BAB III METODE PENELITIAN A.

Model Pengembangan Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development). Jenis penelitian ini termasuk kategori penelitian pengembangan. Metode penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan untuk dapat menghasilkan produk tersebut digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan konseptual. Model pengembangan konseptual adalah model yang bersifat analitis, yang menyebutkan komponen-komponen produk, menganalisis komponen secara rinci, dan menunjukkan hubungan antar komponen yang akan dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan oleh Borg dan Gall (1983: 775) melibatkan 10 langkah, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Studi pendahuluan dan pengumpulan data Perencanaan Mengembangkan produk awal Uji coba awal Revisi untuk menyusun produk utama Uji coba lapangan utama Revisi untuk menyusun produk operasional

29

Berikut ini gambar langkah-langkah pengembangan yang dibuat untuk mempermudah dalam pengembangan modul mata pelajaran bahasa Jawa: Analisis Kebutuhan Pengumpulan 6. Pengembangan 4. Penyempurnaan Modul Gambar 3. 9. Studi pendahuluan 2. Uji coba produk operasional Revisi produk final 10. Produk final Untuk mengetahui layak tidaknya modul yang dikembangkan dilakukan uji statistik deskriptif kuantitatif pada data hasil penelitian. Perencanaan 3.1 Langkah-langkah Pengembangan Modul (Adaptasi Sugiyono (2006) dan Sadiman dkk (2006)) 30 . Data Desain Modul Uji Ahli Uji Lapangan Revisi Modul II Uji Terbatas Revisi Modul I Revisi Akhir 7.8. Desiminasi dan implementasi produk hasil pengembangan Dari kesepuluh langkah dapat dilakukan dengan lebih sederhana melibatkan 5 langkah utama penelitian yaitu: 1. Uji coba produk dan revisi 5.

B. E. ahli media pembelajaran. Prosedur Penelitian Pengembangan Prosedur penelitian pengembangan akan memaparkan prosedur yang ditempuh oleh peneliti/pengembang dalam membuat produk. menjelaskan secara analitis fungsi komponen dalam setiap tahapan 31 . Pemilihan tempat penelitian ini didasarkan pada alasan peneliti mendapat kemudahan dalam hal perijinan dari pihak sekolah dan fasilitas untuk penelitian tersedia. peneliti menyebutkan sifat-sifat komponen pada setiap tahapan dalam pengembangan. guru dan siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. Dalam prosedur. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pembuatan media pembelajaran yang berupa modul mata pelajaran bahasa Jawa yang telah disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku di SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah ahli materi mata pelajaran bahasa Jawa. D. Prosedur pengembangan berbeda dengan model pengembangan dalam memaparkan komponen rancangan produk yang dikembangkan. C.

pengamatan kelas dan wawancara dengan guru). dan merangkum permasalahan. Bab I Pendahuluan. 2. Bab III Latihan simulator. maka prosedur pengembangan yang dilakukan peneliti untuk mengembangkan pembelajaran dengan modul melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Bab IV Penutup. Melakukan perencanaan yang berupa perumusan tujuan pembelajaran umum dan khusus yang ingin dicapai melalui penerapan produk tersebut. 4. 3. Pengumpulan informasi/data dengan menggunakan angket (instrument validasi) dan diskusi/konsultasi dengan tenaga ahli. dan Daftar pustaka. kemudian dilanjutkan analisis data. 32 . Bab II Pembelajaran. dan menjelaskan hubungan antar komponen dalam sistem. Melakukan observasi pendahuluan (prasurvei) untuk mengumpulkan informasi (kajian pustaka. Berdasarkan model pengembangan yang dilakukan Borg dan Gall. penyiapan materi pembelajaran. yaitu 2 dosen jurusan Pendidikan Bahasa Jawa UNY dan seorang guru SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta yang mengampu mata pelajaran bahasa Jawa.pengembangan produk. identifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran. dan pengumpulan sumber-sumber belajar yang digunakan sebagai referensi dalam penyusunan materi pembelajaran. Mengembangkan atau membuat jenis/bentuk produk awal meliputi: sampul/cover. Melakukan uji coba awal yang dilakukan oleh 3 tenaga ahli.

Melakukan revisi terhadap produk final. Melakukan uji coba lapangan utama. 6. berdasarkan saran dalam uji coba produk operasional. 7. Pengumpulan informasi/data dengan menggunakan angket. yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Melakukan revisi untuk menyusun produk utama yang berdasarkan pendapat dan masukkan dari para ahli. berdasarkan masukan dan saransaran dari hasil uji coba lapangan utama. Menyempurnakan produk final agar dapat dipakai oleh para siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. 8. Uji coba model atau produk 33 . Melakukan uji coba produk operasional. uji coba yang dilakukan adalah uji keberterimaan dan kemanfaatan modul dimana subjek uji cobanya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta yang mewakili tingkat kemampuan yang berbeda-beda. dalam uji coba tersebut subjek yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. F. data dikumpulkan melalui angket. 9. 10. Uji Coba Model atau Produk Uji coba model atau produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan. Uji coba model atau produk bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak digunakan atau tidak. Melakukan revisi produk operasional.5.

dilakukan dengan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. yaitu : kriteria pembelajaran (instructional criteria) dan kriteria penampilan (presentation criteria). Uji coba awal atau uji ahli. (2) uji coba lapangan utama. Produk Akhir dan Diseminasi 34 . Desain Pengujian Model atau Produk Ada 3 tahapan dalam pengujian produk: a. kelas VII SMP Negeri 4 Depok Yogyakarta. Revisi II c. Dengan uji coba kualitas model atau produk yang dikembangkan betul-betul teruji secara empiris. (3) uji coba produk operasional. Revisi III d. Model atau produk yang baik memenuhi 2 kriteria. Uji coba lapangan utama. Pengujian model atau produk dilakukan 3 kali: (1) uji coba awal.juga melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan. memberikan masukan untuk perbaikan. 1. Kegiatan ini dilakukan untuk mereview produk awal. Revisi I b. Uji coba produk operasional. dilakukan siswa satu kelas. dilakukan dengan responden para ahli perancangan model atau produk.

Untuk data mengenai kecermatan isi materi yang dilakukan terhadap subyek ahli isi. Responden yang dilibatkan dalam pengambilan data penelitian adalah 35 . Subjek Uji Coba Subjek uji coba produk penelitian tersebut adalah (1) Dosen yang mengajar mata pelajaran bahasa Jawa (sebagai uji ahli materi pembelajaran) dan dosen yang mengajar mata kuliah media pembelajaran (sebagai uji ahli media pembelajaran). (2) siswa-siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok dan guru mata pelajaran bahasa Jawa (sebagai uji coba lapangan) G. Jenis Data Jenis data yang akan dikumpulkan harus disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan tentang produk yang dikembangkan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan angket yang digunakan untuk memperoleh informasi pengembangan media pembelajaran dan kelayakkan media pembelajaran berupa modul mata pelajaran bahasa Jawa. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah metode atau cara yang digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Data yang dikumpulkan hanya data tentang pemecahan masalah yang terkait dengan kelayakkan dan keberterimaan atau data tentang daya tarik produk yang dihasilkan. data yang terungkap yaitu karakteristik produk.2. H.

dan (3) instrumen uji coba lapangan utama dan produk operasional untuk siswa. mengetahui kelayakkan dari materi pembelajaran dan bentuk modul tersebut. 1. serta siswa kelas VII SMP Negeri 4 Depok.ahli isi materi. Penyusunan instrumen sebagai alat ukur didasarkan atas kisi-kisi yang telah dibuat sesuai indikator dalam 36 . Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari ahli materi pembelajaran modul praktek kerja bangku yaitu dosen praktek kerja bangku FBS UNY. I. Berikut adalah kisi-kisi instrumen yang digunakan untuk menilai media pembelajaran yang berupa modul pelajaran bahasa Jawa yang sudah dikembangkan. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis dan dideskripsikan. (2) instrumen uji kelayakan untuk ahli media pembelajaran modul. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian pada penelitian pengembangan modul praktek kerja bangku ini dibuat menjadi tiga kelompok besar yang digunakan untuk mengevaluasi modul yang dibuat. Instrumen Uji Kelayakan untuk Ahli Materi Pembelajaran Modul Pelajaran Bahasa Jawa Instrumen yang digunakan uji kelayakan untuk ahli materi pembelajaran. guru mata pelajaran bahasa Jawa di SMP Negeri 4 Depok. dan pemakai media. Tiga kelompok besar tersebut adalah (1) instrumen uji kelayakan untuk ahli materi pembelajaran modul bahasa Jawa. ahli media. ditinjau dari aspek karakteristik modul yang terdapat pada modul pelajaran bahasa Jawa tersebut.

l. 7. 18. 20. Isi materi Bab/sub bab Bagian sampul (cover) Bagian isi modul Tugas dan latihan Jenis & ukuran huruf Perbandingan huruf Pemakaian huruf kapital Batas tepi (margin) Pemberian spasi (jeda) No. 14 15. (4) bentuk & ukurannya. 12 c. 16. Kisi-kisi instrumen yang digunakan untuk ahli materi pembelajaran dapat dilihat pada Tabel 1.aspek. Self contained (keutuhan modul) 11. Format kertas c. 12 13. Kisi-kisi Instrumen untuk Ahli Materi Pembelajaran. 4. Self instruction (kemandirian modul) 1. g. f. j. Tanda-tanda baca (icon) d. 3. 5 6. 10 b. (3) daya tarik. Butir 1. h. Adaptif 16. 19 20 21 22 23 24 2 3 Organisasi Daya tarik 4 Bentuk & ukuran huruf Ruang (spasi kosong) 5 37 . 5. 17. i. e. Kisi-kisi instrumen yang digunakan untuk ahli media pembelajaran dapat dilihat pada tabel 2. (2) organisasi. (6) konsistensi dan (7) kemanfaatan. User friendly (bersahabat/akrab) 19. Tabel 1. Instrumen Uji Kelayakan untuk Ahli Media Pembelajaran Modul Instrumen untuk ahli media pembelajaran ditinjau dari aspek-aspek sebagai berikut: (1) format. m. 2. Stand alone (berdiri sendiri) 13. Kisi-kisi Instrumen untuk Ahli Media Pembelajaran Modul No 1. 9. (5) ruang (spasi kosong). k. 14. 7. Khususnya pada Aspek Karakteristik Modul Indikator No. 15 d. Format Aspek Indikator a. Tabel 2. 6. Butir a. Format kolom b. 17. 8 9. 10 11. 21 2. 3 4. 18 e. 2. 8.

atau dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut. 10 J. 30 31. Konsistensi bentuk dan ukuran huruf p. 8 9.6 Konsistensi 7 Kemanfaatan n. Konsistensi tata letak q. 1. dan kalimat o. 3 4. Instrumen Uji Lapangan Utama dan Uji Produk Operasional Instrumen penerapan media pada proses pembelajaran meliputi aspek (1) tampilan. Kisi-kisi Instrumen untuk Siswa No. Prosentase kelayakan (%) = Skor yang diperoleh x 100 % Skor yang diharapkan 38 . Konsistensi kata. 28 29. 2. c. 2. Membantu dalam proses pembelajaran 25 26 27. dan (2) kemanfaatan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang dilakukan pada tahap pertama adalah menggunakan teknik analisa deskriptif. Selanjutnya data yang bersifat komunikatif diproses dengan jumlah yang diharapkan dan diperoleh prosentase (Suharsimi Arikunto. b. 1996: 245). d. Mempermudah belajar r. 5. 6 7. Kisi-kisi instrumen pada proses pembelajaran dengan siswa dapat dilihat pada Tabel 3. Instrumen ini ditujukkan untuk siswa. Butir 1. Indikator Huruf Gambar Mempermudah belajar Membantu dalam proses pembelajaran No. Aspek Tampilan Kemanfaatan a. Tabel 3. 32 3. istilah.

75 % 40 . Tabel Skala Persentase Prosentase pencapaian 76 .Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase terhadap kategori skala penilaian yang telah ditentukan.55 % 0 . Tabel 4. langkah selanjutnya mendeskriptifkan dan mengambil kesimpulan tentang masing-masing indikator. 1996: 244) Skala nilai 4 3 2 1 Interpretasi sangat layak layak cukup layak kurang layak 39 .39 % (Suharsimi Arikunto. Setelah penyajian dalam bentuk prosentase. Kesesuaian aspek dalam pengembangan bahan ajar dapat menggunakan Tabel 4.100 % 56 .