BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Status tiroid pada janin dan neonatal telah lama diketahui memiliki dampak

jangka panjang terhadap tingkah laku, fungsi lokomotor, bicara, pendengaran dan kognitif. Kelambatan mengembalikan fungsi tiroid normal pada janin dan neonatus dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap, namun bila diberikan pengobatan secepatnya setelah diagnosis dini, dapat menegmbalikan perkembangan otak dalam rentang normal. Namun demikian, masih terdapat kelainan yang ringan pada visual, bicara dan IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan yang eutiroid.1 Penelitian pada ibu hamil dengan hipertiroidisme yang tidak terkontrol, menunjukkan bahwa bayi yang dikandung akan lahir dengan berat badan lahir rendah, hipertiroidisme neonatal dan kemungkinan besar terjadi cacat bawaan yang tidak ada hubungannya dengan pengobatan dengan pengobatan tionamide. Pada ibu yang mendapat terapi anti tiroid, kemungkinan besar bayinya akan mengalami hipotiroid kongenital.1 Gejala hipotiroid pada bayi baru lahir biasanya tidak terlalu jelas, oleh sebab itu sangat diperlukan skrining hipotiroid pada neonatus. Program skrining memungkinkan bayi mendapatkan terapi dini dan memiliki prognosis yang lebih baik, terutama dalam perkembangan sistem neurologis.2 Pengobatan secara dini dengan hormon tiroid dapat mencegah terjadinya morbiditas fisik maupun mental. Pemantauan tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil pengobatan dan tumbuh kembang anak yang optimal.3 Program pendahuluan skrining hipotiroid kongenital yang dilakukan di Bandung dan Jakarta sejak tahun 2000 terhadap lebih dari 100.000 bayi, didapatkan angka kejadian hipotiroid congenital pertahun antara 1: 2600 dan 1 : 3800.4 Hipotiroid kongenital yang terlambat diketahui dan diobati, dapat menyebabkan retardasi mental dan akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia.3

1.2 1. Tujuan Penulisan Memahami mengenai dampak hipertiroid pada ibu terhadap bayinya Meningkatkan kemempuan menulis ilmiah didalam bidang ilmu kedokteran khususnya bagian ilmu kesehatan anak 3. Memenuhi salah satu syarat kelulusan Kepaniteraaan Klinik di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru . 2.

yang dihubungkan oleh istmus dan menutup cincin trakhea 2 dan 3. Kapsul fibrosa menggantungkan kelenjar ini pada fasia pretrakhea sehingga pada setiap gerakan menelan selalu diikuti dengan terangkatnya kelenjar kearah kranial. Keempat kelenjar paratyroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tyroid.3 Kelenjar tiroid janin berasal dari endoderm foregut yang kemudian bermigrasi ke inferior sampai ke daerah kartilago tiroid. Kelenjar tyroid melekat pada trakhea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Sifat ini digunakan dalam klinik untuk menentukan apakah suatu bentukan di leher berhubungan dengan kelenjar tyroid atau tidak. Segala sesuatu yang terjadi selama proses migrasi ini dapat menyebabkan terjadinya tiroid ektopik.3 . Tyroid terdiri atas dua lobus. dan syaraf. pembuluh darah besar.1 Anatomi kelenjar tiroid Kelenjar tyroid terletak dibagian bawah leher. Didalam ruang yang sama terletak trakhea. antara fascia koli media dan fascia prevertebralis. kelenjar tiroid sudah terdiri dari 2 lobus.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pada usia 7 minggu. esofagus.

Jika konsentrasi hormon tiroid dalam . Hormon tiroid sangat penting dalam perkembangan saraf normal. Pretrakhealis dan nl.Vaskularisasi kelenjar tyroid berasal dari a. Tyroidea Inferior (cabang a.TSH) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Kedua hormon ini disintesis dan disimpan dalam keadaan terikat dengan protein dalam keadaan terikat dengan protein di dalam sel-sel kelenjar tiroid. pelepasannya ke dalam aliran darah terjadi ketika diperlukan. Didalam darah. TSH akan mengendalikan kecepatan pelepasan hormon tiroid. Setiap folikel lymfoid diselubungi oleh jala-jala kapiler. Nodus Lymfatikus tyroid berhubungan secara bebas dengan pleksus trakhealis yang kemudian ke arah nodus prelaring yang tepat di atas istmus. Kedua sistem ini mempengaruhui aliran darah pada tiroid yang akan mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid seperti TSH dan iodine. pelepasan TSH ditentukan oleh kadar hormon tiroid dalam darah. Kurang lebih 70 % dari T3 dan T4 berikatan pada TBG.5 Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid ( thyroid stimulating hormone. Brakhiosefalika dan ada yang langsung ke duktus thoraksikus. Hubungan ini penting untuk menduga penyebaran keganasan. Pada keadaan hipertiroid aliran darah dapat meningkat sampai 1 L/menit/gram sehingga dapat didengar menggunakan stetoskop yang disebut bruit. pertumbuhan tulang dan pematangan seksual. dan jala-jala limfatik.3 2.Kelenjar ini kaya akan pembuluh darah dengan aliran darah 4-6 ml/menit/gram. dan ke nl. Tiroidea Superior (cabang dari a. Serabut saraf adrenergik dapat mencapai daerah folikel tiroid sehingga saraf adrenergik diduga mempengaruhi fungsi kelenjar tiroid secara langsung. Subklavia).3 Kelenjar tiroid mendapatkan persarafan adrenergik dan kolinergik yang berasal dari gangglia servikal dan saraf vagus. sedangkan sistem venanya berasal dari pleksus perifolikular. Selanjutnya. Estrogen merangsang sintesis TBG. dan sisanya berikatan dengan thyroidbinding albumin (TBPA) dan transthyrenin. sebagian lagi bermuara ke nl. Paratrakhealis. tubuh kita hanya memliki sejumlah kecil thyroid-binding globulin (TBG) tetapi afinitasnya terhadap T4 sangat tinggi. Karotis Eksterna) dan a.2 Fisiologi kelenjar tiroid Kelenjar tiroid memelihara tingkat metabolisme dari berbagai sel dalam tubuh dengan menghasilkan dua hormon tiroid didalam sel folikelnya yaitu tiroksin/tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3).

pelepasan TSH meningkat sehingga terjadi peningkatan keluaran T3 dan T4. Hormon pelepas-tirotropin (TRH. Iodin (I2) yang direduksi menjadi iodide (I) di lambung dan usus cepat diabsorpsi dalam bentuk iodide 2.thyrotropin-releasing hormone) yang disekresikan oleh hipotalamus memberikan pengaruh yang mengatur (modulasi) pelepasan TSH dari hipofisis. Faktor-faktor lingkungan seperti penurunan suhu tubuh dapat meningkatkan sekresi TRH dan dengan demikian menaikkan sekresi hormon tiroid. iodida yang teroksidasi berikatan dengan unit tirosin (L-tirosin) dalam tiroglobulin pada satu atau dua posisi membentuk prekursor hormon monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT) 5. Retikulum endoplasma kasar mensintesis molekul besar yang disebut tiroglobulin. Keadaan ini merupakan satu contoh pengendalian umpan-balik (feedback control). Normalnya hanya beberapa tiroglobulin yang utuh yang meninggalkan sel folikuler . Setiap molekul tiroglobulin bisa mengandung sampai 4 residu T4 dan 0-1 T3.darah menurun. Molekul-molekul ini di deiodinasi oleh enzim deiodinasi sehingga iodida dapat digunakan kembali dalam T4 atau T3. Sebagian besar 80 % T4 dilepaskan ke kapiler dan hanya sejumlah kecil T3 20 % yang disekresi dari kelenjar tiroid 7. Iodin-tiroglobulin bebas diangkut dalam bentuk vesikel ke membran apikal dan akhirnya melepaskan tiroglobulin pada membran apikal 4. Tiroglobulin disimpan kembali dalam sel folikuler melalui mekanisme pinositosis 6. hormon tiroid disintesis di kelenjar tiroid melalui beberapa tahap yaitu: 1. Pada membran apikal. Sel folikuler pada kelenjar tiroid membentuk trap yang dibawa ke sel melalui gradien elektrokimia 3.5 Pada orang dewasa. Lisosom enghancurkan ikatan antara tiroglobulin dan T4 (atau T3). T3 memiliki efek inhibisi kuat terhadapsekresi TRH. Proteolisis tiroglobulin juga melepaskan MIT dan DIT. Hampir semua T3 didalam sirkulasi berasal dari T4. TSH juga merangsangkonversi T4 menjadi T3 yang lebih aktif.

8. Efek sekunder kalorigenesis Pada orang dewasa. hormon tiroid mempengaruhi setiap sistem organ yang penting. taraf metabolisme dan eksresi nitrogen akan meningkat. Adanya hormon tiroid dalam jumlah yang adekuat juga diperlukan untuk pertumbuhan normal. Jika tidak disertai dengan masukan makanan yang cukup. Kedua hormon ini bekerja sebagai alat pacu umum dengan mempercepat proses metabolisme. 2. Hormon tiroid mempengaruhi replikasi sel dan sangat penting bagi perkembangan otak. Efeknya pada kecepatan metabolisme sering ditimbulkan oleh peningkatan kadar enzim-enzim spesifik yang turut berpengaruh dalam konsumsi oksgen. TSH merangsang hampir semua proses yang melibatkan sintesis dan sekresi hormon tiroid Fungsi utama hormon tiroid (T4 dan T3) adalah mengendalikan aktifitas metabolik seluler. Beberapa fungsi hormon tiroid dalam mengendalikan aktifitas metabolik:5 1. protein endogen dan . Efek kalorigenik T3 dan T4 meningkatkan konsmsi O2 hampir pada semua jaringan yang metabolismenya aktif. dan oleh perubahan sifat responsif jaringan terhadap hormon yang lain. Melalui efeknya yang luas terhadap metabolisme seluler.

pembentukan tulang. hormon tiroid mempunyai efek inotropik dan kronotropik yang nyata terhadap jantung. 3. asam hialuronik dan asam kondroitin sulfat akan menumpuk dan menyebabkan retensi air sehingga terjadi edema. mengubah isoform dari gen Na+ -K+ ATPase gen dan meningkatkan reseptor adrenergic beta dan konsentrasi protein G.simpanan lemak akan diuraikan sehingga berat badan menurun. Dengan . Selain itu. 7. Dengan demikian. sehingga pada hipotiroid akan terjadi karotenemia. meningkatkan kontraksi diastolik jantung. memperbaiki kontraktilitas otot jantung. Efek pada sistem saraf Dalam mempengaruhi perkembangan otak. Efek pada otot rangka Efek ini berhungan dengan katabolisme protein. hormon tiroid juga diperantarai oleh faktor pertumbuhan misalnya “nerve growth factor” dan “epidermal growth factor”. meningkatkan resorpsi tulang. Efek pada metabolisme karbohidrat Hormone tiroid meningkatkan taraf penyerapan karbohidrat dalam saluran cerna. 6. dan hingga tingkat yang lebih kecil. T3 juga meningkatkan transkripsi dari Ca2+ ATPase dalam retikulum sarkoplasmik. hormon tiroid juga penting untuk perubahan karoten menjadi vitamin A. Hal ini merupakan penyebab dari keluaran jantung dan peningkatan nadi yang nyata pada hipertiroidisme dan kebalikannya pada hipotiroidisme. Pada keadaan hipotiroid dapat menyebabkan kondisi retardasi mental karena terjadi penurunan protein otak dan sintesis RNA. Efek pada jantung T3 merangsang transkripsi dari rantai berat α miosin dan menghambat rantai berat β miosin. Pada keadaan hipertiroid akan terjadi peningkatan katabolisme yang dapat menyebabkan kelemahan otot. 4. Efek pada pertumbuhan Hormon tiroid merangsang peningkatan penggantian tulang. Efek pada metabolism kolesterol Hormone tiroid menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Pada keadaan hipotiroid akan terjadi myxedema karena berbagai macam protein yang terdapat pada kulit seperti polisakarida. 8. 5.

sebagai alat eksresi. menyebabkan tingginya kadar TRH pada serum janin. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar tiroid sebagai respon terhadap kadar kalsium plasma yang tinggi.3 Fisiologi tiroid dalam kehamilan Selama kehamilan normal. maka plasenta berfungsi sebagai barier antara sistem ibu dan janin.3 Setelah terjadi konsepsi. Plasenta permeabel terhadap TRH dan telah dibuktikan bahwa plasenta dapat mensintesiskan TRH. misalnya penyakit Grave’s maka. maka akan diikuti dengan perubahan metabolik dan hormonal yang sangat berpengaruh pada sistem endokrin ibu. Apabila ibu hamil mengalami kelainan tiroid atau mendapatkan pengobatan anti tiroid. dan pada kasus berat. dan kalsitonin akan menurunkan kadar kalsium plasma dengan meningkatkan jumlah penumpukan kalsium dalam tulang.demikian. Sekresi kalsitonin tidak dikendalikan oleh TSH. Kadar TRH serum ibu rendah dan hanya sedikit sekali berpengaruh pada janin. sintesis polipeptida dan hormon steroid yang mempengaruhi ibu dan metabolisme janin. kadar TBG dalam sirkulasi meningkat dan juga akhirnya T3 dan T4 ikut meningkat. Saat tiroid janin mulai berfungsi. dan peningkatan ekskresi hidroksiprolin urin dan hubungan-silang pyridinium. fetus tergantung pada ibu untuk menyediakan hormon tiroid melalui plasenta karena fetus tidak dapat menghasilkan hormon sendiri sampai trimeser kedua. Plasenta juga memproduksi . 5 2. peningkatan renal clearence iodium. Kira-kira sepertiga kadar T4 ibu dapat melewati plasenta dan masuk ke janin. terjadi peningkatan TBG dan kadar tiroid hormon serum.3 Plasenta mamalia tidak permeabel terhadap TSH dan relatif tidak permeabel terhadap hormon tiroid. Pada metabolisme tiroid. Selama trimester pertama kehamilan. hiperkalsemia sedang. Dengan adanya produksi TRH ekstrahipotalamus janin. obat anti tiroid juga melewati plasenta sehingga janin beresiko mengalami hipotiroid. hal ini dikarenakan tidak terdapatnya pendegradasian. serta peningkatan tiroksin. Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan otak bayi dan sistem saraf. hiperkalsiuria. Kadar TRH pada janin ini dipertahankan. hipertiroidisme dapat menimbulkan osteopenia yang bermakna. Kelenjar tiroid juga menghasilkan kalsitonin atau tirokalsitonin yang dihasilkan oleh sel parafolikuler yang disebut sel. Perkembangan bayi sangat bergantung pada plasenta yang berfungsi mengatur bahan dari ibu yang masuk ke janin.

Pada trimester kedua. fetus dapat melakukan ambilan (trapping) iodium dan pada usia 12 minggu dapat memproduksi T4 yang secara bertahap kadarnya terus meningkat sampai mencapai usia 36 minggu. Pada minggu ke-12 tiroid telah mampu menjalankan aktivitas pemekatan iodium dan sintesis hormon tiroid.3 Pada usia 4 minggu. TRH. juga meningkat paralel dengan T4 selama trimester ketiga. tetapi integrasi dan fungsi aksis hipotalamus-hipofisis-tiroid dengan mekanisme umpan baliknya belum terjadi sampai trimester kedua kehamilan. Sesudah bayi lahir terjadi kenaikan TSH mendadak yang menyebabkan peningkatan kadar T3 dan T4 yang kemudian secara perlahan-lahan menurun dalam 4 minggu pertama kehidupan .hormon polipeptida dengan bioaktivitas mirip TSH. Aktivitas tiroid mulai tampak pada usia 8 minggu kehamilan. T3 dan reverse T3 janin tidak terdeteksi sebelum trimester ketiga. Perkembangan hormon-hormon tiroid ini tidak bergantung pada sistem ibu.3 Produksi TRH oleh hipotalamus dan TSH oleh hipofisis terjadi dalam waktu yang berrsamaan. dan dapat dideteksi dalam sirkulasi pada usia 11 sampai 12 minggu. Ini mencegah gangguan tiroid pada ibu mempengaruhi kompartemen anin. Pada kelahiran. tetapi juga mencegah terapi efektif hipotiroidisme janin melalui ibu. Kadar TSH dalam darah mulai meningkat pada usia 12 minggu sampai aterm. tetapi hal ini hanya berpengaruh sedikit pada fungsi tiroid janin.3 Hormon yang produksi dalam jumlah besar semasa kehidupan janin adalah T4. Bioaktivitas yang menyerupai TSH mencapai kadar tertinggi pada akhir trimester pertama. sementara T3 yang aktif secara metabolik dan derivat tak aktifnya yaitu reverse T3. konversi T4 menjadi T3 menjadi nyata. dan T4 bebas semuanya meningkat. fetus mulai mensintesis tiroglobulin.3 Thyrotropin Releasing Hormone (TRH) mulai terdapat dalam neuron pada fetus saat usia 4 minggu sedangkan Tiroid Stimulating Hormone (TSH) mulai dihasilkan oleh hipofisis pada usia 9 minggu. Obatobat goitrogenik seperti propiltiourasil dapat menembus plasenta dan dapat mencetuskan hipotiroidisme dan goiter pada janin. Pematangan mekanisme umpan balik diisyaratkan oleh plateau TSH sekitar usia janin 20 minggu. Pada usia kehamilan 8 sampai 10 minggu. dan hanya ada sedikit transfer hormon tiroid melalui plasenta dalam kadar fisiologis. TSH. yang secara transien meningkatkan kadar hormon tiroid bebas serum ibu dan secara transien juga menekan sekresi TSH ibu.

dan dapat mencapai 75 %. Peningkatan LFG menyebabkan meningkatnya pengeluaran iodin lewat ginjal yang berlangsung pada awal kehamilan. Estrogen juga merangsang hati untuk mensintesis TBG dan menyebabkan penurunan kapsitas TBPA. Peningkatan TBG Estrogen merangsang peningkatan sintesis TBG. fungsi kelenjar tiroid maternal tergantung pada tiga faktor independen namun salin terikat yaitu.3 1.3 Selama dalam kehamilan.bayi. menyebakan peningkatan ikatan hormon tiroksin. Struktur yang homolog ini menjadikan hCG mampu merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid. memperpanjang waktu paruh dalam sirkulasi dan menyebabkan peningkatan konsentrai TBG serum. rantai dari α hCG identik dengan struktur yang membentuk TSH. (1) peningkatan konsentrasi human chorionic gonadotropin (hCG) yang merangsang kelenjar tiroid. 2. organifikasi. 3. Semua tahap yang melibatkan sintesis hormon tiroid termasuk trapping. (2) peningkatan iodin eksresi urin (renal clearence) yang signifikan sehingga menurunkan konsentrasi iodin plasma dan (3) peningkatan TBG selama trimester pertama. proporsi hormon tiroksin dalam sirkulasi yang berikatan dengan TBG meningkat selama kehamilan. akibat peningkatan laju filtrasi glomerulus (LFG). oksidasi. Secara struktural. Pada bayi prematur kadar T4 saat lahir rendah kemudian meningkat mencapai kadar bayi aterm dalam usia 6 minggu. namun tidak sekuat TSH. hormon hCG meningkats ecara dramatis dan menurun secara bertahap. coupling dan sekresinya berada di bawah pengaruh TSH. Pada akhirnya. . Peningkatan konsentrasi hCG Pada trimester pertama kehamilan. Peningkatan iodin eksresi urin Konsentrasi iodin plasma mengalami penurunan selama kehamilan.

Komplikasi hipertiroid yang tidak terkontrol selama kehamilan pada ibu berupa persalinan yang prematur dan abruptio plasenta. Pada hipertiroidisme maternal yang tidak terkontrol janin mengalami resiko intrauterine growth retardation (IUGR). Pada seorang penderita hipertiroid Graves’ yang sudah dikenal.2 dari 1000 kehamilan. Oleh karena itu pegangan klinis semata-mata untuk diagnosis sebaiknya tidak digunakan.7 kali lebih sering pada wanita dibanding pria dan terjadi pada 1.4 Hipertiroid dalam kehamilan Hipertiroid adalah suatu sindrom klinis akibat meningkatnya sekresi hormon tiroid baik tiroksin (T4). Selain itu. Terdapat beberapa penyebab hipertiroid pada kehamilan di mana paling sering disebabkan oleh penyakit Graves.Perubahan hormon dalam kehamilan3 2. triiodotironin (T3) atau keduanya.6 Hipertiroid dalam kehamilan menyebabkan komplikasi baik bagi ibu maupun bagi janin. Hipertiroid dijumpai 5 . gambaran klinis yang klasik seperti oftalmopati atau udem pretibial dapat dipakai sebagai diagnosis penyakit Graves’ yang masih aktif. penurunan berat badan dan struma. nadi basal > 100 kali per menit sangat mengcurigakan adanya hipertiroid. pada ibu yang menderita hipertiroid. Resiko prematuritas . stillbirth dan prematuritas. hipertensi dalam kehamilan 5x lebih sering terjadi dibandingkan dengan ibu eutiroid. seperti gejala hiperdinamik.6 Pada wanita hamil sering ditemukan tanda klinis yang mirip hipertiroid. Selain itu.

Dalam satu minggu pertama kehidupan.6 Propanolol dapat digunakan untuk mengobati gejala hipertiroid akut dan persiapan perioperatif tanpa edanya efek teratogenik yang jelas. akan terjadi perubahan fisiologi hormon tiroid yang signifikan.5 Fisiologi hormon tiroid pada neonatus Pada neonatus cukup bulan. sehingga secara hipotesis dapat mengakibatkan lebih banyak yang melewati sawar darah plasenta. 15 neonatus (6. riwayat penyakit Graves selama lebih dari 10 tahun. penggunaan propranolol pada kehamilan akhir berhubungan dengan hipoglikemia neonatal sementara yang ringan. hal ini biasanya disertai dengan penurunan T4 atau nilai T4 dalam batas normal. kadar T4 dan T3 akan meningkat dan akan menurun secara bertahap. Dalam beberapa laporan. Faktor resiko IUGR pada pasien ini meliputi tirotoksikosis maternal selama lebih dari 30 minggu dalam kehamilan. Jika kadar TSH > 40 mcU/mL menandakan kondisi hipotiroid kongenital permanen.5%) mengalami IUGR. Rekomendasi pemilihan PTU dari MMI sebagian berdasarkan laporan tunggal lebih rendahnya pasase transplasental PTU dibanding MMI tersebut. hal ini dikarenakan suhu dingin di lingkungan. resiko stillbirth meningkat dari 5%-24%. sedangkan metimazol (MMI) lebih sedikit terikat.6 Propiltiourasil (PTU) lebih dipilih daripada metimazol untuk terapi hipertiroid selama kehamilan. Propiltiourasil (PTU) lebih banyak terikat pada albumin pada pH fisiologis. Pada suatu penelitian pada 230 kehamilan. axis hipotalamus-hipofisi-tiroid belum sempurna sehingga penurunan kadar T4 setelah satu minggu pertama kehidupan akan . Obat antitiroid dapat melewati sawar plasenta dan terapi berlebihan dapat menyebabkan hipotiroid pada fetus. sehingga harus digunakan dosis serendah mungkin yang untuk menjaga fungsi tiroid pada batas atas normal. sedangkan MMI dapat menyebabkan atresia koana. PTU dapat menginduksi terjadinya hepatitis. Komplikasi pada janin meningkat secara signifikan pada ibu yang tetap hipertiroid pada paruh kedua kehamilan. apalsia kutis dan atresia esophagus. Jika kehidupan kadar TSH tetap tinggi yaitu > 20 mcU/ mL setelah 24 jam dan > 10 mcU/mL setelah 1 minggu pertama kehidupan menandakan kondisi hipotiroid primer.6 2.meningkat dari 11% menjadi 55% pada ibu yang tidak diobati. dan onset penyakit Graves sebelum 20 tahun. Kadar TSH akan meningkat 30 menit setelah bayi dilahirkan.7 Pada neonatus yang lahir prematur.

Tetapi pada keadaan janin yang mengalami hipotiroid. Selain usia kehamilan. transfer T4 ibu ke janin lebih banyak dibandingkan pada keadaan normal. Kadar T4 ibu Dalam keadaan normal. Iodine Iodine merupakan elemen penting dalam sintesis hormone tiroid. hanya sedikit T4 ibu yang dapat melewati plasenta dan ikut mempengaruhi metabolisme janin. Obat antitiroid Penggunaan propiltiourasil (PTU) dan metimazol (MMI) untuk pengobatan hiperytiroid pada ibu selama kehamilan dapat meneybabkan hipotiroid kongenital sementara. sehingga hipofisis non sekresi TSH lebih banyak untuk memacu kelenjar tiroid mensintesis dan mensekresi hormon tiroid agar sesuai dengan kebutuhan. yaitu:7 a. khususnya pada bayi prematur. obat-obatan ini menghambat sintesis hormon tiroid dengan cara menghalangi coupling iodotirosin melalui . b. berbeda dengan neonatus cukup bulan yang penurunannya terjadi secara bertahap. Defisiensi iodium berat menyebabkan sintesis dan sekresi hormon tiroid menurun. c. terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi fungsi tiroid pada bayi baru lahir. Kekurangan dan kelebihan iodine mempengaruhi status tiroid ibu.terjadi secara signifikan.

kadar hormon ibu harus dalam keadaan eutiroid sehingga dapat mengurangi efek hipertiroidisme ibu pada janin yang berkembang.25-5 uUI/mL. dan penyakit Grave’s. Khusus PTU. tetapi dia masih mempunyai antibodi TSH-R yang dapat melalui plasenta maka dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan janin. Nilai TSH akan meningkat jika kadar hormon tiroid di sirkulasi rendah dan menurun bahkan sampai tidak terdeteksi jika kadar hormon tiroid di sirkulasi tinggi. Antibodi TSH-R ibu Antibodi TSH-R ibu dapat melewati plasenta yang dapat menyebabkan penyakit Grave’s pada neonatus. Nilai normal tergantung dari laboratorium yang memeriksa. 2.penghambatan enzim tiroperoksidase. mereka dapat merencanakan terlebih dahulu kehamilannya. obat ini juga menghambat konversi T4 menjadi T3 di perifer. Pada bayi yang lahir dari ibu yang mendapat terapi PTU ataupun MMI kemungkinan untuk bayi menderita hipotiroid sangat besar. hal ini merupakan keuntungan tersendiri pada keadaan yang memerlukan penurunan segera kadar hormon tiroid aktif seperti yang terjadi pada keadaan krisis tiroid. Namun bila ibu secara klinis dan biokimia dalam keadaan eutiroid. Sebelum konsepsi. d. Nilai normal TSH di Laboratorium Patologi Klinik RSUD AA Pekanbaru yaitu 0.6 Pemeriksaan hormon tiroid a. Pada ibu yang telah lama menderita penyakit Grave’s. Pemeriksaan TSH Pemeriksaan TSH merupakan pemeriksaan yang paling sensitive dalam menilai fungsi hormone tiroid. Hipotiroid pada neonatus ini ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar tiroid yang dapat menyebabkan kesulitan dalam bernafas pada kasus berat.8 . lahir mati.

8 d. Pemeriksaan T3 Hanya 20 % T3 yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. peningkatan kadar T4 dan F-T4 menunjukkan keadaan hipertiroid. hal ini bisa di sebabkan oleh protein pengikat T4 dalam keadaan abnormal. tetapi nilai T3 meningkat. Pemeriksaan TSI TSI (Thyroid-stimulating Immunoglobulin) meningkat pada penyakit Grave’s. T3 lebih aktif dibandingkan T4. nilai T4 dapat menunjukkan abnormalitas.8 c. Mekanisme kerja TSI mirip dengan TSH. karena T3 akan mengalami penurunan jika hipotiroid yang terjadi sudah dalam keadaan berat. Pemeriksaan T4 Pemeriksaan T4 menggambarkan keadaan T4 di sirkulasi. Nilai normal T4 di Laboratorium Patologi Klinik RSUD AA Pekanbaru yaitu 60-120 nmol/L. nilai T4 bisa dalam keadaan normal. yang merupakan hasil konversi dari T4 menjadi T3. Terdapat dua jenis antibodi antitiroid . dan penurunan kadar T4 dan F-T4 menunjukkan keadaan hipotiroid. 80 % lainnya dihasilkan oleh sel lain. Pada beberapa keadaan hipertiroid. sehingga diperlukan pengukuran F-T4. Pada keadaan T4 tinggi sedangkan nilai FT4 dalam keadaan normal.b.8 e. maka kelainan bukan berasal dari tiroid melainkan dari protein pengikat hormon tiroid. Nilai T3 tidak dapat dijadikan patokan untuk menunjukkan keadaan hipotiroid pada tahap awal. Pemeriksaan antibodi antitiroid Antibodi antitiroid dapat ditemukan pada penyakit Hashimoto yang merupakan penyebab paling banyak keadaan hipotiroid. Pada beberapa keadaan. baik yang bebas ataupun yang berikatan dengan protein (free T4/ F-T4). Pemeriksaan TSI ini dilakukan pada penyakit Grave’s.

RAIU (Radioactive iodine uptake) test Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur jumlah iodin yang terdapat di dalam sirkulasi. maka dapat disimpulkan pasien dalam keadaan hipertiroid. nilai RAIU yang meningkat menunjukkan overaktif tiroid yang menghasilkan banyak hormon tiroid seperti pada penyakit Grave’s. bentuk dan iregularitas seperti nodul. Jika hasil pemeriksaan menunjukan niali RAIU di atas normal.8 Interpretasi hasil laboratorium:9 Hipertiroid Hipotiroid Berikut adalah diagnosis banding peningkatan kadar T4 pada bayi:1 . Nodul adalah tumor pada kelenjar tiroid dapat berupa tumor jinak ataupun tumor ganas. Penurunan nilai RAIU menunjukan tidak terdapat overaktif kelenjar tiroid.8 f. Pada keadaan hipertiroid.8 g.yaitu antibodi anti-TG yang menyerang tiroglobulin dan antibodi anti TPO yang menyerang enzim tiroperoksidase. goiter nodular toxic dan pembesaran kelenjar tiroid. akan tetapi menggambarkan ukuran. Thyroid scan Pemeriksaan ini tidak menilai fungsi kelenjar tiroid.

Sindrom T4 Total ↑ ↑ RT3U a ↑ ↓ TBG b FT4I c ↑ N T4 bebas ↑ N T3 total ↑ ↑ T3 bebas ↑ N Tirotoksikosis TBG berlebihan Hipertiroksinemia eutiroid familial N ↑ Peningkatan ikatan T4 ↑ dengan albumin Peningkatan ikatan T4 ↑ dengan prealbumin Resistensi T4 Kontaminasi I2 ↑ ± N ↓ (N) ↑ N N ↑ ↑ ↑ N N N N N N ↑ N N ↑ ↑ N ↑ N N N .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful