KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL

Author : RINTA DEWI B. NPM : 220111080045

Jika sedang hamil, gigi dan gusi seringkali terasa sakit. Gusi mudah berdarah di beberapa tempat dan bentuknya berbenjol-benjol. Demikian keluhan ibu hamil ketika mengunjungi dokter gigi. Kehadiran anak bagi setiap keluarga adalah sesuatu yang sangat istimewa dan dinanti-nantikan kehadirannya. Kehamilan adalah masa-masa yang penuh perhatian, baik untuk ibu hamil juga si jabang bayi. Pada saat ini ibu hamil betul-betul harus menjaga kondisi kesehatan dengan baik, mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan vitamin demi kesehatan ibu dan bayinya. Kehamilan adalah suatu proses fisiologis yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan pada tubuh wanita, baik fisik maupun psikis. Keadaan ini disebabkan adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron. Saat kehamilan disertai berbagai keluhan lain seperti ngidam, mual, muntah termasuk keluhan sakit gigi dan mulut. Kondisi gigi dan mulut ibu hamil seringkali ditandai dengan adanya pembesaran gusi yang mudah berdarah karena jaringan gusi merespons secara berlebihan terhadap iritasi lokal. Bentuk iritasi lokal ini berupa karang gigi, gigi berlubang, susunan gigi tidak rata atau adanya sisa akar gigi yang tidak dicabut. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan ibu pada saat tidak hamil. Pembesaran gusi ibu hamil biasa dimulai pada trisemester pertama sampai ketiga masa kehamilan. Keadaan ini disebabkan aktivitas hormonal yaitu hormon estrogen dan progesteron. Hormon progesteron pengaruhnya lebih besar terhadap proses inflamasi/peradangan. Pembesaran gusi akan mengalami penurunan pada kehamilan bulan ke-9 dan beberapa hari setelah melahirkan. Keadaannya akan kembali normal seperti sebelum hamil. Pembesaran gusi ini dapat mengenai/menyerang pada semua tempat atau beberapa tempat (single/multiple) bentuk membulat, permukaan licin mengilat, berwarna merah menyala, konsistensi lunak, mudah berdarah bila kena sentuhan. Pembesaran gusi ini di dunia kedokteran gigi disebut gingivitis gravidarum/pregnancy gravidarum/hyperplasia gravidarum sering muncul pada trisemester pertama kehamilan. Keadaan di atas tidaklah harus sama bagi setiap ibu hamil. Faktor penyebab timbulnya gingivitis pada masa kehamilan dapat dibagi 2 bagian, yaitu penyebab primer dan sekunder. 1. Penyebab primer

Tahap jaringan lunak. c. Luas peradangan. (drg. Keadaan ini dengan sendirinya akan menambah penumpukan plak sehingga memperburuk keadaan. R. muntah. yaitu: 1. tambalan kurang baik. sisa makanan. terutama perubahan hormon estrogen dan progesteron. jika kebersihan mulut terpelihara dengan baik selama kehamilan. Ginandjar Aslama Maulid) . bengkak dan mudah mengalami perdarahan. melakukan perawatan dan pencegahan gingivitis selama kehamilan. perubahan mencolok pada jaringan gusi jarang terjadi. Kontur gusi. keadaan ini akan meningkatkan risiko perdarahan gusi. 4. di antaranya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah sehingga gusi menjadi lebih merah. dan lentur. Tindakan penanggulangan/perawatan radang gusi pada ibu hamil dibagi dalam 4 tahap. tetapi perubahan hormonal yang menyertai kehamilan dapat memperberat reaksi peradangan pada gusi oleh iritasi lokal. Sebagai tindakan pencegahan agar gingivitis selama masa kehamilan tidak terjadi. Tahap fungsional. Proses peradangan dapat meluas sampai di bawah jaringan periodontal dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada struktur tersebut. Bagian gusi yang membengkak akan melekuk bila ditekan. kadangkadang berwarna merah tua.Iritasi lokal seperti plak merupakan penyebab primer gingivitis masa kehamilan sama halnya seperti pada ibu yang tidak hamil. 2. di antaranya. tahap ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit periodontal setelah perawatan. 2. iritasi lokal merupakan penyebab timbulnya gingivitis. perasaan takut ketika menggosok gigi karena timbul perdarahan gusi atau ibu terlalu lelah dengan kehamilannya sehingga ibu malas menggosok gigi. Oleh karena itu. pembuatan gigi tiruan. Risiko perdarahan. b. halus dan mengkilat. 3. Akan tetapi. tahap ini sangat diperhatikan sekali kesehatan ibu hamil secara menyeluruh. tujuan dari penanggulangan gingivitis selama kehamilan adalah menghilangkan semua jenis iritasi lokal yang ada seperti plak. Keadaan klinis jaringan gusi selama kehamilan tidak berbeda jauh dengan jaringan gusi wanita yang tidak hamil. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada masa kehamilan mempunyai efek bervariasi pada jaringan. kalkulus. radang gusi pada masa kehamilan dapat terjadi secara lokal maupun menyeluruh. Warna gusi. gigi tiruan yang kurang baik. lunak. perbaikan tambalan. setiap ibu hamil harus memperhatikan kebersihan mulut di rumah atau pemeriksaan secara berkala oleh dokter gigi sehingga semua iritasi lokal selama kehamilan dapat terdeteksi lebih dini dan dapat dihilangkan secepat mungkin. sisa-sisa makanan. jaringan gusi yang mengalami peradangan berwarna merah terang sampai kebiruan. daerah sela gigi dan pinggiran gusi terlihat bengkak. Tindakan yang dilakukan adalah pemeliharaan kebersihan mulut di rumah dan pemeriksaan secara periodik kesehatan jaringan periodontal. dan perbaikan gigi tiruan yang kurng baik. d. Konsistensi. Penyebab sekunder Kehamilan merupakan keadan fisiologis yang menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal. Keadaan ini penting diketahui karena sangat menentukan perawatan yang akan dilakukan. warna merah tua menandakan bertambahnya aliran darah. reaksi peradangan lebih banyak terlihat di daerah sela-sela gigi dan pinggiran gusi terlihat membulat. e. a. Saat kehamilan terjadi perubahan dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang bisa disebabkan oleh timbulnya perasaan mual. dll. Iritasi lokal tersebut adalah kalkulus/plak yang telah mengalami pengapuran. Tahap pemeliharaan. tahap ini melakukan perbaikan fungsi gigi dan mulut seperti pembuatan tambalan pada gigi yang berlubang. Tahap sistemik.

blogspot. 2009 | Leave a comment Obat Antiinflamasi NonSteroid(OAINS) : KAFLAM (Natrium Diklofenak) Disusun oleh : Veronica Desi R (068114092) Tania Gunawan (068114121) Farmakologi dan farmakokinetika KAFLAM adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang mengandung garam kalium dari diklofenak.com/2008/12/keperawatan-gigi-dan-mulut-pada-ibu.http://e-learning-keperawatan.7%. Kalium diklofenak akan diabsorbsi dengan cepat dan lengkap dan jumlah yang diabsorbsi tidak berkurang jika diberikan bersama dengan makanan. Obat ini memiliki efek analgesic dan antiinflamasi. mediator yang berperan penting dalam proses terjadinya inflamasi. Pengembangan formulasi yang canggih dengan teknologi tinggi pada “drug delivery System” telah dilakukan oleh Klinge Pharma GmbH dan telah dipasarkan di Indonesia dengan nama Deflamat CR oleh PT. Kadar puncak obat dicapai dalam ½ -1 jam. Actavis . nyeri dan demam. waktu paruh 1-2 jam. eliminasi terutama melalui urin Natrium diklofenak dalam bentuk CR/lepas-lambat terkendali adalah salah satu tekonologi yang dikembangkan untuk memperbaiki efikasi dan toleransidiklofenak.html Obat Antiinflamasi NonSteroid(OAINS) : KAFLAM (Natrium Diklofenak) Posted on March 20. Pemberian dosis berulang tiidak menyebabkan akumulasi . Mekanisme kerjanya adalah dengan menghambat sintesis prostaglandin. Ikatan protein 99.

dengan ukuran partikel yang kecil. Demam sendiri bukan suatu indikasi. karenadiklofenak dapat menyebabkan retensi cairan dan edema. . Studi yang dilakukan di Jerman terhadap 230 pasien menunjukkan.Hindarkan penggunaan pada penderita porfiria hati. absorpsi yang cepat dan kontinyu memberikan kontribusi utama untuk memperbaiki bioavilabilitas obat AINS. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap zat aktif dan tukak lambung. pelet bisa melintasi pilorus dengan cepat bersama kimus. atau tenggorokan misalnya tonsilofaringitis. hati. otitis. hidung.Nyeri inflamasi setelah trauma seperti terkilir. Studi ini dimuat dalam Journal of Rheumatology Indikasi Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi-kondisi akut sebagai berikut: . menunjukkan obat ini efektif meredakan gejala osteoartritis (OA) maupun reumatoid artritis (RA).Nyeri dan inflamasi setelah operasi. penderita usia lanjut dan penderita dengan luka atau perdarahan pada saluran pencernaan. sehingga waktu transit obat rata-rata lebih cepat dan dengan sistem pelepasannya yang terkendali.Indonesia. . Sebagai adjuvant pada nyeri inflamsi yang berat dari infeksi telinga.Hati-hati penggunaan pada penderita dekomposisi jantung atau hipertensi. Juga dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat tercetusnya serangan asma.Pada anak-anak efektivitas dan keamanannya belum diketahui dengan pasti.Diklofenak tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena diklofenak diekskresikan melalui ASI. Sesuai dengan prinsip pengobatan umum. seperti operasi gigi atau tulang. . . penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar. jantung. dimana transportasi menuju doudenum tidak bergantung pada pengosongan lambung. . Deflamat CR (gabungan antara teknologi Enteric-Coated dengan Sustained-Release ) memiliki bentuk yang unik yaitu pelet CR dimana zak aktif terbagi dalam ratusan unit sferis kecil ( pelet) yang akan menjamin penyebaran yang baik dari zat aktif diseluruh saluran gastro-intestinal sehingga akan memperbaiki toleransi gastro-intestinal dari obat AINS Selain itu.Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal. penggunaan diklofenak dalam sediaan gel untuk pasien osteoartritis pada lulut terbukti efektif dan aman untuk meredakan gejala osteoartritis pada lutut. Efek samping Saluran pencernaan : . -Hati-hati penggunaan selama kehamilan karena diklofenak dapat menembus plasenta. Beberapa studi klinis natrium diklofenak yang diberikan sebagai monoterapi atau kombinasi. urtikaria atau rhinitis akut akibat obat-obat anti nonsteroid lainnya Peringatan dan perhatian .

Kadang-kadang : ruam atau erupsi kulit . Meskipun pada uji klinik diklofenak tidak mempengaruhi efek antikoagulan.Kadang.Kadang. diplopia ). anoreksia.kadang : sakit kepala. Pemberian bersamaan dengan antiinflamasi nonsteroid sistemik dapat menambah terjadinya efek samping. perut kembung. fungsi hati. kejang perut.Sangat jarang : gangguan usus bawah seperti “nonspesifik haemorrhagic colitis” dan eksaserbasi colitis ulseratif atau chron’s disease. melena. Interaksi obat Apabila diberikan bersamaan dengan preparat yang mengandung lithium atau digoxin. stomatitis aphthosa. Kulit . eksema. oleh karena itu dianjrkan untuk dilakukan pemantauan yang ketat terhadap pasien tersebut. vertigo . gangguan pendengaran. rambut rontok. tremor. susunan organ lainnya. pusing.. Pengobatan bersamaan dengan diuretika golongan hemat kalium mungkin mungkin disertai dengan kenaikan kadar kalium dalam serum. iritabilitas. hipersensitivitas. lyell syndrome ( epidermolisis toksik akut ). gangguan penhlihatan ( blurred vision. reaksi fotosensitivitas. tukak lambung dengan atau tanpa perdarahan/ perforasi.Sangat jarang : gangguan sensasi ternasuk parestesia. konstipasi. disorientasi. reaksi psikotik. depresi. insomnia. gangguan saluran pencernaan seperti mual. gangguan memori. Uji klinik memperlihatkan bahwa diklofenak dapat diberikan bersamaan dengan anti diabetic oral tanpa mempengaruhi efek klinis dari masing-masing obat. Seperti dengan anti inflamasi nonsteroid lainnya.Jarang : urtikaria . Saluran saraf pusat dan perifer : . darah. sangat jarang dilaporkan adanya penambahan resiko perdarahan dengan kombinasi diklofenak dan antikoagulan. glositis.Jarang : perasaan ngantuk . muntah. gangguan perubahan rasa. Perhatian harus diberikan bila antiinflamasi nonsteroid diberikan kurang dari . Beberapa obat antiinflamasi nonsteroid dapat menghambat aktivitas dari diuretika. eritema multiforme. dyspepsia. lesi esophagus.Jarang : perdarahan saluran pencernaan ( hematemesis. diare. kecemasan.mimpi buruk. eritrodema ( dermatitis exfoliatif ). diare berdarah ) . tinnitus. Sangat jarang dilaporkan efek hipoglikemik dan hiperglikemik dengan adanya diklofenak sehingga diperlukan penyesuaian dosis obat-obat hipoglikemik. diklofenak dalam dosis tinggi (200 mg ) dapat menghambat agrregasi platelet untuk sementara. SSJ.Sangat jarang : erupsi bulosa . purpura termasuk purpura alergik Sistem urogenital. kejang. kadar obatobat tersebut dalam plasma meningkat tetapi tidak dijumpai adanya gejala kelebihan dosis. .kadang : nyeri epigastrum.

Erlangga. Selain melakukan aktivitas .J.24 jam sebelum atau setelah pengobatan dengan methotrexate dalam darah dapat meningkat dan toksisitas dari pbat ini bertambah. 70-71.htm http://www. Tindakan pengobatan yang dilakukan dalam hal dosis berlebih adalah sebagai erikut : absorbs harus dicegah segera setelah dosis berlebih dengan pencucian lambungdan pengobatan dengan arang aktif. sebaiknya sebelum makan. Dosis berlebih Penanganan keracunan akut dengan antiinflamasi nonsteroid pada dasrnya dilakukan dengan tindakan supportif dan simptomatik.majalah-farmacia. khususnya mulai dari yang berusia beranjak dewasa sapai orangtua sekalipun.dechacare. Tetapi spesifik seperti “ forced dieresis”. Nyeri biasanya terjadi pada saat kita sudah melakukan aktivitas masing – masing. kejang.asp?IDNews=181.html I. Tidak ada gambaran klinis yang khas dari dosis berlebih diklofenak. tidak dianjurkan untuk pemakaian anak-anak. Dosis Umumnya takaran permulaan untuk dewasa 100-150 mg sehari. Daftar pustaka Neal. http://www. Dosis seharian harus diberikan dengan dosis terbagi 2-3 kali Tablet harus diberikan dengan air. Nyeri merupakan problem yang dialami oleh semua kalangan.com/rubrik/one_news. atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Pegobatan suportif dan simptomatik harus diberikan untuk komplikasi seperti hipotensi.M.cz/…/ChemPict. juga untuk anak-anak di atas usia 14 tahun 75-100 mg sehari pada umumnya sudah mencukupi.. Jakarta www. nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial. Pada kasus-kasus yang sedang . 2006. EPIDEMIOLOGI Menurut International Association for Study of Pain (IASP). DASAR TEORI/PENDAHULUAN A. Penambahan nefrotoksisitas cyclosporine munkin terjadi oleh karena efek obat-obat antiinflamasi nonsteroid terhadap prostaglandin ginjal. Farmakologi Medis.narod-sobe. dialysis atau hemoperfusi mungkin tidak membantu menghilangkan antirematik non steroid karena jumlah ikatan protein yang tinggi. gagal ginjal. iritasi saluran pencernaan dan depresi pernapasan.com/Natrium-Diklofenak-P566.

. otot atau jaringan penghubung). nyeri akibat kanker. menyengat. GEJALA Nyeri dengan rasa tajam menusuk. nyeri otot. Nyeri Nosiseptif (akut) – nyeri somatik (sumber nyeri berasal dari kulit. dan leukotrien sehingga timbul rasa nyeri. Nyeri Neuropatik (kronik) Akibat pemprosesan input sensorik yg abnormal oleh SSP atau perifer. – Atau viseral (berasal dari organ seperti usus besar atau pankreas) 2. kimia. panas seperti terbakar. B. tulang. FAKTOR RESIKO II. dan lain-lain. neuropati perifer. B. C. histamin. PATOGENESIS DAN ETIOLOGI Adanya rangsangan mekanis. Misal: nyeri punggung bawah. pusing. contohnya pada saat haid. PATOFISIOLOGI A. sendi. nyeri yg merambat.nyeri bisa terjadi karena keadaan fisiologis. atau bisa juga seperti sakit gigi. nyeri karena luka. dan fisis akan mengakibatkan terlepasnya mediator nyeri seperti prostaglandin. bradikinin. KLASIFIKASI 1. dan berbeda tempt rasa nyeri. rasa nyeri yg hilang-timbul. pedih.

Mengurangi intensitas dan durasi keluhan nyeri 2. Penyebab nyeri baik karena akut atau kronik IV. depresi. MANIFESTASI KLINIK Pasien mungkin berada dalam keadaan distress (kesakitan) akut yg nyata (nyeri trauma) atau tampak tdk menderita keluhan yg berarti (kronis/menetap). DIAGNOSIS Diagnosis ditetapkan berdasarkan klasifikasi nyeri. Mengurangi penderitaan dan ketidakmampuan akibat nyeri 4. dari nyeri yang terasa nyata menjadi samar-samar). Meminimalkan reaksi tak diinginkan atau intoleransi terhadap terapi nyeri 5. Gejala yang tidak spesifik meliputi kecemasan. Dapat diketahui berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan si pasien. Keluhan-keluhan nyeri 2. SASARAN TERAPI 1. insomnia. apakah nyeri tersebut termasuk dalam golongan nyeri akut atau kronik. dan atau digunakan alat bantu. Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengoptimalkan kemampuan pasien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari V. rasa marah dan ketakutan. Menurunkan kemungkinan berubahnya nyeri akut menjadi gejala nyeri kronis yang persisten 3. STRATEGI TERAPI . TUJUAN TERAPI 1.Setelah beberapa lama. rangsangan nyeri yg sama memunculkan gejala yang sama sekali berbeda (contoh: dari nyeri menusuk menjadi pusing. III. C. kelelahan. D.

GUIDELINE TERAPI . TATA LAKSANA TERAPI 1.A.

. TERAPI FARMAKOLOGI a. terapi musik  Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS)  Surgical Nerve Transection 3. Analgesik Sentral: Opioid 1) Garam morfin Indikasi : mengurangi nyeri sedang sampai berat. modifikasi perilaku. terutama yang berasal dari viseral.2. TERAPI NON FARMAKOLOGI  Intervensi psikologik: edukasi. hipnosis.

Anti inflamasi Bentuk Sediaan : Tablet 100 mg. Perifer: NSAIDs 1) Paracetamol Indikasi : Menurunkan demam dan Mengurangi nyeri Bentuk sediaan : Tablet 500 mg. setiap 4 jam > 11 tahun : 1 tablet 500 mg. 2) Fentanil Indikasi : nyeri kronik yang sukar ditangani pada kanker.¾ tablet 500 mg. 30mg. setiap 4 jam Kontra Indikasi : Penderita alergi termasuk asma . peningkatan tekanan kranial atau cedera kepala. rasa mengantuk.1 sendok teh sirup. 60mg. Kontraindikasi : hindari pada depresi nafas akut. 20mg/ml. 1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup. Sediaan : sirup 5mg/5ml. 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam) 6-12 tahun : ½ .05mg/ml. setiap 4 jam 6 – 8 tahun : ½ . tab 10mg. abdomen akut. alkoholisme akut. Analgetik. Sediaan : injeksi 0. Drop 100 mg/ml dosis : 10-15 mg/kg BB Dewasa : 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari. 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam).1 tablet 500 mg. setiap 4 jam • • • • • 4 – 5 tahun : 1 ½ . 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam) Kontra indikasi  penderita gangguan fungsi hati  penderita yang alergi terhadap obat ini  pecandu alkohol 2) Asetosal (Aspirin) Indikasi : Menurunkan demam.Efek samping : mual muntah. cairan injeksi 10mg/ml. Dosis yang lebih besar meninmbulkan dpresi nafas dan hipotensi.1 ½ tablet 100 mg.2 tablet 100 mg. Tablet 500 mg Dosis: • Dewasa : 500 mg setiap 4 jam (maksimal selama 4 hari) • Anak : 2 – 3 tahun : ½ .1 tablet (250-500 mg). (setiap 4 – 6 jam) Anak : 0 – 1 tahun : ½ . Sirup 120 mg/5ml. setiap 4 jam 9 – 11 tahun : ¾ . konstipasi.

sal cerna.gagal ginjal. dll 5) Asam Mefenamat Indikasi : Sakit Kepala. Tablet 400 mg.asma Efek samping : sakit kepala. 3 – 4 kali sehari 3 – 7 tahun : ½ tablet 500 mg. dismenore dosis : dewasa : 500 – 1000 mg. paska operasi. dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. dc. sakit gigi Dosis : dewasa dan anak > 14 tahun 500 mg . gangguan saluran cerna. 3 – 4 kali sehari KI: tukak lmbung. gangguan hepar . alergi. 3 x/ hari anak : 6-12 tahun 250-500 mg. gang. gang. demam. ruam kulit.radang lambung. . 600 mg Dosis: Dewasa : 1 tablet 200 mg. 3 – 4 kali sehari 8 – 12 tahun : 1 tablet 500 mg. Bentuk sediaan: Tablet 200 mg.• • Tukak lambung (maag) dan sering perdarahan di bawah kulit Penderita hemofilia dan trombositopenia Efek samping : • Nyeri lambung. lemah. mual. 3x/ hari Kontraindikasi :Alergi. Fungsi hati. pruritis. muntah • Pemakaian dalam waktu lama dapat menimbulkan tukak dan • perdarahan lambung 3) Ibuprofen Indikasi : Menekan rasa nyeri dan radang. 3x / hari : 1-6 tahun 125 mg – 250 mg. 2 – 4 kali sehari. misalnya dismenorea primer (nyeri haid). atau pc.Tukak saluran cerna . 6) Natrium diklofenak 25 mg . pusing. kehamilan trisemester akhir. sakit gigi. pegal linu dan terkilir. Kontra indikasi : . nyeri tulang. sakit kepala. tukak peptik. 4) Methampiron Indikasi : Sakit kepala. iritasi lambung.. mual. Diminum setelah makan Anak : 1 – 2 tahun : ¼ tablet 200 mg. diminum bila perlu. tremor. pendarahan Efek samping : Gangguan darah. nyeri sendi.

Menurut pasien. dc atau pc KI : tukak peptik. B. dibagi 3-6 dosis. O = OBJEKTIF hasil pemeriksaan dokter/hasil laboratorium – . Deksametason merupakan terapi alternatif yang aman digunakan pasien yang memiliki riwayat penyakit asma yg berhubungan dengan penggunaan AINs. b. dia pernah minum aspirin dan merasa mengalami gangguan pernafasan (sesak nafas). Hidrokortison. Dokter menanyakan apakah pasien pernah meminum NSAIDs seperti aspirin dan apakah setelah meminumnya pasien tsb gejala asmanya kambuh. Pasien mngalami riwayat asma. myalgia (nyeri otot). Adjuvan Antidepresan. Prednison. lidocain. mepivacain. dll Dosis : dws 75-150 mg sehari. melakukan pemeriksaan ke dokter dengan keluhan adanya nyeri pada paha kanannya dgn beberapa gejala yaitu myositis (radang pada otot). KJ menyatakan bahwa sblumnya ia mengalami cedera karena bermain sepak bola dan gejala tsb muncul dlm beberapa hari setelah mgalami cedera tersebut. gangguan hepar. pembengkaan. ANALISIS KASUS SOAP – S = SUBJEKTIF Apa yang dikatakan klien tersebut Nyeri pada paha kanannya dgn beberapa gejala yaitu myositis (radang pada otot).Indikasi : rematik. Kadang-kadang pahanya menglami kekakuan dan muncul gejala2 neuralgik misalnya geli pada paha. wanita hamil Kortikosteroid Obat golongan ini bisa digunakan ada nyeri atau inflamasi untuk berbagai penyakit dan beragam untuk individu yang berbeda. 27 thn. KASUS KJ. Metil Prednisolon. PENYELESAIAN KASUS A. Kadang-kadang pahanya menglami kekakuan dan muncul gejala2 neuralgik misalnya geli pada paha. Betametason. Prednisolon. osteoarthritis. mengurangi rasa sakit. Anastesi Lokal Prokain. glukokortikoid. Triamnisolon. Berbagai jenis kortikosteroid spt Kortison. dll VI. fibrositis (radang pada jaringan ikat) dan myofaitis (radang pada fascia otot). prilocain c. myalgia (nyeri otot). muscle relaxan. bupivacain. hipersensitivitas. fibrositis (radaNg pada jaringan ikat) dan myofaitis (radang pada fascia otot). namun jrang kambuh dan tdk memiliki riwayat gangguan GI. antikonvulsan.

reaksi alergi. 1190 per 10 tablet (0. namun pasien memiliki alergi terhadap NSAIDs seperti aspirin. mialgia. kalogen. poresis. kekuatan otot TERAPI FARMAKOLOGI Terapi obat pada kasus ini ditargetkan pada penghilang rasa sakit: Kortikosteroid. gangguan saluran pencernaan. 0. – • • • C. Vitamin B-complex • Indikasi: mencegah dan mengobati penyakit akibat kekurangan vitamin B seperti polineuritis. Maka obat yang tepat pada kasus ini adalah pasien diberikan kortikosteroid sebagai penghilang nyeri. Walaupun pasien memiliki riwayat asma yg jarang kambuh.5 mg. dermatologi. • Interaksi dengan kortikosteroid: tidak ada. dermatosis. apabila pasien alergi terhadap NSAIDs serta memiliki riwayat asma. .5 mg 3xsehari • ES:Osteoporosis. mengatur pola makan. Diberikan Suplemen yaitu Vitamin B-complex. Deksametason: 0. Deksametason) Diberikan Suplemen untuk mengoptimalkan pengobatan. terapi fisik pada gerakan. mengembalikan sistem imun.tidak ada – A = ANALISA Kesimpulan apa yang dibuat dari data. Prednisolon. neuralgia. D. EVALUASI OBAT TERPILIH Pemilihan obat tergantung pada intensitas nyeri dan mempertimbangkan KI. (Kortison. Triamnisolon. kesemutan. Prednison. Metil Prednisolon.75 mg • Indikasi: mengatasi gejala inflamasi akut. • Alasan pemilihan obat: karena pasien memiliki alergi terhadap aspirin dan dimulai dari pemberian kortikosteroid yg memiliki resiko retensi Na paling rendah dengan khasiat anti inflamasi paling baik. Hidrokortison.5 mg) 2. • Dosis: dws: 2 tablet 0. • Harga: Rp. • Dosis: dws 3xsehari 1-2 kaplet waktu atau ssudah makan. diberikan kortikosteroid serta suplemen Menyarankan untuk istirahat yang cukup. Betametason. keadaan darurat seperti status asmatikus. 1. alergi. urtikaria.data subyektif/ obyektif tersebut Pasien menderita nyeri otot sedang sehingga timbul inflamasi P = PLAN Apa yang dilakukan berdasarkan hasil pengevaluasian tersebut diatas Hindari penggunaan aspirin atau NSAIDs Untuk mengatasi nyeri yg dirasakan.

Monitoring untuk memastikan secara langsung bahwa pasien mengkonsumsi obat dengan benar. Waktu dan ketentuan pengkajian tergantung kepada jenis nyeri dan obat yang digunakan. 2. pasien dapat diberikan analgesik ringan seperti asam mefenamat. Jangan meminum lebih dari anjuran obat karena terlalu banyak mengkonsumsi kortikosteroid dapat mengakibatkan hiperkortisolisme.• • E. Pertanyaan dari Budi Ada pasien kecelakaan. kemudian dia merasa nyeri pada tulangnya yang nampak karena daging kakinya terbuka. 4. Alasan pemilihan obat: karena pasien sering mengalami myalgia. Pertanyaan dari Ani Kameliana Terapi apa yang cocok untuk pasien yang sakit kepala tetapi juga memiliki riwayat asma? Jawab : dapat diberikan obat golongan kortikosteroid. Dapat pula diberikan vitamin B-complex. dan efek samping obat harus dikaji secara teratur. Namun apabila pasien merasakan nyeri yang sangat hebat. 3.PERTANYAN DAN JAWABAN SAAT DISKUSI 1. seperti dexamethasone dengan dosis disesuaikan dengan usianya. Dapat diiringi dengan terapi nonfarmakologi misalnya. Obat apa yang bisa diberikan beserta pantangannya ! Jawab : apabila nyeri karena kecelakaan tersebut masih bisa ditoleransi. 2. mengompres hangat pada bagian yang terasa nyeri. 5. Tidak ada pantangan dalam kasus ini. 31. F. jika anda pernah mengalami reaksi apapun yang tidak lazim atau alergi terhadap parasetamol atau aspirin. Harga: Rp. penyembuhan nyeri. 3.080 per 1000 tablet. obat yang diberikan berupa opioid + antikonvulsan. INFORMASI. Hindari aktivitas yang berlebihan serta mengkonsumsi makan yang dapat memicu rasa nyeri. MONITORING DAN EVALUASI 1. 2. Intensitas nyeri. VII. . kekakuan pada paha. Simpanlah ditempat yang terhindar dari panas dan cahaya serta jauh dari jangkauan anak – anak. dan gangguan2 neuralgik. DAN EDUKASI Katakan pada dokter. Melakukan pengukuran kontrol nyeri dengan parameter klinik atau laboratorium. KOMUNIKASI. 1.

Tim Penyusun. Jamu – jamuan dapat diberikan hanya untuk memperlancar haid bukan untuk menghilangkan nyerinya. apakah ada alternatif obat lain yang tidak menimbulkan ketergantungan ? Jawab : piroxicam diberikan untuk pasien rematik. Terapi tersebut dapat diiringi dengan terapi non farmakologi yaitu istirahat yang cukup. maka segera harus ditangani oleh dokter. Tim Redaksi. 46. 2009. KESIMPULAN Pada kasus tersebut tergolong pada nyeri akut yang dapat diobati dengan Deksametason dan Vitamin B-complex.3. Jakarta: PT. serta apabila nyeri haid tersebut sangat hebat sehingga dapat mengakibatkan pasien tersebut pingsan ! Jawab : bila seorang wanita merasakan nyeri haid. Orang tua yang lanjut usia. Kapita Selekta Penyakit dan Terapi. Pertanyaan dari Apriyani Rambu Obat apa yang dapat diberikan pada wanita yang merasakan nyeri haid. 1997. IONI. DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. hindari aktivitas berat. Namun bila nyeri tersebut berlanjut hingga mengakibatkan pasien pingsan. jangan kelelahan. alternatif obat lain yang boleh digunakan adalah NSAID. . ISO Farmakoterapi. VIII. ketergantungan terhadap piroxicam. dan menjaga pola makan. 2012. Apabila setelah diberikan obat tersebut pasien tidak merespon terhadap nyerinya dapat ditambahkan kortikosteroid. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan. Pertanyaan dari Chandra Yeni P. Jakarta: EGC. 2000. Walsh. IX. ISO Indonesia Vol. ISFI Penerbitan. NSAID. dapat diberikan analgesik ringan berupa. T. 4. Jakarta: Sagung Seto. Declan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful