I.

A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Di era yang industrialis dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi sudah seharusnya diciptakan suatu proses pengembangan terhadap bahan baku yang sudah ada sehingga dapat dimamfaatkan secara komersil. Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan baku baik pangan maupun nonpangan. Setiap bahan baku yang ada mempunyai peluang untuk dijadikan produk yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dari yang sebelumnya. Sumber bahan baku tersebut banyak digunakan untuk keperluan di bidang idustri kosmetik, photografi, farmasi, bahan pemberi cita rasa, wangi-wangian dan lain lain. Proses pengolahan bahan baku tersebut salah satunya dengan cara mengkonversi menjadi produk yang diinginkan baik secara kimia maupun fisik. Shampo adalah produk perawatan rambut yang digunakan untuk menghilangkan minyak, debu, serpihan kulit, ketombe dan kotoran lain dari rambut. Shampo merupakan salah satu jenis kosmetik yang telah banyak dikenal dan digunakan sebagai salah satu produk pembersih rambut. Shampo merupakan produk yang paling banyak digunakan baik dikalangan pria maupun wanita. Pada zaman dahulu di Indonesia shampo dibuat dari kulit ari dan jerami padi. Kulit ari dan jerami dibakar dalam abu dan ditambahkan bahan alkali dan dicampur dengan air sehingga membentuk bubur. Shampo ini bisa membersihkan rambut tetapi membuat rambut menjadi sangat kering. Tidak heran lagi kalau orang-orang sering mengoleskan minyak kelapa untuk melembabkan rambut yang kering tersebut. Namun sekarang dengan ilmu dan teknologi yang semakin tinggi produk shampo dikonversi sedemikian rupa sehingga dihasilkan produk yang berkualitas. Rambut merupakan mahkota yang ada pada setiap orang. Oleh karena itu banyak orang –orang yang mengeluh apabila terjadi kerusakan pada rambut. Semakin banyak masalah yang timbul di rambut seseorang semakin menuntut industri untuk memproduksi produk shampo sesuai jenis kulit rambut seseorang. Seperti shampo anti ketobe, shampo yang mengatasi rambut rontok dan lain lain sebagainya. Tuntutan itu membuat produsen semakin teliti dalam mengkonversi bahan – bahan baku apa saja yang bisadigunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada rambut dan kulit rambut. Selain itu proses pembuatan shampo ini tidak lepas dari campuran bahan-bahan kimia yang menambah dayaguna dari shampo itu sendiri. Mengingat banyaknya masyarakat yang menggunakan shampo, sangat perlu diperhatikan kualitas bahan baku yang akan digunakan yakni dalam segi komposisi dan bahan yang terkandung dalam shampo. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan shampo yang berkualitas dan bermutu. B. Tujuan Penulisan Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan shampo, konversi yang terjadi dalam proses pembuatannya baik secara kimia maupun fisik, mengetahui bahan – bahan apa saja yang digunakan serta mamfaat dari produk.

Beberapa industri yang memproduksi shampo atau perawatan rambut umumnya juga mengeluarkan produk kondisioner dengan tujuan untuk mempermudah pengguna shampo menata kembali rambutnya. seperti sabun.5-6. debu. serpihan kulit. ada juga shampo kering berupa serbuk yang tidak menggunakan air. Surfaktan anionik secara substansi menghilangkan ketegangan permukaan dan memperhitungkan pemidahan sebum dari pori.II. Formula shampo yang biasa digunakan untuk memaksimalkan kualitas seperti kemudahan dalam membilas. yang berfungsi untuk meningkatkan tegangan permukaan kulit (umumnya kulit kepala) sehingga dapat meluruhkan kotoran (membersihkan). memiliki aroma yang sesuai dengan aroma yang diberikan memiliki pH antara 5.02-1. dan kotoran lain yang menempel dirambut seiring aktivitas yang dilakukannya. Pembusahan pada shampo muncul karena pemijatan yang dilakukan pada rambut tersebut. Shampo dapat menghilangkan rasa gatal dikepala dan dapat menghilangkan ketombe. untuk melembabkan kepala digunakanlah minyak kelapa. kemudian dicampur dengan air sehingga membentuk seperti bubur. memiliki warna yang diinginkan oleh konsumen. dan spesifik gravity sebesar 1. Shampo adalah sejenis cairan. A. Surfaktan mengeluarkan kotoran kotoran yang disebabkan oleh sebum tersebut. lebih umum digunakan untuk binatang peliharaan seperti kucing yang tidak menyukai bersentuhan dengan air ataupun anjing. Namun tidak semua shampo berupa cairan atau digunakan dengan campuran air. Shampo dapat membersihkan kulit kepala dan membersihkan ketombe akan tetapi membuat kulit kepala menjadi kering. shampo didefinisikan sebagai yaitu sediaan yang mengandung surfaktan dalam bentuk yang cocok dan berguna untuk menghilangkan kotoran dan lemak yang melekat pada rambut dan kulit kepala agar tidak membahayakan rambut. Shampo sendiri bekerja dengan melepaskan minyak dalam rambut. dan kesehatan si pemakai. individu dianggap melakukan perawatan dengan mencuci rambut dan kulit kepala agar bersih dari minyak. Karena kejadian tersebut rambut mengumpulkan serpihan debu dan kotoran yang disebabkan oleh sebum tersebut. mengandung surfaktan anionik sebesar 11-14. .Dalam pengertian ilmiahnya. Lemak tidak mudah lepak hanya dengan pembilasan dengan air biasa.Shampo kering ini selain digunakan oleh manusia. Shampo pada umumnya digunakan dengan mencampurkannya dengan air dengan tujuan untuk melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melindungi rambut dan membersihkan kotoran yang melekat. Mekanisme pembersihan shampo yang mendasari pembersihan rambut seperti dengan pembersihan shampo tradisional. tetapi air pertama kali ditolak.5. Pengertian produk PEMBAHASAN Shampo merupkan sebuah produk yang berasal dari surfaktan minyak kelapa sawit.Kegiatan membersihkan kulit kepala dan rambut ini disebut keramas. hal ini dikarenakan shampo mempunyai surfaktan yang berbeda. Sifat sifat shampo secara umum yaitu homogen. kulit kepala.05 gr/cm3. Pada saat keramas. . Sebum melindungi struktur protein rambut dari kerusakan akan tetapi perlindungan ini menyebabkan kerusakan yang lain. Dahulu di setiap negara bahkan Indonesia membuat shampo dengan menggunakan jerami. kulit ari dan jerami ditumbuk dan dicampur dengan alkali. Sebum adalah minyak yang disekresi oleh folikel rambut yang siap diserap oleh untaian rambut dan membentuk pelindung. Rambut yang tidak rusak mempunyai permukaan hidrofobik dimana lemak dari kulit seperti sebum melekat. Shampoo melindungi kekurangan minyak yang ada didalam rambut dan menguatkan akar akar rambut.

tetapi umumnya berkadar 0. shampo telur. keharuman. karena jika tidak kulit menjadi kering. Jika rambut termasuk jenis rambut yang halus.5%. natriumseskuikarbont.komponen pada shampo dapat diuraikan secara mudah. 0.] Jenis shampo ini sangat cocok digunakan saat rambut akan melalui proses kimiawi agar rambut dan kulit kepala benar-benar bersih dengan tujuan proses kimiawi yang digunakan pada pengeritingan atau pewarnaan dapat diserap dengan baik. dan produk lainnya yang tertinggal di kulit kepala. hairspray. tidak mengandung racun. 40% garam fenilraksa. Shampo ini telah . shampo ini diedarkan dengan berbagai nama seperti shampolanolin. busa untuk rambut (foam).3%-1. meminimalkan iritasi mata dan kulit. Jenis jenis shampo yang berdasarkan kegunaanya seperti shampo anti ketombe. terasa harum. Shampo jenis ini dapat dikombinasikan dengan zat warna alam hena atau kamomil. karena konsistensinya tidak begitu kental. sedangkan sebagai zat pengencer biasanya digunakan natriumkarbonat.Shampo krim atau pasta. lilin rambut (wax).Jenis shampo ini mengandung protein yang membuat rambut terlihat lebih berisi atau tebal. ] Karena unsur asam mengurangi minyak maka jenis shampo ini dapat membuat rambut menjadi kering jika digunakan terlalu sering dan disarankan untuk menggunakannya paling banyak dalam jangka waktu satu kali seminggu . Tergantung dari jenis zat tambahan yang digunakan.akhir yang baik setelah pencucian. jelly rambut (gel). lepek atau tidak mengembang. Penggunaan shampo ini harus dicairkan terlebih dahulu. Bila dipakai terlalu sering maka akan terjadi penumpukan residu atau sisa shampo sehingga mengakibatkan rambut terlihat tidak bersih. shampo brendi. derajat keasaman tidak kurang dari 7. Shampo jenis ini lebih lembut sehingga cocok untuk rambut yang telah melalui proses kimiawi.shampo ini mudah dituang. terasa lebih tebal dan lembut. shampo tidak boleh menjadi keruh pada saat penyimpanan. shampo lemon atau bahkan shampo strawberry. biasanya bubuk sabun diganti dengan natrium laurilsulfat. dinatriumfosfat atauboraks. Shampo emulsi. Shampo bubuk digunakan sebagai dasar shampo digunakan sabun bubuk. sehingga dapat memberikan sedikit efek pewarnaan pada rambut. natriumbikarbonat. pembentukan dan stabilitas busa dan pengawetan. kedua zat ini sangat beracun sehingga perlu memperhatikan batas kadar yang ditetapkan pemerintah. kemudian shampo harus cepat dapat dibilas dengan bersih.2% larutan formaldehida. Faktor yang harus diperhatikan dalam formulasi shampo ini meliputi viskositas. Zat pengawet yang lazim digunakan meliputi. Shampo untuk membersihkan secara menyeluruh (biasanya mengandung acid atau asam yang didapat dari apel. shampo protein. Selain itu shampo harus dapat membentuk busa yang berlebih dan cepat. Shampo larutan merupakan larutan jernih. Shampo harus stabil. pada saat shampo digunakan maka busa harus cepat mebentuk busa. warna. Berdasarkan bentuknya shampo dibedakan menjadi beberapa macam seperti shampo padat yang menggunakan surfaktan kusus yang dapat memadatkan smpo tersebut. shampo susu. Shampo kering yang digunakan harus dibasahi terlebih dahulu. sebagai bahan dasar digunakan natrium alkilsulfat dari jenis alkohol rantai sedang yang dapat memberikan konsistensi kental. Agar dalam air sadah dapat berbusa. lemon atau cuka yang berfungsi untuk menghilangkan residu atau sisa produk perawatan semacam creambath.Untuk membuat shampo pasta dapat digunakan malam seperti setilalkohol sebagai pengental. tipis maka bisa digunakan jenis shampo iniTetapi sebaiknya dihindari penggunaan yang terlalu sering.Parfum yang digunakan sebanyak 0.0%. tidak terjadi kerusakan pada rambut. mempunyai sifat detergenisasi tetapi tidak berlebih. Shampo untuk rambut diwarnai dan dikeriting Shampo ada yang dibuat khusus untuk rambut yang dicat atau diberi warna atau dikeriting karena rambut cukup menderita dengan masuknya cairan kimia hingga ke akar rambut dan hal ini bisa memengaruhi kondisi kesehatan rambut.

Bahan aditif fungsional. Senyawa ini dapat digunakan untuk memodifikasi viskositas dari shampoo termasuk elektrolit. Aditif lain adalah pengontrol pH. dan senyawa amonium. propilenglikol dan glikol monostearat dan palmitat. Hal ini akan membuat produknya cepat rusak dan dapat membahayakan kesehatan. termasuk di dalamnya bahan yang dapat mengontrol viskositas shampo. Bahanbahan pengopak adalah alkalonamida atau asam-asam lemak tinggi. Garam-garam EDTA dan polifosfat adalah yang paling banyak digunakan sebagai sequestering agent dalam shampoo. hidroksipropilselulosa. heksilen. misalnya beberapa shampo mengandung seng piritionin yang dapat mengobati ketombe.diperdagangkan oleh perusahaan didunia. Bahan penjernih seperti : etanol. atau pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang meningkatkan kelembaban rambut. dan magnesium aluminium silikat. Sejumlah bahan pengopak atau yang memberi efek kilauan mutiara. misalnya. Bahan conditioner. ester fosfat. Sequestering agent. Bahan bahan kimi yang terdapat pada shampo adalah sebagai berikut : Bahan pembersih. karbopol 934. parfum yang membuat shampo enak dipakai. Bahan aditif estetik. natrium klorida. glikol. Bahan Pengopak dan Penjernih. sehingga aman untuk digunakan.stearil). sabun TEA. Shampo alami merupakan shampo yang dibuat dengan menggunakan bahan bahan alami dan dikombinasikan dengan surfaktan. Dalam daftar termasuk ammonium klorida. tragakan. Pelarut non ionic. Kemudian shampo untuk hewan yang diperuntukan untuk hewan. Kadang selain surfaktan. Dapat dibayangkan apabila shampo terlalu encer. shampo akan sukar dipakai. dan isostearil etildimonium etosulfat. fosfat meningkatkan transparansi. gom karaya. sekental pasta gigi. seperti olealkonium klorida. Modifikasi viskositas. Didalam shampo terdapat kandungan zat-zat kimia yang tidak baik digunakan secara terus menerus dan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan diantaranya zat-zat kimia tersebut dapat berpotensi mematikan sel-sel otak serta sel-sel saraf. oksida serbuk disperse halus atau titanium oksida. gom alat. tetranatrium EDTA.5. Kemudian shampo bayi. alcohol. alginate. Bahan surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik.Pengawet. Surfaktan yang digunakan yaitu surfaktan anionik dalm bentuk poliektosilat sintesis glikolemak. cmc. seperti natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat). isopropanol. Bahan-bahan kimia yang terkandung didalam shampo yang sering dipakai dimana ada bahan-bahan yang baik namun tidak sedikit ada yang kurang baik untuk rambut dan kulit kepala. demikian pula jika shampo. derivate selulosa. propilenglikol. Bahan-bahan aktif medis. biasanya digunakan bahan berupa surfaktan kationik. paraben. lemak alcohol (setil. natrium lauril sulfat. agar shampo mempunyai pH antara 3. seperti kokamidopropil betain atau kokamidopropil hidroksisultain. ditambahkan pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan. glikol mono dan di stearat. Pengawet yang umum digunakan adalah natrium benzoat. hidroksiselulosa. Shampo ini disempurnakan dengan formulasi yaitu air mengalir setelah terkena kepala dengan frekuensi yang sangat kecil. pH yang digunakan telah disesuaikan dengan kulit bayi dan desain komponenya tidak memedihkan mata.Bahan ini digunakaan untuk mencegah penimbunan dari garam kalsium dan magnesium dari sabun ke rambut. alcohol polivinil.5 dan 4. emulsi susu dari polimer vinil dan lateks. Kekentalan shampoo dapat diperoleh dengan sejumlah senyawa-senyawa. distearildimonium klorida. polietoksi alcohol dan esternya. . dan alkanolamida. shampo ini telah didesain dengan kulit bayi yang mudah teriritasi dan sangat kecil dapat memedihkan mata. shampo ini mengandung ketoconazole. shampo tanpa pengawet akan menjadi tempat ideal bagi berkembangnya berbagai jenis bakteri. dan polimer karboksivinil dan lainnya.dimetil-oktin diol fosfat. Bahan yang umum digunakan adalah surfaktan amfoterik. dan Selenium sulfide yang digunakan untuk mengurangi atau membunuh Malassecia sulfure. Shampo merupakan produk pembersih rambut yang banyak digunakan. termasuk di dalamnya pewarna. umumnya berupa sistem surfaktan. magnesium kalsium atau garam zink dari asam stearat. surfaktan inilah yang dapat menetralkan mata yang masuk kedalam mata bayi.

shampo dan kondisioner banyak mengandung pewarna buatan dan sintetis sehingga terlihat lebih menarik. Umumnya bagian non polar (lipofilik) adalah merupakan rantai alkil yang panjang.kedua bahan kimia ini merupakan bahan kimia yang paling berbahaya dari semua bahan dalam produk perawatan tubuh. Bahan kimia ini digunakan pada sejumlah perawatan tubuh dan beberapa produk pembersih. bahan kimia ini sering disebut sebagai 'agen pembasah' yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan shampo dan kondisioner. 'momoethanolamine' (MEA). yang banyak terdapat dalam kacang-kacang dan biji-bijjian. Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Nipun Jain. yang banyak terdapat dalam ikan salmon. bahan ini mungkin akan menyebabkan sakit kepala dan kelelahan. Warna buatan yang digunakan dalam pewarna rambut ini menyebabkan kulit menjadi sensitif dan menyebabkan masalah iritasi dan saraf. Zink. membentuk lapisan tunggal dimana gugus hidrofilik berada pada fase air dan rantai hidrokarbon ke udara. India. Namun. Khasiat telur untuk kesehatan rambut sudah dipercaya berabad-abad lamanya. Bahan kimia ini memiliki aroma yang cukup kuat. makarel dan telur. sehingga jika terhirup akan mengakibatkan sakit kepala. Natrium lauril sulfat (SLS) dan sodium laureth sulfat (SLES). Formaldehida juga dikenal bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.Selain itu terdapat juga nutrisi yang dicampurkan kedalam shampo dengan berbagai manfaat yang terkandung didalam nutrisi tersebut. Sifat rangkap ini yang menyebabkan surfaktan dapat diadsorbsi pada antar muka udara-air. Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air (hidrofilik) dan bagian non polar yang suka akan minyak/lemak (lipofilik). di New Delhi. Dalam jangka panjang. zaman dulu wanita biasa menggunakan kuning telur untuk merawat keindahan rambutnya. mengungkapkan ada beberapa bahan kimia yang harus dihindari ketika memilih produk perawatan rambut ( Anonim 2011). Dengan kata lain. bahan ini banyak terkandung dalam shampo dan kondisioner rambut yang bisa menyebabkan alergi ketika terkena kulit. Produk yang mengandung bahan kimia ini bisa menyebabkan kulit iritasi dan sensitif. FD&C (pigmen pewarna).bahan kimia ini merupakan pelarut yang banyak ditemukan sebagai pelarut pewarna rambut dan beberapa losion tubuh. Dr. Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan positif. Propylene glycol. Surfaktan adalah bahan aktif permukaan. Beberapa pewarna mengandung coal tar yang karsinogenik. Selain itu. Beberapa nutrisi yang bagus untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala kita adalah: Vitamin E. negatif atau netral. konsultan senior dari Sri Balaji Action Medical Institute. sementara bagian yang polar (hidrofilik) mengandung gugushidroksil. Aktifitas surfaktan diperoleh karena sifat ganda dari molekulnya. Bahkan. 1998) . sebagian besar bahan ini digunakan dalam kondisioner rambut. yang banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau seperti bayam . (Jatmika. dalam kontak dengan zat padat ataupun terendam dalam fase minyak. SLS juga akan menyebabkan katarak ketika terserap dalam kulit sekalipun tidak kontak langsung dengan mata. Biotin. Polyethylene glycol. Kedua bahan ini menghambat pertumbuhan kualitas dan membatasi pertumbuhan rambut. minyak-air dan zat padat-air. 'trietanolamina' (TEA) Semua bahan kimia ini terkandung dalam shampo dan berisiko menyebabkan kanker. Bahan ini bisa menembus kulit dengan mudah sehingga bisa mengambil protein kulit dan membuat rambut dan kulit kepala tidak sehat. Penyerapan warna ke dalam kulit akan menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam tubuh. pusing dan mual. Polyethylene glycol adalah produk dari minyak bumi. Vitamin E adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk memperindah rambut. 'Dietanolamina' (DEA). bahan ini menyebabkan rambut rontok. Formahldehida. Minyak yang menutupi pori-pori dapat dikurangi dengan mengkonsumsi vitamin E. Isopropil alkohol.

NaCl. pertama lauryl ether dicampurkan dengan oleum 20% di sulfonator yang dilengkapi dengan jaket dan alat pendingin yang dipanaskan dengan suhu 460C dengan tekanan 1 atm waktu tinggal 4 jam. asam sulfat dan lauryl ether . Merupakan senyawa ionik dengan rumus NaCl. Kemudian hasil keluran ini dimasukkan kedalam mixer dimana air ditambahkan sampai konsentrasi asam sulfat dari 99% menjadi 78%.Pada proses pembuatan shampo akan digunakan bahan utama yaitu sodium lauryl ether sulfonat. Pemasukkan SLS ke dalam larutan harus hati-hati karena bila teralu panas akibatnya akan terbentuk banyak buih. ether dan asam sulfat karena memiliki perbedaan densitas yang tinggi. dan virus. Natrium Klorida dikenal juga sebagai garam. kestabilannya. dan yang paling penting adalah senyawa ini merupakan senyawa yang paling baik untuk membuat surfaktan dibandingkan yang lain. danlain.lain. bakteri. Selain perbedaan densitas yang tinggi pemisahan asam sulfat dan lauryl ether sulfonat karena kedua zat ini tidak saling terlarut. apalagi bila dengan pengadukan yang cepat maka akan terjadi buih yang . gelatin. Penggunaan oleum pada persenyawaan ini hanya untuk membantu dalam pembuatan sodium lauryl sulfate yaitu pada proses sulfanosi. Kemudian lauryl ether sulfonat ini dinetralisai dengan menggunakan NaOH 20% didalam netralizer dengan temperatur operasi 510C dengan reaksi : C12H25OC2H4O SO3H+ NaOH C12H25OC2H4O SO3Na+H2O lauryl ether sulfonat Sodium lauryl ether sulfonat Shampo merupakan suatu produk yang dibuat dengan cara pencampuran bahan baku seperti air deionisasi. dimana bahan ini dibuat menggunakan lauryl ether (C12) dan oleum.ether. Hasil keluaran dari sulfonator berupa lauryl ether sulfonat. garam dapur.sulfat Dalam rekasi ini asam sulfat tidak ikut bereaksi. biasanya digunakan sebagai bumbu makan dan makanan pengawet. Sehingga nantinya pada air hanya mengandung molekul H2O. lalu dimasukkan ke sebuah resin bermuatan listrik yang dapat menarik garam-garam dan mineral tersebut. meningkatkan pencucian. Proses pertama pembuatan shampo adalah dengan pengadukan 2% NaCl dengan 10% air deionisasi. garam meja. larutan sodium lauret sulfat . Proses pembuatan shampo diawali dengan proses pembuatan sodium lauryl ether sulfonat. Didalam dekanter inilah terjadi pemisahan lauryl ether. dengan reaksi : C12H25OC2H4OH+ SO3+H2SO4 C12H25OC2H4O SO3H+ H2SO4 lauryl ether Oleum 20% lauryl ether sulfonat As. Dalam pembuatan sabun cair /shampo fungsinya sebagai pengental sabun yang masih berupa air. Selain pengadukan 2 bahan tersebut dilakukan juga pengadukan larutan 2 % sodium lauret sulfat. menstabilkan kekentalan. NaCl adalah garam yang paling bertanggung jawab atas salinitas dari laut dan dari cairan extrakulikuler dari multiser banyak organisme sebagai bahan utama dalam garam yang dapat dimakan ini. senyawa ini akan menghasilkan busa dan meningkatkan busa. Air deionisasi adalah air yang tidak mengandung garam dan mineral-mineral. Air deionisasi dibuat dengan cara menganbil air yang masih mengandung mineral dan garam-garam. Lalu dicampurkan dari mixer ke dekanter. Jika senyawa lauryl digunakan dalam shampo.

SLS adalah jenis surfaktan yang sangat kuat dan umum digunakan dalam produk-produk pembersih noda minyak dan kotoran. Setelah homogen kemudian ditambahkan juga asam sitrat dan bronidoxl. zat ini memiliki kegunaan yang hampir sama sebagai pembersih atau 'pembuang' kotoran yang menempel. Fungsi asam sitrat adalah untuk menyeimbangkan pH agar dapat menetralisir reaksi basa yang yang terjadi dalam penyampoan rambut. Gelatin berasal dari pencampuran dengan air deionisasi yang dipanaskan pada suhu 65-70 0C. jadi akan cepat terjual bila akan dijual. Setelah ditunggu dingin kemudian ditambahkan bahan pewangi. Pengadukan dilakuakn pelan sampai SLS homogen dalam larutan tersebut. Sifatnya yang juga sebagai surfaktan ini adalah untuk membuat shampo menjadi tidak mengiritasi mata sehingga daspat digunakan oleh anak-anak. shampo dan busa pencukur. SLS ini banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada produk-produk industri seperti pembersih mesin ( engine degreaser). Sodium lauret sulfat inilah yang nantinya akan menghasilkan busa pada shampo. Sebagai contoh. Sodium lauret sulfat adalah surfaktan pada shampo atau produk lainnya yang yang bersifat sebagai pengemulsi dan pembersih. biasanya di gunakan warna kuning dan aroma jeruk agar lebih dapat menghilangkan bau kotoran yang akan di bersihkan . membuat zat kimia ini mempunyai sifat ambifilik yang merupakan syarat sebagai deterjen. SLS digunakan dalam kadar rendah di dalam pasta gigi. Sodium lauret sulfat adalah surfaktan anion yang biasa terdapat dalam produk-produk pembersih. dan shampo mobil. Pewangi dan Pewarna berfungsi sebagai bahan tambahan (addictive) dan tidak akan mengurangi kualitas dari shampo. Kemudian yang terakhir adalah pengecekan pH agar tetap di range netral yakni 6-7. Setelah itu. Garam kimia ini adalah organosulfur anion yang mengandung 12-ekor karbon terikat ke gugus sulfat. Berfungsi sebagai 'surfactant' singkatan dari "surface acting agent'. Cocoamidopropil betain seperti Sodium Lauryl Etner Sulfate. Penggunaan larutan ini sangat dibatasi karna bersifat karsinogen dan dapat menyebabkan iritasi maka dalam pembuatan shampo hanya digunakan 2% . Ditambahkan saat dingin karena minyak atsiri tidak stabil oleh pemanasan. dilakukan pencampuran 2 % sodium lauret sulfat dengan 2% NaCl dengan 10% air deionisasi. Penggunaan gelatin pada shampo akan berpengaruh pada bentuk kekentalan shampo dan membuuat shampo berkilaun seperti mutiara. pembersih lantai. Dari hasil pencampuran ini didapat sediaan satu yang nantinya dicampur kembali dengan gelatin dan 5 % cocoamidopropil betain.sangat banyak. Zat kimia ini merupakan bahan utama di dalam formulasi kimia untuk mandi busa karena efek pengentalnya dan kemampuan untuk menghasilkan busa. Jadi penambahan parfum dan pewarna dapat mempengaruhi perhatian konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Cocoamidopropil betain ini juga akan menguatkan fungsi gabungan SLS sehingga daya surfaktannya kan menjadi sangat kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful