ANAK TUNAGRAHITA DAN KARAKTERISTIKNYA A.

PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah anak “bego”, atau kata yang lebih kasar lagi “anak gila”. Itulah sebutan atau predikat untuk anak tunagrahita. Bahkan ada yang mengatakan anak cacat (tuna) adalah sebagai kutukan, pembawa sial, karena perbuatan tidak senonoh orang tuanya. Sehingga setiap orang tua yang mempunyai anak cacat (tuna) merasa malu dan menyembunyikan anak tersebut. Dan ada pula yang berpendapat, bahwa anak cacat adalah anak yang membawa hoki, membawa keberuntungan. Itulah kenyataan yang terjadi di masyarakat. B. PENGERTIAN ANAK TUNAGRAHITA Istilah untuk anak tunagrahita bervariasi, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama : lemah pikiran, terbelakang mental, cacat grahita dan tunagrahita. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Mentally Handicaped, Mentally Retardid. Anak tunagrahita adalah bagian dari anak luar biasa. Anak luar biasa yaitu anak yang mempunyai kekurangan, keterbatasan dari anak normal. Sedemikian rupa dari segi: fisik, intelektual, sosial, emosi dan atau gabungan dari hal-hal tadi, sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan khusus untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Jadi anak tunagrahita adalah anak yang mempunyai kekurangan atau keterbatasan dari segi mental intelektualnya, dibawah rata-rata normal, sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik, komunikasi, maupun sosial, dan karena memerlukan layanan pendidikan khusus. C. KLASIFIKASI ANAK TUNAGRAHITA Potensi dan kemampuan setiap anak berbeda-beda demikian juga dengan anak tunagrahita, maka untuk kepentingan pendidikannya, pengelompokkan anak tunagrahita sangat diperlukan. Pengelompokkan itu berdasarkan berat ringannya ketunaan, atas dasar itu anak tungrahita dapat dikelompokkan. 1. Tunagrahita Ringan (Debil) Anak tunagrahita ringan pada umumnya tampang atau kondisi fisiknya tidak berbeda dengan anak normal lainnya, mereka mempunyai IQ antara kisaran 50 s/d 70. Mereka juga termasuk kelompok mampu didik, mereka masih bisa dididik (diajarkan) membaca,

terlalu lama. Fisik (Penampilan)  Hampir sama dengan anak normal . pemakai obatobatan (naza) dan juga perokok berat. Dapat menyebabkan otak terjepit dan menimbulkan pendarahan pada otak (anoxia). penyebabnya seperti : campak.las II SD Umum. IQ mereka rata-rata 30 kebawah. Tunagrahita Berat atau Idiot Kelompok ini termasuk yang sangat rendah intelegensinya tidak mampu menerima pendidikan secara akademis. juga proses melahirkan yang menggunakan alat bantu (penjepit. Dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan bantuan orang lain. juga tulang panggul ibu yang terlalu kecil. diabetes. Kelompok ini mempunyai IQ antara 30 s/d 50. Prenatal (sebelum lahir) Yaitu terjadi pada waktu bayi masih ada dalam kandungan. D. dapat mengakibatkan kekurangan oksigen pada bayi. busung lapar. 3. Natal (waktu lahir) Proses melahirkan yang sudah. 2. KARAKTERISTIK ANAK TUNAGRAHITA Karakteristik atau ciri-ciri anak tunagrahita dapat dilihat dari segi : 1. E. tetapi ada sebagian anak tunagrahita yang mempunyai fisik normal. Pos Natal (sesudah lahir) Pertumbuhan bayi yang kurang baik seperti gizi buruk. virus tokso. SEBAB-SEBAB KETUNAAN Menurut penyelidikan para ahli (tunagrahita) dapat terjadi : 1. Tunagrahita Sedang atau Imbesil Anak tunagrahita sedang termasuk kelompok latih. Mereka biasanya menyelesaikan pendidikan setingkat ke. tang).menulis dan berhitung. demam tinggi yang disertai kejang-kejang. Tampang atau kondisi fisiknya sudah dapat terlihat. cacar. Anak tunagrahita berat termasuk kelompok mampu rawat. juga ibu hamil yang kekurangan gizi. anak tunagrahita ringan biasanya bisa menyelesaikan pendidikan setingkat kelas IV SD Umum. radang selaput otak (meningitis) dapat menyebabkan seorang anak menjadi ketunaan (tunagrahita). kecelakaan. 2. 3.

Sekolah untuk anak luar biasa terdiri dari : 1. 3. Intelektual  Sulit mempelajari hal-hal akademik. 8 tahun IQ antara 30 – 50  Anak tunagrahita berat kemampuan belajarnya setaraf anak normal usia 3 – 4 tahun. SLB – D untuk anak Tunadaksa 5. PENDIDIKAN ANAK TUNAGRAHITA Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pengajaran. dengan IQ 30 ke bawah. Demikian halnya dengan anak tunagrahita berhak untuk mendapatkan pendidikan.  Anak tunagrahita ringan. Sekolah-sekolah untuk melayani pendidikan anak luarbiasa (tunagrahita) yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB) atau sekolah berkebutuhan khusus. SLB – B untuk anak Tunarungu 3. SLB – C untuk anak Tunagrahita 4.  Anak tunagrahita sedang kemampuan belajarnya paling tinggi setaraf anak normal usia 7. kemampuan belajarnya paling tinggi setaraf anak normal usia 12 tahun dengan IQ antara 50 – 70. SLB – E untuk anak Tunalaras . Kematangan motorik lambat  Koordinasi gerak kurang  Anak tunagrahita berat dapat kelihatan 2. SLB – A untuk anak Tunanetra 2. F.  Suka menyendiri  Mudah dipengaruhi  Kurang dinamis  Kurang pertimbangan/kontrol diri  Kurang konsentrasi  Mudah dipengaruhi  Tidak dapat memimpin dirinya maupun orang lain. Sosial dan Emosi  Bergaul dengan anak yang lebih muda.

Kurikulum untuk Sekolah Luar Biasa disesuaikan dengan jenis dan tingkat ketunaannya. Kurikulum yang sekarang ini digunakan yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004. untuk anak tunagrahita yaitu mata pelajaran “Bina Diri” didalamnya mencakup:  Kemampuan merawat diri  Mengurus diri  Menolong diri  Komunikasi dan Sosialisasi DAFTAR PUSTAKA http://ww8.asp?id=932768&eid=602755 TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH ADAPTED Penyebab Tunagrahita dan Karakteristiknya . G.com/blog/entry. SLB – F untuk anak Berbakat 7. ada juga mata pelajaran ke khususan.yuwie. Kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan tugasnya. Selain mempelajari mata pelajaran umum. SLB – C1untuk Tunagrahita sedang Untuk Tunagrahita berat biasanya berbentuk panti plus asramanya. SLB – Cuntuk Tunagrahita ringan 2. mulai dari tingkat TKLB sampai dengan SMALB. Kurikulum sebagai pedoman bagi sekolah.6. SLB – G untuk anak cacat ganda Sekolah Luar Biasa untuk anak tunagrahita dibedakan menjadi : 1. KURIKULUM Dalam memberikan layanan pendidikan tidak terlepas dari yang namanya kurikulum.

Disusun Oleh : Irfan Dedik Purnomo (07601244008) PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 .

TUNA GRAHITA TUNA GRAHITA BAB I I. Masih kurangnya pemerimaan terhadap anak-anak tuna grahita dalam kehidupan bermasyarakat. Selain metode-metode belajar yang dikhususkan bagi anak Tuna Grahita mereka juga diperkenalkan pada kehidupan diluar institusi. Anak tuna grahita memiliki fungsi intelektual tidak statis. Allah tidaklah menciptakan sesuatu untuk disiasiakan karena tiap-tiap ciptaan Allah memiliki peran masing-masing yang terkadang manusia tidak mengetahuinya. Terkadang kita menilai orang yang memiliki kelainan fisik dan mental itu” aneh” dan mengurus mereka serba diselimuti dengan kubutuhan khusus. yang semestinya sebagai seorang anak manusia layak merasakan. menjadikan mereka tersisihkan dari hak-hak mereka sebagai salah satu seorang pelakonnya. pendidikan. bahwa yang berada dalam tensi kurang atau lemah menjadi tanggungan yang berada dalam tensi normal atau full energy artinya anak/orang yang tidak sempurna fisik atau mentalnya ditolong oleh yang normal.. Namun dibalik itu mengandung maksud. Setelah tahun 1959 mengenai hak asasi manusia berubah maka pandangan mengenai hak asasi anak Tuna Grahita berubah. jangankan bersaing. kemampuan komunikasi. PENDAHULUAN Anak-anak luar biasa adalah sebutan yang diberikan pada anak-anak yang memerlukan kebutuhan khusus.Kondisi ini kemudian diterjemahkan sebagian orang sebagai beban kehidupan alias seseorang yang keberadaannya dianggap menambah persoalan orang-orang di sekitarnya. Kemampuan adaptif seseorang tidak selamanya tercermin pada hasil tes IQ. kemampuan sensorik. Anak-anak tuna grahita. Pendidikannya pun amat terbatas sehingga kemampuannya tidak berkembang. transfortasi sampai dengan lapangan kerja. Dari kebanyakan kasus banyak anak tuna grahita terdeteksi setelah masuk sekolah. Konsep-konsep behavior .untuk hidup mandiripun mereka menghadapi kendala. Tes IQ mungkin bisa dijadikan indikator dari kemampuan mental seseorang. dan lain sebagainya yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tingkah lakunya. Hal ini disebabkan tidak semua dari mereka yang mampu beraktifitas. Analisa Tugas. Kelompok tertentu. Semua orang tua pasti menginginkan anaknya terlahir normal. motivasi. memiliki kelainan fisik dibanding teman-temannya. Bersamaan dengan itu semenjak tahun 1959 dengan berkembangnya konsep–konsep behavioral berkembang pula teknik-teknik pengajaran yang dilandasi oleh prinsip-prinsip belajar tersebut. pengalaman. peran dan fungsi dalam kehidupan. Khusus untuk anak Tuna Grahita berkembang pula metode Analisa Tingkah Laku. termasuk beberapa dari down syndrom. sehingga saling menyempurnakan. dan lingkungan sosial sangat besar pengaruhnya pada kemampuan adaptif seseorang. Sebelum 1959 anak-anak yang tergolong Tuna Grahita akan dimasukkan ke dalam institusi yang amat membatasi perkembangan mereka. tetapi mayoritas dari anak tuna grahita terutama yang tergolong ringan. terlihat sama seperti yang lainnya.informasi. Mulai dari akses kesehatan. kerapkali dianggap tidak memiliki nilai. Latihan. tingkah laku sosial. Tapi mengapa ada anak yang terlahir dengan kelainan dalam dua aspek tersebut? Allah menurunkan makhluknya dalam kondisi berbeda.sempurna fisik dan mentalnya. Sehingga anak-anak yang memiliki kelainan itu (masih) sangat sulit untuk menikmati setiap piranti kehidupan. Ini tampil dalam cara penanganan anak Tuna Grahita. Karena sempurna menurut ukuran manusia belum tentu sempurna dimata sang pencipta. Mereka juga dilatih untuk mengembangkan tingkah laku adaptif melalui metode-metode belajar yang lebih spesifik. Biasanya bila mereka telah memasuki institusi tersebut anak tidak akan mengalami perkembangan-perkembangan yang memuaskan. Analisa Instruksional .Anak-anak luar biasa didefinisikan sebagai anak-anak yang berbeda dari anakanak biasa dalam hal ciri-ciri mental. ataupun ciri-ciri fisik.

seringkali tidak memiliki ketrampilan berkomunikasi Tuna grahita sering disepadankan dengan istilah-istilah. pengisian waktu luang. dan bisa mengelola dirinya dengan supervivi dari orang dewasa. Yang dimaksud dengan Tuna Grahita adalah keterbatasan substansial dalam memfungsikan diri. Golongan Tuna Grahita yang ringan yaitu mereka yang masih bisa dididik pada masa dewasanya kelak. mengarahkan diri sendiri. Kadang-kadang pada usia dibawah 5 tahun mereka menunjukkan sedikit kesulitan sensorimotor.perkembangan motor yang tidak terlalu baik.Pada usia 6 hingga 21 tahun. biasanya sulit dilatih agar bisa merawat diri sendiri (harus dibantu).Pada akhir usia remaja dia bisa menyelesaikan pendidikan hingga setarakelas 4 SD bila diajarkan secara khusus . sebagai berikut: 1. memiliki kesadaran sosial yang buruk. bicaranya amat minim. usia mental yang bisa mereka capai setara dengan anak usia 8 tahun hingga usia 10 tahun 9 bulan. menyesuaikan dalam kehidupan rumah. Bodoh atau dungu (Idiot). Dengan rentang IQ antara 55 hingga 69. pada umumnya sulit mengikuti pendidikan lanjutan. merawat diri. pada usia dewasa usia mentalnya setara anak usia 5 tahun 7 bulan hingga 8 tahun 2 bulanBiasanya antara usia 1 hingga usia 5 tahun mereka bisa berbicara atau bisa belajar berkomunikasi. Pandir (Imbecile). memerlukan pendidikan khusus. ketrampilan so-sial. 3. 4.Grahita berarti pikiran. Pada usia 1 hingga 5 tahun. bisa diajari untuk merawat diri sendiri. Keterbatasan ini ditandai dengan terbatasnya kemampuan fungsi kecerdasan yang terletak dibawah rata-rata (IQ 70 atau kurang) dan ditandai dengan terbatasnya kemampuan tingkah laku adaptif minimal di 2 area atau lebih. mereka masih bisa mempelajari ketrampilanketrampilan akademik hingga kelas 6 SD pada akhir usia remaja. Seluruh sekolah luar biasa itu pengelolaannya diserahkan pada swasta.1 Pengertian Tuna Grahita Tunagrahita merupakan kata lain dari Retardasi Mental (mental retardation). Lemah fikiran ( feeble-minded). Tuna Grahita yang tergolong parah. Di Indonesia. area kesehatan dan keamanan. sp ketika mereka menjadi besar. Tuna berarti merugi. fungsi akademik. masih bisa dilatih (mampu latih). maka Tuna Grahita ini bisa di golongkan sebagai berikut. atau yang sering disebut sebagai Tuna Grahita yang mampu latih tapi tergantung pada orang lain. 2. BAB II II. tidak disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak luar biasa C. Biasanya perkembangan motoriknya buruk. 3. . Sehingga tujuan pengembangan pendidikan untuk mengembangkan anak luar biasa C agar mengembangkan tingkah lakunya kurang jelas. Biasanya mampu mengembangkan ketrampilan komunikasi dan mampu mengembangkan ketrampilan sosial. Pada masa dewasanya dia memiliki usia mental setara anak usia 3 tahun 2 bulan hingga 5 tahun 6 bulan. 2.itu juga dikembangkannya model bengkel kerja yang khusus. mereka sulit dibedakan dari anak-anak normal. sekolah-sekolah luar biasa C untuk anak-anak Tuna Grahita sudah didirikan semenjak tahun 1950an dan hingga kini jumlahnya semakin banyak. pemanfaatan sarana umum. Rentang IQnya terletak antara 25 hingga 39. Terbelakang mental (Mentally Retarded).dan kerja) Disebut Tuna Grahita bila manifestasinya terjadi pada usia dibawah 18 tahun.: 1. Pemerintah hanya memberikan garis–garis besar pendidikan berdasarkan pendidikan umum. Berdasarkan klasifikasi AAMR. PENGERTIAN TUNA GRAHITA II. (tingkah laku adaptif berupa ke-mampuan komunikasi. Retardasi Mental (Mental Retardation/Mentally Retarded) berarti terbelakang mental.Kecerdasannya terletak sekitar 40 hingga 51. Tuna Grahita golongan moderate.

10. 2. dan bukan kondisi psikologis. 14. Down Syndrome (Mongoloid). Kesulitan dalam mengeneralisasi dan mempelajari hal-hal yang baru. 3. kaki dan tangan pendek dan bengkok. Anak tunagrahita jenis ini disebut demikian karena memiliki raut muka menyerupai orang Mongol dengan mata sipit dan miring. yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes. Defisit Mental. seperti penyakit yang diderita semasa kehamilan. Cacat fisik dan perkembangan gerak. Defisit Kognitif. Ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau Butuh Rawat. 9. Hydrocephal. Anak ini memiliki ukuran kepala yang kecil. telapak tangan dan kaki tebal. 7. 6. Karakteristik anak tuna grahita : 1. Anak ini memperlihatkan cirri-ciri. Kurang dalam kemampuan menolong diri sendiri. 8.5. Kretin (Cebol). 6. yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku. II.. (p. kulit kering. Terjadi pada masa perkembangan. lidah dan bibir. dan perawatan yang tidak sesuai. yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Tingkah laku dan interaksi yang tidak lazim. 20). 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban. mendefinisian Tuna grahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Subaverage). adapula pengelompokan berdasarkan kelainan jasmani yang disebut tipe klinis.tebal dan keriput. 7. EDUCABLE Anak pada kelompok ini masih mempunyai kemampuan dalam akademik setara dengan anak reguler pada kelas 5 Sekolah dasar. pola makan yang tidka baik. 15. Oligofrenia (Oligophrenia). raut muka kecil. Defisiensi Mental. lidah tebal suka menjulur keluar. Mampu Didik (Educable). pandangan dan pendengaran tidak sempurna.22) dalam B3PTKSM (p. seperti badan gemuk dan pendek. 13. 12. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p. Gangguan Intelektual Kata Mental dalam peristilahan di atas adalah fungsi kecerdasan intelektual. Microcephal. Mental Subnormal. susunan gigi kurang baik. rambut kering. 5. 100) sebagai berikut: 1. mata kadang-kadang juling. Tolol (moron). 3. Macrocephal. kulit kasar. Anak ini emiliki cirri-ciri kepala besar. Lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru 2. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan bahwa 30 % dari anak-anak yang tuna grahita serius disebabkan . Pengklasifikasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran menurut American Association on Mental Retardation dalam Special Education in Ontario Schools (p. kerusakan dalam metabolism.2 PENYEBAB TUNA GRAHITA Terdapat banyak penyebab tuna grahita. Tingkah laku kurang wajar dan terus menerus. yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. Selain klasifikasi di atas.Kekurangan dalam perilaku adaptif. kemampuan bicaranya sangat kurang bagi anak tuna grahita berat. pertumbuhan gigi terlambat. Mampu Latih (Trainable). yang muncul sebelum usia 16 tahun. telinga kecil. 4. Cacat Mental. penyakit pada otak atau kromosom yang abnormal. American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM. Memiliki ukuran kepala yang besar dari ukuran normal. Tipe-tipe klinis yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. factor lingkungan. 4. kelopak mata. 5. 11.

Terjadinya trauma terutama pada otak ketika bayi dilahirkan atau terkena radiasi zat radioaktif saat hamil dapat mengakibatkan ketunagrahitaan. Gangguan semasa kehamilan 8. translokasi ( adanya kromosom yang patah dan patahannya menempel pada kromosom lain). hamper pada semua kasus berakibat ketunagrahitaan. yaitu kekuatan kelainan tersebut dan tempat gena (locus) yang mendapat kelainan. . 3) Infeksi dan keracunan. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan untuk memahaminya. Grossman (1983) memaparkan ( factor yang menjadi penyebab timbulnya cacat mental : 1. Penyebab kelainan yang berkaitan dengan factor keturunan. Gangguan Psikiatris 9. kekurangan pigmen. yaitu rubella yang mengakibatkan ketunagrahitaan serta adanya kelainan pendenganran. berta badan sangat kurang ketika lahir. syndrome gravidity beracun.oleh ketidaknormalan genetic. 5) Maslah pada kelahiran.25% disebabkan oleh celebral palsy. Pengaruh Lingkungan Berikut ini akan dibahas beberapa penyebab ketunagrahitaan yang sering ditemukan baik yang berasal dari factor keturunan maupun faktor lingkungan. Keadaan ini disebabkan oleh terjangkitnya penyakit-penyakit selama janin masih berada dalam kandungan. Kelainan Gene. kerangka tubuh yang tidak proporsional. Dilihat dari bentuknya dapat berupa inverse (kelainan yang menyebabkan berubahnya unsure gene karena melilitnya kromosom. penyakit jantung bawaan. 2) Gangguan metabolisme dan gizi. 30% disebabkan oleh meningitis dan masalah prenatal. b. kelainan tingkah laku. Kegagaglan metabolism dan kegagalan pemenuhan kebutuhan gizi dapat mengakibatkan terjadinya gangguan fisik dan mental pada individu. Kelainan yang disebabkan kegagalan metabolism dan gizi antara lain phenylketonuria (akibat gangguan metabolism asam amino) dengan gejala yang Nampak berupa: tunagrahita. Metabolisme atau pola makan yang tidak baik 4. Kelainan kromosom. lidah lebar dan menonjol. Penyakit dalam otak 5. cretinism (keadaan hypohydroidism kronik yang terjadi selama masa janin dan saat dilahirkan) dengan gejala kelainan yang tampak adalah ketidaknormalan fisik yang khas dan ketunagrahitaan. sedangkan 15% sisanya belum didapatkan penyebabnya. tidak selamanya tampak dari luar (tetap dalam tingkat genotif). Trauma yang terjadi pada saat dilahirkan biasanya disebabkan kelahiran yang sulit sehingga memerlukan alat bantu.dan nafas pendek. Ketidaktepatan penyinaran atau radiasi sinar X selama bayi dalam kandungan mengakibatkan cacat mental microsephaly. misalnya kelahiran yang disertai hyposis yang dipastikan bayi akan menderita karusakan otak. 2. limpa kecil dan otak) dengan gejala yang Nampak berupa ketidak normalan tinggi badan. 4) Trauma dan zat radioaktif. Trauma 3. Penyakit yang dimaksud. syphilis bawaan. sepeerti down sydrom. yaitu salah satu pasangan tidak membelah sehingga terjadi kekurangan kromosom pada salah satu sel). 1) Faktor Keturunan. Penyakit yang disebabkan minuman keras. dan tunagrahita. (kromosom tidak berhasil memisahkan diri sehingga terjadi kelebihan kromosom pada salah satu sel yang lain). Metabolisme dan gizi merupakan factor yang sangat penting dalam pengembangan individu terutama perkembangan sel-sel otak.gargolysm (kerusakan metabolism saccharide yang menjadi tempat penyimpanan asam mucopolysaccharide dalam hati. kejang. Pengaruh saat masa kehamilan yang tidak diketahui 6. delesi (kegagalan meiosis. telapak tangan klebar dan pendek. Maslah yang terjadi pada saat kelahiran. meliputi halhal berikut: a. Kromoson yang abnormal 7.Kelainan ini terjadi pada waktu mutasi. dapat dilihat dari bentuk dan nomornya. kejang saraf. persendian kaku.

Penyuluhan ini dapat dilakukan melalui media cetak dan elektronik atau secara langsung melalui posyandu dan klinik. Tindakan operasi. Anak-anak cacat mental berbeda dari anak-anak lain dalam aspek sebagai berikut : • Proses Kognitif: terbatas dab menghambat prestasi dalam bidang akademis • Pemerolehan dan penggunaan bahasa: kurang benar dalam hal struktur dan maknanya • Kemampuan fisik dan motorik : termasuk penglihatan dan pendengaran serta penggunaan motorik ringan • Ciri-ciri pribadi dan social: kurang daya konsentrasi.3. Penyuluhan genetic. Tes darah. Melalui program keluarga berencana. 6. yaitu suatu usaha mengkomunikasikan berbagai informasi mengenai masalah genetika. dilakukan terhadap pasangan yang akan menikah untuk menghindari kemungkinan menurunkan benih-benih kelainan. menghindari radiasi dan sebagainya. pasangan suami istri dapat mengatur kahamilan dan menciptakan keluarga yang sejahtera baik fisik dan psikis. bermasalah dalam tingkah laku. 4. PENCEGAHAN TUNA GRAHITA Dengan ditemukannya berbagai penyakit ketunagrahitaan sebagai hasil penyelidikan oleh para ahli. termasuk penilaian. PENANGANAN TUNA GRAHITA Guru memegang peranan penting dalam pendidikan khusus untuk berbagai jenis ketidak mampuan termasuk termasuk tunagrahita.Terdapat banyak kasus dimana murid tidka . Pemeliharaan kesehatan. Dengan imunisasi ini dapat dicegah penyakit yang menggangguperkembangan bayi/anak. Studi yang dilakukan Kirk (Triman Prasadio. dilakukan terhadap ibu hamil maupun anak balita. anatara lain sebagai berikut: 1. 8. yaitu usaha pemeriksaan kehamilan sehingga dapat diketahui lebih dini apakah janin mengalami kelainan. penyediaan vitamin. seyogyanya diikuti dengan berbagai upaya pencegahannya. Diagnostik prenatal. Kurangnya kesadaran oaring tua akan pentingnya pendidikan dini serta kurangnya pengetahuan dalam memberikan rangsang positif dalam masa perkembangan anak menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan dan akibatnya kan menimbulkan hambatan dalam perkembangan intelejensia sehingga dapat berkembang menjadi anak retardasi mental. Ciri-ciri anak-anak tunagrahita.Kerusakan juga disebabkan oleh trauma mekanis terutama kelahiran yang sulit. social ekonominya rendah menunjukkan kecenderungan mempertahankan mentalnya pada taraf yang sama bahkan prestasi belajarnya semakin berkurang dengan menikatnya usia. yaitu mengupayakan terciptanya lingkungan yang baik sehingga tidak menghambat perkembangan bayi/anak. misalnya kekurangan oksigen. 7.Peran apapun yang dimainkan. guru pendidikan khusu berhadapan dengan situasi yang membutuhkan mereka untuk membuat keputusan dan rencana pendidikan untuk murid mereka. Imunisasi. Intervensi dini. dibutuhkan oleh para orang tua agar dapat membantu perkembangan anaknya secara dini. hal ini dibutuhkan bila ada kelahiran dengan resiko tinggi. 6) Faktor lingkungan. Berbagai alternative upaya pencegahan yang disarankan. 9. BAB III III. Latar belakang pendidikan orang tua juga sering dihubungkan dengan maslah-masalah perkembangan. 5. Sanitasi lingkungan. II. terutama pada ibu hamil yang menyangkut pemeriksaan kesehatan selama hamil. adanya trauma pada masa prenatal (proses kelahiran). 3.188) bahwa bermacam-macam pengalaman negative atau kegagalan dalam melakukan interaksi yang terjadi selama periode perkmebangan menjadi slah satu penyebab ketunagrahitaan. Penelitian yang dilakukan untuk membuktikan hal ini adalah temuan Patton dam Polloway (1986. 2.

emosi dan pertubuhan. dan dampak terhadap pencapaian pembelajarannya. lingkungan. berbicara dengan murid dan mereka yang memiliki hubungan dekat dengannya. merancang kegiatan belajar yang memfungsikan seluruh modus berfikir otak seperti . seperti rapor sekolah yang ada. menggunakan analisis tugas untuk mengetahui komponen yang dikuasai dan kemampuan yang belum dikuasai. informasi dari orang tua dan laporan guru. Pendidikan inklusif merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan bagi semua anak yang mengalami kelainan fisik. psikologis. dan teman-temannya. diantaranya: • Pertama. kecacatan yang ada padanya. intelektual. social. malas dan sebagainya. maupun kombinasi dari ketiga aspek tersebut dan memiliki masalah dalam hal komunikasi. Pembelajaran dalam mewujudkan pendidikan inklusif bias dilakukan dengan berbagai cara. Pelaksanaan uji pengenalan bukanlah hal yang mudah karena menuntut guru untuk memiliki kemampuan untuk melakukan uji tersebut.diketahui secara pasti kecacatan yang dialaminya dan sering dianggap sebagai murid yang gagal dalam pembelajaran karena bodoh. emosional. serta ramah terhadap ragam potensi kecerdasan anak. Maka ujian pengenalan harus dilakukan agar dapat diketahui dengan baik masalah yang sebenarnya yang menyebabkan murid tersebut tidak mencapai tujuan pembelajaran. membangun lingkungan belajar yang stimulatif. sportif. dan social. Pengumpulan informasi mengenai murid dengan menggunakan berbagai metode dan sumber informasi harus memberika gambaran tentang kelebihan dan kebutuhan murid. persepsi. • Ketiga. Proses mengumpukan informasi membutuhkan perhatian terhadap interaksi murid dengan orang tua. Selain itu.efektif. menilai kebutuhan dan penilaian kurikulum. bahasa. guru. untuk penanganan anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunagrahita sebaiknya dikembangkan pendidikan inklusif di setiap sekolah. • Analisis : Analisis untuk latar belakang anak-anak dari segi pendidikan. • Penentuan: Menentukan ketidakmampuan atau tingkat kecacatan murid berdasarkan cirri-ciri untuk setiap kategori. dan tingkah lakunya untuk mengikuti kegiatan belajar secara bersamasama dengan peserta didik pada umumnya. serta perkembangan. sikap dan atensi. social. dan pengobatan untuk menentukan kelebihan dan kekurangannya. penerimaan teman sebaya dan kelasnya. mental. • Kedua. Contohnya guru harus memiliki pengetahuan dan keahlian dalam meniai untuk menentukan ketidakmampuan murid luar biasa seperti berikut: • Pengumpulan data: Proses mengumpulkan informasi dari berbagai sumber mengenai murid. catatan medis. • Rencana: Merencanakan program pendidikan yang sesuai untuk murid dengan menyerahkaannya kepada orang tua. menggunakan informasi berdasarkan kumpulan pengamatan dari orang tua atau guru. sensor motorik.kreatif. emosi. meneliti rapor sekolah dan catatan penilaian yang pernah dilakukan. mengembangkan kegiatan belajar yang aktif. Penilaian dan uji pengenalan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan banyak cara untuk mengumpulkan informasi mengenai murid. kognitif. • Penilaian: Menilai murid dari segi perkembangan akademik. menilai jenis dan tahap pembelajaran murid di saat waktu tertentu. dan mengumpulkan skala mengenai sikap guru terhadap murid. potensi kecerdasan serta bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya dan juga untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik. Pendidikan inklusif sesungguhnya memiliki tujuan mulia antara lain memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik. mental. dan menyenangkan sesuai dengan kebutuhan anak. Tujuan yang realistis dan sesuai harus ditentukan untuk murid tersebut. belajar. menilai latar belakang perkembangan dan catatan medis.

KESIMPULAN Tuna grahita merupakan keterlambatan fungsi kecerdasan secara umum dibawah usia kronologisnya secara meyakinkan sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus. guru dan guru. emosional. aplikasi. yaitu keterhambatan fungsi kecerdasan secara umum di bawah rata-rata. disertai ketidakmampuan adaptif. • Ketujuh. Tunagrahita dapat disebabkan oleh factor keturunan dan bukan keturunan. . murid dan murid. Faktor keturunan kerusakan pada sel keturunan. social-emosional. analisis. seperti kerusakan kromosom. • Keempat. Pendidikan inklusif sesungguhnya memiliki tujuan mulia antara lain memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik. BAB IV IV. Tunagrahita seriusskor IQ 30 ke bawah Anak tunagrahita memang memiliki kemampuan terbatas. dan social. dan evaluasi. Intinya adalah agar anak dapat memfungsikan potensi-potensi yang masih ada dalam dirinya terutama agar dia bisa menjalani hidup yang bermartabat. guru dan orang tua yang mendorong perkembangan semua anak secara optimal. mengembangkan program dan kegiatan belajar yang mendorong berkembangnya sikap dan cara berfikir kreatif. Tunagrahita ringan -skor IQ 50 hingga 75 2. mengembangkan kegiatan belajar yang mampu membangun karakter positif anak sehingga anak memiliki semangat belajar untuk maju dan berkembang • Kedelapan. Seseorang dikatakan tunagrahita apabila memiliki 3 hal. untuk penanganan anak-anak berkebutuhan khusus seperti tunagrahita sebaiknya dikembangkan pendidikan inklusif di setiap sekolah. Faktor di luar sel keturunan. • Kelima. menciptakan lingkungan sekolah sebagai taman belajar. gen. diantaranya karena factor kekurangan gizi.namun mereka masih memiliki harapan dengan melalui pelatihan dan bimbingan juga kesempatan dan dukungan agar mereka mengembangkan potensi-potensinya sehingga mampu membantu dirinya sendiri dan memiliki harga diri seperti orang-orang normal lainnya. fisikal maupun kecerdasan spiritualnya. Kedelapan aspek diatas sangat membantu anak-anak tunagrahita sehingga mereka bisa tidak dianggap berbeda dan diterima oleh masyarakat serta tidak diperlakukan secara khusus dan bisa berkembang dan berprestasi seperti anak-anak normal lainnya. dan salah satu atau kedua orang tua menderita kelainan atau hanya sebagai pembawa sifat. potensi kecerdasan serta bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya dan juga untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik. membangun pola interaksi social di sekolah antara guru dan murid. dan terjadi selama periode perkembangan (sampai usia 18 tahun). Selain itu. kognisi. membangun kegiatan belajar yang mampu mengembangkan ragam potensi kecerdasan anak baik segi intelektual. • Keenam. sintesis. dan gangguan metabolisme. kecelakaan (trauma kepala). Tunagrahita terbagi menjadi 4 bagian : 1. mental.memori. Tunagrahita sedang-skor IQ 30 hingga 50 3.