You are on page 1of 14

PERANGKAP STRUKTUR CEKUNGAN SUMATRA TENGAH Oleh : Diyoko/2010/411110098/TG

PENDAHULUAN
Perangkap reservoir merupakan unsur paling penting dalam keterkaitan antara minyak dan gas bumi. Exsplorasi atau pencarian minyak bumi sampai kini ditujukan kepada pencarian perangkap atau trap, perangkap pada reservoir dimana seolah-olah minyak terjebak atau tersangkut dalam suatu keadaan sehingga tidak bisa lepas lagi hal ini disebabkan karena walaupun minyak merupakan suatu fasa tersendiri, namun selalu berada bersamasama dengan air. Minyak bumi biasanya tidak terdapat dalam batuan dimana minyak bumi tersebut terbentuk. Minyak bumi terbentuk dalam batuan induk yang berupa batuan sedimen yang berbutir halus dari batuan lempung dan kapur. Pemboran minyak ke dalam batuan induk jarang menghasilkan minyak bumi, kecuali dalam jumlah yang relatif kecil. Minyak bumi terdapat dalam batuan pasir yang terbuka dan batuan kapur yang berpori yang disebut batuan reservoir karena tekanan yang tinggi dalam batuan sedimen induk, maka minyak bumi bersama dengan gas yang terbentuk dan air laut akan terdorong dan berpindah atau bermigrasi melalui batuan pasir yang berpori dan retakan-retakan batuan kapur yang akhirnya akan tertahan oleh struktur batuan yang taktembus(impervious) dari batuan reservoir. Karena gerakan gas, minyak bumi dan air ke

atas, maka batuan reservoir harus tertutup pada bagian puncak dan sisinya oleh batuan yang cukup rapat(dense). Jadi adanya lapangan minyak bumi tidak saja tergantung pada adanya minyak bumi saja tetapi juga tergantung adanya batuan yang mempunyai porositas dan permebilitas yang cukup dan yang ditutupi oleh batuan tudung(cap rock). Struktur geologi yang demikian disebut perangkap(trap). Berbagai macam perangkap mempunyai berbagai macam nama. Perangkap yang umum adalah Antiklin. Antiklin yang bentuknya lebih bundar disebut dome. Perangkap stratigrafi adalah perangkap dimana sifat lapisan batuan berubah dari berpori menjadi tidak berpori, sehingga menghasilkan kantung yang dapat terisi oleh minyak.

ISI
Perangkap struktur merupakan perangkap yang paling original dan sampai dewasa ini merupakan perangkap yang paling penting. Berbagai unsur perangkap yang membentuk lapisan pengikat dan lapisan reservoir dapat menangkap minyak disebabkan karena gejala tektonik dan struktur, misalnya pelipatan dan pematahan. Perangkap lipatan Perangkap lipatan adalah perangkap yang disebabkan oleh perlipatan yang merupakan perangkap utama, perangkap

1

Basin Sumatra Earth, 2013

Suatu lipatan dapat saja terbentuk tanpa terjadinya tutupan sehingga tidak dapat disebut suatu perangkap. Jadi dimana titik tertinggi menyinggung bidang horizontal. Perlipatan berulang Yaitu perlipatan yang terjadi secara berulang-ulang pada waktu berlangsungnya sedimentasi. Menurut levorsen (1958) menghilangnya tutupan dapat disebabkan oleh factor pembentukan lipan serta pengaruh ke dalamnya antara lain : 1. Dengan demikian wadah suatu cairan pada permukaan bumi maka suatu perangkap mempunyai titik limpah dan batas maksimal wadah dapat diisi oleh cairan disebut tutupan atau closure. selain itu juga tutupan sangat tergantung pada factor struktur dan posisinya ke dalam. Perlipatan bersifat tidak selaras Yaitu cara perlipatan di atas dan di bawah sauatu lapisan tertentu yang tidak sama.(gambar5.2). lapisan penyekat merupakan bidang batas maksimal dari minyak dan air karena jika batas ini lebih rendah minyak akan melimpah keluar dari perangkap. Lapisan bisa saja terlihat bagus sekali menjadi antiklin dengan tutupan . Namun harus diperhatikan pula bahwa perangkap ini harus ditinjau dari segi 3D. minyak tidak bisa lari keatas karena terhalang oleh lapisan penyekat. juga ketepi terhalang oleh lapisan penyekat yang melengkung kedaerah tepi. tetapi bia pula terdapat suatu lapisan yang tidak kompeten yang dibawahnya ternyata tidak perlipatan sama sekali. 3. tutupan ini sangat penting karena menentukan besar kecilnya cadangan yang mungkin didapatkan perangkap. Dalam mengevaluasi suatu perangkap minyak. di lain pihak apabila lapisan terlipat sedang maka makin kedalam akan lebih baik. sedangkan kebawah terhalang oleh adanya batas air minyak atau bidang ekipotensial.8) 2. Jadi 2 Basin Sumatra Earth. 2013 . jadi bukan saja kebarat dan ketimur tetapi juga kearah uatara dan selatan harus terhalang oleh lapisan penyekat. Hubungan antara titik limpah dengan btasa maksimal perangkap yang dapat diisi minyak disebut tutupan areal(areal clousure) sedangkan tinggi kolom minyak yang maksimal disebut tutupan vertical(vertical closure).yang paling penting dan juga merupakan perangkap yang pertama kali dikenal dalam pengusahaan minyak bumi. Bentuk lipatan Yaitu apakah lipatan sejajar atau sebangun.4) dalam suatu Dalam mengevaluasi suatu perangkap harus dilihat dulu ada tidaknya tutupan pada lipatan.(gambar5. Unsur yang mempengaruhi pembentukan perangkap ini ialah lapisan penyekat dan penutup yang berada diatasnya dan dibentuk sedemikain rupa sehingga minyak tidak bisa lari kemana-mana(gambar5. dalam hal lipatan sejajar atau konsentrik maka lipatan makin kedalam makin menghilang atau makin kecil tutupannya dan kadang-kadang menghilang sama sekali. Batas bawah suatu akumulasi minyak ditentukan oleh batas air dan minyak yang disebut bidang ekipotensial. Hal ini disebabkan karena pengaruh adanya berbagai lapisan yang tidak kompeten.

(gambar5. Patahan yang berdiri sendiri tidak dapat membentuk suatu perangkap.12) 6. maka dalam dimensi lain harus juga terjadi pematahan untuk 3 Basin Sumatra Earth. Jiak tekanan tersebut lebih besar dari pada tekanan kapiler maka minyak masih dapat tersalurkan melalui patahan. Harus ada paling sedikit dua patahan yang berpotongan Jika hanya terdapat suatau kemiringan wilyah dan suatu patahan disatu pihak. 2. Konvergensi lipatan Yaitu menipisnya lapisan ke suatu arah karena pengaruh penipisan perlapisan ke suatu arah maka danya suatu tutupan pada permukaan dapat saja menghilang pada kedalaman dimana lapisan reservoir terdapat. karena walaupun minyak tersekat dalam arah pematahan tetapi dalam arah lain tidak ada penyekatan kecuali kalau ketiga pihak lainnya tertutup oleh berbagai macam patahan. Besar kecilnya tekanan yang disebabkan karena pelampungan minyak atau kolom minyak terhadap besarnya tekanan kapiler menentukan sekali apakah patahan itu bertindak sebagai suatu penyalur atau penyekat.dari atas bisa kelihatan suatu lipatan yang landai yang memperlihatkan tutupan pada permukaan tetapi ke bawah makin berubah atau menjadi lebih ketat serta tidak memperlihatkan tutupan. tetapi jika lebih kecil maka patahan tersebut akan bertindak sebagai suatu penyekat.(gambar5. Dalam hal ini smith (1966) berpendapat bahwa persoalan patahan sebagai penyekat sebetulnya tergantung fari tekanan kapiler pengkajian teoritis memperlihatkan bahwa patahan dalam batuan yang basah air tergantung pada tekanan kapiler dari medium dalam jalur patahan tersebut. adapun beberapa unsure lain yang harus dipenuhi untuk terjadinya suatu perangkap : 1. maka dalam suatu penampang mungkin kelihatannya sudah terjadi suatu perangkap. Adanya kemiringan wilayah Lapisan yang tidak miring atau sama sekali sejajar tidak dapat membentuk perangkap. 2013 .10) 4. Suatu lipatan yang diatas suatu ketidakselarasan mungkin saja tidak terdapat dibawahnya karena struktur yang diatas dan dibawah tentu akan berlainan(gambar5. Terkadang dipersoalkan pula apakah patahan itu bersifat penyekat ataukah penyalur. Lipatan asimetris Memberikan bidang sumbu yang miring sehingga menentukan pula lokasi dari pada tutupan atau kulminasi. Tetapi harus dipenuhi pula syarat bahwa perangkap atau penutupan itu terjadi dalam 3D. maks dalam mengevaluasi suatu lipatan yang asimetris ada kalanya kulminasi pada permukaan itu telah tergeser kearah miringnya bidang sumbu kelipatan(gambar5. Ketidakselarasan Jelas mempunyai efek yang penting.13) Perangkap patahan Patahan dapat juga bertindak sebagai unsur penyekat minyak dalam penyaluran penggerakan minyak selanjutnya.11) 5.

Patahan transversal Patahan transversal/horizontal atau disebut pula wrench-faults atau strike-slip fault dapat bertindak juga sebagai perangkap. 2.16) Dalam hal ini perangkap patahan terbagi atas 5 : 1. Patahan naik Patahan naik juga dapat betindak sebagai suatu unsur perangkap dan biasanya selalu berasosiasi dengan lipatan yang ketat ataupun asimetris.(gambar 5.14) 3. Patahan normal Patahan normal biasa sekali terjadi sebagai suatu unsure perangkap. Contoh patahan dengan lipatan asimetri yang berada pada formasi talang akar di sumtra selatan dimana terdapat lipatan dan di tempat lain terdapat patahan naik 3. terutama dalam kombinasi dengan adanya lipatan.15) 4. sedimentasi berlangsung terus sehingga dengan demikian terjadi suatu lapisan yang sangat tebal.(gambar 5. Struktur dan tektonik cekungan Sumatra Tengah Cekungan Sumatra tengah merupakan cekungan sedimentasi tersier penghasil hidrokarbon terbesar di Indonesia. tetapi dipihak lainnya justru terdapat patahan yang melengkung sehingga semua arah tertutup oleh patahan dan kemiringan wilayah. Seringkali patahan tumbuh ini menyebabkan adanya suatu rool over sehingga juga disini kita lihat suatu kombinasi antara perlipatan yang memperlihatkan tutupan dan patahan. Harding(1974) menekankan pentingnya unsure patahan transversal sebagai pelengkap perangkap struktur. Patahan tumbuh Patahann tumbuh merupak suatu patahan normal yang terjadi secara bersamaan dengan akumulasi sedimen dimana pada foot wall sedimen tetap tipis sedangkan di hanging wall selain terjadi penurunan. 2013 .(gambar 5. Pada umumnya perangkap patahan transversal merupakan pemancung oleh penggeseran patahan terhadap kulminasi setengah lipatan dan pelengkungan struktur pada bagian penunjaman yang terbuka. Ditinjau dari posisi tektoniknya. sedangkan arah lainnya tertutup oleh adanya perlengkungan dari perlapisan ataupun bagian dari perlipan. suatu rool over dalam patahan tumbuh sangat penting karena asosianya dengan minyak bumi. Cekungan Sumatra tengah merupakan cekungan 4 Basin Sumatra Earth.19) 4. Adanya suatu pelengkungan lapisan atau suatu perlipatan Dalam hal ini patahan merupakan suatu unsur penyekat dalam satu arah. Biasanya minyak lebih sering terdapat di dalam hanging wall dari pada di dalam foot wall.menutup kearah tersebut. Pelengkungan dari pada patahannya sendiri dan kemiringan wilayah Dalam hal ini disuatu arah mungkin lapisan itu miring.(gambar 5.

Tektonik ekstensional selama Tersier awal dan Tersier tengah (Paleogen) menghasilkan sistem graben berarah Utara-Selatan dan Barat lautTenggara. Batas cekungan sebelah Barat daya adalah Pegunungan Barisan yang tersusun oleh batuan preTersier. rawa hingga lingkungan lakustrin. terutama bersumber dari daratan Sunda dan dari arah Timur laut meliputi Semenanjung Malaya. dimana pola struktur utama yang berkembang berupa struktur Barat lautTenggara dan Utara-Selatan. struktur sesar naik dan adanya flower structure yang terbentuk pada saat inversi tektonik dan pembalikanpembalikan struktur. Sejarah tektonik cekungan Sumatra tengah secara umum dapat disimpulkan menjadi beberapa tahap. Proses subduksi lempeng HindiaAustralia menghasilkan peregangan kerak di bagian bawah cekungan dan mengakibatkan munculnya konveksi panas ke atas dan diapir-diapir magma dengan produk magma yang dihasilkan terutama bersifat asam. diakomodir oleh adanya struktur-struktur berarah UtaraSelatan.belakang busur. Adapun batas cekungan sebelah barat laut yaitu Busur Asahan. Kondisi sedimentasi pada pertengahan Tersier ini lebih dipengaruhi oleh fluktuasi muka air laut global (eustasi) yang menghasilkan episode sedimentasi 5 Basin Sumatra Earth. sifat magma dalam dan hipabisal. Cekungan Sumatra tengah ini relatif memanjang Barat laut-Tenggara. dan ditutup oleh kondisi lingkungan fluvial-delta pada akhir fase rifting. Selama deposisi berlangsung di Oligosen akhir sampai awal Miosen awal yang mengendapkan batuan reservoar utama dari kelompok Sihapas. sedangkan ke arah Timur laut dibatasi oleh paparan Sunda. terdiri dari sutur yang berarah Barat laut-tenggara 2. Subduksi lempeng yang miring dari arah Barat daya pulau Sumatra mengakibatkan terjadinya strong dextral wrenching stress di Cekungan Sumatra tengah. Selain itu. Hal ini dicerminkan oleh bidang sesar yang curam yang berubah sepanjang jurus perlapisan batuan. Batas tenggara cekungan ini yaitu Pegunungan Tigapuluh yang sekaligus memisahkan Cekungan Sumatra tengah dengan Cekungan Sumatra selatan. terjadi juga aliran panas dari mantel ke arah atas melewati jalur-jalur sesar. Struktur geologi daerah cekungan Sumatra tengah memiliki pola yang hampir sama dengan cekungan Sumatra Selatan. 4. 3. 2013 . Konsolidasi Basement pada zaman Yura. Walaupun demikian. yaitu : 1. Basement terkena aktivitas magmatisme dan erosi selama zaman Yura akhir dan zaman kapur. Selain itu. Proses akumulasi sedimen dari arah timur laut Pulau Sumatra menuju cekungan. Sedimen klastik diendapkan. struktur berarah Utara-Selatan jauh lebih dominan dibandingkan struktur Barat laut–Tenggara. hal-hal tersebutlah yang mengakibatkan tingginya heat flow di daerah cekungan Sumatra tengah Faktor pengontrol utama struktur geologi regional di cekungan Sumatra tengah adalah adanya Sesar Sumatra yang terbentuk pada zaman kapur. dimana pembentukannya dipengaruhi oleh adanya subduksi lempeng Hindia-Australia dibawah lempeng Asia. Kaitan aktivitas tektonik ini terhadap paleogeomorfologi di Cekungan Sumatra tengah adalah terjadinya perubahan lingkungan pengendapan dari longkungan darat. tektonik Sumatra relatif tenang. yang memisahkan Cekungan Sumatra tengah dari Cekungan Sumatra utara. terbentuknya sumbu perlipatan yang searah jurus sesar dengan penebalan sedimen terjadi pada bagian yang naik (inverted). Secara keseluruhan.

Arah sedimentasi pada Miosen akhir di Cekungan Sumatra tengah berjalan dari arah selatan menuju utara dengan kontrol struktur-struktur berarah utara selatan. 1. 6 Basin Sumatra Earth.transgresif dari kelompok Sihapas dan Formasi Telisa. Eubank dan Makki (1981) serta Heidrick dan Aulia (1993) menyebutkan bahwa batuan dasar Cekungan Sumatra Tengah terdiri dari batuan berumur Mesozoikum dan batuan metamorf karbonat berumur Paleozoikum-Mesozoikum. Kelompok ini tersusun oleh litologi greywacke. 5. meta-argilit. Pegunungan Barisan ini menjadi sumber sedimen pengisi cekungan selanjutnya (later basin fill). Kelompok ini terletak di bagian barat dan barat daya Kelompok Mutus yang dapat dikorelasikan dengan pebbly mudstone Formasi Bahorok (Kelompok Tapanuli) yang berumur Perm . Batuan tersebut dari timur ke barat terbagi dalam 3 (tiga) satuan litologi. Ketiganya hampir paralel berarah NNW-NW. Mutus Assemblage.Karbon.Mallaca Terrane Mallaca Terrane disebut juga Quartzite Terrane. yaitu Mallaca Terrane. yaitu batuan dasar (basement). Formasi Petani dan Formasi Minas A. Litologinya terdiri dari baturijang radiolaria. Kelompok Mutus ini terletak di sebelah barat daya coastal plain. 3. 2. Mutus Assemblage Mutus Assemblage atau Kelompok Mutus merupakan zona sutura yang memisahkan antara Mallaca Terrane dan Greywacke Terrane. dan Greywacke Terrane. pebbly mudstone dan kuarsit. Kelompok Pematang. Greywacke Terrane Greywacke Terrane disebut juga Deep Water Mutus Assemblage. litologinya terdiri dari kuarsit. Kelompok ini dijumpai pada Coastal Plain. 6. lapisan tipis batugamping dan batuan beku basalt serta sedimen laut dalam lainnya. batugamping kristalin serta intrusi pluton granodioritik dan granitik yang berumur Jura. yaitu pada bagian timur dan timur laut Cekungan Sumatra Tengah. ditutup oleh episode sedimentasi regresif yang menghasilkan Formasi Petani. Akhir Miosen akhir volkanisme meningkat dan tektonisme kembali intensif dengan rejim kompresi mengangkat pegunungan Barisan di arah Barat daya cekungan. argilit. Tektonisme Plio-Pleistosen yang bersifat kompresif mengakibatkan terjadinya inversi-inversi struktur Basement membentuk sesar-sesar naik dan lipatan yang berarah Barat laut-Tenggara. Kelompok Sihapas. Tektonisme PlioPleistosen ini juga menghasilkan ketidakselarasan regional antara formasi Minas dan endapan alluvial kuarter terhadap formasi-formasi di bawahnya. Stratigrafi cekungan Sumatra Tengah Stratigrafi regional Cekungan Sumatra Tengah tersusun dari beberapa unit formasi dan kelompok batuan dari yang tua ke yang muda. serpih merah. 2013 . Batuan Dasar (Basement) Batuan dasar (basement) berumur Pra Tersier berfungsi sebagai landasan Cekungan Sumatra Tengah.

dan Duri). Kelompok Pematang (Pematang Group) Kelompok Pematang merupakan lapisan sedimen tertua berumur EosenOligosen yang diendapkan secara tidak selaras di atas batuan dasar. batupasir kasar. batupasir. berwarna cokelat sampai hitam mengindikasikan lingkungan pengendapan dengan kondisi air tenang seperti lakustrin. merupakan suatu seri sedimen pada saat aktifitas tektonik mulai berkurang. Kompresi yang terjadi bersifat setempat yang ditandai dengan pembentukan sesar 7 Basin Sumatra Earth. Formasi Upper Red Bed Formasi Upper Red Bed di beberapa tempat dijumpai ekivalen secara lateral dengan Formasi Brown Shale dan di tempat lain menunjukkan menumpang di atasnya. 2013 . Sedangkan pada lingkungan danau litologinya terdiri dari batulempung dan batupasir halus berselingan dengan serpih danau yang kaya material ornagik. Litologi penyusunnya terdiri dari serpih berlaminasi baik. Formasi Telisa. dan sedikit batupasir yang diendapkan pada lingkungan lakustrin. Kelompok ini diendapkan pada lingkungan fluvial dan danau dengan sedimen yang berasal dari tinggian sekelilingnya. Litologinya terdiri atas serpih. terjadi selama Oligosen Akhir sampai Miosen Tengah. Formasi Brown Shale.Secara tidak selaras diatas batuan dasar diendapkan suksesi batuan-batuan sedimen Tersier. Serpih organik dari Kelompok Pematang merupakan batuan induk (source rock) bagi hidrokarbon yang ada di Cekungan Sumatra Tengah Kelompok ini tersusun oleh Formasi Lower Red Bed. Kelompok Sihapas (Formasi Menggala. batulanau. Pada bagian cekungan yang lebih dalam dijumpai perselingan batupasir yang diperkirakan diendapkan oleh mekanisme arus turbidit. Bangko. 3. Sedimen Kelompok Pematang disebut sebagai Syn Rift Deposits. B. pada lingkungan darat dengan sistem pengendapan kipas alluvial dan berubah secara lateral menjadi lingkungan fluviatil dan lakustrin. Formasi Lower Red Bed Formasi Lower Red Bed tersusun atas litologi batulumpur (mudstone). kaya akan material organik. Formasi Brown Shale Formasi Brown Shale menumpang di atas Lower Red Bed namun di beberapa tempat menunjukkan adanya kesamaan lingkungan pengendapan secara lateral. Formasi ini diendapkan C. batubara. dan Formasi Upper Red Bed. Pada lingkungan fluvial litologinya terdiri dari konglomerat. 2. 1. Bekasap. dan sedikit konglomerat. dan batulempung aneka warna. Formasi Petani dan diakhiri oleh Formasi Minas. Kelompok Sihapas (Sihapas Group) Kelompok Sihapas diendapkan di atas Kelompok Pematang. Stratigrafi Tersier di Cekungan Sumatra Tengah dari yang tua ke yang paling muda adalah Kelompok Pematang.

Sedimen klastik diendapkan pada Fluvial Braided Stream dan secara lateral berubah menjadi Marine Deltaic ke arah utara. Litologinya tersusun atas batulempung yang diendapkan pada lingkungan laut terbuka (Open Marine Shelf) mulai dari lingkungan paparan (shelf) sampai delta plain dan batulempung karbonatan yang berselingan dengan batupasir lanau dan berubah secara lateral menjadi batugamping pada daerah yang sedikit menerima suplai material klastik. Formasi Bangko Formasi Bangko diendapkan secara selaras di atas Formasi Menggala. Batupasir Formasi Bekasap adalah sedimen yang secara 8 Basin Sumatra Earth. sedangkan pada daerah yang tinggi ketebalannya tidak lebih dari 300 kaki.Kelompok Sihapas ini terdiri dari Formasi Menggala. Formasi ini berubah secara lateral dan vertikal ke arah barat menjadi Marine Shale yang termasuk Formasi Bangko dan menjadi lingkungan transisi dan laut terbuka ke arah timur yang merupakan Formasi Bekasap. 2. Formasi Bekasap Formasi Bekasap disusun oleh litologi batupasir glaukonit halus sampai kasar. 2013 . berselang-seling dengan serpih tipis. Kadang kala dijumpai lapisan tipis batubara dan batugamping. 1. Ketebalan formasi ini mencapai 1300 kaki. struktur sedimen masif. Periode ini diikuti oleh terjadinya subsiden kembali dan transgresi ke dalam cekungan tersebut. Ketebalan formasi ini mencapai 300 kaki. Formasi Bekasap. Pengaruh lingkungan laut menyebabkan pengendapan foraminifera yang berfungsi sebagai penunjuk umur formasi ini yaitu Miosen Awal.Formasi Menggala onlap terhadap basement dan struktur yang dihasilkan oleh inversi Oligosen dan jarang dijumpai pengendapan di atas tinggian. Diendapkan pada saat Miosen Awal pada lingkungan Fluvial Channel dengan ketebalan pada tengah cekungan sekitar 900 kaki. Proses geologi yang terjadi pada saat itu adalah pembentukan morfologi hampir rata (peneplain) yang terjadi pada Kelompok Pematang dan basement yang tersingkap. 3. Batupasir formasi ini merupakan reservoir yang penting pada Cekungan Sumatra Tengah. Formasi ini merupakan batuan tudung (seal) bagi batupasir yang ada di bawahnya. Litologinya tersusun atas batupasir konglomeratan berselang-seling dengan batupasir halus sampai sedang.dan lipatan pada tahap inversi yang terjadi bersamaan dengan penurunan muka air laut global. Formasi ini diendapkan pada Miosen Awal di lingkungan delta plain dan delta front atau laut dangkal. Formasi Duri dan Formasi Telisa. Formasi Bangko. dan diendapkan secara selaras di atas Formasi Bangko. Formasi Menggala Formasi Menggala merupakan bagian terbawah dari Kelompok Sihapas yang berhubungan secara tidak selaras dengan Kelompok Pematang yang dicirikan oleh kontak berupa hiatus.

Kelompok Petani (Petani Group) Formasi Petani berumur Miosen Tengah-Pliosen. memiliki hubungan menjari dengan Formasi Bekasap di sebelah barat daya dan menjari dengan Formasi Duri di sebelah timur laut (Yarmanto & Aulia. Formasi Telisa Formasi Telisa berumur Miosen Awal-Miosen Tengah. berwarna abu kecoklatan dan terkadang dijumpai batugamping. Lingkungan pengendapan berubah dari laut pada bagian bawah menjadi daerah delta pada bagian atasnya. Seri tersebut dicirikan oleh batupasir berbutir halus sampai sedang yang secara lateral menjadi batupasir laut dalam dari Formasi Telisa. berbutir halus sampai kasar. Di beberapa tempat Formasi Duri mempunyai umur yang sama dengan Formasi Bekasap. Formasi Duri Formasi Duri diendapkan secara selaras di atas Formasi Bekasap dan merupakan bagian teratas dari Kelompok Sihapas. 1997). Formasi ini dikenal sebagai batuan tudung dari reservoar Kelompok Sihapas di Cekungan Sumatra Tengah. Formasi ini diendapkan secara tidak selaras di atas Formasi Telisa dan Kelompok Sihapas. pantai dan ke atas sampai lingkungan delta yang menunjukkan regresi laut. Ketebalan formasi ini mencapai 1600 kaki. Formasi ini diendapkan secara selaras di atas Formasi Bangko. 1998). 4. al. 5. D. Komposisi dominan batupasir adalah kuarsa. Formasi ini diendapkan mulai dari lingkungan laut dangkal. batulempung.Formasi Petani merupakan awal dari fase regresif yang menunjukkan akhir periode panjang transgresif di Cekungan Sumatra Tengah. Litologinya tersusun oleh suksesi batuan sedimen yang didominasi oleh serpih dengan sisipan batu lanau yang bersifat gampingan. batupasir glaukonitan. Kandungan fosil foraminifera menunjukkan umur Miosen Awal. Litologinya terdiri dari batupasir. 9 Basin Sumatra Earth. Litologinya tersusun atas suatu seri batupasir yang terbentuk pada lingkungan inner neritic-deltaic di bagian utara dan tengah cekungan. Formasi ini berumur Miosen Tengah dengan ketebalan mencapai 900 kaki. Lingkungan pengendapannya berupa neritic sampai non-marine (Dawson. 2013 . et. umumnya tipis dan mengandung sedikit lempung yang secara umum mengkasar ke atas. sedangkan batubara banyak dijumpai di bagian atas dan terjadi pada saat pengaruh laut semakin berkurang.diacronous menutup Cekungan Sumatra Tengah yang pada akhirnya menutup semua tinggian yang terbentuk sebelumnya. Formasi ini berisi sikuen monoton shale-mudstone dan berisi interkalasi batupasir minor dan lanau yang ke arah atas menunjukkan pendangkalan. dan batugamping yang dijumpai pada bagian bawah.

Selain itu. pasir kuarsa lepas berukuran halus sampai sedang serta limonit berwarna kuning. Pengendapan yang terus berlanjut sampai sekarang menghasilkan endapan alluvium yang berupa campuran kerikil. Disusun oleh pasir dan kerikil. ketat ini tidaklah terlalu baik untuk terjebaknya minyak bumi karena struktur menjadi terlalu rumit. pasir dan lempung. Formasi Minas (Minas Formation) Formasi Minas merupakan endapan Kuarter yang diendapkan secara tidak selaras di atas Formasi Petani. sering pula lipatan terjadi bukan semata-mata karena gaya tektonik tetapi karena pembebanan atau kompaksi yang terdapat diatas suatu peninggian batuan dasar (basement high). maka terbentuklah dextral wrench fault yang meluas ke arah barat laut sepanjang busur vulkanik Sumatra yang berasosiasi dengan zona subduksi. KESIMPULAN Perlipatan sering kali di persoalkan dikarenakan terbentuknya disebabkan oleh gaya transversal atau gaya vertical. Cekungan Sumatra tengah merupakan cekungan belakang busur. dengan demikian dalam explorasi regional basement high harus mendapatkan perhatian khusus. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatra ini mengakibatkan adanya pembagian/penyebaran vektor tegasan tektonik. Cekungan Sumatra tengah ini relatif memanjang Barat laut-Tenggara. Namun dalam cekungan sedimen. pelipatan yang 10 Basin Sumatra Earth. Minyak bumi lebih banyak terjebak dalam struktur lipatan yang sangat landai dan sering kali perlipatan berasosiasi dengan dengan patahan normal. Struktur-struktur di Sumatra membentuk sudut yang besar terhadap vektor konvergen. Formasi ini berumur Plistosen dan diendapkan pada lingkungan fluvial-alluvial. Batas lempeng ditandai oleh adanya zona subduksi di Sumatra-Jawa. Pada konsep tektonik lempeng maka pada pertemuan dua lempeng terjadi berbagai gaya kompresi yang menyebabkan terjadinya lipatan yang ketat sekali. Basement high selain memperlihatkan lipatan juga ada kemungkinan membentuk suatu sumber sedimen yang memungkinkan diendapkannya sedimen kasar disekitarnya. yaitu slip-vector yang hampir tegak lurus dengan arah zona peminjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak.E. dimana pembentukannya dipengaruhi oleh adanya subduksi lempeng Hindia-Australia dibawah lempeng Asia. 2013 . Lipatan yang demikian disebut supratenous folding dan biasanya merupakan tempat tumbuhnya terumbu.

11 Basin Sumatra Earth. 2013 .

12 Basin Sumatra Earth. 2013 .

2013 .Tektonik Cekungan Sumatra Tengah 13 Basin Sumatra Earth.

2013 .14 Basin Sumatra Earth.