januari hingga Agustus 2010, rata-rata hasil tangkapan nelayan yang bongkar dan dilelang di TPI Ketapang berkisar tujuh hingga delapan ton perhari jika dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 14 hingga 16 ton perhari” Kata Hari Diprediksikan hasil tangkapan nelayan pada Desember 2010 akan mengalami penurunan yang cukup drastis karena rata-rata nelayan tidak melaut akibat memburuknya cuaca. Ia mengatakan, penurunan hasil tangkapan nelayan tersebut selain akibat cuaca juga disebabkan banyak terumbu karang dan tempat berkembangbiakan lainnya rusak akibat penceraman dan pengerukan tambang timah apung dan kapal isap yang saat ini marak dan telah beroperasi di kawasan tangkap nelayan. ”Pencemaran air laut dan pengerukan tambang timah di perairan Babel sudah cukup mengkhawatirkan, berdampak terhadap penurunan hasil tangkapan dan kesejahteraan keluarga para nelayan yang masih mengunakan alat pancing dan jaring,” ujarnya. Menurut dia, akibat menurunnya hasil tangkapan nelayan tersebut berdampak langsung ter-

hadap harga ikan yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi, sehingga memberatkan warga untuk membeli ikan-ikan segar tersebut. (rudi)

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II November 2010

14

Gayus Nonton Tenis di Bali
Jakarta, Radar NusantaraCommonwealth Bank Tournament of Champions di International Convention Center, the Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11) malam lalu, baru saja digelar. Saat itu, petenis Daniela Shantuchova berhadapan dengan Yanina Wickmayer dalam pertandingan perempat final.
MELALUI pertandingan ketat selama 1 jam 50 menit, petenis Slovakia, Hantuchova, akhirnya berhasil menang dengan skor 64 dan 7-6 atas Wickmayer. Namun, malam itu, siapa sangka, dari ratusan penonton yang duduk santai menyaksikan pertandingan ini, ada satu yang sangat mirip dengan Gayus Halomoan Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak dan pencucian uang. Bahkan, salah seorang wartawan media nasional sempat mengabadikan orang ini yang duduk diantara penonton dengan mengenakan kaos hitam. Informasi ini pun cepat berkembang. Banyak yang menduga kalau orang yang mirip Gayus itu adalah Gayus. Apalagi, Mabes Polri membenarkan kalau Sabtu (6/11) lalu, Gayus memang sempat keluar dari Rutan dengan alasan sakit untuk berobat. Spekulasi pun terus berkembang bahwa kemungkinan Gayus keluar sehari sebelumnya. Propom Mabes Polri pun langsung bergerak memeriksa karutan dan sembilan anggota polisi yang bertugas di Rutan Brimob. “Iya, sembilan orang diperiksa, salah satunya komandannya,” ujar Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, kepada Wartawan. Iskandar juga membenarkan kalau Jumat (5/11) pekan lalu, Gayus dilaporkan keluar dari rumah tahanan Brimob, Kelapa Dua, Depok, sejak pagi hari hingga larut malam. Saat keluar, ia dikawal oleh sembilan orang ang-

Suharto Ariyanto S.Pd, MM. (Camat Baru Tambun Utara)

Propam Periksa 9 Anggota Brimob dan Karutan
na perbuatan Muhtadi dianggap telah merusak citra lembaga peradilan. Sedangkan pertimbangan yang meringankannya adalah, Muhtadi telah berbuat sopan selama persidangan berlangsung. Sebelum membacakan surat tuntutan, JPU terlebih dahulu menerangkan bagaimana Muhtadi terbukti melakukan praktik korupsi tersebut. Seperti yang diketahui Muhtadi adalah hakim yang memutus bebas terdakwa Gayus saat menjalani sidang perkara penggelapan dan pencucian uang di PN Tangerang. “Dia (Muhtadi) berinisiatif meminta USD 40 ribu kepada Gayus,” kata JPU Bambang Setyadi. JPU lalu menceritakan bahwa saat proses persidangan, Muhtadi dan Gayus terlibat hubungan komunikasi yang intensif. Buktinya, pada 24 Februari 2010, Muhtadi mengirim pesan singkat kepada Gayus. Isinya, dia meminta bantuan kepada Gayus agar anaknya yang sarjana ekonomi mendapat pekerjaan di Ditjen Pajak. Tak hanya itu, Muhtadi lalu meminta agar Gayus memperhatikan dirinya dan hakim-hakim lainnya yang menyidangkan kasus tersebut. Gayus pun menjanjikan akan memberi USD 20 ribu. Pembagiannya, Muhtadi sebagai ketua majelis dapat USD 10 ribu sedangkan dua anggotannya masing-masing USD 5 ribu. Muhtadi rupanya belum puas. Sehari menjelang sidang putusan, yang akan dilaksanakan pada 12 Maret, pria kelahiran Tuban itu kembali mengirim SMS kepada Gayus. Isinya, “Saya minta kopi saya ditambah 100 persen”. Bahkan pada 12 Maret subuh, Muhtadi meminta tambahan lagi. “Anak saya minta Honda Jazz, jadi kopi saya ditambah 10 kilogram,” tulisnya dalam SMS itu. Kopi yang dimaksud dalam percakapan itu adalah uang. Akhirnya sesaat sebelum sidang, sekitar pukul 09.00, Gayus mengantar uang USD 40 ribu ke rumah Muhtadi. Tak pelak Muhtadi pun memvonis bebas Gayus. “Dari bukti-bukti itu, JPU yakin kalau dia memang bersalah,” ucap Bambang saat ditemui seusai sidang. Penasehat hukum Muhtadi, Alamsyah Hanafiah berkeyakinan bahwa kliennya tidak menyalah gunakan wewenang. Sebab, kasus Gayus sebenarnya tidak jelas. “Wajar kalau Muhtadi memvonis bebas,” katanya. (tim)

Melanjutkan Kebijakan dan Berkoordinasi Dengan Semua Unsur
Bekasi, Radar NusantaraBerakhirnya masa bakti Camat lama Tambun Utara, Junaidi yang di gantikan oleh pejabat sementara Amir Hamzah, sekarang ini telah ada penetapan camat yang baru, Suharto Ariyanto, Spd, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Seketaris Kecamatan Tambun Selatan. Ketika di konfirmasi di ruang kerjanya Suharto mengatakan,” sementara belum ada program kerja saya, hanya melanjutkan kebijakan kerja camat terdahulu {junaidi) dan berkordinasi dengan unsur muspika, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda, sambil beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, “ ungkapnya pada Radar Nusantara belum lama ini. Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kec. Tambun Utara. Dirinya mengaku, akan terlebih dahulu melakukan pembinaan dan pembenahan administrasi yang sudah berjalan dengan baik, juga akan melakukan pembinaan sistem administrasi kepada aparatur desa di wilyah Tambun Utara. Terutama masalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang disinyalir masih rendah dan belum mencapai target. Harapan ke depan, apa yang di inginkan pemerintah Kab. Bekasi dalam perolehan PBB di wilayah Kec Tambun Utara akan lebih meningkat dan berharap agar masyarakat segera membayar PBB sesuai peraturan yang ada, tegasnya. (gani)

gota Polri yang menjaganya. “Gayus ngakunya sakit, dia minta keluar untuk berobat”, ujar Iskandar, seperti ditulis Tempo, Senin (8/11). Namun, kata Iskandar, para anggota Polri tersebut tidak memiliki izin untuk membawa tahanan keluar rutan. “Jadi inisiatif mereka sendiri,” tuturnya. Diduga Gayus tidak tak ke rumah sakit, tetapi mengunjungi rumah mewahnya di perumahan Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Malam itu juga Gayus dan sembilan orang polisi pengawalnya langsung diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Iskandar menambahkan, ia belum bisa memastikan apakah kesembilan anggota tersebut menerima iming-iming dari Gayus. “Kita lihat saja nanti hasil pemeriksaannya seperti apa,” ujarnya. Ia mengatakan, Gayus juga diperiksa terkait aksi jalanjalannya itu. Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Albertina Ho membantah dirinya memberi izin terdakwa kasus mafia hukum Gayus Tambunan untuk keluar rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, akhir pekan lalu. “Saya tidak pernah memberikan izin apapun kepada Gayus, itu saja komentar saya,” kata Albertina di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, baru-baru ini. Sementara pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution, mengaku tak tahu-menahu kabar keluarnya Gayus dari tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu lalu, untuk berobat. “Itu baru isu, saya akan cek dia sakit apa,” ujar Buyung kepada wartawan. Gayus Membantah Pada kesempata terpisah, Gayus Tambunan membantah

dirinya keluar dari rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jumat pekan lalu, untuk menonton pertandingan tenis di Nusa Dua, Bali. “Saya di dalam rutan, nggak ke mana-mana. Orang penjaranya digembok gimana bukanya?” kata Gayus di sela skrorsing sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gayus juga mengaku tidak dalam keadaan sakit. Gayus malah berulang kali mengatakan, kalau ia tidak suka tenis, tapi suka golf sama sepak bola. Gayus Halomoan P Tambunan adalah mantan pegawai pajak yang dalam setahun belakangan menjadi sorotan publik. Kasus mafia hukumnya pada 2009 lalu diungkap oleh mantan Kabareskrim, Komisaris Jenderal Susno Duadji. Terbongkarnya kasus mafia hukum ini juga ikut mengungkap kasus skandal pajak tiga perusahaan besar Grup Bakrie, PT Bumi resorces, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin. Dituntut 3,5 Tahun Sementara itu, terdakwa Muhtadi Asnun, hakim yang menyidangkan kasus Gayus Tambunan di PN Tangerang, sulit berkelit. Tim jaksa kemarin (8/11) menuntut Muhtadi dengan hukuman tiga tahun enam bulan penjara plus denda Rp250 juta setelah diyakini terbukti menerima uang dari Gayus. “Terdakwa terbukti melanggar pasal 6 ayat 2 UU 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” kata JPU Yuris Rawando saat membacakan tuntutannya di gedung PN Jakarta Selatan kemarin. Menurut dia, penggunaan pasal 6 dianggap paling tepat, lantaran pasal tersebut khusus mengatur tentang korupsi yang dilakukan hakim. Petimbangan yang memberatkan adalah kare-

Warga Tambun Selatan Resah Pembuatan KTP Dipersulit
Bekasi, Radar NusantaraProses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupatn Bekasi Jawa Barat sangat membingungkan masyarakat, bahkan anjuran dari pemerintah untuk mempermudah pengurusan KTP dengan membebaskan biaya Administrasi terkesan diabaikan. Ironisnya, para Petugas Pelayan Public di Kecamatan Tambun Selatan kerap memanfaatkannya untuk mendapatkan Pungli ( pungutan liar). Padahal seharusnya masyarakat bisa mudah dan cepat saat mengurus KTP, namun prakteknya dilapangan dipersulit dan berbelit-belit. Seperti yang dialami salah seorang warga Tambun Selatan saat mengurus KTP-nya terkesan dipersulit, meskipun persyaratan mulai dari surat pengantar RT/RW dan Desa/Kelurahan sudah dilengkapi, sebagaimana layaknya pembuatan KTP Baru. Namun, semua Persyaratan Administrasi itu ditolak oknum petugas Kecamatan Tambun Selatan. Oknum itu berdalih, bahwa saat mengurus KTP harus membawa photocopy Ijazah dan Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan Kec Tambun Selatan. Akibat tidak membawa surat yang diminta oknum petugas, permohonan pembuatan KTP baru yang diajukan warga Desa Tambun itu ditolak mentah-mentah oleh oknum petugas dengan berbagai alasan yang tidak jelas. Padahal, saat mengajukan permohonan pembuatan KTP itu, warga tersebut telah melampirkan KTP (tempat tinggalnya dahulu) yang asli dan masih berlaku, bahkan telah pula menandatangani surat pernyataan bermeterai Rp 6000,Saat wartawan ingin menanyakan hal tersebut kepada, Tata selaku kepala seksi (kasi) Kependudukan Kecamatan Tambun Selatan, terkesan menghindar dan bersikap kurang bersahabat. Bahkan, malah membentak-bentak wartawan dengan nada tinggi dan suara keras, seraya berkata “Anda dari wartawan mana?”. Padahal, selaku pelayan masyarakat yang gajinya juga dari uang rakyat, Tata tidak selayaknya melontarkan kata-kata seperti itu, tetapi harus memberikan contoh yang baik. Sehingga bisa menjadi teladan bagi pamong lain. Dengan nada sinis oknum Pamong yang tidak layak menjadi teladan bagi masyarakat itu mengatakan, sudah banyak wartawan yang saya (Tata) kenal, namun tidak seperti kamu, ungkapnya. Sehingga terkesan sejumlah wartawan yang dikenalnya itu, bisa diaturnya hanya dengan memberi amplop, meskipun segala tindakannya tidak mencerminkan selaku pelayan Publik yang patut dicontoh. Menurut pengakuan salah seorang warga Kecamatan Tambun Selatan yang sempat ditemui Radar Nusantara mengatakan, keluhan masyarakat saat mengurus KTP nya, bukan saat ini saja terjadi, bahkan sudah lama berlangsung. Sebab, saat masyarakat akan mengurus KTP nya, Oknum petugas Kecamatan kerap memungut biaya dengan dalih uang administrasi. Pungutan itu bervariasi, yaitu antara Rp 20 ribu – Rp.30 ribu, Padahal Daearah lain, seperti Kota Bekasi dan DKI Jakarta telah menggratiskan masyarakatnya saat mengurus KTP. Namun, di Pemkab Bekasi masih memungut biaya KTP kepada warganya, sehingga hal itu sangat memberatkan. Seharusnya dilihat dari APBD nya, Pemkab Bekasi sudah layak membebaskan warganya dari pungutan saat mengurus KTP, sehingga tidak menjadi ajang pungli bagi oknum yang tidak bertanggungjawab. (tm)

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II November 2010

15

Ribuan Tutor Paket ABC Pertanyakan Insentif
Bekasi, RadarNusantaraPada tahun anggaran 2010 pemkot bekasi mengalokasikan anggaran untuk tambahan penghasilan (insentif) tutor paket A-B-C / PAUD serta tutor kelompok bermain (KB) Taman kanakkanak (TK), sebesar Rp.2,3 miliar.
PEMKOT Bekasi mengucurkan anggaran tersebut terkait kepedulian untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia sejak dini. Penyaluran dana yang bersumber dari APBD tersebut diduga akan dikorup oleh oknumoknum pejabat dinas pendidikan dengan cara pembayaran hanya enam [6] bulan saja seperti tahun sebelumnya. Didalam APBD Pemkot Bekasi tahun 2010 pasca Evaluasi dan Daftar Rencana kegiatan anggaran (RKA) dinas Pendidikan ditetapkan 600 orang tutor Paket A,B,C/PAUD penerima Insentif dengan nilai anggaran Rp.1 miliar untuk tahun 2010. Namun Dinas Pendidikan membagikan Insentif kepada 802 orang tutor, masing-masing hanya menerima Rp.600.000 untuk enam bulan saja. Jika ditotal anggaran yang sudah disalurkan sebesar Rp.481.200.000, sejumlah tutor mempertanyakan penyaluran anggaran insentif hanya enam bulan saja. Setiap tahun prakteknya para tutor hanya menerima seperti saat ini, kami sudah bosan dibohongi ujar salah seorang tutor paket C. Sama halnya anggaran pemberian Insentif bagi tutor Kelompok Bermain (KB) dan tutor taman kanak-kanak (TK) sebesar Rp.1,3 miliar didalam APBD jumlah tutor penerima sebanyak 1300 orang, ternyata dinas Pendidikan melalui Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) hanya menyalurkan kepada 1050 orang tutor. Masing-masing tutor menerima Rp.600.000 untuk enam bulan dan dipotong pajak Rp.30.000, sejumlah tutor TK meragukan dan mempertanyakan pencairan sisa Insentif untuk enam bulan lagi. Kapan waktu pencairannya nya, pada hal tahun anggaran 2010 tinggal dua bulan lagi, cetus salah seorang tutor TK kepada Radar Nusantara merasa pesimis. Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) yang juga pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Murtiani,S,Sos kepada Radar Nusantara menjamin pembayaran penghasilan tambahan (Insentif) para tutor pasti dibayarkan sebelum tahun anggaran 2010 berakhir. Menanggapi perbedaan jumlah tutor KB/TK penerima insentif dari 1300 orang menjadi 1050 Murtiani tidak bersedia mengomentari, malah Euis Bendahara Bidang PNFI menyalahkan jumlah tutor penerima insentif saat pengesahan APBD. Kabid PPNFI Drs. H. Jarnuji saat dikonfirmasi Radar Nusantara tentang masalah ini, tidak bersedia memberikan keterangan. (Anton)

Dana Bantuan Pertamina Disinyalir Jadi Bancakan Kepala Desa Hurip Jaya
Bekasi, Radar NusantaraSumbangan yang diberikan pertamina sebesar Rp 200 juta pada tahun 2009 kepada Desa Hurip Jaya, Kec Babelan, Kab Bekasi Jawa Barat untuk memperbaikan pagar kantor Desa yang sudah rubuh, disinyalir menjadi bancakan kepala Desa Hurip Jaya, Sahil Saat hal ini akan dikonfirmasi Radar Nusantara kepada kepala Desa Hurip Jaya, Sahit diperoleh informasi dari salah seorang stafnya, bahwa kades sedang tidak berada dikantornya, karena sedang ada urusan keluarga. Namun, menurut informasi yang diperoleh Radar Nusantara dari orang yang layak di percaya mangatakan, bahwa kades Sahil sedang berada di pos dua (istri muda) Karawang. Bahkan informasi itu juga mnyebutkan, sumbangan dari pertamina untuk rehap pagar yang sudah rubuh itu, disinyalir digunakan untuk biaya pernikahan dan merehab rumah serta membeli satu unit sepeda motor mio untuk istri mudanya. Akibat itu, disinyalir kades sahil melakukan tindak pidana Korupsi untuk memperkaya diri sendiri, bukti lain berupa, rekaman dari nara sumber akan diserahkan kepada Kejaksaan untuk proses pemeriksaan dan penangkapan kades hurip jaya, Sahil Sementara LSM GMBI yang dimintai komentarnya oleh Radar Nusantara mengatakan, apabila terbukti kepala Desa Hurip Jaya, Sahil menyalahgunakan jabatanya untuk mengeruk keuntungannya belaka. Maka pihaknya tidak sungkan untuk melaporkan tindakan yang yang dilakukan Kades itu kepihak berwajib dan Kejaksaan Negeri Bekasi untuk di proses secara hukum. Sebab, jika tindakan itu benar,hal itu merupakan tindak pidana korupsi. (Gani)

K3S dan PGRI Kec. Jatiasih

Sumbang Korban Bencana Gunung Merapi Yogyakarta
Gunung Merapi Sleman, Yogyakarta. Tim peduli bencana tersebut diketuai oleh Ketua K3S, Drs. H.M Sukim, M.MPd, sekretaris Ketua PGRI, Latyo S, MM, bendahara, Wati S, M.MPd dan Cahya Yulianti, S.Pd sementara penanggung jawab adalah Kepala UPTD Pembina SD Kec. Jatiasih, H. Sanim, M.MPd. Hal ini diungkapkan Ketua TPB, H.M Sukim ketika ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini. Menurut Sukim, dana yang sudah terkumpul saat ini sudah lebih dari Rp40 juta dan targetnya sekitar antara 70 hingga Rp75 juta. Ia yakin target tersebut akan bisa dicapai mengingat pengalamannya selama ini ketika menggalang dana untuk disumbangkan ke sejumlah korban bencana seperti gempa bumi di Padang Sumatera Barat, banjir di Muara Gembong Bekasi. Kepala SDN Jatisari III, Kec. Jatiasih ini mengakui bahwa rasa kepedulian warga Jatiasih khususnya para guru, orangtua siswa serta jajaran kantor UPTD sangat tinggi sehingga ia berani meyakinkan target tersebut akan tercapai sebelum diantar langsung ke Yogyakarta minggu depan. Menurut pria yang memiliki loyalitas tinggi dan sangat aktif di bidang kemanusiaan ini, rencana kegiatan amal ini dimulai saat ngobrol antara dia (Sukim-red), Latyo dan pengawas UPTD Kec. Jatiasih, Emed, S.Pd. Kemudian langsung dihubungi seluruh kepala SD se-Kec. Jatiasih. “Alhamdulillah, mereka semuanya mendukung dan bersedia membantu dalam hal penggalangan dana. Jika ditotal semua dari hasil konfirmasi saya sampai saat ini sudah terkumpul lebih Rp40 juta padahal baru berapa hari”, ujar H. Sukim bersemangat. Menjawab pertanyaan RaNus, Sukim menjelaskan sesuai yang sudah dilaksanakan sebelumnya dana tersebut disumbangkan dalam dua bentuk yakni dana kontan dan sebagian bentuk barang yang tahan lama (awet) sesuai kebutuhan korban bencana. Kemudian ia menceritakan pengalamannya ketika menyerahkan sumbangan pada korban banjir Muara Gembong dimana sebagian berbentuk bahan sandang pangan dan sebagian uang kontan. “Saat itu terkumpul dana sekitar Rp40 juta, bayangkan saja untuk operasional sebagai biaya transportasi saja saya serahkan Rp20 juta, soalnya biaya angkut barang satu rit Rp200.000”, katanya. Lebih lanjut dijelaskan, paling lambat minggu depan tim peduli bencana sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengantar sumbangan tersebut. Selain melihat Gunung Merapi tim juga ingin melihat langsung kondisi para korban di penampungan. “Seluruh dana yang terkumpul akan kami serahkan, mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara kita yang saat sangat membutuhkan perhatian dan bantuan”, tandasnya. (bs)

Bekasi, Radar NusantaraTim Peduli Bencana (TPB) yang dimotori oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kec. Jatiasih, Kota Bekasi menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban bencana fulkanik

Lomba Pos WK Kec Bekasi Utara
Bekasi, Radar NusantaraBertempat di Aula kecamatan bekasi utara sabtu 30 Oktober 2010 di gelar acara lomba POS WK membuat kaum ibu makin cerdas dan kreatif, yang dihadiri oleh Ibu Camat Eka Darsono dan Ibu Uum sebagai Ketua POS WK beserta Ibu Ibu se Bekasi Utara. ketika di konfirmasi Radar Nusantara Ibu Camat Eka Darsono berharap para Ibu Ibu POS WK kedepanya akan lebih maju, lebih cerdas dan mandiri, intinya sebagai pendamping suami dapat membantu ekonomi keluarga. Yang diberikan POS WK bukan saja dari sisi keterampilan tetapi juga dari sisi keagamaan. Hal serupa juga dikatakan oleh ibu Uum kepada sinar pagi agar supaya kaum ibu menjadi kreatif serta dapat menggali potensi yang di milikinya, POS WK yang ada sekarang ini sebagai wadah untuk menggali potensi yang dimiliki oleh kaum ibu, dari hasil karya ibu - ibu POS WK diantaranya membuat bunga dari sabun, membuat bunga dari mute dan sedotan serta membuat tas dan dompet dari bungkus sambal dan bungkus kopi plastik, ternyata banyak diminati dan laku di pasaran ungkapnya kepada Radar Nusantara. (Gani)

RADAR DAERAH

Minggu ke II November 2010

16

DPRD Setujui LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Karawang 2005-2010
Karawang, Radar NusantaraSetelah melalui pembahasan intensif dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, DPRD Kab. Karawang akhirnya menyetujui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Bupati Karawang 2005 – 2010. Persetujuan DPRD terhadap LKPJ AMJ tersebut disampaikan saat Sidang Paripurna DPRD Kab. Karawang yang berlangsung Rabu, (27/10).
BUPATI, Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kinerja rekan-rekan di legisltatif yang telah melakukan pembahasan intensif terhadap LKPJ AMJ Bupati Karawang 2005 – 2010. “Hal ini tentunya menunjukkan kerja keras dari rekan-rekan di DPRD dalam upaya membangun Karawang ke depan,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, beberapa catatan yang disampaikan dalam rekomendasi DPRD sebelumnya tersebut merupakan wujud pertanggungjawaban dari DPRD. Hal ini karena keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh Pemerintah Daerah tidak terlepas dari fungsi kontrol yang dijalankan oleh rekan-rekan di DPRD. “Untuk itu, sekali lagi saya sampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada DPRD,” imbuhnya. Bupati melanjutkan, catatancatatan yang terangkum dalam rekomendasi tersebut tentunya akan dibahas guna menyongsong program pembangunan di tahun 2011. Untuk itu, Bupati berharap agar sesibuk apapun tugas yang dilaksanakan oleh para anggota DPRD, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilukada, agar tidak lupa terhadap tugas pokok bersama dalam menyusun perbaikan program pemerintah ke depan. Dalam laporan Pansus LKPJ AMJ yang dibacakan oleh Bambang Maryono, menyebutkan bahwa Pemkab Karawang telah berhasil memenuhi kewajiban konstitusionalnya dengan menyampaikan LKPJ AMJ kepada DPRD. Sedangkan dalam substansi pemerintahan, Pemkab Karawang telah berhasil menciptakan pelaksanaan nilai demokrasi dan prinsip-prinsip good government, yang terlihat dalam capaian indikator makro daerah dan tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Bambang Maryono melanjutkan, parameter keberhasilan lainnya, adalah terlihat dari prestasi yang dicatat oleh Kab. Karawang, antara lain anugrah aksara dari Mendiknas, Pelopor Pemberantasan Buta Aksara dari MURI, Penghargaan Bupati dengan Kepedulian Terbaik di Bidang Pendidikan dari Gubernur Jawa Barat, Penghargaan Bupati Pembina Terbaik dalam Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Gubernur Jawa Barat.. Sementara itu, dalam rekomendasi DPRD yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD Kab. Karawang, Dadang Bahar, menyebutkan bahwa Arah Kebijakan Umum (AKU) dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah telah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Karawang, sebagaimana yang telah disepakati oleh Bupati dan DPRD Kab. Karawang. Dadang Bahar menambahkan bahwa catatan dan masukan yang disampaikan dalam rekomendasi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan hendaknya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program ke depan, sehingga dapat tercipta pemerintahan yang baik dan bersih. (hp)

Canangkan Bulan Bhakti Gotong Royong
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya melestarikan semangat gotong royong di masyarakat, Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. muchtar mencanangkan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Tingkat Kab. Karawang Tahun 2010. Pencanangan tersebut ditandai dengan dipukulnya kentongan oleh tiga orang tokoh masyarakat bertempat di halaman Kantor Kecamatan Purwasari, Senin (25/10). Bupati mengatakan, kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kab, Karawang untuk memotivasi masyarakat untuk terus memelihara nilainilai luhur dan semangat bergotong royong. “Terlebih semangat gotong royong tersebut saat ini, baik di kota – kota maupun di desa-desa telah semakin luntur,” jelasnya. Lebih lanjut Bupati menceritakan, dahulu semangat gotong royong masyarakat sangat tinggi. Hal ini salah satunya terlihat dari waktu mereka membangun rumah atau pun membersihkan saluran air, dimana mereka melakukan dengan bergotong royong bersamasama. “Singkat kata, melalui kegiatan ini, yuk, mari kita sama-sama agar budaya yang baik ini dapat terus digalakkan kembali di Kab. Karawang,” ujarnya. Menggalakkan kembali semangat gotong royong di Kab. Karawang tidak hanya merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah, melainkan pula tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat, termasuk peran serta dari sektor swasta. “Hal ini karena pembangunan dapat dikatakan berhasil apabila terdapat tiga komponen yang saling bersinergis, yaitu pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” imbuhnya, seraya mengajak masyarakat untuk mengerjakan sesuatu yang bersifat untuk kepentingan umum dengan melakukannya secara bergotong royong. Di sisi lain, terkait dengan akan diselenggarakannya Pemilukada mendatang, Bupati Dadang S. Muchtar mengajak seluruh masyarakat Kab. Karawang untuk turut mensukseskan penyelenggaraan Pemilukada, terlebih, biaya yang dikeluarkan untuk Pemilukada ini sangat besar. “Untuk itu, mari kita sukseskan Pemilukada dengan menggunakan hak pilih dengan baik,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kab. Karawang, Saridin Sinabang mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Tahun 2010 ini adalah untuk melestarikan kembali nilai-nilai dan semangat kegotong royongan yang hampir pudar di masyarakat. (hp)

Penutupan Kegiatan Bhakti Siliwangi Manunggal
Karawang, Radar NusantaraBhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) memiliki makna strategis, yakni melestarikan kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena TNI lahir dari oleh dan untuk rakyat. BSMSS bisa menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan makna keteladanan dalam menggerakkan potensi masyarakat, dicirikan dengan kepedulian dan partisipasi aktif jajaran Kodim 06/04 Karawang untuk memecahkan persoalan yang dihadapi warga Karawang Khususnya Desa Bengle. “Keberadaan TNI, tidak hanya mampu menjaga stabilitas dan keutuhan NKRI, tetapi juga bisa berperan sebagai agen pembaharu sekaligus pengungkit tumbuhnya semangat memberdayakan masyarakat lebih kreatif, mampu dan mandiri dalam melakukan proses perubahan,”. Dengan selesainya kegiatan Bhakti Siliwangi ini, bukan berarti selesai pula kegiatan masyarakat dalam melaksana kan pembangunan pedesaan, akan tetapi harus tetap dilestari kan jalinan kemanunggalan TNI dengan rakyat ini secara ber kelanjutan, yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong minat dan hasrat masyarakat untuk bergotongroyong membangun desanya masing-masing. selain itu kepedulian dari unsur TNI Kodam III/Siliwangi di wilayah ini, diharapkan menjadi contoh teladan bagi masyarakat Desa Bengle untuk berperan dalam pembangunan disegala bidang. Demikian diungkapkan oleh Inspektur Upacara I.E. Djoko Purwanto pada penutupan BSMM, Kamis (04/11). Lebih lanjut Dandim 06/04 Karawang Letkol I.E. Djoko P, mengatakan bahwa segenap anggota TNI yang telah berhasil menyelesaikan berbagai kegiatan pemba ngunan fisik seperti pengecoran jalan, penyirtuan jalan desa, perbaikan rumah-rumah penduduk dan pembuatan Siskamling. lebih lanjut saya mengharapkan agar kegiatan non fisik seperti : penyuluhan dan sosialisasi diharapkan adanya peru bahan sikap, mental dan pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan terutama yang diprioritas kan ke dalam tiga bidang pembangunan yaitu : pembangunan pendidikan, dalam rangka meningkatkan kua litas sumber daya manusia ; pembangunan kesehatan, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ; pembangunan ekonomi kerakyatan, yang ditunjang pemba ngunan infrastruktur yang memadai, dalam rangka mening katkan pendapatan keluarga dan masyarakat. Sasaran dan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan tersebut antara lain : Kegiatan Fisik yaitu Pengerasan jalan lingkungan di desa ciranggon dan Bengle volume 681 M x 2,20 M (Pengerasan dan Cor), Pengerasan menuju TPU Bengle, Rehab Rumah tidak Layak Huni sebanyak 15 unit, Pembuatan Pos Kamling Desa 2 unit. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tanggal 18 – 31 Oktober 2010 yang mendapat dukungan dari APBD II Karawang, turut hadir dalam kesempatan tersbut Bupati Karawang Drs. H. Dadang S. Muchtar yang didampingi oleh Pejabat di lingkungan Pemkab Karawang. (Dms)

Museum Jendela Informasi Budaya Dibuka
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya mensosialisasikan sejarang bangsa saerta keberadaan museum kepada generasi muda, Pemkab Karawang bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Mueeum Negeri Sri Baduga, Bandung menggelaer Pameran Keliling Bersama Museum Jendela Informasi Budaya bertempat di Aula Husni Hamid Pemda Karawang. Peresmian pembukaan pameran tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Karawang, Drs. H. Dadang S. Muchtar, Senin (4/11). Pameran yang akan berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh 10 peserta, diantaranya adalah alai Pengelolaan Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung, Museum Basoeki Abdullah Jakarta, Museum Geologi Bandung, Museum Pos Indonesia Bandung, Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, Museum Perjuangan Bogor, Museum Palagan Perjuangan Sukabumi, Dispenparbud Karawang, serta Site Museum Tambaksari Ciamis. Sejumlah artefak bersejarah turut ditampilkan dalam pameran tersebut, diantaranya adalah Replika Prasasti Ciaruteun peninggalan Kerajaan Tarumanegara, Tengkorak Homo Erectus yang merupakan manusia purba berdiri tegak dan hidup pada 750 ribu tahun lalu, serta senjata hasil rampasan dari tentara Jepang, VOC, dan sisa puing pesawat Royal Air Force milik tentara sekutu Inggris. Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para peserta atas ditunjuknya Karawang sebagai salah satu lokasi pameran keliling bersama. Tentunya keberadaan kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi masyarakat yang saat ini telah lupa mengenai sejarah para pendahulunya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya,” ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan, museum merupakan salah satu sarana dan prasarana yang dapat mengenang apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita sebelumnya. “Dengan demikian, kegiatan ini tentunya memiliki arti yang sangat mendalam bagi rakyat Karawang, karena kita tidak perlu jauh-jauh ke Bandung atau Jakarta untuk melihat museum,” jelasnya. Oleh karena itu, lanjut Bupati, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Karawang untuk menyusun jadwal ekstrakurikuler sekolah-sekolah secara bergilir menyaksikan pameran tersebut. “Keberadaan pameran ini sangat penting untuk disaksikan oleh para generasi muda, terlebih di Kab. Karawang tidak terdapat museummuseum seperti ini,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Pramana Putra menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya bersama beberapa museum lainnya membawa sejumlah koleksi untuk dierkenalkan kepada masyarakat Karawang. Benda-benda koleksi yang ditampilkan selain berupa relial benda purbakala/bersejarah, juga terdapat sejumlah replika, photo, dan perangko. (Dms)

RADAR DAERAH

Minggu ke II November 2010

17

Apabila Ada Oknum Satpol PP Pasti Ditndak
Karawang, Radar NusantaraPenyalahgunaan wewenangan akan suatu jabatan dalam pemerintahn memang sudah sangat dominan di maanfaatkan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, oleh karena itu perlu ada tindakan yang tegas terhadap para oknum tersebut. Seperti dilakukan oknum anggota kantor Dinas Satpol PP yang konon menurut beberapa sumber yang dapat di percaya oknum anggota sat polpp itu melakukan pembekingan terhadap sejumlah pasilitas umum untuk di pergunakan para PKL (pedagang kaki lima) dan beberapa tempat perparkiran, dengan syarat harus bayar upeti terhadap Nya. Setelah Tim RN melakukan investigasi terhadap beberapa sumber serta Para PKL, Amin PKL di sekitar jalan Bybass mengatakan kami bisa berjualan disini karena kami di jamin oleh anggota satpol-pp namun ketika di tanya siapa orang tersebut Amin pun tak kuasa untuk menjawab nya, survey membuktikan dari hasil investigasi hampir rata-rata di setiap trotoar atau pasilitas umumu milik negara ternyata ada Oknum anggota satpolPp yang membeking, Menanggapi hal ini Kepala Satuan polpp H. Raden Tedjasuria, SH, M.Si Menghimbau dan akan menindak tegas para Oknum tersebut dengan seberat-berat sesuai peraturan, jika memang itu ada serta terbukti. maka dari itu informasi kami sangat perlukan baik dari masyarakat maupun aparat lain nya. (Dms)

Lima Pasangan Cabup dan Cawagup
Karawang, Radar NusantaraMengawali hari pertama kampanye, lima pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Karawang yang akan bertarung dalam Pemilukada Kab. Karawang Tahun 2010 memaparkan Visi dan Misi yang akan mereka laksanakan bila kelak terpilih.
MEREKA memaparkan Visi dan Misi mereka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Karawang, Kamis (28/10). Pasangan nomor urut satu, yaitu Hj. Eli Amalia Priatna dan Endang Abdullah mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan Visi dan Misi mereka. Pasangan yang diusung oleh koalisi Partai PKB, Hanura, PPP, dan PBR ini mengusung Visi Terwujudnya Karawang Yang Agamis, Maju, Sehat, Sejahtera, Lahir dan Bathin. Visi ini dilandasi bahwa untuk mensejahterakan masyarakat, diperlukan adanya perilaku Agamis, berwawasan maju ke depan, serta memiliki Jasmani, Rohani, dan Sosial yang sehat. Pasangan nomor urut dua, yaitu Karda dan Deden Darmansyah mengusung visi Tercapainya Masyarakat Kabupaten Karawang Yang Mandiri, Dinamis, dan Sejahtera. Melalui visi ini, pasangan tersebut berharap dapat menciptakan masyarakat mandiri dengan kekuatannya sendiri, mampu merespon peluang yang ada, serta makmur secara lahir dan bathin dalam menjalani kehidupan. Pasangan nomor urut tiga, yaitu Drs. H. Sony Hersona, GW, MM, dan Drs. H. Dadang s. Muchtar yang juga merupakan Bupati Karawang saat ini, mengusung visi yang sama, yaitu Terwujudnya Masyarakat Karawang Yang Sejahtera Melalui Dua Pilar Pembangunan Pertanian dan Industri Yang Selaras Seimbang Berdasarkan Iman dan Taqwa. Visi didasarkan pada tiga bidang prioritas yaitu, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Kerakyatan, yang didukung oleh Pembangunan Infrastrutktur yang memadai. Pasangan nomor urut empat, yaitu H. Ade Swara, MH, dan dr. Celica Nurachadiana mengusung visi Karawang Sejahtera Berbasiskan Pembangunan Berkeadilan Dilandasi Iman dan Taqwa. Pasangan ini juga menegaskan bahwa keberhasilan program-program pembangunan harus bisa dirasakan oleh masyarakat secara hakiki, dan bukan hanya Retorika saja. Pasangan nomor urut lima, yaitu Endang Warsa dan Agustia Mulyana mengusung visi, Bekerja Keras Untuk Terwujudnya Masyarakat Karawang Yang Lebih Baik, Adil, Sejahtera, dan Mandiri, Melalui Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Pertanian dan Industri Yang Seimbang Berdasarkan Iman dan Taqwa. Plt. Ketua DPRD Sementara,

Paparkan Visi dan Misi di DPRD
Tono Bachtiar, S.IP usai penyampaian visi dan misi para Cabup dan Cawabup tersebut mengatakan, dengan disampaikannya visi misi masing-masing calon tersebut maka seluruh Masyarakat Kab. Karawang dapat mengetahui Program dan kegiatan yang akan diusung oleh masing-masing pasangan calon. Tono Bachtiar menambahkan bahwa apabila salah satu dari pasangan calon tersebut telah terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang Tahun 2010 – 2015, dapat merealisasikan dan mewujudkan visi dan misinya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Karawang. Tono Bachtiar juga mengimbau kepada seluruh pasangan calon untuk berkompetisi dalam Pemilikada Tahun 2010 secara Jujur, Bersih, dan Demokrasi. Sehingga dalam pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan berkualitas, sehingga dapat menghasilkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang amanah dan dipercaya masyarakat. (hp)

Kejari-Pemkab Kapuas Bekerjasama Tangani Kasus
Kapuas, Radar NusantaraUntuk memberikan kemudahan dan jaminan pendampingan hukum, Kejaksaan Negeri Kualakapuas dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas belum lama ini menyepakati kerja sama penanganan berbagai kasus perdata. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari upaya penanganan hukum perdata yang sebelumnya telah berjalan. Secara resmi, Piagam kesepakatan (MoU) ditandatangani langsung Kajari Syaifudin Tagamal dan Bupati Kapuas HM Mawardi disaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng M Yusuf. Dalam kesepakatan itu, kejaksaan ditetapkan sebagai kuasa hukum bagi Pemkab Kapuas apabila ada perkara di bidang perdata dan tata usaha negara. “Pelaksanaan tugas sebagai kuasa hukum negara ini merupakan salah satu upaya pembinaan dan pelayanan hukum di bidang perdata bagi pemerintah daerah, baik melalui pengadilan atau di luarnya,” kata Kajati aat memberikan sambutan. Kedatangan Kajati Kalteng ke Kualakapuas merupakan kunjungan kerja. (bayu)

Pelamar CPNS Serbu Kantor Disdukcapil
Palangkaraya, Radar Nusantara Calon pelamar pegawai nagaeri sipil memenuhi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemko Palangkaraya untuk mengikuti tes CPNS tahun 2010 ini. Pasalnya, KTP merupakan salah satu persyaratan mutlak yang harus dipenuhi oleh calon pelamar pegawai negeri sipil setempat. Salah seorang CPNS, Abdurahman mengatakan, dia berusaha agar KTP yang ia buat bisa secepatnya selesai, karena tes pegawai akan dilakukan mulai bulan ini. Sementara Kepala Disdukcapil Pemko Palangkaraya, Sularto, mengatakan, dalam satu hari, pihaknya dapat memproses sebayak 150 KTP. “Harusnya dalam sehari kami bisa memproses hingga 500 KTP, tapi tidak bisa dilakukan karena mesin cetak atau printernya cuma ada satu,” katanya. Ia ingin mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut mana tahu berhasil lulus tes nanti. (didik)

Rela Berdesakan Guru Honor Mendaftar CPNS
Banjarmasin, Radar NusantaraGURU honor yang mengajar di sekolah negeri dan swasta juga tidak mau melewatkan pendaftaran CPNS tahun 2010 ini. Di antara para pelamar CPNS yang memadati kantor BKD Pemkab Banjar kemarin, ada puluhan guru honor ikut antre di loket pendaftaran. Guru Honor di Madrasah Ibtidaiyah Babusalam Kelayan B Banjarmasin, Lina Karlina (34), misalnya yang rela berdesakdesakan di loket pendaftaran. “Ini sudah yang kedua kalinya saya ikut seleksi CPNS. Tahun ini, saya berharap bisa diterima menjadi guru bahasa Inggris,” ujarnya. Warga Desa Pematang Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini mengaku sudah mengabdi selama tujuh tahun di MI Babussalam Banjarmasin. ”Mudah-mudahan tahun ini saya lulus seleksi. Di mana pun ditempatkan, saya siap mengabdi,” ujar Lina Karlina. Pelamar lainnya, Nor Herlidawati, guru honor di SDN Simpang Empat 2, juga terlihat antre bersama pelamar lainnya. Bagi warga Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat ini seleksi penerimaan CPNS tahun 2010 ini adalah yang ketiga kalinya. “Saya mengikuti seleksi CPNS tahun 2008 dan 2009, tetapi keduanya gagal. Saya sangat berharap tahun 2010 ini bisa diterima menjadi CPNS. Untuk bisa diterima melalui jalur honorer masih belum jelas,” ujarnya. Fadli, guru honor yang mengajar di SDN Aluhaluh Besar 3, juga ikut melamar. Warga Barabai ini mengaku baru kali ini ikut seleksi CPNS. “Saya coba formasi guru BP/BK. Kalau lulus, dimanapun saya siap ditempatkan. Toh selama ini, saya juga sudah mengajar di daerah pinggiran Aluhaluh,” ujarnya. (bayu/didik)

RADAR DAERAH
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 82
Karawang, Radar NusantaraSebagai salah satu upaya untuk mengenang kembali tekad Para Pemuda yang telah mengikrarkan Komitmen Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke82 yang dipadukan dengan Apel Kesadaran Nasional Tingkat Kab. Karawang.
BERTINDAK selaku Inspektur Upacara dalam kegiatan yang berlangsung di Lapang Karang Pawitan tersebut adalah Dandim 0604/Karawang, Letkol. Kav. Djoko Purwanto, Kamis (28/10). Letkol. Kav. Djoko Purwanto dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa tema peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini adalah: “bangun karakter pemuda demi bangsa indonesia yang maju dan bermartabat”. “Tema ini secara khusus mengandung pesan bahwa para Pemuda Bangsa Indonesia harus memiliki karakter untuk membangun Bangsa yang Maju Dan Bermartabat,” ujarnya. Lebih lanjut Djoko mengatakan, peringatan ini harus dijadikan Momentum untuk meningkatkan kualitas dan memperteguh sikap Pemuda melalui tataran kultur Pemuda Kabupaten Karawang yang memiliki Jatidiri, Profesional dan memiliki Etos Kerja yang Tinggi,. “Sehingga dapat melanjutkan Perjuangan Bangsa yang selaras kearah kemajuan yang lebih baik dari sebe lumnya,” jelasnya.. Djoko melanjutkan, kehidupan Pemuda dalam percaturan Global akan menjadi Eksis apabila mengacu pada tiga pilar kekuatan utama dalam Pembangunan Pemuda, yaitu Profesional, Integritas dan Solidaritas. “Itulah Tiga Pilar yang diyakini mampu menjadi penopang bagi tetap kokohnya pembentukan Karakter Bangsa dalam kehidupan Global,” imbuhnya. Djoko menambahkan, Jiwa dan Semangat para Pemuda perlu terus diaktualisasikan, sehingga dapat tetap Relevan. “Eksistensi Bangsa saat ini ke depan akan ditentukan oleh seberapa jauh Bangsa kita mampu berdiri sama tegak dengan negara-nega-

Minggu ke II November 2010

18

Tingkat Kabupaten Karawang
ra lain di Dunia dalam pergaulan Internasional, tambahnya. Terkait Hari Kesadaran Nasional, Djoko berharap agar seluruh Aparatur Pemerintahan. “Hal ini karena peningkatan kinerja Pegawai dan Penegakan disiplin dilingkungan Aparatur Pemerintah, tidak hanya besar pengaruhnya bagi kelancaran dan ketertiban pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan, tetapi justru besar manfaatnya bagi setiap pribadi Pegawai Negeri itu sendiri,” pesannya. Sementara itu, Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-82 Tingkat Kabupaten Karawang tersebut diikuti oleh seluruh unsur Muspida Kab. Karawang, sejumlah perwakilan anggota DPRD Kab. Karawang, dan para Pejabat Daerah di lingkungan Pemerintah Kab. Karawang. (hp)

Tanah Warga Desa Digarap Oknum Pensiunan Polda Riau
Rokan Hilir, Radar NusantaraRatusan hektar tanah milik puluhan KK Desa Putat Kec. Tanah Putih, Rokan Hilir disengketakan oleh Miolek, Polisi pensiunan Polda Riau. Puluhan KK warga sudah membuat pengaduan ke Camat Tanah Putih dengan tembusan Bupati pada tgl 28-6-2010 lalu. dan beberapa warga akan menyusul membuat pengaduan seperti group gultom yg membeli tanah dari masyarakat desa putat pada tahun 2008,dilengkapi dengan surat yang ditanda tangani datuk penghulu putat(sidarman) serta dengan batas sempadan seluas 156 ha, setelah transaksi pembayaran langsung dibeko keliling tanah tersebut. Kemudian September2009 pihak miolek telah menggarap tanah gruop gultom seluas 70 ha,dgn mensteking. dan mengadakan pembekoan dibekoan gultom sebelah timur yang berbatas dengan Pangaribuan. diduga untuk menghilangkan bekoan pekerjaan gultom. Pelarangan dari pihak gultom pada bulan oktober 2009 dan langsung kepada miolek namun jawabannya mengutarakan “Kita sama pembeli. miolek tetap mengerjakan, Gultom melaporkan ke desa Putat yang dijabat oleh Nazi. Pihak desa telah menelusuri surat tanah masing-masing tanah yang sengketa tersebut di Rt05/ Rw02 Dusun 02. sedang surat tanah miolet adalah menurut suratnya di dusun 03. kepaladesa putat telah memanggil kedua pihak pada tgl 10/3-2010,namun miolek tidak mengindah panggilan kepdes trsbt pihak miolek tetap mengadakan pekerjaan di tanah gultom. tgl 16maret 2010 kepala desa putat membu- tanah tersebut dgn status QUO namun pihak miolek tetap melakukan kerja ditanah 30 KK warga atas nama Gultom. (Sahdon Nababan/Mion Tindaon)

Pohon Karet dan Jalutung Raib Dibakar PMKS
Rokan Hulu, Radar NusantaraPemkab Rokan Hulu(Rhul) pada tahun 2006-007 mengadakan reboisasi dengan program menanam karet dan gulai jalutung seluas 325 di Bukit Mahato Kec. Tambusai Utara, Kab. Rohul, Riau. Pelaksanaan penanam karet dan gulai jalutung dengan anggaran dana pemerintah untuk penghijauan dari dinas kehutanan Rohul yang diborongkan kepada pelaksana kerja atas nama Deni Siahaan bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Rohul atas nama Sutioso. Penanaman karet di area seluas 325ha untuk penghijauan kembali hutan lindung Mahato, dengan tanaman reboisasi karet dan gulai jalutung. Saat karet diperkirakan akan panen/berhasil pada 2011 pemborong pelaksana kerja tanaman reboisasi tersebut telah mendapat piagam dari bupati rohul karena keberhasilan pelaksanaan reboisasi tersebut terang ngatiran(58) pemuka masyarakat bandar selamat km24 mahato. senada dgn itu S.Simanjunak (65) di km 24 Bandar Selamat Mahato tanggal 14/8. Mengomentari raibnya reboisasi program pemkab rohul Pada saat itu program tanaman karet dan gulai jalutung melalui dinas kehutana rohul diperhitungkan terbesar di riau penghasilan karet bila tidak ditumbag dan dibakar Putri mitra kelapa sawit (PMKS). imbuhnya. Adapun pelaksanaan reboisasi tersebut untuk mengijokan kembali hutan lindung Mahato yg telah raib. namun sangat disesali pelaksana pemborong telah diganti pelaksananya. jadinya PMKS telah menebang dan embakar areal tersebut dengan mnggantikan menanam kelapa sawit. saat ini dikatakannya ygnamanya hutan sudah tak ada lagi jelasnya. (Sahdon Nababan)

Status Tanah Milik Makmur Jaya Digugat
LubukPakam, Radar NusantaraStatus tanah yang dibeli oleh Makmur Wijaya dari hasil lelang Negara seluas 4 hektar berlokasi di desa Deli Tua Kec. Namorambe Kabupaten Deli Serdang hingga kini tidak bisa dibangun oleh investor karena adanya gugatangugatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal sesuai keputusan Makamah Agung RI No 187K / TUN /2009 tanggal 2 Desember 2009 bahwa gugatan-gugatan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bernama Telista Br.Sinulingg dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Sementara pemilik yang sah secara hukum sesuai keputusan MA RI. Adalah Makmur Wijaya dan Drs. Fauzi Usman dan kawan-kawan. Makmur wijaya dalam keterangannya kepada wartawan menegaskan bahwa dirinya sekarang ini bingung, soalnya ia membeli sebuah lahan seluas 4 Ha dari hasil lelang Negara namun hingga kini ada saja oknum yang mengak-ngaku sebagai pemilik tanah tersebut. Lebih lanjut Makmur menjelaskan, ketika lahan tanah yang dipersengketakan tersebut belum dibelinya, tak seorangpun yang mengklaim tanah tersebut milik mereka (Telista Br Sinulingga, cs red). Namun setelah dibelinya ada saja oknum tertentu mengaku bahwa tanah tersebut miliknya. “Ada apa ini, ada-ada saja…!”, ujar Makmur bingung. Anehnya lagi, setiap kali penggugat yang mengklaim bahwasanya tanah itu milik dirinya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri DiLubuk Pakam dan PTUN tapi selalu kalah. Disamping itu mengenai surat Inkracht antara penggugat (TelistaBr.Sinulingga) dengan Makmur wijaya yang diterangkan dalam Isi/Amar putusan kasasi / MA.RI No 187K/TUN /2009 tanggal 2 desember 2009 Jo.Putusan pengadilan negeri Medan No 106 / 806/2008 /PT.TUN-MDN tanggal 22 Januari 2009 .Putusan PTUN Medan No 08/6/2008 /PTUN /Medan tanggal 26 agustus 2008 tentang surat pemberitahuan putusan kasasi tanggal 27 juli 2010 . Sesuai dengan ketentuan Undangundang maka keputusan kasasi MA.RI No 187 K/TUN/2009 tanggal 2 Desember /0.Putusan PTUN, tanggal 22 Januari 2009 Jo. Putusan TUN ,No.O8/6/2008 /PTUN – Medan tanggal 26 Agusutus telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht van bewisde). Menurut Makmur, kejadian ini terus menerus sama yakni terhadap orang lain maka sudah dipastikan para investor akan takut untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Sebab hukum di Indonesia tidak ada yg jelas dan terkesan lamban menyelesaikan suatu perkara seperti dialami Makmur Wijay. Selanjutnya Makmur memohon agar aparat penegak hukum khususnya pihak Poldasu dan Komisi Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) di Jakarta segera mengusut adanya mafia-mafia hukum yang acapkali gentayangan di kantor-kantor Pengadilan Negeri dan PTUN khsusnya PN Lubuk Pakam. (J.Ginting)

SMAN 10 KOTA BEKASI
Mengucapkan

DINAS PKP KAB. KARAWANG
Mengucapkan

SMPN 19 KOTA BEKASI
Mengucapkan

SMAN 1 BABELAN KAB. BEKASI
Mengucapkan

Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H
Hj. Sumartini
Kepsek

Drs. Hendro Subroto
Kadis

Supardal M.Pd
Kepsek

Dra, Hj. Neneng Yunengsih
Kepsek

RADAR DAERAH

Minggu ke II November 2010

19

Gayus “Kabur” atau “Dikaburkan”?
Jakarta, Radar NusantaraTerdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan berhasil “kabur” dari Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok. Gayus beralasan akan memeriksakan dirinya ke dokter di luar Rutan Brimob, karena merasa tidak sehat.

Tidak Terobsesi Mendapatkan Kedudukan
Karawang, Radar NusantaraTidak Mengharapkan lebih dan Cukup bersyukur, setelah diangkat nya beliau menjadi Kasi Perencanaan pada Dinas Cipta Karya Kab. Karawang, yang sebelum nya merupakan lulusan ITI Jakarta tahun 1999, dan menjadi staf konsultan sipil di di sebuah perusahaan kontruksi ternama di Jakarta, serta pernah pula menjadi TKK pada Dinas perhubungan karawang. Memang sebelumnya pun ia bermottokan hidup demikian dan tidak selalu terobsesi akan mendapatkan kedudukan. menurut nya, kelak atau kapan pun pasti jika memang saya sudah harus mendapatkan kedudukan yang di percaya, maka dengan sendi-

AKIBATNYA, sebanyak delapan petugas Rutan Brimob Kelapa Dua diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, petugas Rutan Mako Brimob akan dikenai sanksi kode etik dan sanksi pidana akan diberikan jika terbukti terjadi tindakan penyuapan. “Untuk sanksi kita lihat apakah kena sanksi disiplin, kode etik dan pidannaya. kalau ada penyuapan bisa kena pidana. Tapi untuk kode etik pasti,” katanya kepada wartawan di Mabes Polri, baru-baru ini. Iskandar mengatakan, mantan pegawai negeri golongan IIIA, penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Pusat Direktorat Pajak diberikan izin memeriksakan dirinya oleh kepala Rutan Mako Brimob. Namun, Gayus terlambat kembali ke tahanan. “Lalu oleh Ka Rutan Bareskrim diizinkan karena sudah terlanjur di luar lalu pulangnya terlambat. Apakah ada negosiasi dengan petugas sehingga terlambat kita masih selidiki,” tambahnya. Sementara majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menegaskan tidak pernah memberikan izin kepada terdakwa Gayus H Tambunan keluar dari tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. “Saya tidak pernah memberikan izin apapun kepada Gayus,” tan-

das Ketua Hakim Albertina Ho kepada wartawan, kemairn. Albertina juga tidak mau banyak mengeluarkan argumen tentang persoalan Gayus yang diduga pelesiran ke Bali. Dia meminta agar hal itu dikonfirmasikan ke Jaksa Penuntut Umum. “Kalau Anda menanyakan prosedur izin jangan tanyakan saya, tanyakan kepada penuntut umum bagaimana tahanan hakim itu,” tambahnya Jaksa Penuntut Umum Subhan menjelaskan bahwa prosedur pemberian izin kepada terdakwa itu tergantung jenis tahanannya, untuk Gayus sendiri merupakan tahanan hakim. “Jadi hakim yang menentukan boleh atau tidaknya terdakwa keluar dari tahanan, biasanya kuasa hukum yang mengajukan permohonan kepada majelis dan JPU yang melaksanakan ketetapan hakim tersebut,” paparnya. Dirinya juga menegaskan tidak pernah menerima surat izin atas nama Gayus pada Sabtu maupun Minggu kemarin. “Tidak ada, tidak saya terima, tapi tidak tahu jaksa yang lain terima atau tidak,” katanya. Subhan menambahkan bahwa orang yang diduga Gayus di Bali hanya sebuah kemiripan semata. “Mungkin hanya mirip,” candanya. Pihak Mabes Polri akan melakukan investigasi terkait beredarnya foto mirip Gayus Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak yang beredar di media massa. Polri juga akan menelu-

suri perihal kebenaran keberadaan Gayus di Bali. “Saya nggak tahu kalau memang itu benar akan diinvestigasi. Pak Ito (Kabareskrim Polri) kan melapor ke Kapolri, Kapolri perintahkan lakukan penyidikan yang benar, yang diluruskan. Yang salah, salah. Yang benar, benar,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, kemarin. Pihaknya belum dapat memastikan Gayus sempat keluar tahanan dan berada di Bali menonton turnamen tenis Commonwealth Bank Tournament. Iskandar menegaskan, apabila ada oknum petugas yang terlibat dalam kasus ini maka Polri akan menindaknya dengan tegas. “Artinya kalau anggota salah ya tetap disalahkan, begitu juga Gayus, kalau dia nambah lagi salahnya ya kita lihat nanti. Saya belum bisa menyampaikan hasil pemeriksaan, karena sedang berlangsung. Jadi kita tunggu dulu,” paparnya. Iskandar membenarkan Gayus mengajukan izin ke luar rutan untuk keperluan berobat. Namun, polisi belum tahu persis apa keluhan penyakit Gayus. “Saya belum tahu keluhannya (sakit) apa, kalau sakit perut harusnya cukup beli obat sakit perut saja cukup, namanya juga usaha. Kapolri sudah perintahkan lakukan investigasi, kita akan buka,” tandas jenderal bintang dua itu. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Jamil mengata-

kan, harus ada alasan jelas mengeluarkan terdakwa kasus penggelapan Pajak Gayus Tambunan dari tahahan. Bila tidak, maka akan menimbulkan kecurigaan. “Kalau kemdian tanpa ada alasan jelas harus dicurigai ada apa,” kata Nasir di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Jangan-jangan, kata dia keluarnya Gayus ini bukan yang pertama kali. Patut dicurigai pula apakah ada kongkalikong. Maka, kata dia alasan keluar ini perlu diketahui. Kalau memang sakit, lanjutnya alasannya harus tepat dan membutuhkan penanganan spesialis. “Kalau gatal pilek cukup ditangani petugas di rumah tahanan, kalau bisa keluar seenaknya itu diluar akal sehat kita,” kata dia. Selain akan menimbulkan kecemburuan tahanan, pemberian izin keluar tahanan kepada Gayus H Tambunan menimbulkan prasangka adanya dugaan suap terhadap petugas Rutan Brimob. Sebab, Gayus saat ini sedang berperkara besar dan menyangkut orang besar pula. “Ini bukan persoalan kecil kalau keluar tahanan,” ujar Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Nasir Jamil di Gedung DPR, kemarin. Karena itu, Nasir meminta kalau ada permainan keluarnya Gayus petugas atau aparat yang memberi ijin keluar untuk ditindak jelas. Satgas Anti Mafia hukumpun, kata dia harus menelusuri keluarnya Gayus tersebut. (jaya)

Sangat penting sekali motifasi keluaraga maupun rekan dalam mewujudkan pekerjaan yang maksimal dengan hasil terbaik dan tidak melenceng dari aturan yang ada, serta kedisiplinan kerja, dengan semua itu Insya Allah semua dapat terlaksana dengan lancar
rinya kedudukan itu akan datang. Figur Bapak Novi Cahyadi Achyar ST, yang kini memiliki istri Devi Rivianty yang telah dikaruniai 2 orang Anak ini memang terlihat sangat suplle dan tidak banyak keinginan , anak pertama yang Ia beri nama Zalfia Yusrina Putri Cahyadi kini berusia 5 tahun, dan Putri Kedua Najla Rizkya Putri cahyadi yang usia nya baru 3 Bulan, Itu pun sudah lebih dari nikmat nya rezeki untuk itu saya merasa sangat bahagia dengan apa yang kini saya miliki serta maupun aktivitas pekerjaan yang kini saya jalani hanya bentuk anugerah atau suatu kepercayaan yang Allah Swt berikan terhadap saya melalui pimpinan. Maka sangat penting sekali motifasi keluaraga maupun rekan dalam mewujudkan pekerjaan yang maksimal dengan hasil terbaik dan tidak melenceng dari aturan yang ada, serta kedisiplinan kerja, dengan semua itu Insya Allah semua dapat terlaksana dengan lancar. (Dms)

SMAN 12 KOTA BEKASI
Mengucapkan

SMPN 5 KOTA BEKASI
Mengucapkan

SMPN 4 BABELAN KAB. BEKASI
Mengucapkan

SMPN 4 KOTA BEKASI
Mengucapkan

Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H
Eko Wati
Kepsek

H. Safii S.Pd.MM
Kepsek

Drs, H. Nisan M.Pd
Kepsek

Hj. Eni Kholidah Rosyid
Kepsek

RADAR DAERAH

Minggu ke II November 2010

20

Dilanjutkan Program Berobat Gratis
Banda Aceh, Radar NusantaraProgram Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang mulai diperkenalkan dan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2010 ini, ternyata mendapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat. Karena itu, Pemerintah Aceh, akan terus mempertahankan dan melanjutkan program berobat gratis ini, dengan melayani semua jenis penyakit. Namun, anggaran untuk program superprioritas ini harus jelas rinciannya.

Jalur Lintas Barat Semakin Parah
Sumatera, Radar NusantaraBeberapa titik kerusakan jalan semakin parah di jalur lintas barat antara lain dipicu tingginya curah hujan sehingga membahayakan masyarakat pengguna jalan. ”Masyarakat Lampung Barat menjadikan jalan nasional ini sebagai sarana mendistribusikan hasil pertanian. Dengan kondisi kerusakan ini, apalagi rata rata masyarakat yang membawa hasil pertanian hanya menggunakan motor dengan beban berat, tentu sangat membahayakan keselamatan mereka”, kata Camat Sekincau, Lampung Barat, Hepni kepada wartawan belum lama ini.Ia menjelaskan, kerusakan jalur lintas barat kerap dikeluhkan masyarakat dan hal ini perlu ditindak lanjuti oleh pemerintah. ”Beberapa titik jalan semakin keropos dan membentuk lubang besar serta tingginya curah hujan menjadikan jalan nasional itu seperti sungai, yang mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan”, katanya. Jalur lintas barat (Jalinbar) menjadi akses jalan utama Sumatra, untuk menuju beberapa wilayah di Sumatera. Tingginya curah hujan membuat kondisi jalan semakin rusak dan keropos, bahkan tercatat terdapat 10 titik kerusakan sudah semakin parah. Tidak berfungsinya drainase di jalur lintas ini, menjadi pemicu kerusakan, bahkan di jalur ini terdapat tiga titik kerap menjadi langganan banjir, dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Selain kerusakan jalan, titik longsor juga menjadi ancaman terbesar pengguna jalan. Keluhan yang disampaikan masyarakat ini kerap disampaikan ke media, tapi belum juga mendapat tanggapan dari pemerintah. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lampung Barat, Iptu Surono mengatakan, pengendara harus waspada saat melintas di jalan nasional ini. ”Risiko terjadi kecelakaan di jalur lintas barat sangat besar, hal ini disebabkan kondisi kerusakan jalur lintas barat semakin parah saja, selain itu buruknya infrastruktur semakin mempercepat kerusakan jalan tersebut,” katanya. Ia menjelaskan, kondisi kendaraan pengguna jalan harus prima saat melintas di jalan nasional ini. Kerusakan jalur lintas barat dapat mengancam keselamatan pengendara. ”Bila tidak berhati hati saat melintas di jalur ini, maka potensi terjadinya kecelakaan sangat besar, sehingga pengendara harus di tuntut memiliki stamina prima dan kondisi kendaraan yang layak,” katanya. Ia berharap pemerintah dapat memperbaiki kerusakan jalur lintas barat secepatnya, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. (rico)

HAL itu diungkapkan Humas JKA Saifullah Abdulgani, dan Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe M Akmal SSos MA kepada wartawan baru-baru ini. Keduanya dihubungi Serambi secara terpisah, terkait penetapan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2011 mendatang sebesar Rp 6,8 triliun, di mana JKA termasuk program superprioritas yang akan terus dilanjutkan. Humas JKA Saifullah Abdulgani mengatakan, program berobat gratis yang akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang itu, melayani semua jenis penyakit yang diderita oleh para pemegang kartu JKA. “Pemerintah Aceh dipastikan memberikan pelayanan kesehatan untuk semua jenis penyakit, termasuk penderita tumor dan pen-

yandang lepra yang hingga saat ini masih banyak terdapat di berbagai daerah,” katanya. Menurutnya, pelayanan kesehatan untuk masyarakat Aceh yang diprogramkan Pemerintah Aceh tidak hanya terbatas untuk berobat batuk atau filek. Tapi untuk semua penyakit. Namun, katanya, untuk mendapatkan pelayanan JKA harus mau mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Misalnya, seorang penderita tumor harus memulai proses pengobatannya dengan mendatangi puskesmas atau pustu terdekat. Jika Puskesmas tidak sanggup melayani, pasien berhak meminta rujukan untuk berobat ke rumah sakit kabupaten dan jika RS kabupaten tak juga sanggup, pasien masih diberikan kesempatan untuk mendapat rujukan ke RS Zainoel Abidin, Banda Aceh. “Yang jelas tidak ada halangan bagi penderita penyakit tertentu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari JKA,” katanya. Terkait masih banyak masyarakat Aceh yang belum tahu cara-cara mendapatkan pelayanan JKA, Saifullah mengakui bahwa ini antara lain disebabkan minimnya promosi. Untuk itu, ia mengharapkan ke depan pihak puskesmas untuk mengkompanyekan cara-cara pencegah-

an dan cara-cara mendapat pelayanan JKA, tidak hanya pengobatan saja. “Saat ini layanan kesehatan masih berkutat dengan pola pemulihan, bukan pencegahan,” katanya. Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRA Amir Helmi, mengatakan bahwa JKA termasuk program superprioritas dalam PPAS RAPBA 2011, yang akan terus dilanjutkan bersama sejumlah program superprioritas lainnya seperti bantuan pendidikan anak yatim piatu korban konflik, anak putus sekolah, anak telantar dan fakir miskin, penyaluran Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG) ke setiap desa Rp 50 juta/tahun, pemberian beasiswa, dan pembayaran insentif guru PNS Rp 2,2 juta/tahun. Harus tahu Menanggapi adanya program superprioritas tersebut, Dosen Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, M Akmal SSos MA, secara terpisah, kemarin, menegaskan bahwa publik harus diberitahukan rinciannya secara jelas. “Berapa konkretnya untuk program superprioritas itu, publik harus tahu. Harus terinci,” tandas Akmal. Yang perlu dirincikan dalam program superprioritas itu, menu-

rut Akmal, misalnya berapa perencanaan anggaran sementara yang sudah disusun untuk pendidikan anak yatim piatu korban konflik, anak putus sekolah, anak telantar dan fakir miskin, dan anak duafa. “Masyarakat harus tahu berapa konkretnya untuk keempat program tersebut. Masih terbuka peluang koreksi karena anggaran ini masih bersifat PPAS,” kata Akmal. Yang lebih penting lagi, katanya, karena keempat program itu juga ada disalurkan pada tahun-tahun sebelumnya, maka perlu dievaluasi apakah telah mencapai sasaran atau perlu penyempurnaan mekanisme sehingga program superprioriatas itu tidak terkesan program populis pemerintah. Selain itu, lanjut Akmal, masyarakat perlu tahu juga berapa rencana anggaran yang tercantum dalam PPAS 2011 terhadap beberapa program superprioritas lainnya, seperti anggaran untuk JKA, BKPG, dan pembangunan rumah duafa. “Komposisi anggaran dalam PPAS harus disampaikan kepada rakyat, berapa untuk biaya publik dan berapa untuk aparatur. Ini juga sangat penting. Juga berapa alokasi dana otsus untuk pendidikan,” tandas Dosen Unimal Lhokseumawe tersebut.(mindo)

SMKN 1 TARUMA JAYA Kab. BEKASI
Mengucapkan

SMPN PLUS SMPN 1 TARUMA AL-ISTIQOMAH BEKASI JAYA Kab. BEKASI
Mengucapkan Mengucapkan

SMPN 13 KOTA BEKASI
Mengucapkan

Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H
H. Safarudin M.M.Pd
Kepsek

Nandang J, S.Pd
Kadis

Paeryanto M.Pd
Kepsek

Drs. Sumarya
Kepsek

RADAR DAERAH

Minggu ke II November 2010

21

Diharapkan SMK Ciptakan Tenaga Profesional
Pulau Natuna, Radar NusantaraSekitar 26 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Manajemen dan Akuntansi seNatuna, mendapat pelatihan pengembangan kurikulum dan penguatan delapan standar kompetensi pendidikan di SMK Yayasan Pembangunan Masyarakat Natuna (YPMN) Ranai Natuna, barubaru ini.
PELATIHAN selama tiga hari ini, diikuti guru dari dua SMK jurusan Manajemen Perkantoran dan Akuntansi. Turut hadir pada pelatihan ini, Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Batam, Suradi. Menurut Suradi, pengembangan kurikulum pendidikan dan memenuhi standar kompetensi pendidikan harus disiapkan untuk setiap sekolah kejuruan. Tujuannya agar setiap siswa dapat bersaing dalam dunia kerja, baik lokal maupun internasional. “Kedepan, SMK harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing. Contohnya, pelajaran ekstrakurikuler usaha mikro menengah. Pelajaran seperti ini dapat dimasukkan ke dalam kurikulum,” jelas Suradi, kemarin. Selain itu, lanjut Suradi, sekolah kejuruan harus mendapat dukungan dari mitra sekolah, yaitu pemerintah dan masyarakat serta pihak BUMN dan BUMD. Karena melalui mitra tersebut, akan memberi masukan kepada pihak sekolah, agar menyesuaikan kurikulum pendidikan berdasarkan permintaan dan perkembangan. “Untuk mencapai delapan kompetensi pendidikan itu, dapat dilakukan dengan program guru magang di daerah lain yang dinilai sudah memenuhi standar kompetensi pendidikan,” sarannya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMK YPMN, Ranai Syarif, menyatakan tujuan pelatihan tersebut untuk memenuhi standar pendidikan tenaga pendidik, terutama di sekolah kejuruan yang harus memiliki akreditasi standar pendidikan. Delapan standar kompetensi menurut Syarif, adalah berdasarkan standar kelulusan siswa, standar penilaian siswa, standar pendidikan, biaya, pengelolaan, proses belajar mengajar, isi kurikulum, dan standar sarana dan prasarana pendidikan. Lebih lanjut Syarif menjelaskan, tenaga pendidik yang tersedia di SMK saat ini, masih belum memenuhi standar kompetisi pendidikan, yakni baru sekitar 60 persen. Ini dinilai dari jumlah guru yang sudah mengantongi sertifikasi mengajar. Untuk menunjukkan sekolah itu sudah mencapai standar kompetensi pendidikan, harus disertai dengan bukti fisik nyata dari kerja para tenaga pendidik. Yakni dengan pengembangan kurikulum yang berdasarkan permintaaan perkembangan daerah. “Untuk mencapai itu, pihak sekolah saat ini sudah mengadakan listen study untuk tenaga pendidik setiap satu minggu sekali. Listen study ini untuk memantau kekurangan dan kemampuan guru dalam mendidik siswa,” tukasnya. (bayu)

Dinas PKP Kab. Karawang Awasi Hewan Kurban
Karawang,Radar Nusantara Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab.Karawang baru-baru ini [10/11] melakukan pemeriksaan hewan –hewan kurban baik Sapi maupun kambing yang di jual para pedagang. Kadis. PKP.Kab. Karawang Drs. Hendro Subroto dalam siaran Persnya mengatakan kepada media ini kalau hewan kurban yang di perjual belikan para pedagang harus terbebas dari penyakit dan layak untuk di komsumsi masyarakat. Hendro menambahkan kalau dalam pengawasan ternak ini berlangsung dari tgl 10 s/d 17 November yang dimulai dari Johar,Jln Baifas,Teluk jambe,Tegal sawah yang keseluruhannya di 18 titik dan untuk se Kab.Karawang ada 150 titik pedagang hewan kurban.Musito salah satu pedagang hewan kurban mengatakan kalau hewan yang di perdagangkannya tidak ada yang penyakitan dan sangat berterimah kasih dengan adanya pengawasan maupun penyuluhan yang di lakukan oleh dinas PKP. Karawang. Dalam pengawasan ini di ketuai oleh Ir.Ramli,Wakil ketua drh.Tuti Pudji Astuti dan drh.Sri Hartati. Yang di Bantu oleh Badan Penyuluhan dan Pertanian Kab.Karawang.drh Hartati mengatakan kalau saat-saat seperti ini pihak PKP selalu memonitor perdagangan hewan kurban yang ada di Kab.Karawang dan sekitarnya. Baik di kawasan KIIC,Surya Cipta dan Peruri dimana jurtru pihak kawasan itu sendiri yang selalu meminta agar hewan kurban yang hendak di potong terlebih dahulu di pastikan terbebas dari penyakit. (dms)

Gemuruh dan Gempa Terus Terjadi
bung tinggi. Meski bergemuruh sudah terdengar sejak dini hari, getaran hebat berkali-kali mulai terasa sekitar pukul 3.00. “Sudah nda kehitung gempanya. Kalau gemuruh jendela-jendela goyang,” kata Sunarwo (63), warga sekitar. Karena jarak dengan puncak Merapi dinilai aman, warga di desa tempat Sunarwo tinggal masih bertahan di rumah masing-masing. Namun, perekonomian hampir lumpuh. Dikatakan Sunarwo, tiga pasar disekitar yakni Kejambon, Kembang, dan Klewer tutup sejak Merapi meletus pertama kali pada akhir Oktober 2010 . “Pasar tutup karena kebanyakan yang jualan warga dari utara, dekat Merapi. Warung-warung tutup , nda ada yang jual makanan. Bensin aja nda ada. Kita harus lima kilometer ke arah selatan buat cari barangbarang keperluan,” jelas dia. (sulaiman)

Kecamatan Bekasi Utara Mengadakan Pelayanan Prima Untuk Masyarakat Melalui Mobil Pelayanan Administrasi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Pemerintah Kota Bekasi (gani)

Yogyakarta, Radar NusantaraSuara gemuruh terus terdengar dari arah Gunung Merapi Minggu (7/11/2010 ). Pantauan dari Dusun Cabaan,

Tanjungsari, Manisrenggo yang berjarak sekitar 28 kilometer dari puncak Merapi, suara gemuruh itu disertai getaran hebat.

Gunung Merapi sejak dini hari hingga sekitar pukul 6.15 tertutup kabut tebal. Hanya awan panas atau whedus gembel yang terlihat membum-

Kebocoran Anggaran Penyerapan anggaran pada Dinas Bina Marga Kab. Bekasi sejak th 2007-2010 diperkirakan kebocoran anggaran mencapai Milyaran Rupiah karena banyaknya Proyek yang tidak sesuai mekanisme pelelangan sesuai dengan kepres 80 th 2003 tentang pengadaan barang dan jasa dan proyek piktif. Sampai berita ini diturunkan kadis Bina Marga Kab. Bekasi tidak pernah ada ditempat. (lahi/car)

SMPN 2 TARUMA SMAN 1 TARUMA JAYA Kab. BEKASI JAYA Kab. BEKASI
Mengucapkan Mengucapkan

DINAS Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Parawisata Kota Bekasi Mengucapkan

INSFEKTORAT Kab. BEKASI
Mengucapkan

Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Selamat Hhari Raya Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H Idul Adha 1432 H
Yusuf S.Pd
Kepsek

H. Dedi Nurhadiat
Kepsek

Drs. Alexander Zulkarnin, M.Si
Kadis

Drs. H. Sudarisman
Kepala

RADAR RAGAM
Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Beserta Tim

Minggu ke II November 2010

22

Kunjungi Desa Terisolir
Bangun Purba, Radar NusantaraKunjungan Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Marihot Silalahi, BA beserta rombongan kesebuah Desa yang terpencil dan terisolir dapat dikatakan Desa tertinggal dibandingkan dengan Desa lainnya yang ada di Kabupaten Deli Serdang.
PADAHAL sebenarnya hasil bumi maupun pertanian yang ada di Desa tersebut serta apabila dikembangkan potensi Wisata serta Agribisnis pertanian maupun peternakan dapat ditumbuh kembangkan demi untuk kemakmuran Desa Urung Ganjang tersebut dan sekaligus dapat mengangkat harkat dari pada kemiskinan. Namun hal ini sejak dahulu hingga kini belum dapat terwujud sesuai apa yang diharapkan oleh warga Desa Urung Ganjang yang tertinggal dari segala bidang pembangunan. Dalam kondisi seperti ini sangat disayangkan pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam hal ini Bupati Deli Serdang tampaknya kurang peduli terhadap pembangunan di Desa tersebut. Terbukti ketika warga Desa tersebut pernah melakukan aksi unjuk rasa terhadap kebun milik swasta NV.Primex tentang masalah ijin melintasi jalan untuk mengangkut hasil bumi serta pertanian, oleh pihak oknum pengusaha kebun NV .Primex tersebut tidak memberikan ijin. Kondisi seperti ini warga di Desa Urung Ganjang sepertinya tak tahu harus mengadu kemana, sementara pihak oknum pengusaha dan Pemerintah terkesan kurang peduli terhadap pembangunan di Desa Urung Ganjang tersebut betapa ironisnya kondisi seperti ini yang menimpa terhadap warga Desa Urung Ganjang sesuai keadaan yang nyata dilapangan. Sebenarnya memurut keterangan dari saksi ahli dan Tokoh Masyarakat yang ada di Desa

Marcella Zalianty

Resmi Dilamar

tersebut kepada Tim mengatakan, sebelum Perkebunan NV.Primex ini ada Desa kami telah lebih dahulu ada, tetapi pada kenyataannya terkesan oknum Pimpinan Perkebunan NV.Primex serta Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kurang memperhatikan pembangunan di Desa Urung Ganjang yang terpencil dan dikategorikan Desa miskin serta tertinggal dari Pembangunan ungkap Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Marihot Silalahi, BA kepada Radar Nusantara.
(EDY.S dan T. ES. Sianturi)

Jurlian Sitanggang
Jakarta, Radar NusantaraBukan hal yang mudah untuk mendapat kesempatan melanjutkan sekolah ke luar negeri, apalagi negara paman sam Amerika Serikat (AS), terlebih-lebih jika dibiayai oleh instansi tempat kita bekerja. Tentu membutuhkan perjuangan, ketekunan, keuletan, kejujuran serta disiplin agar mendapatkan nilai tinggi serta prestasi. Sebab, tanpa prestasi serta nilai tinggi tidak akan lulus seleksi dan terpilih untuk ikut melanjutkan pendidikan atau memperdalam ilmu ke luar negeri. Sebut saja, Ir. Jurlian Sitanggang, manager proyek jaringan tinggi wilayah Banten-DKI

Pejabat PLN Berprestasi
Jakarta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Pria berdarah Batak kelahiran Sumatera Utara (Sumut) ini terkesan serius dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Selain supel dan ramah, ia lebih banyak bekerja dari pada bicara (ngobrol). Sepertinya, Jurlian lebih mengutamakan kinerja dibanding hal-hal yang kurang berguna. Bagi dia, waktu untuk ngobrol sangat sedikit, sehingga tidaklah heran jika agak sulit ditemui. Hal itu tentu dapat dimaklumi mengingat kesibukannnya di dalam pekerjaan sehari-hari. Jangan kaget pula jika ditemui di kantornya, saat diajak ngobrol pasti kerap melaksanakan pekerjaannya. Pasalnya, ia menyadari betapa berat tugas dan tanggung jawabnya, sehingga tidak bisa anggap remeh. Masalahnya, resiko pekerjaannya cukup berat, apalagi menyangkut pelayanan terhadap puluh jutaan masyarakat di wilayah Banten dan DKI. Sebelum ditarik ke pusat dan berkantor di Gandul Cinere, Depok dan Cawang, Jakarta Timur ia bertugas di Kalimantan. “Saya kenal betul beliau, selain pintar juga sosok seorang pejabat yang ulet, tekun, jujur serta disiplin. Itu sebabnya, beliau terpilih dari ratusan karyawan PLN dikirim sekolah ke luar negeri”, tutur Agus Trimurti, staf Humas PLN pusat ketika bincang-bincang dengan RaNus di kantornya baru-baru ini. Ketua (Plh) LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Benny Sinurat juga sependapat dengan Agus. “Selama saya kenal beliau selalu disiplin dalam tugas seharihari. Bahkan, terkadang bekerja sampai larut malam, tak kenal waktu. Selain baik dan ramah, beliau juga sosok pejabat yang bertanggung jawab dalam segala hal, sehingga sangat sulit ditemukan kesalahannya”, tandas Benny ketika dihubungi via telepon selulernya. (Jama/bs)

HARI Minggu (7/11), menjadi hari paling bahagia untuk Marcella Zalianty . Di hari itu menjadi hari resminya Marcella dan Ananda Mikola untuk hubungan mereka ke tahap yang lebih serius. Kakak dari Olivia Zalianty mengatakan proses lamaran berjalan khidmat dan lancar. Dalam acara tersebut ibunda Ananda Mikola memberikan peningset berupa selendang dan anting dengan tradisi Sumatera. “Itu ibunya (Ananda) yang memberikan sebagai peningset, anting ini sama selendang, tradisi Sumatera. Selendang ini istilahnya sebagai pengikat,” uja Marcella saat ditemui di acara lamarannya di kediamannya di Jalan Manggis, Ciganjur, Jakarta Selatan, Minggu (7/11). Marcella sengaja menggelar upacara lamarannya secara sederhana. Dalam acara itu tidak ada tradisi tukar cicin yang menurutnya itu merupakan tradisi luar negeri. “Nggak ya, itu kan orang bule aja tradisinya. Kita kan Indonesia jadi sesuai adatnya begini,” paparnya. Untuk prosesi pernikahan sendiri, Marcella mengungkapkan dia masih belum tahu kapan tanggal pastinya, pasalnya dia harus membicarakan lebih lanjut di sela-sela kesibukkan mereka berdua. Selain itu dia bermaksud dengan adanya acara lamaran ini untuk menunjukkan keseriusan dan pengenalan antar kedua keluarga. “Kita belum tahu, kita lamaran aja dulu, artinya menunjukkan keseriusan, pengenalan keluarga dan segala macamnya,” tandas Marcella yang dalam kesempatan itu meminta maaf kepada wartawan karena tidak bisa mengambil foto ke dalam. (tim)

RADAR RAGAM

Minggu ke II November 2010

23

Pelaku Pemalsu Merek Dituntut 3 Tahun Penjara
Bekasi, Radar Nusantara, Berbagai cara dilakukan orang untuk mencari keuntungan termasuk bentuk usaha bisnis illegal mengakibatkan kerugian bagi pihak lain dan Negara. Seperti dilakukan terdakwa H.Izul Fismar (43) yang harus diseret ke kemeja hijau Pengadilan Negeri (PN) Bekasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasnah Dirah dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang
DIHADAPKAN majelis hakim yang diketuai oleh Cening Budiana, SH dan para anggota Lian Henri Sibarani, SH, Ganjar Pasaribu, SH, JPU menyampaikan bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan pihak lain dengan memalsukan merk “Lois”. Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 91 dan 94 Undang Undang (UU) No.15 tahun 2001 tentang merek, sehingga menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara denda seratus juta rupiah dan subsider 6 bulan kurungan. Dijelaskan bahwa sekitar tanggal 3 Desember 2009 pakaian-pakaian kemeja dan celana jeans telah disarvod serta diperdagangkan di sekitar Jabodetabek dan terbukti ditemukannya di toko Rani Jl. Simpang Warung Bongkok Kecamatan Cikarang Barat oleh Darman, salah seorang karyawan PT. Inti Garmindo (IG) selaku pemilik sah hak paten merk “Lois”. Darman yang juga sebagai saksi di persidangan kemudian diperintahkan Indra Halim selaku Direktur PT. IG untuk melakukan survey ke beberapa pusat perbelanjaan. Dan hasilnya ditemukannya celana jeans tersebut sekaligus membelinya dua pes dengan harga seratus ribu rupiah per pes. “Setelah diteliti ternyata barang tersebut diproduksi oleh terdakwa dengan menggunakan CV. Ressi dan Dilli”, tandas Darman di persidangan. Keterangan Indra Halim, kasus ini diketahui karena omset penjualan PT. IG sudah jauh merosot sehingga timbul kecurigaan. Akhirnya Darman ditugaskan untuk melacak penyebab kerugian tersebut, dan ternyata memang benar beredar di pasaran pakaian dan celana merk “Lois” palsu yang diproduksi oleh terdakwa. Sesuai dakwan jaksa yang berhak memproduksi dan memperdagangkan kemeja dan celana merek “Lois” adalah PT.IG selaku pemegang lisensi dari Lois Trade Mark Company (Ltd) Spanyol yang terdaftar di Dirjen HAKI dengan Nomor: 0000208331 tanggal 8 Nopember 2004. Kemudian lisensi tersebut dialihkan ke PT. Sarvod Holding dan didaftar di Dirjen HAKI pada tanggal 27 April dengan sertifikat merk No. IDM 0011 9532 tanggal 26 maret 2008. Sebagai wakil dari PT. SH adalah Louse A.G.Settevaer. Sementara Suttevaer memberi kuasa kepada Indra Halim, Direktur PT. IG untuk mengambil langkah-langkah dan tindak hukum kepada setiap orang yang diketahui memalsukan merek Lois. Berdasarkan laporan Darman yang membawa bukti, maka hal ini dilaporkan ke pihak berwajib oleh Indra Halim, dimana terdakwa H. Izul Fismar telah memalsukan merek kemeja dan celana jeans Lois. Akibat perbuatan terdakwa pihak PT. IG mengalami kerugian besar. Jaksa menuntut terdakwa dengan pasal 91 dan 94 UU No.15 tahun 2001 tentang merek serta menuntut terdakwa dengan tuntutan penjara selam 3 tahun penjara dan denda seratus juta rupiah serta subsider 6 bulan kurungan. (ms)

Saskia Sedih KH Zainuddin MZ Masuk RS

Betapa Sulitnya Wartawan Meliput Obama
Jakarta, Radar NusantaraDuh, repotnya meliput Obama.” Begitulah percakapan ringan beberapa jurnalis Indonesia yang ditugaskan meliput lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada 9-10 November 2010. Sejumlah aturan ditetapkan Kedutaan Besar Amerika Serikat demi keamanan dan keselamatan sang presiden. Pada acara kuliah umum Obama di Balairung Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu mendatang, misalnya. Para wartawan yang hendak meliput kuliah umum itu dilarang membawa tas, tas punggung, sarung kamera, dan bahkan dompet. Para pekerja media hanya diizinkan membawa kamera pocket dan recorder saja. Sementara itu, “persenjataan” jurnalis lainnya seperti laptop, tripod, video, dilarang dibawa serta ke dalam Balairung. “Bagaimana mau kirim berita? Masak nggak boleh bawa tas dan laptop?” keluh seorang wartawati. Para wartawan yang hendak meliput pun harus berkumpul di Parkir Timur Senayan pada pukul 06.15. Seorang wartawati yang berdomisili Depok terpaksa harus bangun lebih pagi untuk menuju Jakarta dan bersama-sama ke UI Depok. “Padahal, rumah saya di Depok. Tapi, informasi yang saya terima, wartawan yang diperkenankan meliput adalah mereka yang berangkat dari Senayan saja,” katanya. (R1)

AIDA Saskia untuk kesekian kalinya harus menelan pil pahit dan sedih. Pupus sudah harapannya bertemu dengan Zainuddin. Agenda ishlah pun batal, pasalnya, Zainuddin dikabarkan sedang sakit. Dai sejuta umat itu sedang dirawat di Rumah Sakit Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (9/11), pukul 10.00 ini. Akibatnya, dia urung datang ke hotel Grand Cempaka Putih. Hanya ada Aida Saskia yang datang bersama kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah. Saat berada di Menteng Room, lantai II Hotel Grand Cempaka Putih, Alamsyah sudah mencoba menelepon Zainuddin. Dari telepon inilah diketahui kalau sang dai sedang sakit. Pembicaraan tidak berlangsung lama. Alamsyah hanya berkata,”Cepat sembuh ya pak Zainuddin.” Telepon pun langsung ditutup dan islah pun batal. Memang surat sudah ditandatangani Zainuddin. Tetapi karena Zainuddin tidak datang, proses ishlah pun batal, atau setidaknya ditunda. Apa isi kesepakatan dalam ishlah? Alamsyah tak bersedia menunjukkan kepada publik. “Isi ishlah tidak bisa kita tunjukkan, karena pak Zainuddin tidak datang,” jelas Alamsyah Hanafiah. (R1)

Pelayanan Buruk, Wawali Palangkaraya Berkantor di Disdukcapil
Palangkaraya, Radar NusantaraWakil Wali Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Maryono selama dua hari yakni sejak 8 hingga 9 November memilih berkantor di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Hal ini dilakukan Wakil Walikota Palangkaraya, Maryono karena banyaknya keluhan masyarakat tekait buruknya kinerja pegawai disdukcapil dalam memberikan pelayanan dalam pembuatan KTP Nasional. “Saya ingin melihat secara langsung pelayanan pembuatan KTP Nasional, karena sudah terlalu banyak keluhan masyarakat dalam pembuatan KTP nasional tersebut,” katanya saat ditemui wartawan baru-baru ini di Kantor Disdukcapil. (didik)

Saskia Sedih KH Zainuddin MZ Masuk RS
Minggu ke II November 2010 Baca Hal..... 23

Jakarta, Radar Nusantara Kebiasaan mengabadikan jalannya syuting di setiap film, ternyata berbuah manis bagi Dewi Persik. Peristiwa cakar-cakaran dengan Julia Perez (Jupe) direkam di video pribadinya. “Kalau akting enggak begitu. Dia bilang aku memutarbalikkan fakta, tapi aku punya videonya dan secara enggak sengaja memang video itu untuk kenanganku setiap syuting,” ujar Dewi Persik kepada wartawan baru-baru ini. Lebih lanjut dia mengatakan, jika ada yang minta bukti, dia bisa memperlihatkan video yang memang dibuatnya setiap dia bermain film. Hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi Dewi untuk merekam kegiatan syutingnya. “Kebetulan memang kalau aku syuting, apapun aku selalu mendokumentasikan kegiatanku itu. Biar ada behind the scene— nya,” kata dia. Dewi membantah kalau video itu sengaja dibuatnya. Sekali lagi dia menegaskan, setiap terlibat syuting film, dia selalu mendokumentasikan hal itu dan biasanya adiknya yang melakukannya.

“Kalau divideokan, terkesan sengaja. Tapi ini tidak sengaja, dari Allah untuk manusiamanusia yang bersilat lidah mulutnya,” ketus Dewi. Dia menilai Jupe selalu memutarbalikkan fakta dan berkilah kalau cakar-cakaran itu merupakan bagian dari adegan syuting. Oleh sebab itu, Dewi bersiap untuk menunjukkan video tersebut kepada publik, agar tahu bagaimana kejadian sebenarnya. “Ya sudah, aku akan tunjukkan videonya, biar diam mulutmulut yang licik itu,” tandasnya. Jupe dan Dewi terlibat perkelahian saat syuting adegan ke-16 film Arwah Goyang Karawang. Awalnya adegan perkelahian itu memang bagian dari syuting, tapi ternyata berlanjut menjadi perkelahian sebenarnya. Dewi mengaku dicakar wajahnya oleh Jupe, sementara Jupe berkilah kalau dia juga mengalami luka yang sama di dengkul dan tangannya. Dewi pun melaporkan perbuatan Jupe ke kepolisian. Kendati demikian, Jupe ingin agar masalah mereka diselesaikan secara kekeluargaan. (nugroho)

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful