You are on page 1of 86

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA MEDAN

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Vol 1 No 1 Desember 2012

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah jurnal ilmiah, dengan visi menjadi media informasi dan komunikasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta sebagai rekomendasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang TIK

Pengarah Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Aizirman Djusan, M. Econ Penanggungjawab Kepala BBPPKI Medan Drs. Waladdin Siagian Ketua Dewan Redaksi Erisva Hakiki Purwaningsih, M.Kom Anggota Dewan Redaksi Dr. Gustianingsih, M. Hum Dr. Esther S.M. Nababan, M. Sc Jarudo Damanik, S.Kom Meilinia Diakonia Br. Ginting, S. Kom Ketua Redaksi Pelaksana Marudur Pandapotan Damanik, ST Anggota Redaksi Pelaksana Moh. Muttaqin, ST Maulia Jayantina Islami, S. Kom, MT Oktolina Simatupang, S. Sos Sekretaris Dewan Redaksi Vita Pusvita, ST Erwin Antonius Manurung, ST Peer Reviewer/Mitra Bestari Prof. Dr. Muhammad Zarlis, M. Sc Prof. Dr. Opim Salim Sitompul, M. Sc Dr. Poltak Sihombing, M.Kom Dr. Erna Budhiarti Nababan, MIT

Sekretariat Redaksi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak, No. 31 Medan, Sumatera Utara – Telp/Fax. (061) 6639817
2

Email: jtik.kominfo@gmail.com

PENGANTAR REDAKSI
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan untuk pertama kali, Volume I Nomor I Desember 2012. Sesuai rencana program BBPPKI Medan, Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi akan terbit dua (2) kali dalam setahun secara periodik dengan tujuan mempublikasikan ideide dan temuan para peneliti Komunikasi dan Informatika yang telah tertuang dalam bentuk tulisan sehingga mampu memberikan pencerahan, perspektif dan ekspektasi tentang pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam membangun masyarakat informasi. Hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan pertimbangan dan solusi yang dibutuhkan oleh para stakeholder untuk mengambil keputusan dan pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kepada semua pihak, khususnya peneliti, akademisi, praktisi teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan dapat berpartisipasi menyumbangkan ide dan pemikiran yang telah tertuang dalam bentuk tulisan ilmiah, terutama hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika. Pada edisi perdana ini kami menerbitkan enam (6) tulisan, yaitu “Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Informasi Kecamatan”. Dalam tulisan ini, Marudur Pandapotan Damanik menjelaskan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. Selanjutnya Vita Pusvita menulis tentang “Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh” dan menjelaskan bahwa Parameter QoS berupa throughput, delay, packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. Wicaksono Febrianto menulis “Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan)”. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen yang terdapat dalam framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). Jarudo Damanik menulis tentang “Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam”. Penyaring konten yang dipakai di Kantor Pemerintah Kota Batam adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. Pendeteksian virus, worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Tasmil melakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Dalam penerapan, metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

3

Tasmil menjelaskan penelitiannya dalam tulisan “Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service”. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan.operasi Linux. Moh. Muttaqin melakukan Pengujian yang menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps) dan telah dituangkan dalam tulisan “Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh”. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. Salam. Redaksi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 4 . Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca sekalian. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh.

DAFTAR ISI Pengantar Redaksi Daftar Isi Lembar Abstrak Kompetensi Pengelola dalam Mengatasi Permasalahan Teknis pada Pusat Layanan Internet Kecamatan Marudur Pandapotan Damanik Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan Pusat Layanan Internet Kecamatan di Kota Banda Aceh Vita Pusvita Perancangan Knowledge Management System Berorientasi Proses Bisnis (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) Wicaksono Febriantoro Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e Sebagai Penyaring Konten pada Jaringan Kantor Pemerintah Kota Batam Jarudo Damanik Perfomansi Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Berbasis Snort untuk Mendeteksi Serangan Denial of Service Tasmil Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet PC Client Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan Warnet di Kota Banda Aceh Moh. Muttaqin Pedoman Penulisan Naskah 3 4 5 11 25 37 51 59 67 81 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 5 .

The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. where they are only able to use computer in general and common applications. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. Likewise. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian Lembar Abstrak | Abstract Sheet 6 . This study also perform some observations and literature review. PLIK. Keywords: Competence. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Technical issues Vita Pusvita | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. SDM. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum. Kata Kunci: Kompetensi. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. Human resource. Telecenter. Lembaran abstrak ini boleh dikopi tanpa izin dan biaya. disamping melakukan observasi dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. Permasalahan teknis MANAGEMENT’S COMPETENCIES OVERCOMING TECHNICAL ISSUES SUBDISTRICT INTERNET CENTER IN ON This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Telecenter. PLIK. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. It uses qualitative approach and anayzed descriptively. West Kalimantan. Marudur P.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 Kata kunci yang dicantumkan adalah istilah bebas. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. and the illegal use of proprietary operating system.

hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. there are only 3 of 11 PLIK that are well operated. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi. Technically. khususnya internet. one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. particularly the internet. In this regard. Based on the measurement. Keywords: Sub-District Internet Service Center. dari 11 PLIK. Berdasarkan hasil pengukuran. Syah Kuala. jitter. Di Kota Banda Aceh. Quality of Service. Syiah Kuala. jitter. Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Kualitas Layanan. This research uses descriptive method with quantitative approach. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. so that many of them are neglected. they are PLIKBaiturrahman.masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai. Result of Lembar Abstrak | Abstract Sheet measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh. PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Therefore. The QoS parameters consists of throughput. delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. while in PLIK Lheung Bata. dan Lheung Bata. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Oleh karena itu. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge processnya. Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman. Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments. the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Kata Kunci: PLIK. PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS. Banda Aceh TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUB-DISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. damaged and turned into a commercial internet cafe. rusak dan berubah menjadi warnet komersial. IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management 7 . sedangkan pada PLIK Lheung Bata. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru). and Lheung Bata. Banda Aceh Wicaksono Febriantoro | Balai Diklat Metrologi JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Kementerian Perdagangan) Metrologi Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier.

The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation to knowledge application. virtual work space application dan discussion group based application. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. Kata Kunci: Penyaring konten. Detection of viruses. Jarudo Damanik | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan. Knowledge Process. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Ministry of Trade Republic of Indonesia) The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. search engine / information retrieval system. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. The further analysis showed that in general. Pendeteksian virus. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam. The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined. Knowledge Infrastructure. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. pendeteksian A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. In this researh we apply qualitative method to see Lembar Abstrak | Abstract Sheet . firebox 125e series. virtual work space application dan discussion group based application. Kata Kunci: Proses Bisnis. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. Knowledge Management system. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined.berupa Wiki dan Blog. However. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. Knowledge Process. Knowledge Management 8 System. In addition. Keywords: Business Processes. Knowledge Infrastructure.

warnet. From the study. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. WIDS. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting Lembar Abstrak | Abstract Sheet . The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala.how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. Keywords: Wireless Network. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. kecepatan koneksi internet COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Sub-District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministery of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly 9 Tasmil | BBPPKI Makassar JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. Denial of Service PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. Hasil penelitian yang telah dilakukan. WIDS. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. It is recomended to create a capable device to detect page per page. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. PC client. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). Muttaqin | BBPPKI Medan JTIK Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. Denial of Service Moh. Keywords: Content filtering. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security. This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. firebox 125 e series. so the selection process can be carried out relevant content. Kata kunci: Jaringan nirkabel. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. detection the Denial of Service attacks by 54 %. Kenyataannya.

In fact. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe. PC client. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. internet connection speed 10 Lembar Abstrak | Abstract Sheet .distribute information and socializing safe internet usage. while internet cafe’s is increased in the afternoon. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). after decreased at noon. Keywords: Sub District Internet Access. the implementation of PLIK faced many problems. especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. internet cafe.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. while comparison of the upload speed is not significantly different.

West Kalimantan. 31 Medan marudur.p. The information was collected through field studies by performing in-depth interviews to PLIK managers in 9 locations and also the authorized officer in the department of transportation who responsible for handling telecommunication affairs. Likewise. Permasalahan teknis ABSTRACT This study aimed to describe how management’s competencies play role in overcoming technical issues on the subdistrict internet center (PLIK) in Pontianak District. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak.d@kominfo. Technical issues Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. The result shows that the technical knowledge and proficiency of the managers are still inadequate. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai para pengelola di 9 (sembilan) lokasi PLIK dan pihak Dinas Perhubungan. Telecenter.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KOMPETENSI PENGELOLA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN TEKNIS PADA PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN MANAGEMENT’S COMPETENCIES IN OVERCOMING TECHNICAL ISSUES ON SUBDISTRICT INTERNET CENTER Marudur P. because there are 4 PLIKs that cannot be utilized. where they are only able to use computer in general and common applications. and the illegal use of proprietary operating system. Keywords: Competence. Damanik Kementerian Komunikasi dan Informatika Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Jl. they are also considered lack of skills in dealing with technical issues. Human resource.. sedangkan dalam aspek troubleshooting dan penanganan permasalahan teknis masih sangat kurang. Telecenter.go. Temuan lainyang dirasa cukup signifikan adalah implementasi PLIK yang tidak sesuai yang diharapkan. SDM. PLIK. dimana terdapat 4 (empat) lokasi PLIK yang terbengkalai dan penggunaan sistem operasi non open source pada perangkat komputer. This study also perform some observations and literature review. PLIK. Hasil penelitian menemukan bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK terasa kurang memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdan dianalisis secara deskriptif. | Marudur Pandapotan Damanik 11 . Kata kunci: Kompetensi. Another finding that quite significant is about the PLIK implementation that is not as expected. Tombak No.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kompetensi pengelola Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dalam mengatasi permasalahan teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. disamping melakukan observasi dan studi literatur. dimana umumnya pengelola hanya mampu menggunakan komputer dan aplikasi secara umum.. It uses qualitative approach and anayzed descriptively.

komputer. | Marudur Pandapotan Damanik PENDAHULUAN Saat ini masyarakat dunia bergerak dan berevolusi menuju ke sebuah tatanan baru yang dikenal sebagai era informasi atau masyarakat informasi. Pada tahun 2003 yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2005 para pemimpin dunia melakukan pertemuan guna membahas isu-isu yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta pengaruhnya 12 terhadap kehidupan masyarakat di dunia. dimana pada pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa “Setiap jaringan telekomunikasi dan atau penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan kontribusi dalam pelayanan universal. Sebuah masyarakat informasi digambarkan sebagai sebuah bangsa dimana mayoritas tenaga kerjanya terdiri dari pekerja informasi. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.1 Masyarakat informasi tidak lagi menjadikan informasi hanya sebagai sesuatu yang biasa. Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki sebuah program yang dinamakan Kewajiban Pelayanan Umum (Universal Service Obligation/USO) di bidang telekomunikasi. Sebuah konferensi tingkat tinggi bernamaWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bersama dengan International Telecommunication Union (ITU) menekankan bahwa betapa pentingnya peranan TIK sebagai pilar utama menuju masyarakat informasi.. Program ini dilaksanakan sesuai amanat UndangUndang No. namun sebagai komoditi atau sesuatu yang berharga hingga dapat dijual kepada pengguna informasi.” Program USO Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Dalam mendukung komitmen WSIS. dan informasi merupakan unsur yang paling penting. Maka untuk mengatasinya para pemimpin negara-negara di dunia sepakat untuk membuat target bahwa pada tahun 2015 seluruh desa di setiap negara sudah terhubung dengan TIK. Perangkat serta metode komunikasi ini membuat arus informasi sedemikian cepat hingga membuat jarak tidak lagi membatasi dalam melakukan transfer informasi..Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. bahkan teknologi internet yang melahirkan metode-metode komunikasi baru seperti e-mail. Di sisi lain juga disepakati bahwa telah terjadi kesenjangan digital di antara negaranegara maju dan negara-negara berkembang. Perubahan ini juga didorong oleh kemajuan teknologi yang ditandai dengan munculnya beragam produk teknologi komunikasi seperti televisi. telepon genggam. serta memastikan bahwa lebih dari setengah penduduk dunia sudah mendapatkan akses kepada teknologi informasi dan komunikasi. serta komunitas maya. Sebuah masyarakat informasi terbentuk oleh semakin baiknya dunia pendidikan dalam menciptakan tenaga-tenaga profesional. mailing list.

Sebuah penelitian mencoba merumuskan strategi implementasinya. | Marudur Pandapotan Damanik ini memiliki agenda untuk memperluas akses informasi dan komunikasi hingga wilayah perdesaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. sejak tahun 2003 program USO telah membuka akses telepon umum untuk tiap desa di Indonesia. yaitu pertama. Dengan adanya PLIK masyarakat khususnya di perdesaan dapat dengan mudah mendapatkan informasi pertanian. Dengan memiliki pengelola PLIK yang berkompeten dalam mengoperasikan serta melakukan perawatan perangkat. Dari uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dikerucutkan menjadi 2 (dua) poin. Namun hal ini tentu memberatkan mengingat banyaknya jumlah PLIK yang dibangun.354 desa.. dan hingga 2004 telah terbangun akses di 5. Di beberapa lokasi terdapat kerusakan perangkat yang hingga saat ini belum diperbaiki. Sesungguhnya program PLIK merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. diharapkan kerusakan dan masalah yang terjadi di PLIK dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak berlarut-larut. Sebagai tindak lanjut dari penyediaan akses telepon umum di perdesaan. di tahun 2009 program USO dilanjutkan dengan membangun Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dengan menyediakan 1 unit server dan 5 unit personal computer (PC) client serta akses internet melalui koneksi satelit. Bagi anak-anak PLIK juga bermanfaat sebagai media dalam mencari ilmu pengetahuan. perdagangan. sehingga sangat membebani baik dalam hal waktu maupun biayanya. dimana salah satu poinnya adalah dengan melakukan evaluasi secara langsung ke lokasilokasi PLIK berada.Untuk mencapai tujuan tersebut. namun pada pelaksanaanya di lapangan PLIK terasa kurang termanfaatkan. serta membiasakan diri dalam menggunakan komputer dan internet. bahkan salah satu PLIK di Pontianak tidak beroperasi sejak awal pemasangan.. dan berbagai informasi lain yang dibutuhkan. untuk menggambarkan kompetensi 13 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .2 Hal ini bertujuan untuk dapat memetakan permasalahan-permasalahan yang terjadi hingga dapat dicarikan solusi secara tepat. Keberadaan PLIK dapat dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam memperluas akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat. Berbagai kendala dan permasalahan timbul dalam implementasinya. Solusi terbaik adalah dengan memiliki pengelola PLIK dalam bidang TIK sehingga dapat memberikan pertolongan pertama ketika perangkat mengalami masalah. Program ini bertujuan untuk membuka akses internet ke seluruh wilayah kecamatan khususnya wilayah pelosok di Indonesia.

5 Kompetensi juga dapat dipandang sebagaikarakteristik dasar seseorang yang dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan memuaskan dalam sebuah situasi atau pekerjaan. konsep diri. Sifat merupakan ciri fisik dan reaksireaksi yang bersifat tetap terhadap situasi atau ketika menerima informasi. Konsep diri merupakan sikap. Karakteristik kompetensi tersebut diwujudkan dalam model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola PLIK.. mengarahkan dan memilih untuk melakukan suatu tindakan terentu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran dari implementasi PLIK yang telah berjalan. karena pada kenyataannya karakteristik kompetensi ini Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Aspek keterampilan dan pengetahuan termasuk dalam karakteristik kompetensi yang tampak dan berada di permukaan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. rekrutmen dan seleksi. pembentukan dan pengembangan organisasi dan budaya perusahaan. serta sistem imbal jasa.3 Kompetensi dalam sebuah organisasi atau perusahaan bertujuan untuk pembentukan dan evaluasi pekerjaan. Motif juga berperan dalam mendorong.. dan keterampilan. untuk menjelaskan kompetensi apa yang dibutuhkan pengelola dalam mengatasi permasalahan teknis di PLIK. sebagai unggulan di bidang tersebut. sifat. pengetahuan. pembelajaran perusahaan. dan yang kedua. Hal ini dikarenakan kompetensi individu biasanya sangat terkait dengan tugas dan kinerja organisasi.4 Kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam 14 bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting.6 Di sini Spencer dan Spencer mengidentifikasi 5 (lima) jenis karakteristik kompetensi yang terdiri dari motif. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang pada suatu bidang yang spesifik.Motif adalah hal-hal yang menstimulasi tindakan seseorang. Sedangkan keterampilan merupakan kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. Dalam model kompetensi gunung es terdapat karakteristik kompetensi yang tampak dan yang tersembunyi. Kompetensi Satu hal yang menjadi kunci dalam mengimplementasikan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif adalah dengan peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM pada setiap tugas dan pekerjaan. manajemen karier. serta diharapkan dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika maupun Pemerintah Daerah setempat khususnya dalam menyelesaikan permasalahanpermasalahan di Pusat Layanan Internet Kecamatan. nilai atau gambaran diri yang dimiliki seseorang. dimana peningkatan kompetensi individu akan diikuti dengan peningkatan kualitas kerja dan kinerja organisasi.

dan internet access point. namun di lain hal terdapat wilayah yang sangat minim akan informasi.. Secara umum terdapat 3 (tiga) bentuk implementasi dari internet publik. yang berimbas pada tidak meratanya pembangunan sarana komunikasi dan informasi. Sedangkan aspek motif. sedangkan karakteristik kompetensi yang tersembunyi yaitu motif. dan konsep diri merupakan karakteristik kompetensi yang sifatnya tersembunyi. 1993 Gambar 1.10 Ketiga bentuk internet publik ini dibedakan berdasarkan kepemilikan.8 Namun demikian hal ini juga sangat memungkinkan terjadinya ketimpangan informasi yang disebabkan oleh tidak meratanya akses kepada teknologi informasi. kemudahan dalam mengakses dan memperoleh informasi cukup berpotensi dalam mengubah tatanan ekonomi dan sosial dalam sebuah masyarakat. sifat dan konsep diri merupakan kompetensi sikap yang terkait dengan kualitas hasil dari suatu pekerjaan. sifat.. terdapat suatu konsep yang diyakini dapat menjembatani dan mempersempit kesenjangan digital yaitu dengan membangun suatu ruang publik yang menyediakan akses internet dan layanan TIK kepada masyarakat umum khususnya di wilayah yang kekurangan akses dan infrastruktur TIK. dan berujung pada terjadinya suatu kesenjangan digital (digital divide). | Marudur Pandapotan Damanik hanyalah sesuatu yang mudah dipelajari dan dikembangkan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.3 Konsep Internet Publik Dalam banyak penelitian mengungkapkan. lokasi. yaitu telecenter. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang tidak memiliki akses internet pribadi tetap dapat menikmati layanan TIK terutama sambungan internet. Dengan kata lain. Perbedaan yang sangat kontras terlihat mulai dari perkembangan infrastruktur telekomunikasi yang umumnya terkonsetrasi pada wilayah perkotaan ataupun ibukota suatu daerah9.7 Sumber: Spencer and Spencer. Model kompetensi gunung es dan model kompetensi inti dan permukaan. pembiayaan. 15 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . internet café. namun merupakan unsur penting yang membedakan antara orang yang berkinerja lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. karakteristik kompetensi yang tampak seperti pengetahuan dan keterampilan dapat dikatakan sebagai kompetensi teknis yang pada dasarnya diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. dimana terdapat suatu wilayah yang sangat kaya akan informasi. Untuk mengatasi hal tersebut. serta fasilitas-fasilitas yang tersedia di dalamnya.

Konsep PLIK di sini sesungguhnya bukanlah seperti warung internet (warnet) pada 16 umumnya.Wawancara juga dilakukan kepada pihak Dinas Perhubungan. dan lain sebagainya. Sarana ini ditargetkan akan dibangun pada setiap ibukota kecamatan yang berjumlah 5. dan dilakukan dengan tiga cara. namun juga merupakan single point of view bagi pengguna. | Marudur Pandapotan Damanik Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) Dalam mengatasi kesenjangan digital yang terjadi dan menjalankan hasil komitmen WSIS untuk menghubungkan semua desa dengan TIK pada tahun 2015. yang mana salah satu bagiannya menangani bidang telekomunikasi.KOMINFO/10/2008.selenggaranya layanan internet dan penyebaran informasi lainnya di daerah-daerah non komersial. dan sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret 2012. Salah satu bentuk program USO Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah penyediaan jasa akses internet pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi (WPUT)internet kecamatan yang terbagi dalam 11 (sebelas) area. karena aplikasi portal menampilkan semua aplikasi dan layanan yang dapat diakses/ digunakan oleh pengguna seperti aplikasi perkantoran (office). serta Pemerintah Kecamatan setempat. konten.. Program penyediaan jasa akses internet wilayah kecamatan KPU/USO dilaksanakan dengan membangunkios internet publik yang dinamakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Lokasi penelitian mengambil tempat di Kabupaten Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Aplikasi portal tidak hanya sebagai pintu masuk menuju suatu aplikasi ataupun konten yang dikehendaki oleh pengguna. dengan melakukan wawancara mendalam kepada para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak yang bertindak sebagai informan kunci. Terdapat aplikasi portal yang menjadi tampilan awal setelah pengguna melakukan proses login melalui aplikasi. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak. Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak dan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah melakukan sejumlah kebijakan antara lain melaksanakan program Kewajiban Pelayanan Universal/KPU (Universal Service Obligation/USO) seperti yang tertuang pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 32/PER/M. Pertama. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.748 Satuan Sambungan Langsung (SSL) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia (kecuali DKI Jakarta) sehingga memungkinkan ter. pihak Dinas Perhubungan..Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. literatur dan foto. mengingat perangkat ini mengalami kerusakan di hampir semua lokasi PLIK. Perangkat ini diperlukan untuk menjaga komputer server billing dari putusnya aliran listrik PLN secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan hilangnya data pemakaian pengunjung dan juga kerusakan pada sistem operasi dan perangkat lunak. observasi. satusatunya perangkat yang kualitasnya patut dipertanyakan adalah UPS.. Terakhir adalah dengan menyajikan data dengan merangkai dan menyusun informasi dalam bentuk satu kesatuan. maupun dokumentasi yang bersumber dari buku. Penyebab kerusakan UPS memang belum diketahui secara pasti karena perlu pemeriksaan oleh teknisi. selektif. melainkan karena faktor eksternal yaitu karena kebanjiran. Kedua. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum dan Permasalahan pada PLIK di Kabupaten Pontianak Berdasarkan data yang diperoleh. Kemudian yang cukup menjadi perhatian adalah penggunaan perangkat lunak termasuk sistem operasi. dengan melakukan observasi terhadap kondisi PLIK di masingmasing kecamatan untuk mengamati secara cermat. Berdasarkan Tabel 1. Analisis data kualitatif dimulai dari analisis berbagai data yang diperoleh dari lapangan. Kabupaten Pontianak mendapat 9 (sembilan) set perangkat PLIK yang masing-masing disebar ke 9 (sembilan) kecamatan. UPS (Uninteraptible Power Supply) adalah perangkat yang berfungsi sebagai backup catu daya. | Marudur Pandapotan Damanik Pemerintah Kecamatan setempat untuk mendapat informasi tambahan. tingkat autensitasnya dan melakukan triangulasi sumber data.. namun diperkirakan penyebabnya adalah kondisi listrik yang tidak stabil. baik dengan cara wawancara. serta mencatat temuan-temuan yang relevan. Secara fisik. Hasil pengamatan langsung terhadap PLIK di Kabupaten Pontianak menemukan beberapa hal yang perlu dicermati. serta dapat dipahami. Sistem operasi yang digunakan secara resmi untuk program PLIK adalah sistem operasi Linux yang berbasis open source. Pengklasifikasian atau pengkategorian ini harus mempertimbangkan kesahihan dan kevalidan data dengan memperhatikan kompetensi subjek penelitian.Yang ketiga adalah dengan melakukan studi literatur melalui buku-buku dan penelitian-penelitian terdahulu. Adapun kerusakan komputer seperti yang terjadi di Kecamatan Siantan disebabkan bukan karena kualitas perangkat yang kurang baik. kondisi perangkat keras serta instalasi PLIK umumnya masih dalam keadaan baik mengingat umur perangkat yang tergolong masih baru. Data tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu yang disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. 17 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .

Penggunaan sistem operasi berbasis open source seperti Linux dalam program PLIK sesungguhnya adalah langkah yang sangat tepat dalam memperkenalkan masyarakat akan OSS. Printer UPS. Di samping itu penggunaan sistem operasi Linux bertujuan untuk menekan penggunaan sistem operasi bajakan/illegal. Kebanyakan PLIK yang berada di Kabupaten Pontianak telah dirubah ke sistem operasi komersial (Windows OS) bajakan. Switch Penggunaan sistem operasi Linux dalam program PLIK bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan open source software (OSS) di masyarakat.. Sama sekali belum pernah beroperasi Menggunakan lintasarta ISP non KETERANGAN Kerusakan 2 unit CPU.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Printer. Modem Sempat beroperasi 2 bulan. Printer UPS. Server (overheat). | Marudur Pandapotan Damanik Tabel 1. UPS. Mon. Penggunaan perangkat lunak bajakan tentunya sudah menyalahi tujuan PLIK itu sendiri dalam mensosialisasikan penggunaan perangkat lunak open source. Namun di lain hal.. Namun secara umum dapat diketahui bahwa penggantian sistem operasi lebih dikarenakan tidak familiarnya para pengelola dan pengguna PLIK dalam menggunakan sistem operasi Linux. Beberapa alasan yang dikemukakan para pengelola terkait penggantian sistem operasi PC client menjadi Windows ilegal umumnya karena penggunaan Linux yang dinilai cukup merepotkan. Sama sekali belum pernah beroperasi Sama sekali belum pernah beroperasi Anjongan Ya Ya Linux UPS. Oleh karena itu penggunaan OSS dalam PLIK mestinya didahului dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Printer. disamping alasan teknis lainnya seperti gagalnya 18 proses log-in akibat password yang tidak sesuai. Kondisi PLIK di Kab. Pontianak (Maret 2012) KECAMATAN Siantan Segedong Mempawah Hilir Mempawah Timur Sungai Kunyit Sungai Pinyuh Toho Sadaniang AKTIF Ya Tidak Tidak Ya Tidak Ya Ya Tidak VOUCHER Ya Tidak Tidak Ya Tidak Tidak Ya Tidak OS WinXP WinXP WinXP WinXP WinXP Linux KERUSAKAN PERANGKAT CPU. Switch UPS. Switch CPU UPS. Namun hal yang ditemukan justru sebaliknya. Disamping itu penggunaannya juga mendidik masyarakat untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan karena tentunya bertentangan dengan hukum. penggunaan perangkat lunak open source terasa kurang familiar di kalangan masyarakat terlebih bagi yang masih awam dengan komputer dan internet. Printer. Terhenti karena voucher tidak terkirim Perangkat hilang. Switch Printer.

dimana PLIK bahkan belum pernah beroperasi dari sejak awal pemasangan. sehingga pengelola juga dapat memberikan pendampingan bagi masyarakat pengguna PLIK yang kesulitan ketika menggunakan OSS. Kegagalan dalam pengiriman voucher internet mengakibatkan PLIK tidak dapat beroperasi. Sungai Kunyit. | Marudur Pandapotan Damanik pengenalan dan pelatihan OSS bagi pengelola.5 tahun perangkat PLIK terbengkalai dan tidak termanfaatkan.. yaitu perihal terkendalanya pengiriman voucher internet yang mengakibatkan tidak beroperasinya PLIK.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. namun lebih pada aspek kebijakan dimana hal tersebut tidak terkait pada kompetensi pengelola. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Dinas Perhubungan. dan setiap PLIK memiliki nomor identitas jaringan yang unik. pengunjung tidak akan dapat menggunakan layanan internet di PLIK. Di dalam sistem PLIK. Mengingat waktu pemasangan yang berlangsung sekitar bulan Agustus 2010. Oleh karena itu diperkirakan masalah dalam pengiriman voucher internet di beberapa lokasi PLIK terjadi disebabkan adanya kekeliruan data nomor jaringan pada ISP. Dari uraian di atas. Melihat dari kendala operasional. seperti yang terjadi pada Kecamatan Mempawah Hilir.. dan (2) Penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak ilegal/bajakan. voucher internet ibarat pulsa pada telepon genggam. Disamping itu juga terdapat 1 (satu) permasalahan yang dianggap bukan permasalahan teknis. Dalam hal ini kurangnya dukungan teknis oleh pihak penyedia juga dirasakan. maka terdapat kurang lebih 1. Jika pulsa pada sebuah telepon genggam telah habis. tentunya si pengguna tidak akan dapat melakukan komunikasi. Demikian juga jika voucher internet pada server PLIK sudah habis. kompetensi SDM sangat berpengaruh pada kualitas hasil kerja individu dan kinerja organisasi. baik itu perangkat komputer ataupun perangkat pendukung jaringan. Demikian pula halnya dalam mengelola PLIK yang terdiri dari perangkat-perangkat komputer 19 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Di samping itu sistem voucher dibuat agar provider dapat mendata seberapa banyak penggunaan sambungan internet oleh pengunjung. pengiriman voucher internet oleh ISP dilakukan secara elektronik menggunakan nomor identitas jaringan. Kompetensi Pengelola di Bidang TIK Seperti yang telah diuraikan sebelumnya. maka dapat dirangkum 2 (dua) halyang dapat dianggap menjadi kendala dan permasalahan yang bersifat teknis yang terjadi pada PLIK di Kabupaten Pontianak yaitu (1) kerusakan beberapa perangkat. pengiriman voucher internet merupakan masalah yang utama. dan Segedong. Hasil pengamatan langsung ke lapangan juga menemukan beberapa permasalahan dalam implementasi dan penerapannya.

Begitupun penguasaan dalam hal administrasi jaringan masih belum memadai. keterampilan.. kebanyakan dari mereka tidak memahami fungsi-fungsi perangkat keras komputer. Hal ini diperlukan untuk menjamin bahwa PLIKdapat berjalan dengan baik tanpa terkendala permasalahan teknis dan perangkat. (3) kemampuan menguasai pekerjaan. Disamping itu pengetahuan pengelola dalam aspek teknis perangkat keras (hardware) komputer serta penanganan masalah dalam komputer juga masih cukup rendah. Sehingga ketika terjadi kegagalan dan kerusakan pada perangkat pengelola umumnya berkonsultasi dengan teknisi. Aspek pengetahuan diukur dengan indikator-indikator yaitu (1) tingkat pendidikan formal. Sedangkan aspek keterampilan diukur dengan indikator-indikator: (1) petunjuk teknis pekerjaan. Umumnya mereka memperoleh pengetahuan mengenai komputer melalui pembelajaran mandiri secara otodidak serta dari buku-buku..adalah suatu keharusan bagi SDM pengelola memiliki kompetensi teknis di bidang TIK. (2) pelatihan teknis yang pernah diikuti. Selengkapnya matrik kompetensi teknis para pengelola PLIK di Kabupaten Pontianak disajikan dalam Tabel 2.11 Pendidikan formal merupakan dasar utama dalam memperoleh pengetahuan umum dan keterampilan. Rendahnya tingkat pemahaman akan sistem operasi Linux tentunya dapat menggambarkan mengapa umumnya sistem operasi komputer di PLIK telah diubah dari Linux ke Windows. para pengelola lebih berpengalaman menggunakan sistem operasi Windows beserta aplikasi pendukungnya. terlebih lagi dalam hal mendiagnosa dan memperbaiki atau mengganti perangkat yang rusak. profesionalitas. Kompetensi teknis yang terdiri dari aspek pengetahuan dan aspek keterampilan dapat diukur melalui beberapa indikator. namun pengetahuan dalam mengoperasikan sistem operasi berbasis open source terlihat sangat minim. dimana terdapat 4 (empat) pengelola yang sama sekali tidak memahami konsep jaringan komputer. dan (2) ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan. Hanya pengelola dari Kecamatan Anjongan yang mengaku mengerti mengoperasikan Linux sebagai sistem operasi. produktivitas serta daya saing. | Marudur Pandapotan Damanik beserta jaringannya. meskipun pendidikan non formal seperti pelatihan dan kursus juga mampu meningkatkan pengetahuan.12 Dari segi pendidikan tidak satupun pengelola PLIK pernah mengenyam pendidikan formal di bidang TIK ataupun komputer. 20 Dari aspek penguasaan komputer dan aplikasi.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Lemahnya pengetahuan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dimana hanya satu pengelola yang pernah mengikuti kursus komputer. Demikian halnya dengan pendidikan non formal.

dan keamanan.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. otodidak Tidak Tidak SLTA Buku. Hilir M. 2 thn Tidak Tidak Tidak Windows. pengguna an secara umum. Pengelola PLIK Sungai Kunyit) Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pengelolaan PLIK Jika melihat dari kebutuhan kerja yang ada dan permasalahan yang terjadi pada PLIK. instalasi software. pengguna an secara umum. otodidak Tidak Tidak Otodidak Otodidak Tidak Tidak Tidak Tidak 5 – 6 thn (lupa) (lupa) 15 tahun (lupa) 8 thn 7 thn 2 thn 3 tahun Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya. penggun aan secara umum. kursus. penggunaan instalasi secara software. perangkat jaringan. penggunaan secara umum. Pinyuh S1 Buku. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 21 . maka dibutuhkan kompetensi teknis yang setara dengan kompetensi seorang technical support. pengguna an secara umum. Merujuk pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi.. Windows.Pd... (Wawancara: Bpk. Timur SLTA Buku. serta berdasarkan kategori kompetensi TIK yang dikemukakan oleh Sadikin (2011). otodidak Tidak Tidak S. | Marudur Pandapotan Damanik pengelola dalam aspek teknis perangkat keras dan jaringan komputer mengakibatkan pengelola belum dapat menangani masalah secara mandiri dan sangat bergantung pada bantuan teknisi komputer. Untuk memenuhi kebutuhan akan kompetensi tersebut seyogyanya pengelola PLIK dipilih dengan lebih selektif di mana sebaiknya memiliki pengetahuan di bidang TIK atau pendidikan yang mendukung hal tersebut. office Tidak S. Hifni. Window. Pontianak Poin Kompetensi Pendidikan formal Sumber pengetahuan komp. perangkat lunak (software). otodidak Tidak Tidak SLTA SLTA Buku. otodidak Tidak Tidak SLTA S1 Buku. Window. pengguna an secara umum. umum. Windows. Windows. penggunaan secara umum. instalasi software. otodidak Tidak Tidak Toho Sadaniang Anjongan S1 Buku. Window.Matrik kompetensi pengelola PLIK di Kab. Tabel 2. penggunaan secara umum. Window. maka keahlian atau unit kompetensi yang dibutuhkan seorang technical support dapat dibagi kepada 4 (empat) unsur yaitu perangkat keras (hardware). “… untuk kerusakan perangkat biasanya kami menggunakan jasa orang lain”. S. Window. otodidak Ya. Kursus komputer Sertifikasi keahlian Pengalaman menggunaka n komputer Pengalaman menjalankan warnet Penguasaan komputer & aplikasi Siantan Segedong M. Kunyit S1 Buku. instalasi software.

| Marudur Pandapotan Damanik Penguasaan Linux/OSS Penguasaan hardware &perbaikan Penguasaan adm. sehingga jika terjadi permasalahan pada perangkat dapat segera dideteksi dan ditangani sendiri. pengetahuan teknis seperti perbaikandan instalasi perangkat lunak/keras merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki pengelola PLIK.. terdapat 2 (dua) hal yang menjadi 22 kesimpulan.. Pelatihan dirasa cukup efektif untuk mengembangkan pengetahuan dan kompetensi pegelola di bidang TIK. Gambar 2. Sebab tidak dapat dipungkiri. diolah. Sumber: SKKNI bidang Technical Support (2006). Hal ini tentu cukup menghemat waktu dan biaya jika dibandingkan dengan harus menggunakan jasa teknisi.Yang pertama adalah bahwa kompetensi teknis pengelola PLIK di bidang TIK masih dirasa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. Jaringan Sebatas penggunaan Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Tidak Tidak Ya Ya Tidak Ya Sebagai alternatif lain. pemberian pelatihan-pelatihan mengenai teknis jaringan komputer dan perangkat juga sangat baik untuk dilakukan. Kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK SIMPULAN Sesuai tujuan penelitian ini.

Pengelola umumnya hanya memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer dan aplikasi. & Thai-ngam. konfigurasi. Communication Technology: The New Media in Society.Hal ini dapat menjadi alternatif media komunikasi untuk berbagi informasi dan pengalaman seputar PLIK dan permasalahannya.. dari hasil penelitian ini diharapkan adanya pengembangankompetensi teknis berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola PLIK di bidang TIK. Competency Requirements for Effective Job Performance in Thai Public Sector. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . perawatan. perangkat keras. Contemporary Management Research.Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi. P. yang meliputi pengetahuan dan keahlian dalam melakukan instalasi. Thesis.Pengembangan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihanbagi pengelola sehingga mereka dapat lebih mandiri ketika terjadi permasalahan di lapangan. Sebagai rekomendasi. New York: Free Press. M. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama 23 3Vathanophas.. serta perangkat jaringan. J. 3 (1): 45-70. sedangkan dalam aspek pengetahuan dalam menggunakan aplikasi opensource. Jakarta V. Kompetensi Plus. Indra Pratama. pihak penyedia. | Marudur Pandapotan Damanik belum cukup memadai dan masih perlu untuk ditingkatkan. T.Hal ini didasarkan pada unit kompetensi yang terdapat pada SKKNI bidang Computer Technical Support. dan mengambil tindakan ketika terjadi serangan virus pada kondisi menggunakan sistem operasi non open source.jaringan komputer. 1986. 2007. serta mampu melakukan backup data serta recovery ketika terjadi kegagalan pada sistem komputer. Strategi Implementasi Penyediaan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) pada Pelaksanaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi (KPU/USO) di Indonesia. Sebagai kesimpulan yang kedua. Nurianna. kompetensi yang dibutuhkan pengelola PLIK dalam mengatasi permasalahan teknis adalah kompetensi seorang technical support. Universitas Indonesia.Disamping itu juga memiliki pengetahuan dalam aspek keamanan seperti mencegah. upgrading. Oleh karena itu Kominfo ataupun pihak penyedia seyogyanyadapat memfasilitasi sebuah wadah komunikasi maya semisal forum ataupun mailing listantara para pengelola. Suatu permasalahan yang terjadi di satu PLIK dapat menjadi pembelajaran bagi PLIK lainnya. diagnosa dan perbaikan perangkat lunak. 2Prianova. 2008. DAFTAR PUSTAKA 1Rogers. 4Hutapea.. dan Kominfo. E. 2010. dan pemahaman perangkat keras serta penanganan masalah (troubleshoot) masih sangat kurang.

Kompetensi Pengelola Dalam Mengatasi... | Marudur Pandapotan Damanik
5Wibowo.

2007. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Lyle M., Jr. and Spencer, Signe M. 1993. Competence At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc. A., dkk. 2011. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kerja Karyawan. Manajemen IKM, 6 (2): 81-87. E. M., Shukla, P., 2001.The Role of Telecenters in Development Communication and the Digital Divide. Journal of Development Communication 2 (12): 26-31. Stephen M. 2003.Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29. F., Furuholt, B., Kristiansen, S. 2004.Global Diffusion of the Internet III: Information Diffusion Agents and the Spread of Internet Cafés in Indonesia. Communication of the Association for Information System, 13: 589-614. I Made Astika. 2010. Pengaruh Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Dan Kemampuan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada PT. Sumber Alam Semesta Di Bangli. Thesis. Universitas Udayana, Denpasar. http://www.pps.unud.ac.id diakes tanggal 17 September 2012.

12Hiryanto.

6Spencer,

2009. Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Nonformal dalam Pengembangan Kualitas Manusia. Makalah. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. http://staff.uny.ac.id diakses tanggal 26 September 2012.

7Wijayanto,

8Rogers,

9Mutula,

10Wahid,

11Budiyasa,

24

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Vol 1 No 1 Desember 2012

ANALISIS TEKNIS KUALITAS LAYANAN JARINGAN PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN DI KOTA BANDA ACEH TECHNICAL ANALYSIS OF SERVICE NETWORK QUALITY IN SUBDISTRICT INTERNET SERVICE CENTER IN BANDA ACEH
Vita Pusvita Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. Tombak No.31 Medan vita.pusvita@kominfo.go.id
ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai analisis teknis kualitas layanan jaringan PLIK di Kota Banda Aceh. Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang didirikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kurang mendapat perhatian masyarakat sehingga banyak yang terbengkalai, rusak dan berubah menjadi warnet komersial. Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat secara teknis adalah kualitas layanan jaringan yang disediakan. Berkaitan dengan hal ini Banda Aceh diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Oleh karena itu, Banda Aceh diharapkan dapat mengadopsi PLIK dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Di dalam penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter QoS berupa throughput, jitter, delay dan packet loss dengan menggunakan Wireshark. Hasil pengukuran berupa angka-angka yang menggambarkan kualitas layanan jaringan. Di Kota Banda Aceh, dari 11 PLIK, hanya ada 3 PLIK yang beroperasi yaitu PLIK Baiturrahman, Syah Kuala, dan Lheung Bata. Berdasarkan hasil pengukuran, PLIK Syiah Kuala dan Baiturrahman memenuhi semua standar parameter QoS, sedangkan pada PLIK Lheung Bata, hasil pengukuran packet loss belum memenuhi standar ITU dan parameter QoS lainnya sudah memenuhi standar. Kata Kunci: PLIK, Kualitas Layanan, Banda Aceh ABSTRACT

This research is about technical analysis of network service quality in SubDistrict Internet Service Center in Banda Aceh. Sub-District Internet Service Center that is built by Ministry of Communication and Information Technology is getting less public attention, so that many of them are neglected, damaged and turned into a commercial internet cafe. Technically, one of the factors that affect the public interest is Quality of service (QoS) that is provided. In this regard, Banda Aceh is recognized as one of the cities in Indonesia at the fore front of adopting information and technology developments, particularly the internet. Therefore, Banda Aceh is expected to adopt PLIK well. This research uses descriptive method with quantitative approach. The QoS parameters consists of throughput, jitter, delay and packet loss by using Wireshark is measured in this research. Result of measurement are numbers that describe Quality of Service. In Banda Aceh, there
Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita 25

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

are only 3 of 11 PLIK that are well operated, they are PLIKBaiturrahman, Syiah Kuala, and Lheung Bata. Based on the measurement, PLIK Baiturrahman and Syiah Kuala have met all the standards of QoS parameters, while in PLIK Lheung Bata, the measurement of packet loss has not met the ITU standard yet and the other parameters have met it. Keywords: Sub-District Internet Service Center, Quality of Service, Banda Aceh PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan salah satu program Universal Service Obligation(USO) di bidang telekomunikasi yang telah dikampanyekan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk wilayah-wilayah perbatasan. Sasarannya adalah mencapai masyarakat berbasis informasi pada 2025.Dalam pelaksanaannya, Indonesia Telecommunication User Group (IdTUG) mensinyalir sebagian besar warnet PLIK yang dibangun Kemkominfo beralih fungsi menjadi warnet komersial. Beralih fungsinya PLIK menjadi warnet komersial tentunya diakibatkan karena pada umumnya warnet komersial ini lebih menjadi pilihan dibandingkan warnet PLIK yang dibangun oleh Kemkominfo.1 Hal ini dapat terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah ke masyarakat mengenai PLIK, selain itu, warnet komersial lebih dipercaya masyarakat baik dari segi jaringan yang digunakan, maupun kualitas layanan jaringan yang disediakan. Secara teknis, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat adalah kualitas
26

layanan jaringan yang disediakan PLIK. Kualitas Layanan Jaringan atau sering disebut Quality of Service (QoS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna (manusia maupun komponen perangkat lunak) terhadap tingkat layanan yang dapat disediakan oleh aplikasi. ISO OSI/ODP mendefinisikan kualitas layanan sebagai himpunan kualitas dari perilaku satu atau lebih obyek.Adapun beberapa parameter QoS yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss.2 Banda Aceh sebagai salah satu wilayah perbatasan, diakui menjadi salah satu kota di Indonesia yang terdepan dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi, khususnya internet. Bahkan kota Banda Aceh diharapkan dapat bersanding dengan 10 kota lainnya di dunia yang saat ini telah berhasil mewujudkan program sebagai kota berwawasan teknologi, informasi dan komunikasi seperti Tokyo, San Fransisco, Beijing dan Singapura. Pemerintah kota Banda Aceh juga mengharapkan Banda Aceh dapat menjadi Islamic Cyber City.3 Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan sekaligus menjadi rekomendasi dalam

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

peningkatkan kinerja jaringan pada PLIK terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan jaringan secara teknis pada PLIK di Kota Banda Aceh. Dengan adanya peningkatan kualitas layanan jaringan PLIK diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah dalam menjadikan Banda Aceh menjadi Islamic Cyber City. Penelitian ini akan mengambil fokus masalah yaitu kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas layanan jaringan dapat dilihat dari beberapa parameter yaitu jitter, delay, throughput, dan packet loss. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi jitter, delay, throughput, dan packet loss di Kota Banda Aceh? Adapun batasan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini berlokasi pada PLIK di Kota Banda Aceh, penelitian ini hanya mengukur parameter QoS berupa jitter, delay, throughput, dan packet loss, parameter QoS berupa Jitter dan Packet loss yang diukur merupakan hasil dari streaming video dari server ke client, parameter QoS berupa delay dan throughput merupakan hasil pengukuran dari keseluruhan aktivitas jaringan, penelitian ini menggunakan software Wireshark dalam pengukuran parameter QoS, dan pengukuran parameter QoS ini dilakukan ketika client yang beroperasi pada PLIK hanya client yang terlibat dalam proses streaming jaringan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif kualitas layanan jaringan PLIK secara teknis yang meliputi beberapa parameter diantaranya jitter, delay, throughput, dan packet loss di kota Banda Aceh. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah wawasan mengenai layanan jasa akses internet pada PLIK khususnya kualitas layanan jaringan internet yang disediakan PLIK. Sedangkan secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi untuk pemerintah, khususnya untuk Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP), satuan kerja di lingkungan Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal meningkatkan kualitas layanan jaringan pada PLIK. Kualitas Layanan Jaringan Menurut International Telecommunication Union (ITU), Quality of Service (QoS) : ”the collective effect of service perfomance which determines the degree of satisfication of a user of the service”. Kualitas layanan jaringan menunjukkan kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi trafik yang melewatinya. QoS merupakan sebuah sistem arsitektur end to end dan bukan merupakan sebuah feature yang dimiliki oleh jaringan. Adapun beberapa parameter QoS diantaranya.4

Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ... | Vita Pusvita

27

dan hal ini akan menimbulkan antrian pada jaringan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak. Kategori Packet Loss KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek PACKET LOSS 0 3% 15 % 25 % Sumber: www.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .com BESAR DELAY <150 ms 150 s/d 300 ms 300 s/d 450 ms >450 ms 4. Collision dan congestion harus dihindari dalam sebuah jaringan. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Delay adalah waktu tunda yang disebabkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Jitter terjadi karena adanya retransmisi paket yang hilang dalam jaringan sehingga akan menimbulkan antrian di dalam jaringan. Tabel 1. congestion. Hal ini berpengaruh terhadap semua aplikasi karena akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun kapasitas bandwidth cukup tersedia untuk apikasi-aplikasi tersebut. kongesti atau juga waktu proses yang lama. 2.scribd. sedangkan packet loss yang menyebabkan kualitas layanan jaringan menjadi jelek yaitu lebih dari 25%. Sedangkan congestion terjadi jika pada jaringan terdapat packet loss sehingga jaringan mengulang kembali pengiriman (retransmisi) paket yang hilang. node yang berkerja melebihi kapasitas buffersehingga buffer tidak mampu menampung data.Kategori Delay KATEGORI DELAY Excellent Good Poor Unacceptable Sumber: www. Hal ini dapat terjadi karena collision. dalam Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . media fisik. | Vita Pusvita 1.Collision dapat terjadi apabila paket yang melewati suatu jaringan melebihi kapasitas bandwith jaringan tersebut.com 3.. yang diukur dalam bps. Variasi-variasi dalam panjang antrian. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidth tidak sesuai dengan policy. sedangkan jika melebihi 450 ms dapat dipastikan jaringan memiliki kualitas layanan yang jelek. Tabel 2. Packet loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dalam sebuah jaringan..scribd. dan memori node yang terbatas pada jaringan. Tabel 1 menunjukkan bahwa packet loss yang baik yaitu kurang 28 dari 3%. Jitter adalah variasi kedatangan paket yang diterima pada sisi penerima. Throughput yaitu kecepatan transfer data efektif. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa delayyang dapat diterima oleh suatu jaringan yaitu kurang dari 300 ms.

WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar. Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan komputer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda. Infra mgt tersebut adalah mengontrol pemakaian sumber daya jaringan (pengaturan bandwidth dan QoS. Tabel 3.net Gambar 1.com Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) PLIK adalah pusat sarana dan prasarana penyediaan layanan jasa akses internet di ibu kota kecamatan yang dibiayai melalui dana Kontribusi Kewajiban Pelayanan Universal 5 Telekomunikasi. Sumber: www. Sedangkan Virtual switch adalah sebuah program software yang memungkinkan sebuah virtual mesin terhubung ke lainnya.. billing system dan manajemen infrastruktur jaringan (Infra mgt). dalam hal ini dari jaringan LAN menuju jaringan WAN.Konfigurasi Jaringan PLIK Dari Gambar 1 dapat dilihat konfigurasi jaringan lokal PLIK adalah Wide Area Network (WAN) yang terhubung dengan jaringan Local Area Network (LAN) PLIK dengan penghubung berupa gateway.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . | Vita Pusvita . Virtual switch pada jaringan PLIK ini terdiri dari aplikasi push and store content..slideshare. Kategori Jitter KATEGORI DEGRADASI Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek JITTER 0 ms 0 s/d 75 ms 76 s/d 125 ms 125 s/d 225 ms Sumber: www. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa jitter yang baik dibawah 75 ms. Sedangkan LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil. dll) dan pemakaian penghematan bandwidth ke luar 29 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . pembatasan akses ke server tertentu/ firewall. Server PLIK terdiri dari gateway yang terhubung dengan virtual switch melalui sistem keamanan DeMilitarised Zone (DMZ)..scribd. | Vita Pusvita waktu pengolahan data dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan inilah yang disebut jitter. sedangkan jika jitter melebihi 125 ms akan mengakibatkan jeleknya kualitas layanan jaringan. DMZ merupakan mekanisme untuk melindungi sistem internal dari serangan hacker atau pihak-pihak lain yang ingin memasuki sistem tanpa mempunyai hak akses..

Wireshark dapat mengenali lebih dari 850 protokol jaringan. DNS. Data primer dalam penelitian ini merupakan data hasil pengukuran terhadap parameter kualitas layanan jaringan pada PLIK. Penelitian ini menghasilkan data-data parameter QoS yang bersifat kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka. Adapun beberapa keunggulan Wireshark dibandingkan dengan analyzer protokol jaringan lainnya 1. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini semua PLIK di Kota Banda Aceh. Nilai parameter QoS tersebut menggambarkan kondisi kualitas layanan jaringan pada PLIK. Wireshark dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PLIK di Kota Banda Aceh. 3.com. Pengumpulan penelitian ini 30 pengukuran menggunakan salah satu tool network analyzer yaitu Wireshark. Berdasarkan beberapa keunggulan di atas. Switch adalah sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan (mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN..7. 2. Dengan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kualitas layanan jaringan PLIK di kota Banda Aceh. Pengambilan dan pengukuran data trafik jaringan PLIK dengan pengcaptur-an menggunakan Wireshark 1.6 Berdasarkan Gambar 1 server PLIK terhubung ke terminal dengan menggunakan switch. Terminal pada jaringan ini adalah komputer-komputer yang berupa client. DHCP.. 3. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah 1. UNIX.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Provinsi Aceh.6. Jumlah sampel sama dengan keseluruhan populasi yang kemudian disebut dengan total sampling. Pengolahan data trafik pada jaringan PLIK dengan pendekatan kuantitatif. Melakukan streaming video dari server ke client pada jaringan PLIK. Aplikasi yang digunakan dalam streaming video ini yaitu Video LAN Client (VLC) Media Player dan pengaksesan internet ke www. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Interface Wireshark menggunakan Graphical User Interface (GUI) atau tampilan grafis. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa data mengenai PLIK maupun data yaitu dalam dengan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . dan lain-lain). serta beragam fungsi lainya (IDS. | Vita Pusvita (cache. web proxy). 2. Sumber data penelitian ini dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. dan Linux. maka Wireshark digunakan sebagai tool network analyzer dalam penelitian ini.yahoo. Penelitian ini berlokasi di kota Banda Aceh.

0451 0 0 1 server.0152 9. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4. Lheung Bata 31147. . Pada Tabel 1.. PLIK di Kota Banda Aceh yang telah dibangun ada 11 PLIK.. Hasil Pengukuran Parameter QoS terjadi pada jaringan ini sebesar 0%.977 0. Packet loss yang Tabel 5. Setelah itu dilakukan pengcapturean lalu lintas jaringan menggunakan Wireshark pada pc server.5 0 2 Syiah Kuala 26642. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap detiknya.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan .com. PLIK Baiturrahman Tabel 5 menunjukkan PLIK Tabel 4. Kemudian didapatkan hasil pengukuran parameter QoS seperti pada Tabel 5. Packet Parameter QoS No Nama PLIK Throughput Delay loss ini hanya diukur Packet Jitter (bps) (detik) loss (ms) dari server ke client (%) pada proses streaming Baiturrahman 20544.768 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut data dari Dishubkomintel Kota Banda Aceh. rata-rata byte yang diterima disisi penerima pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 20544.0484 0 0 3 dapat dilihat bahwa Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . hanya ada 3 PLIK yang beroperasi.yahoo. | Vita Pusvita mengenai jaringan khususnya parameter kualitas layanan jaringan. Dari ke-11 PLIK.464 bytes/detik.464 0.Perbandingan Kondisi PLIK Data Dishubkomintel dan Data Lapangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama PLIK Baiturrahman 1 Baiturrahman II Banda Raya 1 Banda Raya II Jaya Baru Kuta Alam Kuta Raja Lheung Bata Meraxa Syiah Kuala Ulee Kareng Data Dishubkomintel Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Beroperasi Data Lapangan Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Beroperasi Tidak Beroperasi Sumber: Dishubkomintel Kota Banda Aceh Baiturrahman memiliki throughput sebesar 20544. Hasil pengukuran packet lost dan jitter merupakan hasil pengukuran streaming server dari server ke client dengan menggunakan jaringan LAN. | Vita Pusvita 31 Penelitian ini diawali dengan melakukan streaming video dari server ke client dan pengaksesan internet ke www.464 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. Pengukuran delay dan throughput didapat dari seluruh aktifitas lalu lintas jaringan baik akses internet maupun streaming server...

Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak 32 mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima). Adapunbeberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Baiturrahman diantaranya jumlah paket yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas jaringan dengan melihat nilai persentasi packet loss yaitu sebesar 0 % dan jitter 0 ms. dan gambar hasil cuplikan video Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0 ms. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. jaringan tidak mengalami congestiondengan nilai jitter 0 ms.0451 detik maka hasil video streaming sudah dapat diterima disisi penerima. Delay ini termasuk dalam kategori sangat baik. semua paket yang melewati jaringan dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat persentasi packet loss sebesar 0%.. Hal ini menandakan bahwa kualitas jaringan PLIK ini sangat bagus sehingga semua paket yang dikirim dapat bersamaan sampai di sisi penerima. Sedangkan delay pada jaringan PLIK Baiturrahman sebesar 0. kemungkinan hal ini terjadi karena bandwidth yang disediakan PLIK Baiturrahman memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. Hal ini menunjukkan waktu tunda dari proses transmisi pada jaringan tersebut kecil. karena kurang dari standar ITU. Hal ini berarti tidak ada satupun paket yang hilang dalam jaringan. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang. throughput yang sampai disisi penerima kecil sehingga jumlah paket yang diterima di sisi penerima juga kecil.. hanya dengan waktu tunda 0. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. dengan kata lain semua paket yang dikirim oleh pengirim dapat diterima semua disisi penerima. sehingga dapat dikatakan packet loss jaringan ini sangat baik. Delay berkualitas baik yaitu kurang dari 300 ms. Berdasarkan Tabel 3. menurut standar ITU didapat bahwa jitter yang berkualitas baik yaitu kurang dari atau sama dengan 75 ms sehingga jitter dari jaringan PLIK Baiturrahman ini dapat dikategorikan sangat baik. Dengan jumlah packet loss yang sangat baik. | Vita Pusvita packet loss yang baik menurut standar ITU yaitu kurang dari 3%. Sehingga saat streaming video dilakukan.0451 detik. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan. Kemungkinan lainnya. jaringan PLIK Baiturrahman tidak mengalami collisiondilihat berdasarkan packet loss sebesar 0 %.

Tetapi PLIK ini membutuhkan peningkatan bandwidth sehingga throughput yang dihasilkan di sisi penerima akan menjadi lebih baik. Hasil pengukuran parameter Quality of Services (QoS)PLIK Baiturrahman dapat dikatakan baik. | Vita Pusvita ..0152 detik. Dari tabel 1 dapat kita lihat bahwa standar ITU packet loss suatu jarigan daikatakan baik yaitu kurang dari 3%.5 % yaitu sebanyak 529 paket hilang dari 5031 paket.0152 detik maka sisi penerima 33 Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan ..3 detik (lihat tabel 2). Dengan demikian jaringan ini tidak melakukan pengiriman ulang kembali paketpaket yang hilang sehingga jaringan tersebut tidak mengalami congestion yang menyebabkan tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima).99 byte dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Tetapi pada umumnya jika suatu jaringan mengalami packet loss. dan memori node yang terbatas pada jaringan. congestion. node yang berkerja melebihi kapasitas buffer sehingga buffer tidak mampu menampung data. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 1 detik. maka akan ada jitter dalam jaringan tersebut karena adanya pengiriman ulang paket-paket yang hilang sehingga menyebabkan adanya antrian dalam pengumpulan paket disisi tujuan. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata yaitu sebesar 0. Adanya packet loss dalam jaringan ini dapat disebabkan berbagai kemungkinan di antaranya collision. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK Lheung Bata ini sebesar 9. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.977 byte/detik. Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. PLIK Lheung Bata PLIK Lheung Bata memiliki throughput sebesar 31147. sisi penerima (client) dapat menerima sebesar 31147. Walaupun demikian jumlah bytes yang mampu diterima di jaringan ini lebih besar dibandingkan jaringan lain. Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Wireshark. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU.. jumlah trafik yang lewat melebihi kapasitas bandwidthyang tersedia.. Kategori degrasi yang dialami jaringan ini masuk kedalam tahap sedang. | Vita Pusvita streaming berkualitas kurang baik dikarenakan throughput yang kecil. Delay ini dapat dikategorikan sangat bagus karena jauh lebih kecil dibandingkan standar ITU untuk delay kualitas baik yaitu 0. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa standar ITU suatu jitter dikatakan baik yaitu di bawah 75 ms sehingga jitter jaringan PLIK Lheung Bata ini dikategorikan sangat baik. jitter atau variasi kedatangan paket pada jaringan PLIK Lheung Bata sebesar 0 ms. Dengan waktu 0.

78 bytes dari keseluruhan lalu lintas jaringan baik dari akses internet maupun proses streaming server. | Vita Pusvita dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Hal ini menandakan bahwa pada jaringan ini tidak ada paket yang hilang selama proses transmisi. Kemungkinan lainnya. Packet loss yang sangat baik menandakan adanya kemungkinan bandwidth yang disediakan PLIK Syiah Kuala memang mampu menampung jumlah trafik yang lewat pada jaringan. throughput yang diterima di sisi penerima sudah cukup baik sehingga kualitas gambar hasil cuplikan video pun sudah baik. jaringan PLIK ini kemungkinan mengalami collision dengan adanya persentasi pengukuran packet loss sebesar 9. Untuk menghindari adanya packet loss yang terjadi diakibatkan oleh collision. Packet loss ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Lheung Bata sangat kecil. tidak semua paket yang melewati jaringan diterima di sisi penerima dengan persentasi packet loss sebesar 9. maka sebaiknya dilakukan manajemen bandwidth sehingga dapat dilakukan pengaturan agar packet loss yang terjadi tidak melebihi standar packet 34 loss untuk kualitas baik yaitu 3 %. dan hasil gambar cuplikan video yang tidak sempurna dapat terjadi karena adanya packet loss yang kemungkinan besar karena adanya collision. Packet loss yang terjadi pada jaringan PLIK ini sebesar 0 %. Hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. PLIK Syiah Kuala Jaringan pada PLIK Syiah Kuala memiliki throughput sebesar 26642..5%. Sehingga hal ini dapat mencegah terjadinya collision dalam suatu jaringan yang dapat menyebabkan adanya paket yang hilang.5%. Hal ini terjadi jika trafik yang melewati jaringan melebihi kapasitas bandwidth sehingga terjadi congestion pada jaringan.5%. Dengan kata lain. Jitter atau variasi kedatangan paket dari hasil pengukuran menggunakan Wireshark pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .78 bytes/detik. Jika throughput dianggap terlalu kecil maka dibutuhkan penambahan bandwidth pada jaringan PLIK ini.. Persentasi packet loss ini termasuk dalam kategori sangat bagus. Adapun beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Lheung Bata di antaranya jumlah paket yang melewati trafik jaringan melebihi kapasitas bandwidth jaringan dilihat berdasarkan packet loss sebesar 9. jaringan PLIK Lheung Bata tidak mengalami congestion dengan nilai nilai jitter sebesar 0 ms. buffer jaringan mampu menampung paket yang mengalami congestion. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah bytes yang diterima setiap detiknya sebesar 26642.

. Jika salah satu parameter termasuk dalam kategori kurang baik maka hal ini dapat menurunkan kualitas layanan jaringan secara keseluruhan. delay yang terjadi pada jaringan kecil yaitu di bawah 0. Hal ini dapat dilihat dari segi kualitas gambar baik hasil pengukuran parameter QoS.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . Jitter ini hanya diukur dari server ke client pada proses streaming server. jaringan tidak mengalami congestion (antrian) dapat dilihat dari parameter jitter yaitu 0 ms. | Vita Pusvita 35 . delay. dan gambar hasil cuplikan video sudah baik. throughput yang diterima di sisi penerima cukup baik sehingga gambar hasil cuplikan video di terima di sisi penerima tidak mengalami kerusakan. jaringan tidak mengalami collision yang dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0 %.3 detik sehingga dapat dikatakan bahwa delay jaringan ini termasuk dalam kategori sangat baik. Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . packet loss dan jitter tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya dalam menentukan suatu kualitas layanan jaringan. persentasi packet loss 0%. Kualitas layanan jaringan dapat dikatakan baik jika throughput yang dihasilkan besar.0484 detik. dikarenakan throughput yang memang baik. maka sebaiknya diadakan penambahan kapasitas bandwidth. Hal ini berarti dengan waktu tunda sebesar 0. Tetapi jika throughput yang dihasilkan dirasakan masih kurang. maka dapat dilihat beberapa kemungkinan kondisi jaringan PLIK Syiah Kuala diantaranya jumlah trafik paket data yang melewati jaringan tidak melebihi kapasitas bandwidth dengan melihat persentasi packet loss sebesar 0 % dan jitter yang bernilai 0 ms.. packet loss yang terjadi kurang dari 3 % dan jitter pada jaringan kurang dari 750 ms. Dengan kata lain.. Berdasarkan penjelasan diatas. Delay yang terjadi pada jaringan PLIK Syiah Kuala yaitu sebesar 0. Jitter ini termasuk dalam kategori sangat baik karena standar ITU untuk jitter dengan kualitas baik yaitu kurang dari 75 ms. dan jitter yang bernilai 0 ms. Jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan. Delay jaringan ini diukur dari seluruh lalu lintas jaringan baik akses internet maupun proses streaming server. SIMPULAN Parameter QoS berupa throughput. semua paket yang melewati jaringan PLIK Syiah Kuala dapat diterima di sisi penerima dapat dilihat dari persentasi packet loss sebesar 0%.3 detik.. Hal ini juga dapat memberikan kemungkinan bahwa jaringan tersebut tidak mengalami congestion sehingga tidak adanya perbedaan variasi waktu dalam antrian dan pengumpulan ulang paket-paket di akhir perjalanan (di sisi penerima).0484 detik maka sisi penerima dapat menerima hasil streaming video yang ditransfer dari server. Tabel 2 menunjukkan bahwa standar ITU untuk kualitas delay yang baik yaitu kurang dari 0. | Vita Pusvita sebesar 0 ms. waktu tunda proses tansmisi jaringan PLIK Syiah Kuala sangat kecil.

3Perkembangan Arief.php?open =view&newsid=BeritaUtamaPerkembanganTeknologiBandaA cehMelejit. Universitas Negeri Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Kualitas Layanan Jaringan Pada Sistem Telekomunikasi. Sebagian Besar Warnet PLIK Tidak Bermanfaat. (http://www.net/Uba yt/share-presentasi-plik. 4Institut Teknologi Telkom. | Vita Pusvita PLIK Baiturrahman memiliki kualitas layanan jaringan yang dapat dikatakan baik.. Sedangkan. hasil pengukuran parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata menunjukkan bahwa masih ada parameter QoS pada jaringan PLIK Lheung Bata yang masih tidak memenuhi standar parameter QoS yaitu packet loss. Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Internet Melalui Pendekatan Model Akses Berbasis Persepsi Pengguna.com/index.2011. diakses tanggal 17 Januari 2012). Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran parameter QoS yang sesuai dengan standar. Teknologi Banda Aceh Melejit. Hanya saja throughput pada PLIK ini dapat dikatakan lebih kecil dibandingkan PLIK lainnya. 2Dewani.com/doc/75 973224/Bab-4-QoS.Analisis Teknis Kualitas Layanan Jaringan . diakses tanggal 27 Februari 2012).slideshare. Pusat Layanan Internet Kecamatan. (http://www. rakyataceh.com/articles /sebagian-besar-warnet-pliktak-bermanfaat. Ratna. diakses tanggal 17 Januari 2012) 36 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Kominfo/11/2009 Tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan. (http://www. DAFTAR PUSTAKA 1Pritoyo. 6BTIP. (http://www. 2007. 2011. 5Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 48/Per/M.bisnis. karena memenuhi standar QoS yang telah ditetapkan oleh ITU. Adi Dewanto. Pada jaringan PLIK Syiah Kuala sudah mampu memenuhi kebutuhan parameter QoS yang telah ditetapkan.. diakses tanggal 17 Januari 2011).scribd. 2011.

Proses bisnis yang menjadi studi kasus pada penelitian ini yaitu proses bisnis Widya Iswara (WI) di Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan. 7 proses bisnis belum lengkap teridentifikasi knowledge process-nya. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation sampai dengan knowledge application. Balai Diklat Metrologi. Bandung wicaksono. all business processes have not been optimized yet to fulfill all the components of knowledge creation Perancangan Knowledge Management System . Identifikasi dan Analisis awal menunjukkan dari 10 proses bisnis yang dianalisis.. Proses baru ini sebagian besar ada pada knowledge transfer dan knowledge application yang telah terdefinisi. Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator serta strategi personalisasi (mengelola tacit knowledge) dengan alternatif teknologi pendukung Working Group/Community of Practice Tool. Kementerian Perdagangan Jl. Daeng Muhammad Ardiwinata km 3. Knowledge Infrastructure. virtual work space application dan discussion group based application. Knowledge Management system.com ABSTRAK Dalam penelitian ini dirancang Knowledge Management System (KMS) berorientasi proses bisnis di dalam lembaga diklat pemerintahan menggunakan tools dan metode pemodelan knowledge process dan perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERORIENTASI PROSES BISNIS (Studi Kasus Balai Diklat Metrologi Kementerian Perdagangan) BUSINESS PROCESS ORIENTED KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN (Case Study of Metrology Training Centre. Kata Kunci : Proses Bisnis. The preliminary identification and analysis showed that 7 of 10 business processes have not been fully identified in terms of their knowledge processes. Ministry of Trade Republic of Indonesia) Wicaksono Febriantoro Staff Seksi Promosi & Kerjasama. | Wicaksono Febriantoro 37 . IT Tools yang ada diharapkan dapat mendukung 2 strategi knowledge process yaitu strategi kodifikasi (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan alternatif teknologi pendukung Document/Content Management berupa Wiki dan Blog.f@gmail. Knowledge Process. Selain itu dihasilkan juga rancangan arsitektur KMS dan Information Technology (IT Tools) sebagai knowledge infrastructure pendukungnya. ABSTRACT The aim of this study is to desig a business proces-oriented Knowledge Management System (KMS) in government training institutions using the tools and knowledge modeling methods and knowledge infrastructure process design of Strohmaier. The further analysis showed that in general.. Parongpong. Lecturer (WI) business process is the main case study for this research. Hasil perancangan knowledge process yang telah dilengkapi menghasilkan 53 tahapan proses (ada tambahan 19 tahapan proses baru).4 Cihanjuang.

Kendala yang sering dihadapi adalah kenyataan bahwa pengetahuan dan pengalaman organisasi tersebut seringkali tersebar. expert locator and the personalization strategy (to manage the tacit knowledge) with the supporting IT Tools such as working/community of practice tool. Keywords : Business Processes. In addition. Balai Diklat Metrologi (BDM) merupakan salah satu unit Eselon III di Kementerian Perdagangan yang bertugas memfasilitasi dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kemetrologian bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian di seluruh Indonesia.1 Knowledge Management atau manajemen pengetahuan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola aset intelektualnya yaitu pengetahuan dan pengalaman yang ada. The IT tools are expected to support two knowledge process strategies : the codification strategy (to manage the documented knowledge) with the supporting IT Tools such as document / content management system in the form of wiki and blog. virtual work space application dan discussion group based application. serta rangkaian kegiatan untuk perubahan dan penyempurnaannya. The results of the completed knowledge process design showed that there are 53 stages of the process (there are new additional 19 stages of the process). Menurut Permendag No. Diklat kemetrologian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kemetrologian. Knowledge Infrastructure.7 tahun 2010.. KMS architecture and IT tools as supporting knowledge infrastructure designs are defined. Tujuannya tentu saja adalah memanfaatkan aset tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang lebih baik untuk mempercepat pencapaian tujuan pelaksanaan 1 reformasi birokrasi. Knowledge Process. tidak terdokumentasi dan bahkan mungkin masih ada di dalam kepala masingmasing individu dalam organisasi. search engine / information retrieval system. Knowledge Management System. setiap instansi pemerintah harus siap untuk memanfaatkan kekayaan pengetahuan yang dimilikinya. Keberadaan Pengajar / Widya Iswara (WI) senior yang belum ditunjang dengan sistem transfer pengetahuan yang sistematis kepada WI junior (yang baru) akan memunculkan resiko terjadinya knowledge lost dari materi diklat yang 38 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . The new processes are largely on the knowledge transfer and knowledge application that have been defined.Perancangan Knowledge Management System . Untuk mewujudkan organisasi seperti itu. | Wicaksono Febriantoro to knowledge application. PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi bagi Kementerian / Lembaga dan Pemerintah Daerah dimaksudkan antara lain untuk mendorong terwujudnya organisasi yang efektif dan efisien. termasuk belajar dari pengalamanpengalaman di masa lampau.. Secara umum hal itu diwujudkan dalam bentuk peraturan dan prosedur kerja dalam organisasi tersebut.

. dan penggunaan pengetahuan dari SDM nya supaya menjadi keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. proses maupun pasca diklat. dan lain sebagainya). Belum termotivasinya/ terbentuknya budaya knowledge sharing diantara sesama WI beserta media yang mendukungnya juga merupakan salah satu gejala yang patut diperhatikan.. Setelah itu barulah organisasi dapat melakukan pengumpulan. transfer maupun application yang berperan penting dalam proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Proses bisnis yang jelas diperlukan supaya pengetahuan para WI dapat terkelola dengan baik. Selain itu. belum memberi banyak kesempatan terhadap adanya media lain (elearning via web. Dampaknya tentu saja bagi para WI junior akan memerlukan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras untuk menguasai suatu materi bahan ajar. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 39 . serta BDM akan sangat bergantung kepada individu tertentu yang menguasai materi bahan ajar dikarenakan belum terinstitusionalkan pengetahuan individu menjadi pengetahuan organisasi. dimana aset utama sebuah organisasi pembelajar adalah living/intangible asset yang terdapat di dalam pengetahuan seluruh anggota organisasi. Lebih lanjut diharapkan kapabilitas BDM dapat meningkat sehingga mendukung terbentuknya BDM menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Jika ditinjau dari konsep pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 SECI dan Ba3 dapat dilihat bahwa belum ada sistem yang mengatur dan mengorganisasikan dalam proses knowledge creation. Konsep yang utama dari KMS adalah. | Wicaksono Febriantoro diajarkan. pengorganisasian.Perancangan Knowledge Management System . BDM belum mempunyai panduan yang detail berupa proses bisnis dan standart operating procedure (SOP) dari tiap aktivitas WI baik pra diklat. Desain KMS yang terbentuk nantinya diharapkan dapat menunjang kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas WI. storage dan retrieval. mobile learning.5 Hasil akhir yang diharapkan dari penelitian ini yaitu terciptanya rancangan KMS untuk meningkatkan kapabilitas organisasi. Knowledge Management System (KMS) selaku sistem pendukung manajemen pengetahuan4 diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di BDM. setiap orang harus mengelola pengetahuannya sendiri. Selain itu media/ruang yang disediakan untuk pembelajaran selama ini masih berupa ruang kelas dan laboratorium saja. Belum adanya transfer pengetahuan yang sistematis dari WI senior kepada junior merupakan salah satu permasalahan yang membuat sistem pendidikan dalam jangka panjang akan mengalami banyak kendala.

Knowledge application : mengidentifikasi pengetahuan yang diperlukan oleh masing- Gambar 1. Knowledge storage : mengevaluasi content dari storage. | Wicaksono Febriantoro METODE PENELITIAN Pada intinya tahapan dalam perancangan KMS dibagi menjadi 6 (enam) digunakan pendekatan metode kualitatif. 40 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perancangan Knowledge Management System . dengan langkah seperti pada Gambar 1 sebagai berikut. 3. 1. 4.. Knowledge creation : mengidentifikasi kebutuhan knowledge background (latar pengetahuan). 2. Knowledge transfer : membandingkan aktivitas yang ada (kondisi eksisting) dengan pihak/organizational roles yang membutuhkan.. latar belakang dan bentuknya. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan KMS Berorientasi Proses Bisnis Hasil Identifikasi Knowledge Process Dalam mengidentifikasi knowledge process ini digunakan sebanyak 4 proses sebagai berikut2 : masing knowledge domain.

akan tetapi ada beberapa latar pengetahuan lainnya yang mempengaruhi. dll untuk memperbaharui modul diklatnya. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada soal ujian yang telah diterbitkan sebagai bahan Soal Ujian referensi bagi modul (yang relevan dengan pokok bahasan). artinya bahwa pengetahuan ini belum digunakan oleh organizational roles yang lain untuk menciptakan pengetahuan baru.Perancangan Knowledge Management System .. WI dapat menggunakan hasil penelitian/kajian/analisis yang terdapat pada karya Bimbingan Karya Tulis tulis peserta diklat untuk memperbaharui modul diklatnya (yang relevan dan sesuai). Latar Pengetahuan berguna dalam penciptaan pengetahuan baru.. Tabel 1. meliputi studi kasus di daerah Tatap Muka tertentu. WI dapat mengolah setiap informasi yang ada pada Slide slide untuk melengkapi modulnya WI dapat mengolah setiap pengetahuan yang timbul dari diskusi di kelas. Identifikasi Pengetahuan KD B No Kode Knowledge Domain Latar 1 A RB/RP Gambar 2. 3 C 4 D 5 E 6 F 7 G 8 H 9 I 10 J WI dapat mengambil referensi dari modul yang telah Bahan Ajar dan Modul Diklat dipakai sebelumnya. WI dapat menggunakan dan mengolah pengetahuan Laporan dan Materi Diklat yang didapat dari hasil diklat untuk memperbaharui modul diklatnya WI dapat menggunakan hasil Karya Tulis Ilmiah penelitian/kajian/analisis yang dibuat dalam karya tulis ilmiahnya untuk memperbaharui modul diklat. Jika dianalisis lebih lanjut ternyata tidak hanya dokumen RB/RP saja yang berperan di dalam penciptaan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Alat/Media yang digunakan dan alokasi waktu. pokok bahasan yang akan disajikan. | Wicaksono Febriantoro yang diperlukan oleh WI dalam menghasilkan pengetahuan mengenai penyusunan modul. Siklus KM Dari KD B Dapat dilihat pada Gambar 2. bahwa yang terlibat dalam knowledge creation penyusunan modul yaitu pengetahuan mengenai dokumen RB/RP. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 41 . agar pengetahuan yang dihasilkan lebih lengkap sudut pandangnya. Identifikasi Latar Pengetahuan Knowledge Domain (KD) B mengidentifikasi latar pengetahuan 2 B Deskripsi WI dapat menggunakan RB/RP sebagai pedoman dalam menyusun modul mencakup kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti pelajaran beserta indikator keberhasilan. kemudian disimpan sebagai draft modul (softcopy). Dari pengetahuan ini WI dapat belajar dari pengalaman dan best practices di dalam melakukan penyusunan modul yang baik.standar atau referensi terbaru Hasil Penerjemahan dari luar negeri untuk memperbaharui dan memperkaya materi modulnya WI dapat menggunakan pengetahuan dari laporan Laporan Pelaksanaan Kegiatan pelaksanaan kegiatan untuk memperbaharui dan (Moderator/Narasumber) memperkaya materi modulnya Selanjutnya akan ditunjukkan pengetahuan yang menggunakan KD B dan organizational roles yang menggunakannya. Begitu pula dengan knowledge transfer belum terdefinisi dengan baik (ditandai dengan tanda tanya ?). WI dapat mengolah dan menggunakan hasil penerjemahan jurnal. Akan tetapi dapat dilihat pada gambar bahwa knowledge application dari penyusunan modul ini belum terdefinisi dengan baik. metode KBM. Tabel 1. regulasi di daerah.

Pengetahuan mengenai modul sebaiknya tersimpan dengan baik dan tercatat perubahan/perbaikan yang dilakukan dari tahun ke tahun. Tabel 3.WI modul juga harus tercatat dengan rapi supaya jelas kronologis perubahannya.. Dari empat analisis diatas dapat dirangkum kedalam siklus knowledge management yang telah dilengkapi sebagai berikut pada Gambar 3.Perancangan Knowledge Management System . Bentuk knowledge storage juga harus diperhatikan. Untuk mendesain knowledge storage yang baik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. maka alternatif bentuk transfer sebagai berikut pada Tabel 3. Nantinya para WI dan peserta diklat dapat belajar dari perubahan-perubahan tersebut beserta alasannya. Untuk lebih detilnya mengenai bentuk knowledge storage akan dibahas pada perancangan teknologi pendukung knowledge infrastructure.WI Seminar. Kemudian langkah terakhir yaitu mengenai knowledge storage. Latar belakang / latar pengetahuan mengenai perubahan / perbaikan 42 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. maka harus ditulis dengan jelas mengenai perubahan tersebut dan alasannya (adanya change log). Knowledge Application dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide 4 D Tatap Muka (Daftar Hadir + SAP) 5 E Soal Ujian 6 F Bimbingan Karya Tulis (Form Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Moderator 10 J / Narasumber) Kode WI WI WI WI WI WI WI WI WI WI Organizational Roles Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Widyaiswara Dari Tabel 2 diketahui bahwa semua yang menggunakan KD B adalah organization roles WI. Misal ada perubahan regulasi yang berakibat adanya perbaikan pada modul.WI Rapat Koordinasi WI . oleh karena itu knowledge transfer kepada WI harus dipastikan ada di dalam proses bisnis untuk memfasilitas hal ini.WI tertentu melalui Rapat seluruh WI WI . hendaknya berupa file elektronik yang terstruktur baik dari segi penulisan maupun penyimpanan. 2. 3.dll WI . Jika WI . Adapun karena transfer pengetahuannya antara WI  WI. Knowledge Transfer dari KD B No KD Pengetahuan yang terlibat 1 A Dokumen RB/RP 2 B Bahan Ajar dan Modul Diklat 3 C Slide Tatap Muka (Daftar Hadir + 4 D SAP) 5 E Soal Ujian Bimbingan Karya Tulis (Form 6 F Kontrol) 7 G Laporan dan Materi Diklat 8 H Karya Tulis Ilmiah 9 I Hasil Penerjemahan 10 J Moderator / Narasumber Alternatif Bentuk Transfer WI .WI diskusi yang lebih luas dan dalam mengenai topik WI .WI Penyusunan Modul dg WI yang serumpun.WI Diperlukan dapat diadakan WI .WI WI . | Wicaksono Febriantoro Tabel 2.WI WI .WI dengan ataupun forum In House WI .

. Analisis Teknologi dalam KMS Dalam merancang aspek teknologi (knowledge infrastructure) akan digunakan framework perancangan knowledge infrastructure dari Strohmaier2 sebagai berikut pada Gambar 5. 1. Hasil Pemodelan Knowledge Process dari KD B Gambar 3. Definisi Knowledge Proses Pada tahap awal ini yang dilakukan yaitu memetakan model knowledge process as-is dan to be. Dengan adanya perubahan ini maka aliran pengetahuan dari siklus KM sudah terdefinisi dengan baik sehingga siklus KM dapat tercipta dengan baik. Pada tahap ini juga ditentukan fit criteria (tujuan yang ingin dicapai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 43 .2 Model KMS yang dirancang sudah mengakomodir perubahan terbaru. Alur Perancangan Knowledge Infrastructure2 Dari framework tersebut terdapat tiga langkah perancangan knowledge infrastructure sebagai berikut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar 4 berikut ini. | Wicaksono Febriantoro Gambar 4. Strohmaier. langkah selanjutnya yaitu menyusun model KMS berorientasi proses bisnis. Pemodelan ini divisualisasikan menggunakan model identifikasi knowledge process dari M. Siklus KM yang telah dilengkapi dari KD B Rancangan Model KMS Berorientasi Proses Bisnis Setelah knowledge process dilengkapi..Perancangan Knowledge Management System . Gambar 5.

Desain Knowledge Infrastructure Dari perancangan knowledge flow proses bisnis widyaiswara. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker. 5. model konseptual KMS juga dijelaskan pada tahap ini. Fit criteria ini nantinya akan digunakan di dalam validasi knowledge infrastructure. | Wicaksono Febriantoro dengan perancangan knowledge infrastructure).. Dari sini kemudian akan dirancang fit criteria sebagai tujuan perancangan knowledge infrastructure (KI). Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 2. 3. Pada tahap ini akan di-desain Arsitektur dan IT Tools berdasarkan fit criteria dan hasil analisis pemodelan knowledge process berorientasi proses bisnis beserta alternatif teknologi yang didapat dari studi literatur. Knowledge yang disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Definisi Knowledge Processs Identifikasi model knowledge process dapat dilihat pada gambar 9. Selain IT Tools.Perancangan Knowledge Management System . ada 2 strategi terkait cara individu (WI) mendapatkan dan berbagi pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas sebagai WI. Fit Criteria ini akan dirancang berdasarkan beberapa teori KMS2. 44 sedangkan perancangan knowledge process yang telah dilengkapi. Pada langkah ini dilakukan validasi terhadap desain knowledge infrastructure dalam hal dukungan terhadap knowledge process menggunakan fit criteria. 6. 4. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan.1 Adapun rekapitulasi hasil fit criterianya adalah sebagai berikut : 1.4 dengan batasan berupa regulasi dari Kementerian PAN mengenai knowledge management di instansi pemerintah. jika belum maka proses di tahap ke dua dapat diulangi lagi. 3. Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. Desain Knowledge Infrastructure. Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. Selain fit criteria validasi juga dilakukan dengan perbandingan terhadap teori dan regulasi sehingga menghasilkan triangulasi validasi. infrastructure dan knowledge services. Model kolaborasi juga harus dapat memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Desain pada jurnal ini akan berfokus pada IT Tools terutama layer data. Dalam tahap ini dapat diketahui apakah desain sudah memenuhi Z atau belum. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Langkah validasi merupakan langkah terakhir dari perancangan knowledge infrastructure.. 2.

Codification Strategy: Strategi ini menitikberatkan pada pengumpulan. 2. Intranet ini juga terhubung ke internet via Internet Service Provider (ISP) untuk mengakses database online eksternal.Perancangan Knowledge Management System . virtual work space application. Salah satu keuntungannya yaitu penggunaan kembali pengetahuan yang ada. 3. Expert Locator Intranet criteria (rancangan dari data dan knowledge sources. knowledge repositories. Strategi Kodifikasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 4. Model Konseptual KMS di BDM 1.7 Gambar 6. Strategi ini akan sangat bergantung kepada IT.. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Kodifikasi) Proses Pengetahuan Dokumentasi Konten Pencarian dan Mendapatkan Informasi Saling keterhubungan antar knowledge worker Teknologi yang mendukung Doc / Content Management (Wiki. | Wicaksono Febriantoro Strategi tersebut nantinya akan mempengaruhi rancangan knowledge infrastructure. 2.6 1. Strategi ini menekankan kepada dialog antar individu. Personalisasi pada proses bisnis widyaiswara dapat dilihat pada Tabel 5. infrastructure services serta knowledge services). collaboration. Proses Pengetahuan dan Teknologi Pendukungnya (Personalisasi) Proses Pengetahuan Diskusi Antar WI Rapat WI yang serumpun Forum WI (Keseluruhan) In House Seminar Teknologi yang mendukung Mentoring/Tutoring Working Group / Communities of Practice (expert locator. Infrastructure service : Infrastruktur pendukung utama yaitu jaringan intranet via Local Area Network (LAN) dan Wi-Fi yang menghubungkan semua knowledge worker dengan KMS yang akan dibangun. Knowledge Services: Pada layer ini terdapat layanan berupa aplikasi yang akan digunakan untuk mendukung knowledge process.. Tabel 5. sebagai berikut. Personalisation strategy : Strategi ini berfokus pada pengembangan jaringan untuk menghubungkan orang sehingga tacit knowledge dapat dibagikan. blog) Search Engine/Information Retrieval System. Berdasarkan fit criteria dan strategi KMS. kodifikasi dan penyebaran informasi (explicit). Data dan knowledge sources : Disini tersimpan semua database dari proses bisnis Widyaiswara (KD A sampai dengan KD J). Tabel 4. aplikasi yang akan digunakan akan dijelaskan pada Tabel 6. Strategi tersebut yaitu. discussion group based application) Berikut usulan rancangan berdasarkan hasil analisis dan fit Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 45 .

Blog. Organizational Roles harus dapat mengakses kebutuhan pengetahuan yang diperlukan. Hal ini diperlukan untuk mengelola semua aplikasi KMS dengan baik. Model kolaborasi juga harus bisa memfasilitasi kebutuhan untuk melakukan kolaborasi kapan saja dan dimana saja (tidak terbatas di dalam kantor saja). Knowledge harus dapat ditransfer dengan baik oleh KI. disinilah strategi kodifikasi diaktualisasikan dengan penyimpanan pengetahuan. Document/Content Management System Search Engine/Information Retrieval System.. Semua apikasi KMS hanya bisa diakses melalui portal ini (sekaligus berfungsi untuk memberikan petunjuk beserta alur penggunaan masing-masing aplikasi). hasil penerjemahan dari standar yang berlaku secara internasional (tentunya yang 46 sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia). bisa dijelaskan sebagai berikut.Perancangan Knowledge Management System .. hasil karya tulis ilmiah dari peserta diklat. Prinsip utamanya yaitu hak akses ke dalam suatu aplikasi (read only. kemudian content pendukungnya sebagai latar pengetahuan untuk memperbaharui content bisa Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . maka WI harus mengakses portal (sebagai one stop information system) yang berfungsi sebagai sistem akses dan autentifikasi (memberi akses ke aplikasi sesuai peran dan tanggung jawabnya). Sebelum menulis ke wiki. Pada poin 1 telah dijelaskan bahwa untuk penyimpanan content utama (modul) bisa digunakan wiki. Latar pengetahuan dalam melakukan knowledge creation proses penyusunan modul terdiri dari 10 proses bisnis yang telah diidentifikasi sebelumnya (Gambar 6). misal: modul tahun sebelumnya digunakan sebagai awal dari penyusunan modul. Untuk menulis content awal bisa dimasukkan ke dalam sebuah wiki dimana nantinya akan berisi modul sesuai mata pelajaran yang diajarkan. kemudian diperbaharui kontennya (bisa ditambah atau dikurangi) yang disesuaikan dengan: RB/RP. 1. KI harus dapat memfasilitasi kebutuhan kolaborasi pengetahuan antara knowledge worker . Knowledge Process Knowledge Creation IT Tools Learning Tools Knowledge Storage and Retrieval Wiki. Knowledge creation tidak dapat dipisahkan dengan knowledge storage and retrieval. | Wicaksono Febriantoro Tabel 6. Aplikasi Pendukung (IT Tools) Knowledge Process Fit Criteria Organizational Roles harus dapat menyediakan/mengisi pengetahuan dalam KI. 2. laporan diklat teknis (baik nasional maupun internasional). yang Knowledge disimpan harus dapat didukung dan dimanage oleh KI. Expert Locator Discussion group based application Knowledge Transfer Virtual Work Space Application Knowledge Transfer discussion group based application Knowledge Application Expert System/Workflow System Model Konseptual KMS Model konseptual pada Gambar 6. write and edit atau full access) diberikan kepada organization role sesuai dengan kebutuhan-nya. hasil diskusi dari peserta/ketika menjadi narasumber dan sumber lain yang relevan.

animasi maupun content multimedia lainnya. Kemudian hasilnya dimasukkan ke wiki berdasarkan kesepakatan pada forum diskusi. KMS dapat membantu dalam hal menghubungkan informasi dari berbagai sumber dan membuatnya dapat diakses oleh organizational roles yang membutuhkan dengan 47 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . jika ada salah satu peserta yang tidak hadir misalnya atau berada pada tempat yang berbeda. gambar. discussion group based application. Adapun content yang disimpan dapat bervariasi. mulai dari text. diskusi masih dapat dilakukan via teknologi pendukung missal : video conference. Pada tahap terakhir yaitu knowledge application yang berupa penerapan/implementasi existing knowledge supaya dapat memberikan nilai tambah (continuous improvement) pada proses lainnya. Pada knowledge transfer inilah strategi personalisasi berada. Nantinya setiap perubahan (baik penambahan atau pengurangan isi modul) pada wiki secara otomatis akan ditambahkan keterangan perubahan-nya (change log) meliputi apa perubahan yang dilakukan dan kapan perubahan itu terjadi. Selain itu fungsi expert locator juga ditambahkan untuk mempermudah menemukan orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. Misal dalam sebuah pembahasan yang akan menentukan apakah sebuah metode pengujian baru dapat dimasukkan atau tidak ke dalam sebuah modul.. Tahap ini menekankan pada pengelolaan tacit knowledge dimana pengetahuan baru yang muncul dari hasil diskusi antar WI yang serumpun maupun forum WI atau in-house seminar berada.Perancangan Knowledge Management System . video. jika semua peserta hadir pada waktu dan tempat yang sama. Hal ini seperti dilihat pada Gambar 3. Untuk mempercepat proses implementasi knowledge tersebut. KMS memungkinkan diskusi dilakukan secara lebih luas. maka proses knowledge sharing/ knowledge transfer/ diskusi dapat berlangsung via ruang meeting atau forum diskusi. virtual workspace application dan lain-lain. Knowledge storage and retrieval juga dilengkapi dengan search and retrieval system untuk mempermudah menemukan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. | Wicaksono Febriantoro disimpan pada blog. merupakan siklus yang berulang. Pada intinya KMS memungkinkan knowledge transfer dan knowledge sharing kapan saja dan dimana saja. 4. 3.. audio. Dari hasil identifikasi ditemukan bahwa proses penyusunan modul dapat digunakan untuk meningkatkan ke-10 proses lainnya. Pada tahapan ini dapat ditambahkan mekanisme tertentu sebagai fungsi approval terhadap content yang diperbaharui.

Search Engine. Collaborative tools misal groupware. combination cyber dan time diffent place). ditemukan bahwa pada proses bisnis WI latar pengetahuan dalam menciptakan suatu pengetahuan baru belum sepenuhnya Tabel 7.12 tahun 2011 mengenai Pedoman Penataaan Tatalaksana (business process). | Wicaksono Febriantoro mudah dan cepat.d knowledge application. externalisation model (kapan saja. Regulasi No Validasi Berdasarkan Regulasi Temuan Penelitian Menurut PermenPAN No. 48 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . internalisation exercise ba.Perancangan Knowledge Management System . Dimulai dari knowledge creation. content management dan business intelligence. Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa secara umum semua proses bisnis belum mengoptimalkan semua komponen dari knowledge creation s. content management misal document management system. Tabel 8. discussion forum (tacit). kodifikasi (explicit) dan personalisasi (tacit) Menurut PermenPAN No. validasi dilakukan juga dengan membandingkan dengan teori/literatur lain serta dengan regulasi yang berlaku supaya keabsahan hasil perancangan dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil sebagai berikut pada Tabel 7 dan Tabel 8. Manajemen (pemodelan knowledge proses) serta di tahapan strategi ada tahapan penggunaan teknologi (knowledge infrastruktur) Menurut PermenPAN No. Lebih lanjut KMS dapat mendukung knowledge application dengan cara menempelkan (embed) pengetahuan kedalam proses bisnis organisasi melalui expert/ workflow system (mengkodifikasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis). berbagi pengetahuan dan pemanfaatan pengetahuan Knowledge Transfer yang ditemukan 2 terdiri dari 2 strategi. pembuatan knowledge networks Moffet dan McAdam (2003) menyatakan bahwa KM Tools terdiri dari 3 : IT digunakan untuk mendukung 2 manajemen tacit knowledge (working group/CoP) dan explicit knowledge (document management system) collaborative tools. dimana saja) interacting ba(diiferent ba. storage & retrieval. Validasi Desain Knowledge Infrastructure Selain menggunakan fit criteria. pembuatan corporate knowledge directories. ada 3 proses dasar dalam Manajemen Pengetahuan yaitu proses akuisisi pengetahuan. transfer & application mengenai Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan.dll Nonaka (2000) menyatakan bahwa SECI Model terdiri dari. Socialization Originating 3 Diseminasi knowledge via collaboration Ba (same time same place).. office automation sytem. tools untuk komunikasi dan kolaborasi (portal dan intranet) serta forum diskusi elektronik serta search and retrieval system SIMPULAN Pemodelan knowledge process widyaiswara dapat dilakukan menggunakan framework pemodelan knowledge process dari Strohmaier2 yang dimodifikasi menggunakan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.14 Tahun 2011 Knowledge Process yang akan dikelola 1 terdiri dari knowledge creation.14 Tahun 2011 tahapan dalam perencanaan implementasi Manajemen Pengetahuan Konteks dalam Praktek organisasi terdiri dari Penelitian terdiri dari 2 tahap. 3 pemodelan knowledge proses dan perancangan knowledge infrastruktur Mengidentifikasi Pengetahuan Mengidentifikasi Pengetahuan dl Manajemen organisasi. aspek Penggunaan Document/Content 4 Management System.14 Tahun 2011 .14 Tahun 2011 proses transfer dapat berupa diskusi maupun melalui medium berbasis teknologi Menurut PermenPAN No. Validasi Berdasarkan Teori No Temuan Penelitian Teori Pendukung Alavi (2001) menyatakan bahwa peran IT Peran IT dalam mendukung pengelolaan dalam pengelolaan KM sebagai berikut : 1 explicit (kodifikasi) dan tacit (personalisasi) knowledge coding dan sharing dari best practice.discussion group teknologi dl perolehan data menggunakan sistem untuk merekam data elektronik..

rapat WI yang serumpun. knowledge transfer juga belum optimal dikarenakan belum mendukung aktivitas kolaborasi. serta Search Engine/Information Retrieval System dan Expert Locator. California Management Review. Markus B. 2006. 6M. Maret 2001. in house seminar) dengan IT Tools pendukungnya antara lain : Working Group/Community of Practice Tool. forum WI. Strategi Kodifikasi merupakan strategi yang bersifat explicit (mengelola pengetahuan yang terdokumentasi) dengan IT Tools antara lain : Document/Content Management berupa Wiki dan Blog. 5Hidajat. Jann and Crestofel. Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar. Vincent and A. 2011. Austria : Shaker Verlag. 49 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Knowledge Management and Knowledge Management System : Conceptual Foundation and Research Issues. kerjasama dan kerja tim sedangkan untuk knowledge application banyak yang belum terdefinisi sehingga pemanfaatan knowledge kurang optimal. 2Strohmaier. D.. Bandung: SBM-ITB. Leidner. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tentang Pedoman Pelaksanaan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) s. Jakarta: Kemen PAN-RB.l. 2006. 2. Idea Group Reference (IGI). Schwartz. Maryam and E. | Wicaksono Febriantoro teridentifikasi. Roman. Dorothy. and Konno.. B-KIDE : A Framework and a Tool for Business Process Oriented Knowledge Infrastructure Development. Vol. 3Nonaka 4Alavi. Encyclopedia of Knowledge Management. Knowledge Flow.] D. 2001. pp. The Concept of ‘Ba’ : Building a foundation for knowledge creation. Dari hasil perancangan knowledge infrastructure menunjukkan bahwa ada dua strategi yang digunakan untuk mendukung knowledge process WI sebagai berikut : 1. kemudian dalam knowledge storage belum menggunakan sistem yang terstruktur dan mudah untuk diakses kembali. MIS Quarterly. [book auth. Strategi Personalisasi dimana strategi ini menitikberatkan pada pengelolaan tacit knowledge (diskusi antar WI. 1998. 107-136. Ribiere. Juan. 25.Perancangan Knowledge Management System . 2005. virtual work space application dan discussion group based application DAFTAR PUSTAKA 1Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

50 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Ronald. 2007.. Knowledge Management Systems : ICT for Knowledge Management.Perancangan Knowledge Management System . New York : Springer. | Wicaksono Febriantoro 7Maier.

Efek positifnya. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif untuk melihat sejauh mana penggunaan konten filtering dilakukan di Kantor Pemerintahan Kota Batam.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 KAJIAN IMPLEMENTASI WATCHGUARD FIREBOX SERI 125e SEBAGAI PENYARING KONTEN PADA JARINGAN KANTOR PEMERINTAH KOTA BATAM A STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF WATCHGUARD FIREBOX 125e SERIES AS A CONTENT FILTER IN BATAM LOCAL GOVERNMENT’S NETWORK Jarudo Damanik Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Jalan Tombak Nomor 31 Medan jarudo. karena tidak semua konten yang terdapat pada sebuah situs tersebut negatif.id ABSTRAK Kajian implementasi sistem penyaring konten telah dilakukan di Kantor Pemerintah Kota Batam. sehingga proses penyeleksian konten dapat dilakukan secara relevan.. Disarankan untuk menciptakan sebuah perangkat yang mampu mendeteksi sebuah konten page per page. The content filter used is firebox 125e series which has the adventage to block all of website content. Pendeteksian virus. so the selection process can be carried out relevant content. detection PENDAHULUAN Ibarat dua sisi mata uang.damanik@kominfo. Detection of viruses. worms and the movement that led to the action of a hack to run the maximum through this device. However. Namun pemblokiran seluruh konten yang terdapat pada sebuah website memunculkan permasalahan. blocking all content on the website raises a problem because not all of the website content is negative. teknologi informasi dan 51 Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . This study is expected to provide input Batam Local Government to determine effective content filtering. firebox 125 e series. Kajian ini diharapkan menjadi masukan Pemerintah Kota Batam untuk menentukan penggunaan konten filtering yang efektif. Kata Kunci : penyaring konten. firebox 125e series. | Jarudo Damanik . worm maupun gerakan yang mengarah pada tindakan berupa hack dapat berjalan secara maksimal melalui perangkat ini. Keywords : content filtering.. pendeteksian ABSTRACT A study on the implementation of the content filtering system has been done in Batam local government’s network.go. Penyaring konten yang dipakai adalah firebox seri 125e yang memiliki keunggulan melakukan blok terhadap konten sebuah website secara menyeluruh. perkembangan teknologi informasi melahirkan dua efek yakni efek negatif dan efek positif. In this researh we apply qualitative method to see how far content filtering has been used in Batam Local Government’s Network. It is recomended to create a capable device to detect page per page.

1 Dampak negatif tersebut semakin besar karena ketersediaan fitur dan mudahnya akses. Saat ini teknis penyaringan konten yang sering digunakan adalah dengan mengimplementasikan proxy yang terdapat pada jaringan. bersosialisasi. dalam bentuk kampanye persuasif. tayangan sadis dan lainnya. khususnya fasilitas dunia maya menghasilkan konsekuensi negatif bagi penguna. Berbeda dalam dunia nyata. Pada teknik ini proxy akan memainkan peran untuk menyampaikan dan menerima permintaan dari user untuk mengakses konten dari server global. Meski demikian semua informasi yang terdapat pada dunia maya yang di interpretasikan melalui laman website yang ada saat ini memiliki manfaat selama digunakan secara bijaksana diartikan dengan menggunakan untuk tujuan yang bermanfaat serta menyaring isi yang bersifat negatif. dan bahkan sebagai media dalam melakukan pembelajaran. waktu dan biaya yang besar dalam mengakses informasi telah diatasi dengan hadirnya fitur fitur yang terdapat di dunia maya yang lebih efektif. Konsep dan cara kerja proxy2 Pada dasarnya proxy berfungsi sebagai content checking.. penyaringan konten yang tersedia di dunia maya secara teknis sangat diperlukan. dunia maya memiliki hampir semua hal yang terdapat pada dunia nyata. Untuk itu. melakukan transaksi dan aktivitas ekonomi. sehingga membutuhkan ruang. Ada beberapa cara penyaringan konten yang dapat dilakukan. Bila proxy Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . kecanduan hubungan maya. Lebih spesifik. teknologi informasi dan komunikasi. | Jarudo Damanik komunikasi memberikan berbagai kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Konsekuensi negatif yang kita anggap sebagai dampak negatif teknologi ini sama luasnya dengan manfaat positif teknologi ini. Secara garis besar internet memberi peluang terciptanya dampak negatif seperti 52 pornografi. khususnya keberadaan dunia maya dewasa ini digunakan orang sebagai pusat rujukan informasi. Namun sisi lain kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.. Selain itu teknologi informasi menghadirkan pergeseran paradigma terhadap tingkat kepentingan informasi menjadi suatu hal yang paling berarti dan berharga. serta amat mudah membuktikan setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . di dunia maya segala aktivitas dapat dilihat lebih visual dan nyata. Sebagai sebuah perwujudan dari dunia yang maya. Permasalahan geografis yang selama ini selalu menjadi kendala. Gambar 1.

khususnya jaringan local area network selalu disertai sebuah proxy.3 Dalam sebuah diskusi oleh ICTWATCH bersama dengan komunitas blogger disimpulkan bahwa dukungan terhadap keberadaan UU ITE Nomor 8 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Relevansi teknik penyaringan dengan kaidah kepantasan terhadap pengakses begitu erat kaitannya.6 Alasan pemilihan metode ini didasarkan pada fenomena perkembangan teknologi informasi. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yakni dari bulan Januari 2012 sampai dengan Juni 2012. dokumen awal pembangunan jaringan dan wawancara mendalam terhadap seluruh elemen yang terkait dengan manajemen pengelolaan jaringan.. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi teknis terkait dengan perangkat konten filtering sebagai media penyaringan informasi negatif. kajian ini difokuskan pada sejauhmana perangkat penyaring konten yang digunakan pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam mampu melakukan filtering terhadap konten negatif. | Jarudo Damanik diset untuk mem-filter konten yang mengandung kata “sex”. khususnya konten dunia maya yang sangat dinamis. karena fungsi vitalnya sebagai jembatan antara client dan webserver sekaligus sebagai otorisasi mengijinkan akses. Peneliti secara langsung mengamati objek penelitian untuk melakukan interpretasi data lapangan. sekaligus memilih informan sebagai sumber data serta melakukan penilaian kualitas data. Kebijakan lebih teknis diperlukan untuk menciptakan akses ke dunia maya yang lebih sehat dan bermartabat. Sisi lain dari alasan penyaringan sebuah konten juga dipengaruhi beberapa faktor yang bersifat non teknis. Berdasarkan pemaparan diatas. yaitu mencatat dan menggambarkan secara teliti seluruh fenomena yang ditemukan di 5 lapangan. Meskipun pada setiap jaringan. dan selalu 53 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Objek pengambilan data terdiri dari data aktivitas lalulintas jaringan dari menu Manajemen Admin. serta apa kelemahan dan kelebihan tools tersebut.4 Namun perlindungan terhadap masyarakat terkait akses ke negatif tidak dapat dipenuhi hanya undang undang tersebut. namun kenyataannya efektivitas kinerja dalam melakukan penyaringan masih belum cukup. maka semua paket yang mengandung kata “sex” akan ditolak. dengan fokus pengamatan terhadap kinerja jaringan yang berada di Lantai VII.. khususnya pasal 27 ayat 1 harus dilakukan secara lebih nyata. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kota Batam di kawasan Batam Center. serta solusi pemilihan perangkat penyaring konten yang efektif. menafsirkan serta membuat kesimpulan atas temuan di lapangan. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .

Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . data lalulintas jaringan serta para pengunjung atau user yang menggunakan jaringan. untuk melihat pendapat yang sama dan melakukan member chek terhadap data yang berbeda untuk dibuatkan kesepakatan diantara sumber data.. hingga authenticity. | Jarudo Damanik mengelami perubahan dan pembenahan setiap saat. Topologi Mesh yang digunakan dalam jaringan antar koneksi di kantor Pemerintah Kota Batam Pemilihan topologi ditujukan untuk keamanan data yang didistribusikan. 7 Titik port hub Client 2 Client 4 server sebagai sentral Client 6 Gambar 2. Sedangkan analisa data dilakukan dalam beberapa tahapan dari tahapan trustworthines. pejabat yang memiliki otoritas terhadap keberlangsungan jaringan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam. credibility. Keberagaman data yang diperoleh akan di deskripsikan. Validasi data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu Client 5 melakukan pengecekan dari sumber data yaitu pengelola dan manajemen admin jaringan.. Hal ini diperlukan karena data yang 54 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Tahapan ini dilakukan untuk melihat realita yang diungkapkan informan dengan Client 1 melihat pengalaman informan terkait topik. menguji kredibilitas informan dari jawaban serta memfasilitasi Client 3 pengungkapan konstruksi personal informan. dimana dalam topologi ini terbentuk suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Dengan menggunakan topologi ini data yang disampaikan antar satu komputer dengan komputer lain lebih aman karena menggunakan “dedicated link” komunikasi data secara langsung tanpa melalui komputer lain. dikategorikan. Teknik pendekatan secara persuasif dan penjabaran naratif diharapkan mampu menggali semua fenomena dan kencenderungan yang berkembang. sistim jaringan komputer lokal mengadopsi topologi jaringan topologi Mesh atau biasa disebut topologi jala.

XTM Watchguard Firebox 125e Gambar 3. Saat ini konfigurasi pada MS Proxy Server dan Win Gate yang bekerja pada layer aplikasi mampu melakukan pengontrolan terhadap seluruh aplikasi yang digunakan pada jaringan. Sistim Penyaring Konten Kantor Pemerintah Kota Batam Pada jaringan kantor Pemerintah Kota Batam efektivitas penggunaan proxy dan firewall dimaksimalkan untuk melakukan pengontrolan atas akses yang dilakukan user. Watchguard firebox 125e akan mengidentifikasi sebuah paket yang diakses user melalui pengecekan alamat IP baik komputer sumber maupun komputer tujuan untuk 55 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Sebagai contoh sebuah web proxy dapat diperoleh secara gratis mampu melakukan browsing tanpa harus khawatir oleh adanya pemblokiran situs karena semua request akan dilewatkan di web proxy tersebut. Perkembangan berbagai tipe proxy yang sebagian besar dapat diperoleh secara gratis menimbulkan fenomena baru. Sistim langganan keamanan terintegrasi XTM WatchGuard dan Firebox X e-Series peralatan dengan nomor seri X1250e.. spyware dan anti spam. | Jarudo Damanik didistribusikan sangat penting seperti data statistik dan kependudukan. Hasil penelitian menunjukan tipe MS Proxy Server dan Win Gate mampu menyortir seluruh lalulintas paket yang masuk.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Ini diperlukan karena banyaknya data Pemerintah Kota Batam yang harus dilindungi ketika terjadi sebuah distribusi data.. Proxy yang digunakan pada server jaringan ini sudah lengkap. Sebagus apapun tipe proxy yang digunakan saat ini dapat dipastikan tidak akan mampu melakukan pengontrolan seluruh aktivitas. dengan mengenali konten yang disajikan oleh sebuah website. Keberadaan firewall yang komprehensif ini tentunya untuk memberikan perlindungan secara total terhadap setiap akses yang tidak dikehendaki. Firewall watchguard ini bekerja dengan memfokuskan semua paket yang masuk melalui proses identifikasi. Firewall yang digunakan adalah WebBlocker yang merupakan produk sebuah vendor berbasis di Amerika Serikat. Kondisi ini tentu tidak mencukupi untuk melindungi dan memantau jaringan bebas dari akses yang tidak terdeteksi. Bentuk fisik webblocker sebagai penyaring konten yang digunakan kantor Pemerintah Kota Batam Secara umum fungsi webblocker ini untuk melakukan pengamatan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh user dalam lingkup jaringan. Pada weblocker ini terdapat fitur tambahan berupa perangkat proteksi antivirus. Jaringan pada kantor Pemerintah Kota Batam juga dilengkapi dengan firewall yang bekerja saling mendukung dengan proxy.

Pembatasan sebagian konten negatif di jaringan situs website juga sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa ini di panggung dunia. Selain itu firebox 125e juga merupakan sebuah paket watchguard yang terdiri dari perangkat lunak firewall sekaligus terintegrasi dengan perangkat keras. | Jarudo Damanik membandingkan apakah IP dimaksud merupakan IP yang memiliki indikasi merusak. kemudian mengecek port yang digunakan dan membandingkan dengan database yang dimiliki serta melakukan pengecekan terhadap protokol IP yang digunakan. dimana metode penyaringan konten yang masuk langsung menutup semua akses berdasarkan port. Artinya pembatasan atau pemblokiran bukan berarti membatasi hak manusia untuk memperoleh informasi. sehingga keseluruhan informasi yang ada dalam website tersebut secara otomatis tidak akan bisa diakses.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . firebox 125e memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki kemampuan melakukan penyaringan IP adress. Upaya pemblokiran seharusnya dilakukan dengan bijaksana. Selain itu fleksibilitas pengkonfigurasian dapat dilakukan melalui port yang digunakan.. Beberapa kelemahan yang dapat diidetifikasi dalam penelitian ini adalah Watchguard Firebox 125e yang digunakan sebagai firewall untuk melindungi jaringan berjalan secara sporadis. Indikator firewall ini menolak atau melewatkan paket tersebut berdasarkan daftar database yang sudah ada sebelumnya. Kelemahan Watchguard Firebox 125e Selain keunggulan yang dimiliki Watchguard Firebox 125e juga memiliki beberapa kelemahan. Artinya untuk dapat memblok sebuah situs berbagai tipe dapat dilakukan dengan menutup port tertentu. 8 Esensi pembatasan dan pemblokiran bertujuan untuk menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan. Artinya sebagai sebuah bangsa besar yang sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia ini bangsa Indonesia juga memiliki etika dalam Intern et Router Firebox sebagai Firewall spesifikasi teknis firebox xWebserve webserve Switch User User Sub Sub Gambar 4. sehingga seluruh web yang berbasis pada port 56 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .. Cara kerja dan fungsi firebox sebagai firewall yang digunakan di kantor Pemerintah Kota Batam Keunggulan Watchguard Firebox 125e Dari sisi fitur. tersebut tidak akan dapat diakses user. Hal ini sebenarnya sangat bertentangan dengan kebebasan dalam memperoleh informasi.

Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e . Sebuah perangkat yang mampu mendeteksi konten secara page by page diharapkan mampu mengatasi permasalahan filtering ini. Cara kerja firewall dengan langsung menutup seluruh port yang diidentifikasi atau berpeluang memiliki konten yang tidak baik sesungguhnya bukan tindakan yang bijak. Peluang untuk melakukan kerjasama 57 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . besarnya biaya yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi dan pembentukan database yang akan terkonfigurasi juga akan menjadi masalah ketika penganggarannya tidak dilakukan secara tepat. SIMPULAN Secara teknis. untuk menghindari pemblokan sebuah situs secara keseluruhan. karena sebagian isi situs yang diblok melalui fungsi firewall dipastikan memiliki konten positif yang dibutuhkan user. Pemilahan terhadap sebuah situs tertentu untuk melihat serta menciptakan cara pandang penilaian yang lebih parsial sangat diperlukan untuk menciptakan pola akses informasi yang relevan.. Duplikasi pengamanan dimaksud terdiri dari penggunaan proxy sequid untuk seluruh aktivitas internel jaringan dan menggunakan firewall berbasis watchguard firebox seri 125e untuk setiap akses masuk. | Jarudo Damanik melakukan akses informasi melalui dunia maya. Dari sisi keamanan data. seluruh otoritas yang ada di Pemerintah Kota Batam yang memiliki wewenang terkait dengan keberadaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dan unsur unsur pendukungnya sudah memiliki konsep pemanfaatan yang sangat jelas. Proses update perangkat yang harus dilakukan kepada vendor pemilik lisensi watchguard firebox 125e juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. khususnya perlindungan terhadap user yang mengakses melalui jaringan terhadap konten yang akan diakses cukup kuat. Selain itu dalam mengkonfigurasikan database untuk menyeleksi situs yang dianggap memiliki potensi negatif dan berbahaya sebaiknya dilakukan secara lebih bijak dengan memperhatikan seluruh aspek konten yang terdapat pada situs dimaksud. software maupun tools lainnya sudah sangat mencukupi. Teknik penyaringan konten pada jaringan kantor Pemerintah sebaiknya dilakukan secara parsial dan terpisah dengan fungsi firewall.. dimana manajemen administrator jaringan memilih untuk memperkuat sistim pengamanan jaringan dengan melakukan duplikasi pengamanan. 9 Selain itu. khususnya di negara yang belum dapat menentukan secara spesifik memberikan kategori konten negatif atau positif. padahal bila perangkat tidak terupdate secara berkala sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan database sesuai pertumbuhan website yang pesat. Penyediaan perangkat baik dari sisi hardrware. Sebagian isi situs tersebut pasti akan memiliki manfaat sepanjang dilakukan model pengaksesan yang sehat.

Laporan Konfrensi Pers Terkait Aturan Pengawasan Konten Negatif Bagi Provider Penyedia Konten. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. 2Pardosi. 58 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . 8Sembiring. Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. 2006. 4ICTWATCH.Kajian Implementasi Watchguard Firebox Seri 125e .. Bandung M. Penerbit Informatika. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer. Jakarta 2008. 2011. | Jarudo Damanik dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pengembangan dan penggunaan software penyaring konten dapat dilakukan.kominfo. Focus Group Discussion : Draf dan Acuan Etika On-Line. Panduan Menggunakan Internet Sehat. Dede. Penerbit Informatika. Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Bandung Perumus. 7Sopandi. Bandung Dedy.go. (tanggal 27 Oktober 2010) http://www. Alfabeta. 2012. Bulletin IT (diakses tanggal 23 Januari 2012) http://buletin. Ictwatch.ac. Sebagai acuan saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan ujicoba penggunaan trush+ sebagai sebuah perangkat penyaring konten pintar untuk melakukan pendeteksian setiap konten secara detil dan page by page. Metodologi Penelitian Kualitatif. Dampak Positif dan Negatif Internet. 2002. Tifatul. DAFTAR PUSTAKA 1Iqbal. 5Sugiono. Remaja Rosda Karya. 3Salahuddin. Jakarta 2011.id Mico.uii. Penyaringan Konten Negatif di Internet. 6Mulyana.. 2007. Bandung. 2010.id 9Tim Jamaluddin. Pengantar Instalasi Jaringan.2011.it.

It is argued that the method might be suitable for a solution of wireless network security.go. Sistem tersebut diuji dengan serangan Denial of Service menggunakan tools Engage Packet Builder. manajemen point. maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion 59 Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . The system was tested with Denial of Service attacks using tools Engage Packet Builder. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless adhoc.. Denial of Service ABSTRACT Performance of Wireless Intrusion Detection System to detect Denial of Service against wireless network has been studied. The implementation of this method have been performed using snort-wireless tools. Denial of Service PENDAHULUAN Denial of Service (DoS) sebagian besar terjadi melalui internet. WIDS. Racing Center II/25 Makassar tasmil@kominfo. | Tasmil . Keywords: Wireless Network.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 PERFOMANSI WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM (WIDS) BERBASIS SNORT UNTUK MENDETEKSI SERANGAN DENIAL OF SERVICE PERFORMANCE OF WIRELESS INTRUSION DETECTION SYSTEM BASED SNORT FOR DETECTING DENIAL OF SERVICE ATTACKS Tasmil Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar Jl. it has been obtained that the Wireless Intrusion Detection System were succeded in detecting the Denial of Service attacks by 54 %. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut.. Paket serangan kemudian dideteksi sebagai sebuah serangan Denial of Service melalui hasil monitoring paket jaringan. Sistem proteksi wireless dengan menggunakan firewall dan enkripsi tidak cukup memadai dan efektif. metode Wireles Intrusion Detection System mampu mendeteksi serangan Denial of Service dengan performasi 54%. Dalam penerapan metode WIDS menggunakan tools Snort-Wireless yang berjalan pada sistem operasi Linux. Kata Kunci: Jaringan nirkabel.id ABSTRAK Telah dilakukan kajian Wireless Intrusion Detection System untuk mendeteksi serangan Denial of Service terhadap jaringan wireless. From the study. Kurangnya pusat monitoring. Hasil penelitian yang telah dilakukan. WIDS. Metode tersebut dapat menjadi solusi keamanan jaringan nirkabel dari serangan yang setiap saat dapat mengancam. Packet attack was then detected as a denial of service attacks through the monitoring network packets. dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas.

Analysis Data dan formatnya akan dibandingkan dengan pola serangan yang sudah dikenali 4. Response Jika ada yang cocok dengan pola serangan. False positive adalah peringatan serangan yang dihasilkan oleh WIDS akan sebuah paket normal pada sistem yang dimonitor. | Tasmil Detection System (WIDS)1.3 Algoritma yang diadopsi oleh WIDS untuk mengenali serangan. Karena garis pertahanan pertama untuk jaringan nirkabel tampaknya tidak cukup untuk memenuhi keamanan saat ini dan tuntutan di masa yang akan datang. Beberapa kekurangan dan kelemahan telah di dimunculkan. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Berapa Besar Performansi WIDS dalam Mendeteksi Serangan DoS?” .2 WIDS adalah sebuah perangkat lunak atau perangkat keras alat yang digunakan untuk mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan. Hal yang perlu diperhatikan pada implementasi WIDS adalah perihal false positive dan false negative. WIDS melakukan tugas ini secara eksklusif untuk jaringan nirkabel. WIDS dapat melewatkan serangan karena serangan tersebut tidak dikenali olehWIDS. mencari kejadian yang cocok dengan pola perilaku yang dikenali sebagai serangan. False negative adalah sebuah serangan yang benar-benar terjadi namun terlewatkan oleh WIDS sehingga WIDS tidak akan menghasilkan peringatan apapun atas serangan tersebut. nomor identitas pola serangan dan penjelasan pola serangan. Preprocessing Mengumpulkan data tentang pola dari serangan dan meletakkannya pada skema klasifikasi. 2. Rule Based Detection Analisis dilakukan terhadap aktivitas sistem. maka pertahanan mengacu pada pemanfaatan WIDS harus dilakukan. atau karena penyerang berhasil menggunakan sebuah metode serangan yang dapat menghindari WIDS. mesin analisis akan mengirimkan peringatan ke server.. Kemudian suatu model akan dibangun dan dimasukkan ke dalam bentuk format yang umum seperti nama pola serangan.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan WIDS dalam mendeteksi serangan DoS dengan menggunakan pola serangan SYN Flooding dan menguji 60 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total. antara lain4 : 1. Sistem ini memonitor lalu lintas di jaringan anda cari dan ancaman penyadapan dan mengingatkan personil untuk merespon. 3..

4.. membaca paket data dan membandingkannya dengan rule database.8.000. User akan mengamati alert yang dihasilkan melalui interface base berbasis web. 3. 3. 15. Gambar 1. 4.000 paket dengan melakukan pengujian sebanyak 5 (lima) kali. jika paket data dideteksi sebagai penyusupan/serangan. 9. 5. Menetapkan serangan jumlah paket 2. 6. Rule mana saja yang akan di menable dan disable dapat diatur melalui Webmin. Webmin adalah Interface Base yang telah ditambahkan module snort rule digunakan untuk mengelola rule.000 dan 21. WIDS keamanan dalam jaringan tools snort versi 2. 12. Komputer penyerang mengirimkan paket SYN sebanyak 300.000. METODE PENELITIAN Pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen berupa percobaan simulasi se rangan DoS dengan paket SYN Flooding seperti ditunjukkan pada Gambar 1. | Tasmil kemampuan meningkatkan nirkabel. Rule berfungsi untuk mencatat serangan pada sebuah file log.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . 3. Paket data yang masuk kedalam jaringan komputer direkam dalam file log snort. 18. bahkan dapat digunakan untuk menambahkan rule-rule secara manual dengan editor berbasis web. Target serangan adalah protokol TCP padal layer 4 lapisan OSI. Skema serangan DoS pada jaringan Prosedur deteksi serangan SYN Flooding dengan WIDS menggunakan Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 61 .000.6 adalah sebagai berikut : 1. Menentukan port 80 yang terbuka pada jaringan komputer. maka Snort engine akan menuliskannya ke alert (berbentuk file log) dan ke database (yang digunakan dalam eksperimen ini adalah database MySQL).000. 2.. Prosedur di atas digambarkan ditunjukkan pada Gambar 2. 600.000.000. 1. klasifikasi paket serangan tersebut adalah : 1.

.0. Tabel 1. Klasifikasi serangan DoS Pen guji an Jumlah Paket 300 600 Uji coba 5 kali 5 kali Jenis Serangan SYN Flooding SYN Flooding Perfo rman si WIDS (%) Gambar 3. Linksys WRTG54GL 2.0(SYN FLOODING) 4. Memori 1 GB 3.3  Intruder: 1. MYSQL 6. IP Adress 192.168.1 Pengujian performansi WIDS diukur dengan serangan DoS untuk 10 (sepuluh) kali serangan paket SYN Flooding dengan klasifikasi serangan dan performansi WIDS ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.4.168.0.168.2  Access Point: 1.0..8.6 yang bertindak selaku detektor untuk mendeteksi serangan DoS. Deteksi serangan DoS ditampilkan melalui interface web dengan menggunakan tools Base 1.2. Metode WIDS dengan snort-wireless Pengujian Perfomansi Keamanan Jaringan Nirkabel Dengan WIDS Dalam mendesain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS menggunakan tools snort 2. Model desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS tersebut ditunjukkan pada Gambar 3. 4.4.04 8. Acer Aspire 1430z 2. APACHE2 7.4. IP Address 192.8. Acer ASPIRE ONE Intel Atom Processor N450 2. Hasil deteksi snort berdasarkan rules yang telah dikonfigurasi untuk mendeteksi serangan DoS kemudian disimpan ke dalam database MYSQL dan log file.6(Detector) Gambar 2. Tools Snort 2. Linux Ubuntu 11. Desain keamanan jaringan nirkabel dengan WIDS 62 1 2 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . IP Address 192. Engage Packet builder v2. BASE 1. Memori 1 GB 3.4 5. | Tasmil Spesifikasi Perangkat Keras dan Perangkat Lunak  Detector WIDS: 1.

| Tasmil 3 4 5 6 7 8 9 10 1000 3000 9000 6000 12000 15000 18000 21000 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali 5 kali SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding SYN Flooding DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding. Pengujian ini merupakan hasil simulasi serangan Gambar 4. dan waktu penyerangan. Serangan DoS ditampilkan dalam bentuk alert atau pesan yang muncul pada halaman depan interface base 1. Hasil monitoring paket HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan WIDS menggunakan platform sistem operasi linux Ubuntu 11.. Konfigurasi Snort-wireless yang dipakai pada simulasi Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 63 . port. Monitoring serangan sifatnya real time dan dicatat dalam log file WIDS. Berdasarkan hasil monitoring paket dengan tools Base 1. monitoring web dan penentuan sensor serangan.4 dimana keseluruhan alert tersebut akan ditotal berdasarkan jumlah serangan DoS yang terdeteksi. Perilaku paket serangan akan diuji berdasarkan rules serangan yang telah dibuat dari hasil konfigurasi snort yang ditunjukkan pada Gambar 4. log file.4.4. Konfigurasi WIDS meliputi rules serangan. Komputer server sebagai detektor WIDS dan salah satu client bertindak selaku victim dan attacker. database MYSQL.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . semua paket TCP akan diperiksa kemudian dideteksi apakah traffic paket dalam jaringan merupakan serangan atau paket biasa. Paket serangan tersebut berupa catatan log IP address.4.04 selaku server dengan simulasi jaringan menggunakan 3 (tiga) komputer dan satu Access Point sebagai router..

Perfomansi Wireless Intrusion Detection System .0. Gambar 5. Paket serangan DoS dapat dideteksi dengan baik berupa catatan klasifikasi serangan yang terdiri dari jenis serangan. Gambar 6.4.dengan 64 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . IP ini mengirimkan paket SYN Flooding ke IP Address 192. | Tasmil yang ditampilkan melalui interface Base 1. port.3 (IP server) pada protokol TCP dengan port 80.4.IP address.4.4 Pengujian serangan menggunakan tools Engage Packet builder v2.0. layer dan waktu penyerangan yang ditampilkan melalui interface Base 1. Simulasi serangan dari IP 192.0 yang dikonfigurasi dengan IP Address 192.4 ditunjukkan pada Gambar 5. Klasifikasi serangan SYN Flooding dari hasil analisa memakai Base 1.168..2.2.168.3 memakai Engage Packet builder v2.2 ke IP 192.168.0.4 ditunjukkan pada Gambar 7.2. Gambar 7. Pengujian tersebut berhasil diujikan dimana paket tersebut telah membanjiri jaringan komputer berupa paket SYN Flooding sehingga pengguna jaringan yang sah tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan dan request dari pengguna yang sah tidak dapat dilayani akibat dari serangan tersebut sehingga jaringan komputer menjadi kacau dan performansinya menurun.4. Serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali pengujian untuk paket yang berbeda didapatkan hasil deteksi serangan DoS. Simulasi ini ditunjukkan melalui port destination pada Gambar 6.4 Hasil pengujian telah dilakukan terhadap keamanan jaringan nirkabel menggunakan metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) dengan serangan DoS.0. Tampilan hasil monitoring serangan memakai Base 1.0..168.

487 Perfor mansi WIDS 98% 99% 78% 48% 59% 25% 34% 34% 31% 34% 54% SIMPULAN Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan WIDS sebagai berikut : 1.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . 3.000 9. Priyanka Jadhav.. Menggunakan teknik pengujian lanjutan terhadap ancaman keamanan jaringan nirkabel. 2.000 5 kali 15.. Wireless Intrusion Detection System.000 21.680 11. Metode WIDS mampu mendeteksi serangan DoS berupa serangan SYN Flooding dengan performansi rata-rata 54% terhadap pengujian serangan DoS berupa pengiriman paket SYN Flooding .000 5 kali 45.000 5 kali 90.656 28.000 15.032 20. International Journal of Computer Applications (2010) 0975 – 8887 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 65 . DAFTAR PUSTAKA 1Snehal Boob. 12. 9. akhirnya mampu dideteksi WIDS dengan performansi di atas 50% dari total paket serangan yang diujikan. 1.000 3.000. Adapun hasil serangan DoS berupa pengiriman paket serangan SYN Flooding ditunjukkan pada Tabel 2.000 5 kali 105.152 17. Serangan DoS yang sebelumnya tidak terdeteksi.000.000 6.470 2.500 5 kali 3. Dianjurkan melapisi sistem keaman jaringan nirkabel dengan WIDS khususnya untuk deteksi dini terhadap serangan DoS. Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan DoS untuk pengujian serangan sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan pengiriman 300.000.448 25. 600. 3. Tabel 2. Membandingkan kinerja snort dengan tool WIDS yang lain.000.000 5 kali 5.000 18.000 dan 21. Dalam pengujian serangan DoS. 15. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa performansi keamanan jaringan komputer dapat ditingkatkan terhadap serangan DoS. Paket serangan kurang dari 10 (sepuluh) paket perdetik tidak terdeteksi sebagai serangan.000.000 Rata-rata Uji Coba Total Alert 1.000 5 kali 60.000 5 kali 30. | Tasmil performansi 54%. Pengaturan rules tersebut ditentukan berdasarkan aturan penerimaan paket untuk serangan DoS.000 5 kali 75.000 paket serangan SYN Flooding .000 Total Paket SYN 5 kali 1.970 3. 18. Hasil pengujian serangan DoS Pen guji an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Paket SYN 300 600 1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa WIDS cukup baik dalam mendeteksi serangan DoS dalam memberikan informasi kepada admin jaringan komputer untuk memblok serangan tersebut.158 35. snort sebagai detektor WIDS dikonfigurasi dengan 10 (sepuluh) paket SYN perdetik untuk deteksi serangan DoS. Saran-saran yang dapat diberikan dari analisa kinerja sistem deteksi serangan dengan WIDS: 1.000 12. 2.978 7.

. Intrusion Detection & Prevention. and B.11i. Hayes. Jurnal Computer Society (2007) P. 2004 3Scott. 4Carl 66 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . | Tasmil 2Alexandros Tsakountakis. Eugene Schultz. Wolfe.. 2004 Endorf.Perfomansi Wireless Intrusion Detection System . Wiley Publishing Inc. Georgios Kambourakis and Stefanos Gritzalis.. McGrawHill/Osborne. SNORT for Dummies. Towards effective Wireless Intrusion Detection in IEEE 802. and Jim Mellander.

PC client. Medan. kecepatan koneksi internet ABSTRACT Sub District Internet Access (PLIK) is the governmental program conducted by Ministry of Information and Communication Technology (MICT) in order to evenly distribute information and socializing safe internet usage.go. internet cafe. / Fax. This research aimed to analyze the comparison of PC client connection speed between PLIK and internet cafe.The research found that the PLIK’s download speed is only a half of internet cafe’s. sedangkan tren perubahan kecepatan pada warnet hanya kembali meningkat di waktu sore setelah menurun di waktu siang. while comparison of the upload speed is not significantly different. : (061) 6639817 moh. Tel. using descriptive method and quantitative approach by testing the connection speed utilizing online tester. internet connection speed Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . especially it is less popular compared to internet cafe that has similar consumer segmentation. Muttaqin Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Jl. terutama kalah populer dibandingkan dengan warnet yang memiliki segmentasi konsumen yang sama..muttaqin@kominfo.JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Vol 1 No 1 Desember 2012 ANALISIS PERBANDINGAN KECEPATAN KONEKSI INTERNET PC CLIENT PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN (PLIK) DENGAN WARNET DI KOTA BANDA ACEH COMPARATIVE ANALYSIS OF PC CLIENT INTERNET CONNECTION SPEED BETWEEN SUB DISTRICT INTERNET ACCESS (PLIK) AND INTERNET CAFE IN BANDA ACEH Moh. The speed changes trend in PLIK’s internet connection speed is decreased steadily from morning to afternoon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui pengujian kecepatan koneksi menggunakan alat uji kecepatan online.31. | Moh. while internet cafe’s is increased in the afternoon.muttaqin@gmail. Kenyataannya. Temuan penelitian menunjukkan kecepatan download PC client PLIK hanya setengah kecepatan download PC client warnet. Tombak No. Kata Kunci: Pusat Layanan Internet Kecamatan. Tren perubahan kecepatan koneksi internet pada PLIK terus menurun seiring perjalanan waktu pagi ke sore.id. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kecepatan koneksi PC client PLIK dengan warnet. Keywords: Sub District Internet Access. the implementation of PLIK faced many problems. moh.com ABSTRAK Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam upaya pemerataan informasi dan memasyarakatkan internet sehat. Muttaqin 67 . warnet.. keberlangsungan program PLIK banyak menghadapi kendala. This test shows the connection speed in numeric in Mega bit per second (Mbps). In fact. PC client. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mega bit per second (Mbps). sementara kecepatan upload PLIK dan warnet tidak terpaut jauh. after decreased at noon.

105 PLIK di 32 Provinsi se-Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet kemudian menganalisis perbandingan kecepatan koneksi internet tersebut. harga hanya menjadi prioritas kedua. Padahal kecepatan adalah salah satu hal yang banyak dikeluhkan di PLIK. | Moh.. salah satunya PLIK. Permasalahan inilah yang mendasari penelitian ini. Agar topik penelitian ini tidak terlalu melebar maka penelitian dibatasi hanya dilakukan terhadap PLIK yang beroperasi di Kota Banda Aceh dan warnet yang terdekat dengan setiap PLIK tersebut. sehingga membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dengan Komisi I DPR RI pada 18 Januari 2012 lalu menyepakati evaluasi menyeluruh pada program-program Kominfo. aplikasinya yang mengandalkan opensource.00 per jam.2 Indonesian Telecommunications Users Group (IdTUG) merekomendasikan Kementerian Kominfo dan DPR melakukan inspeksi ke lapangan untuk melihat status program PLIK secara langsung. Data kecepatan yang diuji adalah kecepatan unduh (dowload speed) dan kecepatan unggah (upload speed) pada pagi.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . warnet adalah saingan bagi PLIK.748 kecamatan di seluruh Indonesia. Namun.4 Sehingga untuk dapat bersaing. Kota ini dipilih karena posisinya sebagai ibukota salah satu provinsi dengan penetrasi teknologi telekomunikasi terendah dibandingkan dengan 5 daerah lainnya di Indonesia. konten internet sehat dan harganya yang tak lebih dari Rp 2000. PLIK tak banyak berbeda dengan warnet. seperti warnet. PLIK seharusnya memiliki kecepatan akses yang lebih baik dari warnet.1 Namun. Hingga 5 Juli 2011 telah terinstalasi sebanyak 5. siang dan sore hari. penelitian mengenai pemanfaatan internet di Indonesia menyebutkan bahwa pengguna warnet di Indonesia menjadikan aspek kecepatan akses sebagai faktor terpenting dalam memilih akses internet mereka. Muttaqin PENDAHULUAN Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) merupakan perwujudan dari visi Information and Communication Technology (ICT) Indonesia yang dicanangkan oleh Kemenkominfo yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga tahun 2025. Dengan demikian. sistem operasi Linux. kecuali 68 koneksinya yang menggunakan V-Sat. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Program ini akan tersebar di kurang lebih 5.. penyelenggaraan program PLIK di lapangan menghadapai banyak permasalahan.3 Permasalahan penting terkait keberlangsungan program PLIK adalah tingkat pemanfaatannya dibandingkan layanan akses internet lainnya yang memiliki segmentasi pengguna yang sama.

Muttaqin Pengujian kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat uji kecepatan internet online.. apalagi serat optik.. | Moh. 69 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Jika suatu jaringan 10 Mbps ternyata hanya dapat melayani aplikasi video dengan kemampuan 2 Mbps. sehingga dikenal istilah bandwidth riil atau troughput. Kecepatan transmisi data melalui suatu media juga dikenal dengan istilah datarate (kecepatan data). maka bandwidth dapat diartikan sebagai jumlah bit-bit yang ditransmisikan dalam waktu tertentu. bandwidth dapat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengirimkan sebuah bit data melalui jaringan. walaupun keduanya memiliki keterkaitan. Dalam hal ini. media dengan bandwidth 10 Mbps tidak mencapai nilai aktual sebasar 10 Mbps dalam praktik komunikasi data.1 microsecond. Bandwidth juga dapat dipandang dari sisi kecepatan. yaitu speedtest. Kecepatan Koneksi Internet Dalam pembahasan network baseband (sinyal digital). sebenarnya yang dimaksud dengan kecepatan akses ini adalah troughput dan bukan bandwidth. artinya network tersebut memiliki troughput hanya 2 Mbps. Bandwidth 10 Mbps berarti setiap bit data dapat dikirimkan dalam waktu 0. Misalnya. Sebuah network dengan bandwidth 10 Mbps (Mega bit per second) artinya jaringan tersebut mampu mampu mentransmisikan data sebanyak 10 Megabit per detik. Gambaran pemilihan layanan internet berdasarkan kecepatan koneksi internet ini akan memberitahukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menjadikan PLIK tetap dapat bersaing dan bertahan menjadi layanan internet yang baik bagi masyarakat. OOKLA dan bandwidthplace. Dalam kenyataannya. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana kondisi persaingan PLIK dengan warnet yang memang memiliki segmentasi pengguna yang sama. Hasil penelitian ini juga menyajikan gambaran bagaimana perbedaan kecepatan akses yang dirasakan oleh pengguna PLIK dengan pengguna warnet dan dampak perbedaan kecepatan tersebut bagi program PLIK. batas maksimum kecepatan transmisi data melalui berbagai media memang berbeda. media transmisi satelit (udara) tentu memiliki kecepatan transmisi yang lebih rendah dari media yang menggunakan kabel. Kecepatan akses internet dapat didefinisikan sebagai kecepatan perpindahan data (datarate) melalui layanan jaringan global internet antar host (setiap unit sistem komputer) yang terhubung pada jaringan tersebut.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .6 Dalam pembicaraan mengenai kecepatan akses. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai data dan informasi yang dapat menjadi bahan bagi penelitian lanjutan terkait kinerja PLIK dan warnet sebagai sarana penyediaan layanan internet bagi masyarakat di Kota Banda Aceh. Secara teoritis.

Kecepatan yang dapat dilihat melalui pengujian ini adalah kecepatan unduh (download speed) dan kecepatan unggah (upload speed). Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan melakukan pengujian secara online terhadap kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet menggunakan website penguji kecepatan koneksi internet. Kecepatan unduh didefinisikan sebagai kecepatan transfer data dari server ke komputer pengguna (client). Muttaqin Faktor lainnya adalah kecepatan jaringan yang tersedia. Menanggapi kebutuhan masyarakat pengguna internet yang tidak hanya ingin mengetahui berapa kecepatan maksimum teoritis dari jaringan yang mereka gunakan. Karena penelitian ini akan membandingkan data kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah PLIK dan warnet yang beroperasi di Kota Banda Aceh. Pengujian ini menghasilkan nilai-nilai kecepatan berupa angka yang dikonversikan dalam satuan Mbps (Mega bit per second)..com.8 terdapat 11 PLIK di 9 kecamatan dalam Kota Banda Aceh. sedangkan kecepatan unggah adalah kecepatan transfer data dari komputer pengguna (client) ke server di jaringan internet. Pengujian Kecepatan Koneksi Internet Secara Online Pengujian kecepatan internet secara online adalah pengujian kecepatan perpindahan data melalui jaringan internet yang dilakukan secara online. sehingga terpilih jumlah warnet yang diuji sebanyak 9 warnet di 9 kecamatan. Karena jumlah populasi PLIK yang sangat kecil. Tercatat menurut data Dishubkomintel Aceh dan data PLIK di Kota Banda Aceh di website plikuso. Jumlah PC client yang diuji dalam 70 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . maka metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat yang digunakan dalam pengujian secara online ini biasanya berupa website. Untuk setiap kecamatan diambil satu sampel warnet yang lokasinya paling dekat dengan lokasi PLIK di kecamatan tersebut. Kecepatan jaringan yang rendah akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengakses konten media di internet dibandingkan jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pengujian kecepatan koneksi internet secara online juga mendapat dukungan dari lembaga standarisasi komunikasi FCC (Federal Communication Commission)..7 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. pengguna lebih menginginkan untuk mengetahui kecepatan aktual dari koneksi yang mereka miliki. | Moh.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . dan jumlah populasi warnet yang ada lebih besar dari jumlah populasi PLIK maka jumlah warnet yang dijadikan sampel juga dibatasi.

pengujian siang (11. Pengujian kecepatan akses internet PC client pada PLIK dan warnet dilakukan meggunakan website penguji kecepatan koneksi yang sama untuk mengukur download dan upload speed. Setiap pengujian dilakukan diulang sebanyak tiga kali untuk meningkatkan kepercayaan data. Baiturrahman (PLIK Baiturrahman II) dan PLIK Lueng Bata.band widthplace. Double Click (Kuta 71 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Hanya terdapat tiga PLIK saja yang masih beroperasi yaitu PLIK di kecamatan Syiah Kuala. Dari nilai perbandingan ini dapat dianalisis dampak perbedaan kecepatan koneksi internet PLIK dengan warnet. tidak semua PLIK yang disebutkan dalam data awal masih beroperasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan.com/) dan bandwidthplace (http://www. OOKLA (http://www. Penelitian lapangan dilakukan dengan melakukan pengujian langsung pada objek penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Fakta yang terungkap di lapangan. Data pengujian akan divariasi berdasarkan waktu yaitu pengujian pagi (08.00). Warnet yang dipilih adalah warnet yang berdekatan dengan lokasi PLIK.00-17.net/). Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada PLIK dan rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client pada warnet. Penelitian kepustakaan (library research) menggunakan sumber bacaan yang terpilih dan terkait atau relevan dengan masalah yang akan diteliti.00). Dengan demikian akan didapatkan nilai ratarata kecepatan download dan upload untuk setiap waktu pengukuran dan setiap alat ukur yang digunakan. maka PLIK yang diteliti hanya ketiga PLIK tersebut. sedangkan warnet yang diteliti adalah warnet yang terdekat dengan lokasi PLIK di 9 kecamatan yaitu BIP Net (Banda Raya). Waktu pengujian untuk warnet sama dengan waktu pengujian untuk PLIK.ookla. khususnya bagaimana kecenderungan pilihan pengguna internet terhadap keduanya. Muttaqin setiap PLIK dan warnet adalah 1 unit PC client yang dipilih secara acak.. | Moh. Pengujian malam tidak dilakukan karena waktu operasional PLIK tidak sampai malam hari.00) dan pengujian sore (15. Penguji kecepatan koneksi internet secara online yang dipilih adalah speedtest (http://speedtest. Perhitungan nilai rata-rata hasil pengujian kecepatan koneksi yang terdiri dari kecepatan download dan kecepatan upload dilakukan dengan menghitung rata-rata dari nilai-nilai hasil pengukuran berdasarkan waktu pengukuran dan berdasarkan alat ukur yang digunakan..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Dengan demikian.com/). Nilai rata-rata download dan upload dari pengujian PLIK dan warnet ini kemudian dibandingkan.00-13.00-10.

18 0.41 0.304 0. | Moh. Naifah Net (Baiturrahman) dan Waris Net (Lueng Bata). Family Net (Kuta Raja).94 1.226 0.1 1.47 0.13 1.64 pengukuran3 0.44 0.26 0.67 0.97 1.24 0..408 1. Semua hasil pengukuran dalam satuan Mbps (Megabit per second).39 0.24 0. kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dapat dibandingkan berdasarkan acuan waktu pengukuran maupun alat ukur.22 0.43 0.396 1.63 0.59 1.8 0.259 1. Core Net (Ulee Kareng).22 0.91 0.27 0. 1 Nama BIPNet BandaRaya tester speedtest waktu pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi pengukuran1 0..47 0.29 0.35 0.195 0.65 2.84 1.36 0.385 0.21 1.24 0. Barsya Net (Meuraxa).65 0.91 0.31 0.222 0.382 0.297 0.25 0.29 0. Tabel 1.24 0.03 1.93 1.23 0.13 0.28 Ket.191 1.36 0.4 1.24 0.2 0.99 0.387 0.43 1.93 0.231 0.12 1.18 0.89 0. Dengan demikian.74 pengukuran2 0.8 0.43 0.29 1.32 0.132 0. Hasil Pengukuran Pengukurun kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dilakukan dengan mengacu pada waktu pengukuran maupun jenis pengukur yang digunakan.29 0.2 0.36 0.37 0.42 0.63 0.28 0.16 0.46 2.31 1.178 0.26 0.23 0.36 1.51 0.22 0. Abu Game Station (Jaya Baru). Hasil Pengukuran Kecepatan Koneksi Internet PC Client PLIK dan Warnet di Kota Banda Aceh (semua nilai dalam Mbps) No.16 0.219 0.227 0.19 1.354 1.com (Syiah Kuala).24 0.21 0.24 0.32 0.31 0. Muttaqin Alam).17 1.14 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .21 0.22 0.41 0.375 1.16 0.03 0.23 0. Master. OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 2 Double Click Kuta Alam speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 3 Family 72 speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .124 0.193 1.24 0.28 0.9 1.241 0.

18 1.8 0.24 0.06 0.55 1.24 0.481 0.219 0.11 0.249 0.307 0.19 1.286 0.24 0.288 0. Muttaqin Net Kuta Raja OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 1.58 1.225 0.34 0.486 0.25 0.073 0.36 1.175 0.16 0.083 0.298 0.09 0.33 0.25 1.494 0.11 0.13 0..11 0.266 0.167 0.24 0.12 0.17 0.26 0.25 0.29 0.42 0.25 0.4 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .13 0.09 1.223 0.33 1.41 0.28 0.12 0.23 0.23 1.253 0.76 1.32 0.86 1.24 0.252 0.22 0.43 1.12 0.45 1.17 0.21 0.45 1.24 0.285 0.09 0.36 1.43 0.29 0.2 0.14 0.32 1.39 0.32 0.25 0.234 0.16 0.127 0.08 0.23 0.21 0.21 0.335 0.118 0.08 0.16 0.16 0.31 0.11 0.09 0.42 0. | Moh.49 1.06 0.86 0.44 0.108 0.16 1.283 0.114 0.76 1.3 0.56 0.137 0.25 0.21 0.13 0.48 1.69 0.351 0.04 0.66 1.26 0.091 0.22 1.47 0.08 0.08 0.34 1.19 0.34 0.59 0.83 0.33 1.444 0.46 1.13 0.85 1.83 1.15 0.248 0.06 0.43 1.46 1.1 1.46 0.46 1.134 0.12 0..32 0.19 0.73 0.14 1.18 1.05 1.246 0.139 0.25 0.199 0.87 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 4 BarsyaNet Meuraxa speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 5 Abu Game Station Jaya Baru speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 6 CoreNet speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 73 .09 0.19 1.1 0.32 0.48 1.104 0.52 1.15 0.06 0.23 0.

1 0.16 0.2 0.8 0.479 0.48 0.23 0.com Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 8 PLIK Syiah Kuala speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 9 Naifah speedtest DS 74 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .34 1.47 0.22 0.26 0.48 0.19 0.51 0.49 0.54 0.49 0.164 1.2 0.49 0.16 1.25 0.31 0.12 0.28 0.173 0.11 0.5 0.547 0.29 0.583 0.12 0..24 0.41 0.317 1.05 1.119 2.535 0.91 0.46 0.52 0.32 0.11 0.496 0.54 0.247 0.2 0.59 0.193 0.12 0.67 0.12 0.28 0.09 0.239 0.11 0.112 0.426 1.17 0.12 0.48 0.3 1.82 1.39 0.21 0.53 0.23 1.48 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 7 Master .81 1.51 0.25 0..236 0.04 0.57 0.45 0.224 0.11 0.11 0.29 1.27 0.12 0.114 0.466 0.115 0.235 0.51 0.6 1.93 0.83 0.64 1.12 0.84 0.23 0.79 0.512 0.35 0. | Moh.12 0.66 0.46 0.11 0.97 0.12 0.11 0.404 0.17 0. Muttaqin Ulee Kareng OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.95 0.51 0.557 0.1 1.28 0.61 1.24 0.576 0.53 0.53 0.115 0.43 0.104 0.25 0.268 0.21 0.26 0.299 0.314 1.103 2.45 0.377 1.07 0.47 0.295 0.22 0.52 0.212 0.117 2.46 0.28 0.4 0.281 0.23 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .176 0.9 0.526 0.2 0.1 0.23 0.25 0.5 0.165 0.35 0.12 0.23 0.112 0.09 0.45 0.52 0.22 0.266 0.08 0.4 0.19 0.49 0.11 0.

219 0.216 0..24 0.264 0.31 0.78 0.23 1.7 2.763 0.06 0.43 0.222 0.25 0.29 0.28 0.39 0.276 0.33 0.29 0.37 0.18 0.38 0.227 0..4 0.37 0.167 0.302 0.2 0.298 0.21 0.15 0.23 0.88 0.479 2.36 0.26 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .69 0.77 2.82 0.28 0.953 1.28 0.32 0.814 0.22 0.91 0.176 0.04 0.21 0.29 0.53 2.38 0.29 0.335 0.7 0.37 0.16 0.78 0.25 0.4 0.65 0.277 0.273 0.3 0.06 1.24 0.01 1.63 0.199 0.53 0.276 0.327 0.322 1.27 0.78 2.21 0.08 1.777 0.301 1.24 0.11 2.777 0.99 0.19 0.25 0.29 2.38 0.15 0.29 0.35 0.197 0.19 0.65 0.31 0.91 0.27 0.07 2.26 0.28 0.34 0.23 0.36 0.23 0.292 0.35 1. Muttaqin Net Baiturrahman OOKLA siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi siang sore pagi 0.33 0.13 0.48 0.2 0.327 0.53 0.27 0.259 0.24 0.29 0.22 0.37 2.02 0.64 2.39 2.325 1.28 0.261 0.21 0.03 bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 10 PLIK Baiturrahman II speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 11 Waris Net LuengBata speedtest OOKLA DS bandwidth place speedtest OOKLA US bandwidth place 12 PLIK speedtest DS Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 75 .71 1.25 0.27 0.31 0.25 0.05 0.39 0.28 0.84 2.03 0.17 0.413 0.23 1.2 0.47 0.32 0.331 1.13 0.52 2.281 0.21 0.85 1.171 0.227 0.658 2.25 0.41 0.37 0.71 2.739 0.279 2.38 0.345 0.639 0.02 1.336 0. | Moh.58 1.

24 0.68 0.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .217 0.2 0.607 0.089 US Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Waktu Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan waktu pengukuran ditampilkan pada Tabel 2.1 0.884 0.12 0.16 0.119 0.16 0.815 0.25 0.09 0.29 0.04 0.13 0.222 0.12 0.125 0.58 0. Tabel 2 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan.266 0.. US = Upload Speed Lueng Bata 1 0.51 1.15 0.11 0.19 0. Tabel 2.09 0.17 0.72 0.05 0.218 0.61 0..11 1.367 0.09 0.188 0.25 0.11 0. Muttaqin siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore speedtest pagi siang sore OOKLA pagi siang sore bandwidth pagi place siang sore Keterangan: DS = Download Speed.42 0.64 0. | Moh.7 0.14 0.21 0. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Waktu (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed pagi Siang sore PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 4 : 7 PLIK : warnet = 3 : 8 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 6 PLIK : warnet = 3 : 4 PLIK : warnet = 2 : 3 76 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .198 0.32 1. Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.931 0.746 0.118 0.19 0.

Sedangkan perbedaan kecepatan upload di antara keduanya tidak terlalu berbeda.186 : 0. Perbandingan Kecepatan Berdasarkan Alat Ukur Perbandingan kecepatan koneksi internet PC client PLIK dengan warnet berdasarkan alat ukur yang digunakan ditampilkan pada Tabel 3.270 Mbps.585 : 1. pengukuran siang memberikan perbandingan 3 : 4 dari rata-rata hasil pengukuran 0. pengukuran pagi untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 6 dari rata-rata hasil pengukuran 0..260 Mbps. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 3 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.942 Mbps. Tabel 3 menunjukkan perbedaan kecepatan download antara PC client PLIK dengan warnet sangat signifikan. | Moh. Pada pengukuran menggunakan speedtest.344 : 0.494 : 0.867 Mbps. Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Berdasarkan Alat Ukur (satuan kecepatan dalam Mbps) Mbps Download Speed speedtest OOKLA bandwidth place PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 1 : 2 Upload Speed PLIK : warnet = 5 : 8 PLIK : warnet = 1 : 1 PLIK : warnet = 7 : 9 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 77 .156 Mbps.243 Mbps.029 Mbps. pengukuran siang memberikan perbandingan 4 : 7 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.442 : 0.496 : 1. Muttaqin Pada pengukuran pagi. dan Tabel 3. dan pengukuran sore memberikan perbandingan 2 : 3 dari rata-rata hasil pengukuran 0. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.186 : 0. perbandingan kecepatan download PLIK : warnet adalah 1 : 2 dari perbandingan rata-rata hasil pengukuran senilai 0..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .881 Mbps.215 : 0. Sedangkan untuk kecepatan upload.

| Moh. Penyajian perbandingan kecepatan PC client PLIK dengan warnet hasil pengukuran berikut ini akan disajikan dengan menggunakan rata-rata hasil pengukuran dari ketiga alat ukur (tester) yang digunakan dan menampilkannya dalam variabel waktu. Sedangkan untuk kecepatan upload. pengukuran menggunakan speedtest untuk perbandingan kecepatan PLIK : warnet adalah 5 : 8 dari rata-rata hasil pengukuran 0..Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Perbandingan Kecepatan PC Client PLIK dengan Warnet Download Speed Upload Speed PLIK : warnet = 1 : 2 PLIK : warnet = 3 : 4 78 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .255 Mbps.213 Mbps. dan pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 7 : 9 dari rata-rata hasil pengukuran 0.483 : 1.305 Mbps.054 Mbps. walaupun nilai perbandingan pada tiap pengukurannya sedikit berbeda.. Hal ini bertujuan agar penyajian perbandingan kecepatan ini sekaligus dapat mengetahui kecenderungan perubahan download dan upload PC client di PLIK dan warnet seiring perubahan waktu dari pagi hingga sore hari yang menjadi patokan waktu pengukuran. pengukuran menggunakan OOKLA memberikan perbandingan 1 : 1 dari rata-rata hasil pengukuran 0. sedangkan perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet tidak terlalu signifikan. Perbandingan akhir yang ditunjukkan dalam Tabel 4 menggambarkan bahwa kecepatan download PLIK hanya setengah dari kecepatan download warnet. Hal ini menunjukkan hasil pengukuran berdasarkan waktu maupun alat ukur secara umum memberikan hasil yang sama. Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Dari keseluruhan pengukuran kecepatan download dan upload terhadap PC client PLIK dan warnet. Perbandingan 1 : 2 untuk kecepatan download PLIK : Tabel 4. baik menggunakan acuan berdasarkan waktu pengukuran maupun alat ukur (tester) dapat dilakukan perhitungan rata-rata perbandingan kecepatan download dan upload PC client PLIK dengan warnet. Muttaqin pengukuran menggunakan bandwidthplace memberikan perbandingan 1 : 2 dari rata-rata hasil pengukuran senilai 0.197 : 0.192 : 0.198 : 0.

siang maupun sore hari. pengguna PLIK dapat beralih mengakses internet di warnet karena kecepatan yang lebih baik. bahkan menawarkan paket-paket bagi pengguna internet sehingga tarifnya dapat mendekati tarif PLIK.196 : 0. Analisis Perbandingan Kecepatan PLIK dengan Warnet Rendahnya kecepatan download PLIK dibanding warnet (0.000. perbandingan tren perubahan kecepatan warnet juga lebih baik dari PLIK. SIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian kecepatan koneksi internet PC client PLIK dan warnet di Kota Banda Aceh dan analisis terhadap data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa kecepatan download PC client PLIK masih tidak berimbang dengan 79 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 . Muttaqin warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0.988 Mbps untuk PLIK : warnet) memiliki dampak serius bagi program PLIK. tarif warnet hanya sedikit lebih mahal. PLIK tertinggal dari warnet. Tarif PLIK yang hanya Rp 2. Kecepatan koneksi internet di PLIK cenderung menurun pada rentang waktu siang ke sore.196 : 0. Namun.258 Mbps.00 hingga Rp 4.. baik dalam kecepatan download maupun upload.258 Mbps untuk PLIK : warnet). Peningkatan kecepatan. Apalagi kecepatan upload warnet juga lebih tinggi walaupun perbedaannya tidak terlalu besar. Dengan demikian. Pada rentang waktu ini.00 tidak cukup untuk menjaga pengguna PLIK untuk tetap bertahan di PLIK karena faktor harga hanya prioritas kedua dalam memilih fasilitas akses internet di Indonesia.988 Mbps. sehingga kecepatan data yang ditransmisikan melalui medium ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi udara yang berbeda di pagi.000.00 per jam. PLIK yang standar menggunakan Vsat dengan medium udara. Selain itu. karena faktor ini merupakan faktor utama dalam memilih fasilitas akses. dalam kisaran Rp 3.474 : 0.000. Membiarkan kecepatan koneksi PLIK tetap tertinggal dari warnet akan berdampak pada beralihnya pengguna PLIK saat ini ke warnet. terutama kecepatan download perlu diprioritaskan.474 : 0. Tren penurunan kecepatn di PLIK ini kemungkinan dipicu oleh karakteristik media yang digunakan. walaupun perbedaan kecepatan upload PLIK dengan warnet hanya sedikit berbeda.. Aktivitas download merupakan aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh pengguna internet daripada aktivitas upload (0. kecepatan upload PLIK juga berada di bawah kecepatan upload warnet. sementara di warnet justru meningkat. Sedangkan perbandingan 3 : 4 untuk kecepatan upload PLIK : warnet diperoleh dari perbandingan rata-rata kecepatan senilai 0. Selain perbandingan nilai kecepatan. | Moh. Temuan ini menunjukkan pengguna internet akan lebih memilih warnet daripada PLIK karena kecepatan download yang lebih tinggi.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet .

6/PIH/KOMINFO/1/2012 tentang Rapat Kerja Komisi 1 DPR-RI Dengan Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. (http://relawan-tik. (http://plikuso. diakses 28 Februari 2012) Kota Banda Aceh. Bruce.bisnis.+6-PI H-KOMINFO-12012+tentang+Rapat+Kerja+Ko misi+1+DPR-RI+Dengan+Mente ri+Kominfo+Tifatul+Sembiring. Sebagian Besar Warnet PLIK Tak Bermanfaat. diakses 13 Februari 2012) KOMINFO. namun perbedaannya tidak sesignifikan pada perbedaan kecepatan download. (http://kominfo. Internet Cafés 6Sofana. 2011.go.info/downlo ad/attachments/38535197/Bro adband+Speed+Testing. 5Herlambang.. 2PIH 8PLIK 3Pitoyo. (http://www. Kecepatan upload PC client PLIK juga lebih lambat dari kecepatan upload warnet.com/article s/sebagian-besar-warnet-plik-ta k-bermanfaat.php?option=com _content&view=article&id=94:k ota-banda-aceh&catid=42:nangr oe-aceh-darusalam-&Itemid=19 3.pdf. 2011.selco. 2011. in Asia and Africa -Venues for Education and Learning? Journal of Community Informatics.id/ siaran_pers/detail/2404/Siaran +Pers+No. 2012. (http://www. diakses 14 Februari 2012) Bjorn dan Stein Kristiansen. | Moh. 2007. Perubahan kecepatan download dan upload PC client PLIK dan warnet dengan variabel waktu menunjukkan tren yang berbeda. diakses 18 Januari 2012) Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). DAFTAR PUSTAKA 1Balai Beriantho.Analisis Perbandingan Kecepatan Koneksi Internet . Broadband Speed Testing. diakses 14 Februari 2012) Arif. Bandung: Modula. Siaran Pers No.pdf. 80 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 .pdf. Vol 3 (2).. 2011. 7Pomerantz. (http://www. Teori & Modul Praktikum Jaringan Komputer.int/ITU-D/asp /CMS/Events/2011/ITU-ADB/ Indonesia/Session2-BP3TI . 2011. Implementation of USO Program in Indonesia. 4Furuholt. Muttaqin kecepatan download PC client warnet.com/index.org/wpcontent/uploads/2011/08/SOSI ALISASI-BOGOR-BP3TI.itu. diakses tanggal 17 Februari 2012) Iwan.

Nama dan Alamat Penulis c. spasi 1. Batas atas dan bawah 3 cm. begitu juga sebaliknya. Pendahuluan (berisi latar belakang. c. subjudul diperbolehkan tanpa memberikan penomoran.teori. tepi kiri dan kanan 3. Jumlah halaman 10-15 halaman isi.17 cm). maka penulis yang berbeda alamat/instansi diberi tanda asterisk* dan untuk membedakan alamat/instansinya. Judul. Jika penulis lebih dari satu orang maka harus ditambahkan kata penghubung ‘dan’ (bukan lambang ‘&’). Cara Penulisan Judul Judul diketik dengan huruf kapital tebal (bold) dan mencerminkan inti tulisan. Abstrak d. tujuan.15 kecuali tabel (spasi 1. Struktur Karya Tulis Ilmiah Naskah Karya Tulis Ilmiah tersusun menurut urutan sebagai berikut: a. font Times New Roman ukuran 12. dan hipotesis [opsional]) f. d. Jumlah tersebut tidak termasuk lampiran. Apabila judul ditulis dalam bahasa Indonesia maka dibawahnya ditulis ulang dalam bahasa Inggris. Daftar Pustaka 3. Hasil dan Pembahasan h. b. 4. metode analisis data) g. Ditulis dengan menggunakan MS Word pada kertas ukuran A4 (210mmX297mm). Penyebutan istilah di luar bahasa Indonesia atau Inggris harus ditulis dengan huruf cetak miring (italic) f. Penulisan awal paragraf pada abstrak dan isi menjorok ke dalam 1 cm. Contoh: I.PEDOMAN PENULISAN NASKAH 1. Naskah ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa Inggris. perumusan masalah. Cara Penulisan Nama dan Alamat a. Nama penulis diketik dibawah judul. Metode Penelitian (berisi waktu dan tempat. Tidak menggunakan penomoran dalam penulisan subjudul. bahan/cara pengumpulan data. Alamat penulis (nama dan alamat instansi tempat bekerja) ditulis lengkap dengan jarak satu spasi beserta e-mail dibawah nama penulis. Jika diperlukan. Judul b. 2. Jika penulis lebih dari satu dengan alamat berbeda. d. Simpulan i. Jaka Sembiring* dan Edi Triono Nuryatno** Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 81 . b. Abstrak dan Kata Kunci harus ditulis dalam dua versi bahasa (Indonesia dan Inggris) c.0). Kata Kunci e. Standar Umum Penulisan Karya Tulis Ilmiah a. ditulis lengkap tanpa menyebutkan gelar. e.

2. 10 Bandung – Indonesia 2editriono@gmail. Gunakan angka Arab (1.*Bandung Institute of Technology. ditulis dengan huruf cetak miring (italic).) untuk penomoran gambar. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 82 . 7. grafik.id 5. Grafik. Grafik. sedangkan isi keterangan ditulis normal. ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Jenis dan ukuran font untuk isi tabel bisa disesuaikan menurut kebutuhan (Times New Roman atau Arial Narrow ukuran 8-11) dengan jarak spasi tunggal. d. rata kiri (bukan center).3. b. Tulisan ‘Gambar. ditempatkan di tengah (center). Tulisan ‘Tabel’ dan ‘nomor’ ditulis tebal(bold). Keterangan gambar. grafik. f. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.2.itb. c. sedangkan judul tabel ditulis normal. foto atau diagram. Gambar. Abstrak ditulis dalam satu paragraf dengan huruf cetak miring (italic) berjarak satu spasi. Maksimal 150 kata dalam bahasa Inggris. b. c. rata kiri. b.itb. menggunakan font Times New Roman ukuran 12. Foto atau Diagram’ dan ‘nomor’ ditulis tebal (bold). e. Ganeca No. dst) untuk penomoran judul tabel. menggunakan font Times New Roman ukuran 10. grafik. e. Ganeca No. Cara Penulisan Abstrak dan Kata Kunci a. School of Electrical Engineering and Informatics Jl. 6. c. Jika Abstrak dalam bahasa Indonesia maka diikuti Kata Kunci dalam bahasa Indonesia. atau diagram ditulis dibawh ilustasi. e. Kata kunci terdiri dari tiga sampai lima kata.itb. menggunakan font Times New Roman ukuran 10.Indonesia *jaka@stei. foto.com II. 10 Bandung . Ganeca No.ac. School of Electrical Engineering and Informatics Jl.ac. Cara Penyajian Gambar. dst. Judul tabel ditampilkan dibagian atas tabel. Tabel ditampilkan rata kiri halaman (bukan center). atau 250 kata dalam bahasa Indonesia. Pencantuman sumber atau keterangan diletakkan dibawah ilustrasi. Gunakan angka Arab (1. Cara Penyajian Tabel a. rata kiri. Pencantuman sumber atau keteranggan diletakkan dibawah tabel. foto atau diagram ditampilkan di tengah halaman (center). d.3. d. Jaka Sembiring* dan Yudi Satria Gondokaryono** Bandung Institute of Technology. Jika Abstract dalam bahasa Inggris maka diikuti Keywords dalam bahasa Inggris.id **Bandung Institute of Technology.ac. Foto atau Diagram a. 10 Bandung – Indonesia jaka@stei.id **ygondokaryono@stei.

S. Wisconsin German Land and Life. d. f. Riana. Buku (Dua hingga Empat Penulis) Bambang. Buku (Satu Penulis) Hasan. and H. dan R. Chicago: University of Chicago Press. Buku (Lebih dari Empat Penulis) Maryanto. c. c. a. Tidak perlu memakai catatan kaki. (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka). contoh: . Nama Daerah Mamalia di Indonesia. L. Jakarta: Rhineke Cipta.2 Cara Penulisan Daftar Pustaka. Jika menyebut nama.1 (Nomor yang ditulis sesuai dengan urutan dalam Daftar Pustaka).. 2006. Kluge. 2008.. b. Bandung: Remaja Rosdakarya. 11(1): 27-36. e. 8. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti. b. foto atau diagram dalam format file .L. Berikut adalah contoh cara penulisan Daftar Pustaka dari berbagai sumber yang berbeda..jpg warna hitam putih. Bungert. 2009. Evaluasi Kurikulum. Deformasi Gunung Api Bromo pada Peningkatan Aktivis Vulkanik 2006-2007. 8. D. Majalah ilmiah dengan Volume dan Nomor Kriswati. Jakarta: LIPI.. Widyariset.. Nomor urut Daftar Pustaka ditulis dalam bentuk superscript.. et al 2007. maka angka kutipan langsung dibubuhkan setelah nama tersebut. Dalam naskah diberikan tanda supersript pada pustaka yang digunakan. E. 2008.. Bunga Rampai Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 f.. Teknik Menulis Karya Tulis Ilmiah.Clifford. I. e.. Madison University of Wisconsin. kecuali jika warna menentukan arti.Gambar. tanpa tanda kurung satu atau kurung dua. Dkk. Jika nama penulis harus ditampilkan. dan tidak ditebalkan (bold). C. grafik. Ostergen. Angka kutipan ditulis setelah tanda titik akhir kalimat tanpa spasi. Urutan dalam daftar pustaka ditulis sesuai dengan nomor urut kutipan dalam naskah. maka penulisannya sebagai berikut: Menurut Adisomarto1 .1 Cara Penulisan Kutipan di dalam Teks a. b. A Manual for Writers of Research Paper. Penulisan kutipan ditunjukkan dengan membubuhkan angka (dalam format superscript) sesuai urutan. d. and Dissertarions (7th ed). Turabian. Theses. f. Cara Penulisan Kutipan dan Daftar Pustaka a. R. H. Jakarta: LIPI Press. K. Buku yang Ditulis atas Nama Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2007. 83 . 8. 2005.

Republika.I. D. 2 Moldoveanu. P. 2007. B. Media Massa (Terdapat Nama Penulis) Abimanyu. Lapoiran Penelitian. Inflammatory Mecanism in the Lung. 2010. Yang. Media Massa (Tanpa Nama Penulis) Kambing Hitam Kemiskinan.kpk. T. S. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi | Vol 1 No 1 Desember 2012 84 .( http://www. Contoh Penulisan Daftar Pustaka 1 Rajangan.id/modules/news/article. Skripsi. H. g. Bias Gender pada Bahasa Majalah Remaja.ID/0000114. k. Kompas. 222-25 Juli 2007: Pusat Bahasa Sulawesi Selatan. Bogor. Jakarta: LIPI Press. T. 2008. Pusat Analisis Ekonomi dan Kebijakan Pertanian..uk/secretariat/policiesandpublication/otherpolici es/properscientificicconnduct.2004. 2: 1-11.Imron. Tesis dan Disertasi Wijana. Dalam M. 1995.go. et al. Tulisan Bersumber dari Internet (Terdapat Nama Penulis) Rustandy. o. M. and L. Journal of Advances and Applications in Bioinformatics and Chemistry. (http:://www. 2005. P. 2006. A. 25 November: 33. Landasan Putar Bebas Hambatan. M. Hisyam dkk. Laporan Penelitian Sumaryanto. 7 Juni:1. Kontroversi Dana Dapil. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Prosiding Kongres Internasinal Bahasa-ahasa Daerah Sulawesi Selatan Tahun 2007: 219-232. Teripang PERLU Dilindungi. 2008. Sejarah dan Dialog Peradaban: 81-92. i. 2009. j. diakses 14 Januari 2007) n. 1: 51-69. Makalah dalam Lokakarya Usulan Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Perlu Dilindungi di Indonesia. Pustaka berupa Dokumen Paten Sukawati. T.php?storyd=1291. 8 September: Pusat Penelitian Biologi LIPI. 2006. Atau Seminar yang Belum Diterbitkan Darsono. diakses 25 Juni 2010) m.2007. Aversted. Paten Indonesia No. A.B. Makassar.R. Nilai-Nilai Budaya di dalam Sastra Daerah yang Mendasari Sekuritas Sosial Tradisional Ethis Bugis. Karkteristik Sosial Ekonomi Petani pada Berbagai Agroekosistem. Journal of Inflamation Research. 9. Teeri. Makalah dalam Pertemuan Ilmiah. Simposium. T. Tulisan Bersumber dari Internet (Tanpa Nama Penulis) Guidelines for Proper Scientifict Conduct in Research. 2010. Pola Komunikasi Kepemimpinan Taufik Abdullah. l. (Ed). Evolution of A Domain Conserved in Microtulube-Associated Protein of Eukaryotes. Kongres. Fakultas Ilmu Budaya. Prosiding Tang. Bogor : Kementerian Pertanian. Tekan Korupsi Bangun Bangsa.imperial. h.ac. Tesis.