Pergerakan gigi dalam perawatan ortodontik pada dasarnya membutuhkan ruang dan tekanan.

Tekanan yang dimaksud disini adalah tekanan ortodontik, yaitu tekanan yang ditimbulkan oleh pemakaian piranti alat ortodontik cekat maupun lepasan. Tekanan yang dibutuhkan untuk menggerakkan gigi adalah tekanan optimal, dengan pengertian bahwa tekanan ortodontik yang diberikan dapat memberikan hasil pergerakan gigi yang maksimal tanpa menimbulkan kerusakan pada jaringan gigi dan jaringan pendukungnya. Sebaliknya, tekanan ortodontik yang tidak optimal justru tidak memberikan hasil sesuai yang diinginkan, dan bahkan dapat memunculkan reaksi-reaksi jaringan yang merugikan. Ketika suatu tekanan ortodontik dikenakan pada gigi, jaringan gigi dan jaringan periodontal akan memberikan reaksi, dan pada akhirnya menghasilkan pergerakan gigi secara ortodontik. Selain reaksi-reaksi yang memang sudah diperkirakan muncul, adakalanya juga disertai dengan reaksireaksi iatrogenik. Adapun reaksi iatrogenik disini antara lain adalah meningkatnya risiko terjadinya karies, peradangan gingiva, kehilangan tulang alveolar, kerusakan permukaan email gigi, reaksi jaringan pulpa dan resorpsi akar gigi. Resorpsi akar gigi adalah suatu konsekuensi patologis dari suatu pergerakan gigi secara ortodontik yang kadang tidak terelakkan. Dalam penelitian tentang faktor prediksi dan pencegahan resorpsi akar gigi, ditemukan bahwa pasien-pasien yang berasal dari Asia lebih sedikit yang mengalami resorpsi akar gigi dibandingkan pasien yang berkulit putih maupun kulit berwarna lainnya (hispanik). Beberapa tahun sebelumnya, ditemukan bahwa resorpsi akar gigi yang teramati sesudah perawatan ortodontik selesai, ternyata sesudah beberapa tahun tidak mempengaruhi fungsi gigi yang bersangkutan. Temuan-temuan tersebut seakan menyiratkan bahwa kejadian resorpsi akar gigi bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Namun demikian, kejadian resorpsi akar gigi tetap merupakan hal yang perlu mendapat perhatian bila ditemukan dikemudian hari. Terutama apabila hal tersebut menjadi keluhan, sehingga profesi kedokteran pada umumnya, dan profesi kedokteran gigi pada khususnya dapat menghadapi risiko berhadapan dengan tuntutan hukum. Ketika suatu tekanan ortodontik dikenakan pada suatu gigi, terjadi daerah tekanan yang searah dengan arah pergerakan gigi, serta daerah tarikan di daerah yang berlawanan dengan arah pergerakan gigi. Di daerah tekanan, ligamen periodontal menyempit hingga kurang lebih 1/3 ketebalan mula-mula. Pada saat itu terjadi peningkatan peredaran darah dalam rangka

Their impact on clinical dental practice. melewati ambang batas tekanan yang dapat diterima secara fisiologis.p. maka yang terjadi adalah resorpsi tulang di daerah yang berhadapan dengan ligamen periodontal. Sebaliknya bila tekanan yang diberikan. daerah yang berlawanan dengan arah pergerakan gigi. Akibatnya terjadi mobilisasi sel-sel fibroblas osteoblas.203-11. Am J Orthod Dentofacial Orthop 1997. 112. Pada daerah tekanan. Thilander B.meningkatkan pasokan darah kapiler. Journal of Dental Education 2008. . Peningkatan pasokan darah ini berguna untuk mobilisasi sel-sel fibroblas dan osteoklas. Daftar Pustaka 1. Sebagai reaksi selanjutnya. Am J Orthod Dentofacial Orthop 2001. Current Principles and Technique. perubahan juga terjadi di daerah tarikan. Louis: Elsevier Inc. Sameshima GT. Tissue Reactions in Othodontics. 2000. Orthodontics. 2: 119-123 4. 3. Kokich VG. St. Orthodontic and Non orthodontic root resorption. 119:505-10. Diagnostic Factors. Sel-sel ini meresorpsi tulang sehingga gigi dapat bergerak di dalam soketnya ke arah pergerakan gigi yang diinginkan.Root resorption – long term outcome. Osteoklas adalah sel resorpsi tulang yang berjajar di sepanjang dinding soket gigi pada sisi tekanan. ligamen periodontal mengalami hyalinisasi karena terputusnya pasokan darah pada pembuluh darah kapiler di daerah itu. Sinclair PM. Resorpsi ini disebut frontal resorption. yang terjadi adalah undermining resorption. Bila tekanan yang diberikan berada dalam batasan yang dapat diterima secara fisiologis. 2. editors. Di daerah ini terjadi peregangan ligamen periodontal sehingga meningkatkan peredaran darah ke daerah tarikan. Osteoklas yang melakukan resorpsi dalam hal ini. berasal dari sumsum tulang terdekat. Rygh P. Vanarsdall RL. Predicting and preventing root resorption: Part II. osteoblas akan menghasilkan osteoid dan membentuk tulang baru. 72: 895-902. Akibat pemberian tekanan. Parker WS. Reitan K. Vig KWL. In: Graber TM. Resorpsi ini tidak terjadi pada tulang yang berhadapan dengan ligamen periodontal melainkan terjadi di belakang dan atas zona hyalinisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful