You are on page 1of 5

Perhitungan Arah Kiblat Menghitung Arah Kiblat pada dasarnya hanya membutuhkan dua unsur saja, yaitu Lintang

dan Bujur Makkah serta Lintang dan Bujur Lokasi yang di cari. 1) Garis Lintang Dihayalkan dipermukaan bumi ini ada sebuah lingkaran besar yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu utara dan selatan, lingkaran ini kita sebut dengan khatulistiwa atau equator. Sejajar dengan equator ini kita buat lingkaran-lingkaran yang sampai pada titik puncak utara dan selatan (Kutub Utara dan Kutub Selatan). Lingkaranlingkaran inilah yang kita sebut dengan garis-garis lintang. Seperti gambar di bawah ini

2)

Garis

Bujur

Kita buat pula lingkaran tegak lurus dari garis equator yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu Timur dan Barat, lingkaran inilah yang disebut dengan garis bujur Ada satu garis bujur yang istimewa yang dijadikan patokan ukuran yaitu garis bujur yang meliwati kota Greenwinch di London Inggris. Bujur yang meliwati kota tersebut bernilai 0º

Lintang dan Bujur inilah yang harus benar-benar difahami tatkala kita akan menghitung arah Kiblat.

40° 00’ BT. data yang tercantum pada atlas dan buku-buku lainnya hanya mencantumkan data kota Makkah. Perbedaan-perbedaan tersebut sangat besar dan sangat mempengaruhi dalam penentuan arah kiblat. baik pada lintang atau pada bujur. 1. Di samping itu. data hasil pengukuran seperti di atas tidak mutlak harus ada. Saadoeddin Djambek pada tahun 1972 telah ditugaskan oleh Menteri Agama RI untuk melakukan penelitian pengembangan Hisab Rukyat dan kehidupan sosial di Tanah Suci Makkah. Djambek : 21° 20′ LU. 39° 54′ BT 3. beliau kemudian memerintahkan kepada murid-muridnya (antara lain kepada Drs. Belum tentu. Islamic Calender. Abd. Times & Qiblat oleh DR. Akibatnya sangat besar. 4. Namun demikian sebenarnya pengukuran Lintang dan Bujur Ka’bah secara langsung di lokasi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kepastian adalah perlu. Atlas lain : 21° 30′ LU. Arah Qiblat oleh H. 39° 58′ BT 2. Pengukuran semacam ini sampai sekarang masih dipertanyakan orang. Oleh karena itu yang lebih baik dalam melakukan perhitungan arah kiblat adalah tidak menghilangkan satuan menit busur. Muhamad Ilyas : 21° 00’ LU. Sukabumi) untuk merubah data Lintang dan Bujur Ka’bah menjadi 21° 25′ LU. bukan Ka’bah. Memang. Sampai sekarang data tersebut dijadikan .3) Letak Geografis Ka’bah Yang dimaksud letak geografis Ka’bah di sini adalah berapa derajat jarak Ka’bah dari khatulistiwa (biasa dikenal dengan istilah Lintang) dan berapa derajat jarak Ka’bah dari garis membujur yang melewati kota Green¬wich (dikenal dengan istilah bujur). Sepulangnya dari melakukan tugas tersebut. H. mengingat data yang tercantum dalam buku-buku atlas atau buku lainnya berbeda satu sama lain. untuk kepentingan perhitungan penentuan arah kiblat. 40° 14′ BT Jelas terlihat dari data tersebut di atas bahwa setiap sumber mencantumkan data yang berbeda satu sama lain. Boss 38 ste : 21° 30′ LU.S. Atlas PR. yang dijadikan titik pengukuran kota Makkah adalah Ka’bah. 39° 50′ BT. Di bawah ini adalah data Lintang dan Bujur Makkah yang terdapat pada buku-buku atlas dan buku lainnya. sebab penggunaan data yang diambil dari buku-buku atlas atau referensi lainnya sudah dianggap memadai. apakah pernah dilakukan atau belum. Untuk mendapatkan data Lintang dan Bujur Ka’bah secara tepat harus diukur dari atas Ka’bah itu sendiri dengan bantuan peredaran harian benda-benda langit. apalagi pada hasil perhitungan arah kiblatnya itu sendiri. walaupun memang perbedaannya relatif kecil. Rachim. Yogyakarta dan kepada KHB Tangshoban.

.7″ 40.0″ tahun 2004. Nabhan Saputra adalah: Lintang Bujur Sedangkan Lintang Mekah = Mekah = hasil pelacakan dengan Mekah (Ka`bah) 21° 25′ 39° 49′ GPS Vista pada = 21° 14.04″ BT Hasil penelitian terakhir yang dilakukan oleh Departemen Agama (Muhyiddin Khozin) adalah : Lintang Mekah (Ka`bah) = 21° 25′ 25″ LU Bujur Mekah (Ka`bah) = 39° 49′ 39″ BT 4) Letak Geografis Tempat Sama halnya dengan Ka`bah. Pengukuran untuk Masjid dan Mushalla diharapkan dilakukan dengan ekstra hati-hati karena sehubungan akan dipakai untuk berjamaàh. Usaha untuk terus mencari posisi yang paling tepat tetap dilakukan yaitu pada tahun 1994 diperoleh dengan alat GPS (Global Positioning System) yang dilakukan oleh Drs.94″ 34. 20.pegangan oleh Departemen Agama RI dalam melakukan perhitungan-perhitungan arah kiblat.26″ Google 21. letak geografis tempat pengukuran adalah berapa derajat jarak tempat dari khatulistiwa (biasa dikenal dengan istilah Lintang) dan berapa derajat jarak tempat/lokasi dari garis membujur yang melewati kota Green¬wich (dikenal dengan istilah bujur). Untuk mencari lintang dan bujur tempat dapat dilihat pada data-data lintang dan bujur yang ada pada atlas. dengan alat ini koordinat suatu tempat akan dihitung langsung oleh satelit dan akan diinformasikan kepada kita.04″ LU BT adalah: LU BT Earth: LU 25′ Bujur Mekah (Ka`bah) = 39° 49′ Hasil pelacakan dengan menggunakan software Lintang Mekah (Ka`bah) = 21° 25′ Bujur Mekah (Ka`bah) = 39° 49′ 34. alat pelacakan lintang dan bujur harus menggunakan alat yang lebih presisi yaitu dengan menggunakan alat pelacak koordinat geografis yang menggunakan satelit atau yang dikenal dengan GPS (Global Positioning System). H.

Berdasarkan data-data tersebut dapat langsung kita gunakan untuk penghitungan maupun pengukuran sesuai dengan keperluan kita. Menggunakan peta atau atlas yang menyebutkan bujur dan lintang tempat Cara ini bisa kita tempuh dengan melihat garis bujur dan lintang terdekat dengan kota itu dan menghitung dengan rumus interpolasi.Jarak c – d = 33 mm Posisi gunung Arjuno (G) terletak 20 mm(C) dari garis a dan 9 mm dari c.64’’ .Garis c pada 1120 50’ BT 0 Garis b pada 8 LS (B) . X = 70 50’ – ( 70 50’ – 80) x 20 / 33 X = 70 56’ 3. dan bujur dan lintang umumnya diambil dari hasil penelitian para ahli geografis Belanda tahun 1924 yang dipimpin oleh J.Garis d pada 1130 BT Jarak a – b = 33 mm (I) . b. Mungkin yang termuat hanya kota-kota besar atau tempat-tempat pernting saja. Dengan data tersebut data kita hitung bujur dan lintang dari gunung Arjuno dengan menggunakan rumus Interpolasi sebagai berikut : Untuk menghitung Lintang gunung Arjuno. Untuk mengeahui data bujur dan lintang suatu tempat di permukaan bumi ini bisa kita lakukan dengan menggunakan data yang sudah ada maupun untk menghitung sendiri. sedangkan yang kita cari adalah kota kecil. Khusus untuk wilayah di Indonesia. Di banyak buku tentang ilmu Falak maupun Geografis banyak dimuat data tentang bujur dan lintang suatu tempat di muka bumi ini. maka terpaksa kita harus mencari sendiri data itu. Namun permasalahan yang seringkali muncul apabila data yang kita caria itu tidak lengkap.II. Pieter Boss. Melihat data di buku-buku tentang bujur dan lintang tempat Ini adalah cara yang paling mudah. Misalkan kita akan menghitung lintang dan bujur dari gunung Arjuno (Jawa Timur). Perhatikan gambar berikut ini: Pengukuran Gunung Arjuno pada peta    Data yang kita peroleh dari peta : Garia a pada 70 50’ LS (A) . a. kita dapatkan penghitung sebagai berikut. Cara –cara itu antara lain. maka bisa kita lakukan dengan membuka peta Jawa Timur.

6” Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook .64’’ dan Bujur 1120 52’ 43.Sedangkan menghitung Bujur gunung Arjuno kita hitung sebagai berikut: X = 1120 50’’ – (1120 x 1130 ) x 9/33 X = 1120 52’ 43.6” Jadi posisi Gunung Arjuno adalah Lintang -70 56’ 3.