PROSES MENUA

 TAHAP PROSES MENUA TERJADI PADA ORANG DENGAN USIA BERBEDA  MASING-MASING LANJUT USIA MEMPUNYAI KEBIASAAN YANG BERBEDA  TIDAK ADA SATU FAKTORPUN DITEMUKAN UNTUK MENCEGAH PROSES MENUA

I. TEORI BIOLOGI
a. hayflick Limit Theori • tiap spesies didalam intinya mempunyai suatu jam genetic yang telah diputar menurut suatu replikasi • jam ini menghitung mitosis dan menghentika replikasi=> jadi menurut konsep ini kita akan meninggal dunia meskipun tidak disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit • Teori ini didukung oleh kenyataan mengapa beberapa spesies mempunyai perbedaan umur harapan hidup yang nyata. • Secara teoritis da[pat dimungkinkan kita memutar jam ini lagi meski hanya beberapa waktu dengan pengaruhpengaruh dari luar berupa peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dll b. The Error Theory • Terjadi mutasi progresif pada DNA sel somatic, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan sel tersebut • Error Caatastrophe=> menua disebabkan oleh kesalahan-kesalahan beruntun dalam waktu yang lama, terjadi kesalahan dalam proses transkripsi

• Hasil dari rantai silang adalah peningkatan kepadatan molekul kolagen yang menyebabkan penurunan kapasitas untuk transport nutrient dan untuk mengangkut produk sisa dari sel. Hal ini emnyebabkan penurunan dari fungsi struktur. • Menua dapat dipandang suatu proses fisiologi yang ditentukan oleh jumlah pemakaian dan kerusakan yang seorang telah gunakan. . d. c. maupun dalam proses Translasi (RNA=> protein/enzyme) • Walaupun dalam batas waktu tertentu kesalahan dapat diperbaiki. Cross-Linkage Theory • Yang memisahan struktur molekuler adalah loncatan bersama reaksi kimia. yang relative panjang dan lamban dihasilkan oleh fibroblast. Wear and Tear Theory • Menurut teori ini meninggal adalah suatu hasil pengunaan jaringan yang berlebihan karena mereka tidak dapat meremajakan kedalam cara yang tidak ada habis-habisnya. namun untuk memperbaiki sifatnya terbatas pada kesalahan dalam proses transkripsi (pembentukan RNA) yang tentu menyebabkan kesalahan sintesis protein atau enzim. yang dapat menghasilkan zat yang berbahaya. Fiber yang baru tercipta kemudian ditangkap fiber yang tua membentuk rantai silang.(DNA=>RNA). • Teori ini mewakili kepercayaan bahwa organ atau jaringan mempunyai program jumlah energi untuk mereka. Terutama adalah kolagen.

• Mutasi menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel. e. provit A.kerusakan semakin lama semakin banyak dan akhirnya mati. maka hal ini menyebabkan system imun mengangap sel yang mengalami perubahan sebagai se lasing dan menghancurkannya.asam lemak tidak jenuh seperti dalam membrane sel • Radikal bebas dihasilkan sebagai zat antara oleh proses respirasi mengubah bahan baker menjadi ATP yang menghasilkan oksigen. Enzim katalase yang berunsur Fe dalam bentuk haem. protein. f. sehingga dapat bereaksi dengan DNA. • Walaupun ada penangkal sebagian masih ada yang lolos dan makin lanjjut usia bertambah banyak sehingga proses pengrusakan terus terjadi. Vit E. Immunity Theory • Mutasi yang berulang dapat menyebabkan berkurangnay kemampuan system imun tubuh mengenai dirinya sendiri. peroksida hydrogen dan radikal hidroksil • Tubuh mempunyai zat penangkal yaitu: superokside dismutase (SOD). Zat terebut adalah Superoksida.• Kombinasi latihan dan penggunaan nutrisi tertentu contoh: Vit C dapat menjadi anti oksida yang menetralkan agen rantai silang. . The radikal Theory • Radikal bebas bersifat merusak karena sangat reaktif. Enzim glutation peroksidase • Radikal bebas dapat juga dinetralkan mengunakan senyawa non enzimatik seperti Vit C.

 Kehilangan peran  Hambatan kontak social  Berkurangnya komitmen 2. seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. 3. bagaimana terus hidup pada sisa hidupnya  Lanjut usia tidak dipandang suatu bagian akhir yang dipisahkan dari sisa hidupnya  Orang mencoba untuk memelihara. Keadaan ini mengakibatkan interaksi social lanjut usia menurun. . TEORI SOSIOLOGI 1. baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga terjadi kehilangan ganda. meneruskan kebiasaan sebelumnya  Perubahan yang terjadi pada lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya TEORI PEMBEBASAN Dengan bertambahnya usia. AKTIFITAS ATAU KEGIATAN  Lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak kegiatan  Ukuran optimum dilanjutkan pada pola hidup dari lanjut usia  Mempertahankan hubungan antara system social dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lanjut usia KEPRIBADIAN BERLANJUT  Teori ini membicarakan bagaimana seseorang terusmenerus hidup.II.

kesehatan biologis individu.  Lebih banyak menggunakan beristirahat daripada beraktifitas.  Adanya stesor fisik dan emosi menyebabkan lansia mudah terserang penyakit. kognitif dan sensori-persepsi  Lanjut usia mungkin mengalami penurunan kemampuan yang mempengaruhikemampuannya untuk berhubungan dengan lingkungannya. elastisitas menurun.  Setiap orang mempunyai kemampuan untuk membentuk kehidupan seseorang  Kemampuan seseorang meliputi: kekuatan ego.  Mulai terjadi kebotakan terutama pada laki-laki dan menipis pada wanita. kerut.4. ♦ Integumen  Keriput. dan kendor. . PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA LANSIA ♦ Keadaan umum  Penurunan secara progresif proses fisioogis akibat keseimbangan yang mudah rusak dan gangguan mempertahankan homeostasis. Karena penurunan fungsi fisiologis. tingkat ketrampilan mototik. kering dan bersisik. TEORI MANUSIA – LINGKUNGAN  Menjelaskan hubungan saling ketergantungan antara kemampuan suatu kelompok dalam masyarakat dan lingkungan social mereka.

♦ Musculoskeletal  Menurunnya jaringan subcutan.  Menurunnya kemampuan reflek  Pengaturan suhu dan persepsi nyeri menurun  Kemunduran keseimbangan gerakan halus menjadi lebih sulit  Tipe tidur malam memendek dan lebih mudah terbangun.  Fatty plaque sering terjadi disepanjang pembuluh darah .  Menurunnya massa otot dan kekuatannya. kaku. dan berliku. ♦ Special sense  Presbyopia  Prysbycusis  Penurunan rasa dan bau ♦ Cardiopulmonary  Penurunan elastisitas pembuluh darah.  Demineralisasi tulang. mudah rapuh dan keropos. mudah rapuh dan menguning. Tinggi sedikit berkurang. ♦ Neurologic  Respon sitem saraf pusat menjadi lambat dalam menerima berbagai rangsangan sehingga kognitif dan perilaku juga mengalami kelambatan. Biasanya tidur siang sebentar.  Tulang sendi/lipatan cenderung megeras dan hilang fleksibelitas.  Kuku menebal. penurunan ROM (Range Of Motion)  Seluruh gerakan menjadi lambat dan sikap badan cenderung membungkuk. Terdapat pewarnaan pada kulit dan tahi lalat walaupun kulit menjadi pucat kartena hehilangan melanocyt.

disertai berkurangnya ukuran. sehingga kebersihan paru kurang efisien  RR meningkat. pembedahan dilakukan jika terjadi retensio urine. konstipasi. ♦ Endokrin . ♦ Gastrointestinal  Berkurangnya sekresi cairan digestive dan menurunnya kemampuan absorbsi  Frekwensi malnutrisi dan anemia meningkat  Dengan berkuranngnya tonus otot dan penurunan peristaltik.  Cairan dan elektrolit dalam batas normal tetapi keseimbangannya mudah terganggu.  Terdapat atropy. 2 –3 kali kali dalam semalam. Penurunan blader dan kontrol spingter otot menyebabkan ster incontinence atau pengosongan yang tidak sempurna. 75% laki-laki diatas 65 tahun mengalami hipertropi prostat. Kapasitas blader menurun 50%.  Fungsi unut nepron menurun 50% pengeluaran sisa metabolisme menjadi lebih lambat. penurunan sekresi dan melemahnya trak genetalia. Pengosongan menjadi lebih sering. ♦ Dentition  Gigi rusak dan tanggal pada sebagian besar lansia  Kebiasaan makan berubah ♦ Genitourinary  Sirkulasi gijal menurun karena menurunya cardiac out put. ketidakmampuan cerna biasa dikeluhkan. Tubuh kurang dapat meningkatkan heart rate dan cardiac out put dengan aktifitas  Penurunan elastisitas paru dan pergerakan cilia.

 Menurunnya semua produksi hormon .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful