Menuju Paradigma Baru Pembangunan Bangsa Jumat, 17 Maret 2006

JAKARTA, 16 Maret 2006 –Pembangunan Manusia Menciptakan Pembangunan Ekonomi, itu kira-kira slogan yang diusung dalam rencana kongres nasional PMI. “Kongres Nasional PMI atau Social Summit ini nantinya akan menjadi trade mark baru dari tujuan pembangunan Indonesia,” kata Menko Kesra Aburizal Bakrie pada saat rapat koordinasi tingkat menteri tentang persiapan kongres Nasional Pembangunan Manusia Indonesia, Rabu (15/3) di Jakarta. Acara kongres itu sendiri akan diadakan September 2006. Sementara Pra Kongres Nasional I PMI akan diadakan di Jakarta pada 21-22 Maret 2006 Menurut Menko Kesra, Indonesia benar-benar mengalami kemunduran akibat krisis moneter 1997 dan dampaknya. Memang pemerintah merespon krisis secara cepat melalui kebijakan jaring pengaman sosial. Dan sekarang standar pembangunan manusia telah kembali ke level sebelum krisis. Meski demikian, di tingkat global Indonesia masih bertengger di jajaran negara yang indeks pembangunan manusia rendah - peringkat 110 dari 177 (HDR, 2005), jauh di balakang negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Kesenjangan mutu pembangunan manusia ini boleh jadi makin menjauh karena perkembangannya di Indonesia relatif lambat. Di samping kesenjangan regional, juga terjadi kesenjangan domestik. Di Indonesia pemulihan krisis berlangsung amat tidak merata. Daerah yang berindeks pembangunan manusia (IPM) tinggi lebih cepat pulih dibanding yang rendah. Berdasarkan perhitungan terakhir yang dilakukan oleh BPS, pencapaian IPM terbaik 2004 masih didominasi oleh kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Padang, dan Makassar. Provinsi DKI yang peringkat IPM-nya tertinggi berhasil meningkatkan angka pertumbuhan IPM 2,2 persen, sementara provinsi terendah meningkat hanya 1,5 persen per tahun. Kondisi di level kabupaten/kota jauh lebih mencemaskan. Meskipun hampir seluruh kabupaten/kota mampu meningkatkan IPM antara 1,5-2 persen, IPM di 18 kabupaten/kota justru menurun. Kasus penurunan IPM juga banyak terjadi akibat pemekaran wilayah: sebagian wilayah membaik, wilayah lain memburuk. Ketimpangan ini juga akan terlihat dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium (MDGs). Meski Indonesia secara umum dapat memenuhi target MDG pada tahun 2015, kabupaten/kota yang miskin amat mungkin gagal mencapai target. Merujuk pengalaman sebelumnya Laporan Pembangunan Manusia Indonesia (LPMI) Tahun 2001 menyimpulkan bahwa untuk mencapai target penyediaan air bersih sesuai MDG, Provinsi Bengkulu butuh waktu 148 tahun dan Kalimantan Barat butuh 124 tahun.

Pada masa pemerintahan Orde Lama pembangunan bangsa lebih difokuskan pada pembangunan politik. karena menunjang pertumbuhan ekonomi. dll Kontrak Sosial Baru Situasi sosial politik Indonesia yang lebih demokratis pada saat ini. Menko Kesra Aburizal Bakrie. Pemerintah tidak lagi jalan sendiri. antara kesejahteraan masyarakat dan individu. mengharuskan pembangunan manusia harus partisipatif dan bottom-up.(dari Kanan-ke Kiri) Meneg LH Rahmat Witoelar. MDGs. tapi seringkali terlupakan karena berbagai kesibukan jangka pendek mengumpulkan harta dan uang Purubahan tatanan dunia secara global pada akhirnya memaksa terjadinya perubahan paradigma pembangunan bangsa Indonesia. antara ekonomi yang maju dan politik yang sehat. Lebih lanjut menurut Ical –sapaan akrab Aburizal Bakrie. sehat dan menjalankan kehidupan yang produktif. kesepakatan mengenai strategi pembangunan manusia diperlukan sebagai landasan pencapaian berbagai program nasional lainnya. Tujuan utama dari pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyatnya untuk menikmati usia panjang. perubahan paradigma pembangunan bangsa pada dasarnya adalah menjadikan manusia sebagai tujuan akhir pembangunan. Sujana Royat (kiri) memberikan memberikan keterangan kepada pers prihal persiapan penyelenggaraan Kongres Nasional PMI 2006 Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya. memenuhi hak dan kebebasan serta mempromosikan simbiose antara pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.Rakor Tingkat Menteri persiapan Kongres Nasional Pembagunan Manusia Indonesia 2006. Mensos Bachtiar Chamsah. seperti pengentasan kemiskinan. Tampaknya hal ini sesuatu yang sederhana. tetapi melibatkan dunia usaha dan masyarakat sipil. Manusia bukan lagi bkan lagi sebagai alat pembangunan. ”Kontrak sosial untuk menegaskan pentingnya perubahan paradigma pemerintah dari provider menjadi enabler . Meneg Kop dan UKM. bukan lagi sebagai alat pembangunan.” jelas Menko Kesra. tapi semua warga Indonesia karena itu. dan Meneg PP Meutia Hatta Manusia Sebagai Tujuan Akhir Menko Kesra Aburizal Bakrei di dampingi Deputi Menko Kesra bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskian. tetapi manusia menjadi tujuan pembangunan itu sendiri. Pembangunan manusia menekankan terpenuhinya kehidupan yang layak bagi manusia. Untuk itu diperlukan sebuah kontrak sosial baru dalam menyambut perubahan paradigma ini. Menurut Aburizal. lalu masa Orde Baru pembangunan bidang ekonomi menjadi panglima.sasaran pembangunan manusia bukan hanya orang miskin. ”dan saat ini Indonesia sedang menuju perubahan paradigma.

untuk itu setiap wilayah harus mempunyai standar pembangunan manusia yang setara. Kalau terjadi ketimpangan. Kontrak sosial juga dimaksudkan untuk mendorong adanya jaminan konstitusional dan kebijakan perundangan. apa yang telah dilaksanakan pemerintahah yaitu kebijakan desentralisasi telah melahirkan disparitas ekonomi dan sosial.” kata Ical. maka Kontrak Sosial menjadi sebuah piagam yang dibangun bersama atau Citizen’s Charter. negara harus memiliki mekanisme dimana Pemerintah Pusat dan wilayah lain yang lebih kaya memberikan bantuan keuangan. Menurut Ical.dan facilitator. Rencananya Kongres nasional didahului empat pertemuan pendahuluan untuk mematangkan substansi hasil kesepakatan dan menggalang dukungan untuk memupuk sense of ownership di kalangan pemangku kepentingan sehingga Kongres menghasilkan kesepakatan yang workable. masyarakat sipil dan dunia usaha. Dengan dicapainya kontrak sosial melalui Kongres Nasional PMI yang melibatkan unsur pemerintah.(den) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful