You are on page 1of 27

HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN DEPRESI PADA LANSIA DI RW 07 KELURAHAN PANGKALAN JATI, KECAMATAN CINERE, KOTA DEPOK

PUTU EDY SANTIKA 081 0711 056

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” JAKARTA 2012

A.

Latar Belakang Masalah gangguan depresi pada lansia tidak pernah terlepas dari mekanisme koping lansia itu sendiri. Usia lanjut bukan suatu penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang. hasil penelitian yang dilakukan Damayanti (2006) Tentang Hubungan antara dukungan keluarga dan koping lansia dengan tingkat depresi pada lansia di desa Oro oro ombo Kartoharjo Madiun. Responden berjumlah 85 lansia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dan depresi Perumusan Masalah
Perumusan Masalah mengenai mekanisme koping dengan depresi pada lansia dan data-data pertumbuhan penduduk lansia dari tahun ke tahun terus meningkat. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia baik itu perubahan fisik maupun psikologis dimana fungsinya akan menurun yang akan mempengaruhi proses penalaran dan emosi lansia.

B.

Status kesehatan.      D. Ruang Lingkup Penelitian Peneliti membatasi ruang lingkup penelitian ini adalah : membahas sejauhmana mekanisme koping lansia terhadap stressor yang bisa menyebabkan depresi di di RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati. Manfaat penelitian hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi : Pelayanan keperawatan Peneliti Perkembangan ilmu pengetahuan Masyarakat 1. Kota Depok Untuk memperoleh gambaran tentang depresi yang dialami lansia di RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati. E. Kecamatan Cinere. 4. Penghasilan ) lansia yang tinggal di RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati. 2. kodya depok Tujuan Khusus Untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik ( Jenis Kelamin. 1. Status kesehatan.C. Kota Depok . kecamatan cinere. 3. Kota Depok Untuk memperoleh hubungan antara mekanisme koping dengan depresi pada lansia Untuk memperoleh hubungan antara karakteristik lansia dengan depresi 2. Kota Depok Untuk memperoleh gambaran tentang Mekanisme koping lansia di RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati. Kecamatan Cinere. Kecamatan Cinere. Tujuan Penulisan Tujuan Umum Mengetahui apakah ada hubungan mekanisme koping dengan depresi pada lansia di RW 07 kelurahan pangkalan jati. Tingkat Pendidikan. Kecamatan Cinere.

Perubahan fisik Faktor”yang mempengaruhi mekanisme koping • kesehatan fisik • keyakinan/pandangan + • keterambilan memecahkan masalah • keterampilan sosial • dukungan sosial Faktor” yang mempengaruhi depresi • kehilangan • reaksi terhadap stress • terlalu lelah / capai • perubahan fisiologis krn obat”an/penyakit fisik • kesepian /isolasi Perubahan psikososial LANSIA STRESS DEPRESI Perubahan spiritual Mekanisme koping • Adaptif • Maladptif Karakteristik lansia • Jenis kelamin • Tingkat pendidikan •Status kesehatan • Jumlah panghasilan • Status perkawinan .

Damayanti tahun 2006 Hubungan Keluarga Dengan Respon Kehilangan Pada Lansia Di Desa Pekerja kalibagor Kabupaten Bayumas Jawa Tengah. Wijayanti tahun 2005 Pengaruh Terapi Kognitif dan Senam Latih Otak terhadap Tingkat atau Kondisi Depresi Lansia di Panti Tresna Wredha Bhakti Yuswa Natar. Hubungan antara dukungan keluarga dan koping lansia dengan tingkat depresi pada lansia di desa Oro oro ombo Kartoharjo Madiun. prasetya 2010 Hubungan stressor psikososial dan dukungan social dengan depresi pada lanjut usia tahun 2000 .Penelitian Terkait 1. 2. 4. 3.

TIDAK DEPRESI < 5 VARIABEL PERANCU A. DEPRESI > 10 B. KOPING ADAPTIF = 1 B.A. KOPING MALADAPTIF = 2 A. KEMUNGKINAN DEPRESI 5-9 C. TINGKAT PENDIDIKAN E. JUMLAH PENGHASILAN . JENIS KELAMIN B. STATUS KESEHATAN C. STATUS PERKAWINAN D.

dapat diterima atau ditolak Sesuai judul proposal yang di ajukan. kodya depok . kodya depok Ha : Ada hunbungan antara mekanisme koping dengan depresi pada lansia di RW 07 kelurahan pangkalan jati. kec cinere. kec cinere. patokan duga atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut. mengambil hipotesa Ho : Tidak ada hubungan antara mekanisme koping dengan depresi pada lansia di RW 07 kelurahan pangkalan jati.HIPOTESA Menurut Notoatmojdjo (2007) hipotesis adalah kesimpulan penelitian. Setelah melalui pembuktian dari hasil penelitian maka hipotesis ini dapat benar atau salah.

SMU) 4 Jumlah penghasilan Penghasilan lansia sebagai tumpuan untuk memenuhi kebutuhan dalam satu bulan Kuesioner Diisi oleh lansia 1. Laki-laki Perempuan Skala ukur Nominal 2 Status perkawinan Suatu kepastian dalam sebuahn hubungan yang syah dalam sebuah ikatan syah secara agama maupun sipil. Sarjana. Cukup untuk ordinal 1 bln 2. 2. Megister) Rendah (SD. (Diploma. Menikah Belum menikah Nominal 3 Tingkat Pendidikan Jenjang pendidikan Kuesioner Diisi oleh lansia 1.No 1 Variabel Jenis kelamin Definisi operasional Jenis kelamin lansia sesuai kondisi fisiknya yaitu laki-laki dan perempuan Alat ukur Kuesioner Cara ukur Diisi oleh lansia Hasil ukur 1. Tinggi Ordinal formal Lansia berdasarkan ijazah terakhir 1.SMP. Tidak mencukupi . 2. Kuesioner Diisi oleh lansia 1.

Tidak kronis Kronis Skala ukur Ordinal 6 Mekanisme koping Tindakan yang dilakukan Kuesioner Diisi oelh lansia 1. 2. (Depresi Berat Jika score ≥ mean aktivitas-aktivitas yang biasa dari waktu lampau yang dapat digolongkan dalam kriteria ringan dan berat yang dialami lansia . Adaptif Ordinal lansia saat mengalami stressor yang dialami Jika Score ≤ mean 1. Depresi Ringan Ordinal merupakan kehilangann minat atau kesenangan dalam Jika score ≤ mean 1.No 5 Variabel Status kesehatan Definisi operasional Penyakit yang dialami oleh lansia dalam 1 tahun terakhir Alat ukur Kuesioner Cara ukur Diisi oleh lansia Hasil ukur 1. Maladaptive Jika score > mean 7 Depresi Lansia pada Kelainan alam perasaan Kuesioner Diisi oleh lansia 1.

Penelitian akan di lakukan dari bulan Maret 2012 sampai Juni 2012 Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan lansia yang bertempat tinggal dan berdomisili di RW 07 kel pangkalan jati. B.A. dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel yang sesuai dengan kriteria sampel berjumlah 60 lansia. . C. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik total sampling atau sampling jenuh. kec cinere.Variabel dependennya adalah depresi Tempat dan waktu penelitian RW 07 kelurahan pangkalan jati. Sebagai variabel independen adalah mekanisme koping. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuntitatif dengan pendekatan “cross sectional” dimana variabel independen dan dependen diukur pada waktu bersamaan. koa depok.

Pengolahan Data Editing. Tabulasi langsung dan Komputer H. F. Tehnik Analisa Data Analisa bivariat menggunakan komputer program SPSS versi 17. Cleanining. Pengumpulan data Data primer didapat dari hasil pengisian kuesioner yang berisi tentang pengetahuan mengenai mekanisme koping pada lansia serta depresi pada lansia. E. Coding. Chi Squere melalui bantuan . G. Processing. sedangkan untuk uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbach pada 30 responden. Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner.D. Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk uji validitas tehnik korelasi yang digunakan adalah Product Moment.

917 .10 Ha dan tanah sawah 30. Gambaran umum wilayah penelitian Data Demografi RW 07 terdiri dari luas wilayah dan batas wilayah. Kecamatan cinere adalah merupakan salah satu dari 11 kecamatan di kota depok dan terletak disebelah utara kota depok. terdiri dari tanah darat 970. sejak tanggal 30 november 2009 menjadi kecamatan cinere yang meliputi wilayah kelurahan cinere. kelurahan pangkalan jati dan kelurahan pangkalan jati baru.70 Ha. Luas keseluruhan RW 07 menurut kepala RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati adalah 5-6 Hektar. Secara geografis letak kecamatan cinere sangat strategis.1. sebelah timur berbatasan dengan kecamatan pasar minggu DKI jakarta.005 Ha. Kecamatan cinere sebelumnya merupakan bagian wilayah dari kecamatan limo. Barat berbatasan langsung dengan RW 02 Kelurahan Pangkalan Jati Kecamatan cinere yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah nomor 08 tahun 2007 tentang pembentukan kecamatan dikota depok tanggal 30 november 2009 dengan susunan organisasi dan tata kerja disusun berdasarkan peraturan walikota nomor 50 tahun 2008 tentang rincian tugas. fungsi dan tata kerja kecamatan. dan sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan limo.027 km2 atau ±1. utara yang berbatasan lanngsung dengan RW 01 Kelurahan Pangkalan Jati. adapun jarak antara kecamatan cinere dengan kota depok lebih kurang 7 km dengan luas kecamatan cinere 1. sebelah barat berbatasan dengan pamulang kota tanggerang selatan. Batas wilayah dinas RW 07 menurut kepala RW. Berdasarkan data kependudukan terakhir bahwa jumlah penduduk sebanyak 72. kelurahan gandul. Timur berbatasan lanngsung dengan Pangkalan Jati Baru. Selatan berbatasan lanngsung dengan Kelurahan Gandul. sebelah utara berbatasan dengan kecamatan cilandak DKI jakarta.

mekanisme koping dan depresi. Adapun variabel yang dianalisa dalam penelitian ini antara lain karakteristik responden yang mencakup usia. status pernikahan. . jenis kelamin.2. Analisa deskriptif berfungsi untuk mringkas. Analisa Univariat Analisis deskriptif adalah suatu prosedur pengolahan data dengan menggambarkan dan meringkas data dengan cara ilmiah dalam bentuk tabel atau grafik ( Nursalam. penghasilan. mengklarifikasikan. 2008). dan menyajikn data (Aziz. pendidikan. 2007). kesehatan.

7% 6.7% 20.0% .3% 1.7% 98.45% 27 55% 33 63.7% 22 1.7% 21.7% 1 8.3% 38 36.3% 59 41.

30% 18 16.3% 32 46.7% 28 .7% 10 70% 42 83.3% 50 75% 45 25% 15 53.

status pernikahan dan kesehatan ). status penghasilan. Analisa Bivariat Analisa bivariat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel indpenden yaitu karakteristik responden (usia. pendidikan.3. jenis kelamin. . frekuensi mekanisme koping dan dengan variabel dependen yaitu depresi.

9 52.2 34.7 62.9 65.3 n 50 10 60 Total % 100 100 100 P- OR (CI 95 %) 10. SMP.3 n 15 45 60 Total % 100 100 100 0.3470.8 65.529 (1.567 Jenis kelamin Pvalue Depresi OR 1.8 53.401) Penghasilan Depresi Status kesehatan P% 100 100 100 0.8 100.458 14 14 28 77.317) Jenis kelamin n Laki-laki Perempuan Total Ringan % 68.7 32 53.628) Status pernikahan Depresi status n Menikah Belum menikah Total 27 1 28 Ringan % 45.2 65.975) Mekanisme koping Mekanisme Koping Adaptif maladaptif Total n 11 17 28 Depresi Ringan % 73.3 n Total % 100 100 100 22 38 60 Pvalue OR (CI 95 %) 4.7 Berat n 16 16 % 48.2 53.94 6 (0.24316.7 n 4 28 32 Berat % 26.235 OR (CI 95 %) 2.121 0.459) Depresi Kesehatan n Tidak kronis Kronis Total 27 1 28 Ringan % 54 10 46.750 (CI 95 %) 0.7 N 7 25 32 15 13 28 Berat % 31.005 Rendah (SD.640) Tingkat pendidikan Pvalue OR Pendidikan Ringan n Tinggi (PT) % Depresi Berat N % n Total % Pvalue OR (CI 95 %) 6.3 N 32 0 32 Berat % 54.3 60 100 (1.565 Penghasilan n Mencukupi Tidak mencukupi Total Ringan % 54.5 18 41 60 100 100 100 0.7 N 17 15 32 20 8 28 Berat % 45.34512.206 (0. SMA) Total (1.545 (5534.023 Total 28 46.510) .2 53.7 N 23 15 32 Berat % 46 9 53.867 – 24.244- 8.5 4 27 31 22.1 47.5 59.036 Pvalue OR (CI 95 %) 4.3 n Total 37 23 60 value value 0.7536.3 n 33 27 Total % 100 100 .8 46. 0 47.3 N 59 1 60 Total % 100 100 100 0.1 34.028 (1.usia Depresi Usia 55-65 tahun >65 tahun Ringan n 17 11 % 51.2 0 53.8 46.8 34.2 46.5 40.3 37.

00% dengan p value 0.2005). sebab pada saat itu terjadi penurunan kontak sosial dan kesempatan untuk bertemu dengan orang banyak berkurang serta didukung dengan keterbatasan fisik oleh karena proses penuaan itu sendiri sehingga berpengaruh pada intensitas kontaksosial (Wijayanti.055 yang berarti hasil ini menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan depresi. kelompok usia 70-79 tahun 40%. Meneliti tentang hubungan stressor psikososial dan dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia semarang (2000). . Hubungan Usia Dengan Depresi Usia Proses ini dapat terjadi setelah seseorang memasuki masa pensiunan. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Woroasih (2000).ANALISIS HUBUNGAN 1. Dengan 165 responden. sedangkan kelompok usia diatas 80 tahun 50. kelompok umur 60-69 tahun adalah 21.21%.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Woroasih (2000). 2004). Hubungan Jenis Kelamin Dengan Depresi Jenis kelamin adalah sesuatu yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi anatomi biologi atau merupakan identitas responden yang dapat dugunakan untuk membedakan laki-laki dan perempuan (Kodriati.2. Meneliti tentang hubungan stressor psikososial dan dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia semarang (2000). . 36 reponden mengalami depresi ringan. 42 responden mengalami depresi berat. 77 responden mengalami depresi ringan. Dari 46 responden laki-laki. 10 responden mengalami depresi berat dengan p value 0. dari 119 responden perempuan.005. hasil ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan depresi. Dengan 165 responden.

Hubungan Status Pernikahan Dengan Tingkat Depresi Pernikahan akan memberikan keuntungan bagi kesehatan seseorang karena akan mendapatkan perhatian dari pasangannya.2004) Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Woroasih (2000). 28 responden mengalami depresi berat. Dengan p value 0.3. 40 responden mengalami depresi ringan. Dari 64 responden yang belum menikah. 101 responden menikah. Dengan 165 responden. Meneliti tentang hubungan stressor psikososial dan dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia semarang (2000). 73 responden mengalami depresi ringan. bahwa seseorang akan menikah hidupnya akan lama dari pada yang tidak menikah (Kodriati. . 24 responden mengalami depresi berat.05 sehingga bias disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan depresi. Penelitian membuktikan.

4. perkembangan. atau perubahan kearah yang lebih dewasa lebih baik. karena tanpa penghasilan seseorang tidak dapat melakukan aktivitas mereka semaksimal mungkin. Konsep dasar pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti didalam pendidikan itu terjadi proses pertumbuhan. 2006 ) . Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Tingkat Depresi Semakin tinggi tingkat pendidikan kemungkinan akan mendapatkan dukungan sosial dari oarng yang berada disekitarnya. 5.2004) Hubungan Penghasilan Dengan Depresi Hal ini merupakan hal yang wajar. kelompok atau masyarakat (Kodriati. dan lebih matang pada diri individu. ( Direktur Jendral Pajak.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Woroasih (2000). serta respon terhadap situasi yang mengancam (Keliat. Dengan 165 responden. kanker. 2008) . Hubungan Tingkat Kesehatan Dengan Depresi merupakan respon dari ketidak mampuan kronik atau penyakit terminal. gagal jantung konghestif. dan kurang tidur ( Luecknotte. 24 responden mengalami depresi berat. penyakit infeksi. 7.6. Dengan p value 0. dari 88 responden yang mempunyai penghasilan mencukupi. anemia. Penyakit fisik yang biasa di hubungkan dengan depresi lansia mencakup hipertensi. DM. 64 responden mengalami depresi ringan.25 sehingga menunjukan tidak ada hunbungan yang signifikan antara penghasilan dengan depresi. menyesuaikan diri dengan perubahan. Meneliti tentang hubungan stressor psikososial dan dukungan sosial dengan depresi pada lanjut usia semarang (2000). 2006) Hubungan Mekanisme Koping Dengan Depresi Mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah. Dari 77 reponden yang mempunyai penghasilan tidak mencukupi. perubahan fungsi gastrointestinal. 49 responden mengalami depresi ringan. 28 responden mengalami depresi berat.

Meneliti tentang Hubungan antara dukungan keluarga dan koping lansia dengan tingkat depresi pada lansia di desa Oro oro ombo Kartoharjo Madiun.00 lebih kecil dari derajat signifikansi 0.05.Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Damayanti ( 2006 ). Responden berjumlah 85 lansia.05. .024 lebih kecil dari derajat signifikansi 0. selain itu juga ada hubungan koping keluarga dan depresi pada lansia dengan p value 0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dan depresi dengan p value sebesar 0.

maka hasil penelitian terhadap 60 responden dengan judul “ Hubungan Mekanisme Koping Dengan Depresi Pada Lansia Di RW 07 Kelurahan Pangkalan Jati. sedangkan 10 responden (16. SMP. Jadi mayoritas berjenis kelamin perempuan. Dari hasil penelitian Karakteristik responden tingkat pendidikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa 41 responden (68. SMP. Dari hasil penelitian Karakteristik responden status pernikahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa 59 responden (98. Dari hasil penelitian Karakteristik responden penghasilan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa 42 responden (70%) memiliki penghasilan mencukupi. Kecamatan Cinere. Dari hasil penelitian Karakteristik responden status kesehatan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa 50 responden (83. SMA). Jadi sebagian responden memiliki kesehatan tidak kronis.7%) memiliki kesehatan kronis. Dari hasil penelitian Karakteristik responden jenis kelamin dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : bahwa 22 responden (36. 5. 3. Mengacu pada analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya.7%) memiliki tingkat pendidikan tinggi (PT). Jadi mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan rendah (SD.3%) memiliki tingkat penidikan rendah (SD. Kota Depok Tahun 2012 “ dapat disimpulkan sebagai berikut. sedangkan 38 responden (63. 4. Kesimpulan 1. sedangkan 1 responden (1. 6.3%) sudah menikah. sedangkan 19 responden (31. SMA). sedangkan 18 responden (30%) memiliki penghasilan tidak mencukupi.laki. sedangkan 27 responden (45%) berusia > 65 tahun. Dari hasil penelitian Karakteristik responden usia dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : diketahui bahwa 33 responden (55 %) berusia 55 – 65 tahun. 2. . 7.7%) belum menikah. Jadi sebagian responden memiliki penghasilan mencukupi. Jadi sebagian responden berusia 55 – 65 tahun.3%) berjenis kelamin perempuan.3%) memiliki kesehatan tidak kronis. Jadi sebagaian responden sudah menikah.7%) berjenis kelamin laki .

Sebagai seorang calon perawat dan juga sebagai bagian dari generasi muda hendaknya memberikan rasa percaya pada masyarakat dan akan membantu masyarakat ketika mereka sakit dan tergolek lemah ditempat tidur rumah sakit . Bagi Peneliti a. Area penelitian perlu diperluas dengan jumlah sampel yang lebih representatif sehingga hasil yang diperoleh lebih memungkinkan untuk dilakukan generalisasi pada populasi yang besar. Saran 1. 4. Diharapkan apabila menyusun penelitian yang sama agar menggunakan metode selain cross sectional.7. hanya karena tidak terjadi pengaruh yang signifikan. Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi square dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dengan depresi. diharapkan mahasiswa dapat memberikan contoh dan bisa sebagai panutan masyarakat bahwa kesehatan harganya sangat mahal dan tidak bisa dibeli dengan uang . 3. 2. . Bagi Institusi pendidikan Sebagai bahan masukan atau referensi tambahan dalam penyampaian materi dalam proses belajar mengajar yang berkaitan dengan keperawatan jiwa dan asuhan keperawatan yang berkompeten.529 berarti responden yang mekanisme koping maladaptif berpeluang 4. b. seperti case control.036 dan nilai OR= 4.529 kali memiliki tingkat depresi berat dibandingkan dengan responden yang mekanisme koping adaptif. Bagi Masyarakat Dengan adanya penelitian ini diharapkan pandangan masyarakat menjadi lebih terbuka bahwa mekanisme koping dan depresi bukanlah hal yang bias dianggap remeh. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang perlu dijadikan pertimbangan bagi penelitian antara lain : Bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fikes UPN “Veteran”Jakarta.oleh karena itu mulailah dengan menjaga kesehatan diri sendiri sebelum membantu menjaga kesehatan orang lain. P value sebesar 0. cohort atau experimental.

t-test. . seperti Kai-Kwadrat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hubungan selain dari mekanisme koping dengan depresi. tetapi juga mahasiswa dan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat dan orang tua terhadap mekanisme koping dan depresi. c. e. d. Anova. Sampel penelitian diharapkan bukan hanya lansia saja.5. Diharapkan apabila menyusun penelitian yang sama agar menggunakan uji selain Chi-Square. korelasi & Regresi Linier. Keluarga lansia Memberikan masukan aplikatif pada keluarga khususnya keluarga yang anggota keluarganya masih ada lansia dimana untuk menurunkan tingkat stressor lansia berkaitan dengan terjadinya ancaman depresi lansia.