You are on page 1of 10

AFSIR AYAT 22 - 24 22 ‫ال‬ ‫ال‬

"Dialah Allah, Yang tiada tuhan selain Dia; Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dia adateh Maha Murah, Maha Penyayang.

23 -

‫ال‬

‫ال‬

Dialah Allah, yang tiada Tuhan selain Dia ! Maha Raja ,Maha Suci, Maha Sejahtera,Yang Mengurniakan Keamanan , Maha Memelihara , Maha Perkasa, Maha Gagah , Yang Membesarkan Diri;Maha Sucilah Allah dari apa pun yang mereka persekutukan. "

24 "Dialah Allah, Maha Pencipta , Yang Mengadakan , Yang Membentuk rupa , BagiNyalah nama-nama yang baik. Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi , Dan Dia adalah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."

NAMA NAMA YANG MULIA BAGI ALLAH !

‫ال‬

‫ال‬

"Dialah Allah! Yang tiada Tuhan melainkan Dia." (pangkal ayat 22).

Inilah pokok pegangan orang pertama dan utama. Segala perhatian dan ingatan ditujukan kepadaNya, Allah Tuhan Yang Satu.

"Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.''

alangkah terbatasnya pengetahuan manusia dalam alam ini! Sedangkan yang nyata. yaitu api. adalah ghaib bagi kita. "Ini adalah papan!" Dan yang lain akan menjawab. Zaman depan setelah kita meninggal dunia ini kelak ghaib bagi kita. Bahkan apa yang disangka nyata itu. nyata itu sendiri bagi kita masih ghaib! Jika ditanyakan orang kepada kita tentang barang segi empat tempat kita menulis ini. "Ini adalah gabungan dari empat anasir asal. padahal dia terdiri dari darah daging kita? Oh. maka tidaklah akan sama pandangan sebab itu tidak pula akan sama jawaban tentang barang itu. Sepintas lalu dapat orang menjawab. bagi kita pun masih ghaib. niscaya bagi Allah sama saja diketahuinya yang ghaib dan yang nyata. "Ini adalah meja!" Tetapi yang lain akan menjawab. Sedang bagi kita sebagai makhluk lebih banyaklah yang ghaib daripada yang nyata. Lebih banyak bahagian dalam batang tubuh kita sendiri yang ghaib bagi kita. Apa yang tidak nampak oleh mata kita dan tidak kedengaran oleh telinga kita. ghaib bagi kita. Apa yang terpendam dalam bumi di bawah kita? Apa yang terkandung dalam bintang-bintang yang bertebaran di langit di atas kepala kita? Bagaimana rupa dari nenek kita yang telah meninggal sebelum kita cucunya lahir? Padahal terang jelas beliau itu yang menurunkan kita? Bagaimanakah agaknya rupa dari cucu kita yang akan lahir sesudah kita mati.Oleh karena Allah itu meliputi akan segala ruang dan segala waktu. yang umumnya diberi orang nama meja. Zaman yang dahulu sebelum kita lahir. "Ini adalah kayu di hutan yang telah digergaji!" Dan yang lain akan menjawab. Apa yang ada di belakang dinding rumah kita ghaib bagi kita. Apa yang ada di belakang kita ghaib bagi kita. air dan tanah. . angin.

tak pemah runtuh dan tak pernah jatuh. Hasil jipratan dari sifat Rahman dan sifat Rahim itu ialah Rahmat. atau substansi ialah atom yang menyatu… Lalu ada yang secara cepat kembali saja ke asal muasal. Kita diberi kemudahan dan penyelenggaraan. "Ini adalah kumpulan dari zat yang tidak terbagi lagi (atom) yang telah terkumpul jadi satu. "Semuanya ini adalah benda!" Namun kawannya menjawab. Dikatakan bahwa segala sesuatunya diatur dengan harmonis.Sebagian lagi akan menjawab. Segala sesuatu di atas bumi ini dapat kita memanfaatkan. Isaac Newton. seimbang dan setimbang sehingga semua berjalan langgeng." (ujung ayat 22). atau sifat atau `aradh! Adapun hakikat. semuanya berjalan dalam lindungan kasih-sayang dan kemurahan Tuhan. Pemikir dan sarjana Inggeris dikenal sebagai manusia yang pertama menemukan teori tentang "daya tarik" yang mempertalikan satu bahagian alam dengan bahagian lain. Maha Penyayang. sehingga dunia ini tidak runtuh dan tidak kucar-kacir. "Gabungan tenaga dan benda!" Akhirnya maka yang nyata itu sendiri pun jadi ghaib. Sebahagian lagi akan menjawab. pertalian antara bumi dengan bulan. Ar-Rahiim kita artikan Penyayang. Rahmat itu pun diartikan juga kasih-sayang! Kasih-sayang Allah itu nampak di mana saja. Ar-Rahmaan kita artikan Pemurah.. apabila saja! Kemurahan dan kasih-sayang Ilahi itulah yang kita lihat di mana-mana dan Kasih-sayang serta kemurahan Tuhan itulah yang menyebabkan hidup kita sesuai dalam bumi ini. atau zat. . "Bukan benda melainkan tenaga!'' Kawannya yang lain menjawab. Allahlah yang Maha Mengetahui hakikat yang sebenarnya. matahari dengan bintang-bintang satelitnya. Bahkan pertalian di antara satu bintang dengan bintang yang lain. "meja hanyalah bentuk saja. "Dia adalah Maha Murah.

langit serta bumi. "Maha Raja. Tidak berserikat tidak berkongsi sehingga tidak berebut kuasa di antara yang satu dengan yang lain dan tidak pula berbagi kuasa. sebab ." Dalam kata lain disebut juga bahwa Ar-Rahman dan Ar-Rahim menumbuhkan Cinta." dimisalkanlah seluruh alam ini. Bersih. Dia Maha Suci sebab Dia pun bersifat kasih. Tidak ada seorang Raja pun yang berkuasa seperti Tuhan. kalau sudah mati harus diganti dengan raja lain. yang tiada Tuhan selain Dia!" (pangkal ayat 23). sebab Raja-raja itu dianjung maka tinggi. Maha Pemurah dan Maha Penyayang. awan yang berarak. karena tidak ada maksud buruk dalam kekuasaan mutlak itu. sebab penguasa yang aniaya ialah karena dalam dirinya merasa bahwa orang yang dianiaya itu akan jadi penghalang kuasanya.. yaitu Allah! Tidak ada kekuasaan satu raja pun dalam dunia ini yang menyamai Kemaharajaan Allah. Bilamana dia keluar dari negerinya. ‫ال‬ ‫ال‬ "Dialah Allah. ombak yang berdebur sebagai suatu kerajaan. "Rahman dan Rahim. Mereka mengatakan semuanya ini adalah percikan dari sifat Tuhan yang dua itu. di negeri lain itu dia tidak berkuasa lagi. Namun Allah menjadi si Maharaja diraja sejak asal semula jadi yang tidak ada permulaan dan tidak ada kesudahanNya. Maha Rajanya hanya satu. Di sinilah terletak inti ajaran Tauhid. bersifat Sayang. dengan cinta alam ini diciptakan oleh Tuhan. bulan serta bintang. Tidak ada aniaya terhadap hambaNya. diakui baru jadi raja.Tetapi ahli-ahli Tauhid dan Ma`rifat mengatakan bahwa bukanlah daya "daya tarik" atau rahasia terakhir yang menyebabkan alam jadi harmonis. Kekuasaan seorang Raja hanyalah terbatas dalam sempadan-sempadan negerinya saja. "Maha Suci" Dia. Malahan ada raja yang dima'zulkan. Seorang Raja pun hanya berkuasa di kala dia masih hidup. Itulah pegangan hidup kita. Di sana terletak rahasia kejadian alam ini. Alam menjadi sangat teratur karena Penciptanya hanya satu. diambak maka gadang.

sebagai hambaNya yang percaya kepadaNya pun dinamai al-Mu'min.w. Sunnat bagi yang memulai. Abu Daud. Dan damai serta sejahtera itu adalah pula satu di antara nama atau sifat Allah yang terpandang terlukis di dalam alam. maka Tuhan pun menginginkan sejahtera di antara sesama makhlukNya. Termidzi. Tidak ada cacat dan celaNya. yaitu Muslim. wajib bagi yang menyambut. Engkau Salam dan daripada Engkaulah datangnya Salam. Karena lafaznya ialah al-Mu'min yang boleh juga diartikan Yang Beriman. carilah dalam kesejahteraan pada alam. ‫ه‬ ‫ة‬ ‫ال‬ "Ya Allah. Amat banyaklah kumia yang balk dari Engkau. segala sesuatu berjalan dengan aman sentosa. an-Nasa'i. Maha Suci Allah dari keinginan-keinginan yang buruk. Oleh karena salam sejahtera itu adalah nama dan sifat dari Tuhan.a. Sehingga Salam adalah dijadikan syi'ar hidup di antara sesama Muslim. maka ada juga ahli tafsir yang memberikan tafsir bahwa Allah itu memang percaya kepada manusia itu bahwa manusia itu akan sanggup memikul amanatNya. Sejahtera berarti juga tidak kurang suatu apa. tentang setengah daripada wirid yang dibaca sesudah sembahyang ialah." yaitu yang berarti juga damai. tidak Dia mengharap sesuatu bantuan orang lain. ya Tuhan yang Empunya Keagungan dan Kemuliaan. tandanya bahwa orang itu belum mengenal siapa Allah. Tidak Dia minta tolong karena terdesak. Dan ada pula Hadis Nabi s.sama-sama manusia. tidak ada kericuhan dan kekusutan." (Riwayat Jama'ah." atau yang membuat segala sesuatu aman sentosa. orang yang beriman. damai sejahtera. Bila bertemu di antara satu sama lain hendaklah mengucapkan salam. "Maha Sejahtera. Hendak mencari tahu tentang kebesaran Allah. . Ibnu Majah dan ad-Darimi) "Yang Mengurniakan Keamanan. Maha Memelihara.

" . Kalau bukanlah karena kepercayaan Tuhan dan penghargaanNya yang begitu tinggi kepada manusia. al-Ahzab ayat 72 ada dijelaskan oleh Allah sendiri. "Maha Perkasa. yang bernama Wahyu. Seorang Raja besar yang gagah dan disegani dengan pakaian kebesarannya.Sebab di dalam Surat 33. namun semuanya enggan menerima amanat itu karena beratnya. yaitu yang percaya. "Yang Membesarkan Diri. kian sesaat dia kian hancur. Maha Gagah. Dengan demikian maka percayalah Tuhan Allah kepada makhlukNya yang bernama Insan. tidaklah akan diutusnya Nabi-nabi dan Rasul-rasul membawakan petunjuk-petunjuk langsung dari Tuhan. Kuyulah dia ketika berhadapan dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh." Yang apa saja yang telah diaturNya mestilah berlaku. Dan sebab itu pula maka hendaklah tiap-tiap orang yang telah mengaku beriman agar memegang teguh amanat itu selama hidupnya sampai matinya. Mana yang melanggar garis yang telah ditentukanNya pasti binasa. Peraturan yang telah ditegakkan oleh Tuhan itu. Namun Allah tetap gagah. Kian kuyu dan kian layu. Oleh sebab itu boleh juga sifat Tuhan al-Mu'min itu diartikan menurut wajarnya saja. bahwa Dia pemah menawarkan Amanat kepada langit dan bumi dan gunung-gunung. jadi kuyu dan kecillah dia di hadapan kegagahperkasaan Allah. diiringkan oleh pengawal peribadinya yang terdiri dari orang-orang terpilih yang mukanya keren dan bengis. sehingga bertimbalanlah di antara Makhluk sebagai al-Mu'min dengan al-Khaliq sebagai al-Mu'min pula. Bagaimanapun si Raja hendak bertahan. sehingga habis hidupnya. lalu dipikul amanat itu oleh Insan. cobalah bandingkan dengan orang-orang atau manusia yang merasa dirinya gagah perkasa karena ke-dudukan dunia yang pernah dicapainya. namun di antara mereka akan ada yang sanggup. Meskipun Tuhan Maha Tahu bahwa Insan itu akan ada juga yang tidak sanggup memikul amanat. Kuyu dan kecillah dia di hadapan Malaikat Maut yang datang menjemput nyawanya.

. Sebab itu maka dalam satu Hadis Qudsi pernah Dia bersabda. penghiba. Tidaklah mereka perkasa sebagai Allah. Allah itu berhak buat membesarkan diriNya. pengasuh. karena Dia memang Maha Besar (Allahu Akbar). Sebab itu maka manusia yang mencoba menyembah kepada yang selain Allah adalah mereka merendahkan dan menghinakan diri sendiri di hadapan sesamanya makhluk. penyantun. ‫ه‬ "Takabbur itu adalah selendangKu. Dan tidaklah mereka dapat mengangkat menjadi mutakabbir. "Maha Sucilah Allah dari apa pun yang mereka persekutukan. Semua adalah sama-sama hamba Allah. muliakan. disembah. Keperkasaan adalah kainKu. Karena memang padaNyalah berkumpul sifat-sifat yang sempuma itu. membesarkan diri ini. pemberi ampun. " (ujung ayat 23). pendidik. Padahal hanya Allah sahaja yang berhak dan yang patut dia puja. pemberi maaf dan sebagainya. Manusia bolehlah berusaha meniru meneladan sifat-sifat Allah yang sesuai untuk dirinya sebagai manusia." Artinya pakaian yang pantas Aku memakainya. penyayang. Misalnya pengasih.Arti yang kita ambil dari Mutakabbir dan yang telab menjadi hahasa Melayu (Indonesia) tekebur dari kata takabbur. terutama tentang takabbur atau mutakabbir. Karen tidak ada satu manusia yang lebih besar dari manusia yang lain. Artinya tidaklah sanggup orang-orang atau barang-barang yang mereka sembah itu mendatangkan sejahtera atau keamanan. pemurah. Tegasnya ialah bahwa sifat-sifat yang begitu agung dan mulia dan tinggi tidaklah ada pada segala apa yang dicoba menyembah dan memujanya oleh setengah manusia yang musyrik. Pada Allah Ta'ala memang patutlah sifat itu dan itulah yang layak. Tidaklah mereka gagah segagah Tuhan. Tetapi janganlah manusia hendak meniru sifat yang tidak boleh ditirunya.

Rupa sesuatu menentukan untuk namanya. anak dari satu ayah tidak juga ada yang serupa. yang mengatakan bahwa alam itu qadim.000. lalu dijadikannya daripada tidak ada kepada ada. Sebab itu maka terjadilah alam ada permulaan.000. Tidak serupa wajahnya.000. Sepuluh orang saudara yang dilahirkan oleh seorang ibu. Meskipun ada perbedaan warna kulit. lain dari bentuk makhluk yang lain." Ini pun diperingatkan. Jadi bukanlah alam yang Dia ciptakan itu sama terjadi dengan Dia. yaitu bahwasanya setiap manusia ditentukan oleh wajahnya. Maha Pencipta. Yaitu bahwa kehendak menjadikan alam dalam berbagai bentuknya ini adalah dari Dia sendiri. Tiap seseorang diberi satu bentuk badan. satu sidik jari. misalnya dia si Ahmad. sebagaimana kepercayaan yang dianut oleh ahli-ahli filsafat. sehingga di mana pun dia berada. ada yang putih."Dialah Allah. tidak serupa sidik jarinya dan tidak serupa bunyi suaranya. . satu bunyi suara. khususnya manusia. Pada waktu tafsir ini disusun manusia yang berada di permukaan bumi adalah sekitar 4. Sebab itu maka makhluk (yang dijadikan) ini tadinya tidaklah ada. Tidak seorang jua pun yang serupa semua berlain rupa. sedang Allah itu jadi dengan sendiriNya dan tidak ada permulaanNya. satu seri muka. tidak karena dikehendaki oleh yang lain. dia dapat dikenal. namun yang sama-sama hitam pun tidaklah serupa." (pangkal ayat 24). segala sesuatu ditentukan namanya. bukan si Hamid. "Yang Membentuk rupa. (empat milyard). " daripada tidak ada kepada ada. "Yang Mengadakan. diberi bentuk sendiri. Setelah dia diciptakan oleh Allah. kuning dan hitam dan sawo matang. jenisnya dan rerumpunannya karena ciri-ciri khas yang ditentukan pada rupanya.

Beribu-ribu mobil keluar dalam setahun. tidaklah boleh kita menambah nama Allah dari yang telah ditentukan Tuhan dan dijelaskan Rasulullah s. hanyalah sekedar sekali setahun seorang Insinyur merangkap ahli astetik memikirkan bentuk apa yang layak bagi mobil itu untuk tahun depan. namun bentuknya sama. Karena hendak mengetahui kesempurnaan zat Tuhan hendaklah dengan memahamkan tiap-tiap nama Tuhan yang baik itu. yang mesti difahamkan benar-benar. mesinnya sama." Tuhan berulang kali memberi ingat tentang nama-namaNya yang baik ini di dalam al-Quran. Di Surat al-A'raf (Juzu' 9) al-Asmaul Husnaa telah kita uraikan juga.a. Tetapi tentang sifat Allah. Telah diisyaratkan di dalam Surat 7 al-A`raf ayat 180. Tetapi jika dikumpulkan semua nama dari sekalian Hadis itu terdapat lebih dari 99. disertai sifat-sifatNya yang sempurna dan nama-namaNya yang baik adalah termasuk kesempumaan Tauhid. atau "model"nya sama. Sebuah pabrik mobil di Detroit yang terkenal mengeluarkan mobil dari pabriknya sekali dalam lima menit.w. Surat 20. Siapa yang menghapal dan memahamkannya dijanjikan masuk syurga. Di dalam Surat 17." . Imam Ghazali menyatakan pendapat bahwa tentang nama-nama. Ada terdapat dua tiga Hadis tentang al-Asmaul Husnaa itu. asal mengandung akan kemuliaan Ilahi. Dan nama-nama Tuhan yang tersebut sejak ayat 22 sampai ayat 24 ini adalah termasuk di dalam al-Asmaul Husnaa itu jua adanya.Fikirkanlah kekayaan dan kebesaran Allah. Di salah satu Hadis dikatakan bahwa nama itu 99 banyaknya. model tahun seribu sembilan ratus sekian….Tetapi manusia lahir setiap detik di seluruh dunia. "Bertasbih kepadaNya apa pun yang ada pada sekalian langit dan bumi. masing-masing membawa bentuk dan rupa sendiri. "BagiNyalah nama-nama yang baik. Karena tidaklah akan dikenal kesempumaan Zat kalau tidak diketahui sifatnya dan tidak diketahui namanya. Thaha ayat 8. al-Isra' ayat 110. dan ayat 24 penutup Surat al-Hasyr sekarang ini. Ma`rifat atau mengenal kesempumaan Tuhan Yang Maha Mulia. Berkata Sayid Ibnul Murtadhaa dalam kitabnya " litsaarul Haqq ". bolehlah kita menyatakan pendapat kita lebih luas dari nama yang telah tersebut.

disertai budi yang tinggi manusia akan turut merasakan tasbih dari sekalian yang di langit dan di bumi itu." (ujung ayat 24). Akal dan perasaan halus manusia. Kedua beliau menerima anjuran dari Rasulullah s. tidak takut menghadapi apa pun dan siapa pun yang ada di hadapan kita. Maha Bijaksana. "Dan Dia adalah Maha Perkasa. Abu Hurairah dan Anas bin Malik. Maha Bijaksana. Memang kalau kita baca dengan saksama dan kita fahamkan aI-Asmaul Husnaa yang terkandung di ketiga ayat terakhir itu.a.w. sebab kedua beliau termasuk pembantu Peribadi. peraturan dan kekuasaan yang telah Dia garis. kita kena sinar dari KebesaranNya. jiwa kita akan tegak dan teguh. Alhamdulillah . keduanya banyak hidup di dekat Nabi sehari-harian. supaya memperbanyak membaca akhir dari Surat al-Hasyr ini.Yang berarti tunduk dan patuh akan peraturanNya. karena di dalam menyerahkan diri kepada Allah. sehingga akal budi yang mendalam akan merasakan kagum melihat kebijaksaan yang tinggi itu. sehingga tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menantang ketentuan. Dan ini semuanya telah banyak dibicarakan pada kesempatan-kesempatan yang lain. Maha Perkasa. Selesai Tafsir Surat al-Hasyr.